PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
JENIS-JENIS
TUMBUHAN
SPERMATOPHYTA DI
SMAN 3 TAKENGON
Penulis :
Dian Siti Solehah
Mulyadi, S.Pd.I., M.Pd.
Nafisah Hanim, S.Pd., M.Pd.
KINGDOM
PLANTAE
Penulis :
Dian Siti Solehah
Pembimbing :
Mulyadi, S.Pd.I.,
M.Pd.
Nafisah Hanim, S.Pd.,
M.Pd.
Desain Cover ;
Dian Siti Solehah
Tata Letak :
Dian Siti Solehah
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Penulis memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT
yang telah memberikan
perlindungan dan kesehatan kepada penulis sehingga E-Book
yang berjudul ‘’Jenis-Jenis Tumbuhan Spermatophyta di SMAN
3Takengon” ini dapat diselesaikan. Ungkapan terimakasih juga
penulis sampaikan kepada Bapak Mulyadi, S.Pd.I., M.Pd. dan Ibu
Nafisah Hanim, S.Pd.,M.Pd. yang telah banyak memberikan
masukan dan saran yang membangun dalam penyusunan E-
Book ini. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada
seluruh pihak yang telah membantu dan bekerjasama dengan
penulis dalam penyusunan E-Book ini.
E-Book ini merupakan implementasi dari hasil penelitian
penulis dari penelitian tugas akhirnya yang berjudul
“Pengembangan Media Pembelajaran E-Book Berbasis
Lingkungan Sekolah pada Materi Kingdom Plantae di SMAN 3
Takengon”. Dari hasil dari penelitian tersebut ditemukan bahwa
terdapat 68 jenis tanaman spermatophyta di lingkungan SMAN 3
Takengon. Ke 68 jenis tanaman tersebut telah penulis identifikasi
dan rangkum kedalam E-Book ini.
Adapun tujuan dari penyusunan E-Book ini adalah diharapkan
dapat menambah sumber rujukan bagi Siswa dan Guru dalam
mempelajari Materi Kingdom Plantae. Penulis sangat
mengharapkan bahwa dengan adanya E-Book ini Siswa semakin
peka terhadap jenis-jenis tumbuhan spermatophyta di
lingkungan sekitar SMAN 3 Takengon.
Akhir kata, penulis mengharapkan adanya berbagai masukan
dan saran dari pembaca demi perbaikan E-Book ini. Semoga E-
Book ini dapat bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Penyusun
Dian Siti Solehah
DAFTAR
ISI
Spermatophyta 1
Pendahuluan 2
A. Ciri-Ciri Tumbuhan Spermato-
phyta 3
B. Pengelompokan Tumbuhan
Spermatophyta 4
C. Siklus HidupTumbuhan
Spermatophyta 5
D. Perbedaan Antara Angiospermae
dan Gymnospermae 9
E. Pemanfaatan Tumbuhan
Spermatophyta 9
F. Jenis-Jenis Tumbuhan
Spermatophyta 10
G. Lembar Kerja Peserta Didik 57
Daftar Pustaka 66
Ayat Al-Qur`an Yang Berkaitan dengan
Tumbuhan Tumbuhan
Adapun ayat Al-Qur`an yang menjelaskan berbagai
jenis-jenis tumbuhan dimuka bumi ini Terdapat pada Q.S
Thaha ayat 53:
Artinya:
“Dia (Tuhan) yang telah menjadikan bagi kamu sebagai
hamparan dan yang telah menjadikan bagi kamu dibumi itu
jalan-jalan dan menurunkan dari langit air, maka kami
tumbuhkan dengannya berjenis-jenis tumbuh-tumbuhan yang
bermacam-macam. (Q.S Thaha: 53)”.
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT telah
menciptakan permukaan bumi ini sebagai hamparan bagi
kita semua dan Allah SWT menurunkan air dari langit
berupa hujan, dan juga mata-mata air dan sungai-sungai
serta lautan, dengan air hujan itu dapat tumbuh berbagi
macam tumbuhan-tumbuhan karena air merupakan sumber
kehidupan. Adapun salah satu manfaat dari
keanekaragaman jenis tumbuhan tersebut adalah dapat
digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah salah
satunya dalam bentuk E-Book pada sub materi
Spermatophyta.
SPERMATOPHYTA
Kompetensi Dasar dan Indikator Pembelajaran
Kompetensi Dasar Indikator
3.8 Mengelompokkan 3.8.1 Menyebutkan ciri-ciri tumbuhan Spermatophyta .
tumbuhan ke dalam divisio 3.8.2 Mengelompokkan tumbuhan Spermatophyta ke dalam divisi ber-
berdasarkan ciri-ciri umum
dasarkan ciri- ciri umum.
serta mengaitkan peranannya
dalam kehidupan 3.8.3 Menjelaskan siklus hidup tumbuhan Spermatophyta.
3.8.4 Menjelaskan perbedaan tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae.
3.8.5 Mengaplikasikan peranan tumbuhan Gymnospermae dalam kehidupan
sehari- hari.
4.8 Menyajikan laporan hasil 4.8.1 Peserta didik dapat menyajikan data tentang morfologi tumbuhan
pengamatan dan analisis Spermatophyta
fenetik dan filogenetik
tumbuhan serta pera nannya
dalam kehidupan
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menganalisis ciri-ciri tumbuhan spermatophyta.
2. Peserta didik dapat mengelompokkan tumbuhan spermatophyta ke dalam divisi berdasarkan ciri-ciri umum.
3. Peserta didik dapat menjelaskan siklus hidup tumbuhan gymnospermae dan angiospermae.
4. Peserta didik dapat mengaplikasikan peranan tumbuhan spermatophyta dalam kehidupan sehari-hari.
5. Peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan praktikum .
Peta Konsep
1
PENDAHULUAN
Kingdom plantae merupakan organisme multiseluler yang terdiri atas banyak sel
(multiseluler), selain itu kingdom plantae termasuk organisme eukariot yang
memiliki ciri-ciri memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa. Anggota
kingdom plantae memiliki klorofil, yaitu zat hijau daun yang berfungsi dalam
proses fotosistesis sehingga bersifat Autotrof. Kindom plantae dapat dibedakan
menjadi tumbuhan yang tidak berpembuluh (nontracheophyta) dan tumbuhan
berpembuluh (tracheophyta).
Kingdom plantae merupakan
organisme multiseluler yang terdiri
atas banyak sel (multiseluler),
selain itu kingdom plantae
termasuk organisme eukariot yang
memilikiTumbuhan yang tidak
berpembuluh merupakan
tumbuhan yang tidak memiliki
pembuluh sehingga tidak memiliki
jaringan yang berfungsi
mengangkut zat makanan, air dan
Cemara (Pinus merkusii) mineral seperti pada tumbuhan
lumut (Briyophyta).
Sedangkan tumbuhan yang berpembuluh memiliki pembuluh
pengangkut yang berfungsi untuk mengangkut air, mineral
dan sari-sari makanan tidak melalui antar sel. Oleh karena itu
pembuluh pengangkut ini terdiri atas xilem yang berfungsi
mengangkut air serta mineral dan floem yang berfungsi
mengangkut hasil fotosintesis, seperti pada tumbuhan paku
(Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
Kingdom plantae ini dibedakan kedalam 3 divisi yaitu
tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta),
dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta).
2
Tumbuhan tingkat tinggi adalah golongan tumbuhan dengan tingkat
perkembangan filogenik tertinggi. Tumbuhan spermatophyta dikatakan sebagai
tumbuhan tingkat tinggi karena tubuhnya dapat dibedakan antara akar, batang,
dan daun atau disebut tumbuhan kormus sejati. Ciri khas dari tumbuhan tingkat
tinggi adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa Yunani biji= Spermae)
sebagai alat perkembangbiakannya.
A. Ciri-Ciri Tumbuhan Spermatophyta
Ginkgo biloba (Ginkgo biloba) Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
memiliki ciri-ciri umum seperti memiliki
organ yang berupa biji sebagai alat
perkembangbiakan dengan menghasil-
kan embrio dan dapat dikatakan
phanerogame yaitu memiliki alat
kelamin yang jelas. Bentuk tubuh
makroskopis dengan ukuran yang
sangat bervariasi mulai dari beberapa
cm hingga ukuran yang paling tinggi
115 m, dengan bentuk tubuh umumnya
berupa semak, perdu, pohon dan liana.
