INSTRUMEN PENELITIAN
88 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
88 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Soal tipe 1 : Memahami Artikel / Wacana
Kimia Bahan Alam:
Apa Pentingnya Bagi Kehidupan Manusia?
Pertanyaan pada judul artikel di atas mungkin pernah terbersit
di benak beberapa orang karena banyak yang menyadari bahwa
kehidupan manusia tidak lepas dari ketergantungannya terhadap alam.
Lalu, dari tinjauan kimia bagaimanakah pentingnya pemanfaatan bahan
alam tersebut bagi kehidupan kita? Untuk menjawab pertanyaan
tersebut, mari kita simak uraian artikel berikut ini. Selama ribuan tahun
sejarah peradaban manusia, pemanfaatan komponen bahan alam
menjadi salah satu hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Mulai dari pohon, yang kayunya digunakan sebagai bahan bangunan
dan perapian, daunnya yang dimanfaatkan sebagai pangan dan obat-
obatan, dan akarnya yang dimanfaatkan sebagai bahan pakaian, hingga
beberapa racun yang diperoleh misalnya dari katak yang digunakan
sebagai alat bantu berburu.
Seiring dengan perkembangan zaman disertai dengan
perkembangan teknologi, kebutuhan akan komponen bahan alam yang
digunakan dalam berbagai bidang menjadi semakin meluas. Tidak saja
memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk sandang, pangan, dan
papan, tapi juga memenuhi kebutuhan akan obat-obatan, kosmetik,
pestisida ramah lingkungan, zat warna alami, parfum, dan lain-lain.
Bahan alam sendiri merupakan bidang kajian yang sangat luas. Hingga
kini, istilah “bahan alam” dan cakupannya masih diperdebatkan oleh
para ahli.
Namun, umumnya para ahli sepakat mendefinisikan bahan
alam sebagai senyawa, campuran senyawa, atau ekstrak yang diperoleh
dari sumber alami, seperti tumbuhan, hewan, bakteri, jamur, maupun
organisme laut. Kajian ilmu yang mempelajari tentang komposisikimia
bahan alam yang khusus terdapat dalam tumbuhan disebut dengan
fitokimia. Senyawa-senyawa fitokimia mencakup berbagai senyawa
dengan keragaman yang sangat kompleks. Banyak senyawa ini hingga
kini memainkan peranan penting dalam bidang pangan, kosmetik, dan
farmasetika.
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 89
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 89
Senyawa-senyawa fitokimia dapat diperoleh baik dalam jumlah
yang besar maupun dalam skala yang kecil dari berbagai bagian
tumbuhan seperti daun, bunga, batang, kulit batang, biji, dan akar.
Umumnya fitokimia dibatasi pada kajian senyawa-senyawa dengan
berat molekul rendah yang diperoleh dari jaringan tanaman. Tabel
berikut ini menunjukkan beberapa contoh senyawa fitokimia dan
potensi penggunaannya.
Potensi dan sumber beberapa senyawa bahan alam penting.
90 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
90 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Sepanjang sejarah, penggunaan senyawa bahan alam sebagai
sumber utama obat-obatan telah berkembang dengan pesat.
Perkembangan ini disertai dengan seleksi yang ketat dalam hal proses,
ekstraksi, keampuhan dalam mengobati penyakit, dan interaksi
biokimianya dengan makhluk hidup. Rangkaian proses yang panjang ini
pada gilirannya menghasilkan suatu bentuk obat baru dengan struktur
yang khas serta efek samping yang terukur. Beberapa bukti awal sejarah
penggunaan senyawa bahan alam untuk kebutuhan medis antara lain
penggunaan ekstrak foxglove (Digitalis purpurea) sebagai obat jantung
pada sekitar abad ke-18, penggunaan batang dedalu dan kina untuk
pengobatan demam, dan penggunaan ekstrak opium dalam pengobatan
disentri. Pada tahun 1804, morfin yang menunjukkan efek analgesik
dan sedatif berhasil diisolasi dalam keadaan murninya dari biji
tumbuhan opium (Papaver somniferum).
Sepanjang abad ke-19, beberapa ilmuwan berhasil mengisolasi
beberapa senyawa aktif tanaman dalam keadaan murninya, seperti
kuinina yang berasal dari kina, kokaina yang berasal dari koka
(Erythroxylon coca), dan beberapa senyawa lainnya terutama dari jaringan
tumbuhan. Pada tahun 1829, ilmuwan berhasil mengisolasi salisina
yang berasal dari dedalu (willow tree) yang memiliki efek pereda nyeri,
dan pada tahun 1838, asam salisilat berhasil diisolasi dari sumber yang
sama. Masalah yang timbul dari penggunaan asam salisilat adalah
sifatnya yang mengiritasi lambung sehingga pada abad ke-19 ilmuwan
kemudian mensintesis turunan senyawa ini, asam asetil salisilat, yang
lebih dikenal sebagai aspirin yang menunjukkan efek iritan yang rendah.
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 91
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 91
Senyawa-senyawa yang berhasil diisolasi dari tumbuhan: (1)
morfina, (2) kuinina, (3) kokaina, (4) salisina, (5) asam salisilat, (6) asam
asetil salisilat / aspirin, (7) penisilin, (8) paklitaksel / taxol, (9)
artemisina. Memasuki abad ke-20, penemuan spektakuler penisilin
sebagai senyawa antibakteri dari jamur Penicillium notatum oleh
Alexander Fleming mampu menyelamatkan jutaan nyawa dari infeksi
bakteri selama terjadinya Perang Dunia II. Fleming dianugerahi Nobel
bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1945.
