LAPORAN
KEGIATAN PEMBERDAYAAN DAN PENGABDIAN
MASYARAKAT KPPM 2022
PENGEMBANGAN WISATA DESA WANAWALI “BUKIT CINTA”
DESA WANAWALI KECAMATANCIBATU
KABUPATEN PURWAKARTA
Oleh: 9. JUANTA
1. ATA 10. VENNY HERNALIA
2. IDWAR KURNIAWAN 11. YANI KONIAH
3. MILAWATI 12. IFAN WIJAYA
4. HENDRA HERMAWAN 13. YULIANI
5. LUSIANA BADRIAH 14. ALFITRI ANDRIYANI
6. YANTO SUGIANTO 15. INA PUSPITA DEWI
7. AHMAD SUSENO
8. RAHMAT
PEMBERDAYAAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
(KPPM) STIE WIBAWAKARTA RAHARJA
PURWAKARTA 2022
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN
PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA WANAWALI DUSUN 1
KECAMATAN CIBATU
KABUPATEN PURWAKARTA
Oleh:
KELOMPOK MAHASISWA KPPM DESA WANAWALI
DUSUN 1
Disetujui pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 06 September 2022
Pembimbing
(Drs. H. AEP RUSJAMAN K.M.Si.)
NUPN. 9990298775
Mengetahui,
Ketua Panitia KPPM Ketua STIE WIKARA Purwakarta
EDDY JUNAEDI,SE (Drs. H. DUKI ADAM, MM)
NIDN. 041406620
i
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................... i
KATA PENGANTAR .............................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ...................................................................... 1
1.2 Dasar Pelaksanaan ................................................................ 2
1.3 Maksud dan Tujuan serta Manfaat........................................ 6
1.4 Tema Kegiatan ...................................................................... 7
1.5 Peserta dan Struktur Organisasi KPPM Desa Wanawali
Kelompok 2..................................................................................8
BAB II GAMBARAN UMUM DESA ...................................................... 10
2.1 Sejarah Desa.......................................................................................... 10
2.2 Keadaan Geografis ................................................................................ 11
2.3 Data Penduduk ...................................................................................... 13
2.3.1 Komposisi Penduduk ......................................................................... 13
2.3.2 Mata Pencaharian ............................................................................... 14
2.4 Tingkat Pendidikan Masyarakat............................................................ 14
2.5 Potensi Desa .......................................................................................... 15
2.6 Keadaan Sosial ...................................................................................... 15
2.6.1 Keagamaan......................................................................................... 15
2.6.2 Organisasi Sosial................................................................................ 16
2.6.3 Kebudayaan....................................................................................... 17
2.6.4 Perekonomian................................................................. 17
BAB III RENCANA PROGRAM KERJA KPPM 2022 ............................ 18
3.1 Rencana Program Kerja ........................................................................ 18
a. Rencana Program Kerja................................................................... 18
iii
b. Jadwal Pelaksanaan Program Kerja................................................. 19
3.2 Masalah yang Ditemukan...................................................................... 30
a. Identifikasi Masalah......................................................................... 30
b. Rumusan Masalah ........................................................................... 30
c. Pendekatan Sosial ............................................................................ 31
3.3 Sebab Dari Masalah yang Ditemukan................................................... 32
3.4 Akibat yang Ditimbulkan...................................................................... 33
BAB IV REALISASI RENCANA PROGRAM KPPM 2022................... 35
4.1 Hasil Program KPPM............................................................................ 35
4.2 Hambatan Yang Dihadapi ..................................................................... 63
4.3 Penyelesaian Hambatan ........................................................................ 63
4.4 Tanggapan Masyarakat Terhadap Program yang dilaksanakan64
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN...................................................... 66
5.1 Kesimpulan ........................................................................................... 66
5.2 Saran ....................................................................................... 67
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 68
LAMPIRAN................................................................................................ 69
iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mahasiswa harus mampu melaksanakan dan mengimplementasi Tri Darma
Perguruan Tinggi yang berupa pengajaran, penelitian dan pengabdianpada
masyarakat. Dengan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi tersebut
mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat intelektual yang
mampu memberi andil dalam pembangunan bangsa dan negara.
Kegiatan pembelajaran mahasiswa tidak selalu berada di dalam kelas atau di
lingkungan kampus. Pembelajaran dapat dilakukan langsung di masyarakat yang
sekaligus memberikan manfaat kepadamasyarakat. Pembelajaran seperti itu biasa
disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kuliah Kerja Nyata adalah suatu
pendidikan dengan cara memberikanpengalaman nyata kepada mahasiswa untuk
hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung
mengajarkan kepada mahasiswa cara identifikasi masalah-masalah sosial
masyarakat. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian nyata
mahasiswa kepadamasyarakat yang sebenarnya.
Pada STIE Wikara Purwakarta, kegiatan seperti itu di wujudkan dalam
bentuk Kuliah Praktek Pemberdayaan Masayarakat (KPPM) yang dilaksanakan
secara wajib bagi seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan S1 (strata).
Program ini dipercaya mampu mendorong empati mahasiswa dan dapat
memberikan sumbangan penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat.
Kegiatan Kuliah Praktek Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) pada tahun
ajaran 2021/2022 ini dilaksanakan di Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu,
Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.
