Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
olahraga. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2012–2015 jumlah gedung
olahraga terbangun sebanyak 115 buah. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 4.70
Perkembangan Jumlah Organisasi Pemuda dan Olahraga di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian Tahun
(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah klub olahraga– [buah (3) (4) (5) (6) (7)
2 Jumlah gedung olahraga – [buah]
608 608 608 608 608
115 115 115 115 115
Sumber : Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, 2015
4.1.19. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
Pada Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, indikator kinerja
pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :
1). Perkembangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Perkembangan jumlah LSM di Kota Semarang menunjukkan ada
penurunan dilihat dari sisi jumlah. Jumlah LSM terdaftar paling banyak pada
tahun 2013 yang mencapai 68 LSM, kemudian mengalami penurunan pada tahun
2014 menjadi 39 LSM. Dari pendataan tahun 2013-2014, jumlah LSM yang
terdaftar juga masih dalam kondisi aktif, Selengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini ;
Tabel 4.71
Perkembangan Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
49 (5) 39 N/A
1 Jumlah LSM terdaftar – 56 68
[buah
2 Jumlah LSM aktif – [buah] 37 39 68 39 N/A
3 Jumlah LSM non aktif – 12 17 0 0 N/A
[buah]
Sumber : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Semarang, 2015
- 86 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
2). Perkembangan Banyaknya Kegiatan Pembinaan terhadap LSM,
Ormas, OKP dan Perpolitikan Daerah
Jumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan terhadap
LSM, Organisasi Masyarakat, OKP dan politik daerah dalam lima tahun terakhir
tidak ada perubahan, Pembinaan terhadap LSM, ormas dan OKP setiap tahunnya
sebanyak 7 kegiatan. Sementara untuk pembinaan politik daerah setiap tahunnya
2 kegiatan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.72
Perkembangan Kegiatan Pembinaan terhadap LSM, Ormas, OKP dan
Perpolitikan Daerah di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Pembinaan terhadap LSM – 7 7 7 7
[keg] 7
2 Pembinaan terhadap 77777
Ormas – [keg]
3 Pembinaan terhadap OKP 77777
– [keg]
4 Pembinaan terhadap Politik 2 2 2 2 2
Daerah – [keg]
Sumber : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Semarang, 2015
4.1.20. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi
Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
Pada Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi
Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian, indikator
kinerja pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :
1). Jumlah Polisi Pamong Praja, Linmas dan Poskamling
Jumlah polisi pamong praja jika dibandingkan dengan jumlah penduduk
Kota Semarang pada tahun 2014 memiliki rasio sebesar 43,24%. Kondisi tersebut
menunjukkan ada kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 42,04%,
tahun 2012 sebesar 42,00%, dan tahun 2011 sebesar 41,76%. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
- 87 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 4.73
Perkembangan Polisi Pamong Praja di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah polisi pamong praja 6.378 6.487 7.458 7.133
– [buah 6.855
6.487 6.555 7.383 7.133
2 Jumlah linmas – [buah] 7.458
4.018 4.888 5.444 5.472
3 Jumlah Poskamling – 5.108
[buah]
Sumber : Kantor Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, 2015
2). Aksi Unjuk Rasa Kota Semarang
Aksi unjuk rasa di Kota Semarang paling banyak terjadi pada kasus
pemogokan kerja yaitu sebanyak 4 aksi pada tahun 2015 dengan jumlah massa
kurang lebih sebanyak 2.000 orang. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 4.74
Perkembangan Unjuk Rasa di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Bidang politik 10 3
a]. Jumlah Aksi – [aksi] 48 34 24 494 500
b]. Jumlah Peserta – 2.000 1.200 480
[orang] 6 2
42 37 10 8.570 200
2 Bidang ekonomi 1.150 950 100
a]. Jumlah Aksi – [aksi] 0 4
b]. Jumlah Peserta – 36 28 20 0 2.000
[orang] 3.500 3.000 3.000
8 1
3 Kasus pemogokan kerja 0 0 12 870 200
a]. Jumlah Aksi – [aksi] 0 0 20
b]. Jumlah Peserta –
[orang]
4 Bidang lainnya
a]. Jumlah Aksi – [aksi]
b]. Jumlah Peserta –
[orang]
Sumber : Kantor Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, 2015
- 88 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
3). Perkembangan Jumlah Peraturan Daerah
Jumlah RAPERDA yang diterbitkan pada periode tahun 2011-2015
menunjukkan jumlah yang meningkat. Pada tahun 2011 jumlah RAPERDA yang
diterbitkan sebanyak 19 buah, menurun menjadi 13 buah di tahun 2015.
Sedangkan jumlah PERDA yang diterbitkan pada tahun 2011 sebanyak 23 buah,
menurun menjadi 1 buah pada tahun 2015. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel
di bawah ini :
Tabel 4.75
Perkembangan Polisi Pamong Praja di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah RAPERDA yang 19 11 11 13
diterbitkan – [buah] 11
11 1
2 Jumlah PERDA yang 23 14 12
diterbitkan – [buah]
Sumber : Kantor Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, 2015
4). Penegakan Peraturan Daerah (PERDA)
Jumlah pelanggaran perda dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan,
Tahun 2010, jumlah pelanggaran perda sebanyak 426 kasus, meningkat menjadi
721 kasus pada tahun 2014, Rasio pelanggaran perda paling tinggi terjadi pada
tahun 2013 mencapai 141,30%, Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel
berikut di bawah ini :
Tabel 4.76
Perkembangan Penyelesaian Penegakan Perda di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah penyelesaian 389 574 409
1 penegakan PERDA – 207 845
421 721 447
[kasus] 92,40 79,61 91,50
2 Jumlah pelanggaran 388 598
PERDA – [kasus] 53,35 141,30
3 Rasio pelanggaran PERDA –
[%]
Sumber : Kantor Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, 2015
- 89 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
5). Pelanggaran dan Penyelesaian Pelanggaran K3
Jumlah pelanggaran K3 di Kota Semarang trennya terlihat membaik, yaitu
pada tahun 2011 sebanyak 485 kasus menjadi 132 kasus pada tahun 2015. Rasio
penyelesaian pelanggaran K3 paling baik terjadi pada tahun 2015 yang mencapai
98,48%. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.77
Perkembangan Penyelesaian Pelanggaran K3 di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah penyelesaian 380 325 243 238
pelanggaran K3 – [kasus] 285
249 242
2 Jumlah pelanggaran K3 – 485 565 365
[kasus] 97,59 98,35
3 Rasio Penyelesaian 78,35 57,52 78,08
Pelanggaran K3 – [%]
Sumber : Kantor Satpol PP dan Linmas Kota Semarang, 2015
6). Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran
Jumlah mobil pemadam kebakaran di Kota Semarang pada tahun 2015
sebanyak 18 armada, menurun dari jumlah pada tahun sebelumnya. sementara
itu, pada tahun 2014 jumlah mobil pemadam kebakaran ada sekitar 2 unit. Jumlah
Penduduk Kota Semarang pada tahun tersebut sebanyak 1.584.906 jiwa, pada
tahun 2014. Jika dibandingkan antara jumlah armada dperhubungan jumlah
penduduk, maka persentase pelayanan bencana di Kota Semarang baru mencapai
0,00139%. Perkembangan cakupan pelayanan bencana kebakaran Kota Semarang
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.78
Perkembangan Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah mobil pemadam 19 19 23 31
kebakaran – [unit] 14
2 Jumlah Penduduk – [jiwa] 1.544.358 1.559.198 1.572.105 1.584.906 1.584.906
3 Persentase pelayanan 0,00123 0,00122 0,00089 0,00145 0,00196
bencana – [persen]
Sumber : Dinas Kebakaran Kota Semarang, 2015
- 90 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
7). Tingkat Waktu Tanggap (Response Time Rate) Kejadian Kebakaran
Jumlah Kejadian Kebakaran di Kota Semarang pada tahun 2015 sebanyak
89 kasus. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2014
sebanyak 211 kasus. Jumlah Ketepatan Waktu tindakan pemadam kebakaran < 15
menit rata-rata mencapai 82 kasus sedangkan > 15 menit rata-rata dalam lima
tahun mencapai 7 kasus. Persentase tingkat waktu tanggap paling baik terjadi pada
tahun 2015 dengan tingkat ketepatan mencapai 92,13%. Untuk lebih lengkapnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.79
Perkembangan Tingkat Waktu Tanggap ( Response Time Rate )
Pemadam Kebakaran di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(6) (7)
(1) (2) (3) (4) (5)
Jumlah Ketepatan Waktu tindakan pemadam kebakaran
1
(response time rate = 15 menit) – [kasus]
- < 15 menit 167 193 145 207 383
- > 15 menit 38 62 66 58 20
2 Jumlah Kejadian 205 255 211 265 403
Kebakaran – [kasus]
Persentase tingkat
3 waktu tanggap 81,46 75,69 68,72 78,11 95,04
(response time rate =
15 menit) – [persen]
Sumber : Dinas Kebakaran Kota Semarang, 2015
4.1.21. Urusan Ketahanan Pangan
Pada Urusan Ketahanan Pangan, indikator kinerja pembangunan daerah
Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Regulasi Ketahanan Pangan Kota Semarang
Bentuk regulasi ketahanan pangan Kota Semarang meliputi Peraturan
Daerah, Peraturan Walikota, Surat Keputusan Walikota, Surat Edaran Walikota dan
regulasi lainnya. Regulasi yang digunakan selama periode 2011 – 2014 adalah
Surat Keputusan Walikota yang pada tahun 2011 tidak ada SK Walikota yang
dikeluarkan terkait dengan ketahanan pangan. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
- 91 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 4.80