Penemuan spektakuler ini menginspirasi banyak ilmuwan untuk
mulai mengeksplorasi senyawa bahan alam yang terdapat pada
mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Seleksi ketat terhadap
beberapa galur jamur dan bakteri menghasilkan penemuan sejumlah
antibiotik lain seperti cephalosporin, tetrasiklin, aminoglikosida,
rifamisin, kloramfenikol, dan lipopeptida. Penemuan obat lain dari
bahan alam yang akhirnya disetujui untuk penggunaan klinis adalah
paklitaksel yang diisolasi dalam jumlah yang sangat kecil dari kulit
batang Pacific yew, Taxus brevifolia, yang lebih dikenal dengan merek
dagang Taxol. Senyawa ini diisolasi pada tahun 1970 an. Karena
jumlahnya yang sangat kecil, senyawa ini baru tersedia secara komersil
pada tahun 1992 setelah melalui serangkaian proses sintesis.
Senyawa lain yang tidak kalah penting yang berhasil diisolasi
dari herba tanaman adalah artemisinina oleh Tu Youyou, ilmuwan asal
Tiongkok. Senyawa ini diperoleh dari Artemisinia annua pada tahun 1972
yang berkhasiat menyembuhkan malaria. Ia pun berhasil mendapatkan
Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 2015 atas
penemuannya tersebut. Secara keseluruhan, sekitar 244 prototipe
struktur kimia (80% berasal dari hewan, tumbuhan, dan
mikroorganisme) telah digunakan sebagai “cetakan” dalam produksi
obat-obatan hingga 1995. Sekitar setengah dari obat-obatan yang
beredar di pasaran terinspirasi dari struktur alam, baik senyawa
langsung maupun turunannya, yang sebagian besar berasal dari
organisme terestrial. Senyawa-senyawa bahan alam ini kemudian dibagi
menjadi dua kelompok besar, yaitu senyawa metabolit sekunder dan
senyawa metabolit primer.
Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa yang dihasilkan
dalam jumlah terbatas, tidak esensial bagi kelangsungan hidup
organisme tersebut, dan bersifat unik yang hanya ditemukan pada
spesies atau genus tertentu saja. Fungsi metabolit sekunder adalah
92 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
92 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
untuk mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang
menguntungkan, misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit,
menarik polinator, dan sebagai molekul sinyal. Singkatnya, metabolit
sekunder digunakan organisme untuk berinteraksi dengan
lingkungannya.
Senyawa metabolit primer adalah senyawa yang dihasilkan oleh
makhluk hidup dan bersifat esensial bagi proses metabolisme sel
tersebut. Senyawa ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok
makromolekul yaitu karbohidrat, protein, lipid, dan asam nukleat.
Sebagian besar senyawa aktif yang telah diisolasi oleh para ilmuwan
menunjukkan banyak di antaranya yang merupakan bagian dari
metabolit sekunder. Senyawa ini menunjukkan keaktifan yang tinggi
disebabkan oleh keunikan dan keragaman strukturnya serta
keberadaannya yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan tempat
organisme itu hidup.
Keragaman struktur yang amat tinggi ini menyebabkan
kesulitan dalam mengidentifikasi struktur-struktur kimia yang
ditemukan di alam. Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan melakukan
penggolongan terhadap senyawa bahan alam berdasarkan jalur
biosintesisnya yang terdapat di dalam organisme tersebut. Biosintesis
dapat diartikan sebagai proses sintesis senyawa bahan alam yang
berlangsung di dalam organisme hidup.
Berbeda dengan sintesis senyawa organik di laboratorium yang
biasanya menggunakan reagensia yang “keras” seperti asam kuat, basa
kuat, dan logam berat maupun suhu yang ekstrem, sintesis senyawa
organik di dalam organisme hidup berlangsung relatif “lembut” pada
suhu kamar tanpa menggunakan reagensia yang “keras”. Hal ini
dimungkinkan terjadi karena adanya enzim dalam organisme hidup
tersebut yang mengkatalisis reaksi kimia. Enzim tersebut mengkatalisis
reaksi yang sangat spesifik dan keberadaan enzim ini erat kaitannya
dengan kondisi genetik dan lingkungan dimana organisme tersebut
hidup. Kembali ke penggolongan senyawa kimia bahan alam, umumnya
senyawa ini digolongkan berdasarkan jalur biosintesisnya, yakni (1) jalur
asetat, (2) jalur sikimat, (3) mevalonat dan metilerithrol fosfat, dan (4)
kombinasi berbagai jalur. Contoh senyawa yang diperoleh dari
kombinasi berbagai jalur adalah alkaloid yang biasanya diturunkan dari
asam amino.
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 93
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 93
Jalur asetat dalam biosintesis senyawa asam lemak dan poliketida.
Biosintesis kedua golongan senyawa ini dimulai dari asetilkoenzim-A
dan malonilkoenzim-A, suatu jenis koenzim yang terdapat di dalam
beragam jenis organisme. Selanjutnya, kedua substrat ini akan
mengalami serangkaian reaksi enzimatik yang pada akhirnya
menghasilkan poliketida dan asam lemak.
94 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
94 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Jalur sikimat dalam biosintesis senyawa terpenoid dan steroid.
Dimulai dari D-erithrosa-4P yang secara singkat menghasilkan empat
prekursor utama, asam sikimat, asam protokatekuat, asam galat, dan
asam kuinat, yang melalui serangkaian reaksi enzimatik akan diperoleh
asam amino aromatik, fenil propanoid, dan flavonoid.
Jalur mevalonat dan metilerithrol fosfat dalam biosintesis
senyawa asam amino aromatik, fenil propanoid, dan flavonoid. Berawal
dari asetlkoenzim-A, serangkaian proses enzimatik akan menghasilkan
isopentenil pirofosfat dan dimetilalil pirofosfat, yang merupakan
prekursor utama senyawa-senyawa terpenoid dan steroid.
