i MODUL PROFIL PELATIHAN GURU PROJEK IPAS SMK
i KATA PENGANTAR Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) merupakan Unit Pelaksanan Teknis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dibidang pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2020. Berbagai program dan kegiatan peningkatan kompetensi sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu terhadap kualitas pendidik dan tenaga kependidikan vokasi terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan dunia kerja. Kurikulum Merdeka membawa berubahan pada pembelajaran dengan semangat paradigma baru pembelajaran. Salah satu diantaranya adalah pengelompokan mata pelajaran di SMK menjadi dua yaitu Kelompok Mata Pelajaran Umum dan Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan. Mata Pelajaran seperti Matematika, Bahasa Inggris, Informatika, Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, dan Projek Kreatif dan Kewirausahaan termasuk dalam Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan. Oleh karena itu, guru pada mata pelajaran tersebut perlu meningkatkan kompetensinya terkait dengan substansi kejuruan agar memiliki pengetahuan mengenai substansi kejuruan dan dalam proses belajar mengajar dapat mengajarkan materi mata pelajarannya itu dengan mengkontekstualisasikan substansi kejuruan tersebut. Modul ini disusun sebagai salah satu perangkat Pelatihan Guru Mapel Terapan Kejuruan. Kami menyadari bahwa modul ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan masukan yang bersifat membangun sangat kami harapkan guna perbaikan dimasa mendatang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama mempersiapkan kegiatan ini. Kepada para peserta, kami mengucapkan selamat mengikuti pelatihan dan semoga sukses. Malang, Mei 2023 Kepala, Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T. NIP 196906201992031006
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................................... i DAFTAR ISI ..........................................................................................................................ii BAB 1 Implementasi Kurikulum Merdeka.............................................................................1 A. Pemahaman CP Mapel Projek IPAS dan CP Mapel Dasar Kejuruan ................................1 B. Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Mapel Projek IPAS dengan Mapel Dasar-Dasar Program Keahlian ............................................................................................................6 C. Pembelajaran Terdiferensiasi .....................................................................................24 D. Penyusunan Modul Ajar.............................................................................................34 BAB 2 KOMPETENSI PEDAGOGIK........................................................................................52 A. Penyelidikan Ilmiah dan PjBL......................................................................................52 BAB 3 Kompetensi Profesional Projek IPAS dan Kejuruan...................................................73 A. Aspek/ Materi Projek IPAS sesuai Tema Projek “ Mengelas Pelat Baja dengan Proses SMAW” ...................................................................................................................................73 B. Materi Kejuruan Sesuai Tema Projek “Megelas Pelat Baja dengan proses SMAW” .......87 C. Rencana Tindak Lanjut .............................................................................................126 Referensi.........................................................................................................................127
1 BAB 1 Implementasi Kurikulum Merdeka A. Pemahaman CP Mapel Projek IPAS dan CP Mapel Dasar Kejuruan ❖ Capaian Pelatihan Secara khusus profil kompetensi peserta pelatihan yang ingin dicapai padamateri pelatihan ini adalah, peserta pelatihan mampu: 1. Memahami konteks dan karakteristik dari Capaian Pembelajaran 2. Menganalisis Capaian Pembelajaran Projek IPAS 3. Mengintepretasikan relevansi Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS 4. Melakukan sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Capaian Pembelajaran mata pelajaran dasar-dasar program keahlian 5. Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS ❖ Materi Pelatihan Latar Belakang Terdapat pergeseran fokus pendidikan saat ini, dari berfokus pada guru menjadi berfokus pada peserta didik. Guru memandu dan membantu peserta didik, sesuai kebutuhan belajarnya, untuk menguasai capaian kompetensi tertentu di akhir proses belajarnya. Pembelajaran berpihak pada peserta didik dirancang dengan mempertimbangkan keragaman tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Eksplorasi konteks, lingkungan, dan keterlibatan orang tua dan komunitas (mitra) menjadikan pembelajaran relevan bagi peserta didik. Pembelajaran sedemikian membantu peserta didik untuk lebih terfasilitasi dalam membangun kapasitas menjadi pembelajar sepanjang hayat atau berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan. Peserta didik terdukung dalam perkembangan kompetensi dan karakternya secara holistik. Pemerintah melalui Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 033/H/KR/2022 menetapkan Capaian Pembelajaran pada PAUD, Jenjang Dikdas, dan Jenjang Dikmen pada Kurikulum Merdeka. Format CP ditulis dalam bentuk paragraf, sehingga keterkaitan antara pengetahuan,
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 2 keterampilan, dan kompetensi umum terlihat jelas dan utuh sebagaisatu kesatuan yang tak terpisahkan dalam pembelajaran dan menggambarkan apa yang akan dicapai peserta didik di akhir pembelajaran. Hal ini berfungsi untuk memberikan kesempatan mengeksplorasi materi pelajaran lebih mendalam, tidak terburu-buru, dan cukup waktu untuk menguatkan kompetensi, mengingat tahap perkembangan dan kecepatan anak untuk memahami sesuatu belum tentu sama untuk setiap anak. Kondisi ini juga memungkinkan seorang anak dengan kondisi berkebutuhan khusus dapat menggunakan CP yang sama dengan anak pada umumnya (anak di sekolah reguler). Hal ini secara tidak langsung juga akan memudahkan guru mengajar pada level yang seharusnya (teaching at the right level). Hal ini tentunya impian setiap guru untuk dapat mengajar anak sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Impian anak pula memperoleh layanan pendidikan sesuai haknya (Anonim, -). Capaian Pembelajaran CP memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. CP harus dicapai pada setiap tahap perkembangan (fase) peserta didik di setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Durasi setiap fase dapat berbeda untuk setiap jenjang pendidikan. Penggunaan istilah “fase” dilakukan untuk memfasilitasi manakala peserta didik di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda. Ini merupakan penerapan dari prinsip pembelajaran sesuai tahap capaian belajar atau yang dikenal juga dengan istilah teaching at the right level (Anonim, -). Kekhasan CP sebagai berikut: ● Kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf (ket: perpaduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap belajar) ● Merujuk pada teori belajar konstruktivisme, dimana “memahami” merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena ● Terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per fase Beberapa contoh pemanfaatan fase-fase Capaian Pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran: ● Pembelajaran lebih fleksibel ● Pembelajaran sesuai kesiapan peserta didik ● Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif dan berkesinambungan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 3 Setiap mata pelajaran memiliki CP yang terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per fase yang berbeda (ket: lihat Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Lampiran III). CP Mapel Projek IPAS Permasalahan yang melibatkan aspek manusia dengan manusia lainnya dan manusia dengan alam, terjadi akibat kurangnya pemahaman akan sains. Sains hadir untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di sekitar secara ilmiah. Kita sebagai makhluk sosial tidak hanya membutuhkan manusia lain dalam masyarakat, tetapi juga sangat bergantung dengan alam. Projek IPAS merupakan mata pelajaran sains. Mapel IPAS adalah integrasi antarasocial sciences dan natural sciences. Kunci keberhasilan proses pembelajaran mapel IPAS terjadi manakala social sciences dan natural sciences terpadu sebagai kajian/fokus dalam pelaksanaan tahapan model pelajaran. Pada akhirnya peserta didik setelah mempelajari mapel Projek IPAS, dapat memperoleh kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah agar dapat hidup lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik. Pembelajaran Projek IPAS dikemas dalam bentuk projek (project-based learning). Ketiga elemen Projek IPAS disampaikan dalam bentuk satu projek. Dalam satu projek dapat terdiri dari satu aspek atau gabungan dari beberapa aspek (ket: terdapat tujuh aspek). Masing-masing aspek mempunyai lingkup yang berbeda disesuaikan dengan proporsi dan dikontekskan dengan karakteristik masing-masing bidang keahliannya. Penilaian kinerja pada PjBL dapat dilakukan secara individual atau kelompok dengan memperhitungkan proses dan kualitas produk yang dihasilkan, kedalaman pemahaman konten yang ditunjukkan, dan kontribusi yang diberikan pada proses realisasi projek yang sedang berlangsung. CP Dasar Kejuruan Mata Pelajaran Kejuruan yang dipelajari di kelas X (fase E) merupakan mata pelajaran dasar-dasar Program Keahlian (ket: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 024/H/KR/2022 tentang Konsentrasi Keahlian SMK/MAK Pada Kurikulum Merdekat). Pada hakikatnya mata pelajaran ini fokus pada kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh tenaga kerja dalam bidang pekerjaan dimaksud, sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Peserta didik juga diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan teknologi dan dunia kerja serta isu-isu global, profesi dan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 4 kewirausahaan serta peluang usaha, dan K3LH dan budaya kerja industri (ket: elemen 1 sd 5). Mata pelajaran dasar kejuruan terdiri dari berbagai ilmu dasar sebagai penentu agar mampu mempelajari mata pelajaran yang lain dalam program keahlian, sebagai dasar kompetensi dalam mempelajari konsentrasi keahlian di fase F. Pemahaman atas berbagai ilmu dasar tersebut, tertuang sebagai elemen-elemen pada CP mapel Dasar Kejuruan Tujuan Pembelajaran Kata-kata kunci yang telah diidentifikasi (kompetensi dan lingkup materi) pada tahap sebelumnya (pemahaman CP), digunakan untuk untuk merumuskan tujuan pembelajaran (TP). TP yang dikembangkan ini perlu dicapai peserta didik dalam satu atau lebih pertemuan, hingga pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, CP dalam satu fase perlu dikembangkan dalam beberapa TP yang operasional dan konkret. Pendidik memiliki alternatif untuk merumuskan TP dengan beberapa alternatif di bawah ini: ● Alternatif 1. Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP ● Alternatif 2. Merumuskan TP dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP. ● Alternatif 3. Merumuskan TP lintas elemen CP Alur Tujuan Pembelajaran Beberapa TP yang telah dikembangkan akan disusun sebagai satu alur tujuan pembelajaran (ATP yang berurutan secara sistematis, sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Beberapa prinsip menyusun ATP: 1. TP adalah tujuan umum, bukan tujuan pembelajaran harian 2. Tuntas dalam satu fase 3. Dikembangkan secara kolaboratif, dan sesuai keunikan mapel 4. Penyusunan alur harus logis (ket: konkret ke abstrak, deduktif, mudah kesulit, hirarki, prosedural, scaffolding) 5.Linier, tidak bercabang 6.Fokus pada pencapaian CP, bukan profil pelajar Pancasila, dan tidak perlu dilengkapi dengan pendekatan/ strategi pedagogi).
