Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Family : Crassulaceae
Genus : Sedum
Species : S. morganianum
Gambar 51 : Sedum morganianum
52. Cocor Bebek (Kalanchoe dairegmontiana)
Tanaman cocor bebek termasuk kedalam tanaman herba
berumur tinggi mencapai 30-100 m merupakan tanaman sekulen yang
dapat tumbuh di tempat kering. Daun cocor bebek berbentuk memanjang
atau bulat telur dengan ujung tumpul dan tepi daun bergerigi. Helain
daun tebal, dan mengandung banyak air. Selain itu tangkai daun
bersayap dan dapat berkembang biak menjadi indvidu baru.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Family : Crassulaceae
Genus : Kalanchoe
Species : K. dairegmontiana
Gambar 52 : Kalanchoe dairegmontiana
46
53. Azalea (Rhododendron indicum)
Daunnya tertata secara spiral, ukuran daun dapat berkisar
dari 1-2 cm hingga lebih dari 50 cm, yang terbesar adalah 100 cm yang
dimiliki spesies Rhododendron sinogrande. memiliki bentuk pohon
semak (jarang yang besar), spesies terkecil yang tumbuh hanya setinggi
10-100 cm, dan yang terbesar
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Ericales
Family : Ericaceae
Genus : Rhododendron
Species : R. indicum
Gambar 53 :
Rhododendron indicum
54. Kenikir (Cosmos bipinnatus)
Tumbuhan ini sering disebut dengan bunga kenikir. Kenikir
(Cosmos caudatus) merupakan tanaman perdu yang memiliki akar
tunggang. Daun kenikir tergolong daun majemuk, ujung runcing, tumbuh
bersilang berhadapan, tepi rata, panjang 15-25 cm, dan bewarna hijau.
Bunga kenikir (Gambar 1B) tergolong bunga majemuk yang tumbuh di
ujung batang. Mahkota bunga terdiri dari 8 helai daun dan bewarna
merah muda. Bunga kenikir mempunyai banyak cakram, berkelamin 2,
bertaju 5, bewarna pucat dengan bagian pangkal bewarna kuning.
Benang sari berbentuk tabung dan bewarna cokelat kehitaman. Putik
berambut dengan 2 cabang tangkai putik dan bewarna hijau kekuningan
47
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Family : Asteraceae
Genus : Cosmos
Species : Cosmos bipinnatus
Gambar 54 : Cosmos bipinnatus
52. Daun Singkong (Manihot utillisima)
Daun singkong (Manihot utillisima) tumbuh di sepanjang
batang dengan tangkai yang panjang. Daun singkong berwarna
kehijauan dan tulang daun yang majemuk menjari dengan anak daun
berbentuk elips yang berujung runcing Posisi duduk daun spiral dengan
rumus 2/5, ruas antara tangkai daun pendek 3-5 cm . batang tanaman
singkong berbentuk bulat diameter 2,5 – 4 cm, berkayu beruas – ruas
dan panjang. Ketinggiannya dapat mencapai 1 – 4 meter. Tangkai ujung
bervariasi dari sangat pendek (kurang dari 1 cm) hingga panjang (lebih
dari 6 cm). Ekor umbi ada yang pendek dan ada yang panjang. Bentuk
umbi beragam mulai agak gemuk membulat, lonjong, pendek hingga
memanjang dengan rata – rata bergaris tengah 2- 3 cm dan panjang 50-
80 cm
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Euphobiales
Family : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot utillisima
Gambar 55 : Manihot utillisima
48
56. Lili Paris (Chlorophytum comosum)
Tanaman lili paris (Chlorophytum comosum) merupakan
tanaman hias yang termasuk ke dalam famili Liliaceae,
secara morfologi memiliki bentuk daun pita, daun berwarna hijau dengan
kombinasi warna putih pada bagian tepi, daun memanjang dengan
ukuran lebar kurang lebih 4 cm, berbatang dengan ukuran tinggi berkisar
10 cm. Chlorophytum comosum merupakan tanaman herba yang
berbentuk rumpun.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Liliales
Family : Liliaceae
Genus : Chlorophytum
Species : C. comosum
Gambar 56 : Chlorophytum comosum
57. Jambu Biji (Psidium guajava)
Tumbuhan ini merupakan jenis tanaman yang termasuk
dalam Famili Myrtaceae. tanaman ini memiliki morfologi akar bercabang
dengan bentuk seumpama meruncing panjang bertumbuh lurus hingga
ke dalam tanah. Batang dari tanaman ini memiliki permukaan keras
yang halus dan licin. Tanaman ini memiliki biji yang keras dan memiliki
bunga yang umumnya berwarna putih yang memiliki jumlah mahkota 4-
5. buah dari tanaman ini memiliki ukuran yang hampir sama dengan
ukuran bola tenis.
