Merajut Asa Diantara Goa Harapan
Penulis: Siswa Siswi SMP Negeri 2 Plumpang
1. Imelda Herna PP. Kubawa Mimpiku Ke Tanah Surga
2. Mei Siti Nurafni Sahabat
3. Ar-Raghib Achmad Al-Ashfahani Anak yang Pemberani
4. Ar-Raghib Achmad Al-Ashfahani Gajah dan Burung Pipit
5. Ar-Raghib Achmad Al-Ashfahani Kera Pembohong
6. Ar-Raghib Achmad Al-Ashfahani Tupai dan Kura-Kura
7. Rachma Indah Safitri Buah dari Kesombongan
8. Serli Notavia Warnai Dunia
9. Kisvani Anggraeni Ada Cinta di Sekolah
10. Rusdiana Rhisma Arini Sahabat Tercinta
11. Devinta Olivianti Sang Waktu
12. Yeni Tri Wulandari Ketika Hadirnya Cinta
13. Agnatsya Lolitasari Aku dan Sahabat
14. Aprillia Dewi Kartika Sahabat Terbaik
15. Tarisa Salsabila Dismahera Long Distance Relationship
16. Yesika Pinky A. Senja Indah di Pantai Kelapa
17. Anjani Puspita Dewi Keadilan Hidup
18. Riris Khomariyatul A Tuhan Ijinkan Aku Bahagia
19. Erna Septianim Jangan Bully Aku
20. Nur Afni Shofia Malam yang Menyeramkan
21. Nita Nur Hayati Sahabat Titipan Tuhan
22. Awanda Dwi Aprilia Romantika di Sekolah
23. Moch.Rovaldo Rosya R Srigala dan Anak Domba
24. Renny Alvun Nikmah Merak yang Sombong
Sinopsis
Masa remaja adalah masa yang paling indah. Ada banyak cerita yang berbalut
asa dan romantika. Diantara goa harapan ingin bersama sahabat mewujudkan cita-
cita yang ada diangan-angan. Kebersamaan yang hangat penuh canda dan tawa
ceria. Belajar bersama dengan segala harmonisasi yang ada.
Kisah-kisah ini di tuliskan agar kami dikenal dunia, sebagai pelajar yang gigih
berkarya melukis karakter tumbuh sebagai tunas muda harapan bangsa. Kami lahir
dan besar di desa. Namun bagi kami terus berprestasi dan berupaya tanpa putus asa.
Ayo generasi emas di pundakmu harapan bangsa ini dibebankan. Terus belajar
dan mengasah diri untuk bekal masa depan. Ayo bersama kami menggores tinta demi
keabadian. Jangan lupa baca tulisan kami ya teman-teman.
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya, akhirnya penulisan buku antologi cerpen Merajut Asa Diantara Goa
Harapan karya siswa siswi SMP Negeri 2 Plumpang Tuban Jawa Timur dapat
terselesaikan.
Buku ini berkisah tentang kehidupan remaja dengan berbagai problematikanya
dalam pergaulan. Kisah-kisah pendek yang mereka temui sehari-hari dan kehidupan
mereka di rumah bersama keluarga. Taklupa ada sedikit kisah cinta remaja yang
menjadi bumbu dalam pergaulan dan persahabatan mereka.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu
terbinya buku ini. Ibu Sriyatni, S.Pd.SD selaku pembimbing, dan Ibu Dyah Ayu yang
telah banyak membantu terbitnya buku ini.
. Dalam penyusunan buku ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa yang masih diuduk di bangku SMP.
Dalam penulisan ini mungkin ada tata bahasa atau kaidah penulisan yang kurang
tepat kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Semoga buku ini bermanfaat untuk bahan literasi sekolah di SMP 2 Plumpang
khususnya dan sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Semoga ke depan akan muncul
karya-karya baru yang menambah semarak dan majunya dunia pendidikan di tanah
air Indonesia.
Kepala SMP Negeri 2 Plumpang
HAMAM SUKARNO,S.Pd.
Kubawa Mimpiku Ke Taman Surga
Imelda Herna
Pada hari Minggu tepatnya pukul 09.00 pagi itu di sebuah taman yang indah
dua orang remaja Indra dan Claudia. Mereka sangat bahagia. Mereka sudah
berhubungan 2 tahun lamanya saat itu. Pagi itu mereka merayakan hari anniversary
mereka kalau dia tampak bahagia begitu juga Indra Indra memberikan coklat sebagai
tanda mata dan kasih sayangnya kepada Claudia
Setelah kisah itu Indra tidak memberi kabar kepada Claudia. Claudia
menunggu beberapa hari telepon dari Indra. Indra tidak juga menelponnya oleh sebab
itu, dia memberanikan diri untuk menelpon Indra.
“Halo, mengapa tidak ada kabar beberapa hari ini?”
“Oh iya maafkan aku, aku tidak memberi kabar karena ada kejadian tidak
terduga.”
“Apa yang terjadi?”
“Sepeda motorku ditabrak bis.”
Bagai disambar petir perasaan Claudia mendengar kabar tersebut kalau dia
sangat terpukul. Dia menangis dan tak terasa air matanya begitu deras mengalir.
Dia tidak menyangka kalau Indra akan mengalami kecelakaan dan tidak ada kabar
berita apapun.
Dia kemudian mencari kabar ke rumah Indra. Ternyata keadaannya sungguh
menyedihkan Indra telah tiada dan dipanggil oleh yang Maha kuasa. Melihat hal ini
dia tidak sadarkan diri. Dia tidak kuasa menahan kesedihannya mengapa Indra pergi
secepat itu.
Seminggu kemudian sepeninggal Indra, dia hanya murung dan menangis di
kamarnya. Melihat hal ini orang tua sangat sedih. Mereka berusaha menghibur hati
putri semata wayangnya yang sedang terluka. Hari berganti dan beberapa bulan telah
berlalu begitu saja. Namun Claudia tetap murung dan tenggelam bersama kesedihan
hatinya.
Claudia harus ikhlas menerima bahwa dia tidak berjodoh dengan Indra. Orang
tuanya bermaksud menjodohkan Claudia dengan pria lain yang lebih mapan dan
dianggap bisa menjaga Claudia. Claudia hanya bisa menangis dia selalu terbayang
wajah Indra. Dia kembali berkali-kali membuka ponselnya dia teringat pesan-pesan
Indra.
Indra yang suka iseng dan bertingkah laku lucu selalu membuat Claudia
bahagia. Melihat keadaan ini mamanya sangat sedih. Dia mengelus-elus rambut
putrinya.
“Apa yang kau minta, Nak?”
“Agar kau bisa ceria kembali jangan kau selalu bersedih pasti akan hadir
seseorang yang lebih mencintai kamu Indra bukan jodohmu.”
“Dia milik Allah dan sudah dipanggil oleh yang punya.” Itu kata-kata Mama
kepada Claudia.
Wajah Claudia tampak murung, dia tidak mengatakan apapun. Sesekali
airmatanya jatuh membasahi pipi manisnya yang lesung pipit itu. Mata beningnya
menerawang mengingat kisahnya bersama Indra beberapa waktu yang lalu.
Indra tidak memberi kabar kepada Claudia. Claudia menunggu beberapa hari
dari telepon dari Indra. Indra tidak juga menelpon. Ciut rasa nyalinya, sebab itu
Claudia memberanikan diri untuk menelpon Indra.
“halo mengapa tidak ada kabar beberapa hari ini?”
“ oh oh oh iya maafkan aku aku tidak memberi kabar karena ada kejadian tidak
terduga apa yang terjadi.”
“Sepeda montorku ditabrak mendengar kabar tersebut kau dia sangat terpukul
dia tidak menyangka kalau indra makan mengalami kecelakaan dan tidak ada kabar
berita apapun Indra.” Kejadian ini pernah terjadi beberapa saat yang lalu. Sebelum
Indra mengalami kecelakaan dan meninggal.
Hari berganti hari, sudah 2 bulan lamanya Indra meninggalkan Claudia untuk
selama-lamanya orangtuanya merencanakan perjodohan agar dia bisa melupakan
Indra. ada laki-laki yang bernama Edi. dia dari keluarga yang kaya raya kemudian
orang tuanya berusaha memperkenalkan Edi dengan Claudia.
Claudia akan segera dinikahkan oleh orangtuanya dengan Edi pada tanggal
18 April. sebelum dilamar oleh Edi, Claudia pergi ke makam Indra dia berpamitan
dan berkata bahwa dia akan menikah dengan orang lain. undangan telah tersebar.
Tepat setahun telah berlalu, setelah kematian Indra.
dia berusaha menerima perjodohan yang direncanakan oleh orang tuanya.
Claudia telah mempersiapkan semuanya 2 hari menjelang pernikahan Claudia
bermimpi dia didatangi oleh Indra. Indra terlihat mengucapkan,
“ Selamat ya semoga kau bahagia.”
Teringat mimpi tersebut dia menjadi takut. Keesokan harinya lalu dia pergi ke
makam Indra. dia berdoa agar pernikahannya lancar dan Indra tenang di alam sana.
Hari pernikahan yang direncanakan akhirnya tiba. Dia bak seorang peri dia memakai
gaun pernikahan yang sangat indah dia cantik sekali.
Banyak tamu yang datang dan memberi ucapan selamat kepada kedua
mempelai dan mendoakan agar mereka bahagia. Pada hari itu lalu dia bercerita
kepada Edi, bahwa dia bermimpi didatangi oleh Indra mantan kekasihnya dahulu. Edi
adalah seorang anak yang baik dia berusaha menghibur claudia tetapi mimpi itu
datang kembali.
Indra mendatangi Claudia di sebuah taman yang indah. dia pulang dan
mengajaknya berjalan-jalan di tepi laut. dia terlihat bingung dan ingat bahwa Indra
sudah meninggal. pada siang harinya Claudia berjalan-jalan dengan Edi suaminya ke
sebuah mal.
