SKRIPSI
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA E-WALLET DANA
MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE
MODEL (TAM) DAN RELIGIUSITAS MUSLIM DAILY
RELIGIOSITY ASSESSMENT SCALE (MUDRAS)
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Disusun Oleh:
YANA TRISNAWATI
11160930000028
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2021 M / 1442 H
SKRIPSI
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA E-WALLET DANA
MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE
MODEL (TAM) DAN RELIGIUSITAS MUSLIM DAILY
RELIGIOSITY ASSESSMENT SCALE (MUDRAS)
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Disusun Oleh:
YANA TRISNAWATI
11160930000028
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2021 M / 1442 H
HALAMAN JUDUL
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA E-WALLET DANA
MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE
MODEL (TAM) DAN RELIGIUSITAS MUSLIM DAILY
RELIGIOSITY ASSESSMENT SCALE (MUDRAS)
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Disusun Oleh:
YANA TRISNAWATI
11160930000028
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2021 M / 1442 H
i
LEMBAR PENGESAHAN
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA E-WALLET DANA
MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
(TAM) DAN RELIGIUSITAS MUSLIM DAILY RELIGIOSITY
ASSESSMENT SCALE (MUDRAS)
SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Disusun Oleh:
YANA TRISNAWATI
11160930000028
Menyetujui,
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Dr. Qurrotul Aini, M.T Nuryasin, M.Kom
NIP. 19730325 200901 2 001 NIP. 19760715 201101 1 005
Mengetahui
Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
A’ang Subiyakto, Ph.D
NIP. 19760219 200710 1 002
ii
PENGESAHAN UJIAN
Skripsi yang berjudul Analisis Penerimaan Pengguna E-Wallet DANA
Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) dan Religiusitas
Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS) yang ditulis oleh Yana
Trisnawati, NIM 11160930000028 telah diuji dan dinyatakan LULUS dalam siding
Munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta, pada 15 September 2021. Skripsi ini telah diterima sebagai
salah satu syarat gelar Sarjana Satu (S1) Program Studi Sistem Informasi.
Menyetujui,
Penguji I Penguji II
Dosen Pembimbing I Yusuf Durachman, M.IT.
NIP. 19710522 200604 1 002
Dosen Pembimbing II
Dr. Qurrotul Aini, M.T Nuryasin, M.Kom
NIP. 19730325 200901 2 001 NIP. 19760715 201101 1 005
Mengetahui,
Ketua Program Studi
Sistem Informasi
A’ang Subiyakto, Ph.D
NIP. 19760219 200710 1 002
iii
PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-
BENAR HASIL KARYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN
SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN
TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, 28 Juni 2021
YANA TRISNAWATI
11160930000028
iv
ABSTRAK
Yana Trisnawati – 11160930000028 Analisis Penerimaan Pengguna E-Wallet
DANA Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) dan
Religiusitas Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS), di bawah
bimbingan Dr. Qurrotul Aini, M.T dan Nuryasin, M.Kom.
E-wallet berkembang dengan pesat di Indonesia, seperti penelitian yang diteliti oleh
App Annie dan iPrice Group tahun 2019 salah satunya DANA. Kemunculan e-
wallet DANA terbilang baru dibandingkan langsung menduduki urutan ke-3
menggeser posisi LinkAja. Masih adanya keluhan negatif yang dirasakan
pengguna, di antaranya terjadinya error dengan tidak memberikan atau
mengirimkan cashback dari promo yang dijanjikan, tidak masuknya saldo dalam
pengisian saldo (top-up), adapun yang beranggapan bahwa DANA hanya mencari
keuntungan semata. Selain itu menurut pandangan syariah atau hukum Islam, perlu
adanya perlindungan konsumen agar tidak ada yang saling dirugikan. Menurut
lembaga DSN-MUI diperbolehkanya e-wallet dalam hukum Islam, namun adapun
yang mengganggap e-wallet terdapat unsur riba. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerimaan pengguna dan religiusitas dalam menggunakan e-wallet
DANA. Model yang digunakan yaitu Technology Acceptance Model (TAM) dan
menambahkan satu variabel Belief dari Theory of Reasoned Action (TRA) dan dua
variabel yaitu: Sinful Act dan Recommended Act dari Muslim Daily Religiosity
Assessment Scale (MUDRAS). Penyebaran kuesioner dilakukan secara online
dengan teknik purposive sampling. Terkumpul 246 responden dalam waktu 3
minggu mulai 11 Januari sampai 01 Februari 2021. Metode yang digunakan adalah
kuantitatif, dengan teknik analisis data PLS SEM bantuan tools SmartPLS 3.0.
Hasilnya terdapat dua dari sepuluh hipotesis yang ditolak yaitu: Belief (BLF)
terhadap Behavioral Intention to Use (BIU) dimana mayoritas pengguna adalah
mahasiswa atau pelajar yang memiliki rentan usia 18-25 tahun kurang memahami
hukum Islam seperti riba dalam penggunaan e-wallet dan ditolaknya Perceived
Ease of Use (PEOU) terhadap Behavioral Intention to Use (BIU) karena DANA
terbilang baru sehingga tingkat kemudahannya belum dirasakan betul. Sedangkan
hipotesis terkuat Perceived Usefulness (PU) terhadap Attitude toward Using
(ATU).
Kata Kunci: Analisis, E-wallet DANA, Penerimaan Pengguna, Religiusitas,
Technology Acceptance Model, Theory of Reasoned Action, Muslim Daily
Religiosity Assessment Scale
BAB 1-5 + 128 Halaman + xv + 12 Gambar + 17 Tabel + 63 Daftar Pustaka +
Lampiran
v
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, atas segala berkat, rahmat, dan
karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dalam keadaan
sehat dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi ini. Shalawat serta salam selalu
tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.
Pada hal ini penulis diwajibkan menyelesaikan skripsi karena menjadi salah
satu syarat wajib untuk memperoleh gelar sarjana (S-1) pada jurusan Sistem
Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Judul
skripsi “Analisis Penerimaan Pengguna E-Wallet DANA Menggunakan
Metode Technology Acceptance Model (TAM) dan Religiusitas Muslim Daily
Religiosity Assessment Scale (MUDRAS)” dapat terselesaikan dengan baik yang
tentunya tidak luput dari bantuan, bimbingan, saran, serta dukungan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan dengan tulus dan kerendahan hati
mengucapkan terima kasih banyak kepada:
1. Orang tua penulis Ibu Ngatinah dan Bapak Sutrisman, karena atas do’a,
dukungan, pengertian, kasih sayang dan kerja kerasnya yang sangat tulus,
selalu tercurahkan untuk anak tunggalnya.
2. Bapak Nasrul Hakiem, S.Si.,M.T., Ph.D selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak A’ang Subiyakto, Ph.D selaku Ketua Program Studi Sistem
Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
vi
dan Bapak Nuryasin M.Kom selaku Sekretaris Program Studi Sistem
Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ibu Dr. Qurrotul Aini, M.T selaku dosen pembimbing pertama dan Bapak
Nuryasin M.Kom selaku dosen pembimbing kedua yang selalu dengan
sabar dan tulus dalam membimbing, memberi nasihat baiknya, serta
masukan membangun kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.
5. Dosen-dosen Program Studi Sistem Informasi yang telah memberikan
banyak ilmu serta pengalaman bermanfaat selama perkuliahan.
6. Diri penulis yang selalu berjuang menghadapi segala masalah cobaan dan
rintangan baik lelah, emosi dan sedih yang dirasakan demi kebahagiaan
keluarga dan orang tersayang.