1
1.2 Dasar Pelaksanaan
Dasar Pelaksanaan Mata Kuliah KPPM merupakan mata kuliah wajib bagi
mahasiswa di STIE Wikara Purwakarta yang dilaksanakan berdasarkan :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 10 Agustus
tentang Pendidikan Tinggi.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tanggal 31 Maret 2020
tentangPembatasan Sosial Berkala Besar Dalam Rangka Percepatan
penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49
Tahun2014 tanggal 9 Juni 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Adapun yang menjadi dasar hukum dari Wisata Desa Wanawali adalah
sebagai berikut :
1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan
Propinsi Djawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 4
Djuli 1950) jo. Undang- Undang Nomor 20 Tahun 1950 tentang
Pemerintahan Djakarta Raya (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1950 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 15) sebagaimana telah diubah beberapa
kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang
Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai
Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4744) dan Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010);
3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
2
53,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas
Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6398);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
6. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5497);
7. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan
Kebudayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017
Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6055);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1996 tentang
Penyelenggaraan Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1996 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3658);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana
Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025
3
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5262);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5539) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80
Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120
Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum
Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor
157);
12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003
tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah (Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 Nomor 5 Seri E)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa
Barat Nomor 14 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan
Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 tentang
Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah (Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 14 Seri E,
Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 173)
4
13. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 2003
tentang Pemeliharaan Kesenian (Lembaran Daerah Provinsi Jawa
Barat Tahun 2003 Nomor 6 Seri E) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun
2014 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat
Nomor 6 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Kesenian (Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor
15 Seri E, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat
Nomor 174);
14. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun
2003 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai
Tradisional, dan Museum (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat
Tahun 2003 Nomor 7 Seri E), sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2014
tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat
Nomor 7 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan,
Kesejarahan, Nilai Tradisional, dan Museum (Lembaran Daerah
Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 Nomor 16 Seri E, Tambahan
Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 175);
15. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2008
tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 7 Seri E, Tambahan
Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 44);
16. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2015
tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi
Jawa Barat Tahun 2015-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 15 Seri E, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 191)
5
17. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017
tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Lembaran Daerah
Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 Nomor 9, Tambahan Lembaran
Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9);
18. Perjanjian Kerjsama Nomor : 02/NKK-PS KULIN KK / PWK / DRJB / 2022
dan Nomor 00/Bumdes/MJW/2022 pada tanggal 24 Juni 2022dalam Perjanjian
Kerjasama Kemitraan Kehutanan Usaha Jasa Lingkungan Wisata Alam Bukit
Cinta dengan Perum Perhutani KPH Purwakarta dan Bumdes Wanawali
1.3 Maksud dan Tujuan serta Manfaat
Maksud dan Tujuan Program KPPMPada sub bagian ini akan disampaikan
tujuan dan manfaat program KPPM, adapun tujuan dari KPPM adalah :
a. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara terpadu.
b. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa.
c. Menanamkan nilai kepribadian :Pancasila, Etos kerja dan tanggung jawab,
Kemandirian, Kepemimpinan dan Kewirausahaan.
d. Melatih mahasiswa untuk menganalisis pokok permasalahan di masyarakat
sasaran dan merumuskannya menjadi sebuah program pemberdayaan
masyarakat yang secara nyata dapat direalisasikan. “learningsociety”.
e. Mendorong terwujudnya “learning community”dan
Manfaat Program KPPM adalah :
1) Bagi Mahasiswa
1) Memperdalam pengertian dan pengalaman mahasiswa tentang caraberfikir
dan bekerja secara rutin.
2) Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam setiap penelaahan dan
pemecahan masalah yang ada pada kelompok masyarakatsasaran secara
pragmati silmiah.
3) Membina mahasiswa menjadi Inovator dan Motivator sertaProblem
Solver.
6
2. Bagi Masyarakat
1) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki kelompo masyarakat menjadi sebuah aktivitas
ekonomi.
2) Meningkatkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak untuk
mengatasi suatu permasalahan.
3. Bagi Pemerintah Daerah
1) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga dalam merencanakan dan
melaksanakan pembangunan.
2) Memanfaatkan bantuan tenaga mahasiswa untuk mempercepatproses
pelaksanan program pembangunan, khususnya di bidang ekonomi.
4. Bagi STIE Wikara Purwakarta.
1) Memiliki umpan balik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan
proses pembelajaran.
2) Mengembangkan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, masyarakat
Industri dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam
pengembangan potensi wisata desa.
