The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Reproduksi Hewan dan Tumbuhan Kelas IX semester 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lanhiariej01, 2021-07-20 17:51:29

Modul Reproduksi Hewan dan Tumbuhan Kelas IX semester 1

Modul Reproduksi Hewan dan Tumbuhan Kelas IX semester 1

JUDUL:
REPRODUKSI PADA
TUMBUHAN DAN HEWAN

Disusun oleh Kelompok 9:
Nama: Frislan . Hiariej

Nike . Pahutana
Surtini . Ririn
Meylan . Maitale

1

DAFTAR ISI

Judul

DAFTAR ISI .................................................................................................................................................... 1
Petunjuk Bahan Ajar ..................................................................................................................................... 2
Kompetensi ................................................................................................................................................... 3
Peta Konsep .................................................................................................................................................. 4
Reproduksi Tumbuhan dan Hewan ............................................................................................................. 5

A. Reproduksi Tumbuhan ....................................................................................................................... 6
a) Reproduksi Tumbuhan Angiospermae......................................................................................... 7
b) ReproduksTumbuhan Gymnospermaei ..................................................................................... 27
c) Reproduksi Tumbuhan Paku ...................................................................................................... 32
d) Reproduksi Tumbuhan Lumut.................................................................................................... 34
e) Teknologi Reproduksi Pada Tumbuhan ..................................................................................... 36

B. Reproduksi Hewan............................................................................................................................ 38
a) Reproduksi aseksual .................................................................................................................. 38
b) Rerproduksi seksual .................................................................................................................. 41
c) Siklus Hidup Hewan.................................................................................................................... 43
d) Teknologi Reproduksi Pada Hewaan.......................................................................................... 44

C. Kelangsungan Hidup Tumbuhan Dan Hewan................................................................................... 46
a) Adaptasi ..................................................................................................................................... 46
b) Seleksi alam................................................................................................................................ 48

Latihan......................................................................................................................................................... 50
Tugas ........................................................................................................................................................... 51
Rangkuman ................................................................................................................................................. 51
Referensi ..................................................................................................................................................... 55

PETUNJUK BAHAN AJAR

Petunjuk Bahan Ajar

Petunjuk Bagi Siswa
 Pelajari peta konsep terlebih dahulu.
 Bacalah dan pahami dengan baik uraian materi yang disajikan pada
materi pembelajaran.
 Pahamii setiap materi dan contoh soal yang tersedia.
 Kerjakan setiap kegiatan diskusi, soal latihan ataupun tugas dengan
baik untuk melatih kemampuan penguasaan pengetahuan konseptual
dan literasi lingkunganmu.
 Apabila terdapat materi yang kurang jelas segera tanyakan kepada
guru.
 Jika ada bagian yang belum anda pahami, cobalah terlebih dahulu
mendisukusikan dengan teman yang sedang menerjakan bagian yang
sama , sebelum anda bertanya kepada guru.
 Untuk kegiatan “Kegiatan Diskusi” yang berisi kegiatan praktik
perhatikan hal-hal “Keselamatan Kerja” yang berisi petunjuk
melakukan praktikum. Jika ada kegiatan yang belum dipahami,
tanyakan pada guru hinga jelas.

2

KOMPETENSI

Kompetensi Inti

KI.3: Memahami dan menguasai konsep reproduksi pada tumbuhan dan hewan.

Kompetensi Dasar

3.2 Menganalisis sistem reproduksi pada hewan dan tumbuhan serta
penerapan teknologi pada reproduksi hewan dan tumbuhan.

Indikator

3.2.1 Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan angiospermae
3.2.2 Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan gymnospermae
3.2.3 Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan paku
3.2.4 Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan lumut
3.2.5 Mengidentifikasi penerapan teknologi pada reproduksi tumbuhan
3.2.6 Menjelaskan reproduksi seksual dan aseksual pada hewan
3.2.7 Mengidentifikasi penerapan teknologi reproduksi pada hewan
3.2.7 Menjelaskan kelangsungan hidup pada hewan dan tumbuhan

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan angiospermae
2. Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan gymnospermae
3. Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan paku
4. Menjelaskan reproduksi pada tumbuhan lumut
5. Menjelaskan teknologi pada reproduksi hewan dan tumbuhan
6. Menjelaskan kelangsungan hidup pada hewan dan tumbuhan

3

PETA KONSEP

4

REPRODUKSI PADA
TUMBUHAN DAN HEWAN

Maha Besar Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan berbagai
jenis makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan di Indonesia ini,
sehingga kita merasakan indahnya kekayaan alam negara kita. Di negara
kita, terdapat beragam jenis hewan dan tumbuhan. Apa saja jenis hewan
yang ada di Indonesia? Apa saja jenis tumbuhan yang ada di Indonesia?

Terdapat berbagai macam ikan laut dan ikan air tawar, sapi, harimau,
gajah, anoa, tapir, berbagai macam burung, aneka ragam kupu-kupu dan
berbagai jenis hewan lain. Indonesia juga memiliki berbagai jenis
tumbuhan yang asli dari Indonesia dan tumbuhan dari wilayah lain yang
dapat tumbuh di Indonesia, misalnya anggrek, melati dan lain sebagainya.
Agar keberadaan hewan dan tumbuhan tetap lestari dan tidak punah
diperlukan kemampuan untuk melakukan reproduksi, mampu beradaptasi
dan lolos dari seleksi alam.

Masih ingatkah kamu tentang materi reproduksi makhluk hidup yang
kamu pelajari di Sekolah Dasar? Apa saja macam reproduksi yang kamu
ingat? Coba ingat pula istilah penting ini seperti reproduksi seksual, sel
gamet dan fertilisasi! Reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup
yang diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup dan mencegah
terjadinya kepunahan. Ayo lebih bersemangat belajar supaya kamu lebih
paham dan lebih mencintai makhluk hidup di sekitarnya.

5

A Reproduksi pada Tumbuhan

Ayo,Kita Pelajari Istilah Penting

 Reproduksi tumbuhan angiospermae Angiospermae
 Reproduksi tumbuhan gymnospermae Gymnospermae
 Reproduksi tumbuhan paku Rhizoma
 Reproduksi tumbuhan lumut Stolon
Umbi
MENGAPA PENTING? Cangkok
Merunduk
Enten
Okulasi
Seksual
Aseksual
Menyambung, dll

Membantu kamu memahami bagaimana tumbuhan dapat tumbuh dan
berkembang biak sehinga kamu dapat dengan mudah
mengembangbiakan dan melestarikannya

Pernahkah kamu mengamati tumbuhan yang berada di sekitar rumah
atau sekolahmu? Tahukah kamu bagaimana tumbuhan yang berada di
sekitarmu menjadi bertambah banyak? Bagaimana tumbuhan tersebut
bereproduksi atau berkembangbiak? Pada bab ini akan dipelajari berbagai
macam cara reproduksi kelompok besar tumbuhan, yaitu tumbuhan berbiji
tertutup (Angiospermae), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae),
tumbuhan paku (Pteridophyta) dan Lumut (Bryophyta). Penasaran bukan
dengan penjelasan dan contoh setiap golongan tumbuhan? Ayo kita pelajari
pembahasannya dengan seksama!

6

1. Reproduksi Tumbuhan Angiospermae

Tahukah Kamu? Tumbuhan Angiospermae

atau tumbuhan biji tertutup adalah

Tumbuhan dapat bereproduksi dengan tumbuhan yang memiliki ciri bakal
menggunakan bagian tumbuhan seperti akar, biji berada dalam bakal buah
(ovarium). Bakal buah adalah
batang, ataupun daun.

Cara reproduksi tumbuhan dengan bagian putik yang membesar yang
menggunakan bagian tumbuhan disebut reproduksi tersusun oleh daun buah (karpel).
secara vegetatif. Reproduksi tumbuhan secara
vegetatif disebut juga reproduksi aseksual karena Bakal buah selanjutnya akan
berkembang menjadi buah dan
tumbuhan dapat menghasilkan individu baru tanpa bakal biji berkembang menjadi biji.
melibatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti Tumbuhan biji tertutup sangat
sel sperma dengan inti sel telur sehingga penting bagi kehidupan manusia
membentuk zigot). maupun hewan, karena tumbuhan

inilah yang menyediakan hampir

semua bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan

Angiospermae mengalami reproduksi aseksual dan reproduksi seksual.

A. Reproduksi Aseksual Reproduksi aseksual adalah suatu
cara atau proses perkembangbiakan yang
Tahukah Kamu! terjadi tanpa melibatkan alat perkawinan
sehingga samasekali tidak tergantung pada
Tumbuhan dapat melakukan adanya alat kelamin. Berdasarkan cara
reproduksi aseksual karena tumbuhan terjadinya perkembangbiakan vegetatif
memiliki sel-sel yang memiliki dibedakan menjadi dua yaitu
kemampuan untuk berkembang menjadi perkembangbiakan vegetatif alami
berbagai jenis sel penyusun jaringan dan (reproduksi aseksual alami) dan
organ tumbuhan yang disebut sel perkembangbiakan vegetatif buatan
meristem. Keturunan yang dihasilkan dari (reproduksi aseksual buatan).
reproduksi aseksual memiliki sifat atau
karakter yang sama dengan sifat induk.

7

1) Reproduksi Aseksual Secara Alami

Reproduksi aseksual secara alami yaitu reproduksi yang terjadi dengan

sendirinya, yaitu tumbuhan itu sendiri melakukannya dan tidak dibantu oleh

manusia (tanpa bantuan manusia). Perkembangbiakan vegetatif alami meliputi

perkembangbiakan dengan :

a) Rhizoma

Rhizhoma adalah batang yang

menjalar dibawah tanah, dapat berumbi

untuk menyimpan cadanan makanan

maupun tidak berumbi. Cirri rhizoma

adalah adanya daun yang mirip sisik,

tunas, ruas,dan anatarruas. Rhizoma

(akar rimpang) merupakan batang yang

tumbuh di bawah permukaan tanah.

Sumber: Dokumen kemendikbud Tiap-tiap nodus pada bagian rhizoma
Gambar : ruas dan buku pada batang dapat tumbuh membentuk individu
baru.
lengkuas.

Pada batang terdapat ruas dan

buku, pada buku inilah tempat tumbuhnya tunas yang akan

berkembang menjadi tumbuhan baru. Beberapa tumbuhan bereproduksi

dengan tunas pada batang yang ada di dalam tanah Batang yang ada di dalam

tanah disebut rhizoma. Beberapa contoh tumbuhan yang reproduksi dengan

rhizoma adalah jahe, kunyit, lengkuas, dan temulawak.

b) Stolon stolon (geragih) adalah batang
yang menjalar diatas tanah.
Sumber: Dokumen kemendikbud Disepanjang stolon terdapat tunas
Gambar :. Stolon pada stroberi advetisia (liar) dan masing-masing
tunas ini menjadi anakan tanaman.
Tunas dapat tumbuh pada buku dari
stolon. Saat tunas terpisah dari
tanaman induk, tunas sudah mampu
tubuh menjadi individu baru. Contoh:
rumput teki, rumput gajah dan
stroberi.

c) Umbi Lapis
Umbi lapis merupakan modifikasi dari bagian pelepah daun yang tersusun

rapat membentuk umbi yang berfungsi sebagai cadangan makanan dan
bentuknya berlapis-lapis. Pada bagian ketiak daun terdapat tunas sebagai
calon individu baru yang disebut siung. Bagian dasar umbi yang berbentuk
cakram merupakan modifikasi dari batang. .

8

Lapisan cakram Dinamakan umbi lapis karena
dalam memperlihatkan susunan berlapis-lapis
yang terdiri atas daun yang menebal,
Sumber: dokumen kemendikbud lunak dan berdaging dan batang yang
Gambar : Bawang merah berupa bagian kecil pada bagian bawah
umbi lapis yang disebut dengan
cakram. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa umbi lapis (bulbus)
merupakan modifikasi batang dan
daun.
Pada tumbuhan yang bereproduksi
dengan menggunakan umbi lapis,
terdapat kuncup samping. Kuncup
samping yang tumbuh biasanya
merupakan umbi lapis kecil-kecil,
berkelompok di sekitar umbi induknya.
Bagian ini dinamakan siung atau anak
umbi lapis. Jika siung tersebut
dipisahkan dari induknya, maka akan
menghasilkan tumbuhan baru. Umbi
lapis terdapat pada bawang merah.

d) Umbi Batang

Umbi batang adalah bagian batang

yang tumbuh membesar (menggembung)

di dalam tanah dan berfungsi untuk

menyimpan cadangan makanan sehingga

bentuknya membesar, terutama berupa

zat tepung. Umbi batang selain berfungsi

untuk menyimpan cadangan makanan

Sumber: Dokumen kemendikbud juga berfungsi untuk reproduksi.
Gambar :. Kuncup pada kentang
Pada kulit umbi terdapat mata tunas dan
jika lingkungan sesuai akan tumbuh

menjadi tunas baru.

