85
Lampiran 6 Laporan Selesai Bimbingan Skripsi
86
Lampiran 7 Hasil Uji Kemiripan Turnitin
87
Lampiran 8 Hasil Tes Fisik Atlet Softball Putri Kota Kudus Tahun 2022
88
89
90
91
92
93
94
95
96
Lampiran 9 Instrumen Penelitian
1. Kekuatan (Strength)
1) Push Up (1 menit)
Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan otot lengan pada atlet
a) Persiapan peralatan
a. Alas yang datar
b. Matras
c. Stopwatch
d. Alat tulis
b) Pelaksanaan Tes
a. Posisi peserta tes menelungkup, kepala, punggung, sampai dengan lutut
dalam keadaan lurus.
b. Lutut sebagai tumpuan tubuh
c. Kedua tangan membuka selebar bahu
d. Tubuh diturunkan sampai siku membentuk sudut 90°, hanya dada yang
menyentuh lantai sedangkan kepala, perut dan tungkai bawah terangkat
e. Lengan diluruskan secara penuh kembali keposisi awal
f. Setiap kali mengangkat dan menurunkan tubuh, kepala, punggung, dan
tungkai tetap lurus.
c) Penilaian tes
Dihitung sekali setiap tubuh terangkat keatas. Dilakukan sebanyak mungkin
dalam wakt 1 menit. Pelaksanaan dianggap benar jika saat tubuh terangkat,
kedua lengan lurus, kepala, punggung, serta tungkai lurus.
97
sumber: (Sepdanius et al., 2019)
Tabel Data normatif untuk tes push up
Score Kriteria Putri
≥70
5 Baik sekali
4 Baik 54-69
3 Cukup 35-53
2 Kurang 22-34
1 Kurang sekali ≤21
Sumber: Panduan Pelaksanaan Tes & Pengukuran Olahragawan (Wiriawan,
2017)
2) Sit Up (1 menit)
Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan otot perut.
a) Persiapan peralatan
a. Alas yang datar
b. matras
c. Stopwatch
d. Alat tulis
b) Pelaksanaan tes
a. Peserta berbaring terlentang, posisi kedua tangan berada dibelakang
tengkuk, dan kedua siku lurus kedepan.
b. Kedua lutut ditekuk sampai membentuk sudut 900
c. Bersamaan dengan aba-aba “mulai”, alat ukur pengukur waktu (stopwatch)
dijalankan, kemudian peserta mengangkat tubuh dan berusaha bangun
98
sehingga berada dalam sikap duduk, kedua siku menyentuh lutut, dan
kembali berbaring atau ke sikap semula.
c) Penilaian tes
Dihitung sekali setiap tubuh terangkat berada dalam sikap duduk. Dilakukan
sebanyak mungkin dalam waktu 1 menit. Pelaksanaan dianggap benar jika tubuh
terangkat dalam posisi duduk, kedua siku menyentuh lutut, dan kembali
berbaring atau ke sikap semula.
Sumber : (Narlan & Juniar, 2020)
Tabel Data normatif untuk tes sit up
Score Kriteria Putri
>25
5 Baik sekali 21-25
15-20
4 Baik 9-14
<9
3 Cukup
2 Kurang
1 Kurang sekali
Sumber: Tes Dan Pengukuran Olahraga (Pasaribu, 2020)
3) Grip strangth dynamometer
Tujuan dari tes ini ialah untuk mengukur kekuatan genggaman tangan.
a) Persiapan peralatan
a. Grip strangth dynamometer
b. Alat tulis
b) Pelaksanaan tes
a. Peserta berdiri tegak, pandangan lurus kedepan dan kedua tangan berada
disisi samping badan,
99
b. Telapak tangan memegang grip strangth dynamometer menghadap ketubuh,
sedangkan bagian depan alat menghadap keluar dari sisi samping,
c. Peserta meremas pegangan grip strangth dynamometer sekuat mungkin
tanpa mengubah posisi tubuh tegap.
c) Penilaian tes
Ketika peserta meremas pegangan grip strangth dynamometer dan peserta
tanpa mengubah posisi tubuh, hasil akan terlihat pada alat.
