E-book PWPB
PEMROGRAMAN ADROID STUDIO DENGAN BAHASA KOTLIN
OLEH
SUWARNO ARIESKA, S.Pd
Pengertian android :
Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang
mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. (Nazruddin Safaat H, 2012:1)
Menurut Akhmad Dharma Kasman (2016:2), “Android adalah sebuah sistem
operasi telepon seluler dan komputer tablet layar sentuh (touchscreen) yang
berbasis linux.”
Sejarah android
• Pada awalnya, Android Inc. merupakan sebuah perusahaan software
kecil yang didirikan pada bulan Oktober 2003 di Palo Alto, California,
USA. Didirikan oleh beberapa senior di beberapa perusahaan yang
berbasis IT & Communication; Andy, Rubin, Rich Miner, Nick Sears dan
Chris White. Menurut Rubin, Android Inc. didirikan untuk mewujudkan
mobile device yang lebih peka terhadap lokasi dan preferensi pemilik.
Dengan kata lain, Android Inc. ingin mewujudkan mobile device yang
lebih mengerti pemiliknya.
• Konsep yang dimiliki Android Inc. ternyata menggugah minat Google
untuk memilikinya. Pada bulan Agustus 2005, akhirnya Android Inc. di
akuisisi oleh Google Inc. seluruh sahamnya dibeli oleh Google
Perkembangan versi OS android
• Keunikan dari nama sistem operasi (OS) android adalah dengan menggunakan
nama makanan hidangan penutup (dessert). Selain itu juga nama- nama OS
android memiliki huruf awal berurutan sesuai abjad
Pengertian android studio
Android Studio adalah Integrated Development Environment (IDE)
resmi untuk pengembangan aplikasi Android, yang didasarkan pada
IntelliJ IDEA
Fitur yang ditawarkan oleh android studio
1.Sistem build berbasis Gradle yang fleksibel
2.Emulator yang cepat dan kaya fitur
3.Lingkungan terpadu tempat Anda bisa mengembangkan aplikasi untuk semua perangkat
Android
4.Terapkan Perubahan untuk melakukan push pada perubahan kode dan resource ke aplikasi
yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi
5.Template kode dan integrasi GitHub untuk membantu Anda membuat fitur aplikasi umum
dan mengimpor kode sampel
6.Framework dan alat pengujian yang lengkap
7.Alat lint untuk merekam performa, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah lainnya
8.Dukungan C++ dan NDK
9.Dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, yang memudahkan integrasi Google
Cloud Messaging dan App Engine
Struktur proyek android studio
Gambar 1. File project dalam tampilan Setiap project di Android Studio berisi satu atau beberapa modul dengan
Android
file kode sumber dan file resource. Jenis modul meliputi:
1. Modul aplikasi Android
2. Modul library
3. Modul Google App Engine
• Secara default, Android Studio menampilkan file project Anda dalam
tampilan project Android, seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.
Tampilan ini disusun menurut modul untuk memberikan akses cepat ke file
sumber utama project Anda. Semua file build terlihat di tingkat teratas di
bagian Gradle Script dan setiap modul aplikasi berisi folder berikut:
1. manifes: Berisi file AndroidManifest.xml.
2. java: Berisi file kode sumber Java, termasuk kode pengujian JUnit.
3. res: Berisi semua resource non-kode, seperti tata letak XML, string UI, dan
gambar bitmap.
Jendela utama android studio
Gambar 2. Jendela utama Android Studio. 1. Toolbar memungkinkan Anda melakukan berbagai tindakan, termasuk
menjalankan aplikasi dan meluncurkan alat Android.
2. Menu navigasi membantu Anda menjelajah project dan membuka file untuk
diedit. Menu ini memberikan tampilan struktur yang lebih ringkas yang terlihat
di jendela Project.
3. Jendela editor adalah tempat Anda membuat dan memodifikasi kode.
Bergantung pada jenis file yang ada, editor ini dapat berubah. Misalnya, saat
menampilkan file tata letak, editor akan menampilkan Layout Editor.