Dari pemaparan di atas, jelaslah bahwa kontribusi kimia bahan
alam bagi kehidupan manusia amatlah besar. Bidang ini terbukti
memberikan kontribusi yang nyata terutama dalam membantu
menyelamatkan jutaan nyawa dari berbagai penyakit dan infeksi. Tentu
saja, bidang ini tidaklah dapat berdiri sendiri, ia membutuhkan
kontribusi terpadu dari berbagai bidang ilmu, hingga pada akhirnya
akan menghasilkan senyawa yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Pada artikel-artikel selanjutnya, penulis akan menunjukkan bagaimana
bidang lain terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
perkembangan ilmu kimia bahan alam, juga akan dipaparkan bagaimana
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 95
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 95
keragaman struktur senyawa bahan alam akan mempengaruhi aktivitas
biologisnya.
Bahan bacaan:
1. Dewick, P. M. 2009. Medicinal Natural Products a Biosynthetic
Approach. Third Edition. John Wiley & Sons. London.
2. Krause, J. & Tobin, G. 2013. Chapter 1 : Discovery, Development,
and Regulation of Natural Products. Dalam buku Using Old
Solutions to New Problems – Natural Drug Discovery in the 21st
Century. InTech Open.
3. Harjo, B., Wibowo, C., & Ng, K. M. 2004. Development of
Natural Product Manufacturing Processes Phytochemicals.
Chemical Engineering Research and Design, 82(A8): 1010–1028.
Penulis:
Kindi Farabi, Mahasiswa S-3 Bidang Kimia Bahan Alam di Fukase
Laboratory, Osaka University. Kontak: [email protected]
Tagged alam, bahan, fitokimia, lingkungan
Petunjuk :
Berdasarkan bacaan diatas, maka dibawah ini terdapat 4 pertanyaan
dan Setiap pertanyaan waktu menjawab maksimal tiga menit, dan soal ini
telah disubmit di google form.
Pertanyaan:
1. Jelaskan Perbedaan antara metabolit primer dan sekunder, serta
contohnya.
2. Jelaskan pengertian dari jalur biosintesis, dan contoh dari suatu
jalur biosintesi.
3. Deskripsikan secara singkat perkembangan dari pentingnya suatu
metabolit sekunder
4. Berdasarkan artikel diatas, maka betapa pentingnya bahan alam bagi
kehidupan kita, saudara dapat menyebutkan pentingnya kimia
bahan alam bagi kehidupan?.
96 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
96 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Tipe 2 : Soal Pilihan
A. Pengantar :
Pada bagian ini disajikan bentuk tes untuk mengukur
penguasaan kognitif mahasiswa berkaitan dengan bahan kajian
metabolisme sekunder, uji fitokimia, dan uji bioaktivitasnya dari ekstrak
Tanaman Hutan tropis.
B. Petunjuk :
1. Tuliskan identitas saudara nama, NIM dan kelas.
2. Pilihlah Jawaban ini yang saudara yakini benar, dan saudara dapat
memilih satu atau lebih dari satu dari pilihan jawaban yang anda
anggap benar.
3. Waktu yang disedian untuk setiap soal maksimal 2 menit.
C. Pertanyaan :
1. Pada pembelajaran Kimia Organik Bahan Alam (KOBA), maka
terdapat bahan kajian proses biosintesis dalam mahkluk hidup,
yang mana proses tersebut dihasilkan kelompok senyawa
a. Metabolit Primer
b. Karbohidrat
c. Metabolit sekunder.
d. Protein
e. Asam Lemak/Lipida
f. Asam Nukleat
2. Pada senyawa dibawah ini termasuk metabolit primer adalah ....
a. Metabolit Primer
b. Karbohidrat
c. Metabolit sekunder.
d. Protein
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 97
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 97
e. Asam Lemak/Lipida
f. Asam Nukleat
3. Suatu proses pemisahan atau pengambilan suau senyawa
metabolit sekunder, misal minyak atsiri yang terdapat dalam suatu
tumbuhan atau tanaman lokal tertentu dengan mengggunkan
pelarut organik yang sesuai dinanamakan proses...
a. Destilasi
b. Isolasi
c. Refraksi
d. Maserasi
4. Pada proses distilasi atau ekstraksi dari suatu metablit sekunder
dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini, yaitu
a. Filtrasi
b. Maserasi
c. Evaporasi
d. Destilasi
e. Sokletasi
f. Perkolasi
g. Rekristalisasi
5. Pada senyawa ini termasuk metabolit sekunder adalah ...
a. Terpenoid, asam nukleat, proten, dan alkalod
b. Polisakarida, Polikerida, Polipeptida, dan Asam Sinamat,
c. Terpenid, Steroid, Alkaloid, Flavonoid, Fenilpropanoid,
d. Lemak, Tanin, Saponin. Minyak Atsiri
e. Karotenoid, Kolesterol, Asam Sinamat, dan Polipeptida
6. Senyawa metabolit dalam suatu tanaman yang memiliki aktivitas
antibakteri, antikanker, dan antioksidan termasuk kelompok
senayawa...