Tidak terduga mobil mereka dihantam dihantam sebuah truk besar Claudia
dan Edi meninggal seketika dalam kecelakaan itu. Mendengar ini Ibu Claudia sangat
syok dan jatuh pingsan. Putri kesayangannya kini telah tiada setelah 3 hari
pernikahannya. Claudia berpesan dia ingin sebelum meninggal dia berpesan ingin
ketika meninggal dimakamkan di sebelah makam Indra.
Orang tuanya mengikuti dan menuruti permintaan terakhir Claudia mereka
bertiga dimakamkan saling berdampingan. Pesan yang ingin disampaikan jangan
pernah menyia-nyiakan orang yang sayang kepada kita suatu saat mereka akan pergi
jauh meninggalkan kita untuk selama-lamanya.
Sahabatku
Mei Siti Nurafni
Sahabatku dengan segudang prestasinya
Matahari pagi yang terbit di ufuk timur menyemangati empat sahabat yang
berjalan menuju sekolah. Reni, Alifah, Tina, dan Diah demikian 4 sahabat itu setapak
demi setapak berempat lalu mereka sampai ke sekolah. Setelah sampai di sekolah
mereka menuju kelas dan menempatkan tasnya ke dalam meja.
Tetapi ada yang aneh dengan dia tiba-tiba dia meninggalkan kelas begitu saja
memperhatikan sahabatnya. Melihat Diah berlaku aneh Reni, Alifa, dan Tina segera
mengikutinya langkah Diah. Ternyata berjalan ke arah belakang sekolah dia menemui
geng anak punk yaitu versi yang beranggotakan anak-anak perempuan yang dengan
dandanan ala alay masa kini.
Reni menghampiri Diyah dan bertanya,
“Diah mengapa kamu berkumpul dengan geng anak yang tidak jelas itu, ayo
kita tinggalkan tempat ini.”
Reni menggenggam tangan Diah tetapi dia mendorong Reni sampai terjatuh.
“Aduh sakit” kata Reni
Teman-temannya menghampirinya untuk menolong Reni.
“Gue nggak mau temenan sama orang kayak kalian kuper.” kata Diah.
Kemudian Reni hanya bisa terdiam dan teman-temannya melihat kelakuan
Diah.
Apa daya ternyata nasi sudah menjadi bubur akibat perbuatan Diah, Reni
masuk rumah sakit dan keadannya kritis. Bukan hanya kakinya terkilir namun ada
gagar otak pendarahan otak juga sehingga Reni tidak sadarkan diri. Mendengar hal
ini dia ingin menjenguk Reni di rumah sakit, tetapi jasad Reni sudah terbujur kaku di
ruang jenazah rumah sakit.
Orang tua Reni sangat terpukul melihat hal ini. Mereka ingin menuntut Diah
ke kantor polisi namun hal itu tidak dilakukan karena orang tuanya menemukan surat
Reni untuk mereka. Dia mengatakan aku tidak ingin menuntut apapun. Aku hanya
ingin sahabatku kembali ke jalan yang benar tidak berkumpul lagi dengan anak punk.
Orang tua Reni hanya bisa pasrah membaca surat dari anaknya apapun itu itu
pesan terakhirnya dia kemudian datang ke rumah Reni dia menyesali semua
perbuatannya namun sesalnya tiada berguna karena Reni sudah pergi untuk selama-
lamanya.
Untuk teman-teman berhati-hatilah melakukan tindakan agar kita tidak
menyesal di kemudian hari berbuatlah baik kepada siapapun apalagi kepada sahabat.
Pikirkan masak-masak sebelum bertindak karena semua tindakan akan ada
akibatnya. Akibat itu bisa membawa kita ke jurang kehancuran tetaplah berbuat baik
dan menjadi anak yang yang sholeh sholihah berusaha menuntut ilmu untuk bekal
masa depan nanti.
Tuhan, Ijinkan Aku Bahagia
Riris khoariyatun
Di suatu hari ada 2 anak mereka sangatlah ceria mereka sangat tidak dapat di
pisahkan sejak kecil. mereka dibesarkan bersama mereka bernama Ani dan Ami
nama mereka hampir sama. mereka juga besar bersama tanggal kelahiran mereka
pun sama, tapi sifat mereka berbeda walau mereka bersahabat, tapi watak mereka
sangat berbeda namun, saling melengkapi kekurangan serta kelebihan masing-
masing.
Ani adalah anak yang sangat berpengaruh. Segala yang di inginkan harus
terkabul dan harus mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan Ami adalah anak
yang pendiam, cerdas, baik, dan ceria berbalikan dengan sifat Ani.
Pada suatu hari di perguruan tinggi mereka ada di ruang kelas yang terdapat
seorang anak laki laki yang di sukai Ani. Ani berkata,
”Waw betapa tampanya anak itu siapa namanya? “
“ Oh anak itu namanya Hendrik.” jawab Ami.
“Ah, sok tau kamu.” sahut Ani
Ani pun mengajak Ami untuk pergi dari kelas Hendrik. Dengan senyuman
manis Ami melakukan apa yang di katakan Ani tanpa sepatah kata. Apa pun di dalam
pikiran Ani kini tersimpan wajah Hendrik.
Dia ingin menjadi kekasih Hendrik. Berbeda dengan Ami yang selalu giat
belajar dan hanya memikirkan kebahagian Ani. Saat Ami tak sengaja melewati kelas
Hendrik karena tergesa-gesa ingin mengumpulkan tugas dari gurunya, mereka pun
bertabrakan buku tugas teman-teman Ami pun jatuh berceceran ke mana-mana.
“Aduh, eh maaf ya saya tidak melihat tadi maaf ya.” kata Hendrik .
Hendrik dan Ami mengambil buku-buku yang jatuh itu. Tak disangka saat
Hendrik bersama Ami, muncul Ani dari dalam kelas.
“Eh, jadi ini ya…kelakuan yang katanya sahabatku, rupanya kamu bermain di
belakangku.”
Ami kebingungan dan berusaha menennagkan Ani.
“Bukan seperti yang kau lihat, Ani ini benar-benar tidak sengaja.”
Melihat mereka saling berdebat Hendri tampak bingung. Dan bertanya kepada
mereka.
“Ada apa ini sebenarnya? Apa yang kalian permasalahkan? Aku jadi bingung
deh.”
“ Oh, nggak, nggak apa-apa kok, tenang saja, kami Cuma salah paham.” Jawab
Ani.
“ Kenalkan aku Ani anak kelas 7 B, teman akrab Ami.”
“Ya, aku Hendri, anak kelas 9 A, senang berkenalan dengan kalian.”
Sejak saat itu Ani berusaha mendekati Hendri dan melarang keras Ami untuk
mendekati Hendri.
Ami menurut saja permintaan sahabanya itu asal sahabatnya bahagia. Namun,
rupanya Hendri hanya biasa-biasa saja. Dia tidak menghiraukan Ani. Karena Hendri
pernah bercerita dia tidak mau paaran apalagi jatuh cinta karena masih anak-anak
dan harus belajar.
Ia ingin masuk di sekolah favorit agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi
sesuai cita-citanya. Ia ingin menjadi orang sukses dan membanggakan kedua orang
tuanya yang telah bersusah payah membiayai sekolahnya.
Ami menceritakan hai ini kepada Ani. Ami tidak ingin sahabatnya kecewa.
“Sudahlah Ani, kita masih kecil, nggak usah mikir cinta-cinta dulu, kita belajar
saja dengan rajin agar membanggakan orang tua kita.”
Selamat belajar, ayo raih cita-cita kita, salam manis dari kami di SMP 2
Plumpang, Tuban.
ANAK YANG PEMBERANI
AR-RAGHIB ACHMAD AL-ASHFAHANI
Latihan untuk menjadi seorang yang pemberani
Di sebuah sekolah ada anak yang bernama Amir. Dia berani anak yang
paling di kelas ini. Selain berani dia juga anak yang pandai. Dia selalu mendapat
rangking satu. dia juga alim dan taat beribadah. Di Taman Pendidikan Al Qur’an
(TPQ) dia selalu menjadi wakil untuk berbagai lomba tilawah dan tartil. Berbagai piala
ia dapatkan dari tingkat desa, kecamatan, bahkan kabupaten.
Dia juga suka maju ke depan kelas untuk menyelesaikan tugas apapun yang
diberikan guru. Maka dari itu Amir sangat banyak di segani teman temanya. Bahkan
dia selalu diberbagai ikut olimpiade. Kemana-mana di dalam negeri. Bahkan dia
pergi ke Sydney untuk olimpiade dia juara satu juga. Sungguh bangga orang tuanya.
Amir meniru sifat orang tuanya yang rajin bekerja. Ayahnya seorang petani di
pinggir Bengawan Solo. Di daerah itu terkenal pertaniannya sangat maju. Tanahnya
sangat subur dan mendapat aliran air dari sungai sepanjang tahun. Orang tauanya
selalu berpesan,
“ Nak, kemana pun kamu pergi jangan lupakan tanah kelahiranmu, jangan lupakan
orang tuamu, dan jangan sampai kau lupakan Gusti Allah yang sudah
menciptakanmu.”
Rupanya pesan itulah yang selalu menyemangati Amir untuk menjadi anak yang
sukses dan selalu membanggakan orangtuanya. Kendati segudang prestasi telah
diraih Amir tetap bersahaja. Ia sama sekali tidak sombong. Ia ramah dengan semua
temannya. Suatu hari saat istirahat sekolah,
“ Reza, kenapa kamu hanya duduk-duduk di sini, ayo ke perpuatakaan.”
“ Aku lagi sedih, Amir, Ibuku sedang opname di rumah sakit, sementara ayah
masih di Malaysia dan belum bisa mengirim uang. “
“ Jangan sedih teman, aku ada tabungan hasil aku mengumpulkan uang hadiah
lomba-lomba, bisa kamu pakai dulu, nanti kalau ayahmu sudah mengirim uang baru
kau kembalikan.”
