The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

senyawa karbon : alkohol, eter, keton, aldehida, asam karboksilat, ester

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by weniastutin, 2021-02-22 21:31:25

modul senyawa karbon

senyawa karbon : alkohol, eter, keton, aldehida, asam karboksilat, ester

Keywords: senyawa karbon

Modul Senyawa karbon

sehingga mudah untuk dideteksi. Pada kasus yang parah, baunya dapat diketahui
dari napas penderita.

5) Asam karboksilat
 Asam Etanoat
Asam etanoat (asam asetat) merupakan asam karboksilatyang paling

penting. Zat ini dihasilkan secara industri dengan mengoksidasi asetaldehid, bahan
mentah yang didapat dari oksidasi etanol atau hidrasi asetilen. Asam asetat atau
asam cuka, dibentuk ketika bakteri acetobacter mengoksidasi etanol. Cuka pasar
yang mengandung sekitar 5 persen asam asetat dalam air, telah digunakan selama
berabad-abad untuk menyedapkan makanan. Orang pertama yang mensintesa
asam asetat langsung dari unsur kimia adalah Adoph Kolbe (Jerman, 1818–1884)
pada tahun 1845. Asam asetat digunakan pada pembuatan selulosa asetat, vinil
asetat, obatobatan, pewarna, insektisida, bahan kimia fotografi, dan pengawet
makanan.

 Asam Metanoat
Asam metanoat atau asam format dimanfaatkan pada pembuatan pewarna,

insektisida, parfum, obat-obatan, dan plastik.
 Asam karboksilat sebagai bahan
untuk membuat ester.
Asam karboksilat umumnya merupakan lemah asam, tetapi itu tidak berarti

bahwa bahan kimia ini tidak dapat bersifat korosif atau menimbulkan bahaya
lainnya. Selalu gunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat seperti kacamata
dan sarung tangan saat bekerja dengan asam karboksilat. Berhati-hatilah untuk
melakukan penyimpanan atau jangan disimpan bersamaan dengan bahan kimia
yang tidak kompatibel (menimbulkan reaksi) seperti basa. Hindari menyimpannya
di dalam kontainer lemari besi, yang dapat menimbulkan korosi. Asam karboksilat
mungkin juga dapat berupa senyawa yang mudah terbakar (titik nyala di bawah
37,8 oF) atau juga titik nyalanya di atas 37,8 oF.

6) Ester
Kegunaan ester antara lain seperti berikut:

 Sebagai essence pada makanan dan
minuman. Beberapa ester mempunyai aroma buah-buahan seperti apel (metil
butirat), aroma pisang (amil asetat), dan aroma nanas (etil butirat).

 Beeswax, campuran ester
seperti C25H51COO – C30H61, dan caurnauba wax digunakan pada cat/pelapis
mobil dan mebel.

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 48

Modul Senyawa karbon

 Lemak dan minyak merupakan
ester penting yang terdapat pada makanan kita.

 Ester-ester seperti aspirin dan metil
salisilat digunakan dalam pengobatan sebagai analgesik dan antiperadangan.
Metil salisilat, juga disebut minyak wintergeen, merupakan bahan utama
rasa/bau wintergeen. Etil asetat digunakan sebagai penghapus cat kuku/kutek.

 Sebagai bahan untuk membuat
sabun.

 Sebagai bahan untuk membuat
mentega.

c. Rangkuman

1. Sifat fisika turunan alkana berubah secara teratur dalam satu
deret homolog.

2. Titik didih senyawa turunan alkana lebih tinggi dari alkana
dengan rantai karbon yang sama karena bertambahnya gaya
Van der Waals dari penambahan kepolaran dan massa molekul
relatif dengan adanya gugus fungsional.

3. Senyawa turunan alkana memiliki banyak kegunaan dalam
kehidupan sehari-hari dalam berbagai bidang seperti pangan,
sandang, kesehatan atau kedokteran, pertanian, industri, dan
bidang kimia.

d.Tugas

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 49

Modul Senyawa karbon

Ayoo berlatih!

Setelah kalian memahami uraian singkat materi
dan contoh di atas, kerjakan soal berikut
dengan berpikir kritis!

1. Sebutkan kegunaan dari :
a. Etanol

b. MTBE
c. Asam asetat
Jawaban:
…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………..................
..............................................................................................................

e. Tes formatif

Tes formatif 2

Petunjuk Mengerjakan Soal
1. Sebelum menjawab soal, tulislah identitas Anda (nama dan kelas) pada

lembar jawaban yang telah disediakan.
2. Dahulukan soal-soal yang kamu anggap paling mudah.
3. Periksa kembali jawaban kamu sebelum di kumpul.
4. Waktu mengerjakan 20 menit

Selamat Mengerjakan

1. Bagaimana kelarutan alkohol dalam air?
2. Apa bahaya metanol bagi kesehatan?
3. Mengapa asam karboksilat mempunyai titik didih yang lebih tinggi

dibandingkan dengan alkohol (dengan Mr yang hampir sama)
4. Bagaimana kelarutan asam karboksilat dalam air?

f. Lembar Kerja Peserta Didik
B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 50

Modul Senyawa karbon

Mari kita melakukan
PERCOBAAN/EKSPERIMEN !!!