Perkembangan Perkembangan Regulasi Ketahanan Pangan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
1 Bentuk regulasi ketahanan pangan (5) 0 0
0 0
a]. Peraturan Daerah 0 00 1 1
b]. Peraturan Walikota 1 00 0 0
c]. Surat Keputusan Walikota 0 13 0 0
d]. Surat Edaran Walikota 0 00
e]. Regulasi Lainnya 0 00
Sumber : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang, 2015
2). Ketersediaan Pangan Utama Kota Semarang
Perkembangan jumlah ketersediaan pangan utama seperti padi, jagung,
dan palawija selama periode 2011 – 2014 mengalami peningkatan. Jumlah
ketersediaan padi pada tahun 2011 adalah 201.260 ton meningkat menjadi
128.276,43 ton pada tahun 2015. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel
di bawah ini :
Tabel 4.81
Perkembangan Perkembangan Regulasi Ketahanan Pangan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Rata-rata jml ketersediaan 201,26 429,69 421,77 128,27
padi setahun – [ribu ton] 435,06
2 Rata-rata jml ketersediaan 3.101,00 3.675,00 3.731,00 5.375,00 4.755,78
jagung setahun – [ton]
3 Rata-rata jml ketersediaan 16.417,00 16.401,00 14.931,00 12.712,00 5.065,47
palawija setahun – [ton]
Rata-rata jml ketersediaan 220,78 449,77 453,72 439,86 130,09
4 padi, jagung dan palawija
setahun – [ribu ton]
5 Jumlah Penduduk 1.544.358 1.559.198 1.572.105 1.584.906 1.595.267
Ketersediaan Pangan 142,958 288,466 288,607 277,531 81,552
6 Utama – [per 1.000
penduduk]
Sumber : Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang, 2015
- 92 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
4.1.22. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Pada Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, indikator kinerja
pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :
1). Kelompok Binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
Perkembangan Jumlah Kelompok Binaan Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat (LPM) di Kota Semarang tidak banyak perubahan. Secara keseluruhan
terdapat 177 kelompok dengan persebaran pada masing-masing kecamatan dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.82
Perkembangan Kelompok Binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
1 Jml kel. Binaan LPM – [kelompok] 177 177 (5) 177 177
2 Jml LPM berprestasi – [kelompok] 0 0 0 0
3 Jml LPM – [kelompok] 177
177 177 0 177 177
177
Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015
2). Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Searang terdiri
dari jumlah kelompok binaan PKK dan jumlah PKK aktif. Jumlah kelompok binaan
PKK di Kota Semarang terdapat 16 kelompok dan secara keseluruhan 177 PKK di
Kota Semarang dalam kondisi aktif. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 4.83
Perkembangan Jumlah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian Tahun
(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah kel. Binaan PKK – [kelompok] (3) (4) (5) (6) (7)
2 Jumlah PKK aktif – [kelompok]
3 Jumlah LPM – [kelompok] 177 177 177 177 177
0 0 0
00
177 177 177
177 177
Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015
- 93 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
3). Jumlah Keluarga, RW dan RT di Kota Semarang
Sampai dengan tahun 2015, jumlah keluarga di Kota Semarang meningkat
dari tahun sebelumnya yang terdiri dari 1.460 RW dengan jumlah RT sebanyak
9.960 RT. Perkembangan jumlah RT dan RW Dirinci Menurut Kecamatan di Kota
Semarang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.84
Perkembangan Jumlah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Rukun Tetangga 9.417 9.600 9.960 9.960
(RT) – [buah] 9.600
1.408 1.460 1.460
2 Jumlah Rukun Warga (RW) 1.422 1.422
– [buah]
3 Jumlah Keluarga – 196.626 199.438 203.423 205.798 424.493
[keluarga]
Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB Kota Semarang, 2015
4.1.23. Urusan Statistik
Pada Urusan Statistik, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Publikasi Semarang Dalam Angka dan PDRB Kota Semarang
Perkembangan ketersediaan publikasi Semarang Dalam Angka dan PDRB
Kota Semarang sejatinya sudah dilakukan selama lima tahun terakhir. Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.85
Perkembangan Publikasi Semarang Dalam Angka dan PDRB Kota Semarang
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
ada (5) ada ada
1 Ketersediaan publikasi Buku ada ada
Semarang Dalam Angka
2 Ketersediaan publikasi Buku ada ada ada ada ada
PDRB Kota Semarang
Sumber : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang, 2015
- 94 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
4.1.24. Urusan Kearsipan
Pada Urusan Kearsipan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Persentase Peningkatan SDM Pengelolaan Arsip
Perkembangan persentase peningkatan SDM pengelolaan arsip di Kota
Semarang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah SDM
pengelolaan arsip yang telah mengikuti pelatihan arsiparis pada tahun 2011
sebesar 42 orang, angka tersebut terus meningkat menjadi 55 orang pada tahun
2015. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.86
Perkembangan Persentase Peningkatan SDM Pengelolaan Arsip
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah SDM pengelolaan
1 arsip yang telah mengikuti 42 48 49 50 55
pelatihan arsiparis –
[orang]
2 Jumlah SDM pengelolaan 62 62 62 62 62
arsip – [orang]
Persentase peningkatan 67,74 77,42 79,03 80,65 88,71
3 SDM pengelolaan arsip –
[%]
Sumber : Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, 2015
4.1.25. Urusan Komunikasi dan Informatika
Pada Urusan Komunikasi dan Informatika, indikator kinerja pembangunan
daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Web Site dan Sistem Informasi Manajemen
Jumlah website milik SKPD pada tahun 2014 telah mencapai 24 web,
sedangkan untuk tahun 2015 belum ada data yang ditunjukkan terkait dengan
jumlah web. Jumlah website milik Pemerintah Kota sendiri terdapat 1 web yang
didukung dengan 63 Sistem Informasi Manajemen. Selengkapnya dapat dilihat
pada tabel berikut ini :
- 95 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 4.87
Perkembangan Web Site dan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
10 (5) 24 29
1 Jumlah Website milik SKPD – 1 10 19
[buah]
N/A
2 Jumlah Website milik 11 11
Pemerintah Daerah – [buah]
3 Jumlah SIM yang dimiliki oleh N/A 63 63 63
Pemerintah Daerah – [buah]
Sumber : Bagian PDE Setda Kota Semarang, 2015
2). Perkembangan Media Massa
Perkembangan media massa di Kota Semarang meliputi surat kabar,
penyiaran radio dan penyiaran televisi. Dari jenis media masa yang ada,
perkembangan meningkat ditunjukkan oleh penyiaran radio lokal dan penyaran
televisi nasional. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.88
Perkembangan Media Massa di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah media surat kabar – [buah] 5 5
5 6 6
Lokal 55 6
13 36
Nasional 66 34 5 5
5
2 Jumlah media penyiaran radio – [buah] 4 4
4 12 12
Lokal 34 34 10
Nasional 55
3 Jumlah media penyiaran televisi – [buah]
Lokal 44
Nasional 10 10
Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Semarang, 2015
3). Rasio Wartel/Warnet dan Jumlah Tower Jaringan Komunikasi
Rasio Wartel Per 1.000 Penduduk di Kota Semarang menunjukkan
penurunan yang drastis, hal ini dikarenakan penduduk Kota Semarang sudah
- 96 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
semakin beralih pada penggunaan handphone yaitu dari 270 SST menjadi 26 SST.
Sementara itu Rasio Warnet Per 1.000 Penduduk di Kota Semarang masih
menunjukkan fluktuasi setiap tahunnya. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.89
Perkembangan Rasio Wartel / Warnet dan Jumlah Tower Jaringan Komunikasi
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian Tahun
(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah Wartel – [SST] (3) (4) (5) (6) (7)
270 257 157 26 26
280 278 284
2 Jumlah Warnet – [unit] 0,159 302 157 0,015 0,015
0,164 0,158 0,159
3 Rasio Wartel – [Per 1.000 pddk] 0,149 0,090
504 669
4 Rasio Warnet – [Per 1.000 pddk] 0,176 0,090
5 Jumlah Tower Jaringan Komunikasi 609 569 654
– [unit]
Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Semarang, 2015
4.1.26. Urusan Perpustakaan
Pada Urusan Perpustakaan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Perpustakaan dan Pengunjung
Perkembangan jumlah perpustakaan daerah milik pemerintah selama lima
tahun terkahir cenderung sama yaitu sebanyak 1 unit, sedangkan perpustakaan
daerah non pemerintah yang bertambah banyak menjadi sebanyak . Selengkapnya
dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.90
Perkembangan Jumlah Perpustakaan dan Pengunjung di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(7)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1
1 Jumlah Perpustakaan Milik 1 1 1 1
Pemda – [buah 187
2 Jumlah Perpustakaan Non 131 156 170 186 875.321
Pemda – [buah]
Jumlah Pengunjung
3 Perpustakaan Milik Pemda 1.518.766 1.731.142 1.751.143 1.756.224
– [orang selama 1 tahun]
- 97 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013 N/A N/A
Jumlah Pengunjung
4 Perpustakaan Non Pemda N/A N/A N/A
– [orang selama 1 tahun]
Sumber : Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, 2015
2). Rasio Koleksi Buku Di Perpustakaan Daerah
Perkembangan rasio koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah
milik Pemerintah Daerah selama lima tahun terakhir terus meningkat. Dari jumlah
buku yang tersedia sebanyak 30.584 buku di tahun 2011 menjadi sebanyak 78.858
buku di tahun 2015, dengan rasionya sebesar 71,63 persen di akhir tahun 2015.
Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.91
Perkembangan Rasio Koleksi Buku Perpustakaan Daerah di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
Jumlah koleksi judul buku yang (5) 77.178 78.858
1 tersedia di Perpustakaan milik
30.584 40.570 42.871
pemerintah daerah – [buku]
Jumlah buku yang tersedia di 67.873 89.064 92.235 113.060 110.085
2 Perpustakaan milik pemerintah
daerah – [buku]
3 Rasio Koleksi Buku Di 45,06 45,55 46,48 68,26 71,63
Perpustakaan Daerah – [persen]
Sumber : Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, 2015
4.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan
4.2.1. Urusan Pertanian
Pada Urusan Pertanian, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Produktivitas Padi dan Bahan Pangan Utama Lokal
Lainnya
Perkembangan jumlah total produksi padi, jagung dan palawija Kota
Semarang mengalami penurunan, dari jumlah pada tahun 2011 sebanyak 59.706
ton menurun menjadi 48.236 ton. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel
di bawah ini :
- 98 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 4.92
Perkembangan Produktivitas Padi atau Bahan Pangan Utama Lokal Lainnya
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Total Produksi Padi 40,19 40,09 39,36 39,96
– [ribu ton] 38,43
3,10 3,67 3,80 2,63
2 Jumlah Total Produksi 2,74
jagung – [ribu ton] 16,42 16,40 7,39 5,64
10,22
3 Jumlah Total Produksi
palawija – [ribu ton]
Sumber : Dinas Pertanian Kota Semarang, 2015
2). Perkembangan Produksi Padi Atau Bahan Pangan Utama Lokal
Lainnya Hasil Kelompok Tani
Jumlah total produksi padi hasil kelompok tani selama periode 2011-2015
menurun dari 13.329,43 ton menjadi 6.829,77 ton. Jumlah total produksi jagung
selama periode 2011 – 2015 juga menurun dari 56,32 ton pada tahun 2011 menjadi
45,53 ton pada tahun 2015. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 4.93
Perkembangan Produksi Padi atau Bahan Pangan Utama Lokal Lainnya
Hasil Kelompok Tani di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Total Produksi Padi 13,33 13,73 13,97 15,88
hasil kelompok tani – [ribu ton] 12,51
56,32 78,39 33,57
2 Jumlah Total Produksi jagung 69,97 40,44
hasil kelompok tani – [ton] 1,15 0,68 0,44
3 Jumlah Total Produksi palawija 1,18 0,71
hasil kelompok tani – [ribu ton]
Sumber : Dinas Pertanian Kota Semarang, 2015
3). Perkembangan Cakupan Bina Kelompok Petani Kota Semarang
Perkembangan indikator jumlah kelompok petani yang mendapatkan
bantuan dari pemerintah daerah selama periode 2011 – 2015 meningkat pada tiap
tahunnya. Pada tahun 2011, jumlah kelompok yang mendapatkan bantuan adalah
39 kelompok. Jumlah ini meningkat menjadi 49 kelompok pada tahun 2015. Akan
- 99 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
tetapi jumlah ini jauh menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 85
kelompok. Untuk lebih lengkapnya dapatdilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.94
Perkembangan Cakupan Bina Kelompok Petani di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian Tahun
(1) (2) 2011 2012 2013 2014 2015
(3) (4) (5) (6) (7)
1 Jumlah kelompok petani yang dapat 39 50 59 85 75
bantuan dari Pemda – [kelompok]
2 Jumlah kelompok tani – [kelompok] 214 337 323 334 363
3 Persentase cakupan bina kelompok 18,22 14,84 18,27 25,45 20,66
tani – [persen]
Sumber : Dinas Pertanian Kota Semarang, 2015
4.2.2. Urusan Kehutanan
Pada Urusan Kehutanan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Kritis
Capaian indikator luasan hutan dan lahan kritis yang direhabilitasi di Kota
Semarang selama periode 2011 – 2015 mengalami perkembangan yang cukup baik.
Apabila dilihat luasan total hutan dan lahan kritis yang ada di Kota Semarang,
pemerintah Kota Semarang perlu melakukan upaya keras karena luasan hutan dan
lahan kritis justru semakin meningkat. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
tabel di bawah ini :
Tabel 4.95
Perkembangan Produktivitas Padi atau Bahan Pangan Utama Lokal Lainnya
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Luasan hutan dan lahan kritis 313,68 202,09 144,27 93,80 81,92
yang direhabilitasi – [Ha]
2 Luasan total hutan dan lahan 816,73 816,73 962,50 962,50 962,50
kritis – [Ha]
3 Luasan kerusakan wilayah N/A N/A N/A N/A N/A
kawasan hutan – [Ha]
4 Luasan wilayah kawasan hutan – 2.170,50 2.170,50 2.170,50 2.170,50 2.170,50
[Ha]
Sumber : Dinas Pertanian Kota Semarang, 2015
- 100 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
4.2.3. Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral
Pada Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral, indikator kinerja
pembangunan daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator
sebagai berikut :
1). Penambangan Liar
Perkembangan penambangan liar yang terdeteksi selama lima tahun
terkahir berfluktuatif dan cenderung menurun, di tahun 2015 sebanyak 2 lokasi.
Sedangkan penambangan liar terbanyak di tahun 2014 yang sebanyak 12 lokasi.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.96
Perkembangan Penambangan Liar di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Penambangan Liar – 0 9 12 2
[lokasi] 10
2 Jumlah Penambangan Liar N/A N/A N/A N/A N/A
yang ditertibkan – [lokasi]
Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang, 2015
4.2.4. Urusan Pariwisata
Pada Urusan Pariwisata, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Kunjungan Wisata
Kunjungan wisata yang ada di Kota Semarang dari tahun 2011-2015
mengalami peningkatan yang signifikan. Realisasi jumlah kunjungan yang ada
berada di atas target kunjungan yang di tentukan, baik wisatawan dalam negeri
maupun wisatawan luar negeri. Seperti halnya di tahun 2015, jumlah kunjungan
wisatawan luar negeri di Kota Semarang pada tahun 2015 yaitu sebesar 38.774
orang, dengan capaian kunjungan wisatawan luar negeri 70,51%. Untuk lebih
lengkapnya, perkembangan Kunjungan wisatawan Kota Semarang dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :
- 101 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 4.97
Perkembangan Kunjungan Wisata di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
a]. Jumlah Realisasi 2.072.019 2.679.467 3.122.417 3.661.424 2.877.301
1 Kunjungan
Wisatawan Dalam
Negeri – [orang]
b]. Capaian Kunjungan 121,16 147,82 162,51 179,79 62,02
Wisatawan Dalam
Negeri – [persen]
a]. Jumlah Realisasi
2 Kunjungan 28.907 32.975 35.241 88.927 38.774
Wisatawan Luar
Negeri – [orang]
b]. Capaian Kunjungan 138,36 148,36 149,04 353,68 70,51
Wisatawan Luar
Negeri – [persen]
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, 2015
4.2.5. Urusan Kelautan dan Perikanan
Pada Urusan Kelautan dan Perikanan, indikator kinerja pembangunan
daerah Kota Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Produksi Perikanan
Perkembangan produksi perikanan di Kota Semarang menunjukkan
peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah produksi ikan (perikanan darat) selama
kurun waktu 2011 – 2015 menunjukkan peningkatan. Jumlah pada tahun 2011
adalah 1.672,98 ton meningkat menjadi 1.424,00 ton pada tahun 2015. Untuk
lebih lengkapnya, perkembangan produksi perikanan di Kota Semarang dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.98
Perkembangan Produksi Perikanan di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Produksi Ikan 1.672,98 1.823,83 1.826,19 1.854,38 2.705,19
(perikanan darat) – [ton]
2 Jumlah Produksi Ikan 658,15 715,53 1.296,50 1.485,50 2.136,29
(perikanan laut) – [ton]
- 102 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
276,79 2013 290,96 378,65
3 Persentase Produksi Ikan 272,35 302,44
– [persen]
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, 2015
2). Perkembangan Konsumsi Ikan
Jumlah konsumsi ikan Kota Semarang meningkat dari 23,37 kg/kapita/thn
menjadi 25,93 kg/kapita/thn. Untuk targetnya dari 23,73 kg/kapita/thn menjadi
26,71 kg/kapita/thn. Sementara persentase konsumsi ikan paling tinggi terjadi
pada tahun 2014 yaitu 100%. Dan menurun menjadi 97,08% pada tahun 2015.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.99
Perkembangan Konsumsi Ikan di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Konsumsi Ikan – 23,37 24,04 25,93 30,26
[kg/kapita/thn] 24,93
2 Persentase KonsumsiI kan 98,48 98,36 99,01 100,00 113,29
– [persen]
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, 2015
3). Perkembangan Cakupan Bina Kelompok Nelayan
Jumlah kelompok nelayan yang ada di Kota Semarang dari tahun 2011-
2014 terus mengalami kenaikan. Dari total jumlah kelompok nelayan yang ada,
tidak semuanya mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.Untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.100
Perkembangan Cakupan Bina Kelompok Nelayan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah kelompok nelayan
1 yg mendapatkan bantuan 11 25 30 30 N/A
dari Pemerintah Daerah –
[kelompok]
- 103 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
44 2013 91 91
2 Jumlah kelompok nelayan 70 92 32,97 N/A
– [kelompok]
Persentase Cakupan Bina 25,00 35,71 32,61
3 Kelompok Nelayan –
[persen]
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, 2015
4). Perkembangan Produksi Perikanan Kelompok Nelayan
Jumlah produksi ikan yang dihasilkan kelompok nelayan dari tahun 2011-
201 mengalami peningkatan. Dari tahun 2011 sebanyak 658,15 ton yang