98 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
98 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
a. metabolit primer
b. metabolit sekunder
c. etnofarmasi
d. etnommedisin
7. Pada tanaman hutan tropis terkadang ditemukan senyawa yang
mampu sebagai antikanker pada manusia, karena pada tanaman
hutan tropis memiliki..
a. Struktur benzena sebagai penghambat sel kanker
b. Senyawa metabolit primer sebagai antikanker
c. Senyawa protein sebagaipenghambat sel kanker
d. metabolit sekunder sebagai penghambat sel kanker
8. Sutau kinerja ilmiah untuk mengetahuai kandungan jenis metabolit
sekunder dari suatu sampel tanaman hutan tropis Indonesia
menggunakan reagen kimia atau reaksi kimia tertentu yang
spesifik, dinamakan percobaan...
a. Isolasi dan ekstraksi metabolit sekunder
b. Uji fitokimia dan skrining.
c. Uji Dreagendrof dan Meyer
d. Uji struktur molekul
9. Pada saat wabah Covid 19 ini telah berkembang riset untuk
membuktikan kebenaran pengetahuan masyarakat mengenai
manfaat ekstrak daun sirih, kunir, berbagai empon empon, dan
lemon diyakini dapat menghambat penyebaran dan membunuh
Virus Covid 19. Suatu riset untuk membuktikan pengetahuan
masyarakat tentang biokativitas berbagai tanaman etnomedisin
tersebut, termasuk kategori kelompok riset......
a. Pengembangan pengetahuan dan Teknologi
b. Terapan hasil riset dasar dalam mencari kebenaran
c. Dasar untuk penjelasan ilmiah melalui inkuiri
d. Kebijakan penaganan Covid 19
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 99
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 99
10. Mahasiswa secara kelompok melakukan percobaan dengan cara
menguji suatu ekstrak kental metanol dari bajakah ditambah 0,5
etanol, kemudian 0,5 mL kloroform dan 3 tetes H2SO4pekat.
Setelah dikocok diperoleh perubahan warna larutan menjadi
merah. Percobaan ini menunjukkan uji positip untuk..
a. Alkaloid
b. Terpenoid
c. Flavonoid.
d. Steroid
e. Tanin
f. Saponin
11. Seorang mahasiswa melakukan percobaan yaitu 0,5 mL ekstrak
metanol dari tanaman hutan tropis ditambahkan 2 mL kloroform
kemudian ditambahkan lagi 5 tetes H2SO4 6 M. Setelah dikocok
dan berubah menjadi warna larutan menjadi coklat, yang
menunjukkan adanya metabolit sekunder untuk....
a. Alkaloid
b. Terpenoid
c. Flavonoid.
d. Steroid
e. Tanin
f. Saponin
12. Mahasiswa melakukan percobaan Ekstrak 1 mL kental metanol
dilarutkan dengan air panas sebanyak 1 mL dipanaskan selama 5
menit. Selanjutnya disaring dan filtratnya diambil sebanyak 0,5 mL
dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian di kocok.
Setelah beberapa lama terbentuk busa atau buih dan stabil
bebeberaa detik, hal ini menunjukkan ...
a. Alkaloid
b. Terpenoid
c. Flavonoid.
100 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
100 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
d. Steroid
e. Tanin
f. Saponin
13. Pada tes uji fitokimia untuk metabolit sekunder Alkaloid, maka
seorang praktikan menggunakan reagen kimia berikut ini ...
a. Reagen Meyer, pereaksi Wagner dan Dragendorff.
b. Reagen Molisch, Benedich, dan Wagner
c. Reagen Dragendrof, Uji Wagner, dan uji dengan pereaksi FeCl3
d. Reagen Benedich, Pereaksi dengan FeCl3, dan uji dengan
Tollens
14. Pada percobaan uji struktur dari metabolit sekunder, maka
serapan uluran khas untuk gugus fungsi untuk hidrosil dan
karbonil akan emiliki bilangan gelombang (cm-1) adalah..
a. Serapan pada bilngan gelombang 3460 – 3440 dan 1340-1330
b. Serapan pada bilngan gelombang 2950 – 2900 dan 1710- 1700
c. Serapan pada bilngan gelombang 3460- 3440 dan 1719 -1700
d. Serapan pada bilngan gelombang 1710 – 1700 dan 1310 -1300
15. Bidang kajian yang mengkaji tentang tanaman tradisional yang
berkhasiat sebagi obat secara farmakolgi dan pembuktiannya
secara ilmiah dikajia dalam nidang ,,,
a. Etnosains dan Etnobotani
b. Etnobotani
c. Etnofarmakologi
d. Etnomedisin
16. Pada uji bioaktivitas antibakteri dari ekstrak metabolit sekunder
tanaman hutan tropis, maka daya hambat suatu ekstrak tersebut
dapat diketahui melalui metode ...
a. Tes Kirby-Baue
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 101
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 101
b. Liebermann-Burchard
c. Meyer dan Dragendroff
d. Meyer dan Wagner
17. Ahmad Tafsir, dkk (2015) telah melakukan riset mengenai uji
bioaktivitas anti rayap tanah dari ekstrak rimpang lempuyang
(Zingeber Zeumbet Smith), yang mana tanaman ini sering tumbuh di
Hutan Tropis. Hasil dari riset ini adalah ekstrak lembuyang mampu
menghambat perkembangan rayap (rayap mati), dan berat kertas
menurun. Berdasarkan hasil riset ini, maka senyawa metabolit yang
berperan sebagai penghambat adalah ....
a. Tanin dan saponin
b. Alkaloid dan Saponin
c. Steroid dan Tanin
d. Flavonoid dan terpenoid
18 Pada Tanaman Taxus Sumatrana mampu sebagai penghambat sel
kanker, karena menurut Silmi Q. A (2018) dalam tanaman itu
terdapat jenis metabolit sekunder dengan nama senyawa...
a. Taxol
b. Fenilpropanoid dan Flavonoid
c. Saponin dan Steroid
d. Tanin dan Terpenoid
19. Pada uji bioaktifitas dari ekstrak tanaman Bajakah oleh Fakultas
Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (2017), maka
terdapat metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai penghambat
sel kanker dan tumor yaitu..
