43 e. Jiwa dan kepribadian bangsa 3. Pancasila dilaksanakan secara objek, artinya… a. Pancasila digunakan sebagai pendomman perilaku sehari-hari b. Pancasila digunakan sebagai asas tunggal partai politik c. Pancasila digunakan sebagai sumber hukum negara d. Pancasila digunakaan sebagai dasar hukum penyelenggaraan bangsa e. Pancasila digunakan sebagai dasar hukum penyeleggaraaan bangsa 4. Pancasila memuat nilai-nilai dan cita-cita yang besifat mendasar dan tidak langsung bersifat operasional karena Pancasila sebagai…. a. ideologi nasional b. ideologi pembangunan c. ideologi terbuka d. ideologi masa depan e. pedoman seluruh umat manusia 5. Nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut, kecuali…. a. Mengakui perbedaan pendapat b. Menjunjung nilai persatuan dan kesatuan c. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat d. Memberikan kebebasan individu demi tegaknya HAM e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
44 6.Keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan merupakan perwujudan sila… a. Ketuhanan yang maha Esa b. Kemanusiaan yang adil dan beradab c. Persatuan Indonesia d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 7.Pancasila merupakan sumber kaidah hukum yang secara konstitusional mengatur negara republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya. Yang termasuk unsur unsur negara yaitu…. a. rakyat, TNI/Polri, pemerintahan negara b. rakyat, pemerintahan negara, partai politik c. rakyat, wilayah, pemerintahan negara d. wilayah, TNI/Polri, pemerintah negara e. wilayah, rakyat, partai politik 8.Salah satu bentuk pengamalan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab ialah.... a. menghargai hasil karya orang lain b. menghormati hak orang lain c. menolong orang lain agar mampu berdikari d. rela berkorban demi kepentingan bangsa e. berani membela kebenaran dan keadilan
45 9. Bangsa Indonesia telah memiliki Panca sila sebagai pandangan hidupnya. Hal ini berarti bahwa bangsa Indonsia .... a. bebas menentukan sikapnya terhadap bangsa lain di dunia b. mempunyai pegangan dan pedoman dalam memecahkan masalah bangsa c. tidak perlu tahu ideologi bangsa lain yang berasal dari lua r d. telah menunjukkan kepada dunia akan keberhasilannya dalam berjuangmelawan penjajah e. tidak perlu menjalin kerja sama dengan bangsa bangsa ya ng pernahmenjajah Indonesia. 10. Pancasila sebagai landasan penyelenggaraan pemerintahan dan kenegaraan merupakan fungsi Pancasila sebagai… a. dasar negara b. pandangan hidup bangsa c. perjanjian luhur bangsa Indonesia d. tujuan bangsa Indonesia e. jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia 11. Pengakuan persamaan derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia merupakan salah satu penjabaran nilai sila… a. Ketuhanan Yang Maha Esa b. Kemanusiaan yang adil dan beradab c. Persatuan Indonesia
46 d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 12. Tujuan negara Indonesia yang bersifat internasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu… a. menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dengan mengirimkan TKI keluar negeri b. menciptakan stabilitas keamanan yang mantab c. memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa d. ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial e. mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia dari cengkeraman penjajah demi kehormatan bangsa dan negara. 13. Prinsip keadilan sosial dalam batang tubuh UUD 1945 antara lain tercermin dalam pasal 34 yang mengatur… a. perlunya asas legalitas b. pemeliharaan fakir miskindan anak terlantar c. persamaan hukum dan pemerintahan d. pentingnya kesejahteraan sosial e. perlindungan terhadap kepentingan semua warga negara 14. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam UUD 1945 ialah menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan berpangkal atas… a. ketetapan majelis permusyawaratan rakyat
47 b. pengakuan warga negara sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial c. keseimbangan antara individu dan masyarakat d. hak-hak kodrat seorang manusia e. pengakuan dan jaminan hak-hak asasi pribadi 15. Nama Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia pertama kali dikukuhkan oleh… a. Ir. Soekarno b. Mr. Achmad Soebardjo c. Drs. Moh Hatta d. H.Agus Salim e. Mr. Moh Yamin 16. Dasar negara yang dimiliki oleh suatu bangsa biasanya bersumber dari ciri-ciri khas bangsa bersangkutan. Hal itu sering disebut… a. pandangan hidup bangsa b. pedoman hidup bangsa c. kepribadian bangsa d. falsafah bangsa e. ideologi negara 17. Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, dilihat dari proses terjadinya merupakan… a. ideologi negara b. dasar negara c. sumber hukkum dasar nasional d. pandangan hidup e. perjanjian luhur bangsa Indonesia
48 18. Pancasila menjadi pedoman untuk mengatur kehidupan bernegara yang berlandaskan peraturan perundangundangan. Pernyataan tersebut merupakan fungsi Pancasila sebagai… a. ideologi negara b. pandangan hidup bangsa c. dasar negara d. perjanjian luhur bangsa Indonesia e. kepribadian bangsa Indonesia 19. Konstitusi merupakan dokumen hukum dan mengandung cita-cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem ekonomi, dan sistem politik yang ingin dikembangkan oleh bangsa bersangkutan. Pernyataan tersebut menunjukkan kategori konstitusi sebagai konstitusi… a. ideologi b. politik c. ekonomi d. sosial e. budaya 20. Bangsa Indonesia bangga memiliki ideologi Pancasila dengan alas an… a. dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk b. mampu menyelesaikan segala masalah ditanah air c. setiap rencana perebutan kekuasaan dapat digagalkan d. karena dirumuskan oleh pemimpin-pemimpin bangsa sendiri
49 DAFTAR PUSTAKA 2022. Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara. https://annur.ac.id/fungsi-pancasila-sebagai-ideologibangsa-dan-negara/ Bestari,Niken. 2022. 10 Peluang dan Tantangan Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari. https://bobo.grid.id/read/083612487/10- peluangdan-tantangan-penerapan-pancasila-dalamkehidupan-sehari-hari?page=all Dwi, Anugrah. 2023. Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Beserta Perannya. Diakses tanggal 6 Oktober 2023 https://fkip.umsu.ac.id/2023/07/15/pengertianpancasila-sebagai-ideologiterbukabesertaperannya/#:~:text=Pancasila%20sebagai%20i deologi%20terbuka%20adalah ,zaman%20dan%20dinamika%20secara%20internal. Febriani, Anisa Rizki. 2022. Hakikat Ideologi: Definisi, Fungsi, beserta Macam-macamnya. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d6361772/ hakikat-ideologi-definisi-fungsi-besertamacammacamnya Indriani, Vauzia. Hubungan Pancasila Dengan Bhinneka Tunggal Ika Mahmudah, Syifa. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lain. https://www.academia.edu/8394745/Perbandingan_I deologi_Pancasila_De ngan_Ideologi_Lain
50 Makalah Hubungan Pancasila Dan Uud 1945. https://www.academia.edu/35015495/MAKALAH_HU BUNGAN_PANCASI LA_DAN_UUD_1945_docx Sitoresmi,Ayu Rifka.2023. Mengenal Pengertian Ideologi dalam Negara, Macam, dan Karakteristiknya. http://www.liputan6.com/hot/read/5307014/menge nal-pengertian-ideologidalam-negara-macam-dankarakteristiknya?utm_source=Mobile&utm_medium=& utm_campaign=Sha re_Top Syarifah, Fina. Macam-macam IDEOLOGI dan Pengertiannya. https://www.academia.edu/9210910/Macam_macam _IDEOLOGI_dan_Pen gertiannya Yuniar, R. (2021). Ideologi Pancasila. https://osf.io/cb2f9/download
51 BAB IV EKSISTENSI, KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA BAGI BANGSA INDONESIA
52 Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara. Pancasila mencerminkan kepribadian khas bangsa Indonesia sejak dulu. Pancasila berasal dari bahas Sansekerta yang mengandung dua suku kata, yaitu panca dan syila. Panca artinya lima da syila yang dibaca pendek artinya sendi, alas, dasar, atau asas. Syila yang pengucapannya panjang (syiila) artinya peraturan atau tingkah laku yang baik. Pancasila dapat diartikan berbatu sendi lima, atau tingkah laku utama, atau pelaksanaan lima kesusilaan (Pancasila Krama). Pancasila diperkenalkan pertama kali oleh Ir Sekarno dalam sidang Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945. Gambar 4. 1: Garuda Pancasila https://nasional.kompas.com/read/2022/03/21/01150011/ A. KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA MEMILIKI ARTI SEBAGAI PANDANGAN HIDUP YANG MEMILIKI FUNGSI UTAMA SEBAGAI DASAR NEGARA INDONESIA. Pancasila menempati kedudukan yang paling tinggi sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sebagai
53 sumber hukum dasar nasional di dalam tata hukum di Indonesia: a. Kedudukan Pancasila Bagi Bangsa Indonesia ➢ Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber tertib hukum di Indonesia. ➢ Meliputi suasana kebatinan Semua ini tertulis dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat dan Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 1968. ➢ Mewujudkan cita-cita hukum sebagai dasar (hukum tertulis dan yang tidak tertulis). ➢ Mengandung norma yang mengharuskan UUD mengundangkan isi yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggara memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. ➢ Merupakan semangat UUD 1945 untuk penyelenggaran negara serta pelaksanaan pemerintahan b. Fungsi Pancasila Bagi Bangsa Indonesia ➢ Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia yang fungsinya supaya Indonesia tetap hidup dalam jiwa Pancasila. ➢ Pancasila sebagai kepribadian bangsa, Pancasila memiliki fungsi memberikan corak bangsa Indonesia dan menjadi pembeda dengan bangsa lain. ➢ Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum fungsinya adalah sebagai sumber hukum yang mengatur segala hukum yang berlaku di Indonesia. ➢ Perjanjian luhur Pancasila berfungsi sebagaimana disepakati melalui sidang Panitia Persiapan
54 Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. ➢ Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia berfungsi untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur. ➢ Pancasila merupakan satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ➢ Pancasila sebagai moral pembangunan. B. BUDAYA INDONESIA Adanya budaya yang dominan dalam suatu sistem pendidikan. Dimana pendidikan berkembang sesuai dengan budaya yang dilindungi masyarakat. Kebudayaan memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan pendidikan dan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pendidikan dan kemajuan akademik siswa. Masyarakat Indonesia sangat protektif terhadap nilainilai budaya masyarakat adat Pancasila. Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia yang prinsipnya berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia. Mengembangkan jati diri dan budaya bangsa sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Diantara nilai-nilai tersebut adalah nilai budaya berupa: gagasan, konsep, tatanan sosial, sistem nilai, hukum, dan perilaku yang mengungkapkan jati diri bangsa Indonesia.
55 Gambar 4. 2:Nilai Budaya Indonesia https://gaetlokal.id/read/67/5-warisan-budaya-indonesia-yang-mendunia.html a. pandangan Hidup Bangsa. Pancasila merupakan gaya hidup nasional yang mencerminkan perilaku sosial masyarakat Indonesia. Masuknya ilmu pengetahuan dan ajaran baru ke Indonesia menyebabkan semakin hilangnya moralitas masyarakat. Oleh karena itu, pandangan masyarakat terhadap nilai Pancasila semakin rapuh. Pancasila juga dapat disebut sebagai jiwa bangsa, kepribadian bangsa, dan sumber hukum negara. Masyarakat harus selalu meyakini dan mengamalkan nilainilainya dengan tulus. Segala perbedaan dalam kehidupan masyarakat tentu tidak perlu diperdebatkan namun perlu dihormati dan diakui. Contoh perilaku sosial masyarakat dalam menerapkan Pancasila sebagai pedoman hidup antara lain: ➢ Sila Ketuhanan yang Maha Esa. Menyadari keberadaan Tuhan dengan menganut agama sesuai keyakinan masing-masing. ➢ Sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
56 Manusia mempunyai kedudukan yang sama dengan manusia lainnya. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus selalu mengedepankan rasa keadilan, tanpa membedakan pihak manapun. ➢ Sila persatuan Indonesia Makna keberagaman budaya mengenahi sikap persatuan yang utuh dan tidak mudah terpecah belah. ➢ Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Nilai kerakyatan dan kebijaksanaan harus dilindungi. Masalah apa pun yang ada sebaiknya diselesaikan melalui diskusi. ➢ Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Pemerintah Indonesia tidak boleh melakukan diskriminasi dalam perlakuannya terhadap Masyarakat. Pemerintah harus lebih adil dan bijaksana dalam mengambil tindakan. b. Dasar Filsafat Bangsa Dan Negara Indonesia. Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila.
57 Pancasila sebagai tolak ukur atau landasan dasar pembangunan hukum, baik secara teori maupun praktek, Pancasila senantiasa menjadi penerang dan sumbangsih bagi segala bentuk kegiatan pembangunan sistem hukum agar terus maju dan mendekati cita-cita hukum. Kedudukan Pancasila sebagai filsafat nasional tentu abstraksi. Oleh karena itu, pendekatan untuk mencoba memahaminya dan menerjemahkannya ke tingkat yang lebih realistis jelas ditentukan oleh situasi saat ini, oleh karena itu segala bentuk penegakan hukum didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. c. Ideologi Bangsa Dan Negara Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia sangatlah penting. Karena ideologi merupakan alat yang paling ampuh untuk mewujudkan negara Indonesia yang tangguh, bermartabat, dan berbudaya tinggi. Tanpa ideologi, bangsa akan rapuh dan kehilangan jati diri. Pancasila sebagai sumber jati diri bangsa Indonesia dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menolak segala bentuk penindasan dan penjajahan bangsa ini terhadap bangsa lain. Indonesia mempunyai ideologi Pancasila yang akan membantu Indonesia menjadi negara yang lebih baik dari sekarang. Ideologinya juga harus mampu membangkitkan kesadaran masyarakat. Setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan ideologi negara Indonesia. Sehingga pengambilan keputusan tidak menyimpang dari peraturan perundang-undangan
58 negara Indonesia. Tidak hanya negara yang menganut ideologi Pancasila, masyarakat Indonesia juga demikian. Dalam bertindak kita juga harus berpegang teguh pada ideologi Pancasila agar cita-cita yang diinginkan dapat terwujud dengan baik. d. Pemersatu Bangsa Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia bukanlah sebuah pemberian dari pemerintah Belanda atau Jepang. Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Usulan dasar negara merdeka mulai dibahas dalam sidang BPUPKI. Kandidat yang diusulkan negara bagian diusulkan oleh: Muh. Yamin, M.Soepomo dan Ir. Soekarno. Nama “Pancasila” diusulkan oleh Ir. Sokarno. Usulan dasar negara yang disampaikan pada sidang pertama BPUPKI kemudian dibahas oleh Panitia Sembilan. Piagam Jakarta dibahas pada sidang kedua. merupakan hasil kerja Panitia Sembilan, ada usulan untuk mengubah susunan kata pada sila pertama. Usulan itu diterima sehingga rumusannya menjadi “Ketuhanan Tuhan Yang Maha Esa”. Selanjutnya UUD 1945 dan Pancasila disahkan oleh PPKI sebagai dasar negara Indonesia dan ideologi negara. C. JATI DIRI BANGSA INDONESIA Globalisasi ialah perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang kemudian menyebar dari satu ujung dunia ke ujung dunia yang lain, hingga tidak ada lagi batas yang jelas dalam suatu negara. Dampak tersebut berupa tantangan terhadap jati diri bangsa, seperti munculnya
59 hedonisme, hilangnya nasionalisme dan patriotisme, hilangnya persatuan, pergaulan, dan hilangnya budi pekerti. Tantangan tersebut harus diatasi oleh bangsa Indonesia. Jika tidak, keamanan nasional dan negara serta persatuan dan kesatuan akan terancam. Untuk mengatasi tantangan globalisasi terhadap jati diri bangsa, masyarakat dapat melakukan upaya, misalnya dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menanamkan sikap patriotisme dan nasionalisme, yang mengutamakan sikap solidaritas. Oleh karena itu, upaya tidak harus dimulai dari hal yang besar namun bisa dimulai dari hal yang kecil. Merawat jati diri bangsa di era globalisasi harus menjadi tanggung jawab bangsa Indonesia. Agar jati diri kita sebagai bangsa dan negara Indonesia tidak luntur, bahkan hilang, akibat derasnya arus globalisasi. a. Jiwa Dan Kepribadian Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut: Pancasila sebagai jiwa bangsa adalah sikap batin yang meliputi keyakinan, cita-cita, tujuan, semangat, motivasi, hati nurani, tanggung jawab, kesetiaan dan pengabdian masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai kepribadian nasional merupakan sikap bawaan yang meliputi perilaku, tindakan, karya, prestasi, kinerja, kualitas dan kuantitas manusia Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
60 Pancasila sebagai jiwa kepribadian bangsa Indonesia. Menurut Dewan Perancang Nasional, yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia ialah : Keseluruhan ciri - ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri- ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai. b. Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia Pancasila sebagai perjanjian mulia diartikan sebagai kesepakatan mulia antara rakyat dan pemerintah yang bertujuan untuk membentuk dan memelihara kebudayaan bangsa Indonesia, melalui lima sila yang muatannya mendalam. Pancasila menjadi dasar pembangunan NKRI untuk mencapai tujuan membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pancasila adalah perjanjian luhur rakyat Indonesia. Hal ini berarti bahwa Pancasila telah disepakati dan disetujui oleh rakyat Indonesia melalui perdebatan dan tukar pikiran baik dalam sidang BPUPKI maupun PPKI oleh para pendiri negara. Perjanjian luhur tersebut dipertahankan terus oleh negara dan bangsa Indonesia. Kita
61 semua mempunyai janji untuk melaksanakan, mempertahankan serta tunduk pada azas Pancasila. D. SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM Sebagai konstitusi, Pancasila dijadikan sebagai asas utama dalam penyelenggaraan hukum di Indonesia. Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila mempunyai empat asas hukum yang harus dijadikan pedoman dalam pengambilan kebijakan hukum dan pembuatan undangundang pada umumnya, yaitu: ➢ Menjaga tanah air dan bangsa Indonesia. ➢ Membangun kedaulatan hukum dan kedaulatan rakyat (demokrasi). ➢ Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ➢ Membangun toleransi dalam kehidupan beragama masyarakat. Cita-cita hukum NKRI dalam 4 pokok pikiran UUD 1945 pada hakikatnya sama dengan Pancasila, oleh karena itu Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum NKRI . Tujuan negara Indonesia terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yaitu ➢ Melindungi setiap bangsa dan seluruh darah Indonesia ➢ Meningkatkan kesejahteraan umum. ➢ Memperkaya kehidupan suatu bangsa. ➢ Turut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
