The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Data & Informasi Pernc. Pemb. Daerah Kota Semarang Smt II Tahun 2015

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arief.dwisantoso, 2021-08-19 21:12:01

Data & Informasi Pernc. Pemb. Daerah Kota Semarang Smt II Tahun 2015

Data & Informasi Pernc. Pemb. Daerah Kota Semarang Smt II Tahun 2015

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

dibawah 10% maka dikatakan rendah, 10-19% dikatakan sedang, 20-29%
dikatakan tinggi dan diatas 30% dikatakan sangat tinggi. Dari data yang ada
Klasifikasi Status Gizi Kota Semarang darai tahun 2009 sampai dengan 2013
adalah rendah karena masih jauh diatas 10 %.

Tabel 3.10
Perkembangan Balita Gizi Buruk di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

URAIAN 2011 2012 2013 2014 2015

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Jumlah Balita Gizi Buruk – [jiwa] 26 39 32 33 39
Jumlah Balita – [jiwa] 102.984 88.483
Persentase Balita Gizi Buruk – [%] 108.570 104.078 106.687
0,025 0,044
0,029 0,032 0,037

Klasifikasi Status Gizi (WHO) rendah rendah rendah rendah rendah

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

3.2.4 Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan
kemampuan penyerapan tenaga kerja. Pertambahan angkatan kerja harus
diimbangi dengan investasi yang dapat menciptakan kesempatan kerja. Dengan
demikian, dapat menyerap pertambahan angkatan kerja. Dalam ilmu ekonomi,
kesempatan kerja berarti peluang atau keadaan yang menunjukkan tersedianya
lapangan pekerjaan sehingga semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja
dalam proses produksi dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahlian,
keterampilan dan bakatnya masing-masing. Kesempatan kerja (demand for labour)
adalah suatu keadaan yang menggambarkan/ketersediaan pekerjaan (lapangan
kerja untuk diisi oleh para pencari kerja). Dengan demikian kesempatan kerja
dapat diartikan sebagai permintaan atas tenaga kerja. Untuk melihat kesempatan
kerja, dapat dilihat dari beberapa indikator yakni :

1. Tingkat Pengangangguran Terbuka (TPT).

Jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Dengan
melihat tingkat pengangguran terbuka, secara langsung dapat
mengindikasikan seberapa luas kesempatan kerja yang ada di wilayah
tersebut. Semakin tinggi tingkat pengangguran terbuka di suatu wilayah
maka dapat mengindikasikan bahwa semakin sempitnya kesempatan kerja
yang ada di wilayah tersebut. Dalam lingkup Kota Semarang TPT dari tahun
2010 – 2014 mengalami penurunan dari tahun 2010 sampai dengan 2012

- 36 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

(dari angka 9,98 persen menjadi 5,82), kemudian mengalami kenaikan dari
tahun 2012 hingga 2014 yang mencapai 7,76.

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah suatu indikator
ketenagakerjaan yang memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif
secara ekonomi dalam kegiatan sehari-hari merujuk pada suatu waktu
dalam periode survey. Sama halnya dengan tingkat pengangguran terbuka,
tingkat partisipasi angkatan kerja di suatu wilayah juga dapat
mengindikasikan seberapa besar kesempatan kerja di wilayah tersebut.
Semakin tinggi tingkat partisipasi angkatan kerja maka mengindikasikan
semakin luas kesempatan kerja. Dalam lingkup Kota Semarang, kondisi
TPAK mengalami pergerakan yang fluktuatif dari angka 67,00 % di tahun
2010 dan menjadi 68,43 di tahun 2014.

12.00 71.00

10.00 9.98 69.90 70.00
67.00 6.92
8.00 5.82 5.96 7.76 69.00 T
67.91 67.75 68.43 68.00 P
T 6.00 67.00 A
P 4.00 66.00 K
T

2.00

0.00 65.00
2010
2011 2012 2013 2014

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2014

Gambar 3.11
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) & Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

(TPAK) di Kota Semarang Tahun 2010 – 2014

Aspek ketenagakerjaan juga diatur dalam SPM Bidang Ketenagakerjaan
dimana dijabarkan kedalam 5 (lima) pelayanan ketenagakerjaan yaitu :

1. Pelayanan pelatihan kerja
2. Pelayanan penmpatan tenaga kerja
3. Pelayanan penyelesaian perselisihan hubungan industri
4. Pelayanan kepesertaan Jamsostek

- 37 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

5. Pelayanan pengawasan ketenagakerjaan

Dari kelima pelayanan tersebut, capaian di tahun 2014 yang belum tercapai
ada pada pelayanan pelatihan kerja. Laporan capaian SPM Kota Semarang 2014
menjelaskan bahwa pada tahun 2013 relasisasi besaran tenaga kerja yang
mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi jauh dibawah target yaitu hanya
mencapai 25,39% dengan target 40%. Kondisi tersebut tidak berubah di tahun
2014 dimana realisasi tidak mampu mencapai target yaitu hanya sebesar 30,42%
dengan target 40%. Oleh karenanya perlu penanganan khusus oleh Pemerintah
Kota Semarang untuk meningkatkan pelayanan di bidang ketenagakerjaan
khususnya pada pelayanan pelatihan kerja. Hal ini sangat penting mengingat
pelatihan kerja menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam
menentukan kualitas sumber daya tenaga kerja di Kota Semarang.

Tidak hanya SPM, aspek ketenagakerjaan juga ikut menjadi salah satu
fokus tujuan dalam SDGs yaitu pada tujuan kedelapanyang terkait erat
denganpeningkatan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja
bagi semua. Sebelumnya, pelaksanaan SDGs ini diawali dengan pelaksanaan MDGs
yang telah selesai di tahun 2014. Dalam konteks ketenagakerjaan, berdasarkan
Laporan Capaian MDGs Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang telah mencapai
target yang ada pada masing-masing indikator yang terdiri dari : 1) Laju
pertumbuhan PDRB per tenaga kerja, 2) Rasio kesempatan kerja terhadap
penduduk usia 15 tahun ke atas, 3) Proporsi tenaga kerja yang berusaha sendiri
dan pekerja bebas keluarga terhadap total kesempatan kerja.

3.2.5 Fokus Seni Budaya dan Olahraga

3.2.5.1. Kebudayaan

Kebudayaan merupakan keseluruhan gagasan, perilaku, dan karya cipta
manusia yang dapat menuntun kehidupan manusia agar lebih bermartabat.
Pembangunan kebudayaan tidak dapat dilepaskan dari pengaruh budaya baru di
era globalisasi, namun demikian harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang
terkandung dalam Pancasila, sehingga terwujud karya-karya seni budaya yang
memiliki kepribadian. Disisi lain kesenian merupakan hasil karya yang mengacu
pada nilai keindahan (estetika) dan mewujud dari proses pengendapan makna
relasi antar manusia dan manusia dengan lingkungan hidupnya. Berkaitan dengan
aktivitas seni budaya di Kota Semarang, terlihat bahwa dalam kurun waktu 2010 –
2014 jumlah kelompok kesenian meningkat dari 288 menjadi 364 kelompok
kesenian, sedangkan untuk gedung kesenian meningkat dari 13 buah menjadi
sebanyak 14 buah. Mendayagunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari

- 38 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

dan mengembangkan serta melestarikan kesenian Jawa perlu terus ditingkatkan.
Perkembangan kesenian di Jawa Tengah sebagaimana tertera pada Tabel dibawah
ini :

Tabel 3.11
Perkembangan Aspek Kesenian di Kota Semarang Tahun 2010 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2010 2011 2012 2013 2014 2015

(3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Jumlah Goup Kesenian – 288 305 373 336 364 222
[kelompok]

2 Jumlah Gedung Kesenian – 13 13 13 13 14 173
[buah]

3 Jumlah Penyelenggaraan 55 67 67 145 136 415
Festival – [kali]

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, 2015

3.2.5.2. Pemuda dan Olahraga

Pemuda sebagai motor penggerak pembangunan mempunyai peran serta
dan arti penting bagi pelaksanaan pembangunan. Jumlah organisasi kepemudaan
di Kota Semarang sebanyak 60 buah sampai dengan akhir tahun 2015.
Pembangunan kepemudaan dan olahraga merupakan salah satu upaya penting
dalam peningkatan terhadap kualitas sumber daya manusia yang seutuhnya.
Selain itu dalam rangka meningkatkan kepedulian dan partisipasi pemuda dalam
pembangunan daerah, dilaksanakan. Perkembangan Kepemudaan selengkapnya
dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

Tabel 3.12
Perkembangan Aspek Kepemudaan di Kota Semarang Tahun 2010 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2010 2011 2012 2013 2014 2015

(3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Jumlah Organisasi 48 48 48 60 60 60
Kepemudaan - (buah)

2 Gelanggang / Balai Remaja 4 4 4 4 4 4
(selain milik swasta) - (buah)

Sumber : Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga, 2015

- 39 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Jumlah klub olahraga di Kota Semarang sampai dengan akhir tahun 2015
adalah sebanyak 608 buah. Peningkatan jumlah klub olahraga juga diikuti dengan
peningkatan fasilitas olahraga (GOR, Stadion, lapangan olahraga) yang sampai
dengan akhir tahun 2015 sebanyak 115 buah, selengkapnya terlihat pada Tabel
dibawah ini :

Tabel 3.13
Perkembangan Aspek Keolahragaan di Kota Semarang Tahun 2010 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2010 2011 2012 2013 2014 2015

(3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Jumlah Organisasi Olahraga - 3 3 41 41 44 44
(buah)
561 608 608 608
2 Jumlah Klub Olahraga – 608 608
(buah) - - 115 115

3 Jumlah Gedung Olahraga – 1.192 1.192 115 115 1.393 1.393
(buah)

4 Jumlah Lapangan Olah raga – 1.192 1.393
(buah)

Sumber : Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga, 2015

- 40 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

BAB IV
INDIKATOR KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN DAERAH KOTA SEMARANG

4.1. Fokus Layanan Urusan Wajib
4.1.1. Urusan Pendidikan

Pada urusan pendidikan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Rasio Ketersediaan Sekolah

Rasio ketersediaan sekolah merupakan jumlah sekolah tingkat pendidikan
dasar per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar dan menengah. Rasio ini
mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia
pendidikan dasar dan menengah.