1.4 Tema Kegiatan
Pada kegiatan KPPM STIE Wikara pada Kelompok 2 dilaksanakan di Desa
Wanawali Kecamatan Cibatu, berdasarkan identifikasi masalah yang di hadapi
oleh desa serta berdasarkan potensi perkembangan dan pemetaan dari kecamatan
untuk menggali potensi desa wisata maka berdasrkan pertimbangan hal tersebut
diatas dengan ini KPPM Kelompok 2 mengambil tema kegiatan :
===Pengembangan Wisata Desa Wanawali “BUKIT CINTA”===
7
1.5 Peserta dan Struktur Organisasi KPPM Desa Wanawali
Peserta dan Struktur Oranisasi KPPM Desa Wanawali adalah sebagai
berikut :
Jumlah Peserta KPPM STIE Wikara Kelompok 2 adalah sebagai berikut :
NO NIM NAMA KETERANGAN
1 1201019051 AHMAD SUSENO PESERTA
2 1201019057 ATA PESERTA
3 1201019070 HENDRA HERNAWAN PESERTA
4 1201019072 IDWAR KURNIAWAN PESERTA
5 1201019073 IFAN WIJAYA SUNARDI PESERTA
6 1201019077 JUANTA PESERTA
7 1201019103 VENNY HERNALIA PESERTA
8 1201019106 YANI KONIAH PESERTA
9 1201019108 YANTO SUGIYANTO PESERTA
10 1201019116 YULIANI PESERTA
11 1201019127 RAHMAT PESERTA
12 1201019132 LUSIANA BADRIAH H PESERTA
13 1201019156 MILAWATI PESERTA
14 2201019016 ALFITRI ANDRIYANI PESERTA
15 2201019025 INA PUSPITA DEWI PESERTA
8
Dengan susunan kepengurusan sebagai berikut :
Gambar 1.1
Struktur Organisasi KKPM STIE Wikara Kelompok 2
9
BAB II
GAMBARAN UMUM DESA WANAWALI
2.1 Sejarah Desa Wanawali
a. Legenda Desa (Sasakala)
Desa Wanawali Kecamatan Cibatu merupakan desa yang berada di Daerah
Terpencil Kecamatan Cibatu yang termasuk di daerah kawasan PurwakartaSelatan
(KBU) dimana mata pencaharian penduduknya dari dulu hingga sekarang
mayoritas bercocok tanam/Petani, adapun perbedaannya kalau dulu bercocok
tanam dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana sekali belum ada
peralatan yang modern seperti sekarang, jadi kadang-kadang masyarakatnya
bercocok tanam hanya menghasilakan apa-apa saja yang tumbuh secara alami dari
tanah pegunungan/Perbukitan sedangkan mulai tahun 1902 sampai sekarang
sudah bisa bercocok tanam dengan menanamnya sendiri dan hasilnya bisa dijual
dan dapat menghasilkan penghasilan untuk kepentingan masyarakat desa itu
sendiri.
Sumber lain menerangkan mulai dari tahun 1945 setelah Republik Indonesia
Merdeka Penduduk Desa Wanawali selain bercocok tanam atau bertani ada juga
yang sudah mulai beternak hewan peliaraan seperti sapi.domba,kerbau,ayam dll.
Data lain menerangkan bahwa, Wanawali berasal dari kata
WanaartinyaHutan,WaliArtinyaTempatPeristirahatan Wali sesuai dengan
daerahnya yang pernah di tempat Tinggali oleh Salah Satu Khalipah yaitu Wali di
wilayah kami, makanya oleh pendahulu kita dinamakan Kampung atau Dusun
Wanawali.
b. Terbentuknya Desa Wanawali
Catatan sejarah Desa Wanawali adalah Desa Pemekaran dari Desa
Cibukamanah yang dahulu di Pimpin Oleh Bapak Supardi semenjak masa
Jabatannya merupakan orang pertama yang menjadi sesepuh Desa Wanawali yaitu
10
pada sebelum tahun 1982 yang dipercaya oleh semua orang menjadi petinggi Desa
ini sehingga disahkan menjadi Kepala Kampung atau sebutan lain Kepala Desa.
Daerah Wanawali merupakan daerah yang subur untuk bercocok tanam
sehingga selain penduduk asli lambat laun kehidupan sosial budaya sudah mulai
agak tidak memperhatinkan, adapun sumber lain pendapatan desa diantaranya
tanah bengkok (Carik) hasil dari tanah titian desa,tanah milik Desa.
Adapun Nama-nama Kuwu atau Kepala Desa Pada Masa Setelah di
Mekarkannya Desa Cibukamanah menjadi adanya Desa Wanawali diantarnya:
1. SUPARDI (1982 s/d 1992)
2. M. UKAR (1992 s/d 2002)
3. ENCING KASIM ( 2002 s/d 2008)
4. WATI KUSWATI ( 2008 s/d 2014)
5. EDIN ( 2021 S/d 2021)
6. WAHYUDIN ( 2021 S/d 2027)
2.2 Keadaan Geografis
No JenisPenggunaanTanah Luas(ha)
1 PerumahandanPekarangan 150,00 Ha
2 Sawah: -
-Teknis 152,12 Ha
-Setengahteknis 1.587,57 Ha
3 Ladang/tegalan
4 Lain-lain 1.802,69 Ha
Jumlah:
11
Gambar 1.1
Peta Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu,
Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat
Keterangan : Gambar Satelit, gambar peta jalan (2022)
12
2.3 Data Penduduk
2.3.1 Komposisi Penduduk
No Kelompok Jumlah Penduduk Keterangan
Umur(Tahun)
Pria Wanita Jumlah
1 0–4 34 37 71
2 5–9 62 65 127
3 10–14 61 58 119