7. Robbi Qowi Suko Handono, S.H dan Keluarga Mama Yuli, Bapak Joko,
Nikita, Mba Ai, Mba Rini, dan Raka yang telah memberikan doa, semangat,
motivasi, dan bantuan moril maupun material.
8. Seluruh keluarga Dulkohir dan Kasmidi yaitu Agus, Zaenal, Mas Aan, Om
Yanto, Mba Nita, Pakde Kirmanto yang mengingatkan serta memotivasi
untuk terus berhasil.
9. Seluruh responden yang bersedia membantu peneliti menyelesaikan laporan
skripsi dengan mengisi kuesioner.
10. Yayasan Beasiswa Karya Salemba Empat dan para donatur yang telah
memberikan dukungan finansial, serta banyak pelatihan yang melatih
softskill penulis.
vii
11. Teman-teman Sistem Informasi 2016 Kelas A yang berjuang bersama
selama proses perkuliahan, khususnya Nadia Setiananda Pratami, Zahra
Ulinuha, Mifta Namira, Dian Lutfia Sari, Marlin Dwi Zultari, Indah
Kusuma Ayu, Devika Putri Utami, Firna Helfira, Tesa Jamilatul, Noni
Erlina, Muhammad Evirus, dan Ananda Vickry Pratama.
12. Teman-teman seperbimbingan yaitu Thalita Husada, Muhammad Evirus,
Meydina, Mifta Namira, dan Zahra Ulinnuha yang saling mengingatkan
untuk progress skripsi, dan saling memotivasi.
13. Senior Sistem Informasi Kak Restri, Kak Anjar, Kak Alifia dan Kak Naza
yang telah bersedia menceritakan pengalamnya.
14. Sahabat-sahabat sejak SMP yang telah memberikan motivasi dan bantuan
yaitu Eldza, Astri, Fauzi, Reynaldi, Daffa, Raihan, Anggun, Farrisha, Diah,
dan Eka.
15. Teman-teman Dewan Eksekutif Mahasiswa Wildha, Andry, Nilna, Salsa
Kholilah, Mashori, Kak Syifa, dan Kak Faishal.
16. Seluruh karyawan Fakultas Sains dan teknologi yang telah membantu
penulis dalam menyelsaikan masalah administrasi skripsi.
Penulis bersyukur dan berdo’a agar sempua pihak yang telah membantu dan
berjasa dalam menyelesaikan laporan skripsi ini, dibalas kebaikannya berkali lipat
oleh Allah SWT.
Penulis pun menyadari dalam menyelesaian skripsi ini, penulis selalu
berusaha dengan baik dan maksimal, namun tentunya masih banyak kerukarangan
maupun kesalahan penulis dalam tulisan skipsi ini. Dengan itu penulis berbesar hati
viii
untuk menerima kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi menyempurkan
penulisan selanjutnya, atau dapat mengirimkannya melalui email
[email protected]. Semoga laporan skripsi ini dapat bermanfaat
dan dipahami oleh setiap pembaca terutama penulis sendiri, dan dapat
dikembangkan untuk penelitian selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Jakarta, 28 Juni 2021
YANA TRISNAWATI
11160930000028
ix
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii
PENGESAHAN UJIAN....................................................................................... iii
PERNYATAAN.................................................................................................... iv
ABSTRAK ............................................................................................................. v
KATA PENGANTAR.......................................................................................... vi
DAFTAR ISI.......................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR........................................................................................... xv
DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................... 13
1.3 Rumusan Masalah .................................................................................. 14
1.4 Batasan Masalah..................................................................................... 14
1.5 Tujuan Penelitian.................................................................................... 15
1.6 Manfaat Penelitian.................................................................................. 15
1.7 Metodologi Penelitian ............................................................................ 16
1.8 Model Penelitian..................................................................................... 17
1.9 Sistematika Penulisan............................................................................. 18
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 20
2.1 Analisis Penerimaan Pengguna .............................................................. 21
x
2.1.1 Definisi Analisis.............................................................................. 21
2.1.2 Definisi Penerimaan Pengguna ....................................................... 22
2.1.3 Konsep Penerimaan Pengguna........................................................ 22
2.2 Electronic Commerce (E-Commerce) .................................................... 23
2.2.1 Definisi Electronic Commerce (E-Commerce) ............................... 23
2.2.2 Klasifikasi Electronic Commerce (E-Commerce)........................... 24
2.3 Financial Technology/Teknologi Finansial............................................ 28
2.4 E-Wallet / Dompet Elektronik ................................................................ 29
2.4.1 Definisi E-Wallet............................................................................. 29
2.4.2 Fungsi atau Keuntungan Menggunakan E-Wallet .......................... 29
2.4.3 Resiko atau Kerugian Menggunakan E-Wallet ............................... 30
2.5 Pengertian dan Perspektif Hukum Islam dalam Transaksi Online......... 31
2.6 Religiusitas ............................................................................................. 32
2.7 Technology Acceptance Model (TAM) .................................................. 34
2.7.1 Perceived Ease of Use (PEOU)....................................................... 35
2.7.2 Perceived Usefulness (PU).............................................................. 36
2.7.3 Attitude towards Using (ATU)........................................................ 37
2.7.4 Behavioural Intention to Use (BIU)................................................ 38
2.7.5 Actual Usage (AU).......................................................................... 39
2.8 Muslim Daily Religiosity Assesment Scale (MUDRAS) ........................ 40
xi
2.9 Konsep Dasar Kuantitatif ....................................................................... 40
2.9.1 Pengertian Kuantitatif ..................................................................... 40
2.10 Pengelompokan Data.............................................................................. 41
2.11 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 43
2.12 Populasi dan Teknik Sampling ............................................................... 44
2.12.1 Populasi ........................................................................................... 44
2.12.3 Teknik Sampling ............................................................................. 45
2.13 Slovin...................................................................................................... 47
2.14 Skala Likert ............................................................................................ 48
2.15 Structural Equation Model (SEM) ......................................................... 48
2.16 Partial Least Square (PLS) .................................................................... 50
2.17 PLS-SEM................................................................................................ 50
2.18 SMART PLS .......................................................................................... 55
2.19 Penelitian Sejenis ................................................................................... 57
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ............................................................ 66
3.1 Pendekatan Penelitian............................................................................. 66
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................. 67
3.3 Metode Pengumpulan Data .................................................................... 68
3.3.1 Observasi......................................................................................... 68
3.3.2 Survei .............................................................................................. 68
xii
3.3.3 Studi Pustaka................................................................................... 69
3.4 Metode Analisis Data ............................................................................. 69
3.4.1 Model Usulan dan Hipotesis Data .................................................. 69
3.4.2 Indikator Penelitian ......................................................................... 75
3.4.3 Indikator Penelitian ......................................................................... 76
3.4.4 Pembuatan Kuesioner...................................................................... 80
3.5 Analisis Data dan Interpretasi Hasilnya ................................................. 84
3.6 Kerangka Penelitian ............................................................................... 86
BAB 4 HASIL ANALISIS DAN INTERPRETASI ......................................... 88