4. Panel jendela fitur berada di sisi luar jendela IDE dan berisi tombol-tombol
yang memungkinkan Anda memperluas atau menciutkan setiap jendela fitur.
5. Jendela fitur memberi Anda akses ke tugas tertentu seperti pengelolaan
project, penelusuran, kontrol versi, dan lainnya. Anda dapat memperluas dan
menciutkan jendela ini.
6. Status bar menampilkan status project Anda dan IDE itu sendiri, serta semua
peringatan atau pesan.
Android SDK (Softwere Development Kit)
• Nazruddin Safaat H (2012) mengemukakan bahwa “Android SDK adalah tools
API (Application Programming Interface) yang diperlukan untuk mulai
mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa
pemrograman Java.”
• Android memberi kesempatan untuk membuat aplikasi yang dibutuhkan, namun
bukan merupakan aplikasi bawaan handphone/smartphone. Android SDK terdiri
dari debugger, libraries, handset emulator, dokumentasi, contoh kode, dan
tutorial
Bahasa Pemrograman Kotlin
• Kotlin merupakan Bahasa pemrograman
open source yang mudah dipelajari oleh
siapapun. Ini bisa dilakukan berkat kejeniusan
para developer yang dipimpin langsung oleh
Andrey Breslev. Selain mudah dipelajari, kotlin
memungkinkan kita untuk membuat program
antar platform yang tentunya ini dapat
mengurangi biaya dalam pembuatan program
itu sendiri.
Gambar 3. Andrey Bresley
Kelebihan kotlin
1. Compatibility
• Kotlin sepenuhnya kompatibel dengan JDK 6. Ini memastikan bahwa aplikasi yang dibangun dengan kotlin
dapat berjalan pada perangkat android yang lebih lama tanpa ada masalah . android studio pun mendukung
penuh pengembangan dengan Bahasa kotlin.
2. Performance
• Dengan struktur bytecode yang sama dengan java, aplikasi yang dibangun dengan kotlin dapat berjalan
setara dengan aplikasi yang dibangun dengan java. Terdapat juga fitur seperti inline function pada kotlin yang
membuat kode yang dituliskan dengan lambda bisa berjalan lebih cepat dibandingkan kode yang sama dan
dituliskan dengan java.
3. Interoperability
• Semua library android yang tersedia, dapat digunakan pada kotlin.
4. Compilation time
• Kotlin mendukung kompilasi incremental yang efisien. Oleh karena itu, proses build biasanya sama atau lebih
cepat dibandingkan dengan java.
5. Safe
• Salah satu karakteristik kotlin yang sangat berguna dimana anda bisa meminimalisir kesalahan
NullPointerException.
Dasar –dasar alur kerja developer
a. Siapkan ruang kerja Anda
Anda mungkin sudah menyelesaikan tahap ini: Instal Android
Studio dan buat project.
b. Tulis aplikasi Anda
Sekarang Anda dapat mulai bekerja. Android Studio menyertakan
berbagai fitur dan kecerdasan untuk membantu Anda bekerja lebih
cepat, menulis kode yang berkualitas, mendesain UI, dan
membuat resource untuk berbagai jenis perangkat.
c. Buat dan jalankan
Selama tahap ini, Anda membuat project menjadi paket APK yang
dapat di-debug yang dapat Anda instal dan jalankan pada emulator
atau perangkat yang menjalankan Android.
Gambar 4. Alur kerja developer
d. Debug, profilkan, dan uji
Ini adalah tahap iteratif di mana Anda terus menulis aplikasi dengan fokus pada
menghilangkan bug dan mengoptimalkan performa aplikasi. Oleh karena itu,
membuat pengujian akan membantu Anda dalam hal ini.
e. Publikasikan
Setelah Anda siap merilis aplikasi kepada pengguna, ada beberapa hal lagi yang
perlu dipertimbangkan, seperti membuat versi aplikasi dan menandainya dengan
kunci
Tugas 1.