62 LATIHAN SOAL 1. Apa kedudukan Pancasila Bagi Bangsa Indonesia 2. Apa Fungsi Pancasila Bagi Bangsa Indonesia 3. Sebutkan 3 contoh Contoh perilaku sosial masyarakat dalam menerapkan Pancasila sebagai pedoman hidup 4. Apa itu filsafat pendidikan 5. Mengapa Pancasila dijadikan sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia 6. Usulan dasar negara merdeka mulai dibahas dalam sidang apa 7. Pancasila disahkan oleh siapa dan kemudian pancasila menjadi apa 8. Nama “Pancasila” diusulkan oleh siapa 9. Sebutkan 3 dampak berupa tantangan terhadap jati diri bangsa 10. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dapat digambarkan seperti apa 11. Apa saja asas hukum yang harus dijadikan pedoman dalam pengambilan kebijakan hukum dan pembuatan undang-undang pada umumnya 12. Sebutkan 3 upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi tantangan globalisasi terhadap jati diri bangsa 13. Apa yang dibahas pada sidang pertama BPUPKI 14. Apa tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia 15. Apa Cita Cita & Tujuan Bangsa Indonesia
63 DAFTAR PUSTAKA 2022. Arti Kedudukan dan Fungsi Pancasila. https://regional.kompas.com/read/2022/08/02/06 0000978/apa-arti-kedudukan-dan-fungsi-pancasilabagi-bangsa-indonesia Gandhi, R. (2021). Pancasila sebagai jiwa bangsa. File:///C:/Users/ASUS/Downloads/PANCASILA%2 0SEBAGAI%20JIWA%20BANGSA%20.pdf Semadi, Y. P. (2019). Filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 2(2), 82-89. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/darmana,+Yoga +Semadi+82-89.pdf Susatyo, R. (2008). Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa. In Workshop Kesejarahan “Pembelajaran Sejarah dalam Pengembangan Jatidiri Bangsa” Medan (pp. 28-31).
64 BAB V PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA DAN ETIKA POLITIK
65 https://images.app.goo.gl/PxBBxVgsyXRRLfEj8 A. PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA Pancasila sebagai sistem etika memberikan orientasi etika yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, asas-asasnya harus diperkuat dengan tindakan yang menunjukkan manusia yang bertaqwa, murni, dan berbudi luhur. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang berasal dari sila Pancasila yang bertujuan untuk mengatur tingkah laku masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Oleh karena itu, etika Pancasila mengandung nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. ➢ Sila ketuhanan mengandung dimensi moral berupa nilai spiritual yang mendekatkan diri kepada penciptanya. ➢ Sila kemanusiaan mengandung dimensi humanus, artinya menjadikan manusia lebih manusiawi khususnya upaya meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam hubungan antar manusia. ➢ Sila persatuan mengandung dimensi nilai solidaritas, solidaritas emosional, dan cinta tanah air. Gambar 5. 1: Contoh Kebhinekaan
66 ➢ Sila kerakyatan mengandung nilai-nilai berupa rasa hormat terhadap orang lain, dan kemauan mendengarkan pendapat. ➢ Sila keadilan mengandung dimensi nilai keinginan untuk peduli dan membantu orang lain. Dalam setiap aspek Pancasila, kelima nilai ini membentuk perilaku manusia di Indonesia. Nilai-nilai ini lebih dekat dengan konsep etika keutamaan atau kebajikan, meskipun masing-masing memiliki dominasi yang berbeda. B. PENGERTIAN ETIKA "Ethos", kata Yunani yang berarti "tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat istiadat, watak, perasaan, sikap, dan cara berpikir, adalah asal dari etika. Secara umum, etika didefinisikan sebagai pemikiran filosofis tentang segala sesuatu yang dianggap baik atau buruk dalam perilaku manusia, dan itu adalah ilmu yang membahas standar baik dan buruk. Moralitas atau etika adalah istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada perilaku manusia secara keseluruhan, serta norma dan prinsip yang mengaturnya. Etika, menurut Prof. DR. Franz Magnis Suseno, adalah baidng yang memberikan pedoman, referensi, dan dasar bagi tindakan manusia. Pertimbangan kritis, metodis, dan sistematis adalah syarat untuk etika. Pancasila menggabungkan konsep etika ke dalam berbagai tindakan. Ketika manusia menunjukkan elemen moral dalam pendapat spontan mereka, etika dimulai. Salah satu tujuan etika adalah untuk menunjukkan kemampuan intelektual seseorang; etika juga dikenal
67 sebagai ilmu etika yang menentukan aturan dan prinsip perilaku yang benar. C. PENGERTIAN NILAI, NORMA DAN MORAL Nilai, atau "value", adalah kapasitas yang dianggap ada pada suatu benda untuk menyenangkan seseorang atau suatu kelompok orang, dan sifat-sifat suatu benda yang membuatnya dapat menarik perhatian seseorang atau suatu kelompok orang. Nilai termasuk dalam bidang penelitian filsafat, dan salah satu cabangnya adalah filsafat nilai. Jadi nilai adalah apa yang bernilai dan berguna memperkaya pikiran dan menyadarkan orang akan nilai dan martabatnya. Nilai berasal dari pikiran dan berfungsi untuk mendorong dan membimbing sikap dan perilaku manusia. Norma adalah aturan yang mengikat sebuah kelompok masyarakat. Standar membantu mengontrol perilaku yang pantas dan dapat diterima secara sosial untuk menciptakan kondisi aman, tertib, dan harmonis. Tidak adanya standar akan menyebabkan konflik dalam kelompok atau masyarakat. Norma sendiri ada beberapa jenis diantaranya yaitu, ➢ Norma Agama ➢ Norma Kesusilaan ➢ Norma Kesopanan ➢ Norma Hukum ➢ Norma Adat Istiadat Norma mengatur masyarakat atau kelompok untuk tidak berperilaku atau bertindak melampaui batas. Standar
68 bertindak juga berfungsi sebagai penghubung berdasarkan keinginan masyarakat. Moral sering disamakan dengan etika, yaitu ajaran tentang baik buruknya tingkah laku manusia sehingga membantu manusia hidup bersama. Sebagian besar moral tidak tetap atau permanen, tetapi sering berubah seiring berjalannya waktu. Ada beberapa macam moral, ➢ Moralitas objektif ➢ Moralitas subyektif ➢ Moralitas interistik D. NILAI DASAR, NILAI INSTRUMENTAL, DAN NILAI PRAKSIS Nilai-nilai dasar Pancasila berasal dari prinsip-prinsip universal Pancasila dan dianggap benar, tidak terbantahkan, atau mutlak. Nilai-nilai ini meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilainilai ini juga mengandung tujuan, prinsip, dan nilai yang baik. Nilai-nilai instrumental Pancasila merupakan pengembangan dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila dan bertujuan untuk mewujudkan atau melaksanakan berbagai nilai dasar Pancasila sesuai dengan keinginan zaman dan masyarakat. Nilai praktis Pancasila adalah wujud nyata dari nilainilai fundamental dan instrumental. Nilai praktisnya sama dengan nilai moral dan etikanya, dan nilai-nilai ini dapat