Tabel 4.1

Perkembangan Rasio Ketersediaan Sekolah di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jenjang SD / MI : (5)
 Jumlah gedung sekolah -
[buah] 602 604 605 602 594
 Jumlah penduduk kelompok 140.464 141.810 142.990 143.946 140.146
usia 7–12 thn - [orang]
 Rasio Ketersediaan - [buah per 42,86 42,59 42,31 41,82 42,38
10.000 penduduk]
206 208 209 215 215
2 Jenjang SMP / MTs : 67.920 68.568 69.141 69.602 70.072
 Jumlah gedung sekolah -
[buah] 30,33 30,33 30,23 30,89 30,68
 Jumlah penduduk kelompok
usia 13–15 thn - [orang] 188 184 184 184 188
 Rasio Ketersediaan - [buah per 64.831 65.452 65.997 66.434 66.891
10.000 penduduk]
29,00 28,11 27,88 27,70 28,11
3 Jenjang SMA / MA / SMK :

 Jumlah gedung sekolah -
[buah]

 Jumlah penduduk kelompok
usia 16–18 thn - [orang]

 Rasio Ketersediaan - [buah per
10.000 penduduk]

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

- 41 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Dari table diatas terlihat bahwa perkembangan rasio ketersediaan sekolah
bergerak fluktuatif. Untuk jenjang SD/MI, rasio ketersediaannya paling rendah di
tahun 2014 senilai 41,82 per 10.000 penduduk dan di tahun 2015 mencapai 41,38
per 10.000 penduduk. Sedang pada jenjang SMP/MTs, rasio ketersediaannya paling
rendah adalah tahun 2013 sebesar 30,23 per 10.000 penduduk dan capaian pada
tahun 2015 sebesar 30,68 per 10.000. Dan untuk jenjang SMA/MA/SMK, puncak

tertingginya ada di tahun 2011 sebesar 29,00 per 10.000 dan titik terendahnya di tahun
2014 yang sebesar 27,70 per 10.000 penduduk, dengan capaian sampai akhir tahun 2015

adalah sebesar 28,11 per 10.000 penduduk.

Sedangkan penunjang penyelenggaraan pendidikan yang lainnya adalah
rasio ruang kelas kondisi baik, dengan tren perkembangannya selama tahun 2011
sampai dengan tahun 2015 dapat terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.2

Perkembangan Fasilitas Pendidikan Ruang Kelas Kondisi Baik
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jenjang SD / MI :

 Jumlah ruang kelas kondisi 3.176 3.215 3.245 3.422 3.422
baik - [buah]

 Total ruang kelas - [buah] 4.602 4.670 4.732 4.872 4.872

 Rasio Ketersediaan - [%] 69,01 68,84 68,58 70,24 70,24

2 Jenjang SMP / MTs :

 Jumlah ruang kelas kondisi 2.040 2.105 2.171 2.299 2.299
baik - [buah]

 Total ruang kelas - [buah] 2.256 2.332 2.407 2.542 2.542

 Rasio Ketersediaan - [%] 90,43 90,27 90,20 90,44 90,44

3 Jenjang SMA / MA / SMK :

 Jumlah ruang kelas kondisi 2.214 2.187 2.176 2.283 2.283
baik - [buah]

 Total ruang kelas - [buah] 2.316 2.307 2.352 2.434 2.434

 Rasio Ketersediaan - [%] 95,60 94,80 92,52 93,80 93,80

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

- 42 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Dari table diatas terlihat bahwa perkembangan rasio ruang kelas dengan
kondisi baik dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 mengalami peningkatan
kecuali pada jenjang SMA/MA/SMK yang mengalami penurunan dari tahun 2011
yang sebanyak 95,60 persen menjadi sebanyak 92,52 persen pada tahun 2013, hal
tersebut dikarenakan terjadi penurunan jumlah ruang kelas kondisi baik, dari
sebanyak 2.214 buah menjadi sebanyak 2.176 buah. Sedangkan sampai dengan
tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi sebanyak 93,80 persen.

2). Rasio Guru

Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru tingkat pendidikan dasar
per 1.000 jumlah murid pendidikan dasar dan menengah. Rasio ini
mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar. Di samping itu juga untuk
mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran.
Untuk lebih lengkapnya tersaji pada table dibawah ini :

Tabel 4.3
Perkembangan Rasio Guru di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Jenjang SD / MI :

 Jumlah guru - [orang] 8.324 8.259 8.106 7.803 8.329

 Jumlah siswa - [orang] 155.865 154.596 153.632 154.184 154.274

 Rasio Guru - [orang per 1.000 53,41 53,42 52,76 50,61 53,99
siswa]

2 Jenjang SMP / MTs :

 Jumlah guru - [orang] 5.139 5.097 5.008 5.068 5.260

 Jumlah siswa - [orang] 70.577 72.428 73.117 75.381 74.156

 Rasio Guru - [orang per 1.000 72,81 70,37 68,49 67,23 70,93
siswa]

3 Jenjang SMA / MA / SMK :

 Jumlah guru - [orang] 6.361 6.382 6.206 6.134 6.256

 Jumlah siswa - [orang] 72.223 72.023 71.818 73.038 75.519

 Rasio Guru - [orang per 1.000 88,07 88,61 86,41 83,98 82,84
siswa]

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

Kondisi rasio guru dari tahun 2011 ke tahun 2015 untuk jenjang SD/MI
mengalami peningkatan dari sebanyak 53,41 per 1.000 siswa menjadi 53,99 per
1.000 siswa, akan tetapi jumlah tidak mengalami perubahan signifikan, sedangkan
jumlah siswa mengalami penurunan. Namun hal tersebut tidak berlaku pada

- 43 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

jenjang SMP/MTs dan jenjang SMA/MA/SMK yang mengalami penurunan rasio
guru, padahal untuk jumlah siswa pada kedua jenjang tersebut mengalami
peningkatan, akan tetapi jumlah guru pada jenjang SMP/MTs mengalami
peningkatan dan pada jenjang SMA/MA/SMK mengalami penurunan.

Sedangkan dari jumlah guru yang ada di Kota Semarang pada ketiga
jenjang tersebut, dapat terlihat persentase jumlah guru yang yang memenuhi
kualifikasi S-1/D-IV. Hal tersebut tertuang pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.4

Perkembangan Jumlah Guru Yang Memenuhi Kualifikasi S1/D-IV
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jenjang SD / MI : (5)
 Jumlah guru yang memenuhi
kualifikasi S-1/D-IV - [orang] 5.841 6.301 6.639 6.907 7.123
 Jumlah guru - [orang]
 Persentase - [%] 8.324 8.259 8.045 7.803 8.329
70,17 76,29 82,52 88,52 85,52
2 Jenjang SMP / MTs :
 Jumlah guru yang memenuhi 4.694 4.716 4.589 4.828 4.847
kualifikasi S-1/D-IV - [orang]
 Jumlah guru - [orang] 5.139 5.097 5.008 5.068 5.260
 Persentase - [%] 91,34 92,53 91,63 95,26 92,15

3 Jenjang SMA / MA / SMK : 6.052 6.090 6.008 6.034 5.914
 Jumlah guru yang memenuhi
kualifikasi S-1/D-IV - [orang] 6.361 6.382 6.366 6.222 6.255
 Jumlah guru - [orang] 95,14 95,42 94,38 96,98 94,55
 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

3). Angka Lulusan (AL)

Perkembangan angka kelulusan SD/MI di Kota Semarang menunjukkan
capaian yang sangat baik. Pada tahun 2015, angka kelulusan SD/MI di Kota
Semarang mencapai 100%. Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah
Kota Semarang dan stakeholders terkait dalam mempertahankan angka kelulusan
sudah bagus. Namun untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK masih
menunjukkan angka < 100 %. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

- 44 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.5

Perkembangan Angka Lulusan (AL) Per Jenjang Pendidikan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jenjang SD / MI : (5)

 Jumlah total lulusan - [orang] 23.237 25.122 25.263 24.954 24.962

 Jumlah Siswa tingkat tertinggi 23.239 25.124 25.268 24.955 24.962
tahun sebelumnya - [orang]

 Angka Lulusan - [%] 99,99 99,99 99,98 100,00 100,00

2 Jenjang SMP / MTs :

 Jumlah total lulusan - [orang] 21.524 22.258 21.739 21.847 24.122

 Jumlah Siswa tingkat tertinggi 22.145 22.401 21.828 21.870 24.132
tahun sebelumnya - [orang]

 Angka Lulusan - [%] 97,20 99,36 99,59 99,89 99,96

3 Jenjang SMA / MA / SMK :

 Jumlah total lulusan - [orang] 20.675 21.877 21.919 22.431 21.297

 Jumlah Siswa tingkat tertinggi 20.753 21.908 22.336 22.456 21.375
tahun sebelumnya - [orang]

 Angka Lulusan - [%] 99,62 99,86 98,13 99,89 99,64

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

4). Angka Putus Sekolah (APTS)

Angka Putus Sekolah (APTS) merupakan proporsi anak menurut kelompok
usia sekolah yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang tidak menamatkan suatu
jenjang pendidikan tertentu. Adapun kelompok umur yang dimaksud adalah
kelompok umur 7-12 tahun, 13-15 tahun dan 16-18 tahun. APTS sering digunakan
untuk mengukur kemajuan pembangunan di bidang pendidikan dan untuk melihat
keterjangkauan pendidikan maupun pemerataan pendidikan pada masing-masing
kelompok umur (7-12, 13-15 dan 16-18 tahun). Semakin tinggi angka putus
sekolah menggambarkan kondisi pendidikan yang tidak baik dan tidak merata.
Begitu sebaliknya jika angka putus sekolah semakin kecil maka kondisi pendidikan
di suatu wilayah semakin baik. Perkembangan APTS Kota Semarang dapat dilihat
pada tabel dibawah ini :

- 45 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.6

Perkembangan Angka Putus Sekolah ( APST ) di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Jenjang SD / MI :

 Jumlah penduduk usia 7-12 43 65 47 32 30

tahun yang tidak
melanjutkan - [orang]

 Jumlah penduduk usia 7-12 140.464 141.810 142.990 143.946 140.146
tahun - [orang]

 Rasio - [%] 0,03 0,05 0,03 0,02 0,02

2 Jenjang SMP / MTs :

 Jumlah penduduk usia 13-15 68 44 61 48 42
tahun yang tidak
melanjutkan - [orang]

 Jumlah penduduk usia 13-15 67.920 68.568 69.141 69.602 70.072
tahun - [orang]

 Rasio - [%] 0,10 0,06 0,09 0,07 0,06

3 Jenjang SMA / MA / SMK :

 Jumlah penduduk usia 16-18 311 273 272 138 147
tahun yang tidak

melanjutkan - [orang]

 Jumlah penduduk usia 16-18 64.831 65.452 65.997 66.434 66.891
tahun - [orang]

 Rasio - [%] 0,48 0,42 0,41 0,21 0,22

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

5). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah
suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan
usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk
membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak
memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Penyelenggaraan
PAUD jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudhatul
Atfal (RA) dan bentuk lain yang sederajat, yang menggunakan program untuk anak
usia 4 – ≤6 tahun. Sedangkan penyelenggaraan PAUD jalur pendidikan nonformal
berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) dan bentuk lain yang sederajat, yang
menggunakan program untuk anak usia 0 – <2 tahun, 2 – <4 tahun, 4 – ≤6 tahun
dan Program Pengasuhan untuk anak usia 0 - ≤6 tahun; Kelompok Bermain (KB)