dihasilkan dari jumlah produksi ikan (darat-laut) sebanyak 2.331,13 ton,
meningkat menjadi 1.026,81 ton di tahun 2015 dari jumlah produksi ikan (darat-
laut) sebanyak 2.450,81 ton. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 4.101
Perkembangan Produksi Perikanan Kelompok Nelayan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Jumlah Produksi Ikan yang 658,15 715,53 1.296,50 1.485,50 2.136,29
1 dihasilkan kelompok
nelayan – [ton]
2 Jumlah Produksi Ikan 2.331,13 2.539,36 3.122,69 3.339,88 4.841,48
(darat+laut) – [ton]
Persentase Produksi 28,23 28,18 41,52 44,48 44,12
3 perikanan kelompok
nelayan – [persen]
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, 2015
4.2.6. Urusan Perdagangan
Pada Urusan Perdagangan, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Bina Kelompok Pedagang / Usaha Informal
Perkembangan indikator kinerja jumlah kelompok pedagang/usaha
Informal yang mendapatkan bantuan binaan Pemerintah daerah menunjukkan
- 104 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
capaian yang fluktuatif. Pada 2011 belum ada kelompok pedagang/usaha yang
mendapat bantuan, kemudian pada tahun 2012, jumlah ini meningkat secara
signifikan menjadi 236 kelompok. Untuk selengkapnya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
Tabel 4.102
Perkembangan Bina Kelompok Pedagang / Usaha Informal di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
Jumlah Kelompok 0 83 5
Pedagang / usaha Informal 236 34
1 yang mendapatkan
bantuan binaan Pemda –
[kelompok]
Jumlah Kelompok
2 Pedagang / usaha Informal 471 522 522 522 522
– [kelompok]
Jumlah Kelompok 471 522 522 522 522
3 Pedagang / usaha –
[kelompok]
Sumber : Dinas Pasar Kota Semarang, 2015
2). Perkembangan Jumlah Pasar Kota Semarang
Selama periode 2011 – 2015, jumlah pasar tradisional di Kota Semarang
tidak menunjukkan adanya kenaikan atau penurunan jumlah yaitu masih
berjumlah 46 buah. Sementara itu, jumlah pasar tradisional juga masih berjumlah
tetap yaitu 23 buah. Perkembangan jumlah pasar Kota Semarang dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.103
Perkembangan Jumlah Pasar di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
46 46 46
1 Jumlah pasar tradisional – 46 46
[buah]
2 Jumlah pasar lokal – 23 23 23 23 23
[buah]
Sumber : Dinas Pasar Kota Semarang, 2015
- 105 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
4.2.7. Urusan Perindustrian
Pada Urusan Perindustrian, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Nilai Ekspor Impor
Nilai ekspor dan impor kota Semarang dari tahun ke tahun menunjukkan
peningkatan. Terlihat pada tahun 2011 nilai ekspor Kota Semarang sebesar 959.98
Juta $ USD. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.104
Perkembangan Nilai Ekspor Impor Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Nilai Ekspor Kota 959,98 1.068,18 N/A N/A
Semarang – [juta $ USD] 922,00
2 Nilai Impor Kota Semarang 3.853,46 3.925,38 3.499,09 N/A N/A
– [juta $ USD]
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang, 2015
2). Perkembangan Jumlah Industri
Perkembangan jumlah industri Kota Semarang dari tahun ke tahun terus
mengalami peningkatan. Dilihat dari tahun 2011 jumlah industri Kota Semarang
sebesar 3.539 buah, nilai tersebut terus meningkat menjadi 3.600 buah pada tahun
2014. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.105
Perkembangan Jumlah Industri di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Industri – [buah] 3.539 3.559 3.600 N/A
1.619 1.619 3.589 1.630 N/A
Industri Kecil Formal 1.627
1.075 1.090 1.098 N/A
Industri Kecil Non 1.095
Formal 679 684 697 N/A
166 166 697 175 N/A
Industri Menengah 170
20,26 20,26 20,26 N/A
Industri Besar 20,26
2 Jumlah luas wilayah
industri (kawasan) – [KM2]
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang, 2015
- 106 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
4.2.8. Urusan Transmigrasi
Pada Urusan Transmigrasi, indikator kinerja pembangunan daerah Kota
Semarang digambarkan melalui uraian indikator sebagai berikut :
1). Perkembangan Transmigrasi dan Transmigran Swakarsa
Perkembangan jumlah KK yang melakukan transmigrasi pada tahun 2011
sebanyak 15 KK. Pada 2 (dua) tahun berikutnya, jumlah KK yang melakukan
transmigrasi berjumlah sama yaitu 15 KK pada tahun 2012 dan 15 KK pada tahun
2013. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.106
Perkembangan Transmigrasi dan Transmigran Swakarsa di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Transmigrasi N/A N/A
N/A N/A
Jumlah KK 15 15 15 N/A N/A
54 46 53
Jumlah Jiwa
N/A N/A N/A
2 Jumlah Transmigran
swakarsa
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang, 2015
- 107 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
BAB V
KEMAMPUAN DAYA SAING DAERAH
KOTA SEMARANG
Daya saing daerah adalah kemampuan perekonomian daerah dalam
mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan
dengan tetap terbuka pada persaingan dengan provinsi dan kabupaten/kota
lainnya yang berdekatan, nasional atau internasional. Aspek daya saing daerah
terdiri dari kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah atau infrastruktur,
iklim berinvestasi dan sumber daya manusia.
5.1. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
5.1.1. Pengeluaran Konsumsi Pangan Rumah Tangga Per Kapita
Kebutuhan makanan merupakan kebutuhan utama, sehingga
kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan tersebut akan semakin meningkat.
Namun kebutuhan ini mempunyai titik jenuh, sehingga pada tingkat pendapatan
yang lebih tinggi pengeluaran akan dialihkan ke kebutuhan lain. Oleh karena itu
persentase pengeluaran makanan dan non makanan dapat dijadikan sebagai
indikator tingkat kesejahteraan penduduk. Besarnya konsumsi untuk makanan
menandakan bahwa sebagian besar penduduk masih mementingkan kebutuhan
pokok. Pengeluaran konsumsi rumah tangga dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :
Tabel 5.1
Perkembangan Pengeluaran Konsumsi Pangan Rumah Tangga Per Kapita
Kota Semarang Tahun 2010 – 2014
No Uraian Tahun
2010 2011 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A Rata-rata Pengeluaran 284,19 305,35 329,82 399,23 426,31
Makanan (Ribu Rp)
B Distribusi Pengeluaran Makanan (%) :
1 Padi-padian 14,37 11,62 12,54 10,85 10,41
0,36 0,22 0,31 0,32
2 Umbi-umbian 0,59 5,04 5,69 4,87 4,45
4,59 5,74 5,07 4,44
3 Ikan / udang / cumi / kerang 4,84 8,23 7,18 7,61 8,21
6,47 5,67 6,49 5,71
4 Daging 4,70 3,32 3,32 2,96 2,96
5 Telur dan Susu 9,15
6 Sayur-sayuran 5,65
7 Kacang-kacangan 4,43
- 108 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian Tahun
8 Buah-buahan 2010 2011 2012 2013 2014
9 Minyak dan Lemak 4,04 5,55 5,86
10 Bahan Minuman 2,92 6,23 5,75 2,61 2,47
11 Bumbu-bumbuan 3,22 2,99 2,95
12 Konsumsi Lainnya 1,90 3,26 3,90 1,08 1,09
13 Makanan dan Minuman Jadi 3,31 1,92 1,90
14 Tembakau dan sirih 3,14 1,87
31,31 38,21 39,84
Jumlah 9,57 1,43 1,20 9,49 9,39
100,00 1,96 2,48 100,00 100,00
36,70 35,33
7,64 9,12
100,00 100,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2015
5.1.2. Pengeluaran Konsumsi Non Pangan Rumah Tangga Per Kapita
Selain pengeluaran konsumsi pangan, pengeluaran dari rumah tangga ada
juga yang berupa pengeluaran konsumsi non pangan. Dan selama lima tahun
terakhir, rata-rata pengeluaran non makanan terus bertambah. Selengkapnya
dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 5.2
Perkembangan Pengeluaran Konsumsi Non Pangan Rumah Tangga Per Kapita
Kota Semarang Tahun 2010 – 2014
No Uraian 2010 2011 Tahun 2013 2014
2012
(6) (7)
(1) (2) (3) (4) (5)
A Rata-rata Pengeluaran Non 370,34 444,05 430,83 671,24 631,91
Makanan (Ribu Rp)
B Distribusi Pengeluaran Non Makanan (%) :
1 Perumahan dan Fasilitas 51,29 40,50 45,50 36,51 37,59
Rumah tangga
2 Aneka Barang dan Jasa 33,06 38,78 38,74 38,69 39,84
13,05 7,85
- Kesehatan 4,67 6,32 12,11
9,04 10,23
- Pendidikan 10,10 10,99 10,35 16,60 21,76
- Lainnya 18,29 21,48 16,27
3 Pakaian, Alas kaki dan Tutup 3,92 4,19 3,42 4,53 4,66
Kepala
4 Barang Tahan Lama 6,02 8,29 6,05 10,32 8,29
5,93 5,47
5 Pajak, Pungutan dan Asuransi 4,39 4,39 2,63
6 Keperluan Pesta dan Upacara / 1,32 3,84 3,67 4,01 4,15
Kenduri
Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2015
- 109 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
5.2. Fokus Fasilitas Wilayah / Infrastruktur
Ketersediaan fasillitas wilayah / infrastruktur Kota Semarang meliputi
aksesibilitas wilayah, penataan wilayah, ketersediaan air bersih, ketersediaan
fasilitas listrik dan telepon, fasilitas perdagangan dan jasa serta ketersediaan
fasilitas lainnya. Ketersediaan infrastruktur yang memadai merupakan salah satu
daya tarik Kota Semarang dalam meningkatkan daya saing daerah.
5.2.1. Aksesbilitas Daerah
Kota Semarang selain merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, juga
merupakan jalur perlintasan dari wilayah barat (Jakarta) menuju wilayah Timur
(Surabaya) dan Selatan (Jogyakarta) atau sebaliknya sehingga Kota Semarang
merupakan penopang jalur distribusi perekonomian Jawa Tengah. Kondisi
infrastruktur merupakan unsur penting yang perlu mendapatkan perhatian agar
dapat berfungsi dengan optimal. Daya saing lainnya di bidang Sarana prasarana
perhubungan adalah dimilikinya pelabuhan udara/laut, terminal bus, stasiun
kereta api yang mampu menghubungkan seluruh kota di Indonesia.
