i Pengantar Penulis Buku ini lahir dari catatan-catatan kecil yang tercecer di setiap kesempatan, disela-sela keseharian penulis sebagai praktisi pada lembaga jasa keuangan. Tidak jarang catatan-catatan kecil itu adalah pesan-pesan yang disampaikan kepada anggota team di pagi hari sebagai bridging sebelum memulai aktifitas pelayanan. Pernah suatu ketika pada akhir sesi wawancara dengan calon pegawai, penulis meminta target yang cukup tinggi kepadanya, sekaligus menanyakan berapa gaji yang mereka minta. Jumlah gaji yang diminta pelamar ketika itu, sebut saja nominalnya Rp. 3 juta (angka ini diatas rata-rata untuk pelamar fresh graduate). Berikutnya ketika diberi target kerja si calon menolak alasannya target kerja terlalu besar. Setelah lama wawancara, akhir cerita penulis menawarkan kepadanya upah sejumlah tiga kali lipat dari jumlah yang mereka minta, serta kepadanya tidak diberikan target, beban tugas dan pekerjaan, hanya “duduk manis di samping saya, tanpa mengerjakan apa-apa, saya tidak beri tugas, tidak ditanya, tidak boleh bertanya, kecuali hanya duduk manis”. Kata saya waktu itu. Ternyata tawaran saya untuk tidak melakukan apa-apa, duduk manis dan mendapat gaji tiga kali lipat, dia menolak, tidak mau dan malu menerimanya. Pesan saya kepadanya “artinya, hidup itu adalah bekerja, aktualisasi diri”. Diberi judul Olah Rasa lebih dikarenakan bahwa catatan yang ada merupakan hasil dari olah rasa diantara aktifitas harian penulis. Buku ini barangkali tidak banyak berarti bagi sebagian pembaca, tetapi bagi penulis buku ini adalah karya tersendiri sekaligus pesan moral kepada anggota team untuk dapat bekerja lebih baik. Selain itu Olah Rasa Memaknai Hidup ini, dimata penulis sebagai tongkat pendakian bukit kehidupan diantara tumpukan pekerjaan sembari menyambut usia tua. Bagi pembaca yang budiman, semoga saja satu atau beberapa catatan pendek ini dapat menjadi oase dipanasnya gurun pasir kehidupan masing masing. Penulis D.Wijaya
ii Daftar isi Pengantar Penulis....................................................................................................................i Kebaikan Dapat Didengar Orang Tuli, dan Dapat Dilihat Orang Buta ............3 Mulailah Melakukan Apa Yang Perlu, Tiba-Tiba Melakukan Hal Yang Tidak Mungkin.......................................................................................................................5 Jangan Pisahkan Spiritualitas dengan Profesionalisme ..........................................8 Diantara “Langkah Pertama Susah” dan “Mempertahankan Susah” ada Komitmen................................................................................................................................11 Kebebasan yang Membahagiakan, Mampu Memegang Kendali atas Sesuatu yang Terjadi pada Diri Sendiri .......................................................................................13 Dimana dan Kapanpun, Masalah Akan Selalu Ada, “Tidak Peduli Apa yang Kamu Alami, Ada Cahaya di Ujung Terowongan.” ................................................15 Menjalani Hidup, Tanggung Jawab dan Kebahagiaan..........................................17 "Sangat Sedikit Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Hidup Bahagia; Itu Semua Ada di Dalam Dirimu Dalam Cara Berpikirmu." - Marcus Aurelius .19 Menata Keinginan................................................................................................................21 Jujurlah, Lakukan yang Terbaik, Tunggu Keajaiban .............................................23 Menyandingkan Asketisme dan Bisnis .......................................................................25 Sosok Perempuan Hebat, Membayar Mimpi dengan Kerja Keras, Semangat dan Komitmen.......................................................................................................................27 Antroposentrisme, Hidup Ini Adalah Ruang Belajar Untuk Berpikir .............29 Peran Ibu dalam Cerita Calonarang ..............................................................................31 Hedonism, Pengetahuan dan Moralitas .......................................................................33 Sepak Bola Indonesia, dan Mengenang Martin Luther King,Jr..........................35 Pendidikan Itu Menyalakan Api Bukan Mengisi Bejana .....................................37 Hari Mandela, “Kebencian Itu Seperti Meminum Racun dan Berharap Itu Akan Membunuh Orang Lain” .......................................................................................39 Mereka (anak-anak) adalah Putra Putri Kehidupan Sebagai Penghuni Bumi Masa Depan............................................................................................................................41 Pikiran: Bebas Merdeka, tapi Ucapan dan Tindakan Butuh Etika dan Kesantunan.............................................................................................................................43 Cukup Satu Kebiasaan Buruk Untuk Membatasi Prestasi ...................................45 Tubuh dan pikiran manusia adalah sisa sisa makanan dan pengetahuan itu .....................................................................................................................................................47
3 Kebaikan Dapat Didengar Orang Tuli, dan Dapat Dilihat Orang Buta Belum lama dipercaya menjadi manajer pada satu Bank swasta, penulis sempat mendapat pengalaman menerima telepon dari seseorang yang mengaku dirinya kerabat pemegang saham. Tanpa banyak basa basi penelepon tadi meminta untuk diberitahu berapa saldo simpanan kerabatnya itu. Untuk permintaan itu, atas nama kerahasiaan data nasabah, saya tidak bersedia memberitahu kepadanya. Akhirnya… dengan nada tinggi terdengar suara dari seberang telepon“bapak tahu… saya ini keluarga dari pemilik bank ini …” langsung menutup gagang teleponnya dengan keras. Contoh lainnya, pernahkah kita memberikan sedekah pada orang buta?, bagaimana cara kita menyerahkan sedekah itu, apakah diserahkan sambil membimbing tangannya, sementara tangan satunya memengang pundaknya, atau digeletakkan begitu saja di dekatnya, dengan raut wajah tidak iklas. Orang buta dalam ilustrasi terakhir, dengan jelas dapat “melihat” wajah kita, mana pemberian yang tulus, mana yang sebaliknya. Demikianlah, benar dikatakan Mark Twain “Kindness is the language which the deaf can hear and the blind can see” bahwasanya kebaikan itu adalah satu hal yang bisa didengar orang tuli dan juga bisa dilihat oleh orang buta sekalipun. Siapa Mark Twain Mark Twain adalah nama pena dari Samuel Langhorne Clemens, lahir pada 30 November 1835 berkebangsaan Amerika Serikatdan wafat pada 21 April 1910. Ia adalah seorang novelis ternama, penulis, seorang humoris, pengusaha, penerbit, dan juga seorang pengajar. Banyak ilmu yang dimiliki dan berbagai profesi dia geluti. Twain muda, sudah bekerja sebagai juru cetak di sebuah percetakan, dan sudah mulai suka menulis pada surat kabar Amerika. Sebagai pemuda berumur belasan tahun, dia pernah menjadi nakhoda kapal sungai dan selama empat tahun berlayar di sungai Mississippi. Bahkan pada waktu perang saudara Amerika pecah pada tahun 1860, Twain pindah ke daerah barat yakni California. Saat itulah dia mengubah namanya menjadi "Mark Twain" yang konon artinya "dua depa dalamnya". Mark Twain adalah istilah yang dipakai oleh awak kapal sungai bilamana mereka mengukur kedalaman air.
4 Mark Twain dipuji karena lawakan lawakannya yang hebat, dijuluki pelawak terhebat yang pernah dilahirkan di Amerika Serikat. Bahkan William Faulkner penulis Amerika Serikat dari Mississippi yang pernah memenangkan Penghargaan Nobel Sastra pada 1949 menyebut Mark Twain sebagai bapak sastra Amerika. Novel-novel karya Mark Twain termasuk The Adventures of Tom Sawyer (1876) dan sekuelnya, Adventures of Huckleberry Finn(1884), disebut sebagai "Great American Novel". Menyimak cerita diatas, penulis membayangkan betapa Mark Twain adalah sosok yang cerdas, selalu bersemangat juga baik hati. Banyak profesi yang dia geluti, selalu gelisah dan memulai apapun yang dia dapat lakukan, “Rahasia Untuk Maju Adalah Memulai” demikian kata mutiara yang juga terkenal dari Mark Twain. Mark Twain adalah sosok yang cerdas, selalu bersemangat juga baik hati. Banyak profesi yang dia geluti, selalu gelisah dan memulai apapun yang dia dapat lakukan, “Rahasia Untuk Maju Adalah Memulai”
5 Mulailah Melakukan Apa Yang Perlu, Tiba-Tiba Melakukan Hal Yang Tidak Mungkin Secara umum orang yang terlahir di dunia pasti mendambakan hidup damai, sejahtera, kaya raya tidak menderita, miskin dan kesusahan. Lain halnya dengan sosok santo satu ini, Santo Fransiskus terlahir dari seorang pengusaha yang sangat kaya raya, rela menjalani kehidupan miskin menjadi “pertapa” dan tinggal dirumah kumuh tidak terawat. Apa yang mendasari Santo Fransiskus melakukan itu semua? Kisah hidup Santo Fransiskus berikut menginspirasi banyak orang, mengenai kemuliaan hatinya, sikap dan pelayanannya yang tulus kepada mahluk hidup dan kehidupan, pelayanannya kepada Tuhan tidak diragukan. Santo Fransiskus terlahir dengan nama Giovanni Bernardone pada 5 Juli 1182 di kota Assisi Italia, adalah anak dari seorang ayah yang bernama Pietro Bernardone seorang pedagang yang kaya raya. Sejak usia muda, Giovanni Bernardone (Santo Fransiskus) kecil sering menghabiskan waktunya dengan membaca banyak buku. Di usia remaja 19 tahun pada 1201 Santo Fransiskus sudah mengikuti wajib militer dari Pemerintah Kota Assisi untuk persiapan ikut berperang melawan Kerajaan Perugia ketika itu. Dari wajib milter, perang dan suatu kesalahan tertentu sempat membuat Santo Fransiskus di penjara selama setahun. Setelah dibebaskan dari penjara, dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri dan meminta “penerangan kepada Tuhan”. Setelah Ziarah ke Kota Roma, ia mendapatkan “panggilan Tuhan” untuk memulihkan sebuah Gereja tua St. Damianus di Kota Assisi - Italia. Dia rela menjual semua kuda dan semua pakaian dari toko ayahnya yang kaya raya itu, lalu memberikan hasilnya kepada Pastor untuk memperbaiki Gereja tua itu. Pietro Bernardone sang ayah tidak terima, marah besar, setelahmengetahui bahwa seluruh barang-barang yang ada di tokonya habis dijual untuk misi pelayanannya itu. Ayahnya mencoba menyadarkannya dengan ancaman dan hukuman badan, namun itu semua tidak membuatnya bergeming. Sang ayah Pietro Bernardone sampai mengajukan permohonan kepada Uskup Agung Kota Assisi, supaya anaknya itu mengembalikan seluruh barang-barang yang sebelumnya pernah diserahkan kepada Pastor. Tetapi anaknya menolak, bahkan
