The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

senyawa karbon : alkohol, eter, keton, aldehida, asam karboksilat, ester

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by weniastutin, 2021-02-22 21:31:25

modul senyawa karbon

senyawa karbon : alkohol, eter, keton, aldehida, asam karboksilat, ester

Keywords: senyawa karbon

Modul Senyawa karbon

BAB I
PENDAHULUAN

A. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Berdasarkan Permendikbud No. 21 tahun 2016 tentang standar isi. Standar

Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk
mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar Isi terdiri dari Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti sesuai dengan
jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Terdapat empat kompetensi yang diharapkan dimilki oleh peserta didik
pada kurikulum 2013, yaitu kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan
dan keterampilan. Keempat kompetensi tersebut disebut kompetensi inti (KI).
Rumusan keempat KI tersebut yaitu :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli

(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan
pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 1

Modul Senyawa karbon

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di

sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai

kaidah keilmuan

Selanjutnya, keempat KI tersebut diturunkan menjadi kompetensi dasar

(KD). KD pada materi larutan asam basa sesuai dengan kurikulum 2013 revisi

2016 yaitu :

3.9 : Menganalisis struktur, tatanama, sifat, sintesis, dan kegunaan

senyawa karbon

4.9 : Menyajikan rancangan percobaan sintesis senyawa karbon,
identifikasi gugus fungsi dan/atau penafsiran data spektrum
inframerah (IR)

Berdasarkan KD tersebut, maka disusun beberapa indikator pencapaian

kompetensi (IPK) yang dapat mengindikasikan ketercapaian kompetensi peserta

didik. Indikator pencapaian tersebut dapat terlihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Indikator Pencapaian Kompetensi Materi Larutan Asam Basa

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi

(IPK)

3.9 Menganalisis struktur, tatanama, sifat, 3.9.1 Mengidentifikasi gugus fungsi senyawa

sintesis, dan kegunaan senyawa karbon karbon

3.9.2 Menuliskan struktur dan nama senyawa

karbon berdasarkan gugus fungsinya

3.9.3 Menentukan isomer-isomer senyawa

karbon

3.9.4 Menjelaskan sifat-sifat fisik senyawa

karbon

3.9.5 Menuliskan reaksi senyawa karbon (

reaksi oksidasi, adisi, substitusi, eliminasi

)

3.9.6 Menjelaskan kegunaan senyawa karbon

4.9 Menyajikan rancangan percobaan 4.9.1 Merancang percobaan sintesis senyawa

sintesis senyawa karbon, identifikasi karbon, identifikasi gugus fungsi

gugus fungsi dan/atau penafsiran data 4.9.2 Melakukan percobaan sintesis senyawa

spektrum inframerah (IR) karbon, identifikasi gugus fungsi

4.9.3 Mencatat data hasil percobaan sintesis

senyawa karbon, identifikasi gugus fungsi

4.9.4 Menganalisis data hasil percobaan sintesis

senyawa karbon, identifikasi gugus fungsi

4.9.5 Menyimpulkan hasil percobaan sintesis

senyawa karbon, identifikasi gugus fungsi
4.9.6 Mengkomunikasikan hasil percobaan

sintesis senyawa karbon, identifikasi

gugus fungsi.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 2

Modul Senyawa karbon

B. Deskripsi
1. Pengertian
Modul senyawa karbon merupakan bahan kajian dan pembelajaran tentang

identifikasi gugus fungsional, tata nama senyawa karbon, jenis - jenis reaksi
senyawa karbon, dan kegunaan senyawa karbon.

2. Ruang lingkup isi modul
a. Identifikasi gugus fungsi senyawa karbon
b. Struktur dan nama senyawa karbon berdasarkan gugus fungsinya
c. Isomer - isomer senyawa karbon
d. Sifat fisik senyawa karbon
e. Reaksi identifikasi gugus fungsi senyawa karbon.
f. Reaksi senyawa karbon (reaksi oksidasi, adisi, substitusi, dan
eliminasi).
g. Kegunaan senyawa karbon

3. Kaitan modul dengan modul lainnya
Modul ini merupakan bagian dari kompetensi dasar menganalisis struktur,

tatanama, sifat, sintesis, dan kegunaan senyawa karbon. Untuk dapat memahami
modul ini secara komprehensif harus dipelajari secara seksama seluruh
kompetensi dasar dan indikatornya. Modul ini saling menunjang dan saling
menguatkan dengan modul-modul lain sebelumnya.

4. Manfaat kompetensi
Dengan memahami seluruh indikator - indikator dalam modul ini dapat

membantu Peserta didik memahami aspek lain dalam dunia kerja dan
memecahkan masalah kimia yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Setelah mempelajari modul ini kompetensi yang diharapkan adalah Peserta
didik dapat memecahkan masalah berkaitan dengan larutan asam dan basa.
Pendekatan yang digunakan dalam menyelesaikan modul ini adalah pendekatan
Peserta didik aktif melalui metode pemberian tugas, diskusi pemecahan masalah
serta presentasi. Guru merancang pembelajaran dengan memberikan kesempatan
seluas - luasnya pada Peserta didik untuk berperan aktif dalam membangun
konsep secara mandiri ataupun bersama - sama.

C. Waktu
Alokasi waktu untuk menyelesaikan kompetensi dasar menjelaskan konsep

asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan
adalah 12 JP.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 3

Modul Senyawa karbon

D. Prasyarat
Untuk memudahkan memahami modul ini tidak ada persyaratan khusus

harus dimiliki Peserta didik. Namun akan sangat membantu apabila Peserta didik
telah memahami konsep - konsep senyawa hidrokarbon, terutama tentang tata
nama senyawa yang telah mereka pelajari sebelumnya.

E. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Penjelasan bagi Peserta didik.

a. Bacalah modul ini secara berurutan agar memahami konsep secara

runut, sebab uraian modul mengikuti suatu sistematika yang berurutan.

b. Setelah mengisi cek kemampuan, apakah anda termasuk kategori

orang yang perlu mempelajari modul ini? Apabila menjawabanya ya

maka pelajarilah modul ini.

c. Ikuti dengan seksama setiap perintah yang ada dalam setiap materi

pokok. Karena perintah dan tugas - tugas dirancang untuk dikerjakan

secara langkah demi langkah, sehingga apabila diikuti dengan baik pada

akhirnya akan dapat menguasai materi secara menyeluruh.

d. Kerjakan tugas-tugas dan latihan - latihan sesuai perintah. Apabila

mengalami kesulitan minta bantuan kepada

guru/pembimbing/instruktur. Tugas dan latihan telah dirancang untuk

memperdalam dan menguatkan pengetahuan, oleh karena itu harus

dikerjakan dengan sungguh - sungguh dan penuh ketelitian.

e. Buatlah rencana belajar dengan menggunakan format seperti dalam

modul ini, kemudian konsultasikan pada guru dan institusi pasangan

penjamin mutu, hingga mendapat persetujuan.

f. Lakukan kegiatan belajar untuk mendapatkan kompetensi sesuai

rencana kegiatan belajar yang telah disusun dan disetujui oleh

guru/instruktur Anda.

g. Kunci jawaban tugas latihan hanya digunakan setelah tugas dan latihan

selesai dikerjakan. Jangan sekali - kali melihat kunci jawaban sebelum

latihan atau tugas selesai dikerjakan. Kunci jawaban hanya digunakan

untuk mengecek dan mengoreksi sejauh mana kemampuan terhadap

materi.

h. Sesuaikan jawaban atau latihan dengan kunci jawaban, kemudian

tentukan pencapaian nilainya. Koreksi hal-hal mana yang harus

dipelajari kembali dan mana yang dianggap sudah cukup. Ini semua

Anda sendirilah yang mengukur dan menentukannya. Apabila menemui

hambatan minta bantuan kepada guru/instruktur.

i. Hasil membaca dan mengerjakan tugas - tugas sebaiknya disampaikan

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 4

Modul Senyawa karbon

kepada guru untuk mendapatkan koreksi dan penilaian. Guru akan
membimbing dan memberikan petunjuk lebih lanjut. Sebaiknya catatan-
catatan penting dan tugas - tugas dikerjakan dalam satu buku khusus.
2. Peran guru
a. Membantu Peserta didik dalam merencanakan proses belajar
b. Membimbing Peserta didik melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar.
c. Membantu Peserta didik dalam memahami konsep dan praktek baru dan
menjawab pertanyaan Peserta didik mengenai proses belajar.
d. Membantu Peserta didik dalam menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan dalam belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.
g. Melaksanakan penilaian.
h. Menjelaskan kepada Peserta didik mengenai bagian yang perlu untuk
dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.
i. Mencatat pencapaian kemajuan Peserta didik.