Seperti pada gambar disamping, Jika kamu amati dengan seksama, pada

permukaan kentang, mungkin kamu akan dapat melihat mata tunas (kuncup).

Pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhannya dari mata tunas ini akan

terbentuk tunas dan menghasilkan tumbuhan baru. Kentang merupakan salah

satu contoh tumbuhan yang mengalami pembengkakan pada batang di dalam

tanah dan berisi cadangan makanan. Batang yang demikian disebut dengan

umbi batang.. Tanaman ubi jalar juga dapat berkembangbiak dengan

menggunakan umbi batang.

9

e) Tunas Adventif

Tunas adventif terjadi pada

pertumbuhan yang daunnya memiliki

bagian meristem yang dapat

menyebabkan terbentuknya tunas-tunas

baru dipinggir daun. Daun memiliki

daya reproduksi yang tinggi, mampu

membentuk individu baru melalui

pembelahan mitosis dari pertunasaan

yang muncul dari tiap ruas (nodus)

Sumber: Dokumen kemendikbud daun, sehingga tumbuhan ini disebut
Gambar :. Daun cocor bebek juga dengan istilah “mother of

thousands”.

Daun dapat menghasilkan individu baru dikarenakan pada bagian tepi

daun terdapat sel yang selalu membelah (sel meristem). Pada bagian daun

yang demikian dapat membentuk kuncup. Kuncup merupakan calon tunas

yang terdiri atas calon batang beserta calon daun. Kuncup yang terdapat pada

tepi daun disebut kuncup adventif daun atau tunas liar pada tepi daun. Contoh

tumbuhan yang reproduksi dengan kuncup adventif daun adalah cocor bebek.

f) Spora Spora dihasilkan dari

Sumber: pembelahan sel tertentu pada
//ww.plengdut.com/2014/06/perkembangbia
kan-tumbuhan. sporangium (kotak spora). Sporangium
Gambar: spora pada tumbuhan paku.
terletak pada tumbuhan penghasil spora

(sporofit). Spora yang dihasilkan

sporangium, bila jatuh ditempat yang

lembab akan tumbuh menjadi

tumbuhan baru.

Perkebangbiakan dengan

pembentukan spora dapat ditemukan

pada tumbuhan lumut dan paku.

g) Tunas Tunas adalah tumbuhan yang
tumbuh dari batang yang berada di
Sumber: dalam tanah. Umumnya, individu baru
//ww.plengdut.com/2014/06/perkembangbi tumbuh tidak jauh dari induknya
akan-tumbuhan. sehingga tumbuhan yang berkembang
Gambar: pisang biak dengan tunas membentuk rumpun.
Contoh: pisang, bambu, dan tebu.

10

h) Umbi Akar Umbi akar adalah akar yang tumbuh
membesar dan beberapa tempat pada umbi
Sumber: tersebut terdapat calon tunas yang dapat
//ww.plengdut.com/2014/06/perkemb tumbuh menjadi individu baru. Umbi akar
angbiakan-tumbuhan. berguna untuk menyimpan cadangan
Gambar: singkong makanan. Umbi akar tidak berkuncup, tidak
berdaun, tidak bermata tunas dan tidak
berbuku-buku. Sisa batang pada pangkal
umbi dapat memunculkan tunas. Akar tunas
baru akan tumbuh dari bagian sisa batang
jika umbi akar tersebut ditanam. Contoh
singkong dan wortel.

2) Reproduksi Aseksual Buatan

Reproduksi aseksual juga dapat dilakukan dengan bantuan manusia.

Bagaimana cara manusia membantu reproduksi aseksual tumbuhan? Berikut ini

adalah berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan manusia untuk membantu

reproduksi tanaman.

a. Mencangkok

Mencangkok merupakan salah satu

cara perbanyakan yang biasanya

dilakukan pada tumbuhan dikotil atau

tumbuhan berkayu atau tumbuhan

berkambium seperti jambu, rambutan,

mangga, dan jeruk.

Tujuan dari mencangkok adalah agar

tumbuhan cepat menghasilkan

keturunan dengan sifat yang sama denan

Sumber: Dokumen kemendikbud induknya.
Gambar :. Mencangkok dapat dilakukan

dengan mengelupas kulit suatu tangkai

tanaman berkayu, kemudian dibalut

dengan tanah dan dibungkus dengan

sabut kelapa atau plastik, sehingga

tumbuh akar. Apabila bagian kulit yang

Sumber: terkelupas telah tumbuh akar, maka
Gambar: tangkai dapat dipotong dan ditanam di
tanah. Tanaman yang dihasilkan dari

cangkok memiliki sifat seperti induk dan cepat berbuah. Namun demikian,

perakaran tanaman ini kurang kuat.

11

b. Merunduk

merunduk dapat dilakukan dengan

membenamkan tangkai tanaman atau

membelokan batang/cabang dan ditimbun

atau ditutupi dengan tanah. Bagian yang

tertimbun tanah akan tumbuh akar_akar.

Apabila sudah tumbuh akar maka tanaman

Sumber: Dokumen kemendikbud dapat dipisahkan dari induk.
Gambar :. Bunga Alamanda
Merunduk dapat dilakukan pada
tanaman yang memiliki cabang batang

yang panjang dan lentur, misalnya bunga Alamanda.

c. Menyambung

Teknik menyambung dilakukan dengan

menggabungkan batang tumbuhan yang

memiliki sifat unggul dengan batang

tumbuhan lain. Batang tumbuhan lain

disebut scion dan batang induk dinamakan

stock. Kedua batang di sambung dan diikat

denan tali.

Cara reproduksi menyambung (enten)

adalah dengan memotong suatu batang

Sumber: Dokumen kemendikbud tanaman lalu disambung dengan batang
Gambar :. tanaman lain yang sejenis yang berbeda
sifat.

Pada satu pohon tanaman hasil

menyambung dapat menghasilkan dua atau lebih buah atau bunga dengan sifat

yang berbeda, misalnya tanaman terong hijau disambung dengan terong ungu,

maka dalam satu tanaman dapat menghasilkan terong hijau dan terong ungu.

Tanaman bunga kertas (Bougainvillea) adalah salah tanaman yang sering

disambung agar dalam satu tanaman terdapat beberapa warna bunga, misalnya

pada suatu cabang batang tanaman bunga kertas yang berwarna merah

disambung dengan potongan cabang batang tanaman bunga kertas berwarna

ungu dan pada cabang lain disambung dengan cabang batang yang memiliki

bunga berwana putih. Dengan demikian, akan dihasilkan tanaman bunga

kertas yang memiliki bunga beraneka warna dalam satu tanaman.

d. Menempel (okulasi)

Okulasi dilakukan dengan cara mengambil mata tunas dari tanaman yang
spesiesnya sama dengan sifat yang lebih baik, kemudian menempelkan tunas
tersebut pada tunas tanaman lain dengan spesies sama dengan tujuan
memperbaiki sifat suatu individu tanaman.

Cara reproduksi dengan menempel(okulasi) dapat dilakukan dengan

12

menempelkan mata tunas yang ada

pada kulit tanaman pada batang-

batang tanaman lain yang sejenis.

Teknik okulasi atau

menempel sering digunakan oleh

petani untuk mendapatkan tanaman

“unggul” dari 2 atau lebih tanaman

Sumber: Dokumen kemendikbud yang sejenis, misalnya untuk
Gambar :. Okulasi pada tanaman jeruk menghasilkan buah jeruk dengan

sifat unggul. Misalnya jenis pohon

jeruk memiliki batang kuat tetapi

jeruknya kecil dan masam dan jenis

pohon jeruk yang pohonnya tidak

terlalu kuat tetapi jeruknya besar dan

manis. Mata tunas pohon jeruk

dengan hasil buah besar dan manis

ditempelkan pada batang pohon jeruk

yang batangnya kuat. Oleh karena itu, akan dapat dihasilkan pohon jeruk yang

berbatang kuat dengan buah yang besar dan manis. Pohon jeruk yang masih

muda tetapi mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak dan rasa yang

manis dapat dihasilkan melalui teknik okulasi.

e. Setek

Setek adalah cara reproduksi

vegetatif dengan memotong

(memisahkan dari induk) suatu bagian

tanaman dan kemudian ditanam untuk

menghasilkan individu baru, misalnya

untuk menanam ketela pohon atau bunga

mawar dapat menggunakan batangnya

Sumber: Dokumen kemendikbud atau disebut setek batang. Tanaman

Gambar :. cocor bebek dapat diperbanyak dengan

menggunakan setek daun. Tanaman

sukun dapat diperbanyak dengan menggunakan setek akar. Petani juga

menggunakan teknik setek untuk menanam tebu, rumput gajah untuk pakan

ternak, dan pohon seruni.

B. REPRODUKSI SEKSUAL

Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi yang melibatkan proses peleburan
gamet jantan dan gamet betina. Proses peleburan dua gamet induk ini biasa disebut
pembuahan. Reproduksi generatif terjadi pada tumbuhan berbiji, baik gymnospermae
(berbiji terbuka) maupun angiospermae (berbiji tertutup).

Perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan berbiji tertutup ditandai

13

Tahukah Kamu! dengan munculnya bunga.
Dalam bunga inilah terdapat
Dalam proses reproduksi seksual pada
tumbuhan dikenal dengan Penyerbukan. Putik dan Benang Sari yang
Penyerbukan atau polinasi merupakan proses menjadi alat reproduksi bagi
awal sebelum terjadinya pembuahan. Pada tumbuhan. Bentuk dan susunan
angiospermae, penyerbukan adalah proses bunga sangat beraneka ragam. Ada
melekatnya serbuk sari di kepala putik, bunga yang memiliki semua bagian-
sedangkan pada gimnospermae, penyerbukan bagian bunga dan ada beberapa juga
adalah peristiwa melekatnya serbuk sari pada bagian bunga yang dimiliki oleh
bakal biji. bunga. Untuk lebih jelasnya, kita
harus mengetahui terlebih dahulu
penjelasan selanjutnya. bagian-bagian dari bunga agar kita
lebih mudah untuk memahami

1) Penyerbukan (polinisasi)

Proses penyerbukan atau polinasi

merupakan proses awal sebelum

terjadinya pembuahan atau polinasi.

Pada tumbuhan angiospermae,

penyerbukan (polinasi) adalah proses

melekatnya serbuk sari diatas kepala

putik.

Proses penyerbukan pada

tumbuhan yang memiliki bunga lengkap ,

lebih mudah terjadi karena pada

Sumber: Biology exploring Life, 1999 tumbuhan dengan bunga lengkap terdapat
Gambar: sel reproduksi jantan atau serbuk sari dan

sel kelamin betina atau putik. Serbuk sari

yang jatuh ke kepala putik akan menyebabkan terjadinya proses penyerbukan dan

pembuahan. Sedangkan untuk tumbuhan dengan bunga tidak lengkap, hanya

terdapat satu sel reproduksi, sehingga membutuhkan bantuan/proses dari luar

untuk melakukan penyerbukan.

Prose terjadinya penyerbukan pada tumbuhan yang memiliki bunga tidak

lengkap dapat disebakan oleh beberapa faktor seperti:

 Hembusan angin yang membawa serbuk sari dari satu bunga dan jatuh ke

kepala putik bunga dari tumbuhan lain.

 Bantuan seranga seperti lebah,kumbang dan kupu-kupu. Serangga yang

hinggap disatu bunga kemudian membawa serbuk sari berpindah kebunga lain

dan menyebabkan serbuk sari yang terbawa tersebut terjatuh ke kpala putik

bunga yang lain.

 Bantuan manusia yang menyebabkan terjadinya proses penyerbukan, dengan

mengambil serbuk sari dari salah satu bunga dan kemudian diletakan pada

putik bunga lainnya

14

Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dapat dibedakan menjadi
empat antara lain sebagai berikut:
a) Penyerbukan Sendiri (Autogami)

Terjadi apabila benang sari yang jatuh pada kepala putik berasal dari bunga itu
sendiri dan tentu saja yang dapat melakukannya adalah bunga lengkap yang
memiliki putik dan benang sari. Pada saat terjadi autogami, dapat saja terjadi
beberapa gangguan yang menghalangi pertemuan antara serbuk sari dan putik.
Misalnya:

 Protandri, yaitu peristiwa serbuk sari yang matang lebih dulu daripada
putik. Misalnya pada Allium sp. (bawang), dan Zea mays (jagung).

 Protogini, yaitu peristiwa putik yang matang lebih dulu daripada
serbuk sari. Misalnya pada bunga Brassica sp. (kol), bunga
Theobroma cacao (cokelat), dan bunga Persea americana (avokad).