Tumbuhan spermatophyta ini dapat
dibedakan dengan jelas antara akar
batang dan daun. Memiliki daun yang
bervariasi baik bentuk dan
komposisinya, sistim perakaran
tunggang atau berakar serabut. Alat
perkembangannya ada yang berupa
bunga dan ada pula berupa strobillus,
serta memiliki berkas pembuluh
pengangkut yang terdiri atas xilem dan
floem.
3
B. Pengelompokan Tumbuhan Spermatophyta
Tumbuhan tingkat tinggi yang dikenal dengan divisi tumbuhan berbiji
(Spermatophyta) dapat dibedakan dalam dua subdivisi yaitu tumbuhan
Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) dan tumbuhan Angiospermae (tumbuhan
biji tertutup).
a. Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)
Gymnospermae berasal dari kata Yunani gymnos (telanjang)
dan sperm (biji), dikelompokkan sebagai tumbuhan berbiji telanjang
karena biji-bijinya tidak tertutup di dalam ruang. Tumbuhan gymnospermae
termasuk golongan tumbuhan yang menghasilkan biji dalam keadaan tidak
tertutup oleh karpel (bakal buah) sehingga tampak dari luar sejak masih
bakal biji hingga menjadi biji. Tumbuhan gymnospermae terdiri dari 4 kelas
yaitu :
- Kelas Cycadinae. Contoh: Cycas rumphii (pakis haji)
- Kelas Gnetinae. Contoh: Gnetum gnemon (melinjo)
- Kelas Coniferae. Contoh: Pinus merkusii (pinus)
- Kelas Ginkgoinae. Contoh : Ginkgo biloba (Ginkgo biloba)
b. Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Angiospermae berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua
kata yaitu angeion berarti wadah dan spermae berarti biji. Angiospermae
biasa juga disebut dengan Anthophyta berasal dari bahasa Yunani yang
terdiri dari dua kata yaitu anthos berarti bunga dan phyton berarti
tumbuhan. Sehingga tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)
merupakan tumbuhan yang ditandai dengan adanya alat
perkembangbiakan generatif berupa bunga.
Tumbuhan berbiji tertutup bakal bijinya selalu diselubungi
oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang
dinamakan bakal buah, yang kemudian kadang-kadang
beserta bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah
dan bakal biji yang telah menjadi biji terdapat di dalamnya.
Karena tempat bakal biji yang tersembunyi itu serbuk sari
tidak dapat secara langsung sampai pada bakal biji,
melainkan mula-mula jatuh di luar bakal buah, pada suatu
alat (organ) yang disebut kepala putik.
4
Bakal buah, tangkai kepala putik, dan kepala putik merupakan suatu alat
yang dinamakan putik. Serbuk sari yang jatuh pada kepala putik lalu
tumbuh membentuk buluh serbuk yang menghasilkan gamet jantan yang
terus menuju ke bakal biji dan berguna sebagai perantara untuk
menyampaikan sel-sel kelamin jantan kepada kelamin betina untuk
membentuk zigot.
Tumbuhan angiospermae dibedakan menjadi dua kelas berdasarkan
keping biji (kotiledon) yaitu sebagai berikut.
a. Monokotiledon, yaitu tumbuhan yang mempunyai keping biji tunggal.
Contohnya kelapa (Cocos nucifera), dan padi (Oryza sativa).
b. Dikotiledon, yaitu tumbuhan yang mempunyai keping biji dua.
Contohnya petai (Parkia speciosa), cabe rawit (Capsicum
frustescens).
C. Siklus HidupTumbuhan Spermatophyta
a. Siklus Hidup Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)
Reproduksi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) salah
satunya contohnya pada pohon pinus yang berasal dari divisi
Corniferophyta. Pohon pinus adalah sporofit, sporangia terletak pada
struktur serupa sisik yang terkemas rapat di dalam runjung, seperti semua
tumbuhan berbiji, pohon pinus bersifat heterospor. Pohon Pinus
mempunyai dua tipe spora dihasilkan oleh runjung yang berbeda: runjung
kecil penghasil polen dan runjung besar penghasil ovul. Runjung
pengahasil polen atau juga disebut dengan mikrosporosit (sel induk spora
mikrospora) mengalami meiosis, menghasilkan mikrospora haploid. Setiap
mikrospora berkembang menjadi serbuk polen yang mengandung satu
gametofit jantan. Polen kuning dilepaskan dalam jumlah besar dan terbawa
oleh angin, menempel ke berbagai benda yang dilewatinya.
Sementara itu, di dalam runjung penghasil ovul, megasporosit
(sel induk megaspora) mengalami meiosis dan mengahasilkan
megaspora haploid di dalam ovul. Megaspora yang sintas
berkembang menjadi gametofit betina, yang tetap berada
dalam sporangia kemudian memisah, dan biji-bijinya
disebarkan oleh angin.
5
Biji yang mendarat pada lingkungan yang sesuai kemudian akan
bergeminasi, dan embrionya muncul sebagai semaian pohon pinus.
Siklus hidup tumbuhan pinus
b. Siklus Hidup Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Bunga sporofit menghasilkan mikrospora yang membentuk
gametofit jantan dan megaspora yang membentuk gametofit betina.
Gametofit jantan berada di dalam serbuk polen yang berkembang di dalam
mikrosporangia pada anter. Setiap gametofit jantan memiliki dua sel
haploid: sebuah sel generatif yang membelah, membentuk dua sperma,
dan sebuah sel tabung yang menghasilkan tabung polen. Setiap ovul
berkembang di dalam ovarium, mengandung satu gametofit betina, dikenal
juga sebagai kantong embrio.
Kantong embrio hanya terdiri dari beberapa sel, salah satunya
adalah sel telur. Setelah dilepaskan dari anter, polen di bawa
ke stigma yang lengket di ujung karpel.
6
Beberapa bunga melakukan polinasi sendiri, kebanyakan
memiliki mekanisme untuk memastikan polinasi silang, yang pada
Angiospermae merupakan transfer polen dari anter sebuah bunga pada
suatu tumbuhan lain dari spesies yang sama. Polinasi silang meningkatkan
variabilitas genetik. Beberapa kasus stamen dan karpel pada bunga tunggal
dapat matang pada saat yang berbeda-beda, atau mungkin tersusun
sedemikian rupa sehingga polinasi sendiri mustahil terjadi.Serbuk polen
bergerminasi setalah melekat pada stigma sebuah karpel. Serbuk polen
gametofit betina menjulurkan tabung polen yang tumbuh ke bawah di dalam
stilus karpel tersebut, setelah mencapai ovarium, tabung polen menembus
melalui mikrovil (pori pada integumen ovul), dan melepaskan dua sel sperma
ke dalam gametofit betina (kantong embrio).
Satu sperma memfertilisasi sel telur, membentuk zigot diploid.
Sperma yang lain berfusi dengan dua nukleus di sel tengah yang besar dari
gametofit betina, menghasilkan sebuah sel triploid. Tipe fertilisasi ganda ini,
terjadi ketika satu peristiwa fertilisasi menghasilkan zigot dan yang lain
menghasilkan sel triploid, hanya dimiliki oleh Angiospermae. Setelah
fertilisasi ganda, ovul matang menjadi biji. Zigot berkembang menjadi embrio
sporofit dengan akar rudimenter dan satu atau dua daun lembaga yang
disebut kotiledon. Nukelus yang terfertilisasi dari sel tengah pada gametofit
betina membelah berulang-ulang dan berkembang menjadi endosperma
yaitu jaringan yang kaya akan pati dan cadangan makanan yang lain yang
menyediakan nutrisi bagi embrio yang sedang berkembang.
Biji yang terdiri dari embrio, endosperma dan selaput biji yang
berasal dari integumen. Ovarium berkembang menjadi buah saat ovul
menjadi biji. Setelah disebarkan, biji dapat bergerminasi jika kondisi
lingkungan menguntungkan. Selaput akan pecah dan embrio muncul sebagai
semaian, menggunakan cadangan makanan di dalam endosperma dan
kotiledon. Fertlisasi ganda pada tumbuhan Angiospermae berfungsi untuk
menyamakan waktu perkembangan cadangan makanan pada biji dengan
perkembangan embrio pada biji. Apabila bunga tertentu tidak diserbuki atau
sel-sel sperma tidak dilepaskan dalam kantong embrio, fertilisasi tidak akan
terjadi, dan endosperma maupun embrio tidak akan terbentuk, jadi fertilasasi
ganda merupakan adaptasi yang mencegah tumbuhan berbunga
menyianyiakan nutrisi pada ovul yang fertil.