4.1 Analisis Demografi................................................................................. 88
4.1.1 Hasil Analisis Demografi................................................................ 88
4.1.2 Interpretasi dan Pembahasan Hasil Analisis Demografis ............... 89
4.2 Analisis Pengukuran Model (Measurement Model/Outer Model) ......... 95
4.2.1 Hasil Analisis Pengukuran Model (Outer Model) .......................... 95
4.2.1.1 Interpretasi dan Pembahasan Hasil Analisis Model Pengukuran
(Outer Model) .............................................................................................. 101
4.3 Analisis Model Struktural (Inner Model) ............................................. 104
4.3.1 Hasil Analisis Model Struktural.................................................... 104
4.3.2 Hasil Analisis Pengukuran Model................................................. 111
xiii
4.3.3 Interpretasi dan Pembahasan Hasil Analisis Model (Inner Model)
111
BAB 5 PENUTUP.............................................................................................. 122
5.1 Kesimpulan........................................................................................... 122
5.2 Saran ..................................................................................................... 124
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 127
LAMPIRAN....................................................................................................... 136
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Smartphone Subscription Penetration vs Electronicbanking Paltform
Penetration (MDI Telkom, 2018) ........................................................................... 3
Gambar 1.2 Daftar Dompet Digital Terbesar di Indonesia Kuartal IV 2017-
Kuartal II 2019 (iPrice, 2019) ............................................................................... 4
Gambar 2.1 Technology Acceptance Model (Davis, 1989) ................................. 35
Gambar 2.2 Halaman Interface Software SmartPls 3.3.3.................................... 56
Gambar 3.1 Model TAM (Davis, 1989) .............................................................. 70
Gambar 3.2 Model Usulan Penelitian.................................................................. 72
Gambar 3.3 Kerangka Penelitian......................................................................... 86
Gambar 4.1 Presentase Jenis Kelamin................................................................. 90
Gambar 4.2 Presentase Usia ................................................................................ 91
Gambar 4.3 Presentase Pekerjaan........................................................................ 92
Gambar 4.4 Presentase Pendapatan Perbulan/Uang Saku ................................... 93
Gambar 4.5 Pengalaman Menggunakan Internet ................................................ 94
Gambar 4.6 Presentase Lama Menggunakan E-Wallet DANA........................... 94
Gambar 4.7 Gambar Hasil Uji Path Coefficient (β) .......................................... 105
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Indikator Penelitian .............................................................................. 76
Tabel 3.2 Daftar Skala Likert pada Kuesioner ..................................................... 81
Tabel 3.3 Daftar Kuesioner .................................................................................. 81
Tabel 4.1 Hasil Analisis Demografis.................................................................... 89
Tabel 4.2 Hasil Awal Outer Loading ................................................................... 95
Tabel 4.3 Hasil Outer Loading Setelah Penghapusan Empat Indikator............... 96
Tabel 4.4 Hasil Composite Reliability.................................................................. 98
Tabel 4.5 Hasil Average Variance Extracted ....................................................... 98
Tabel 4.6 Hasil Cross Loading............................................................................. 99
Tabel 4.7 Nilai Fornell-Lacrker Criterion ......................................................... 100
Tabel 4.8 Ringkasan Hasil Analisis Pengukuran Model (Outer Model)............ 102
Tabel 4.9 Hasil Uji Path Coefficient (β)............................................................. 104
Tabel 4.10 Hasil Uji Coefficient of Determination ( 2) .................................... 105
Tabel 4.11 Hasil Uji T-test atau T-statistic......................................................... 106
Tabel 4.12 Hasil Analisis Effect Size 2 ............................................................ 107
Tabel 4.13 Hasil Uji Predictive Relevance ( 2) ................................................ 108
Tabel 4.14 Hasil Uji Relative Impact ( 2) ......................................................... 109
Tabel 4.15 Analisis Model Struktural (Inner Model)......................................... 110
xvi
xvii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mobile Payment (e-wallet) yang sedang berkembang di Indonesia semenjak
tahun 2017 hingga kini ini di antaranya Paytren eMoney, Doku, Sakuku, iSaku, Go
Mobile By CIMB, Jenius, LinkAja, Ovo, Gopay. Adapula mobile wallet yang baru
muncul pada tahun 2018 namun langsung melonjak pesat, hingga menduduki posisi
ke-3 menggeser LinkAja. Penelitian App Annie dan iPrice Group (2019)
menjelaskan e-wallet pada peringkat teratas di Indonesia didasarkan pada
banyaknya jumlah pengguna aktif antara tahun 2017 sampai dengan tahun 2019
yaitu Gojek, OVO, DANA, LinkAja, dan Jenius. Pada negara Cina, e-wallet
menjadi alat dalam metode pembayaran yang muncul pertama kali di situs belanja
Alibaba, dan kemudian dilanjutkan dengan Alipay (Haldane, 2019). Metode
cashless dengan dompet digital yang digunakan yaitu PayTM adalah salah satu
rencana yang ditetapkan oleh pemerintah India (Ramani, 2019).
Pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat adalah salah satu sebab dari
perubahan, peningkatan, serta perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi
menunjukkan bahwa teknologi informasi bukan lagi menjadi tuntutan, melainkan
sebuah kebutuhan, baik bagi pengguna untuk kepentingan pribadi maupun
kepentingan organisasi. Kemudahan yang didapat salah satunya adalah mencari
atau mengambil serta berbagi informasi, hal ini menyebabkan masyarakat berlomba
ditutut berpikir kreatif untuk memajukan pertumbuhan ekonominya. Selain pihak
1
industri, pengguna pun ikut merasakan dampak dari perkembangan teknologi yang
ada. Banyak organisasi atau perusahaan percaya bahwa dampak positif yang
muncul karena strategi manajemen telah melibatkan informasi, komunikasi,
decission, dan knowlagde management karena penggunaan teknologi informasi
(TI) (Adeosun & Adetunde, 2009).
Industri Fintech di Indonesia khususnya era Industri 4.0 menunjukkan
bahwa saat ini gaya hidup masyarakat dalam bidang ekonomi terkait masalah
keuangan saling berhubungan dengan teknologi. Kebutuhan yang saat ini dirasakan
adalah segala kegiatan yang digital serba efisien dan efektif, terutama dalam hal ini
adalah urusan transaksi kegiatan bertransaksi sepeti jual beli berbasis digital
(Nurafalah, 2019). Menurut interpretasi Financial Stability Board (FSB) financial
technology dikatakan sebagai salah satu inovasi dalam bidang finansial modern
teknologi yang memberikan dampak atau hasil model bisnis, produk, dan aplikasi
yang baru, dan berdampak besar pada pasar keuangan, institusi atau layanan
keuangan. penyedia (Abdul, 2019). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
menunjukkan akumulasi penyaluran pinjaman naik 225.58% sebesar Rp 95.39
Triliun, dan rekening borrower secara nasional naik 267.17% sebesar 22.327.795
entitas per Februari 2020.
Banyak orang yang dulunya melakukan transaksi secara manual (tunai) kini
beralih menjadi non tunai. E-money atau uang elektronik adalah salah satu
pemanfaatan teknologi dibidang finansial. Hal ini telah dipaparkan Bank Indonesia
(BI) dan instansi yang memiliki keteraitan pada bulan Agustus tahun 2014. BI
2
menamakan kegiatan tersebut dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)
fungsinya adalah mengurangi kegiatan transaksi tunai (Bank Indonesia, 2014).
8
7
6
5
4
3
2
1
0 2013 2014 2015 2016 2017
2012
Bank Account Penetration Debit Card Penetration
Smartphone Penetration E-Money Account Penetration
Credit Card Penetration
Gambar 1.1 Perbandingan Penerimaan Pengguna Smartphone dan Penerimaan
Pengguna Bank Elektronik (MDI Telkom, 2018)
Menurut Bank Indonesia (2020) transaksi E-Money Januari 2021 melonjak
173% hingga Rp15.8 triliun (US$1,1 miliar) naik lebih dari 2 kali lipat transaksi
tahun lalu sebanyak Rp5.8 triliun. Dalam penelitian Customer Experience Ipsos
Indonesia mencatat terdapat 68% jumlah pengguna e-wallet mayoritas generasi
milenial. Penggunaan e-wallet minimal menggunakan dalam kurun waktu satu
sampai dua kali selama seminggu, serta memiliki nilai rata-rata Rp 140.663 saat top
up atau pengisian saldo (Samosir, 2020).