- 46 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

dan bentuk lain yang sederajat, menggunakan program untuk anak usia 2 – <4
tahun dan 4 – ≤6 tahun. Dan perkembangan persentase Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) di Kota Semarang selama 5 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah
ini :

Tabel 4.7

Perkembangan Jumlah Siswa Pada jenjang TK/RA/Penitipan Anak
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
60.141 63.983 68.622
1 Jumlah Siswa TK/RA/ 61.958 63.178
Penitipan Anak - [jiwa]

2 Jumlah anak usia 3-6 tahun - 70.385 71.062 71.654 72.193 72.620
[jiwa]

3 Rasio - [%] 85,45 87,19 88,17 88,63 94,49

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Semarang, 2015

6). Lembaga Pendidikan Keagamaan

Kondisi lembaga pendidikan keagamaan di Kota Semarang menunjukkan
tidak banyak perkembangan dari sisi jumlah. Dari 7 jenis lembaga pendidikan
keagamaan, hanya lembaga pendidikan keagamaan sekolah minggu yang terjadi
perubahan jumlah, yaitu pada tahun 2011 sebanyak 290 lembaga meningkat
menjadi 312 lembaga pada tahun 2015. Sementara itu di tahun 2015, jumlah
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) mengalami peningkatan menjadi sebanyak
1.300 buah, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah serta Madrasah Aliyah
mengalami peningkatan berturut menjadi sebanyak 83 buah; 36 buah; 24 buah.
Namun untuk kuantitas pondok pesantren dan madrasah diniyah mengalami
penuurunan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.8

Perkembangan Jumlah Lembaga Pendidikan Keagamaan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Taman Pendidikan Al-Qur'an 1.272 1.272 1.272 1.300
(TPA) – [buah] 1.272

2 Sekolah Minggu – [buah] 290 291 291 291 312

- 47 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
3 Pondok Pesantren – [buah] 150 150 2013 150 110
140 101
150 83 83
35 36
4 Madrasah Diniyah – [buah] 140 140 140 24 24

5 Madrasah Ibtidaiyah – [buah] 79 79 79

6 Madrasah Tsanawiyah – [buah] 35 35 35

7 Madrasah Aliyah – [buah] 22 23 24

Sumber : Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, 2015

4.1.2. Urusan Kesehatan

Pada urusan kesehatan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Rasio Posyandu Per Satuan Balita

Perkembangan jumlah posyandu di Kota Semarang menunjukkan
peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah posyandu di Kota Semarang pada tahun
2015 sebanyak 1.575 unit, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan
kondisi tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut juga diiringi dengan peningkatan
jumlah posyandu aktif, yaitu menjadi sebanyak 1.219 unit atau sekitar 77,39
persen. Namun perjalanan rasio posyandu per satuan balita mengalami pergerakan
yang fluktuatif, untuk tahun 2015 rasionya adalah sebesar 14,76 per 1.000 balita.
Dapat diartikan bahwa untuk 1.000 balita ditangani oleh sebanyak kurang lebih 14
posyandu. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.9

Perkembangan Posyandu dan Balita di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah posyandu aktif - [unit] 1.055 1.150 1.214 1.219
1.191

2 Jumlah posyandu - [unit] 1.533 1.556 1.559 1.561 1.575

3 Jumlah balita - [jiwa] 102.984 88.483 108.570 104.078 106.687
17,59 14,36 15,00 14,76
4 Rasio posyandu per satuan 14,89
balita – [per 1.000 balita]

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

- 48 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

2). Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Puskesmas Pembantu (Pustu)

Perkembangan puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) di Kota
Semarang pada selama periode 2011 – 2015 menunjukkan jumlah yang tetap, yaitu
sebanyak 35 unit dan 35 unit pustu. Untuk jumlah poliklinik menunjukkan ada
kenaikan selama periode tersebut, yaitu sebanyak 50 poliklinik pada tahun 2012 –
2015, dibandingkan tahun 2011 sebanyak 40 poliklinik. Sedangkan untuk rasio
puskesmas, poliklinik dan pustu mengalami perubahan namun tidak terlalu
signifikan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.10

Perkembangan Puskesmas, Poliklinik dan Puskesmas Pembantu
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Puskesmas - [unit] 37 37 37 37
37

2 Jumlah Poliklinik - [unit] 40 50 50 50 50

3 Jumlah Puskesmas Pembantu - 35 35 35 35 35
[jiwa]

4 Rasio Puskesmas - [unit per 0,022 0,022 0,021 0,021 0,021
1.000 penduduk]

5 Rasio Poliklinik - [unit per 0,023 0,029 0,029 0,028 0,028
1.000 penduduk]

6 Rasio Puskesmas Pembantu - 0,021 0,020 0,020 0,020 0,020
[unit per 1.000 penduduk]

7 Cakupan puskesmas - [% per 231,25 231,25 231,25 231,25 231,25
kecamatan]

8 Cakupan puskesmas pembantu 19,77 19,77 19,77 19,77 19,77
- [% per keluruhan]

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

3). Rasio Rumah Sakit, Dokter dan Tenaga Medis
Fasilitas kesehatan tingkat lanjut setelah puskesmas pembantu, poliklinik
dan puskesmas adalah rumah sakit. Perkembangan jumlah rumah sakit di Kota
Semarang dalam periode 2013 – 2015 mengalami peningkatan jumlah yaitu dari 25
rumah sakit menjadi 26 rumah sakit. Sementara itu, jumlah dokter dan tenaga
medis justru mengalami penurunan jumlah. Jumlah dokter mengalami penurunan
dari 981 orang pada tahun 2011 kemudian menjadi 130 orang pada tahun 2015.
Sedangkan jika dilihat dari rasionya, rasio rumah sakit sedikit meningkat menjadi

- 49 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

1,5 unit per 100.000 penduduk, sedang untuk rasio dokter mengalami penurunan
drastis menjadi 7,3 dokter per 100.000 penduduk. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.11

Perkembangan Rumah Sakit, Dokter dan Tenaga Medis di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Rumah Sakit - [unit] 24 24 25 26
23 424 130
2 Jumlah Dokter - [orang] 981 1.077 543 N/A
3 Jumlah Tenaga Medis - [orang] 273 1.235
4.053 0,014 0,015
4.073
0,241 0,073
4 Rasio Rumah Sakit - [unit per 0,014 0,014 0,013
1.000 penduduk] 0,576 0,308 N/A

5 Rasio Dokter - [unit per 1.000 0,626 0,709
penduduk]

6 Rasio Tenaga Medis - [unit per 0,160 2,357 2,338
1.000 penduduk]

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

4). Komplikasi Kebidanan yang Mendapatkan Penanganan Definitif

Konflikasi kebidanan yang terjadi di Kota Semarang menunjukkan
perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 terjadi
komplikasi kebidanan sebanyak 4.496 kasus, mengalami penurunan setiap
tahunnya sampai tahun 2015 sebanyak 3.495 kasus. Untuk lebih lengkapnya
dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.12

Perkembangan Jumlah Komplikasi Kebidanan yang Mendapatkan
Penanganan Definitif di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

Jumlah komplikasi kebidanan 4.496 (5) 2.904 3.495
1 mendapat penanganan difinitif -
4.496 3.095 2.497 2.904 3.495
[kasus] 100,00 100,00 100,00

2 Jumlah ibu dgn komplikasi 3.095 2.497
kebidanan - [kasus] 100,00 100,00

3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

- 50 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

5). Jumlah Persalinan Yang Ditangani Tenaga Medis

Jumlah persalinan yang mendapatkan penanangan tenaga medis di Kota
Semarang selama periode tahun 2011 – 2015 mempunyai kinerja yang bagus. Dari
total jumlah kasus yang ada pada tahun 2015, yaitu sebesar 28.149 kasus dan
yang kasus berhasil ditangani adalah sebanyak 27.454 kasus. Hal itu berarti
capaian kinerja mencapai 97,53 %. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel
berikut :

Tabel 4.13

Perkembangan Jumlah Persalinan yang ditangani Tenaga Medis
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

Jumlah Persalinan yang 25.972 (5) 27.117 27.454
1 ditangani Tenaga Medis -
26.618 26.949 27.706 28.149
[kasus] 97,87 97,53

2 Jumlah persalinan - [kasus] 27.032 27.108 27.406
3 Persentase - [%] 96,08 98,19 98,33

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

6). Cakupan Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

Dari sebanyak 177 kelurahan yang ada di Kota Semarang, menunjukkan
secara keseluruhan telah menjadi kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
selama periode 2011 – 2015. Dan capain dari tahun 2011 – 2015 sebesar 100,00 %.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.14

Perkembangan Jumlah Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Desa/Kel. UCI - [buah] 177 177 177 177
177

2 Jumlah Desa/Kel. - [buah] 177 177 177 177 177

3 Persentase - [%] 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

- 51 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

7). Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan di Sarana
Pelayanan Kesehatan

Kasus balita gizi buruk masih terjadi di Kota Semarang. Kondisi ini dapat
diihat pada tahun 2015 menunjukkan sebanyak 39 kasus. Kondisi ini
menunjukkan peningkatan sebanyak 6 kasus jika dibandingkan dengan tahun
2014 sebanyak 33 kasus. Sampai saat ini, terjadinya kasus balita gizi buruk di
Kota Semarang mendapatkan perawatan dimasing-masing sarana kesehatan
tingkat kecamatan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.15

Perkembangan Jumlah Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan
di Sarana Pelayanan Kesehatan di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
26 33 39
1 Jumlah kasus balita gizi buruk 39 32
yang tertangani - [kasus]

2 Jumlah kasus balita gizi buruk 26 39 32 33 39
- [kasus]

3 Persentase - [%] 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

8). Cakupan Penderita Baru TBC BTA (+) yang Ditemukan dan
Diobati/Ditangani

Kasus TBC BTA (+) di Kota Semarang pada tahun 2015 sebanyak 1.222
kasus, jumlah ini jauh meningkat dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2014
yang sebesar 1.175 kasus. Pada tahun 2015, sebanyak 1.175 kasus TBC BTA (+)
berhasil ditangani. Hal ini menunjukkan kinerja yang bagus. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.16

Perkembangan Jumlah Penderita Baru TBC BTA (+) yang Ditemukan dan
Diobati/ditangani di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah penderita baru TBC
1 BTA (+) yang ditemukan dan 505 616 597 1.122 1.175

diobati/ditangani - [kasus]

- 52 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
505 2013 1.175 1.222
Jumlah penderita baru TBC 95,49 96,15
2 BTA (+) yang ditemukan - 616 1.120

[kasus]

3 Persentase - [%] 100,00 100,00 53,30

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

9). Cakupan Penderita DBD yang Ditangani Sesuai SOP

Jumlah kasus DBD di Kota Semarang paling tinggi selama periode 2011 –
2015 terjadi pada tahun 2013 yaitu sebanyak 2.364 kasus. Kemudian pada dua
tahun berikutnya, menurun menjadi 1.628 kasus dan 1.491 kasus. Walaupun
seluruh kejadian DBD di Kota Semarang setiap tahunnya mendapatkan
penanganan sesuai SOP, kasus DBD di Kota Semarang masih menjadi
permasalahan serius setiap tahunnya. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :

Tabel 4.17

Perkembangan Jumlah Penderita DBD yang Ditangani Sesuai SOP
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

505 (5) 1.122 1.175

1 Jumlah Penderita DBD yang 616 597
Ditangani Sesuai SOP - [orang]

2 Jumlah Penderita DBD - [orang] 505 616 1.120 1.175 1.222

3 Persentase - [%] 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

10). Persentase Warga Miskin dan Kunjungan Pasien Miskin di Sarana
Kesehatan Strata 1

Jumlah warga miskin di Kota Semarang mengalami peningkatan selama
periode 2011 – 2013 yaitu sebanyak 306.700 jiwa kemudian meningkat menjadi
448.403 jiwa pada tahun 2012 dan 2013. Sementara itu, jumlah kunjungan pasien
miskin di sarana kesehatan strata 1 mengalami peningkatan dari 389.535 orang
menjadi 441.517 orang pada tahun 2013. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

- 53 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.18

Perkembangan Kunjungan Pasien Miskin di Sarana Kesehatan Strata 1
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

Jumlah kunjungan warga (5)
1 miskin di Sarana Kesehatan
389.535 160.186 441.517 N/A N/A
Strata 1 - [jiwa]

2 Jumlah warga miskin - [kasus] 306.700 448.403 448.403 N/A N/A

3 Persentase - [%] 127,01 35,72 98,46 N/A N/A

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

11). Cakupan Kunjungan Bayi Yang Memperoleh Pelayanan Kesehatan
Sesuai Standar

Pada tahun 2015, jumlah bayi secara keseluruhan di Kota Semarang
sebanyak 27.607 jiwa, dan dari jumlah tersebut, baru sekitar 26.281 jiwa yang
mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar. Lebih rinci, persebaran jumlah bayi
memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar di Kota Semarang dapat dilihat
pada tabel berikut :

Tabel 4.19

Perkembangan Jumlah Bayi Memperoleh Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah Bayi Memperoleh
1 Pelayanan Kesehatan Sesuai 25.636 25.680 24.595 26.992 26.281

Standar - [jiwa]

2 Jumlah total bayi - [jiwa] 25.852 25.852 26.047 26.992 27.607

3 Persentase - [%] 99,16 99,33 94,43 100,00 95,20

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

- 54 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

4.1.3. Urusan Pekerjaan Umum

Pada urusan Pekerjaan Umum, indikator kinerja pembangunan daerah
Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Proporsi Panjang Jalan Kondisi Baik

Panjang jalan di Kota Semarang pada tahun 2015 ini mencapai sepanjang
722,46 km, dengan panjang jalalan kondisi baik adalah sepanjang 379,37 km.
Sedang kondisi jalan rusak sedang; kondisi rusak dan kondisi rusak berat adalah
sepanjang 256,90 km; 72,28 km dan 14,01 km. Sehingga persentase panjang jalan
kondisi baik adalah sebesar 52,50 persen. Sedangkan persentase panjang jalan
kondisi rusak sedang, panjang jalan kondisi rusak dan panjang jalan rusak berat
sebesar 35,55 persen, 10,00 persen dan 1,94 persen. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.20

Perkembangan Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015 *)

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

(5)

1 Panjang jalan kondisi baik 1.236,88 1.335,53 1.433,111 1.433,111 379,368
- [km]

 Persentase [%] 45,99 49,65 53,27 53,27 52,50

2 Panjang jalan kondisi 882,88 852,83 767,208 767,208 256,897
rusak sedang - [km]

 Persentase [%] 32,83 31,71 28,52 28,52 35,55

3 Panjang jalan kondisi 569,88 501,27 350,970 350,970 72,280
rusak - [km]

 Persentase [%] 21,19 18,64 13,05 13,05 10,00

4 Panjang jalan kondisi 0,00 0,00 139,053 139,053 14,005
rusak berat - [km]

 Persentase [%] - - 5,17 5,17 1,94

5 Panjang jalan keseluruhan 2.689,64 2.689,63 2.690,34 2.690,34 722,46
- [km]

 Persentase [%] 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Keterangan : *). Panjang jalan disesuaikan dengan Keputusan Walikota Semarang
No.611.51/481/2015 Tentang Perubahan Atas Keputusan Walikota
Semarang No.611.51/0644/2014 Tentang Penetapan Status Ruas-ruas
Jalan Kota Semarang & Jalan Lingkungan di Wilayah Kota Semarang
Fungsinya Sebagai Jalan Lokal & Jalan Lingkungan di Wilayah Kota
Semarang.

Sumber : Dinas Bina Marga Kota Semarang, 2015

- 55 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

2). Rasio Panjang Jalan yang Memiliki Trotoar dan Drainase

Panjang dalan di Kota Semarang dalam kondisi baik yang memiliki trotoar
dan drainase dari tahun 2011 – 2015 tidak ada perubahan yaitu sepanjang 69,06
km2. Total panjang seluruh Jalan di Kota Semarang tahun 2015 adalah 722,46
km2. Sementara itu panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase/saluran
pembuangan air (minimal 1,5 m) sampai tahun 2015 ini hanya sebesar 9,56%.
Perkembangan panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase Kota Semarang
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.21

Perkembangan Rasio Panjang Jalan yang Memiliki Trotoar dan Drainase
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
69,06
Panjang Jalan kondisi baik yg

1 memiliki trotoar & drainase/ 69,06 69,06 69,06 69,09
saluran pembuangan air

(minimal 1,5 m) – [km]

2 Panjang Seluruh Jalan – [km] 2.689,64 2.689,63 2.690,34 2.690,34 722,46

3 Persentase – [%] 2,57 2,57 2,57 2,57 9,56

Sumber : Dinas Bina Marga Kota Semarang, 2015

3). Rasio Tempat Ibadah Per Satuan Penduduk

Perkembangan tempat ibadah di Kota Semarang mengalami kecenderungan
peningkatan. Sampai dengan tahun 2015 ini total jumlah tempat ibadah adalah
sebanyak 3.867 buah, hal tersebut juga berarti bahwa 2 tempat ibadah mengcover
sebanyak rata-rata 1.000 penduduk. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :

Tabel 4.22

Perkembangan Tempat Ibadah di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah Masjid - [buah] (3) (4) (5) (6) (7)
2 Jumlah Langgar / Mushola - [buah]
3 Jumlah Gereja Kristen - [buah] 1.186 1.186 1.186 1.247 1.297
4 Jumlah Gereja Katolik / Kapel - [buah]
1.966 1.966 1.966 2.078 2.194

238 239 239 246 246

52 52 52 69 86

- 56 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian Tahun
2011 2012 2013 2014 2015
5 Jumlah Pura / Kuil / Sanggah - [buah]
5557 7
6 Jumlah Vihara - [buah] 16 16 16 16 22
20 20 20 20 15
7 Jumlah Klenteng - [buah] 3.483 3.484 3.484 3.683 3.867

8 Total Jumlah Tempat Ibadah - [buah] 2,05 2,03 2,00 2,09 2,17

9 Rasio Tempat Ibadah – [buah per 1.000
penduduk]

Sumber : Bagian Perekonomian Setda Kota Semarang, 2015

4). Penerangan Jalan Umum (PJU) Yang Terpasang dan KWH Meter

Perkembangan penerangan jalan umum yang terpasang dan KWH Meter di
Kota Semarang ditunjukkan dengan jumlah PJU lampu, PJU Solar Cell, PJU High
Mast, PJU jenis lainnya, PJU Kota Semarang, PJU yang seharusnya tersedia, PJU
yang terpelihara dan titik KWH meter. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :

Tabel 4.23

Perkembangan Penerangan Jalan Umum Yang Terpasang dan KWH Meter
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jumlah PJU lampu - [titik] 1.262 1.792 (5) 1.425 1.728

1.266

2 Jumlah PJU Solar Cell - [titik] 0 6 18 21 0

3 Jumlah PJU High Mast - [titik] 64 39 41 13 35
4 Jumlah PJU jenis lainnya - [titik] 0 0 0 0 121

5 Jumlah Total PJU - [titik] 64.479 66.316 67.641 69.087 70.815
66.701 70.684 72.052 80.000 90.000
6 Jumlah PJU yang seharusnya
tersedia - [titik]

7 Jumlah PJU Terpelihara - [titik] 63.657 65.449 66.715 68.140 68.500

8 Jumlah Titik KWH Meter - [titik] 38 75 43 34 23

Sumber : Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame Kota Semarang, 2015

5). Titik Reklame Terpasang dan Yang Dibongkar

Perkembangan titik reklame di Kota Semarang pada kurun waktu tahun
2011 – 2015 berfluktuatif, dari sebanyak 1.932 titik di tahun 2011 dan sebanyak
617 titik pada akhir tahun 2015. Sedangkan dalam hal penertiban reklame terlihat

- 57 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

dari banyaknya reklame yang dibongkar. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.24

Perkembangan Titik Reklame Terpasang dan Yang Dibongkar
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015

(3) (4) (5) (6) (7)

1 Jumlah Reklame yang Terpasang – 1.932 1.061 1.025 1.119 617
[titik]

2 Jumlah Reklame yang Dibongkar – 15.720 27.228 35.892 32.018 27.031
[titik]

Sumber : Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame Kota Semarang, 2015

6). Titik Daerah Rawan Banjir dan Longsor

Titik banjir di Kota Semarang berdasarkan data yang tercatat tahun 2012-
2015 terdapat 200 titik. Sedangkan wilayah yang menjadi titik rawan longsor di
Kota Semarang berdasarkan data yang tercatat tahun 2012 – 2015 terdapat 99
titik. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.25

Perkembangan Titik Daerah Rawan Banjir di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah Titik Rawan Banjir – [titik] (3) (4) (5) (6) (7)
2 Jumlah Titik Rawan Longsor – [titik]
N/A 200 200 200 200

N/A 99 99 99 99

Sumber : Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang, 2015

4.1.4. Urusan Perumahan
Pada Urusan Perumahan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota

Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Rumah Tinggal Bersanitasi
Pada tahun 2015, rumah tinggal di Kota Semarang sebanyak 399.580 unit
dengan rumah tangga bersanitasi sebanyak 303.927 unit dan rumah tangga yang
berakses sanitasi 352.271 unit. Kondisi pada tahun 2015 menunjukkan di Kota

- 58 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Semarang masih terdapat 33,37% rumah tangga yang belum memiliki akses
sanitasi dan sebanyak 28,79% yang belum memiliki sanitasi. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.26

Perkembangan Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Jumlah rumah tinggal berakses 248.932 252.224 289.962 289.962 352.271
sanitasi - [unit]