7
Siklus hidup tumbuhan angiospermae
Biji yang terdiri dari embrio, endosperma dan selaput biji yang
berasal dari integumen. Ovarium berkembang menjadi buah saat ovul
menjadi biji. Setelah disebarkan, biji dapat bergerminasi jika kondisi
lingkungan menguntungkan. Selaput akan pecah dan embrio muncul sebagai
semaian, menggunakan cadangan makanan di dalam endosperma dan
kotiledon. Fertlisasi ganda pada tumbuhan Angiospermae berfungsi untuk
menyamakan waktu perkembangan cadangan makanan pada biji dengan
perkembangan embrio pada biji. Apabila bunga tertentu tidak diserbuki atau
sel-sel sperma tidak dilepaskan dalam kantong embrio, fertilisasi tidak akan
terjadi, dan endosperma maupun embrio tidak akan terbentuk, jadi fertilasasi
ganda merupakan adaptasi yang mencegah tumbuhan berbunga
menyianyiakan nutrisi pada ovul yang fertil.
8
D. Perbedaan Antara Angiospermae dan Gymnospermae
Tabel dibawah ini menyajikan perbedaan antara tumbuhan angiospermae
dan gymnospermae.
E. Pemanfaatan Tumbuhan Spermatophyta
Pelestarian dan budi daya tumbuhan Spermatophyta sangat
penting agar terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan produktivitasnya.
Tumbuhan angiospermae memiliki arti lebih penting dalam kehidupan
manusia daripada kelompok tumbuhan lain. Tumbuhan spermatophyta
merupakan sumber makanan seperti buah-buahan, biji-bijian, dan sayur-
mayur. Beberapa manfaat Angiospermae dalam kehidupan manusia
antara lain sebagai berikut:
1. Tanaman penghasil bahan pangan. Seperti padi (Oriza
sativa), jagung (Zea mays), kedelai (Glycine max), kelapa
(Cocos nucifera), kubis (Brassica oleracea), dan mangga
(Mangifera indica).
9
2. Tanaman penghasil bahan sandang. Seperti kapas (Gosssypium sp.)
dan rami (Boehmeria sp.).
3. Tanaman penghasil bahan obat-obatan, rempah, dan bahan minuman.
Seperti Kina (Chincona succirubra), lada (Piper nigrum), cengkeh
(Eugenia caryophillus), jahe (Zingiber officinalis), teh (Camellia sp.),
kopi (Coffea sp.), dan cokelat (Theobroma cacao).
4. Tanaman penghasil bahan bangunan. Seperti jati (Tectona grandis),
meranti (Shorea sp.), dan mahoni (Swietenia mahagoni).
5. Tanaman hias. Seperti alamanda (Allamanda cathartica), bugenvil
(Bougainvillea spectabilis), mawar (Rosa sp.), melati (Jasminum
sambac), palem merah (Cyastostachys lakkal), dan pisang hias
(Heliconia collinsiana).
F. Jenis-Jenis Tumbuhan Spermatophyta
Berdasarkan hasil penelitian tentang jenis jenis tumbuhan
spermatophyta di lingkungan sekolah SMAN 3 Takengon diperoleh 70 jenis
tumbuhan dari 46 famili yang terdiri dari 7 jenis tumbuhan gymnospermae
dari 5 famili dan 63 jenis tumbuhan angiospermae yang terdiri dari 24 jenis
tumbuhan monokotil dari 14 famili dan 40 jenis tumbuhan dikotil yang terdiri
atas 26 famili yang berbeda.Adapun data jenis2 tumbuh tumbuhan dan
deskripsi serta klasifikasi dari jenis jenis tumbuhan tersebut dapat dilihat
berikut ini :
10
Tabel Data Jenis Tumbuhan Spermatophyta di SMAN 3 Takengon
Family Nama Latin Nama Daerah
1. Gymnospermae
1. Araucariaceae Araucaria heterophylla Cemara norfolk
2. Casuarinaceae Casuarina equisetifolia Cemara laut
3. Casuarinaceae Casuarina sp. Cemara wangi
4. Cupressaceae Platycladus orientalis Cemara kipas
5. Cycadaceae Cycas rumphii Pakis haji
6. Gnetaceae Gnetum gnemon Melinjo
7. Pinaceae Pinus merkusii Pinus
2. Angiospermae Dracaena fragrans Tumbuhan semak
Lidah mertua
a. Monokotil Sansevieria trifasciata Tanaman agave
1. Agavaceae Agave sisalana Kelapa sawit
2. Agavaceae Elaeis guineensis
3. Agavaceae Bunga amarilis
4. A r e c a c e a e Amaryllis sp. Bawang daun
5. Amaryllidaceae Allium fistulosum Alokasia
6. Amaryllidaceae Alocasia reginae Palem waregu
7. Arecaceae Rhapis excelsa Daun bahagia
8. Arecaceae Dieffenbachia seguine Palem tebu emas
9. Arecaceae Dypsis lutescens Tumbuhan andong
10. Arecaceae Cordyline fruticosa Kunyit
11. Asparagaceae Curcuma domestica Bunga Nanas Karang
25. Zingiberaceae Tradescantia spathacea Bunga tasbih
13. Commelinaceae Cannda indica Sirih gading
14. Cannaceae Epipremnum aureum Lidah buaya
15. Araceae Aloe vera Lili paris
16. Liliaceae Chlorophytum comosum Lengkuas
17. Liliaceae Alpina galanga Nanas
18. Zingeraceae Ananas cosmosus Bakung Putih
19. Bromeliaceae Crinum asiaticum Asparagus
20. Liliaceae Asparagus sp. Arundina
21. Liliaceae Arundina graminifolia Pandan
22. Orchidales Pandanus amaryllifolius Serai
23. Pandanaceae Cymobopogon citratus
24. Poaceae
11
b. Dikotil Dahlia pinnata Dahlia
1 Asteraceae Iresine herbstii Bayam merah
2. Amaranthaceae Impatiens walleriana Bunga pacar air
3. Balsaminaceae Hippobroma longiflora Kitolod
4. Campanulaceae Anubias coffefolia
5. Arecaceae Anubias
Begonia sp.
6. Begoniaceae Begonia coccinea Begonia
7. Begoniaceae Euphorbia tithymaloides Bunga begonia
8. Euphorbiaceae Codiaeum variegatum Penawar lilin
9. Euphorbiaceae Geranium sp. Puring
10. Geraniaceae Solenostemon scutellarioides Bunga geranium
11. Lamiaceae Coleus scutellarioides Piladang
12. Lamiaceae Hibiscus rosasinensis Iler
13. Malvaceae
Mirabilis jalapa L. Bunga kembang
14. Nyctaginaceae Portulaca grandiflora
sepatu
15. Portulacaceae Euonymus japonicas
Bougainvillea glabra Bunga pukul empat
16. Celastraceae Strobilanthes crispa
17. Nyctaginaceae Kalanchoe beharensis Bunga pukul
18. Acanthaceae Kalanchoe daigremontiana
19. Crassulaceae Sedum morganianum Sembilan
20. Crassulaceae Cosmos bipinnatus
21. Crassulaceae Manihot utililsima Spindel hijau
22. Asteraceae Persea Americana Bunga kertas
23. Euphorbiaceae Syzigium aqueum Keji beling
24. Lauraceae Ipomea batatas Sukulen
25. Myrtaceae Mangifera indica Cocor bebek
26. Convolvulaceae Citrus aurantifolia Kaktus anggur
27. Anacardiaceae Syzygium cumini Bunga kenikir
28. Rutaceae Phyllanthus acidus Daun singkong
29. Myrtaceae Ctenanthe oppenheimiana Pokat
30. Phyllanthaceae Syzygium paniculatum Jambu air
31. Marantaceae Psidium guajava Ubi jalar
32. Myrtaceae Fillicium decipiens Mangga
33. Myrtaceae Eriobotrya japonica Jeruk nipis
34. Sapindaceae Manilkara zapota Jamblang
35. Rosaceae Rosa sp. Cermai
36. Sapotaceae Syzygium aqueum
37. Rosaceae Philodendron xanadu Marantha bali
38. Myrtaceae Rhododendron indicum
39. Arecaceae Pucuk merah
40. Ericaceae Jambu Biji
Kerai payung
Pohon Biwa
Sawo
Mawar
Jambu air
Philodendron
Azalea
12
1. Melinjo (Gnetum gnemon)
Melinjo Melinjo merupakan tumbuhan tahunan berbiji
terbuka, berbentuk pohon yang berumah dua (dioecious, ada
individu jantan dan betina). Bijinya tidak terbungkus daging tetapi
terbungkus kulit luar. Batangnya kokoh dan bisa dimanfaatkan sebagai
bahan bangunan. Daunnya tunggal berbentuk oval dengan ujung
tumpul. Melinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena
bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah
sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang
berdaging. Tanaman melinjo dapat tumbuh mencapai 100 tahun lebih
dan setiap panen raya mampu menghasilkan melinjo sebanyak 80 -
100 Kg, Bila tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 25 m dari
permukaan tanah.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Gymnospermae
Class : Gnetophyta
Ordo :Gnetopsida
Family : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies :Gnetum gnemon
Gambar 1 : Gnetum gnemon
2. Tumbuhan Semak (Dracaena fragans)
Dracaena fragrans adalah spesies yang termasuk ke dalam
keluarga Agavaceae. Tumbuhan ini biasa disebut dengan tumbuhan
hias suji. Di Indonesia Suji menjadi tanaman hias populer yang
dimanfaatkan sebagai tanaman hias ruangan yang tahan hidup dengan
cahaya minim. Tanaman ini terlihat solid pada bagian ujung atas.