a. Flovonoid
b. Terpenoid
c. Saponin
d. Alkaloid
e. Fenoli
102 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
102 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
20. Pada uji bioaktifitas dari ekstrak tanaman Bajakah oleh Fakultas
Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (2017), maka
terdapat metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antibakteri
adalah senyawa.....
a. Flovonoid bdan Fenolik
b. Saponin dan Tanin
c. Alkaloid dan Tanin
d. Fenolik dan Terpenoid
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 103
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 103
Lampiran 4: Instrumen Respon Terhadapa Pembelajaran Inkuiri
Terintegrasi Etnosains dan STEM
Pertanyaan bermanfaat dan
1. Apakah kegiatan percobaan ini, memberikan
menarik bagi saudara dan berikan alasannya
Jawab :
2. Apakah kegiatan percobaan ini, memberikan tambahan
pengetahuan anda terhadap bahan kajian metabolit sekunder dan
manfaatnya bagi kehidupan (kesehatan) dan berikan alasannya
Jawab :
3. Apakah kegiatan percobaan ini mampu memberikan penjelasan
ilmiah mengenai pengetahuan masyarakat terkait tanaman hutan
tropis yang diyakini mampu sebagai obat penyakit tertentu
Jawab:
104 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
104 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
4. Apakah sajian yang terdapat buku Lembaran Kerja Mahasiswa ini
mudah dipahami bagi saudara, berikan alasannya.
Jawab :
5. Apakah waktu yang tersedia untuk percobaan ini memadai dan beri
alasannya
Jawab :
6. Apakah kegiatan percobaan ini, ketersediaan alat dan bahan
percobaan memadai dan berikan alasannya
Jawab :
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 105
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 105
7. Berikan respon dari percobaan mampu mengembangkan karakter
konservasi cinta lingkungan dan budaya dan beri alasannya
Jawab :
8. Apakah kegiatanpercobaan yang saudara lakukan mampu
meningkatkan kinerja dan sikap ilmiah anda, beri alasannya.
Jawab :
9. Apakah kegiatan percobaan yang telah dilkukan mampu
mengembangkan karakter kreatif, inovatif, dan tanggung jawab
dan alasannya
Jawab :
106 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
106 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
10. Mohon berikan satu atau dua saran demi perbaikan pembelajaran
kegiatan praktikum tersebut ke depan
Jawab :
Terima Kasih Atas Tanggapannya
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 107
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 107
Keywod Indexs
A Etnosains 1, 5, 6, 10, 14, 15, 16,
Alkaloid, 6, 7, 19, 20, 21, 22, 32, 17, 40, 49, 58, 65, 71, 75
33, 34, 36, 41, 60, 62, 68 Etnomedisin 4, 73, 76, 77
Antibakteri, 16, 18, 24, 26, 51,
F
52, 53, 54, 55, 69 Flavonoid 6, 19, 20, 24, 25, 27,
Antikanker 7, 10, 15, 16, 17, 24,
32, 34, 35, 38, 41, 60, 62
33, 60, 67, 69, 73, 74 Fenilpropanoid 28
Antirayap 7, 16, 60, 62, 63, 76 FTIR 42, 43, 45, 46, 47, 48
Antioksidan 24, 28, 76
Akar kuning 4, 11, 32, 35, 36, 39, H
Hutan Tropis 5, 7, 10, 14, 16,
42, 45, 46, 47, 48, 51, 53, 54,
56, 57, 60, 64, 65, 67, 70, 71, 17, 19, 20, 32, 33, 35, 38, 42,
73, 79, 80 44, 51, 60, 61, 62, 74, 75, 76,
Antivirus 24 77, 78
B I
Bajakah 4, 7, 10, 11, 32, 36, 42, Indegenous Science 16, 69, 75
Inkuiri 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11,
47, 51, 55, 65, 67, 69, 71, 73,
79, 80 12, 13, 14, 15, 17, 19, 33, 39,
Biosintesis 6, 15, 16, 20, 26, 29, 40, 42, 49, 51, 58, 60, 65, 67,
68 70, 71, 74, 75, 78, 79
Inovatif 15
C Isoflavon 24, 35
Covid-19 33, 79
Cinta Tanah Air 5, 17, 60, 67, 73 J
Jenitri 11, 32, 35, 36, 39, 42, 45,
D
Distilasi 32 46, 47, 64, 65, 67, 70, 71, 80
Disiplin 9, 16, 68, 73 Jujur 9, 10, 52, 60, 68, 73
E K
Ekstraksi 16, 19, 28, 30, 31, 45, Kanker 7, 10, 11, 22, 24, 26, 28,
73, 75 67, 68, 69, 75
108 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Keanekaragaman Hayati 5, 14, Peduli Lingkungan 1, 5, 60, 67
15, 19, 43, 52, 60, 61, 69 Pereaksi 21, 24, 25, 27
Kimia Organik Bahan Alam 1, R
17 Reagen Mayer 32, 33, 36
Konservasi 1, 4, 5, 14, 15, 16, S
17, 19, 43, 52, 60, 67, 69, 73, Saponin 6, 19, 26, 27, 32, 34, 35,
75, 76
38, 42, 60
Kromatografi Gas 42, 44, 45 Saintifik 15
Komunikatif 5 Sintaks 5, 15
Kolaboratif 5 Shikimat 6, 29
Kritis 5, 8, 43, 52, 57 Sinamat 29
Kreatif 5, 43, 52 Sokletasi 26, 28, 30, 33
Spektroskopi FTIR 43
L Spektroskopi Massa 43, 44, 45