 Serbuk sari tidak dapat sampai di kepala putik. Misalnya pada bunga
kembang sepatu.

b) Penyerbukan Tetangga (Geitonogami)
Penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal
dari bunga lain tetapi masih pada satu pohon.

c) Penyerbukan Silang (Allogami/Xenogami)
Penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari yang jatuh di kepala putik
berasal dari bunga lain yang sejenis tetapi berbeda pohonnya.

d) Penyerbukan Bastar (Hibridogami)
Terjadi apabila serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain
yang tidak sejenis atau sekurang-kurangnya mempunyai satu sifat beda.

Kalau di atas adalah jenis-jenis penyerbukan yang terjadi berdasarkan asal
muasal serbuk sari yang jatuh di kepala putik, maka berikut ini adalah Jenis- Jenis
penyerbukan berdasarkan faktor yang menyebabkan sampainya serbuk sari ke
kepala putik, yaitu:
a. Penyerbukan oleh Angin (anemogami)

Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh angin disebut
penyerbukan angin. Penyerbukan angin ciri-cirinya yaitu: memiliki Serbuk
sari banyak, ringan, kecil, kering, dan permukaannya halus, kepala sari mudah
bergoyang tidak mempunyai perhiasan/mahkota bunga (jika ada berukuran
kecil), kepala putik besar, letak serbuk sari bergantungan/bertangkai panjang.
bunga tidak berbau, tidak mempunyai kelenjar madu, putik melekat di tengah,
berbentuk spiral sehingga membentuk permukaan yang lebih besar untuk
memudahkan menangkap serbuk sari, bunga tidak berwarna cerah dan
biasanya hijau. Contohnya Oryza sativa (padi), Saccharum officinarum (tebu),
dan Imperata cylindrica (alang-alang).

Seperti salah satu contoh yang sudah disebutkan yaitu tanaman
jagung/padi. Tanaman jagung dan padi memiliki bunga yang kecil dan tangkai
bunga yang mudah bergoyang bila tertiup angin. Tanaman dengan bunga yang
berukuran kecil, jumlah bunga banyak dan ringan, serta tidak menghasilkan
nektar atau bau merupakan beberapa ciri tanaman yang penyerbukannya
dibantu oleh angin. Penyerbukan yang dibantu oleh angin disebut anemogami.

15

b. Penyerbukan oleh Hewan (entomogami)
Berdasarkan nama hewannya, tipe penyerbukan ini dapat dibedakan

menjadi beberapa macam, yaitu:
 Entomogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan serangga. Saat mengisap

madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari, dan jika serangga berpindah
ke bunga lain atau menyentuh kepala putik bunga yang sama, serbuk sari
akan tertinggal di kepala putik tersebut sehingga terjadi penyerbukan.
Ciri-cirinya: Bunga berbau khas, mahkota bunga berwarna
menarik/mencolok, mempunyai kelenjar madu, benang sari di dalam
bunga, kepala sari bersatu di bagian dasar atau belakangnya, serbuk sari
sedikit, besar, seperti tepung, berat, lengket, serta putik lengket dan kecil.
Seperti contoh Bunga matahari memiliki warna yang menarik dan cerah
misalnya ku ning, dan menghasilkan nektar. Tahukah ka mu apa fungsi
ciri tersebut bagi bunga matahari? Ciri yang dimiliki bunga matahari dan
bunga yang memiliki ciri serupa sangat menarik bagi serangga, seperti
lebah, untuk hinggap dan menghisap nektar. Umumnya ser buk sari yang
dihasilkan lengket sehingga mudah melekat pada kaki se rangga. Dengan
demikian, serangga ikut memindahkan serbuk sari ke putik. Penyerbukan
yang terjadi dengan bantuan serangga disebut entomogami.
 Ornitogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan burung. Biasanya bunga
mengandung madu dan air, serta mengandung unsur warna merah karena
burung peka terhadap warna ini. Contoh burung yang dapat membantu
penyerbukan adalah burung isap madu dan burung kolibri.
 Kiropterogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Biasanya
bunga mekar pada malam hari, berukuran besar, berwarna cerah, dan
letaknya tidak tersembunyi. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dibantu
oleh kelelawar ialah menghasilkan nektar, memiliki warna yang menarik,
menghasilkan bau, dan mekar pada malam hari, misalnya yaitu tanaman
kaktus

c. Penyerbukan oleh air (Hidrogami).
Penyerbukan yang dibantu oleh air biasanya terjadi pada tumbuhan-

tumbuhan air. Misalnya hidrila (Hydrilla verticilata).

d. Penyerbukan oleh manusia.
Tumbuhan yang proses penyerbukannya dibantu oleh manusia adalah

tumbuh-tumbuhan yang umumnya berguna bagi kehidupan manusia atau
tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia biasanya merupakan
bunga yang berumah dua, artinya dalam pohon hanya terdapat bunga jantan
atau bunga betina saja. Ada pula tanaman yang serbuk sarinya sulit untuk
bertemu dengan putik, sehingga sulit untuk melakukan penyerbukan sendiri,
contohnya bunga vanili dan anggrek.

16

2) Fertilisasi (Pembuahan)

Pada angiospermae, fertilisasi adalah penyatuan gamet jantan dan betina
yang bekerja untuk menghasilkan zigot atau sel telur yang dibuahi.

Pembuahan pada tumbuhan adalah proses meleburnya (menyatunya) inti
sperma dan ovum yang terjadi di dasar putik untuk membentuk embrio tumbuhan.
Dalam tumbuhan tingkat tinggi dikenal 2 macam pembuahan yaitu pembuahan
tunggal dan pembuahan ganda. Pembuahan tunggal terjadi pada gymnospermae
(tumbuhan berbiji terbuka) sedangkan pembuahan ganda akan terjadi pada
angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Sumber: Reece,dkk, 2012.
Gambar: proses pembuahan

 Pembuahan Tunggal
Disebut sebagai pembuahaan tunggal dikarenakan hanya ada satu

sel sperma yang nantinya akan membuahi satu sel telur dan akan
membentuk zigot. Adapun urutan dari pembuahaan tunggal adalah sebagai
berikut:
 Tahap I – Pada mulanya pembuahan berawal dari adanya serbuk sari

yang menempel di bakal biji
 Tahap II – Setelah menempel serbuk sari tersebut akan membentuk

buluh serbuk sari yang merupakan hasil perkembengan dari sel
aseksual atau sel vegetatif yang berasal dari serbuk sari itu sendiri
 Tahap III – Buluh serbuk sari yang sudah terbentuk akan berjalan
menuju arkegonium melalui jalur mikrofil
 Tahap IV – Sementara serbuk sari sedang menuju arkegonium, maka
sel generatif atau sel seksual akan melakukan pembelahan menjadi sel
spermatogen dan sel dislokator
 Tahap V – Sel spermatogen tersebut akan membelah lagi menjadi dua
akan tetapi berbeda ukuran, dimana yang satu berukuran besar dan
sisanya berukuran kecil
 Tahap VI – Kedua sel spermatogen yang sudah membelah beserta sel

17

dislokator akan menuju tempat serbuk sari tersebut dan ketika sudah
berada di arkegonium , sel dislokator dan sel sperma kecil akan
degenarassi.
 Tahap VII – Sedankan sel sperma yang besar akan menjadi satu
dengan serbuk sari atau sel telur tersebut sehingga akan menghasilkan
zigot.

Sumber: http://www.edubio.info/2014/04/pembuahan-tunggal-pada-angiospermae.html
Gambar: pembuahan tunggal pada angiospermae

 Pembuahan Ganda

Disebut sebagai pembuahaan tunggal dikarenakan nantinya aka
nada 2 sel jantan akan melebur bersama sel telur dan sel satunya akan
melebur bersama bersama inti kandungan yang nantinya akan membentuk
keping biji atau endosperma yang akan digunakan sebagai cadangan
makanan bagi tumbuhan. Adapun urutan tahapannya adalah :
 Tahap I – Pada awalnya inti serbuk sari yang menempel pada kepala

putik akan membelah menjadi 2 inti sel , yaitu inti generatif dan inti
vegetatif. Pada inti generative ini nantinya akan membelah lagi
menjadi sperma I dan sperma II.
 Tahap II – Sedangkan disisi lain serbuk sari akan berbah membentuk
tabung yang nantinya akan digunakan sebagai jalan ke kantung embrio
yang merupakan tempat terjadina pembuahan. Lalu, inti sel serbuk sari

18

tersebut akan menuju kantung embrio yang sudah terbuat tadi.

 Tahap III – Tahap selanjutnya adalah inti vegetatif yang merupakan
hasil pembelahan tersebut akan berjalan membimbing sperma I dan
sperma II. Nantinya sperma I akan melebur dengan inti kandung
lembaga sekunder tumbuhan dan akan membentuk endosperma.

Sumber: https://masbidin.net/pembuahan-ganda-pada-angiospermae/
Gambar: pembuahan ganda pada angiospermae

Tahukah Kamu! Serbuk sari memiliki inti
vegetatif dan inti generatif.
Ketika serbuk sari yang tidak sesuai (tidak Setelah serbuk sari melekat pada
berasal dari tumbuhan yang sejenis) melekat pada kepala putik (stigma) yang
kepala putik (stigma) maka serbuk sari tidak akan sesuai (berasal dari tumbuhan yang
berkecambah membentuk buluh serbuk sari sejenis), maka serbuk sari akan
sehingga proses pembuahan atau fertilisasi tidak menyerap air dan berkecambah
dapat terjadi. Bagaimana ini dapat terjadi? membentuk buluh serbuk sari.
Ternyata serbuk sari yang berasal dari tumbuhan
lain tidak dapat melekat dengan kuat pada kepala Buluh serbuk sari tumbuh
putik. dan bergerak menuju bakal buah
melalui tangkai putik. Inti sel di
Tahukah kamu mengapa hal ini dapat dalam buluh serbuk sari akan
terjadi? Cobalah ingat materi tarik menarik antara membelah menjadi dua. Dua inti
molekul, yaitu gaya adhesi dan kohesi. Gaya tarik- sel generatif tersebut akan
menarik antara molekul yang berbeda atau gaya berkembang menjadi dua inti sel
adhesinya pada serbuk sari dengan kepala putik sperma.
pada tumbuhan yang berbeda jenis amat lemah.
Gaya adhesi yang lemah menyebabkan serbuk sari Satu inti vegetatif di
mudah lepas dari kepala putik. dalam serbuk sari berperan
menjadi penuntun gerak tumbuh
Selain itu, pada permukaan serbuk sari buluh serbuk sari ke bakal biji.
terdapat senyawa kimia berupa lipid (lemak) dan Satu inti sel sperma membuahi inti
protein termasuk enzim. Senyawa kimia ini akan sel telur (ovum) membentuk zigot
bereaksi dengan senyawa kimia pada kepala putik. (calon individu baru), dan satu inti
Jika serbuk sari tidak cocok maka reaksi kimia sel sperma yang lain membuahi
yang terjadi akan menghambat metabolisme dari inti kandung lembaga sekunder
serbuk sari sehingga serbuk sari tidak dapat membentuk endosperma atau
berkecambah membentuk buluh serbuk sari. cadangan makanan. Pada proses

19

ini terjadi dua kali pembuahan maka disebut dengan pembuahan ganda.

3. Penyebaran Biji

Penyebaran biji adalah

Tahukah Kamu! pergerakan biji atau benih
tumbuhan dari tumbuhan

Pernakah kamu melihat atau induknya. Pergerakan tumbuhan
menemukan tumbuhan yang tempat
tumbuh induknya berjauhan dengan yang sangat terbatas
tempat tumbuh anaknya? Mengapa
demikian? Tumbuhan tersebut ternyata membutuhkan vector penyebar
melakukan penyebaran biji. Setelah terjadi
pembuahan, bakal biji akan berkembang untuk memindahkan bijinya
menjadi biji.
secara biotic maupun abiotik.
Pada Angiospermae biji diselubungi
oleh buah yang telah berkembang dari bakal Biji dapat disebar secara
buah (ovarium) Buah juga dapat membantu
di dalam proses penyebaran biji. individual maupun dalam jumlah
Penyebaran biji yang jauh dari induk akan
meningkatkan peluang biji untuk tumbuh banak sekaligus, dan dapat
dan berkembang dengan baik menjadi
individu baru. Hal ini dikarenakan biji bervariasi antara ruang dan waktu.
yang tumbuh pada suatu area yang dekat
dengan induk, akan berkompetisi dengan Mekanisme penyebarannya
induk untuk mendapatkan cahaya, air, dan
nutrisi. Proses penyebaran biji dapat memiliki peran penting dalam
terjadi secara alami atau dengan bantuan
manusia. pendataan populasi dan struktur

genetika dari populasi tumbuhan ,

juga interaksinya dengan spesies

lain. Gravitasi, angin, lontaran

atau balistik, air, dan oleh hewan

adalah lima cirri utama persebaran

biji. Persebaran biji memiliki

manfaat bagi tumbuhan.