Tujuan Percobaan

1) Mempelajari pembuatan alcohol dengan fermentasi.
2) Mempelajari adanya senyawa ester dalam buah-buahan

Alat dan bahan BAHAN
 Pisang
ALAT  singkong
 Panci untuk mengukus  Nanas
 Baskom  Ragi tape
 Penyaring  Yeast
 Parutan kelapa  Gula pasir
 Botol dan sumbat gabus  Kecambah
 Selang kecil  Air

Prosedur percobaan
1) Pembentukkan alcohol dengan fermentasi

a) Peragian singkong
 Kukus singkong yang sudah dicuci bersih. Letakkan pada baskom dan
dinginkan
 Taburkan ragi tape secara merata pada permukaan singkong, kemudian
tutup baskom dengan plastic (beri sedikit lubang).
 Biarkan 4-5 hari.

b) Fermentasi sari pisang dan sari nanas
 Haluskan 5 buah pisang, kemudian tambahkan 1 gelas air (350ml),

aduk rata. Saring adonan dengan kain yang bersih.
 Rebus ons kecambah, hancurkan/haluskan, kemudian campur dengan

gelas (100 ml), saring. Tambahkan air saringan kecambah pada sari

pisang, kemudian tambahkan 1 sendok makan gula pasir.
 Masukkan campuran nomor 2 pada sebuah botol (yang memuat L

cairan). Masukkan 1 sendok the yeast, kemudian botol di tutup dengan

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 51

Modul Senyawa karbon

sumbat gabus atau sumbat karet yang dilubangi dan disalurkan selang
kecil ke botol lain yang berisi air. Pastikan tidak ada udara yang dapat
masuk dalam botol berisi sari pisang tersebut.
 Biarkan selama seminggu.
 Lakukan hal yang sama dengan mengguanakan sari nanas yaitu kupas 1
buah nanas, cuci, parut dengan menggunakan parutan kelapa.

Kemudian, tambahkan 1 gelas air, saring, peras dengan kain bersih.

c) Bawa cairan-cairan hasil fermentasi pada a dan b ke laboratorium kimia di
sekolah. Kemudian, lakukan distilasi. Hasil distilasi, kemudian diditilasi lagi
sehingga diperoleh distilat yang cukup tinggi kadar alkoholnya. Amati sifat
fisis hasil distilasi ini dari warna dan baunya. Ambil kira-kira 1 ml letakkan
dalam cawan porselin. Masukkan lidi yang sudah dinyalakan,amati yang
terjadi.

2) Mengenali ester pada berbagai buah
a) Kumpulkan berbagai macam buah yang ada sebanyak-banyaknya.
b) Kenalilah aroma setiap buah secara bergantian. Kelompokkan yang
memiliki aroma sama atau hampir sama.
c) Buat daftar kelompok buah yang aromanya sama atau mirip. Carilah
sumber pustaka apakah jenis ester yang terkandung dalam buah-buah
tersebut?

Hasil pengamatan Pengamatan
Kegiatan

…………………………………… ………………………………………

…………………………………… ………………………………………

…………………………………… ………………………………………

…………………………………… ………………………………………

…………………………………… ………………………………………

…………………………………… ………………………………………

…………………………………… ………………………………………

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 52

Modul Senyawa karbon

…………………………………… ………………………………………
…………………………………… ………………………………………
…………………………………… ………………………………………
…………………………………… ………………………………………
…………………………………… ………………………………………

Catatan :
 Catat hasil pengamatan selama proses fermentasi
 Catat hasil pengamatan sifat-sifat cairan hasil fermentasi sebelum dan

sesudah destilasi.
 Buat daftar kelompok buah yang aromanya sama atau mirip

Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan dan pengolahan data di atas, dapat disimpulkan
bahwa : ...............................................................................................................
..................................................... ......................................................................
..................................................... ......................................................................
..................................................... ......................................................................
..................................................... ......................................................................

3. Kegiatan Pembelajaran 3
a.Tujuan Pembelajaran

Hai Kawan ....
Apa sich tujuan kita belajar

“senyawa karbon” ini?

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan
B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 53

Modul Senyawa karbon

Gambar pembelajaran discovery learning dan metode
diskusi, tanya jawab, penugasan, presentasi dan analisis
dengan mengembangkan sikap sosial seperti disiplin,
jujur, kerjasama dan proaktif; dan dapat mengembangkan
kecakapan hidup abad 21 seperti kemampuan berpikir
kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi
(4C), serta mampu mengakses, memahami dan
menggunakan informasi secara cerdas sebagai bentuk
konkret dari literasi, peserta didik mampu :
a. Menentukan isomer-isomer senyawa karbon
b. Menjelaskan reaksi identifikasi gugus fungsi

senyawa karbon.
c. Menuliskan reaksi senyawa karbon (reaksi oksidasi,

adisi, substitusi, dan eliminasi).

b.Uraian materi

ISOMER SENYAWA KARBON

Isomer adalah senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama (jumlah

atom sama), tetapi struktur molekulnya berbeda. Ada 4 jenis Isomer, yaitu :

a. Isomer rangka, yaitu memiliki rumus molekul dan gugus fungsi yang sama,

tetapi berbeda rantai induknya

Contoh:

Keisomeran antara 1-pentanol dengan 2-metil-1-butanol :

CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-OH 1-pentanol

CH3-CH2-CH-CH2-OH 2-metil-1-butanol

CH3

b. Isomer posisi, yaitu memiliki rumus molekul, gugus fungsi dan kerangka

sama, tetapi letak (posisi) gugus fungsi berbeda.