4 15–19 70 75 145
5 20–24 71 75 146
6 25–29 55 58 113
7 30–34 64 69 133
8 35–39 67 59 106
9 40–44 61 61 130
10 45–49 64 87 151
11 50–55 44 50 94
170 157 327
12 55 ke atas 823 859 1682
Jumlah
13
2.3.2 Mata Pencaharian Jumlah
58 orang
No Jenis Mata Pencaharian
169 orang
1 Petani pemilik 51 orang
2 Petani penggarap 10 orang
3 Buruh tani
4 Peternak 46 orang
5 Perindustrian kerajinan 12 orang
6 Bidang jasa
7 Perdagangan Jumlah
8 Pegawai negeri/ABRI 113
9 Lain-lain 142
185
2.4 Tingkat Pendidikan Masyarakat 215
84
No TingkatPendidikan 14
1 Belum sekolah 7
2 Tidak tamat SD / sederajat
3 Tamat SD / sederajat
4 Tamat SLTP / sederajat
5 Tamat SLTA / sederajat
6 Tamat Akademi / sederajat
7 Tamat Perguruan Tinggi / sederajat (sarjana)
8 Tamat Pasca Sarjana
14
2.5 Potensi Desa
No JenisProduksi Jumlah Keterangan
1 BidangPertanian: 7 ton/ha
• Padi sawah 17 ton/ha
• Mentimun 4 ton /ha
• KacangPanjang 7 ton/ha
• Padi lading 4 ton /ha
• Rambutan 1 ton/ha
• Durian 12 ton/ha
• Pisang
20 ton/th
2 BidangPerikanan
• Kolamikan 70 ekor
388 ekor
3 BidangPeternakan 102 ekor
• Sapi 1088 ekor
• Kambing
• Kerbau
• Ayam
4 Lain-lain,tuliskan
2.6 Keadaan Sosial Keterangan
2.6.1 Keagamaan
Ada TidakAda
No JenisKegiatan
√
1 Jama’ahYasindanTahlil √
2 Pengajianrutin √
3 Istighotsah
4 MadrasahDiniyah √
5 TamanPendidikanAlQur’an(TPQ)
6 AlBarzanji √
7 GroupSholawat √
√
15
8 MajlisTa’lim √
9 Jama’ahFida’ √
10 Lain-lain √
2.6.2 Organisasi Kemasyarakatan Keterangan
Ada TidakAda
No Jenis Kegiatan
√
1 Organisas iKeagamaan √
• Nahdlatul Ulama’ √
• MuslimatNU
• FatayatNU √
• Muhammadiyah √
• LDII √
• RemajaMasjid √
• TemuWarga
• Lain-lain √
√
2 Lembaga Pelayanan Masyarakat
• Posyandu √
• PerkumpulanPKK
• Lain-lain √
3 Organisasi Kepemudaan √
• Karang Taruna √
• Club bola voli √
• Club sepak bola
• Fatayat NU √
• Remaja Masjid
• Lain-lain
16
2.6.3 Kebudayaan Keterangan
Ada TidakAda
No JenisKegiatan
√
1 Selamatan Kelahiran Bayi √
2 Selamatan orang meninggal √
3 Upacara adat √
4 Selamatan khitanan dan perkawinan
5 Lain-lain Jumlah
58 orang
2.6.4 Perekonomian
169 orang
No Jenis Mata Pencaharian 51 orang
10 orang
1 Petani pemilik
2 Petani penggarap 46 orang
3 Buruh tani 12 orang
4 Peternak
5 Perindustrian kerajinan
6 Bidang jasa
7 Perdagangan
8 Pegawai negeri/ABRI
9 Lain-lain
17
BAB III
RENCANA PROGRAM KERJA KPPM 2022
3.1 Rencana Program Kerja
Pada bab III ini kelompok 2 akan menguraikan rencana program kerja
kelompok 2 yang akan dilaksanakan di Desa Wanawali dalam promosi wisata
desa di ‘Bukit Cinta” sebagai tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara
Bumdes Desa Wanawali dan Perum Perhutani KPH Purwakarta.
Dalam Perjanjian Kerjsama Nomor : 02/NKK-PS KULIN KK / PWK /
DRJB / 2022 dan Nomor 00/Bumdes/MJW/2022 pada tanggal 24 Juni
2022Perjanjian Kerjasama Kemitraan Kehutanan Usaha Jasa Lingkungan Wisata
Alam Bukit Cinta dengan Perum Perhutani KPH Purwakarta dan Bumdes
Wanawali.
Ruang lingkup perjanjian ini adalah mengoptimalkan kawasan hutan untuk
melakukan kegiatan pemanfaatan jasa lingkungan meliputi
a. Pengelolaan Wisata
b. Pembangunan Sarana dan Prasarana.
c. Pemasaran dan Promosi
d. Keamanan dan Kebersihan lingkungan wisata
e. Pengadaan karcis tanda masuk (KTM)
Dalam pembangunan sarana dan prasarana meliputi diantaranya adalah
Gapura, Pos tiket, Jalan, Musola, Toliet, Shelter (tempat Istirahat), Papan
Infromasi, Plang Pengumuman / peringatan / petunjuk, Tempat Parkir, Tempat
Sampah, Area Saung Pasamoan, Warung kopi, Pondok Reureuh, Area Kemah,
Area Offroad, Ingon-ingon desa, dan sarana prasarana penunjang wisata lainnya.
18
Rencana Program Kerja yang akan dilaksanakan oleh Kelompok 2 Desa
Wanawali diantaranya adalah :
1. Tahapan Persiapan Pelaksanaan KPPM Kelompok 2
2. Pembangunan Sarana dan Prasarana
Patok Area Kemah (Kemping)
Photobooth Love
Ayunan Pohon HAMMOCK
Patok Area Outbond
Patok Permainan Paintball (modifikasi)
Membuat Pagar
Pos Dan Gapura
3. Pemasaran dan Promosi
Pembuatan Pamplet Online
Pembuatan Tweborn Bukit Cinta Wanawali Purwakarta JABAR
Berita KPPM STIE Wikara menggali Bukit Cinta Wanawali Purwakarta Jawa
Barat pada Media Online
Baligo / Spanduk di pasang di tempat wisata
Promosi di media sosial lainnya.
