Buku Panduan dan Kisi-Kisi Ujian Komprehensif 261 4. Mampu melalukan studi perbandingan secara objektif. 5. Potensi bias yang sifatnya personal bisa dihindari dengan cara peneliti menjaga jarak dengan partisipan yang diteliti dan dengan cara menggunakan software komputer ketika menganalsis. Kekurangan metode penelitian kuantitatif: 1. Seringkali mengabaikan detail konteks sosial yang diteliti 2. Pendekatannya statis dan rigid sehingga tidak fleksibel ketika peneliti di lapangan. 3. Memiliki potensi bias yang sifatnya struktural karena rumusan masalah yang dibuat biasanya merefleksikan kepentingan peneliti tanpa mempertimbangkan permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh partisipan. 4. Hasil penelitian seringkali kurang detail dalam menjelaskan perilaku dan motivasi tindakan individu. 5. Peneliti bisa saja mengumpulkan data yang lingkupnya sempit dan superfisial. 6. Hasil penelitian memiliki kualitas penjelasan yang terbatas pada deskripsi numerik dan kurang detail dalam mengelaborasikan aspek persepsi manusia. 7. Hasil penelitian cenderung menggambarkan hasil laboraturium ketimbang hasil nyata apa yang terjadi lapangan. 3.2. Desain Penelitian 3.2.1. Experimental Research Experimental design atau peneltian eksperimen adalah merupakan metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan yaitu kegiatan mengontrol, kegiatan memanipulasi, dan observasi.Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi 2 kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan.Experimental researchberusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.
Buku Panduan dan Kisi-Kisi Ujian Komprehensif 262 Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati.Secara Umum Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian. 3.2.2. Survey Research Survey research atau penelitian survei adalah salah satu pendekatan penelitian yang pada umumnya digunakan untuk pengumpulan data yang luas dan banyak.Penelitian ini dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi datanya dari sampel yang diambil dari populasi tersebut.Misalnya penelitian tentang kecenderungan masyarakat memilih pemimpin nasional. Tujuan penelitian survei adalah untuk mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi.Penelitian survei digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu tertentu. Ada tiga karakteristik utama dari penelitian survei yaitu: 1. Informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu, 2. Informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan baik tertulis maupun lisan dari suatu populasi, 3. Informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Penelitian survei dapat dilakukan secara pribadi ataupun kelompok. Penelitian survei bukan hanya dimaksudkan untuk mengetahui status gejala, tetapi juga bermaksud menentukan kesamaan status dengan cara membandingkannya dengan standar yang sudah dipilih atau ditentukan. Disamping itu, juga untuk membuktikan atau membenarkan suatu hipotesis. 3.2.3.Action Research Action research atau penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau kelompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan. Karakteristik utama penelitian ini
Buku Panduan dan Kisi-Kisi Ujian Komprehensif 263 adalah partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota sasaran. Penelitian tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang „dicoba sambil jalan‟ dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Penelitian tindakan juga merupakan upaya mengujicobakan ide-ide ke dalam praktek untuk memperbaiki atau mengubah sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari situasi.Wujudnya adalah suatu bentuk penelitian reflektif diri yang secara kolektif dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek pendidikan dan sosial mereka, serta pemahaman mereka mengenai praktek dan terhadap situasi temapat dilakukan praktek-praktek tersebut. Dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan menekankan kepada kegiatan (tindakan) dengan mengujicobakan suatu ideke dalam praktek atau situasi nyata dalam skala mikro yang diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki, meningkatkan kualitas dan melakukan perbaikan social. Esensi penelitian tindakan terletak pada adanya tindakan dalam situasi yang alami untuk memecahkan permasalahan-permasalahan prasktis atau meningkatkan kualitas praktis. 3.2.4. Ethnography Research Ethnography study atau metode kajian etnografi termasuk dalam metode penelitian kualitatif.Kata etnografi berasal dari kata-kata Yunani ethos yang artinya suku bangsa dan graphos yang artinya sesuatu yang ditulis.Etnografi adalah ilmu penulisan tentang suku bangsa, menggunakan bahasa yang lebih kontemporer, Etnografi dapat diartikan sebagai penulisan tentang kelompok budaya.Dalam aplikasinya, etnografi adalah studi mendalam tentang perilaku alami dalam sebuah budaya atau seluruh kelompok sosial. Riset etnografi adalah prosedur penelitian kualitatif untuk menggambarkan, menganalisa, dan menafsirkan unsur-unsur darisebuah kelompok budaya seperti pola perilaku, kepercayaan, dan bahasa yang berkembang dari waktu ke waktu.Fokus dari penelitian ini adalah budaya, dalam hal ini adalah segala sesuatu
Buku Panduan dan Kisi-Kisi Ujian Komprehensif 264 yang berkaitan dengan perilaku manusia dan keyakinan. Termasuk di dalamnya adalah bahasa, interaksi, dan gaya komunikasi. 3.2.5. Correlational Research Correlational research atau Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam aplikasi correlational research, peneliti tidak memanipulasi keadaan variabel yang ada dan langsung mencari keberadaan hubungan dan tingkat hubungan variabel yang direfleksikan dalam koefisien korelasi. Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut, adalah: 1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen. 2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata. 3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan.