SALAH SATU KONSEP SENTRAL LACAN DALAM STUDI SASTRANYA ADALAH "TATAPAN" ATAU "MATA". IA BERPENDAPAT BAHWA TEKS SASTRA MENCIPTAKAN RUANG DI MANA PENULIS DAN PEMBACA DAPAT MELIHAT DAN BERGANTUNG SATU SAMA LAIN.
2. PE N E R A P A N D A L A M TE O R I L A C A N1. Simbol dan simbolisme menurut Lacan, bahasa dan simbol merupakan elemen penting untuk memahami psikologi manusia. Pemisahan diri, Lacan mengemukakan bahwa individu mengalami konflik internal antara bagian kepribadian. 2.
Lacan juga menekankan subjek dan keinginan dalam pemahaman psikologis. Lacan menekankan juga realitas dan imajinasi yang membedakannya adalah dunia nyata yang kita alami.
Alfred Adler adalah seorang psikolog Austria yang dikenal sebagai pendiri psikologi individual. Adler percaya bahwa manusia memiliki dorongan untuk mencapai tujuan dan merasa berdaya guna dalam hidup mereka. Dia juga mengemukakan bahwa pengalaman masa kecil dan hubungan sosial memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Teori pendekatan psikologi sastra menurut Adler
ADLER JUGA MENGEMUKAKAN BAHWA MANUSIA MEMILIKI PERASAAN INFERIORITAS YANG MENDORONG MEREKA UNTUK MENCAPAI SUPERIORITAS. DIA PERCAYA BAHWA PERASAAN INFERIORITAS INI DAPAT MENJADI SUMBER MOTIVASI YANG KUAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN DAN MERAIH KESUKSESAN.
A D L E R J U G A M E N G E M B A N G K A N K O N S E P K E P R I B A D I A N Y A N G I D E A L , Y A I T U I N D I V I D U Y A N G M E M I L I K I R A S A E M P A T I , K E B E R A N I A N , D A N K E M A M P U A N U N T U K M E N C A P A I T U J U A N M E R E K A D E N G A N C A R A Y A N G P O S I T I F D A N K O N S T R U K T I F .
1. TERAPI A D LERIA N TERAPI A D LERIA N A D ALA H PE N D EKATA N TERAPI YA N G BERF O KUS PA D A PE N GEMBA N GA N KEPERCAYAA N D IRI D A N KEMAMPUA N I N D IVI D U U N TUK ME N GATASI MASALA H . TERAPI I N I JUGA MEMBA N TU I N D IVI D U U N TUK MEMA H AMI TUJUA N H I D UP MEREKA D A N BAGAIMA N A ME N CAPAI N YA. Contoh penerapan menurut adler
2. Pendidikan Adler percaya bahwa pendidikan harus membantu individu untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk mencapai tujuan mereka. Pendidikan harus membantu individu untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta bagaimana mengatasi masalah.
3. Keluarga Adlerian juga dapat diterapkan dalam keluarga. Orang tua dapat membantu anak-anak mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk mencapai tujuan mereka. Orang tua juga dapat membantu anak-anak mereka untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta bagaimana mengatasi masalah.
4. Pekerjaan sosial Adlerian juga dapat diterapkan dalam pekerjaan sosial. Pekerja sosial dapat membantu klien untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk mencapai tujuan mereka. Pekerja sosial juga dapat membantu klien untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta bagaimana mengatasi masalah.
Adler juga mengemukakan konsep gaya hidup (lifestyle), yang merujuk pada pola pikir, sikap, dan perilaku yang konsisten yang membentuk kepribadian seseorang. Gaya hidup dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil, hubungan sosial, dan tujuan hidup individu.