F. Tujuan Akhir
Spesifikasi kinerja yang diharapkan dengan membaca dan memahami

contoh-contoh serta mengerjakan tugas dalam modul ini:
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi gugus fungsi senyawa karbon
2. Peserta didik dapat menuliskan struktur dan nama senyawa karbon berdasarkan

gugus fungsinya
3. Peserta didik dapat menentukan isomer - isomer senyawa karbon
4. Peserta didik dapat menjelaskan sifat fisik senyawa karbon
5. Peserta didik dapat menjelaskan reaksi identifikasi gugus fungsi senyawa

karbon.
6. Peserta didik dapat menuliskan reaksi senyawa karbon (reaksi oksidasi, adisi,

substitusi, dan eliminasi).
7. Peserta didik dapat mendeskripsikan kegunaan senyawa karbon

G. Cek Penguasaan Standar Kompetensi
Berilah tanda silang (x) pada kolom “Ya” apabila deskripsi pengetahuan

dan keterampilan telah terkuasai dan pada kolom “ tidak” jika deskripsi
pengetahuan dan keterampilan belum terkuasai. Jika 100% dari deskripsi
pengetahuan dan keterampilan telah dikuasai maka anda tidak perlu mempelajari
modul ini, akan tetapi anda perlu membuktikannya dengan menjawab pertanyaan

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 5

Modul Senyawa karbon

evaluasi. Apabila anda menjawab kurang dari 100% maka anda perlu mempelajari

modul ini.

No Cek Kemampuan Awal Ya Tidak

Pengetahuan

1 Mampu menentukan gugus fungsi senyawa karbon.

2 Mampu mengidentifikasi gugus fungsi senyawa karbon.

3 Mampu menuliskan nama senyawa karbon berdasarkan

gugus fungsinya.

4 Mampu menuliskan struktur senyawa karbon.

5 Mampu menentukan isomer-isomer senyawa karbon.

6 Mampu menjelaskan sifat fisika senyawa karbon.

7 Mampu menjelaskan sifat kimia senyawa karbon.

8 Mampu menjelaskan reaksi identifikasi senyawa karbon.

9 Mampu menuliskan reaksi senyawa karbon.

10 Mampu mendeskripsikan kegunaan senyawa karbon

dalam kehidupan sehari-hari.

Keterampilan
11 Mampu merancang percobaan sintesis senyawa karbon,

identifikasi gugus fungsi
12 Mampu melakukan percobaan sintesis senyawa karbon,

identifikasi gugus fungsi
13 Mampu mencatat data hasil percobaan sintesis senyawa

karbon, identifikasi gugus fungsi
14 Mampu menganalisis data hasil percobaan sintesis

senyawa karbon, identifikasi gugus fungsi
15 Mampu menyimpulkan hasil percobaan sintesis senyawa

karbon, identifikasi gugus fungsi
16 Mampu mengkomunikasikan hasil percobaan sintesis

senyawa karbon, identifikasi gugus fungsi.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 6

H. MKoodmupletSenesni yawa karbon

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutn
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, pe

aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalah
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergau
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan fa
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora de
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan peng
minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metod

Kompetensi Dasar Lingkup Materi Sikap Pe
Belajar
 Menjelaskan
3.10 Menjelaskan Konsep asam dan  Berfikir kritis basa menuru

konsep asam dan basa serta  Kemandirian  Menjelaskan
basa menuru
basa serta kekuatannya dan (kreatif),
 Menuliskan
kekuatannya dan kesetimbangan  Kerja sama dan basa m
pengionannya dan menun
kesetimbangan basa konjug
dalam larutan
pengionannya  Menjelaskan
 Pengertian asam basa menuru

dalam larutan dan basa  Mengidentif
dan basa de
menurut
 Memperkira
Arrhenius. asam dan
4.10 Menganalisis trayek  Pengertian asam pengamatan
indikator as
perubahan pH dan basa
 Menjelaskan
beberapa indikator menurut asam dan
pengukuran
yang diekstrak dari Bronsted- asam dan

bahan alam melalui Lowry.
 Pengertian asam
percobaan

dan basa

menurut Lewis.
 Sifat larutan

asam dan basa

dengan berbagai

By. W

nya
eduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-
han dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
ulan dunia
aktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
engan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
getahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan

dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
de sesuai kaidah keilmuan

Materi Pokok Pembelajaran

engetahuan Keterampilan

n pengertian asam dan  Merancang alat percobaan untuk

ut Arrhenius. menentukan trayek perubahan pH

n pengertian asam dan beberapa indikator dari bahan alam.

ut Bronsted-Lowry.  Melakukan percobaan trayek

n persamaan reaksi asam perubahan pH beberapa indikator

menurut Bronsted Lowry dari bahan alam.

njukkan pasangan asam  Menganalisis data hasil percobaan

gasinya. untuk memprediksi trayek perubahan

n pengertian asam dan pH beberapa indikator dari bahan

ut Lewis. alam

fikasi sifat larutan asam  Mengkomunikasikan hasil percobaan

engan berbagai indikator. trayek perubahan pH beberapa

akan pH suatu larutan indikator dari bahan alam

basa berdasarkan hasil

n paerubahan warna

sam basa.

n pengertian kekuatan

n menyimpulkan hasil

n pH dari beberapa larutan

basa yang diketahui

e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 7

KomMpoedteunlsiSDeansayrawLainkgaBkreulbpaojManrateri Sikap Pe

indikator. konsentrasi
 Memperkirakan  Menghubun

pH suatu larutan basa dengan
tetapan (Ka
asam dan basa  Menghitung
basa yang d
berdasarkan  Menjelaskan
hasil dalam lingk

pengamatan

paerubahan

warna indikator
asam basa.
 Kekuatan asam

basa
 pH larutan asam

atau basa
 Penggunaan

konsep pH
dalam

lingkungan

By. W

Materi Pokok Pembelajaran Keterampilan

engetahuan

sama.

ngkan kekuatan asam atau
n derajat ionisasi (α) dan
a) atau tetapan basa (Kb).

g pH larutan asam atau
diketahui konsentrasinya.

n penggunaan konsep pH
kungan.

e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 8

Modul Senyawa karbon

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 9

Modul Senyawa karbon

BAB II

PEMBELAJARAN

A. Rencana Belajar Peserta Didik

Sebagaimana telah diinformasikan dalam pendahuluan bahwa modul ini

hanya sebagian dari sumber belajar yang dapat anda pelajari untuk menguasai

kompetensi dasar menyelesaikan masalah larutan asam dan basa, untuk

mengembangkan kompetensi dalam substansi non instruksional kita perlu latihan.

Aktifitas - aktifitas yang dirancang dalam modul ini selain mengembangkan

kompetensi kimia juga mengembangkan kompetensi substansi non instruksional.

Dalam penggunaan modul ini kita harus mengerjakan tugas-tugas yang telah

dirancang.

1. Buatlah rencana belajar berdasarkan rancangan pembelajaran yang telah

disusun oleh guru, untuk menguasai standar kompetensi menyelesaikan

masalah perubahan energi yang menyertai reaksi kimia gunakan format

berikut!

Pencapaian Alasan Paraf
No Kegiatan Tanggal Jam Tempat perubahan Siswa Guru

bila
diperlukan

Mengetahui Gelumbang, )
Guru pembimbing Siswa
() (

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 9

Modul Senyawa karbon

2. Rumuskan hasil belajar sesuai standar bukti belajar yang telah ditetapkan
a. Untuk penguasaan pengetahuan buat suatu ringkasan menurut pengertian
Anda terhadap konsep - konsep yang berkaitan dengan kompetensi yang
telah dipelajari. Selain ringkasan anda juga dapat melengkapi dengan
kliping tentang informasi - informasi yang relevan dengan kompetensi yang
sedang dipelajari.
b. Tahapan pelajaran dapat dituliskan/digambarkan dalam diagram alur yang
dilengkapi dengan penjelasan.
c. Produk hasil praktek kegiatan ini dapat dikumpulkan berupa contoh - contoh
dalam bentuk visualisasi.
d. Tahapan proses akan diakhiri, lakukan diskusi dengan guru pembimbing
untuk mendapatkan persetujuan dan apabila ada hal - hal yang harus
dilengkapi maka ikuti saran guru pembimbing.

B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Pembelajaran 1
a. Tujuan Pembelajaran
Hai Kawan ....
Apa sich tujuan kita belajar
“senyawa karbon” ini?

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 10

Modul Senyawa karbon

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan
model pembelajaran discovery learning dan metode
diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan analisis
dengan mengembangkan sikap sosial seperti disiplin,
jujur, kerjasama dan proaktif; dan dapat mengembangkan
kecakapan hidup abad 21 seperti kemampuan berpikir
kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi
(4C), serta mampu mengakses, memahami dan
menggunakan informasi secara cerdas sebagai bentuk
konkret dari literasi, peserta didik mampu :
a) Mengidentifikasi gugus fungsi senyawa karbon
b) Menuliskan struktur dan nama senyawa karbon

berdasarkan gugus fungsinya

Mari Ananda ....

