The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Devina.sandra16, 2021-06-13 20:12:29

SELURUH PORTOFOLIO AL'DIAN DEVINA

SELURUH PORTOFOLIO AL'DIAN DEVINA

101

102

BAB VII
SISTEM PENCERNAAN

7.1 JURNAL BELAJAR

JURNAL BELAJAR

1.Apa yang dibicarakan oleh guru dan sisiwa ?

Pada tanggal 29 januari 2020 link 10.06 Bu Puspa memulai dengan meng crosscheck absen yang belum
hadir dan memberitahukan pengumuman tentang sumbangan dana dan pengumpulan pas foto untuk data
diri di rapot sebagai wali kelas xi ipa 4 setelah itu refleksi hasil ulangan untuk yang remedial terdapat 3
siswa 2 siswa dari xi ipa 4 dan 1 siswa dari xi ipa 5. Pembelajaran dimulai setelahnya bu Puspa mengirim
ppt materi di grup wa dan Juan dari xi ipa 4 menayangkannya di gugel meet candyle dari xi ipa 4 Albert
dari xi ipa 5 menjelaskan pendapatnyatentang apa itu pernafasan melanjutkan ppt Angeline, aaliyah, dari
oasis xi ipa 4 dan thezar xi ipa 5 menjelaskan tentang fungsi system pernapasan manusia. setelahnya
ditutup dengan refleksi pembelajaran.

103

JURNAL BELAR

1.Apa yang dibicarakan oleh guru dan sisiwa ?
Pada hari rabu bu puspa memulai google meet lalu bupuspa mengabsen yang belum hadir .setelah
itu bupuspa meminta untuk deswita xi ipa 5 menjelaskan tentang laring lalu bu Puspa lanjut
menjelaskan tentang bronkus sampai alveolus setelah itu membahas bagaimana mekanisme
bernafas lalu lanjut ke frekuensi pernafasan (kemampuan bernafas seseorang) engeline
menjelaskan tentang frekuensi pernafasan berakhir di frekuensi pernafasan.

104

Jurnal belajar

1.Apa yang dibicarakan oleh guru dan sisiwa ?
Pada hari jum‟at link dibagikan 10.05 oleh bu puspa.namun jaringan bu puspa tidak stabil koneksi
eror mic nya error banyak yang tidak dapat masuk dikarenakan tidak bisa di acc link kedua
dikirimkan pada jam 10.32 bahasan terakhir ditutup dengan bahayanya merokok candyle xi ipa 4
berbicara, lalu pertemuan diakhiri.

Jurnal belajar

1.Apa yang dibicarakan oleh guru dan sisiwa ?
membuat video untuk bapak edi bapak kepala sekolah yang sedang berulang tahunlalu membahas
cara pengerjaan tugas yang ada di classroom serta pemberitahuan senin akan ulangan jam 2
sampai 3 memakai cbt 25 soal bu puspa meminta kalau ada yang ingin menunjukkan hasil
tugasnya namun tidak ada yang menunjukkan akhirnya bu puspa menutup pertemuan hari ini.

105

7.2 TUGAS – TUGAS

I.Judul
Analisis Pengaruh Pencemaran Udara Terhadap Kelainan Pada Struktur dan Fungsi
Organ Pernapasan Manusia.

II.Tujuan :
1.Untuk mengetahui apa itu pencemaran udara
2.Untuk mengetahui penyebab pencemaran udara
3.Untuk mengetahui akibat pencemaran

III.Hasil Analisi
A.Peristiwa Pencemaran

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.
Contohnya Kebakaran hutan .kebakaran hutan sering terjadi di luar negeri maupun dalam negeri .

Seperti kabut asap yang terjadi di Provinsi Riau pada tanggal (15/9/2019), akibat pembakaran
hutan dan lahan oleh manusia ini berdampak buruk pada kualitas udara. Indeks Standar Pencemar
Udara (ISPU) yang terpantau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sabtu 14
September menunjukkan kualitas udara terburuk terjadi di wilayah Pekanbaru, Riau .

B.Penyebab Pencemaran
Kebakaran hutan merupakan fenomena alam yang dapat terjadi karena faktor kesengajaan

maupun tidak disengaja. Kebakaran hutan yang terjadi secara tidak sengaja biasa terjadi karena
kekeringan pada musim kemarau panjang. Sedangkan kebakaran hutan yang disengaja biasanya
dilakukan oleh peladang berpindah maupun perusahaan agroindustri yang bertujuan untuk
membuka lahan namun tak mau mengeluarkan banyak dana dan tenaga.

Dampak penebangan hutan secara liar dan kebakaran hutan yang tidak terkendali adalah polusi
udara yang dapat menganggu aktifitas sehari – hari dan juga berbahaya bagi kesehatan
pernafasan. Tidak jarang polusi udara menyebar ke daerah – daerah tetangga bahkan hingga
negara – negara tetangga.

C.Akibat Pencemaran
Dampak pencemaran udara dari kebakaran hutan, asap pabrik, asap rokok, dan lain-lain

bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru. Selain
itu, pencemaran udara juga bisa berakhir pada berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh
manusia.

D.Refleksi
Kebakaran hutan dapat merugikan banyak orang, tidak hanya manusia tapi juga hewan

dan tumbuhan. Kebakaran hutan menyebabkan hutan menjadi gundul dan membuat berkurang
nya paru paru dunia .

106

Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan sangat banyak sekali sehingga sangat
berdampak buruk bagi kesehatan system pernappasan seperti yang sudah disebutkan dibagian
dampak.
E.Tindak Lanjut

Usaha yang dapat dilakukan untuik menghindari dampak negative dari pencemaran udara
akibat kebakaran hutan antaran lain, yaitu :
a. Mengurangi aktivitas di luar ruangan
b. Hindari penambahan polusi dalam rumah seperti merokok, menyalakan lilin, perapian, atau
sumber api lainnya
c. Tutup jendela dan pintu rapat-rapat untuk mengurangi masuknya partikel ke dalam rumah
d. Gunakan masker dengan benar dan tepati. Jika bepergian, hindari kawasan dengan kualita
udara yang tidak sehat dan berbahaya
e. Penyediaan rumah singgah yang mempunyai kualitas udara baik dengan penggunan Ac atau air
purifier
f. Jika di luar ruangan, hindari aktivitas berat
g. Jika berkendaraan mobil, tutup semua jendela dan nyalakan AC dengan mode recirculate

107

BAB VIII
SISTIM EKRESI

8.1 JURNAL BELAJAR

JURNAL BELAJAR
Pada tanggal 19 februari tahun 2021 hari rabu ibu puspa memulai google meet. Meet di awali
dengan berdoa bersama lalu ibu puspa mengabsen yang belum hadir. Setelah itu dilanjutkan
dengan ibu puspa membagikan judul kepada masing masing siswa untuk dipresentasikan
diminggu depan, jam pelajaran pun selesai dan kelas di akhiri dengan salam.

