PELAKSANAAN OPERASI
PEMELIHARAAN BENDUNGAN SUTAMI
INDIKATOR KINERJA LAYANAN OPERASI & PEMELIHARAAN
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
Malang, 22 November 2021
RAYMOND VALIANT
Direktur Utama
Perusahaan Umum Jasa Tirta I
RAYMOND VALIANT raymondvaliant.blogspot.com
Sarjana teknik yang tersertifikasi secara profesional
pada Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia dan
Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar,
assessor pada Lembaga Pembina Jasa Konstruksi
Nasional dan International Peer Reviewer untuk
River Basin Organization Benchnarking.
Menamatkan doktoral dalam bidang manajemen
lahan. Menjabat Direktur Teknik Perum Jasa Tirta I
(2012-2017) dan saat ini menjabat sebagai Direktur
Utama (2017, 2018-sekarang)
Raymond Valiant
raymond_valiant
raymond_valiant
raymond_valiant
[email protected]
2
PERUM JASA TIRTA I ■ BUMN Pengelola Sumber
Daya Air Nasional
■ Berdiri sejak 1990, dengan
wilayah kerja meliputi lima
wilayah sungai nasional.
■ Tupoksi: melaksanakan
pengusahaan sumberdaya
air dan sebagian tugas dan
tanggungjawab Pemerintah
di bidang pengelolaan
sumberdaya air.
BIDANG PENGUSAHAAN PERUM JASA TIRTA I
LAYANAN AIR UNTUK AIR BAKU UNTUK AIR BAKU UNTUK AIR MINUM DALAM
PEMBANGKITAN ENERGI
INDUSTRI DOMESTIK KEMASAN
(setara 4.437 GWh/tahun)
(setara 533 juta m3/tahun) (setara 432 juta m3/tahun) (setara 2.500 m3/tahun)
Raymond Valiant (2021) 4
BIDANG PENGUSAHAAN PERUM JASA TIRTA I
DIVISI JASA UMUM PLTA/ PLTM PARIWISATA LABORATORIUM
LINGKUNGAN
(Pengerukan, Dewatering & (Anak Perusahaan Energi) (Kawasan & Resort)
Pancang Cabut SSP)
Raymond Valiant (2021) 5
PENGELOLAAN BENDUNGAN
■ Perum Jasa Tirta I menerima Plan
penugasan dari Negara dalam Act Do
sebagian tugas pengelolaan
sumber daya air. Check
■ Salahsatu peran dalam
pengelolaan sumber daya
adalah mengelola bendungan.
■ Pengelolaan infrastruktur
adalah infrastructure cycle
management.
Raymond Valiant (2021) 6
BENDUNGAN BESAR YANG DIKELOLA
Bendungan Wonogiri Bendungan Bening Bendungan Selorejo Bendungan Lahor
Bendungan Wonorejo Bendungan Wlingi Bendungan Sutami Bendungan Sengguruh
Raymond Valiant (2021) 7
BENDUNGAN SUTAMI
INDIKATOR KINERJA LAYANAN OPERASI & PEMELIHARAAN
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
Malang, 22 November 2021
11/22/21 8
Sutami (1928-1980)
Copyright: Tempo Ed Zoelverd (1971i) - Raymond
BENDUNGAN SUTAMI
Nama Sungai : Brantas
Desa : Karangkates
Kecamatan : Sumberpucung
Kabupaten : Malang
Provinsi : Jawa Timur
Konstruksi : 1961-1972
Konsultan ; Nippon Koei, Co., Ltd
Sumber Dana : Pampasan perang dan
Pengisian Awal pinjaman asing
Limpas Pertama : 1 September 1972
Pengelola : 9 Maret 1973
: Perum Jasa Tirta I
BENDUNGAN SUTAMI
Zone Material
1 Core
2 Filter
3 Transition
4 Rockfill
Spesifikasi Bendungan Utama
Tipe : Timbunan dan inti kedap Lebar dasar : 400 m
Panjang Volume : 6.156.000 m3
Lebar puncak : 823,50 m Elevasi puncak : El. +279,00 m
Tinggi Kemiringan : 1:2
: 3,70 m
: 100 m
Raymond Valiant (2021) 11
BENDUNGAN SUTAMI
Spesifikasi Waduk
Luas DAS : 2.050 km2
Area terendam : 15 km2
Muka Air Tinggi : +272,50 m
Muka Air Rendah : +246,00 m (turbin)
+242,00 m (irigasi)
Muka Air Banjir : +277,00 m
Kapasitas efektif : 253 juta m3 (1977)
142 juta m3 (2019)
Raymond Valiant (2021) 12
ISU PENGELOLAAN BENDUNGAN
INDIKATOR KINERJA LAYANAN OPERASI & PEMELIHARAAN
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
Malang, 22 November 2021
11/22/21 13
ISU PENGELOLAAN BENDUNGAN
ASPEK GEOTEKNIS HIDROLOGI- AGING DAMS
STOKASTIK
• Bendungan dibangun • Kepatuhan
pada kawasan dengan • Karakter hidrologis (compliance) pada tata
karakter kegempaan. Indonesia yang kelola yang baik dari
dipengaruhi aspek infrastruktur pengairan.