Memiliki kumpulan daun mengkilap yang berbentuk mahkota dengan
lebar dan panjang sekitar 4 inchi.
13
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class :Liliopsida
Ordo :Liliales
Family :Agavaceae
Genus :Dreacaena
Spesies :Dracaena fragrans
Gambar 2 : Dracaena fragrans
3. Pakis Haji (Cycas rumphii)
Pakis haji (aji) atau populer juga dengan nama sikas adalah
sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung
dalam marga pakis haji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya
genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae). Peranan Pakis
Haji terhadap lingkungan dapat dilihat dari fungsi dan manfaat pohon
Pakis Haji. Antara lain Bijinya dapat dimakan, diolah menjadi tepung.
Daun yang paling muda dimakan sebagai sayur. Batangnya dapat
menghasilkan semacam sagu. Serta tapal dari biji dan pepagan dipakai
untuk menyembuhkan pegalpegal dan gangguan kulit. Pohon Pakis Haji
juga dapat dijadikan sebagai tanaman hias.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Cycadophyta
Class :Cycadopsida
Ordo :Cycadales
Family :Cycadaceae
Genus :Cycas
Spesies :Cycas rumphii
Gambar 3: Cycas rumphii
14
4. Alokasia (Alocasia reginae)
Tanaman Alocasia Reginae digolongkan dalam keluarga
talas-talasan atau nama latinnya Araceae. Hampir mirip dengan
tanaman hias Alocasia lainnya, namun tanaman ini memiliki ciri tersendiri
di bagian daun yaitu memiliki warna tulang yang lebih gelap dari
lembarannya. Kelebihan dari tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat
dan subur meski waktu tanamnya singkat. Habitat dari tanaman ini
berada di iklim tropis. Namun jika sering terkena sinar matahari, akan
memaksimalkan pertumbuhannya
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiosprmae
Class : Monocotiledonae
Ordo :Alismatales
Family : Arecaceae
Genus : Alocasia
Spesies : Alocasia reginae
Gambar 4 : Alocasia reginae
5. Kerai Payung (Fillicium decipiens)
Filicium decipiens L. atau (Kerai Payung) yang merupakan
tanaman indikator pencemaran udara. Saat ini kerai payung telah
tersebar di berbagai daerah, terutama daerah tropis termasuk di
Indonesia. Tinggi pohon dapat mencapai 25 m. Bentuk tajuknya bulat
atau semiglobular sehingga membentuk seperti payung. Tanaman ini
memiliki cabang yang banyak dengan tinggi bebas cabang yang rendah,
bahkan ada yang hanya beberapa centimeter saja di atas permukaan
tanah. Cabang tumbuh menyudut tajam ke arah atas menjadikan bentuk
tanaman ini cukup indah.
15
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Magnoliopsida
Ordo :Sapindales
Family :Sapindaceae
Genus :Fillicium
Spesies :Fillicium decipiens
Gambar 5 : Fillicium decipiens
6. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
Tumbuhan ini disebut dengan tumbuhan lidah mertua.
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan habitus terna (herba), tanaman
menahun dan terdapat rimpang (rhizoma). Akarnya merupakan akar
serabut. Terdapat rimpang yang tumbuh mendatar atau menjalar, bulat,
beruas, berserat, warna kecoklatan. Daunnya merupakan daun tunggal
dan tersebar) dimana pangkal daun membulat (rotundatus) dan ujung
daun meruncing (acuminatus), permukaan atas dan bawah daun licin
(laevis), warna hijau tua. Tumbuhan ini tidak memiliki bunga
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Liliopsida
Ordo :Liliales
Family :Agavaceae
Genus :Sansevieria
Spesies :Sansevieria trifasciata
Gambar 6 : Sansevieria trifasciata
16
7. Nanas (Ananas comosus)
Tumbuhan ini memiliki sistem perakaran serabut (radix
adventicia) dengan arah sebaran vertikal dan horizontal. Akar berwarna
coklat seperti pada umumnya akar tanaman. Tumbuhan nanas
merupakan tumbuhan berbatang basah, letak batang berada di atas
tanah, dan arah tumbuh batangnya tegak lurus. Merupakan daun tunggal
(folium simplex) dimana pada tangkai daunnya hanya terdapat satu
helaian daun. Buah nanas merupakan buah buni majemuk karena bakal
buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk akan membentuk
suatu buni
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Liliopsida
Ordo :Bromeliales
Family :Bromeliaceae
Genus :Ananas
Spesies :Ananas comosus
Gambar 7 : Ananas comosus
8. Kunyit (Curcuma domestica)
Kunyit (Curcuma domestica) memiliki batang semu dan
memiliki akar rimpang yang membesar. Daun kunyit berwarna hijau
muda berbentuk lonjong agak lanset dan memiliki pelepah daun. Akar
rimpang tumbuh dari pangkal batang, berwarna cokelat muda dan pada
bagian akar rimpang berwarna jingga kemerahan
17
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Spermatophyta
Class :Monocotiledoneae
Ordo :Zingeberales
Family :Zingeraceae
Genus :Curcuma
Spesies :Curcuma domestica
Gambar 8 : Curcuma domestica
9. Cemara (Platycladus orientalis)
Platycladus adalah genus monotipik pohon konifer hijau
selalu yaitu Platycladus orientalis. Platycladus orientalis sering disebut
dengan cemara kipas Morfologi akar pohon cemara kipas yaitu termasuk
kedalam akar tunggang yang memiliki akar cabang berjumlah banyak.
Morfologi batang pohon cemara kipas yaitu termasuk kedalam batang
keras dan berkayu berbentuk bulat, permukaan batangnya agak kasar,
arah tumbuh batang tegak keatas. Morfologi daun pohon cemara kipas
yaitu termasuk kedalam daun majemuk dan tergolong kedalam daun
tidak lengkap. Bunga pohon cemara kipas termasuk kedalam bunga
tunggal. Buah pohon cemara kipas termasuk kedalam buah kering sejati
tunggal
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Coniferophyta
Class :Pinopsida
Ordo :Pinales
Family :Cupressaceae
Genus :Platycladus
Spesies :Platycladus orientalis
Gambar 9 : Platycladus orientalis
18
10. Piladang (Solenostemon scutellarioides)
Tanaman piladang memiliki batang herba, tegak atau
berbaring pada pangkalnya dan merayap tinggi berkisar 30-150 cm, dan
termasuk kategori tumbuhan basah yang batangnya mudah patah. Daun
tunggal, helaian daun berbentuk hati, pangkal membulat atau melekuk
menyerupai bentuk jantung. Batang bersegi empat dengan alur yang
agak dalam pada masing-masing sisinya, berambut, percabangan
banyak, berwarna ungu kemerahan. Permukaan daun agak mengkilap
dan berambut halus panjang dengan panjang 7-11 cm, lebar 3-6 cm
berwarna ungu kecoklatan sampai ungu kehitaman. Bunga berbentuk
untaian bunga bersusun, muncul pada pucuk tangkai batang berwarna
putih, merah dan ungu
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Magnoliopsida
Ordo :Lamiales
Family :Lamiaceae
Genus :Solenostemon
Spesies :S. scutellarioides
Gambar 10:
Solenostemon scutellarioides
11. Pandan (Pandanus amaryllifolius)
Pandanus amaryllifolius atau tumbuhan pandan
memiliki ciri-ciri menjalar, tinggi 0,5 – 1 m, batang bulat
dengan diameter 3-4 mm, akar tunjang kecil, dan beberapa
keluar di sekitar pangkal batang dan cabang, panjang 4.5-9
cm, diameter 1-2 mm. Pandan tidak memiliki sucker root
(akar hisap), batang ramping dengan tinggi 1- 1,6 m dengan
diameter sebesar 2-5 cm, berbaring (decumbent) dan naik ke
atas (ascending), dan memiliki akar udara. Daun berbentuk
oblong dengan ukuran 25-75 cm x 2-5 cm bewarna hijau.