Perkuat literasi kita dengan rajin
membaca!.

b. Pendahuluan Sebelum masuk materi yang akan kita
pelajari, mari kita perhatikan beberapa contoh

bahan –bahan di bawah ini.

Gambar 1. Cuka Makan Gambar 2. Sabun

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 11

Modul Senyawa karbon

Gambar 3. Dettol Gambar 4. Kutex

Gambar 5. Formalin Gambar 6. Perisa Pisang

Pernahkah kalian menemui wujud asli dari gambar-gambar di atas?
Pernahkah kalian menggunakan dari wujud asli gambar – gambar di
atas? Senyawa apa yang digunakan?
Untuk mengetahui lebih lanjut, marilah kita pelajari modul ini.

c. Uraian materi
Berkaitan dengan identifikasi gugus fungsional senyawa karbon, Anda

ditugaskan mencari informasi melalui studi perpustakaan, studi literatur di internet
dan membaca modul ini mencari contoh - contoh senyawa yang mempunyai
gugus fungsional senyawa turunan alkana. Untuk memudahkan anda melakukan
pengamatan maka gunakan format berikut. Setelah mengisi lembar pengamatan
Anda diminta membaca uraian materi kegiatan pembelajaran 1 ini dan kemudian

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 12

Modul Senyawa karbon

mencocokkan jawaban anda dengan teks bacaan. Jika ada yang berbeda tanyakan

pada guru Anda.

Format Tugas

Gugus Contoh senyawa Rumus molekul Ciri-ciri
fungsional

Alkohol

Eter

Aldehida

Keton

Asam
karboksilat

Ester

Alkohol, eter, aldehida, keton, ester, dan asam karboksilat begitu erat
berhubungan dengan kehidupan manusia sehari - hari sehingga orang awam pun
kenal akan istilah - istilah ini. Misalnya etanol digunakan dalam minuman keras,
formalin digunakan sebagai pengawet spesimen biologi dan pengawet mayat.
Aseton digunakan untuk membersihkan pewarna kuku, asam asetat pada cuka
makan. Banyak sekali senyawa karbon dalam kehidupan sehari - hari. Oleh
karena itu kita harus mengenal gugus fungsi, struktur dan nama senyawa karbon.

1. Gugus fungsi
Gugus fungsi adalah suatu gugus atom yang memberikan sifat khas

pada senyawa yang mengikat gugus tersebut. Senyawa - senyawa yang memiliki
gugus fungsi yang sama dikelompokkan ke dalam golongan yang sama. Gugus
fungsi senyawa karbon merupakan bagian yang aktif, sebab bila senyawa karbon
tersebut bereaksi maka yang mengalami perubahan adalah bagian gugus
fungsinya, sedangkan bagian yang lain umumnya tetap.

Senyawa hidrokarbon yang hanya mengandung atom C dan H
dikelompokkan menjadi alkana, alkena, alkuna, sikloalkana, dan sikloalkena.
Senyawa yang mengandung atom C, H, dan O dikelompokkan menjadi alkohol,
eter, aldehid, keton, ester, dan asam karboksilat.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 13

Modul Senyawa karbon

Tabel 1. Gugus Fungsional

Gugus Nama Golongan Rumus Umum Rumus
Fungsi R – OH Molekul
R – O –R CnH2n+2 O
- OH Alkanol (alkohol) R – CHO CnH2n+2 O
CnH2nO
- O - Alkoksi alkana (eter) R-CO-R
CnH2nO
O R-COOH
CnH2nO2
|| Alkanal (aldehida) R – COO – R
R–X CnH2nO2
-C-H CnH2n+1X

O

|| Alkanon (keton)

-C-

O

|| Asam karboksilat
- C –OH

O

|| Ester
-C–O-

- X Alkil Halida

* R = Gugus Alkil
(Sutresna, 2006;109)

Contoh Soal

1. Tentukan gugus fungsi dan golongan senyawa berikut :
1.1
a. H3C - OH

O

H3C OH

b.
Jawab :

a. Gugus fungsi OH dan golongan alkohol.

b. Gugus fungsi COOH dan golongan asam karboksilat.

2. Tuliskan rumus senyawa-senyawa berikut :

a. CH3-CHOH-CH3
b. CH3-CH2-O-CH3
Jawab:

a. R-OH

b. R-O-R

3. Sebutkan golongan dari senyawa berikut :

a. CH3-CHOH-CH3

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 14

Modul Senyawa karbon

b. CH3-CH2-O-CH3
Jawab :
a. Alkanol/alkohol
b. Alkoksi alkana/eter

2. Tata nama senyawa karbon

a. Alkohol

Alkohol merupakan senyawa yang sangat dikenal dalam

kehidupan sehari-hari. Alkohol termasuk senyawa turunan alkana yang memiliki

gugus fungsi -OH dengan rumus umum CnH2n+2 O. Penamaan senyawa alkohol
dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan aturan IUPAC dan cara

trivial.

a) Tata nama alkohol berdasarkan IUPAC

1) Nama anggota alkohol diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran a

menjadi ol sebagai berikut :

Tabel 2. Daftar nama alkohol

Nama Rumus Nama Rumus

Alkana Molekul Alkohol Molekul

Metana CH4 Metanol CH3-OH

Etana C2H6 Etanol C2H5 -OH

Propana C3H8 Propanol C3H7-OH

Butana C4H10 Butanol C4H9 -OH

Pentana C5H12 Pentanol C5H11-OH

Heksana C6H14 Heksanol C6H13 -OH

Heptana C7H16 Heptanol C7H15-OH

Oktana C8H18 Oktanal C8H17-OH

Nonana C9H20 Nonanol C9H19-OH

Dekana C10H22 Dekanol C10H21-OH

2) Menentukan rantai induk (rantai terpanjang yang mengandung gugus
fungsi)
OH gugus fungsi

CH3 – C – CH2 – CH2 – CH3 rantai utama

CH3

3) Semua atom karbon di luar rantai utama dinamakan cabang, diberi nama

alkil sesuai jumlah atom C.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 15

Modul Senyawa karbon

OH gugus gungsi

CH3 – C – CH2 – CH2 – CH3 rantai utama

CH3 alkil

4) Penomoran dimulai dari rantai utama yang paling dekat dengan gugus

hidroksil (gugus fungsi mendapat nomor terkecil)

CH3

1 2 34

CH3 – CH – C - CH3

OH CH3

5) Jika rantai utama mengikat gugus alkil penomoran dimulai dari ujung
rantai utama yang paling dekat dengan gugus hidroksil dan gugus
subtitusinya
Contoh :

CH3 – CH – CH2-OH 2-metil -1-proponol

³ |²

CH3

6) Jika terdapat lebih dari satu gugus fungsi, digunakan awalan di-, tri-, atau

tetra-, sesuai jumlah gugusnya dan diakhiri –ol.

Contoh :

CH2 – CH2 1,2,- etanadiol

||

OH OH

7) Ingat: Penulisan cabang yang berbeda diurutkan sesuai dengan abjad

8) Jika terdapat lebih dari satu gugus alkil maka gugus alkil yang lebih besar

pada atom C memiliki nomor yang lebih kecil.

9) Penulisan nama alkohol:

Nomor cabang – nama cabang – letak gugus fungsi – nama rantai
induk

(Suyatno,dkk, 2007 ; 187)
B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 16

Modul Senyawa karbon

b) Tata nama alkohol cara trivial
Nama trivial yaitu alkil alkohol
R - OH
Alkil alkohol

Contoh Soal

4. Tulislah nama IUPAC dCaHr1i2a.1–lkOohHo l dengan struktur berikut :
a) CH3 – CH2 – CH2 –

b) CH3 – CH2 – CH – CH – CH3

OH CH3

Jawab:
a) 1-butanol

b) 2-metil-3-pentanol

5. Gambarkan struktur senyawa alkohol berikut :
a) 2-Heksanol

b) 3,5-dimetil-4-heptanol

Jawab :
a) CH3 - CH2 – CH2 – CH2 – CH – CH3

OH
b) CH3 – CH2 – CH – CH – CH – CH2 – CH3

CH3 OH CH3
6. Tuliskan nama trivial dari alkohol dengan struktur berikut :

a) CH3 - CH2 – CH2 – OH

b) CH3 - CH2 – CH2 – CH2 – OH
Jawab :

a) Propil alkohol
b) Butil alkohol

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 17

Modul Senyawa karbon

b. Eter / alkoksi alkana
Eter mempunyai rumus umum R-O-R’dengan R dan R’ dapat

merupakan gugus alkil yang sama. Rumus umum molekul eter CnH2n+2 O.
Penamaan senyawa eter dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan
aturan IUPAC dan cara trivial.