Kelestarian spesies sering kali

lebih tinggi ketika anakan disebar

jauh dari induknya selama masih berada pada habitat yang sejenis, karena

predator dan pathogen memiliki kemungkinan besar untuk memangsa beberapa

spesies yang memiliki kesamaan genetika. Kompetisi dengan tumbuhan induk

juga lebih sedikit jka biji disebar jauh dari induknya.

Persebaran biji memiliki manfaat bagi tumbuhan. Kelestarian spesies

sering kali lebih tinggi ketika anakan disebar jauh dari induknya selama masih

berada pada habitat yang sejenis, karena predator dan pathogen memiliki

kemungkinan besar untuk memangsa beberapa spesies yang memiliki kesamaan

genetika. Kompetisi dengan tumbuhan induk juga lebih sedikit jka biji disebar

jauh dari induknya. Penyebaran juga memungkinkan tumbuhan untuk mencapai

lokasi yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya, dan persebaran biji oleh

tumbuhan yang memiliki buah berdaging, biji seringkali ikut masuk kedalam

saluran pencernaan hewan dan tidak dicerna . proses ini dapat membantu

20

mempercepat perkecambahan setelah keluar dari saluran pencernaan bersamaa

dengan kotoran hewan

Macam-macam perantara dalam penyebaran biji.

Terdapat banyak bahan perantara yang dapat membantu tumbuhan untuk

menyebarkan biji. Berikut ini akan dibahas berbagai cara penyebaran biji dan

instilah utnuk massing-masing perantara.

a) Anemokori

Proses penyebaran biji dengan

bantuan angin disebut anemokori

(anemo=angin). Ciri tumbuhan yang

penyebarannya dengan cara ini adalah

bijinya kecil, ringan, dan bersayap. Sayap

buah dan biji merupakan perluasan dari

kulit buah atau kulit biji. Contohnya

adalah biji bunga Dandelion. Biji yang

Sumber: dokumen kemendikbud ringan dan kecil tidak terlalu dipengaruhi
Gambar: bunga dandelion oleh gaya gravitasi bu mi. Keberadaan

sayap pada biji membantu biji mudah terbawa angin. Arah gerak biji

mengikuti arah gerak angin.

b) Hidrokori

Proses penyebaran biji dengan bantuan

air disebut hidrokori (hidro=air). Ciri

tumbuhan yang penyebarannya dengan cara

ini adalah hidupnya di dekat daerah

perairan, misalnya di pantai ataupun

tumbuhan yang hidup di air, contohnya

Sumber: dokumen kemendikbud adalah pohon kelapa dan bakau. Biji kelapa
Gambar: kelapa tergolong biji tumbuhan yang berukuran

besar, dapat mencapai ukuran diameter 15

cm. Biji kelapa diselubungi oleh buah yang terdiri atas tempurung kelapa,

sabut kelapa, dan kulit kelapa. Meskipun berukuran besar, buah dan biji

kelapa dapat mengapung di air dan dapat mengalir mengikuti arus air. Kelapa

dapat mengapung di air karena sabut buah kelapa memiliki banyak rongga

udara. Pada saat berada di air, sabut kelapa memiliki prinsip kerja seperti

pelampung, sehingga kelapa dapat terapung.

21

c) Zookori
Proses penyebaran biji dengan bantuan hewan disebut zookori

(zoo=hewan). Penyebaran ini dibagi menjadi empat, yaitu entomokori,
kiropterokori, ornitokori, dan mammokori.

 Entomokori adalah penyebaran biji dengan perantara serangga.

Contohnya adalah wijen dan tembakau.

 Kiropterokori adalah penyebaran biji dengan perantara kelelawar.

Contohnya adalah jambu biji dan pepaya.

 Ornitokori adalah penyebaran biji dengan perantara burung.

Tumbuhan yang penyebarannya dengan cara ini adalah tumbuhan yang
buahnya menjadi makanan burung, tetapi bijinya tidak dapat tercerna.
Biji tersebut akan keluar dari tubuh burung bersamaan dengan kotoran
burung. Contohnya adalah beringin dan benalu.
 Mammokori adalah penyebaran biji dengan perantara mamalia.
Contohnya adalah hewan luwak yang membantu dalam proses
penyebaran biji kopi.

d) Antropokori Proses penyebaran biji dengan
bantuan manusia disebut antropokori
Sumber:dokumrn krmrndikbud (antro=manusia). Proses penyebaran
Gambar: bakteri pada pakaian dengan cara ini dapat terjadi secara
sengaja ataupun tidak sengaja.
Penyebaran biji yang secara tidak sengaja
dilakukan oleh manusia sengaja apabila
biji tumbuhan tersebut memiliki struktur
yang mu dah melekat pada pakaian.
Sebagai contohnya adalah rumput.

4. Perkecambahan

Perkecambahan merupakan proses pertumbuhn dan perkembangan
embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam
biji. Biji berkecambah bila memperoleh air dan udara yang cukup, suhu yang
sesuai derta penyinaran oleh cahaya matahari yang optimal.

22

Didalam perkecambahan

Tahukah Kamu! terdapat istilah yang namanya
Dormansi, Dormansi yaitu peristiwa

Pernahkah kamu mengamati dimana biji mengalami masa istirahat.
biji jagung dan biji kedelai yang dijual
atau disimpan? Mengapa biji tersebut Berakhirnya masa dormansi biji adalah
tidak tumbuh menjadi tumbuhan baru
dan tetap menjadi biji? Biji yang ketika biji mulai tumbuh menjadi
masih belum tumbuh merupakan biji
yang berada pada keadaan dormansi tumbuhan baru yang disebut dengan
biji. Kemudian perkecambahan terjadi
jika embrio yang dikandung biji masih tahapan perkecambahan. Lamanya
hidup, tidak dalam keadaan dorman
(tidur). masa dormansi biji setiap jenis

tumbuhan berbeda-beda. Masa

dormansi biji dapat diakhiri dengan

memberi perlakuan yang berbeda-beda.

Faktor yang mempengaruhi

perkecambahan yaitu: air,

oksigen,kelembapan,cahaya dan

temperatur atau suhu.

Proses perkecambahan ada dua yaitu proses fisika dan proses kimia.

Proses fisika merupakan proses dimana biji menyerap air (imbibisi) akibat dari

potensial air rendah pada biji yang kering. Sedankan proses kimia yaitu adanya air

yang menyebabkan pecahnya lapisan luar niji dan menyebabkan embrio

melepakan hormon giberalin yang mendirong aleuron yang mengeluarkan enzim

yang menghidrolisis nutrisi yang tersimpan pada endosperma dan kotileon.

Selanjutnya zat-zat yang terhidrolisis tersebut diserap oleh embrio selama

pertumbuhan menjadi bibit tanaman.

Tahap proses perkecambahan diantaranya yaitu:

 Imbibisi

 Sekresi hormone dan ezim

 Hidrolisis cadangan makanan

 Pengirirman bahan makanan terlarut dan hormon keadearah titik

tumbuh atau daerah lainnya

 Asimilasi (fotosintesis).

Tipe perkecambahan ada dua tipe yaitu: tipe epigael (perkecambahan yang
terjadi diatas tanah) dan tipe hipogeal (perkecambahan yang terjadi didalam
tanah).

 Perkecambahan tipe epigael
Merupakan perkecambahan yang terjadi diatas tanah. Contohnya kacang
hijau dan kacang tanah.
a) Perkecambahan yang ditandai dengan bagian hipokotil terangkat
keatas permukaan tanah.
b) Perkecambahan tipe epigael terjadi pada tubuhan dikotil .
c) Hipokotil tumbuh memanjang sehingga mengakibatkan kotileon
dan plumula sampai keluar ke permukaan tanah.

23

 Perkecambahan tipe hipogeal
merupakan perkecambahan yang terjadi didalam tanah. Contohnya kapri
dan padi.
a) Perkecambahan yang dintandai dengan terbentuknya bakal batang
yang muncul ke permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada
didlalam tanah.
b) Perkecambahan tipe hipogeal terjadi pada tumbuhan monokotil.

5. Sifat Keturunan Reproduksi Seksual
Bagaimanakah sifat keturunan yang dihasilkan dari reproduksi secara

seksual? Sama dengan induk ataukah berbeda? Reproduksi seksual dihasilkan dari
peleburan inti sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin betina (telur). Sifat
keturunan diperoleh dari gabungan sifat kedua induk. Hal inilah yang
menyebabkan sifat keturunan yang dihasilkan dari reproduksi seksual bervariasi.

 SIKLUS HIDUP TUMBUHAN ANGIOSPERMAE
Tumbuhan memiliki siklus hidup yang dimulai ketika inti sel kelamin jantan

24

dan betinanya bersatu membentuk zigot, selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi
tumbuhan dewasa.

siklus hidup dari tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae. Selama
hidupnya tumbuhan melalui dua tahapan generasi, yaitu generasi gametofit (gamet=
se1 ke1amim; fit=tumbuham) dam gemerasi sporofit (sporo=spora; fit=tumbuham).
Generasi gametofit adalah generasi penghasil gamet (sel telur dan sel spermatozoa)
yaitu generasi haploid (n). Generasi sporofit adalah generasi penghasil spora yaitu
generasi diploid (2n). Mungkin kamu belum pernah melihat dan mengamati spora
dari tumbuhan Angiospermae. Spora pada tumbuhan Angiospermae tidak terlihat
secara jelas, seperti pada tumbuhan paku yang terlihat jelas sporanya (spora pada
tumbuhan paku akan dibahas pada bahasan selanjutnya). Hal tersebut karena spora
pada tumbuhan Angiospermae akan berkembang menjadi serbuk sari.

(a) Gambar siklus tumbuhan angiospermae
Sumber: biggsdkk.,2008

Keterangan:
1. Proses penyerbukan yaitu jatuhnya serbuk sari ke kepala putik
2. Struktur biji, terjadi setelah melalui proses fertilisasi atau pembuahan sperma dan ovum
sampai terbentuk embrio dan endosperma
3. Struktur buah, meliputi bakal biji yang tertutup oleh bakal buah.
4. Proses perkecambahan, berkembang karena mendapat makanan dari endosperma
5. Struktur bunga, bunga tumbuh setelah terjadi pertumbuhan dan perkembangan dari proses
perkecambahan biji. Di dalam bunga angiospermae terdapat benang sari dan putik sebagai
alat kelamin.
6. Struktur benang sari, benang sari terbentuk melalui proses yang disebut mikrosporogenesis.
Dalam kepala sari terdapat serbuk sari, dan didalam serbuk sari terdapat sel mikrospora.
7. Struktur putik, di dalam puti terjadi proses pembentukan ovum yang disebut
megasporogenesis. Di dalam putik terdapat ovulum atau ovule atau bakal biji yang
mengalami pembelahan secara meiosis menghasilkan 4 sel megaspora yang haploid (n). 4 sel
megaspora melakukan 3x pembelahan mitosis menghasilkan 8 inti haploid yang terdiri dari 2
sel sinergid, 1 ovum, 2 sel kutub, dan 3 sel antipoda. Pada Proses pembuahan, 3 antipoda
akan mengalami degenerasi (hilang).
8. Struktur serbuk sari, inti serbuk sari membelah secara meiosis membentuk inti vegetatif dan
inti generatif.