Contoh :

Keisomeran antara 1-propanol dan 2-propanol

CH3-CH2-CH2-OH 1- propanol

CH3-CH-CH3 2- propanol

OH
c. Isomer fungsi, yaitu rumus molekul sama tapi gugus fungsi berbeda

INGAT !!! Page 54

CnH2n+2 O : Alkohol dan eter
By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

CnH2nO : Aldehid dan keton

CnH2nO2 : Asam karboksilat dan ester

Modul Senyawa karbon

Contoh :

Keisomeran 1-propanol dengan metoksietana

CH3 - CH2 - CH2 - OH (1-Propanol)
CH3 – O - CH2 - CH3 (metoksietana)

d. Isomer Geometrik, yaitu dimiliki oleh senyawa yang mempunyai ikatan

rangkap dan mengikat dua gugus berbeda secara simetris

AA AB

C=C C=C

BB BA

Isomer CIS Isomer trans

e. Isomer Optik, yaitu hanya dimiliki oleh senyawa yang mempunyai atom C
asimetris yaitu atom C yang mengikat empat gugus berbeda.
Senyawa tersebut bersifat “optis aktif” yakni dapat memutar bidang cahaya
terpolarisasi.
Dekstro (d) : putar kanan
Levo (I) : putar kiri
P
|
S–C-Q
|
R
Contoh :
H

CH3 – C – CH2 – CH3

OH
2-butanol

REAKSI IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSI SENYAWA KARBON

CnH2n+2 O

Alkhohol Eter

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 55

Modul Senyawa karbon

a. Mudah larut dalam air a. sukar larut dalam air
b. Titik didih relatif rendah
b. Titik didih relatif tinggi c. Tidak bereaksi dengan logam Na

c. Bereaksi dengan logam Na d. Tidak bereaksi dengan PCl3
2R-OH+2Na2R-ONa+H2

d. Bereaksi dengan PCl3 atau PCl5
3R-OH+PCl33R-Cl3+H3PO3

CnH2nO

Aldehida Keton

1. Dapat mereduksi larutan fehling 1. Tidak dapat mereduksi

(CuO) membentuk endapan merah larutan fehling

(CU2O) 2. Tidak dapat mereduksi

R-CHO+2CuOR-COOH+Cu2O(s) larutan Tollen

2. Dapat mereduksi larutan tollen

(Ag2O) dapat membentuk endapan

Ag(cermin perak)

R-CHO+Ag2OR-COOH+2Ag(s)

Asam Karboksilat CnH2nO2
Memerahkan lakmus biru
Ester
Tidak memerahkan lakmus biru

Contoh :

Suatu senyawa karbon dengan rumus molekul C3H6O tidak bereaksi

dengan perak amonia, tetapi jika bereaksi dengan H2 akan menghasilkan alkohol
sekunder. Senyawa tersebut mempunyai gugus fungsi …..

a. – O – d. CHO
b. – OH e. COO -
c. – CO-

Jawab :

Rumus molekul : C3H6O

Sifat : tidak bereaksi dengan perak ammonia.

Ingat rumus molekul : CnH2n+2O, CnH2nO2, CnH2nO

Rumus molekul C3H6O cocok CnH2nO, kemungkinan aldehid atau keton tapi

karena senyawa tidak bereaksi dengan perak ammonia maka senyawa tersebut

adalah keton.

REAKSI SENYAWA KARBON Page 56
By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

Modul Senyawa karbon

1. Reaksi Substitusi adalah reaksi penggantian (penukaran) suatu gugus atom
oleh gugus atom lain. “ikatan tunggal  ikatan tunggal
R – H + X2 R – X + H - X
Contoh : CH4+Cl2 CH3Cl + HCl

2. Reaksi Adisi
Terjadi perubahan ikatan dari “ikatan rangkap  ikatan tunggal” (reaksi
penambahan suatu atom pada ikatan rangkap dalam suatu senyawa)
C = C + XY - C – C –

XY
a. Reaksi adisi pada alkena dan alkuna

 Untuk alkena tak simetris
Pada reaksi ini berlaku hukum Markovnikov, “atom H dari asam halida

menuju ke karbon berikatan rangkap yang mengikat atom H lebih banyak”

Contoh :
CH3CH = CH2 HCl CH3CHCH3

 Untuk alkena simetris Cl 2-kloro propana
Contoh : CH3CH=CHCH3 HCl CH3CH2CHCH3

Cl 2-kloro butana

b. Reaksi adisi hidrogen pada senyawa yang mempunyai gugus

karbonil (alkanal dan keton)

R-CHO + H2 R-CH2OH (menghasilkan suatu alkohol primer)

Contoh : CH3CHO + H2 CH3CH2OH

R-CO-R + H2  R-CH-R (menghasilkan suatu alkohol sekunder)

|

OH

Contoh : CH3COCH3 + H2 CH3CH(OH)CH3

3. Reaksi Eliminasi

Yaitu reaksi penghilangan suatu gugus atom pada suatu senyawa (ikatan

tunggal  ikatan rangkap)

- C–C– C = C + XY

XY

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 57

Modul Senyawa karbon

Contoh: CH3-CH2OH H2SO4 pekat CH2 = CH2 + H2

175

REAKSI-REAKSI SENYAWA ALKOHOL
1. Reaksi Oksidasi ( jika sebuah molekul memperoleh oksigen atau

kehilangan hidrogen)
 Alkohol primer (RCH2OH)  Aldehida (R-CHO)  asam karboksilat

(RCOOH)
 Alkohol skunder (RCH (OH)R)  keton (R-CO-R)
 Alkohol tersier (R3COH), tidak dapat dioksidasi.