“Terima kasih, Amir kau sungguh baik sekali.”
“ Sudah sepantasnya aku menolong teman yang kesusahan, lagi pula uang itu
kusimpan untuk melanjutkan sekolah nanti, jadi kalau sekarang kamu butuh bisa
dipakai dulu.”
Amir memulai paginya dengan sholat shubuh berjamah di masjid dekat rumahnya.
Sesudah sholat subuh Amir mengantar ibunya. Lalu ia belajar sampai waktu sekolah
tiba. Amir berangkat sekolah menaiki sepeda miliknya. Hari ini Amir dengan wajah
penuh ceria menaiki sepedanya. Tak henti-hentinya dia bersiul gembira karena hari
ini Amir akan mendapatkan kado dari sekolah.
‘’Hari ini aku akan hadiah apa ya?’’ ucap amir dalam hatinya
‘’Moga-moga aku dapat hadiah bagus.’’
Dengan wajah yang penuh ceria ia melanhkah masuk gerbang sekolah. Tiba-tiba
di kelas Amir ada keramaian.
‘’Ada apa ya kira-kira?’’ ucap Amir dalam hati
Ada teman Amir yang datang menghampirinya yang sedang kebingungan. Lalu Amir
berkata,
‘’Ada apa, Gas kok rame sekali?’’
‘’Gak tau Mir.’’ sambil berwajah seperti orang kebingungan untuk merahasiakan
hadiah untuk Amir.
‘’Kamu gak boleh masuk kelas dahulu, Mir’’ ucap Bagas
‘’Ooo...ya udah aku tunggu disini aja Gas’’
Amir bersantai sambil menikmati jajan buatan ibu kantin. waktu bel pun tiba Semua
murid pergi ke lapangan untuk bersenam pagi.
‘’Ayo anak-anak kita senam.’’ ucap bu guru
‘’Iya Bu Guru’’ sahut anak-anak serempak.
Setelah senam pagi kejutan dimuali. Amir terharu dengan sambutan dari teman-
teman dan gurunya setelah ia menang olimpiade di Sidney dan mendapat medali
emas. Tak terasa menetes butiran bening di pipinya yang lesung pipit.
“ Terima kasih teman-teman semoga kalian juga bisa menjadi yang terbaik. “
Semua teman dan gurunya menjabat tangan Amir dan memberinya ucapan selamat
atas kerja keras dan keberhasilannya.
Begitulah keseharian Amir. Selain ia kutu buku, ia juga rajin membantu orang
tuanya. Setiap paagi sebelum pergi ke sekolah ia mengantar ibunya berbelanja ke
pasar. Ibunya seorang penjual sayur yang biasa pergi ke pasar setelah subuh dan
pulangnya naik becak untuk membawa barang dagangannya yang cukup banyak.
Walaupun terlahir dari keluarga yang sederhana semangat belajar Amir tidak
pernah hilang. Ia selalu berusaha mencari guru-guru terbaik di daerahnya untuk
mendapatkan tambahan pelajaran.
Suatu usaha yang tidak sia-sia Amir bisa membanggakan orang tuanya dan
membawa nama harum sekolaahnya. Semoga kelak aka nada Amir-Amir lain yang
membawa harum nama Indonesia di kancah pengetahuan dunia.
GAJAH DAN BURUNG PIPIT
AR-RAGHIB ACHMAD AL-ASHFAHANI
Di sebuah hutan belantara hiduplah hewan-hewan yang saling bersahabat. Di
antara para sahabat itu ada gajah dan burung pipit. Mereka bersahabat sangat erat
sekali. Mereka saling membantu jika ada yang terkena kesusahan. Mereka saling
menyayangi satu sama lain. Tidak ada pertengkaran dan perdebatan. Mereka bermain
dengan akrab dan senang hati.
Pada suatu hari gajah ingin bermain dengan burung pipit. Gajah memanggil
burung pipit untuk keluar dari sarangnya. Burung pipit akhirnya keluar dengan wajah
yang pucat dan tubuh yang menggigil. Kemudian gajah bertanya,
“Mengapa wajahmu pucat dan tubuhmu menggigil?” dengan lesu burung pipit
menjawab, ”Aku sedang sakit badanku lemah dan tidak bisa menelan makanan.”
Burung pipit meminta bantuan kepada gajah. Ia meminta biji wijen kepada
gajah untuk mengobati tubuhnya. Ia sangat mengerti kalau tubuhnya membutuhkan
biji wijen agar bisa sembuh seperti dulu. Gajah langsung menuruti permintaan
sahabatnya itu. Dia pergi untuk mengambil biji wijen obat sahabatnya.
Di tengah perjalanan gajah kebingungan. Ia tidak bisa mengambil biji wijen
yang sangat kecil itu karena tubuhnya yang besar dan belalainya tidak bisa mengabil
biji yang kecil. Gajah mulai brpikir bagaimana caranya ia mendapatkan biji wijen agar
sahabatnya sembuh kembali
Di tengah kebingungannya tiba-tiba terbang burung merpati mendekati gajah
yang tampak gelisah. Burung merpati mendekati gajah dan bertanya mengapa dia
terlihat sedih. Gajah menceritakan tentang sahabatnya burung pipit yang sedang sakit
dan memerlukan obat secepatnya. ia meminta bantuan kepada burung merpati.
Burung merpati untuk mencari kebun wijen.
Akhirnya burung merpati menemukan kebunya, tetapi kebun itu ada
penjaganya. Burung merpati mempunyai cara untuk mengambil biji wijen itu. Caranya
ia berusaha mengelabui penjaga kebun dan berhasil juga. Burung merpati mengambil
biji wijen kemudian ia terbang dan memberikan biji wijen itu kepada gajah.
Gajah berlari ke rumah burung pipit. Ia segera memberikan biji wijen yang telah
didapat oleh burung merpati. Kemudian burung pipit memakannya. Ia sangat
berterimakasih kepada gajah dan burung merpati yang telah menolongnya. Setelah
menelan biji wijen lama kelamaan burung pipit pulih seperti semula dan mereka
bermain bersama lagi dengan gembira bersama-sama.
Tamat.
KERA PEMBOHONG
AR-RAGHIB ACHMAD AL-ASHFAHANI
Di sebuah hutan hiduplah binatang-binatang seperti: kera, landak, kancil,
kelinci, gajah, burung pipit, burung merpati, dan lain-lain. Pada suatu hari kelinci
berjalan-jalan di hutan bersama gajah. Tiba-tiba, di depan gua ada singa yang sedang
tidur. Karena mereka takut dengan singa maka mereka memutuskan untuk kembali
ke rumahnya.
Keesokan harinya kera mengajak kancil, kelinci, dan gajah ke air terjun yang
sangat indah. Mereka diajak bermain dan mencari makan sepuasnya. Setelah
kenyang dan puas bermain semua tertidur pulas di dekat air terjun. Suasana air terjun
yang sejuk dan nyaman membuat binatang-binatang itu merasakan kantuk yang luar
biasa.
Setelah semua terbangun, betapa kagetnya mereka. Kera yang menjadi
penunjuk jalan mereka untuk pergi dan pulang ternyata sudah menghilang. Mereka
sangat kebingungan dan tidak tahu jalan untuk pulang.
Di tengah kebingungan mereka kancil yang terkenal dengan akal cerdiknya
mencari tahu ke mana jalan pulang yang akan mereka lalui.
“Teman-teman bagaimana kalau kita menyusuri sungai ini siapa tahu kita akan
sampai di rumah kita atau kita akan bertemu kera teman kita.”
“ Baiklah Cil, kami ikut pendapatmu, semoga kita bertemu kera dan rumah kita.”
Di perjalanan ternyata mereka bertemu pemburu yang siap dengan
persenjataan yang lengkap. Mereka sangat ketakutan.
“Bagaimana kita, pasti akan tertangkap pemburu.” Kata gajah
“Aku takut sekali.” Sahut kelinci
“hmmm kera di mana ya…, mengapa kita dibiarkan dan ditinggal begitu saja?”
Kancil menyesali mengapa ikut ajakan kera untuk bermain di air terjun.
“Sekarang diamlah, kita bersembunyi di balik semak-semak itu agar tidak
terlihat oleh para pemburu itu.” Usul gajah.
Namun sayang, nasib malang menimpa mereka. Pemburu-pemburu itu
mengetahui keberadaan mereka. Moncong senjata pemburu mengarah ke tubuh
mereka dan peluru siap ditembakkan. Tiba-tiba gajah melompat dan menendang ke
arah pemburu-pemburu itu.
Pemburu itu jatuh dan temannya menolongnya. Kesempatan ini tidak disia-
siakan oleh gajah dia meminta kanci kan kelinci naik ke punggungnya dan membawa
mereka jauh dari tempat itu. Setelah beberapa saat berlari sampailah mereka di
sebuah telaga yang sangat jernih airnya.
Gajah melihat sekeliling setelah di rasa aman dia meminta kelinci dan kancil
turun dari punggungnya. Mereka minum air jernih yang ada di danau itu. Alangkah
terkejutnya kancil ketika ia melihat bayangan yang ada di danau itu. Rupanya kera
sedang asyik menyantap pisang di atas pohon dan tidak menyadari kehadiran teman-
temannya.
Kancil merencanakan sesuatu, dia meminta gajah menyemprotkan air ke tubuh
kera yang sedang asyik menikmati makanan di atas pohon. Kera terkejut dan jatuh
terpelanting masuk ke dalam danau.
“Rasakan itu kenapa kamu jahat dengan kami dan kami hamper saja terkena
peluru pemburu di hutan tadi.” seru kancil.
“Habis kalian tidur pulas sekali jadi aku nggak mau mengganggu tidur kalian.”