6 anaknya menanggalkan pakaian yang diberikan ayahnya, untuk kemudian merelakan dirinya menjadi miskin dan mengemis. Tidak diceritakan bagaimana Santo Fransiskus menjalani hidup miskin hingga hampir satu dasawarsa lamanya. Ketika memasuki usia 27 tahun, pada 1209 Santo Fransiskus mendirikan Ordo Fratrum Minorum (OFM). OFM juga disebut sebagai Ordo Fransiskan, adalah sebuah Ordo keagamaan katolik yang mengajarkan disiplin spiritual pendirinya (Santo Fransiskus). Aturan Santo Fransiskus melarang kepemilikan properti, mengharuskan anggota ordo untuk meminta-minta makanan sambil berkhotbah. Kesederhanaan yang dijalaninya dimaksudkan untuk meniru kehidupan dan pelayanan kepada Yesus Kristus. Fransiskan senantiasa melakukan perjalanan dan berkhotbah di jalan-jalan, memondok di gedung-gedung Gereja. Di masa hidupnya yang tergolong singkat, Santo Fransiskus wafat di Kota Assisi Italia pada 3 Oktober 1226 pada usia 44 tahun. Awal mula Santo Fransiskus mendirikan OFM berawal ketika dirinya mendengar Khotbah dari Kitab Matius, dimana Yesus Kristus mengajarkan pengikutnya, bahwa mereka harus pergi dan memberitakan Injil ke seluruh Dunia, dan mereka dilarang membawa uang, tongkat, ataupun memakai sepatu. Dari kotbah itulah, Santo Fransiskus memutuskan untuk menyerahkan dirinya ke dalam kehidupan kemiskinan dan kerasulan. Dengan memakai pakaian kumal, bertelanjang kaki, tidak membawa uang, tongkat ataupun bekal, Santo Fransiskus mulai mengajarkan tentang pertobatan. Atas pembelajaran yang diberikan olehnya, salah seorang temannya, Bernardo di Quintavalle menjadi salah satu pengikut setianya dan bergabung dengan Ordo tersebut, bahkan menyumbangkan segala miliknya untuk pekerjaan tersebut. Tidak sedikit rekan-rekannya yang lain mengikuti dan melakukan hal yang sama dengannya. Anggota Ordo persaudaraan ini semakin dikenal walau hanya numpang tinggal di sebuah Rumah Sakit Kusta di Kota Rivo Torto yang sudah tidak digunakan lagi. Pekerjaan mereka hanyalah memberikan tempat tinggal dan makan bagi orang sakit dan orang miskin, pelindung hewan hewan terlantar, penyayang lingkungan, hidup mereka sangat mirip dengan pertapa. Pada Tahun 1209, Santo Fransiskus memimpin pengikutnya pergi ke kota Roma, dan meminta izin kepada Sri Paus untuk mendirikan sebuah Ordo Gereja Katolik yang baru. Awalnya,
7 keinginan dan Izin mereka ditolak oleh Sri Paus sebelumnya,akan tetapi dengan keseriusan dan kegigigannya pada akhirnya mendapatkan persetujuan juga dari Sri Paus berikutnya, Paus Innocent III. Bahkan Santo Fransiskus sempat mengadakan perjalanannya ke Kerajaan Mesir dan ke Kerajaan Filistin (Palestina) pada waktu Perang Salib kelima. Pada kesempatan itu, Santo Fransiskus berusaha meng Kristenkan Sultan Al-Kamil. Pelajaran apa yang dapat dipetik dari cerita diatas, orang terkadang tidak peduli dengan apa yang sudah dia miliki, kekayaan, kemasyuran dan ketenaran tetapi lebih memilih bebas, berprinsip sendiri, melakukan sesuatu yang menurutnya perlu dilakukan. "Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin; dan tiba-tiba kamu melakukan hal yang tidak mungkin." Demikian ungkapan terkenal dari Santo Fransiskus. Orang terkadang tidak peduli dengan apa yang sudah dia miliki, kekayaan, kemasyuran dan ketenaran tetapi lebih memilih bebas, berprinsip sendiri, melakukan sesuatu yang menurutnya perlu dilakukan.
8 Jangan Pisahkan Spiritualitas dengan Profesionalisme Menyimak konten youtube bertajuk “Spiritual & Profesionalisme - Anand Krishna”, ada satu sesi diskusi yang menarik untuk ditulis ulang. Pada diskusi itu seorang pemuda bertanya kepada Anand Krishna demikian, “dari generasi saya (anak muda), bagaimana caranya agar supaya kita lebih tertarik, menarik pentingnya (belajar) spiritualisme dihubungkan dengan profesionalisme”. Upaya penulis untuk menyampaikan ulang materi diskusi itu, khsusnya tanggapan Guru Anand Krishna terhadap pertanyaan anak muda diatas semata-mata hanya karena keingintahuan dan mudah-mudahan karena kerinduan akan kesadaran itu. Sebelumnya, ijinkan penulis menyajikannya dalam format catatan yang sedikit berbeda, semoga tidak mengurangi substansi alur diskusinya. Berikut ini tanggapan Anand Krishna atas pertanyaan anak muda diatas. “Persoalannya bukan masalah tertarik atau menarik, tetapi masalah kesadaran” kata Guru Anand Krishna. Masalahnya, orang-orang harus benar-benar punya kesadaran bahwa spiritual itu menjadi kebutuhan, baru kemudian bisa tertarik untuk menjalaninya. Bukan hanya tertarik mempelajarinya, tetapi sadar dan punya kesadaran. Contoh kasusnya demikian. Kita tidak mungkin dapat mempengaruhi, mengajak orang lain untuk makan makanan vegetarian, sementara mereka sendiri tidak tertarik makanan itu. Tanpa kesadaran akan pentingnya arti makanan sehat, tanpa adanya rasa perut lapar, tidaklah mungkin orang akan tergerak mau mengikuti ajakan makan dari kita. Tidak adanya keinginan, kebutuhan dankesadaranuntukmakan, selama itu juga tidak akan ada itu makan. Serupa dengan contoh diatas, tidak sedikit orang, anak muda ketika mendapat motivasi bisnis dari seorang motivator hebat, saat di ruangan seminartampak sangat bersemangat menggebu- gebu, seakan tidak mau melewatkan waktu dan segera mempraktekan teori yang dia dapatkan, emosinya terpacu sang motivator. Tetapi begitu usai acara, diluar ruangan, motivasinya mulai kendor, semangatnya hilang entah kemana, tidak menggebu-gebu lagi seperti ketika dikelas motivasi kemarin. Kondisi seperti ini banyak kita temukan, model begini ini menandakan bahwa tidak adanya kesadaran dan kebutuhan untuk mempraktekkan apa yang mereka terima dari motivatornya itu. Kesadaran atas manfaat dan praktek motivasi yang didapat diruang kelas tidak mudah diimplementasikan di lapangan, di kehidupan nyata sehingga lagi-lagi semangatnya hilang. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang bukan bagian dari spirit. Selama
9 ini, permasalahan kita adalah memisahkan antara materi, kehidupan duniawi dengan spiritualitas. Profesionalisme dengan spiritualitas itu nyambung, tidak terpisah. Seseorang yang tidak punya spirit, seseorang yang tidak punya semangat tidak mungkin dapat menjadi professional. Dicontohkan pada kisah Mahabharata perang Bharathayudha, dalam Bhagawadgita, Arjuna Putra Pandu bukan hanya seorang pendeta, dia adalah seorang yang professional, dia adalah tentara dan Panglima perang pasukan Pandawa sekaligus spiritualis murid Krisna. Tidak bisa dipisahkan antara duniawi dan spiritual, dapat pula dihubungkan dengan bisnis, dapat dikaitkan dengan apapun juga. Demikian juga halnya dengan diri kita, pada saat yang sama kita sedang menjadi dan menjalani peran kita masing masing, sudah ditentukan dan ada yang mengendalikannya. Pemisahan antara spiritual dan hal-hal duniawi, sejatinya delusive (palsu), sayangnya sebagian dari kita dibuat percaya bahwa spiritualitas dan hal-hal duniawi itu terpisah. Bahwa wilayah spritual itu berbeda tempatnya, sementara bagian duniawi juga ada tempatnya yang lain. Pandangan demikian ini kurang tepat, yang ada adalah: hal-hal duniawi ini sejatinya karena ada hubungan yang erat dengan spiritualitas, duniawi tidak bisa dipisahkan dengan spiritual. “Jangan pisahkan spiritualitas dengan profesionalisme” kata Anand Krishna. Keberadaan Kita Saat Ini Bukan Kebetulan. Dalam sebuah diskusi bebas tak bertema, penulis pernah mendapat pertanyaan serupa berikut ini. Adakah hubungan antara spiritual dengan duniawi? mengapa kita ada ditempat ini saat ini, bersama anda? Sebagai pembelajar yang baru memulai, saya menjawabnya dengan berbalik bertanya. “Tadi, sebelum kita bertemu, kalian ada dimana, mengapa sekarang ada bersama saya?”, bagaimana anda bisa bersama saya saat ini?, dan seterusnya dikejar dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan, mengapa, mengapa terus berlanjut tanpa henti, dan biasanya jawaban akan berakhir pada kalimat, “Kita bertemu, bekerja ditempatini bukan kebetulan, tapi karena Tuhan telah mentakdirkannya”.
10 Dimana simpulnya, bahwa profesionalisme dengan spiritualitas itu nyambung adanya dan tidak terpisah. Profesionalisme itu erat kaitannya dan tiada lain adalah keberadaan (kemanusiaan) kita di dunia ini, sementara spiritualitas atau spirit adalah roh dan kesadaran atas kemanusiaan kita. Persoalannya bukan masalah tertarik atau menarik, tetapi masalah kesadaran. Orang-orang harus benar-benar punya kesadaran bahwa spiritual itu menjadi kebutuhan, baru kemudian bisa tertarik untuk menjalaninya.