• Perencanaan dan global, meso dan lokal.
pengelolaan harus • Mitigasi dan adaptasi
menyesuaikan topografi • Perencanaan dan risiko dari kegagalan
dan kondisi material, pengelolaan bendungan besar.
selain rancangan. mengantisipasi risiko
masa depan (global
warming)
Raymond Valiant (2021) 14
RISIKO KEGAGALAN BENDUNGAN
Situ Gintung Wai Ela
■ Lokasi: Ciputat, Tanggerang Selatan, Banten. ■ Lokasi: Leyhitu, Maluku Tengah.
■ Kejadian: 27 Maret 2009 ■ Kejadian: 25 Juli 2013
■ Tampungan yang lepas: 2 juta m3 air ■ Tampungan yang lepas: 20 juta m3 air
■ Korban 100 jiwa ■ Korban 2 jiwa
Raymond Valiant (2021) 15
PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR BENDUNGAN
Pilar I Pilar II Operasi, Pilar III
Keamanan Pemeliharaan & Kesiapsiagaan
Struktur Tindak Darurat
Pemantauan
Bendungan harus dirancang dan Bendungan harus selalu dipelihara Pemilik/pengelola bendungan harus
dibangun sesuai perkembangan ilmu dengan baik dan dipantau sehingga siap menghadapi kondisi terburuk.
pengetahuan dan teknologi sehingga dapat diketahui sedini mungkin setiap Penanganan darurat tidak dibenarkan
problem yang sedang berkembang dilakukan dengan cara ”improvisasi”
AMAN untuk semua kondisi dan sebelum menjadi ancaman nyata dan tetapi harus berdasarkan RENCANA
kombinasi beban kerja serta aman selalu dipelihara sehingga selalu siap TINDAK DARURAT yang disiapkan
dioperasikan pada semua kondisi
operasi (normal , luar biasa, darurat) dioperasikan pada segala kondisi secara matang
operasi.
Raymond Valiant (2021) 16
ELEMEN DARI KEAMANAN BENDUNGAN
Tinjauan Keamanan Tindak
Struktural Bendungan Darurat
Operasi &
Pemeliharaan
DESAIN LAYAK JAMINAN RUTIN BERKALA KHUSUS RENCANA PENGELOLAA
TEKNIS MUTU TINDAKAN N RISIKO
KONSTRUKSI
Upaya memperkecil risiko Upaya mengendalikan risiko Upaya menghadapi risiko
Raymond Valiant (2021) 17
KEAMANAN STRUKTUR
INDIKATOR KINERJA LAYANAN OPERASI & PEMELIHARAAN
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
Malang, 22 November 2021
11/22/21 18
KEAMANAN STRUKTUR
Aman terhadap semua beban kerja pada
segala kondisi operasi
Aman terhadap kegagalan hidrolik
Aman terhadap kegagalan
rembesan/lolosan air
Raymond Valiant (2021) 19
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Beban Kerja
■ Beban Normal ■ Beban Tidak Normal
Hidrograf Banjir
Suhu G
Tekanan Air T
Berat Sendiri Kejadian Gempa
N
Flownet Gaya Angkat
T
Raymond Valiant (2021) 20
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Beban Kerja
• Gempa adalah salah satu tantangan dalam
pembangunan infrastruktur di Indonesia.