2 Jumlah rumah tinggal - [unit] 355.678 350.140 394.120 394.120 399.580

3 Persentase - [%] 69,99 72,04 73,57 73,57 88,16

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015

2). Rumah Tangga Pengguna Air Bersih

Jumlah rumah tangga dengan menggunakan air bersih di Kota Semarang
menunjukkan kondisi yang masih rendah. Terlihat pada tahun 2015 dari 471.327
KK, baru sebanyak 147.326 KK yang menggunakan air bersih, Jumlah tersebut
hanya 31,26 % saja. Kondisi tahun 2015 menunjukkan ada penurunan jika
dibandingkan dengan kondisi tahun 2014 yang menunjukkan hanya 31,53 % saja
yang menggunakan air bersih. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

Tabel 4.27

Perkembangan Persentase Rumah Tangga Air Bersih di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

Jumlah rumah tangga (5)
1 pengguna air bersih - [rumah
N/A N/A 133.090 139.832 147.326
tangga]

2 Jumlah rumah tangga - [rumah 438.537 435.184 442.089 443.541 471.327
tangga]

3 Persentase - [%] N/A N/A 30,10 31,53 31,26

Sumber : Bagian Perekonomian Setda Kota Semarang, 2015

- 59 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

3). Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH)

Perkembangan rumah tinggal layak huni di Kota Semarang selama periode
tahun 2011 – 2015 terus meningkat. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah
rumah tinggal layak huni dari tahun 2011 sebanyak 314.273 unit rumah
meningkat menjadi sebanyak 349.746 unit rumah di tahun 2015. Begitu pula
persentase RTLH yang juga meningkat dari tahun 2011 ke tahun 2015 yaitu
sebesar 90,56 % menjadi 97,07 %. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel
di bawah ini :

Tabel 4.28

Perkembangan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)

1 Jumlah rumah layak huni - 314.273 317.756 323.831 347.593 349.746
[unit]

2 Jumlah rumah seluruhnya - 346.682 350.525 354.472 360.131 360.297
[unit]

3 Persentase - [%] 90,65 90,65 91,36 96,52 97,07

Sumber : Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang, 2015

4.1.5. Urusan Penataan Ruang

Pada Urusan Penataan Ruang, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Rasio Bangunan Ber-IMB

Perkembangan bangunan ber-IMB di Kota Semarang dari tahun ke tahun
semakin meningkat. Hal tersebut seiring dengan peningkatan jumlah bangunan
yang teregristrasi. Begitu pula untuk rasio bangunan yang ber-IMB mengalami
kenaikan selama 5 tahun terakhir, dari tahun 2011 sebesar 52,62 persen menjadi
53,26 persen sampai dengan akhir tahun 2016. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

- 60 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.29

Perkembangan Rasio Bangunan ber-IMB di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

(5)

1 Jumlah bangunan ber-IMB - 346.682 350.525 354.472 358.471 362.522
[unit]

2 Jumlah bangunan - [unit] 182.437 185.090 187.623 190.146 193.062
52,62 52,80 52,93 53,04 53,26
3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang, 2015

4.1.6. Urusan Perencanaan Pembangunan

Pada Urusan Perencanaan Pembangunan, indikator kinerja pembangunan
daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Ketersediaan Dokumen Perencanaan

Ketersediaan dokumen perencanaan pada tingkat Kota baik itu dokumen
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Kerja Perangkat Daerah
(RKPD) sudah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Untuk RPJMD periode 2010 –
2015 sudah selesai, untuk itu Pemerintah Kota Semarang sedang menyusun
dokumen RPJMD periode 2016 – 2021.

2). Rasio Penjabaran Program RPJMD kedalam RKPD

Rasio kesesuaian program yang terdapat dalam RPJMD dengan program
yang ada di RKPD menjadi tolah ukur keberhasilan perencanaan di Pemerintah
Daerah. Sedangkan untuk Kota Semarang rasio keseuainnya mengalami
pergerakan yang fluktuatif. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

Tabel 4.30

Perkembangan Rasio Bangunan ber-IMB di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

166 (5) 175 N/A

1 Jumlah program dalam RKPD - 174 165
[unit]

- 61 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013 N/A
Jumlah program dalam RPJMD N/A
2 yang harus dilaksanakan - 183 183 183 183

[unit]

3 Persentase - [%] 90,71 95,08 90,16 95,63

Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang, 2015

4.1.7. Urusan Perhubungan

Pada Urusan Perhubungan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Pelabuhan Laut, Udara, Terminal dan Stasiun Kereta Api

Jumlah pelabuhan laut/ udara, terminal bus dan stasiun kereta api di Kota
Semarang setiap tahunnya dari tahun 2011 – 2015 tidak ada perubahan, Lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tael di bawah ini :

Tabel 4.31

Perkembangan Pelabuhan Laut / Udara, Terminal Bus dan Stasiun Kereta Api
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Pelabuhan Laut – 1 1 1 1
[buah] 1
1
2 Jumlah Pelabuhan Udara – 1111 5
[buah] 5555 2
2222 9
3 Jumlah Terminal Bus – [buah]

4 Jumlah Stasiun Kereta Api –
[buah]

Jumlah 9999

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

2). Jumlah Penumpang Angkutan Umum

Perkembangan jumlah penumpang angkutan umum di Kota Semarang pada
tahun 2015 mencapai 11.480.485 orang. Jumlah tersebut didominasi oleh
penumpang pesawat udara sebanyak 4.609.985 orang, kemudian penumpang bis
sebanyak 4.415.468 orang dan penumpang kereta api sebanyak 2.220.633 orang.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

- 62 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.32

Perkembangan Penumpang Angkutan Umum di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

(5)

1 Jumlah Penumpang 3.445.280 7.793.539 4.767.769 4.085.195 4.415.468
Bis – [orang]

2 Jumlah Penumpang 1.999.169 1.481.107 1.638.381 2.114.889 2.220.633
Kereta Api – [orang]

3 Jumlah Penumpang 507.207 520.579 803.759 223.237 234.399
Kapal Laut – [orang]

Jumlah Penumpang 2.510.492 2.902.978 3.716.894 4.390.462 4.609.985
4 Pesawat Udara –

[orang]

5 Total Jumlah 8.462.148 12.698.203 10.926.803 10.813.783 11.480.485
Penumpang – [orang]

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

3). Ijin Trayek Kendaraan

Ijin trayek perkotaan menunjukkan perkembangan yang meningkat, Ini
dapat dilihat pada tahun 2011 sebanyak 92 trayek menjadi 104 trayek pada tahun
2015. Persebaran ijin trayek pada masing-masing jenis trayeknya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.33
Perkembangan Ijin Trayek di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

16 (5) 16 16

1 Izin Trayek antarkota 16 16
antarprovinsi – [trayek]

2 Izin Trayek perkotaan – 76 76 88 88 88
[trayek]

3 Izin Trayek Perdesaan – 00 000
[trayek]

4 Jumlah Izin Trayek – [trayek] 92 92 104 104 104

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

- 63 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

4). Uji KIR Angkutan Umum

Uji KIR kendaraan di Kota Semarang meliputi mobil penumpang umum,
mobil bus, mobil barang, kereta gandengan dan kereta tempelan, Perkembangan uji
KIR masing-masing angkutan umum di Kota Semarang dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

Tabel 4.34

Perkembangan Jumlah Uji KIR Angkutan Umum di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1.897 (5) 1.042 1.289

1 Mobil Penumpang Umum – 4.731 1.813 2.184
[unit] 64.011

2 Mobil Bus – [unit] 738 4.403 5.022 2.485 2.698
3.484 62.290 68.999 39.456 40.197
3 Mobil Barang – [unit]
728 593 927 478
4 Kereta Gandengan – [unit] 3.490 4.431 1.533 3.484

5 Kereta Tempelan – [unit]

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

5). Kepemilikan KIR Angkutan Umum

Jumlah angkutan umum yang wajib memiliki KIR di Kota Semarang
menunjukkan kondisi yang baik, yaitu seluruh kendaraan wajib KIR memiliki KIR
semua, Kondisi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini :

Tabel 4.35

Perkembangan Persentase Kepemilikan KIR Angkutan Umum
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
6.547 6.478 6.478
1 Jumlah angkutan umum yang 6.596 6.478
memiliki KIR - [unit]

2 Jumlah angkutan umum yang 00000
tidak memiliki KIR - [unit]

3 Jumlah angkutan umum - 6.547 6.596 6.478 6.478 6.478
[unit]

4 Persentase - [%] 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

- 64 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

6). Perkembangan Angkutan Darat

Selama periode 2011-2015, jumlah angkutan darat di Kota Semarang tidak
banyak perubahan yaitu sebanyak 3.000 unit pada tahun 2011 – 2014 dan
meningkat menjadi 3.286 unit pada tahun 2015. Jumlah pemanfaat angkutan
darat paling tinggi pada tahun 2015 sebanyak 10.922.688 orang dan paling rendah
pada tahun 2013 sebanyak 6.843.960 orang, Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.36

Perkembangan Persentase Angkutan Darat di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Angkutan 3.000 3.000 3.000 3.795
Darat – [unit] 3.000

Jumlah Penumpang 10.662.840 10.738.440 6.843.960 10.402.560 13.232.254
2 Angkutan Darat –

[orang]

3 Persentase - [%] 0,028 0,028 0,044 0,029 0,029

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

7). Pemasangan Rambu-Rambu

Target pemasangan rambu di Kota Semarang pada tahun 2015 telah
tercapai 100%. Kondisi ini dapat dilihat dari jumlah rambu-rambu yang seharusnya
tersedia dapat dilakukan pemasangan secara keseluruhan. Untuk lebih lengkapnya
dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.37

Perkembangan Persentase Pemasangan Rambu-Rambu
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Pemasangan Rambu- 114 120 165 351
Rambu – [buah] 120

2 Jumlah Rambu-Rambu Yang 150 200 170 165 351
Seharusnya Tersedia – [buah] 76,00 60,00 70,59 100,00 100,00

4 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

- 65 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

8). Rasio Wartel / Warnet dan Jumlah Tower Jaringan Komunikasi

Perkembangan wartel di Kota Semarang selama 5 tahun terakhir mengalami
penurunan yang signifikan, yaitu dari sebanyak 270 SST di tahun 2011 menjadi 26
SST di tahun 2015. Sedangkan untuk pergerakan jumlah warnet berfluktuatif, dan
sampai dengan 2015 sebanyak 284 unit. Namun untuk jumlah tower jaringan
komunikasi terus mengalami peningkatan tiap tahun. Untuk lebih lengkapnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.38

Perkembangan Rasio Wartel/Warnet dan Jumlah Tower Jaringan Komunikasi
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Wartel – [SST] 270 257 26 26
157