Klasifikasi
Gambar 57 : Psidium guajava Kingdom : Plantae 49
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Psidium
Species : P. Guajava
58. Palem Tebu Emas (Dypsis lutescens)
Dypsis lutescens, juga dikenal sebagai palem tebu emas, palem pinang,
palem kuning, atau palem kupu-kupu, adalah spesies tanaman berbunga
di keluarga Arecaceae. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 6
meter, meskipun biasanya di pekarangan hanya setinggi 3 meter karena
alasan keindahan. Palem Kuning, seperti palem lainnya, daun tersusun
majemuk, menyirip.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Arecales
Family : Arecaceae
Genus : Dypsis
Spesies : Dypsis lutescens
Gambar 56 Dypsis lutescens
59. Jambu Air (Syzygium aqueum)
Tumbuhan ini merupakan jenis tanaman yang termasuk
dalam Syzygium aqueum, di Indonesia dan Malaysia dikenal dengan
nama jambu air atau jambu air mawar. Tinggi tanaman 3-10 m, dengan
batang pendek dan bengkok, diameter batang 30-50 cm, percabangan
dekat permukaan tanah, dengan bentuk tajuk tidak beraturan. Daun
berbentuk ellips sampai oblong (memanjang). Buah berwarna putih
sampai merah, mengandung banyak air dan beraroma kuat. Biji kecil
dan terdiri dari 1-2 biji per buah.
Klasifikasi
Gambar 57 : Syzygium aqueum Kingdom : Plantae 50
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Spesies : Syzygium aqueum
60. Ubi Jalar (Ipomea batatas)
Ubi jalar (Ipomea batatas) adalah tanaman merambat
dengan batang yang memiliki variasi ketebalan, dan panjangnya. Buah
ubi jalar adalah bagian akar yang terus membesar dan merupakan
cadangan makan bagi tanaman dengan bentuk yang lonjong atau bulat.
Warna daging buah mulai dari warna putih, krem, merah muda,
kekuningan hingga ungu pekat.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Family : Convolvulaceae
Genus : Ipomea
Spesies : Ipomea batatas
Gambar 60 : Ipomea batatas
61. Mangga (Mangifera indica)
Tanaman mangga memiliki ciri batang pohon tegak,
bercabang agak kuat. Kulit tebal dan kasar dengan banyak celah-celah
kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna kulit batang yang sudah
tua biasanya coklat keabuan sampai hitam. Daun yang masih muda
biasanya berwarna kemerahan, keunguan, atau kekuningan yang
kemudian hari akan berubah pada bagian permukaan sebelah atas
menjadi hijau mengkilat.
Klasifikasi
Gambar 61 : Mangifera indica Kingdom : Plantae 51
Divisi : Spermatophyta
Class : Angiospermaeae
Ordo : Sapindales
Family : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Species : Mangifera indica
62. Pohon Jamblang (Syzygium cumini)
Pohon Jamblang (Syzygium cumini) kokoh dan memiliki tinggi 10- 20m,
diameter batang 40-90 cm percabangannya rendah, tajuknya beraturan
atau bulat, menyebar selebar 12 m, kayunya yang berada di pangkal
batang kasar berwarna kelabu tua. Batangnya tebal, seringkali
tumbuhnya bengkok, dan bercabang banyak. Daun tunggal, tebal,
tangkai daun 1- 3,5 cm.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliphyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Spesies : Syzygium cumini
Gambar 62 : Syzygium cumini
63. Pohon Cermai (Phyllanthus acidus)
Tanaman cermai termasuk jenis tanaman perdu. Pohonnya
kecil dan ramping, namun dapat tumbuh mencapai ketinggian 9 meter.
Batangnya bercabang-cabang rendah dan renggang. Daun cermai
berjenis daun tunggal, bentuknya bulat telur dengan bagian ujung yang
meruncing. Panjang daunnya sekitar 2 cm sampai 7 cm. Daun cermai
tumbuh secara tersusun pada ranting menyerupai daun majemuk
dengan tekstur menyirip.