Kota Semarang selain merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, juga
merupakan jalur perlintasan dari wilayah barat (Jakarta) menuju wilayah Timur
(Surabaya) dan Selatan (Yogyakarta) atau sebaliknya sehingga Kota Semarang
merupakan penopang jalur distribusi perekonomian Jawa Tengah. Ketersediaan
sarana yang memadai dalam mendukung aksesibilitas daerah di Kota Semarang
antara lain:
a]. Sarana jalan di Kota Semarang terdiri dari Jalan Nasional, Provinsi
dan Pemerintah Kota Tahun 2014 dengan panjang total sepanjang 2.690,34
km dengan rasio panjang jalan dengan rasio kondisi jalan baik mencapai di
atas 55% dan rasio jalan rusak ringan mencapai 40%. Selengkapnya dapat
dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.3
Perkembangan Profil Kondisi Jalan Kota di Kota Semarang
Tahun 2010 dan 2014
Tahun 2010 Tahun 2014
No Kecamatan Kondisi Jalan Kondisi Jalan
(1) (2) Baik Sedang Rusak Baik Sedang Rusak
(m) (m) (m) (m) (m) (m)
1. Banyumanik
(3) (4) (5) (6) (7) (8)
108.841 136.588 81.303 126.957 185.612 14.163
2. Candisari 67.215 31.790 10.285 78.575 31.215 -
- 110 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tahun 2010 Tahun 2014
No Kecamatan Kondisi Jalan Kondisi Jalan
(1) (2) Baik Sedang Rusak Baik Sedang Rusak
(m) (m) (m) (m) (m) (m)
3. Gajahmungkur (7)
(3) (4) (5) (6) (8)
31.630 32.567 20.205 43.777 35.194 4.931
4. Gayamsari 47.089 21.413 14.338 64.092 16.708 2.040
5. Genuk 56.518 72.926 33.666 79.439 79.177 4.494
6. Gunungpati 66.895 87.205 78.965 88.893 115.119 29.053
7. Mijen 63.205 39.196 69.620 88.141 74.164 9.716
8. Ngaliyan 75.359 64.405 74.214 99.087 91.399 23.492
9. Pedurungan 112.958 73.634 37.515 142.163 68.867 13.077
10. Smg Barat 167.836 115.990 42.329 188.183 134.367 4.310
11. Smg Selatan 40.436 20.484 19.113 57.987 19.057 2.989
12. Smg Tengah 74.424 27.191 17.543 92.697 20.604 5.857
13. Smg Timur 37.359 39.937 14.727 51.747 36.960 3.316
14. Smg Utara 89.376 41.871 11.815 108.997 32.718 1.347
15. Tembalang 105.348 85.060 84.540 132.023 132.434 10.491
16. Tugu 25.963 12.980 5.770 39.658 4.378 677
TOTAL (m) 1.170.452 903.236 615.948 1.482.416 1.077.973 129.953
PANJANG (km) 1.170 903 616 1.483 1.078 130
Sumber : Dinas Bina Marga Kota Semarang, 2015
b]. Bandar Udara Internasional Ahmad Yani yang dapat melayani
penumpang domestik antar pulau juga dapat melayani penumpang
internasional. Pada tahun 2014 jumlah kedatangan penumpang dari pintu
domestik mencapai 1.671.740 penumpang meningkat dari tahun 2013
sebesar 1.366.938 penumpang, sedangkan dari sektor keberangkatan
mencapai 1.642.072 penumpang meningkat dibanding tahun 2013 dengan
jumlah 1.425.328 penumpang. Sedangkan jika dilihat dari pintu
kedatangan internasional mencapai 77.712 penumpang, meningkat
dibandingkan tahun 2013 lalu yaitu sebanyak 59.335 penumpang.
Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
- 111 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 5.4
Perkembangan Arus Lalu Lintas Angkutan Udara Domestik Pesawat,
Penumpang, Bagasi Barang / Cargo dan Pos Paket di Bandar Udara Ahmad Yani
di Kota Semarang Tahun 2010 – 2014
No Uraian 2010 2011 Tahun 2013 2014
2012
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Jumlah Pesawat 7.498 7.596 11.720 13.261
Datang – [buah] 9.701
2 Jumlah Pesawat 7.500 7.596 9.701 11.721 13.324
Berangkat – [buah]
3 Jumlah Penumpang 828.270 911.481 1.212.191 1.366.938 1.671.740
Datang – [orang]
4 Jumlah Penumang 799.527 884.643 1.188.853 1.425.328 1.642.072
Berangkat – [orang]
5 Jumlah Penumpang 278 0 100 892 40
Transit – [orang]
6 Jumlah Bagasi 6.039.552 7.244.051 8.112.876 8.831.522 10.190.060
Bongkar – [kg]
7 Jumlah Bagasi Muat 3.813.256 6.764.643 7.853.165 8.473.123 10.170.787
– [kg]
8 Jumlah Barang 4.130.763 5.812.090 5.721.292 5.982.200 8.404.091
Bongkat – [kg]
9 Jumlah Bagasi Muat 3.506.025 3.813.571 3.255.744 3.564.865 5.179.258
– [kg]
Sumber : PT ( Persero ) Angkasa Pura I Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dan Badan
Pusat Statistik Kota Semarang Kota Semarang, 2015
Tabel 5.5
Perkembangan Arus Lalu Lintas Angkutan Udara Internasional Pesawat,
Penumpang, Bagasi Barang / Cargo dan Pos Paket di Bandar Udara Ahmad Yani
di Kota Semarang Tahun 2010 – 2014
No Uraian 2010 2011 Tahun 2013 2014
2012
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
187 534 647
1 Jumlah Pesawat Datang – 254 208
[buah]
2 Jumlah Pesawat Berangkat – 187 254 208 534 647
[buah]
3 Jumlah Penumpang Datang – 11.086 18.636 15.201 59.335 77.712
[orang]
4 Jumlah Penumang Berangkat – 12.192 20.023 17.055 56.738 75.670
[orang]
5 Jumlah Penumpang Transit – 00 0 0 0
[orang] 167.448 266.162 226.464 675.763 950.289
6 Jumlah Bagasi Bongkar – [kg]
- 112 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian 2010 2011 Tahun 2013 2014
2012 434.886 585.912
7 Jumlah Bagasi Muat – [kg] 124.721 207.826 193.618 113.008
8 Jumlah Barang Bongkat – [kg] 9.151 130.737
9 Jumlah Bagasi Muat – [kg] 2.005 2.627 4.630 588.441
431.341
142.479 81.184
Sumber : PT ( Persero ) Angkasa Pura I Bandar Udara Ahmad Yani Semarang dan Badan
Pusat Statistik Kota Semarang Kota Semarang, 2015
c]. Pelabuhan Tanjung Emas yang merupakan pelabuhan pelayaran
nusantara untuk melayani penumpang kapal antar Provinsi, namun
demikian beberapa kapal pesiar internasional juga dapat singgah
dipelabuhan ini. Selain itu pelabuhan Tanjng Emas juga untuk melayani
angkutan barang yaitu dengan adanya Terminal Peti Kemas untuk melayani
bongkar muat muatan baik nasional maupun internasional. Pada tahun
2014 jumlah kunjungan kapal untuk pelayaran nusantara mencapai 1.036
kapal, untuk pelayaran rakyat mencapai 546 kapal, untuk pelayaran
khusus (non pelayaran) sejumlah 152 kapal, untuk pelayaran luar negri
mencapai sebesar 679 kapal. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :
Tabel 5.6
Perkembangan Arus Lalu Lintas Angkutan Udara Internasional Pesawat,
Penumpang, Bagasi Barang / Cargo dan Pos Paket di Bandar Udara Ahmad Yani
di Kota Semarang Tahun 2010 – 2014
No Uraian 2010 2011 Tahun 2013 2014
(1) (2) (3) (4) 2012 (6) (7)
1 Pelayaran Nusantara : (5)
Kunjungan Kapal –
[kapal] 779 796 818 1.036 1.036
Bongkar Barang – [ton]
Muat Barang – [ton] 1.989.778 2.050.414 2.378.856 2.561.984 2.561.984
159.815 184.461 162.898 205.155 205.155
2 Pelayaran Nusantara :
Kunjungan Kapal – 618 552 557 546 546
[kapal]
Bongkar Barang – [ton] 89.257 42.778 42.858 41.130 41.130
Muat Barang – [ton] 172.508 145.764 143.332 183.316 183.316
3 Pelayaran Nusantara : 135 109 137 152 152
Kunjungan Kapal –
[kapal] 772.390 703.893 833.881 851.802 851.802
Bongkar Barang – [ton]
Muat Barang – [ton] 10.135 0 2.675 1.743 1.743
- 113 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian 2010 2011 Tahun 2013 2014
2012
4 Pelayaran Nusantara :
Kunjungan Kapal – 705 764 747 679 679
[kapal]
Bongkar Barang – [ton] 2.122.405 2.760.699 3.141.081 3.925.062 3.925.062
Muat Barang – [ton] 1.998.053 1.975.441 2.135.157 2.633.202 2.633.202
Sumber : Administrator Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Badan Pusat Statistik Kota
Semarang Kota Semarang, 2015
d]. Terminal bus untuk melayani angkutan bus didalam kota, antar kota
bahkan antar Provinsi. Beberapa terminal di Kota Semarang berdasarkan
tipe pelayanan yaitu: Tipe A terminal berada di Kelurahan Mangkang Kulon
Kecamatan Tugu, terminal penumpang B di kelurahan Terboyo Kecamatan
Genuk dan Terminal tipe B penggaron di kecamatan Pedurungan. Terminal
dengan Tipe C yaitu di kelurahan Cangkiran kecamatan Mijen, di kelurahan
Cepoko Kecamatan Gunungpati, di Kelurahan Tanjung Mas kecamatan
Semarang Utara dan Meteseh Kecamatan Tembalang. Selengkapnya dapat
dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.7
Arus Lalu Lintas Penumpang dan Bus yang Masuk di Terminal Terboyo
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1. Penumpang Jurusan Barat – [orang] 73.708 84.769
80.324 69.189 82.093
- Naik 123.385 97.996 80.115
506.040 635.710
- Turun 123.176 97.249 288.187 471.488 471.488
284.691
2. Penumpang Jurusan Timur – [orang] 416.176 416.176
339.270 388.270 388.270
- Naik 218.504 255.051 338.009 133.864 116.443
156.840
- Turun 218.145 248.950 16.310 28.887
25.682
3. Penumpang Jurusan Selatan – [orang]
- Naik 257.385 300.004
- Turun 255.690 295.932
4. Jumlah Bus Antar 192.665 187.518
Provinsi – [buah]
5. Jumlah Bus Antar 32.050 33.535
Provinsi – [buah]
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2015
- 114 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
e]. Stasiun kereta api di Kota Semarang untuk melayani angkutan
penumpang dan barang. Untuk pelayanan angkutan kelas Eksekutif dan
Bisnis pelayanan di utamakan di Stasiun Tawang, sedangkan pelayanan
angkutan kelas ekonomi dan bisnis dipusatkan di Stasiun Poncol.
