46
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 6 Ayunan Pohon HAMMOCK
Sabtu, Minggu Hammock adalah ayunan atau tempat tidur
gantung dari bahan kain yang cara pakainya
13 Agustus s/d 14 Agustus harus digantung di kedua ujungnya.
2022 Biasanya ayunan dari kain ini digunakan dan
di kaitkan pada pohon.
Kunjungan Ke kelompok 4
Kunjungan Kelompok 4 untuk ikut
mempromosikan secara online tempat
Wisata Curug Cikalapa yang berada di Desa
Cipancur
47
Dokuemtasi Kegiatan :
48
49
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 7 Patok Area Outbond
Sabtu, Minggu kegiatan di alam terbuka yang dilakukan
dengan beberapa simulasi permainan baik
20 Agustus 2022 s/d 21 individu maupun kelompok. Selain untuk
Agustus 2022 mengisi waktu liburan, kegiatan tersebut juga
bermanfaat sebagai sarana meningkatkan
kebersamaan dan kekompakan tim.
Saung / Gajebo
Gazebo di taman memainkan peran penting
50
sebagai simbol struktur yang menarik dan
fungsional untuk acara dan fungsi luar
ruangan
Dokuemntasi Kegiatan :
51
52
53
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 7 Patok Permainan Paintball (modifikasi
Tradisional)
Sabtu, Minggu
Paintball secara sederhana dapat dipahami
20 Agustus 2022 s/d 21 sebagai permainan 'perang-perangan'
Agustus 2022 menggunakan senjata berisi peluru cat.
Masuk kategori olah raga ekstrem membuat
pemainnya harus mengenakan seragam
lengkap. Biasanya, seragam paintball dibuat
berwarna loreng yang tidak lain bertujuan
membawa suasana perang sesungguhnya.
Modifikasi : dengan senjata perang
tradisional (Gebok cau dan Ketepel).
RAPAT ACARA PENUTUPAN KPPM 2022
Rapat penutupan KPPM 2022 bersama kelompok
1, 2, 3, 4 dan 5
Dokumentasi Kegiatan :
54
55
56
Hari / Tanggal / Minggu Kegiatan
Minggu ke 8 Promosi online adalah suatu aktivitas
promosi untuk memperkenalkan suatu
Sabtu, Minggu produk atau jasa.
27 Agustus s/d 28 Agustus Pembuatan Pamplet Online
2022
Pembuatan Tweborn Bukit Cinta
Wanawali Purwakarta JABAR
Berita KPPM STIE Wikara menggali Bukit
Cinta Wanawali Purwakarta Jawa Barat
pada Media Online
Baligo dan Spanduk Desa Wisata Bukit
Cinta
Diskusi Penyusunan Laporan KPPM
Laporan KPPM
Lampiran Laporan KPPM
Dokumentasi Kegiatan KPPM : Foto dan
Vidio
57
Dokumentasi Kegiatan :
58
Pembuatan Tweborn Bukit Cinta Wanawali Purwakarta JABAR
Link untuk pembuatan tweborn Bukit cinta adalah :
http://twb.nz/bukitcintawanawali
59
60
Berita KPPM STIE Wikara menggali Bukit Cinta Wanawali Purwakarta
Jawa Barat pada Media Online
61
Baligo dan Spanduk Desa Wisata Bukit Cinta
62
Seminar KPPM Penyampaian Laporan dan Diskusi
Kelompok
Pemenuhan Tugas Lengkap (Selesai)
4.2 Hambatan Yang Dihadapi
Hambatan yang di hadapi dalam pelaksanaan KPPM terdiri dari dua
hambatan :
Hambatan Teknis
Hambatan teknis terdiri dari :
- Hambatan dalam penyiapan lahan atau area bukit cinta seluar 5
hektar yang secara keseluruhan belum ada pembatas dengan area
lainnya.
- Hambatan dalam penyediaan saran dan prasarana
- Hambatan dalam menjalin komunikasi dengan aparat setempat
- Hambatan dalam menjalin koordinasi dengan stakeholder (pejabat
kewilayaha) dalam pengelolaan bukit cinta.