Sahut kera membela diri.
“Kau tahu kan, kalau ada pemburu mendekati kami, mengapa kau rela melihat
kami jadi santapan peluru pemburu-pemburu itu.”
“ Iya teman-teman aku yang salah, maaf deh maaf” jawab kera membela diri.
Akhirnya mereka berempat pulang bersama-sama. Dan sejak saat itu kera
berjanji tidak akan pernah membohongi teman-temannya lagi.
TUPAI DAN KURA-KURA
AR-RAGHIB ACHMAD AL-ASHFAHANI
Di sebuah hutan hiduplah binatang-binatang yang akur. Di situ ada kura-kura
tupai, kancil, monyet, kelinci, gajah, burung pipit, burung merpati, rubah, landak,
burung murai, dan lain-lain. mereka sering bermain bersama di halaman rumah gajah.
Pada suatu hari hujan angin melanda hutan itu hingga rumah kura-kura roboh
diterjang angin. Sedangkan kura- kura di rumah gajah bersama hewan lainnya. hujan
sudah reda saatnya kembali ke rumah masing- masing. kemudian kura- kura kembali
bersama tupai. karena rumah tupai dan kura-kura berdekatan dan jauh dari rumah
hewan yang lainnya, jadi mereka kembali bersama.
tupai kaget melihat rumah kura-kura roboh. Tupai memberitahukan kepada
kura-kura. Hewan yang lain tidak tahu yang tau hanya tupai dan kura- kura saja . kura-
kura menangis tupai mencoba menghibur hingga akhirnya tidak menangis lagi.
Setelah itu tupai membantu meperbaiki rumah sangat berterima kasih
kepada tupai tetapi makanan kura-kura hilang terbawa angin . kemudian tupai
membantu mecarikan makanan tetapi makanan kura-kura jumlahnya semakin
menipis. tupai mencari kamana-mana tetapi tidak ada kemudian tupai menemukan
tetapi ada penjaganya
tupai mempunyai cara untuk mengambil makanan kura-kura .dengan cara tupai
naik ke pohon kelapa setelah itu mengambil satu buah kelapa dan melubanginya tupai
masuk ke batok kelapa dan menjatuhkan kelapa dan keluar diam-diam mengambil
makanan kura-kura tupai diam-diam kabur akhirnya mendapat juga.
Semua sudah lengkap kura-kura sangat berterima kasih kepada tupai. Tupai
juga sangat senang bisa membantu teman yang mengalami musibah. kura-kura juga
baik setiap tupai lapar dan makanan tupai habis mesti dibagi makanan oleh kura-kura.
Memang sudah selayaknya seorang sahabat harus selalu membantu kesulitan
sahabatnya.
Tamat
Rona Kehidupan
Oleh : Sriyatni
Pagi itu cukup cerah. Sang mentari mulai menampakkan sinarnya seiring
langkah kaki warga Desa Sumurjalak berangkat mengais rejeki. Kehidupan
masyarakat yang sebagian besar petani membuat desa yang terletak 1km dari kota
Kecamatan Plumpang ini tak pernah sepi.
Masyarakat desa telah banyak mengalami perubahan. Dulu masih sering
terdengar antar anggota keluarga bertengkar dan saling mengumpat karena kesulitan
ekonomi yang dialaminya. Petani hanya menggantungkan sawah tadah hujan dan
kadang hasilnya jauh dari harapan. Di musim kemarau mereka akan bekerja
serabutan bahkan merantau untuk dapat menghidupi keluarganya.
Kini kehidupan masyarakat sudah jauh berbeda. Dari mengandalkan hasil
bumi, telah beralih ke industri-industri kecil yang mereka kelola sendiri. Kalangan
pemuda lebih banyak yang menciptakan lapangan kerja sendiri. Mulai berjualan
makanan keliling, usaha makanan olahan, hingga bengkel kendaraan dan berdagang.
Orang tua telah sadar pentingnya Pendidikan untuk putra-putri mereka. Hal ini
jauh berbeda jika dibandingkan pada zaman dulu. Dari 50 anak lulusan sekolah dasar
hanya 2 atau 3 yang melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Lagi-lagi
kendala biaya dan kurangnya pengetahuan dan pengalaman orang tua.
Dulu rata-rata orang tua lebih bangga bila setelah tamat sekolah dasar anaknya
bisa menggembala sapi atau kambing dan mencari rumput. Apalagi bisa membantu
mengerjakan sawah. Kini rona desa kelahiranku telah berubah.
Para petani hidup Makmur dengan adanya saluran irigasi yang memungkinkan
mereka panen 3 kali dalam setahun. Banyaknya lapangan kerja yang mereka ciptakan
sendiri sehingga pendapatan mereka cukup untuk memberi pendidikan yang layak
kepada putra-putrinya.
Kehidupan masyarakat yang rukun dan kesadaran untuk menjaga lingkungan
terbukti dengan wajah desa yang lebih asri dengan berbagai tanaman di sepanjang
jalan desa. Pendidikan juga cukup maju ada Lembaga TPQ, PAUD, dan Tk di setiap
dusun.
Masjid At-Taqwa Desa Sumurjalak
Kehidupan keagamaan juga cukup maju. Ini dilihat dari banyaknya tempat
ibadah. semua menyelenggarakan shalat berjama’ah 5 waktu di lingkungannya
masing-masing. Juga masjid yang berdiri kokoh dan dapat menampung seribu
jama,ah.
Telah banyak warga Sumurjalak yang punya jabatan dan mengabdikan dirinya
sebagai ASN maupun TNI/Polri. Banyak pula mereka yang berkuliah dan mengenyam
Pendidikan tinggi bahkan ada yang sampai ke luar negeri.
“Sekarang anak-anak muda itu lebih pintar, mereka dengan mudah dapat
menciptakan pekerjaan dan menghasilkan uang, lain dengan zaman dulu, sudah
makan nasi gaplek, rumah pun hanya terbuat dari bambu, anak tidak ada yang
sekolah tinggi.” Tutur mbah Tasmo salah satu sesepuh desa ini.
“Itu karena sekarang anak-anak lulusan sekolah tinggi, Mbah, jadi mereka
banyak mendapatkan pengalaman dari luar untuk dapat mengembangkan bakat dan
ketrampilan.” Sahut Rafa salah satu cucunya.
Memang Pendidikan merupakan sarana untuk kemajuan masyarakat. Dengan
Pendidikan yang tinggi dan bergaul dengan banyak orang dapat membentuk
kepribadian seseorang menjadi tangguh, tidak mudah putus asa, dan menyerah pada
keadaan.
Generasi muda menjadi tolok ukur kemajuan sebuah desa. Jika para pemuda
desa secara Bersama-sama bersinergi membangun desa maka kemajuan desa itu
akan dapat dicapai. Pembangunan ini dapat dimulai dari karakter, cukupnya
Pendidikan, dan ketrampilan.
Sekolah-sekolah dan Taman Pendidikan Al Qur’an dapat membimbing mereka.
Namun, yang takkalah pentingnya adalah peran serta orang tua yang sangat
berpengaruh pada keberhasilan putra-putrinya. Di sini peran pemimpin yang baik
dapat menjadi teladan bagi masyarakat khususnya para pemuda.
Mari kita bangun desa dengan bekal Pendidikan, ketrampilan, dan karakter
yang baik. Dapat melalui pelatihan-pelatihan ketrampilan, maupun kegiatan
penyuluhan pertanian. Selain itu Pendidikan agama sangat penting untuk
pembentukan akhlak generasi muda. Tidak ada yang mampu merubah rona desa
kecuali masayrakat desa itu sendiri.
Ketrampilan diajarkan di sekolah agar para siswa siap terjun membangun daerahnya
Warnai Dunia
Serli Notavia
Namaku Serli, aku sekolah di SMP Negeri 2 Plumpang Tuban. Berbagai hal
aku pelajari di sana. Mulai dari pramuka, seni musik, tari, baris-berbaris untuk melatih
kedisiplinan kami. Setiap hari aku dengan senang melangkahkan kaki ke sekolah. Di
sana aku mendapat banyak teman. Ada 17 kelas, 754 siswa, dan 30 guru yang siap
mengajar kami dengan berbagai hal baru yang belum pernah aku pelajari
sebelumnya.
Guru-guru dengan sabar membimbing kami. Dari tidak bisa menjadi bisa, dan
dari tidak tahu menjadi tahu. Banyak pembelajaran yang membuat kami lebih dewasa
dan lebih mengerti dalam pelajaran maupun pergaulan.
Suatu hari pada jam istirahat tiba-tiba Rini temanku berlari menuju kelasku.
“Ser, apa kamu melihat buku yang aku baca tadi?”
“Buku apa, aku tidak tahu.”
“Buku tentang tempat wisata di kota Tuban, judulnya Pesona Bumi Wali
yang ditulis oleh Bu Sriyatni, guru SDN Sumurjalak 2.”
“Maafkan aku, ya …aku tidak tahu, nanti kita tanya teman yang lain,
mungkin ada yang melihatnya.”
Berbagai pelajaran diajarkan di sekolah. kadang aku dapat mengerti dengan
baik, namun kadang aku juga belum mengerti. Kalau sudah begitu aku jadi bingung di
buatnya. Kalau sudah begitu, belajar kelompok adalah salah satu jalan keluar terbaik.
Berbagai persoalan di sekolah yang belum aku mengerti di selesaikan dan
dicari bersama jalan keluarnya bersama kelompokku. Sungguh bermanfaat belajar
kelompok ini. Teman yang pandai menjadi guru kecil kami atau tutor sebaya.
Ada berbagai kegiatan di sekolah yang membuat kami senang dan semakin
akrab dengan teman-teman. Dari semua yang aku pelajari yang paling aku sukai
adalah belajar menulis. Dengan menulis aku bisa mengungkapkan semua yang ada
di hatiku. Dengan menulis aku bisa memberitahu orang lain tentaang diriku, teman-
temanku dan semua kegiatanku.
