Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi
E-BOOK PANDUAN
KELENGKAPAN
PERTANGGUNGJAWABAN
BIAYA PERJALANAN DINAS
UNTUK PEGAWAI DI
LINGKUNGAN DIREKTORAT
PROMOSI DAN PEMASARAN
PRODUK UNGGULAN DESA,
DAERAH TERTINGGAL DAN
TRANSMIGRASI
Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, karunia dan rahmat sehingga
penulis dapat menyelesaikan aktualisasi yang berjudul “Pembuatan E-book Panduan
Kelengkapan Pertanggungjawaban Biaya Perjalanan Dinas untuk Pegawai di Lingkungan
Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi”
dengan baik. Penulis membuat e-book ini dengan harapan dapat memudahkan pegawai dalam
mengetahui perubahan-perubahan kelengkapan bukti pertanggungjawaban biaya Perjalanan
Dinas secara up to date yang akan terus dikembangkan dan diperbaharui mengikuti perubahan
peraturan dari BPK sehingga dapat mempercepat sharing knowledge melalui link e-book yang
dapat diakses bersama. Diharapkan kedepannya pertanggungjawaban biaya Perjalanan Dinas
(SPJ) yang disampaikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan (akuntabilitas) sehingga
dapat meminimalisir temuan-temuan BPK. Pembuatan e-book ini tidak terlepas dari bimbingan
maupun dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada:
1. Ibu Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan
Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
2. Bapak Drs. Syahrul, M.Si selaku Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa,
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
ii
Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi
KATA PENGANTAR
1. Ibu Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan
3. Bapak Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si selaku Kepala Pusat Pelatihan Pegawai ASN,
2. Bapak Drs. Syahrul, M.Si selaku Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa,
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
4. Bapak Drs. Priyono M.Sc selaku Fasilitator Agenda 1 yang telah memberikan pemahaman
yang bermanfaat dalam latsar hari pertama sampai hari ketiga
5. Ibu Dra. Nora Ekaliana Hanafie, M.M selaku Fasilitator sekaligus Coach yang senantiasa
memberikan masukan dan bimbingan kepada kelompok IV Angkatan XXIX
6. Bapak Ardia Jaka Bustami, S.T selaku Mentor yang selalu memberikan arahan, masukan, dan
dukungan dalam pembuatan e-book ini
7. Seluruh staf Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi yang senantiasa membantu dan memberi dukungan kepada penulis
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan e-book ini masih memerlukan banyak
pengembangan dan masukan yang membangun. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Semoga e-book ini dapat memberikan manfaat
bagi para pembaca dan semua pihak, terkhususnya pada Direktorat Promosi dan Pemasaran
Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
ii Kata Pengantar
iv Daftar Isi
vi Dasar Hukum
1 Pengertian Istilah
3 Alur dan Mekanisme Perjalanan Dinas
7 Kelengkapan Perjalanan Dinas yang Perlu Disiapkan
Sebelum Keberangkatan
8 Kelengkapan Bukti Perjalanan Dinas yang Perlu Disiapkan
Sebelum Kepulangan
9 Kelengkapan Perjalanan Dinas yang Perlu Disiapkan
Untuk Pertanggungjawaban SPJ
10 Prinsip Perjalanan Dinas
11 Jenis Pelaksanaan Perjalanan Dinas
12 Penggolongan Perjalanan Dinas Jabatan
13 Surat Tugas Perjalanan Dinas
14 Komponen-Komponen Perjalanan Dinas Jabatan/Biasa
iv
DAFTAR ISI
29 Tingkatan Biaya Perjalanan Dinas Jabatan
30 Pelaksanaan dan Prosedur Pembayaran Perjalanan Dinas
33 Tambahan dan Kelebihan Hari pada Perjalanan Dinas Jabatan
atau Biasa
34 Pembatalan Pelaksanaan Perjalanan Dinas Jabatan/Biasa
36 Jenis Paket Kegiatan Rapat atau Pertemuan di Luar Kantor
Menurut Lama Penyelenggaraan
37 Biaya Paket Kegiatan Rapat atau Pertemuan di Luar Kantor
38 Uang Harian dan Penginapan Kegiatan Rapat atau Pertemuan
di Luar Kantor
39 Biaya Perjalanan Dinas Jabatan dalam Rangka Mengikuti Rapat,
Seminar, dan Sejenisnya
42 Ketentuan Kelengkapan Pertanggungjawaban Biaya Perjalanan
Dinas Jabatan (SPJ)
v
DASAR HUKUM
1. PMK No. 113/PMK.05/2012 Tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri
Bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap
2. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan
Anggaran di Lingkungan Kemendes, PDTT
3. Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Harga Satuan
Regional
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.02/2020 Tentang
Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2021
5. Pedoman terkait Pelaksanaan Anggaran Perjalanan Dinas pada
Nota Dinas 62/KU.01.01/VI/2021 tanggal 09 Juni 2021
6. Draft Surat Edaran Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Perjalanan
Dinas Di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal, Dan Transmigrasi 07 Juli 2021
Dasar Hukum:
http://tiny.cc/PeraturanPerjalananDinas
vi
DISCLAIMER!!
