The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Benediktus Nathaniel Fabian, 2024-02-29 06:01:23

Yohana Ega Lestari

Yohana Ega Lestari

Terpikat OlehSangDewata #KITAVIDELIST #KITABERBUDAYA


Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya penulis mampu menyelesaikan laporan perjalanan wisata dari pulau Jawa menuju ke pulau Bali di tahun 2024. Laporan ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan refleksi dari perjalanan study wisata yang telah dilaksanakan. Laporan perjalanan wisata yang dibuat dalam bentuk majalah ini ditulis untuk memenuhi syarat kelulusan dari SMA Virgo Fidelis Bawen. Dalam laporan yang berjudul “Terpikat Oleh Sang Dewata” berisi tentang pelajaran yang didapat selama perjalanan wisata di Bali dan akan dituangkan ke dalam mata pelajaran wajib yaitu Agama, Bahasa Indonesia beserta mata pelajaran penjurusan yaitu Biologi, Kimia, Sosiologi dan Bahasa Inggris Tingkat Lanjut. Jurusan ini merupakan jurusan yang saya pilih pada saat kelas XI yaitu jurusan IPA Kesehatan. Sebelumnya penulis mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah SMA Virgo Fidelis Bawen, bapak ibu guru yang setia mendampingi selama perjalanan wisata dan selama proses pembuatan laporan, orang tua beserta keluarga besar Sanbein, teman-teman yang selalu mendukung penulis sehingga penulis mampu menyelsaikan laporan dalam bentuk majalah ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangnya namun penulis berharap laporan dalam bentuk majalah ini bisa berguna dan bermanfaat bagi para pembaca. Kata Pengantar 1


KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penulisan B. Tujuan C. Manfaat BAB II ISI A. Agama B. Sosiologi C. Kimia D. Biologi E. Bahasa Inggris Tingkat Lanjut BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran COVER BELAKANG 2 Daftar Isi 1 2 4 3 4 5-9 10-16 17-21 22-30 31-33 34 34 35


A. Latar Belakang Penulisan Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Industri pariwisata berpusat di Bali Selatan dan di beberapa daerah lainnya. Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak, Sanur, Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu. Pulau Bali dipilih sebagai tujuan wisata karena para pelajar merasa bahwa Bali merupakan salah satu pulau yang unik dan kaya akan keindahan alamnya. Menurut penulis pulau Bali itu unik disebabkan oleh budaya dan adat istiadat nya yang masih sangat kental dan kuat. Sehingga para pelajar begitu terpukau oleh keindahan dan keunikan Bali serta budaya yang belum pernah dijumpai oleh penulis seperti setiap pagi para warga Bali akan membawa sesajen ke pura di depan rumah atau pura terdekat, rumah-rumah yang berada di Bali sangat indah dengan arsitekturnya yang unik dengan sebuah pura kecil yang terdapat di setiap depan rumah. Sehingga para pelajar lebih memilih untuk melakukan perjalanan study wisata ke Bali daripada ke daerah di sekitar pulau Jawa karena perbedaan budayanya bisa membuat penulis lebih memiliki banyak pengelaman tentang budaya-budaya, keindahan alam, bahasa, adat-istiadat dan kebiasan yang ada selain di Pulau Jawa. PENDAHULUAN 3


B. Tujuan Penulisan Tujuan khusus penulisan laporan berbentuk makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan siswa, untuk memenuhi tugas Kimia, Biologi, Sosiologi, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut kelas XI dan XII tahun ajaran 2024/2025 yang berkaitan dengan study wisata. Sementara, tujuan umum dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas Agama dan Bahasa Indonesia kelas XI dan XII tahun ajaran 2024/2025 yang berkaitan dengan study wisata. C.Manfaat Penulisan Manfaat dari dilakukannya observasi dan wawancara dalam penulisan laporan ini adalah bisa menambah wawasan bagi para siswa-siswi SMA Virgo Fidelis sehingga mereka mengetahui secara lebih mendalam tentang budaya, adat-istiadat dan orang-orang di pulau Bali. Sedangkan manfaatnya bagi pihak lain adalah mereka mendapatkan untung di bidang ekonomi karena dengan kedatangan para siswa-siswi SMA Virgo untuk mengobservasi sebagian tempat di Bali membuat para penduduk asli Bali yang bermata pencaharian pedagang mendapatkan untung ketika para siswa-siswi SMA Virgo Fidelis membeli barang dagangan mereka. 4