Beberapa zat pengoksidasi yang khas untuk oksidasi adalah KMnO4+OHˉ,

HNO3 pekat dan panas, H2CrO4, K2Cr2O7

INGAT :

 Alkohol primer adalah gugus –OH yang terikat pada atom C- primer (atom

C yang mengikat suatu atom C yang lain)

 Alkohol skunder adalah alcohol yang gugus- OH terikat pada atom C

skunder

 Alkohol tersier adalah alcohol yang gugus – OH terikat pada atom C tersier

Contoh : CH3–CH2–CH2–CHO CH3–CH2–CH2–COOH
CH3–CH2–CH2–CH2OH

Butanol butanal asam butanoat

2. Reaksi dengan Na
2 R-OH + 2Na  2R-ONa + H2

3. Reaksi dengan PCl3
3 R-OH + PCl3  3R-Cl + H3PO3

4. Reaksi dengan asam sulfat (H2SO4)

a. Pada suhu sekitar 130ºC terjadi penggabungan dua molekul alkohol

menjadi eter

2R-OH H2SO4 R-O-R + H2O

130°C

b. Pada suhu sekitar 180ºC terjadi eliminasi air dari alcohol membentuk

suatu alkena

contoh : CH3-CH2-OH H2SO4 CH2 = CH2 + H2O

180°C

REAKSI SENYAWA ETER Page 58
By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

Modul Senyawa karbon

 Reaksi Subtitusi eter
R-O-R¹ + HX  R-OH + R¹-X

(Catatan : R yang lebih panjang membentuk alkohol, sedangkan R¹ yang

lebih pendek membentuk alkil halida)
Contoh: CH3CH2OCH2CH3 +HI  CH3CH2OH + CH3CH2

REAKSI-REAKSI SENYAWA ASAM KARBOKSILAT DAN ESTER

1. Reaksi penetralan, reaksi antara asam karboksilat dengan basa menghasilkan

garam dan air
R-COOH + NaOH  RCOONa + H2O

Contoh : CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O

2. Reaksi Esterifikasi, reaksi antara asam karboksilat dengan alcohol

menghasilkan ester dan air
R-COOH+R¹OH  R-COOR¹ + H2O

Contoh : CH3COOH + CH3CH2OH CH3COOCH2CH3 + H2O

3. Reaksi Hidrolisis, reaksi antara ester dengan air dalam suasana asam

menghasilkan asam karboksilat dan alkohol
R-COOR¹ + H2O  R-COOH + R¹OH

Contoh : CH3CH2COOCH3 + H2O CH3CH2COOH + CH3OH

4. Reaksi safonifikasi (penyabunan), reaksi antara ester dengan basa

menghasilkan garam dan alkohol
R-COOR¹ + NaOH  R-COONa + R¹-OH

Ester yang digunakan adalah suatu lemak (trigliserida) dengan KOH atau

NaOH menghasilkan suatu garam lemak (sabun) dan gliserol.

Contoh:

CH2-OOC-C17H35 CH2OH

| CHOH
CH-OOC-C17H35 + 3 KOH  3C17H35 COOK +

|

CH2-OOC-C17H35 CH2OH

Gliseril tristearat ( suatu lemak) Kalium stearat (suatu sabun) Gliserol (alcohol hasil sampingan)

REAKSI SENYAWA ALDEHIDA DAN KETON
1. Reaksi Adisi

O OH

R–C–H+H–H R–C–H

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 59

Modul Senyawa karbon

Aldehida H
Alkohol primer

O OH
R – C – R’ + H – H R – C – R’

Keton H
Alkohol sekunder

REAKSI PENGUJIAN SENYAWA ORGANIK

1. Reaksi Uji Ikatan rangkap
a. Penentuan “Keberadaan ikatan rangkap” dalam suatu senyawa dapat
dilakukan dengan menggunakan “pereaksi brom” (Br2) yang berwarna
coklat. Bila warna coklat brom hilang maka senyawa “terdapat ikatan
rangkap” karena terjadi reaksi adisi Br2 terhadap karbon berikatan rangkap.
b. Untuk menentukan “lebak ikatan rangkap” dalam suatu senyawa
dilakukan reaksi “ozonolisis”
R-CH = CH-R¹ + O3 R-CH2OH + R1 CH2OH

2. Uji Iodoform, reaksi uji ini dilakukan untuk menentukan keberadaan gugus

metal ujung dalam senyawa alkohol, atau senyawa karbonil (aldehida atau

keton) : CH3-CHOH- atau CH3-CO-

c. Rangkuman

1. Keisomeran didefinisikan sebagai adanya 2 senyawa atau Page 60
lebih yang memiliki rumus kimia yang sama tetapi dengan
struktur tau konfigurasi yang berbeda. Senyawa-senyawa ini
disebut isomer-isomer.
Keisomeran dikelompokkan menjadi :
 Keisomeran struktur : keisomeran kerangka, posisi, dan
fungsi.
 Keisomeran ruang : keisomeran optik

2. Reaksi senyawa karbon dapat dikelompokkan menjadi reaksi
substitusi, reaksi adisi, reaksi eliminasi, serta reaksi oksidasi.

3. Senyawa turunan alkana dikelompokkan berdasarkan
keisomeran fungsinya, yaitu alkanol dan alkoksialkana,
alkanal dan alkanol, serta asam karboksilat dan ester.