Tabel 5.8
Perkembangan Bina Kelompok Pedagang / Usaha Informal di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(3) (4) 2013 (6) (7)
(1) (2)
1 Kelas Eksekutif – [orang] 82.871 95.374 (5) 100.197 125.621
76.487 80.499 81.134 97.958
- Argo Sindoro 89.365 - -
- Argo Muria - - 72.587 85.170
- Kamandanu 70.190 98.819 108.915 -
- Harina 73.407 121.951 - 8.911
- Rajawali 90.569 71.572 68.630 101.266
- Argobromo Anggrek 52.440 56.204 65.453 88.666 74.815
- Sembrani 22.743 26.565 77.211 64.499 28.605
- Gumarang 31.252 26.833 57.665 25.285 31.357
- Bangunkarta 20.344 30.662
- Kaligung Mas - - 19.205 656.029 905.892
- Cepu Ekpres - - 104.016 31.642 185.199
- Blora Jaya - - 47.710 70.590 386.018
2 Kelas Bisnis – [orang] 100.917
131.861 119.788
- Fajar Utama 137.588 131.190 111.330 136.123 36.488
- Senja Utama 166.746 158.735 107.222 43.020
- Harina 43.020 31.252
- Gumarang - - 17.136 31.252 -
- Rajawali 35.587 29.504 21.027 -
- Senja Kediri 33.234 6.279 -
- Kaligung Mas - - 14.509 25.075 -
- Blora Jaya - -
3 Kelas Ekonomi – [orang] - - - - 256.005
- Tawangjaya - - 174.234 402.588 -
- KBL Bergigi
- Tegal Arum 323.822 343.355 482.712 274.426 76.472
- Kertajaya - - 8.651 - 108.487
- Matarmaja
- Brantas 197.555 188.607 115.800 102.222 46.729
146.070 118.947 114.222 92.863 69.928
35.647
72.763 48.857 44.214 32.458
64.763 102.000 58.914
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2015
- 115 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
5.2.2. Fasilitas Listrik dan Telepon
Perkembangan jaringan telekomunikasi beberapa tahun terakhir cukup
menggembirakan, terlihat dengan banyaknya satuan sambungan yang dipasarkan
kepada masyarakat. Jika dilihat dari sebaran tiap kecamatan yang ada, maka
jaringan telepon telah menjangkaunya seluruh kelurahan yang ada di tiap-tiap
kecamatan. Ketersediaan daya listrik sangat memungkinkan bagi pengembangan
investasi. Sedangkan untuk fasilitas telepon seiring dengan perkembangan
teknologi untuk jaringan tetap (jaringan telepon lokal, SLI, SLJJ, dan tertutup)
mengalami kecenderungan menurun. Tetapi untuk jaringan bergerak yakni satelit
dan telepon seluler mengalami perkembangan cukup pesat. Jangkauan komunikasi
saat ini tidak menjadi suatu permasalahan, melalui layanan jaringan bergerak yang
ditawarkan oleh perusahaan penyedia jaringan telepon antara lain Telkomsel,
Indosat, XL, Axis, Tri, dll pelanggan secara cepat dapat menggunakannya. Secara
lengkap dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel 5.9
Perkembangan Rumah Tangga Pengguna Listrik di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
87.900 N/A N/A
1 Rumah tangga (RT) dgn daya 86.585 N/A
450 watt – [KWH]
2 Rumah tangga (RT) dgn daya 140.841 150.835 N/A N/A N/A
900 watt – [KWH]
3 Rumah tangga (RT) dgn daya 64.250 68.611 N/A N/A N/A
1300 watt – [KWH]
4 Rumah tangga (RT) dgn daya 32.574 34.903 N/A N/A N/A
2200 watt – [KWH]
5 Rumah tangga (RT) dgn daya 14.654 15.853 N/A N/A N/A
> 2200 watt – [KWH]
6 Total jumlah RT 340.219 356.787 N/A N/A N/A
menggunakan listrik – [KWH]
7 Jumlah seluruh rumah 376.371 410.850 N/A N/A N/A
tangga – [KWH]
8 Persentase 90,39 86,84 N/A N/A N/A
Sumber : Perusahaan Listrik Negara Kota Semarang, 2015
- 116 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 5.10
Persentase Rumah Tangga Menurut Kepemilikan Telepon Seluler (HP)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Rumah Tangga Memiliki 89,71 93,99 95,01 N/A
Telepon Seluler (HP) – [persen] 94,90
4,99 N/A
2 Rumah Tangga Tidak Memiliki 10,29 6,01 5,10
Telepon Seluler (HP) – [persen]
Sumber : Hasil SUSENAS BPS Provinsi Jawa Tengah, 2015
5.2.3. Ketersediaan Fasilitas Perdagangan dan Jasa
Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa, dapat dilihat dari
ketersediaan fasilitas hotel, penginapan, restoran/rumah makan, pasar modern dan
pasar tradisional. Sampai dengan tahun 2015 jumlah fasilitas perdagangan dan
jasa mengalami peningkatan, jumlah restoran/rumah makan/kedai sebanyak 475
buah. Perkembangan fasilitas perdagangan dan jasa di Kota Semarang pada tahun
2015 mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari bertambahnya jumlah hotel
sebanyak 122 buah dan Restoran/rumah makan sebanyak 302 buah. Jumlah hotel
berbintang sebanyak 52 buah; hotel non bintang 70 buah. Disamping itu juga
terdapat fasilitas pendidikan, tempat wisata alam dan wisata buatan. Hal ini
menunjukkan bahwa Kota Semarang memilki daya tarik bagi investor untuk
investasi dan para wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk
berkunjung di Kota Semarang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.11
Perkembangan Jenis, Kelas, dan Jumlah Penginapan / Hotel
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Hotel bintang 5
a]. Jumlah Hotel – [buah] 5 5 6 6 6
b]. Jumlah kamar – [kamar] 964 964 1.225 1.246 1.246
c]. Jumlah tempat tidur – [buah] 1.459 1.459 1.729 1.730 1.730
2 Hotel bintang 4 2 22 45
a]. Jumlah Hotel – [buah] 293 293 293 723 880
b]. Jumlah kamar – [kamar] 514 514 514 1.004 1.161
c]. Jumlah tempat tidur – [buah]
- 117 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
3 Hotel bintang 3 (5) 12 14
a]. Jumlah Hotel – [buah] 1.431 1.659
b]. Jumlah kamar – [kamar] 10 11 11 2.168 2.398
c]. Jumlah tempat tidur – [buah] 1.060 1.162 1.162
1.863 2.020 2.020 12 14
4 Hotel bintang 2 802 802
a]. Jumlah Hotel – [buah] 8 10 10 1.091 1.091
b]. Jumlah kamar – [kamar] 415 512 569
c]. Jumlah tempat tidur – [buah] 684 824 767 10 13
446 563
5 Hotel bintang 1 9 99 819 936
a]. Jumlah Hotel – [buah] 415 415 415
b]. Jumlah kamar – [kamar] 762 762 762 62 70
c]. Jumlah tempat tidur – [buah] 1.495 1.671
50 51 57 2.204 2.380
6 Hotel Melati 1.142 1.173 1.386
a]. Jumlah Hotel – [buah] 1.790 1.837 2.072 106 122
b]. Jumlah kamar – [kamar]
c]. Jumlah tempat tidur – [buah] 84 88 95
7 Jumlah total penginapan
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, 2015
Tabel 5.12
Perkembangan Jumlah Restoran dan Rumah Makan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
1 Restoran – [buah] 57 70 (5) 121 137
121 124 146 165
2 Rumah Makan – [buah] 124
25 37 139 58 74
3 Bar – [buah] 9 25 79 85
48
4 Cafe – [buah] 2 32 2 11
5 Jasa Boga Catering – 22 2 3
[buah]
32 35
6 Pusat Penjualan 2 2 2 59 48
Makanan – [buah]
33 37 38 6 9
7 Panti Pijat – [buah] 32 46 59 4 5
N/A N/A
8 Karaoke – [buah] 4
2 3 5
9 Spa – [buah]
10 Klub Malam – [buah]
Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, 2015
- 118 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
5.3. Fokus Iklim Investasi
Daya tarik investor untuk memanamkan modalnya sangat dipengaruhi
faktor-faktor seperti tingkat suku bunga, kebijakan perpajakan dan regulasi
perbankan, sebagai infrastruktur dasar yang berpengaruh terhadap kegiatan
investasi. Iklim investasi juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang
mendorong berkembangnya investasi antara lain kondisi keamanan dan ketertiban
wilayah serta kemudahan proses perijinan.