11 Diantara “Langkah Pertama Susah” dan “Mempertahankan Susah” ada Komitmen Satu lagi kalimat motivasi dari Mark Twain sang novelis Amerika Serikat “Rahasia untuk majuadalah memulai”. Siapa MarkTwain? sudah diceritakan pada topic sebelumnya (baca: Kebaikan ItuBisa Didengar Orang Tuli, Bisa Dilihat Orang Buta). Kita pastinya pernah mendengar ungkapan “yang susah adalah langkah pertama” atau kalimat serupa berikut “Langkah awal selalu terasa sulit sebelum akhirnya menjadi mudah karena terbiasa.” Dua kata-kata mutiara terakhir umumnya dinitakan untuk memotivasi pembacanya, bahwasannya segala sesuatu, jikalau sudah diniatkan dan take action, mulai dikerjakan, walau terasa susah pada akhirnya akan terlaksana dan setelah dijalankan ternyata tidak seperti yang dipikirkan sebelumnya, ribet. Dibalik itu, terdapat pandangan berbeda “Lebih sulit mempertahankan, dan mengembangkannya dari pada memulainya”. Ungkapan ini terasa lebih jumawa, seolah-olah memulai itu, adalah sesuatu yang mudah dilakukan, seakan- akan membuat sesuatu yang baru itu, gampang. Apa pentingnya menyandingkan dua ungkapan kontradiktif diatas. Penting untuk belajar melihat persamaan dibalik perbedaan yang ada. Minimal ada dua persamaan, persamaan pertama, sama- sama bermaksud memotivasi diri dan pihak lain, namun sasaran motivasinya ada pada posisi yang berbeda, ada pada konteks yang lain. Yang satu memotivasi untuk berani, jangan ragu mencoba melakukan sesuatu yang baru, sementara satunya lagi memotivasi dan memastikan apa yang sudah mereka mulai kerjakan dahulu dan kuasai, dapat bertahan serta tumbuh berkelanjutan. Karenanya harus diperjuangkan, diupayakan dengan kuat lebih dari ketika memulainya dahulu. Persamaan kedua, sama-sama punya komitmen. Komitmenberasal dari kata commitment bisa mengandung makna: janji, mempercayakan, keterikatan, dan kewajiban untuk jangka panjang. Kalimat motivasi diatas bermaksud menagih komitmen, janji yang selalu mengingatkan dan mengikat dirinya, juga pihak lain untuk melakukan atau tidak melakukan, memantapkan pilihannya baik ketika memulai sesuatu proyek atau pada waktu proyek sudah ada ditangannya.
12 Manfaat dari adanya komitmen adalah: untuk memastikan kreativitas tetap ada dan meningkat. Dengan adanya komitmen diharapkan mampu menemukan cara, terus berupaya kreatif untuk memenuhinya. Dengan komitmen energi dapat meningkat, tetap melaksanakan atau memegangnya walau dalam kondisi sulit. Komitmen memberikan arah mengantarkan kepada tujuan yang hendak dicapai. Komitmen juga memberikan pembatasan pilihan, sekaligus menetapkan prioritas, menjadikannya setia pada ucapan dan tindakan, sekaligus menghilangkan pilihan lain yang mengganggu. Dengan adanya “komitmen”, pesan spirit yang bertolak belakang pada ungkapan “Yang Susah Adalah Langkah Pertama” dan “Mempertahankan Lebih Sulit dari Memulai” akhirnya menjadi seirama dan patut diteladani. Orang besar menyebutnya “makna hidup yang sebenarnya adalah komitmen”. Presiden Amerika Serikat ke-35, John F. Kennedy ketika menyerukan perdamaian dan keamanan Dunia menegaskan pentingnya komitmen seseorang. Berikut kutipannya "Toleransi tidak mengartikan kurangnya komitmen seseorang pada kepercayaannya. Melainkan hal itu mengutuk penindasan dan penganiayaan terhadap orang lain". Perlu Komitmen, penting untuk belajar melihat persamaan dibalik perbedaan yang ada. Komitmen memberikan pembatasan pilihan, sekaligus menetapkan prioritas, menjadikannya setia pada ucapan dan tindakan, sekaligus menghilangkan pilihan lain yang mengganggu.
13 Kebebasan yang Membahagiakan, Mampu Memegang Kendali atas Sesuatu yang Terjadi pada Diri Sendiri Kebebasan sering dikaitkan dengan kebahagiaan. Persepsi kebahagiaan setiap orang berbeda. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa kebahagian itu adalah kalau sudah mendapatkan apa yang dimau, pekerjaan sesuai harapan, kalau sudah kaya-raya, jabatan tinggi dan mendapat penghormatan masyarakat. Kebebasan itu sejatinya suatu nilai kemanusiaan yang dapat menjamin individu, seseorang untuk mendapatkan kebebasan memilih, melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kebebasan itu tidak adanya penindasan, pemaksaan kehendak dan kesetaraan dalam hukum. Awal kemunculan semangat kebebasan adalah pada zaman Renaisans, masa di mana masyarakat Eropa berusaha membebaskan dirinya dari kekuasaan yang membatasi kebebasan orang untuk berpikir. Perkembangan selanjutnya muncul kebebasan dibidang politik, diawali pemikiran Montesquieu dan Rousseau dengan adanya revolusi di Amerika dan Prancis. Termasuk juga pada jaman kemerdekaan Indonesia untuk membebaskan diri dari praktik kolonialisme dan imperialisme Belanda. Tidak hanya dalam ususan negara, sosial kemasyarkatan, dalam urusan pribadi, setiap individu ingin mendapatkan kebebasan. Bebas mengespresikan pribadinya dalam batasan batasan norma sosial dan norma kesusilaan yang ada. Pada posisi demikian ini diperlukan ruang untuk privasi seseorang. Jangan mencapuri urusan pribadi orang terlalu jauh yang berakibat pada dilanggarnya privasi dan kebebasan seseorang. Menghargai privasi orang lain dalam bahasan ini dapat diartikan suatu sikap yang tidak terlalu peduli pada orang lain, jangan sampai orang lain tersinggung ketika seseorang mengejar apa yang tidak boleh orang lain ketahui. Rasa peduli yang berlebihan tidak ubahnya dengan sifat posesif. Posesif adalah satu sifat yang merasa menjadi pemilik atas yang lain. Secara psikologi, posesif memiliki arti sikap yang terlalu mengontrol, mengatur, atau menguasai orang lain sehingga kebebasannya merasa dirampas. Atas nama mahluk sosial, kepedulian pada orang lain sangat penting, namun demikian, tidak cukup alasan untuk memantaskan setiap orang boleh tahu semua masalah orang lain.
14 Memiliki rasa peduli pada seseorang, apalagi pada orang yang disayangi sangatlah manusiawi. Bahkan, jika kita tidak memiliki rasa peduli, bisa jadi kemanusiaan kita dipertanyakan. Peduli adalah salah satu bentuk dari cinta dan kasih sayang. Ketika orang lain memerlukan bantuan, sangat wajar mendapat pertolongan, walau tidak berarti menjadi alasan untuk mengorekngorek segala sesuatu yang menjadi privasinya, ingin tahu sesuatu yang orang lain tidak ingin mengetahuinya. Untuk itu, sediakan ruang bahwa tidak semua orang, tidak semua masalah dapat diketahui, dicampuri orang lain. Bila sekali waktu kita menanyakan masalah yang bersifat pribadi, tetapi orang lain tidak memberi jawaban yang memuaskan, stop sampai disitu, jangan sekali-sekali diteruskan, hargai pendapatnya itu sebagai privasi. Namun tanpa disadari, seringkali kelewat batas dalam menaruh rasa peduli. Peduli yang berlebihan pada orang lain akan memproteksinya dari sesuatu yang menurut kita buruk, padahal belum tentu demikian adanya. Disinilah sumber masalahnya. Mungkin karena penjelasan serupa diatas, Albert Camus sang filsuf, penulis, dan jurnalis Prancis penerima Hadiah Nobel Sastra (1957) mengatakan demikian “Agar bahagia, kita tidak boleh terlalu peduli dengan orang lain." Tidak terlalu peduli pada orang lain, sebagaimana dimaksud Albert Camus diatas, dapat dimaknai memberikan kebebasan kepada setiap orang, dan setiap orang diharapkan mampu memegang kendali atas sesuatu yang terjadi pada dirinya. Itulah kebebasan yang membahagiakan. Jangan mencapuri urusan pribadi orang terlalu jauh yang berakibat pada dilanggarnya privasi dan kebebasan seseorang.
15 Dimana dan Kapanpun, Masalah Akan Selalu Ada, “Tidak Peduli Apa yang Kamu Alami, Ada Cahaya di Ujung Terowongan.” Secara umum orang menyebut masalah itu adalah kesenjangan, suatu pernyataan tentang keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pandangan akademisi menyebutkan masalah itu adalah sesuatu yang membutuhkan alternatif jawaban. Teori fungsionalis dari Emile Durkheim dkk, berpandangan bahwa setiap bagian pada masyarakat punya fungsi masing- masing dan untuk membangun tatanan sosial yang harmonis dan stabil, memerlukan kerjasama satu dengan yang lainnya. Apabila fungsinya tidak jalan, maka akan timbul masalah. Dalam teori konflik, masalah sosial itu muncul karena adanya eksploitasi kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah. Lain lagi teori Interaksi Simbolis, bahwa masalah sosial itu muncul karena pergaulan dengan pelanggar hukum dan adanya pelabelan karakter yang buruk. Dari keseluruhan masalah yang dihadapi manusia dimuka bumi ini, bahkan dengan pendekatan teori apapun, wujud rupa dan jenis dari masalah itu dari waktu ke waktu sama. Wujudnya adalah sebentuk respon: ketakutan, kekhawatiran, amarah, kecewa, ketidaksukaan, kesepian, kebencian, dan sejenisnya, hanya saja “bungkusnya” berbeda. Bungkus, kemasan atau kejadian yang berbeda dalam dimensi ruang, waktu atau kejadian yang berbeda. Bungkus inilah yang membuat masalah itu: dirasakan atau tidak dirasakan, berbeda antara orang satu dengan yang lainnya. Pada dasarnya penyebab timbulnya masalah adalah adanya keinginan dan harapan dari setiap individu. Masalah itu ada karena adanya keinginan atau harapan. Karena berharap sesuatu, ingin suasana tenang, damai dan berjalan lancar, namun kenyataannya yang terjadi sebaliknya, akhirnya masalah muncul. Sebenarnya “wujud dari masalah itu tidak akan pernah ada kalau tidak punya harapan atau keinginan” Apakah mungkin manusia tidak punya keinginan, harapan?. Harapan adalah bentuk transformasi atas perjalanan hidup manusia. Jika harapan itu tidak ada, maka proses transformasi terhenti dan hidup kita tidak jelas. Hidup memang tidak akan lepas dari berbagai tuntutan yang ingin terpenuhi. Jika dalam
16 proses hidup ini tidak memilik orientasi, harapan, maka hidup akan berjalan tanpa arah, terombang ambing tidak jelas. Konon, manusia dapat bertahan hidup 40 hari tanpa makan, dapat bertahan hidup 3 hari tanpa minum, tapi jika tidak ada harapan manusia ini dapat disebut sudah menemui ajalnya sebelum nafasnya berhenti. Sepanjang kita hidup dimuka bumi ini, masalah pasti selalu ada dan bentuknya hanya berupa ketakutan, ketidaknyaman, ketidak sukaan dan sejenisnya. Untuk mengimbangi ini, selain diperlukan upaya penyelesaiannya, jangan terlalu berharap berlebihan atas apa yang terjadi. Dimana dan kapanpun orang berada, masalah pasti akan selalu ada, dan demikian juga cahaya penyelesaian juga ada. Yang menjadikan masalah itu tidak lagi ada, ketika kita tidak lagi punya harapan dan keinginan yang berlebih. Selalu berpikir dan berupaya baik, Demetria Devonne Lovato (Demi Lovato) sang penulis lagu, dan aktor Amerika mengatakan, "Tidak peduli apa yang kamu alami, ada cahaya di ujung terowongan." Dari keseluruhan masalah yang dihadapi manusia, wujud rupa dan jenisnya dari waktu ke waktu sama berupa: ketakutan, kekhawatiran, amarah, kecewa, ketidaksukaan, kesepian, kebencian, dan sejenisnya, hanya saja “bungkusnya” berbeda