• Seisimisitas akan menentukan pola distribusi
percepatan puncak di batuan dasar.
Raymond Valiant (2021) 21
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Beban Kerja
NO KONDISI KUAT TEKANAN PORI FK TANPA FK DENGAN
GESER GEMPA GEMPA
1,30 1,20
1. Selesai pembangunan 1. Efektif Peningkatan tekanan pori pada timbunan dan dihitung
menggunakan data laboratorium dan pemantauan 1,40 1,20
instrumen 1,30 1,20
Lereng U/S dan D/S Idem hanya tanpa pemantauan instrumen 1,30 1,20
1,50 1,20
Dengan gempa tanpa kerusakan, digunakan 50% koefesien Hanya pada timbunan tanpa data lab dan dengan/ tanpa
gempa desain. pemantauan instrument (parameter desain diambil 1,30 1,10
konservatif)
1,30 -
2. Total Tanpa pemantauan instrumen
1,20 -
2. Rembesan tetap tergantung: 1. Efektif Surut cepat dan dari elevai muka air normal sampai muka
1. Elevasi muka air normal sebelah udik air minimum. Pengaruh gempa diambil 0% dari koefesien
2. Elevasi muka air sebelah hilir gempa desain
Lereng U/S dan D/S dengan gempa tanpa kerusakan memakai
koefesien gempa 100% gempa desain.
3. Pengoperasian waduk tergantung : 1. Efektif Surut cepat dan dari elevasi muka air maksimum sampai
1. Elevasi muka air maksimum di hulu muka air minimum. Pengaruh gempa diambil 0% dari koef
2. Elevasi muka air di minimum di hulu (dead storage) gempa desain
Lereng U/S harus dianalisis untuk kondisi surut cepat (draw Surut cepat dan dari elevasi muka air maksimum sampai
down) muka air minimum. Pengaruh gempa diambil 0% dari koef
gempa desain
4. Luar biasa tergantung: Surut cepat dan dari elevasi muka air maksimum sampai
1. Kebuntuan pada sistem drainase bendungan muka air terendah. Bangunan pengeluaran. Pengaruh
2. Surut cepat karena penggunaan air melebihi kebutuhan gempa diabaikan.
3. Surut cepat keperluan gawat darurat
Raymond Valiant (2021) 22
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Beban Kerja
Bendungan Sutami – DAS Brantas
Raymond Valiant (2021) 23
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Beban Kerja
Bendungan Sutami – DAS Brantas
§ Kondisi statik dan skenario gempa OBE, lereng hulu dan hilir memenuhi persyaratan nilai faktor keamanan (FK statik ≥ 1.5 ; FK OBE ≥ 1.2).
§ Kondisi gempa MDE diperoleh FK < 1, sehingga perlu dihitung deformasi permanen dengan Metode Makdisi dan Seed (1978)
§ Berdasarkan perhitungan diketahui deformasi akibat gempa MDE kurang dari setengah tinggi jagaan (142,8 cm < 325 cm).
§ Disimpulkan lereng hilir dan lereng hulu Bendungan Sutami memenuhi persyaratan keamanan stabilitas lereng baik untuk kondisi statik, gempa OBE,
gempa MDE, banjir (Q1000) dan kondisi surut cepat.