Menurut Lembaga Penjamin Simpanan (2019) telah menampilkan data dari
112 Bank Umum mengenai jumlah pertumbuhan rekening dan nominal simpanan
per Agustus 2019, totalnya mencapai 292.96 juta rekening. Sedangkan menurut
3
(Dirjen Dukcapil pengguna kartu seluler yang telah terdaftar dalam NIK dan KK
mencapai 296.27 juta pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas adalah
pengguna kartu SIM seluler dibandingkan dengan pemilik rekening bank di
Indonesia. Dalam grafik MDV Ventures & Mandiri Sekuritas Research juga
menunjukkan bahwa penetrasi pengguna smartphone yang terus melonjak tinggi
setiap tahunnya.
Gambar 1.2 Daftar Perkembangan E-Wallet Terbesar di Indonesia 2017-2019
(iPrice, 2019)
Pada Gambar 1.2 terlihat ketertarikan atau minat pengguna dalam
menggunakan e-wallet pada mobile payment DANA cukup tinggi. E-wallet DANA
merupakan mobile aplikasi yang bisa dikatakan adalah startup lokal Indonesia
dimana telah memberikan solusi terhadap finansial teknologi serta
mengembangkan infrastruktur atau sistem transaksi pembayaran e-money, sehingga
membuat rakyat atau pengguna Indonesia untuk dapat bertransaksi secara cashless
4
dan cardless (Chrisma, 2019). Vincent (2019) mengatakan bahwa layanan yang
ditawarkan oleh DANA bersifat finansial, tentunya harus memiliki tingkat
keamanan yang tinggi, DANA memiliki sistem data pusat maupun data
pemulihan.
Banyak fitur menarik yang memberikan berbagai manfaat serta
memudahkan pengguna dalam bertransaksi di antaranya top up, send DANA,
request DANA, simpan kartu bank, tarik saldo, sembunyikan saldo, nearby me,
DANA News dan bayar. Top up atau mengisi saldo dapat dilakukan dengan cara
transfer daru rekening atau virtual account dan kini DANA juga memperluas
kerjasamanya dengan banyak pihak. Kini yang terbaru adalah pengguna dapat
melakukan top up di vending machine milik BlueMart. Fitur send DANA yaitu
pengguna dapat mengirimkan saldo DANA kepada pengguna lain, sedangkan
request DANA yaitu pengguna dapat melalukan permintaan pengiriman saldo
kepada pengguna lainnya dengan cara scan QR code atau memasukan nomor akun
pengguna. Simpan Kartu Bank merupakan fitur dimana menambahkan kartu debit
atau kredit, dengan itu dapat melakukan pembayaran memalui DANA yang
dikoneksikan ke kartu rekening. Fitur Tarik Saldo bisa menarik saldo yang ada di
dalam akun menjadi uang cash, hal ini juga dapat ditarik di Pegadaian dan
minimarket lainnya yang sudah berkerja sama dengan DANA. DANA juga dapat
menyembunyikan saldo, fitur ini cukup penting guna tidak adanya niat untuk
disalahgunakan oleh orang lain yang melihat jumlah saldo DANA. Nearby me
merupakan fitur pembayaran yang dapat langsung dilakukan dengan cara scan
5
QR code pada merchant mitra DANA. Fitur terbaru yaitu DANA News dimana
pengguna membaca berita terbaru.
Evaluasi dari pengguna menunjukkan beberapa poin keuntungan dan
kekurangan e-wallet DANA. Keuntungan yang dimiliki DANA yaitu dapat
mengusung konsep terbuka (Open Paltform Payment) yang artinya dapat
dintegrasikan dan digunakan dalam berbagai berbagai platform, baik eksternal
maupun online contohnya TIX ID, Bukalapak, BBM dan lebih dari 40 merchant
lainnya. Tidak hanya sebagai bentuk pembayaran kartu debit, kredit dan voucher
namun juga memenuhi kebutuhan lainnya seperti layanan pendidikan, layanan
sosial, layanan publik dan para pedagang (Gilang, 2019). Menurut Ewanda (2019)
keungulan lainnya selain dapat menggunakan saldo yang sudah ada atau sudah di
top up sebelumnya, DANA juga dapat menggunakan kartu debit online maupun
kartu kredit yang sudah di masukan dalam aplikasi e-wallet DANA tersebut. Top
up saldo tidak dikenakan biaya administrasi walaupun melalui beberapa bank
seperti BRI, Mandiri dan BCA. Sedangkan e-wallet yang sebelumnya digunakan
dikenakan biaya administrasi. Bentuk promosi yang ditawarkan DANA cukup
tinggi, mulai dari diskon hingga 50% pada makanan dengan potongan diskon
maksimal hingga Rp.25.000.00 selain itu juga potongan pada pembelian pulsa
(Kusnawan & Andy, 2019). Keunggulan seperti diskon juga sangat penting sebagai
faktor yang membuat DANA menjadi trendcenter bagi perusahaan fintech bersifat
e-wallet, bahwa potongan harga yang dijanjikan adalah menjadi salah satu strategi
dalam mempromosikan produk bisnis yang telah terbukti efektif dalam menarik
perhatian dan minat konsumen.
6
Chrisma (2019) menyatakan bahwa promosi menjadi salah satu strategi bagi
perusahaan untuk menarik konsumen untuk menggunakan layanan atau fitur yang
disediakan, dengan demikian perusahaan mengikuti minat konsumen (Rahmad,
2019). Pendapat lain juga mengatakan promosi merupakan cara komunikasi yang
dilakukan oleh pemasar untuk menginformasikan, membujuk dan mengajak
pembeli akan suatu produk dengan demikian dapat memengaruhi opini atau
pendapat pembeli serta memperoleh respon feedback baik dari pembeli (Grewal &
Levy, 2008). Sama halnya pada penelitian yang dibuat Valensia & Ahmad (2018)
mendapatkan kesimpulan bahwa Pesan Iklan “DANA App – Dompet Digital
Indonesia 60s (2018)” memiliki pengaruh signifikan sebesar 30.3% terhadap
keputusan penggunaan e-wallet DANA khususnya di daerah DKI Jakarta.
Faktor penguat dukungan lainnya yang akan menjadi peluang dari
suksesnya dompet digital adalah bonus demografi Indonesia pada tahun 2030.
Survei yang dilakukan Jakpat bersama dailysocial, terdapat 76.40% pengguna aktif
e-wallet adalah pengguna yang berusia 20-35 tahun, artinya pengguna e-wallet
mayoritas merupakan kalangan kaum Millennial dan Generasi Z yang dianggap
telah mudah dan cepat dalam menggunakan terkologi (Eka, 2017). Keunggulan
lainnya dari mobile wallet DANA yaitu bebas biaya admin ketika melakukan isi
ulang saldo yang dapat dilakukan melalui transfer bank, internet banking, mobile
banking, SMS banking, kartu debit, minimarket bahkan hingga mitra Pegadaian
(Choiru, 2020).
Namun dalam sebuah aplikasi selain memiliki kelebihan, tentu juga
memiliki kekurangan atau kelemahan yang dirasakan pengguna (Mustaqbal &
7
Firdaus, 2015). Gimulya (2020) berkomentar tentang keluhannya bahwa DANA
tidak memberikan atau mengirimkan cashback dari promo yang dijanjikan, bahkan
hingga melewati 1×24 jam. Pihak DANA merespon dan menyatakan bahwa
terdapat transaksi yang tertukar sehingga cashback tidak bisa dicairkan (Media
Konsumen, 2020). Komentar lainnya disampaikan oleh Ibnu Fauzi (2020),
menyatakan bahwa DANA, OVO, dan GOPAY hanya mencari keuntungan, dan
mengajak untuk kembali kepada sistem pembayaran cash atau uang tunai (Media
Konsumen, 2020). Pengguna DANA yang lain yaitu Joni (2019) menyatakan
bahwa telah melakukan Top-Up, namun saldo DANA tidak bertambah (Detik
News, 2019).