Level Inkuiri 5, 8, 12 Steroid 6, 19, 20, 22, 23, 26, 34,
M 37, 38, 41, 60
Mangrove 4, 7, 32, 35, 36, 39, 42,
T
45, 46, 47, 51, 53, 55, 57, 60, Tanin 6, 20, 27, 38
63, 64, 65, 67, 70, 71, 73, 80 Taxus Sumatrana Taxol 4, 7, 10,
Maserasi 26, 28, 30, 32, 33
Metabolit 4, 6, 7, 11, 14, 15, 17, 11, 15, 32, 35, 36, 39, 42, 45,
20, 21, 27, 30, 31, 35, 38, 41, 47, 51, 53, 55, 57, 60, 64, 67,
46, 52, 60, 65, 69, 72, 74, 76 70, 74, 79, 80
Metabolit Primer 4, 6, 17, 20, 30 Terpenoid 6, 19, 20, 25, 26, 34,
Metabolit sekunder 4, 6, 7, 11, 37, 41, 62
14, 17, 19, 20, 22, 27, 30, 36, Tanggung Jawab 1, 52, 60, 68, 73
41, 46, 51, 52, 60, 62, 67, 71, Tumor 21, 68, 69
75, 76
U
O Uji Fitokimia 16, 19, 24, 26, 30,
Organik 1, 6, 7, 17, 20, 28, 30,
33, 36, 38, 40, 41, 42
33, 43, 44, 46 Uji Struktur 11, 16, 33, 42, 44,
Organoleptis 36
47, 48
P
Pengetahuan Ilmiah 74, 76, 79 W
Pengetahuan Faktual 5, 40 Wagner 21
Pengetahuan Prosedural 20, 51,
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 109
60, 67, 73
DAFTAR PUSTAKA
Asmara, A.P. (2017). Uji Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Dalam
Ekstrak Metanol Bunga Turi Merah (Sesbania grandiflora L. Pers).
Al-Kimia. 5(1) : 48-59. Tersedia:
Auditya Meidianto, Afghani Jayuska, Muamad Agus W. (2019).
Bioaktivitas Antirayap Ekstrak Kayu Gaharu (Aetoxylon
sympetalum) Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes sp). Jurnal kimia
Khataulistiwa, 8(9): 11-16, online: http://jurnal.untan. ac.id/
index.php/jkkmipa
Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and
opportunity. Arlington, VI: National Science TeachersAssociation
(NSTA) Press. Tersedia: https://www.nsta.org/ store/
product_detail. aspx?id.
Crayton, Jane., Svihla, Vanessa. Designing for Immersive Technology:
Integrating Art and STEM Learning. The STEAM Journal, Vol. 2,
2015. (diakses 22 September 2015).
Fowlis, Ian A.,(1998). Gas Chromatography Analytical Chemistry by Open
Learning. John Wiley & Sons Ltd: Chichester
Jurusan Kimia. (2007). Dokumen Rencana Program Semester (RPS) Kimia
Organik Bahan Alam. FMIPA UNNES
Matsjeh, S. (2009). Pemanfaatan Bahan Alam Nabati Yang Berpotensi
Sebagai Bahan Baku Senayaw Obat. Makalah Seminar Nasional.
Farmasi FMIPA Tanjungpuraa. Tersedia ttps:// repository.
ugm.ac.id/32887/ 1/ PEMANFAATAN_BAHAN_ALAM_
Muharni, Elfita dan Masyita, (2015). Isolasi Senyawa Metabolit
Sekunder Dari Ekstrak n-Heksana Batang Tumbuhan Brotowali
((Tinosporacrispa L.). Molekul, 10(1), Mei : 38 – 44. Tersedia:
https://www.researchgate.net/publication/313813208_ISOLASI
National Research Council. (2011). Inquiry and the National Secience
Education Standards: A Guifor Teaching and Learning. Wahington,
DC.: NationalAcademy Press. Tersedia:http:// books.nap.
edu/html/ inquiry_addendum/ notice.html
110 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
110 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Nurul Mutia P, Iriani S , Kustiariyah T, Muhammad N. (2017).
Aktivitas Anti kanker dari Fraksi Aktif Teripang. JPHP 20 (1) :
53-62, tersedia https:// journal. ipb.ac.id/index.php/jphpi/
article/viewFile/ 16399/12601
Partnership for 21st century Skill.2002. Learning for the 21st century.
A Report and MILE Guide for 21st century skills. www. 21st
century skills. org.P21. Report.pdf. diakses 13 Januari 2019.
Pavia, Donald L., Gary M. Lampman, George S. Kritz, Randall G.
Engel (2006). Introduction to Organic Laboratory Techniques (4th Ed.).
Thomson Brooks/Cole. pp. 797–817.
Rencana Strategis 2015-2019. (2015). Lembaga Penelitin dan
Pengabdian Kepada Masyarakat Semarang: LP2M UNNES
Rothwell, W.J, and Kazanas, H.C. (2013). Mastering The Instructional
Design Process A Systematic Approach. Third Ed. Pfeiffer Wordwise
: German
Saragih, Prasetia, Z.. (2018) Eksplorasi Tumbuhan Pewarna Alami
pada Kawasan Hutan Lindung Simandar Kabupaten Dairi
Provinsi Sumatera. Skripsi, USU Medan: tersedia
http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/7848
Septriyanto, D., Rosye, H.R, Tanjung, Hendra K., Maury, and
Meiyanto, E.. (2018). Cytotoxic Activity and Phytochemichal
Analysis of Breynia cernua from Papua. Indonesian Journal of
Pharmacentical Science and Tech-nology, 1(1) : 31-36. Terseda:
http://jurnal.unpad.ac.id/jipst/
Skoog, Douglas A., Donald M. West, F. James
Holler.(1991). Fundamental of Analytical Chemistry. New York:
Saunders College Publishing.