25

(a) Gambar tumbuhan angiospermae
Sumber: https://materikimia.com/siklus-hidup-tumbuhan-angiospermae-beserta-proses-dan-
strukturnya/

Siklus hidup tumbuhan Angiospermae dimulai ketika inti sel kelamin
jantan dan sel kelamin betina bersatu membentuk zigot, selanjutnya tumbuh dan
berkembang menjadi tumbuhan Angiospermae dewasa. Selama hidupnya,
tumbuhan Angiospermae melalui dua tahapan generasi, yaitu generasi gametofit
dan generasi sporofit. Dalam siklus hidup tumbuhan Angiospermae, generasi
gametofit bergiliran dengan generasi sporofit, sehingga dikatakan bahwa
tumbuhan Angiospermae mengalami pergiliran generasi atau metagenesis.
1. Generasi Gametofit

Generasi gametofit adalah generasi penghasil gamet yang berupa sel
soermatozoa dan sel telur atau (gamet jantan dan gamet betina) yang disebut
juga dengan generasi haploid (n). Generasi gametofit dimulai ketika serbuk
sari menempel pada kepala putik dan membentuk buluh serbuk sari kemudian
menghasilkan dua inti sperma yang haploid, dua inti sperma yang haploid
inilah yang disebut gamet jantan. Pada bagian pangkal putik adalah ovarium
atau bakal buah. Di dalam bakal buah terdapat bakal biji. Di dalam bakal biji
terdapat kantung lembaga yang tersusun atas 7 sel dan 8 inti yang haploid,
yaitu 3 sel antipoda, 2 sel sinergid, 1 sel tlur, 1 sel kantung lembaga sekunder.
Masing-masing sel mempunyai satu inti haploid kecuali sel kantung lembaga
sekunder yang mempunyai 2 inti haploid. Kantung lembaga inilah yang
disebut dengan gametofit betina.
2. Generasi Sporofit

Generasi sporofit atau generasi diploid (2n) adalah generasi penghasil
spora. Spora pada tumbuhan Angiospermae akan berkembang menjadi serbuk
sari. Peleburan sel telur dan sperma mengakibatkan bakal biji berkembang
menjadi biji. Hasil peleburan bersifat diploid (2n). Biji akan tumbuh menjadi
tumbuhan baru. Tumbuhan baru akan memiliki akar, batang, daun, dan pada
suatu saat terbentuk bunga. Tumbuhan Angiospermae dewasa bersifat diploid
dan dikenal dengan generasi sporofit (penghasil spora)

26

.Sel telur terdapat di dalam bakal biji. Peleburan sel telur dan
sperma mengakibatkan bakal biji berkembang menjadi biji. Coba ingat lagi
materi penyerbukan dan fertilisasi untuk mengingat macam sel kelamin
pada tumbuhan! Sel kelamin terbentuk dari perkembangan spora yang
bersifat haploid (n). Hasil peleburan bersifat diploid (2n). Biji akan tumbuh
menjadi tumbuhan baru. Tumbuhan baru akan memiliki akar, batang,
daun, dan pada suatu saat terbentuk bunga. Tumbuhan ini bersifat diploid
dan dikenal dengan generasi sporofit (penghasil spora). Coba ingat kembali
bagian-bagian bunga! Masih ingatkah kamu dengan benang sari dan putik?
Benang sari dan putik merupakan organ reproduksi tumbuhan.

Pada bagian ujung benang sari terdapat kepala sari (antera). Pada
antera inilah serbuk sari dibentuk. Bila serbuk sari menempel pada kepala
putik akan membentuk buluh serbuk sari dan menghasilkan dua inti
sperma yang haploid, dua inti sperma yang haploid inilah yang disebut
gamet jantan. Pada bagian pangkal putik adalah ovarium atau bakal
buah. Di dalam bakal buah terdapat bakal biji. Di dalam bakal biji inilah
terdapat kantung lembaga yang tersusun atas 7 sel dan 8 inti yang
haploid, yaitu 3 sel antipoda, 2 sel sinergid, 1 sel telur, 1 sel kandung
lembaga sekunder. Masing-masing sel mempunyai satu inti haploid kecuali sel
kandung lembaga sekunder yang mempunyai dua inti haploid. Kantung
lembaga inilah yang disebut dengan gametofit betina. Pembentukan gametofit
betina dari spora yang mengalami meiosis inilah yang merupakan generasi
gametofit tumbuhan.

2. Reproduksi Tumbuhan Gynospermae

Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae
berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti
biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka.
Tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak
terlindung dalam bakal buah (ovarium). Secara harfiah Gymnospermae berarti gym =
telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji.

Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos) langsung atau terletak di antara daun-daun
penyusun strobilus atau runjung. Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-
360 juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae banyak diwakili
oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu bara: Pteridospermophyta (paku
biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan
keturunannya hingga sekarang. Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus
dari salah satu kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji).

27

Tumbuhan gymnospermae

Tahukah Kamu! tidak memiliki bunga, tetapi memiliki
alat reproduksi seksual yang bernama

Gymnospermae berasal dari strobilus atau runjung. Pada tumbuhan
pinus (Pinus merkusii) dan melinjo
Progymnospermae melalui proses evolusi biji. (Gnetum gnemon) memiliki strobilus
jantan dan betina dalam satu pohon.
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti-bukti

morfologi yang ada. Selanjutnya
Progymnospermae dianggap sebagai nenek Sedangkan pakis haji (Cycas sp.) hanya
moyang dari tumbuhan biji. Progymnospermae memiliki strobilus betina atau strobilus

mempunyai karakteristik yang merupakan jantan saja dalam satu pohon.
bentuk antara Trimerophyta dan tumbuhan
Organ reproduksi pada
berbiji. Meskipun kelompok ini menghasilkan gymnospermae disebut konus atau
spora, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak
xylem dan floem sekunder seperti pada memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah
Gymnospermae. Progymnospermae juga sudah atau membentuk srobilus jantan dan betina.
mempunyai kambium berpembuluh bifasial Makrosporofil dan makrosporangium yang
yang mampu menghasilkan xilem dan floem tampak menempel pada strobilus betina.
sekunder. Kambium berpembuluh merupakan Letak makrosporofil dan mikrosporofil
ciri khas dari tumbuhan berbiji Grameds.
terpisah. Sel kelamin jantan berupa

spermatozoid yang masih bergerak aktif.

Di dalam strobilus jantan terdapat banyak

anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap

sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak

arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga

terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini

bermuara pada satu ruang arkegonium. Contoh: Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni,

walaupun hanya ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa

arkegonia.

A. REPRODUKSI GYMNOSPERMAE
Tumbuhan gymnospermae mengalami dua reproduksi yaitu reproduksi

aseksual (vegetatif) dan reproduksi seksual (generatif).
1. Reproduksi Aseksual
Reproduksi seksual/vegetatif pada tumbuhan Gymnospermae adalah
spora,fragmentasi, dan pembentukan tunas.
a) Spora, pembelahan sel pada bagian tertentu dari tumbuhan.
b) Fragmentasi, melepaskan sebagian dari tubuhnya untuk tumbuh
menjadi individu baru.
c) Tunas, pembelahan sel pada bagian jaringan embrional atau
meristematis.

2. Reproduksi Seksual
Reproduksi generatif pada tumbuhan Gymnospermae memerlukan gamet

jantan ( strobilus jantan ) dan gamet betina ( strobilus jantan ) yang diawali
oleh proses penyerbukan dan dilanjutkan dengan proses pembuahan dengan
menempelnya serbuk sari ke mikrofil (liang bakal biji) dan terjadi pembuhan
tunggal biasanya dengn bantuan angin (anemokori).

28

Sumber:https://www.amongguru.com/organ-dan-sistem-reproduksi-tumbuhan-berbiji-
terbuka-gymnospermae/
Gambar: sistem reproduksi tumbuhan gymnospermae

Reproduksi tumbuhan Gymnospermae diawali dengan proses
penyerbukan dan dilanjutkan dengan pembuahan tunggal (tiap inti sperma
membuahi satu sel telur). Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji
terbuka selalu dilakukan dengan anomogani (penyerbukan yang dibantu oleh
angin), dimana serbuk sari akan langsung jatuh pada bakal biji. Gamet jantan
akan membelah untuk menghasilkan serbuk sari bersel empat yang akan
dilepaskan ke udara. Sementara itu, sel telur juga terbentuk pada strobilus
betina. Sel telur ini berasal dari pembelahan megaspora. Setelah serbuk sari
menempel pada strobilus betina, maka terjadi perkecambahan serbuk sari.
Serbuk sari selanjutnya membentuk buluh (tabung serbuk sari) dengan
membawa inti sperma menuju sel telur.

Proses Pembuahan dan Penyerbukan
Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu

dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari
jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai
pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae
disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel
telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae
disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu
sel telur.

Proses penyerbukan pada gymnospermae contohnya
penyerbukan pada pinus dibantu oleh angin atau serangga, angin atau
serangga akan membawa mikrospora dari konus jantan menuju konus
betina agar terjadi pembuahan.

29

Pembuahan tunggal adalah pembuahan pada gymnospermae
(tumbuhan berbiji terbuka) dimana hanya terjadi satu proses penyatuan sel
sperma dengan sel telur. Pembuahan tunggal berbeda dengan pembuahan
ganda yang terjadi pada angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).
Pembuahan tunggal pada gymnospermae seperti salah satunya yaitu
pembuahan pada pinus. Tumbuhan ini tidak memiliki bunga, tapi memiliki
struktur reproduksi yang disebut konus. Konus terdiri atas dua jenis yaitu
konus jantan dan konus betina yang terdapat pada pohon yang sama.
Konus betina biasanya dibentuk di tajuk atas pohon sedangkan konus
jantan dibentuk di tajuk bawah. Konus betina lebih bersisik dan lebih
besar dibandingkan dengan konus jantan. Konus jantan menghasilkan
mikrospora yang akan berkembang menjadi sebuk sari (gametofit jantan)
dan konus betina menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi
gametofit betina.

Proses pembuahan tunggal pada gymnospermae adalah sebagai
berikut.

a) Serbuk sari akan jatuh pada konus betina dan ditarik masuk ke
dalam bakal biji.

b) Serbuk sari akan membentuk tabung serbuk sari yang berfungsi
membuka jalan menuju sel telur.

c) Sel sperma dari serbuk sari akan membuahi sel telur dan terjadi
pembuahan menghasilkan zigot.
Pembuahan pada pinus disebut sebagai pembuahan tunggal karena

hanya terjadi pembuahan untuk menghasilkan zigot. Zigot akan
berkembang menjadi embrio yang masih terdapat di dalam gametofit
betina. Gametofit betina menyediakan persediaan makanan bagi embrio
pinus. Biji tumbuhan pinus terdiri atas embrio yang terletak dalam
jaringan gametofit betina yang dibungkus oleh selaput biji. Selain itu, biji
pinus memiliki struktur mirip sayap agar biji pinus mudah diterbangkan
oleh angin sehingga dapat tumbuh di tempat yang jauh dari induknya.

Sumber: https://www.edubio.info/2014/04/pembuahan-tunggal-pada-
gymnospermae.html

Gambar: pembuahan tunggal pada pinus

30

B. Siklus Hidup Gymnospermae
Gymnospermae berkembang biak dengan perubahan generasi, yang berarti

siklus reproduksinya memiliki fase haploid dan diploid. Benih terbuka ke udara dan
langsung dibuahi dengan penyerbukan. Dalam siklus hidup gymnospermae, tanaman
bergantian antara fase seksual dan fase aseksual.

Produksi gamet terjadi pada fase seksual atau siklus generasi gametofit. Spora
diproduksi dalam fase aseksual atau generasi sporofit. Dalam gymnospermae, sporofit
tumbuhan dikenali sebagai bagian terbesar dari tumbuhan itu sendiri, termasuk akar,
daun, batang, dan kerucut. Sel - sel sporofit tumbuhan bersifat diploid dan
mengandung dua set kromosom lengkap . Sporofit bertanggung jawab untuk produksi
spora haploid melalui proses meiosis .

Gametofit tumbuhan menghasilkan gamet jantan dan betina yang bersatu pada
penyerbukan untuk membentuk zigot diploid baru. Zigot matang menjadi sporofit
diploid baru, sehingga menyelesaikan siklusnya. Gymnospermae menghabiskan
sebagian besar siklus hidupnya dalam fase sporofit, dan generasi gametofit
sepenuhnya bergantung pada generasi sporofit untuk bertahan hidup.

Sumber: https://cerdika.com/gymnospermae/
Gambar: siklus hidup gymnospermae

Gymnospermae merupakan tumbuhan vaskular yang menghasilkan biji
dalam rujung misalnya seperti pohon pinus dan cemara.

Dalam siklus hidup gymnospermae memiliki generasi sporofit domain.
dari gametophyta dan sporofit generasi baru berkembang pada tanaman induk
sporofit. Rujung terbentuk pada tanaman sporofit dewasa, dalam rujung jantan
terdapat spora yang berkembang menjadi gametofit jantan. Setiap gametofit

31

jantan terdiri dari beberapa sel tertutup dalam sebutir serbuk sari, sedangkan
dalam rujung betina spora betina berkembang menajdi gametofit betina.

Dari setiap gametofit betina akan menghasilkan telur dalam sebuah bakal
biji. Penyerbukan dapat terjadi saat serbuk sari ditransfer dari rujung jantan ke
betina. Apabila saat sperma berjalan dari serbuka sari ke telur sehingga
pembuahan dapat terjadi maka hasilnya yaitu zigot diploid. Zigot tersebut akan
terus berkembang menjadi embrio dalam biji yang membentuk dari ovula di
dalam rujung jantan. Apabila benih berkecambah mungkin dapat tumbuh menjadi
pohon sporofit dewasa, yang dapat mengulang kembali siklus hidup
gymnospermae

3. Reproduksi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki dua tipe daun yaitu tropofil dan sporofil. Tropofil
adalah daun yang tidak mengandung spora dan berfungsi dalam proses fotosintesis.
Sedangkan sporofil merupakan daun yang menghasilkan spora. Sporofil berkumpul
didalam strobilus. Dibagian bawah sporofil terdapat sorus yang mengandung banyak
kotak spora (sporangium).