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

Modul Senyawa karbon

d.Tes formatif

Tes formatif 3

Petunjuk Mengerjakan Soal
1. Sebelum menjawab soal, tulislah identitas Anda (nama dan kelas) pada

lembar jawaban yang telah disediakan.
2. Dahulukan soal-soal yang kamu anggap paling mudah.
3. Periksa kembali jawaban kamu sebelum di kumpul.
4. Waktu mengerjakan 20 menit

Selamat Mengerjakan

1. Tentukan apakah reaksi-reaksi berikut tergolong reaksi substitusi, reaksi adisi,

atau reaksi eliminasi :

a. CH3-CH3 + Br2 CH3-CH2Br + HBr

b. CH3-CH2-CH=CH2 + H2 CH3-CH2-CH2-CH3

c. CH3-CH2-CH2-CH2OH CH3-CH2-CH=CH2 + H2O

2. Tulis 4 isomer dari pentanal, C5H10O.

3. Tulis reaksi-reaksi dari : Page 61
By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

Modul Senyawa karbon

a. Esterifikasi asam butanoat dan etanol

b. Reaksi propil etanoat dengan NaOH

4. Lengkapi reaksi-reaksi berikut :

a. CH3COOH + C2H5OH ........

b. CH3CH2CHO + H2 ........

e. Lembar Kerja Peserta Didik

Mari kita melakukan
PERCOBAAN/EKSPERIMEN !!!

Tujuan Percobaan
Dapat membuat sabun dan menentukan reaksi penyabunan

Alat dan bahan BAHAN
 NaOH
ALAT  Minyak kelapa
 Gelas kimia 100ml 1buah  Aquades
 Spatula 1buah  Pewarna
 Gelas ukur 25ml  Parfum
 Cetakan

Prosedur percobaan
1. Timbang 5gram NaOH kemudian larutkan ke dalam 5ml aquades.
2. Masukkan larutan ke dalam 12,5ml minyak kelapa sambil diaduk.
3. Tambahkan zat pewarna dan parfum.
4. Masukkan ke dalam cetakan dan diamkan

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 62

Modul Senyawa karbon

Hasil pengamatan Pengamatan

Kegiatan …………………………………
…………………………………
………………………………... …………………………………
………………………………… …………………………………
………………………………… …………………………………
………………………………… …………………………………
…………………………………
…………………………………

Diskusikan dengan
kelompokmu!!!

Jawablah pertanyaan berikut ini!! Tulis jawabanmu disini ya...
1. Sebutkan sifat larutan NaOH .................................................
yang digunakan! ...................................................
2. Bagaimana kalau NaOH diganti ......................................................
dengan basa kuat yang lain? ...................................................
3. Bagaimana kalau NaOH diganti ......................................................
dengan basa lemah yang lain? ...................................................
4. Bagaimana kalau minyak ......................................................
diganti dengan lemak? ...................................................
......................................................
...................................................
......................................................
...................................................

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 63

Modul Senyawa karbon

Berdasarkan pengamatan dan pengolahan data di atas, dapat disimpulkan
bahwa : ...............................................................................................................
..................................................... ......................................................................
..................................................... ......................................................................
..................................................... ......................................................................
..................................................... ......................................................................

B y . W e n i a s t u t i N i n g s i h , S . P d Page 64

Modul Senyawa Karbon

BAB III

EVALUASI

A. Tes Pengetahuan
Petunjuk penilaian
1. Lakukan penilaian diri terhadap pengetahuan Anda selama mengikuti
pembelajaran pada kegiatan pembelajaran dengan cara menjawab
pertanyaan dengan benar.
2. Selama anda mengerjakan tes pengetahuan anda dilarang melihat kunci
jawaban ataupun naskah modul.
3. Lakukan pemeriksaan jawaban anda dengan mencocokkan pekerjaan anda
dengan kunci jawaban yang tersedia. Lakukan pemeriksaan secara
objektif.
4. Berikan nilai 1 jika jawaban anda benar, dan 0 jika jawaban anda salah.
5. Hitung perolehan nilai pengetahuan dengan menggunakan rumus berikut :
Nilai = ℎ x 100%



Pilihlah salah satu jawaban
1. Nama senyawa yang memiliki gugus fungsi – O – adalah …

A. Metil salisilat
B. Asam butanoat
C. Propanal
D. Etoksi propana
E. Pentanol
2. Senyawa dengan nama isopropil etanoat memiliki gugus fungsi …
A. – O –
B. – OH
C. – C OO –
D. – COOH
E. – CHO

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 64

Modul Senyawa Karbon

3. Nama menurut IUPAC struktur senyawa di bawah ini adalah ….
CH2-CH3

CH3-CH2-C-CH3

OH
A. 2-etil-2-butanol
B. 1-etil-1-metil propanol
C. 2,2-dimetil pentanol
D. 1,1-dimetil etanol
E. 3-metil-3-pentanol
4. Rumus struktur senyawa 3-metil butanal yaitu…
A. CH3CH2CH(CH3)CHO
B. CH3CH2CHO
C. CH3CH(CH3) CH2CHO
D. CH3CH2COCH3
E. HOOCCH2CH2CH3
5. Senyawa 2-metil-3-pentanol berisomer rangka dengan …
A. 2-metil-3-pentanol
B. 3-metil-2-pentanol
C. 3-metil-3-pentanol
D. 4-metil-3-pentanol
E. 2-etil-2-pentanol
6. Isomer fungsi dari senyawa 2-metil-2-propanol adalah …
A. Etoksi propana
B. Etoksi etana
C. Metoksi butana
D. 1-butanol
E. 2-butanol
7. Perhatikan rumus senyawa berikut :
1) CH3CH2COCH3
2) CH3CH2OCH2CH3
3) CH3CH2CH2CHO
4) CH3CH2CH2COOH
5) CH3CH2COOCH3
Pasangan senyawa yang berisomer dengan gugus fungsi adalah nomor …
A. 1 dan 2
B. 1 dan 4
C. 2 dan 3