Sumber: (Adiatmika & Santika, 2016)
Tabel Data normatif untuk tes grip strangth dynamometer
Score Kriteria Putri
5 Baik sekali >36
4 Baik 31-36
3 Cukup 25-30
2 Kurang 19-24
1 Kurang sekali <19
Sumber: Panduan Pelaksanaan Tes & Pengukuran Olahragawan (Wiriawan,
2017)
4) Tes Back and Leg Dynamometer
Tujuan dilakukan tes ini yaitu untuk mengukur kekuatan otot tungkai
a) Persiapan peralatan
a. Back and Leg Dynamometer
b. Alat tulis
100
b) Pelaksanaan tes
a. Peserta berdiri tanpa alas kaki
b. Kedua tangan memegang bagian tengah tongkat pegangan dynamometer
setinggi acetabula.
c. Mata rantai diatur ketika posisi punggung tegak lurus, tetapi kedua lutut
ditekuk membentuk sudut 115⁰.
d. Angka pada layar/jarum petunjuk berada pada angka nol.
e. Ketika ada aba-aba peserta melakukan gerakan meluruskan kedua tungkai
atas dan bawah sekuat-kuatnya dengan gerakan perlahan, posisi tongkat
pegangan tetap berada setinggi acetabula.
c) Penilaian tes
Pengukuran dianggap tidak berhasil jika tongkat pegangan dynamometer
bergeser kearah bawah, posisi punggung tidak tegak, kedua tangan ikut serta
membantu menarik tongkat keatas, serta melakukan gerakan menghentak.
Sumber: (staffnew.uny.ac.id)
Tabel Data normatif untuk tes kekuatan otot tungkai
Score Kriteria Putri
≥219,5
5 Baik sekali
4 Baik 171,5-219
3 Cukup 127,5-171
2 Kurang 81,5-127
1 Kurang sekali ≤81
Sumber: Bahan Ajar Tes dan Pengukuran Olahraga (Adiatmika & Santika, 2016)
101
2. Daya Ledak (Power)
1) Vertical Jump
Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak atau tenaga eksplosif otot
tungkai.
a) Persiapan peralatan
a. Dinding yang sudah ditempel papan skalar
b. Kapur atau bahan penanda
c. Alat tulis
b) Pelaksanaan Tes
a. Peserta berdiri tegak dibawah dinding yang sudah ditempel papan skalar dan
diukur tinggi raihan awal,
b. Peserta melompat untuk meraih setinggi mungkin dengan posisi kaki ketika
melayang tegak lurus dan menyamping.
c) Penilaian Tes
Hasil yang dicatat diambil dari hasil selisih antara jangkauan tertinggi dengan
jangkauan awal.
Sumber: (Pasaribu, 2020)
102
Tabel Data normatif untuk tes vertical jump
Score Kriteria Putri
>48
5 Baik sekali 44-47
38-43
4 Baik 33-37
3 Cukup 29-32
2 Kurang
1 Kurang sekali
Sumber: Tes Dan Pengukuran Olahraga (Pasaribu, 2020)
2) Two Hand Medicine Ball Put
Tujuan dilakukannya tes ini ialah untuk mengukur power lengan dan bahu
pada atlet.
a) Persiapan peralatan
a. Medicine ball
b. Meteran
c. Alat tulis
b) Pelaksanaan Tes
a. Peserta duduk dengan punggung menempel ditembok dan kaki lurus
kedepan.
b. Peserta memegang medicine ball dengan dua tangan, di depan dada dan di
bawah dagu.
c. Peserta mendorong bola kedepan sejauh mungkin, sedangkan punggung
masih tetap menempel tembok.
d. Peserta melakukan ulangan sebanyak 3 kali.
e. Sebelum tes dilakukan, peserta boleh melakukan percobaan 1 kali.
c) Penilaian Tes
a. Jarak diukur dari posisi awal bola sampai tempat jatuhnya bola
b. Nilai yang diperoleh yaitu jarak yang terjauh dari ketiga ulangan yang
dilakukan.
103
Sumber: (Fenanlampir & Faruq, 2015)
Tabel Data normatif untuk Two Hand Medicine Ball Put
Score Kriteria Putri
≥6,23
5 Baik sekali
5,38-6,22
4 Baik
4,53-5,37
3 Cukup
3,68-4,52
2 Kurang ≤3,67
1 Kurang sekali
Sumber : Rusli Lutan (1991: 226)
3. Fleksibilitas
1) Sit and rich
Tes ini bertujuan untuk mengetahui fleksibilitas pinggul dan badan.
a) Persiapan Peralatan
a. Dinding
b. Alat ukur
c. Alat tulis
b) Pelaksanaan tes
a. Peserta duduk dilantai dengan posisi kaki sejajar lurus kedepan, punggung
tegap menempel dinding,
b. tangan lurus kedepan dengan salah satu tangan ditumpu diatas tangan
satunya,
c. letakkan alat ukur diujung jari tangan
d. secara perlahan peserta membungkukkan badan dan meraih sejauh mungkin
jangkauan kedepan sepanjang alat ukur,
104
e. ketika sudah mencapai posisi akhir, tahan selama dua detik.
c) Penilaian Tes
Raihan atau jangkauan terjauh dicatat, ulangi sebanyak 3 kali pengulangan
dan diambil jarak yang terjauh.