17 Menjalani Hidup, Tanggung Jawab dan Kebahagiaan Fisikawan ternama kelahiran Jerman, Albert Einstein percaya “ada dua cara untuk menjalani hidup anda. Salah satunya adalah seolah-olah tidak ada keajaiban. Yang lainnya seolah-olah semuanya adalah keajaiban." katanya. Albert Einstein lahir pada 14 Maret 1879, meninggal 18 April 1955. Pada zaman itu, Einstein sudah punya pemikiran yang brilian. Teorinya yang terkenal "relativitas" telah berkonstribusi penting pada pengembangan teori mekanika kuantum. Relativitas dan mekanika kuantum adalah dua pilar fisika modern. Teori kesetaraan, masa-energi E = mc2 berpengaruh terhadap ilmu pengetahuan yang lain, filsafat ilmu dan kehidupan umat manusia. Hidup Adalah Keajaiban Hidup kita sendiri adalah keajaiban. Hari ini, detik ini juga adalah keajaiban. Mari kita cermati bersama, saat kita membaca catatan ini, sadarkah ada nafas keluar masuk hidung organ tubuh kita, jantung berdetak yang tidak selalu kita sadar, pantau dan bahkan sering lupa berapa kali paru-paru kita kembang-kempis, bukankah ini keajaiban. Detik ini juga kita semua sedang “mengendarai” kendaraan yang bernama Bumi bersama tata surya lainnya dan sedang berputar mengelilingi Matahari. Siapa yang melakukan itu semua, ini juga keajaiban bukan?. Sangat banyak keajaiban- keajaiban lain yang kita alami di dunia ini, sayang kita tidak menyadari atau tidak peduli itu semua. Dari keajaiban-keajaiban yang dialami saat ini, semua dari kita diminta bertanggung jawab kepadanya. Setiap orang diminta mengambil keputusan yang terbaik atas pertimbangan masing- masing disetiap waktu yang dilewati. Tanggung jawab itu adalah kesadaran seseorang dan menjadi kewajibannya untuk menanggung segala sesuatu atas apa yang dipilih dan diperbuatnya. Tetapi kenapa ada orang yang lari dari tanggungjawabnya. Orang lari dari tanggungjawab dikarenakan ada ego yang tidak bisa dikendalikannya. Selain ego, menjalani hidup yang tidak berharap menjadi sempurna, tidak menganggap diri tahu segalanya adalah sumber-sumber kebahagiaan. Pula tidak membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, selalu focus pada hal-hal yang positif, selalu mencari nilai-nilai terbaik dalam hidup dan mengurangi berbicara negative tentang diri
18 sendiri dan masalah orang lain. Hal-hal inilah edialnya diupayakan setiap orang untuk menuju pada hidup yang membahagiakan. Prinsip hidup Stoa kuno juga dapat dicoba untuk melengkapi upaya diatas. Munculkan keyakinan bahwa kita tidak bereaksi terhadap peristiwa, tetapi bereaksi terhadap penilaian kita tentang segala sesuatu, dan penilaian tersebut bergantung pada diri kita sendiri. Karenanya hati-hati memberikan penilaian terhadap apapun yang ada diluar kita. Kita tidak perlu khawatirtentang hal-hal di luar kendali kita. Dalam hidup hanya ada dua hal, pertama adalah suatu hal yang ada dalam kendali kita, hal ini sepenuhnya tergantung pada diri kita. Kedua adalah sesuatu hal yang tidak bisa kita kendalikan, yaitu segala sesuatu yang berasal dari luar diri kita, terhadap hal ini kita tidak bisa turut campur. Orang lari dari tanggungjawab dikarenakan ada ego yang tidak bisa dikendalikannya. Selain ego, menjalani hidup yang tidak berharap menjadi sempurna, tidak menganggap diri tahu segalanya adalah sumber-sumber kebahagiaan.
19 "Sangat Sedikit Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Hidup Bahagia; Itu Semua Ada di Dalam Dirimu Dalam Cara Berpikirmu." - Marcus Aurelius Benarkah pernyataan Marcus Aurelius diatas, bahwa tidak banyak yang diperlukan untuk menjadi bahagia. Mari kita cari tahu siapa Marcus Aurelius dan apa yang orang ini yakini dalam kehidupannya. Dia punya nama kecil Marcus Annius Catilius Severus lahir pada 26 April 12. Dia adalah Caesar Romawi, Caesar Marcus Aurelius Antoninus Augustus yang berkuasa selama 19 tahun sejak Maret 161 sampai kematiannya pada tahun 180 masehi. Nama Marcus Aurelius Antoninus Augustus adalah nama yang diberikan kepadanya ketika diangkat menjadi Kaisar. Marcus Aurelius termasuk Kaisar yang berprilaku baik pada pengikut dan rakyatnya. Dia menerima takhta dari kaisar sebelumnya Antoninus Pius (PamannyaAntoninus Pius mengadopsi Marcus). Prilaku baiknya itu penulis maknai atas pilihan, sikapnya yang menyatakan bersedia diangkat untuk menjadi Kaisar hanya dengan satu syarat bahwa dirinya (Marcus) dan Verus diangkat sebagai kaisar secara bersama-sama. Syaratnya sama-sama menjadi kaisar, karena mereka sama-sama pewaris Antoninus, alasannya. Tidak pernah terjadi pemerintahan bersama sebelumnya dan dari sini Marcus Aurelius mengajarkan sistem politik (Republik Romawi) yang berfungsi sesuai dengan prinsip kerekanan dan tidak membiarkan seseorang memiliki kekuasaan penuh tertinggi. Marcus Aurelius sang Caesar Romawi ini adalah pengikut stoicism, keyakinannya bahwa syarat hidup bahagia harus ada kesenangan, ada kesesuaian dengan keinginan, “kalau keinginan tidak jelas maka jangan mimpi kebahagiaan akan di capai.” katanya. Dalam satu konten Ngaji Filsafat, Dr. Fahruddin Faiz menjelaskan berikut ini. “untuk sampai pada bahagia kita harus senang, pertama syaratnya harus cocok dengan keinginan”. Keiinginan harus terukur, keinginan perlu ditata. Menata keinginan dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui dan memahami tiga jenis keinginan berikut (ketiga jenis keinginan, diurutkan sesuai tingkat kepentingan). Kepentingan petama disebut ‘natural necessary’ yaitu keinginan yang alamiah dan wajib untuk dipenuhi yaitu kebutuhan sandang, pangan dan papan.
20 Keinginan yang kedua adalah alamiah dan tidak wajib (natural un necessary) dan yang ketiga adalah keinginan ‘unnatural’ keinginan yang tidak alamiah. Jangan nguber yang 'unnatural' sementara yang 'natural necessary' diabaikan, fokuslah hanya pada keinginan pertama (primer). Untuk urusan duniawi kejarlah yang primer saja, selebihnya kejarlah akhirat, bukan yang lain, bahwa nanti setelah yang primer terpenuhi akhirnya mendapatkan keinginan yang kedua dan ketiga, biarkan saja tidak jadi focus, tidak terikat pada itu semua dan jangan takabur karenanya. Bersikap biasa-biasa saja, karena segala sesuatu yang 'unnatural' mengandung risiko masalah, kontraproduktif bila tidak tahu cara menatanya (keinginan)itu. Satu contoh jenis keinginan yang 'unnatural' adalah ketenaran. Tenar, terkenal jangan membuat menjadi lupa diri, bahwa pengetahun, profesi itu jauh lebih penting. Jangan-jangan setelah terkenal akhirnya menjadi sumber kekecewaan. Bukan ketenaran yang menjadi keinginan, tapi profesilah yang di utamakan. “Menjadi terkenal itu baik, namun bila karenanya menjadi terbelenggu, apa gunanya?.” Untuk sampai pada bahagia kita harus senang, cocok dengan keinginan. Keiinginan harus terukur dan perlu ditata. Menata keinginan dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui dan memahami tiga jenis keinginan.
21 Menata Keinginan Untuk menata keinginan, salah satu pembelajaran dari filsafat stoic (stoicism) yang diajarkan kepada pengikutnya adalah berfokus pada bagaimana menafsirkan peristiwa, bukan padaperistiwanya itu sendiri. Cara seseorang menafsirkan peristiwa akan sangat dipengaruhi oleh cara berfikir orang yang bersangkutan. Bagaimana cara menata pikiran dan juga menata keinginan menurut kaum stoa (pengikut filsafat stoicism), berikut ini catatan kecilnya. Marcus Aurelius sang Kaisar Romawi yang juga tokoh ternama stoicism membagi pembelajaran bagaimana menggabungkan energinya pada wilayah yang benar dengan mengendalikan pikiran dan emosinya. Pemikiran dan pelatihan stoic-nya memungkinkannya untuk melihat setiap rintangan yang ada sebagai peluang dan tidak terpengaruh tentang apa-apa yang tidak bisa dia kendalikan, melainkan focus pada apa yang ada pada dirinya dan bisa dia kendalikan. Filosofi stoa mengajarkan bahwa seseorang tidak mau direpotkan dengan segala hal, pendapat, tindakan orang lain yang diluar dirinya. Itu semua di luar kendali dirinya. Kaum Stoa meyakini segala sesuatu yang ada dalam hidup ini hanya dapat dikelompokkan kedalam dua kategori. Kategori pertama adalah hal-hal yang mau dan mampu dia kerjakan yang ada dalam kendali dirinya sendiri. Kategori kedua adalah hal-hal yang diluar kendali dirinya, atau segala sesuatu yang ada diluar dirinya yang dia sendiri tidak mau terpengaruh karenanya. Filosofi stoicism menyarankan bagaimana menjaga pikiran yang tenang dan rasional. Menjaga pikiran tenang dan rasional akan membantu seseorang untuk memahami dan fokus pada apa-apa saja yang dapat dia kendalikan. Pada saat yang sama tidak khawatir tentang apa yang tidak dapat dikendalikan serta mampu menerima apapun yang ada diluar kendalinya itu. Sejalan dengan jalan pikiran Marcus Aurelius (tentu karena sama- sama stoa) sang kaisar Romawi, Epictetus adalah seorang budak dari Yunani yang juga tokoh ternama stoicism punya pendapat serupa mengenai permasalahan manusia. Dia menyebut demikian "Manusia terganggu bukan oleh hal-hal, tetapi oleh pandangan yang dia ambil dari mereka." Epictetusmeyakini segala permasalahan, gangguan yang ada dalam kehidupan dunia ini
22 diawali dari cara dan pandangan seseorang terhadap segala sesuatu yang ada diluar kendalinya, ini awal masalahnya. Epictetus juga mengajak umat manusia untuk selalu menimbang baik buruk, dan yang paling penting adalah kebaikan untuk semua pihak, seluas-luasnya bagi kebaikan semesta alam. Bila yang ada disekitar kita tidak ada hubungan dengan diri kita “you are nothing in relation to me” itu akan menghabiskan energi sia- sia, membuat sakit hati, karenanya lupakan saja. Berbahagialah dengan apa yang diri sendiri alami, apa yang dapat dilakukan. Manusia pada dasarnya terlahir untuk mencari kebahagiaan dan menjadi haknya untuk hidup bahagia. Kunci kebahagiaan itu ada pada keinginannya sendiri, bukan pada yang lain diluar diri. Apabila salah merancang keinginan dan terlibat pada apa yang diluar jangkauan dan kendali dirinya, maka bersiap-siaplah untuk tidak bahagia, bersiaplah untuk menderita. Jangan inginkan sesuatu yang berada pada control orang lain, bila demikian adanya kita akan menjadi budak orang lain dan orang lain yang mengontrol diri kita. Menata keinginan untuk menuju kepada kedamaian, Epictetus mengajarkan pada pengikutnya tentang dua hal. Dari sisi pribadi, bagaimana seseorang menemukan kebenaran sejati dan kemudian membawa kebenaran itu dalam proses menuju hidup yang bijaksana. Selanjutnya dalam konteks sosial, hidup bersama yang lain, Epictetus mengajarkan kedermawanan berdasarkan ikatan keluarga, cinta dan kasih sayang. Pada dasarnya manusia terlahir untuk mencari kebahagiaan, kunci kebahagiaan itu ada pada keinginannya sendiri, bukan pada yang lain diluar diri.