y/H Statik Ky OBE (100 tahun) DBE (10.000 tahun) Catatan Kondisi Sisi Statik OBE (100 tahun) Catatan
FK>1,5 K-Max FK>1,2 K-Max FK U<325 FK>1,5
K-Max FK>1,2
HILIR Banjir Hulu 1,860 1,500 Aman
0,25 2,142 0,450 0,138 1,567 0,648 0,827 14,8 Aman Banjir Hilir 1,997 1,302 Aman
0,50 2,011 0,410 0,115 1,559 0.540 0,881 8,7 Aman Surut cepat Hulu
0,75 2,025 0,470 0.107 1,600 0,502 0,938 2,0 Aman Surut cepat Hilir 1,869 0,115 1,419 Aman
1,00 1,980 0,095 0.095 1,603 0,445 0,969 1,9 Aman
HULU
0,25 1,935 0,270 0,138 1,286 0,648 0,637 142,8 Aman
0,50 1,910 0,230 0,115 1,301 0,540 0,646 132,4 Aman
0,75 4.344 0,450 0,107 2,273 0,502 0,961 2,8 Aman
1,00 3,922 0,450 0,095 2,225 0,445 0,974 1,9 Aman
Sumber: Perum Jasa Tirta I (2018) Raymond Valiant (2021) 24
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Kegagalan Hidrolik
■ Contoh: simulasi pada
Bendungan Sutami.
– Luas DAS Sutami 2.156 km2 di dalamnya
ada DAS Lahor dengan luas 161 km2 dan
DAS Sengguruh dengan luas 1.683 km2.
– Ada 8 stasiun hujan: Dampit, Sengguruh,
Poncokusumo, Pujon, Wagir, Sutami,
Tunggorono dan Tangkil.
– Kalibrasi dengan tiga kejadian banjir
historis, yaitu 21-25 Maret 2007, 25-31
Desember 2007 dan 9-13 April 2010.
Sumber: Perum Jasa Tirta I (2018)
Raymond Valiant (2021) 25
KEAMANAN STRUKTUR
Keamanan terhadap Kegagalan Hidrolik
No PERIODE PUNCAK DEBIT BANJIR (m3/detik) PUNCAK DEBIT KELUAR (m3/detik) ELEVASI MUKA AIR BANJIR (m3/detik)
ULANG
AWAL BARU REVIEW AWAL BARU REVIEW AWAL BARU REVIEW
1.540 (2016) (2017) 350 (2016) (2017) (2016) (2017)
1 Q10
814 501 559 405 +273,00 +269,64
2 Q100 3.000 2.506 1.445 1.060 1.110 879 +275,27 +273,35
3 Q1000 4.200 3.642 2.297 1.580 1.625 1.280 +277,50 +276,92 +274,69
4 PMF 8.234 9.262 3.260 4.145 +281,68 +280,78
Catatan:
§ 1965 – Report on the Revision of Design of the Karangkates Dam (Nippon Koei Co Ltd)
§ 2016 – Laporan Pemeriksaan Besar Bendungan Sutami (Perum Jasa Tirta I)
§ 2017 – Review Studi Hidrologi Waduk Sutami-Lahor (Adidarma, et al.)
Kesimpulan: Bendungan Sutami belum aman terhadap banjir PMF
Alternatif solusi: memperlebar spillway untuk memperbesar kapasitas debit keluar dari waduk
Sumber: Perum Jasa Tirta I (2018)
Raymond Valiant (2021) 26
OPERASI-PEMELIHARAAN & 27
PEMANTAUAN
INDIKATOR KINERJA LAYANAN OPERASI & PEMELIHARAAN
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
Malang, 22 November 2021
11/22/21
PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR BENDUNGAN
Aspek I O&P Aspek II Aspek III
Bendungan Pemeliharaan Pemantauan
Waduk
Bertujuan untuk mengoptimalkan Bertujuan untuk mempertahankan Bertujuan untuk mengetahui gejala
pendayagunaan air dan menjaga fungsi waduk sesuai dengan umur permasalahan pada bendungan
keamanan bendungan. Pelaksanaan layanan, menjaga kuantitas dan secara dini guna pengambilan
O&P bendungan dan waduk harus kualitas air waduk, serta menjaga tindakan oleh pengelola bendungan
sesuai dengan Pedoman O&P dan keamanan bendungan. secara cepat dan tepat
pola operasi waduk.