1. Cara trivial
Eter biasanya dinamai sebagai alkil alkil eter , yaitu nama kedua gugus
alkil disebut lebih dulu (diurutkan berdasarkan abjad dan diakhiri dengan kata
“eter”
Contoh:

CH3-O-CH3

Metil metil Dimetil eter

2. Cara IUPAC (Alkoksi Alkana)

 Jika dalam molekul eter terdapat dua gugus fungsi alkil yang

berbeda maka gugus alkil terkecil dianggap sebagai gugus alkoksi,

sedangkan gugus alkil yang lebih panjang merupakan rantai

induknya (sesuai dari nama alkana).

 Penomoran dimulai dari salah satu rantai induk sehingga letak gugus

alkoksi mendapat nomor terkecil

Contoh :

12

CH3 - CH- O – CH3 metoksi
|
3CH3 rantai induk

2- metoksi propana

 Jika terdapat cabang alkil pada rantai induk maka cabang alkoksi
diprioritaskan memperoleh nomor terkecil, sedangkan cabang alkil
mengikuti rantai induk.

 Penulisan nama eter
N omor alkoksi – nama alkoksi – no. cabang – nama cabang - nama
rantai induk alkana

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 18

Modul Senyawa karbon

Contoh Soal

1. aT.ulCisHla3h–nOam–aCIUHP2 A– CCH1d.a31n Trivial dari eter berikut :
b. CH3 – CH2 – CH – O – CH3

CH3
c. CH3

CH3 –CH – O – CH3

CH3
Jawab :
a. Nama IUPAC : metoksi etana

Nama Trivial : etil metil eter
b. Nama IUPAC : 2-metoksi butana

Nama Trivial : metil sekunder butil eter
c. Nama IUPAC : 2-metoksi-2-metil propana

Nama Trivial : metil tersier butil eter
2. Gambarlah rumus struktur 2-etoksi propana!

Jawab :
CH3 – CH2 – O – CH2 – CH2 – CH3

c. Aldehid / Alkanal
Aldehid merupakan turunan alkana sehingga disebut alkanal.

Aldehid memiliki gugus fungsi –CHO dengan rumus umum CnH2nO yang terletak
di ujung rantai karbon.

Penamaan senyawa aldehid dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
berdasarkan IUPAC dan cara Trivial.
1. Cara IUPAC

 Rantai utama adalah rantai atom C terpanjang yang mengandung gugus
fungsi dan diberi nama sesuai dengan nama alkana. Akhiran –a diganti
dengan –al.

 Pemberian nomor dimulai dari atom C yang merupakan gugus fungsi
sehingga atom C pada gugus fungsi selalu diberi nomor “satu”.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 19

Modul Senyawa karbon

 Jika dalam rantai utama terdapat cabang dari gugus alkil maka pemberian

nama dimulai dari nomor letak cabang, diikuti nama cabang, serta nama

rantai utama seperti penamaan pada alkana

Contoh :

CH3-CH2-CH2-CH-CHO



CH3 dapat ditulis CH3-(CH2)2-CH(CH3)CHO
2-metil pentanal

2. Cara Trivial

 Nama trivial diturunkan dari nama trivial asam karboksilat dengan
mengganti akhiran “at” atau “oat” menjadi akhiran”aldehida” dan

menghilangkan kata “asam”

 Pemberian nomor rantai cabang dengan menggunakan huruf yunani α,β,γ

dan seterusnya.

Contoh :

Asam Karboksilat Aldehida

HCOOH HCHO

Asam formiat Formaldehid

CH3COOH CH3CHO

Asam Asetat Asetaldehida

CH3 CH (CH3)COOH CH3CH(CH3)CHO
asam α- metil propionat α -metilpropionaldehida

d. Keton
Keton adalah senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi keton (-

CO-). Senyawa ini termasuk turunan alkana yang disebut alkanon. Dengan rumus
umum CnH2nO. Penamaan senyawa keton dapat dilakukan dengan dua cara , yaitu
berdasarkan aturan IUPAC dan cara trivial.
1. Cara Trivial

 Nama lazim keton adalah alkil-alkil keton
 Kedua gugus alkil ini disebut secara terpisah diakhiri dengan kata

keton.
 Jika kedua gugus alkil sama, digunakan awalan di.
 Alkil diurutkan berdasarkan abjad

Contoh :
CH3 – C – C2H5
metil || etil

O

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 20

Modul Senyawa karbon

Etil metil keton

2. Cara IUPAC

 Keton diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a pada alkana

diganti dengan on.

 Rantai induk ialah rantai atom C terpanjang yang mengandung gugus

karbonil.

 Penomoran dimulai dari ujung rantai induk sehingga gugus fungsi selalu

mendapat nomor terkecil.

 Aturan selanjutnya sama dengan aturan tata nama alkohol.

 Penulisan nama dimulai dari nomor cabang, nama cabang, nomor letak

gugus fungsi, dan diikuti dengan nama rantai utama.

 Jika terdapat dua atau lebih cabang atau gugus pengganti maka ditulis

menurut susunan abjad. Jika nama cabang sama, cukup diberi awalan di

untuk dua cabang yang sama dan tri untuk tiga cabang yang sama dan

seterusnya.

Contoh :
CH3 – CO - CH3 propanon

CH3

12 3 4|

CH3 – CH - C - CH - CH3

|| |5

O C2H5
2,4- dimetil – 3- heksanon

e. Asam karboksilat
Asam karboksilat merupakan senyawa karbon yang memiliki gugus

fungsi asam ( -COOH ). Asam karboksilat disebut juga gugus karboksilat karena
terdiri dari gabungan antara gugus karbonil dengan gugus hidroksil. Rumus umum
asam karboksilat yaitu : CnH2nO2. Penamaan senyawa asam karboksilat dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan aturan IUPAC dan cara trivial.
1. Cara Trivial

 Nama lazim didasarkan pada sumber alami asam yang bersangkutan
 Penulisan diawali dengan kata “asam” dan penomoran cabang-cabang

dinyatakan dengan huruf latin :
 Atom karbon nomor 2 (terikat lansung pada gugus- COOH) ditandai α

(alfa)
 Atom karbon nomor 3 dengan beta (β)
 Atom Karbon nomor 4 dengan gamma (γ), dst

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 21

Modul Senyawa karbon

Contoh : Asam α- hidroksi- β metil butirat
CH3 – CH - CH - COOH

|β |α
CH3 OH
Metil Hidroksi

2. Cara IUPAC

 Nama asam karboksilat diturunkan dari alkana dengan mengganti akhiran a

pada alkana menjadi oat dan memberi awalan asam.

 Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi dan

gugus fungsi selalu menjadi atom karbon nomor satu

 Penulisan nama dimulai dari kata asam, nomor letak cabang disusun

sesuai abjad diikuti nama rantai induk

 Jika terdapat dua atau lebih cabang yang sama maka penyebutan nama

cabang didahului dengan awalan di, tri, tetra, dan seterusnya.

 Jika terdapat dua gugus fungsi asam, maka perlu dituliskan di depan nama
rantai induk yang berakhiran “oat”

 Jika ada dua gugus fungsi karboksilat maka penamaannya:

HOOC-CH2-CH2-COOH asam 1,4- butanadioat

Contoh : Rantai induk
CH3 – CH2 – CH – COOH

CH3 Rantai induk
Asam-2-metilbutanoat

CH3 – CH – CH – COOH

CH3 CH3
Asam-2,3-dimetilbutanoat

Tabel 3. Daftar nama beberapa asam karboksilat

NO STRUKTUR NAMA NAMA KETERANGAN
1 HCOOH IUPAC TRIVIAL
2 CH3COOH Asam formiat Formica (L) =
Asam semut =
metanoat Asam asetat Acetum (L)
Asam etanoat cuka

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 22

Modul Senyawa karbon

NO STRUKTUR NAMA NAMA KETERANGAN
3 CH3CH2COOH IUPAC TRIVIAL
Asam Protos (L) =
Asam propionat pertama
propanoat Pion (L) = lemak
Asam butirat Butyrum (L) =
4 CH3(CH2)2COOH Asam mentega
butanoat Asam valerat Valere (L) =
nama akar-akar
5 CH3(CH2)3COOH Asam Asam kaproat Caper (L) =
pentanoat domba
Asam enantat anggur
6 CH3(CH2)4COOH Asam
heksanoat

7 CH3(CH2)5COOH Asam
heptanoat

f. Ester (Alkil alkanoat)
Ester merupakan senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi –

COO- dengan rumus umum molekulnya CnH2nO2. Penamaan senyawa ester
dengan cara IUPAC, yaitu :

 Penamaan ester dengan menyebut nama gugus alkil terlebih dahulu diakhiri
dengan nama alkanoat.
O
||
R–C
O – R’ Alkil

Alkanoat
Contoh :

O
||
CH3 – C

O – CH3

Metil etanoat

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 23

Modul Senyawa karbon

d. Rangkuman
Setelah menpelajari modul ini, anda dinyatakan telah mampu

menguasai materi dan konsep-konsep senyawa karbon. Selain menguasai materi,
anda juga mengetahui sisi menarik dari belajar kimia karena bersifat kontekstual
yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkuman ini dapat diamanaatkan sebagai bahan untuk evaluasi pada
akhir modul ini, oleh karena itu mohon untuk dibaca dan diingat kembali.