Sjamsul A.A. (2009). Ilmu Kimia Sumber Alam Hayati Indonesi :
Penelitian Untuk Pengembangan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan,
dan Sumber Daya Manusia. Orasi Guru Besar Emeritus ITB
Bandung
Sjamsul, A.A. (2009). Perguruan Tinggi Berbasis Riset Dalam
Pembangunan Nasional Berbasis Ilmu Pengetahuan. Makalah.
ITB Bandung.
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 111
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 111
Sudarmin, Sumarni, W, dan Diliarosta, S. (2019). Desain Model
Pembelajaran Inkuiri Terintegrasi Etnoains Bahan Kajian Uji
Bioaktivitas Metabolit Sekunder Tanaman Hutan Tropis Indonesia
Untuk Akselerasi Karakter Konservasi Mahasiswa. PDU-PT. LP2M
UNNES.
Sudarmin, Sumarni,W., dan Susilogati, S. (2018). Pengembangan Model
Pembe-lajaran Kimia Organik Bahan Alam Berpendekatan
STEM Terintegrasi Etnosains Untuk Membumikan Karakter
Konservasi dan Kewirausahaan. Laporan Penelitian . UNNES.
Sudarmin, Widyatmoko, A., dan Awaliyah. (2006). Model Pembelajaran
Sains Berbasis Etnosains [MPSBE] untuk Menanamkan Nilai
Karakter Konservasi dan Literasi Sains. Laporan Penelitian.
UNNES.
Sudarmin. (2015). Pendidikan Karakter, Etnosains dan Kearifan
Lokal:Konsep dan Penerapannya dalam Penelitian dan Pembelajaran
Sains. Swadaya Manunggal : Semarang.
Stuart, B, (2007), Infrared spectroscopy: fundamentals and applications, New
Jersey: John Willey & Sons.
Tascioglu C, Yalcin M, Troya T, Sivrikaya H. (2012.) Termiticidal
properties of some wood and bark extracts used as wood
preservatives. Bioresources. 7(3): 2960-2969. Tersedia https://
bioresources .cnr.ncsu .edu/ resources/ termiticidal-
Tritiyatma, H., Yuli, R, , Achmad, R,., Arie, B, Elma, S, Annisa, N,
Cinthia, F, (2017). Keterampilan Abad 21 dan STEAM STEAM
(Science, Technology, Engineerin, Art, and Mathematics), Jakarta: UNJ
Trilling, Bernie and Fadel, Charles (2009) 21st Century Skills: Learning for
Life in Our Times, John Wiley & Sons, 978-0-47-055362-6.
Wade, L. G., (2013), Organic chemistry, Glenview: Pearson Education
Zuraida. (2018). Analisis Toksisitas Beberapa Tumbuhan Hutan
Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BESLT). Jurnal
Penelitian Hasil Hutan vol 36, No 3 : 239-246: Doi
10.2080886/jphh.2018,36.3.239-246.
Silmi Q.A. (2018). Deteksi Gen Baccatin III 3-Amino 3-
Phenylpropanoid sebagai penghasil Taxol dari Kapang Endoft
Kuliat Batang Sumatrana Yew (Taxus sumatrana) . Skripsi.
FPMIPA UPI Bandung.
112 | Buku Lembar Kerja Mahasiswa Kegiatan
112 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Profil Penulis I
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si. adalah Profesor
Bidang Ilmu Pendidikan Kimia, lahir di
Boyolali, Jawa Tengah. Perjalanan pendidikan
dimulai dengan belajar di SD Negeri I
Tanjungsari (lulus 1979), SMP Negeri I
Banyudono (lulus 1982), dan SMA Negeri I
Boyolali (lulus 1985). Pendidikan Sarjana dari
Pendidikan Kimia di IKIP Semarang [lulus
1990], progran S-2 di Ilmu Kimia Program
Pasca Sarjana UGM Yogyakarta [lulus 1994].
Pendidikan Bahasa Jerman di Goethe Institut
tahun 1998-199, kemudian kuliah S-3 di prodi
pendidikan IPA di SPs UPI Bandung [lulus 2007].
Pada saat ini penulis sebagai dosen Kimia Organik Bahan Alam (KOBA) sejak
tahun 1994 di Jurusan Kimia. Penulis sebagai dosen S1, S2 untuk Prodi IPA
dan Pend Kimia, serta dosen Prodi S-3 IPA di PPs UNNES. Karier Jabatan
yang pernah diemban adalah kaprodi S-1 prodi pendidikan IPA dan Kajur
IPA terpadu FMIPA UNNES, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan,
dan Dekan FMIPA UNNES. Pada saat ini sebagai koordinator program studi
S2 pendidikan Kimia PPs UNNES dan Ketua Pusat Kajian Pembelajaran
MIPA Berbasis Etno-STEM. Pernah juga sebagai anggota senat FMIPA dan
Unnes, dan sejak tahun 2014 meraih jabatan fungsional Profesor bidang Ilmu
Pendidikan Kimia. Tugas tambahan yang pernah diemban adalah (a) pengurus
KPRI Handayani, (b) Instruktur nasional pembelajaran AKTIF AUSAID
DBE II dan III, (c) Instruktur pelatihan manajemen Laboratorium IPA, dan
(d) instruktur sosialisasi kurikulum 2013. Pada saat ini telah menulis enam
buku bahan ajar (teks books) dan 19 artikel terindeks scopus dalam prosiding
dan jurnal, serta memiliki 13 HAKI dari karya buku, motif batik kimia tek,
dan buku panduan. Penulis memiliki ID Google scholar Keg9DIQAAAA,
Sinta ID 5978471, Scopus ID 57193226009. Alamat penulis adalah Kantor
Jurusan Kimia FMIPA UNNES Kampus Sekaran Gunungpati Semarang
Jawa Tengah-Indonesia.