Raymond Valiant (2021) 28
OPERASI & PEMELIHARAAN BENDUNGAN
Peraturan Menteri PUPR Nomor 27 Tahun 2015
Operasi Bendungan Pemeliharaan Bendungan
■ Operasi normal untuk memenuhi ■ Pemeliharaan biasa untuk mencegah
kebutuhan air di hilir; terjadinya kerusakan dan kemunduran
mutu bendungan dan bangunan
■ Operasi banjir untuk pengendalian muka pelengkapnya, serta memperpanjang
air banjir di waduk dan pengendalian umur manfaat
banjir daerah hilir; dan
■ Pemeliharaan luar biasa untuk
■ Operasi darurat untuk penurunan muka kebutuhan di luar jadwal pemeliharaan
air waduk secara cepat pada kondisi yang telah ditetapkan, ditujukan untuk
darurat perbaikan kerusakan yang disebabkan
oleh kemunduran mutu
Raymond Valiant (2021) 29
KEGIATAN UTAMA
Operasi dari tampungan
Pemeliharaan infrastruktur dari bendungan
Pemantauan terhadap instrumen keamanan
bendungan
Raymond Valiant (2021) 30
OPERASI & PEMELIHARAAN BENDUNGAN
Penjaminan Mutu Proses Pengelolaan
QP/PJT/09 R10 tentang Prosedur Pemeriksaan & Perawatan Peralatan Elektromekanis
QP/PJT/13 R9 tentang Prosedur Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian Alokasi Air Harian
QP/PJT/39 R11 tentang Prosedur Pemantauan, Pengukuran, Analisis dan Evaluasi Keamanan Tubuh Bendungan
QP/PJT/40 R10 tentang Prosedur Pemantauan dan Pengukuran Kapasitas Tampungan Waduk dan Pembuatan Kurva H-V
QP/PJT/42 R10 tentang Prosedur Pemantauan Kualitas Air, Penanganan Pencemaran air dan Pelaporannya
QP/PJT/58 R8 tentang Prosedur Penyusunan Program dan Pelaksanaan Pekerjaan Perlindungan DAS
QI/PJT/01 R1 tentang Instruksi Kerja Pekerjaan Pengerukan Waduk
QI/PJT/02 R3 tentang Instruksi Kerja Pengukuran Tekanan Air Pori dan Tekanan Tanah Pada Bendungan
QI/PJT/03 R3 tentang Instruksi Kerja Pengukuran Rembesan pada Bendungan
QI/PJT/06 R3 tentang Instruksi Kerja Pengukuran Tinggi Muka Air Tanah pada Bendungan
QI/DJAI-I/02 R6 tentang Instruksi Kerja Operasi Waduk Sutami-Lahor, Terowong Penghubung, Spillway, dan Hollow Jet Valve (HJV)
QI/DJA-I/12 R10 tentang Instruksi Kerja Pemeriksaan dan Perawatan Peralatan Elektromekanis Wilayah DJA I
Sumber: Perum Jasa Tirta I
Raymond Valiant (2021) 31
OPERASI WADUK & ALOKASI AIR
Rule Curve
1. Pengoperasian
tampungan bertujuan
memaksimalkan
manfaat dari waduk.
2. Pengendalian
terhadap debit
outflow dan elevasi
muka air menimbang
aspek iklim,
permintaan air dan
kondisi tampungan.