1. Gugus fungsi adalah suatu gugus atom yang memberikan sifat
khas pada senyawa yang mengikat gugus tersebut.

2. Beberapa contoh gugus fungsi penting adalah –OH (alkohol), -
O- (eter), -CHO (aldehida), -CO- (keton), -COOH (asam
karboksilat), -COO- (ester).

3. Senyawa turunan alkana adalah senyawa – senyawa yang dapat
dianggap berasal dari alkana dengan satu atau lebih atom H-nya
digantikan oleh gugus fungsi tertentu.

4. Tata nama senyawa karbon diatur dalam tata nama IUPAC.
Nama senyawa yang didasarkan pada aturan IUPAC disebut
nama sistematis atau nama IUPAC. Selain nama sistematis,
senyawa karbon sering mempunyai nama lain yang lazim
digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
perdagangan.

5. Penetapan nama senyawa turunan alkana dapat dilakukan
dalam empat tahap, sebagai berikut :
 Mengenali gugus fungsi.
 Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang
mengandung gugus fungsi.
 Memberi nomor, dimulai dari salah satu ujung sehingga
posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil.
 Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang (cabang-
cabang) kemudian nama rantai induk.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 24

Modul Senyawa karbon

e. Tugas

Ayoo berlatih!

Setelah kalian memahami uraian singkat materi dan
contoh di atas, kerjakan soal berikut dengan berpikir
kritis!

1. Beri nama senyawa berikut :
a. CH3CH2CH2CH2CH2OH
b. C2H5 – O – CH – CH3
CH3
Jawab : ................................................................................................................
................................................................................................................
...............................................................................................................

2. Tuliskan struktur dari senyawa berikut :
a. 2 – metil – 2 – propanol
b. 2,3 - dimetilbutanal
Jawab : ................................................................................................................
................................................................................................................
...............................................................................................................

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 25

Modul Senyawa karbon

f. Tes formatif

Tes formatif 1

Petunjuk Mengerjakan Soal
1. Sebelum menjawab soal, tulislah identitas Anda (nama dan kelas) pada

lembar jawaban yang telah disediakan.
2. Dahulukan soal-soal yang kamu anggap paling mudah.
3. Periksa kembali jawaban kamu sebelum di kumpul.
4. Waktu mengerjakan 20 menit

Selamat Mengerjakan

1. Sebutkan golongan dari senyawa berikut ! Page 26
a. CH3-CHOH-CH3
b. CH3-O-CH2-CH3
c. CH3-CH-CH2-CHO

CH3
2. Tulislah nama IUPAC dari senyawa turunan alkana berikut :

a. CH3 – CH – CH2 – CH2 –OH

CH3
b. CH3 – CH – CH2 – O – C2H5

CH3
c. CH3 – CH – CH – CHO

CH3 C2H5
d. CH3 – CH2 – CH – C – CH – CH2 – CH3

CH3 O C2H5
e. CH3 – CH – CH – COOH

CH3 C2H5
f. CH3 – COO – C2H5

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

Modul Senyawa karbon

3. Gambarlah struktur dari senyawa turunan alkana berikut:
a. Butil pentanoat.
b. Asam 2,2,3,3-tetrametilbutanoat
c. 2,2-dimetil-3-pentanon
d. Pentanal
e. Metoksi butana
f. 2-heptanol

4. Tulislah nama trivial dari senyawa turunan alkana berikut :
a. C2H5 – CO – CH3
b. CH3 – CH – CHO

CH3

g. Lembar Kerja Peserta Didik

Perhatikan struktur berikut ini!
Model 1. Contoh struktur senyawa alkohol

Model 1.a Model 1.b Model 1.c

CH3 ―OH CH3 ―CH2 ―OH CH3 ―CH2 ―CH2― OH

Pembentukan konsep

Pertanyaan Kunci
1. Apa kesamaan gugus fungsi dari ketiga senyawa pada model 1 ?

Jawab:
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
2. Apa ciri khas dari senyawa-senyawa pada model 1 ?
Jawab:

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 27

Modul Senyawa karbon

………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
3. Jika senyawa-senyawa pada model 1 dinamakan senyawa alkohol, maka
senyawa alkohol memiliki:
Jawab:
Gugus fungsi: .................
Rumus umum: ................
4. Gugus apa yang berikatan dengan gugus fungsi tersebut ?
Jawab:
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
5. Apa yang dimaksud dengan senyawa alkohol?
Jawab:
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………

Aplikasi

Latihan

1. Tentukan mana yang merupakan gugus fungsi, dan rumus molekul dari
senyawa alkohol berikut ini

a. CH3 — CH2 — CH2 — CH2 — OH

Gugus fungsi: ...............
Rumus molekul: .................
2. Jika suatu senyawa alkohol rumus molekul C6H14O, tuliskan rumus
strukturnya!
Jawab;
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………

Penutup

Kesimpulan
Senyawa alkohol adalah …………………………………………..................
……………………………………………………………………………………………………………

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 28

Modul Senyawa karbon

Model 1

Model 1. Menentukan gugus fungsi senyawa aldehid

CH3▬CH2▬CH3

Model 1.a

Model 1.b

Ayo cari tahu!!!

1. Termasuk senyawa karbon jenis apa model 1.a !
Jawaban:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………….………………………..

2. Tuliskan gugus pengganti –CH3 pada alkana dari model 1.b ?
Jawaban:
…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………...

3. Tuliskan gugus alkil (R) pada model 1.b ?
Jawaban:
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………..

4. Tuliskan gugus fungsi pada model 1.b?
Jawaban:
…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………...

5. Tuliskan rumus struktur senyawa aldehid!

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 29

Modul Senyawa karbon

Jawaban:
…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………...

Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan pada gambar di atas, kesimpulan yang dapat di buat
mengenai Aldehida :
Gugus fungsi dari aldehida : .......................................................................
Rumus umum dari aldehida : ......................................................................

LATIHAN Gugus alkil Gugus fungsi

No Senyawa
1

2

3

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 30

Modul Senyawa karbon

Keton
1. Perhatikanlah tiga contoh struktur senyawa di bawah ini !

a) Dari contoh senyawa di atas, propana merupakan salah satu contoh dari senyawa
……………………………………………………………………………………

b) Pada senyawa propanon, gugus ─CO─ berada di tengah rantai yang terikat ke
dua gugus alkil (R dan R’), maka disebut senyawa ……………….…., yang
memiliki gugus fungsi ─CO─.

c) Berdasarkan contoh senyawa di atas, maka yang dimaksud dengan alkanal atau
aldehid adalah
B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 31

Modul Senyawa karbon

…………………………………...........................................................................
……………………………………………………………………………………
d) Berdasarkan contoh senyawa di atas, maka yang dimaksud dengan alkanon atau
keton adalah
…………………………………...........................................................................
……………………………………………………………………………………
2. Untuk mengetahui rumus umum dari alkanon (keton), perhatikanlah beberapa
senyawa alkanon pada tabel di bawah ini:

a) Berdasarkan contoh senyawa alkanon pada tabel di atas, maka rumus
struktur alkanon (keton) adalah ………………..…, dimana gugus R dan
R’ adalah gugus ……………………………………………………

b) Dari rumus molekul ketiga senyawa di atas, jika n adalah jumlah atom C,
maka rumus umum alkanon adalah ………………………………

c) Gambarkan rumus struktur dari alkanon (keton), jika R = -CH2-CH3 dan
R’ = -CH2-CH2-CH3.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 32

Modul Senyawa karbon

Eksplorasi
Model 1. Rumus struktur beberapa senyawa asam karboksilat

PERTANYAAN KUNCI
1. Apa kesamaan dari ketiga senyawa pada gambar model 1 ?