Lewat tulisan kukabarkan kepada dunia bahwa aku ada. Aku bisa melakukan
yang dilakukan oleh orang lain. Ketika aku diberi kesempatan aku ingin mewujudkan
mimpiku menjadi orang yang terkenal lewat karya-karyaku. Terima kasih bapak dan
ibu guru karnamu kutahu dunia dan karenamu dunia tahu akan diriku. Semoga
tercapai semua cita-citaku. Terima kasih salam manisku untuk semua sahabatku.
Ada Cinta di Sekolah
Kisvani Anggraeni
Salah satu hobby para remaja adalah bermain music
Siang ini cukup panas ketika bel pulang sekolah berbunyi. Aku dan teman-
temanku dengan langkah lesu pulang ke rumah masing-masing. Ada yang naik
sepeda motor, sepeda onthel, naik kendaraan umum, dan jalan kaki. Karena letak
rumahku yang hanya 800 meter dari sekolah aku jalan kaki. Ditengah terik mentari
yang menyengat di ujung kepala aku berjalan bersama Nina sabahatku.
Sejak kecil aku bersahabat dengan Nina karena rumahnya hanya berjarak 100
meter dari rumahku. Sejak TK kami bersama hingga kami duduk di bangku kelas 7
SMP. Aku tahu apa saja yang dirasakan sahabatku. Termasuk saat ini. Dia sedang
jatuh cinta dengan kakak kelas. Namanya Romi.
Romi memang cowok keren, dia pandai basket dan main bass.
Wow…sempurna. Selain itu Romi juga rajin mengaji dan selalu menjadi imam ketika
kami melaksanakan shalat dhuhur di sekolah. Benar-benar sempurna.
Nina sahabatku juga seorang gadis yang manis, lesung pipit menghiasi pipinya
membuatnya semakin manis jika tersenyum. Nina selalu bercerita bahwa ia selalu
berdebar-debar bila melihat Romi.
“Ser, apa ini ya… yang namanya jatuh cinta, setiap aku melihatnya pasti
ada sesuatu yang lain dalam hatiku. “
“Wow, yang lagi jatuh cinta.” Sahutku
“Sosoknya begitu sempurna, pingin aku kenal lebih dekat dengannya.”
“Besok deh kalau Romi tampil di panggung aku kenalin ya?” aku berusaha
memberi harapan pada Nina.
Keesokan harinya pagi-pagi kami sudah berangkat sekolah karena tugas piket
yang harus kami lakukan. Di tengah perjalanan kami terhenti ketika melihat sepeda
motor mogok di jalan tempat kami melintas. Terlihat sesosok teman kami sedang
memperbaikai motornya.
Langkah kami terhenti dan bertanya,
“Hai, kenapa motornya, ada yang bisa kami bantu?”
Remaja yang berkulit bersih itu menganggkat wajahnya, kami kaget bukan
kepalang ternyata itu Romi.
“Lho kamu, kenapa, apa bisa saya bantu?” Tanya Nina gemetar
Pujaan hatinya ada di depan mata dan sedang dalam kesulitan. Bagai dapat
lotre. Pucuk dicinta ulam tiba kata peribahasa.
“Iya ternyata bensinnya habis.” Sahut Romi datar
“Biar aku belikan ya, itu ada penjual bensin dekat sini.” Kata Nina
Aku segera berjalan meninggalkan mereka. Karena hari ini aku tugas piket
kebersihan sekolah. Tiba-tiba Romi dan Nina berboncengan masuk ke halaman
sekolah. Nina terlihat begitu bahagia. Pria pujaan hatinya ada di dekatnya.
Setelah kejadian itu Nina jadi semakin dekat dengan Romi. Aku sebagai
sahabat sangat senang karena apa yang diinginkan sahabatku bisa tercapai. Namun,
aku sering juga menasehati Nina, bahwa belajar itu tugas utama kita sebagai pelajar.
Kasihan orangtua yang sudah membiayai kita dengan susah payah kalau kita tidak
bersungguh-sungguh.
Saya juga mengingatkan jangan berduaan di tempat yang sepi karena banyak
setan yang siap mengganggu manusia. Ingat batasan-batasan dalam pergaulan. Ingat
pula apa yang telah diajarkan oleh guru agama kita. Bahwa laki-laki dan perempuan
harus saling menjaga tidak boleh bergaul bebas karena ada hal-hal yang tidak di sukai
oleh Allah tetapi disenangi oleh para setan pengganggu umat manuasia anak cucu
Nabi Adam.
Sahabat Tercinta
Rusdiana Rhisma Arini
Aku seorang gadis yang berusia 14 tahun. Aku terlahir dari keluarga yang
kurang mampu. Ibuku seorang pembantu rumah tangga. Ayahku bekerja serabutan.
Kadang menjadi buruh tani, kuli bangunan, atau apa yang di suruh oleh tetangga kami.
Bahkan kadang ayah mencari barang rongsokan untuk dijual jika tidak ada yang
menyuruhnya bekerja.
Namaku Dewi Nur Jannah, teman-teman biasa memanggilku Dewi. Rambutku
panjang selutut hitam dan lurus. Semua orang menyukai rambutku. Namun, rambut
itu tidak pernah tampak sekarang. Sejak masuk SMP aku menggunakan jilbab untuk
menutup auratku. Kata ayah aku harus jadi anak shalihah dan pintar. Ayah sudah
bersusah payah bersama ibu membiayai pendidikanku dan 2 orang adikku.
Alhamdulillah berkat do’a ayah dan ibu yang tiada putus setiap malam dalam
tahajudnya aku dan kedua adikku termasuk anak yang berbakat. Berbagai
perlombaan aku ikuti mulai tingkat sekolah sampai tingkat kabupaten bisa aku
menangkan. Itu yang bisa kupersembahakan untuk menyenangkan orangtuaku.
Aku tidak pernah malu, apalagi minder dengan keadaanku yang serba
kekurangan. Sebenarnya aku ingin belajar di pesantren seperti teman-temanku.
Namun, apa daya kami tidak punya biaya. Jadi aku cukup bersekolah dekat dengan
rumahku agar tidak banyak biaya yang dikeluarkan oleh orangtuaku.
Aku punya teman yang sangat cantik dan kaya raya, Purti namanya. Ia anak
kepala desa di desa kami. Walaupun begitu Putri tidak pernah sombong dan
membeda-bedakan teman. Dia berteman dengan siapa saja. Dia sering bermain ke
rumahku yang berdinding bambu dan berlantai tanah.
Bahkan setiap malam ia belajar di rumahku yang jauh dari kata layak. Namun
begitu cukup bersih. Jika putri belajar di rumah, ibu segera membuka tikar untuk kami
belajar bersama. Taklupa ibu menyiapkan camilan, berupa tempe, atau pisang goreng
dan teh manis untuk kami berdua.
Putri sudah menganggap ibuku adalah juga sama seperti ibunya sendiri.
Karena dari kecil Putri dirawat oleh ibuku yang merupakan pembantu rumah tangga
di rumahnya. Putri memanggilnya dengan sebutan “Emak” pada ibuku.
Jika selesai shalat berjama’ah di musala Putri langsung ke rumahku. Sering ia
membawakan makanan yang kadang takmampu kami beli. Putri sungguh baik dan
sahabat sejati buatku. Begitu juga mama dan papa putri. Mereka juga menganggapku
sebagai anak asuhnya.
Semua kebutuhan sekolahku setiap saat sering dibelikan bahkan sama dengan
yang dibelikan untuk Putri. Kadang ibu jadi malu karenanya. Tetapi orang baik tetaplah
baik. Mereka tidak memandang kaya miskin, tetapi yang mereka lihat semua sama.
Tidak pernah membeda-bedakan dalam bergaul. Semoga di dunia ini banyak orang-
orang baik seperti mama dan papa Putri.
SANG WAKTU
DEVINTA OLIVIANTI
Giat berlatih untu menjadi orang yang kuat
Hari demi hari berlalu begitu cepat. Tak terasa 15 tahun sudah usiaku. Usia
yang memasuki masa remaja yang katanya begitu indah. Setiap hari pergi dan pulang
sekolah. Setiap hari pula pergi dan pulang mengaji ternyata waktu berjalan semakin
cepat. Baru saja selesai shalat duhur, tiba-tiba terdengar adzan asar pertanda kami
harus mulai berangkat mengaji.
Banyak hal yang harus kami pelajari. Kami harus mempersiapkan diri untuk
menyongsong masa depan. Kami tidak tahu besok lusa mau jadi apa, yang penting
kami harus menyiapkan bekal ilmu yang cukup agar masa depan kami terjamin. Dapat
bersaing dengan teman-teman untuk menjadi yang terbaik dan membanggakan orang
tua.
Kegiatan yang banyak membuat tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Siang
berganti malam dan sebaliknya.
“Wah, kamu sudah besar, Nak” kata ayah sore itu
“Iya, anankku sudah perawan sekarang.” Sambung ibu
Banyak pelajaran yang aku dapat dari sekolahku di SMP Negeri 2 Plumpang
Tuban. Bahkan ketrampilan-ketrampilan yang belum aku kuasai juga diajarkan . Aku
menjadi sesosok gadis yang beranjak remaja. Sebentar lagi aku sudah duduk di
bangku SMA.
“Kamu pimpin regu ini dan kamu harus bisa mendrikan tenda dan memasak
sendiri.” Kata Bu Guru siang itu ketika kami sedang kemah persami di halaman
sekolah. Wow… memasak gumanku dalam hati. Pekerjaan yang tidak pernah aku
lakukan. Namun, dengan bergotong royong dan dipandu oleh Kak Yuna, guru dan
juga Pembina pramukaku akhirnya kami bisa menyiapkan hidangan santap malam
yang lezat.