- Hambatan dalam mengerakan masyarakata
- Hambatan dalam promosi komunikasi
- Hambatan dalam persaingan jenis wisata desa dengan daerah
sekitar yang memiliki keunikan dan kekhasan dalam wisata desa.
Hambatan Pembiayaan :
Hambatan pembiayaan yang sangat besardalam mewujudkan sarana dan
prasarana wisata desa bukit cinta secara berkelanjutan dan
berkesinambungan sehingga wisata desa bukit cinta dapat menjadi objek
wisata di wilayah kecamatan cibatu.
4.3 Penyelesaian Hambatan
Penyelesaian masalah yang di hadapi dalam hambatan teknis dan
hambatan pembiayaan adalah dengan :
Penyelesaian dalam Hambatan Teknis adalah dengan cara :
63
a. Menyediakan sarana dan prasarana wisata secara sederhana dan
berjeraring kerjasama dengan penyewa, penjual. Misalnya : sewa
tenda, peralatan camping dan ayunan hamok serta menggunakan
jasa pemandu dari bumdes untuk memandu acara outbond dll.
b. Berkoordinasi dengan kecamatan untuk pengembangan desa
wisata.
c. Mengegrakan warga masyarakat untuk membangun wisata desa
bersama warga di pelopori oleh bumdes dalam pengelolaannya.
d. Membuat promosi di berbagai media diantaranya media sosial dan
media onlien lainnya.
e. Studi banding dengan wilayah desa tetangga atau kecamatan di
wilayah kabupaten purwakarta dalam hal pengelolaan dan potensi
desa yang dimiliki.
Penyelesaian dalam hambatan pembiayaan adalah dengan cara :
Mengajukan hibah ke pemerintah daerah sebagai modal awal dalam
pengelolaan wisata desa bukit cinta di desa wanawali yang diketahui oleh
kecamatan cibatu dan mendapat rekomendasi dari dinas pariwisata.
4.4 Tanggapan Masyarakat Terhadap Program yang dilaksanakan.
Tanggapan masayarakat dalam pelaksanaan KPPM Kelompok 2 di
desa Wanawali Kecamatan Cibatu adalah sebagai berikut :
1) Dengan adanya pelaksanaan KPPM di Desa wanawali ini, kami
warga merasa terbantu karena dengan adanya dapat
memperkenalkan Desa Wanawali dan dapat menggali potensi yang
ada di desa Wanawali ini.
2) Semoga dengan adanya KKN ini bisa bermanfaat khususnya untuk
diri sendiri dan juga masyarakat, kepada adik-adik mahasiswa
semoga sekecil apapun yang diharapkan bisa menjadi manfaat
besar bagi lingkungan sekitar, dan ilmu yang didapatkan bisa
64
bermanfaat untuk lingkungan sekitar baik dalam lingkup
masyarakat dan Negara
3) Mudah mudahan Dengan di buka nya Wisata Bukit Cinta maka
potensi yang ada desa terekspose ke luar otomatis pendapatan
penduduk Desa menjadi meningkat.
65
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah menganalisis hasil penelitian dan pengolahan data maka kelompok
2 kppm wikara mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pemberdayaan masyarakat yang ada di Desa Wanawali sudah berjalan
dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan dahulu sebelum adanya pemberdayaan
masyarakat di Desa Wanawalidan belum terbentuk kelembagaan pariwisata
seperti pengelola Wisata dan BUMDES Desa Wanawali. Sekarang setelah adanya
pemberdayaan masyarakat mulai masuk, mulai didirikan dan dibentuk pengelola
wisata yang bertugas untuk menemukan potensi potensi yang ada di Desa
Wanawali agar mampu di jual ke wisatawan dalam bentuk paket wisata. Melalui
pengelola yang sudah terbentuk berdampak kepada meningkatnya perekonomian
masyarakat sekitar dan keterbukaan lapangan pekerjaan yang mayoritas hanya
petani dan pedagang beralih menjadi pekerjaan sampingan yang tergabung pada
pengelola Wisata yang sudah didirikian.