19
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class :Liliopsida
Ordo :Pandanales
Family :Pandanaceae
Genus :Pandanus
Spesies :P.amaryllifolius
Gambar 11 : Pandanus amaryllifolius
12. Pucuk Merah (Syzygium paniculatum)
Tumbuhan ini sering disebut dengan tumbuhan pucuk merah.
Pucuk merah mempunyai morfologi akar terdiri dari akar tunggang yang
merambat dan terus membesar. Akar berbentuk bulat dan berwarna
coklat. Akar dari tanaman ini bisa menopang lebih kuat agar tanaman
pucuk merah bisa berdiri tegak. Pucuk merah mempunyai morfologi akar
terdiri dari akar tunggang yang merambat dan terus membesar. Akar
berbentuk bulat dan berwarna coklat. Batang tanaman pucuk merah
memiliki bentuk yang bulat, berkayu, dan mempunyai kambium
didalamnya. Tinggi dari batang pucuk merah ini bisa mencapai
ketinggian 5 meter.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Angiospermae
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus :Syzygium
Spesies : S. paniculatum
Gambar 12 : Syzygium paniculatum
20
13. Bayam Merah (Iresine herbstii)
Bayam Merah (Iresine herbstii) atau biasa orang
mengenalinya sebagai tanaman hias bayam merah.. Memiliki daun
berbentuk bulat dengan tepi lurus serta tulang daun yang memiliki warna
merah lebih mudah daripada lembarannya. Jenis daun tunggal dengan
permukaan halus serta memiliki urat daun yang sangat jelas. Tak hanya
daun, batang dari tanaman ini juga keseluruhannya berwarna merah.
Batangnya termasuk jenis terna atau herba. Hal ini berarti memiliki
kebutuhan air yang cukup banyak dibanding batang berkayu.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Magnoliopsida
Ordo :Caryophyllales
Family :Amaranthaceae
Genus : Iresine
Spesies : Iresine herbstii
Gambar 13 : Iresine herbstii
14. Sisal (Agave sisalana)
Daun Agave sisalana berwarna hijau tua dan berlapis lilin
daun berwarna putih dengan bentuk yang lebih pendek dibanding jenis
A. cantala. Daunnya sedikit lebih lebar dan tebal khususnya di bagian
atas dan lebih tipis di bagian pangkal. Kadar cairan atau jusnya paling
tinggi diantara spesies agave yang lain. Tanaman Agave sisalana
merupakan tanaman penghasil serat alami tinggi.
21
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class :Liliopsida
Ordo : Liliales
Family : Agavaceae
Genus : Agave
Spesies : Agave sisilana
Gambar 14 : Agave sisalana
15. Begonia (Begonia sp.)
Bentuk akar dari tanaman Begonia ini menyerupai serabut
halus yang keluar dari pangkal batang. Bentuk dari tanaman Begonia
biasanya bersemak dan menjalar, sehingga bentuk batang dari tanaman
tersebut sebagian ada yang muncul dipermukaan dan ada yang tertanam
bersama dengan tanah. bentuk daun yang dimiliki oleh Begonia cukup
unik, karena karakter bentuk daunya tidak sama alias asimetris.
Sehingga ketika kalian coba melipat ujung sisi ke ujung sisi daun maka
ukurannya tidak sama dan tidak simetris. Tanaman Begonia memiliki
bunga majemuk, dimana bunga ini akan muncul dibagian ujung batang
tanaman
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Family : Begoniaceae
Genus : Begonia
Spesies : Begonia sp.
Gambar 15 : Begonia sp.
22
16. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis)
Kelapa sawit memiliki ciri ciri morfologi tanaman yang
berdiameter batang 50cm dari atas tanah, dengan jumlah pelepah 40-56
pelepah/tanaman, memiliki bunga jantan dan bunga betina, dan suhu
minimum untuk pertumbuhannya adalah 20 derajat celcius dan suhu
maksimum hingga 90 derajat celcius.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Liliopsida
Ordo :Arecales
Family :Arecaceae
Genus : Elaeis
Spesies : Elaeis guineensis
Gambar 16 : Elaeis guineensis
17. Cemara Laut (Casuarina equisetifolia)
Cemara laut atau cemara udang memiliki pohon yang
tumbuh tinggi dan berbentuk kerucut. Tingginya 6–35 m (20–115 kaki).
Dedaunan terdiri dari ranting hijau ramping dengan banyak cabang
hingga ranting 0,5-1 mm (0,020-0,039 in) dengan bantalan daun skala
kecil dalam lingkaran 6-8. Memiliki bunga yang berukuran panjang
bunga jantan dalam paku sederhana 0,7–4 cm (0,28–1,57 in), bunga
betina pada tangkai pendek . dengan bunga jantan dan betina
diproduksi di pohon yang sama. struktur kayu oval berdiameter 10-24
mm (0,39-0,94 in) dan berdiameter 9-13 mm (0,35-0,51 in), mirip kerucut
konifer yang terdiri dari banyak karper yang masing-masing berisi benih
tunggal dengan sayap kecil 6 Panjang –8 mm (0,24-0,31 in).
23
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Casuarinales
Family : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Spesies : C. equisetifolia
Gambar 17 : Casuarina equisetifolia
18. Begonia (Begonia coccinea)
Tanaman Begonia merupakan tanaman yang tergolong
sebagai tumbuhan hias. Begonia biasanya akan tumbuh di tempat yang
memiliki karakter lembab dengan kandungan tanah humus yang kaya
akan nutrisi. Bentuk akar dari tanaman Begonia ini menyerupai serabut
halus yang keluar dari pangkal batang. Bentuk dari tanaman Begonia
biasanya bersemak dan menjalar, sehingga bentuk batang dari tanaman
tersebut sebagian ada yang muncul dipermukaan dan ada yang tertanam
bersama dengan tanah. bentuk daun yang dimiliki oleh Begonia cukup
unik, karena karakter bentuk daunya tidak sama alias asimetris.
Sehingga ketika kalian coba melipat ujung sisi ke ujung sisi daun maka
ukurannya tidak sama dan tidak simetris.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Family : Begoniaceae
Genus : Begonia
Spesies : Begonia coccinea
Gambar 18 : Begonia coccinea
24
19. Marantha Bali (Ctenanthe oppenheimiana)
Tumbuhan ini sering dijadikan sebagai tanaman hias. Bentuk
daun mirip kalatea. memiliki corak warna daun campuran hijau dan putih,
sedangkan bagian bawah daun berwarna merah. Tanaman tersebut
merupakan tanaman naungan, apabila terkena sinar matahari yang
berlebih maka akan mempengaruhi penampilan tanaman menjadi kurang
baik (daun menggulung, sudut daun mengecil, ujung daun mengering
dan warna daun pucat), sehingga mengakibatkan tampilan taman yang
kurang menarik
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Magnoliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Marantaceae
Genus : Ctenanthe
Spesies : C. oppenheimiana
Gambar 19 : Ctenanthe oppenheimiana
20. Kembang Sepatu (Hibiscus rosasinensis)
Kembang sepatu merupakan tanaman perdu tahunan yang
tumbuh dengan tegak dengan tinggi 2-5 m. Dengan batang yang bulat,
berkayu, keras. Bentuk daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat
telur yang sempit dengan ujung bagian daun yang meruncing. Bunga
terdiri dari dari 5 helaian daun, dan dengan kelopak bunga yang
dilindungi oleh kelopak tambahan sehingga terlihat seperti dua lapis
kelopak bunga. Perakara pada bunga kembang sepatu adalah akar
tunggang dengan warna akar kecoklatan.
25
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : H. rosasinensis
Gambar 20 : Hibiscus rosasinensis
21. Penawar Lilin (Euphorbia tithymaloides)
Tanaman penawar lilin merupakan tanaman yang tumbuh
tegak dengan tinggi antara 60 cm - 100 cm, pada umumnya dipelihara di
taman-taman, pemakaman, atau sebagai tanaman sebagaai tanaman
pagar. Batangnya bulat berdaging dengan warna hijau tua dan
diameternya 6 – 12 mm, cabang mudanya membelok secara sig-sag, ciri
inilah yang membuatnya disebut sebagai pohon sig-sag. Daunnya
tunggal, tumbuh berseling, berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 –
7 cm dan lebar 2,5 – 5 cm, ujungnya runcing bertangkai sangat pendek,
tepinya bergelombang serta permukaanna licin seolah
berlapis lilin. Tanaman ini bergetah putih susu dengan bunga berwarna
merah atau ungu yang tersusun dalam karangan berupa payung di ujung
tangkai.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Spesies : E. tithymaloides
Gambar 21 : Euphorbia tithymaloides 26
22. Daun Iler (Coleus scutellarioides )
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan herba atau belukar,
biasanya bersifat aromatik, tingginya bekisar 30-150 cm. Helaian daun
berbentuk hati, mempunyai tulang daun dengan tipe menyirip yaitu
berupa sulur dan ujung daunnya meruncing. Warna daun ungu
kecoklatan hingga ungu kehitaman dengan permukaan daun sedikit
mengkilap serta berambut halus dan memiliki panjang 7 hingga 11 cm
dengan lebar 3 hingga 6 cm. Batang bersegi empat, berambut,
bercabang banyak dan warnanya ungu kemerahan.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class :Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Family : Lamiaceae
Genus : Coleus
Spesies : C. scutellarioides
Gambar 22 : Coleus scutellarioides
23. Andong (Cordyline fruticosa)
Tumbuhan andong (Cordyline Fruticosa (L) A. Chev.) adalah
tumbuhan tahunan yang berfungsi sebagai tanaman pelindung dan
penghalang pada waktu di sawah atau diladang. Andong merupakan
jenis tumbuhan yang biasanya dijadikan sebagai tumbuhan hias dan
banyak ditemukan dipinggir jalan, perkebunan, kuburan, dan juga
tanaman di pagar. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan monokotil yang
sering dijumpai di tanaman sebagai tumbuhan hias. Tumbuhan dengan
warna yang tampak berwarna ungu terang jika terkena sinar matahari
langsung dan berwarna ungu jika tidak terkena matahari langsung
27
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Family : Asparagaceae
Genus : Cordyline
Spesies : C. fruticosaosa
Gambar 23 : Cordyline fruticosa
24. Amarilis (Amaryllis sp.)
Tangkai bunga amaryllis mempunyai panjang 18-30 inci.
Pada tangkai tersebut terdapat sekitar 6 sampai 10 bunga berbentuk
terompet. Jarak masing-masing bunga sekitar 3 inci. Bau bunga
Amaryllis wangi, bermahkota enam berwarna merah, tetapi ada juga
yang berwarna merah muda, ungu, atau bergaris-garis putih. Tanaman
dalam keluarga Amaryllis memiliki batang yang panjang dan memiliki
banyak daun yang kecil. Bunga Amaryllis terdiri dari enam kelopak dan
dapat tumbuh dalam kelompok atau tunggal. Amaryllis dapat tumbuh
melalui rhizome atau akar tinggal. Bunga ini sekali berbunga bisa
mencapai 4-6 kuntum. Mempunyai bentuk seperti terompet bunga lili.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Spesies : E. tithymaloides
Gambar 24 : Amaryllis sp.
28
25. Arundina (Arundina graminifolia)
Arundina merupakan tumbuhan berbunga magnoliophyta,
warna daun hijau, daun panjang melanset, bunga berwarna putih
Arundina, warna bunga putih dengan warna jingga sedikit diujung bunga
Arundina graminifolia. Jenis ini dapat dijumpai di ketinggian 1604 mdpl
dengan suhu udara di lokasi penelitian berkisar antara 13-18,5 ºC dan
dengan nilai pH tanah dilokasi penelitian yaitu 4,5. Arundina ini tumbuh di
daerah dingin dengan jumlah yang banyak yaitu 99, jenis ini tumbuh
merata dan sering membentuk kelompok. Anggrek ini memiliki panjang
tangkai berkisar antara 25 – 89 cm.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Family : Orchidaceae
Genus : Arundina
Spesies : Arundina graminifolia
Gambar 25 : Arundina graminifolia
26. Serai (Cymbopogon citratus)
Tanaman serai atau Cymbopogon citratus mampu tumbuh
sampai 1-1,5 m panjang daunnya mencapai 70-80 cm dan lebarnya 2-5
cm, berwarna hijau muda, kasar, dan mempunyai aroma yang kuat
(Wijayakusuma, 2005). Tanaman serai dengan genus Cymbopogon
meliputi hampir 80 spesies, tetapi hanya beberapa jenis yang
menghasilkan minyak atsiri yang mempunyai arti ekonomi dalam
perdagangan. Tanaman serai mampu menghasilkan minyak dengan
kadar sitronellal 7-15% dan geraniol 55-65%.Tanaman serai dapur
memiliki habitus berupa tanaman tahunan yang hidup secara liar dan
berbatang semu yang membentuk rumpun tebal serta mempunyai
aroma yang kuat dan wangi. Morfologi akarnya berimpang pendek dan
berwarna coklat muda.
29
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Cymbopogon
Spesies : C.citratus
Gambar 26 : Cymbopogon citratus
27. Asparagus (Asparagus sp.)
Tanaman asparagus mempunyai dua jenis batang yang
berbeda, yaitu batang dalam dan juga batang luar. Pada batang dalam
atau disebut sebagai rizoma akan terlihat pertumbuhan yang seperti
rebung Sedangkan batang luar dari tanaman asparagus ini akan terlihat
pertumbuhan dari daun, rantai dan juga cabang tanaman asparagus.
daun yang dimiliki oleh tanaman asparagus memiliki bentuk yang berupa
seperti jarum kecil. Warna dari daun yang dimiliki oleh tanaman
asparagus ini menghasilkan warna daun yang hijau mudah dan adapun
yang hijau tua. Bunga tanaman asparagus termasuk pada bentuk bunga
yang seperti majemuk dan terletak pada bagian ketiak daun tanaman
asparagus.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Liliales
Family : Liliaceae
Genus : Asparagus
Spesies : Asparagus sp.
Gambar 27 : Asparagus sp..
30
28. Daun Bahagia (Dieffenbachia seguine)
Dieffenbachia seguine merupakan tumbuhan herba yang
memiliki modifikasi batang berupa rhizoma berwarna hijau dengan tinggi
dapat mencapai 2 m. Daun D. seguine berbentuk bulat telur memanjang
(ovatus-oblongus) berwarna hijau dan terdapat bercak putih yang
tersebar di seluruh permukaan daun dengan tepi daun rata (integer).
Ujung daun meruncing (acuminatus) sedangkan pangkal daun tumpul
(obtusus). Panjang daun D. seguine berkisar antara 10-21 cm
sedangkan lebar daun mencapai 5-7 cm. Tipe perbungaan D. seguine
uniseksual dengan panjang seludang 22 cm dan lebar 17 cm.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Arales
Family : Araceae
Genus : Dieffenchia
Spesies : D.seguine
Gambar 28 : Dieffenbachia seguine
29. Puring (Codiaeum variegatum)
Puring (Codiaeum variegatum) merupakan tumbuhan
menahun yang berupa perdu, tinggi dengan 1-6 m, dengan batang
bercabang banyak, bulat, berkayu, berkulit tipis kehiijauan pada saat
pertumbuhan. Codiaeum variegatum berasal dari Indonesia, Malaysia,
Filipina, India, Thailand dan Sri Lanka. Ini adalah semak yang selalu
hijau, hingga 6 m tingginya tetapi biasanya dipertahankan pada 60-90
cm dan tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki iklim lembab. Lebih
dari 200 varietas puring ada di dunia, tersedia dalam berbagai ukuran
daun, bentuk dan pola warna.