4. Kebersihan lingkungan wisata
Tempat Sampah Sederhana (Ram) 3 Buah.
Spanduk kecil - Himbauan Buanglah sampah pada tempatnya.
Adapun rencana program kerja
a. Rencana Program Kerja Kelompok 2
Rencana program kerja KPPM STIE Wikara Purwakarta Kelompok 2
adalah sebagai berikut :Pengembangan Wisata Desa Wanawali dengan
pemanfaatan lahan tanah kehutanan.
1. Tahap Persiapan KPPM Kelompok 2 :
Dalam pengembangan wisata desa wanawali dengan pemanfaatan lahan tanah
kehutanan dengan membantu menginvetarisir lahan tahan kehutanan yang sudah
diberikan hak pengelolaannya kepada Bumdes Desa Wanawali.
19
Perjanjian : Implementasi Perjanjian Kerjsama Nomor :
02/NKK-PS KULIN KK / PWK / DRJB / 2022
dan Nomor 00/Bumdes/MJW/2022 pada tanggal
24 Juni 2022
dalam Perjanjian Kerjasama Kemitraan
Kehutanan Usaha Jasa Lingkungan Wisata Alam
Bukit Cinta dengan Perum Perhutani KPH
Purwakarta dan Bumdes Wanawali.
Identifikasi Luas : 5,70 (Ha) Hektar
Wilayah
Yang di laksanakan : Menyusuri keliling Wisata Alam Bukit Cinta
KPPM kelompok 2 seluas 5,70 (Ha) hektar dan membuka semak
(dua) belukar menjadi jalan setapak yang dapat di
lewati manusia.
Mengoptimalkan pengelolaan Wisata Alam Bukit Cinta antara Perum Perhutani
KPH Purwakarta dengan Badan Usaha Milik Desa Wanawali Kecamatan Cibatu
Kabupaten Purwakarta.
2. Tahap Pelaksanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana :
Dalam mengoptimalkan pengelolaan wisata alam bukit cinta yang telah
diperjanjikan dalam perjanjian memuat diantaranya adalah :
Ruang lingkup dalam : Ruang lingkup perjanjian ini adalah
Perjanjian antara mengoptimalkan kawasan hutan untuk
BUMDES dan KPH melakukan kegiatan pemanfaatan jasa
Purwakarta lingkungan meliputi
20
a. Pengelolaan Wisata
b. Pembangunan Sarana dan Prasarana.
c. Pemasaran dan Promosi
d. Keamanan dan Kebersihan lingkungan wisata
e. Pengadaan karcis tanda masuk (KTM)
Pembangunan Sarana : Gapura, Pos tiket, Jalan, Musola, Toliet, Shelter
dan Prasarana. (tempat Istirahat), Papan Infromasi, Plang
Pengumuman / peringatan / petunjuk, Tempat
Parkir, Tempat Sampah, Area Saung Pasamoan,
Warung kopi, Pondok Reureuh, Area Kemah,
Area Offroad, Ingon-ingon desa, dan sarana
prasarana penunjang wisata lainnya.
Yang dilaksanakan : 1. Pembuatan Tempat Sampah Plastik
KPPM Kelompok 2 (RAM)
(dua)
Tempat untuk menampung sampah secara
sementara, yang biasanya terbuat dari logam atau
plastik.
2. Patok Area Kemah (Kemping)
adalah tempat tinggal darurat, biasanya berupa
tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah
dibuat dari kain terpal dan sebagainya.
Sarana prasarana penunjang wisata lainnya
adalah :
21
3. Photobooth Love
merupakan salah satu kegiatan pengambilan foto
atau adegan dengan menggunakan background
yang sudah dihias dengan begitu menarik atau
semeriah mungkin.
4. Ayunan Pohon HAMMOCK
Hammock adalah ayunan atau tempat tidur
gantung dari bahan kain yang cara pakainya
harus digantung di kedua ujungnya. Biasanya
ayunan dari kain ini digunakan dan di kaitkan
pada pohon.
5. Patok Area Outbond
kegiatan di alam terbuka yang dilakukan dengan
beberapa simulasi permainan baik individu
maupun keompok. Selain untuk mengisi waktu
liburan, kegiatan tersebut juga bermanfaat
sebagai sarana meningkatkan kebersamaan dan
kekompakan tim.
6. Patok Permainan Paintball (modifikasi)
Paintball secara sederhana dapat dipahami
sebagai permainan 'perang-perangan'
menggunakan senjata berisi peluru cat. Masuk
kategori olah raga ekstrem membuat pemainnya
harus mengenakan seragam lengkap. Biasanya,
22
seragam paintball dibuat berwarna loreng yang
tidak lain bertujuan membawa suasana perang
sesungguhnya.
Modifikasi : dengan senjata perang tradisional
(Gebok cau dan Ketepel).
7. Membuat Pagar Dari Bambu
Pagar dari bambu digunakan untuk membatasi
batas wilayah antara jalan ke dalam kawasan
Wisata.