108

Jurnal Belajar

Pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan
pembelajaran online Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa
menjelaskan tentang kemarin hari rabu tidak meet karena Bu Puspa sibuk dengan pembagian
raport dan Bu Puspa menjelaskan juga dengan raport untuk snmptn nanti. Kemudian bu puspa
hari ini membahas organ eksresi yang kemarin telah dibagikan judul organ yang akan dibahas
persiswa nya. Lalu Bu Puspa juga membahas kehadiran IPA 4 IPA 5 yang dianggap bu puspa
kelas istimewa karena rajin hadir semua. Lalu Bu Puspa memberi kesempatan pada siswa yang
mau menyajikan pembahasan materi yang didapat. Candyle dari XI IPA 4 mengajukan diri
menjelaskan tentang materi kulit. Kemudian Candyle memaparkan yang dipahaminya tentang
kulit. Lalu setelah selesai Bu Puspa dan teman-teman memberi tepuk tangan dan Bu Puspa
kemudian Deswita dari XI IPA 5 menambahkan gangguan atau penyakit yang bisa menyerang
kulit. Lalu Engeline dari XI IPA 5 juga mau menambahkan contoh faktor penyebab keringat.
Kemudian Nadia dari XI IPA 5 mau menambahkan fungsi kulit selain sebagai organ eksresi.
Lalu Shofa XI IPA 4 menambahkan cara mencegah penyakit kulit. Setelah itu Afif dari XI IPA
4menambahkan juga 1 faktor penyebab keringat. Lanjut Devina dari XI IPA 5 menjelaskan
tentang stratum pada lapisan kulit. Lalu bu puspa menanyakan apaitu keratin dan dijawab oleh
Engeline dari XI IPA 4. Waktunya pun habis tentang kulit hari ini dan nanti sambung lagi kulit
atau bisa aja bu puspa pindah ke ginjal atau hati. Dan bu puspa pun mengakhiri pembelajaran
hari ini.

109

Jurnal Belajar

Pada hari Rabu tanggal 3 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Pertama-tama Bu Puspa meminta yang tanggung jawab absen dri kelas XI IPA 4
dan XI IPA 5 untuk mengecek 15 orang yg blm join. Lalu langsung lanjut ke organ eksresi
ginjal. Aaliyah dari XI IPA 4 menawarkan diri untuk menjelaskan. Kemudian Aaliyah
menjelaskan tentang ginjal. Kemudian di stop oleh Bu Puspa sampai di fungsi. Kemudian Dwi
dari XI IPA 4 yang menjawab pertanyaan dari Tezhar dari XI IPA 5. Kemudian Bu Puspa
menjelaskan juga penyakit seperti asam urat dan zat seperti zat aditif yang harus dibuang dari
tubuh. Kemudian Bu Puspa bertanya siapa yang ingin menjelaskan tentang struktur ginjal dan
Dwi dari XI IPA 4 yang menjelaskan. Struktur ginjal ada 5. Lalu Bu Puspa meminta Andi dari
XXI IPA 5 untuk membantu presentasi ppt gambar ginjal. Setelah itu karena dari XI IPA 5 tidak
ada yang menjawab untuk menjelaskan gambar ginjal maka Bu Puspa menyebut saja Albert dari
XI IPA 5 untuk menjelaskan. Tetapi Bu Puspa meninggalkan tempat sebentar dan Albert
berhenti menjelaskan. Lalu Bu Puspa meminta Dwi dari XI IPA 4 menanggapi penjelasan dari
Albert. Alya dari XI IPA 5 ditunjuk Bu Puspa untuk menjelaskan proses. Dan Alya menjelaskan
tentang filtrasi gumorulus. Dilanjutkan dengan Oasis dari XI IPA 4 menjelaskan darah yang mau
disaring gginjal masuk ke arteriol aperen. Dan urin primer kelanjutannya apa yaitu di reabsorpsi.
Lanjut ke Alfonsus dari XI IPA 4 diminta Bu Puspa menjelaskan reabsorpsi tubulus. Lalu Boeih
dari XI IPA 5 menjelaskan augmentasi. Dan Bu Puspa meminta Aurelia dari XI IPA 4 untuk
menambahkan tentang augmentasi juga. Bu Puspa bertanya siapa yang mau mrnambahkan
namun tidak ada yg menjawab jadi Dicky dari XI IPA 5 ditunjuk oleh Bu Puspa untuk
menjelaskan penyimpanan sementara urine. Pertemuan hari ini pun dicukupkan pembahasan
ginjal pada hari ini.

110

Jurnal Belajar

Pada hari Jumat tanggal 5 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Dan setelah saya join,
saya dan teman-teman menunggu Bu Puspa karena Bu Puspa sedang offcam dan offmic selama
beberapa menit. Akhirnya Bu Puspa kembali menyalakan kamera dan mic. Hari ini Bu Puspa
mempersilakan untuk yang mendapat judul materi analisis ginjal untuk menjelaskan faktor-faktor
yang mempengaruhi proses pembentukan urin. Dan Tezhar dari XI IPA 5 menjelaskannya.
Lanjut dengan Ruth dari XI IPA 4 yang menjelaskan ciri-ciri pada urin. Jadi ada dua faktor yang
mempengaruhi pembentukan urin yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kemudian Bu Puspa
meminta Faisal dari XI IPA 4 menjelaskanhormon ADH. Setelah itu Bu Puspa bertanya pada
Faisal kemudian bertanya pada Gita dari XI IPA 4. Setelah itu Bu Puspa meminta Gita
menjelaskan tentang hormon insulin. Lanjut Bu Puspa menunjuk Farren dari XI IPA 5 untuk
menjelaskan pendapatnya tentang insulin dan Farren menjelaskan pendapatnya. Setelah itu Bu
Puspa bertanya lagi pada Je Ivan dari XI IPA 5 tentang pengaruh insulin terhadap pembentukan
urin. Dan Je Ivan menjelaskan yang dia ketahui tentang Pengaruh Hormon Insulin. kemudian
Marcell dari XI IPA 4 menjelaskan pendapatnya dan Bu Puspa puas dengan jawaban yang
diberikan Marcell. Lalu Bu Puspa meminta Andri dari XI IPA 5 untuk menjelaskan tentang
sistem renin namun Andri tidak bisa menjelaskan. Lalu Bu Puspa meminta Rafli dari XI IPA 5
menjelaskan sistem renin dan Rafli menjelaskannya. Lanjut ke Nanda dari XI IPA 5 Bu Puspa
menanyakan pendapatnya mengenai penjelasan Rafli tentang sistem renin. Lanjut lagi ke Raina
dari XI IPA 5 diminta Bu Puspa menjelaskan faktor eksternal. Terakhir Bu Puspa meminta
Raisya dari XI IPA 4 untuk menjelaskan karakteristik urin. Bu Puspa pun mengakhiri
pembelajaran pada hari ini.