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 5 ❖ Praktik Peserta diminta: 1. Membuka Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dam Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 033/H/KR/2022 menetapkan Capaian Pembelajaran pada PAUD, Jenjang Dikdas, dan Jenjang Dikmen pada Kurikulum Merdeka pada Lampiran III (halaman 445). 2. Mencermati karakteristik CP mapel Projek IPAS dan CP mapel Dasar Kejuruan. 3. Merumuskan TP dari CP mapel Projek IPAS dan merumuskan TP dari CP mapel Dasar Kejuruan (ket: Panduan Pembelajaran dan Asesmen di Lampiran III) 4. Menyusun ATP mapel Projek IPAS dan ATP dari mapel Dasar Kejuruan ❖ Kuis 1. Sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang harus diselesaikan dalam satu tahap perkembangan peserta didik, adalah …. a. Alur Tujuan Pembelajaran b. Tujuan Pembelajaran c. Capaian Pembelajaran d. Modul Pembelajaran 2. Guru dapat merumuskan tujuan pembelajaran dengan cara seperti berikut, kecuali …. a. Merumuskan TP dari lintas CP b. Merumuskan TP secara langsung berdasarkan CP c. Merumuskan TP dengan menganalisis ‘kompetensi’ dan ‘lingkup Materi’ pada CP. d. Merumuskan TP lintas elemen CP
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 6 ❖ Penutup Modul ajar Pemahaman CP mapel Projek IPAS dan CP mapel Dasar Kejuruandisajikan sebagai fondasi dan arah bagi peserta pelatihan untuk mengalami proses konstruktif di mata pelatihan selanjutnya. Pemahaman keunikan CP di mapel Projek IPAS dan mapel Dasar Kejuruan, kemampuan merumuskan TP, dan kemampuan menyusun ATP; menjadi modal untuk melakukan sinkronisasi dari kedua CP tersebut. B. Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Mapel Projek IPAS dengan Mapel Dasar-Dasar Program Keahlian ❖ Capaian Pelatihan Secara khusus profil kompetensi peserta pelatihan yang ingin dicapai pada materi pelatihan ini adalah, peserta pelatihan mampu: 1. Memahami konteks dan karakteristik dari Capaian Pembelajaran 2. Menganalisis Capaian Pembelajaran Projek IPAS 3. Mengintepretasikan relevansi Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS 4. Melakukan sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Capaian Pembelajaran mata pelajaran dasar-dasar program keahlian 5. Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS ❖ Materi Pelatihan Latar Belakang Pada Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 033/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menegah pada Kurikulum Merdeka salah satu Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh pemerintah adalah Capaian Pembelajaran mata pelajaran kelompok kejuruan untuk SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka. Mata Pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (selanjutnya akan dituliskan Projek IPAS) menjadi Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan dengan Total JP per tahun adalah sejumlah 216 JP (dengan rincian Alokasi Intrakurikuler per tahun: 162 JP dan Alokasi P5 Per Tahun: 54 JP) hanya disampaikan pada kelas X SMK/MAK (Fase E). Mata pelajaran Projek IPAS berfungsi untuk membekali peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan nyata pada abad 21 berkaitan dengan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 7 fenomena alam dan sosial di sekitar secara ilmiah dengan menerapkan konsep sains. Salah satu karakteristik yang terdapat pada mata pelajaran Projek IPAS yaitu pada elemen mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial tersebut tercakup 7 (tujuh) aspek, yaitu: 1) Makhluk hidup dan lingkungannya 2) Zat dan perubahannya 3) Energi dan perubahannya 4) Bumi dan antariksa 5) Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu 6) Interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi sosial dan dinamika sosial; serta 7) Perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Pembelajaran yang dilaksanakan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berbasis projek. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dikemas dalam bentuk projek (projectbased learning) yang mengintegrasikan beberapa elemen konten/materi. Tiap projek dilaksanakan untuk mencapai elemen kompetensi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial yang terdiri dari tiga elemen dan dikontekskan dengan karakteristik masing- masing bidang keahlian. Jam Pelajaran antara aspek Ilmu Pengetahuan Alam dan aspek Ilmu Pengetahuan Sosial disesuiakan dengan kebutuhan Program Keahlian. Dimana ketiga elemen pada Mata Pelajaran Projek IPAS yang terdiri dari: 1) Menjelaskan fenomena secara ilmiah; 2) Mendesain dan mengevaluasi penyeldikan ilmiah; dan 3) Menerjemahkan data dan bukti-bukti secara ilmiah disampaikan dalam bentuk satu projek. Dalam satu projek dapat terdiri dari satu aspek atau gabungan dari beberapa aspek. Masing-masing aspek mempunyai lingkup yang berbeda disesuaikan dengan proporsi dan karakteristik bidang keahliannya. Berdasarkan hal tersebut rangka pembelajaran pada mata pelajaran Projek IPAS bagi peserta didik di SMK dapat berjalan sesuai dengan permasalahan dan fenomena alam dan sosial sesuai dengan program keahlian masing-masing, maka penting untuk dilakukan sinkronisasi capaian pembelajaran pada mata pelajaran Projek IPAS dengan mata pelajaran dasar-dasar program keahlian. Capaian Pembelajaran
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 8 Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran. Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mereka mencapai akhir fase. Proses berpikir dalam merencanakan pembelajaran dalam Gambar di bawah ini. Gambar 1. Proses Perancangan Kegiatan Pembelajaran Pendidik dapat (1) mengembangkan sepenuhnya alur tujuan pembelajaran dan/atau perencanaan pembelajaran, (2) mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau rencana pembelajaran berdasarkan contoh-contoh yang disediakan pemerintah atau (3) menggunakan contoh yang disediakan. Pendidik menentukan pilihan tersebut berdasarkan kemampuan masing-masing. Dalam Platform Merdeka Mengajar, pemerintah menyediakan contoh-contoh alur tujuan pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang sering dikenal sebagai RPP, dan modul ajar. Dengan kata lain setiap pendidik perlu menggunakan alur tujuan pembelajaran dan rencana pembelajaran untuk memandu mereka mengajar; akan tetapi mereka tidak harus mengembangkan sendiri. Pada saat pendidik menggunakan contoh tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh pemerintah, maka proses pada gambar 1 tidak harus dilakukan secara lengkap oleh seluruh pendidik Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut (fase). Untuk mencapai garis finish, pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang disebut fase. Setiap fase lamanya 1 -3 tahun. Capaian Pembelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 9 ditetapkan untuk Fase E (1 tahun) Kelas X oleh pemerintah. Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan fase-fase Capaian Pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran: Pembelajaran yang fleksibel. Ada kalanya proses belajar berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya, ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19) sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser” waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang untuk mengaturnya. Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta didik. Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan kompetensinya, sementara kelas menunjukkan kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di kelas III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas mempelajarinya. Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif. Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu berkolaborasi dengan guru kelas VII untuk mendapatkan informasi tentang sampai mana proses belajar sudah ditempuh peserta didik di kelas VII. Selanjutnya ia juga perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu, sehingga guru kelas IX dapat merencanakan pembelajaran berdasarkan informasi tersebut. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran. Tabel 1. Memperlihatkan pembagian Fase. Tabel 1. Pembagian Fase
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 10 Ada beberapa hal yang perlu dipahami tentang kekhasan CP sebelum memahami isi dari capaian untuk setiap mata pelajaran. Dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf yang memadukan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau disposisi untuk belajar. Sementara karakter dan kompetensi umum yang ingin dikembangkan dinyatakan dalam profil pelajar Pancasila secara terpisah. Dengan dirangkaikan sebagai paragraf, ilmu pengetahuan yang dipelajari peserta didik menjadi suatu rangkaian yang berkaitan. CP dirancang dengan banyak merujuk kepada teori belajar Konstruktivisme dan pengembangan kurikulum dengan pendekatan “Understanding by Design” (UbD) yang dikembangkan oleh Wiggins & Tighe (2005). Dalam kerangka teori ini, memahami” merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena. Dengan demikian, pemahaman bukanlah suatu proses kognitif yang sederhana atau proses berpikir tingkat rendah. Merujuk pada Taksonomi Bloom, pemahaman dianggap sebagai proses berpikir tahap yang rendah (C2). Namun demikian, konteks Taksonomi Bloom sebenarnya digunakan untuk perancangan pembelajaran dan asesmen kelas yang lebih operasional, bukan untuk CP yang lebih abstrak dan umum. Taksonomi Bloom lebih sesuai digunakan untuk menurunkan/ menerjemahkan CP ke tujuan pembelajaran yang lebih konkret. Naskah CP terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per fase. Rasional menjelaskan alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut serta kaitannya dengan profil pelajar Pancasila. Tujuan menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang dituju setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan. Karakteristik menjelaskan apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut, elemenelemen atau domain (strands) yang membentuk mata pelajaran dan berkembang dari fase ke fase. Capaian per fase disampaikan dalam dua bentuk, yaitu secara keseluruhan dan capaian per fase untuk setiap elemen. Oleh karena itu, penting untuk pendidik mempelajari CP untuk mata pelajarannya secara menyeluruh. Memahami CP adalah langkah pertama yang sangat penting. Setiap pendidik perlu familiar dengan apa yang perlu mereka ajarkan, terlepas dari apakah mereka akan mengembangkan kurikulum, alur tujuan pembelajaran, atau silabusnya sendiri atau tidak. Beberapa contoh pertanyaan reflektif yang dapat digunakan untuk memandu guru dalam memahami CP, antara lain: Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik untuk sampai di capaian pembelajaran akhir fase?