Hidangan tumis kangkung dan tempe goreng telah siap di santap bersama
setelah selesai kegiatan shalat berjama’ah. Ah.. akhirnya aku bisa. Kami makan
bersama dengan lahap. Kemudian melanjutkan kegiatan yang telah disiapkan oleh
kakak Pembina.
Ketika Hadirnya Cinta
Yeni Tri Wulandari
Seminggu yang lalu saat liburan sekolah aku dan teman-teman SMP Negeri 2
Plumpang berlibur di Jogyakarta. Kami bersama menikmati studytour di berbagai
tempat di Jogyakarta. Salah satunya adalah di Candi Prambanan. Salah satu candi
Hindu yang berdiri kokoh di bumi Indonesia tercinta.
Ada kisah legenda yang membalut kemegahan candi ini. Kisah kasih taksampai
antara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Kisah cinta pada zaman dulu yang
penuh cerita mistik yang sulit diterima oleh nalar manusia. Tapi konon cerita itu
memang terjadi.
Roro Jonggrang seorang putri yang cantik luar biasa membuat jatuh hati
Bandung Bondowoso yang sakti mandraguna. Roro tidak kuasa menolak cinta sang
raja karena takut malapetaka yang akan ditimpakan kepadanya jika ia tidak menuruti
kemauan Bandung Bondowoso.
Dikisahkan pula Bandung Bondowoso yang berwajah buruk rupa dan mudah
sekali murka. Roro kebingungan menerima kenyataan yang menurutnya pahit ini.
Mengingat kesaktian Bandung yang luar biasa telah berhasil menaklukkan daerah-
daerah sekitarnya untuk memperluas kerajaannya.
Roro dengan berat hati menerima keinginan Bandung. Namun ada persyaratan
yang harus dipenuhi oleh Bandung agar bisa mempersuntingnya menjadi istri.
Persyaratannya adalah Bandung harus membuat candi sebanyak seribu untuk tempat
pemujaan di kerajaan Roro.
Tantangan ini sungguh berat dan mustahil. Namun, karena rasa cinta Bandung
kepada Roro yang begitu besar dan takterbendung akhirnya dengan berat hati,
Bandung menerima tantangan Roro.
Sore itu mentari beranjak dari peraduan menuju tidur panjang dan bersiap
menampakkan diri esuk hari menyambut seribu candi yang akan dipersembahakan
sang Arjuna kepada putri jelita belahan hatinya.
Bandung yang sakti mandraguna mengerahkan seluruh bala bantuannya.
Semua mahluk halus yang ada di bawah kendalinya dihadirkan untuk mewujudkan
keinginan sang putri.
Tengah malam telah berlalu, namun pagi masih lama dijumpai. Roro
menyaksikan apa yang dilakukan oleh Bandung dengan segenap hati dan
kekuatannya. Berdirilah Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan candi.
Artinya satu caandi lagi usai sudah tugas Bandung dan dapat mempersunting
dirinya. Tipu muslihat mulai dijalankan oleh Roro agar gagal dipersunting oleh
Bndung. Di malam buta ia membangunkan warga. Ia membakar berbagai benda di
sisi timur agar tampak sang surya muncul pertanda pagi.
Selain itu Roro juga mengajak warga untuk memukul lesung agar ayam jantan
bangun dari tidurnya dan menyambut pagi dengan kokoknya yang merdu. Mendengar
kokok ayam jantan pertanda pagi menjelang Bandung menghentikan pekerjaannya.
Seuai dengan janji yang telah dibuatnya dengan Roro bahwa candi itu akan
siap sebelum pagi dan ayam jantan berkokok. Bandung marah dan kecewa. Roro
dating menghampirinya dan menolak dengan tegas keinginan Bandung untuk
mempersuntingnya. Hal ini karena Bandung tidak bisa memenuhi pintanya dalam
waktu semalam.
Ternyata Bandung tahu kalau semua yang terjadi adalah rekayasa dan tipu
daya yang dilakukan Roro agar tidak menjadi istrinya. Cinta sudah begitu besar ia
berikan kepada Roro. Namun mengapa Roro tega mengkhianati janji dengan segala
muslihatnya.
Segenap kekuatan telah dikeluarkannya agar bisa bersanding dengan sang
dewi pujaannya. Bandung benar-benar murka. Dengan segala kekuatan yang tersisa
ia berkata,
“Roro Jonggrang, aku sudah memenuhi segala keinginanmu untuk membuat
seribu candi sebagai rasa cintaku kepadamu, tapi mengapa engkau lakukan
perbuatan terkutuk ini padaku, apa salahku?” teriak Bandung kepada Roro dengan
lantang.
“sekarang tinggal satu candi yang kurang dank au yang akan melengkapinya.”
“Maafkan aku wahai Bandung sesungguhnya itu aku lakukan karena aku tidak
mau menjadi istrimu.”
“Apa katamu, terimalah ini kau akan aku sabda menjadi candi.”
Usai mengatakan hal itu Bandung kemudian mengarahkan tangannya kea rah
Roro. Dan benar saja dalam waktu sekejab Roro telah berubah menjadi candi
melengkapi seribu candi yang diinginkannya.
Demikian kisah ini semoga bisa menjadi inspirasi, bahwa janji yang telah dibuat
harus ditepati karena itu adalah hutang yang akan dibayar dihadapan Allah SWT dan
akan diminta pertanggungjawabannya di kehidupan abadi akhirat nanti.
Aku dan Sahabat
Agnatsya Lolitasari
Di sebuah desa yang sangat terpencil di antara celah bukit berbatu ada kisah
yang ingin aku sampaikan. Ada gadis cantik bernama Loli dan Sari. Mereka
bersahabat sejak kecil. Rumah Loli dan Sari cukup dekat. Walaupun jalanan yang
mereka lalui tidak mudah.
Mereka harus memutar di antara bukit batu untuk sampai di sekolah. Belum
ada kendaraan yang bisa mengangkut mereka karena akses jalan yang masih
terbatas. Setiap pagi mereka berjalan kaki 1,5 km untuk sampai di sekolah SMP.
Namun itu tidak membuat mereka merasa lelah atau kurang bersemangat. Namun itu
membuat mereka semakin akrab.
Sambil berjalan mereka berbincang untuk mengusir lelah yang kadang
menyerang. Canda tawa menghiasi perjalanan mereka. Kadang berpapasan dengan
para petani yang akan menggarap ladang atau pekerja yang akan membelah batu di
bukit.
Suasana pagi itu sangat sejuk. Ternak-ternak sudah menikmati rumput segar
diantara rimbunan hutan jati yang menghampar. Para embala kambing dan sapi
merumput, ada pula yang bermain “benthik”. Permainan menggunakan dua potong
kayu yang sungguh mengasyikkan dilakukan anak-anak di desa itu.
Hari Ahad menjadi hari yang menyenangkan bagi Loli dan Sari karena hari itu
mereka libur sekolah. Sehingga mereka dapat membaur bermain bersama teman-
temannya. Loli menjemput Sari di rumahnya.
“Loli ayo kita ke sungai, kita mencari ikan dan mandi-mandi seperti kemarin.”
Kata Sari
Loli yang dipanggil keluar rumah dengan lesu.
“Maafkan aku Sari, aku tidak bisa bermain hari ini karena aku harus membantu
bapak menanam jagung di ladang.”
“Wah, kalu begitu aku ikut saja sekalian aku bantu kamu menananm jagung,
oke sobat.” Jawab Sari
“Jangan, nanti aku merepotkanmu dan orangtamu marah lho.”
“Tidak Loli, aku sudah pamit kalau mau ke rumahmu kok.”
“ Baiklah kalau begitu.”
Mereka berjalan beriringan bersama bapak dan ibu Loli menuju ladang. Sari
membantu loli dengan membawa pupuk sedangkan Loli dan ibunya membawa bitit
jagung yang akan ditanam. Bapak sari membawa “caju” alat intuk membuat lubang
terbuat dari kayu yang batangnya runcing.
Kami berjalan baris berempat. Bapak Loli membuat lubang dengan cajunya,
ibu dan loli meletakkan dua atau tiga biji jagung di lubang itu. Sementara tugasku
menutup biji jagung dengan pupuk kandang yang aku bawa.
Sesekali kami beristirahat sambil menikmati kue buatan ibu loli yang terbuat
dari parutan singkong dan dibungkus daun pisang. Sampai tengah hari kami bekerja
dan terdengan kumandang adzan shalat Dzuhur berkumandang. Pertanda kami harus
segera pulang untuk menunaikan ibadah menghadap Sang pemilik kehidupan Allah
Swt. Sebagi kewajiban umat muslim.
Demikian yang aku lakukan bersama sahabatku hari ini membuat senang hati.
Mungkin tidak seberapa tapi telah membuat kami cukup bahagia. Pulangnya kami
mampir di sunga yang airnya sangat jernih untuk mandi dan membersihkan tubuh.
Alhamdulillah Ya Allah engkau berikan aku kesehatan dan juga sahabat yang baik.
Sahabat Terbaik
Aprillia Dewi Kartika
Siang itu begitu terik. Pukul sebelas kulirik jam tangan yang melinggar di tangan
kananku. Siang itu usai Classmeeting pertan dingan bola voli. Karena ujian semester
telah usai kami jalani. Untuk menunggu bapak dan ibu guru memberi nilai pada rapor
kami, maka diadakan classmeeting untuk mengisi kekosongan waktu.
Tiba-tiba bu guru memanggil kami ke kantor.
“Ada apa Bu, mengapa kami dipanggil ke sini?” tanyaku
“Ini ada bantuan bibit dari Mangrove yang harus kalian tanam di belakang kelas
kalian siang ini.” Jawab Bu Guru
Bu guru kemudian mengajak kami ke belakang sekolah. Kami beramai-ramai
menanam pohon itu. Memang sekolah kami adalah sekolah Adiwiyata. Kami sering
melaksanakan kegiatan menanam pohon, memilah sampah, membuat kompos dan
lain-lain untuk menjaga lingkungan kami.