69 berubah sesuai dengan kemajuan zaman, kemajuan teknologi, dan aspirasi masyarakat. Gambar 5. 2: Monumen Pancasila Sakti https://images.app.goo.gl/7sE8Ygunzx4yhKf38 E. ETIKA POLITIK Etika politik adalah praktik yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang ditujukan pada tindakan politik yang didasarkan pada etika. Etika adalah standar perilaku dalam kehidupan politik. Etika politik mencakup penilaian tentang etika tindakan atau kebijakan politik yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau pemerintah dalam hubungan politik. Etika politik mencakup inti dari etika yang berkaitan dengan hak asasi manusia, keadilan, kebebasan, tanggung jawab, integritas, dan hal-hal penting lainnya yang berkaitan dengan kehidupan politik. Tujuan dari prinsip-prinsip etika politik adalah untuk menyediakan standar etika dalam bidang politik. Etika politik bertujuan untuk memastikan bahwa tindakan politik dilakukan dengan integritas, kejujuran, dan keadilan. Etika politik bertujuan untuk mendorong
70 pemimpin dan warga negara untuk bertindak sesuai dengan nilai dan prinsip yang baik, termasuk kepentingan publik, kebebasan individu, dan hak-hak sosial seperti keadilan dan perlindungan lingkungan. Tujuan etika politik adalah untuk menciptakan sistem politik yang transparan, akuntabel, dan berfungsi dengan baik untuk menghasilkan pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang efektif Ada tiga dimensi etika politik: ➢ Dimensi tujuan ➢ Dimensi sarana ➢ Dimensi aksi politik Meskipun keadaan normal, etika politik masih penting karena tanpanya, kekhawatiran akan muncul tentang sikap dan perilaku politik pemimpin negara dan elite politik, yang kemudian akan bertentangan dengan visi, misi, dan tujuan pemerintah. Demikian pula, kesejahteraan, keadilan, dan kebahagiaan masyarakat yang ideal tidak dapat dicapai tanpa moralitas politik. LATIHAN SOAL 1. Bagaimana awal munculnya etika politik 7 ? 2. Jelaskan pengertian dari etika umum dan khusus? 3. Jelaskan pentingnya dari pancasila sebagai etika politik? 4. Jelaskan pokok permasalahan dari pancasila sebagai etika politik?
71 5. Berbicara mengenai etika politik kita juga perlu mengetahui tentang apa yang disebut dengan nilai, norma dan moral. Coba anda jelaskan apa itu nilai, norma dan moral? 6. Jelaskan sejarah pancasila sebagai dasar negara ? 7. Jelaskan kedudukan dan fungsi pancasila sebagai pandangan hidup bangsa? 8. Jelaskan arti penting pandangan hidup bagi bangsa Indonesia? 9. Didalam kedudukannya sebagai dasar negara republik Indonesia pancasila mempunyai fungsi sebutkan fungsi dari pancasila tersebut? 10. Aktualisasi pancasila ada dua yaitu Aktualisasi Pancasila Objektif dan Aktualisasi Pancasila Subjektif jelaskan pengertian dari dua aktualisasi tersebut? DAFTAR PUSTAKA
72 Kompas.com, 20 Desember 2022 Pancasila Sebagai Sistem Etika Penulis: Issha Harruma Editor:Issha Harruma. https://nasional.kompas.com/read/2022/12/2 0/01100051/pancasila-sebagai-sistemetika?page=all Scribd.Inc 2023 diunggah oleh Evhy Kurnianti https://id.scribd.com/document/666575851/P ancasila-Sebagai-Sistem-Etika https://sipejar.um.ac.id/pluginfile.php/112276 6/mod_resource/content/1/Materi%20Pertem uan%2012.pdf Liputan6.com Pengertian Etika secara Etimologis dan Terminologis Simak Penjelasan Para Ahli oleh Ludia Tysara diperbarui 05 Agustus 2021. https://www.liputan6.com/hot/read/4624218 /penegertian-etika-secara-etimologi-danterminologis-simak-penjelasan-paraahli?page=4 Winarno.2016.Paradigma Bru Pendidikan Pancasila.Jakarta:Bumi Medika https://www.academia.edu/38990493/Makala h_Pancasila_Pancasila_Sebagai_Etika D katadat.co.id Pengertian Norma Penulis: Dwi Latifatul Fajri Editor:Safrezi Tanggal27/12/2021 https://katadata.co.id/safrezi/berita/61c9879 6d7999/pengertian-jenis-jenis-norma-besertacontohnya
73 detikBali/Berita Moral adalah: Ciri Nilai, Macam, Tujuan, dan Fungsinya ilham fikriansyah – detikBali Jumat, 16 Des 2022 https://www.detik.com/bali/berita/d6465389/moral-adalah-ciri-nilai-macamtujuan-dan-fungsinya Berita Terkini Memahami Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praktis Pancasil Penulis Kumparan 11 Agustus 2022 https://kumparan.com/beritaterkini/memahami-nilai-dasar-nilaiinstrumental-dan-nilai-praktis-pancasila1ydkjfbicnk/full detiknews / Berita Etika Politik: Pengertian, Tujuan, Urgensi, dan Dimensi Bayu Ardi Isnanto Kamis, 22 Juni 2023 https://news.detik.com/berita/d6785950/etika-politik-pengertian-tujuanurgensi-dan-dimensi
74 BAB VI PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU
75 A. DEFINISI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Ilmu pengetahuan adalah suatu usaha sistematis dengan metode ilmiah dalam pengembangan dan penataan pengetahuan yang dibuktikan dengan penjelasan dan prediksi yang teruji sebagaipemahaman manusia tentang alam semesta dan dunianya. Segi-segiini dibatasi agar dihasilkan rumusan- rumusan yang pasti. Teknologiadalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia dimulai dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Dari beberapa definisi diatas dapat diketahui dan disimpulkan bahwa IPTEK adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang merupakan disiplin ilmu yang mempelajari perkembangan teknologi berdasarkan ilmu pengetahuan. Seiring dengan berkembangnya globalisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi saling berhubungan dan berjalan bersamasama untuk membentuk kemajuan, Seperti halnya saat ini perkembangan IPTEK sangatlah pesat yang dapat kita amati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Namun perkembangan IPTEK ini harus tetap dibarengi dan dikawal dengan suatu landasan, supaya jalannya pengembangan ilmu ini dapat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia sehingga dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. Sejatinya manusia hidup untuk belajar, disetiap waktu dan disetiap kegiatan selalu ada ilmu yang dapat diambil. Pada dewasa ini ilmu bukanlah suatu entitas yang
