The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kisah-kisah ini di tuliskan agar kami dikenal dunia, sebagai pelajar yang gigih berkarya melukis karakter tumbuh sebagai tunas muda harapan bangsa. Kami lahir dan besar di desa. Namun bagi kami terus berprestasi dan berupaya tanpa putus asa.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Imam Wahyudi, 2022-04-21 23:32:32

Merajut asa di antara goa harapan

Kisah-kisah ini di tuliskan agar kami dikenal dunia, sebagai pelajar yang gigih berkarya melukis karakter tumbuh sebagai tunas muda harapan bangsa. Kami lahir dan besar di desa. Namun bagi kami terus berprestasi dan berupaya tanpa putus asa.

Keywords: Goa harapan

Romantika di Sekolah
Awanda Dwi Aprilia

Masa-masa SMP awal pubertasku di sini. Kau ingin tahu segala hal. Bermain
riang bersama teman-teman. Berkenalan dan mengenal dekat dengan teman yang
rumahnya saling berjauhan. Ada teman cowok yang kayaknya aku naksir deh. Dia
pandai bermain bola ganteng dan jadi idola cewek-cewek di sekolah.

Jika bertemu dan berpapasan dengannya, jantung ini rasanya mau copot dari
tempatnya. Apakah ini tanda cinta. Apakah aku telah jatuh cinta. Itu pertanyaaanku
pada kaca. Aku tumbuh menjadi gadis remaja yang mulai berdandan cantik dan sedikit
manja. Berbau harum dan tidak acak-acakan seperti biasa. Mulai tertata dalam hal
berbusana.

Sering bersandiwara dan bicara sendiri dengan kaca. Ah memang mungkin aku
sedang jatuh cinta. Cinta monyet kata kakak-kakak jika kami bercanda. Aku mulai
malu jika ada sesuatu yang salah dan terlupa. Tidak seperti waktu aku masih duduk
di SD saja. Ah benar aku seorang gadis remaja.

Sering juga teman-teman mengajak yang tidak pada tempatnya. Mbolos
sekolah dan jalan-jalan menghabiskan uang saku dari orang tua. Kadang uang apa
saja dipakainya. Sekedar nongkrong di warung kopi atau main game di kafe yang
lengkap dengan jaaringan wi fi nya. Ah remaja macam apa kalau sudah begitu
adanya. Coba lihat anak-anak kumuh dan lusuh di jalan raya. Ah, anak punk katanya.

Apa yang mereka dapat dari itu semua hanya kesenangan-kesenangan semu
dan sesaat belaka. Bagaimana dengan masa depannya? Apakah ia bisa
menghadapinya dengan tersenyum dan tertawa. Coba tanyakan pada dunia. Juga
rumput yang bergoyang di sana. Adakah sukses tanpa usaha. Atau sukses hanya
dengan senang-senang saja.

Semua butuh proses yang panjang. Penuh perjuangan dan do’a. hanya Allah
tempat bersandar manusia. Dri segala tipu daya dunia yang fana. Tiada sesal itu hadir
pertama. Yang hadir penyesalan setelah semua terjadi dan merugikan diri kita.
Apakah kita mampu bertahan atau menangis sejadi-jadinya tanpa ada sesuatu yang
bisa menjadi kebanggaan dan kebahagiaan keluarga. Apa daya kita manusia hanya

insan yang tak berdaya. Semua harus kita awali dari diri kita untuk menjadi orang
berguna sesuai cita-cita yang diangankannya.

“Cie-cie, yang lagi jatuh cinta.” Kata Ratih tiba-tiba
“Ah, tidak aku hanya ingin berpuisi saja.” Jawabku malu.

“Aku siap lho jadi makcomblangnya.” Kata Ratih menambahi
“Nggak ah, masih kecil, nanti dimarahi sama orangtuaku.” Jawabku sambil
berlalu meninggalkan Ratih yang mengelus dada.

Aku sendiri tidak tahu. Kenapa banyak teman-teman cowok yang suka padaku.
Padahal aku nggak cantik. Mungkin karena aku pindahan dari pondok pesantren kali.
Gumanku. Tapi apalah itu yang penting bagiku sekolah dan mencapai cita-citaku itu
yang utama.

Srigala dan Anak Domba
Moch.Rovaldo Rosya R

Sekawanan srigala mendatangi kawanan domba yang sedang merumput di
ladang dekat hutan. Srigala-srigala itu siap memangsa kawanan domba yang malang
itu. Melihat pemangsanya dating domba pun lari bukan kepalang mencari
perlindungan dan mempertahankan hidupnya.

Namun malang. Beberapa domba tertangkap dan dimangsa habis oleh
kawaanan srigala. Setelah kenyang srigala-srigala itu pergi menjauh dari tempat itu.
Ada satu srigala yang tertinggal rupanya dia kekenyangan dan tertidur di tempat itu.

Dengan mengendap-endap ada anak domba yang tertinggal dari teman-
temannya. Dia bersembunyi di balik pohon sehingga tidak terlihat dan dimangsa oleh
kawanan domba. Ketika hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba srigala itu bangun.

Anak domba itu ketakutan bukan kepalang. Dia tidak bisa lari karena kakinya
bengkak terkena duri. Dia hanya bisa pasrah dan rela jika srigala itu memakannya.
Namun nasib baik rupanya berpihak pada sang domba. Bukannya memangsa tapi
justru srigala itu membawa anak domba meninggalkan tempat itu.

Dengan tekun srigala merawat anak domba itu hingga sembuh. Dia juga
menjaga anak domba agar tidak dimangsa oleh teman-temannya. Hari berganti hari
dan purnama pun telah datang kembali. Domba kecil yang sakit itu kini telah berubah
menjadi domba besar yang lucu. Srigala itu begitu menyayanginya. Hingga aku
teringat pepatah srigala berbulu domba. Tapi bukan itu tentunya.


Click to View FlipBook Version