Semangat adiwiyata ditanamkan oleh para guru setiap waktu. Bukan hanya
menjadi slogan saja. Kami semua harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
menunjukkan keciantaan kita terhadap lingkungan. Lingkungan harus dijaga dari
polutan-polutan yang mengancam kesehatan manusia.
Kebiasaan memilah sampah organik dan non organik. Sampah non organik
yang masih bisa dimanfaatkan kita buat barang kerajinan atau dijual di bank sampah
yang selanjutnya dikelola bersama.
Sampah organik diolah menjadi kompos yang akan menjadi pupuk tanaman-
tanaman yang telah kita tanam. Sampah perlu juga diminalisir dengan menggunakan
wadah yang bisa dicuci ketika kita membeli makanan atau minuman di kantin sekolah.
Kalau kita melihat fenomena yang terjadi sekarang sungguh menyedihkan.
Banyak orang-orang tidak bertanggungjawab membuang sampah sembarangan di
pinggir-pinggir jalan. Selain baunya yang mengganggu juga merusak pemandangan.
Aku melakukan kegiatan peduli sampah bersama sahabatku Ita dan juga
teman-teman lainnya. Ketika ada kegiatan upacara di lapangan yng meninggalkan
banyak sampah, kami semua dibekali tas kresek oleh bu guru untuk memungut
sampah usai acara digelar. Hal ini merupakan semangat adiwiyata yang sungguh
sangat berguna untuk dilaksanakan setiap waktu.
Ita sahabatku termasuk aktifis lingkungan yang sangat handal selain cantik dia
mempunyai jiwa social yang sangat tinggi. Di sekolah, dia yang selalu menasehati
kami dan teman-teman untuk selalu membuang sampah dan memilah sesuai
tempatnya. Dia sungguh luar biasa. Teman-teman memanggilnya polisi sampah
karena kepeduliannya.
Long Distance Relationship (LDR)
Tarisa Salsabila Dismahera
Namaku Tarisa, aku memiliki kakak berempuan bernama Sinta. Kak Sinta
sudah setahun ini menikah dengan seorang tentara. Kakak iparku bertugas di Papua
sehingga kak Sinta tinggal bersama kami di rumah. Jarak memisahkan hunbungan
keduanya. Kak Sinta tidak bisa ikut karena dia mengajar sebagai guru tidak tetap
(GTT) di SMP tak jauh dari tempat tinggal kami.
Kak Sinta menjalani kisah cinta jarak jauh atau LDR istilah kerennya. Kulihat
mereka cukup bahagia. Walaupun hanya sekedar bertelpon untuk mengabarkan
kabar keduanya. Bertelpon pun tidak bisa setiap saat dilakukan, mengingat tempat
tugas kakan yang sulit sinyal. Untuk mendapatkan sinyal harus pergi ke kota yang
cukup jauh agar bisa sekedar melihat wajah dan mendengar suara istri tercintanya.
Menurut kakak, bila saling jauh yang utama adalah saling percaya dan saling
menjaga kepercayaan pasangan kita. Jangan aada prasangka buruk yang bisa
merusak hubungan yang telah kita jalin bersama. Jarak bukan penghalang jika kita
saling mencintai dan rela berkorban untuk komitmen yang telah kita buat bersama.
Intinya janji harus menjadi sesuatu yang sangat dijunjung tinggi.
Sore itu kak Sinta berdandan cantik sekali.
“Mau ke mana kak, kok cantik banget.” Tanyaku
“Ketemu pujaan hati dong.” jawab Kak Sinta manis
“Emangnya kak Rama datang kok.. kakak rapi banget.”
“Kan mau VC jadi harus terlihat sempurna dong dihadapan suami, agar suami
makin sayang pada kita tidak melirik ke yang lain karena ada istrinya yang cantik setia
menunggu Arjunanya.” Ucapan kak Sinta panjang lebar.
Ternyata seperti itu. Kita harus benar-benar menjaga agar kita selalu terlihat
sempurna di mata pasangan kita. Apalagi ketika jarak memisahkan. Banyak halangan
dan rintangan yang menghadang kisah cinta LDR ini. Jadi kita sendiri yang harus
berusaha menjalani dengan ikhlas tanpa sedikit pun mengeluh dengan keputusan
yang telah menjadi pilihan yang harus dijalani.
Cinta memang penuh pengorbanan. Kita tidak bisa mementingkan ego pribadi
untuk dapat bersama pasangan. Tetapi lebih dari itu, saling pengertian dan
memahami kebiasaan, profesi dan kesibukan masing-masing itu yang utama. Saling
menjaga, ketika masing-masing saling berjauhan dan saling membantu serta
mensuport bila ada yang tertimpa masalah.
Dalam sebuah hubungan masalah itu pasti ada. Tapi bagaimana kita
menyikapinya itu yang terpenting. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Seperti
dalam agama Islam diajarkan bahwa setiap manusia diuji oleh Allah sesuai dengan
kadar dan kekuatannya. Masalah bukan membuat orang lemah, justru masalah
membuat kita kuat dan besar hati menghadapi semua masalah yang terjadi.
Senja Indah di Pantai Kelapa
Yesika Pinky A.
Ketika libur semester hampir tiba, kami melaksanakan kegiatan kemah di
pantai kelapa. Pantai yang bersih di sisi timur kota Tuban, tepatnya di Desa Panyuran
Kecamatan Palang. Pantai berpasir putih membuat keindahannya semakin terasa.
Pohon nyiur yang tumbuh subur di tempat ini membuat para wisatawan enggan
beranjak meninggalkan tempat yang mempesona ini.
Pantai Kelapa kini telah berbenah menjadi salah satu tujan wisata berskala
nasional. Banyak area spot foto yang begitu menawan membuat hati sulit untuk
melupakan ketika berkunjung di sana. Buah kelapa yang baru saja dipetik dapat kita
nikmati kesegarannya di bawah rindang nyiurnya yang melambai diterpa angin.
Elok nian Allah mencipta. Sungguh panorama yang luar biasa. Deburan ombak
sayup-sayup bersuara dan berkejaran menyapa kaki pengunjung yang sedang
menikmati keindahannya. Tiba-tiba aku terkejut dengan tepukan pundak dari Desi
teman karibku.
“Hai, melamun saja, ayo kita pasang tendanya.” Kata Desi membuyarkan
lamunanku yang menerawang keindahan yang sedang kunikmati saat itu.
“Iya, ayo baiklah, aku terpesona indahnya Pantai Kelapa, Des.” Jawabku
kepada Desi
“Memang sekarang Pantai Kelapa lebih indah dan tertata. Bersyukur kita di ajak
kemah ke sini oleh kakak Pembina.”
“Alhamdulillah, semoga tidak hujan ya, jadi kita bisa menikmati suasana alam
di sini dengan senang.”
“Amiin, semoga saja.” Jawab Desi
Kami bergegas mendirikan tenda dan mengikuti upacara pembukaan. Selama
3 hari ke depan kami akan berada di area Pantai Kelapa. Ketika malam menjelang
hembusan angin dan dinginnya udara pantai di malam hari membuat kami harus
benar-benar sehat dan siap melakukan kegiatan ini.
Ada 4 regu yang dikirim oleh sekolah kami. Dua regu putra dan dua regu putri.
Semua adalah anak-anak terpilih yang sehat dan mendapat izin dari orangtuanya.
Kegiatan ini benar-benar menguras energi karena dimulai pagi sebelum subuh hingga
menjelang tengah malam baru usai.
Kami harus menyiapkan makanan dan semua sendiri. Bapak dan ibu guru serta
kakak Pembina hanya mengawasi kami saja. Kami harus bisa mandiri dan
melaksanakan kegiatan dengan baik. Berbagai perlombaan diadakan dan
Alhamdulillah regu yang di kirim oleh SMP Negeri 2 Plumpang menjadi juara umum
dalam kegiatan ini.
Kegiatan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan
hasil yang baik pula. Karena siapa yang bersungguh-sungguh niscaya Allah akan
memudahkan segala urusannya.
Keadilan Hidup
Anjani Puspita Dewi
Dengan belajar kita menjai tahu segala hal termasuk Paskibraka
Malam itu begitu sepi ketika aku mulai beranjak menuju kamar tidurku. Kulihat
adikku sudah lebih dahulu terlelap. Kami hanya tinggal berdua saja setelah sebulan
lau nenek meninggal dunia. Bapak dan ibuku pergi merantau ke Kalimantan untuk
membiayai hidup kami. Mereka berdagang bakso karena di sini sudah banyak
pedagang dan di Kalimantan mereka sudah mempunyai banyak pelanggan.
Aku Siska dan adikku Imron. Kami setiap bulan dikirimi uang oleh ibu untuk
keperluan sekolah dan makan kami sehari-hari. Aku harus bisa mengatur uang untuk
kebutuhan kami. Setiap hari aku memasak nasi dan lauk pauk sederhana untuk
makan kami berdua. Kadang ada sanak saudara yang iba. Mereka mengirim makanan
untuk kami berdua. Jika sudah begitu kaku tidak memasak makanan hari itu.
Walaupun sederhana kami sangat bahagia. Kadang kami menangis bila
merasakan kangen pada bapak dan ibu. Kami hanya bisa mengirim kabar lewat
handphone bahwa keadaan kami baik-baik saja.
Yang kadang membuatku sedih ketika Imron adikku yang baru duduk di kelas
3 SD sakit. Aku harus merawatnya sementara aku harus masuk sekolah juga. Untung
saja ada saudara sepupu ibu yang tinggal dekat rumah kami. Bibi Nila namanya.
“Sis, adikmu sedang sakit ya, ..kamu sekolah saja biar bibi yang jaga adikmu.
