The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Reproduksi Hewan dan Tumbuhan Kelas IX semester 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lanhiariej01, 2021-07-20 17:51:29

Modul Reproduksi Hewan dan Tumbuhan Kelas IX semester 1

Modul Reproduksi Hewan dan Tumbuhan Kelas IX semester 1

LATIHAN

Soal Pilihan Ganda
Kerjakanlah soal secara mandiri dan teliti dengan cara memilih salah satu pilihan
jawaban yang paling tepat.

1. Pernyataan di bawah ini yang merupakan perkembangbiakan tak kawin buatan adalah …
a. Penyerbukan padi oleh angin
b. Pertunasan pada rumpun padi
c. Penyerbukan vanili oleh manusia
d. Penyetekan pada pohon kembang sepatu

2. Endosperma sebagai tempat cadangan makanan, pada tumbuhan Angiospermae
terbentuk dari hasil pembuahan.....
a. inti generatif 1 dengan sel telur
b. inti generatif 2 dengan sel telur.
c. inti generatif 1 dengan inti kandung lembaga sekunder
d. inti generatif 2 dengan inti kandung lembaga sekunder

3. Data ciri bunga sebagai berikut:
I. serbuk sari ringan dan banyak
II. kepala sari menggantung
III. kepala putik berperekat
IV. mahkota bunga berwarna putih
Penyerbukan yang terjadi pada bunga dengan ciri tersebut adalah … .
a. antropogami
b. anemogami
c. centomogami
d. hidrogami

4. Hubungan yang tepat antara alat perkembangan tumbuhan dengan cara penyebarannya
adalah...
a. Tembakau dengan serangga karena biji tembakau kecil dan mengandung lemak
b. Padi dengan angin karena bijinya kecil dan mudah diterbangkan
c. kelapa dengan angin karena pohonnya tinggi dan buahnya kering dan ringan
d. beringin dengan Mamalia karena buahnnya dapat menempel pada badan mamalia

5. Spirogyra berkembang biak secara generative dengan cara…
a. Konjugasi
b. Fertilisasi
c. Persilangan
d. Spora

50

TUGAS

1. Diskusikan dengan teman-teman anda temengenai reproduksi seksual dan aseksual pada
tumbuhan dan hewan, kemudian jelaskan perbedaan yang terdapat didalamnya!

2. Buatlah ringkasan tentang reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhan!
3. Butlah skema tentang pembelahan ganda dan pembelahan tunggal, kemudian jelaskan!
4. Kamu telah mengetahui mekanisme penyerbukan dan pembuahan. Sel buluh serbuk akan

tumbuh terus menuju bakal biji memberikan jalan bagi inti sel sperma untuk membuahi
sel telur. Coba jelaskan bagaimana buluh serbuk ini dapat tumbuh dan bergerak menuju
tempat sel ovum secara tepat? Kamu dapat mencari jawabanya di buku, artikel, majalah,
maupun internet!

RANGKUMAN

1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.
2. Reproduksi aseksual adalah reproduksi tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses

fertilisasi. Reproduksi aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan
ataupun tumbuhan.
3. Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses
peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
4. Tumbuhan dapat bereproduksi dengan menggunakan bagian tumbuhan seperti akar,
batang, ataupun daun. Cara reproduksi tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan
disebut reproduksi secara vegetatif. Reproduksi tumbuhan secara vegetatif disebut juga
reproduksi aseksual karena tumbuhan dapat menghasilkan individu baru tanpa
melibatkan proses fertilisasi (proses peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur
sehingga membentuk zigot).
5. Berdasarkan cara terjadinya perkembangbiakan vegetatif dibedakan menjadi dua yaitu
perkembangbiakan vegetatif alami (reproduksi aseksual alami) dan perkembangbiakan
vegetatif buatan (reproduksi aseksual buatan).
6. Perkembangbiakan vegetatif alami terjadi apabila terbentuknya individu baru terjadi
dengan sendirinya (tanpa bantuan manusia). Perkembangbiakan vegetatif alami meliputi
perkembangbiakan dengan
a. Rhizoma
b. Stolon
c. Umbi lapis
d. Umbi batang
e. Kuncup adventif daun

51

f. spora
7. Reproduksi aseksual buatan juga dapat dilakukan dengan bantuan manusia. Bagaimana

cara manusia membantu reproduksi aseksual tumbuhan? Berikut ini adalah berbagai
macam kegiatan yang dapat dilakukan manusia untuk membantu reproduksi tanaman.
a. Cangkok
b. Merunduk
c. Enten (menyambung)
d. Menempel (okulasi)
e. Setek
8. Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasal
dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji,
sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka. Tumbuhan
berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung
dalam bakal buah (ovarium). Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan
spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos)
langsung atau terletak di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung.
9. Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus.
10. Tumbuhan gymnospermae mengalami dua reproduksi yaitu reproduksi aseksual
(vegetatif) dan reproduksi seksual (generatif). Reproduksi seksual/vegetatif pada
tumbuhan Gymnospermae adalah spora,fragmentasi, dan pembentukan tunas. Reproduksi
generatif pada tumbuhan Gymnospermae memerlukan gamet jantan ( strobilus jantan )
dan gamet betina ( strobilus jantan ) yang diawali oleh proses penyerbukan dan
dilanjutkan dengan proses pembuahan dengan menempelnya serbuk sari ke mikrofil
(liang bakal biji) dan terjadi pembuhan tunggal biasanya dengn bantuan angin
(anemokori).
11. Tumbuhan paku melakukan reproduksi secara aseksual maupun secara seksual.
Reproduksi secara seksual terjadi dengan peleburan sel gamet jantan dan gamet betina ,
sedangkan reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan spora.
12. Terdapat dua macam gamet tumbuhan lumut yang digunakan untuk reproduksi seksual,
yaitu:

c) Arkegonium, merupakan gametangium betina dengan bentuk seperti botol
dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher

d) Anteredium, merupakan gametangium jantan dengan bentuk bulat seperti gada.
Pada dinding anteredium, tersusuan atas selapis sel yang mandul dan di dalamnya
terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.

