Materi: Pendekatan struktural, Pendekatan psikologi, dan Pendekatan feminisme TEORI SASTRA Anggota: Sri Wahyuni K. Rahim Anesa Dwinarti Tute Nur Stevi Amir Saipul H.M Lasupu Kartika Dwi Yanti Sri Rahayu Ibrahim Fani Septiani Rauf Novita Abas Lon Efendi Edowai
SAIPUL H.M LASUPU KARTIKA DWI YANTI SRI RAHAYU IBRAHIM TEORI PENDEKATAN PSIKOLOGI Dosen pengampu Dr. HERSON KADIR,S.pd,M.Pd
D A F T A R MA T E R I PENDEKATAN PSIKOLOGIS SASTRA GUSTAV JUNG PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA MENURUT SIGMUND FREUD PENDEKATAN PSIKOLOGIS SASTRA MENURUT LACAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA MENURUT ADLER PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA MENURUT ABRAHAM MASLOW
PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA MENURUT GUSTAV JUNG Pendekatan psikologi sastra menurut teori Gustav Jung melibatkan pemahaman dan interpretasi karya sastra melalui prinsip-prinsip psikologi analitis yang dikembangkan oleh Jung Pendekatan ini menitikberatkan pada aspek psikologis tokoh, alur, simbol, dan tema dalam karya sastra.
Konsep arketipe Jung mengemukakan konsep arketipe, yaitu pola primitif universal yang ada di alam bawah sadar manusia.
M E N U R U T J U N G , A R K E T I P E M E M B E R I S T R U K T U R D A N M A K N A P A D A K A R Y A S A S T R A , M E M P E N G A R U H I P E N O K O H A N D A N P E R J A L A N A N C E R I T A . M I S A L N Y A , A R K E T I P E " D I R I " M E W A K I L I K E U T U H A N D A N I N T E G R A S I P R I B A D I , S E D A N G K A N " B A Y A N G A N " M E W A K I L I S I S I G E L A P D A N T E R S E M B U N Y I D A R I D I R I S E S E O R A N G .
Pendekatan ini juga memperlakukan karya sastra sebagai cerminan kehidupan dan pengalaman manusia pada umumnya Jung berpendapat bahwa karya sastra dapat membantu orang memahami dan mengintegrasikan aspek alam bawah sadar dengan mengidentifikası karakter, menggambarkan pengalaman emosional, dan merefleksikan tema-tema universal. Pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori Gustav Jung. mengidentifikasi arketipe dan simbol psikologis dalam karya sastra, membantu pembaca memahami lebih dalam makna dan pesan apa yang ingin disampaikan pengarang. Teori Gustav Jung
Penerapan metode psikologis Gustav Jung pada sastra didasarkan pada konsep dasar yang dikembangkannya, seperti arketipe dan kolektif bawah sadar. Berikut beberapa contoh Jung yang menerapkan metode psikologis pada sastra: CONTOH PENERAPAN DALAM TEORI GUSTAV JUNG
2 1 Analisis simbolik: Jung menganggap simbol dalam karya sastra sebagai representasi arketipe, atau pola psikologis universal yang ada di alam bawah sadar manusia. Dalam analisis sastra, simbol-simbol tersebut dapat diidentifikasi dan diinterpretasikan untuk memahami makna psikologis yang lebih dalam dalam karya sastra tersebut. Analisis Karakter: Jung percaya bahwa karakter dalam sastra mencerminkan berbagai aspek keberadaan bawah sadar seseorang Dalam psikoanalisis sastra, metode Jung dapat digunakan untuk memahami motivasi, konflik internal, dan penumbuhan karakter karya sastra.
Jung meyakini bahwa tema dan tema pokok tertentu dalam karya sastra mencerminkan aspek psikologi kolektif Dalam analisis sastra, metode Jung dapat digunakan untuk mengamati dan memahami motif dan tema yang berulang dalam karya sastra yang menunjukkan hubungannya dengan konflik psikologis manusia. Penerapan metode psikologis Gustav Jung dalam sastra memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang alam bawah sadar dan kompleksitas psikologis yang terkait dengan karya sastra Hal ini membantu kita memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai makna, simbolisme, dan pengembangan karakter karya sastra. Contoh metode psikologis Pada sastra
Konsep bayangan Jung menggambarkan "bayangan" sebagai bagian alam bawah sadar yang terdiri dari aspek-aspek kepribadian seseorang yang ditolak atau tidak diterima. Dalam analisis sastra, konsep keteladanan dapat digunakan untuk memahami kontradiksi internal tokoh dalam karya sastra, serta bagaimana pengarang menggambarkan masyarakat atau dunia luar.
Sigmund Freud adalah seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yaitu sadar, prasadar, dan tak-sadar. Pendekatan psikologi sastra menurut Sigmund Freud
Pendekatan psikologis Sigmund Freud terhadap sastra didasarkan pada teori psikoanalisis yang dikembangkannya Freud berpendapat bahwa karya sastra mencerminkan konflik internal dan dorongan tersembunyi di alam bawah sadar pengarangnya.
Freud menyatakan bahwa terdapat simbol dan motif dalam karya sastra yang mengungkapkan konflik antara id, ego, dan superego la menekankan pentingnya menafsirkan simbol dan menafsirkan motif tersembunyi dalam teks sastra. Sigmund Freud
Pendekatan psikologi sastra ini melibatkan analisis tokoh dan tokoh dalam karya sastra, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti gangguan jiwa, ketidakpuasan emosional, pertumbuhan pribadi, dan konflik psikologis yang dialami tokoh.
FREU D MEYAKI N I BA HWA MELALUI KARYA SASTRA, PE N ULIS D A N PEMBACA D APAT MERASAKA N PELEPASA N EMO SI ATAU "PEMA H AMA N ME N D ALAM" TER H A D AP D IRI N YA. KARYA SASTRA ME N JA D I SALURA N EKSPRESI YA N G ME N GU N GKAPKA N K O N FLIK-K O N FLIK YA N G TI D AK D ISA D ARI D A N D O R O N GA N - D O R O N GA N YA N G TI D AK D ISA D ARI.
Pendekatan psikologis Sigmund Freud, yang dikenal sebagai psikoanalisis, memiliki penerapan yang luas dalam memahami dan menangani masalah mental dan emosional. Salah satu penerapan psikoanalisis yang paling penting adalah penggunaan terapi psikoanalitik. Contoh penerapan dalam teori SigmundFreud
Terapi ini merupakan proses yang panjang dan mendalam di mana pasiensecara terbuka berbagi pengalaman hidupnya dengan terapis Terapis kemudian menggunakan teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi, analisis mimpi, dan transferensi untuk mengungkap pikiran tersembunyi, konflik bawah sadar, dan kenangan terkubur yang mungkin menjadi akar masalah psikologis
Teori PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA MENURUT LACAN Jacques Lacan adalah seorang psikoanalis Prancis yang hidup dari tahun 1901 hingga 1981. Ia dikenal karena kontribusinya dalam mengembangkan teori psikoanalisis yang didasarkan pada pemikiran Sigmund Freud. Lacan menggabungkan konsepkonsep psikoanalisis dengan filsafat, linguistik, dan teori strukturalisme.
LACAN BERPENDAPAT BAHWA TEKS SASTRA MENCERMINKAN KOMPLEKSITAS STRUKTUR HASRAT DAN IDENTITAS MANUSIA DALAM KARYANYA, IA MENGANALISIS CERITA DAN KARAKTER SASTRA MENGGUNAKAN ALAT ANALISIS PSIKOANALISIS.