111

Jurnal Belajar

Pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa
mempersilahkan yang mendapat judul hati unruk berbicara dan Elvina dari XI IPA 4
menjelaskan definisi hati dan telaknya. Kemudian bu puspa bertanya dimana letak hati dan
Destin dari XI IPA 4 menjawab di kanan lambung bukan dibawah lambung sebelah kanan.
Kemudian dilanjutkan Rania dari XI IPA 4 menjelaskan keenam fungsi hati. Lalu Bu Puspa
membahas empedu. Dilanjutkan dengan Alya Rahimah dari XI IPA 4 menjelaskan proses pada
hati. Kemudian Bu Puspa menerima telepon beberapa menit dan akhirnya setelah selesai Bu
Puspa menyapaa Juan yang baru selesai tes untuk olimpiade. Stelah itu dilanjutkan Oriza dari XI
IPA 4 yang menjelaskan mengenai gangguan pada hati. Kemudian Bu Puspa juga membahas
tentang gangguan pada hati. Akhirnya pembelajaran diakhiri karena waktunya sudah habis.

Jurnal Belajar

Pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 tidak melaksanakan
pembelajaran online Biologi. Karena hari ini guru-guru sedang rapat, jadi Bu Puspa memberikan
tugas membuat analisis terhadap organ sistem eksresi yaitu ginjal, kulit dan hati manusia dan
dikumpulkan di google classroom.

112

Jurnal Belajar

Pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa
mempersilahkan Yuniar menjelaskan tentang kulit kemudian proses retinasi dijelaskan oleh alya
sakila dari xi ipa 4. Dilanjutkan fani dari XI IPA 4 menjelaskan struktur hati, Kemudian Ashos
dri XI IPA 5 menjelaskan struktur kulit. Kemudian Madinah dari XI IPA 5 menjelaskan
pertolongan pertama luka bakar. Kemudian Jason dari XI IPA 4 menjelaskan cara mendiagnosis
penyakit hati, kemudian dilanjutkan dengan Gabriel dari XI IPA 4 menjelaskan penyakit kulit
yaitu jerawat. Lalu Ghina dari XI IPA 5 menjelaskan tentang faktor yang mempengaruhi
kerusakan pada hati. Selanjutnya Khansa dari XI IPA 5 menjelaskan tentang pengobatan untuk
gangguan hati. Setelah itu Zinedine dari XI IPA 5 menjelaskan tentang struktut ligamen pada
hati. Kemudian Ivan dari XI IPA 5 menjelaskan tentang salah satu gangguan pada kulit yaitu
kapalan. Selanjutnya Rafi dari XI IPA 5 menjelaskan tentang proses pengeluaran keringat. Lalu
Modestine dari XI IPA 4 menjelaskan mengenai struktur hati yaitu lobulus, saluran empedu, dan
pembuluh darah. Kemudian Adhelia dari XI IPA 4 membahas tentang mengapa kulit menjadi
berkerut jika terkena air. Setelah itu saya menjelaskan tentang salah satu penyakit pada hati yaitu
sirosis. Lalu Juan dari XI IPA 4 menjelaskan tentang enzim pada hati. Dan yang terakhir Samuel
dari XI IPA 4 menjelaskan tentang berbagai gejala gangguan fungsi hati yang harus diwaspadai.
Akhirnya jam pelajaran Biologi pun berakhir dan Bu Puspa mengakhiri pertemuan pada hari ini.

113

8.2 TUGAS-TUGAS

Ginjal

Ginjal merupakan komponen utama penyusun sistem ekskresi manusia yaitu urin. Manusia
memiliki sepasang ginjal berukuran sekitar 10 cm. Letak ginjal di rongga perut sebelah kiri dan
kanan ruas-ruas tulang pinggang. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dari
dalam darah, mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengeskresikan gula darah yang
melebihi kadar normal dan mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.

Posisinya berada di kanan dan kiri tulang pinggang yaitu di dalam rongga perut pada dinding
tubuh bagian belakang. Bentuknya seperti biji kacang merah. Ginjal di sebelah kiri letaknya
lebih tinggi daripada di sebelah kanan. Keduanya berwarna merah, karena banyak darah yang
masuk ke dalamnya. Ginjal pun terdiri dari tiga lapisan. Bagian luar disebut kulit ginjal/korteks
renalis, di bawahnya medula renalis, dan di bagian dalam terdapat rongga ginjal/pelvis renalis
yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter. Selain
itu, ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta alat penyaring yang disebut dengan nefron.

Nefron merupakan penyusun utama ginjal yang berperan penting dalam proses penyaringan
darah. Bentuknya terdiri dari komponen penyaring/badan malpighi yang dilanjutkan oleh
saluran-saluran/tubulus. Tiap badan malpighi itu mengandung gulungan kapiler darah yaitu
glomerulus yang berada dalam kapsula bowman. Di sinilah, proses penyaringan darah dimulai.
Agar kamu tidak bingung, perhatikan kembali gambar di atas ya.

Badan malpighi kemudian melanjutkan salurannya ke medula renalis (bagian tengah ginjal) dan
korteks renalis. Saluran-saluran itu adalah:

• Tubulus proksimal

• Lengkung henle: saluran ginjal yang melengkung pada daerah medula, menghubungkan
tubulus proksimal dengan tubulus distal.

• Tubulus distal

• Tubulus kolektivus (pengumpul) yang terdapat pada medulla

Tipe-tipe nefron:

1) Nefron kortikal

yaitu nefron yang hanya berada di ujung medulla, dengan lengkung Henle yang pendek.

2) Nefron jukstamedula

yaitu nefron yang berlanjut sampai ke dalam medulla, dengan lengkung Henle yang panjang.

114

Tahap penghasilan urin
a. Tahap Filtrasi

Pembentukan urine dimulai dari darah mengalir melalui arteri aferen ginjal, masuk ke dalam
glomerulus yang tersusun atas kapiler-kapiler darah. Saat darah masuk ke glomerulus, tekanan
darah pun menjadi tinggi sehingga mendorong air dan zat-zat yang memiliki ukuran kecil akan
keluar melalui pori-pori kapiler, dan menghasilkan filtrat. Cairan hasil penyaringan tersebut
(filtrat), tersusun atas:
• Urobilin;
• Urea;
• Glukosa;
• Air;
• Asam amino;
• Ion-ion seperti natrium, kalium, kalsium, dan klor.
Filtrat selanjutnya disimpan sementara di dalam kapsula bowman dan disebut urine primer.
Tahapan pembentukan urine primer ini disebut tahap filtrasi. Sementara itu, darah dan protein
tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori-pori glomerulus.