Di samping kelebihan dan kekurangan e-wallet DANA tersebut penulis
tertarik pada segi hukum Islam dalam penggunaan e-wallet. Penulis mengambil
sudut pandang penduduk Indonesia yang mayoritas Muslim. Dalam bidang
ekonomi, kegiatan manusia khususnya ummat muslim tentu harus sesuai dengan
syariat Islam. Syariat Islam adalah peraturan hidup yang datang dari Allah SWT, ia
merupakan pedoman hidup yang memiliki tujuan utama yang dapat diterima oleh
seluruh ummat manusia (Muamar & Alparisi, 2017). Uang elektronik atau e-money
perlu memiliki kajian menurut syariah atau hukum Islam, seperti pengolahan
DANA float, prinsip syariah dalam bertransaksi, serta konsep akad yang diterapkan
(M.Rizki & Rachmat, 2018).
Perlindungan terhadap konsumen juga harus diperhatikan dalam
menciptakan teknologi e-wallet. Menurut sejarah perlindungan konsumen dalam
Islam sudah dimulai pada saat Nabi Muhammad SAW belum dinobatkan sebagai
8
Rasul, beliau membawa barang dagangan milik Khadijah binti Khuwailid dengan
demikian baru mendapatkan imbalan berupa upah (Ahmad, 2009). Dalam setiap
kegiatan transaksi perlu dan wajib menjaga harta agar tidak ada antar pihak yang
saling merasa dirugikan yang menyebabkan kemudaratan di kemudaian hari. Ini
sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku
dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu,
sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa [4]: 29).
Bisnis yang jujur menurut al-Qur’an adalah bisnis yang tidak menzalimi dan
tidak pula dizalimi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 279).
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka
ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu
bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak
menganiaya dan tidak pula dianiaya.” (QS al-Baqarah [2]: 279).
9
Dalam hukum Islam, DANA juga menerapkan akad Al-Wadiah yang
maksudnya pemegang e-money memberikan sejumlah uang kepada penerbit
DANA yang selanjutnya uang tersebut dikonversikan ke dalam e-money senilai
dengan uang yang diserahkan. Kemudian penerbit mengolah uang tersebut dan
menyerahkan kembali uang tersebut kepada pemegang saat diminta atau diambil
atau untuk pembayaran kepada merchant. Jika menggunakan akad Al-wadiah maka
harus memenuhi syarat-syarat seperti itu, misalnya penerbit kartu dapat
menggunakan jumlah nominal titipan, dan penerbit kartu dapat berinvestasi dalam
titipan dengan terlebih dahulu meminta izin kepada pemegangnya. kontrak. Jika
titipan dikelola oleh penerbit dan mengalami kerugian, penerbit bertanggung jawab
penuh (Anam, 2018).
Lembaga DSN-MUI telah menerbitkan Fatwa No. 116/DSNMUI/IX/2017
tentang Uang Elektronik Syariah pada bulan September 2017 yang diperbolehkan
oleh undang-undang. Salah satu isi fatwa pada bagian ketiga tentang ketentuan akad
dan tenaga hukum adalah ketidakjelasan dua akad (wadiah dan qardh) yang dapat
digunakan dalam satu transaksi. Selain itu, pelanggan harus menanggung beban
administrasi tambahan. Di bagian lain, terdapat klausul yang menjelaskan tentang
jaminan keamanan yang memberikan perlindungan besar kepada pemegang kartu
jika terjadi kehilangan kartu (Daktum, 2018). Namun bagi ulama kontemporer,
diyakini ada riba dalam dompet digital dan penggunaan dompet digital dilarang atau
diharamkan, sehingga menyebabkan konsumen atau pengguna e-wallet khususnya
kaum Muslim di Indonesia telah dan tetap menggunakan e-wallet, dan konsumen
Muslim tidak atau sudah tidak menggunakan e-wallet lagi (Anshar, 2020).
10
Contoh lainya pada kegiatan donasi sosial baik untuk infaq masjid, relawan,
donasi bantuan dana untuk bencana alam. Menurut Fitriadi (2019) kegiatan
berdonasi ataupun berinfaq melalui e-wallet belum menjadi budaya biasa yang
diterapkan dimasyarakat, banyak masyarakat yang belum memiliki ketertarikan
untuk memberikan infaq melalui e- wallet dikarenakan kurangnya sosialisasi yang
diberikan oleh pihak penyalur donasi. Masih banyak yang belum yakin dengan
transaksi digital, padahal keamanan sudah terjamin. Dengan adanya dukungan
penggunaan financial technology dapat mempermudah proses menghimpun dana
infaq, khususnya jenis fintech payment gateway.
Untuk itu penulis ingin mengetahui, seberapa banyak pengguna yang
melihat tingkat religiusitas umat Muslim saat menggunakan aplikasi khususnya
dalam bertansaksi. Pada penelitian sebelumnya oleh (Olufadi, 2017) metode
Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS) digunakan karena
memiliki tujuan menilai tingkat religiusitas umat Islam dalam kehidupan sehari-
hari. Namun bukan berarti semua tindakan atau interasksi sehari-hari dapat diukur
dengan MUDRAS. Dalam hal ini tidak memandang tingkat religiusitas berdasarkan
gender, contohnya wajib bagi setiap umat Islam untuk melaksanakan sholat lima
waktu tanpa memandang gender. Terdapat 3 variabel atau konstruk dalam
MUDRAS di antaranya sinful acts, recommended acts by God and Prophet
Muhammad, dan engaging in bodily worship of God (Olufadi, 2017).
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Technology Acceptance
Model (TAM) 5 variabel utama yaitu: perceived ease of use (PEOU), perceived
usefulness (PU), attitude towards using (ATU) and behavioural intention to use
11
(BIU) dan actual usage (AU). Penulis juga menambahkan 3 variabel. Variabel
tambahan pertama adalah model Theory of Reasoned Action (TRA) yaitu: belief (B)
oleh Adzima dan Ariyanti (2018). Sedangkan untuk variabel tambahan dari sisi
religiusitasnya, penulis menggunakan model Muslim Daily Religiosity Assessment
Scale (MUDRAS) yaitu: Sinful Acts (SA), dan Recommended Act (RA) oleh Olufadi
(2017). Davis (1989) memperkenalkan model tentang penerimaan teknologi, salah
satunya yaitu Technology Acceptance Model (TAM). Model penerimaan teknologi
dikembangkan oleh Davis untuk menjelaskan perilaku pengguna dalam pemakaian
komputer Davis, 1989 (Chuttur, 2009) yang merupakan pengembangan dari Theory
Reasoned Action (TRA) dan Theory Planned Behavior (TPB). (Lai, 2017). Pada
penelitiannya, Davis memperkenalkan model lain yaitu Technology Acceptance
Model (TAM) dan menyatakan bahwa keinginan atau motivasi pengguna dapat
dijelaskan melalui tiga faktor: Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use
(PEOU) dan Sikap terhadap penggunaan sistem (Dulloo, Mokashi, & Puri, 2015).