Sumber: (Wiriawan, 2017)
Tabel Data Normatif untuk Static flexibility test-hip and trunk tes untuk usia
kurang dari 36
Score Kriteria Putri
5 Baik sekali >17,9
4 Baik 16,7-17,9
3 Cukup 16,2-16,6
2 Kurang 15,8-16,1
1 Kurang sekali <15,4
Sumber: Tes Dan Pengukuran Olahraga (Sepdanius et al., 2019)
4. Koordinasi
1) Lempar tangkap bola tenis
Bertujuan untuk mengetahui kemampuan koordinasi mata dan tangan.
a) Persiapan Peralatan
a. Dinding yang sudah ditempel sasaran
b. Bola tenis lapangan
c. meteran
d. Alat tulis
105
b) Pelaksanaan tes
a. Peserta berdiri dibelakang garis batas lemparan sejauh 2,5 m,
b. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan percobaan sampai peserta
merasa nyaman dengan lemparan,
c. Peserta melakukan lemparan bola kearah sasaran selama 60 detik, lempar
tangan kanan tangkap tangan kiri atau sebaliknya.
c) Penilaian tes
Lemparan yang mengenai sasaran dan dapat ditangkap kembali dengan
baik, serta peserta tidak menginjak garis pembatas, maka lemparan dianggap
sah dan mendapatkan skor 1.
Sumber: (https://images.app.goo.gl/34BkuYVEZtJLMtN46)
Tabel Data Normatif lempar tangkap
Score Kriteria Putri
≥35
5 Baik sekali
30-35
4 Baik
20-29
3 Cukup
10-19
2 Kurang ≤10
1 Kurang sekali
Sumber: (Rizyanto et al., 2018)
5. Kecepatan
1) Lari sprint 30 m
Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan lari atlet softball.
106
a) Persiapan Peralatan
a. Lapangan datar dan lurus minimal berjarak 70 meter, dibatasi garis start dan
finish jarak 30 meter.
b. Cone
c. Stopwatch
d. Alat tulis
b) Pelaksanaan Tes
a. Peserta berdiri dibelakan garis strart
b. Pada aba-aba “Siap”, posisi tubuh berdiri tegak dengan lutut sedikit
direndahkan, salah satu kaki diletakkan dibelakang garis strat, sedangkan
kaki yang lain dibelakangnya dan arah pandangan fokus kedepan.
c. Pada aba-aba “Ya”, peserta lari secepat mungkin menuju garis finish dengan
jarak 30 meter
c) Tes dapat diulangi jika
a. Peserta mencuri start
b. Peserta terganggu dengan peserta lain
c. Peserta tidak sampai garis finish
d) Pencatat hasil
Hasil yang dicatat yaitu waktu yang ditempuh atlet dari aba-aba “Ya” sampai
atlet melewati garis finish (menempuh jarak 30 meter), dalam satuan detik.
107
Sumber : (Narlan & Juniar, 2020)
Tabel 8. Data normatif untuk lari 30 meter
Score Kriteria Putri (dalam detik)
4,06-4,50
5 Baik sekali 4,51-4,96
4,97-5,40
4 Baik 5,41-5,86
5,86-6,30
3 Cukup
2 Kurang
1 Kurang sekali
Sumber: Tes Dan Pengukuran Olahraga (Pasaribu, 2020)
6. Kelincahan
1) Boomerang Run
Tujuan dari tes ini ialah untuk mengukur kelincahan.
a) Persiapan Peralatan
a. Alas yang datar
b. Cone
c. Meteran
d. Peluit
e. stopwacth
f. Alat tulis
b) Pelaksanaan tes
a. Letakkan 4 cone bersebrangan kiri-kanan dan atas-bawah
b. Letakkan 1 cone dipertengahan antar cone. Jarak antar cone dengan pusat
yaitu 4,57 meter.
108
c. Peserta berdiri digaris strat, dan diberi penjelasan alur lari dari awal hingga
finish.
d. Ketika ada aba-aba mulai atau go, maka peserta melakukan lari mengikuti
jalur yang telah dibuat dengan cepat dan tanpa menyentuh cone.
e. Peserta berlari mulai dari garis start menuju cone ditengah lalu berbelok
kearah kiri menuju cone 1 dan kembali lagi ke tengah begitu seterusnya
sampai selesai 4 putaran.
c) Penilaian Tes
Pengambilan nilai diambil dari waktu yang dihitung ketika peserta memulai
start sampai finish.