115

b. Tahap Reabsorpsi

Urine primer yang terbentuk pada tahap filtrasi masuk ke tubulus proksimal. Di dalamnya terjadi
proses penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh (tahap reabsorpsi).
Glukosa, asam amino, ion kalium, dan zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh juga diangkut
ke dalam sel, kemudian ke dalam kapiler darah di dalam ginjal. Sedangkan urea hanya sedikit
yang diserap kembali.

Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi disebut urine sekunder yang mengandung air,
garam, urea (penimbul bau pada urine), dan urobilin (pemberi warna kuning pada urine). Urine
sekunder yang terbentuk dari proses reabsorpsi selanjutnya mengalir ke lengkung henle,
kemudian menuju tubulus distal. Selama mengalir dalam lengkung henle, air dalam urine
sekunder juga terus direabsorpsi.

c. Tahap Augmentasi

Pada bagian tubulus distal masih ada proses penyerapan air, ion natrium, klor, dan urea. Di
sinilah terjadi proses augmentasi, yaitu pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke
dalam urine sekunder. Ketika telah bercampur, inilah yang merupakan urine sesungguhnya.
Kemudian disalurkan ke pelvis renalis (rongga ginjal). Urine yang terbentuk selanjutnya keluar
dari ginjal melalui ureter, menuju kandung kemih yang merupakan tempat menyimpan urine
sementara.

Kandung kemih memiliki dinding yang elastis dan mampu meregang untuk dapat menampung
sekitar 0,5 L urine. Proses pengeluaran urine dari dalam kandung kemih disebabkan oleh adanya
tekanan akibat adanya sinyal yang menunjukkan bahwa kandung kemih sudah penuh. Kontraksi
otot perut dan otot-otot kandung kemih akan terjadi saat adanya sinyal penuh dalam kandung
kemih. Akibat kontraksi ini, urine dapat keluar dari tubuh melalui uretra.

Faktor yang mempengaruhi pembentukan urin:

1. Hormon anti-diuretik (ADH)

ADH dihasilkan kelenjar hipofisis yang mengatur jumlah cairan dan volume urin akhir pada t.k.
distal dan t. kolektivus dengan mengatur reabsorpsi dan permeabilitas tubulus.

2. Zat diuretik Konsumsi

Zat diuretik (misalnya teh) menghambat reabsorpsi air dan menyebabkan volume urin
bertambah.

3. Suhu

116

Ketika suhu panas, respirasi sel meningkat dan cairan tubuh keluar melalui keringat (dehidrasi),
sehingga volume urin berkurang. Ketika suhu lingkungan dingin, respirasi sel menurun dan
cairan tetap disimpan dalam tubuh (kelebihan air), sehingga volume urin bertambah.
4. Jumlah air atau cairan tubuh
Warna urin disebabkan oleh adanya urobilin, namun kepekatannya diatur volume urin

Hati
hati merupakan kelenjar terbesar letaknya yaitu di dalam rongga perut sebelah kanan tepatnya di
atas lambung dan di bawah diafragma.hati berfungsi sebagai alat ekskresi karena membantu
fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun hati Manusia sendiri
memiliki berat sekitar 1,5 sampai 2,0 kg terdiri atas dua lobus besar yang dibatasi oleh jaringan
ikat ligamen falsiformis yaitu lobus kanan dan kiri.
Kapsula hepatika yaitu jarijgan ikat padat yang membungkus hatiKapsula glison yaitu
percabangan dari kapsula hepatika yang memisahkan lobus yang terdiri atas sejumlah lobulus.
Hati memiliki beberapa fungsi salah satunya yaituu sebagai kelenjar, hati berfungsi untuk
menghasilkan
1. Empedu yang mengandung kolestrol, garam empedu, lesitin, serta pigmen bilirubin da
biliverdin yang berwarna hijau kebiruan.
2. trombopoietin yaitu hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah
3. albumin yang merupakan komponen plasma darah
4. angiotensinogen hormon yang akan diaktifkan oleh enzim renin ginjal
5. enzim arginase yang menghbah arginin menjadi ornitin dan urea
6. enzim glutamat oksaloasetat transferase, glutamat piruvat transferase dan laktat
dehidrogenase
fungsi hati yang lainnya yaitu
menyimpan glikogen lemak zat besi zat tembaga serta vitamin A D dan B12 mengaktifkan
vitamin D yang dilakukan bersama-sama dengan ginjal degradasi hormon insulin dan beberapa
hormon lainnya dan degradasi amonia menjadi urea

117

KULIT

Kulit merupakan area terluar yang ada di tubuh kita.
Kulit memiliki beberapa fungsi yaitu
1. Ekskresi ,yang berguna untuk mengeluarkan lemak dan keringat serta ion ion seperti na +
2. Perlindungan , yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari radiasi sinar matahari, iritasi
kimia,gangguan mekanik dan masih banyk lagi
3. Metabolisme , berguna untuk menyimpan energy cadangan. dan juga untuk menyintesis
vitamin D yang dibantu dengan sinar matahari
4. Sebagai komunikasi misalnya saat perubahan suhu , adanya sentuhan dan juga tekana.
Lalu kita beralih ke struktur kulit, kulit memiliki tiga lapisan
1. Yang pertama ada epidermis, epidermis merupakan bagian terluar dari kulit.
Epidermis yang sangat tebal berada pada telapak kaki dan telapak tangan Epidermis memiliki
lima lapisan
a) Stratum korneum, yang merupakan lapisan paling atas
b) Stratum lusidum, yaitu merupakan lapisan jernih dan transparan
c) Stratum granulosum, yang berguna dalam pembentukan keratin
d) Stratum spinosum, merupakan lapisan sel sel spina yang memiliki tonjolan penghubung
intraseluler
e) Streatum balasis(germinativum) yaitu lapisan sel sel yang melekat pada jaringan ikat dari
lapisan kulit dibawahnya

2. Setelah itu ada lapisan dermis , dermis dipisah kan dari dua lapisan yaitu lapisan papilar
dan lapisan retikuler
3. Lalu lapisan ketiga yaitu hiipodermis , hipodermis merupakan lapisan yang mengikat
kulit secara longgar dengan organ organ yang terdapat dibawahnya

118

Lalu kita beralih ke kelenjar pada kulit
a. Yang pertama ada Kelenjar keringat (suderifera), kelenjar ini terdapat di lapisan dermis
Kelenjar ini dapat dibedakan menjadi dua yitu ekrin dan apokrin.
-ekrin ,merupakan kelenjar keringat tubuler sederhana dan berpilin
-apokrin, merupakan kelenjar keringat yang besar dan bercabang

b. Lalu yang kedua ada kelenjar sebaseus, untuk mengeluarkan sebum yang biasanya
dialirkan ke folikel rambut.