Sumber: Perum Jasa Tirta I
Raymond Valiant (2021) 32
OPERASI WADUK & ALOKASI AIR
POLA VS AKTUAL
OPERASI WADUK SUTAMI-LAHOR TAHUN 2016-2017
275.00 300.00
270.00 HWL (Muka Air Tinggi) El. 272,50 m 250.00
265.00 200.00
HWL (Muka Air Tinggi ) +272.50 m
Elevasi Muka Air Waduk (m)
Debit (m3/det)260.00150.00
255.00 LWL (Muka Air Normal) El. 260,00 m LWL Normal +260.00 m 100.00
LWL ( Operasi Normal ) +260.00 m
250.00 50.00
245.00
LWL (Siaga Kekeringan) El. 246,00 m
LWL (siaga kekeringan) + 246.00m 0.00
123 123 123 123 123 123123123123123 123 123
Desember Januari Pebruari Maret April Oktober Nopember
Mei Juni Juli Agustus September
Bulan
Pola Elevasi (m) Aktual Elevasi (m) HWL (El. 272,50 m) LWL Normal (El. 260,00 m) LWL Siaga Kering (El. 246,00 m)
Pola Debit Inflow (m3/det) Akt. Debit Inflow (m3/det) Akt. Debit Outflow (m3/det)
Pola Debit Outflow (m3/det)
Musim Hujan 2016 / 2017
Tahun / Bulan / Dekade Desember Januari Pebruari Maret April Mei
12 2 2 2
3 1 3 1 2312 3 1 3 1 272.40 3
263.00 263.80 264.80 265.80 266.70 270.70 271.30 271.70 272.00 272.20 272.21 272.50
Elevasi Muka Pola 261.00 262.00 263.89 264.25 266.15 268.49 270.46 267.60 268.50 269.30 270.00 271.51 272.50 271.93 272.34 271.71 72.67 272.21
Air (m) Aktual 101.24 111.46 111.58 113.31 120.91 37.37
Pola 269.02 267.36 80.96 82.00 85.77 211.56 177.04 271.17 271.93 271.62 271.23 154.74 132.74 89.47 84.03 69.26 62.67
Debit Inflow Aktual 137.80 119.40 144.14 100.68 100.74 71.41 114.10 133.06 55.58 42.37 91.36
(m 3 /det) Pola 78.19 79.50 91.53 146.16 103.61 102.76 109.36 112.35 142.73 103.09 142.59 80.62 61.12
Aktual 72.54 74.59 75.37 145.98 142.15 84.36 42.04 120.61
Debit Outflow 131.59 172.34 147.72 150.85 147.99 166.07 178.13 86.73 132.88 3 140.48
(m 3 /det) 3 263.00
70.15 71.46 270.75 92.50 87.68 97.96 102.37 3
270.76 34.59 261.35
145.60 147.24 144.42 143.53 143.24 145.49
41.20 41.07 34.31
Tahun / Bulan / Dekade Juni Juli 54.53 Agustus Musim Kemarau 2017 Oktober Nopember
2 2 51.73 2 September 2 36.50 12
Elevasi Muka Pola 1 3 1 65.15 1 1 3
Air (m) Aktual 272.50 272.50 272.15 271.89 271.43 269.90 268.67 312 262.15 261.65 260.70 260.54 260.00
Pola 272.37 272.41 272.15 271.89 271.44 269.95 268.82
Debit Inflow Aktual 267.00 265.55 263.70
(m 3 /det) Pola 53.45 49.26 45.26 43.35 42.37 36.15 34.68
Aktual 55.54 38.88 98.64 59.51 57.59 54.92 48.82 267.12 265.62 263.82
Debit Outflow 53.45 49.26 51.22 47.78 50.21 50.35 52.21
RAAT di WS Brantas disusun oleh Tim (m 3 /det) 83.62 43.24 87.84 67.52 66.53 69.84 68.90 33.50 32.58 31.69 30.91 32.09 37.63 45.72 57.61
Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air g
44.99 37.17 35.33
(TKPSDA) setiap 1 tahun sekali
53.40 49.73 51.03 38.78 36.30 42.86 47.01 61.95
67.47 58.41 58.05
Sumber: Perum Jasa Tirta I
Raymond Valiant (2021) 33
34
Sedimentasi di Bendungan Sengguruh (2018)
WS Brantas, Jawa Timur, Indonesia
11/22/21 Arahan Umum 35
36
37
PEMANTAUAN KEAMANAN BENDUNGAN
Instrumen Keamanan Bendungan
Pemasangan instrumentasi dimaksudkan antara lain untuk:
1. Memantau perilaku bendungan selama pelaksanaan konstruksi dan kegiatan
eksploitasinya untuk mengetahui adanya deviasi.