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 11 Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP? Apakah ada hal-hal yang sulit saya pahami? Apakah capaian yang ditargetkan sudah biasa saya ajarkan? Selain untuk mengenal lebih mendalam mata pelajaran yang diajarkan, memahami CP juga dapat memantik ide-ide pengembangan rancangan pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk memantik ide: Bagaimana capaian dalam fase ini akan dicapai anak didik? Materi apa saja yang akan dipelajari dan seberapa luas serta seberapa mendalam? Proses belajar seperti apa yang akan ditempuh peserta didik? Capaian Pembelajaran pada Mata Pelajaran Projek IPAS Mata Pelajaran Projek IPAS pada SMK/MAK termasuk dalam Kelompok Mata Pelajaran Kejuruan yang dipelajari oleh peserta didik SMK pada Fase E (Kelas X). Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh pemerintah salah satunya adalah Capaian Pembelajaran mata pelajaran kelompok kejuruan untuk SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka untuk Capaian pembelajaran Projek IPAS terdiri atas 1) Rasional; 2) Tujuan; 3) Karakteristik; dan 4) Capaian Pembelajaran (seperti yang tertuang pada Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 033/H/KR/2022). Rasional Ilmu adalah terjemahan dari science (sains). Kata Sains diambil dari bahasa latin yaitu “Scientaia”, secara etimologi (bahasa) kata sains memiliki arti “Pengetahuan”. Dalam hal ini pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi, didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah. Ilmu (pengetahuan ilmiah/keilmuan) adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, dapat ditelaah dengan kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Mata Pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berfungsi untuk membekali peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan nyata pada abad 21 ini yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di sekitarnya secara ilmiah dengan menerapkan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 12 konsep sains. Atau dengan kata lain, setelah mempelajari mata Pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, peserta didik dapat memperoleh kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepatsecara ilmiah agar dapat hidup lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik. Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial meliputi integrasi antara social sciences dan natural sciences menjadi kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran. Segala aspek kehidupan bersosial dalam kebhinekaan, keberagaman agama, dan saling bergotong royong tercakup dalam social sciences. Sehingga melalui integrasi keduanya (social science dan natural sciences), kita mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dengan arif dan bijaksana. Permasalahan yang melibatkan aspek manusia dengan manusia lainnya dan manusia dengan alam, terjadi akibat kurangnya kesadaran pemahaman akan sains. Kita sebagai makhluk sosial tidak hanya membutuhkan manusia lain dalam masyarakat, tetapi juga sangat tergantung dengan alam. Oleh karena itu sains hadir untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di sekitar secara ilmiah. Pada akhirnya peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran sains dapat memperoleh kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah agar dapat hidup lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik. Tujuan Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial bertujuan untuk membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, ketrampilan, dan sikap (hardskill dan softskill), diantaranya: 1. Menerapkan pola pikir, perilaku, dan membangun karakter peserta didik untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, dan alam semesta, serta permasalahan yang dihadapi; 2. Mampu menelaah manfaat potensial dan resiko dari penggunaan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial; 3. Mampu membuat keputusan yang lebih berdasar dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan dan sosial serta teknologi; dan 4. Mampu menemukan solusi dari masalah yang dihadapi melalui sains baik masalah individu maupun masyarakat Karakteristik Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial memiliki objek kajian berupa benda konkret dan non konkret yang terdapat di alam dan dikembangkan berdasarkan pengalaman empirik, yaitu pengalaman nyata yang dirasakan oleh setiap orang dan memiliki langkahlangkah sistematis serta menggunakan cara berpikir yang logis dan ilmiah. Giidman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 13 pengajaran yang dibangun diatas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dikemas dalam bentuk projek (project-based learning) yang mengintegrasikan beberapa elemen konten/materi. Tiap projek dilaksanakan untuk mencapai elemen kompetensi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial yang terdiri dari tiga elemen dan dikontekskan dengan karakteristik masing-masing bidang keahlian. Pada elemen mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial tersebut tercakup 7 (tujuh) aspek, yaitu: makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan perubahanya; energi dan perubahannya; bumi dan antariksa; keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Pembelajaran yang dilaksanakan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berbasis projek. Pada model PjBL peserta didik tidak hanya memahami konten, tetapi juga menumbuhkan keterampilan pada peserta didik bagaimana berperan di masyarakat. Keterampilan yang ditumbuhkan dalam PjBL diantaranya keterampilan komunikasi dan presentasi, keterampilan manajemen organisasi dan waktu, keterampilan penelitian dan penyelidikan, keterampilan penilaian diri dan refleksi, partisipasi kelompok dan kepemimpinan, dan pemikiran kritis. Penilaian kinerja pada PjBL dapat dilakukan secara individual atau kelompok dengan memperhitungkan proses dan kualitas produk yang dihasilkan, kedalaman pemahaman konten yang ditunjukkan, dan kontribusi yang diberikan pada proses realisasi projek yang sedang berlangsung, PjBL juga memungkinkan peserta didik untuk merefleksikan ide dan pendapat mereka sendiri, dan membuat keputusan yang mempengaruhi hasil projek dan proses pembelajaran secara umum, dan mempresentasikan hasil akhir produk Berikut adalah aspek IPAS dan deskripsinya pada semua bidang keahlian Aspek IPAS Deskripsi Makhluk hidup dan lingkungannya Aspek ini meliputi keterkaitan antara makhluk hidup yang terdiri dari manusia, tumbuhan dan hewan yang saling bergantung kepada lingkungannya baik berupa tanah, air, energi. Hubungan makhluk hidup dan lingkungannya dapat digambarkan sebagai individu- populasi-komunitasekosistem-biosfer. Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 14 Zat dan Perubahannya Aspek inii meliputi jenis dan sifat zat yang dibedakan secara kimia dan fisika, ciri-ciri dari perubahan zat fisika, kimia dan biologi, serta unsur senyawa campuran. Berbagai jenis zat dapat dibedakan dari sifat dan perubahan secara fisika dan kimia. Zat dapat tersusun atas unsur, senyawa dan campuran yang dalam kehidupan sehari-hari dapat ditinjau secara perspektif ekonomi kreatif dan sosial. Energi dan Perubahannya Aspek ini meliputi dasar-dasar besaran dan pengukuran, energi dan perubahannya berkaitan dengan segala sesuatu yang mampu membuat sebuah benda untuk melakukan sebuah usaha dan bentuk. Energi dan perubahannya mencakup perubahan energi kimia, listrik, panas dan mekanik serta energi terbarukan. Bumi dan Antariksa Aspek bumi dan antariksa berkaitan dengan materi gravitasi universal. Struktur Bumi yang terdiri dari interior bumi, litosfer, lempen, tektonik, dan gempa bumi. Struktur bumi meliputi hidrosfer, atmosfer, dan medan magnet bumi. Materi ini juga mencakup iklim, cuaca, musim, perubahan iklim serta mitigasi bencana. Keruangan dan konektivitas antarruang dan waktu Aspek ini berkaitan dengan pemahaman terhadap kondisi sosial dan lingkungan alam dalam konteks lokal dan regional, nasional, hingga global. Selain itu, aspek ini juga terkait dengan pembelajaran tentang kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas sosial, ekonomi, dan politik. Mempelajari konektivitas dan interaksi, mengasah kemampuan berpikir kritis, memahami efek sebab dan akibat. Aspek IPAS Deskripsi Interaksi Komunikasi, Sosialisasi, Institusi Sosial, dan Dinamika Sosial Aspek ini berkaitan dengan pembentukan identitas diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda, serta mempelajari dan menjalankan peran sebagai warga Indonesia dan bagian dari warga dunia. Mempelajari tentang interaksi dan institusi sosial, peluang dan tantangannya, mempelajari dinamika/problematika sosial, faktor penyebab dan solusinya
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 15 untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi kemaslahatan manusia dan bumi. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan Aspek ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama. Menganalisis faktor-faktor penyebab kelangkaan, permintaan, penawaran, harga pasar, bentuk - bentuk pasarserta inflasi Mengidentifikasi peran lembaga keuangan, nilai,serta fungsi uang konvensional dan digital. Mendeskripsikan pengelolaan, sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran keuangan keluarga, perusahaan serta negara. Mengidentifikasi hak dan kewajiban dalam jasa keuangan. Aspek ini menjadi salah satu raung berlatih bagi peserta didik untuk memberikan kontribusi ke masyarakat, memenuhi kebutuhan hidup di tingkat lokal namun dalam perspektif global. Capaian Pembelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial terdiri dari tiga elemen kompetensi yang mengacu pada kompetensi literasi saintifik, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mendesain dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, menerjemahkan data dan bukti-bukti secara ilmiah. Berikut ini adalah elemen dan capaian pembelajaran pada semua bidang keahlian:
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 16 Elemen Capaian pembelajaran Menjelaskan fenomena secara ilmiah Peserta didik diharapkan dapat memahami pengetahuan ilmiah dan menerapkannya; atau membuat prediksi sederhana disertai dengan pembuktiannya. Peserta didik menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya dilihat dari berbagai aspek seperti makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan perubahannya; energi dan perubahannya; bumi dan antariksa; keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Peserta didik juga mengaitkan fenomenafenomena tersebut dengan keterampilan teknis pada bidang keahliannya. Mendesain dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah Peserta didik dapat menentukan dan mengikuti prosedur yang tepat untuk melakukan penyelidikan ilmiah, menjelaskan cara penyelidikan yang tepat bagi suatu pertanyaan ilmiah, serta diharapkan dapat mengidentifikasi kekurangan atau kesalahan pada desain percobaan ilmiah. Menerjemahkan data dan buktibuktisecara ilmiah Peserta didik dapat menerjemahkan data dan bukti dari berbagai sumber untuk membangun sebuah argumen serta dapat mempertahankannya dengan penjelasan ilmiah. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi kesimpulan yang benar diambil dari tabel hasil, grafik, atau sumber data lain. Peserta didik merencanakan dan melaksanakan aksi sebagai tindak lanjut, mengkomunikasikan proses dan hasil pembelajarannya, melakukan refleksi diri terhadap tahapan kegiatan yang dilakukan. Ketiga elemen tersebut disampaikan dalam bentuk satu projek. Dalam satu projek dapat terdiri dari satu aspek atau gabungan dari beberapa aspek. Masing-masing aspek mempunyai lingkup yang berbeda disesuaikan dengan proporsi dan karakteristik bidang keahliannya Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian memiliki karakteristik tersendiri, demikian juga dengan format Capaian Pembelajarannya.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 17 Rasional Mata pelajaran pada Dasar-dasar Program Keahlian merupakan mata pelajaran kejuruan yang terdiri dari berbagai ilmu dasar sebagai penentu dalam mempelajari mata pelajaran yang lain dalam Program Keahlian tertentu, membekali peserta didik dengan seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, dan passion (renjana), yang merupakan kesatuan kegiatan pekerjaan pada program keahlian tertentu dan agar memiliki dasar yang kuat dalam mempelajari konsentrasi keahlian di fase F. Mata pelajaran ini berfungsi untuk menumbuhkembangkan keprofesionalan dan kebanggaan pada peserta didik terhadap keahlian tertentu, melalui pemahaman tentang proses bisnis di dunia kerja, perkembangan teknologi, mengenali berbagai macam profesi dan okupasi kerja dan peluang usaha, sesuai dengan perkembangan teknologi. Dalam mata pelajaran dasar-dasar Program Keahlian, pembelajaran dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, renjana, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain project-based learning, teaching factory, discovery learning, problem-based learning, inquiry learning, atau model lainnya serta metode yang relevan Mata pelajaran ini berkontribusi dalam menjadikan peserta didik memiliki kompetensi sesuai program keahlian yang berakhlak mulia, mampu berkomunikasi, bernegosiasi dan berinteraksi antar budaya, mampu bekerja dalam tim, memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap situasi dan lingkungan kerja, mampu mengelola informasi/gagasan serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong dan peduli terhadap lingkungan, dan adaptif dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Tujuan Mata pelajaran Dasar-dasar Program keahlian memiliki tujuan untuk membekali peserta didik dengan kompetensi hard skill dan soft skill sebagai berikut: 1. memahami proses bisnis pada pekerjaan sesuai dengan program keahlian; 2. memahami perkembangan dunia kerja sesuai dengan program keahlian; 3. memahami profesi dan kewirausahaan (job profile dan technopreneurship), serta peluang usaha di bidang keahlian tertentu; 4. menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri di lingkungan kerjanya;
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 18 5. Serta tujuan-tujuan lain yang sesuai dengan program keahlian. Karakteristik Pada hakikatnya mata pelajaran dasar-dasar Program Keahlian berfokus pada kompetensi bersifat dasar yang harus dimiliki oleh tenaga kerja dalam bidang program keahlian tertentu sesuai dengan perkembangan dunia kerja. Selain itu peserta didik diberikan pemahaman tentang proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global, entrepreneur profile, job profile, peluang usaha dan pekerjaan/profesi. Capaian Pembelajaran Selanjutnya elemen-elemen dan deskripsi elemen serta Capaian Pembelajaran pada masingmasing Mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian dapat dicermati pada Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nomor 033/H/KR/2022, Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka, Tahun 2022. Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Capaian Pembelajaran Projek IPAS untuk Fase E pada SMK kelas X ditetapkan pemerintah adalah sama untuk semua Bidang keahlian. Seperti yang telah dituliskan sebelumnya bahwa pada SMK terdapat beberapa kekhasan. Pendidik dapat melakukan analisis CP mata pelajaran kejuruan SMK bersama dengan mitra dunia kerja. Pada SMK Mata Pelajaran Projek IPAS seyogyanya dapat menjadi penunjang dan penguat pada kompetensi peserta didik berdasarkan konsentrasi keahlian pada masing-masing program keahlian. Sehingga perlu adanya sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian sebagai wujud keterkaitan proses pembelajaran dengan konteks dunia nyata (kebutuhan dan kompetensi pada program keahlian). Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dapat dilakukan pada masing-masing Capaian Pembelajaran pada mata pelajaran Dasar-dasar Progam Keahlian, dimulai dengan mengidentifikasi dan mencermati semua Elemen dan Capaian Pembelajaran pada semua mata pelajaran dasar-dasar program keahlian selanjutnya meninjau keterkaitan Aspek IPAS untuk kemudian menentukan topik atau tema Projek IPAS Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Capaian Pembelajaran pada mata pelajaran Dasar-dasar Progam Keahlian juga dapat dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh elemen dan capaian pembelajaran pada mata pelajaran dasar-dasar program keahlian, dan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 19 dilanjutkan dengan mencermati konten atau muatan materi serta tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada mata pelajaran dasar-dasar program keahlian. Selanjutnya pada muatan materiserta tujuan pembelajaran yang sesuai dengan aspek yang terdapat pada mata pelajaran IPAS dapat dipilih atau disinkronkan untuk menjadi tema atau topik projek IPAS. Berikutnya penetapan aspek dan konten materi mata pembelajaran Projek IPAS sesuai dengan mata pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian dapat ditetapkan sesuai dengan topik atau tema projek IPAS yang telah ditetapkan tersebut. Perumusan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Mata Pembelajaran Projek IPAS Mata pelajaran Projek IPAS memiliki tiga elemen terdiri dari: 1) Menjelaskan fenomena secara ilmiah; 2) Mendesain dan mengevaluasi penyeldikan ilmiah; dan 3) Menerjemahkan data dan bukti-bukti secara ilmiah dan rumusan Capaian Pembelajaran pada masing-masing elemen tersebut telah ditetapkan pemerintah untuk dapat dicapai peserta didik pada satu fase (Fase E). Tiga elemen disampaikan dalam bentuk satu projek. Dalam satu projek dapat terdiri dari satu aspek atau gabungan dari beberapa aspek. Masing-masing aspek mempunyai lingkup yang berbeda disesuaikan dengan proporsi dan karakteristik bidang keahliannya. Sesuai dengan aspek dan konten materi mata pelajaran Projek IPAS sinkron sesuai dengan Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian pada topik atau tema projek IPAS yang telah ditetapkan, mengacu pada capaian pembelajaran mata pelajaran Projek IPAS selanjutnya akan diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga mencapai akhir fase. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu: 1. Kompetensi, yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan/didemonstrasikan oleh peserta didik. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain: secara konkret, kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan? Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan? 2. Lingkup materi, yaitu konten dan konsep utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik, antara lain: hal apa saja yang perlu mereka pelajari dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP? Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP (misalnya, proses pengolahan hasil panen digunakan sebagai konteks untuk belajar tentang persamaan linear di SMA) Setelah merumuskan tujuan pembelajaran, langkah berikutnya dalam perencanaan pembelajaran adalah menyusun alur tujuan pembelajaran. Alur tujuan pembelajaran
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 20 sebenarnya memiliki fungsi yang serupa dengan apa yang dikenal selama ini sebagai “silabus”, yaitu untuk perencanaan dan pengaturan pembelajaran dan asesmen secara garis besar untuk jangka waktu satu tahun. Oleh karena itu, pendidik dapat menggunakan alur tujuan pembelajaran saja, dan alur tujuan pembelajaran ini dapat diperoleh pendidik dengan: (1) merancang sendiri berdasarkan CP, (2) mengembangkan dan memodifikasi contoh yang disediakan, ataupun (3) menggunakan contoh yang disediakan pemerintah. Bagi pendidik yang merancang alur tujuan pembelajarannya sendiri, tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya akan disusun sebagai satu alur (sequence) yang berurutan secara sistematis, dan logis dari awal hingga akhir fase. Alur tujuan pembelajaran juga perlu disusun secara linier, satu arah, dan tidak bercabang, sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dapat Anda cermati pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (2022). ❖ Kegiatan Praktik Analisis Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Mata Pelajaran Dasardasar Program Keahlian Masing-masing peserta secara berpasangan melakukan analisis sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan salah satu Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian yang pada bidang keahlian yang ada di sekolahnya. Analisis sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian dapat dilakukan menggunakan format 1 berikut. Format 1. Analisis sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Mata Pelajaran Dasar- dasar Program Keahlian A. Nama Kelompok : …… B. Bidang Keahlian : ……. C. Program Keahlian : …….
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 21 No Elemen (Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian) Capaian Pembelajaran (Mata Pelajaran Dasar- dasar Program Keahlian) Aspek IPAS (Pada Capaian pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS) Tema atau Topik Projek IPAS Terapan
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum Analisis sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Mata format 2 berikut. A. Nama Kelompok : …… B. Bidang Keahlian : ……. C. Program Keahlian : ……. No Elemen (Mata Pelajaran Dasar- dasar Program Keahlian) Capaian Pembelajaran (Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian) Konten/Mmateri MPelajaran dasar ProKeahliCatatan: Format-format analisis sinkronisasi Capaian Pembelajaran Pruntuk mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.