Namun saat ini penelitian mengenai penerimaan pengguna terhadap teknologi lebih
banyak dan mencakup beberapa faktor (Shore et al., 2018). TAM memiliki tujuan
utama yaitu untuk membagi dasar penelusuran dari pengaruh faktor eksternal
terhadap kepercayaan, sikap dan tujuan pengguna. TAM juga menyediakan suatu
teori untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penerimaan
terhadap suatu teknologi dalam sebuah organisasi (Nugroho, 2008). Menurut
Siregar (2011) TAM bertujuan menjelaskan faktor pasti penentu dari penerimaan
teknologi secara umum dan menjelaskan perilaku pengguna akhir (end-user)
teknologi informasi dengan model dan populasi yang cukup luas. Alasan
12
menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) karena memiliki beberapa
keunggulan, di antaranya kelebihan TAM yang paling penting adalah TAM adalah
model yang sederhana namun bisa dikatakan valid atau model parsimony
(parsimonius). TAM dapat memasukan indikator external variables, perceived
usefulness, perceived ease of use dan attitude toward using. TAM memiliki
bermanfaat untuk menjawab masalah kegagalan implementasi sistem TI karena
kurangnya minat pengguna untuk menggunakannya. Keuntungan lainnya dapat
digunakan untuk menjelaskan penerimaan pribadi terhadap penggunaan sistem
teknologi informasi (Iqbal, 2018). Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “Analisis Penerimaan Pengguna E-Wallet
DANA menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) dan
Religiusitas Muslim Daily Religiosity Assessment Scale (MUDRAS).
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka dapat diuraikan dengan beberapa
identifikasi masalah sebagai berikut:
a. Belum diketahui apakah efektifitas dan keamanan pada aplikasi DANA
terjamin dan memengaruhi penerimaan pengguna dalam melakukan
pembayaran.
b. Belum adanya penelitian yang melakukan analisis terhadap penerapan
mobile aplikasi e-wallet DANA pada proses pembayaran atau transaksi.
c. Belum pernah dilakukan pembahasan mengenai tingkat religiusitas umat
muslim terhadap pengguna mobile aplikasi pada e-wallet khususnya
DANA.
13
d. Belum diketahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi penerimaan
pengguna e-wallet pada mobile aplikasi DANA.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka
rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana menganalisis tingkat penerimaan pengguna e-wallet pada
mobile aplikasi DANA?
b. Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tingkat penerimaan pengguna e-
wallet DANA?
1.4 Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah, maka adapun batasan masalah dalam
penelitian ini adalah:
a. Penelitian ini dilakukan pada e-wallet mobile aplikasi DANA.
b. Penelitian ini dilakukan di wilayah Jabodetabek.
c. Secara teori penelitian ini menggunakan mengadopsi model TAM yaitu:
perceived ease of use (PEOU), perceived usefulness (PU), attitude towards
using (ATU) and behavioural intention to use (BIU) dan actual usage (AU),
Penulis juga menambahkan 1 variabel Belief (BLF) dari Model Theory of
Reasoned Action (TRA) dan 2 variabel dari model Muslim Daily Religiosity
Assessment Scale (MUDRAS) yaitu Sinful Acts (SA), dan Recommended Act
(RA).
d. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk katagori
experimental research.
14
e. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan survei dalam bentuk kuesioner
yang disebarkan kepada pengguna layanan e-wallet mobile aplikasi DANA.
f. Kuesioner dilakukan dalam bentuk pertanyaan tertutup (close-ended
question) dengan menggunakan skala Likert. Teknik pengambilan sampel
menggunakan teknik Purposive Sampling.
g. Kuesioner disebarkan secara tidak langsung (online) dilakukan melalui
media sosial (Whatsapp, Line, Twitter, Instagram, E-mail dan Facebook).
h. Analisis data menggunakan PLS-SEM dengan tools SmartPLS versi 3.2.8.
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan penjelasan sebelumnya penelitian ini bertujuan untuk:
a. Mengetahui tingkat penerimaan e-wallet DANA pada proses pembayaran
atau transaksi dengan menggunakan metode TAM dengan penambahan
variabel pada MUDRAS.
b. Mengetahui tingkat religiusitas umat muslim terhadap pengguna mobile
aplikasi pada e-wallet khususnya DANA.
c. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna e-
wallet pada mobile aplikasi DANA.
1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini memberi manfaat sebagai berikut:
a. Secara teroritis, hasil penelitian dapat menjadi model alternatif dalam
melakukan analisis penerimaan pengguna e-wallet pada mobile aplikasi
DANA khususnya menjadi referensi penelitian.
15
b. Secara praktis, menjadi pengalaman serta pengetahuan bagi penulis dalam
melakukan perhitungan, evaluasi terhadap suatu masalah, mengetahui
pandangan pengguna e-wallet DANA, serta menjadi pertimbangan bagi
pihak DANA dalam membangun bisnisnya.
1.7 Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Pengumpulan Data
Metode ini dilakukan dengan berbagai cara di antaranya seperti:
1. Observasi
Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi
dengan mengamati serta meninjau langsung bagaimana penerimaan
pengguna mobile aplikasi DANA
2. Kuesioner
Metode ini dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan
yang sesuai dengan variabel penelitian kepada responden untuk
dijawab.
3. Studi Pustaka
Metode ini dilakukan dengan mencari informasi melalui penelitian
sebelumnya, jurnal, buku, dan situs-situs yang menyediakan informasi
mengenai penelitian yang bersangkutan.
16
b. Pemodelan Penelitian
Metode ini dilakukan untuk membudahkan penulis serta pembaca dalam
memahami bentuk model penelitian, agar lebih sistematis dan dimengerti.
Dalam model penelitian ini menggunakan model TAM dan MUDRAS.
c. Analisis
Analisis dilakukan setelah mendapatkan data, kemudian data tersebut diolah
pengukuran PLS-SEM menggunakan software SmartPLS.
d. Evaluasi
Tahapan evaluasi dilakukan setelah mendapatkan hasil dan menarik
kesimpulan. Dari kesimpulan tersebut terdapat beberapa hal yang nantinya
perlu dipertimbangkan.
e. Rekomendasi
Tahapan ini dilakukan paling akhir setelah melihat hasil analisis serta
evaluasi, sehingga dapat memberikan masukan atau rekomendasi kepada
pihak yang terkait khususnya DANA.
1.8 Model Penelitian
Model yang digunakan pada penelitian ini adalah Technology Acceptance
Model (TAM ) 5 variabel yaitu: perceived ease of use (PEOU), perceived
usefulness (PU), attitude towards using (ATU), behavioural inten-tion to use (BIU)
dan actual usage (AU), Penulis juga menambahkan 1 variabel tambahan dari model
Theory of Reasoned Action (TRA) dengan belief (BLF) oleh Adzima dan Ariyanti
(2018), dan 2 variabel tambahan dari model Muslim Daily Religiosity Assessment
17
Scale (MUDRAS) yaitu Sinful Acts (SA), dan Recommended Act (RA) oleh Olufadi
(2017).
RA
PEOU BIU AU
PU
ATU B SF
Gambar 1.3 Model Penelitian TAM dengan penambahan 1 variabel dari
TRA dan 2 variabel dari MUDRAS
1.9 Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan laporan ini dibagi dalam lima bab yang meliputi
pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, hasil analisis dan interpretasi, dan
penutup. Berikut penjelasan singkat terkait lima bab tersebut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini berisikan latar belakang, Identifikasi masalah,
rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, metodologi penelitian, model penelitian dan
sistematika penulisan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas teori-teori yang mendukung penelitian ini
mengenai analisis penerimaan pengguna e-wallet DANA
menggunakan metode technology acceptance model (TAM) dan
18
religiusitas muslim daily religiosity assessment scale
(MUDRAS).
BAB 3 METODE PENELITIAN
Bab ini membahas tentang metodologi yang digunakan dalam
penelitian ini.