Puja Mandala Agama Persatuan Di Dalam Perbedaan 5


6 Puja Mandala didirikan oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi yaitu bapak Joop Ave yang menginginkan kawasan pariwisata Nusa Dua hendaknya terdapat suatu tempat ibadah untuk 5 agama yang diakui di Indonesia pada waktu itu yaitu: Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha. Dengan adanya 5 tempat ibadah ini diharapkan dapat memfasilitasi Setiap karyawan atau wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan Nusa Dua. Menteri Joop Ave menugaskan PT Bali Tourism Development Center (BTDC) untuk menyiapkan lahan. Setelah lahan siap, proses pembangunan mulai dilakukan pada tahun 1994 dan berlangsung hingga tahun 1997 dan diresmikan pada 22 Desember 1997, setiap rumah ibadah dibangun di atas lahan dengan luas 5.000 meter persegi. Puja Mandala berasal dari kata “Puja” yang berarti pemujaan dan “Mandala” adalah areal sehingga Puja Mandala dapat diartikan sebagai areal pemujaan.Di puja Mandala terdapat lima rumah ibadah yaitu Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Paroki Maria Bunda segala bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa dan Pura Jagat Natha. 1. Sejarah dan Asal-Usul


Puja Mandala terletak pada Jalan Nusa Dua, Kuta Selatan, Benua, Kecamatan Kuta Selatan kabupaten Badung Bali, dengan jarak sekitar 23 km dari pusat Kota Denpasar, atau sekitar 12 km dari Bandar Udara Internasional saat I Gusti Ngurah Rai. . Simbol keberagaman di puja Mandala adalah dengan terdapatnya 5 rumah Ibadah untuk 5 agama yang pada saat itu sudah diakui di Indonesia. Keberagaman berasal dari kata ragam yang berarti macam, jenis, warna, atau corak. Jadi Keberagaman adalah tentang memperhitungkan perbedaan antara ora ng dan kelompok , dan menempatkan nilai positif pada perbedaan itu. Keberagaman adalah suatu kondisi masyarakat yang dapat memahami dan menghormati perbedaan dari segala aspek yang dapat menyatukan negara menjadi harmonis. Dalam keberagaman tersebut tentunya terdapat tantangan bagi masing-masing pemeluk agama yaitu mereka harus bisa menghargai satu sama lain di saat yang lain sedang menjalankan ibadah, tidak saling merendahkan agama satu sama lain atau merasa bahwa agama merekalah yang paling hebat atau unik. 7 3. Simbol dan Pengertian Keberagaman. 2. Lokasi 4. Tantangan


8 5. Manfaat 6. Konsili Vatikan II Konsili Vatikan 2 membuka pintu gereja untuk mengakui keberagaman budaya dan agama. Sebelum konservasikan 2 gereja menegaskan bahwa hanya gereja lah yang menyelamatkan manusia. Hal ini nyata dalam adagium Extra ecllesiam nulla salus, yang artinya di luar gereja tidak ada keselamatan titik namun, gereja kini telah berusaha keluar dari kesalahpahaman gereja sendiri yang mengidentifikasi dirinya dengan Kerajaan Allah. Perubahan ini memantik Semangat gereja untuk menggalakkan suatu pengungkapan dan penghayatan akan Injil Kristus seturut konteks budaya dalamnya warta Injil diterima dan hidup titik dengan begitu, gereja universal menjadi lebih lokal tanpa harus kehilangan identitas dirinya sebagai pewarta kabar gembira. Selain mempunyai tantangan, tentunya ada juga manfaat bagi masyarakat sekiar maupun pemeluk-pemeluk agama. Mereka bisa memiliki relasi yang lebih banyak, bisa mengenal agama satu sama lain, tidak mudah terpecahbelah, memiliki tenggang rasa sesama pemeluk agama, bisa saling tolong menolong.