31
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Euphorbiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Codiaeum
Spesies : C.variegatum
Gambar 29: Codiaeum variegatum
30. Daun Bawang (Allium fistolosum)
Bawang daun berakar serabut pendek yang tumbuh dan
berkembang ke semua arah dan sekitar permukaan tanah. Perakaran
bawang daun cukup dangkal, antara 8-20 cm. Bawang daun memiliki
dua macam batang, yaitu batang sejati dan batang semu. Batang sejati
berukuran sangat pendek, berbentuk cakram dan terletak pada bagian
dasar yang berada di dalam tanah. Batang yang tampak di permukaan
tanah merupakan batang semu, terbentuk (tersusun) dari pelepah-
pelepah daun (kelopak daun) yang saling membungkus dengan kelopak
daun yang lebih muda sehingga kelihatan seperti batang. Daun berwarna
hijau muda sampai hijau tua dan permukaan daun halus.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Family : Amaryllidaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium fistulosum
Gambar 30 : Allium fistulosum
32
31. Bunga Pacar Air (Impatiens walleriana)
Tanaman ini mampu tumbuh berbentuk perdu hingga 30 -60
cm. Tanaman Impatience cocok ditanam didalam pot gantung, boks
tanaman dengan peletakan di bawah jendela atau ditanam secara
rumpunalias massal sebagai pengisi taman pada Landscape Taman.
Bunganya terdiri dari 5 helai mahkota bunga. Warna bunga terdiri dari
warna Pink, merah, putih dan ungu.. Biji tanaman yang telah matang
tersimpan dalam buah berbentuk kapsul hijau muda yang berbulu. Bila
ditekan kapsul ini akan pecah dan menyebarkan biji berwarna hitam
dengan ukuran kecil sekitar 1 mm diameter
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Geraniales
Family : Balsaminaceae
Genus : Impatiens
Spesies : Impatiens walleriana
Gambar 31 : Impatiens walleriana
32. Daun Kitolod (Hippobroma longiflora)
Daun Kitolod (Hippobroma longiflora) merupakan tumbuhan
dengan habitus herba menahun yang biasanya tumbuh pada pinggiran
tempok yang lembab, atau pada pekarangan rumah. Memiliki sistem
perkakaran tunggang yang berwarna putih pucat. Batang herba
berbentuk silindris dan terdapat sedikit ruas pada bagian batang yang
masih muda. Bunga daun kitolod merupakan bunga tunggal dengan
warna bunga berwarna putih yang memiliki rambuh halus pada bagian
permukaannya, ujung daun runcing dan tepi daun bergerigi. Tanaman
daun kitolod merupakan tanaman liar yang sering di anggap tidak
memiliki khasiat.
33
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Campanulales
Family : Campanulaceae
Genus : Hippobroma
Spesies : H. longiflora
Gambar 32: Hippobroma longiflora
33. Anubias (Anubias coffefolia)
Jenis tanaman anubias ini sangat indah untuk penghias
sebuah aquarium lor, jenis cultivar rendah dari anubias barteri.
Mempunyai tinggi antara 15-25cm dan juga akar yang menjalar antara
10-15cm lebih. Kombinasi warna dan bentuk daun membuatnya menarik
baik ditepatkan dalam aquarium yang kecil atau besar. Sering tumbuh
bunga di dalam air tetapi tidak meghasilkan benih atau biji, Tanaman ini
dapat tumbuh sangat pelan sehingga tidak menyadari bahwa mereka
sebenarnya telah terendam air dan tanaman anubias barteri coffefolia ini
daunnya tidak dimakan oleh ikan herbivora.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Alismatales
Family : Araceae
Genus : Anubias
Spesies : Anubias coffefolia
Gambar 33 : Anubias coffefolia
34
34. Allamanda (Allamanda chatartica)
Tanaman inimemiliki ciiri-ciri sistem perakaran tunggang,
batang berkayu warna cokelat. Tumbuhan perdu ini tumbuh lurus dengan
cabang lurus dan tinggi batang mencapai 6m. Daun yang teramati
memiliki warna hijau tua mengkila. Daun allamanda merupakan daun
tunggal yang letaknya berhadapan atau berkarang dengan 3-4 daun
berbentuk lonjong. Bunga allamanda memiliki mahkota yang berwarna
kuning cerah.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Gentinales
Family : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Spesies : Allamda chatartica
Gambar 34 : Allamanda chatartica
35. Bakung Putih (Crinum asiaticum)
Bakung putih merupakan spesies tanaman yang berasal
dari genus Crinum yang memiliki jumlah hingga 180 spesies. Tumbuhan
ini memiliki bunga yang besar dan menarik diatas batang yang tidak
berdaun. Tanaman ini banyak ditemukan di tepi sungai dan danau di
daerah-daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Bunga ini disebut
juga lili rawa dan kerap digunakan sebagai tanaman hias.
35
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Liliales
Family : Liliaceae
Genus : Crinum
Spesies : Crinum asiaticum
Gambar 35: Crinum asiaticum
36. Mawar (Rosa sp.)
Tanaman mawar umumnya merupakan tanaman perdu,
batangnya berduri dengan tinggi tanaman antara 0.3 sampai 0.5 meter.
Berakar tunggang dengan banyak cabang akar seperti serat dan akar
rambut yang menyerupai benang. Daun mawar merupakan daun
majemuk dengan 3 atau 5 berselang dan bersirip ganjil. Bunga ada yang
tunggal dan ada pula yang tersusun indah dalam bentuk payung dengan
perhiasan bunga setiap lingkaran 4-5 helai. Warna bunga bervariasi dari
putih, merah, merah muda dan ungu muda. Buah mawar adalah buah
yang di dalamnya terdapat biji.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Family : Rosaceae
Genus : Rosa
Spesies : Rosa sp.
Gambar 36 : Rosa sp.
36
37. Bunga Pukul Sembilan (Portulaca grandiflora)
Bunga Pukul Sembilan (Portulaca grandiflora) memiliki daun
tunggal, tidak bertangkai, berbentuk silindris dan tebal berdaging dan
berair. Ukuran daun ini memiliki panjang sekitar 1 – 3,5 cm. Bunganya
berkelompok 2 – 8 yang muncul diujung batang. Bunga ini mekar pagi
hari sekitar pukul 9 dan layu ketika sore hari. Warna bunganya bervariasi
mulai merah, putih, orange, hingga kuning. Karena kebiasaan mekarnya
pada menjelang pukul sembilan pagi, bunga ini kerap disebut sebagai
Bunga Pukul Sembilan. Memiliki buah berukuran sangat kecil, berukuran
5-8 mm berbentuk bulat telur.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Family : Portulacaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca grandiflora
Gambar 37 : Portulaca grandiflora
38. Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.)
Mirabilis jalapa L. adalah semak yang dapat tumbuh sampai
tinggi 1 meter. daun berbentuk hati, panjang 3-12cm. bunganya
biseksual, warnanya merah, pink, kuning, atau putih dan berkembang
menjelang sore. Berbatang basah, daunnya berbentuk jantung warna
hijau tua panjang 2- 3cm lebar 8mm-7cm pangkal daun membulat ujung
meruncing tepi daun rata letak berhadapan mempunyai tangkai daun
yang panjangnya 6mm-6cm, bunganya berbentuk terompet dengan
banyak macam warna antara lain : merah, putih, jingga, kuning,
kombinasi/belang-belang,. Mekar diwaktusore hari dan kuncup kembali
pada pagi harimenjelang fajar.
37
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Family : Nyctaginaceae
Genus : Mirabilis
Spesies : Mirabilis jalapa L
Gambar 38: Mirabilis jalapa L.
39. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tumbuhan yang
memiliki aroma daun yang khas dengan bentuk bulat telur dengan
permukaan atas daun berwarna hijau mengkilap. Sedangkan pada
bagian bawah berwarna hijau muda. Buah jeruk nipis bulat besar seperti
bola pingpong dengan warna hijau kekuningan
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliphyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Family : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus aurantifolia
Gambar 39 : Citrus aurantifolia
38
40. Nanas Karang (Tradescantia spathacea)
Tumbuhan ini disebut dengan tumbuhan nanas karang.