22 Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian juga dapat dilakukan menggunakan Muatan Mata Dasarogram ian Tujuan Pembelajara n (Mata Pelajaran Dasar- dasar Program Keahlian) Aspek IPAS (Pada Capaian pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS) Tema atau topik Projek IPAS Terapan rojek IPAS dengan Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian tidak baku, silakan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 23 Penyusunan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Mata Pelajaran Projek IPAS sinkron dengan Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Kegiatan berikutnya Anda akan merumuskan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran Mata Pelajaran Projek IPAS sinkron dengan Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian bersama dengan kelompok masing-masing. Anda dapat mencermati contoh Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran mata Pelajaran Projek IPAS atau Modul Ajar Projek IPAS yang disediakan di Platform Merdeka Mengajar sebagai inspirasi dan silakan kembangkan sesuai dengan sinkronisasi yang telah dilakukan dan kondisi serta karakteristik peserta didik di sekolah masing-masing. ❖ Kuis Silakan mengerjakan latihan sola berikut, untuk mengukur pemahaman Anda pada materi pelatihan ini. Jawablah soal-soal berikut, dengan memilih satu jawaban yang benar. 1. Perhatikan pernyataan berikut: 1) Dalam CP, kompetensi yang ingin dicapai ditulis dalam paragraf yang memadukan hanya antara pengetahuan dan keterampilan. 2) CP dirancang dengan banyak merujuk kepada teori belajar Konstruktivisme dan pengembangan kurikulum dengan pendekatan “Understanding by Design” (UbD). 3) Konteks Taksonomi Bloom digunakan untuk CP yang lebih abstrak dan umum dan digunakan untuk perancangan pembelajaran dan asesmen kelas yang lebih operasional. 4) Naskah CP terdiri atas rasional, tujuan, karakteristik, dan capaian per fase. Pernyataan diatas yang tepat mengenai kekhasan dari Capaian Pembelajaran adalah: A. 1 dan 2 B. 2 dan 3 C. 2 dan 4 D. 3 dan 4 2. Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial terdiri dari tiga elemen kompetensi yang mengacu pada kompetensi literasi saintifik. Berikut adalah yang bukan merupakan elemen dari Mata pelajaran projek IPAS: A. menjelaskan prosedur penyelidikan secara ilmiah B. menjelaskan fenomena secara ilmiah C. mendesain dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah D. menerjemahkan data dan bukti-buktisecara ilmiah.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 24 3. Sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS agar projek IPAS dilakukan berdasarkan konteks pada karakteristik masing-masing program keahlian, dapat dilakukan dengan cara: A. menentukan Aspek IPAS untuk menjadi projek IPAS dan hanya satu atau dua elemen mata pelajaran projek IPAS yang harus tersampaikan pada satu projek IPAS yang disinkronkan dengan capaian pembelajaran mata pelajaran dasar-dasar program keahlian. B. menentukan topik atau tema Projek IPAS dilanjutkan dengan mengidentifikasi dan mencermati semua Elemen dan CP pada mata pelajaran konsentrasi keahlian yang ada pada Fase F. C. mengidentifikasi dan mencermati Elemen IPAS lalu menetapkan topik atau tema Projek IPAS dilanjutkan dengan mencermati rasional dan karakteristik mata pelajaran dasar-dasar program keahlian. D. mengidentifikasi dan mencermati semua Elemen dan CP pada mata pelajaran dasardasar program keahlian selanjutnya meninjau keterkaitannya dengan Aspek IPAS dan menentukan topik atau tema Projek IPAS. ❖ Penutup Mata Pelajaran Projek IPAS pada Sekolah Menengah Kejuruan seyogyanya dapat menjadi penunjang dan penguat pada kompetensi siswa SMK berdasarkan konsentrasi keahlian pada masing-masing program keahlian. Hasil sinkronisasi Capaian Pembelajaran Projek IPAS dengan Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian merupakan wujud keterkaitan proses pembelajaran dengan konteks dunia nyata (kebutuhan dan kompetensi pada program keahlian). C. Pembelajaran Terdiferensiasi ❖ Capaian Pelatihan Secara khusus profil kompetensi peserta pelatihan yang ingin dicapai dari materi pelatihan ini adalah, peserta pelatihan mampu: 1. Memahami prinsip pembelajaran terdiferensiasi 2. Menentukan strategi pembelajaran terdiferensiasi di SMK 3. Mempromosikan sikap beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, dalam melaksanakan peran sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 25 ❖ Materi Pelatihan Latar Belakang Pengertian pembelajaran terdiferensiasi adalah proses belajar-mengajar bagi peserta didik yang berbeda kebutuhan belajar di kelas yang sama. Maksud dari membedakan instruksi pembelajaran, dalam pembelajaran terdiferensiasi, adalah untuk memaksimalkanpertumbuhan setiap peserta didik dengan cara mensinkronkan proses belajar dan pemberian bantuan pendidik sesuai kebutuhan belajar peserta didik1 . Dalam kelas terdiferensiasi, pendidik mengetahui bahwa peserta didik memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Peserta didik mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan merasa tidak mendapatkan pengalaman belajar baru2 . Berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan, Ann Tomlinson dalam salah satu karya tulisnya menyampaikan hal-hal berikut (tabel 1.)3 .
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 26 Tabel 1. Perolehan Praktik Baik Pembelajaran Terdiferensiasi. No Peserta didik belajar terbaik dalam kondisi: Pembelajaran terdiferensiasi karena …. 1 Bermakna secara personal peserta didik memiliki latar belakang dan minat yang berbeda, sehingga secara personal perolehan makna bisa tidak sama. 2 Menantang peserta didik belajar pada tingkat dan kecepatan, berbeda, sehingga tugas yang menantang untuk beberapa peserta didik bisa membosankan bagi yang lainnya. 3 Sesuai tingkat perkembangan beberapa peserta didik berpikir lebih konkrit dan beberapa lebih abstrak. Beberapa peserta didik lebih tergantung dan yang lain lebih mandiri. 4 Ada pilihan dan bisa mengendalikan peserta didik bisa memilih cara belajar yang nyaman dan kondusif, dengan tetap melakukan kendali (kontrol diri) dalam proses belajarnya. 5 Konstruktif tidak semua peserta didik memiliki pengetahuan yang sama dan pada tingkat kompetensi yang sama. Peserta didik akan mengkonstruksi pengetahuan masingmasing secara berbeda. 6 Kondisi berinteraksi sosial peserta didik bervariasi (jumlah dan karakter anggota satu kelompok) dalam berkolaborasi secara terbaik. 7 Kemanfaatan umpan balik umpan balik yang bermanfaat untuk satu peserta didik mungkin tidak bermanfaat untuk peserta didik yang lain. 8 Mendapatkan dan menggunakan strategi peserta didik perlu mendapatkan strategi baru dan kemudian menggunakannya untuk kemanfaatan secara pribadi. 9 Iklim emosional yang positif lingkungan belajar yang cukup positif bagi sebagian peserta didik bisa tidak sedemikian bagi peserta didik lainnya. 10 Lingkungan pembelajaran yang mendukung para peserta didik membutuhkan besar bantuan yang bervariasi untuk mencapai tujuan individual dan bersama.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 27 Masih sedikit pendidik merespon keragaman karakteristik peserta didik secara sistematis. Sebagian besar melakukan "secara reaktif", berimprovisasi, dan/atau dengan menugaskan lebih banyak tugas kepada peserta didik jika mereka sudah mahir dan lebih sedikit tugas jika peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran terdiferensiasi terlaksana secara efektif (sesuai tujuan pembelajaran) manakala pembelajaran tersebut memenuhi beberapa kondisi berikut: 1. Proaktif 2. Kualitatif daripada kuantitatif 3. Berakar di penilaian 4. Pendekatan beragam untuk konten, proses, dan produk 5. Berpusat pada peserta didik 6. Gabungan seluruh kelas, kelompok dan individu 7. Organik/ bertumbuh4 . PRINSIP PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI Strickland (2007) memberikan saran diferensiasi di pembelajaran pada komponen konten, proses, dan produk5 . Komponen sasaran diferensiasi tersebut kemudian dikembangkan oleh Cathy Weselby (2021) menjadi empat komponen sasaran yaitu: konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. 1. Konten Beberapa peserta didik di kelas mungkin sama sekali tidak memiliki dasar konten pembelajaran, beberapa peserta didik memiliki penguasaan sebagian, dan beberapa peserta didik lainnya sudah menguasai konten sebelum pembelajaran dimulai. Pendidik menyikapi kondisi yang ada dengan cara diferensiasi konten pembelajaran berdasarkan tingkat Taksonomi Bloom (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta). Peserta didik yang tidak memiliki dasar konten yang disampaikan, dapat diminta untuk menyelesaikan tugas pada tingkat yang lebih rendah (mengingat dan memahami). peserta didik dengan penguasaan sebagian konten, dapat diminta untukmenerapkan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 28 dan menganalisis konten. Peserta didik dengan tingkat penguasaan konten yang tinggi dapat diminta untuk menyelesaikan tugas mengevaluasi dan mencipta. 2. Proses Pendidik meningkatkan hasil belajar di kelas dengan memberikan dukungan sesuai kebutuhan peserta didik. Setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang disukai: visual, auditori dan kinestetik. Selain gaya belajar diferensiasi proses bisa berupa perbedaan pemberian ‘besar’ dukungan belajar dan berupa strategi belajar secara berpasangan, kelompok kecil, atau individual (sendiri). 3. Produk Produk dihasilkan oleh peserta didik di akhir pembelajaran, sebagai demonstrasi penguasaan konten. Produk bisa dalam bentuk tes, proyek, laporan, atau kegiatan lainnya. Pendidik dapat menugaskan peserta didik untuk menyelesaikan kegiatan dan menunjukkan penguasaan konten pembelajaran dengan cara yang disukai peserta didik, berdasarkan gaya belajar. 4. Lingkungan belajar Kondisi lingkungan belajar yang optimal memperhatikan aspek fisik dan psikis. Tata ruang kelas yang fleksibel adalah kuncinya. Berbagai jenis furnitur dan pengaturannya, menjadi penting untuk mendukung proses belajar secara individual maupun berkelompok67 . Dasar pertimbangan diferensiasi pada komponen-komponen tersebut adalah hasil penilaian pendidik terhadap tiga karakteristik peserta didik, yakni kesiapan, minat, dan profil belajar. 1. Kesiapan Tomlinson dan Imbeau (2010) mendefinisikan kesiapan sebagai “kedekatan penguasaan peserta didik (saat ini) dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan tertentu yang akan dipelajari”. 2. Minat Minat Didefinisikan sebagai "apa yang melibatkan perhatian, rasa ingin tahu, dan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 29 keterlibatan peserta didik". Ketika seseorang tertarik pada sesuatu hal, maka motivasi untuk mempelajarinya meningkat, sebagai hasilnya adalah peningkatan hasil belajar. Tujuan diferensiasi minat adalah untuk membantu peserta didik mempelajari informasi, pemahaman, dan keterampilan baru dengan cara menghubungkan dengan hal-hal yang mereka anggap menarik, ‘menggalaukan’, relevan, dan berharga. 3. Profil belajar Profil belajar merupakan "preferensi untuk menerima, menjelajahi, atau mengekspresikan suatu konten". Gambar 1. Kecerdasan Majemuk. Empat faktor yang membantu dalam pembentukan profil pembelajaran, berdasar penelitian, adalah: 1) jenis kelamin; 2) budaya; 3) gaya belajar, seperti belajar sendiri atau bersama-sama, dalam suasana tenang atau saat mendengarkan musik, sambil duduk diam atau bergerak, dalam ruangan terang atau gelap; dan 4) preferensi kecerdasan— verbal-linguistik, logika-matematis, kinestetik-jasmani, interpersonal, intrapersonal, musik-ritmik,spasial, atau preferensi naturalis untuk belajar atau berpikir