Sporangium yang telah dewasa akan pecah menghasilkan spora. Spora yang jatuh
ditempat yang cocokakan tumbuh menjadi protalium. Protalium berkembang menjadi
gametofit. Gametofit menghasilkan arkegonium dan anteridium. Arkegonium
menhasilkan sel telur, antheridium menghasilkan sel sperma. Sel telur dan sel sperma
melakukan fertilisasi menhasilkan sigot. Zigot tumbuh menjadi tumbuhan paku
mengahsilkan banyak sporangium. Sporangium yang sudah matang akan pecah dan
menghasilkan zigot.

Kotak spora dapat ditemukan pada tumbuhan paku , jika kadar air pada kotak
spora berkurang, kotak spora akan sobek dan mengeluarkan spora yang ada di
dalamnya. Spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi protalium jika lingkungannya
sesuai untuk tumbuh. Tahap gametofit dimulai ketika protalium tumbuh. Protalium akan
berkembang dan menghasilkan anteridium dan arkegonium. Anteridium akan
menghasilkan sperma berflagel (berekor) dan arkegonium menghasilkan sel telur.

Reproduksi Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku melakukan reproduksi secara aseksual maupun secara seksual.

Reproduksi secara seksual terjadi dengan peleburan sel gamet jantan dan gamet betina ,
sedangkan reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan spora.

Reproduksi tumbuhan ini dapat secara aseksual (vegetatif), yakni dengan stolon
yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki
daun yang mengandung spora. Reproduksi secara seksual (generatif) melalui

32

pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat–alat kelamin (gametogonium).
Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium
betina menghasilkan sel telur (ovum) seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku
mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).

 Metagenesis paku homospora
 Metagenesis Paku Heterospora dan Paku Peralihan
Pada metagenesis tumbuhan paku, baik pada paku homospora, paku heterospora,
ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama. Ketika ada spora yang jatuh di tempat
yang cocok, spora tadi akan berkembang menjadi protalium yang merupakan generasi
penghasil gamet atau biasa disebut sebagai generasi gametofit, yang akan segera
membentuk anteredium yang akan menghasilkan spermatozoid dan arkegonium yang
akan menghasilkan ovum.
Ketika spermatozoid dan ovum bertemu, akan terbentuk zigot yang diploid yang
akan segera berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-
hari merupakan generasi sporofit karena mampu membentuk sporangium yang akan
menghasilkan spora untuk perkembangbiakan. Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan
paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya. Apabila kita amati daun
tumbuhan paku penghasil spora (sporofil), di sana akan kita jumpai organ-organ khusus
pembentuk spora. Spora dihasilkan dan dibentuk dalam suatu wadah yang disebut sebagai
sporangium. Biasanya sporangium pada tumbuhan paku terkumpul pada permukaan
bawah daun.
Siklus Hidup Tumbuhan Paku

Sumber: Biggsdkk.,2008
Gambar: siklus hidup tumbuhan paku

Fertilisasi terjadi jika sperma yang dihasilkan oleh anteridium sampai

33

pada sel telur yang dihasilkan oleh arkegonium. Meskipun memiliki flagel,
sperma tumbuhan paku memperlukan air untuk pergerakannya. Zigot yang
tumbuh dan berkembang akan memulai tahap sporofit baru. Siklus yang terjadi
pada tumbuhan paku disebut juga pergiliran keturunan. Reproduksi aseksual
pada tumbuhan paku dilakukan dengan rhizoma. Rhizoma dapat tumbuh ke segala
arah dan membentuk koloni tumbuhan paku yang baru. Rhizoma adalah batang
yang tumbuh di dalam tanah.

4. Reproduksi tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut memiliki akar rhizoid, memiliki batang, memiliki daun sejati,
serta tidak memiliki bunga, buah, dan biji. Tumbuhan lumut tidak memiliki bunga, dan
buah karena berkembang biak dengan cara vegetatif, yaitu spora. Spora pada tumbuhan
lumut disebut protonema. Habitat tumbuhan lumut adalah di daratan terutama pada
tempat lembab seperti dasar pohon, dan dinding kolam.

Terdapat dua macam gamet tumbuhan lumut yang digunakan untuk reproduksi
seksual, yaitu:

a) Arkegonium, merupakan gametangium betina dengan bentuk seperti botol
dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher

b) Anteredium, merupakan gametangium jantan dengan bentuk bulat seperti gada.
Pada dinding anteredium, tersusuan atas selapis sel yang mandul dan di dalamnya
terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.

Reproduksi Tumbuhan Lumut
Reproduksi tumbuhan lumut terjadi secara seksual dan aseksual. Reproduksi

seksual terjadi dengan adanya fertilisasi ovum dan spermatozoid. Sedangkan reproduksi
aseksual dilakukan dengan spora.
1) Reproduksi seksual

Reproduksi seksual merupakan reproduksi secara generatif Reproduksi ini terjadi karena
adanya pertemuan antara sel kelamin jantan (spermatozoid) dan sel kelamin betina (ovum).
Spermatozoid akan menuju ke arkegonium dengan bantuan air, sehingga akan terjadi
fertilisasi. Reproduksi lumut ini memperlihatkan pergantian keturunan gametofit (n) dan
keturunan sporofit (2n). Pergantian keturunan ini disebut dengan metagenesis.
2) Reproduksi aseksua
Reproduksi aseksual merupakan reproduksi secara vegetatif. Reproduksi aseksual dilakukan
dengan pembentukan spora haploid di dalam sporofit. Spora diperoleh oleh pembelahan yang
terjadi dalam sporangium lumut sporofit (sporogonium). Spora yang diperoleh sporofit
merupakan spora haploid. Spora tersebut akan tumbuh menjadi protonema, kemudian tumbuh
menjadi gamtofit haploid (n).

34

Siklus Hidup Tumbuhan Lumut

Sumber: Biggsdkk.,2008
Gambar: siklus hidup tumbuhan paku

Keterangan:
1) Metagenesis lumut dimulai dengan spora yang
berkecambah saat jatuh di tempat yang sesuai dengan
habitatnya, lalu tumbuh menjadi protonema
(protalium).
2) Di fase protonema (lumut muda), terdapat kuncup
yang tumbuh berkembang hingga menjadi tumbuhan
gametofit (lumut dewasa).
3) Di fase gametofit, akan terbentuk alat kelamin jantan
(anteridium) yang akan menghasilkan spermatozoid,
dan alat kelamin betina (arkegonium) yang akan
menghasilkan ovum.
4) Pembuahan ovum oleh spermatozoid nantinya akan
menghasilkan zigot yag akan tumbuh menjadi embrio.
Kemudian, Embrio ini akan tumbuh menjadi sporofit
atau sporogonium.
5) Selanjutnya, sporofit akan membentuk sporogonium
yang memiliki spora. Spora inilah yang akan
terkumpul dalam sporangium (kotak spora).

6) Jika spora jatuh di daerah yang lembap & sesuai

dengan habitatnya, spora nantinya tumbuh menjadi
protonema. Kemudian protonema akan berkembang

menjadi tumbuhan lumut.

Sumber: https://roboguru.ruangguru.com/question/bagaimanakah-siklus-hidup-lumut-_QU-JL38G46N
Gambar: siklus hidup

35

5. Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan

Ada 3 macam teknologi reproduksi pada tumbuhan yang bisa diterapkan antara
lain hidroponik, kultur jaringan tumbuhan, dan vertikultural.
1. Hidroponik

Hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan
memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada
pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Para ilmuwan menemukan bahwa
tumbuhan menyerap nutrisi yang penting dalam bentuk ion-ion yang terlarut dalam
air.

Dalam teknik ini kebutuhan air lebih sedikit daripada kebutuhan air pada
budidaya dengan tanah, sehingga cocok diterapkan pada daerah yang memiliki
pasokan air yang terbatas.

Adapun tanaman-tanaman yang reproduksinya bisa dilakukan dengan
hidroponik seperti pada tanaman darat atau sayuran yaitu tomat, terong, selada, dan
sebagainya. Dimana tanaman tersebut ada dalam wadah yang berisi nutrisi atau
dengan ditambah medium yang tak larut air contohnya kerikil, arang, sekam, ayu, dan
lain sebagainya dapat ditumbuhkan secara langsung.

2. Kultur Jaringan Tumbuhan
Kultur jaringan tumbuhan merupakan metode yang bertujuan memperbanyak

tumbuhan dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman, seperti sel atau
sekelompok sel, jaringan, ataupun organ. Teknik kultur jaringan ini memanfaatkan
prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif Dalam prakteknya, bagian tanaman
yang sebelumnya diambil akan ditumbuhkan dalam kondisi steril pada medium yang
mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh atau hormon. Bagian pada tanaman
akan dapat memperbanyak diri dan berkembang menjadi tanaman yang memiliki
organ yang lengkap yaitu akar, batang, dan daun.

3. Vertikultur
Vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman dengan cara membuat

instalasi secara bertingkat atau vertikal baik di dalam maupun diluar ruangan. Teknik
vertikultur ini tidak hanya mampu menghemat ruang, tetapi metode ini juga bisa
berfungsi sebagai penghijauan yang mudah diterapkan.

Metode vertikultural ini cocok atau pantas diterapkan di daerah perkotaan dan
permukiman penduduk yang memiliki lahan terbatas, sehingga bisa mendapatkan
suasana yang lebih segar dan asri.

36

B Reproduksi pada Hewan

Ayo kita pelajari! Istilah Penting!

 Reproduksi aseksual dan seksual ● Tunas
Pada tumbuhan ● Fragmentasi
● Partenogenesis
 Tahap-tahap pembuahan ● Vivipar
 Alat reproduksi tumbuhan ● Ovipar
 Proses penyerbukan ● Ovovivipar


Mengapa Penting

?

Membantu kamu memahami bagaimana berbagai hewan reproduksi,
sehingga dapat menjadi landasan bagi kamu dalam rangka membudidayakan dan
melestarikannya

Indonesia merupakan negara maritim, yaitu negara yang memiliki wilayah laut
yang luas. Tahukah kamu, Indonesia memiliki luas perairan sebesar 3.257483

km2? Wilayah laut Indonesia menghasilkan berbagai jenis kekayaan termasuk di
dalamnya ikan, terumbu karang, mutiara, kepiting, dan masih banyak yang lainnya.
Banyak hewan yang jumlahnya semakin berkurang seperti kura- kura, orang utan,
badak, harimau, gajah, burung elang, dan burung cendrawasih. Tentu kita berharap agar
hewan-hewan tersebut tetap lestari bukan? Pada bagian sebelumnya kamu telah belajar
tentang beberapa cara reproduksi yang terjadi pada tumbuhan. Pada bagian ini kamu akan
mempelajari cara hewan melakukan reproduksi sehingga keberadaannya di bumi tetap
lestari. Setiap hewan memiliki cara reproduksi yang berbeda-beda. Secara umum cara
reproduksi hewan dibagi menjadi dua, yaitu aseksual dan seksual. Masih ingatkah kamu
apakah yang dimaksud dengan reproduksi aseksual dan seksual?

37

Reproduksi Hewan

Perkembangbiakan pada hewan juga terjadi baik secara aseksual maupun seksual.
Hewan tingkat rendah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Sedangkan hewan
tingkat tinggi hanya bereproduksi secara seksual saja.

A. Reproduksi Seksual

Beberapa hewan dapat melakukan reproduksi aseksual seperti halnya
tumbuhan. Apakah hewan juga menggunakan bagian tubuhnya untuk bereproduksi?
Bagian tubuh hewan manakah yang dapat mengalami reproduksi aseksual?
Bagaimanakah sifat keturunan yang dihasilkan dari reproduksi aseksual pada hewan?
Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual seperti halnya tumbuhan, yaitu dengan
menggunakan bagian tubuhnya. Berikut ini beberapa reproduksi hewan secara
aseksual.