Nanas kerang bisa tumbuh dengan subur di tanah yang lembab, bisa
juga ditanam sebagai tanaman hias. Bunganya berwarna putih berbentuk
seperti bunga kerang. Daunnya lebar dan panjang, berwarna hijau di
permukaan bagian atas dan berwarna merah tengguli di permukaan
bagian bawah. Tanaman nanas kerang merupakan tumbuhan family
Commelinaceae dan merupakan tumbuhan semak sampai ketinggian 40
– 60 cm, daunnya meruncing dengan permukaan sebelah atas berwarna
hijau dan sebelah bawah berwarna ungu.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Commelinales
Family : Commelinaceae
Genus : Tradescantia
Spesies : T. spathacea
Gambar 40 : Tradescantia spathacea
41. Bunga Tembaga (Chrysothemis pulchella )
Tanaman Chrysothemis pulchella di saat panas dengan
sinar matahari yang cukup,Bunga tanaman akan mekar dengan bunga
oranye merah yang sangat mencolok. Bagian bunga yaitu Corolla kuning
cerah, dengan beberapa garis atau bintik merah, sekitar dua kali
panjang kelopak, dengan tabung sempit dan lobus melebar. Bunga
Corolla tanaman Chrysothemis pulchella berumur pendek, hanya
bertahan satu atau dua hari, tetapi kelopak berwarna sangat tahan lama
dan dekoratif. Daunnya besar, hijau tua dengan sentuhan coklat dan
sangat hias. Batang yang tebal dan sukulen biasanya tumbuh
tegak. Tumbuhan ini memiliki umbi di pangkal batang, dan terkadang
juga di ketiak daun. Umbi menjadi tidak aktif atau dorman jika suhu
terlalu rendah atau ketersediaan air cukup. Kondisi ini tidak terjadi di
Indonesia
39
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Class : Magnoliopsida
Ordo : Scrophulariales
Family : Gesneriaceae
Genus : Chrysothemis
Spesies : C. pulchella
Gambar 41: Chrysothemis pulchella
42. Spindel Jepang (Euonymus japonicus)
Euonymus japonicus (spindel hijau atau spindel Jepang)
adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Celastraceae, asli
Jepang, Korea, dan Cina. Ini adalah semak cemara atau pohon kecil
yang tumbuh hingga 2-8 m (6 ft 7 in-26 ft 3 in) tinggi, dengan sebaliknya,
daun oval berdiameter 3-7 cm dengan tepi bergerigi halus. Bunganya
tidak mencolok, hijau kehijauan, diameter 5 mm.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Celastrales
Family : Celastraceae
Genus : Euonymus
Spesies : Euonymus japonicus
Gambar 42 : Euonymus japonicus
40
43. Bunga Kertas (Bougainvillea glabra)
Tanaman ini sering disebut bunga kertas. Bunga kertas
memiliki akar jenis tunggang dengan bentuk vertikal, memiliki serabut
dan cukup lebar. Batang bunga kertas memiliki perdu dan bentuk tegak
lurus dengan ketinggian kisaran 2 hingga 3 m hingga lebih tinggi lagi.
permukaan batang bunga kertas ini memiliki tekstur kasar dan coklat.
Daun bunga kertas memiliki bentuk oval seperti telur dengan memiliki
panjang 1 hingga 5 cm. Pada bagian ujung – ujung permukaan daunnya
memiliki tekstur seperti menyirip.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Family : Nyctaginaceae
Genus : Bougainvillea
Spesies : Bougainvillea glabra
Gambar 43 : Bougainvillea glabra
44. Bunga Tasbih (Canna indica)
Tumbuhan ini disebut juga dengan tumbuhan bunga tasbih.
Ciri akar bunga tasbih memiliki sistem perakaran serabut (Adix
adventicia), dengan akar rimpang (rhizoma). Ciri batang bunga tasbih
memiliki percabangan monodial, batang berbentuk
bulat (teres), permukaan batang rata (laeves), batang berdaging, batang
mengandung air (herbaceous), batang mempunyai nodus, berwarna
hijua dan terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi
satu sama lain sering disebut “batang palsu”. Ciri daun bunga tasbih
adalah daun tunggal, tersusun dalam tangkai pendek dan tumbuh
berselang-seling, berbentuk oval dengan ujung runcing Ciri bunga tasbih
adalah bunga majemuk, berbentuk tandan (racemus) dan muncul pada
ujung batang.
41
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Cannaceae
Genus : Canna
Spesies : Canna indica
Gambar 44 : Canna indica
45. Keji Beling (Strobilanthes crispa)
Keji beling merupakan tumbuhan liar di hutan, tepi sungai,
tebing dan sering ditanam sebagai tanaman pagar di pekarangan atau
taman. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 50 m sampai 120 m
dpl. Tinggi tumbuhan ini yaitu 1-2 m. batang beruas, berbentuk bulat,
berbulu kasar. Jenis daaun tunggal, berhadapan, berbentuk lanset atau
lonjong, tepi bergerigi, ujung meruncing. Tipe bumga majemuk, bentuk
bulir, mahkota berbentuk corong. Biji berbentuk bulat, kecil, pipih dan
akar tunggang bewarna coklat muda.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Scrophulariales
Family : Acanthaceae
Genus : Strobilanthes
Spesies : Strobilanthes crispa
Gambar 45 : Strobilanthes crispa
42
46. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading (Epipremnum aureum) merupakan tanaman
merambat semi-epifit anggota famili Araceae. Mudah dikenali dari bentuk
dan warna daunnya. Daunnya berbentuk hati, bertangkai, dan berwarna
belang kuning cerah hingga kuning pucat. Daun tumbuh berselang-seling
di batangnya. Di habitat alami tumbuh merambat pada batang pohon lain
hingga menutupi batang tersebut. Tanaman ini mampu tumbuh hingga
setinggi 20 meter dengan batang berdiameter hingga 4 cm.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Arales
Family : Araceae
Genus : Epipremnum
Spesies : Epipremnum aureum
Gambar 46 : Epipremnum aureum
47. Sukulen (Kalanchoe beeharensis)
Tanaman sukulen, yang awalnya berasal dari Behara,
Madagaskar, dan di situlah namanya berasal. Juga disebut 'Elephant's
Ear Kalanchoe' karena daun segitiganya yang besar. Tanaman dengan
penampilan beludru, berkat padat ke bawah, yang menutupi daun abu-
abu-hijau. Dengan paparan matahari langsung yang berkepanjangan,
rambut menjadi berwarna kemerahan, yang menciptakan kontras yang
bagus dengan daun hijau. K. beharensis dalam budidaya mencapai
ketinggian hingga 1 meter.
43
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Saxifragales
Family : Crassulaceae
Genus : Kalanchoe
Spesies : K. beeharensis
Gambar 48 : Kalanchoe beeharensis
49. Philodendron (Philodendron xanadu)
Tanaman P. xanadu tumbuh menyemak dengan tipe tumbuh
dominansi apikal terminal yang kuat. Apikal baru dapat muncul dari mata
tunas yang ada pada setiap ketiak pelepah daun. Pada kondisi alami,
tanaman mampu tumbuh hingga tinggi mencapai 1 meter dengan
diameter lingkar helaian daun mencapai lebih dari 120 cm. Bentuk
keseluruhan daun berbentuk elliptic/oval, lembaran daun agak tebal,
berwarna hijau dengan tepi daun berlekuk dan mempunyai susunan
tulang daun menyirip. Tanaman P. xanadu mempunyai variasi daun
juvenile dan dewasa yang berbeda. Daun pada fase juvenile berukuran
lebih kecil dengan lekukan margin/tepi dan venasi daun lebih sedikit,
dibandingkan dengan daun pada tanaman yang telah memasuki fase
dewasa
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Magnoliopsida
Ordo : Alismatales
Family : Araceae
Genus : Philodendron
Spesies : Philodendron xanadu
Gambar 49 : Philodendron xanadu
44
50. Lidah Buaya (Aloe vera)
Lidah buaya adalah tumbuhan asli yang berasal dari Afrika,
dengan ciri daun berwarna hijau memiliki daging yang tebal, terdapat
duri pada dua sisinya, daunnya panjang dan lebar di bagian bawah
dan mengecil pada bagian puncaknya, daging daun lidah buaya
berlendir. Lidah buaya pada awalnya dijadikan sebagai tanaman hias
yang dipajang di pekarangan rumah. Lidah buaya tumbuh di daerah
panas terbuka dengan kondisi tanah yang kaya akan bahan organic.
Pembudidayaan dan perawatan lidah buaya sangat mudah dan
ekonomis.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Family : Liliaceae
Genus : Aloe
Species : Aloe vera
Gambar 50: Aloe vera
51. Kaktus Anggur (Sedum morganianum)
Daunnya berbentuk seperti kumpulan cabe yang disusun
melingkar pada batang yang panajangnya bisa mencapai 1 meter.
Warna daunnya hijau kebiruan dan dilapisi trikoma yang membuatnya
terlihat seperti keperakan. Bunganya tumbuh di ujung batang dengan
warna pink atau tumbuh di ujung batang dengan warna pink atau merah,
namun sayangnya tanaman ini jarang berbunga. Batang dengan daun
yang sudah rontok sebaiknya dipangkas untuk menumbuhkan
percabangan baru dan pertumbuhan daun baru.
45