Kerjakan tugas 1 pada link di bawah ini :
Tutorial Install
android studio
OLEH
SUWARNO ARIESKA, S.Pd
Langkah dalam menginstall android studio
Dalam menginstall android studio menggunakan dua Langkah utama , yaitu
1. Setup Android Studio
2. Install SDK Android Studio
1. Setup Android Studio
Berikut ini adalah langkah pertama cara Install Android Studio :
a. Download Android Studio
Sebelum melakukan instalasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunduh file Android Studio
terbaru melalui link dibawah ini :
https://developer.android.com/studio?hl=id
Gambar 5. Gambar desktop android studio
b. Install Android Studio
Setelah selesai download file Android Studio, buka file tersebut dan ikuti instruksi
instalasi di bawah ini:
Pertama, akan muncul halaman seperti pada gambar di bawah ini. Klik Next untuk
melanjutkan ke proses instalasi.
Gambar 6. Welcome to android Studio
c. Pilih Komponen Tambahan
Kemudian pilih komponen tambahan untuk install Android Studio. AVD (Android
Virtual Device) ini fungsinya adalah untuk mengkonfigurasi perangkat yang
dijalankan dengan emulator Android. Sesuaikan komponen tambahan yang dipilih
seperti pada gambar di bawah ini. Jika sudah klik Next untuk melanjutkan instalasi.
Gambar 7. Choose component
d.Tentukan Lokasi Instalasi
Selanjutnya, pilih lokasi untuk install Android Studio pada komputer Anda. Pada
tutorial ini kami menginstall di lokasi C:\Program Files\Android\Android Studio.
Setelah menentukan lokasi instalasi Android Studio, klik Next untuk melanjutkan.
Gambar 8. Configuration setting
e.Tentukan Nama Aplikasi Android Studio
Sebenarnya Anda bebas mengganti nama aplikasi Android Studio yang akan
ditampilkan pada Start Menu. Akan tetapi, demi kemudahan saat mencari aplikasi ini,
sebaiknya gunakan nama Android Studio saja. Klik Install untuk melanjutkan proses.
Gambar 9. Start Menu folder options
f. Mulai Proses Instalasi
Setelah menentukan nama aplikasi Android Studio, Anda bisa memulai proses
instalasi Android Studio. Gambar di bawah ini adalah proses instalasi Android
Studio, tunggu hingga proses Selesai.
Gambar 10. Proses Instalasi
Setelah instalasi telah selesai , maka layar seperti dibawah akan muncul,
klik tombol ‘next’.
Gambar 11. Instalasi selesai
Setelah itu masuk kehalaman finish. Centang start android studio jika
kalian ingin memulai membuka android studio untuk pertama kali -
klik tombol finish.
Gambar 12. Compile setup
Pertama kali android studio diluncurkan setelah diinstall, dialog akan muncul
menyediakan opsi untuk mengimpor pengaturan dari versi android studio sebelumnya.
Jika memiliki pengaturan dari versi sebelumnya dan ingin mengimport mereka ke
dalam instalasi terbaru, pilih opsi yang sesuai dan lokasi. Atau menunjukan bahwa
tidak perlu mengimpor pengaturan sebelumnya.
Gambar 13. First Run
Jika baru pertama kali menginstall android studio sebelumnya. Pilih “I do not have a
previous version of android studio or I do not want to import my setting” dan klik
tombol ok untuk melanjutkan
Gambar 14. Android studio splash screen
Selanjutnya akan diarahkan kehalaman berikutnya untuk mendownload
dan menginstall komponen android SDK Tools. Pastikan computer
terhubung dengan internet. Tunggulah proses download dan menginstall
android SDK Tools hingga selesai.
2. Install SDK Android Studio
SDK adalah seperangkat alat dan program perangkat lunak yang digunakan oleh pengembang untuk
membuat aplikasi untuk platform tertentu.