Dengan mengunjungi Puja Mandala membuat penulis sadar bahwa Indonesia memiliki banyak keberagaman salah satunya adalah agama yang beragam. Namun ternyata di dalam keberagaman itu masyarakat Indonesia memiliki rasa untuk menghargai satu sama lain, mau menerima keberagaman tersebut dengan lapang dada. Penulis merasa bahwa zamn sekarang banyak sekali pemeluk-pemeluk agama kurang memiliki rasa toleransi atau fanatik terhadap agama yang lain, comtohnya sekarang banyak berita yang beredar bahwa banyaknya gereha yang dibakar atau digusur, dan dilarang membangun gereja di beberapa wilayah tertentu. Penulis berharap ke depannya masyarakat dan pemelukpemeluk agama yang ada di Puja Mandala terus menjaga persatuan dan kerukunan yang sudah tetcipta. 6. Refleksi Gereja mengakui pewahyuan diri Allah dalam dan melalui budaya dan agama lain. Gereja juga yakin bahwa dalam budaya dan agama lain beserta arah tertanam gereja mengajak putri-putrinya untuk mengembangkan dialog dan kerja sama. Ensklik Redemtoris Missio artikel 28 sampai 29 menyatakan bahwa gereja menyadari tindak penyelamatan Allah telah hadir dan senantiasa hadir sepanjang sejarah di dalam beragam kebudayaan dan agama dari semua bangsa. Keterbukaan gereja ini mendorong usaha ke berakaran gereja dalam konteks budaya setempat. Gereja mau membangun dirinya sebagai gereja lokal yang hadir, terlibat dan berakar dalam konteks lokal. Seperti gereja yang dibangun di Puja Mandala yang memiliki arsitekur lokal dan budaya khas Bali. Sehingga gereja yang dibangun di Puja Mandala tidak serta-merta di bangun begitu saja melainkan mengikuti pedoman dasar yang berakar dari Konsili Vatikan II. 9


SOSIOLOGI DESA ADAT PENGLIPURAN Kembangkan Budaya dan Adatmu Maka Kamu Akan Mendapatkan Hasil Yang Memuaskan 10


Desa Adat Penglipuran salah satu desa yang adat istiadat dan budaya yang masih sangat kental. Awal mula keberadaan desa Penglipuran sudah ada sejak dahulu, pada zaman kerajaan Bangli. Para leluhur penduduk desa ini datang dari desa Bayung Gede dan menetap sampai sekarang. Nama “Penglipuran” sendiri berasal dari kata Pengeling yang berarti mengingat/mengenang dan Pura yang berarti tempat suci, jadi Penglipuran mempunyai makna tempat suci untuk mengenang para leluhur. Desa ini terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Dati II Bangli, di bawah kaki gunung Batur pada ketinggian 700 meter dpl. Desa Adat Penglipuran memiliki luas kurang lebih 112 ha. 11 Asal Usul dan Letak Walaupun desa ini berada di bawah kaki pegunungan namun untuk teknologinya sudah berkembang sesuai zaman tapi mereka juga masih menggunakan peralatan tradisional. Kebanyakan para warga desa bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Seluruh penduduk desa ini memeluk agama Hindu jika ada seseorang yang menikah dengan yang berbeda agama maka mereka harus keluar dari desa mereka yang telah keluar dari desa ini diperbolehkan untuk kembali lagi ke desa tapi hanya untuk sekedar mengunjungi keluarga mereka. Teknologi, Mata Pencaharian dan Kepercayaan