Gambar 3.10 Boomerang Run
Sumber: (Pasaribu, 2020)
Tabel 11. Data Normatif untuk Boomerang Run
Score Kriteria Putri
5 Baik sekali <17,0
4 Baik 17,0-17,9
3 Cukup 21,7-18,0
2 Kurang 21,8-23,0
1 Kurang sekali >15,4
Sumber: Panduan Pelaksanaan Tes & Pengukuran Olahragawan (Wiriawan,
2017)
109
7. Daya Tahan (Endurance)
1) MFT
Tujuan dari tes ini yaitu untuk mengukur VO₂max atau penyerapan oksigen
maksimal seorang atlet.
a) Persiapan peralatan
a. Lintasan yang datar
b. Meteran
c. Stopwatch
d. Pengeras suara
e. CCD atau recorder panduan MFT
f. Cone
g. Alat tulis
b) Pelaksanaan Tes
a. peserta berdiri di belakang garis strat atau garis awalan
b. ketika tape atau CD panduan tes MFT sudah dihidupkan, akan terdengar
bunyi “TUT” dengan beberapa interval yang teratur
c. ketika sudah mendengar suara tersebut, peserta harus berlari sampai ke
ujung garis yang sudah dibatasi dengan cone sebelum terdengar bunyi “TUT”
selanjutnya.
d. Setiap peserta harus berusaha bertahan selama mungkin sesuai dengan
irama CD panduan tes MFT
c) Penilaian tes
Apabila peserta gagal mencapai garis 20 meter sebanyak 2 kali berturut-turut
maka akan dinyatakan tidak kuat atau sudah mencapai batas maksimal dalam
melaksanakan tes MFT.
110
Sumber: (rizkizulfitri-kiena.blogspot.com)
Tabel 4. Form penghitungan MFT
NAMA:
UMUR:
Tingkatan
Ke Balikan Ke
1 1234567
2 12345678
3 12345678
4 123456789
5 123456789
6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
7 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
11 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
14 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
15 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
17 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
18 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
21 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
KEMAMPUAN MAKSIMAL
TINGKATAN
BALIKAN
VO2Max
Sumber: Tes Dan Pengukuran Olahraga (Sepdanius et al., 2019)
Tabel 5. Tabel penilaian VO₂max
111
Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2
Max Max Max Max
2 1 20,1 3 1 23,0 4 1 26,2 5 1 29,9
2 2 20,4 3 2 23,6 4 2 26,8 5 2 30,2
2 3 20,7 3 3 23,9 4 3 27,2 5 3 30,6
2 4 21,1 3 4 24,3 4 4 27,6 5 4 31,0
2 5 21,4 3 5 24,6 4 5 27,9 5 5 31,4
2 6 21,8 3 6 25,0 4 6 28,3 5 6 31,8
2 7 22,1 3 7 25,3 4 7 28,9 5 7 32,1
2 8 22,5 3 8 25,7 4 8 29,5 5 8 32,5
4 9 29,7 5 9 32,9
Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2
Max Max Max Max
6 1 33,2 7 1 36,7 8 1 40,2 9 1 43,6
6 2 33,6 7 2 37,1 8 2 40,5 9 2 43,9
6 3 33,9 7 3 37,4 8 3 40,8 9 3 44,2
6 4 34,3 7 4 37,8 8 4 41,1 9 4 44,5
6 5 34,6 7 5 38,1 8 5 41,4 9 5 44,8
6 6 35,0 7 6 38,5 8 6 41,8 9 6 45,2
6 7 35,3 7 7 38,8 8 7 42,1 9 7 45,5
6 8 35,7 7 8 39,2 8 8 42,4 9 8 45,9
6 9 36,0 7 9 39,5 8 9 42,7 9 9 46,2
6 10 36,4 7 10 39,9 8 10 43,0 9 10 46,5
8 11 43,3 9 11 46,8
Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2
Max Max Max Max
10 1 47,1 11 1 50,4 12 1 54,1 13 1 57,5
10 2 47,4 11 2 50,6 12 2 54,3 13 2 57,6
10 3 47,9 11 3 50,8 12 3 54,5 13 3 57,9
10 4 48,4 11 4 51,4 12 4 54,8 13 4 58,2
10 5 48,5 11 5 51,6 12 5 55,1 13 5 58,4
10 6 48,7 11 6 51,9 12 6 55,4 13 6 58,7
10 7 49,0 11 7 52,2 12 7 55,7 13 7 59,0
10 8 49,3 11 8 52,5 12 8 56,0 13 8 59,3
10 9 49,6 11 9 52,9 12 9 56,2 13 9 59,5
10 10 49,9 11 10 53,3 12 10 56,5 13 10 59,8
10 11 50,2 11 11 53,7 12 11 57,1 13 11 60,2
11 12 53,9 12 12 57,3 13 12 60,6
13 13 60,8
112
Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2
Max Max Max Max
14 1 61,0 15 1 64,4 16 1 67,8 17 1 71,1
14 2 61,1 15 2 64,6 16 2 68,0 17 2 71,4
14 3 61,3 15 3 64,8 16 3 68,2 17 3 71,6
14 4 61,6 15 4 65,1 16 4 68,5 17 4 71,9
14 5 61,9 15 5 65,4 16 5 68,8 17 5 72,1
14 6 62,2 15 6 65,6 16 6 69,0 17 6 72,4
14 7 62,4 15 7 65,9 16 7 69,2 17 7 72,6
14 8 62,7 15 8 66,2 16 8 69,5 17 8 72,9
14 9 63,0 15 9 66,4 16 9 69,8 17 9 73,1
14 10 63,3 15 10 66,7 16 10 70,0 17 10 73,4
14 11 63,6 15 11 67,0 16 11 70,2 17 11 73,6
14 12 64,0 15 12 67,4 16 12 70,5 17 12 73,9
14 13 64,2 15 13 67,6 16 13 70,7 17 13 74,1
16 14 70,9 17 14 74,3
Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2 Tk BLK VO2
Max Max Max Max
18 1 74,5 19 1 78,1 20 1 81,5 21 1 85,0
18 2 74,8 19 2 78,3 20 2 81,8 21 2 85,2
18 3 75,0 19 3 78,5 20 3 82,0 21 3 85,4
18 4 75,2 19 4 78,8 20 4 82,2 21 4 85,6
18 5 75,5 19 5 79,0 20 5 82,4 21 5 85,8
18 6 75,8 19 6 79,2 20 6 82,6 21 6 86,1
18 7 76,0 19 7 79,4 20 7 82,8 21 7 86,3
18 8 76,2 19 8 79,7 20 8 83,0 21 8 86,5
18 9 76,4 19 9 80,0 20 9 83,2 21 9 86,7
18 10 76,7 19 10 80,2 20 10 83,5 21 10 86,9
18 11 77,0 19 11 80,4 20 11 83,7 21 11 87,1
18 12 77,2 19 12 80,6 20 12 83,8 21 12 87,4
18 13 77,4 19 13 80,8 20 13 84,0 21 13 87,6
18 14 77,7 19 14 81,0 20 14 84,3 21 14 87,8
18 15 77,9 19 15 81,3 20 15 84,6 21 15 88,0
20 16 84,8 21 16 88,2
Sumber: Tes Dan Pengukuran Olahraga (Sepdanius et al., 2019)
113
Tabel 6. Kategori kesegaran fungsi kardiorespiratori VO₂max untuk wanita
NO. 16-19 KELOMPOK UMUR 50-59 KATEGORI
20-29 30-39 40-49
1 ≥46,5 ≥49 ≥45 ≥42 ≥38 Baik Sekali
2 40,8-46,4 38-48 34-44 31-34 28-37 Baik
3 33,6-40,7 31-37 28-33 24-30 21-27 Sedang
4 28,7-33,6 24-30 20-27 17-23 15-20 Kurang
5 ≤28,7 ≤23 ≤19 ≤16 ≤14 Kurang Sekali
Sumber: (Perkembangan Olahraga Terkini, Jakarta, (2003); Ramsbottom
(1988))
114
Lampiran 10 Dokumentasi
1. Kekuatan
Gambar Tes Kekuatan Otot Lengan
Gambar Tes Kekuatan Otot Perut
115
Gambar Tes Kekuatan Genggaman Tangan
Gambar Tes Kekuatan Otot Tungkai
116
2. Power
Gambar Tes Power Otot Tungkai
Gambar Tes Power Otot Lengan
117
3. Fleksibilitas
Gambar Tes Fleksibilitas
4. Koordinasi
Gambar Tes Koordinasi Mata Tangan
118
5. Kecepatan
Gambar Tes Kecepatan
6. Agility
Gambar Tes Kelincahan (agility)
119
7. Daya Tahan
Gambar Tes Daya Tahan