8. Pos dan Gapura
Secara umum pos dan Gapura di pasang di
bagian depan, pos dan Gapura menjadi bangunan
yang digunakan untuk menyambut seseorang /
wisatawan yang ingin memasuki suatu wilayah.
9. Saung Gajebo
Gazebo di taman memainkan peran penting
sebagai simbol struktur yang menarik dan
fungsional untuk acara dan fungsi luar ruangan.
3. Tahap Pemasaran dan Promosi :
Menyediakan infromasi mengenai wisata alam bukit cinta di Desa Wanawali
ke masyarakat yang lebih luas.
Ruang lingkup dalam : Ruang lingkup perjanjian ini adalah
Perjanjian antara mengoptimalkan kawasan hutan untuk
BUMDES dan KPH melakukan kegiatan pemanfaatan jasa
Purwakarta lingkungan meliputi
23
Pemasaran dan a. Pengelolaan Wisata
Promosi b. Pembangunan Sarana dan Prasarana.
c. Pemasaran dan Promosi
d. Keamanan dan Kebersihan lingkungan
wisata
e. Pengadaan karcis tanda masuk (KTM)
: Pemasaran dan Promosi Desa Wisata Bukit
Cinta
Yang dilaksanakan : Pemasaran online adalah suatu cara
KPPM Kelompok 2 pengembangan bisnis. strateginya Pemasaran
(dua) online adalah teknik marketing yang
dijalankan dengan memanfaatkan jaringan
internet, misalnya melalui website, media
sosial, iklan, blog, dan sebagainya.
Promosi online adalah suatu aktivitas promosi
untuk memperkenalkan suatu produk atau
jasa.
1. Pembuatan Pamplet Online
2. Pembuatan Tweborn Bukit Cinta
Wanawali Purwakarta JABAR
3. Berita KPPM STIE Wikara menggali
Bukit Cinta Wanawali Purwakarta
Jawa Barat pada Media Online
4. Baligo / Spanduk di pasang di tempat
wisata
5. Promosi di media sosial lainnya.
24
4. Tahap dalam Kebersihan lingkungan wisata
Tempat Sampah Sederhana (Ram) 3 Buah.
Spanduk kecil - Himbauan Buanglah sampah pada tempatnya.
Babat Rumput dibantu dengan aparat desa dan warga sekitar serta Bumdes.
3.1.2 Jadwal Pelakasanaan Program Kerja Kelompok 2
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 1 Penyampaian Proposal kegiatan KPPM
Jumat, Sabtu, Minggu
Tanggal : Penandatangan Persetujuan Proposal oleh
1 Juli s/d 3 Juli 2022 Kepala Desa Wanawali
Wawancara / Komunikasi dengan Kepala
Desa Wanawali
Penjelasan dalam dokumen :
RJPM – Desa Wanawali
Profil Desa Wanawali
PKS Wisata BUCIN
Diskusi Kelompok
Survey Lokasi BUCIN tahap awal
Menyusuri keliling Wisata Alam Bukit
Cinta seluas 5,70 (Ha) hektar dan membuka
25
semak belukar menjadi jalan setapak yang
dapat di lewati manusia.
Minggu ke 2 Tidak ada kegiatan KPPM di Lokasi
Sabtu, Minggu Komunikasi Online : Wachup Group KPPM
9 Juli s/d 10 Juli 2022 Kelompok 2
Keterangan : Libur Idul Adha
Minggu ke 3 Babat Rumput, Semak Belukar dan
Sabtu, Minggu pembakaran sampah rumput kering.
16 Juli s/d 17 Juli 2022
Dibantu : Petunjuk Ka Bumdes, RT, RW
dan Warga.
Area : Bukit Cinta
Minggu ke 4 Pembuatan Tempat Sampah Plastik
Sabtu, Minggu (RAM)
23 Juli s/d 24 Juli 2022
Tempat untuk menampung sampah secara
sementara, yang biasanya terbuat dari logam
atau plastik.
Minggu ke 4 Patok Area Kemah (Kemping)
Sabtu, Minggu
30 Juli s/d 31 Juli 2022 adalah tempat tinggal darurat, biasanya
berupa tenda yang ujungnya hampir
menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan
26
sebagainya.
Pos dan Gapura
Secara umum pos dan Gapura di pasang
dibagian depan, pos dan Gapura menjadi
bangunan yang digunakan untuk menyambut
seseorang / wisatawan yang ingin memasuki
suatu wilayah
Minggu ke 5 Sarana prasarana penunjang wisata lainnya
Sabtu, Minggu adalah :
6 Agustus s/d 7 Agustus
Photobooth Love
merupakan salah satu kegiatan pengambilan
foto atau adegan dengan menggunakan
background yang sudah dihias dengan
begitu menarik atau semeriah mungkin.
Pagar
untuk membatasi atau mencegah gerakan
melintasi batas, yang tidak hanya
membatasi gerakan, melainkan juga
pandangan
Minggu ke 6 Ayunan Pohon HAMMOCK
Sabtu, Minggu Hammock adalah ayunan atau tempat tidur
13 Agustus s/d 14 Agustus gantung dari bahan kain yang cara pakainya
2022 harus digantung di kedua ujungnya.
Biasanya ayunan dari kain ini digunakan
dan di kaitkan pada pohon.