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 65

Modul Senyawa Karbon

D. 2 dan 5

E. 4 dan 5
8. Suatu senyawa karbon dengan rumus molekul C3H8O. Bila direaksikan

dengan asam etanoat menghasilkan senyawa beraroma pir. Maka gugus
fungsi senyawa tersebut adalah …

A. -OH
B. – O –
C. – CO –
D. – CHO
E. – COOH
9. Suatu senyawa karbon mempunyai rumus molekul C4H8O2 dapat bereaksi
dengan alkanol membentuk alkil alkanoat dan dapat bereaksi dengan basa
kuat membentuk garam. Senyawa tersebut diperkirakan mempunyai gugus
fungsi …

A. -OH
B. – O –
C. – CO –
D. – COO-
E. – COOH

Soal untuk no.10 dan 11

1) CH4 + Cl2 → CH3Cl + HCl
2) CH3- CO-CH3 + H2 → CH3-CH(OH)-CH3
10. Jenis reaksi yang terjadi pada nomor 1 dan 2 berturut - turut adalah …

A. Adisi dan substitusi
B. Substitusi dan alkilasi
C. Substitusi dan adisi

D. Eliminasi dan adisi
E. Substitusi dan eliminasi
11. Berdasarkan IUPAC, nama senyawa hasil reaksi pada persamaan reaksi
nomor 2 adalah …

A. Metil propanol

B. Metil-2-hidroksi etanol

C. 2-hidroksi propanol
D. Metil etanol
E. 2-propanol
12. Diketahui reaksi-reaksi senyawa karbon :
1) CH3CH=CHCH3 + HCl → CH3CH2CHClCH3
2) CH3CH2CH2CH2OH + HBr → CH3CH2CH2CH2Br + H2O

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 66

Modul Senyawa Karbon

3) CH3CH2CHBrCH3 → CH3CH=CHCH3 + KBr + H2O
Jenis reaksi dari reaksi - reaksi senyawa karbon di atas berturut-turut adalah

A. Adisi, eliminasi, substitusi
B. Substitusi, eliminasi, adisi
C. Eliminasi, substitusi, adisi
D. Adisi, substitusi, eliminasi
E. Substitusi, adisi, eliminasi
13. Reaksi asam propanoat dengan methanol menggunakan katalis H+ akan
menghasilkan senyawa karbon dengan rumus struktur …
A. CH3CH2COCH3
B. CH3COOCH2CH3
C. CH3CH2COOCH3
D. CH3COCH2CH3
E. HCOOCH2CH2CH3
14. Suatu senyawa turunan alkana, dapat bereaksi dengan logam natrium
membentuk gas hidrogen. Senyawa tersebut juga dapat dioksidasi
menghasilkan keton. Rumus struktur yang benar untuk senyawa tersebut
adalah …
A. CH3CH2CH2CH2OH
B. CH3CH(OH)CH2CH3
C. CH3C(CH3)2OH
D. CH3CH2OCH2CH3
E. CH3CH2COCH3
15. Suatu senyawa menunjukkan sifat-sifat sebagai berikut :
1) Bereaksi dengan HBr enghasilkan senyawa brom
2) Pada oksidasi dengan asam dikromat menghasilkan alkanal
3) Bereaksi dengan natrium menghasilkan gas hidrogen
4) Mempunyai titik didih yang relatif tinggi
Dari senyawa berikut, manakah senyawa yang memenuhi semua sifat di atas

A. CH3CH2CH2OH
B. CH3OCH2CH3
C. CH3CH(OH)CH3
D. CH3CH2CHO
E. CH3CH2COOH

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 67

Modul Senyawa Karbon

B. Tes Keterampilan

Petunjuk penilaian

1. Lakukan penilaian diri terhadap keterampilan Anda selama mengikuti

pembelajaran pada kegiatan pembelajaran satu ini meliputi tiga hal yaitu

keterampilan melakukan percobaan, presentasi dan pembuatan laporan.

2. Hitung perolehan nilai keterampilan dengan menggunakan rumus berikut :

Nilai = ℎ x 100%


Kriteria Skor Indikator

Persiapan 3 Pemilihan alat dan bahan tepat

(Skor maks = 3) 2 Pemilihan alat atau bahan tepat

1 Pemilihan alat dan bahan tidak tepat

0 Tidak menyiapkan alat dan/atau bahan

Pelaksanaan 3 Merangkai alat tepat dan rapi

(Skor maks = 7) 2 Merangkai alat tepat atau rapi

1 Merangkai alat tidak tepat dan tidak rapi

0 Tidak membuat rangkaian alat

2 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan
tepat

1 Langkah kerja atau waktu pelaksanaan
tepat

0 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan
tidak tepat

Hasil 2 Memperhatikan keselamatan kerja dan
(Skor maks = 6) kebersihan

1 Memperhatikan keselamatan kerja atau
kebersihan

0 Tidak memperhatikan keselamatan kerja
dan kebersihan

3 Mencatat dan mengolah data dengan
tepat

2 Mencatat atau mengolah data dengan
tepat

1 Mencatat dan mengolah data tidak tepat
0 Tidak mencatat dan mengolah data

3 Simpulan tepat

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 68

Modul Senyawa Karbon

Kriteria Skor Indikator
2 Simpulan kurang tepat
1 Simpulan tidak tepat
0 Tidak membuat simpulan

Laporan 3 Sistematika sesuai dengan kaidah
(Skor maks = 3) penulisan dan isi laporan benar

2 Sistematika sesuai dengan kaidah
penulisan atau isi laporan benar

1 Sistematika tidak sesuai dengan kaidah
penulisan dan isi laporan tidak benar

0 Tidak membuat laporan

FORMAT PENILAIAN KERJA

SKOR UNTUK JUMLAH
NO NAMA SKOR NILAI
Persiapan Pelaksanaan Hasil Laporan

C. Penilaian sikap

Petunjuk penilaian

1. Lakukan penilaian diri terhadap sikap Anda selama mengikuti

pembelajaran pada kegiatan pembelajaran ini meliputi dua hal yaitu sikap

ilmiah dan komunikatif

2. Gunakan format penilaian berikut untuk melakukan penilaian sikap yang

dimaksud dengan cara memberikan nilai 4, 3, 2, dan 1 pada kolom yang

tersedia.