2 Jumlah Warnet – [unit] 280 302 157 278 284

4 Rasio Wartel – [SST Per 1.000 0,159 0,149 0,090 0,015 0,015
Penduduk]

5 Rasio Warnet – [unit Per 0,164 0,176 0,090 0,158 0,159
1.000 Penduduk]

6 Jumlah Tower Jaringan 504 609 569 654 669
Komunikasi – [unit]

Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, 2015

4.1.8. Urusan Lingkungan Hidup

Pada Urusan Lingkungan Hidup, indikator kinerja pembangunan daerah
Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Produksi Sampah dan Volume Sampah yang Ditangani

Produksi sampah di Kota Semarang setiap tahunnya mengalami
peningkatan. Tahun 2011, produksi sampah mencapai 1.169,80 ton, meningkat
menjadi 1.249,65 ton pada tahun 2015. Dari total jumlah sampah yang diproduksi,
rata-rata setiap tahunnya dari tahun 2011 – 2015, sampah yang ditangani
mencapai 83,02%. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

- 66 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.39

Perkembangan Jumlah Volume Sampah Yang Ditangani dan Produksi Sampah
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

924,14 (5)

1 Volume Sampah yang 963,31 1.003,53 1.044,82 1.087,20
ditangani - [ton]

2 Volume produksi sampah - 1.169,80 1.189,28 1.209,08 1.227,55 1.249,65
[ton]

3 Persentase - [%] 79,00 81,00 83,00 85,11 87,00

Sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, 2015

2). Jumlah dan Daya Tampung Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

Jumlah TPS di Kota Semarang menunjukkan peningkatan dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2011, jumlah TPS di Kota Semarang sebanyak 291 buah dengan
daya tampung mencapai 924,14 ton, Mengalami peningkatan pada tahun 2015
menjadi 303 buah dengan daya tampung mencapai 1,082,20 ton. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.40

Perkembangan Jumlah dan Daya Tampung TPS di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah TPS - [buah] 291 293 303 303
297

2 Daya Tampung TPS - [ton] 924,14 963,31 1.003,53 1.044,82 1.087,20

3 Rasio daya tampung TPS - 0,054 0,056 0,058 0,059 0,061
[ton pen 1.000 penduduk]

Sumber : Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, 2015

3). Cakupan Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Amdal
Perkembangan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal di Kota Semarang
selama 5 tahun terakhir bervariasi. Persentase sebesar 8,19 di tahun 2011
mengalami peningkatan sampai dengan akhir tahun 2015, yaitu sebesar 13,98
persen. Namun jika dibadingkan dengan perusahaan yang telah diterbitkan SKKL
dan IL dengan Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

- 67 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.41

Perkembangan Cakupan Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Amdal
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

Jumlah perusahaan wajib (5)
1 amdal yang telah diawasi –
86 119 104 100 157
[perusahaan]

Jumlah perusahaan wajib 1.050 1.106 1.112 1.121 1.123
2 amdal yang telah diterbitkan

SKKL dan IL – [perusahaan]

3 Persentase - [%] 8,19 10,76 9,35 8,92 13,98

Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang, 2015

4). Penegakan Hukum Lingkungan

Dalam penegakan hukum bidang lingkungan, Kota Semarang selama 5
tahun terakhir dari tahun 2011 – 2015 capaiannya dalam dikatakan
menggembirakan. Hal tersebut dikarenakan dari berbagai kasus lingkungan yang
ada, kesemuanya kasus dapat diselesaikan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.42

Perkembangan Cakupan Penegakan Hukum Lingkungan Di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah kasus lingkungan yang 50 34 39
1 diselesaikan Pemerintah Daerah 55 49

– [kasus]

2 Jumlah kasus lingkungan ada – 50 55 49 34 39
[kasus]

3 Persentase - [%] 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang, 2015

4.1.9. Urusan Pertanahan
Pada Urusan Pertanahan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota

Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

- 68 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

1). Penyelesaian Izin Lokasi

Perkembangan ijin lokasi di Kota Semarang selama tahun 2011 sampai
dengan tahun 2015 bervariasi. Dan total pengajuan ijin lokasi selama 5 tahun
terakhir sebanyak 134 pengajuan dan jumlah ijin lokasi yang diterbitkan adalah
sebanyak 130 ijin, dengan persentase 97,01 %. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.43
Perkembangan Ijin Lokasi di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jumlah ijin lokasi terbit - [buah] 16 18 (5) 41 22

33

2 Jumlah pengajuan ijin lokasi - 23 13 35 41 22
[buah] 69,57 138,46 94,29 100,00 100,00

3 Persentase - [%]

Sumber : Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, 2015

4.1.10. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil

Pada Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil, indikator kinerja
pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :

1). Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk

Perkembangan jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Kota Semarang
menunjukkan peningkatan selama periode 2011 – 2015, Penduduk laki-laki
jumlahnya meningkat dari 849.302 pada tahun 2011 menjadi 892.612 jiwa pada
tahun 2015. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.44

Perkembangan Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah penduduk 849.302 858.353 879.036 888.193
laki-laki - [jiwa] 869.486

2 Jumlah penduduk 852.915 860.875 872.638 882.383 892.612
perempuan - [jiwa]

- 69 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013

3 Jumlah penduduk 1.702.217 1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.780.805
perempuan - [jiwa]

4 Rasio jenis kelamin 99,58 99,71 99,64 99,62 99,50

5 Kepadatan penduduk – 4.555,04 4.600,56 4.661,82 4.713,46 4.765,33
[jiwa per km2 ]

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2015

2). Penduduk Berdasarkan Pendidikan Yang Ditamatkan

Penduduk yang tidak mempunyai ijazah SD/MI di Kota Semarang juga
cukup tinggi meskipun jumlah keseluruhannya berkurang dalam kurun waktu
2012 – 2015. Namun untuk penduduk yang belum bersekolah terus mengalami
peningkatan selama 5 tahun terakhir. Sedangkan untuk tamatan jenjang sekolah
SD/MI sampai dengan jenjang Doktor (S3), jumlahnya terus mengalami
peningkatan selama periode lima tahun, kecuali tamatan jenjang SMP/MTs yang
terus menurun. Hal ini justru perlu menjadikan perhatian bagi Pemerintah Kota
Semarang. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.45

Perkembangan Penduduk Berdasarkan Pendidikan Yang Ditamatkan
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah penduduk tidak / 358.880 372.465 400.428 418.205
belum bersekolah - [jiwa] 386.960

2 Jumlah penduduk tidak 363.451 348.158 337.339 328.315 319.241
berijazah SD/MI - [jiwa]

3 Jumlah penduduk tamat 81.564 90.624 96.822 99.949 101.264
SD/MI - [jiwa]

4 Jumlah penduduk tamat 233.567 233.165 234.472 234.563 225.855
SMP/MTs - [jiwa]

5 Jumlah penduduk tamat 457.145 462.282 469.416 476.848 481.886
SMA/MA/SMK - [jiwa]

6 Jumlah penduduk tamat 4.775 5.080 5.213 5.246 5.347
Diploma I/II - [jiwa]

Jumlah penduduk tamat 53.027 53.862 54.701 55.410 56.096
7 Akademi/ D.III / Sarjana

Muda - [jiwa]

Jumlah penduduk tamat 135.193 138.482 141.497 144.638 148.599
8 Diploma IV/ Sarjana

(D.IV/S1) - [jiwa]

- 70 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
14.128 14.551 2013 15.184 15.626
9 Jumlah penduduk tamat
Magister (S2) - [jiwa] 14.816 683

10 Jumlah penduduk tamat 484 557 585 633
Doktor (S3) - [jiwa]

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2015

3). Rasio Ketergantungan

Angka rasio ketergantungan menurut kecamatan di Kota Semarang
termasuk tinggi. Data dari Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil
menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia > 64 tahun pada tahun 2014 adalah
94.088 jiwa dengan rasio ketergantungan 39,68.Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat dari tabel di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

Tabel 4.46
Perkembangan Rasio Ketergantungan di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

N/A N/A (5) 393.039

1 Jumlah penduduk usia < 15 N/A 370.323
tahun - [jiwa]

2 Jumlah penduduk usia 15 – N/A N/A N/A 1.170.507 1.277.746
64 tahun - [jiwa]

3 Jumlah penduduk usia > 64 N/A N/A N/A 94.088 110.020
tahun - [jiwa]

4 Rasio Ketergantungan - [jiwa] N/A N/A N/A 39,68 39,37

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2015

4). Rasio Penduduk ber-KTP per Satuan Penduduk

Perkembangan rasio penduduk ber-KTP hanya tersedia lengkap pada tahun
2015. Untuk jumlah penduduk yang memiliki KTP di tahun 2014 sebanyak
1.216.765 jiwa dan untuk tahun 2015 sebanyak 1.159.894 jiwa. Sedangkan
banyaknya penduduk yang berusia > 17 tahun dan atau telah menikah adalah
1.331.469 jiwa, sehingga rasio penduduk ber-KTP di tahun 2015 adalah sebesar
87,11 persen. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

- 71 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.47

Perkembangan Penduduk ber-KTP per Satuan Penduduk
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

N/A N/A (5)

1 Jumlah penduduk yang N/A N/A N/A 1.216.765 1.159.894
memiliki KTP - [orang]
N/A N/A
2 Jumlah penduduk usia > 17 N/A N/A 1.331.469
atau telah menikah - [orang]

3 Persentase - [orang per 1.000 N/A N/A 87,11
penduduk]

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2015

5). Rasio Penduduk dan Bayi Berakte Lahir

Rasio bayi yang berakte lahir dibandingkan dengan jumlah kelahiran di
Kota Semarang selama 5 tahun terkahir ini berfluktuatif. Sedang persentase di
tahun 2011 sebanyak 88,77 % dan di tahun 2015 adalah sebanyak 95,11%. Dan
dapat diartikan bahwa sebanyak 95 bayi dari 100 bayi mempunyai akte lahir.
Sedangkan sampai dengan tahun 2015 rasio penduduk yang berakta lahir adalah
74,07 jiwa per 1.000 penduduk. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

Tabel 4.48

Perkembangan Penduduk dan Bayi ber-Akte Lahir di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Jumlah bayi berakta 24.842 23.556 N/A 152.414 22.677
lahir - [jiwa]

2 Jumlah kelahiran bayi 22.052 22.389 N/A 111.263 21.569
- [jiwa]

3 Persentase - [jiwa per 88,77 95,05 N/A 73,00 95,11
100 bayi]

4 Jumlah penduduk N/A N/A N/A 1.203.887 1.319.092
berakta lahir – [jiwa]

5 Jumlah penduduk – 1.702.217 1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.780.805
[jiwa]

Rasio penduduk N/A N/A N/A 68,35 74,07
6 berakta lahir – [jiwa

per 1.000 penduduk]

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2015

- 72 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

4.1.11. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, indikator
kinerja pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :

1). Rata-Rata Jumlah Keluarga dan Anak

Jumlah keluarga di Kota Semarang pada tahun 2011 sebanyak 392.036
keluarga dengan jumlah anak sebanyak 371.430 anak. Dalam rentang lima tahun
terakhir, jumlah tersebut meningkat menjadi sebanyak 424.493 keluarga dengan
jumlah anak sebanyak 334.846 anak di tahun 2015. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.49