Kulit sebagai pengantar panas (termoregulasi)
Panas tubuh dapat dihasilkan dari aktivitas metabolism dan pergerakan otot.
Namun kulit memiliki beberapa cara untuk mengeluarkan panas yaitu
1. Pemacaran , panas dilepas keudara
2. Pengaliranh (konveksi), mengalirkan udara udara yang telah panas lalu digantikan
dengan udara yang lebih dingin
3. Konduksi, panas dialihkan kebenda yang disentuh kulit
4. Penguapan,yaitu panas dikeluarkan bersama keringat lalu keringatnya menguap.
Control pengeluaran keringat
Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak. Jika darah yang melalui
hipotalamus melebihi batas normal (panas) rangsangan suhu tersebut diteruskan oleh saraf
simpatis ke kulit.
Sebaliknya jika darah yang melalui hipotalamus lebih rendah dari batas normal (dingin),pembulu
darah berkonstriksi (menyempit) yang mengurangi aliran darah ke permukaan kulit untuk
mempertahankan suhu tubuh dan kelenjar keringat menjadi tidak aktif dalam pembentukan
keringat.
Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu suhu lingkungan ,aktivitas tubuh ,
emosi dan kondisi pesikis.

119

BAB IX
SISTEM KOORDINASI

9.1 JURNAL BELAJAR

Jurnal Belajar

Pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa
memuji hasil ulangan harian bab eksresi kemarin. Dan kehadiran XI IPA 5 dan XI IPA 4. Setelah
itu Bu Puspa juga membahas tentang kakak kelas dan teman-teman yang sudah diterima di
Universitas pilihannya. Dan Bu Puspa juga menasehati untuk mulai mempersiapkan nanti mau
masuk kemana dan jangan sampai tiket sia-sia. Kemudian masuk ke bab baru yaitu sistem
kooordinasi yaitu saraf, hormon, dan indra. Bu Puspa bertanya pada Louis apa itu sistem
koordinasi, lalu Bu Puspa meminta salah satu anak untuk mengomentari jawaban Louis dan akan
diberi nilai 100. Lalu Engeline menjawab. Lalu Bu Puspa menjelaskan bahwa sistem koordinasi
adalah sistem untuk mengkoordinasi atau mengatur, atau memanage. Kemudian Rania
menjelaskan tentang neuron. Kemudian Bu Puspa meminta salah satu anak untuk menjelaskan
tentang akson dan Tezhar dari XI IPA 5 menjelaskan. Setelah itu Bu Puspa menjelaskan bagian-
bagian dari akson. Fungsinya adalah sensor, motor dan konektor. Karena waktu pelajaran sudah
habis maka Bu Puspa pun mengakhiri pertemuan pada hari ini.

120

Jurnal Belajar

Pada hari Jumat tanggal 16 April 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa
menyapa siswa-siswi karena sudah beberapa pertemuan tidak ada meet. Kemudian Bu Puspa
mengapresiasi siswa siswi yang sudah mengumpulkan tugas terutama XI IPA 5 yang sudah
semua mengumpulkan ketiga tugas. Kemudian Bu Puspa juga membahas Ruth dari XI IPA 4
yang sedang dalam proses pemulihan dari operasi karena masalah pada ototnya, lalu Adastra dari
XI IPA 4 yang salah tempat mengumpul dan Raisya dari XI IPA 4 yang belum mengumpulkan
sebagian tugasnya. Setelah itu Bu Puspa meminta Raisya untuk memberi pendapat mengenai
sistem saraf namun karena Raisya belum join ke dalam meet jadi kesempatan tersebut diambil
Aaliyah dari XI IPA 4 yang menjelaskan mengenai sistem saraf pusat. Selanjutnya Ghina dari XI
IPA 5 menjelaskan mengenai otak. Kemudian Rania dari XI IPA 4 menambahkan bagian-bagian
lainnya. Lanjut ke sumsum tulang belakang yang dijelaskan oleh Engeline dari XI IPA 4.
Kemudian langsung ke persamaan dan perbedaannya yang laki-laki diminta oleh Bu Puspa untuk
menjelaskan, dan dijelaskan oleh Tezhar dari XI IPA 5 yang menjelaskan persamaannya. Bu
Puspa lalu meminta satu siswa untuk menjelaskan ttg komposisi dan Aaliyah dari XI IPA 4
menjelaskan bahwa komposisinya sama tetapi letaknya berbeda. Bu Puspa lalu meminta 1 siswa
lagi untuk menjelaskan tentang alur instruksi dan Candyle XI IPA 4 menjelaskan kalau alurnya
sama tapi pengolah informasinya berbeda. Jam pelajaran pun habis setelah membahas 2 materi.
Engeline bertanya tentang Jurnal. Bu Puspa pun mengakhiri pertemuan hari ini.

121

9.1 TUGAS-TUGAS

SEL SARAF NEURON

Neuron merupakan unit fungsional system saraf.
•Badan sel, berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. Badan sel memiliki nukleus (inti)
di iengah dan nukleolus yang menonjol. Nukleus tidak memiliki ntriol dan tidak dapat bereplikasi.
Sitoplasma mengandung badan Nisd, berupa tumpukan retikulum endoplasma granuler dan ribosom yang
berfungsi untuk sintesis protein.
•Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek, barcabang-cabang, dan berfungsi untuk
menerima impuls (sinyal) dari sel lain untuk dikirimkan ke badan sel.
•Akson merupakan juluran sitoplasma atau cabang tunggal berbentuk silindris yang berasal dari badan
sel. Ujung akson bercabang-cabang seperti ranting, berfungsi mengirimkan impuls ke sel neuron lainnya.
Pada umumnya akson dibungkus oleh substansi lemakberwarna putih kekuningan yang disebut selubung
mielin.

Neuron tidak dapat membelah secara mitosis, tetapi serabutnya dapat beregenerasi jika badan selnya
masih utuh.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam :
•Neuron sensor (aferen), berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensor ke pusat saraf (otak atau
sumsum tulang belakang).