Klasifikasi
Gambar 63 : Phyllanthus acidus Kingdom : Plantae 52
Divisi : Magnoliphyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Family : Phyllanthaceae
Genus : Phyllanthus
Spesies : Phyllanthus acidus
64. Lengkuas (Alpinia galanga)
Lengkuas (Alpinia galanga) merupakan herba tegak yang
tersusun atas pelepah daun yang bersatu dengan batang hingga
membentuk batang semu yang berwarna hijau agak keputihan. Memiliki
daun tunggal berwarna hijau bertangkai pendek yang tersusun berselang
seling, bentuk daun lanset memanjang dan runcing pada bagian ujung
daub sedangkan pangkal dan tepi daun merata.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotiledoneae
Ordo : Zingeberales
Family : Zingeraceae
Genus : Alpinia
Spesies : Alpinia galanga
Gambar 64: Alpinia galanga
65. Alpukat (Persea americana)
Tanaman alpukat berupa pohon dengan ketinggian 3-10 m,
rating tegak dan berambut halus, daun berdesakan diujung ranting,
bentuk bulat telur atau corong, awalnya berbulu pada kedua belah
permukaannya dan lama-kelamaan menjadi licin. Bunga alpukat berupa
malai dan terletak di dekat ujung ranting, bunganya sangat banyak
berdiameter 1-1,5 cm, berwarna kekuningan, berbulu halus dan benang
sari dalam 4 karangan, buah alpukat berbentuk bola lampu sampai bulat
telur
Klasifikasi
Gambar 65 : Persea americana Kingdom : Plantae 53
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Laurales
Family : Lauraceae
Genus : Persea
Species : Persea americana
66. Cemara Wangi (Casuarina sp.)
cemara wangi merupakan salah satu speises cemara yang
mengeluarkan aroma wangi. Pohon ini dapat tumbuh di dataran rendal
maupun dataran tinggi dengan tinggi pohon rata-rata sekitar 10 meter,
sehingga cocok dijadikan sebagai pohon peneduh.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Class : Monocotiledoneae
Ordo : Dicotyledonae
Family : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Spesies : Casuarina sp.
Gambar 66: Casuarina sp.
67. Pohon Biwa (Eriobotrya japonica)
Tanaman ini merupakan sebuah spesies tumbuhan
berbunga yang termasuk dalam famili Rosaceae. Tanaman ini
merupakan tanaman perdu abadi yang ditanam untuk diambil buah
kuningnya. Tanaman ini juga ditanam sebagai tanaman ornamental.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Class : Rosids
Ordo : Rosales
Family : Rosaceae
Genus : Eriobotrya
Species : Eriobotrya japonica
Gambar 67 : Eriobotrya japonica
54
68. Cemara norfolk (Araucaria heterophylla)
Cemara jenis ini merupakan cemara yang memiliki
permukaan batang yang kasar seperti bersisik. Cemara norfolk memiliki
bunga dengan benang sari yang cukup banyak sehingga tampak candik
saat dilihat. Buah yang dihasilkan oleh tanaman ini berbentuk runcing
dengan diameter yang berkisar antara 10-13mm.
Klasifikasi
Gambar 68: Araucaria heterophylla Kingdom : Plantae
Divisi : Conyferophyta
Class : Pinopsida
Ordo : Pinales
Family : Araucariaceae
Genus : Araucaria
Spesies : A. heterophylla
69. Dahlia (Eriobotrya japonica)
Morfologi tanaman memiliki tinggi lebih dari 1 meter, tumbuh
tegak, dan bercabang dengan tepi daun bergerigi. Tanaman perdu ini
memiliki warna yang bervariasi mulai dari warna putih, kuning, jingga,
violet, merah, ungu atau kombinasi, dengan diameter bunga berkisar
antara 5 – 20 cm
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Asterales
Family : Asteraceae
Genus : Dahlia
Spesies : Dahlia pinnata
Gambar 69 : Dahlia pinnata
55
70. Pinus (Pinus merkusii)
Pinus merupakan pohon yang memiliki tajuk sperti pohon
piramid. Pinus memiliki kulit yang berwarna abu-abu, memiliki daun yang
panjangnya berkisar antara 16-25 cm. Pinus merupakan tanaman
berumah satu, dengan bunga yang berkelamin tunggal, dan memiliki
bunga jantan dan bunga betina yang terpisah namun tetap beada dalam
satu pohon.
Klasifikasi
Gambar 70: Pinus merkusii Kingdom : Plantae
Divisi : Conyferophyta
Class : Pinopsida
Ordo : Pinales
Family : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkusii
71. Palem Waregu (Rhapis escelsa)
Palem waregu adalah tanaman yang paling mudah untuk
tumbuh, tetapi setiap spesies tertentumemiliki persyaratan lingkungan
dan budaya. "Lady Palm" tumbuh perlahan-lahan, tetapi dapat tumbuh
lebih dari sampai ketinggian 14' dengan rumpun luas &sering
mempunyai diameter selebar ketinggian mereka.
Klasifikasi : Plantae
Kingdom : Magnoliophyta
Divisi : Liliopsida
Class : Arecales
Ordo : Arecaceae
Family : Rhapis
Genus : Rhapis excelsa
Spesies
Gambar 71 : Rhapis excelsa
56
G. Lembar Kerja Peserta Didik
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
DAFTAR PUSTAKA
1. Wibowo, H. A., Wasino, W., & Setyowati, D. L. (2012). Kearifan lokal dalam
menjaga lingkungan hidup (Studi kasus masyarakat di Desa Colo Kecamatan Dawe
Kabupaten Kudus). Journal of Educational Social Studies, 1(1).