Biasanya para warga desa Penglipuran menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, namun mereka akan menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara dengan para pengunjung. Untuk pendidikan formal sebagian warga Desa Penglipuran ada yang menempuh pendidikan dari SD hingga S1 namun ada juga yang sebagian hanya menempuh pendidikan hingga SD. Sedangkan pendidikan nonformalnya mereka menganut konsep Tri Hita Karana yaitu tiga penyebab terciptanya kebahagiaan yang meliputi parahyangan, pawongan, dan palemahan. Parahyangan yaitu hubungan harmonis dengan Tuhan, pawongan adalah hubungan harmonis dengan sesama manusia dan palemahan adalah hubungan harmonis dengan alam lingkungan. 12 Bahasa dan Pendidikan Desa adat Penglipuran memiliki kesenian yaitu tari baris yang bersifat sakral. Tari baris berfungsi sebagai tari penyelenggara upacara dewa Yadnya yang biasanya diiringi menggunakan seperangkat gambelan gong gede yang didukung oleh sekaa gong gede desa adat Penglipuran. Unsur bentuk ini meliputi juga keanggotaan sekaa baris sakral ini diatur di dalam awig-awig desa adat Penglipuran. Kemudian nama-nama penari ketiga jenis baris cakram ini juga telah ditetapkan yakni baris jojor 12 orang, baris prersi 12 orang, dan baris bedil 20 orang. Kesenian


13 Di Desa Penglipuran terdapat dua sistem dalam pemerintahan yaitu menurut sistem pemerintah atau sistem formal yaitu terdiri dari RT dan RW dan sistem yang otonom atau desa adat. Sistem pemerintahan desa dan Penglipuran disusun dalam satu lembaga kepemimpinan adat yang disebut prajurit desa adat Penglipuran titik Lembaga ini terdiri dari dua bagian yaitu Kanca Roras dan Bendersa atau Kelihan Adat. Kanca roras yaitu majelis perwakilan yang beranggotakan 12 orang. Kanca roras diambil dari kata Ka-anca yang berarti ditugasi dan rora atau rolas yang artinya 12. Sistem Kemasyarakatan Kanca roras mempunyai fungsi menyerupai majelis perwakilan atau badan legislatif dan pembentukannya berdasarkan urutan kesenian yang bernamakan sistem ulu-apad. Kelihan adat adalah orang-orang yang dipilih dan dituakan dalam adat. kelihan merupakan pejabat eksekutif yang pengangkatannya dilakukan melalui pemilihan dalam suatu rapat umum (kajudi ring paruman desa). Kelihan adat mempunyai tugas hanya jika mendapat mandat dari kanca roras saja.


Desa adat Penglipuran sebenarnya hampir sama dengan desa-desa lain pada umumnya, namun yang membedakan desa adat ini dengan desa yang lain adalah adat-istiadat dan budaya mereka yang masih begitu kental, rumah-rumah yang tertata sangat rapi dan tidak ada sampah yang berserakan di sekitar desa ini, seluruh penduduk memeluk agama Hindu, dan yang paling mengagumkan adalah di desa ini di larang untuk melakukan poligami. Keunikan Jika ada yang melakukan poligami maka akan diberikan sanksi yaitu orang yang melakukan poligami akan diberikan sebuah lahan di dekat kuburan. Tempat tetsebut bernama Nista Mandala dan di tempat itu akan dibangun sebuah rumah sebagai tempat tinggal orang tersebut atau lebih tepatnya orang tersebut di asingkan oleh warga setempat. Orang tersebut akan dilarang melakukan perjalanan dari bagian selatan ke bagian utara, karena wilayah utara bagi orang Penglipuran adalah wilayah yang paling suci. 14