ISI DARI E-BOOK INI DAPAT BERUBAH SEWAKTU-WAKTU
MENGIKUTI KETENTUAN HUKUM DAN PERATURAN
YANG BERLAKU
Dasar Hukum:
http://tiny.cc/PeraturanPerjalananDinas
vii
PENGERTIAN ISTILAH
1. Perjalanan Dinas Dalam Negeri yang selanjutnya disebut
Perjalanan Dinas adalah perjalanan ke luar tempat kedudukan
yang dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia untuk
kepentingan negara.
2. Perjalanan Dinas Jabatan (Perjalanan Dinas biasa) adalah
Perjalanan Dinas melewati batas Kota dan/atau dalam Kota dari
tempat kedudukan ke tempat yang dituju, melaksanakan tugas,
dan kembali ke tempat kedudukan semula di dalam negeri.
3. Perjalanan Dinas Pindah adalah Perjalanan Dinas dari tempat
kedudukan yang lama ke tempat kedudukan yang baru
berdasarkan surat keputusan pindah.
4. Tempat Kedudukan adalah lokasi kantor/satuan kerja.
5. Lumpsum adalah suatu jumlah uang yang telah dihitung terlebih
dahulu (pre-calculated amount) dan dibayarkan sekaligus.
6. Biaya Riil (at cost) adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan
bukti pengeluaran yang sah
7. Standar Biaya adalah satuan biaya yang ditetapkan sebagai
acuan penghitungan kebutuhan anggaran dalam Rencana Kerja
dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, baik berupa
Standar Biaya Masukan maupun Standar Biaya Keluaran.
1
PENGERTIAN ISTILAH
1. Perjalanan Dinas Dalam Negeri
2. Perjalanan Dinas Jabatan
3. Perjalanan Dinas Pindah
4. Pelaksana SPD adalah
5. Lumpsum adalah
6. Biaya Riil (at cost)
8. Biaya Perjalanan Dinas dibebankan pada Daftar Isian
7. Standar Biaya
Pelaksanaan Anggaran (DIPA) satuan kerja penerbit SPD.
9. Perhitungan Rampung adalah perhitungan biaya Perjalanan Dinas
yang dihitung sesuai kebutuhan riil berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
10. Surat Perjalanan Dinas yang selanjutnya disingkat SPD adalah
dokumen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen dalam
rangka pelaksanaan Perjalanan Dinas bagi Pejabat Negara,
Pegawai Negeri, Pegawai Tidak Tetap, dan Pihak Lain. (Aturan
lama = SPPD/Surat Perintah Perjalanan Dinas)
11. Pelaksana SPD adalah Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan
Pegawai Tidak Tetap yang melaksanakan Perjalanan Dinas.