122

•Neuron motor (eferen), berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke organ motor (otot) atau
kelenjar.
•Neuron konektor (interneuron), berfungsi menghubungkan neuron yang satu dengan neuron lainnya.
Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma), neuron dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
•Neuron multipolar, memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih. Contohnya, neuron motor yang
terdapat di otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang).
•Neuron bipolar, memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson. Contohnya, neuron pada organ indra
seperti mata, hidung, dan telinga.
•Neuron unipolar (pseudounipolar), merupakan neuron bipolar yag tampak hanya memiliki sacu juluran
dari badan sel karena akson dan dendritnya berfusi. Contohnya, neuron pada embrio dan fotoreseptor
mata.

SISTEM SYARAF PUSAT

Sistem saraf pusat meliputi otak (serebral) dan sumsum culang belakang (medula spinalis). Otak
dilindungi olch tulang tengkorak, sedangkan medula spinalis dilindungi olch ruas-ruas rulang belakang
pelindung dari jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges terdiri atas riga lapisan, yaitu
1.Pia mater ,adalah lapisan terdalam yang halus dan tipis
2.Araknoid adalah lapisan tengah, mengandung sedikin pembuluh darah.
3.Dura mater adalah lapisan terluar, tebal dan kuat, serta terdin atas dua lapisan.
•Substansi abu-abu mengandung n sel neuront, serabut bermielin dan tidak berastrosit protoplasma,
oigodendrosit, dan mikroglia.
•stansi putih membentuk bagian dalam otak dan medula spinalis. Substansi putih didominas rabut
bermielin maupun tidak bermielin, mengand oligodendrosit, astrosic fbrosa dan mikroglia.

123

A. Otak

Otak merupakan organ terpenting dari tubuh manusia yang tersusun oleh jutaan sel saraf.

Bagian – bagian otak :
(1) Serebrum (otak besar), mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak.
• Area motor primer, mengendalikan kemampuan bicara.
• Area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area auditori, area alfaktori dan area pengecap.
• Area asosiasi meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik) area somatik (pusat interpretasi) area
visual dan area wernicke. Nucleus basal, merupakan pusat untuk koordinasi motor.
(2) Diensefalon, terletak di antara serebrum dan otak tengah, tersembunyi dibalik hemisfer serebral.
•Talamus, berfungsi dalam sistem kesadaran dan control motor.
•Hipotalamus berfungsi mengendalikan aktivitas sistem saraf otonom atau tak sadar dan sebagai pusat
pengaturan emosi .
•Epitalamus berperan dalam dorongan emosi.
(3) Sistem limbik (rinensefalon), berfungsi dalam pengaturan emosi (tertawa,
marah, takut, menangis, dan tersipu), mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku Sosioseksual,
motivasi dan belajar.

124

(4) Mesensefalon berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta meneruskan informasi
penglihatan dan pendengaran

A.Medula Spinalis (sumsum tulang belakang)

Medula spinalis berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batang otak medula oblongata hingga
ruas ke-2 tulang pinggang

a). Struktur bagian dalam substansi abu-abu
•Tanduk abu-abu posterior (dorsal) batang vertikal atas mengandung
badan sel yang menerima impuls melalui saraf spinal dari neuron sensor.
•Tanduk abu-abu anterior (ventral) batang vertikal bawah
mengandung neuron motor yang aksonnya mengirimkan impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar.
•Tanduk lateral substansi abu-abu, bagian antara tanduk posterior dan anterior mengandung badan sel
neuron sistem saraf otonom (SSO).
• Komisura abu-abu menghubungkan substansi abu-abu Sisi kiri dankanan medula spinalis.

b). Struktur bagian luar substansi putih
•Traktus sensor (asenden) berperan dalam penyampaian informasi dari tubuh ke otak (sentuhan suhu nyeri
posisi tubuh).

125

•Traktus motor (desenden) berperan membawa impuls motor dari otak
•ke medula spinalis dan dari saraf spinal menuju ke tubuh
Sistem Saraf Tepi (SST)
meliputi saraf kranial yang berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari medula spinalis.

 Saraf Kranial

Terdiri atas 12 pasang saraf.
 Saraf Spinal

126

Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen – segmen medula spinalis dan diberi nama sesuai
nama ruas tulang belakang.setiap saraf terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral (anterior).

127

BAB X
SISTEM REPRODUKSI

10.1 JURNAL BELAJAR

JURNAL BELAJAR

Pada hari Rabu tanggal 5 Mei 2021 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengikuti google meet. Pertama-tama
Bu Puspa membahas mengenai ulangan harian kemarin dan kendala dimana beberapa siswa nilainya tidak
masuk maka kemungkinan akan dilaksanakan ulangan ulangan. Kemudian Bu Puspa juga mengarahkan
siswa-siswi untuk mengeprint portofolio-portofolio selama 1 tahun ini lalu ditambahkan 2 halaman
refleksi. Setelah itu juga nanti di buat menjadi e-book dan di kumpul juga ke ruang guru di sekolah. Bu
Puspa juga menghimbau para siswa siswi untuk mengikuti Gerakan Sekolah Menulis Buku yang Bu
Puspa share di grup kelas karna menurut Bu Puspa ini merupakan suatu kesempatan yang luar biasa.
Kemudian lanjut masuk ke reproduksi. Bu Puspa meminta salah satu siswa untuk membantu sharescreen
materinya. Pertama-tama Bu Puspa juga membahas tentang sistem reproduksi pada laki-laki. Lalu Bu
Puspa bertanya pada anak laki-laki apakah urine dan sperma bisa keluar secara bersamaan. Dijawab oleh
Sakhi dari XI IPA 5 bahwa tidak bisa karena berbeda. Lanjut ke organ reproduksi wanita. Fertilisasi
terjadi di tuba falopi. Lalu nanti akan menempel di dinding rahim. Sejak itulah seorang perempuan
dinyatakan hamil. Sperma hanya hidup 1x24 jam. Jika jatuh dari dinding rahim maka dinyatakan
keguguran. Vagina hanya muara dan yang panjang adalah serviks. Kanker serviks disebabkan oleh
kebersihan penis, penggunaan pembalut, kebersihan cd, dan sebagainya. Kemudian Bu Puspa
menjelaskan kalau pada perempuan ada 3 lubang. Namun karena jam pelajaran sudah habis maka
pembelajaran pada hari ini pun Bu Puspa akhiri.