3. Anda hanya diperbolehkan memberikan salah satu skor penilaian pada

setiap aspek penilaian.

4. Dalam pemberian skor 4, 3, 2, dan 1 dilakukan berdasarkan rubrik

penilaian yang tertuang di bawah format penilaian.

5. Hitung perolehan sikap ilmiah dengan menggunakan rumus berikut :

Nilai = ℎ x 100%



6. Tentukan predikat penilaian dengan menggunakan kriteria berikut :

SB = Sangat baik = 80 – 100

B = Baik = 70 – 79

C = cukup = 60 – 69

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 69

Modul Senyawa Karbon

K = kurang = < 60

7. Anda harus minimal memperoleh nilai sikap baik. Apabila anda

memperoleh nilai cukup atau kurang konsultasikan pada guru anda agar

anda mendapatkan bimbingan lebih intensif.

a. Format Sikap ilmiah

Skor
No Aspek 4 3 2 1 Total maksimum skor = 24

1 Menanya Total skor diperoleh = ....

2 Mengamati Nilai = ℎ x 100%
3 Menalar


4 Mengolah data Nilai = ....
5 Menyimpulkan

6 Menyajikan Predikat = ...
Total skor

Rubrik penilaian sikap ilmiah
1) Aspek menanya

Skor 4 : jika pertanyaan yang diajukan sesuai dengan
permasalahan yang sedang dibahas

Skor 3 : jika pertanyaan yang diajukan cukup dengan
permasalahan yang sedang dibahas

Skor 2 : jika pertanyaan yang diajukan kurang sesuai dengan
permasalahan yang sedang dibahas

Skor 1 : Tidak menanya

2) Aspek mengamati
Skor 4 : Terlibat dalam pengamatan dan aktif dalam memberikan
pendapat.
Skor 3 : Terlibat dalam pengamatan
Skor 2 : Berusaha terlibat dalam pengamatan
Skor 1 : Diam tidak aktif

3) Aspek menalar
Skor 4 : Jika nalarnya benar
Skor 3 : Jika nalarnya hanya sebagian yang benar
Skor 2 : Mencoba bernalar walau masih salah
Skor 1 : Diam tidak bernalar.

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 70

Modul Senyawa Karbon

4) Aspek mengolah data
Skor 4 : Jika hasil pengolahan data benar semua.
Skor 3 : jika pertanyaan yang diajukan cukup dengan
permasalahan yang sedang dibahas
Skor 2 : jika pertanyaan yang diajukan kurang sesuai dengan
permasalahan yang sedang dibahas
Skor 1 : Tidak menanya

5) Aspek menyimpulkan
Skor 4 : Jika kesimpulan yang dibuat seluruhnya benar
Skor 3 : Jika kesimpulan yang dibuat seluruhnya benar
Skor 2 : Kesimpulan yang dibuat sebagian kecil benar
Skor 1 : Jika kesimpulan yang dibuat seluruhnya salah

6) Aspek menyajikan
Skor 4 : Jika laporan disajikan secara baik dan dapat menjawab
semua pertanyaan dengan benar
Skor 3 : Jika laporan disajikan secara baik dan hanya menjawab
sebagian pertanyaan dengan benar
Skor 2 : Jika laporan disajikan secara baik dan hanya menjawab
sebagian kecil pertanyaan dengan benar
Skor 1 : Jika laporan disajikan secara kurang baik dan tidak
dapat menjawab pertanyaan dengan benar

b. Rubrik penilaian sikap partisipatif, kreatif, kerjasama dan ketertiban

Skor
No Aspek 4 3 2 1 Total maksimum skor = 24

1 Partisipatif Total skor diperoleh = ....
Saling menghargai Nilai = ℎ x 100%

2
dalam bertanya
Nilai = ....
3 Saling menghargai
dalam menjawab

4 Memberikan Predikat = ...
gagasan orisinil

5 Kerja sama

6 Tertib

Total skor

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 71

Modul Senyawa Karbon

Kriteria
1) Aspek terlibat penuh (partisipatif) :

Skor 4 : Dalam diskusi kelompok terlihat aktif, tanggung jawab,
mempunyai pemikiran/ide, berani berpendapat.

Skor 3 : Dalam diskusi kelompok terlihat aktif, dan berani
berpendapat.

Skor 2 : Dalam diskusi kelompok kadang-kadang berpendapat.
Skor 1 : Diam sama sekali tidak terlihat.

2) Aspek menghargai dalam bertanya :
Skor 4 : Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa
yang jelas dengan sopan, tidak sombong dan tidak ada
kesan menguji.
Skor 3 : Memberikan pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa
yang kurang jelas dengan sopan, tidak sombong dan tidak
ada kesan menguji.
Skor 2 : Kadang-kadang memberikan pertanyaan dengan nada
tinggi dan terkesan menguji/sombong.
Skor 1 : Diam sama sekali tidak bertanya.