Nanti sekalian bibi bawa ke dokter.” Kata Bibi Nila
“Iya, Bik, terima kasih. Ini uangnya untuk periksa adik nanti.” Jawabku
“Tidak usah, terima kasih nanti biar bibi yang bayar, kamu jangan cerita ibumu
dulu nanti dia kepikiran.” Lanjut Bi Nila.
“Baiklah, Bi terima kasih banyak, semoga Allah mebalas semua kebaikan Bibi.”
Lanjutku dan memohon izin untuk berangkat ke sekolah.
Demikianlah sedikit kisahku. Bapak dan Ibuku pulang setahun sekali ketika
Hari Raya Idul Adha. Ketika Hari Raya Idul Fitri mereka tidak pulang karena harus
berjualan. Menurut mereka jualananya akan laris manis di saat Idul Fitri karena
banyak pedagang yang pulang kampung. Bapak memanfaatkan kesempatan ini untuk
mencari uang dan membayar kontrakan ruko tempat mereka berjualan.
Jika ditinggal orangtua dan harus hidup mandiri serta menjaga adik satu yang
harus dilakukan latihan sabar. Dengan kesabaran dan kasih sayang serta keikhlasan
hati semua akan dilalui dengan senang hati.
Jangan Bully Aku
Erna Septianim
Di sekolah aku mempunyai teman yang berkebutuhan khusus. Dino namanya.
Dia seorang anak yang cukup manis. Namun sayang pendengarannya terganggu. Ia
juga sulit berbicara. Bicaranya tidak jelas dan kadang membuat kami lucu dan tertawa
mendengarnya.
Dino lahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya seorang pemilik bengkel
sepeda motor sedangkan ibunya membuka salon di kota Jakarta. Dino tinggal
bersama neneknya di desa setelah ayah dan ibunya bercerai.
Kadang teman-teman suka mengejek dan membullynya. Aku kasihan
melihatnya. Teman-teman banyak yang menirukan ucapannya yang tidak jelas.
Namun, ia hanya tersenyum saja karena tidak mendengar perkataan mereka.
Jika suatu hari ia tahu kalau diejek dia akan marah besar. Dia akan membuang
semua yang ada di dekatnya dan menangis serta berteriak-teriak. Kalau sudah begitu
bukanya teman-teman kasian tapi, malah menertawakan.
“Jangan begitu dong, kasian Dino, harusnya kita yang normal ini mendukung
dan membantu dia, bukan malah mengejeknya.” Kataku
“Emang dia kan lucu, bagus deh.. kaya boneka manking.” Kata Tomi
“Jangan bully dia, aku mohon kalian mengerti dan punya belas kasihan deh.”
“Iya nih, kasihan dia tidak pernah mengganggu kita kan.” Tambah Redo
“Ayo janji ya, jangan bully Dino lagi, kasihan dia.” Dinda juga menambahkan.
Bullying adalah penindasan, perundungan, periskaan, atau pengintimidasian.
Bullying adalah tindakan yang sangat dilarang dan bertentangan dengan norma-
norma. Tindakan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk mengintimidasi orang
lain.
Tindakan ini dapat mengakibatkan masalah-masalah sosial yang berujung
pada kekerasan fisik. Banyak kasus diberbagai tempat terjadi berawal dari tindakan
bullying ini. Ada kalanya pelaku tidak sengaja namun, banyak juga yang sengaja untuk
mengejek, menakut-nakuti atau sekedar menunjukkan kekuatannya. Tindakan ini
dapat berakibat fatal. Korbanya ada yang menjadi trauma. Tidak mau masuk sekolah,
gagal dalam belajar bahkan bisa jadi sakit.
Oleh sebab itu sebagai pelajar sebisa mungkin bullying harus dihindari karena
dapat merugikan teman, dan diri sendiri. Kita jaga persahabatan jangan sampai ada
salah satu teman tersakiti karena ulah dan ucapan kita.
Malam yang Menyeramkan
Nur Afni Shofia
Kunjungan industri ke Mojokerto
Malam ini kami akan berangkat ke Mojokerto untuk mengadakan kunjungan
industri ke pabrik Teh Sosro yang terkenal itu. Di sana kami akan melihat bagaimana
proses pengolahan hingga menjadi minuman yang dinikmati hampir seluruh
masyarakat Indonesia tersebut. Kami berkumpul di sekolah karena dini hari kami
harus berangkat agar perjalanan lancar dan tidak terjebak macet.
Kami bersama bapak dan Ibu guru begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Maklumlah sekolah kami berada di desa jadi jika bepergian ke kota akan
menyenangkan hati kami semua. Diperjalanan kami semua bergembira. Bernyanyi-
nyanyi karaoke sambil sesekali bercanda. Senang sekali rasanya.
Kami melaksanakan shalat Subuh di jalan. Namun ketika waktu subuh kami
berhenti di sebuah masjid yang cukup besar. Banyak jama’ah yang hadir di sana. Aku
dan teman-teman buang air kecil di toilet masjid. Namun, ketika kami masuk toiletnya
gelap sehingga banyak teman-teman yang terpaksa balik nggak jadi buang air karena
takut.
Benar saja yang dikatakan orang. Pemberani adalah orang yang ingin buang
hajat. Semua ketakutanya hilang karena diganti rasa yang tidak tertahankan. Aku
memberanikan diri masuk ke toilet itu. Tidak ada satu pun yang menakutkan di sana.
Ada dua temanku, Santi dan Tini yang juga ikut masuk ke toilet.
Tiba-tiba Santi berteriak,
“Heh takut…takut.” Teriak Santi
Terang saja semua kaget dan menuju toilet tempat Santi berada. Di sana
terlihat Santi tampak lemah dan keringat dingin membasahi tubuhnya. Napasnya
terengah-engah sepertinya dia melihat sesuatu yang menakutkan.
“Kenapa, Nak kamu kenapa?” Tanya Bu Yuna
Santi hanya menggelengkan kepala dan tak menjawab sepatah kata pun.
“Ini minum dulu, tenangkan pikiranmu, ambil napas dalam-dalam dan rilek.”
Kata Bu Ike
Kami semua kebingungan apa yang telah dirasakan Santi hingga dia begitu
ketakutan. Ternyata setelah perjalanan dilanjutkan Santi bercerita pada Bu Yuna. Dia
melihat laki-laki tinggi besar ada di langit-langit toilet dengan mulut terbuka lebar.
Entah mahluk apa itu Santi tidak tahu hingga Santi ketakutan luar biasa.
Malam ini benar-benar menyeramkan. Allah menciptakan manusia, jin, setan,
sebagai mahluk-Nya di muka bumi untuk memperkokoh iman dan kepercayaan kita
pada Allah SWT.
Sahabat Titipan Tuhan
Nita Nur Hayati
Teman-teman perkenalkan namaku Priska. Aku duduk di kelas VII SMP. Aku
anak yang lembut dan pendiam. Ayahku seorang kepala sekolah, sedangkan ibuku
seorang guru sekolah dasar di dekat rumahku. Aku suka bersahabat dengan siapa
saja. Aku tidak pernah memilih-milih teman. Baik laki-laki maupun perempuan semua
aku anggap saudara sendiri. Aku sangat menyayangi mereka.
Suatu hari ketika upacara bendera Priska pinsan di lapangan. Ia merasakan
sakit kepala yang sangat hebat sehingga sampai tidak sadarkan diri. Teman-teman
membawanya ke ruang UKS. Beberapa saat kemudian Priska sadar kembali dan
mengatakan dia tidak apa-apa dan hanya keletihan saja.
Selain cantik dan baik hati, Priska adalah gadis yang sangat pandai. Dia
menjadi ketua kelas sejak kelas satu SD hingga sekarang. Tutur katanya lembut dan
gaya bahasanya sangat menawan hati. Banyak teman-teman cowok yang naksir
padanya. Namun, priska menganggap semua teman biasa. Belum ada yang special
karena dia merasa masih kecil untuk jatuh cinta.
Kecantikan dan kepandaian Priska ini kadang membuat temannya ada yang iri
padanya. Namun Priska hanya menanggapinya dengan senyuman manisnya saja.
Kadang ada juga teman yang mengejek dan membullynya. Namu ia tetap sabar.
Hingga suatu hri aku mendengar langsung dari ejekan itu.
“Halah sombong, sok canti, sok pintar, coba kalau bukan anak kepala sekolah,
nggak dianggap lho.” Kata Dona
“Priska, kenapa diam saja digitukan.” Sahut Sasa
“Ah, biar saja nggak papa, mungkin dia sedang kesal saja.” Sahut Priska
lembut.
Demikian kelembutan hati Priska sehingga membuat banyak orang suka
padanya. Termasuk guru-guru yang ada di sana. Semua sangat menyukai Priska.
Akhir-akhir ini Priska sering tidak masuk sekolah. Aku selalu menengoknya di
rumah. Kata ibunya priska harus istirahat di rumah untuk memulihkan kondisinya. Aku
tidak masuk dan melihat kondisinya karena Ibunya mengatakan bahwa Priska baru
saja tidur karena semalam dia tidak dapat tidur.
Tiba-tiba terdengar kabar buruk dari tetangga. Priska ternyata sakit kanker
darah stadium 4 dan tidak bisa di sembuhkan. Guru dan teman-teman menjenguknya
di rumah sakit. Dia terlihat sangat kurus dan pucat. Senyum manisnya menghilang
karena penyakit yang menderanya. Kami semua iba dan menitikkan air mata melihat
kejadian ini.
Priska sahabat terbaikku ternyata tidak bertahan lama. Ia pergi untuk selama-
lamanya menghadap Yang Maha Kuasa. Rupanya itu kehendak Allah tank seorang
pun sanggup menahanya. Hanya amal perbuatan yang kita lakukan yang akan
membawa kita ke surga atau neraka.