76 abadi, bahkan dapat dikatakan bahwa ilmu tidak akan pernah selesai, pada setiap zaman selalu adasuatu ilmu yang dikembangkan karena menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan pada saat zaman tersebut, maka dari itu seluruh ilmuwan dan seluruh generasi penerus harus dapat mengembangkan ilmu melalui kajian, penelitian, maupun eksperimen yang disesuaikan dengan kebutuhan pada zaman tersebut. Kekuatan pengembangan ilmu terletak pada beberapa pilarnya yang berfungsi menjadi penyangga bagi eksistensi ilmu pengetahuan, pilar-pilar tersebut diantaranya: 1. Pilar ontologi (ontology) Pilar ini selalu berhubungan dengan problematika tentang keberadaan (eksistensi). Contoh : ➢ Aspek kuantitas : apakah yang ada itu tunggal, atau ganda ➢ Aspek kualitas : bagaimana Batasan, sifat, ataupun mutu dari sesuatu Dari hal-hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengalaman ontologis dapat memberikan landasan bagi penyusunan asumsi, pemetaan masalah, dan memungkinkan adanya kombinasi antar ilmu. 2. Pilar Epistemologi (epistemology) Pilar ini selalu berhubungan dengan problematika tentang sumber pengetahuan, sumber kebenaran, proses, prosedur, system, strategi, hingga prasarana. Dalam hal ini pengalaman epistemology dapat
77 memberikan sumbangan bagi kita berupa : ➢ Sarana legitimasi bagi ilmu/menentukan keabsahan disiplinilmu tertentu ➢ Mengembangkan ketrambilan proses ➢ Memberikan kerangka acuan metodologis pengembangan ilmu ➢ Mengembangkan daya kreatif dan inovatif 3. Pilar Aksiologi (axiology) Pilar ini berkaitan dengan problematika pertimbangan nilaimoral, religius, dan etika dalam setiap penemuan, pengembangan ilmu maupun penerapannya. Dengan hal tersebut, pengalaman aksiologis dapat memberikan dasar dan arah pengembangan ilmu, mengembangkan etos keilmuwan seorang professional maupun ilmuwan. Selain pilar-pilar ilmu pengetahuan, ada pula prinsip berfikir ilmiah yang tak kalah pentingnya dengan pilar ilmu dalam mencapai kesuksesan pada pengembangan suatu ilmu pengetahuan. Prinsip-prinsip berfikir ilmiah yang dimaksud diantaranya adalah : ➢ Obyektif, dimana cara pandang terhadap suatu masalah bersifat apa adanya dan terlepas dari factor subyektif (emosi, keinginan, otorita maupun system kekayaan) ➢ Rasional, dimana kita harus menggunakan akal sehat yang mudah dipahami dan diterima oleh orang lain, dengan mencoba melepaskan unsur subyektif (emosi, system kekayan, otorita maupun perasaan)
78 ➢ Logis, dimana prinsip ini mengharuskan untuk berpikir denganasas logika, konsisten dan implikatif. Tidak mengandung unsur pemikiran yang kontradiktif. Sejatinya pemikiran yang logis selalu rasional dan begitu sebaliknya. ➢ Metodologis, prinsip yang selalu mnggunakan cara dan metode keilmuan yang khas dalam setiap pemikiran atau gagasannya maupun dalam tindakannya. ➢ Sistematis, setiap cara berpikir dan bertindak sudah memiliki step/tahapan yang jelas dan saling memiliki keterkaitan satu sama lain, serta memiliki target dan tujuan yang jelas A. PANCASILA MENJADI DASAR DALAM PENGEMBANGAN ILMU DI INDONESIA Pada hakekatnya, Pancasila merupakan filsafat negara dan jatidiri bangsa Indonesia, dimana dalam hal ini bermakna bahwa nilai- nilai dalam Pancasila sudah menjadi kepribadian dan karakteristik bangsa Indonesia yang harus senantiasa dipelihara, dikembangkan dan di lestarikan oleh setiap warga Indonesia. Pancasila bukanlah sesuatu yang berasal dari luar diri pribadi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, aktualisasi perilaku kehidupan Bangsa Indonesia, bukan karena Pancasila sebagai alat untuk melasanakan setiap sila dalam Pancasila, melainkan karena Pancasila memang sudah tertanam dalam setiap diri warga negara Indonesia. Berdasarkan beberapa hal diatas, sudah dapat
79 diketahui bahwa Pancasila menjadi dasar dalam segala urusan di Indonesia karena setiap nilai dalam sila pancasla merupakan perwujudan jati diri bangsa Indonesia. Presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno, pernah menyatakan bahwa Pancasila dan setiap sila dalam Pancasila hendaknya dijadikan blueprint bagi setiap pemikiran dan tindakan bangsa Indonesia, karena jikalau hal itu tidak dilaksanakan, maka akan terjadi kemunduran dalam pencapaian suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Para pendiri negara juga telah berpesan bahwa untuk dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia agar setara dengan bangsa lain di dunia adalah dengan menigkatkanperekonomian dan pengembangan ilmu pegetahuan yang sesuai dengan sila-sila Pancasila dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, setiap pengembangan ilmu di Indonesia, baik ilmu pengetahuan, agama, maupun budaya harus didasarkan pada sila-sila dalam Pancasila yang saling berkaitan satu sama lain agar dapat menangkal segala pengaruh buruk dari pengembangan ilmu tersebut dan agar pengembangan ilmu yang dilakukan dapat sesuai dengan jati diri dan kepribadian bangsa. B.KONSEP PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN ILMU Mengenai Pancasila yang berfungsi sebagai dasar nilai pengembangan ilmu ini, memiliki beberapa konsep yang diterapkan, diantaranya : ➢ Setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
80 yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Hal ini dapat dimakanai bahwa iptek tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung asumsibahwa iptek itu sendiri berkembang secara otonom, kemudian dalam perjalanannya dilakukan adaptasi dengan nilai-nilai Pancasila. ➢ Setiap IPTEK yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Hal ini dapat kita maknai a bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilainilai Pancasila ada dalamposisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan. ➢ Nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia.