23 Jujurlah, Lakukan yang Terbaik, Tunggu Keajaiban Pesan filosofis Og Mandino yang terkenal disebutkan bahwa setiap orang di bumi ini adalah keajaiban dan dalam menjalani hidup harus memilih untuk selalu mengarahkan hidup dengan percaya diri, lakukan yang terbaik dan sesuai dengan hukum yang mengaturnya. Augustine "Og" Mandino diatas terlahir pada 12 Desember 1923 adalah Penulis Amerika yang menulis banyak buku. Buku terlarisnya berjudul “The Greatest Salesman in the World.” Tulisannnya menginspirasi banyak orang, quote yang juga sering kita jumpai adalah "Selalu lakukan yang terbaik, apa yang kamu tanam sekarang, akan kamu panen nanti." Pada catatan sebelumnya “Menjalani Hidup, Tanggung Jawab dan Kebahagiaan” Albert Einstein, Fisikawan ternama kelahiran Jerman, percaya bahwa “Ada dua cara untuk menjalani hidup, salah satunya adalah seolah-olah tidak ada keajaiban, yang lainnya seolah-olah semuanya adalah keajaiban." Kata “keajaiban” dari Albert Einstein dan juga Og Mandino bermuara pada spirit yang sama, menjalani hidup dengan tulus, penuh percaya diri dan nantinya ada “keajabiban alam” yang membantu kesuksesan setiap langkah manusia. Og Mandino menyebut bahwa semua orang yang sukses menjalani hidup mereka sendiri dengan "memetakan" secara sadar memilih tujuan yang diinginkan dan jalan untuk mencapainya dengan tulus dan jujur. Datangnya keajaiban diyakini berawal dari ketulusan dan juga kejujuran. Satu cerita, Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy- Syafi'i al-Muththalibi al-Qurasyi yang di kenal sebagai Imam Asy- Syafii memiliki sikap jujur yang tidak mengenal batas. Nilai kejujurannya ini dibekali oleh ibunya Fatimah Binti Ubaidillah. "Berjanjilah padaku Syafii, bahwa kamu akan terus menjadi anak yang jujur," begitu selalu pesan Fatimah pada Syafii. Diceritakan Syafii sudah tumbuh dewasa dan teguh memegang janji pada ibunya untuk tetap berlaku jujur. Hingga pada suatu ketika Syafii melakukan perjalanan ke Madinah bersama rombongannya, namun di tengah perjalanan dia dihadang perampok. Perampok menanyai dan meminta uang yang dibawa semua orang dalam rombongan itu. Semua anggota rombongan menutup-nutupi harta yang dibawanya, kecuali Syafii.
24 Ketika perampok bertanya kepada Syafii "Apa yang kamu punya?", Syafii dengan polos mengatakan dirinya membawa uang 400 dirham. Perampok tidak percaya pada Syafii, sampai akhirnya perampok mengeledahnya. Syafii langsung mengeluarkan uang 400 dirham dari saku pakaiannya dan menyerahkan semuanya kepada perampok, “tidak ada yang tersisa lagi” setelah diperiksa perampok. Terkejutlah para perampok, sambil menerima uang dari Syafii, pemimpin rampok itu memandangi Syafii sambil bertanya "kenapa kamu jujur kepadaku padahal kamu tahu kami akan mengambil hartamu," tanyanya. Syafii pun menjawab "Saya jujur kepadamu karena saya telah berjanji kepada ibuku untuk selalu berkata jujur." Mendengar penuturan Syafii yang polos dan jujur itu, hati perampok itu merasa iba dan sadar, Ia pun merasa malu karena meski tak ada sang ibu di sampingnya namun Syafii tetap menepati janjinya. Sementara dirinya telah berlaku zalim kepada Syafii dan rombongan yang lain. Perampok itu pun menjadi sadar dan bertobat setelah mendengar kejujuran Syafii serta mengembalikan uang 400 dirham kepadanya. Datangnya keajaiban diyakini berawal dari ketulusan dan juga kejujuran.
25 Menyandingkan Asketisme dan Bisnis Asketisme (dari bahasa Yunani: askesis) adalah gaya hidup, pilihan hidup berprilaku pantang pada kenikmatan duniawai, indria demi mewujudkan maksud-maksud rohani. Para petarak (pengamal asketisme) lebih memilih menjauh dan menyepi dari keramaian dunia, bisnis agar supaya dapat mencapai tujuan tujuan rohani yang mereka tuju. Para petarak memilih “bertapa”, mengekang indria. Kendati mereka hidup di tengah-tengah masyarakat hedon, tetapi gaya hidupnya sangat bersahaja, hanya memikirkan masalah masalah rohaniah. Kenikmatan kenikmatan jasmani dibiarkan lewat, tidak terpengaruh, penolakan pada harta benda, lebih memilih puasa dan beribadat untuk meningkatkan rohani mereka. Sementara ada sebagian yang menjalani hidup sebagai petarak, dibagian lain ada orang yang memilih hidup dengan gaya hedon, hiruk pikuk pada dunia, untung dan rugi. Dunia bisnis (kata “bisnis” berarti sibuk) adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk mengumpulkan uang, kekayaan, memproduksi dan menjual produk dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Business identik dengan kesibukan melakukan aktivitas, pekerjaan untuk menghasilkan manfaat duniawi. Pertanyaannya, mungkinkah mempertemukan atau setidaknya menyandingakn asketisme dengan bisnis?. Dalam praktek, asketisme terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama asketisme natural yaitu pertarakan yang wajar, yaitu gaya hidup yang membatasi aspek-aspek kebendaan dalam hidup sehari-hari sampai ke taraf yang sangat bersahaja dan pada batas minimum tertentu, tanpa merusak tubuh atau hidup dalam keadaan sungguh-sungguh berkekurangan sehingga menyengsarakan tubuh. Jenis kedua asketisme tidak natural, suatu praktik petarakan yang melibatkan jasmani sampai-sampai “menyakiti” diri sendiri, misalnya dengan tidur di atas ranjang paku. Praktisi asketisme sengaja menampik kenikmatan-kenikmatan duniawi dan menjalani gaya hidup berpantang, demi mengejar penebusan dosa, keselamatan, atau pencapaian rohani. Dalam teologi-teologi kuno, asketisme dipandang sebagai suatu perjalanan menuju transformasi rohani. Baginya kebahagian tidak datang dari luar, tetapi dari dalam, karenanya butuh laku hidup bersahaja. Ketika hiruk pikuk bisnis selama ini tidak mendapatkan kebahagian dan ketenangan, mengapa tidak
26 mencoba menjadi pebisnis sekaligus menjalani petarakan type pertama. Pebisnis yang berpantang pada kenikmatan duniawi, tidak fokus mengejar indriawi pada saat yang sama mengupayakan tujuan tujuan rohani. Dalam teologi-teologi kuno, asketisme dipandang sebagai suatu perjalanan menuju transformasi rohani. Baginya kebahagian tidak datang dari luar, tetapi dari dalam, karenanya butuh laku hidup bersahaja.
27 Sosok Perempuan Hebat, Membayar Mimpi dengan Kerja Keras, Semangat dan Komitmen Kerja keras adalah bekerja dan melakukan tugas pekerjaan dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan tidak akan berhenti sebelum tujuan tercapai. Orang dengan type pekerja keras ini sering disebut sebagai workaholic atau penggila kerja. Para workaholic tidak mengenal waktu rebahan, kecuali beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaganya untuk kemudian bekerja kembali. Pekerja keras umumnya adalah mereka yang bekerja dengan tujuan yang jelas, ada sesuatu yang ingin dia capai. Mereka pantang menyerah, jika satu jalan gagal maka akan mencari jalan lain sampai tujuan yang diinginkannya tercapai. Pekerja keras biasanya juga adalah mereka yang punya insting dan inisiatif. Mereka memiliki kepekaan pada sekitar, pada lingkungan dan karenanya orang orang ini cenderung punya insting dan inisiatif yang kuat. Selain punya insting dan inisiatif yang kuat, orang orang type ini sangat menghargai waktu. Waktu baginya sangat berharga, pantang untuk melewatkannya sia-sia tanpa aktifitas berarti, karenanya mereka manfaatkan dengan sangat baik dengan menyusun jadwal yang ketat. Karena waktu sudah terbagi bagi, orang orang type ini juga biasanya bekerja lebih efektif sekaligus efisien. Satu lagi type pekerja keras cendrung banyak melakukan evaluasi, introspeksi diri. Mereka juga punya kepribadian mandiri, kuat dan tangguh, mereka sadar bahwa hidup ini keras dan karenanya harus diperjuangkan dan karenanya juga diperlukan mental yang lebih kuat. Satu sosok perempuan yang mempunyai karakter diatas adalah Dr. (HC). Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja 2014-2019 pada pemerintahan Presiden RI ke 7 Joko Widodo. Perempuan hebat yang lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa Barat ini sebelum menjabat Menteri adalah seorang pengusaha, pemilik dan Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan. Dia juga pendiri PT ASI Pudjiastuti Aviation, satu usaha penerbangan Susi Air yang mengoperasikan 50 pesawat. Yang unik dari Susi Pujiastuti, dia pernah mengenyam Pendidikan SMA namun berhenti di kelas 2 karena Susi mengaku tidak cocok dengan sistem sekolah.