13. Reproduksi tumbuhan lumut terjadi secara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual
terjadi dengan adanya fertilisasi ovum dan spermatozoid. Sedangkan reproduksi aseksual
dilakukan dengan spora.

14. Ada 3 macam teknologi reproduksi pada tumbuhan yang bisa diterapkan antara lain
hidroponik, kultur jaringan tumbuhan, dan vertikultural.

15. Reproduksi aseksual pada hewan ada lima jenis, yaitu pembelahan biner, pembelahan
ganda, pembentukan tunas, regenerasi, dan partenogenesis.

16. Reproduksi seksual terjadi melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan
betina. Melalui proses ini akan terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel
sperma dan inti sel telur. Proses fertilisasi ini akan menghasilkan zigot. Selanjutnya,
zigot akan berkembang menjadi embrio (calon anak) dan pada tahap selanjutnya embrio
akan berkembang menjadi individu baru. Perkembangbiakan secara seksual pada hewan

52

melibatkan alat reproduksi, sel kelamin/gamet jantan dan gamet betina, serta proses
pembuahan atau fertilisasi.
17. Pembuahan pada hewan ada dua jenis, yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh
induk betina dan pembuahan yang terjadi di luar tubuh. Pembuahan di dalam tubuh induk
betina disebut fertilisasi internal. Sedangkan pembuahan di luar tubuh induk betina
disebut fertilisasi eksternal.Pembuahan eksternal biasanya terjadi pada hewan yang hidup
di dalam air, misalnya katak dan ikan.
18. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang bereproduksi
secara seksual dibagi menjadi tiga jenis.

a) Hewan Vivipar (Beranak), Perkembangan vivipar terjadi jika embrio tubuh dan
berkembang didalam uterus dan mendapatkan nutrisi dari induknya melalui
placenta yang menghubungkan induk dengan anaknya yang ada didalam
kandungan. Misalnya, pada beberapa jenis mamamlia.

b) Hewan Ovipar (Bertelur dan beranak), Perkembangbiakan secara ovipar terjadi
jika embrio berkembang didalam telur, misalnya pada jenis burung.

c) Hewan ovivivipar (Bertelur dan beranak),Perkembangan ovvivipar terjadi jika
embrio berkembang didalam telur yang diinubasi dalam tubuh induknya dengan
sumber nutrisi berasal dari telur. Misalnya pada beberapa jenis kadal.

19. Organ reproduksi pada hewan diantaranya:
a) Pada pisces (ikan)
Jantan(testis,vas deferens, lubang urogenitalia)
Betina(ovarium,oviduk,lubangurogenitalia)
b) Pada amphibi
Jantan(testis, vas deferens dan kloaka)
Betina(ovarium,oviduk dan kloaka)
c) Pada Reptil
Jantan(testis,hemipenis,vas ferens,epididimis dan kloaka)
Betina(ovarium,oviduk,dan kloaka)
d) Pada aves
Jantan( testis,vas deferens,dan kloaka)
Betina(ovarium kiri,oviduk dan kloaka)
e) Pada mamalia
Jantan(penis,vas deferens,testis dan anus)
Betina(ovarium,oviduk,uterus dan anus)

20. Teknologi reproduksi pada hewan ada dua yaitu cloning dan inseminasi buatan.
21. Kemampuan untuk mempertahankan diri dari predator atau pemangsa maupun dari

perubahan lingkungan. Jika makhluk hidup tidak dapat mempertahankan diri maka proses
reproduksi dapat berlangsung dan makhluk hidup dapat punah. Pertahanan diri ini
berkaitan dengan kemampuan adaptasi pada makhluk hidup.
22. Adaptasi yang dilakukan oleh hewan dapat berupa adaptasi untuk memperoleh
energi, adaptasi fisik dan adaptasi tingkah laku.
23. Tumbuhan juga melakukan adaptasi. Adaptasi dilakukan agar tumbuhan dapat bertahan
hidup di daratan. Adaptasi yang dilakukan ialah berupa perlindungan dan penyokong,
substansi tambahan pada dinding sel, dan adaptasi pada reproduksi.
24. Di alam terdapat hubungan mangsa dan predator. Umumnya predator bergantung pada
warna dan bentuk tubuh mangsa dalam mengenali mangsanya. Keberadaan mangsa

53

yang tidak mencolok cenderung menyulitkan predator untuk menangkapnya. Ada
hewan-hewan yang menjadi sedikit jumlahnya karena tidak mampu mempertahankan diri
dari predator serta tidak dapat melakukan reproduksi. Ada pula hewan yang tetap hidup
karena mampu bertahan dari serangan predator
25. Perubahan materi genetik dapat berdampak pada perubahan karakter atau sifat dari suatu makhluk
hidup. Perubahan karakter yang terjadi dapat diturunkan pada keturunannya. Jika perubahan
materi genetik menyebabkan individu tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap habitat baru
ataupun terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan habitatnya maka dapat dikatakan
individu tersebut dapat beradaptasi.

54

REFEREFNSI

Diah Aryulina dkk (2004), Biologi SMA, untuk kelas XI Penerbit Erlangga:
Jakarta.
Poppy, K.Devi, dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Alam SMP 1A. Bandung:
Rosda.
http://www.slideshare.net/fpa_faiz/bab-10-sistem-reproduksi
https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=12&i
dmateri=9 6&lvl1=4&lvl2=1&lvl3=0&kl=10

55


Click to View FlipBook Version