81 Kita dapat memahami hal ini bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal mengandaikan bahwa sejak awal pengembangan iptek sudah harus melibatkan nilai-nilai Pancasila. Namun, keterlibatan nilainilai Pancasila ada dalamposisi tarik ulur, artinya ilmuwan dapat mempertimbangkan sebatas yang mereka anggap layak untuk dilibatkan ➢ Setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal denganistilah indegenisasi ilmu (mempribumian ilmu). Hal ini dapat dimaknai bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sebagai proses indegenisasi ilmu mengandaikan bahwa Pancasila bukan hanya sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, tetapi sudah menjadi paradigma ilmu yang berkembang di Indonesia C.PENTINGNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU Selain memiliki konsep dalam dasar pengembangan ilmu pengetahuan, ada juga beberapa hal mengapa Pancasila penting bagi: ➢ Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan iptekmenimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang
82 mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadianbangsa. ➢ Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia. ➢ perkembangan iptek yang didominasi negaranegara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan D. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI, KERANGKA BERPIKIR SERTA ASAS MORALITAS BAGI PEMBANGUNAN ILMU Menurut Kaelan (2000) bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek yakni : ➢ Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irrasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Berdasarkan sila pertama ini iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksudnya dan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya. Pengolahan
83 diimbangi dengan pelestarian. Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya. ➢ Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, Memberikan dasardasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh sebab itu, pembangunan iptek harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia Iptek harus dapat diabdikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan iptek. ➢ Sila Persatuan Indonesia Memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek. Oleh sebab itu, Iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional. ➢ Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
84 Mendasari pengembangan iptek secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untukmengembangkan iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbukaartinya terbukauntuk dikritik, dikaji ulanh maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya. ➢ Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya. a. Peran Pancasila Dalam Pengembangan Ilmu Pembangunan Bangsa dan Pengembangan Etika Ilmu Pengetahuan menegaskan ada dua peran Pancasila dalam pengembangan iptek, yaitu ➢ Pancasila merupakan landasan dari kebijakan pengembanganilmu pengetahuan ➢ Pancasila sebagai landasan dari etika ilmu pengetahuan dan teknologi. b.Konsep Ilmu Pengetahuan Yang Bersentuhan Dengan Budaya Dan Agama 1.Iptek yang gayut dengan nilai budaya dan agama sehingga pengembangan iptek harus
85 senantiasa didasarkan atas bagaimana konsep ilmu pengetahuan sikap humanreligius. Relasi yang paling ideal antara iptek dan nilai budaya terdapat pada fenomena pertama ini, meskipun hal ini belum dapat berlangsung secara optimal, mengingat keragaman agama dan budaya di Indonesia itu sendiri. Keragaman tersebut di satu pihak dapat menjadi kekayaan, tetapi di pihak lain dapatmemicu terjadinya konflik. Oleh karena itu, diperlukan sikap inklusif dan toleran di masyarakat untuk mencegah timbulnya konflik. Untuk itu, komunikasi yang terbuka dan egaliter diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2. Iptek yang lepas sama sekali dari norma budaya dan agama tanpa dikawal dan diwarnai nilai human-religius. Fenomena ini menempatkan pengembangan iptek diluat nilai budaya dan agama, jelas bercorak positivitis. Dimana kelompok ilmuwan dalam fenomena ini menganggap intervensi factor eksternal justru dapat mengganggu objektivitas ilmiah. 3. Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya sebagai mitra dialog di saat diperlukan. Dimana dalam fenomena ini, menempatkan nilai budaya dan agama sebagai mitra dialog mrupakan salah satu sintesi yang lebih memadai dan realistis untuk diterapkan dalam pengembangan
86 iptek di Indonesia. Sebab iptek yang berkembang di ruang hampa nilai, justru akan menjadi bumerang yang membahayakan aspek kemanusiaa c. Dampak Yang Dapat Ditimbulkan Dari Pengembangan Ilmu Trhadap Agama Dan Budaya Dampak Perkembangan Iptek Terhadap Agama ➢ Dampak positif 1. Peningkatan Pendidikan Islam MeningkatkanAksesterhadap Informasi 2. Keagamaan Sebagai Penyedia Konten Video Ceramah 3.Keagamaan Dapat berbagai ilmu terhadap sesama ➢ Dampak negatif 1. Mudahnya tersebar berita tentang perselisihan agama 2. Menghilangnya norma dan nilai serta sopan santun akibat dari teknologi membuat masyarakat tidak lagi mengindahkanmoral yang ada di Indonesia, 3. Menurunnya budi luhur umat islam atau umat muslimin dikalangan umat yg beragama lain dikarnakan banyaknya umat muslim yang juga ikut ikutan budaya barat. Dampak Perkembangan Iptek Terhadap Budaya ➢ Dampak Positif 1. Masyarakat bisa mengetahui peristiwa dan isu di duniasecara real time.