Kasta dan Tata Ruang Sedangkan untuk kasta para warga desa Penglipuran tidak menggunakan sistem kasta atau hanya ada kasta Sudra karena bagi mereka semua anggap sama, tidak ada yang derajatnya lebih tinggi maupun rendah. Rumah di desa tersebut tersusun dan terlihat rapi Karena mereka menggunakan sistem tata ruang yang disebut Tri Mandala yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu: A. Utama Mandala: Tempat suci sebagai tempat sembhayang orang Penglipuran. B. Madya Mandala: Pemukiman penduduk yang berbanjar sepanjang jalan utama desa. Barisan ini berjejer menghadap barat dan timur. C. Nista Mandala: Tempat yang paling buru, di sana terdapat kuburan dari masyarakat Penglipura dan tempat pengasingan bagi orang yang melakukan poligami. Masyarakat Penglipuran pantang untuk menikahi tetangga disebelahkanan dan sebelah kiri juga sebelah depan dari rumahnya. Karena tetangga-tetangganya tersebut sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.. Bagi warga yang ingin menikah dengan orang di luar Penglipuran bisa saja. Dengan ketentuan bila mempelai laki-laki dari Penglipuran maka mempelai perempuan yang dari daerah lain harus masuk menjadi bagian dari adat Penglipuran. Yang menarik adalah jika mempelai perempuan dari desa penglipuran dan laki-lakinya dari adat yang lain, maka bisa saja laki-laki tersebut masuk ke dalam adat Penglipuran dan hidup di desa Penglipuran tetapi dengan konsekuensi laki-laki tersebut dianggap wanita oleh warga lainnya. Maksudnya tugas-tugas adat yang dialaksanakan adalah tugas untuk para wanita bukan tugas para lelaki. Sistem Pernikahan 15


Seperti daerah lain yang ada di Bali, di Penglipuran masyarakatnya mengadakan upacara yang biasa disebut ngaben. Dimana ngaben ini adalah suatu upacara kematian dalam rangka mengembalikan arwah orang yang meninggal yang awalnya menurut kepercayaan orang Bali arwah tersebut masih tersesat kemudian dikembalikan ke pura kediaman si arwah. Yang membedakan daerah ini hanyalah pada ritualnya saja. Dimana apabila orang bali lain ngaben dilakukan dengan cara membakar mayat, di Penglipuran mayat di kubur. Menurut analisa hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Penglipuran sebagai tanda hormat dan juga sebagai cara untuk mengurangi kemungkinan- kemungkinan buruk mengingat daerah Penglipuran yang berada didaerah pegunungan yang jauh dari laut, seperti yang kita tahu bahwa abu jenasah yang telah dibakar harus dilarung atau dibuang ke laut sedangkan bagi orang Bali menyimpan abu jenasah adalah suatu pantangan, jadi solusi terbaik adalah dimakamkan. Upacara Kematian 16


SECRET GARDEN VILLAGE K I M I A 17


LOKASI DAN SEJARAH Herborist atau Omah Herborist Secret Garden Village terletak di Jl. Mekarsari – Baturiti Bedugul No.575, Mekarsari, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Herborist adalah salah satu produk SPA tradisional Bali yang diperuntukkan untuk wanita dan pria. Produk ini diproduksi dengan menggunakan peralatan modern dengan standar berkualitas tinggi. Secret Garden Village (SGV) atau yang lebih dikenal dengan secret garden Bali Ini pertama kali dibuka untuk umum pada awal bulan Mei 2016. Ide awal hadirnya objek wisata Bali ini berasal dari cita-cita dan keinginan Billy Hartono Salim seorang pengusaha terkemuka Indonesia. Tempat wisata edukasi ini dibangun di lahan seluas 3,7 hektar dengan konsep yang memadukan alam dan desain modern. 18


Produk yang diproduksi oleh herborist adalah Skincare, treatment , cleanser, moisturizer, face mask, body care, body cleanser, body scrub, sun care, shampo, body fragrance, home fragrance, lulur, sabun, facial wash, body wash, micellar water, minyak zaitun dan produk kecantikan lainnya. Produk Yang DiProduksi 19