5.3.1. Keamanan dan Ketertiban
Kondisi keamanan dan ketertiban Kota Semarang relatif kondusif bagi
berlangsungnya aktivitas masyarakat maupun kegiatan investasi. Berbagai
tindakan kejahatan kriminalitas, unjuk rasa dan mogok kerja yang merugikan dan
mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dapat ditanggulangi dengan
sigap oleh aparatur Pemerintah. Situasi tersebut juga didorong oleh pembinaan
keamanan dan ketertiban masyarakat dengan melibatkan partisipasi masyarakat
dalam menjaga keamanan lingkungannya. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :
Tabel 5.13
Perkembangan Jumlah Kriminalitas Tindak Pidana Menonjol (Crime Index)
di Kota Semarang Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Pencurian dgn pemberatan – 539 521 438 N/A
[kasus] 419
884 768 620 N/A
2 Pencurian ranmor – [kasus] 566
58 92 89 N/A
3 Pencurian dgn kekerasan – 82
[kasus] 171 206 172 N/A
200
4 Penganiayaan berat – 14 11 0 N/A
[kasus] 7 14 13 10 N/A
5 2 N/A
5 Kebakaran – [kasus] 0 3 3 4 N/A
2 0 0 0 N/A
6 Pembunuhan – [kasus] 2 3 0 N/A
40 63 80 N/A
7 Perkosaan – [kasus] 81 92 61 35
88 N/A
8 Kenakalan remaja – [kasus] 94 150 131
116
9 Uang palsu – [kasus]
10 Narkotika – [kasus]
11 Perjudian – [kasus]
12 Pemerasan / Ancaman –
[kasus]
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2015
- 119 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
5.3.2. Kemudahan Perijinan
Faktor pendukung yang sangat erat kaitannya dalam melakukan investasi
adalah prosedur dan tata cara perolehan ijin atau pengurusan ijin untuk
berinvestasi. Proses perijinan dalam berinvestasi dilaksanakan dengan
pelayanan perijinan satu pintu (One Stop Services), melalui Badan Pelayanan
Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang. Kepastian prosedur, waktu dan
keamanan perijinan merupakan kinerja utama pelayanan investasi. Secara lengkap
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.14
Perkembangan Jumlah Restoran dan Rumah Makan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
1 Bidang Ekonomi – [ijin]
a]. Jumlah total pengajuan 9.055 10.164 10.095 9.659 10.227
b]. Jumlah ijin yang terbit 9.054 10.165 10.093 9.661 10.227
2 Bidang Kesejahteraan Rakyat
(Kesra) – [ijin]
a]. Jumlah total pengajuan 2.717 2.584 2.777 2.204 3.006
b]. Jumlah ijin yang terbit 2.296 2.373 2.630 1.801 3.162
3 Bidang Pembangunan – [ijin]
a]. Jumlah total pengajuan 4.897 3.347 4.264 3.876 4.273
b]. Jumlah ijin yang terbit 4.713 3.474 4.215 3.839 4.113
Sumber : Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Semarang, 2015
5.4. Fokus Sumber Daya Manusia
5.4.1. Rasio Lulusan Perguruan Tinggi
Perkembangan rasio lulusan perguruan tinggi selama lima tahun terakhir
secara signifikan terus mengalami peningkatan. Dari sebesar 88,01 orang per 1.000
penduduk di tahun 2011 dan menjadi sebesar 92,82 orang per 1.000 penduduk di
tahun 2015. Secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
- 120 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
Tabel 5.15
Perkembangan Rasio Lulusan Perguruan Tinggi di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Jumlah lulusan 149.805 153.590 156.898 160.455 164.908
1 perguruan tinggi –
[orang]
2 Jumlah penduduk – 1.702.217 1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.776.618
[orang]
3 Rasio Lulusan – [orang 88,01 89,34 90,06 91,09 92,82
per 1.000 penduduk]
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, 2015
5.4.2. Rasio Ketergantungan
Sejak tahun 2010 hingga 2014, angka rasio ketergantungan mengalami
pergerakan yang fluktuatif. Sempat mengalami penurunan di tahun 2011, namun
kembali meningkat sampai dengan tahun 2014. Secara numerik dapat dilihat
dengan angka ketergantungan yang berada di bawah 50. Artinya penduduk usia
produktif (15-64 tahun) menanggung sedikit penduduk usia non produktif (<15 dan
>64 tahun); dimana kualitas penduduk (baik tingkat pendidikan, skill,
profesionalitas dan kreativitas) mampu menekan beban ketergantungan sampai
tingkat terendah yang berguna untuk mendongkrak pembangunan ekonomi. Secara
lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5.16
Perkembangan Rasio Ketergantungan di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
(1) (2) (3) (4) 2013 (6) (7)
Jumlah penduduk usia < (5)
1 15 th dan usia > 64 –
57 70 124 121 137
[jiwa]
2 Jumlah penduduk usia 121 124 139 146 165
15 s/d 64 tahun – [jiwa]
3 Rasio ketergantungan – 2 3 54 5
[persen]
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Semarang, 2015
- 121 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
5.4.3. Jumlah Aparatur Pemerintah
Perkembangan jumlah aparatur pemerintah Kota Semarang dari tahun ke
tahun mengalami penurunan. Dilihat pada jumlah Pegawai negeri Sipil yang ada di
Kota Semarang dari tahun 2011-2014 mengalami penurunan, pada tahun 2011
jumlah PNS sebesar 16.212 orang, menurun di tahun berikutnya menjadi sebesar
15.454 orang, terus menurun hingga pada tahun 2014 jumlah PNS Kota Semarang
sebesar 14.597 orang. Hal ini disebabkan karena jumlah pensiun tidak diimbangi
dengan jumlah pengangkatan PNS yang dibutuhkan. Untuk lebih lengkapnya dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 5.17
Perkembangan Jumlah Aparatur Pemerintah di Kota Semarang
Tahun 2011 – 2015
No Uraian 2011 2012 Tahun 2014 2015
2013
(1) (2) (3) (4) (6) (7)
(5)
405 323 264
1 Jumlah aparatur 381 352
golongan I – [orang]
2 Jumlah aparatur 3.648 3.282 3.106 2.898 2.546
golongan II– [orang]
3 Jumlah aparatur 6.675 6.529 6.300 6.447 6.721
golongan III – [orang]
4 Jumlah aparatur 5.484 5.262 4.987 5.039 4.886
golongan IV – [orang]
5 Total jumlah aparatur 16.212 15.454 14.745 14.707 14.417
pemerintah – [orang]
Sumber : Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang, 2015
- 122 -
Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
Kota Semarang
BAB VI
PENUTUP
Penyusunan laporan pencapaian indikator kinerja daerah yang
dilaksanakan pada tahun 2016 ini merupakan upaya untuk memberikan informasi
tentang capaian kinerja pembangunan daerah selama periode 2011 – 2015. Isi dari
laporan ini merupakan hasil dari kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pengampu/SKPD. Kondisi yang
disampaikan dalam laporan ini bersifat makro maupun mikro.
Kondisi pembangunan daerah secara makro disampaikan melalui aspek
kesejahteraan masyarakat dan sosial yang meliputi pertumbuhan PDRB,
pertumbuhan ekonomi, inflasi, kondisi kemiskinan, indeks pemabangunan
manusia, indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender.
Sementara itu untuk menggambarkan kondisi pembangunan daerah Kota
Semarang secara mikro disampaikan melalui indikator-indikator daerah yang
melekat pada masin-masing SKPD berdasarakn urusan penyelenggaraan
pemerintahan.
Dengan tersusunnya laporan indikator kinerja pembangunan daerah ini
diharapakan akan memberikan gambaran positif bagi siapapun yang membaca
buku laporan ini. Hasil penyajian laporan ini tentunya diharapkan akan
memberikan masukan kepada yang berkepantingan dalam rangka melakukan
berbagai pembenahan terhadap kondisi-kondisi yang masih dianggap kurang
memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, gambaran kondisi kinerja yang ada
saat ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam menyusun perencanaan
selanjutnya untuk menjadi lebih baik.
--------------- ooo0ooo --------------
- 123 -
TABEL ASPEK
INDIKATOR KINE
BIDANG
PENYELEN
PEMERINTAH
K, FOKUS DAN
ERJA MENURUT
URUSAN
NGGARAAN
HAN DAERAH
TABEL ASPEK, FOKUS DAN INDIKATOR KINERJA MENURUT B
KOTA SEMARANG
No Bidang Urusan / Indikator Rumus 2011
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
1. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandi
1.1
Pertumbuhan PDRB adh PDRB (t+1) - PDRB (t) x 100
- Konstan 2010 PDRB (t) 12,63
Dimana :
- Berlaku t+1 = tahun pengamatan PDRB 6,58
t = tahun pengamatan PDRB sebelumnya
1.2 Laju Inflasi Laju Inflasi Kota Semarang 2,87
1.3 PDRB Perkapita PDRB Kota Per Satuan
Jumlah Penduduk Tengah Tahun
- PDRB Perkapita Berlaku 57.311,53
54.232,27
- PDRB Perkapita Konstan 2010
0,3545
1.4 Indeks Gini Tingkat Pemerataan pendapatan & kekayaan
18,15
Dimana : 36,27
45,58
G < 0,3 = ketimpangan rendah
0,3 ≤ G ≤ 0,5 = ketimpangan sedang
G > 0,5 = ketimpangan tinggi
1.5 Pemerataan pendapatan versi Bank ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas
Dunia porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga
lapisan penduduk, yaitu :
- 40% penduduk berpendapatan terendah
- 40% penduduk berpendapatan menengah
- 20% penduduk berpendapatan tertinggi
1.6 Indeks ketimpangan Williamson Indeks Ketimpangan Regional
1.7 Persentase penduduk diatas garis (100 – angka kemiskinan)
kemiskinan - Versi Bappeda 73,56