ABRAHAM MASLOW ADALAH SEORANGPSIKOLOG TERKENAL, IA DIKENAL DENGAN TEORINYA TENTANG HIERARKI KEBUTUHAN MANUSIA. MESKIPUN MASLOW LEBIH DIKENAL DALAM BIDANG PSIKOLOGI, IA JUGA BERKONTRIBUSI DALAM KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA. TEGRI PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA MENURUT ABRAHAM MASLOW
PE N D E K A T A N PS I K O L O G I S M A S L OW TE R H A D A P S A S T R AD I D A S A R K A N P A D A PE M A H A M A N N Y A TE N T A N GH IE R A R K I K E B U T U H A N M A N U S I A . M E N U R U T M A S L OW, M A N U S I A M E M I L I K I SE R A N G K A I A N K E B U T U H A NTE R TE N T U Y A N G H A R U S D IPE N U H I U N T U K M E N C A P AI P O TE N S I M A K S I M A L N Y A .
Hierarki ini terdiri dari lima tingkat kebutuhan: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Dalam konteks sastra, pendekatan psikologis Maslow menunjukkan bahwa karya sastra dapat mempengaruhi dan memenuhi sebagian kebutuhan hierarki tersebut.
CONTOH PENERAPAN DALAMTEORI MENURUT ABRAHAM MASLOW 1 . P E M E N U H A N K E B U T U H A N A K T U A L I S A S I D I R I : K A R Y A S A S T R A D A P A T M E N U N J U K K A N P E R J A L A N A N T O K O H Y A N G B E R U S A H A M E N C A P A I P O T E N S I M A K S I M A L N Y A M E L A L U I E K S P L O R A S I D I R I , P E N G E M B A N G A N K E T E R A M P I L A N , D A N P E N C A P A I A N T U J U A N H I D U P . C O N T O H Y A N G T E R K E N A L A D A L A H N O V E L T H E A L C H E M I S T K A R Y A P A U L O C O E L H O Y A N G M E N G G A M B A R K A N P E R J A L A N A N S E O R A N G P E M U D A U N T U K M E N C A P A I T U J U A N H I D U P N Y A .
2 . P E M E N U H A N K E B U T U H A N S O S I A L : S A S T R A D A P A T M E M B A H A S P E R M A S A L A H A N H U B U N G A N A N T A R A I N D I V I D U D E N G A N K E L U A R G A , T E M A N A T A U M A S Y A R A K A T . M I S A L N Y A , N O V E L P R I D E A N D P R E J U D I C E K A R Y A J A N E A U S T E N Y A N G M E N G G A M B A R K A N R O M A N S A D A N H U B U N G A N S O S I A L D I M A S Y A R A K A T K E L A S A T A S P A D A E R A R E G E N C Y .
3. MEMENUHI KEBUTUHAN HARGA DIRI: KARYA SASTRA SERINGKALI MENAMPILKAN TOKOH-TOKOH YANG BERJUANG UNTUK MENCAPAI PENGAKUAN ATAU KESUKSESAN DALAM KARIERNYA. CONTOHNYA ADALAH LAKON DEATH OF A SALESMAN KARYA ARTHUR MILLER YANG MENAMPILKAN KRISIS IDENTITAS SEORANG SALESMAN PARUH BAYA YANG TIDAK DIHARGAI DALAM KEHIDUPAN DAN PEKERJAANNYA.
4. Pemuasan Kebutuhan Keamanan: Karya sastra dapat menghadirkan tema ketertiban, keamanan, dan perlindungan. Contohnya adalah novel To Kill a Mockingbird karya Harper Lee yang menampilkan konflik rasial dan keadilan di kota kecil Amerika pada tahun 1930-an.
5 . P E M E N U H A N K E B U T U H A F I S I O L O G I S : M E S K I P U N K E B U T U H A N F I S I O L O G I S D A S A R S E P E R T I M A K A N D A N K O N D I S I S O S I A L D A N E K O N O M I Y A N G M E M P E N G A R U H I K E B U T U H A N F I S I O L O G I S S E O R A N G T O K O H . M I S A L N Y A S A J A N O V E L “ L E S M I S É R A B L E S ” K A R Y A V I C T O R H U G O Y A N G M E N G H A D I R K A N K E M I S K I N A N D A N K E K U R A N G A N P A N G A N S E B A G A I L A T A R B E L A K A N G Y A N G M E M P E N G A R U H I K E H I D U P A N P A R A T O K O H N Y A .