Bahan kimia yang digunakan tidak dapat disebutkan karena itu sebuah rahasia dari perusahaan mereka. Sedangkan untuk bahan alami, mereka menggunakan bahan-bahan alami yang kaya akan khasiat bagj tubuh dan wajah seperti: Daun sirih, bunga mawar, minyak zaitun, sereh, air rendaman beras, bengkoang, green tea, cendana, bunga kamboja, pisang, kelapa, coklat, mangga, stroberi dan matcha. Produk tersebut, menggunakan bahan baku kosmetik yang diijinkan termasuk penggunaan dalam bahan kimianya, izin penggunaan bahan baku kimia yang layak digunakan tertera pada Peraturan Kepala Badan pengawas dan obat makanan atau BPOM Republik Indonesia dan perbandingannya juga tidak bisa disebutkan karena termasuk dalam rahasia perusahaan. 20


Proses Produksi Sabun 1. Pemilihan Bahan Baku: Langkah pertama adalah memilih bahan baku yang berkualitas. Untuk sabun Herborist, ini biasanya melibatkan bahan-bahan alami dan herbal seperti minyak esensial dan ekstrak tumbuhan. 2. Saponifikasi: Selanjutnya adalah proses saponifikasi, di mana lemak atau minyak dicampur dengan alkali (biasanya natrium hidroksida atau kalium hidroksida). Hasil dari reaksi ini adalah sabun dan gliserin. 3. Penambahan Bahan Tambahan: Setelah dasar sabun dibuat, bahan tambahan seperti pewangi dan bahan aktif herbal ditambahkan. Ini memberikan sabun Herborist aroma dan manfaat kesehatan khas mereka. 4. Pencetakan dan Pengemasan: Sabun kemudian dicetak ke dalam bentuk yang diinginkan dan dikemas dengan baik sebelum dikirim ke toko. 21


BIOLOGI KANDUNGAN GIZI The Important of health 22


Makan siang hari pertama dilaksanakan di rumah makan Titin Caruban di Madiun dengan menu yang terdiri dari nasi, ayam bakar, sayur sop dan mie goreng. Dari keempat menu tersebut Saya hanya memilih dua menu yaitu nasi dan sayur sop. Diperkirakan sayur sop yang makan mengandung 22(8%) kalori, lemak 0,58 gram, protein 0,64 gram dan karbohidrat 3,59 gram . Sedangkan nasi yang saya makan mengandung 102 (9%) kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram dan karbohidrat 22,4 . Dan terakhir saya makan sepotong semangka dengan kandungan gizi kalori 30, lemak 0,15 gram, karbohidrat 7,55 gram dan protein 0,61 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 204 kkal. Makan malam hari pertama dilaksanakan di rumah makan daerah Banyuwangi dengan menu nasi putih dan sup sayur. Diperkirakan nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%) kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Sedangkan sayur sop yag saya makan mengandung 22(8%) kalori, lemak 0,58 gram, protein 0,64 gram dan karbohidrat 3,59 gram . Dan terakhir saya makan sepotong semangka dengan kandungan gizi kalori 30, lemak 0,15 gram, karbohidrat 7,55 gram dan protein 0,61 gram. Jadi total energi saya dapatkan adalah 204 kkal. 23 Hari 1 Makan Siang Hari 1 Makan Malam


Makan pagi di hari kedua dilaksanakan di Rumah Makan Kenanga Buleleng daerah Bali dengan menu nasi putih dan sup sayur. Diperkirakan nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%) kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Sedangkan sayur sop yag saya makan mengandung 22(8%) kalori, lemak 0,58 gram, protein 0,64 gram dan karbohidrat 3,59 gram. Dan terakhir saya makan sepotong semangka dengan kandungan gizi kalori 30, lemak 0,15 gram, karbohidrat 7,55 gram dan protein 0,61 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 204 kkal. 24 Hari – 2 Makan pagi