3) Aspek menghargai dalam menjawab :
Skor 4 : Memberikan jawaban pertanyaan dalam kelompok
dengan bahasa yang jelas dengan sopan, tidak sombong
dan tidak emosional.
Skor 3 : Memberikan jawaban pertanyaan dalam kelompok
dengan bahasa yang jelas dengan percaya diri yang
berlebihan sehingga terkesan agak sombong.
Skor 2 : Kadang-kadang memberikan jawaban dari pertanyaan
kelompoknya kurang jelas dan tidak percaya diri.
Skor 1 : Diam tidak pernah mejawab pertanyaan.

4) Aspek memberikan gagasan orisinil :
Skor 4 : Memberikan gagasan/ide yang orisinil berdasarkan
pemikiran sendiri.
Skor 3 : Memberikan gagasan/ide yang didapat dari buku bacaan.
Skor 2 : Kadang-kadang memberikan gagasan/ide.
Skor 1 : Diam tidak pernah memberikan gagasan

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 72

Modul Senyawa Karbon

5) Aspek kerjasama :
Skor 4 : Dalam diskusi kelompok terlibat aktif, tanggung jawab
dalam tugas, dan membuat teman-temannya nyaman
dengan keberadaannya.
Skor 3 : Dalam diskusi kelompok terlibat aktif tapi kadang-
kadang membuat teman-temannya kurang nyaman
dengan keberadaannya.
Skor 2 : Dalam diskusi kelompok kurang terlibat aktif
Skor 1 : Diam tidak aktif

6) Aspek tertib :
Skor 4 : Dalam diskusi kelompok aktif, santun, sabar
mendengarkan pendapat teman-temannya.
Skor 3 : Dalam diskusi kelompok tampak aktif, tapi kurang santun
Skor 2 : Dalam diskusi kelompok suka menyela pendapat orang
lain
Skor 1 : Selama terjadi diskusi sibuk sendiri dengan cara berjalan
kesana kemari.

D. Kunci Jawaban Page 73
Tes Formatif 1
1. Golongan dari senyawa di bawah ini :
a. alkohol
b. eter
c. aldehid
2. Nama IUPAC dari senyawa turunan alkana berikut :
a. 2-metil-1-butanol
b. 2-metil-1-etoksipropana
c. 2-etil-3-metilbutana
d. 3-etil-5-metil-4-heptanon
e. Asam-2-etil-3-metilbutanoat
f. Etil etanoat
By. Weni astuti Ningsih, S.Pd

Modul Senyawa Karbon

3. Struktur dari senyawa turunan alkana berikut:
a. CH3–CH2–CH2–CH2–COO–C4H9
CH3 CH3
b. CH3 – C – C – COOH
CH3 CH3
CH3
c. CH3 – C – CO – CH2 – CH3
CH3
d. CH3-CH2-CH2-CH2-CHO
e. CH3-CH2-CH2-CH2-O-CH3
f. CH3-CH-CH2-CH2-CH2-CH3
OH

4. Nama trivial dari senyawa turunan alkana berikut :
a. etil metil keton
b. 2-metilpropanal

Tes formatif 2
1. Kelarutan alkohol dalam air disebabkan oleh ikatan hidrogen antara

alkohol dan air. Dengan bertambahnya massa molekul relatif maka gaya-
gaya Van der Waals antara bagian-bagian hidrokarbon dari alkohol
menjadi lebih efektif menarik molekul-molekul alkohol satu sama lain.
Oleh karena itu, semakin panjang rantai karbon semakin kecil
kelarutannya dalam air.

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 74

Modul Senyawa Karbon

2. Bahaya methanol bagi kesehatan adalah merusak hati, keracunan, kejang-
kejang, kerusakan syaraf, sesak nafas, kerusakan pada kulit, kematian.

3. Asam karboksilat mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan
dengan alkohol (dengan Mr yang hampir sama) karena terjadinya ikatan
hydrogen antar molekul.

4. Kelarutan asam karboksilat dalam air makin menurun seiring dengan
kenaikan jumlah atom

Tes Formatif 3
1. Reaksi-reaksi berikut tergolong reaksi :

a. CH3-CH3 + Br2 CH3-CH2Br + HBr ( substitusi )
b. CH3-CH2-CH=CH2 + H2 CH3-CH2-CH2-CH3 ( adisi )
c. CH3-CH2-CH2-CH2OH CH3-CH2-CH=CH2 + H2O (eliminasi)
2. 4 isomer dari pentanal, C5H10O
CH3-CH2-CH2-CH2-CHO (butanal)

CH3-CH2-CH-CHO
CH3 (2-metil butanal)

CH3-CH-CH2-CHO
CH3 ( 3-Metil butanal)
CH3

CH3 – C – CHO (2,2-dimetil propanal)
CH3

3. Reaksi-reaksi dari :
a. Esterifikasi asam butanoat dan etanol

CH3-CH2-CH2-COOH + CH3CH2OH CH3-CH2-CH2-COO-CH2-CH3 + H2O

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 75

Modul Senyawa Karbon

b. Reaksi propil etanoat dengan NaOH

CH3COOCH2CH2CH3 + NaOH CH3COONa + CH3CH2CH3OH
4. Reaksi-reaksi berikut :

a. CH3COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

b. CH3CH2CHO + H2 CH3CH2CH2OH

Evaluasi
1. D
2. C
3. E
4. C
5. C
6. B
7. E
8. A
9. E
10. C
11. E
12. D
13. C
14. B
15. A

By. Weni astuti Ningsih, S.Pd Page 76


Click to View FlipBook Version