Jawab
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………
2. Apa ciri khas dari senyawa-senyawa pada model 1 ?
Jawab
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………..
3. Jika senyawa-senyawa pada model 1 dinamakan senyawa asam karboksilat,
maka senyawa asam karboksilat memiliki
Jawab:
Gugus fungsi : ………………………………
Rumus struktur : ……………………………
4. Apa yang disebut dengan senyawa karboksilat?
Jawab
…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………..

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 33

Modul Senyawa karbon

Aplikasi
LATIHAN
Tentukan mana yang merupakan gugus fungsi dan rumus struktur dari senyawa
asam karboksilat berikut ini

a.
Gugus fungsi : …………………………………
Rumus struktur : ………………………………

b.
Gugus fungsi : …………………………………
Rumus struktur : …………………………………
KESIMPULAN
Simpulkanlah bagaimana struktur senyawa asam karboksilat!
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 34

Modul Senyawa karbon

Kegiatan 1

Struktur Alkil Alkanoat (Ester)
OO

CH3 C O CH3 H C O CH2 CH3

HO H

HCC O C H

HH

1. Apakah kesamaan yang dapat kamu lihat dari kedua senyawa pada gambar

diatas ?
………………………………………………………………………………

2. Senyawa pada gambar termasuk senyawa karbon yang disebut senyawa

ester. Apa yang dimaksud senyawa ester ?
………………………………………………………………………………

3. Apa gugus fungsi senyawa ester ?

………………………………………………………………………………

Kegiatan 2

R R’

O O
CH3 C
OH CH3 C O CH3

Gugus Alkil Gugus alkil

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 35

Modul Senyawa karbon

R-COO-H R-COO-R’

Asam etanoat Metil Etanoat

1. Dari

gambar diatas,bahwa senyawa ester adalah turunan dari ..........................
dimana atom H dari O pada senyawa asam karboksilat diganti jadi ...................
atau R’ maka disebut senyawa...............................
2. Perhati
kan beberapa nama senyawa ester dibawah ini

No Rumus R Gugus Fungsi R’ R.Molekul

1O CH3 O C2H5 C4H8O2
CH3 C O C2H5 CO

2O C3H7 O
C3H7 C O CH3 CO
CH3 C5H10O2

3O ............ O C2H5 ..............
C3H7 C CO
O C2H5

a. Dari tabel diatas,rumus umum senyawa ester adalah........
b. Berdasarkan contoh senyawa ester pada tabel diatas maka rumus struktur

ester adalah …………………, dimana gugus R dan R’ adalah gugus
………….
c. Gambarkan rumus struktur dari ester, jika R = -CH2-CH3 dan R’ = -CH2-

CH2-CH2-CH3 ……………………………………………

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 36

Modul Senyawa karbon

2. Kegiatan Pembelajaran 2
a.Tujuan Pembelajaran

Hai Kawan ....
Apa sich tujuan kita belajar

“senyawa karbon” ini?

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan
model pembelajaran discovery learning dan metode
diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan analisis
dengan mengembangkan sikap sosial seperti disiplin,
jujur, kerjasama dan proaktif; dan dapat mengembangkan
kecakapan hidup abad 21 seperti kemampuan berpikir
kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi
(4C), serta mampu mengakses, memahami dan
menggunakan informasi secara cerdas sebagai bentuk
konkret dari literasi, peserta didik mampu :
a. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan

berbagai indikator.
b. Memperkirakan pH suatu larutan asam dan basa

berdasarkan hasil pengamatan perubahan warna
indikator asam basa.

Mari Ananda ....
Perkuat literasi kita dengan rajin

membaca!.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 37

Modul Senyawa karbon

b.Uraian materi

SIFAT FISIK SENYAWA KARBON

1) Alkohol

a) Titik didih

Titik didih alkohol relatif tinggi karena daya tarik intermolekuler yang

kuat. Ingat bahwa titik didih adalah ukuran kasar dari jumlah energi yang

diperlukan untuk memisahkan suatu molekul cair dari molekul terdekatnya.

Jika molekul terdekatnya melekat pada molekul tersebut sebagai ikatan

hidrogen, dibutuhkan energi yang cukup besar untuk memisahkan ikatan tersebut.

Setelah itu molekul tersebut dapat terlepas dari cairan menjadi gas. Perhatikan

titik didih beberapa senyawa alkohol pada Tabel 4. berikut.

Tabel 4. Perbandingan Titik Didih dan Massa Molekul Relatif

Rumus Nama Massa Molekul Titik didih
Relatif (Mr) (°C)
CH3–OH metanol 32 65
CH3–CH2–OH etanol 46 78
CH3–CH2–CH2–OH propanol 46 98
CH3–CH2–CH2–CH2–OH 1-butanol 74 117

2-metil 74 108
propanol

2-butanol 74 100

Berdasarkan data pada Tabel 4, apa yang dapat disimpulkan tentang
hubungan antara massa molekul relatif dengan titik didih? Semakin besar massa
molekul relatif alkohol maka titik didih makin tinggi. Titik didih alkohol
bercabang lebih rendah daripada alkohol berantai lurus meskipun massa molekul
relatifnya sama.

b) Kelarutan

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 38

Modul Senyawa karbon

Kepolaran dan ikatan hidrogen merupakan faktor yang menentukan

besarnya kelarutan alkohol dan eter dalam air. Dalam membahas kelarutan, kita

menggunakan prinsip like dissolves like yang berarti pelarut polar melarutkan zat

terlarut polar dan pelarut nonpolar melarutkan zat terlarut nonpolar. Akan tetapi

prinsip tersebut tidak berlaku untuk semua kasus. Semua alkohol adalah polar

tetapi tidak semua alkohol dapat larut dalam air.Perhatikan kelarutan alkohol

dalam air berikut ini.

Tabel 5. Kelarutan Alkohol dalam Air

Nama Rumus Kelarutan (g/100 mL)

Metanol CH3OH tidak terhingga

Etanol CH3CH2OH tidak terhingga

1-propanol CH3CH2CH2OH tidak terhingga

1-butanol CH3CH2CH2CH2OH 8,3

1-pentanol CH3CH2CH2CH2CH2OH 2,6

Alkohol dengan massa molekul rendah larut dalam air. Kelarutan dalam
air ini lebih disebabkan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air. Dengan
bertambahnya massa molekul relatif maka gaya-gaya Van der Waals antara
bagian-bagian hidrokarbon dari alkohol menjadi lebih efektif menarik molekul-
molekul alkohol satu sama lain. Oleh karena itu, semakin panjang rantai karbon
semakin kecil kelarutannya dalam air.

c) Merupakan senyawa polar dan berwujud cair pada suhu kamar dengan
massa jenis 0,8gr/cm³.

d) Suku pertama sampai keempat pada suhu kamar berwujud gas maupun
cair, suku kelima sampai kesembilan berupa cairan kental, dan suku
kesepuluh atau lebih berwujud padat.

2) Eter
a) Pada suhu kamar umumnya berwujud gas
b) Berwujud cair dan mudah menguap pada suhu yang lebih tinggi
c) Titik didih
Kedua alkil pada eter yang terikat pada oksigen tidak dapat membentuk

ikatan hidrogen sehingga eter mempunyai titik didih yang lebih kecil
dibanding alkohol dengan massa molekul relatif yang sama.

Tabel 6. Titik didih alkoksi alkana

Mr Nama eter Titik didih (oC) Titik leleh (oC)
NO
Dimetil eter -24 -140
senyawa
1 46

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 39

Modul Senyawa karbon

2 74 Dietil eter 34,6 -116
3 102 Dipropil eter 91 -122
4 130 Dibutil eter 142 -95

d) Kelarutan

Eter tidak dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekulnya

karena tidak ada hidrogen yang terikat pada oksigen, tetapi jika dicampur dengan

air, eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. Oleh karena itu eter sedikit

larut dalam air. Kelarutan eter dalam air lebih rendah dibanding kelarutan alkohol.

Tabel 7. Kelarutan alkoksialkana

Alkoksialkana Kelarutan (g/100gr air)

Dimetil eter Larut

Etil metil eter Larut

Metil propil eter Sedikit larut

e) Molekul eter tidak polar dan hanya terdapat gaya Van der Waals yang
lemah

3) Aldehid

a) Merupakan senyawa polar, larut baik dalam air

b) Titik didih

Titik didih alkanal lebih tinggi dari pada alkana tetapi lebih rendah dari

pada alkohol karena adanya gaya tarik menarik dipol-dipol.