10.2 TUGAS-TUGAS

128

BAB XI
SISTEM PERTAHANAN TUBUH

11.1 JURNAL BELAJAR

-

11.2 TUGAS-TUGAS

RANGKUMAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH

Hari ini pada Jumat tanggal 7 mei 2021 akan membahas sistem pertahanan tubuh atau imunitas. Pada
pertemuan ini Bu Puspa memberi kesempatan terakhir memperoleh nilai dengan perindividu berbicara.
1.Aaliyah : Sistem imunitas adalah menghancurkan, menetralkan, zat-zat abnormal yang membahayakan
tubuh.
2.Albert : Fungsi sistem pertahanan tubuh yaitu mempertahankan tubuh dari patogen invasif, misalnya
virus dan bakteri, melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal, menyingkirkan sel sel
yg sudah rusak akibat suatu penyakit atau cedera, dan mengenali dan menghancurkan sel abnormal seperti
kanker.
3.Adastra : Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan seperti kulit, air mata, mukus (cairan lengket
dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa), dan air ludah. Mereka berfungsi untuk
mencegah laku peradangan setelah terjadi luka atau infeksi.
4.Aldinan : Mekanisme pertahanan tubuh, pertahanan nonspesifik alamiah.
5.Afif : Pertahanan non spesifik dibagi menjadi 4.
6.Al‟dian : Pertahanan fisik kimia dan mekanis terhadap agen Infeksi yaitu Kulit yang sehat dan utuh,
Membran mukosa, Cairan tubuh yang mengandung zat kimia antimikroba, pembilasan oleh air mata,
saliva, dan urine.
7.Alfonsus : Definisi imunitas atau kekebalan yaitu kemampuan tubuh untuk menahan atau
menghilangkakan benda asing serta sel-sel abnormal.
8.Alya Herlisni : Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang disebabkan oleh
terbakar, toksin, produk bakteri, gigitan serangga, atau pukulan keras.

129

9.Alya Rahimah : Zat antimikroba nonspesifik

10.Andi Ailman : Komponen respon imunitas spesifik terbagi menjadi dua yaitu antigen dan antibodi

11. Alya Sakila : fiksasi komplemen yaitu aktivisasi sistem komplemen.

12.Ashaz : Hipersensitivitas adalah reaksi berlebih karena terlalu sensitifnya respon imun.

13.Aurelia : Interaksi antibodi dan antigen yang pertama ada friksasi komplemen, kemudian netralisasi,
aglutinasi, dan presipitasi.

14.Boeih: Jenis imunitas atau kekebalan tubuh dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu imunitas aktif
yang terdiri imunitas aktif alami dan imunitas aktif buatan.

15.Brandon : Pertahanan spesifik adaptif dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu imunitas yang
diperantarai oleh antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel.

16.Cantika : Sel-sel yang terlibat dalam respon imunitas ada sel B, sel T, makrofag, dan sel pembunuh
alami.

17.Candyle : Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress, usia,
hormon, olahraga, tidur, nutrisi, pajanan zat berbahaya, racun tubuh, dam penggunaan obat-obatan

18.Deswita : mekanisme respon imunitas yg diperantarai sel yaitu ekstraseluler dan intraseluler.

19.Dwi : tanda-tanda lokal respon inflamasi adalah kemerehan, panas, pembengkakan, nyeri, atau
kehilangan fungsi.

20.Dicky : Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag terdiri dari antigen, makrofag, MHC
kelas II dan Sel T.

21.Elvina : Di fagositosis terdapat makrofag yang dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan
ikat, makrofag dan prekusornya, dan sistem fagosit mononukleus.

22.Dina : Imunitas dibagi menjadi imunitas aktif yaitu tubuh memproduksi antibodi akibat kontak
langsung dengan patogen, imunitas pasif yaitu didapat melalui tranfsfer antibodi , imunitas pasif buatan
yaitu infeksi antibodi dari individu atau hewan lain.

23.Engeline : Gangguan sistem pertahanan tubuh yang pertama yaitu hipersensitivitas, penyakit autoimun,
dan imunodesifiensi.

24.Faisal : Fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekusornya, dan sistem fagosit mononukleus.

25.Fajar : Pertahanan tubuh nonspesifik terbagi menjadi dua yaitu pertahanan nonspesifik eksternal dan
pertahanan nonspesifik internal.

130

26.Fani : Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan ada genetik, fisiologis, usi, hormon, olahraga,
tidur, dan nutrisi.

27.Farren : Gangguan sistem kekebalan tubuh yang pertama alergi, autoimun, dan AIDS.

28.Gabriel : Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit yang terdiri 2 macam yaitu limfosit T dan
limfosit B.

29.Ghina : Sel T efektor ada 3 jenis yaitu sel T sitotostik, kedua sel T penolong, dan sel T supresor.

30.Gita : Mekanisme respon imunitas humoral yang pertama antigen masuk ketubuh dibawa ke limfosit
B, aktivasi limfosit B, menghasilkan tiruan sel B berdiferensiasi, sel plasma sekresi antibodi dan akhirnya
dibawa ke lokasi infeksi.

31.Ivan : Sel pembunuh alami sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang bersifat sitotoksik sel ini tidak
perlu berinteraksi dengan antigen atau limfosit untuk menghancurkan sel tertentu. Sel ini berfungsi untuk
menghancurkan sel-sel kanker pada lokasi primer, virus, jamur, dan parasit lainnya.

32.Juan : Hipersensitivitas atau alergi adaldh peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen
yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya. Pada umumnya terjadi pada beberapa orang saja dan
tidak terlalu membahayakan tubuh.

33.Je Ivan : Penyakit autoimunitas adalah kegagalan sistem imunitas untukk membedakan sel tubuh
dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri. Contohnya artrisis rematoid,
penyakit Grave, anemia pernisiosa, penyakit Addison, SLE,deiabetes mellitus tergantung insulin, dan MS.

34.Louis : Imunodefisiensi adalah kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan
sistem imunitas untuk merespon antigencontohnya adalah defisiensi imun kongenital dan AIDS.

35.Khansa : Sindrom Stevens Johnson penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya dan dapat
mengakibatkan kematian.

36.Marcell : Jenis imunisasi polio dapat mencegah poliomelitis atau kelumpuhan.

37.Madinah : Program dan jenis imunisasi BCG mencegah TBC, Imunisasi hepatitis B mencegah infeksi
organ hati, dan Imunisasi polio mencegah poliomeningitis atau kelumpuhan.

38.Modestin : Tujuan akhir dari inflamasi adalah membawa fagosit dan protein plasma ke jaringan yang
terinfeksi untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen penyerang, membersihkan debris,
serta mempersiapkan penyembuhan dan perbaikan jaringan.

39.M. Andri : Antibodi merupakan protein plasma yang disebut imunoglobulin yang terdiri dair 5 kelas
yaitu igA berfungsi melawan mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh, kedua igD berfungsi memicu
respons imunitas, igE menyebabkan pelepasan histamin, IgG berjumlah paling banyak sebesar 80% dan
IgM merupakan antibodi yang pertama tiba dilokasi infeksi.