2. Selama pemberdayaan masyarakat di Desa Wanawali berlangsung terdapat
faktor pendukung yaitu potensi wisata yang memadai, mendapat dukungan dari
pemerintah desa fasilitas dari Dinas terkait & partisipasi masyarakatnya yang
tinggi. Hal ini akan mampu menjadi peluang untuk terus mengembakan potensi
yang dimilikinya. Namun terdapat juga faktor pengambat yang meliputi masih
adanya keterbatasan dana& sumber daya manusia yang kurang memadai serta
komunikasi baik internal maupun eksternal yang apabila tidak lekas ditangani
akan menjadi boomerang bagi Desa Wisata Wanawali kedepannya
66
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian diatas maka dapat diketahui bahwa telah diterapkan
bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata BUKIT
CINTA oleh BUMDES Desa Wanawali. Namun demikian, ada beberapa saran
yang ingin kelompok 2 sampaikan kepada pengelola desa wisata Wanawali agar
pengembangan desa wisata BUKIT CINTA lebih optimal, antara lain:
1. Bagi Pemerintah
• Perlunya pembenahan akses jalan yang berlubang sepanjang menuju
gerbang masuk Desa Wisata wanawali agar wisatawan yang datang
berkunjung merasa nyaman .
• Sosialisasi kepada masyarakat setempat yang lebih intensif agar
masyarakat lebih paham tentang suatu informasi yang berkaitan dengan
pemberdayaan masyarakat dan kepariwisataan.
• Perlunya peran serta aparatur pemerintah Desa wanawali tentang
pencairan proposal dana yang dapat membantu kegiatan pemberdayaan
yang ada.
2. Bagi Pengelola Desa Wisata
• Agar potensi yang belum optimal mampu dikembangkan, perlu adanya
komunikasi antara pihak dusun dengan pihak pemerintah desa wanawali
agar nantinya potensi-potensi wisata yang baru yang belum diketahui di
Desa wanawali seperti yang ada di dusun 1 adanya situs patilasan cisaat
yang bisa di jadikan tempat wisata religi untuk kedepannya.
2 Bagi Masyarakat
• Mampu menjaga kelestarian Desa Wisata wanawali agar menjadi desa
wisata yang enak di kunjungi dengan di tunjang oleh sarana dan
prasarana yang memadai sehingga membuat kenyamanan pengunjung
saat berwisata di Desa Wisata wanawali.
67
LAMPIRAN – LAMPIRAN
68
Laporan Keg
Kelom
STIE WIKA
giatan KPPM
mpok 2
ARA - 2022
PENGEMBAN
DESA WA
“BUKIT
DOSEN PE
Drs. H. AEP RUS
NGAN WISATA
ANAWALI
T CINTA”
EMBIMBING
SJAMAN K, M.Si.
Kelompok 2
NIM NAM
1201019057 ATA
1201019072 IDWAR KURNIAWAN
1201019156 MILAWATI
1201019051 AHMAD SUSENO
1201019070 HENDRA HERNAWAN
1201019073 IFAN WIJAYA SUNARDI
1201019077 JUANTA
1201019103 VENNY HERNALIA
1201019106 YANI KONIAH
1201019108 YANTO SUGIYANTO
1201019116 YULIANI
1201019127 RAHMAT
1201019132 LUSIANA BADRIAH HA
2201019016 ALFITRI ANDRIYANI
2201019025 INA PUSPITA DEWI
MA KELOMPOK 2
I KETUA
ARTONO
SEKRETARIS
BENDAHARA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ISI LAPORAN BAB I PENDAHULUAN
KPPM BAB II 1.1 Latar Belaka
1.2 Dasar Pelaks
BAB III 1.3 Maksud dan
1.4 Tema Kegiat
BAB IV 1.5 Peserta dan
BAB V GAMBARAN UMU
2.1 Keadaan Geo
2.2 Data Pendud
2.3 Potensi Desa
2.4 Tingkat Pend
2.4 Keadaan Sos
2.5 Keagam
2.6 Organis
2.7 Kebuda
2.8 Perekon
RENCANA PROG
3.1 Rencana Pro
a. Rencana
b. Jadwal P
3.2 Masalah yang
a. Identifik
b. Rumusan
c. Pendeka
3.3 Sebab Dari M
3.4 Akibat yang D
REALISASI RENC
4.1 Hasil Program
4.2 Hambatan Ya
4.3 Penyelesaian
4.4 Tanggapan M
KESIMPULAN DA
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
ang
sanaan
Tujuan serta Manfaat
tan
Struktur Organisasi KPPM Desa Wanawali Kelompok 2
UM DESA WANAWALI
ografis
duk
a
didikan Masyarakat
sial
maan
sasi Sosial
ayaan
nomian
GRAM KERJA KPPM 2022
ogram Kerja
a Program Kerja
Pelaksanaan Program Kerja
g Ditemukan
kasi Masalah
n Masalah
atan Sosial
Masalah yang Ditemukan
Ditimbulkan
CANA PROGRAM KPPM 2022
m KPPM
ang Dihadapi
n Hambatan
Masyarakat Terhadap Program yang dilaksanakan.