Makan siang hari kedua dilaksanakan di tempat belanja Joger daerah Bali dengan menu nasi udang yang terdiri dari nasi dan udang goreng. Diperkirakan nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%)kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Sedangkan udang goreng yang saya makan mengandung 150 (7%) kalori, lemak 2 gram, protein 10 gram dan karbohidrat 23 gram. Dan terakhir saya makan sepotong semangka dengan kandungan gizi kalori 30, lemak 0,15 gram, karbohidrat 7,55 gram dan protein 0,61 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 280 kkal. Makan malam hari kedua dilaksanakan di tempat belanja Krisna daerah Bali dengan menu Sate ayam yang terdiri dari nasi, tahu goreng dan sate ayam. Nasi putih yang saya makan mengandug 102 (9%)kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. 3 tusuk sate yang saya makan mengandung 101 (88%) kalori, lemak 6,67 gram, karbohidrat 2,19 gram dan protein 8,79 gram. Terakhir saya makan sepotong semangka dengan kandungan gizi kalori 30, lemak 0,15 gram, karbohidrat 7,55 gram dan protein 0,61 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 238 kkal. 25 Hari 2 Makan Siang Hari 2 Makan Malam


Makan pagi hari ketiga dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah daerah Bali dengan menu nasi putih dan soto ayam. Nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%) kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Sedangkan soto yang saya makan mengandung 94(90%) kalori, lemak 4,48 gram karbohidrat 3,87 gram dan protein 7,2 gram. Jadi total nergi yang saya dapatkan adalah 196 kkal. 26 Hari 3 Makan Pagi


Makan siang hari ketiga dilaksanakan di tempat belanja Krisna daerah Bali dengan menu nasi putih, sayur asam dan ikan. Nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%) kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Sayur asam yang saya makan mengandung 24 (25%) kalori, lemak 0,83 gram karbohidrat 3,87 gram dan protein 0,95 gram. Sedangkan ikan pindang yang saya makan mengandung kalori 157 (79%), lemak 2,8 gram, tidak mengandung karbohidrat dan protein 28 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 283 kkal. Makan malam hari ketiga dilaksanakan di Pantai Jimbaran daerah Bali dengan menu seafood yang terdiri dari nasi, ikan panggang, kerang kukus atau rebus, tumis kangkung, lalapan, ulek sambal pedas. Dari keenam menu di atas saya hanya memakan nasi, ikan panggang, sayur kangkung dan kerang. Nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%)kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Ikan bakar yang saya makan mengandung 107 (56%) kalori, lemak 2,92 gram karbohidrat 0,28 gram dan protein 18,65 gram. Kerang yang saya makan mengandung 35 (107%) kalori, lemak 1,75 gram, karbohidrat 1,68 gram dan protein 2,9 gram. Dan tumis kangkung yang saya makan mengandung 63 (33%) kalori, lemak 5,62 gram, karbohidrat 2,57 gram dan protein 1,65 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 409 kkal. 27 Hari 3 Makan Siang Hari 3 Makan Malam


Makan pagi hari keempat dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah daerah Bali dengan menu nasi putih, sayur sup dan opor ayam. Nasi putih yang saya maka mengandung 102 (9%) kalori, 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Opor yang saya makan mengandung 118 (36%) kalori, lemak 6,24 gram, karbohidrat 4,03 gram dan protein 11,9 gram.Sedangkan sayur sop yag saya makan mengandung 22(8%) kalori, lemak 0,58 gram, protein 0,64 gram dan karbohidrat 3,59 gram . Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 242 kkal. Makan siang hari keemapt dilaksanakan di daerah Banyuwangi dengan nasi, ayam crispy, sayur sop dan tahu bulat. Nasi putih yang saya maka mengandung 102 (9), 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Sup sayur yang saya makan mengandung 72(8%) kalori, lemak 1,93 gram , protein 2, 12 gram dan karbohidrat 11,98 gram. Ayam crispy yang saya makan mengandung 48 (14%) kalori, lemak 3,01 gram karbohidrat 2,61 gram dan protein 2,49 gram. Sedangkan tahu bulat yang saya makan mengandung 35 (20%) kalori, lemak 2,6 gram karbohidrat 0,58 gram dan protein 2,36 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 221 kkal. 28 Hari 4 Makan Pagi Hari 4 Makan Siang