Perkembangan Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jumlah anak - [anak] 371.430 413.491 (5) 334.846 334.846

334.806

2 Jumlah keluarga - [KK] 392.036 389.801 389.571 407.544 424.493

3 Rata-rata anak per 0,95 1,06 0,86 0,82 0,79
keluarga - [anak per KK]

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015

2). Partisipasi Perempuan di Lembaga Pemerintah & Swasta

Perkembangan partisipasi perempuan di lembaga pemerintahan selama 5
tahun terkahir terus meningkat, begitu pula untuk partisipasi perempuan di
lembaga swasta juga mengalami peningkatan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.50

Perkembangan Partisipasi Perempuan di Lembaga Pemerintah & Swasta
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

8.488 (5) 16.713 N/A

1 Jumlah perempuan di lembaga 8.250 16.745
pemerintahan - [orang]

2 Jumlah perempuan di lembaga 123.304 127.169 127.169 127.169 N/A
swasta - [orang]

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015

- 73 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

4.1.12. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Pada Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, indikator kinerja
pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :

1). Jumlah dan Rasio Akseptor KB

Jumlah pasangan usia subur di Kota Semarang pada tahun 2015 sebanyak
264.896 pasangan, hal tersebut meningkat dari sebanyak 259.371 di tahun 2011.
Begitu pula jumlah pasangan yang menjadi akseptor KB di Kota Semarang
sebanyak 204.508 akseptor di tahun 2015. Dari jumlah tersebut, secara
keseluruhan menjadi akseptor KB aktif. Begitu pula dengan angka rasio akseptor
KB dan angka cakupan peserta KB aktif yang cenderung meningkat. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.51

Perkembangan Jumlah dan Rasio Akseptor KB di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

(5)

1 Jumlah akseptor KB - 197.197 201.462 201.739 202.574 204.508
[akseptor]

2 Jumlah akseptor KB aktif - 197.197 201.462 201.739 202.574 204.508
[akseptor]

3 Jumlah pasangan usia 259.371 261.320 263.862 264.353 264.896
subur - [pasangan]

4 Rasio akseptor KB - [%] 76,03 77,09 76,46 76,63 77,20

3 Cakupan peserta KB aktif - 76,03 77,09 76,46 76,63 77,20
[%]

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015

2). Jumlah Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera

Jumlah keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I pada tahun 2015 di
Kota Semarang adalah sebanyak 42.366 keluarga dan 74.785 keluarga. Dalam
rentang tahun 2011 – 2014, jumlah keluarga terus meningkat kecuali untuk
jumlah keluarga pra sejahtera dan jumlah keluarga sejahtera plus III plus yang
semakin menurun. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

- 74 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.52

Perkembangan Jumlah Keluarga Menurut Tahapan Keluarga Sejahtera
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

42.777 (5) 42.366 -

1 Jumlah keluarga Pra Sejahtera 42.136 44.418
– [keluarga]

2 Jumlah keluarga sejahtera I – 113.037 114.007 73.052 74.785 -
[keluarga]

3 Jumlah keluarga sejahtera II – 82.374 87.614 89.651 90.938 -
[keluarga]

4 Jumlah keluarga sejahtera III – 154.727 156.158 161.254 161.172 -
[keluarga]

5 Jumlah keluarga sejahtera III 113.037 114.007 42.169 44.626 -
plus – [keluarga] 196.626 199.438 203.423 205.798 -

6 Jumlah keluarga – [keluarga]

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015

4.1.13. Urusan Sosial

Pada Urusan Sosial, indikator kinerja pembangunan daerah Kota Semarang
digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Sarana Sosial

Sarana sosial yang dimiliki oleh Kota Semarang adalah panti asuhan, panti
jompo, panti rehabilitasi, rumah singgah dan sarana sejenis lainnya yang
mendukung mengatasi masalah sosial di Kota Semarang, untuk lebih lengkapnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.53
Perkembangan Jumlah Sarana Sosial di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jumlah Panti Asuhan – [buah] 83 103 (5) 103 103
6 6 6
2 Jumlah Panti Jompo – [buah] 6 103
2 6 2 2

3 Jumlah Panti Rehabilitasi – 4 22 4 4
[buah]
2 2 2
4 Jumlah Rumah Singgah – [buah] 44

5 Jumlah Sarana Sejenis Lainnya – 22
[buah]

Sumber : Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, 2015

- 75 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

2). Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Jumlah PMKS di Kota Semarang pada tahun 2015 sebanyak 8.547 jiwa.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi tahun 2011-2012
yang sebesar 3.874 jiwa. Jumlah yang tertangani menunjukkan kondisi yang
menurun, tahun 2013-2014 hanya 168 jiwa. Untuk Lebih Lengkapnya dapat dilihat
pada tabel berikut :

Tabel 4.54

Perkembangan Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah PMKS - [jiwa] 503 720 168 168
168
2 Jumlah PMKS tertangani - 3.874 3.874 8.547 8.547
[jiwa] 8.547
12,98 18,59 1,97 1,97
3 Persentase - [%] 1,97

Sumber : Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, 2015

4.1.14. Urusan Ketenagakerjaan

Pada Urusan Ketenagakerjaan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Penduduk Usia 15 tahun Keatas Dirinci Menurut Angkatan Kerja
Dan Bukan Angkatan Kerja

Perkembangan jumlah penduduk yang bekerja di Kota Semarang
mengalami peningkatan selama periode 2011 – 2014. Dan sampai pada akhir tahun
2014 meningkat menjadi 796.806 orang. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :

Tabel 4.55

Perkembangan Penduduk Usia 15 tahun Keatas
Dirinci Menurut Angkatan Kerja di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Angkatan Kerja :
(1) Penduduk Yang 684.312 637.582 796.806 796.806
Bekerja – [jiwa]

- 76 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
86.604 2013 77.726
(2) Penduduk Yang
Menganggur – [jiwa] 71.378 77.726

(3) Jumlah Angkatan 770.916 708.960 874.532 874.532
Kerja – [jiwa]

5 Bukan Angkatan Kerja :

(1) Sekolah – [jiwa] 299.864 323.099 266.626 266.626

(2) Mengurus Rumah 261.329 216.715 171.104 171.104
Tangga – [jiwa]

(3) Lainnya – [jiwa] 76.098 66.633 8.532 8.532

(4) Jumlah Bukan 637.291 606.447 446.262 446.262
Angkatan Kerja – [jiwa]

(5) Jumlah Penduduk Usia 1.408.207 1.315.407 1.320.794 1.320.794
Kerja – [jiwa]

3 Tingkat Partisipasi 54,74 53,90 66,21 66,21
Angkatan Kerja (TPAK)

4 Tingkat Pengangguran 11,23 10,07 8,89 8,89
Terbuka (TPT)

5 Jumlah Pencari Kerja 18.341 13.995 27.039 18.768

6 Jumlah Pencari Kerja yang 9.003 10.263 18.819 11.692
Ditempatkan

7 Angka Pencari Kerja yang 49,09 73,33 69,60 62,30
Ditempatkan

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang, 2015

2). Jumlah Sengketa Pengusaha Dan Pekerja

Perkembangan jumlah sengketa pengusaha dan pekerja di Kota Semarang
menunjukkan penurunan, dari 6,10% pada tahun 2011 menjadi 2,74% pada tahun
2014. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.56

Perkembangan Jumlah Sengketa Pengusaha dan Pekerja di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

1 Jumlah sengketa – [kasus] 193 193 (5) 100

3.162 211 3.653

2 Jumlah perusahaan – 6,10 3.325 3.546 2,74
[perusahaan] 5,80 5,95

3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang, 2015

- 77 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

3). Jumlah Perusahaan yang menerapkan Keselamatan dan
Perlindungan

Indikator Jumlah Perusahaan yang menerapkan Keselamatan dan
Perlindungan mengalami perkembangan yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan
adanya peningkatan jumlah perusahaan yang telah menerapkan. Pada tahun 2011,
jumlah perusahaan yang menerapkan keselamatan dan perlindungan sebanyak 355
perusahaan, kemudian meningkat menjadi 452 perusahaan pada tahun 2014.
Untuk selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.57

Perkembangan Jumlah Perusahaan Yang Menerapkan Keselamatan dan
Perlindungan di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
452
Jumlah perusahaan yang
3.653
1 menerapkan Keselamatan 355 395 445 12,37
dan Perlindungan –

[perusahaan]

2 Jumlah perusahaan – 3.162 3.325 3.546
[perusahaan] 11,23 11,88 12,55

3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang, 2015

4). Perselisihan Buruh dan Pengusaha Terhadap Kebijakan Pemerintah
Daerah

Jumlah perselisihan antara buruh dan pengusaha di Kota Semarang
selama periode 2011 – 2014 menunjukkan penurunan capaian dari 193 kasus pada
tahun 2011 menjadi 100 kasus pada tahun 2014. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.58

Perkembangan Jumlah Perselisihan Buruh Dan Pengusaha Terhadap
Kebijakan Pemerintah Daerah di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)

Jumlah perselisihan buruh

1 dan pengusaha terhadap 193 193 211 100
kebijakan pemerintah

daerah – [kasus]

- 78 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
193 2013 100
Jumlah perselisihan buruh
dan pengusaha terhadap 100,00 193 211 100,00
2 kebijakan pemerintah
daerah yang terselesaikan – 100,00 100,00
[kasus]

3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang, 2015

4.1.15. Urusan Koperasi dan UMKM

Pada Urusan Koperasi dan UMKM, indikator kinerja pembangunan daerah
Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Persentase Koperasi Aktif

Perkembangan jumlah koperasi di Kota Semarang menunjukkan
penurunan dari tahun 2011 sebanyak 1.035 koperasi menjadi 1.007 koperasi pada
tahun 2015. Berbeda halnya dengan kondisi koperasi aktif yang menunjukkan
peningkatan dari tahun 2011 sebanyak 804 koperasi menjadi 805 koperasi. Untuk
selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.59

Perkembangan Persentase Koperasi Aktif di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah koperasi aktif – 804 831 772 805
[unit] 777
974 1.007
2 Jumlah total koperasi – 1.035 1.057 987 79,26 79,94
[unit] 77,68 78,62 78,72

3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, 2015

2). Jumlah UKM Aktif Non BPR /LKM

Jumlah UKM aktif non BPR / LKM pada tahun 2015 sebanyak 11.692
UKM, angka tersebut terbilang meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun
sebelumnya. Sementara itu jumlah BPR aktif tidak ada perubahan setiap tahunnya
selama periode 2011 – 2015. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :

- 79 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.60

Perkembangan Persentase Koperasi Aktif di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian Tahun