- Versi BPS 94,32
1.8 Angka kriminalitas yang tertangani Jumlah tindak kriminal tertangani 0,0000
dalam 1 tahun x 10.000
Jumlah Penduduk 1.702.217 1
-H
BIDANG URUSAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
G TAHUN 2011 - 2015
2012 Hasil Perhitungan 2014 2015 Satuan Sumber
2013
ian 9,05 11,47 blm ada poin BPS
9,58 6,64 5,30
5,97 8,19 8,53 blm ada poin BPS
4,85 BPS
66.137,76 72.482,35 2,56 poin
61.706,00 59.181,04 61.268,05 ribu rupiah BPS
56.465,58
0,3514 0,3807 blm ada
0,3518 blm ada
blm ada poin
18,24 16,08 17,45 blm ada poin BPS
36,16 46,68 48,48 blm ada poin BPS
45,60 37,24 34,07 blm ada poin BPS
poin
73,56 78,51 78,51 79,18
94,87 94,75 95,10 94,96 persen BPS / Bappeda
0,0000 0,0000 0,0000 0,0000
persen Kesbangpol /
1.742.124 1.761.419 1.776.618 Polrestabes /
per 10.000 Dispenduk-capil
pddk
1.719.228
Hal 2 -
No Bidang Urusan / Indikator Rumus 2011
Fokus Kesejahteraan Masyarakat
1. Pendidikan Jumlah penduduk usia 15 tahun x 100 835.735 99,90
keatas yang bisa membaca dan 836.606
1.1 Angka Melek Huruf (AMH) menulis serta mengerti sebuah 9,80
1.2 Angka rata-rata lama sekolah kalimat sederhana 110,96
1.3 Angka partisipasi kasar (APK) 103,91
Jumlah penduduk usia 15 tahun 111,40
1.4 Angka pendidikan yang ditamatkan keatas
(TMT)
Kombinasi antara partisipasi sekolah, jenjang
pendidikan yang sedang dijalani, kelas yang
diduduki dan pendidikan yang ditamatkan
Rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yg sedang
sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap
jumlah penduduk kelompok usia yg berkaitan dgn
jenjang pendidikan tertentu :
- APK SD/MI/Paket A
- APK SMP/MTs/Paket B
- APK SMA/SMK/MA/Paket C
Jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh
seseorang, yang ditandai dengan sertifikat/ijazah :
1.5 Angka Partisipasi Murni (APM) - TMT SD/MI/Paket A 10,09
- TMT SMP/MTs/Paket B 4,57
- TMT SMA/SMK/MA/Paket C 4,68
Persentase siswa dengan usia yang berkaitan
dengan jenjang pendidikannya dari jumlah 95,75
penduduk di usia yang sama : 72,89
- APM SD/MI/Paket A 77,77
- APM SMP/MTs/Paket B
- APM SMA/SMK/MA/Paket C 987,86
314 12,14
2. Kesehatan AKHB = ( 1 - AKB )
2.1.1 25.855
Angka kelangsungan hidup bayi Jumlah Kematian Bayi (berumur
2.1.2 (AKHB) kurang 1 tahun) pada satu tahun
Angka Kematian Bayi (AKB) tertentu
Jumlah Kelahiran Hidup pada satu
x 1.000
tahun tertentu
-H
2012 Hasil Perhitungan 2014 2015 Satuan Sumber
2013
844.082 99,93 851.112 99,93 857.529 99,93 862.853 99,96 persen Dinas
Pendidikan
844.641 851.667 858.088 863.160
9,92 10,06 10,19
- tahun Dinas
Pendidikan
Dinas
Pendidikan
109,02 107,44 107,11 110,08 persen
105,63 105,75 108,30 105,83 persen
110,04 108,82 109,94 112,90 persen
9,92 9,77 9,73 9,69 Dinas
4,65 4,65 4,76 4,66 Pendidikan
4,62 4,57 4,61 4,74
persen
93,80 92,08 91,90 94,28 persen
73,16 75,32 80,43 77,99 persen
76,54 75,79 75,67 78,46
Dinas
Pendidikan
persen
persen
persen
989,33 990,55 997,07 121 996,01 per 1.000 Dinas Kesehatan
293 10,67 251 9,45 79 2,93 30.332 3,99 kelahiran Dinas Kesehatan
27.448 26.547 26.992
per 1.000
kelahiran
Hal 3 -
No Bidang Urusan / Indikator Rumus 2011
2.2 Angka usia harapan hidup 72,18
Angka perkiraan lama hidup rata - rata penduduk
dengan asumsi tidak ada perubahan pola
mortalitas menurut umur
2.3 Persentase balita gizi buruk Jumlah balita gizi buruk x 100 26 0,025
Jumlah balita 102.984
3. Pertanahan Jumlah penduduk yang memiliki 0,00
3.1 lahan 1
Persentase penduduk yang
memiliki lahan Jumlah Penduduk
1.702.217
4. Ketenagakerjaan Jumlah penduduk yang bekerja 684.312 88,77
4.1 Rasio penduduk yang bekerja Jumlah angkatan kerja 770.916
Fokus Seni Budaya dan Olahraga Jumlah grup kesenian 305 1,79
1. Kebudayaan per 10.000 penduduk 1.702.217 1
Jumlah gedung kesenian
1.1 Jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk 13 0,08
1.702.217 1
1.2 Jumlah gedung kesenian
2. Pemuda dan Olahraga Jumlah klub olahraga per 10.000 penduduk 608 3,57
2.1 Jumlah klub olahraga Jumlah gedung olahraga per 10.000 penduduk 1.702.217 1
2.2 Jumlah gedung olahraga 115 0,68
1.702.217 1
-H
2012 Hasil Perhitungan 2014 2015 Satuan Sumber
72,24 2013 72,53 0,00
72,44 tahun Dinas Kesehatan
39 0,044 32 0,029 33 0,032 39 0,037 persen Dinas Kesehatan
88.483 108.570 104.078 106.687
0,00 0,00 0,00 0,00 per 100 BPN
1.742.124 1.761.419 1.776.618 pddk
1.719.228
637.582 89,93 796.806 91,11 796.806 91,11 0 - poin Dinas Tenaga
708.960 874.532 874.532 0 Kerja &
Transmigrasi
373 2,17 336 1,93 364 2,07 222 1,25 per 10.000 Dinas
1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.776.618
pddk Kebudayaan &
13 0,08 13 0,07 14 0,08 173
1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.776.618 Pariwisata
0,97 per 10.000 Dinas
pddk Kebudayaan &
Pariwisata
608 3,54 608 3,49 608 3,45 608 3,42 per 10.000 Dinas Sosial,
1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.776.618
pddk Pemuda &
115 0,67 115 0,66 115 0,65 115
1.719.228 1.742.124 1.761.419 1.776.618 Olahraga
0,65 per 10.000 Dinas Sosial,
pddk Pemuda &
Olahraga
Hal 4 -
No Bidang Urusan / Indikator Rumus 2011
Aspek Pelayanan Umum Ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap
Fokus Layanan Urusan Wajib penduduk usia sekolah :
1. Pendidikan
1.1 Pendidikan Dasar :
1.1.1 Angka partisipasi sekolah
- APS SD/MI/Paket A (usia 7 - 12 )
- APS SMP/MTs/Paket B (usia 13 - 15 )
1.1.2 Rasio ketersediaan sekolah / Jumlah sekolah (SD/MI + SMP/MTs)
penduduk usia sekolah
x 10.000
Jumlah penduduk usia (7 s.d 12 ) thn
+ (13 s.d 15) thn
1.1.3 Rasio guru / murid Jumlah Guru (SD/MI + 13.463 594,55
SMP/MTs) 226.442
x 1.000
Jumlah murid (SD/MI + SMP/MTs)
1.1.4 Rasio guru / murid per kelas rata- Jumlah guru sekolah pendidikan
rata dasar per kelas
x 1.000
Jumlah murid pendidikan dasar
1.2 Pendidikan Menengah : Ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap
1.2.1 Angka partisipasi sekolah penduduk usia sekolah :
- APS SMA/SMK/MA/Paket C ( usia 16 - 18 )
1.2.2 Rasio ketersediaan sekolah / Jumlah sekolah (SMA/SMK/MA/
penduduk usia sekolah Paket C)
x 10.000
Jumlah penduduk usia ( 16 - 18 ) thn
1.2.3 Rasio guru / murid Jumlah Guru (SMA/SMK/MA/ Paket 6.361 880,74
C) 72.223
x 1.000
Jumlah murid (SMA/SMK/MA/ Paket
C)
1.2.4 Rasio guru / murid per kelas rata- Jumlah guru sekolah pendidikan
rata menengah per kelas
x 1000
Jumlah murid pendidikan menengah
-H
2012 Hasil Perhitungan 2014 2015 Satuan Sumber
2013
persen Dinas
Pendidikan
persen
Dinas
per 10.000 Pendidikan
siswa
13.356 588,31 13.114 578,35 12.871 560,67 13.589 594,89 per 10.000 Dinas
siswa Pendidikan
227.024 226.749 229.565 228.430
per 1.000 Dinas
siswa Pendidikan
persen Dinas
Pendidikan
per 10.000
siswa Dinas
Pendidikan
6.382 886,11 6.206 864,13 6.134 839,84 6.256 828,40 per 10.000 Dinas
72.023 71.818 73.038 75.519 siswa Pendidikan
per 1.000 Dinas
siswa Pendidikan
Hal 4 -
No Bidang Urusan / Indikator Rumus 2011
1.2.5
Penduduk yang berusia >15 Tahun Jumlah Capaian Kinerja Penduduk x 100
1.3 melek huruf (tidak buta aksara) yang berusia >15 Tahun melek huruf
1.3.1
1.3.2 Fasilitas Pendidikan : se-Kabupaten dan Kota
1.3.3 Sekolah pendidikan SD / MI kondisi
bangunan baik Jumlah Seluruh Penduduk yang
1.4 berusia > 15 tahun Melek Huruf se-
1.4.1 Sekolah pendidikan SMP/MTs
1.5 kondisi bangunan baik Kabupaten dan Kota
1.5.1
1.5.2 Sekolah pendidikan SMA/SMK/MA Jumlah sekolah pendidikan SD/MI x 100
1.5.3 kondisi bangunan baik kondisi bangunan baik
Pendidikan Anak Usia Dini Jumlah seluruh sekolah SD/MI
(PAUD) :
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jumlah sekolah pendidikan SMP/MTs
Fasilitas Pendidikan : kondisi bangunan baik x 100
Angka Putus Sekolah (APTS) SD/MI
Jumlah seluruh sekolah SMP/MTs
Angka Putus Sekolah (APTS)
SMP/MTs Jumlah sekolah pendidikan
SMA/SMK/MA kondisi bangunan baik
Angka Putus Sekolah (APTS)
SMA/SMK/MA x 100
Jumlah seluruh sekolah
SMA/SMK/MA
Jumlah siswa pada jenjang TK / RA / x 100
Penitipan Anak
Jumlah anak usia 4 – 6 Tahun
Jumlah siswa yang putus sekolah 43 0,0306
pada jenjang SD/MI
x 100
Jumlah seluruh siswa SD/MI
140.464
Jumlah siswa yang putus sekolah 68 0,1001
pada jenjang SMP/MTs
x 100
Jumlah seluruh siswa SMP/MTs
67.920
Jumlah siswa yang putus sekolah 311 0,4797
pada jenjang SMA/SMK/MA
x 100
Jumlah seluruh siswa SMA/SMK/MA
64.831
-H
2012 Hasil Perhitungan 2014 2015 Satuan Sumber
2013 persen
Dinas
Pendidikan
persen Dinas
Pendidikan
persen Dinas
Pendidikan
persen Dinas
Pendidikan
persen Dinas
Pendidikan
65 0,0458 47 0,0329 32 0,0222 30 0,0214 persen Dinas
0,0599 Pendidikan
0,2198
141.810 0,0642 142.990 0,0882 143.946 0,0690 140.146 persen Dinas
44 61 48 42 Pendidikan
68.568 0,4171 69.141 0,4121 69.602 0,2077 70.072 persen Dinas
273 272 138 147 Pendidikan
65.452 65.997 66.434 66.891
Hal 5 -