Kunjungan Ke kelompok 4
Kunjungan Kelompok 4 untuk ikut
27
mempromosikan secara online tempat
Wisata Curug Cikalapa yang berada di Desa
Cipancur
Minggu ke 7 Patok Area Outbond
Sabtu, Minggu kegiatan di alam terbuka yang dilakukan
20 Agustus 2022 s/d 21 dengan beberapa simulasi permainan baik
Agustus 2022 individu maupun kelompok. Selain untuk
mengisi waktu liburan, kegiatan tersebut
juga bermanfaat sebagai sarana
meningkatkan kebersamaan dan
kekompakan tim.
Saung / Gajebo
Gazebo di taman memainkan peran penting
sebagai simbol struktur yang menarik dan
fungsional untuk acara dan fungsi luar
ruangan
Minggu ke 7 Patok Permainan Paintball (modifikasi
Sabtu, Minggu Tradisional)
20 Agustus 2022 s/d 21 Paintball secara sederhana dapat dipahami
Agustus 2022 sebagai permainan 'perang-perangan'
menggunakan senjata berisi peluru cat.
Masuk kategori olah raga ekstrem membuat
pemainnya harus mengenakan seragam
lengkap. Biasanya, seragam paintball dibuat
berwarna loreng yang tidak lain bertujuan
membawa suasana perang sesungguhnya.
Modifikasi : dengan senjata perang
28
tradisional (Gebok cau dan Ketepel).
RAPAT PENUTUPAN ACARA KPPM
Rapat penutupan KPPM 2022 bersama
kelompok 1, 2, 3, 4 dan 5
Minggu ke 8 Promosi online adalah suatu aktivitas
Sabtu, Minggu promosi untuk memperkenalkan suatu
produk atau jasa.
27 Agustus s/d 28 Agustus
2022 Pembuatan Pamplet Online
Pembuatan Tweborn Bukit Cinta
Wanawali Purwakarta JABAR
Berita KPPM STIE Wikara menggali
Bukit Cinta Wanawali Purwakarta Jawa
Barat pada Media Online
Spanduk Desa Wisata Bukit Cinta
Diskusi Penyusunan Laporan KPPM
Laporan KPPM
Lampiran Laporan KPPM
Dokumentasi Kegiatan KPPM : Foto dan
Vidio
29
Seminar KPPM Penyampaian Laporan dan Diskusi
Pemenuhan Tugas Kelompok
Lengkap (Selesai)
3.2 Masalah yang Ditemukan
a. Identifikasi Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa warga Desa
Wanawali, ditemukan beberapa permasalahan yang ada di lokasi. Adapun
permasalahan yang dapat di identifikasi, antara lain :
1. Belum ada pengembangan Wisata Desa Wanawali dengan pemanfaatan lahan
tanah kehutanan.
2. Belum optimalkan pengelolaan Wisata Alam Bukit Cinta antara Perum
Perhutani KPH Purwakarta dengan Badan Usaha Milik Desa Wanawali
Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta.
3. Masih kurangnya infromasi mengenai wisata alam bukit cinta di Desa
Wanawali ke masyarakat yang lebih luas.
b. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat kami sampaikan pada kelompok tiga dalam
KPPM ini adalah :
1. Bagaimana pengembangan Wisata Desa Wanawali dengan pemanfaatan lahan
tanah kehutanan.
2. Bagaimana mengoptimalkan pengelolaan Wisata Alam Bukit Cinta antara
Perum Perhutani KPH Purwakarta dengan Badan Usaha Milik Desa Wanawali
Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta.
30
3. Bagaimana mengatasi kurangnya infromasi mengenai wisata alam bukit cinta
di Desa Wanawali ke masyarakat yang lebih luas.
c. Pendekatan Sosial
Pendekatan Sosial yang dilakukan oleh kelompok 2 dalam KPPM ini adalah
dengan teknik :
Komunikasi dan Mobailing dan berbaur dengan masyarakat.
Komunikasi yang dibangun adalah dengan :
Kecamatan Cibatu : Penerimaan Peserta KPPM STIE Wikara di
Kecamatan Cibatu, Komunikasi, Konsultasi, dan
Permohonan Data kepada :
Camat Cibatu
Kasi Kesejahteraan
Aparat Desa : Komunikasi dan Konsultasi dengan aparat desa
wanawali mulai dari :
Kepala Desa
Ketua RT
Ketua RW
Kepala Dusun
Tokoh Masyarakat
Warga sekitar lokasi KPPM
Badan Usaha Milik : Komunikasi, Konsultasi, Permohonan Bukti
Desa (Bumdes) Legal pengelolaan dan Penunjukan Lokasi Wisata
:
31
Masyarakat Kepala Bumdes Desa Wanawali
Dosen Warga Masyarakat
Ketua RT
Ketua RW
: Komunikasi, Silaturahmi, Wawancara :
Warga Masyarakat Desa Wanawali
Warga Masyarakat Luar Desa Wanawali
: Komunikasi, Silaturahmi, Wawancara dan
menerima arahan dan kunjungan langsung ke
lokasi KPPM Kelompok 2 (dua)
Ketua Wikara / yayasan (Perwakilan)
Dosen Pembimbing
Dosen Pengawas
Dosen Wikara
Staf Administrasi
3.3 Sebab Dari Masalah yang Ditemukan
Sebab dari masalah yang ditemukan di Desa Wanawali terkait dengan
pengelolaan desa wisata adalah :
1. Belum ada pengembangan Wisata Desa Wanawali dengan pemanfaatan
lahan tanah kehutanan.