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 30 (kecerdasan Gardner); atau preferensi kreatif, analitis, dan praktis (kecerdasan Sternberg). Tujuan dari diferensiasi profil pembelajaran adalah untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan cara-cara yang terbaik bagi peserta didik belajar, dan untuk memperluas cara-cara di mana mereka dapat belajar secara efektif89 . STRATEGI PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI DI SMK Keluhan lazim yang sering terdengar adalah lulusan pendidikan atau pelatihan yang tidak siap kerja, kompetensi yang rendah, baik hard skill maupun soft skill, mismatch (ketidakcocokan kompetensi yang dipelajari dengan yang dibutuhkan oleh pasar kerja), etos kerja rendah, produktivitas rendah, dan lain sebagainya. Metode belajar mengajar yang inovatif harus diprioritaskan melalui penyelarasan kurikulum dan mengintegrasikan pembelajaran kompetensi teknis dengan pembentukan karakter. Industri merasa lebih mudah untuk menambahkan pelatihan kompetensi teknis (hard-skills) dibandingkan pembentukan karakter (soft-skills). Oleh karena itu dilakukan pengembangan dan penyelarasan kurikulum, dimana komposisi jam mata pelajaran diubah menjadi 40% teori dan 60% praktik10. Komposisi tersebut dapat terealisasi dengan melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik/ terdiferensiasi/ kontekstual. Tabel 1. Perbandingan Atribut Pembelajaran Tanpa dan Dengan Diferensiasi Kelas tak terdiferensiasi Kelasterdiferensiasi Pembelajaran berpusat pada guru Pembelajaran berpusat pada peserta didik Pembelajaran sering dilaksanakan dalam kelas besar Pembelajaran dilaksanakan dalam format kelompok beragam Guru membagi kelompok-kelompok berdasarkan tingkat pencapaian Guru mempraktikkan pengelompokan yang fleksibel berdasarkan pada kebutuhan dan minat belajar peserta didik Target pembelajaran guru berada pada tingkat pencapaian menengah Guru memberikan tugas yang menantang dan melibatkan setiap peserta didik Pembelajaran disajikan dalam satu arah (ceramah) Pembelajaran disajikan dalam berbagai cara (ceramah, modeling, praktek, presentasi)
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 31 Tugas belajar diselaraskan denganstandar Dalam penyelarasan dengan standar,tugas belajar didesain untuk mengakomodasikan kebutuhan dan keragaman peserta didik Guru menggunakan satu buku teks untuk menyajikan informasi pembelajaran Guru menggunakan beragam sumberbelajar untuk menyajikan informasi pembelajaran Guru menilaitugas penilaian yang sama untuk semua peserta didik Guru menawarkan beberapa pilihan tugas penilaian Guru menilai pengetahuan menggunakan tes tertulis bagi peserta didik Meski guru memberikan tes tertulis, namun memberikan pilihan (laporan, model, video) untuk mendemonstrasikan pengetahuan peserta didik Guru menggunakan penilaian sumatif untuk menilai pengetahuan peserta didik Sebagai tambahan penilaian sumatif, guru menggunakan penilaian formatif untuk memandu proses pembelajaran Adil berarti bahwa semua peserta didik mengerjakan tugas yang sama Adil berarti bahwa setiap peserta didik mengerjakan tugas yang sama atau berbeda, untuk menyesuaikan kebutuhan belajar setiap peserta didik Sukses berarti mencapaiskor baik atau menuntaskan materi pembelajaran Sukses mengacu pada pertumbuhan akademik peserta didik secara individual Konsep dan keterampilan sama dibelajarkan kepada peserta didik, pada saat guru melakukan diferensiasi konten, proses, dan produk. Tabel 2. Diferensiasi Konten. Strategi Kesiapan Minat Profil Belajar Konten berjenjang X Variasisumber informasi X X X Berbagai cara penyajian informasi X Perancah (scaffolding) X Kontrak belajar X X X Pemadatan X
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 32 Tabel 3. Diferensiasi Proses. Strategi Kesiapan Minat Profil Belajar Aktivitas berjenjang X Pusat belajar(ket: penataan kelas) X X X Jurnal interaktif (ket: gdocs, gslide, …) X X Graphic organizers(ket: jejaring, petakonsep, diagram, …) X X Aktifitasjigsaw X X Manipulatif (ket: objek konkrit) X X Tabel 4. Diferensiasi Produk11 . Strategi Kesiapan Minat Profil Belajar Produk berjenjang X Tic tac toe (ket: pilihan matriks 3x3) X X X Menu pembelajaran (ket: pembuka,utama, penutup) X X X RAFT (ket: Role, Audience, Format,Topic) X X X ❖ Praktik Setelah mencermati dan mendiskusi modul ajar Pembelajaran Terdiferensiasi, Anda disilakan untuk melakukan latihan-latihan berikut: 1. Merancang tes awal untuk mengetahui minat dan kesiapan peserta didik sehubungan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2. Merancang diferensiasi (ket: konten, proses, produk) yang akan diterapkan, sesuai dengan karakteristik atau kebutuhan belajar peserta didik (ket: kesiapan, minat, dan profil belajar). 3. Merancang asesmen yang akan dilakukan.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 33 4. Susun ‘draf’ urutan kegiatan yang akan dilaksanakan, mulai dari persiapan pembelajaran, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Ke empat (4) latihan tersebut, belum disusun dalam bentuk RPP atau RPP plus (modul ajar). Hasil latihan tersebut akan menjadi poin-poin kunci untuk diterapkan atau dituliskan di RPP atau RPP plus (modul ajar). ❖ Kuis Kerjakan kuis berikut dengan cara memilih jawaban yang paling benar. 1. Asesmen diagnostik kognitif dilakukan pada kemampuan peserta didik. A. Literasi dan kesiapan B. Literasi dan numerasi C. Numerasi dan minat D. Minat dan kesiapan 2. Diferensiasi dapat dilakukan pada pembelajaran. A. Kesiapan, minat, dan gaya B. Kesiapan, konten, dan produk C. Konten, minat, dan proses D. Konten, proses, dan produk ❖ Penutup Hasil analisis sinkronisasi CP mata pelajaran Projek IPAS dengan mata pelajaran DasarDasar Program Keahlian menjadi prasyarat bagi peserta didik, sebelum mengikuti pembelajaran ini. Modul ajar Pembelajaran Terdiferensiasi disajikan untuk menguatkan kemampuan peserta pelatihan dalam melakukan proses pemahaman tuntutan tujuan/ target pembelajaran dan kebutuhan belajar peserta didik. Pemahaman tersebut diturunkan menjadi beberapa kegiatan kunci untuk menyusun modul ajar terdiferensiasi yang efektif.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 34 D. Penyusunan Modul Ajar Capaian Pelatihan Secara khusus profil kompetensi peserta pelatihan yang ingin dicapai dari materi pelatihan ini adalah, peserta pelatihan mampu: 1. memanfaatkan fitur pelatihan mandiri dalam Platform merdeka mengajar, khususnya terkait topik “Perencanaan Pembelajaran (SMK)” 2. mengakomodir kebutuhan belajar siswa dan gaya belajarnya dalam rancangan pembelajaran. 3. menyusun rencana pembelajaran yang baik sesuai prinsip pembelajaran dan asesmen dalam bentuk modul ajar. 4. membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang mengarah pada pencapaian profil pelajar Pancasila dalam pelaksanaan pembelajaran berdasarkan modul ajar yang disusun. ❖ Materi Pelatihan Latar Belakang Setiap guru wajib menyiapkan rancangan pelaksanaan pembelajaran karena rancangan ini dianggap sebagai pedoman ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran penting karena memberikan arahan konkret bagi guru tentang apa yang ingin diraih untuk hari itu. Penelitian telah menunjukkan bahwa pembelajaran siswa berkorelasi dengan perencanaan guru. Salah satu penjelasan utama adalah bahwa ketika rencana sudah siap, guru dapat fokus pada implementasinya. Ketika guru tidak perlu terlalu memikirkan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya, mereka dapat fokus pada bagian lain dari pembelajaran. Perencanaan pembelajaran penting karena membantu guru memastikan bahwa kegiatan sehari-hari yang berlangsung di kelas mereka memberikan siswa tingkat kemajuan jangka panjang yang memadai menuju tujuan yang digariskan sesuai ruang lingkup dan urutan sebagaimana rencana pendidikan individual yang diperlukan. Ada kalimat bijak yang sering kita dengar yaitu: JIKA GAGAL DALAM PERENCANAAN = MERENCANAKAN KEGAGALAN. Pernyataan tersebut jika kita kaitkan dengan konteks pendidikan dan secara khusus pembelajaran mengindikasikan bahwa sebagai pendidik jika kita ingin meraih keberhasilan dalam proses pembelajaran maka tidak boleh gagal dalam perencanaan, artinya harus membuat/menyusun perencanaan pembelajaran yang baik. Lebih rinci, berikut ini disajikan alasan mengapa perencanaan pembelajaran diperlukan oleh seorang guru.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 35 ➢ melalui perencanaan pembelajaran, mata pelajaran akan diorganisasikan dengan baik. ➢ perencanaan pembelajaran membuat guru bebas dari kesalahan mengajar tanpa berpikir. ➢ perencanaan pembelajaran dapat menciptakan suasana yang tepat untuk proses pembelajaran. ➢ dengan perencanaan pembelajaran, guru mendapatkan gambaran yang jelas tentang kapan mereka harus memulai evaluasi dan kapan mereka harus melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. ➢ rencana pembelajaran membantu dalam pengajaran yang terorganisir dan menghemat waktu. ➢ rencana pembelajaran memungkinkan guru untuk menerapkan strategi yang tepat. Dengan rencana pembelajaran, guru akan lebih siap dan percaya diri saat melaksanakan pembelajaran. Perencanaan Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka Perencanaan Pembelajaran yang Baik Belajar merencanakan (membuat perencanaan) sama halnya seperti keterampilan lainnya, butuh waktu dan latihan. Pada awalnya membuat perencanaan pembelajaran mungkin tampak seperti proses yang memakan waktu. Namun dengan membuat rencana pembelajaran yang terrinci, bagi guru pemula akan memungkinkan dirinya mengembangkan rutinitas yang dapat menjadi lebih otomatis dari waktu ke waktu. Rencana pembelajaran yang efektif mencakup beberapa elemen, antara lain: tujuan pembelajaran, pertanyaan berkualitas, perlengkapan dan kegiatan. Penting untuk memiliki tujuan pembelajaran dalam kerangka pikiran karena hal itu akan mendorong pengembangan dan pelaksanaan semua kegiatan di kelas. Pertanyaan berkualitas adalah pertanyaan yang guru rencanakan untuk diarahkan pada siswa selama pembelajaran. Kadang-kadang pertanyaan ini bersifat retorika, tetapi lebih sering dirancang untuk membantu siswa berpikir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal dan