Sebelum menginstall SDK Android Studio, pastikan perangkat Anda terhubung ke internet. Sebab akan
ada proses download untuk komponen-komponen SDK Android Studio. Berikut ini panduan install
SDK Android Studio.
a. Install SDK Android Studio
Sebelumnya, Anda telah berhasil menginstall Android Studio. Buka aplikasi tersebut dan ikuti instruksi
instalasi SDK di bawah ini:
Pertama akan muncul halaman seperti pada gambar di bawah ini. Klik Next untuk melanjutkan ke proses
instalasi.
Gambar 15. Welcome to SDK android studio
Gambar 16. Pilih tipe SDK android studio b. Pilih Tipe Instalasi
Selanjutnya, pilih tipe instalasi. Anda akan
diberikan dua pilihan, yaitu:
1. Standard: Untuk pilihan standard, Anda akan
mendapatkan default pengaturan dan instalasi
tambahan dari Android Studio.
2.
Custom: Untuk pilihan custom, Anda bisa
memilih pengaturan dan komponen tambahan
yang Anda perlukan saja.
Pada tutorial ini kami akan memilih Custom agar
aplikasi tambahan yang tidak diinginkan tidak
terinstall. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.
c. Pilih Tampilan Android Studio
Kemudian, pilih tema untuk tampilan di
dashboard Android Studio. Ada dua
pilihan pada tema Android Studio, yaitu:
1. Darcula : Bertema warna Dark (Hitam)
2. Light : Bertema warna Light (Putih)
Di tutorial ini kami memilih tema Darcula.
Lalu klik Next untuk melanjutkan.
Gambar 17. Tema tampilan daskboard SDK
android studio.
d. Pilih Komponen SDK Tambahan
Langkah pemilihan komponen SDK ini hanya
akan muncul kalau Anda memilih tipe
instalasi Custom. Jika memilih tipe
instalasi Standard, Anda tidak akan mendapatkan
pilihan komponen SDK karena semua komponen
sudah dipilihkan secara default dari Android
Studio.
Sesuaikan komponen tambahan yang dipilih
seperti pada gambar di bawah ini. Kemudian
klik Next untuk melanjutkan instalasi.
Gambar 18. Komponen SDK android studio
e. Tentukan RAM untuk Emulator
Selanjutnya, tentukan RAM. Sebaiknya gunakan
RAM minimal 4GB agar tidak memperlambat
proses running Emulator ketika menjalankan
aplikasi yang telah Anda buat. Klik Next untuk
melanjutkan instalasi.
Gambar 19. Setting kapasitas RAM emulator
f. Review Pengaturan Instalasi
Kemudian, Anda akan diberikan informasi
mengenai komponen tambahan SDK beserta
ukuran filenya. Klik Finish untuk memulai proses
download komponen-komponen tersebut.
Gambar 20. Download review SDK komponen
g. Proses Download dan Install SDK Android
Studio
Setelah proses download komponen SDK
dimulai, Anda hanya perlu menunggunya sampai
selesai mengunduh.
Proses download dan instalasi file komponen
SDK cukup lama karena ukuran filenya yang
cukup besar. Oleh karena itu, pastikan koneksi
internet Anda stabil agar tidak terjadi error saat
proses instalasi berlangsung.
Gambar 21. Proses download komponen
SDK android studio
Setelah proses download dan install selesai, akan
muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.