87 2. Memudahkan masyarakat dalam mempelajari bahasa asing. 3. Potensi daerah menjadi lebih meningkat karena adanyamedia sosial sebagai Sarana promosi ➢ Dampak Negatif 1. Memunculkan adanya kesenjangan sosial 2. Lunturnya budaya asli Indonesia karena masuknya budaya asing. 3. Pudarnya semangat gotong royong. kepedulian, solidaritas,dan setia kawan. 4. Lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan. 5. Munculnya gaya hidup yang konsumtif LATIHAN SOAL 1. Apa yang menjadi alasan Pancasila dijadikan sebagai dasarnilai dalam pengembangan ilmu? 2. Apa saja tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai dasarpengembangan ilmu? 3. Mengapa ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi tidak dapat dipisahkan ? 4. Apakah tanggung jawab manusia terhadap perkembangan IPTEK? 5. Mengapa tidak semua pengetahuan dapat dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan jelaskan?
88 DAFTAR PUSTAKA Liputan6.com Pengertian Etika secara Etimologis dan Terminologis Simak Penjelasan Para Ahli oleh Ludia Tysara diperbarui 05 Agustus 2021. https://www.liputan6.com/hot/read/4624218 /penegertian-etika-secara-etimologi-danterminologis-simak-penjelasan-paraahli?page=4 Winarno.2016.Paradigma Bru Pendidikan Pancasila.Jakarta:Bumi Medika https://www.academia.edu/38990493/Makala h_Pancasila_Pancasila_Sebagai_Etika D katadat.co.id Pengertian Norma Penulis: Dwi Latifatul Fajri Editor:Safrezi Tanggal27/12/2021 Kurnisar. (2020). Pancasila Sumber Dari Segala Sumber Hukum Di Indonesia: Media Komunikasi Fpips,10(2), 243-253. Mei Susanto. (2021). Kedudukan Dan Fungsi Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Pembelajaran Dari Tren Global. Legislasi Indonesia, 18(2), 184–203. N, Susilawati. (2021). MEMANTAPKAN PEMAHAMAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN NASIONAL: Jurnal Prajaiswara, 2(1), 215-224.
89 BAB VII PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI
90 Pancasila, sebagai dasar negara Republik Indonesia, memiliki peran sentral dalam membentuk dan mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep dasar negara ini tidak hanya bersifat filosofis, tetapi juga bersifat praktis dalam mengatur ketatanegaraan Indonesia. Dalam konteks ketatanegaraan Republik Indonesia, Pancasila menjadi panduan utama dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan serta mengelola pemerintahan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila dalam konteks ketatanegaraan menjadi krusial untuk memahami landasan dan nilai-nilai yang membentuk dasar negara Indonesia. Pancasila bukan hanya sebagai ideologi, tetapi juga sebagai landasan konkret dalam membentuk dan memandu arah pembangunan negara Indonesia. A. PANCASILA DALAM SISTEM PERUNDANGAN DAN KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Gambar 7. 1: Hukum Dasar Pancasila https://www.inanews.co.id/wp-content/uploads/2020/06/images7.jpeg
91 Pancasila dianggap sebagai nilai dasar dan sumber norma di setiap sektor pengaturan negara. Secara esensial, semua peraturan perundang-undangan dan penjelasannya selalu didasarkan pada prinsip-prinsip yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. f. Pancasila sebagai Dasar atau Asal dari Segala Hukum Pancasila merupakan adicita untuk negara Indonesia. Pancasila berasal dari dua kata Sanskerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti asas 4 atau prinsip. Pancasila sejatinya adalah acuan untuk kehidupan berbangsa dan ber-negara bagi semua rakyat Indonesia. Pancasila digunakan sebagai dasar negara menyiratkan bahwasan-nya Pancasila sebagai asal atau dasar dari segala sumber hukum yang ada di Negara RI. Yang artinya, UUD 45, ketetapan MPR, UU, Perpu, PP, Keppres, dan semua peraturan yang lain, wajib berlandaskan kepada Pancasila sebagai acuan hukumnya. Maka dari itu, jika Pancasila dirubah, maka seluruh komponen hukum yang ada di negara RI sejak awal kemerdekaan sampai sekarang otomatis tidak berlaku lagi. disebabkan acuan dari semua sumber hukum itu telah dianulir. Maka dari itu, Pancasila tidak dapat diubah oleh siapapun dan kapanpun. g. Pancasila Sebagai Dasar Negara Pancasila pada dasarnya merupakan sebuah nilai. Nilai-nilai yang terkandung ialah: nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, serta keadilan. Nilainilai itu kemudian menjadi nilai dasar bagi pengaturan kehidupan berbangsa Indonesia. Pancasil terkandung di
92 Alinea ke IV pembukaan UUD 45, dimana disebut sebagai acuan yuridis konstitusional serta dijuluki sebagai adicita negara. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki kekuatan mengikat secara hukum sehingga mengharuskan segala peraturan hukum atau ketatanegaraan yang bersebrangan dengan pancasila wajib dihapus. Pancasila dalam bentuk aturan semacam per-undang undangan memiliki sifat mengikat (imperative) bagi: ➢ Pengelolaan negara ➢ Institusi negara ➢ institusi kemasyarakatan ➢ WNI, tak pedulia dimana ia berada, baik didalam maupun diluar negeri. Penegasan kembali Pancasila sebagai dasar negara terdapat dalam Tap.MPR No.XVIII / MPR / 1998. Terdapat berbagai aspek yang membuat paraa pemrakarsa bangsa menjadikan Pancasila menjadi fondasi negara. Aspek-aspek yang membuat Pancasila dipilih menjadi dasar negara yaitu: ➢ Aspek keragaman dalam kehidupan masyarakat Indonesia. ➢ Aspek ketahanan nasional yang bersifat alami ➢ Aspek kebudayaan ➢ Aspek keagamaan ➢ Aspek kesetaraan Nasib Karena itu, Pancasila merupakan opsi yang sesuai karena mampu mengelola keberagaman masyarakat Indonesia dengan sikap toleran terhadap perbedaan.