INGATLAH BAHWA INI HANYALAH BEBERAPA CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA BERDASARKAN TEORI MASLOW. KARYA SASTRA YANG BERBEDA DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN YANG BERBEDA DALAM HIERARKI MASLOW, DAN TINGKAT KEBUTUHAN TERSEBUT SERING KALI TUMPANG TINDIH. KETIKA MENERAPKAN PENDEKATAN PSIKOLOGIS PADA KARYA SASTRA, PENTING UNTUK MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS DAN INTERPRETASI INDIVIDU.
TEORI FEMINISME SASTRA DI SUSUN OLEH KELOMPOK 9 NOVITA ABAS, FANI SEPTIANI RAUF, LON EFENDI EDOWAI UNTUK TUGAS AKHIR SEMESTER KELAS A SEMESTER 1
Pengertian Teori Feminisme 1. Tujuan Teori Feminisme 2. Jenis-jenis Kritik Feminisme 3. Feminisme dalam Pandangan Islam 4. Daftar Materi
Feminisme adalah salah satu gerakan perempuan yang memperjuangkan isu-isu patriarki dan kesetaraaan gender dalam lingkungan sosial
Konsep kunci dari feminisme adalah kesetaraaan antara martabat perempuan dan laki-laki yang memperjuangkan persamaan derajat antara mereka Apa itu Feminisme dalam Sastra ?
Tokoh perintis pertama feminis adalah Mary Wollstonecraft (1759-1797). Istilah ini baru lahir pada awal abad ke-20 yang di prakarsai oleh Virginia Woolf dalam buku "A Room Faor One's Own (1929)
Dalam Teori sastra sendiri, feminisme merupakan gerakan perempuan yang hadir karena di picu oleh kesadaran hak bahwa hak perempuan sama dengan laki-laki
Tujuan dari teori ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dalam pemenuhan hak antara perempuan dan laki-laki sehingganya tidak menimbukkan perpercahan
1. Feminisme Liberal Feminisme liberal merupakan ideologi feminis pertama dan masih eksis hingga saat ini. Gerakan feminis liberal masih memiliki pemahaman yang sangat erat terhadap fenomena penindasan perempuan . JENIS-JENIS KRITIK DARI FEMINISME SASTRA
Dalam analisis feminis liberal, dominasi patriarki di Barat mempunyai implikasi yang mengancam hak perempuan untuk berpartisipasi di ruang publik (sehingga menghambat akses dan keberhasilan mereka di dunia publik). Mereka menuntut persamaan hak melalui keadilan gender yang menempatkan laki-laki sejajar dengan perempuan
Dengan menggunakan analisis dan perspektif , feminis liberal menemukan bahwa perempuan tertinggal dalam proses pembangunan dan hal ini disebabkan oleh faktor internal dalam diri perempuan itu sendiri. Perempuan belum mempunyai keberanian untuk mengikuti kompetisi dan hal ini disebabkan oleh budaya yang dianut oleh masyarakatnya.
Oleh karena itu, menurut feminis liberal, pembangunan dan modernisasi, teknologi dan sistem ekonomi sebenarnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang, namun hanya mereka yang modern, kreatif, rasional dan efisien yang dapat mengambil manfaat dari hal tersebut. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari peluang ini.
2. Feminisme Radikal Feminisme Radikal adalah ideologi yang berupaya merestrukturisasi sistem gender patriarki dan menciptakan masyarakat baru di mana laki-laki dan perempuan setara di setiap tingkat dasar.
Beberapa perspektif feminis radikal menggambarkan perempuan sebagai kelompok yang tertindas oleh sistem patriarki. Ini adalah penindasan mendasar dan sangat terkait dengan berbagai penindasan seperti rasisme, eksploitasi fisik, heteroseksisme, dan klasisme. Menurut mereka, struktur masyarakat yang patriarki perlu diubah untuk membebaskan perempuan dari penindasan.
Feminis radikal menerapkan pendekatan yang sejalan dengan visi dan misi mereka. Ia menjunjung libertarianisme feminis radikal sebagai standar kualitas , dan berupaya mendorong perempuan “tertindas” untuk bangkit kembali.