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang profil perusahaan dan hasil analisis
penerimaan pengguna e-wallet DANA menggunakan metode
technology acceptance model (TAM) dan religiusitas muslim
daily religiosity assessment scale (MUDRAS).
BAB 5 PENUTUP
Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran atas hasil
pelaksanaan penelitian terutama terkait aspek penerapannya dan
kelanjutan bagi kajian atau penelitian selanjutnya.
19
20
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Analisis Penerimaan Pengguna
2.1.1 Definisi Analisis
Analisis adalah mendeskripsikan suatu proses dan masalah yang sedang
berjalan, hingga mendapatkan hasil atau rekomendasi untuk dilakukan perbaikan.
Analisis akan menentukan masalah apa yangxsedangxdihadapixolehxsebuah
perusahaan atau organisasi. Melakukan analisis bertujuan memahami dan
mendokumentasikan hal-hal yang menjadi kebutuhan suatu organisasi (Fatta,
2007). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) analisis mengacu pada
penyelidikan insiden, perilaku, dan lain sebagainya untuk menemukan akar
penyebab masalah. Sedangkan menurut Taufiq (2020) Sistem adalah kumpulan
sub-sub yang bersifat abstrak dan fisik, yang terintegrasi dan terkoordinasi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu, dan informasi adalah data yang telah diolah
sehingga memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi pengguna.
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwaxanalisis adalah suatu proses
atau kumpulan sub-sub secara abstrak ataupun terstruktur untuk dilakukan
penyelidikan atau penelitian, mengenai suatu hal yang dijadikan sebagai
penyelesaian masalah dan dijadikan perbaikan guna menambah nilai maupun
manfaat bagi perusahaan atau oraganisasi.
21
2.1.2 Definisi Penerimaan Pengguna
Penerimaan pengguna merupakan keinginan yang dapat dibuktikan pada
kelompok pelanggan yang menggunakan teknologi informasi yang dirancang untuk
mendukung aktivitas pelanggannya. Penerimaan pengguna telah dianggap sebagai
salah satu parameter utama yang menentukan keberhasilan proyek sistem informasi
(Hidayat, Aini & Fetrina, 2020). Penerimaan pengguna menjadi salah satu faktor
penting yang memengaruhi keberhasilan dari impementasi teknologi dimana user
atau pengguna menggunakan teknologi untuk membantu pekerjaanya (Nasir,
2013).
Menurut Al Ghifari (2020) penerimaan pengguna merupakan sikap, reaksi
dan persepsi manfaat serta kemudahan bagi user dalam menggunakan teknologi
informasi. Dalam menduga dan menganalisa sikap penerimaan pengguna
(Acceptance of IT) terhadap teknologi informasi, persepsi manfaat dan kemudahan
juga memiliki keterkaitan hubungan (Sayekti, 2016).
2.1.3 Konsep Penerimaan Pengguna
Konsep penerimaan pengguna meyakini bahwa semakin tinggi penerimaan
terhadap sistem baru, maka seseorang akan semakin ingin menggunakan waktunya
untuk menggunakan sistem baru tersebut. (Husain, 2009). Pada dasarnya seseorang
melakukan sesuatu didorong oleh dua faktor, yaitu keyakinan perilaku (behavior
beliefs) dan keyakinan normatif (normatif beliefs). Faktor-faktor ini kemudian
mendorong seseorang untuk mengevaluasi hasil dan motivasi untuk patuh. Dengan
demikian akan memotifasi seseorang untuk berperilaku (Attitude) dan Norma-Norma
Pribadi (Subjective Norms). Adanya Attitude dan Subjective Norms juga akan memengaruhi
22
perhatian atau fokus seseorang dalam berberilaku (behavior intention). Pada akhirnya
behavior intention akan memengaruhi pada perilaku seseorang (behavior) (Sayekti, 2016).
2.2 Electronic Commerce (E-Commerce)
2.2.1 Definisi Electronic Commerce (E-Commerce)
E-commerce (Electronic Commerce) adalah sebuah istilah yang digunakan
perusahaan dalam proses melakukan jual dan beli sebuah produk secara online.
Menurut Lenti (2017) E-commerce merupakan suatu kegiatan transaksi seperti
penjualan maupun pembelian yang dilakukan menggunakan perangkat elektronik
atau media komunikasi secara online untuk menghubungkan interaksi antara
customer, supplier dan lainnya.
Adapun menurut Laudon & Traver (2017) Pengertian e-commerce adalah
transaksi komersial yang melibatkan pertukaran nilai antar individu melalui atau
menggunakan teknologi digital. Dalam e-commerce, transaksi mata uang tidak
selalu diperlukan, karena pada prinsipnya juga melibatkan pemasaran, desain
produk, dan evaluasi layanan pelanggan. (Subekti, 2014). Pada dasarnya tujuan e-
commerce adalah untuk memperluas bidang pemasaran dan meningkatkan
penjualan bagi pelaku usaha komersial yang didukung oleh teknologi, agar dapat
memberikan pelayanan yang aman, nyaman dan memuaskan kepada pengguna.
(Simatupang & Sepriani, 2020).
Definisi E-Commerce tebagi menjadi beberapa perspekti, menurut
(Kalakota & Whinston, 1997) terbagi menjadi berdasarkan komunikasi, proses
bisnis, layanan, dan online dan dijabarkan sebagai berikut:
23
a. Definisi E-commerce dari perspektif komunikasi (communication). Dari
perspektif ini, perdagangan elektronik adalah pengiriman informasi,
produk dan layanan, dan pembayaran melalui jaringan komputer, telepon,
atau sarana elektronik lainnya.
b. Definisi E-commerce Dari perspektif proses bisnis (Business), menurut
perspektif ini, e-commerce adalah penerapan teknologi untuk otomatisasi
transaksi dan alur kerja perusahaan. (workflow).
c. Definisi E-commerce berdasarkan Perspektif layanan (Service), Dari
perspektif ini, e-commerce adalah alat yang dapat memuaskan keinginan
bisnis, konsumen dan administrasi untuk mengurangi biaya layanan
sekaligus meningkatkan kualitas produk dan akurasi layanan.
d. Definisi E-commerce berdasarkan Perspektif Online (Online), menurut
perspektif ini E-commerce berkaitan erat dengan kapasitas jual beli produk
dan informasi yang tersedia di internet dan jasa online lainnya.
2.2.2 Klasifikasi Electronic Commerce (E-Commerce)
Menurut Irnawati (2011) E-commerce dapat dibagi menjadi beberapa jenis
yang memiliki karakteristik berbeda-beda:
a. Business to Business (B2B)
Business to Business E-Commerce memiliki karakteristik:
1. Dalam dunia trading partner yang saling mengenal biasanya memiliki
hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya
dipertukarkan dengan partner tersebut. Karena sudah mengenal lawan
24
komunikasi, maka bertukar informasi dilakukan dengan kebutuhan
dan kepercayaan (trust).
2. Bertukar data (data exchange) dapat berlangsung berulang-ulang dan
secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang telah
disepakati oleh bersama. Dengan kata lain, layanan yang digunakan
sudah jelas. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk sesama trader
atau pebisnis yang menggunakan standar sama.
3. Salah satu pelaku usaha dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan
data, tidak harus menunggu pasangannya.
4. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing
intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis. Pada
Business to Business e-commerce umumnya menggunakan
mekanisme Electronic Data Interchange (EDI).
b. Business to Consumer (B2C)
Business to Consumer E-Commerce memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
2. Pelayanan (service) yang diberikan bersifat umum (generic) dengan
mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai
contoh, karena sistem web sudah umum digunakan maka layanan
diberikan dengan menggunakan basis web.
3. Layanan diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer
melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai
dengan permohonan.