(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah UKM Aktif Non BPR – [unit] (3) (4) (5) (6) (7)
2 Jumlah UKM Aktif Non LKM – [unit]
3 Jumlah UKM Aktif BPR/LKM – [unit] 11.142 11.208 11.383 11.603 11.692
4 Jumlah BPR Aktif – [unit] 11.142
5 Jumlah Total BPR – [unit] 11.142 11.208 11.383 11.603 11.692
6 Jumlah LKM Aktif – [unit] 11.208 11.383 11.585 11.692
7 Jumlah Total LKM – [unit] 2
8 Jumlah Seluruh BPR/LKM – [unit] 2 22 2 2
454 22 2 2
454 582 582
456 571 582 582 582
584 584
571 582
573 584

Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, 2015

3). Persentase Usaha Mikro dan Kecil

Perkembangan Persentase Usaha Mikro dan Kecil Kota Semarang
menunjukkan peningkatan. Kondisi ini dapat dilihat pada tahun 2011 sebesar 80%,
mulai meningkat pada tahun 2012 menjadi 81,48%, pada tahun 2013 menjadi
81,76%. Kemudian terus meningkat pada tahun 2014 dan 2015 menjadi 82,55%
dan 92,00%. Selengkapnya disajikan melalui tabel di bawah ini :

Tabel 4.61

Perkembangan Persentase Usaha Mikro dan Kecil di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah usaha mikro dan kecil – 8.914 9.132 9.563 10.757
[unit] 9.307
11.585 11.692
2 Jumlah seluruh ukm – [unit] 11.142 11.208 11.383 82,55 92,00
80,00 81,48 81,76
3 Persentase - [%]

Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, 2015

4). Kelompok Pedagang / Usaha Informal

Pada tahun 2015, jumlah kelompok pedagang / usaha informal di Kota
Semarang sebanyak 899 kelompok. Namun dari jumlah tersebut, belum ada
kelompok pedagang / usaha informal yang mendapatkan pembinaan. Dari sisi

- 80 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

jumlah kelompok usaha menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat tabel di bawah ini :

Tabel 4.62

Perkembangan Kelompok Pedagang / Usaha Informal dan Kelompok Pengrajin
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015

(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)

Jumlah Kelompok Pedagang / Usaha (5) 147 0
1 Informal Yang Dapat Bantuan Binaan
200 183 190 840 899
Pemda – [kelompok]

2 Jumlah Seluruh Kelompok Pedagang 320 503 693
/ Usaha Informal – [kelompok]

Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, 2015

4.1.16. Urusan Penanaman Modal

Pada Urusan Penanaman Modal, indikator kinerja pembangunan daerah
Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Perkembangan Jumlah investasi dan Investor PMA / PMDN

Jumlah investor dalam negeri yang masuk di Kota Semarang pada tahun
2015 adalah sebanyak 4.405 investor, meningkat jauh dibandingkan tahun
sebelumnya yang mencapai 2.577 investor. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.63

Perkembangan Investasi dan Investor PMA / PMDN di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Investor Dalam 3.529 2.741 4.405 1.677
Negeri (PMDN) – [investor] 2.866

2 Jumlah Investor Asing (PMA) 17 43 33 45 29
– [investor]

3 Jumlah Investasi PMDN

a). Jumlah proyek yang 3.529 2.741 2.866 2.577

disetujui – [buah]

b). Nilai Investasi yang 2.318,59 1.554,97 4.129,10 5.332,51 1.918,67

disetujui – [milyar Rp.]

c). Jumlah proyek yang 3.529 2.741 2.866 2.577

terealisasi – [buah]

- 81 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
d). Nilai Investasi yang
2.318,59 1.554,97 4.129,10 5.332,51 1.918,67
terealisasi – [milyar Rp.]
4 Jumlah Investasi PMA 17 43 33 19 22
559,70 2.120,27 1.243,06 2.592,01 4.276,59
a). Jumlah proyek yang
17 43 33 19 22
disetujui – [buah] 559,70 2.120,27 1.243,06 2.592,01 4.276,59

b). Nilai Investasi yang

disetujui – [milyar Rp.]

c). Jumlah proyek yang

terealisasi – [buah]

d). Nilai Investasi yang

terealisasi – [milyar Rp.]

Sumber : Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, 2015

2). Rasio Daya Serap Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja yang berkerja PMDN/PMA di Kota Semarang
menunjukkan penurunan pada tahun 2015, Tren tenaga kerja yang berkerja
PMDN/PMA pada tahun 2011 sebanyak 16.515 orang, meningkat sampai tahun
2013 menjadi 26.337 orang. Akan tetapi pada tahun 2014 menunjukkan kondisi
penurunan yang tajam menjadi 17.945 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.64

Perkembangan Rasio Daya Serap Tenaga Kerja di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
16.515
1 Jumlah tenaga kerja yang 20.370 26.337 39.505 14.144
berkerja PMDN/PMA – [orang]

2 Jumlah seluruh PMA/PMDN – 3.546 2.784 2.899 4.405 1.706
[unit]

3 Rasio daya serap tenaga kerja – 2,33 2,87 3,70 5,55 1,98
[poin]

Sumber : Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, 2015

3). Perkembangan Penyelesaian Izin Lokasi Kota Semarang

Secara uumm jumlah ijin lokasi yang diajukan dengan yang direalisasikan
di Kota Semarang sudah berjalan dengan baik. Kondisi ini ditunjukkan
perbandingan antara jumlah yang diajukan dengan yang direalisasi sama, seperti
pada tabel dibawah ini :

- 82 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.65

Perkembangan Penyelesaian Izin Lokasi di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah ijin lokasi – [buah] 16 18 41 22
33
22
2 Jumlah ijin lokasi yang 16 18 33 41
terealisasikan – [buah] 100,00

3 Persentase - [%] 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, 2015

4). Perkembangan Lama Proses Perijinan Kota Semarang

Proses perijinan di Kota Semarang terdiri atas proses perijinan bidang
ekonomi, bidang kesejahter rakyat dan bidang pembangunan, Ijin usaha bidang
ekonomi meliputi Ijin Usaha Angkutan, Ijin Usaha Industri (IUI), Ijin Usaha Toko
Modern (IUTM), Ijin Waralaba, Pengesahan Akta Pendirian Koperasi, SIUP
Perdagangan Minuman Beralkohol Untuk Diminum (SIUP - MB), Surat Ijin Usaha,
Tanda Daftar Gudang (TDG), Tanda Daftar Industri (TDI) dan Tanda Daftar
Perusahaan (TDP), Untuk bidang kesejahteraan rakyat, ijin yang dikeluarkan
meliputi Ijin Optik, Ijin Penyelenggaraan Medik Dasar Swasta Rawat Inap, Ijin
Klinik Kecantikan Estetika, Ijin Klinik Spesialis, Ijin Laboratorium Kesehatan
Swasta, Ijin Pedagang Eceran Obat / Toko Obat (TO), Ijin Penyelenggaraan Medik
Dasar Swasta, Ijin Penyelenggaraan Reklame, Ijin Tenaga Kesehatan (kecuali
dokter), Ijin Titik Reklame dan Ijin Usaha Apotek, Untuk bidang pembangunan, ijin
yang dikeluarkan meliputi Persetujuan Penempatan dan Pengelolaan Tower
Bersama, Persetujuan Pendirian SPBU/SPBE, Persetujuan Pendirian Rumah Sakit,
Persetujuan Pendirian Hotel, Penetapan Lokasi, Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK),
Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Lokasi dan Ijin Gangguan (HO).Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.66

Perkembangan Lama Proses Perijinan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah ijin yang terbit – 16.012 16.938 17.502 11.355
[buah] 15.301

- 83 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
16.095 2013 17.506 66

2 Jumlah total pengajuan ijin 17.136 15.739 99,98 N/A
– [buah]

3 Persentase - [%] 99,48 98,84 97,22

Sumber : Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, 2015

4.1.17. Urusan Kebudayaan

Pada Urusan Kebudayaan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Jumlah Grup dan Gedung Kesenian

Perkembangan jumlah grup kesenian di Kota Semarang dari tahun ke
tahun mengalami peningkatan. Jumlah grup kesenian pada tahun 2015 sebanyak
222 buah, menurun dari jumlah semula yang sejumlah 305 buah. Sementara itu
untuk gedung kesenian di Kota Semarang selama periode tahun 2011-2013
menunjukkan jumlah yang tetap yaitu sebanyak 13 buah gedung kesenian dan
kemudian sedikit meningkat di tahun 2014 menjadi 14 buah, serta meningkat
pesat di tahun 2015 yang sebanyak 103 buah. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.67

Perkembangan Jumlah Grup dan Gedung Kesenian di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah group kesenian – 305 373 364 222
[buah] 336
14 103
2 Jumlah gedung kesenian – 13 13 13
[buah]

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, 2015

2). Jumlah Penyelenggaraan dan Sarana Penyelenggaraan Seni Budaya

Perkembangan jumlah penyelenggaraan seni budaya di Kota Semarang
dalam kurun waktu 2011 – 2015 mengalami peningkatan dari sebanyak 67 kali
menjadi 415 kali. Sedangkan untuk jumlah sarana penyelenggaraan di tahun 2015
sebanyak 14 buah. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

- 84 -

Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang

Tabel 4.68

Perkembangan Jumlah Penyelenggaraan dan
Sarana Penyelenggaraan Seni Budaya di Kota Semarang

Tahun 2011 – 2015

No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah penyelenggaraan 67 67 136 415
festival – [kali] 145
111 14
2 Jumlah sarana 98 98 133
penyelenggaraan – [buah]

Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, 2015

4.1.18. Urusan Kepemudaan dan Olahraga

Pada Urusan Kepemudaan dan Olahraga, indikator kinerja pembangunan
daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :

1). Jumlah Organisasi Pemuda dan Olah Raga

Perkembangan organisasi kepemudaan dalam kurun waktu 2 tahun (2011-
2012) menunjukkan jumlah yang tetap sebanyak 48 buah, tahun 2013, 2014 dan
2015 meningkat menjadi sebanyak 60 buah. Untuk jumlah organisasi olahraga
menunjukkan ada kenaikan yang sangat baik selama periode tersebut, menjadi
sebanyak 64 buah pada tahun 2014 dari 3 buah pada tahun 2011. Selengkapnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.69

Perkembangan Jumlah Organisasi Pemuda dan Olahraga di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015

Tahun 2014 2015
No Uraian
(6) (7)
2011 2012 2013
60 60
(1) (2) (3) (4) (5)
44 44
1 Jumlah organisasi kepemudaan – [buah 48 48 60

2 Jumlah organisasi olahraga – [buah] 3 41 41

Sumber : Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, 2015

2). Jumlah Klub dan gedung Olahraga

Perkembangan jumlah klub olahraga di Kota Semarang pada tahun 2011-
2015 menunjukan jumlah yang sama yaitu meningkat menjadi 608 buah.
Sementara itu di Kota Semarang pada tahun 2011 belum mempunyai gedung

- 85 -


Click to View FlipBook Version