Tabel 8. Titik didih senyawa alkanal

Alkanal Rumus Titik didih (oC) Titik leleh (oC)

Metanal HCHO -21 -92

Etanal CH3CHO 21 -125

Propanal CH3CH2CHO 49 -81

Butanal CH3CH2CH2CHO 76 -99

Pentanal CH3(CH2)3CHO 102 -91,5

Heksanal CH3(CH2)4CHO 131 -51

c) Kelarutan
Alkanal memiliki gugus –CO- yang bersifat polar dan rantai alkil (R-)

yang bersifat non polar. Jadi alkanal dapat bercampur dengan senyawa ion,
senyawa kovalen polar, dan non polar. Kelarutan alkanal dalam pelarut polar

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 40

Modul Senyawa karbon

seperti air akan berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena

alkanal semakin bersifat non polar.

Tabel 9. Kelarutan alkanal

Nama IUPAC Struktur Kelarutan dalam air

Metanal HCHO Mudah larut

Etanal CH3CHO Mudah larut

Propanal CH3CH2CHO Mudah larut

Butanal CH3CH2CH2CHO Larut

Pentanal CH3(CH2)3CHO Sedikit larut

Heksanal CH3(CH2)4CHO Sedikit larut

d) Metanal berwujud gas pada suhu kamar dan pada suku yang tinggi
berwujud cair dan padat

e) Memiliki bau yang sedap

4) Keton

a) Titik didih

Titik didih alkanon lebih tinggi dari alkana, tetapi lebih rendah dibanding

alkohol. Dengan pertambahan panjang rantai karbon, gaya antar molekul yang

lebih berperan adalah gaya london.

Tabel 10. Titik didih alkanon

Alkanon Struktur Titik didih (oC) Titik leleh (oC)

Propanon CH3COCH3 56,1 -95

2-butanon CH3COCH2CH3 796 -86

2-pentanon CH3COCH2CH2CH3 102 -78

3-pentanon CH3CH2COCH2CH3 102 -39

b) Kelarutan
Alkanon memiliki gugus karbonil –CO- yang bersifat polar dan rantai alkil

yang bersifat non polar. Jadi, alkanon dapat bercampur dengan senyawa ion,

senyawa kovalen polar, dan non-polar. Kelarutan alkanon dalam pelarut polar

seperti dalam air berkurang dengan pertambahan panjang rantai karbon karena

alkanon semakin bersifat non polar.

Tabel 11. Kelarutan alkanon

Alkanon Struktur Kelarutan

Propanon CH3COCH3 Mudah larut
2-butanon CH3COCH2CH3 Mudah larut
2-pentanon CH3COCH2CH2CH3
Larut

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 41

Modul Senyawa karbon

3-pentanon CH3CH2COCH2CH3 Larut

c) Aseton berwujud cair pada suhu kamar, tapi suhu yang lebih tinggi
berwujud padat

5) Asam Karboksilat
a) Pada suhu kamar, asam karboksilat suku rendah sampai mengandung
sembilan atom karbon berwujud cair, sedangkan suku-suku yang lebih
tinggi berwujud padat
b) Titik didih dan titik lebih tinggi karena memiliki ikatan hydrogen yang
sangat kuat

c) Kelarutan asam karboksilat semakin berkurang dengan bertambahnya
atom karbon dalam molekulnya

d) Memiliki bau yang khas

Tabel 12. Sifat fisik asam karboksilat

Rumus molekul Nama Titik Titik Kelarutan Ka (25oC)
didih leleh (g/100g air)
(oC) (oC) 1,77 x 10-4
1,76 x 10-5
HCOOH formiat 8 100 larut 1,34 x 10-5
1,54 x 10-5
CH3COOH asetat 17 118 larut 1,51 x 10-5
1,43 x 10-5
CH3CH2COOH propionat -22 141 larut 1,42 x 10-5
1,28 x 10-5
CH3(CH2)2COOH butirat -5 163 larut 1,09 x 10-5
1,43 x 10-5
CH3(CH2)3COOH valerat -35 187 5

CH3(CH2)4COOH kaproat -3 205 1

CH3(CH2)5COOH enantat -8 224 0,24

CH3(CH2)6COOH kaprilat 16 238 0,07

CH3(CH2)7COOH pelargonat 14 254 0,03

CH3(CH2)8COOH kaprat 31 268 0,02

6) Ester
a) Titik didih

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 42

Modul Senyawa karbon

Alkil alkanoat mengandung gugus –COO- yang bersifat polar. Absennya

atom H dalam gugus tersebut mengakibatkan molekul-molekul alkil alkanoat

tidak membentuk ikatan hidrogen seperti halnya asam alkanoat.

b) Kelarutan
Alkil alkanoat memiliki gugus –COO- yang bersifat polar dan dua rantai

alkil yang bersifat non polar. Jadi, alkil alkanoat dapat bercampur dengan

senyawa ion, senyawa kovalen polar, dan non-polar. Kelarutan alkil alkanoat

dalam pelarut polar seperti dalam air berkurang dengan pertambahan panjang

rantai karbon.

Tabel 13. Sifat fisik ester

Rumus molekul Nama Titik Titik Aroma

Mr didih leleh
(oC) (oC)

HCOOCH3 metil format 60 -99 32 rum
HCOOCH2CH3 etil format 74 -80 54
CH3COOCH3 metil asetat 74 -98 57 apel
CH3COOCH2CH3 etil asetat 88 -84 77 nanas
CH3CH2COOCH3 metil propionat 88 -88 80 pisang
CH3CH2COOCH2CH3 etil propionat 102 -74 99 per
CH3CH2CH2COOCH3 metil butirat 102 -85 102 melati
CH3CH2CH2COOCH2CH3 etil butirat 116 -101 121 apricot
CH3COO(CH2)4CH3 amil asetat 130 -71 148 jeruk
CH3COOCH2CH2CH(CH3)2 isoamil asetat 130 -79 142
CH3COOCH2C6H5 benzil asetat 150 -51 215
CH3CH2CH2COO(CH2)4CH3 amil butirat 158 -73 185
CH3COO(CH3)7CH3 oktil asetat 172 -39 210

KEGUNAAN SENYAWA KARBON
1) Alkohol

Pada umumnya alkohol digunakan sebagai senyawa pelarut, dan sebagai
bahan minuman beralkohol. Adapun Beberapa senyawa yang banyak digunakan
dalam kehidupan sehari-hari adalah:

a. Metanol
Dalam industri, metanol diubah menjadi formaldehid atau digunakan

untuk mensintesa bahan kimia lain. Metanol digunakan sebagai pelarut dan
sebagai bahan bakar. Pada awal tahun 1990-an Arthur Nonomura, seorang
ilmuwan yang menjadi petani, menemukan larutan cairan metanol yang
disemprotkan pada beberapa tumbuhan dalam kondisi panas dapat menggandakan
tingkat pertumbuhannya dan mengurangi kebutuhan air hingga separuhnya.
Nonomura menyadari bahwa pada saat-saat panas tumbuhan menjadi layu.
Berdasarkan risetnya, ia menyemprotkan beberapa tumbuhan dengan larutan

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 43

Modul Senyawa karbon

metanol yang sangat encer. Tumbuhan yang disemprot tidak lagi layu dan tumbuh
lebih besar pada tingkat yang lebih cepat daripada tumbuhan yang tidak disemprot
metanol.

Akan tetapi metanol akan efektif dalam kondisi panas atau terkena sinar
matahari dan untuk tumbuhan kapas, gandum, strawberi, melon, dan mawar.
Kegunaannya dapat terlihat jelas, hasil tanaman lebih banyak, pertumbuhan lebih
cepat, penggunaan air lebih efisien, dan tidak diperlukannya pestisida.

Metanol merupakan jenis alkohol yang banyak digunakan sebagai pelarut
getah dan resin. Alkohol dapat dibuat menjadi senyawa lain seperti senyawa ester.
Digunakan untuk membuat polimer jenis plastik, dengan merubah metanol
menjadi metanal atau formaldehid. Di industri, metanol digunakan sebagai bahan
baku pembuatan formaldehid, sebagai cairan antibeku, dan pelarut, seperti
vernish. Pada kendaraan bermotor, metanol digunakan untuk bahan bakar mobil
formula.

Selain bermanfaat, metanol juga berbahaya. Metanol tetap beracun
meskipun dalam jumlah kecil. Gejala keracunan metanol adalah kebutaan karena
metanol menyerang saraf penglihatan bahkan dapat berakibat kematian.

b. Etanol
Etanol merupakan pelarut organik yang baik. Etanol mempunyai banyak

kegunaan antara lain, sebagai pelarut parfum, cat, pernis, dan antiseptik (pencuci
mulut mengandung alkohol 5% – 30%). Etanol dapat diubah menjadi isopropil
alkohol untuk tujuan komersial. Bahan ini biasanya dihasilkan dari hidrasi etana.