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 113
Profil Penulis II
Dr. SKUNDA DILIAROSTA, M.Pd. adalah
dosen pada Program Sarjana, Program Doktor
Pendidikan IPA dan Program Magister Ilmu
Lingkungan di Universitas Negeri Padang,
mengampu mata kuliah Model Pembelajaran
Kontemporer di Program Doktor, Mata
kuliah Dasar Lingkungan Hidup, Etnosains,
Interpreneur Sains, Biologi Terapan, Bio-
teknologi, Kapita Selekta dan Microteaching
pada program Sarjana Pendidikan IPA. Pada
program Megister mengampu mata kuliah
Ekologi dan Lingkungan di Pasca Sarjana
UNP. Aktif dalam berbagai organisasi
masyarakat diantaranya sebagai sekretaris
BKOW Sumatera Barat tahun 2000 – 2005, Ketua I BKOW Sumatera Barat
sejak tahun 2005, Sekretaris Yayasan Jantung Sumatera Barat periode Tahun
2004 sampai sekarang. Ketua 1 Forum Paud Sumatera Barat dan Ketua 1
Dharmawanita Persatuan Kopertis th 2004 – 2017
Telah banyak memberi pelatihan dan ceramah diberbagai organisasi wanita
Dharmawanita, GOW, PKK, Organisasi Masyarakat dan di Perguruan Tinggi
di Sumatera Barat tentang Kepemimpinan, Etika dan Kepribadian serta
banyak menulis artikel tentang lingkungan, etika dan kepribadian diberbagai
media cetak dan elektronik. Menulis Buku tentang Mengkritisi Banjir,
Longsor, Kekeringan dan Lingkungan dalam Era Perobahan Iklim Global.
Sebagai fasilitator pada pelatihan Pekerti dan AA dan Tim Evaluasi Kinerja
Akademik (EKA) LLDIKTI wilayah X. Melakukan studi banding akademik,
kemahasiswaan dan manajemen organisasi wanita bersama Kopertis Wilayah
X dan Dharmawanita Unand di Perguruan Tinggi dalam dan Luar Negeri
diantaranya UPM, USM, UKM, UTM, Univ Utara Malaysia, UN Singapure,
Princs Songkla University tahun 1991, AIT Thailand dan Al Azhar University,
Cairo University Mesir tahun 1996, Mengikuti Konferensi Internasional
Perempuan di Thailand th 2014. Mengunjungi Laboratorium dan Conference
di Slovak University Slovakia dan Wangeningen University Belanda tahun
2014, Menjalin kerjasama perguruan tinggi antara 12 perguruan tinggi di
wilayah Kopertis X dengan 10 PTN dan PTS di Taiwan th 2016. Tugas
tambahan yang pernah diemban adalah ketua 1 KPRI Kopertis X.
114 | BUKU LEMBAR KERJA MAHASISWA
Profil Penulis III
Dr. Woro Sumarni. M.Si. adalah dosen pada
Program Sarjana, Magister Pendidikan Kimia,
Magister Pendidikan Dasar serta Program
Magister dan Program Doktor Pendidikan IPA
di Universitas Negeri Semarang. Sejak 1993
berdinas di Jurusan Kimia FMIPA UNNES,
mengampu mata kuliah Kimia Dasar 1 & 2,
Kimia Pemisahan, Kimia Analisa Instrumen,
Kimia Bahan Pangan, Strategi Pembelajaran
Kimia, Perencanaan Pembelajaran Kimia.
Pada Program Magister Pendidikan Kimia
Pascasarjana UNNES mengampu mata kuliah
Pembelajaran Kimia Berbasis Etnosains.
Psikologi Kognitif, Kajian Jurnal Internasional,
pada Program Magister Pendidikan IPA mengampu mata kuliah Studi
Jurnal, pada Program Magister Pendidikan Dasar mengampu mata kuliah
Perkembangan Peserta Didik, dan pada Program Doktor Pendidikan IPA
mengampu mata kuliah Perkembangan Riset Pendidikan IPA.
Buku yang telah disusun, antara lain :
1. Kimia Rekreasi, ditulis bersama Drs. Warlan Sugiyo, M. Si (2003)
2. Modul Suplemen PLPG Kimia, bersama Prof. Dr. Sudarmin, M. Si dan
Cepi Kurniawan, PhD (2017)
3. Soal Kimia Dasar, bersama Prof. Dr. Kasmadi Imam Supardi, MS (2018)
4. Book Chapter Pembentukan Karakter Konservasi Melalui Inovasi dan
Strategi Pembelajaran IPA (2018)
5. Etnosains dalam Pembelajaran Kimia: Prinsip, Pengembangan dan
Implementasinya (2018)
6. Pengembangan Model Pembelajaran Kimia Organik Bahan Alam berbasis
STEM terintegrasi etnosains, ditulis bersama Prof. Dr. Sudarmin, M. Si
dan Dr. Sri Susilogati Sumarti, M. Si (2019)
7. Kimia Bahan Pangan: Makronutrien Terintegrasi Etnosains (2019)
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dkk. | 115
REKAPITUASI DATA PENELITIAN
Hasil Pengamatan
No. Sampel Proses Karakteristik Uji Uji Uji Hasil Hasil uji
percobaan isolasi dan wujud zat fitokimia dengan antibakteri anti antikanker
ekstraksi FTIR rayap
yang
positip
1. Bajakah
2. Akar
Kuning
3. Taxus -
Sumatrana
4. Mangrove
5. Jenitri