AN SARAN
Rencana Program Kerja
yang akan dilaksanakan oleh Kelompok 2 Desa Wanawa
1. Tahapan Persiapan Pelaksanaan KPPM K
2. Pembangunan Sarana dan Prasarana
Patok Area Kemah (Kemping)
Photobooth Love
Ayunan Pohon HAMMOCK
Patok Area Outbond
Patok Permainan Paintball (modifikasi)
3. Pemasaran dan Promosi
Pembuatan Tweborn Bukit Cinta Wanawali Purwakart
Berita KPPM STIE Wikara menggali Bukit Cinta Wana
Promosi di media sosial lainnya.
4. Kebersihan lingkungan wisata
Tempat Sampah Sederhana (Ram) 3 Buah.
Spanduk kecil - Himbauan Buanglah sampah pada tem
5. Bersinergi dengan Bumdes dalam Pemb
6. Sebagai tempat Penutupan KPPM di BU
KPPM Kelompok 2
ali diantaranya adalah :
Kelompok 2
ta JABAR
awali Purwakarta Jawa Barat pada Media Online
mpatnya.
bangunan Wisata Desa “Bukit Cinta”
UKIT CINTA
Tahap Persiapan KPPM Kelompo
Dalam pengembangan wisata desa wanawali dengan pemanfaatan
dengan membantu menginvetarisir lahan tahan kehutanan yang
pengelolaannya kepada Bumdes Desa Wanawali.
Tekusur Dokumen : Implemen
Perjanjian Kerjasama KULIN KK
00/Bumde
dalam Pe
Jasa Ling
Perhutani
Identifikasi Luas Wilayah : 5,70 (Ha)
Yang di laksanakan KPPM : Menyusur
kelompok 2 (dua) hektar da
yang dapa
ok 2 :
n lahan tanah kehutanan
g sudah diberikan hak
ntasi Perjanjian Kerjasama Nomor : 02/NKK-PS
K / PWK / DRJB / 2022 dan Nomor
es/MJW/2022 pada tanggal 24 Juni 2022
erjanjian Kerjasama Kemitraan Kehutanan Usaha
gkungan Wisata Alam Bukit Cinta dengan Perum
i KPH Purwakarta dan Bumdes Wanawali.
) Hektar
ri keliling Wisata Alam Bukit Cinta seluas 5,70 (Ha)
an membuka semak belukar menjadi jalan setapak
at di lewati manusia.
Foto : Penerimaan peserta KPPM di Kecamata
Dengan dukungan
penuh dari :
DOSEN PEMBIMBING
Drs. H. AEP RUSJAMAN K, M.Si
an Cibatu (1 Juli 2022)
Kanto
or Desa Wanawali
Penerimaan Desa Wana
KPPM :
awali pada Peserta
Diterima dengan baik…
dan sangat berharap
akan adanya perubahan
pada sector wisata desa
Foto : Penerimaan Kepala Desa Wanaw
wali (2 Juli 2022)
Posko Kelompok 2 KPPM
M
Foto : Survey Menyusuri keliling Wisata Alam Bu
dan Wilayah Desa Wanawali (3 Juli 2022)