Perkembangbiakan aseksual umumnya terjadi pada hewan tingkat
rendah/Avertebrata. Reproduksi aseksual artinya reproduksi yang terjadi tanpa
didahului dengan peleburan dua sel kelamin yang berbeda jenisnya. Individu baru
muncul dari bagian tubuh induk. Beberapa hewan melakukan reproduksi aseksual,
karena bagian dari siklus hidupnya, dan beberapa karena pengaruh lingkungan yang
ekstreme. Sifat individu yang terbentuk dari reproduksi aseksual adalah 100% mirip
dengan induk. Oleh karena itu, terdapat sedikit variasi genetik yang ditemukan pada
individu hasil reproduksi ini. Reproduksi aseksual pada hewan ada lima jenis, yaitu
pembelahan biner, pembelahan ganda, pembentukan tunas, regenerasi, dan
partenogenesis.

a) Pembelahan Biner
Terjadi pada makhluk hidup uniseluler, yaitu dari golongan Monera dan

Protista. Pada pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung
menjadi dua sel anak. Pembelahan biner terdiri dari lima jenis, yaitu pembelahan
ortodoks, melintang, membujur, miring, dan strobilasi. Pembelahan biner secara
ortodoks/umum terjadi pada Amoeba dan mikroorganisme lain dari golongan
Rhizopoda. Pembelahan biner secara melintang terjadi pada Paramecium.
Pembelahan dengan tipe membujur contohnya pada Euglena. Tipe pembelahan
miring terjadi pada Dinoflagellata. Sedangkan pembelahan biner tipe strobilasi
menghasilkan individu baru dari bagian tubuh induk yang lepas, contohnya pada
cacing pita (Taenia sp).

b) Pembelahan Ganda
Yaitu pembelahan berulang, sehingga dalam sekali pembelahan dari satu

individu dapat dihasilkan lebih dari dua individu. Contoh hewan yang dapat
melakukan pembelahan ganda adalah Plasmodium.

38

c) Membentuk Tunas
Tunas yaitu pemisahan individu baru dari tubuh induk. Individu ini

terbentuk dari tonjolan pada bagian tubuh induk. Pertunasan biasanya terjadi pada
hewan yang sesil (menempel di dasar perairan). Contoh: porifera, Hydra, dan
terumbu karang.

Reproduksi aseksual dengan cara membentuk tunas untuk menghasilkan
keturunan. Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan cara ini antara lain
Hydra sp., Porifera, dan Coelenterata.

Tentake

Tubuh Tunas Anakan

Sumber : dokumen kemendikbud
Gambar pertunasan hydra

d) Fragmentasi
Individu baru terbentuk dari bagian tubuh induk yang terbagi-bagi/terputus

baik sengaja atau tidak. Setiap bagian tumbuh dan berkembang membentuk
bagian yang belum ada sehingga menjadi individu baru yang utuh. Contoh hewan
yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing tanah, bintang laut,
dan Planaria. Fragmentasi bukan merupakan cara reproduksi yang utama, karena
dalam kondisi normal Planaria bereproduksi secara seksual.

Planaria merupakan salah satu contoh hewan yang melakukan
fragmentasi. Reproduksi dengan cara ini terjadi melalui dua tahap. Tahap pertama
adalah fragmentasi, yaitu pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua
bagian atau lebih. Selanjutnya terjadi tahap regenerasi, yaitu setiap potongan
tubuh induk tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian
tersebut. Pada akhirnya, setiap potongan tubuh tersebut akan membentuk individu
baru dengan bagian tubuh yang lengkap seperti induknya.

39

Gambar : planaria bereproduksi secara fragmentasi
Sumber:

https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=12&idmateri=96&l
vl1=4&lvl2=1&lvl3=0&kl=10)

e) Partenogenesis
Secara alami dapat terjadi pada hewan seperti lebah, semut, tawon, kutu

daun, dan kutu air. Pada hewan tertentu, misalnya lebah, ovum yang dibuahi akan
tumbuh dan berkembang menjadi lebah betina, sedangkan yang tidak dibuahi
akan tumbuh menjadi lebah jantan. Lebah betina bersifat steril dan memiliki tugas
sebagai pekerja dalam kawanan lebah. Lebah jantan bersifat fertil. Lebah jantan
mampu menghasilkan sel kelamin yang digunakan untuk membuahi sel telur yang
dihasilkan oleh lebah ratu. Lebah ratu adalah lebah yang menghasilkan telur-telur
yang menjadi lebah betina dan lebah jantan.

Selain lebah, kutu daun dan kutu air juga dapat bereproduksi dengan cara
partenogenesis. Kutu daun betina dan kutu air betina dapat terus menerus bertelur.
Telur yang dihasilkan akan berkembang dan menetas menjadi kutu betina tanpa
didahului proses fertilisasi. Meski demikian fertilisasi tetap diperlukan untuk
menghasilkan individu baru setelah beberapa generasi kutu mengalami
partenogenesis.

Gambar: partenogenensis pada laron

Sumber: https://smayani.wordpress.com/2009/05/14/insecta/

40

B. Reproduksi Seksual Pada Hewan

Pada sebagian besar hewan

bereproduksi secara seksual. Melalui Tahukah Kamu!
proses ini akan terjadi proses fertilisasi,

yaitu proses peleburan inti sel sperma dan Tahukah kamu bahwa proses
inti sel telur. Proses fertilisasi ini akan fertilisasi dapat terjadi melalui dua
menghasilkan zigot. Selanjutnya, zigot cara, yaitu fertilisasi internal dan
akan berkembang menjadi embrio (calon fertilisasi eksternal? Fertilisasi
anak) dan pada tahap selanjutnya embrio internal terjadi apabila proses
akan berkembang menjadi individu baru. peleburan antara inti sel telur dan
Perkembangbiakan secara seksual pada inti sel sperma terjadi di dalam
hewan melibatkan alat reproduksi, sel tubuh hewan betina. Contoh hewan
kelamin/gamet jantan dan gamet betina, yang melakukan fertilisasi secara
serta proses pembuahan atau fertilisasi. internal antara lain: sapi, ayam,
kura-kura, buaya, dan lain-lain.
Pembuahan pada hewan ada dua Fertilisasi eksternal terjadi apabila
jenis, yaitu pembuahan yang terjadi di proses peleburan antara sel telur dan
dalam tubuh induk betina dan pembuahan sel sperma terjadi di luar tubuh
yang terjadi di luar tubuh. Pembuahan di hewan betina. Fertilisasi dengan
dalam tubuh induk betina disebut cara ini biasanya terjadi pada hewan
fertilisasi internal. Sedangkan pembuahan yang hidupnya di lingkungan
di luar tubuh induk betina disebut perairan, misalnya ikan.
fertilisasi eksternal.Pembuahan eksternal
biasanya terjadi pada hewan yang hidup

di dalam air, misalnya katak dan ikan.

Jumlah sel telur dan sperma yang dihasilkan sangat banyak, sehingga dapat

memperbesar peluang terjadinya pembuahan. Pada fertilisasi internal, pembuahan

terjadi dalam tubuh induk betina. Jadi sperma dari induk jantan harus dimasukkan ke

dalam tubuh betina melalui kopulasi.

Reproduksi seksual pada hewan akan menghasilkan telur, anak, serta ada pula

hewan yang bertelur dan beranak. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran

embrionya hewan yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi tiga jenis.

1. Hewan Vivipar (Beranak)

Perkembangan vivipar terjadi jika embrio tubuh dan berkembang

didalam uterus dan mendapatkan nutrisi dari induknya melalui

placenta yang menghubungkan induk dengan anaknya yang ada

didalam kandungan. Misalnya, pada beberapa jenis mamamlia.

2. Hewan Ovipar (Bertelur dan beranak)

Perkembangbiakan secara ovipar terjadi jika embrio berkembang

didalam telur, misalnya pada jenis burung.

3. Hewan ovivivipar (Bertelur dan beranak)

Perkembangan ovvivipar terjadi jika embrio berkembang didalam telur

yang diinubasi dalam tubuh induknya dengan sumber nutrisi berasal

dari telur. Misalnya pada beberapa jenis kadal.

Organ reproduksi pada hewan diantaranya:

41

(a) Pada pisces (ikan)
Jantan(testis,vas deferens, lubang urogenitalia)
Betina(ovarium,oviduk,lubangurogenitalia)

(b) Pada amphibi
Jantan(testis, vas deferens dan kloaka)
Betina(ovarium,oviduk dan kloaka)

(c) Pada Reptil
Jantan(testis,hemipenis,vas ferens,epididimis dan kloaka)
Betina(ovarium,oviduk,dan kloaka)

(d) Pada aves
Jantan( testis,vas deferens,dan kloaka)
Betina(ovarium kiri,oviduk dan kloaka)

(e) Pada mamalia
Jantan(penis,vas deferens,testis dan anus)
Betina(ovarium,oviduk,uterus dan anus)

Berikut ini contoh reproduksi seksual pada hewan (Ikan).
1. Reproduksi pada Ikan

Pada umumnya ikan bertelur (ovipar) dan pembuahannya terjadi di
luar tubuh induk betinanya. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang testis
berwarna putih. Sperma dialirkan melalui saluran vas deferens yang bermuara
di lubang urogenital. Lubang urogenital merupakan lubang yang dipakai untuk
keluarnya urin dan sperma. Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium.
Ovarium menghasilkan sel telur. Sel telur dikeluarkan melewati oviduk dan
kemudian dialirkan ke lubang urogenital. Setelah ikan betina mengeluarkan
sel telur di sembarang tempat atau di tempat tertentu, maka akan diikuti oleh
ikan jantan dengan mengeluarkan sperma.

Gambar: reprodukasi pada ikan betina dan jantan

Sumber http://www.slideshare.net/fpa_faiz/bab-10-sistem-reproduksi)

2. Reproduksi pada Katak
Katak termasuk hewan amfibi yang hidup di darat dan air. Pembuahan

42

katak terjadi secara eksternal yang dilakukan di air. Katak bersifat ovipar atau
bertelur. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang testis yang berwarna putih
kekuningan.

Testis menghasilkan sperma. Sperma melewati vas efferentia dan
menuju kloaka. Kloaka merupakan tempat keluarnya sperma, saluran urin, dan
sisa pembuangan makanan. Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium
yang menghasilkan sel telur. Telur melewati oviduk dan menuju kloaka.

Pada saat kawin (kopulasi), katak jantan akan naik ke punggung katak
betina. Dengan jarinya, katak jantan menekan katak betina sehingga katak
betina mengeluarkan sel telur ke dalam air. Saat keluarnya telur, katak jantan
akan mengeluarkan spermanya. Terjadilah pembuahan sel telur di dalam air
dan akan berkembang menjadi zigot.

Gambar: alat reproduksi pada jatak betina dan jantan

Sumber ( http://www.slideshare.net/fpa_faiz/bab-10-sistem-reproduksi )

C. SIKLUS HIDUP HEWAN
Hewan juga dapat mengalami siklus hidup yang sama seperti manusia hewan dan

tumbuhan.
Pada satu siklus hidup, ubur-ubur dapat bereproduksi secara seksual dan secara

aseksual. Coba perhatikan Gambar siklus hidup ubur-ubur, Ubur-ubur seringkali dijumpai
dalam bentuk medusa dan berada dalam tahap generatif, yaitu dapat menghasilkan sel
kelamin. Sel kelamin dilepaskan ke air dan dapat mengalami fertilisasi. Zigot akan
berkembang menjadi larva.

Jika berada pada tempat yang sesuai, larva akan tumbuh menjadi polip. Pada bentuk
polip, ubur-ubur dapat berkembangbiak secara aseksual melalui tunas. Polip akan
berkembang dan tersusun atas strobilus. Polip strobilus mengalami reproduksi aseksual yaitu
dapat terlepas dan berada pada bentuk medusa kembali.

43

Sumber: Campbell, dkk., 2008
Gambar: siklus hidup ubur-ubur

D. TEKNOLOGI REPRODUKSI PADA HEWAN

1. Kloning
Klon adalah rumpun mahluk hidup hasil perbanyakan secara vegetatif,

seperti rumpun pisang. Jadi, istilah cloning sebenarnya adalah proses perbanyakan
organisme secara vegetatif. Oleh karena itu, kloning sebenarnya bukanlah hal
baru. Orang sudah biasa melakukannya misalnya pada ketela pohon melalui setek.
Kloning menjadi baru karena dilakukan pada hewan tingkat tinggi dan kadang-
kadang ada manipulasi genetik didalam tahapannya. Kloning adalah penggunaan
sel somatik makhluk hidup multiseluler untuk membuat satu atau lebih individu
dengan materi genetik yang sama atau identik. Kloning ditemukan pada tahun
1997 oleh Dr. Ian Willmut seorang ilmuan Skotlandia dengan menjadikan sebuah
sel telur domba yang telah direkayasa menjadi seekor domba tanpa ayah atau
tanpa perkawinan. Domba hasil rekayasa ilmuan Skotlandia tersebut diberi nama
“Dolly”.

2. Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan adalah pembuahan atau fertilisasi yang terjadi pada sel

telur dengan sperma yang disuntikkan pada kelamin betina. Jadi, fertilisasi ini
tidak membutuhkan hewan jantan, tetapi hanya membutuhkan spermanya saja.

Tujuan dilakukan inseminasi buatan adalah: 1) memperbaiki mutu genetik
ternak; 2) mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara luas dalam
jangka waktu yang lama dan 3) tidak mengharuskan pejantan unggul untuk
dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya.

44

Inseminasi buatan dilakukan karena bibit pejantan unggul yang hendak
dikawinkan dengan bibit betina lokal tidak memiliki waktu masa subur yang
bersamaan. Bibit pejantan unggul dikawinkan dengan bibit betina lokal supaya
dapat menghasilkan keturunan yang lebih baik. Inseminasi buatan adalah proses
memasukkan sperma hewan jantan kedalam tubuh hewan betina yang dilakukan
dengan bantuan alat tertentu (alat suntik) seperti pada gambar di atas. Oleh karena
itu, inseminasi buatan sering disebut kawin suntik. Rekayasa ini sering dilakukan
pada hewan ternak, seperti sapi dan lembu.

Ke dalam saluran hewan betina yang telah menunjukkan gejala siap
kawin, dimasukkan sel kelamin jantan atau sperma dari hewan jantan yang telah
disiapkan, misalnya dari bank sperma. Inseminasi buatan sangat praktis dan
tingkat keberhasilan terjadinya pembuahan tinggi karena waktu menyuntikkan
sperma disesuaikan dengan waktu pemasakan sel telur pada hewan betina. Selain
itu, berapa banyak sperma yang harus digunakan dapat ditentukan sehingga
efisien. Keuntungan lain ialah untuk mengawinkan sapi lokal dengan sapi luar
negri (unggul) dapat menghemat biaya karena tidak harus mendatangkan sapi luar
negri tersebut melainkan cukup spermanya saja.

Keuntungan dilakukan ensiminasi buatan adalah: a) menghemat biaya
pemeliharaan ternak jantan; b) mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi
betina (inbreading) dan c) dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik.

Gambar: (bagian atas) cloning , (bagian bawah) inseminasi buatan
Sumber: https://pustakavet.wordpress.com/2011/01/20/teknik-inseminasi-buatan-ib/tgl 18-2-2017

http://www.gudangbiologi.com/2015/12/pengertian-teknologi-reproduksi-dan- bioteknologi.html

45

C KELANGSUNGAN HIDUP HEWAN DAN TUMBUHAN

Kemampuan untuk mempertahankan diri dari predator atau pemangsa maupun
dari perubahan lingkungan. Jika makhluk hidup tidak dapat mempertahankan diri maka
proses reproduksi dapat berlangsung dan makhluk hidup dapat punah. Pertahanan diri ini
berkaitan dengan kemampuan adaptasi pada makhluk hidup.

1. ADAPTASI Pada proses reproduksi, terjadi pewarisan
materi genetik (yang mengandung sifat atau
Tahukah Kamu! karakter induk) pada keturunan. Materi genetik
pada makhluk hidup dapat mengalami
Perubahan materi genetik dapat perubahan. Perubahan materi genetik memiliki
berdampak pada perubahan karakter atau keterkaitan dengan proses adaptasi makhluk
sifat dari suatu makhluk hidup. hidup. Perubahan materi genetik pada individu
Perubahan karakter yang terjadi dapat dalam populasi memperbesar daya penyesuaian
diturunkan pada keturunannya. Jika individu tersebut ketika populasinya
perubahan materi genetik menyebabkan menempati habitat yang baru atau terjadi
individu tersebut dapat menyesuaikan perubahan pada lingkungan. Perubahan materi
diri terhadap habitat baru ataupun genetik yang terjadi dari waktu ke waktu pada
terhadap perubahan yang terjadi pada individu dapat memberikan dampak bagi
lingkungan habitatnya maka dapat kehidupan individu tersebut.
dikatakan individu tersebut dapat
beradaptasi.

a) Adaptasi pada hewan
Adaptasi yang dilakukan oleh hewan dapat berupa adaptasi untuk memperoleh

energi, adaptasi fisik dan adaptasi tingkah laku.
1. Adaptasi untuk memperoleh energi
Semua makhluk hidup memerlukan makan, termasuk juga hewan.
Melalui proses adaptasi, hewan memiliki kemampuan yang berbeda dalam
memperoleh makanan, memakan dan mencerna makanan. Berdasarkan jenis
makanannya, hewan dibagi menjadi hewan herbivora, karnivora dan
omnivora. Rusa, beberapa ikan, kambing, banteng, dan serangga merupakan
contoh dari herbivora. Herbivora merupakan hewan pemakan tanaman.
Hewan yang memakan hewan lain disebut karnivora. Misalnya elang,
harimau, singa dan serigala. Beberapa karnivora merupakan pemakan sisa
makanan hewan lain. Hewan yang memakan hewan lain dan juga
tumbuhan disebut omnivora. Misalnya beruang dan rakun. Perbedaan
diantara ketiga jenis hewan tersebut ialah pada enzim yang terdapat pada
sistem pencernaan dan pada struktur gigi. Beberapa kumbang dan lipan

46

merupakan detritivor, yaitu organisme pemakan detritus (zat yang telah
hancur danbusuk)
2. Adaptasi fisik

Beberapa spesies hewan yang merupakan mangsa dari predator
memiliki bentuk fisik yang memungkinkan mereka terhindar dari
predator. Adaptasi terjadi pada hewan tertentu sehingga memiliki
struktur tubuh yang seolah-olah “menyatu” dengan lingkungan. Bagian
luar tubuh atau penutup tubuh hewan dapat memberikan perlindungan
terhadap beberapa hewan. Beberapa serangga memiliki kulit luar yang
keras. Kura-kura, penyu dan beberapa hewan yang tinggal di air
memiliki struktur pelindung yang berfungsi melindungi hewan
tersebut dari predator. Ukuran tubuh juga merupakan salah satu tipe
pertahanan diri. Hewan yang berukuran besar biasanya lebih aman
daripada hewan berukuran kecil.

Mimikri adalah salah satu kemampuan hewan dari hasil adaptasi,
dimana suatu hewan memiliki kemiripan dengan hewan lain secara
tingkah laku maupun penampilan. Salah satu kejadian mimikri ialah
pada ular scarlet king yang menyerupai ular karang.

Beberapa hewan memiliki penampilan yang menyerupai ling-
kunganya, misalnya serangga yang berwarna hijau yang tinggal
di rerumputan. Suatu tanda atau warna yang membantu hewan
bersembunyi di lingkungan dari predator disebut kamuflase. Bunglon
memiliki kemampuan untuk merubah warna tubuh menyesuaikan
dengan tempat sekitarnya. Kamuflase juga merupakan salah satu
adaptasi yang dilakukan oleh predator untuk mengelabui mangsa.
Macan memiliki lurik yang membuatnya tersembunyi pada rumput
yang tinggi. Paus pembunuh berwarna hitam pada permukaan tubuh
mereka dan putih pada bagian bawah. Dari permukaan warna paus
akan menyatu pada kegelapan lautan dalam. Jika terlihat dari bawah,
bagian tubuh bawah paus yang putih membuatnya terlihat seperti
warna cerah langit. Adaptasi ini memungkinkan predator sukses dalam
melakukan perburuan.

3. Adaptasi tingkah laku
Hewan melakukan adaptasi secara fisik, akan tetapi hewan juga

melakukan adaptasi secara tingkah laku. Adaptasi tingkah laku me-
mungkinkan hewan untuk menangkap mangsa ataupun untuk meng-
hindari predator. Bahan kimia merupakan bahan yang sering digunakan
oleh beberapa hewan untuk menghindar dari predator. Beberapa semut
dan kumbang mengeluarkan cairan berbau tidak enak. Ketika cumi dan
gurita merasa terancam, hewan tersebut dapat menyemburkan tinta
sehingga dapat melepaskan diri dari predator.

47

b) Adaptasi pada tumbuhan
Tumbuhan juga melakukan adaptasi. Adaptasi dilakukan agar tumbuhan
dapat bertahan hidup di daratan. Adaptasi yang dilakukan ialah berupa
perlindungan dan penyokong, substansi tambahan pada dinding sel, dan
adaptasi pada reproduksi.
1. Perlindungan dan penyokong
Air merupakan komponen penting bagi semua makhluk hidup, begitupun
bagi tumbuhan. Adaptasi bagaimanakah yang membantu tumbuhan
mempertahankan kandungan airnya? Batang, daun maupun bunga memiliki
lapisan sel epidermis yang diselubungi oleh kutikula. Kutikula merupakan
suatu lapisan lilin yang disekresikan oleh sel ke bagian permukaan tanaman.
Kutikula memperlambat kehilangan air pada tumbuhan. Penyokong
merupakan bentuk adaptasi yang dilakukan tumbuhan agar dapat tumbuh
dengan kuat di daratan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun
atas selulosa. Selulosa memberikan bentuk dan kekuatan pada tanaman.
Pada permukaan daun beberapa tumbuhan memiliki stomata yang umumnya
membuka pada siang hari dan menutup pada malam hari. Stomata membuak
di siang hari ketika tumbuhan membutuhkan zat yang diperlukan untuk
fotosintesis. Stomata juga dapat menutup ketika tumbuhan kehilangan
banyak air. Adaptasi ini juga dapat mempertahankan keberadaan air pada sel
daun tumbuhan.
2. Zat tambahan pada dinding sel
Beberapa sel tumbuhan menghasilkan substansia lain selain selulosa untuk
membuat dinding sel lebih kuat. Misalnya daun pada tanaman pinus yang
tahan terhadap es yang membeku di atasnya.
3. Reproduksi
Adaptasi pada reproduksi juga dapat membantu tumbuhan bertahan hidup
di daratan, misalnya saja tumbuhan memiliki spora yang tahan terhadap
kekeringan. Tumbuhan lain memiliki biji yang dilapisi oleh lapisan yang
dapat mencegah biji kekurangan air. Adaptasi dalam proses penyebaran biji.
Beberapa biji memiliki struktur yang membantu biji tersebut untuk tersebar
dan jatuh pada tempat yang sesuai untuk tumbuh. Coba ingat lagi pada sub
bab penyebaran biji, apa saja perantara penyebaran biji? Biji dandelion
memiliki “sayap” yang membantunya untuk dapat terbang jika tertiup angin.
Biji beberapa rerumputan memiliki kait yang mudah terikat pada baju
maupun bulu burung sehingga dapat tersebar melalui perantaraan manusia
maupun burung. Kelapa memiliki sabut kelapa yang juga memiliki fungsi
menyerupai pelampung sehungga kelapa dapat mengapung di air dan
terbawa aliran air.

2. Seleksi Alam
Di alam terdapat hubungan mangsa dan predator. Umumnya predator

bergantung pada warna dan bentuk tubuh mangsa dalam mengenali mangsanya.
Keberadaan mangsa yang tidak mencolok cenderung menyulitkan predator untuk
menangkapnya. Ada hewan-hewan yang menjadi sedikit jumlahnya karena tidak
mampu mempertahankan diri dari predator serta tidak dapat melakukan reproduksi.

48

Ada pula hewan yang tetap hidup karena mampu bertahan dari serangan predator.
Makhluk hidup yang karakternya atau sifatnya dapat membuatnya

bertahan hidup menghadapi lingkungan baru ataupun perubahan lingkungan serta
dapat bereproduksi, tidak akan mengalami kepunahan. Makhluk hidup demikian
dapat dikatakan lolos seleksi alam.

Tahukah Kamu!
Setiap makhluk hidup diberi kemampuan untuk

mempertahankan keberadaannya di muka bumi agar tidak punah
dan tetap lestari, termasuk tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan
hewan serta makhluk hidup yang lain, dianugerahi oleh Tuhan
kemampuan untuk dapat bereproduksi dan beradaptasi. Dapat
dibayangkan bagaimana akibatnya bagi manusia jika hewan dan
tumbuhan berhenti bereproduksi, bahkan tidak ada lagi yang dapat
memanfaatkan energi matahari seperti yang dilakukan tumbuhan.
Kemampuan reproduksi pada tumbuhan dan hewan sangat beragam,
dari yang paling sederhana dengan hanya membelah diri, sampai ke
yang paling kompleks seperti pada mamalia. Dengan kemampuan
reproduksi yang demikian, bukan berarti kita juga dapat
memanfaatkan mereka sesuka hati kita. Kita juga harus menjaga
kelestarian lingkungan, dalam memanfaatkan tumbuhan dan hewan
bagi keperluan kita. Pemanfaatan berlebihan tanpa menjaga
keseimbangan ekosistem dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis
tumbuhan dan hewan.

49


Click to View FlipBook Version