40.Salman : Antigen adalah zat yang merangsang respon imunitas terutama dalam menghasilkan
antibodi.terdiri atas 2 bagian yaitu Determinan antigen atau epitop dan Hapten.

131

41.Fawwaz : Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah tidur yang jika kita
kekurangan tidur maka akan menyebabkan perubahan pada jaringan sitokin yang dapat menurunkan
imunitas seluler yang mengakibatkan melemahnya kekebalan tubuh.

42.Oasis : Imunisasi DPT adalah imunasis untuk mencegah 3 penyakit yaitu Difteri, Pertusis (batuk
rejan), dan Tetanus yang diberikan pada usia balita sekitar 6 minggu sampai 4-6 bulan.

43.Rafi : Salah satu contoh imunodefisiensi adalah defisiensi imun kongenital yaitu keadaan tidak
mmeiliki sel T dan sel B sejak lahir maka penderita harus hidup dalam lingkungan yang steril.

44.Oriza : Jenis-jenis kekebalan tubuh ada 2 yaitu kekebalan aktif dan pasif. Kekebalan aktif dihasilkan
tubuh sendiri dan kekebalan pasif diperoleh dari luar.

45.Rafli : Magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh selain itu juga menjaga otot
normal dan fungsi saraf, menjaga irama jantung, menjaga tulang yang kuat, dan lain-lain.

46.Zinedine : Respon kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan antibodi
dalam plasma darah dan limfa

47.Raisya : Imunodefisiensi adalah kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau
ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigencontohnya adalah defisiensi imun kongenital
dan AIDS.

48.Nadia : Vaksin adalah patogen yang dilemahkan atau toksin yang telah diubah.

49.Rania : Imunisasi PCV berfungsi untuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah, dan
radang paru-paru.

50.Nanda : Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah nutrisi. Seperti vitamin
dan mineral yg diperlukan dlm pengaturan sistem imunitas. DHA dan asam arakidonat mempengaruhi
maturasi sel T. Protein diperlukan dlm pembentukan imunoglobulin dan komplemen namun kadar
kolestrol yang tinggi dapat memperlambat proses penghancuran bakteri oleh makrofag.

51.Naura: Pencegahan terbaik untuk Sindrom Stevens Johnson adalah tidak mengkonsumsi obat-obatan
sembarangan dan mmeberitahu dokter apabila memiliki alergi terhadap suatu jenis obat, makanan, atau
bahan-bahan kimia tertentu

52.Ruth : salah satu program imunisasi yaitu Hepatitis A untuk mencegah penyakit hepatitis A yaitu
peradangan organ hati yg disebabkan infeksi virus hepatitis A.

53.Patricia : Program dan jenis imunisasi yang pertama ada campak untuk mencegah penyakit campak,
kedua tifoid untuk mencegah penyakit tipes dan varisela untuk mencegah penyakit cacar.

54.Samuel : Patogen dapat berevolusi secara cepat dan mudah beradaptasi agar terhindar dari identifikasi
dan penghancuran oleh sistem imun tapi mekanisme pertahanan tubuh juga berevolusi untuk mengenali
dan menetralkan patogen tersebut.

55.Raina : Contoh-contoh alergen antara lain adalah spora karang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran
serangga, karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan seperti telur, susu, kacang, udang, dan kerang.

132

56.Raisha : Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah pajanan zat berbahaya
seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, minuman beralkohol, dan bahan pembersih kimia yang dapat
menurunkan imunitas.
57.Skylenn : Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas salah
satunya adalah Makrofag, Makrofag adalah sel fagosit besar dalam jaringan, yang berasal dari
perkembangan sel darah putih, dan berfungsi untuk menelan antigen atau bakteri untuk dihancurkan
secara enzimatik.
58.Sakhi : Presipitasi atau pengendapan adalah pengikatan silang molekul-molekul antigen yang terlarut
dalam cairan tubuh.
59.Jason : Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan sayur, berolahraga,
istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress.
60.Thezar : Pada beberapa kasus stevens johnson disebabkan beberapa jenis obat-obatan antara lain
penisilin, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin,metamizol, antalgin, parasetamol, klorpromazin,
karbamapezin, dan turunan dari obat-obatan tersebut.
61. Wahyu : Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai
polipeptida yang identik dimana terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada
molekul antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai huruf Y.
62. Yuniar : Hormon bergantung pada jenis kelamin wanita
memproduksi hormon estrogen yang meningkatkan sintesis igG dan igA sehingga menjadi lebih kebal
terhadap infeksi daripada pria.

133

REFLEKSI
Semenjak adanya pandemi karena virus COVID-19 ini sekolah dan berbagai tempat umum pun
ditutup. Kegiatan belajar-mengajar tetap dijalankan dengan istilah online school dimana guru dan siswa
melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara virtual melalui media internet seperti google meet, google
classroom, WhatsApp, dan sebagainya. Begitu pun dengan pembelajaran mata pelajaran biologi. Namun
menurut saya sistem Bu Puspa mengajar pelajaran biologi sangat berbeda dari guru dan mata pelajaran
lain yaitu dimana siswa siswi diwajibkan untuk menulis jurnal dari setiap pertemuan virtual pelajaran
Biologi. Kemudian setiap bab Bu Puspa memberikan tugas berupa portofolio ataupun analisis,
pengamatan, dan sebagainya.
Bagi saya sistem yang diterapkan oleh Bu Puspa ini sangat efektif. Awalnya saya merasa terbebani
dengan adanya tugas membuat Jurnal ini, namun lama-kelamaan saya sadar bahwa adanya dengan
diwajibkan membuat jurnal belajar ini saya pun menjadi merasa lebih bertanggungjawab dengan tugas
yang diberikan. Seperti memperhatikan yang Bu Puspa dan teman-teman jelaskan selama kegiatan
pembelajaran. Begitu pula dengan tugas portofolio. Saya mendapati diri saya tidak menunda-nunda
mengerjakan tugas agar tidak menumpuk. Saya meraja lebih disiplin dengan tugas saya. Walaupun hasil
jurnal belajar dan tugas-tugas saya jauh dari sempurna namun saya selalu berusaha semaksimal mungkin
dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh Bu Puspa.
Banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama menulis jurnal belajar maupun mengerjakan tugas-
tugas yang diberikan Bu Puspa. Diantaranya adalah membiasakan diri mengingat sebuah kegiatan dengan
mencatat atau menulisnya. Kemudian juga untuk lebih memperhatikan pembelajaran agar dapat
memahami materi. Selain itu juga untuk mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan
menyelesaikannya tepat waktu agar tidak tertumpuk dan menjadikan beban yang padahal tidak akan
terasa bila langsung dikerjakan.

134


Click to View FlipBook Version