28 Saat ia menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, ia dikenal akan kebijakannya yang tegas terhadap penangkapan ikan ilegal. "tenggelamkan" adalah kata pendek yang ampuh mengurangi penangkapan ikan ilegal diperairan Indonesia mencapai 25% dan berpotensi menambah jumlah tangkapan ikan mencapai 14% dan kontribusi keuntungan sebesar 12% kepada Negara. Satu kalimat inspiratif dari Susi Pujiastuti adalah "Bermimpilah setinggi-tingginya. Yang harus dibayar adalah mewujudkan mimpi itu. Cara bayarnya dengan kerja keras, semangat, dan komitmen”. Pekerja keras adalah mereka yang punya insting dan inisiatif. Mereka memiliki kepekaan pada sekitar, pada lingkungan dan karenanya orang orang ini cenderung punya insting dan inisiatif yang kuat
29 Antroposentrisme, Hidup Ini Adalah Ruang Belajar Untuk Berpikir Filsuf Yunani ternama, Sokrates yang hidup 470 SM–399 SM yang mengenalkan faham antroposentrisme menyebutkan bahwa manusia adalah spesies paling pusat dan penting daripada spesies yang lain dimuka bumi ini. Sebagai seorang pemikir antroposentrisme yang hidup pada masa Yunani Klasik. Dalam urusan belajar dan berpikir, Sokrates pernah mengatakan “Kita tidak bisa mengajar apapun pada seseorang, yang bisa dilakukan hanya membuat orang lain berpikir”. Berpikir adalah fungsi kognitif yang merupakan aktivitas otak terhadap informasi yang diterima, yang akhirnya membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan terakhir membuat keputusan dan tindakan. Karena manusia adalah spesies paling sentral, perhatian dan pemikiran Sokrates yang paling utama adalah mengenai hakikat dari kehidupan manusia itu sendiri. Pilsuf berkebangsaan Yunani ini menyebutkan manusia dengan kemampuan berpikirnya mengatakan “rasa ingin tahu manusia sebagai awal dari kebijaksanaan”. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk mengatur dan belajar mengenai diri sendiri dengan memakai akal budi. Akal berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu, adalah daya pikir, adalah kemampuan bagaimana cara memahami lingkungan. Catatan penulis sebagaimana judul diatas merupakan outokritik, Jangan jangan selama ini tidak banyak menggunakan pikiran untuk menjalani hidup. Walau, selama ini sebagian dari waktu sudah dipakai untuk belajar, baik di kelas kelas formal maupun dimasyarakat, masih belum yakin apakah pikiran ini sudah terpakai untuk hal hal penting, hal hal yang bermanfaat bagi diri sendiri sekaligus untuk orang lain dan masyarakat. Jika selama ini hasil dari olah pikir menghasilkan tindakan dan hasil yang hanya berguna bagi diri sendiri, tidak bernilai untuk kehidupan dan kemanusiaan, segerakan untuk mulai berpikir kembali. Hati-hati dengan pikiran negative, salah satu sumber pikiran negative adalah “Plausible” (masuk akal). “Pikiran” itu mau diajak kemana saja bisa dan masuk akal, dengan mudah membenarkan pendapat sendiri tanpa di uji kembali. Ketika berpikir negative tentang satu hal, sering kali juga dibenarkan oleh akal kita sendiri. Selalu ada justifikasi yang membenarkan
30 pikiran dan tindakan sendiri. Bahkan pikiran dan tindakan buruk sekalipun dapat dicarikan alasan pembenar untuknya. Hati hati dengan pikiran. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk mengatur dan belajar mengenai diri sendiri dengan memakai akal budi. Akal berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu, adalah daya pikir, adalah kemampuan bagaimana cara memahami lingkungan.
31 Peran Ibu dalam Cerita Calonarang Hari itu Kamis, 22 Desember 2022 bertepatan dengan peringatan hari Ibu. Surya Chintya Dharma, putriku menjadi pemeran utama lakon Calonarang. Pementasan Calonarang itu dalam rangka tugas akhir pada Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Teater, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Calonarang adalah Ibu dari Dyah Ratna Manggali, yang belajar dari Dewi Durga yang juga disebut sebagai Ibu dari semua Ibu. Dikisahkan, pada masa kejayaan Kerajaan Daha (Kadiri) yang dipimpin Raja Erlangga kehidupan masyarakatnya sangat tenteram. Dikisahkan salah seorang rakyatnya bernama Calonarang, tinggal di desa Gurah, di wilayah Kerajaan Daha. Calonarang terkenal karena sakti mandraguna, suka menenung (cenayang) mengetahui apa yang akan terjadi dimasa depan. Calonarang mempunyai seorang putri bernama Ratna Manggali. Karena Calonarang dikenal sakti, tak seorang pemudapun yang berani melamar putrinya. Hal ini membuat sedih dan juga marah Calonarang. Diceritakan juga rakyat dikerajaan terjadi serangan penyakit yang tidak berkesudahan, banyak rakyat yang sakit dan meninggal. Rakyat dan Raja Airlangga menuduh Calonaranglah yang menyebarkan penyakit. Raja Elangga marah dan berusaha melawan Calonarang, namun kekuatan raja tidak mampu menandingi kesaktian Calonarang. Calonarang tidak terima dirinya dituduh menyebarkan penyakit, Calonarang marah atas tuduhan itu dan ia pun berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda. Gadis tersebut dikorbankan kepada Dewi Durga, yang akhirnya terjadi banjir besar melanda desa dan banyak orang menjadi korban dan meninggal dunia karenanya. Kerajaan Kadiri dilanda gerubug, tak putus putusnya orang sakit dan meninggal, sakit meninggal demikian berlangsung dalam kurun waktu lama. Raja Airlangga meminta bantuan kepada Empu Baradah penasehatnya, untuk mengakhiri pandemi itu. Atas perintah raja Airlangga, Empu Baradah lalu mengirimkan utusan, muridnya bernama Empu Bahula untuk menjalankan siasat, dinikahkan dengan putri Calonarang (Dyah Ratna Manggali). Tujuan utama pernikahan itu adalah untuk mendapatkan kunci kesaktian Calonarang. Dyah Ratna Manggali akhirnya menikah dengan Empu Bahula. Empu Bahula menjalankan siasatnya dan merayu istrinya untuk mendapatkan rahasia kesaktian ibunya.
32 Kesaktian Calonarang didapat dari lontar (buku) yang berisi ilmu- ilmu sihir yang diperolehnya dari belajar dan mendapat berkat dari Dewi Durga. Dengan berdalih kesetiaan dan sayang, buku kesaktian Calonarang berhasil didapatkan Empu Bahula dan segera kemudian Empu Bahula menyerahkannya kepada Empu Baradah. Calonarang menyadari kunci kesaktiannya hilang dan sempat memarahi Ratna Manggali, yang akhirnya kemarahannya memuncak dan memutuskan untuk berperang melawan Empu Baradah. Dengan kunci kesaktian yang sudah didapat Empu Baradah, dalam peperangan itu Calonarang dapat dikalahkan Empu Baradah walau tidak dengan mudah. Dewi Durga, ibu dari segala ibu tidak bisa membantunya, karena kunci kesaktiannya sudah dipegang oleh Empu Baradah. Berdalih pada kesetiaan dan sayang, kesaktian Calonarang berhasil didapatkan Empu Bahula dan kemudian diserahkan kepada Empu Baradah.
33 Hedonism, Pengetahuan dan Moralitas Pertengahan Pebruari 2023 lalu masyarakat Indonesia di hebohkan dengan berita anak pejabat yang bergaya hidup mewah berulah menganiaya seorang anak muda hingga dibawa kerumah sakit, sekarat. Kejadian itu akhirnya menyeret sang ayah yang adalah pejabat pajak di negeri ini, dipecat dan kemudian berurusan dengan hukum. Bergaya hidup mewah sering disebut sebagai hedon. Hedon akar kata dari hedonimos (Yunani) yang berarti kesenangan atau kenikmatan. Hedonisme pada jaman Yunani kuno merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan itu merupakan tujuan hidup manusia, bukan bergaya hidup mewah bukan pula pamer kekayaan yang tidak peka pada orang lain. Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar +/- 433 SM. Hedonisme sendiri ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?" Pilsuf Aristippos menyebutkan bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan, manusia hidup mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. Seiring perkembangan peradaban, pilsuf Epikuros menyebutkan bahwa hedonism tidak hanya mencakup kesenangan badani saja, melainkan juga kesenangan rohani, seperti halnya terbebasnya jiwa dari keresahan. Kaum Epikurean memberikan batasan bahwa kenikmatan itu dipahami secara lebih mendalam. Kenikmatan atas pemenuhan keinginan alami yang utama, bukan keinginan berlebihan. Contoh kebutuhan makan memang perlu, tetapi tidak perlu makan ditempat super mewah berlebihan. Demikian juga keinginan menikmati kekayaan untuk ketenteraman jiwa bukan pamer kekayaan. Kesenangan dan kenikmatan dicari untuk memperoleh kebahagiaan, dan kebahagiaan terbesar bagi manusia adalah persahabatan. Jika demikian halnya, hedonism tidak ada masalah, bahwa menikmati kesenangan, kekayaan untuk kebahagiaan dan persahabatan umat manusia sangatlah mulia. Lalu, apa salahnya menjadi orang anak kaya, apa salahnya menjadi anak pejabat mampu menikmati kesenangan dan bergaya hidup mewah. Kalau bukan karena pelanggaran hukum, mungkin saja gaya hidup hedon, plexing pamer barang mewah tidak jadi soal. Atau, apakah ini cara alam untuk mengembalikan pemahaman mengenai Hendonisme itu, dan atau cara alam untuk membuka siapa sang ayah sebenarnya, dari mana sumber kekayaan sang ayah yang saat ini dipermasalahkan itu.
34 Kembali pada perbuatan sang anak pejabat yang diceritakan diawal, bila ditakar dengan teori Socrates, bahwa “perbuatan yang tidak disertai dengan pengetahuan akan menghasilkan kebodohan yang nantinya akan melahirkan tindakan–tindakan kejahatan”. Karenanya penting sekali punya pengetahuan, karena melalui ilmu pengetahuan yang benar, manusia cenderung tidak akan melakukan kesalahan (dosa). “kejahatan itu terjadi karena kebodohan” menurut socrates “terdapat kaitan erat antara pengetahuan dan moralitas”. Tidak salah menjadi anak orang kaya,tidak salah jadi anak pejabat, yang salah ketika melanggar hukum, gaya hidup hedon, plexing pamer barang mewah dan tidak peka pada kondisi sosial masyarakat.