Etanol dapat ditambahkan ke dalam bensin sebagai pengganti MTBE
(methyl tertiary buthyl ether) yang sulit didegradasi sehingga mencemari
lingkungan. Bensin yang ditambah etanol menjadikan efisiensi pembakarannya
meningkat sehingga mengurangi tingkat pencemaran udara. Campuran bensin-
etanol biasa diberi nama gasohol. Gasohol E10 artinya campuran 10% etanol dan
90% bensin. Gasohol dapat digunakan pada semua tipe mobil yang menggunakan
bahan bakar bensin.

Etanol merupakan jenis alkohol yang sudah dikenal dan digunakan sejak
zaman dahulu, baik sebagai pelarut obat-obatan (tingtur), kosmetik maupun sebagi
bahan minuman, seperti bir, anggur, dan whiskey. Etanol dapat dibuat melalui
teknik fermentasi, yaitu proses perubahan senyawa golongan polisakarida, seperti
pati dihancurkan menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim
(ragi).

Etanol merupakan jenis alkohol yang sering digunakan sebagai bahan
bakar, untuk membuat senyawa organik lain, dan dapat dikonversi menjadi etanal
atau asetaldehid untuk digunakan sebagi bahan pelarut.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 44

Modul Senyawa karbon

c. Etilen Glikol
Alkohol sederhana hanya mengandung satu gugus hidroksil (–OH). Ini

disebut alkohol monohidroksi. Beberapa alkohol penting mengandung lebih dari
satu gugus hidroksil tiap molekul. Ini disebut alkohol polihidroksi. Alkohol yang
mempunyai dua gugus hidroksil disebut alkohol dihidroksi, dan yang mempunyai
tiga gugus hidroksil disebut alkohol trihidroksi.

Alkohol dihidroksi sering disebut glikol, yang paling penting dari jenis ini
adalah etilen glikol. Nama IUPAC dari etilen glikol adalah 1,2-etanadiol.
Senyawa ini merupakan bahan utama pada campuran antibeku permanen untuk
radiator kendaraan bermotor. Etilen glikol mempunyai titik didih yang tinggi (198
°C) dan tidak menguap. Etilen glikol adalah cairan yang manis, tidak berwarna
dan agak lengket. Etilen glikol juga mudah bercampur dengan air. Suatu larutan
etilen glikol dalam air tidak membeku sampai suhunya turun hingga -49 °C.

Etilen glikol juga digunakan pada pembuatan fiber poliester (dacron) dan
film magnetik (mylar) yang digunakan untuk pita pada kaset dan printer. Etilen
glikol agak beracun. Seperti halnya metanol, tingkat keracunannya dikarenakan
proses metabolisme dalam tubuh. Enzim hati mengoksidasi etilen glikol menjadi
asam oksalat.

Senyawa ini akan mengkristal dalam hati sebagai kalsium oksalat (CaC2O4) yang
dapat merusak ginjal.

d. Gliserol

Gliserol juga disebut gliserin, merupakan salah satu senyawa alkohol

trihidrat. Gliserol berbentuk cairan manis seperti sirup. Oleh karena tidak beracun,

gliserol yang merupakan hasil dari hidrolisa lemak dan minyak digunakan secara

luas dalam bidang industri, antara lain: Pembuatan lotion tangan dan


kosmetik. Bahan tambahan dalam tinta.
 Pengganti pencahar gliserol.
 Bahan pemanis dan pelarut pada


obat-obatan.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 45

Modul Senyawa karbon

 Pelumas
 Bahan dasar dalam produksi

plastik, pelapis permukaan, dan fiber sintetik.
 Bahan baku nitrogliserin (gliserin

trinitrat) yaitu bahan untuk peledak atau dinamit.

e. Spritus
Spiritus merupakan salah satu jenis alkohol yang banyak digunakan dalam

kehidupan sehari-hari sebagai bahan bakar lampu spiritus (pembakar spiritus) dan
untuk menyalakan lampu petromaks. Di laboratorium pembakar spiritus
digunakan untuk uji nyala dan pemanas. Pembakar spiritus juga digunakan untuk
proses sterilisasi di laboratorium mikrobiologi. Spiritus bersifat racun, karena
adanya kandungan metanol di dalamnya. Bahan utama spiritus adalah etanol dan
bahan tambahan terdiri dari metanol, benzena, dan piridin.

2) Eter
Dietil eter digunakan secara luas sebagai obat bius sejak tahun 1842.

Tetapi sekarang jarang digunakan sebagai obat bius untuk manusia karena
mempunyai efek samping seperti: rasa sakit setelah pembiusan dan muntah-
muntah. Sekarang terdapat banyak obat bius yang digunakan termasuk golongan
eter. Metil propil eter dan metoksi fluorin merupakan obat bius yang dikenal
sebagai neotil dan pentrene.

Dietil eter banyak digunakan sebagai pelarut, karena dapat melarutkan
banyak senyawa organik yang tidak larut dalam air. Titik didih dietil eter 36oC, ini
berarti dietil eter adalah zat yang mudah menguap. Keadaan ini akan
memudahkan memperoleh kembali zat terlarut.

Eter yang diproduksi dalam jumlah besar akhir-akhir ini adalah metil tetra-
butil eter (MTBE) Zat tersebut ditambahkan dalam bensin untuk mengurangi
emisi karbon monoksida dan menggantikan tetra etil lead (TEL) sebagai zat anti
knoking.

Eter yang juga diproduksi dalam jumlah yang besar etilen oksida. Ini
merupakan siklo eter dengan dua atom karbon dan satu atom oksigen yang
membentuk cincin dengan tiga anggota. Etilen oksida merupakan gas beracun,
lebih dari 60 % nya digunakan untuk membuat etilen glikol.

Etilen glikol digunakan untuk mensterilkan alat-alat kesehatan. Sebagian
besar etilen glikol digunakan dalam pembuatan fiber poliester dan zat anti beku.

3) Aldehid

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 46

Modul Senyawa karbon

Aldehid digunakan untuk memproduksi resin, zat warna, dan obat-obatan.
Salah satu contoh senyawa aldehida adalah formaldehid. Penggunaan terbesar
formaldehid adalah sebagai pereaksi untuk penyiapan senyawa organik lain dan
untuk pembuatan polimer seperti bakelit, formika, dan melmac. Formaldehid
dapat mengubah sifat protein, sehingga protein tidak dapat larut dalam air dan
tahan terhadap bakteri pembusuk. Alasan inilah yang menyebabkan formaldehid
digunakan sebagai pengawet spesimen biologis.

Formaldehid atau formalin juga digunakan sebagai antiseptik di rumah
sakit untuk mensterilkan sarung tangan dan peralatan bedah. Akan tetapi
penggunaan formaldehid sebagai antiseptik dan pengawet menurun akhir-akhir ini
karena zat ini dicurigai bersifat karsinogenik. Formaldehid juga digunakan
sebagai pelarut dan bahan campuran parfum.

Formaldehid terdapat pada asap kayu. Karena mampu membunuh bakteri,
zat ini merupakan senyawa yang bertindak sebagai pengawet pada makanan yang
diasapkan.

Contoh senyawa aldehida lainnya adalah asetaldehid. Asetaldehid
merupakan cairan tidak berwarna yang sangat mudah menguap. Zat ini dibuat
dengan mengoksidasi etil alkohol dengan katalis (Ag) atau oksidasi etilen dengan
katalis (PtCl2). Zat ini merupakan bantuan awal untuk penyiapan berbagai
senyawa organik lain, seperti asam asetat, etil asetat, dan kloral. Asetaldehid
dibentuk sebagai metabolit dalam fermentasi gula dan dalam detoksifikasi alkohol
dalam hati.

4) Keton
Banyak keton yang mempunyai bau harum, maka keton banyak digunakan

dalam industri parfum. Aseton adalah keton yang paling sederhana dan penting.
Zat ini dihasilkan dalam jumlah besar dengan mengoksidasi isopropil alkohol
dengan katalis (Ag). Oleh karena larut sempurna dalam air dan banyak pelarut
organik, aseton utamanya digunakan sebagai pelarut dalam industri (misalnya,
untuk cat, dan pernis). Zat ini merupakan bahan utama (terkadang bahan satu-
satunya) pada beberapa merek penghapus cat kuku. Aseton digunakan sebagai
bahan pengering alat-alat laboratorium. Aseton juga merupakan bahan yang
penting pada pembuatan kloroform, iodoform, dan pewarna.

Aseton dibentuk dalam tubuh manusia sebagai hasil samping metabolisme
lipid. Secara normal zat ini tidak sampai tertimbun karena dioksidasi menjadi
karbondioksida dan air. Konsentrasi normal aseton dalam tubuh manusia kurang
dari 1 mg/100 mL darah. Dalam kasus ketidaknormalan seperti diabetes melitus,
konsentrasi aseton melebihi tingkat tersebut. Zat ini dikeluarkan dalam air seni,

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 47


Click to View FlipBook Version