Gambar 22. Welcome to android studio
Untuk tutorial menginstall android studio secara lengkap bisa dilihat di link di bawah ini :
https://www.youtube.com/watch?v=72jAtASQ-Ug
MEMBUAT APLIKASI
SEDERHANA
PRAKTEK PENGENALAN JENIS-JENIS LAYOUT
OLEH
SUWARNO ARIESKA, S.Pd
Sebelum praktek langsung membuat 1 aplikasi sebagaimana yang ada pada modul
ini, maka wajib terlebih dahulu belajar tentang jenis-jenis layout serta fungsi dan
cara penggunaannya, sebab layout berfungsi untuk menentukan struktur antarmuka
pengguna di aplikasi, seperti didalam aktivitas. Semua elemen pada layout dibuat
menggunakan hierarki objek View dan ViewGroup
Gambar 23. Contoh hirarki View dan ViewGroup
Layout adalah sebuah tampilan dari aplikasi android. Dimana pada layout kita bisa menata komponen-
komponen aplikasi seperti : foto, teks, video, maupun komponen lainnya secara mudah. Layout memiliki
fungsi yang mirip dengan kertas. Saat kita akan membuat desain segitiga kiata akan membutuhkan media
menggambarnya.
Praktek
1. Pastikan instalasi android studio telah selesai
sebagaimana pada pembahasan sebelumnya jika
sudah maka buka android studio lalu klik Create
New Project.
Gambar 24. Welcome to android studio.
Gambar 25. Pilih Template 2. Pilih empty activity lalu klik next.
Disini kita memilih empty Activity
agar bisa langsung praktek membuat
aplikasi sederhana dengan antar muka
atau layout yang masih dalam keadaan
kosong. Perlu diketahui bahwa
android studio telah menyediakan
template sebagaimana pada gambar
diatas yang bisa kita gunakan sesuai
dengan selera kita.
3.Selanjutnya kita akan memberikan nama project serta jenis projectnya sebagaimana pada
gambar dibawah ini :
Gambar 26. konfigurasi project
4. Tunggu sampai proses loading gradle selesai kurang lebih 10 menit
bagi yang pertama kali dan halaman kerja android studio siap untuk
digunakan.
5.Jika sudah klik activity_main.xml
Gambar 27. Layout editor activity_main.xml
6.Pilih code atau split yang ada dipojok kanan
atas. Kita akan mengetikan kode-kode xml untuk
pembuatan layout pada android studio.
7. Jika sudah tampil seperti diatas, silakan ikuti
script beberapa contoh jenis layout dibawah ini
lalu di build ke emulator dapat menggunakan
Nox, Genymotion atau emulator bawaan android
studio
Gambar 28. Code editor
B.Jenis-jenis dan fungsi layout
1.Tag pembuka dari Linear Layout adalah < LinearLayout > dan
tag akhirannya yaitu </LinearLayout> . Untuk menentukan
horizontal atau vertical tag atau atribut yang dipakai yaitu
android:orientation.
Perbedaan match_parent dan wrap_content adalah atribut
match_parent digunakan agar lebar atau tinggi komponen, dapat
mengikuti layar atau screen pada perangkat Android. Sedangkan
untuk wrap_content digunakan agar lebar atau tinggi, dapat
mengikuti object didalam komponen tersebut.
Dan hasil dari kode-kode xml di atas yaitu seperti gambar dibawah ini :
Gambar 29. Preview dari Linear Layout
Relative Layout
Relative Layout merupakan layout yang bisa
dipakai untuk mengatur widget atau komponen
aplikasi android secara relative (bebas), tidak
sebatas vertical atau horizontal saja.
Setiap komonen bisa ditentukan posisinya secara
relative (bebas), seperti dibagian bawah, kiri, atas,
dan tengah. Tag pembuka RelativeLayout
yaitu <RelativeLayout> dan
penutupnya </RelativeLayout>.
Maka hasil dari semua kode diatas yaitu :
Gambar 30. Preview dari Relative Layout
3.Table Layout
Untuk merancang layout menggunakan baris dan kolom kita bisa menggunakan Table
Layout. Tidak akan ada garis kolom, baris, atau cell yang ditampilkan meskipun
namanya adalah table layout.
Tag pembukanya yaitu <TableLayout>, sedangkan tag penutup dari layout ini
adalah </TableLayout>.
Contoh penertapannya silahkan ketikan kode-kode xml dibawah ini pada
Activity_main.xml.