35 Sepak Bola Indonesia, dan Mengenang Martin Luther King,Jr. Sepak bola Indonesia tidak sedang baik baik saja, Indonesia yang terpilih oleh FIFA sebagai tuan rumah penyelenggaraan piala dunia U-20 akhirnya batal di gelar karena alasan “kondisi terkini” di Indonesia. Kondisi terkini apakah itu?, tidak seorangpun yang dapat menjelaskannya dengan terang benderang. Ada yang menghubungkannya dengan tragedi sepak bola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa timur pada awal oktober tahun 2022 lalu yang menewaskan 135 jiwa manusia. Indonesia bersedih, kecewa bahkan mungkin marah, khususnya para pelatih, pemain, pecinta dan juga industry bola. Bagaimana tidak, tiga tahun lebih persiapannya. Atas permintaan Pemerintah Indonesia sendiri, akhirnya FIFA memilih Indonesia dari tiga Negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah. Tok, piala dunia Sepak Bola U-20 akan digelar pada Mei higga Juni 2023 mendatang. Namun, injury time dibatalkan karena kita sendiri, … padahal dulu Indonesia yang minta. “Badah.”!? Berita yang beredar di media masa, batalnya penyelenggaraan piala dunia U-20 di Indonesia, lebih dikarenakan adanya penolakan dari dua Kepala Daerah. Gubernur Bali Wayan Koster, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowomenolak kesebelasan Israel untuk merumput di wilayahnya. Penolakan itu dibenarkan, terkait haluan politik yang semata-mata karena “alasan kemanusiaan” jelas Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto pada satu kesempatan. Sebagai masyarakat kampung yang awam bola turut menyayangkan peristiwa itu, kecewa. Selain ada harapan membawa nama besar Bangsa di kancah olah raga internasional, dengan digelarnya piala Dunia di Indonesia (juga Bali) tentu ada dampak ikutan dari sisi ekonomi, dampak pada UMKM, ini yang penulis dapat maknai. Apapun itu, untuk mengingatnya ijinkan penulis mencatat dua hal kecil berikut. Pertama, selama Israel lolos bermain di piala Dunia, selama itu juga tidak akan ada piala Dunia di Indonesia, sebelum haluan politik Indonesia berubah. Kedua, mari kita mencoba mengenang pejuang dan juga pendeta, Penerima Hadiah Nobel Perdamaian Dunia, Martin Luther King Jr. Kiprahnya dan perjuangannya melawan kesenjangan Ras di Amerika Serikat, pernah
36 berkata “We must accept finite disappointment, but never lose infinite hope.” Kita harus menerima kekecewaan yang terbatas. Tetapi, jangan pernah kehilangan harapan yang tidak terbatas. Harapan sepak bola Indonesia untuk tampil di piala dunia masih terbuka, yang penting tidak kehilangan harapan gara-gara pembatalantersebut. Sambil mengenang Martin Luther King Jr. yang tepat hari ini 4 April 1968, 55 tahun yang lalu meninggal terbunuh, karena pilihan sikapnya membela persamaan ras, dan kalau dibawa pada kasus sepak bola Indonesia hari ini, prakiraan penulis adalah “masih ada kesenjangan haluan politik” yang harus diperjuangkan oleh para pecinta bola tanah air, agar supaya suatu hari nanti ada piala dunia sepak bola bisa berlaga di Indonesia. Berikutnya, politik bisa berbeda tetapi dengan bola dapat menyatukannya. Kita harus menerima kekecewaan yang terbatas. Tetapi, jangan pernah kehilangan harapan yang tidak terbatas.
37 Pendidikan Itu Menyalakan Api Bukan Mengisi Bejana Memasuki minggu kedua pada Juni 2023, media sosial diramaikan dengan berita ditemukannya brankas “bunker” narkoba di salah satu kampus ternama di Sulawesi Selatan. Miris mendengarnya. Kampus, yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, oleh oknum tertentu dan mahasiswa terlibat dan menjadikan salah satu ruangannya yang edialnya untuk belajar dijadikan tempat untuk menyimpan dan memperdagangkan narkoba. Mungkin pelakunya berpikir orang tidak akan curiga, tidak percaya dan aman menjalankan aksinya dikampus. Pada kesempatan lain penulis pernah punya catatan kecil berjudul “antroposentrisme, hidup ini adalah ruang belajar untuk berpikir “. Dalam masalah lingkungan, konsep antroposentrisme, manusia sering dianggap sebagai akar masalah. Masalah tercipta karena adanya interaksi manusia dengan lingkungannya. Faham Antroposentrisme juga menempatkan manusia sebagai spesies yang paling pusat dan paling penting daripada species lainnya dimuka bumi, hal ini karena kemampuannya berpikir. Setiap orang bebas berpikir, bahkan pikiran dan pandangan seseorang tidak bisa dipenjarakan, kecuali sudah terwujud dalam Tindakan. Bahkan kalaupun tindakannya menyimpang dari kewajaran, masih harus dibuktikan di sidang pengadilan bahwa tindakannya itu melanggar hukum. Mungkin karena teori dan pandangan bahwa pendidikan itu proses kebebasan berpikir, pada akhirnya tidak terkontrol dan susah menyeleraskan pikiran dan tindakannya itu. Kebebasan berpikir yang dilanjutkan dengan tindakan diluar kendali dan norma hukum yang ada, eksesnya terjadi seperti contoh kasus diatas. Kasus ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kasus lainnya dalam dunia pendidikan, dan tak seorangpun menghendaki terjadi tindakan tindakan yang melanggar hukum. Dalam hal pendidikan, dari zaman dahulu metode yang diajarkan Sokrates bahwa pendidikan dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan peserta didik secara mandiri dan tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pemikiran dari pendidiknya. Karenanya filsuf Yunani ini pernah menyebut bahwa “pendidikan itu menyalakan api bukan mengisi bejana”.Tugasnyaguru, dosen, pendidik adalah membakar lilin bukan mengisi minyak,
38 biarkan minyak dan apinya dijaga menyala dan dikembangkan terus oleh peserta didik itu sendiri. Mendidik pastinya bukan hanya tugas guru, dosen di kampus, di sekolah formal, tetapi juga sekolah informal, ada orang tua dan juga lingkungannya sendiri. Masyarakat juga penting hadir “menyalakan api” dan turut menjaga apinya tidak membuat kebakaran yang membakar dirinya dan juga arang lain, tapi menghangatkan dan berguna bagi dirinya dan yang lainnya. Faham Antroposentrisme menempatkan manusia sebagai spesies yang paling pusat dan paling penting daripada species lainnya dimuka bumi, hal ini karena kemampuannya berpikir.
39 Hari Mandela, “Kebencian Itu Seperti Meminum Racun dan Berharap Itu Akan Membunuh Orang Lain” Bulan Juli bagi rakyat Afrika Selatan sangatlah berarti. Lahirnya bapak Bangsa Aprika Selatan, Nelson Rolihlahla Mandela menginspirasi rakyatnya bahkan warga Dunia untuk tumbuh berkembang dan berjuang melawan ketidakadilan. Nelson Mandela putra sang kepala Suku Henry Mandela dari klan Madiba dari suku Tembu lahir pada 18 Juli 1918, keluarga kerajaan Thembu dan bersuku Xhosa, di Desa Mvezo di Umtatu, Provinsi Cape, Afrika Selatan. Setelah kematian ayahnya, Nelson Mandela muda dibesarkan oleh Jongintaba, Bupati Tembu. Untuk idealisme dan pemahaman hidup dan kehidupannya Nelson Mandela belajar hukum di Universitas Witwatersrand, ikut ujian kualifikasi untuk kemudian menjadi pengacara. Presiden Afrika Selatan periode 1994-1999 yang juga penerima hadiah nobel 1993 ini adalah seorang revolusioner antiapartheid. Apartheid adalah sistem hukum yang mengatur pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan pada sekitar awal abad ke20 hingga 1990. Kebijakan apartheid ini menggolongkan penduduk Afrika Selatan kedalam empat golongan. Pertama golongan kulit putih, keturunan Eropa, kedua suku bangsa Bantu, suku bangsa di Afrika Selatan, ketiga golongan orang Asia yaitu orang Pakistan dan India, dan golongan ke empat adalah orang dengan kulit berwarna, berdarah campuran. Rakyat kulit hitam Afrika Selatan di bawah pimpinan Nelson Mandela pada 1961 melalui African National Congress (ANC) melakukan aksi tinggal di dalam rumah. Aksi tersebut ditanggapi pemerintah apartheid dengan menangkap dan kemudian menjebloskannya ke dalam penjara Pretoria pada 1962. Atas perjuangan yang panjang dan melelahkan (28 tahun) baru kemudian pada 2 Mei 1990 untuk pertama kalinya pemerintahan Afrika Selatan mengadakan perundingan dengan ANC untuk membuat Undang-Undang Nonrasial. Atas perjuangannya menentang apartheid, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan ulang tahun Mandela, pada 18 Juli sebagai "Hari Mandela", untuk mengenang dan
40 mengingatkan kontribusi Nelson Mandela untuk perjuangan antiapartheid. PBB seolah mengajak setiap dari kita untuk memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Hari Mandela adalah kesempatan bagi semua orang untuk mengambil tindakan dan menginspirasi perubahan. Sebagai pejuang kemanusiaan, hidupnya dipenuhi rasa kasih sayang dan cinta kasih. Harusnya tidak ada orang yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, agama dan perbedaan lainnya. Nelson Mandela berprinsip bahwa kebencian itu seperti racun yang bisa menghancurkan diri sendiri, “Kebencian itu seperti meminum racun dan berharap itu akan membunuh orang lain”. Harusnya tidak ada orang yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, agama dan perbedaan lainnya.
41 Mereka (anak-anak) adalah Putra Putri Kehidupan Sebagai Penghuni Bumi Masa Depan Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Anak Internasional, di Indonesia sendiri hari anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Ada juga perayaan Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November. Penghargaan dan perhatian kepada anak- anak demikin besarnya,karenaanakanakituadalah“PutraPutri Kehidupan Sebagai Penghuni Bumi Masa Depan”. Sejarah perayaan hari anak untuk pertama kalinya dimulaitahun 1856 di Amerika Serikat. Berawal dari kebiasaan Pendeta Dr. Charles Leonard, dari Universalist Church of the Redeemer di Chelsea, Massachusetts mengadakan kebaktian yang berfokus pada anakanak menjadi inspirasi awal untuk merayakan hari anak ketika itu. Cukup lama, 69 tahun kemudian dicetuskan Hari Anak Internasional, yang ditetapkan dalam Konferensi Dunia untuk Kesejahteraan Anak pada 1925. Hari Anak Internasional atau disebut juga hari Perlindungan Anak untuk pertama kalinya dirayakan pada 1 Juni tahun 1950, dua puluh lima tahun setelah konfrensi dunia untuk kesejahteraan anak. Perayaan hari anak secara meluas sejak 1954 direkomendasikan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Berdasarkan resolusi PBB hari Anak sedunia diperingati sebagai bentuk perjuangan hak-hak anak yang termasuk hak asasi dasar manusia. Hari anak sedunia dengan Hari Anak internasional dirayakan pada tanggal berbeda. Hari anak internasional dirayakan tanggal 1 Juni, sedangkan hari Anak sedunia dirayakan pada 20 Nopember. Tanggal 20 Nopember 1965 adalah hari dimana Majelis Umum PBB mengadakan rapat, dan mendeklarasikan Hak Anak-Anak dalam versi yang lebih luas, Perhatian dunia (UNICEF) kepada anak-anak demikin tingginya, Bangsa Indonesia sendiri menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak dan dibentukanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Semua itu bertujuan untuk melindungi dan menghargai hak-hak anak, menjamin pendidikannya, menghapuskan pekerja anak- anak. Selain itu, tujuan perayaan hari anak adalah untuk mengubah cara pandang serta perlakuan masyarakat terhadap anak-anak demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
42 Diperayaan hari anak nasional tahun ini ijinkan penulis mengulang ungkapan seorang: seniman, penyair yang juga penulis, Kahlil Gibran berikut ini: “Anak kalian bukanlah anak kalian. Mereka putra-putri kehidupan yang merindu pada dirinya sendiri. Berikan kepada mereka cinta kalian,tapijangan gagasan kalian, karena mereka memiliki gagasan sendiri. Kalian boleh membuatkan rumah untuk raga mereka, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tidak bisa kalian kunjungi, sekalipun dalam mimpi.” Selamat Hari Anak Nasional, semoga anak anak nasional dan anak anak seluruh dunia mendapat perlindungan atas hak- haknya, tumbuh berkembang dengan sehat dan sejahtera. Tujuan perayaan hari anak adalah untuk mengubah cara pandang serta perlakuan masyarakat terhadap anak-anak demi meningkatkan kesejahteraan mereka.