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 36 memahami dalam arti sederhana. Penting juga untuk membuat rencana penilaian guna menentukan apakah kelas telah memenuhi target yang diharapkan. Lebih detail, perencanaan pembelajaran yang baik dicirikan sebagai berikut. a. Perencanaan pembelajaran harus dalam bentuk tertulis. b. Tujuan umum adalah penting dan harus didefinisikan dengan jelas dalam perencanaan pembelajaran. c. Rencana pembelajaran harus berhubungan dengan metode pembelajaran yang sesuai dan yang digunakan. d. Terdapat komponen meninjau dan merefleksikan isi dari pelajaran sebelumnya secara berkesinambungan. e. Identitas mata pelajaran, waktu, kelas (rata-rata usia siswa) harus disebutkan dalam rencana pembelajaran. f. Contoh-contoh penting perlu dimasukkan dalam perencanaan pelajaran. g. Metode-metode inspirasi atau motivasi harus dicoba dalam perencanaan pembelajaran. h. Dalam perencanaan pembelajaran, waktu untuk setiap topik harus ditentukan sebelumnya. i. Dalam perencanaan pembelajaran, teknik dan bahan pendukung pendidikan seperti grafik, peta dan bahan audio visual lainnya serta pemanfaatannya harus ditulis. Komponen Modul Ajar Sebagaimana implementasi kurikulum sebelumnya, pada implementasi kurikulum merdeka juga mengamanahkan pentingnya perencanaan pembelajaran sebagai salah satu perangkat ajar yang dapat digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai profil pelajar Pancasila dan Capaian pembelajaran. Perangkat ajar yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan pembelajaran dikenal dengan istilah modul ajar. Guru sebagai seorang perancang pembelajaran, pada tingkat paling dasar harus menjawab tiga pertanyaan pokok berikut ini. a. Kemana kita akan pergi? Artinya guru harus melakukan analisis untuk menentukan apa yang menjadi tujuan pembelajaran yang dilakukan.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 37 b. Bagaimana kita akan tahu kapan kita sampai? Artinya mengembangkan dan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah kita sudah mencapai tujuan atau belum. Bukti seperti apa yang dapat menunjukkan bahwa kita sudah sampai kepada tujuan. Jika belum sampai, bagaimana tindak lanjut yang harus dilakukan untuk sampai kepada tujuan. c. Bagaimana kita dapat sampai disana? Artinya menentukan dan mengembangkan pengalaman belajar seperti apa yang harus dilalui peserta didik. Dalam hal ini termasuk mengidentifikasi pendekatan, model, strategi, metode, materi dan media seperti apa yang akan digunakan. Langkah-langkah untuk menjawab ketiga pertanyaan di atas tentunya sejalan dengan konsep desain mundur (backward design) dalam menyusun rancangan pembelajaran seperti diharapkan dalam implementasi kurikulum merdeka. Pembelajaran lebih berorientasi kepada hasil dibandingkan dengan konten. Gambar. 1. Desain mundur dalam merancang pembelajaran. Dalam Kepmendikbudristek Nomor 262 Tahun 2022, disebutkan bahwa modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran. Dalam peraturan tersebut disebutkan pula bahwa pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik. Namun pendidik juga diberi
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 38 keleluasaan untuk tetap bisa memilih menggunakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Komponen minimum dari sebuah modul ajar adalah: a. Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan dalam alur tujuan pembelajaran). b. Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan. c. Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya. d. Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya. e. Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu dipelajari peserta didik. Versi lengkap dari sebuah modul ajar dapat dilihat seperti tabel berikut ini. Tabel1. Komponen Modul Ajar Lengkap Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul ajar yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan. Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul ajar sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/atau menggunakan modul ajar yang disediakan Pemerintah sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik. Oleh karena itu pendidik yang menggunakan modul ajar yang
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 39 disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun perencanaan pembelajaran/RPP/modul ajar. Perencanaan pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran yang disusun dalam bentuk dokumen yang fleksibel, sederhana, dan kontekstual. Tujuan Pembelajaran disusun dari Capaian Pembelajaran dengan mempertimbangkan kekhasan dan karakteristik Satuan Pendidikan. Pendidik juga harus memastikan tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan peserta didik. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran yang dirancang untuk memberi pengalaman belajar yang berkualitas, interaktif, dan kontekstual. Pada siklus ini, pendidik diharapkan dapat menyelenggarakan pembelajaran yang : (1) interaktif; (2) inspiratif; (3) menyenangkan; (4) menantang; (5) memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; dan (6) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Sepanjang proses pembelajaran, pendidik dapat mengadakan asesmen formatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran sudah dicapai oleh peserta didik. Pada bagian lampiran modul ajar terdapat bahan bacaan pendidik dan peserta didik yang sebelumnya kita kenal dengan materi ajar. Terkait dengan materi pembelajaran yang dikembangkan dalam rancangan pembelajaran perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. a. Relevansi artinya kesesuaian. Materi pembelajaran hendaknya signifikan dengan pencapaian kompetensi yang diharapkan. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain. Selain itu relevansi dengan kebutuhan peserta didik juga harus diperhatikan. Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah dalam konteks tuntutan kompetensi dalam bidang yang ditekuninya. Dalam prespektif peserta didik SMK, bidang yang ditekuni adalah sesuai dengan bidang ataupun program keahliannya. b. Konsistensi artinya keajegan. Dalam prinsip ini ada kesesuaian antara jumlah kompetensi yang harus dikuasai dengan jumlah materi yang dikembangkan. Jika kompetensi yang harus dikuasai peserta didik ada empat macam, maka materi
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 40 yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam sesuai tuntutan kompetensi. c. Adequacy artinya kecukupan. Materi yang diajarkan hendaknya dapat dijamin cukup memadai dalam membantu peserta didik mencapai kompetensi yang harus dikuasai. Materi tidak boleh terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. Sehingga dalam pengembangan rencana pembelajaran, guru harus mampu mengidentifikasi materi pembelajaran dengan mempertimbangkan: potensi peserta didik; relevansi dengan karakteristik daerah; tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik; kebermanfaatan bagi peserta didik; struktur keilmuan; aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan serta alokasi waktu. Kajian Penyusunan Modul Ajar di PMM Secara mandiri, Ibu dan Bapak Guru hebat juga dapat mendalami kajian perencanaan pembelajaran pada implementasi Kurikulum Merdeka melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM), yakni dengan mengakses link: https://guru.kemdikbud.go.id/ menggunakan akun belajar.id. Gambar 2. Tampilan Beranda link: https://guru.kemdikbud.go.id/