2. Mendapatkan serangkaian seri data untuk keperluan desain dan/atau untuk
menetapkan/ mengetahui pola perilaku dasar bendungan sebagai datum.
3. Penelitian dan pengembangan.
Instrumen pembacaan pore pressure. Patok untuk pembacaan deformasi Alat ukur untuk membaca rembesan Pipa tegak pembacaan water table
Raymond Valiant (2021) 38
INSTRUMENTASI BENDUNGAN
Debit Bocoran Weir, V-Notch, Flume
Alat Ukur Rembesan Kualitas Air Ca, CO3, HCO3, SO, Cl, K,
Na, Mg2+
Alat Ukur Tekanan
Alat Ukur Deformasi Tekanan Pori Pisometer sistem terbuka § Porous tube
Alat Ukur Seismik § Slotted pipe
Tekanan Tanah Pisometer sistem tertutup § Sumur observasi
Deformasi Internal § Tipe hidrolik
Sel tekanan total tipe § Tipe pneumatik
hidrolik, pneumatik, dan § Tipe elektrik
elektrik
Inklinometer, Sumber: Perum Jasa Tirta I
ekstensometer, shear
strip dan lain-lain.
Deformasi Eksternal Patok geser
Seismometer & Raymond Valiant (2021) 39
akselerometer
40
PEMBERSIHAN
SAMPAH
WADUK
Contoh pemantauan terhadap Non Biodegradable 35%
limbah padat di sungai di Kertas 20%
Kaca/Beling 10%
Pulau Jawa (dalam wilayah Bahan Organik 35%
kerja Perum Jasa Tirta I)
11/22/21 Arahan Umum 42
PENEBARAN
BIBIT IKAN
11/22/21 Arahan Umum 44
PENDEKATAN SERVICE LEVEL AGREEMENT
Prinsip “DARI AIR KEMBALI KE AIR”
Pelayanan kepada 1) Service Level Agreement (SLA)
Pemanfaat SDA sebagai kontrak layanan air &
program manfaat langsung (ML)
Penerapan BJPSDA sudah BJPSDA untuk sudah dilakukan secara teratur.
BJPSDA sesuai berjalan sejak WATER
2) Kegiatan spesifik: semisal
Peraturan 1990 SUSTAINABILITY pengerukan pada intake & waduk
yang berlaku untuk mempertahankan fungsi
prasarana pengairan dan menjamin
Sistem Jaminan Mutu ISO 9001:2015 yang layanan air kepada Pemanfaat SDA
fokus kepada Kepuasan Pemanfaat SDA
3) Terjaminnya penerapan
pengelolaan sumber daya air
berkelanjutan.
Raymond Valiant (2021) 45
PENDEKATAN SERVICE LEVEL AGREEMENT
Prinsip “DARI AIR KEMBALI KE AIR”
■ Perjanjian yang mengatur kewajiban ■ Program kegiatan OP yang bersifat
membayar BJPSDA bagi Pemanfaat SDA Manfaat Langsung
dan kewajiban PJT I dalam
melaksanakan program kegiatan OP
Sumber: Perum Jasa Tirta I
Raymond Valiant (2021) 46
KESIAPAN TINDAKAN DARURAT
INDIKATOR KINERJA LAYANAN OPERASI & PEMELIHARAAN
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat
Malang, 22 November 2021
11/22/21 47
KESIAPAN TINDAK DARURAT
Pemantauan dan klasifikasi risiko dari
bendungan
Dokumen rencana tindak darurat
Sertifikasi operasional
Raymond Valiant (2021) 48
KESIAPAN TINDAK DARURAT
Sertifikasi Operasional
49
KESIAPAN TINDAK DARURAT
Rencana Tindak Darurat
1. Dokumentasi yang menjadi
pedoman dalam
penangganan keadaan
darurat.
2. Merupakan salah satu
syarat pokok dalam proses
sertifikasi operasional
Peta genangan dalam
skenario keruntuhan
Bendungan Sutami (2018)
Sumber: Perum Jasa Tirta I
Raymond Valiant (2021) 50