25
4. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi
client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis web)
dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.
c. Perdagangan Kolaboratif (collaborative commerce)
Dalam e-commerce, mitra bisnis berkolaborasi secara elektronik. Jenis
kolaborasi ini sering terjadi antara dan di dalam mitra bisnis. Contohnya UKM
seperti klontong sayur yang menerima pembayaran menggunakan DANA.
d. Consumen to consumen (C2C)
Dalam C2C, seseorang menjual produk atau jasa kepada orang lain.
Pelanggan dapat juga bisa disebut pelanggan, yaitu orang yang saling menjual
produk dan jasa.
1. Lelang C2C, jual beli C2C dan transaksi lainnya di situs lelang sangat
umum saat ini, dan ada banyak. Lelang umumnya dilakukan oleh
perantara seperti eBay.com, dan pelanggan Auctionanything.com juga
dapat menggunakan situs web khusus, seperti buyit.com atau
bid2bid.com.
2. Periklanan, orang mempromosikan produk kepada orang lain melalui
iklan baris di surat kabar dan majalah. Periklanan berbasis internet
memiliki keunggulan besar dibandingkan jenis periklanan yang lebih
tradisional, karena periklanan berbasis internet menyediakan audiens
nasional, bukan hanya audiens lokal.
26
3. Layanan bersifat personal. Kita sering melihat layanan pribadi
(pengacara, tukang, pengembalian pajak, penasihat investasi, layanan
kencan) di Internet.
e. Consumen to Business (C2B)
Dalam C2B, konsumen mengomunikasikan kebutuhan mereka akan produk
atau layanan tertentu, dan pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau
layanan ini kepada konsumen. Misalnya, di priceline.com, pelanggan
mencantumkan produk dan harga yang mereka butuhkan, dan priceline akan
mencoba mencari penyedia yang memenuhi kebutuhan ini.
f. Bisnis ke Pemerintah (Business to Government – B2G)
Business to Government (B2G) adalah turunan dari B2B pemasaran dan
sering disebut sebagai definisi pasar “pemasaran sektor publik” yang mencakup
pemasaran produk-produk dan jasa untuk instansi pemerintah melalui teknik
komunikasi pemasaran terpadu seperti strategi PR, branding,
g. Pemerintah ke Warga (Goverment to Citizen—G2C)
Dalam pembahasan ini, badan hukum atau lembaga pemerintah
memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui teknologi e-commerce. Instansi
pemerintah dapat melakukan bisnis dengan beberapa unit dan instansi pemerintah
lainnya dan beberapa perusahaan (G2B). Pemerintahan juga memberikan
kesempatan yang sangat baik bagi publik untuk memberikan umpan balik kepada
berbagai instansi pemerintah dan berpartisipasi dalam berbagai lembaga dan proses
demokrasi.
27
h. Perdagangan Mobile (Mobile Commerce)
Perdagangan seluler (mobile commerce). Ketika e-commerce terjadi di
lingkungan nirkabel, seperti menggunakan ponsel untuk mengakses Internet dan
berbelanja, itu disebut mobile commerce.
2.3 Financial Technology/Teknologi Finansial
Dalam teorinya Schueffel (2016) Dalam teorinya, Schueffel (2016)
melakukan studi literatur terhadap 354 artikel ilmiah yang menyebutkan financial
technology untuk menemukan definisi ilmiah dari financial technology. Hanya ada
13 artikel ilmiah yang secara eksplisit memberikan definisi teknologi finansial.
Dengan melakukan analisis semantik, Schueffel (2016) berkesimpulan bahwa
definisi Teknologi finansial adalah: “Fintech is a new financial industry that
applies technology to improve financial activities”
Tujuan dari adanya teknologi finansial, antara lain untuk memfasilitasi
aktivitas keuangan (Micu & Micu, 2016) meningkatkan efisiensi jasa keuangan
(Čižinská et al., 2016; Kim et al., 2016) Wharton Teknologi finansial Club (2015)
serta memfasilitasi pembayaran, menyediakan infrastruktur, mengoperasikan
lembaga keuangan (Langley, 2014). Sementara ini Bank Indonesia (2016)
mendeskripsikan Teknologi finansial sebagai “Fenomena perpaduan antara
teknologi dengan fitur keuangan yang mengubah model bisnis dan melemahnya
barreir to entry.”
28
2.4 E-Wallet / Dompet Elektronik
2.4.1 Definisi E-Wallet
E-Wallet adalah dompet elektronik, sama seperti namanya ewallet berarti
dompet elektronik. Dompet elektronik adalah istilah untuk aplikasi atau layanan
dompet elektronik yang digunakan untuk transaksi antar pengguna. (Ismail, 2019).
Dompet elektronik digunakan untuk melakukan transaksi, seperti mengirim saldo
ke pengguna aplikasi lain, membayar barang atau jasa, dan kegiatan keagamaan
bahkan dapat dilakukan menggunakan e-wallet, seperti kegiatan amal melalui
layanan dompet elektronik. (Saripah, 2020). E-wallet membantu dalam
pembayaran transaksi secara online dan dianggap cocok karena pada kenyataannya
perilaku masyarakat saat ini menginginkan agar keinginan maupun kebutuhannya
dapat dipenuhi secara cepat dan efisien (Prakosa, 2020). Penggunaan teknologi
dapat dipahami oleh seseorang dimana persepsi kemudahan menjadi penting (Bayu
& Dewa, 2019). Dalam menggunakan e-wallet kemudahan menunjukkan hal yang
harus di perhatikan di dalam suatu perusahaan, karena memberikan minat pengguna
dalam memenuhi kebutuhannya (Rahmawati, 2020).
2.4.2 Fungsi atau Keuntungan Menggunakan E-Wallet
Selain fungsinya menurut Sendari (2019) e-wallet memiliki beberapa
keuntungan yang memudahkan pengguna dalam melakukan kegiatan khususnya
dalam bertransaksi, di antaranya adalah:
a. Tidak perlu membawa uang tunai ataupun kartu
Dengan adanya e-wallet pengguna tidak perlu kesulitan untuk membawa
uang tunai maupu dompetnya. Selain itu juga jika tidak memiliki kembalian
29
dalam bertransaksi uang tunai, dengan adanya e-wallet jumlah nominal
trasaksi bisa ditentukan sendiri, sehingga lebih mudah dan efektif.
b. Banyak pengguna dan banyak merchant penerima pembayaran cashless.
Semakin hari banyak merchant yang menerima ataupun menggunakan
sistem pembayaran cashless atau non tunai, contohnya DANA, Gopay pada
Gojek, OVO pada Grab dan e-commerce platform belanja online pun
menggunakan sistem cashless.
c. Meminimalisir kerugian akibat kehilangan
E-wallet menyimpan uang elektronik dengan pengamanan yang sudah
diperhitungkan demi keamanan dan kenyamanan pengguna. Sedangkan
uang tunai bisa hilang dan rusak, namun jika ada kehilangan handphone
yang di dalamnya terdapat aplikasi e-wallet maka bisa dengan langsung
memblokir sementara layanan e-wallet tersebut.
d. Menghindari Aksi Kejahatan
Banyak kasus dimana orang lain membawa uang dalam jumlah yang
banyak, kemudian dirampok. Dengan menggunakan e-wallet yang sudah
dilindungi juga dengan akun berisi password dan tidak terlihat secara fisik
sehingga meminimalisir tindak kejahatan.
2.4.3 Resiko atau Kerugian Menggunakan E-Wallet
Berdasarkan peninjauan yang telah dianalisis dari manfaat e-wallet dapat
disimpulkan beberapa kerugian terkait penggunaan e-wallet, seperti:
a. Layanan e-wallet terbatas
30