32
Yang menjadi penyebabnya adalah regulasi di tingkat kabupate yang
belum ada sehingga arah desa dalam pengembangan wisata desa tidak
menjadi tujuan yang utama.
2. Belum optimalkan pengelolaan Wisata Alam Bukit Cinta antara Perum
Perhutani KPH Purwakarta dengan Badan Usaha Milik Desa Wanawali
Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta.
Sebelumnya sudah ada perjanjian untuk pengelolaan wisata desa dengan
pengelolaan bukit cinta hanya terkendala dalam pengelolaan dan
penyediaan sarana dan prasarana yang ada. Dan belum membuat sebuah
unggulan wisata desa di Desa Wanawali.
3. Masih kurangnya infromasi mengenai wisata alam bukit cinta di Desa
Wanawali ke masyarakat yang lebih luas.
Masih kurangnya infromasi yang diberikan
a. Akibat yang Ditimbulkan
Akibat yang ditimbulkan dari permasalah tersebut dalam mewujudkan Desa
Wisata di Desa Wanawali dengan pengelolaan Bukit Cinta adalah :
Permasalah Tidak Selesai Permasalah yang timbul dan tidak dapat
diselesaikan makan akibat yang akan timbul
adalah :
Implementasi pengelolaan wisata desa di bukit
cinta pada lahan perhutani tidak maksimal
pengelolaannya sehingga akan ada lahan yang
tidak tergarap dan tidak mempunyai nilai
ekomomis yang dapat meningkatkan
perekonomian desa dan masyarakat setempat.
Kepercayaan dari perhutani akan berkurang
dalam penggarapan tanah tersebut.
Permasalah Selesai Apabila permasalahan dapat diselesaikan maka
33
potensi desa dalam sektor wisata desa dapat
menunjang pada sektor :
Pariwisata Desa
Seni dan Budaya
Ekonomi
Pendidikan
Kultur Kebiasaan warga
Tradisi / Adat istiadat desa
Peningkatan Transaksi pereknomian
Tujuan wisata
Menjadi Terkenal Desa Wanawali.
34
BAB IV
REALISASI RENCANA PROGRAM KPPM 2022
4.1 Hasil Program KPPM Kegiatan
Hari / Tanggal / Minggu
Minggu ke 1 Penyampaian Proposal kegiatan KPPM
Jumat, Sabtu, Minggu
Tanggal : Penandatangan Persetujuan Proposal oleh
1 Juli s/d 3 Juli 2022 Kepala Desa Wanawali
Wawancara / Komunikasi dengan Kepala
Desa Wanawali
Penjelasan dalam dokumen :
RJPM – Desa Wanawali
Profil Desa Wanawali
PKS Wisata BUCIN
Diskusi Kelompok
Survey Lokasi BUCIN tahap awal
Menyusuri keliling Wisata Alam Bukit Cinta
seluas 5,70 (Ha) hektar dan membuka
semak belukar menjadi jalan setapak yang
dapat di lewati manusia.
Kegiatan yang dilaksanakan :
35
Foto : Penerimaan peserta KPPM Foto : Penerimaan Kepala Desa
di Kecamatan Cibatu (1 Juli 2022) Wanawali (2 Juli 2022)
Foto : Survey Menyusuri keliling Wisata Alam Bukit Cinta seluas 5,70 (Ha)
dan Wilayah Desa Wanawali (3 Juli 2022)
36
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 2
Sabtu, Minggu Tidak ada kegiatan KPPM di Lokasi
9 Juli s/d 10 Juli 2022 Komunikasi Online : Wachup Group KPPM
Kelompok 2
Keterangan : Libur Idul Adha
Minggu ke 3 Babat Rumput, Semak Belukar dan
Sabtu, Minggu pembakaran sampah rumput kering.
16 Juli s/d 17 Juli 2022
Dibantu : Petunjuk Ka Bumdes, RT, RW dan
Warga.
Area : Bukit Cinta
Dokumentasi Kegiatan :
37
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 4
Sabtu, Minggu Pembuatan Tempat Sampah Plastik (RAM)
23 Juli s/d 24 Juli 2022
Tempat untuk menampung sampah secara
sementara, yang biasanya terbuat dari logam
atau plastik.
Dokumentasi Kegiatan :
38
39
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 4
Sabtu, Minggu Patok Area Kemah (Kemping)
30 Juli s/d 31 Juli 2022
adalah tempat tinggal darurat, biasanya
berupa tenda yang ujungnya hampir
menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan
sebagainya.
Pos dan Gapura
Secara umum pos dan Gapura di pasang dibagian
depan, pos dan Gapura menjadi bangunan yang
digunakan untuk menyambut seseorang /
wisatawan yang ingin memasuki suatu wilayah
Dokumentasi Kegiatan :
40
41
42
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 5 Sarana prasarana penunjang wisata lainnya
adalah :
Sabtu, Minggu
Photobooth Love
6 Agustus s/d 7 Agustus
2022 merupakan salah satu kegiatan pengambilan
foto atau adegan dengan menggunakan
background yang sudah dihias dengan
begitu menarik atau semeriah mungkin.
Pagar
untuk membatasi atau mencegah gerakan
melintasi batas, yang tidak hanya membatasi
gerakan, melainkan juga pandangan
43
Dokuemtasi Kegiatan :
44
45