2. Nuri. J. M. 2013. Pertumbuhan Bibit Kirei Payung (Filicium decipiens) Pada Media
Bekas Tambang Pasir. Dengan Penambahan Arang Dan Pupuk Npk. Fakultas
Kehutanan Pertanian Bogor. Bogor.
3. IInstitut stiqamah, I., & Karim, H. (2018). Studi Morfologi Tanaman Sansevieria Di
Kota Makassar. bionature, 19(1). Syamsul Hidayat, Kitab Tumbuhan Obat, (Jakarta :
Penebar Swadaya, 2015), h.9.
4. Rahayu SE dan S Handayani.2008. Keanekaragaman morfologi dan anatomi
Pandanus (Pandanaceae) di Jawa Barat. Vis Vitalis, 1(2): 29-44. Suhatman, Y.,
Suryanto, A., & Setyobudi, L. (2016). Studi Kesesuaian Faktor Lingkungan Dan
Karakter Morfologi Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.)
Produktif (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
5. Kashif Ali dan Saifullah Khan Asma Nasib, “In Vitro Propagation Of Croton
(Codiaeum Variegatum),” Pakistan : University Of Karachi, 2008. Hal 99.
6. Kurniati Wijaya, “Khasiat Tumbuhan Herba sebagai Alternatif Pengobatan
Tradisional di Desa Sumber Urip Mojokerto”, Juranl Farmasi, Vol.01, No.02,(2017),
h. 78.
7. Oktofisi, D. (2018). Identifikasi Tumbuhan Perdu Di Kebun Botani Biologi FKIP
Universitas Jambi sebagai Pengayaan Mata Kuliah Taksonomi
Tumbuhan. IDENTIFIKASI TUMBUHAN PERDU DI KEBUN BOTANI BIOLOGI FKIP
UNIVERSITAS JAMBI SEBAGAI PENGAYAAN MATA KULIAH TAKSONOMI
TUMBUHAN.
8. Prasgi, H. C., Pratama, D. S. B., Kapitarauw, A. G. P. C., & Kasmiyati, S. (2021).
Analisis Hubungan Kekerabatan Fenetik serta Potensi Kegunaan Varietas Portulaca
oleracea dan Portulaca grandiflora di Desa Grogol, Kelurahan Dukuh, Kota
Salatiga. Jurnal MIPA, 11(1), 6-11.
9. Rahmawati, N., & Kurniawan, T. D. (2019). MUTU FISIK DAN PENERIMAAN
VOLUNTER SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilis
jalapa L.) SEBAGAI PENYEMBUH BISUL (Doctoral dissertation, Akademi Farmasi
Putera Indonesia Malang).
10. Purnobasuki, H., Etik, P., & Thin, S. (2014). Keanekaragaman morfologi serbuk
sari pada 5 species Bougainvillea. Bioscientiae, 11(1), 48-59.
66
DAFTAR PUSTAKA
11. Aji, R. M. (2014). Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daging daun lidah buaya
(aloe vera) menggunakan metode DPPH (1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Nanda
Risky, “Uji Ketahanan Tanaman cocor bebek (Kalanchoe laciniata) terhadap
kekeringan dan pemberian air”, Jurnal Fisiologi, Vol.01, No.02, (2016), h. 34
12. Rahmat Hidayat, Khasiat Tumbuhan Obat, (Jakarta : Bentang Pustaka, 2015), h.
45. Rahmat Hidayat, Khasiat Tumbuhan Obat..., h. 46
13. Nasya Khairunnisa, “Hubungan Kekerabatan Tumbuhan Famili Convolvulaceae
yang Terdapat di Grean House Balai Pertanian Mataram”, Jurnal Ekologi, Vol.02,
No.01, (2018), h. 45.
14. Qomah, I., Hariani, S. A., & Murdiyah, S. “Identifikasi tumbuhan berbiji
(spermatophyta) di lingkungan kampus universitas jember”. BIOEDUKASI: Jurnal
Biologi dan Pembelajarannya, Vol.13, No.2, . (2017), h.12-23.
15. Sopandi,Tanaman Obat Tradisional, (Jakarta : Sarana Panca Karya Nusa, 2009),
h. 47
16. Wahyuni, W., Ahwan, A., & Qonitah, F. (2021). Identifikasi Senyawa Hasil Ekstrak
Etanol Daun Adas (Foeniculum Vulgare Mill) dengan Skrining Fitokimia dan Fourier
Transform Infra Red (FT-IR) (Doctoral dissertation, Universitas Sahid Surakarta).
67
THANKYOU
“Pendidikan mempunyai akar
yang pahit, tapi buahnya manis”
-Aristoteles