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 41 Setelah masuk ke link tersebut, silakan melakukan eksplorasi melalui fitur Pelatihan Mandiri sebagaimana tampilan berikut. Gambar 3. Fitur Lihat Pelatihan Mandiri di PMM Sesudah masuh pada fitur Lihat Pelatihan Mandiri, Ibu dan Bapak Guru dapat memilih tombol “Topik”. Setelah tombol “Topik” dipilih, akan muncul menu-menu topik pelatihan mandiri yang bisa diikuti. Terkait penyusunan modul ajar SMK, Ibu dan Bapak Guru dapat memilih topik “Perencanaan Pembelajaran (SMK) seperti terlihat pada gambar berikut ini. Gambar 4. Topik Pelatihan “Perencanaan Pembelajaran SMK” di PMM Pada topik tersebut terdapat tiga (3) modul pembelajaran yakni: Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (SMK), Merancang Pembelajaran SMK, dan Refleksi dalam Pembelajaran SMP-SMA/SMK. Secara khusus pada modul Merancang pembelajaran SMK terdapat sub modul “Merumuskan Modul Ajar”.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 42 Asesmen pada Kurikulum Merdeka Asesmen atau penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kegiatan pembelajaran. Asesmen yang baik dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dan mengantarkan mereka untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal dengan memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya. Sehingga dengan adanya paradigma baru dalam pembelajaran pada saat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, seharusnya diikuti juga dengan perubahan paradigma dalam hal asesmen atau penilaian. Pada implementasi Kurikulum Merdeka Pembelajaran dapat diawali dengan proses perencanaan asesmen dan perencanaan pembelajaran. Ibu dan Bapak Guru perlu merancang asesmen yang dilaksanakan pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran. Perencanaan asesmen, terutama pada asesmen awal pembelajaran sangat perlu dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Asesmen pembelajaran diharapkan dapat mengukur aspek yang seharusnya diukur dan bersifat holistik. Asesmen dapat berupa formatif dan sumatif. Asesmen formatif dapat berupa asesmen pada awal pembelajaran dan asesmen pada saat pembelajaran. Asesmen pada awal pembelajaran digunakan mendukung pembelajaran terdiferensiasi sehingga peserta didik dapat memperoleh pembelajaran sesuai dengan yang mereka butuhkan. Sementara, asesmen formatif pada saat pembelajaran dapat dijadikan sebagai dasar dalam melakukan refleksi terhadap keseluruhan proses belajar yang dapat dijadikan acuan untuk perencanaan pembelajaran dan melakukan revisi apabila diperlukan. Apabila peserta didik dirasa telah mencapai tujuan pembelajaran, maka pendidik dapat meneruskan pada tujuan pembelajaran berikutnya. Namun, apabila tujuan pembelajaran belum tercapai, pendidik perlu melakukan penguatan terlebih dahulu. Selanjutnya, pendidik perlu mengadakan asesmen sumatif untuk memastikan ketercapaian dari keseluruhan tujuan pembelajaran. Prinsip Asesmen dan Contoh Pelaksanaannya Beberapa prinsip asesmen dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang perlu diperhatikan sebelum menyusun rencana asesmen sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 43 Tabel 2. Prinsip Asesmen dan Contoh No Prinsip Contoh Penerapan 1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik,sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya; ⚫ Pendidik menguatkan asesmen di awal pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kesiapan peserta didik. ⚫ Pendidik merencanakan pembelajaran dengan merujuk pada tujuan yang hendak dicapai dan memberikan umpan balik agar peserta didik dapat menentukan langkah untuk perbaikan kedepannya. ⚫ Pendidik memberikan umpan balik berupa kalimat dukungan untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh. ⚫ Pendidik melibatkan peserta didik dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri, penilaian antar teman, refleksi diri, dan pemberian umpan balik antar teman. ⚫ Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berefleksi tentang kemampuan mereka, serta bagaimana meningkatkan kemampuan tersebut berdasarkan hasil asesmen. ⚫ Pendidik merancang asesmen untuk mendorong peserta didik terus meningkatkan kompetensinya melalui asesmen dengan tingkat kesulitan yang tepat dan umpan balik yang membangun 2. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapaitujuan pembelajaran; ⚫ Pendidik memikirkan tujuan pembelajaran pada saat merencanakan asesmen dan memberikan kejelasan pada peserta didik mengenai tujuan asesmen di awal pembelajaran. ⚫ Pendidik menggunakan teknik asesmen yang beragam sesuai dengan fungsi dan tujuan asesmen. Hasil dari asesmen formatif digunakan untuk umpan balik pembelajaran, sementara hasil dari asesmen sumatif digunakan untuk pelaporan hasil belajar. 3. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya; ⚫ Pendidik menyediakan waktu dan durasi yang cukup agar asesmen menjadi sebuah proses pembelajaran dan bukan hanya untuk kepentingan menguji. ⚫ Pendidik menentukan kriteria sukses dan menyampaikannya pada peserta didik, sehingga mereka memahami ekspektasi yang perlu dicapai. ⚫ Pendidik berkolaborasi dalam merancang asesmen sehingga dapat menggunakan kriteria yang serupa dan sesuai dengan tujuan asesmen.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 44 ⚫ Pendidik menggunakan hasil asesmen untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran. 4. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut; ⚫ Pendidik menyusun laporan kemajuan belajar secara ringkas, mengutamakan informasi yang paling penting untuk dipahami oleh peserta didik dan orang tua. ⚫ Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik dan mendiskusikan tindak lanjutnya bersama sama beserta orang tua. 5. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. ⚫ Pendidik menyediakan waktu bagi guru untuk membaca, menganalisis, dan melakukan refleksi hasil asesmen. ⚫ Pendidik menggunakan hasil asesmen sebagai bahan diskusi untuk menentukan hal-hal yang sudah berjalan baik dan area yang perlu diperbaiki. Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran. ⚫ Pendidik memberikan umpan balik secara berkala kepada peserta didik danmendiskusikan tindak lanjutnya bersama sama orang tua. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka kita mengenal dua jenis asesmen yakni: asesmen formatif dan sumatif. Kedua jenis asesmen ini tidak harus digunakan dalam suatu rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar, tergantung pada cakupan tujuan pembelajaran. Asesmen Formatif Penilaian atau asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, hambatan atau kesulitan yang mereka hadapi, dan juga untuk mendapatkan informasi perkembangan peserta didik. Informasi tersebut merupakan umpan balik bagi peserta didik dan juga pendidik. Agar asesmen memberikan manfaat kepada peserta didik dan pendidik, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan pendidik dalam merancang asesmen formatif, antara lain sebagai berikut: ➢ Asesmen formatif tidak berisiko tinggi (high stake). Asesmen formatif dirancang untuk tujuan pembelajaran dan tidak seharusnya digunakan untuk menentukan nilai rapor, keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan-keputusan penting lainnya.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 45 ➢ Asesmen formatif dapat menggunakan berbagai teknik dan/atau instrumen. Suatu asesmen dikategorikan sebagai asesmen formatif apabila tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas proses belajar. ➢ Asesmen formatif dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan. ➢ Asesmen formatif dapat menggunakan metode yang sederhana, sehingga umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat. ➢ Asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran akan memberikan informasi kepada pendidik tentang kesiapan belajar peserta didik. Berdasarkan asesmen ini, pendidik perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajarannya dan/ atau membuat diferensiasi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. ➢ Instrumen asesmen yang digunakan dapat memberikan informasi tentang kekuatan, hal-hal yang masih perlu ditingkatkan oleh peserta didik dan mengungkapkan cara untuk meningkatkan kualitas tulisan, karya atau performa yang diberi umpan balik. Dengan demikian, hasil asesmen tidak sekadar sebuah angka. Secara garis besar, pelaksanaan asesmen formatif dikelompokkan menjadi dua yakni: a. Asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Asesmen ini termasuk dalam kategori asesmen formatif karena ditujukan untuk kebutuhan guru dalam merancang pembelajaran, tidak untuk keperluan penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaporkan dalam rapor. Contoh-contoh pelaksanaan asesmen formatif. ❖ Pendidik memulai kegiatan tatap muka dengan memberikan pertanyaan berkaitan dengan konsep atau topik yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. ❖ Pendidik mengakhiri kegiatan pembelajaran di kelas dengan meminta peserta didik untuk menuliskan 3 hal tentang konsep yang baru mereka pelajari, 2 hal yang ingin mereka pelajari lebih mendalam, dan 1 hal yang mereka belum pahami. ❖ Kegiatan percobaan dilanjutkan dengan diskusi terkait proses dan hasil percobaan, kemudian pendidik memberikan umpan balik terhadap pemahaman peserta didik. ❖ Pendidik memberikan pertanyaan tertulis, kemudian setelah selesai menjawab pertanyaan, peserta didik diberikan kunci jawabannya sebagai acuan melakukan penilaian diri. ❖ Penilaian diri, penilaian antarteman, pemberian umpan balik antar teman dan refleksi. Sebagai contoh, peserta didik diminta untuk menjelaskan secara lisan atau tulisan (misalnya, menulis surat untuk teman) tentang konsep yang baru dipelajari.
Modul Umum – Pengelasan SMAW Dasar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Umum 46 b. Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat. Biasanya asesmen ini dilakukan sepanjang atau di tengah kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran. Asesmen ini juga termasuk dalam kategori asesmen formatif. Asesmen Sumatif Asesmen sumatif, yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan pendidikan. Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif menjadi bagian dari perhitungan penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau akhir jenjang. Penilaian atau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau CP peserta didik sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Adapun asesmen sumatif dapat berfungsi untuk: ➢ alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu atau lebih tujuan pembelajaran di periode tertentu; ➢ mendapatkan nilai capaian hasil belajar untuk dibandingkan dengan kriteria capaian yang telah ditetapkan; dan ➢ menentukan kelanjutan proses belajar siswa di kelas atau jenjang berikutnya. Asesmen sumatif dapat dilakukan setelah pembelajaran berakhir, misalnya pada akhir satu lingkup materi (dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran), pada akhir semester dan pada akhir fase; khusus asesmen pada akhir semester, asesmen ini bersifat pilihan. Jika pendidik merasa masih memerlukan konfirmasi atau informasi tambahan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, maka dapat melakukan asesmen pada akhir semester. Sebaliknya, jika pendidik merasa bahwa data hasil asesmen yang diperoleh selama 1 semester telah mencukupi, maka tidak perlu melakukan asesmen pada akhir semester. Hal yang perlu ditekankan, untuk asesmen sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yang beragam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, dan membuat portofolio).