3. Feminisme Marxis Menurut feminisme Marxis, isu-isu mengenai perempuan harus dipahami sebagai bagian dan kritik terhadap kapitalisme, khususnya cara produksi. Oleh karena itu, ketika feminis Marxis berbicara tentang status perempuan, mereka berasumsi bahwa rendahnya status perempuan adalah akibat dari struktur produksi.
Oleh karena itu, feminis Marxis percaya bahwa status perempuan hanya dapat berubah melalui revolusi sosial dan penghapusan pekerjaan rumah tangga, dan teknologi serta industrialisasi juga dipandang sebagai sarana pembebasan perempuan.
4. Feminisme Sosialis Bagi feminisme sosialis, patriarki dan kelas adalah sumber penindasan. Feminis sosialis mempunyai tujuan sebagai berikut: Dengan kata lain, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghapuskan sistem kekeluargaan dan menciptakan masyarakat egaliter. Kedua, perubahan nilai dan pranata keagamaan yang menurut paradigma konflik sosial merupakan suprastruktur yang dapat dimodifikasi.
Berangkat dari ketimpangan ekonomi tersebut, para feminis sosialis berupaya memecahkan masalah tersebut dengan menunjukkan kepada khalayak umum bahwa kualitas tenaga kerja perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Hal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan angkatan kerja dan status perempuan.
4. Feminisme Psikoanalistik Aspek psikologis yang hadir dalam penindasan terhadap perempuan mengembangkan menjadi feminisme psikoanalistik.Mereka mengklaim, berdasarkan teori psikoanalitik Sigmund Freud, bahwa pemikiranwanita berasal dari alam bawah sadarnya. Cara berpikir seperti ini jelas juga dipengaruhi oleh masyarakat.
5. Feminisme Kultural Inti dari feminisme kultural adalah pandangan bahwa feminitas adalah bentuk perilaku manusia yang paling penting. Untuk memahami pandangan ideal melalui label yang diberikan pada feminitas oleh dunia maskulinitas dan patriarki, para feminis budaya mendefinisikan kembali feminisme dalam kerangka positif.
6. Feminisme Postmodern Feminis postmodern, seperti namanya, identik dengan filsafat Barat tahap selanjutnya. Postmodernisme.alam postfeminisme, ciri-ciri keduanya sama, tidak hanya dalam nama tetapi juga dalam nilai-nilai `` post''.
Istilah "postfeminisme" konon berasal dari tahun 1980-an, dan mengacu pada gerakan yang memiliki konteks kebebasan yang melampaui batasan ideologi gerakan feminis selama ini.
Hal ini menunjukkan bahwa postfeminisme sebenarnya telah membongkar sepenuhnya pemahaman feminisme sebelumnya. Namun postfeminisme mempunyai permasalahan yang serius, baik istilahn maupun ideologi.
Feminisme dalam Islam merupakan upaya untuk menegakkan kesetaraan dan perlakuan adil terhadap perempuan sebagai makhluk Allah SWT. Prinsipprinsip yang dianut oleh feminisme memiliki kesamaan dengan ajaran Islam. Khususnya, terciptanya kehidupan yang adil dan setara antara laki-laki dan perempuan. PANDANGAN ISLAM TENTANG FEMINISME
Feminisme yang tidak dapat diterima dalam perspektif Islam adalah feminisme yang menginginkan dominasi dan eksploitasi terhadap laki-laki. Hal ini tentu saja bertentangan dengan perspektif Islam tentang keadilan, kesetaraan, dan interaksi manusiawi antara lakilaki dan perempuan. Feminisme dalam Islam
REFERENSI Adaruddin, S. (2020). Feminis Persfektif Islam. AlWardah Jurnal Kajian Perempuan Gender dan Agama. 14 (2), 246-253. Arivia, G. (2006). Feminisme Sebuah Kata Hati. Jakart: Penerbit Buku Kompas. Maulana, AMR. (2013). Feminisme sebagai Diskrusus Pandangan Hidup. Jurnal Kalimah. II (2), 272-286 Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar Gender dan Feminisme Pemahaman Awal Kritis Sastra Feminisme. Yogyakarta: Penerbit Garudhawarca. Umar, M. (2005). Propaganda Feminisme dan Perubahan Sosial. Jurnal Mediator. 6 (2), 205-214