Hari – 4 Makan Malam Makan malam hari ke-4 dilaksanakan di daerah Pasuruan dengan menu yang terdiri dari nasi, ayam crispy dan tahu bulat. Nasi putih yang saya makan mengandung 102 (9%) kalori, lemak 0,22 gram, protein 2,1 gram, dan karbohidrat 22,4 gram. Ayam crispy yang saya makan mengandung 48 (14%) kalori, lemak 3,01 gram karbohidrat 2,61 gram dan protein 2,49 gram. Sedangkan tahu bulat yang saya makan mengandung 35 (20%) kalori, lemak 2,6 gram karbohidrat 0,58 gram dan protein 2,36 gram. Jadi total energi yang saya dapatkan adalah 221 kkal. Total energi yang saya dapatkan adalah 185 kkal. 29


Selama perjalanan makanan yang saya konsumsi ternyata kurang mengandung protein. karena saya tidak terlalu menyukai daging ayam, sedangkan menu makanan di setiap rumah makan adalah daging ayam dan target protein saya adalah 770 gram sedangkan yang saya dapatkan hanya 131 gram . Selain itu jumlah kalori yang saya dapatkan ternyata sangat sedikit yaitu 2406 kkal dan rata-ratanya 668 kkal, sedangkan kebutuhunan normal saya adalah 2200 kkal. Namun saya tidak merasa lapar karena saya sering memakan jajan yang banyak mengandung gula seperti roti, cokelat, dan biskuit. Kesimpulan 30


PURA ULUN DANU B AHA S A INGGR IS T L SE P I YA N G ME N E N A N GKA N 31


PURA ULUN DANU Ulun Danu Temple is one of the tourist attractions on the Island of the Gods, precisely on Lake Beratan, Bedugul. This temple can be used as a tourist attraction or as a place for local residents to pray. To visit the temple in the middle of the lake, visitors must use the boats available on the edge of the lake. Ulun Danu Temple is divided into three parts, namely the outer courtyard and the inner courtyard. In the outer courtyard there is the Penataran Agung Temple, in the middle courtyard there is the Dalam Purwa Temple, while in the inner courtyard there is the Taman Beji temple. 32


However, women who are menstruating, are not allowed to enter the temple and while we are around the temple we must watch our words and behave politely because the place is a holy place. In my opinion, Ulun Danu Temple is very suitable to be used as a tourist attraction and place of worship for followers of the Hindu religion because it is a strategic location near lakes and mountains and is surrounded by very beautiful flower gardens and the architecture is very unique and interesting so the air is still fresh. Feels fresh and makes visitors feel. The benefit is that we can find out the origins of Ulun Danu Temple. The benefits of Ulun Danu Temple for local residents, and train us to not easily speak rudely and dirty words and to maintain our attitude when we are in other people’s areas. 33


PENUTUP Kesimpulan Dari perjalanan study wisata ke Bali dapat disimpulkan bahwa perjalanan study wisata ke Bali sangat bermanfaat dalam perkembangan ilmu dan pola pikir bagi para siswa. Karena selain dijadikan objek wisata Bali juga bisa dijadikan sebagai objek pembelajaran seperti cara masyarakat Bali dalam mempertahankan adat istiadat dan budaya yang dimiliki di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat. Dan perjalanan study wisata ini bisa membantu para siswa-siswi dalam tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Saran Jika sekolah ini melakukan perjalanan study wisata lagi mungkin sekolah ini bisa mengunjungi tempat wisata yang berbeda dengan tempat yang telah dikunjungi tahun ini. Dan bagi para pembaca jika memiliki rencana liburan mungkin para pembaca bisa memilih Bali sebagai tempat liburan. Penulis memiliki saran tempat yang bagus untuk dijadikan sebagai temlat liburan sekaligus tempat untuk belajar yaitu: Pura Ulun Danu, Garuda Wisnu Kencana, Museum Brajasandi, Pantai Melasti, Desa Adat Penglipuran dan Secret Garden Village, Gereja Palasari. Tempat-tempat tersebut selain memiliki tempat yahg indah, sejuk dan bersih tempat itu juga bisa membuat pembaca menambah wawasan. 34


BaliMakeMeHappy


Click to View FlipBook Version