43 Pikiran: Bebas Merdeka, tapi Ucapan dan Tindakan Butuh Etika dan Kesantunan Pada Agustus 2023 lalu dunia politik tanah air dihebohkan dengan sejumlah laporan polisi terkait dugaan penghinaan oleh seorang pengamat politik (RG) kepada Presiden Indonesia, yang menyebutkan Presiden RI dengan kalimat “bjg tll”. Sebagai pribadi yang jauh dari hiruk pikuk politik, keseharian hanya bergelut dalam geliat mikro ekonomi, merasakan kurang nyaman dan khawatir ada ekses negatif akibat gaduh politik sambut pemilu 2024 mendatang. Politik itu harus diakui memang penting. Benar dikatakan orang, bahwa semua disekitar kita ini adalah produk politik. Sejak lahir, dari bangun tidur hingga tidur lagi dan seterusnya, diatur oleh Negara melalui peraturan perundang-undangan yang adalah produk politik tadi. Dari sudut ekonomi ijinkan juga ada pendapat yang menyebutkan bahwa semua disekitar kita, dari bagun pagi hingga pagi lagi tidak luput dari masalah ekonomi. Disiplin ilmu yang lain juga berhak mengikuti cara berpikir yang sama diatas. Catatan kecil ini untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa diantara hiruk pikuk politik itu diujungnya adalah kemerdekaan, keamanan dan kedamaian semesta. Kemerdekaan menyampaikan pendapat tanpa mengganggu keamanan, ketertiban dan menuju kedamaian umat manusia satu dengan yanglainnya. Manusia berdasar teori antroposentrisme dengan mudahnya berdalih bahwa manusia adalah mahluk yang utama, punya pikiran bebas, ucapan dan prilaku tanpa peduli pada sekitar, pada yang lain. Lingkungan tidak hanya diluar species manusia tapi juga seisi jagat raya ini, termasuk hubungan manusia satu dengan yang lainnya. Sekiranya boleh berpesan kepada para pegiat politik dan juga yang lainnya, ketika berbicara dan berprilaku tetaplah mengedepankan etika dan kesantunan untuk menuju pada persatuan, perdamaian semesta dan kesejahteraan umat manusia. Kesantuntan dan etika berlaku pada ucapan dan tindakan, bukan pada pikiran. Pikiran bebas merdeka, tapi ucapan dan tindakan butuh etika dan kesantunan. Pikiran itu bebas merdeka, tapi hati-hati dengan pikiran.
44 Untuk menyelaraskan catatan kecil ini, ijinkan penulis menyitir syair berikut ini. “Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta” (Kahlil Gibran). Ketika berbicara dan berprilaku tetaplah mengedepankan etika dan kesantunan untuk menuju pada persatuan, perdamaian semesta dan kesejahteraan umat manusia.
45 Cukup Satu Kebiasaan Buruk Untuk Membatasi Prestasi Kebiasaan itu adalah sesuatu yang biasa dikerjakan, kebiasaan sebagai suatu pola atas situasi tertentu, yang dilakukan secara berulang untuk hal yang sama. Melakukan kebiasaan kebiasaan baru utamanya kebiasaan baik tidaklah mudah, selalu saja “digoda” untuk kembali dan kembali pada pola-pola lama yang tidak baik. Diperlukan keberanian, niat yang kuat untuk memulai membangun kebiasaan baru, mulai dari hal-hal dan langkah kecil baru. Kebiasaankebiasaan kecil yang positif terus dipertahankan dan levelnya terus tingkatkan agar lebih mengkristal menjadi kuat sehingga menjadi kebiasaan sebagai pembentuk karakter. Membangun kebiasaan baik ibarat mendaki gunung dengan beban berat dipundak, terasa berat menuju puncak. Sesampainya dipuncak akan didapati kepuasan sekaligus kebanggaan pada proses pendakiannya itu. Namun masih perlu diingat, bahwa angin dipuncak jauh lebih deras daripada di bawah. Jangan pula terlena pada angin sepoi-sepoi yang dengan mudah membuat lupa diri dan “tertidur”. Euporia berlebihan dan sanjungan yang tidak terkendali adalah racun merayu kantuk dan bikin tertidur yang akhirnya dengan mudah menjerumuskan sejatuh jatuhnya ke lembah terendah. Seorang psikoterapis Amy Morin, pernah berkata “You need good habits, but it only takes one bad habit to limit your progress”. Anda memerlukan kebiasaan yang baik, namun hanya diperlukan satu kebiasaan buruk untuk membatasi kemajuan anda. Hambatan baik yang datang dari luar maupun dari diri sendiri selalu mengintai. Mulai dari kebiasaan suka mengeluh, banyak menyalahkan pihak lain, rasa takut yang tidak beralasan, kurang komitment, banyak omong kurang bertindak dan tidak mau belajar, semua itu dapat menghabat keberhasilan. Diperlukan kekuatan mental untuk bisa menghadapi hambatan-hambatan diatas. Amy Morin mengatakan bahwa mental yang kuat itu pondasinya: percaya diri, tangguh, tekun, sadar diri dan disiplin. Segala bentuk pencapaian dan prestasi diupayakan dengan tekun dengan percaya diri. Percaya bahwa dirinya mampu mengemban tugas yang dibebankan kepadanya, baik beban yang sengaja dia buat sendiri atau beban diberikan oleh orang lain. Orang ini juga
46 kokoh, tangguh dan selalu siap sedia melakukan yang terbaik yang mereka mampu. Dengan tekun mengupayakan apa mimpi- mimpi yang ingin mereka capai. Orang ini juga siap bekerja keras tanpa melulu mengharap hasil. Sejatinya orang ini menyadari benar bahwa dirinya sendiri tidaklah sempurna, masih ada kekurangan. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat untuk tetap konsisten mengupayakan yang terbaik, selalu belajar dari apa yang dia lalui dan disiplin tidak goyah memegang prinsip dan norma-norma berlaku. Amy Morin sang psikolog yang juga penulis diatas juga mengatakan bahwa ketika seseorang mampu melepaskan pemikiran yang menghambat dirinya, maka dia akan dapat mencapai prestasi luar biasa, “bahwa pikiran dapat menjadi aset terbesar atau bahkan musuh terburuk dalam hidupnya”. Dirinya sendiri tidaklah sempurna, ada kekurangan. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat untuk tetap konsisten mengupayakan yang terbaik
47 Tubuh dan pikiran manusia adalah sisa sisa makanan dan pengetahuan itu Penderitaan adalah perasaan tidak nyaman, kebencian, dan juga rasa sakit, kebalikannya adalah kesenangan atau kebahagiaan. Penderitaan dapat bermacam macam bentuknya, diantaranya: sakit secara fisik, sulit tidur, sulit focus, cemas berlebihan, takut. Singkatnya ketidak senangan dan ketidak bahagiaan seseorang adalah penderitaan. Efek penderitaan seseorang antara lain mudah tersinggung, masalah kecil jadi besar, hidup jadi tidak enakan, over sensitive, gampang putus asa, batinnya rapuh. Dalam spirit dan filosofi masyarakat Bali (Hindu) hidup itu dari lahir sudah membawa empat bekal (bekel-bhs Bali) yang disebut Catur bekel dumadi. Catur bekel dumaditerdiri dari: Suka, Dukha, Lara dan Pati. Suka itu rasa senang, dukha itu kesedihan, lara itu penderitaan dan pati itu kematian. Satu dari empat bekal itu secara umum dimaknai sebagai kebaikan (suka) atau kesenangan. Tiga sisanya adalah ketidak senangan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan manusia. Mengapa manusia menderita, itu karena pikiran. Pikiran adalah sumber dari kebahagiaan sekaligus juga sumber penderitaan. Ada tiga hal dari pikiran yang menjadi sumber penderitaan. Yang pertama, pada umumnya manusia tidak benar-benar memahami peran pikiran. Pikiran yang melompat lompat kemasa lalu atau atau melompat kemasa depan, memikirkan berlebih apa yang belum dia miliki dapat berakibat pada ketakutan, kecemasan, dan penderitaan. Penyebab kedua adalah jalan pikiran yang tidak memahami keberadaan duniawi, semua terus berubah, muncul, bertahan sementara kemudian hilang. Tidak ada yang kekal semuanya akan hilang pada waktunya. Berhentilah mengontrol duniawi berlebihan, semua tidak bisa dimiliki sepenuh dan selamanya. Semua adalah kemelekatan, semuanya numpang lewat dan berakhir mati. Kemelekatan berujung pada stress dan lagi-lagi penderitaan. Ketiga adalah ketika manusia tidak mampu mengontrol pikiran dan tubuhnya. Selain pemberian Illahi bawha tubuh manusia adalah sisa sisa dari apa yang mereka makan sampai dengan hari ini. Demikian juga, manusia adalah adalah hasil dan sisa sisa dari apa yang mereka ketahui dari membaca, mendengar dan pahami sepanjang hidupnya. Tubuh dan pikiran manusia adalah sisa sisa makanan dan pengetahuan yang mereka konsumsi selama ini.
48 Stephen Covey, penulis dan motivator Amerika pernah berkata "Jika kamu mulai berpikir masalahnya ada 'di luar sana', hentikan dirimu. Pikiran itulah masalahnya”. Pikiran adalah sumber dari kebahagiaan sekaligus juga sumber penderitaan
49 Sumber: - konten Ngaji Filsafat, Dr. Fahruddin Faiz - konten Spiritual & Profesionalisme - Anand Krishna