2
Alur dan Mekanisme Perjalanan Dinas
2 4
TU mengajukan *Jika ditolak, maka
Surat Tugas direvisi
Surat Tugas sebagai kembali dengan
acuan pelaksanaan penggantian nama/
Perjalanan Dinas tanggal pelaksana
1 kepada Direktur 3 Perjalanan Dinas
(SPD)
Penanggungjawab Pengajuan Surat
kegiatan Tugas sebagai
mengajukan nota acuan pelaksanaan
dinas ke Direktur Perjalanan Dinas
dengan tembusan Tugas disetujui/
TU dan PPK ditolak oleh Direktur
3
Alur dan Mekanisme Perjalanan Dinas
8
6 Pelaksana SPD
membuat Daftar
TU menyampaikan Nominatif untuk
Surat Tugas yang perkiraan estimasi
sudah disahkan biaya Perjalanan
oleh Direktur Dinas, kemudian PPK
kepada PPK dan melakukan
penanggungjawab pengecekan Daftar
5 kegiatan 7 Nominatif yang
dibuat
*Jika disetujui oleh PPK dan
Direktur, maka penanggungjawab
pengajuan Surat kegiatan
Tugas (SPT) berkoordinasi terkait
disahkan anggaran
Perjalanan Dinas
4
Alur dan Mekanisme Perjalanan Dinas
12
10 Pelaksana SPD
Pelaksana SPD menyampaikan
melakukan laporan Perjalanan
Perjalanan Dinas Dinas beserta
dengan membawa kelengkapan bukti
SPT dan SPD yang Perjalanan Dinas
9 sudah diprint 11 kepada PPK
Uang muka Pelaksana SPD
dibayarkan oleh membuat laporan
Bendahara secara Perjalanan Dinas
cashless sebesar dan disampaikan
70% kepada oleh Direktur
pelaksana SPD
5
Alur dan Mekanisme Perjalanan Dinas
14 16
PPK berwenang Kekurangan Uang
untuk menilai Perjalanan Dinas
kesesuaian dan sebesar 30%
kewajaran atas dibayarkan oleh
biaya‐biaya yang Bendahara secara
tercantum dalam cashless kepada
13 Daftar Pengeluaran 15 pelaksana SPD
Riil
PPK melakukan PPK mengesahkan
Perhitungan Bukti Pengeluaran Riil
Rampung seluruh dan menyampaikan
bukti pengeluaran kepada Bendahara
biaya Perjalanan Pengeluaran sebagai
Dinas dan pertanggungjawaban
disampaikan UP/LS/SPM/SP2D
kepada Bendahara Perjalanan Dinas
Pengeluaran
6
Kelengkapan Perjalanan Dinas yang Perlu
Disiapkan Sebelum Keberangkatan
1. Surat Tugas (SPT)
2. Daftar Nominatif
3. Dokumem/berkas pendukung perjalanan dinas lainnya
(contoh: kuesioner atau pedoman lain menyesuaikan
keperluan dinas)
4. SPPD (SPD) yang sudah diprint rangkap 3
5. Tes Covid-19 sebelum keberangkatan
Simpan bukti hasil tes Swab/PCR Sars-Cov19
Simpan bukti kuitansi tes Swab/PCR Sars-Cov19
6. Tiket Pesawat
Simpan bukti e-ticket & boarding pass (pergi)
Simpan bukti pembayaran tiket pesawat
7. Transport kedudukan bandara
Simpan bukti pemesanan taksi/gocar
Simpan bukti damri
Simpan bukti pembelian bensin, tol
dll
Contoh Format Kelengkapan Berkas
Perjalanan Dinas:
http://tiny.cc/KelengkapanBerkasPerjadin
7
Kelengkapan Bukti Perjalanan Dinas yang Perlu
Disiapkan Sebelum Kepulangan
1. SPPD (SPD) yang sudah dicap rangkap 3
2. Sewa kendaraan (*jika menyewa)
Foto Timestamp bersama kendaraan dengan ketentuan terlihat nomor plat mobil,
sopir, dan yang bersangkutan melakukan perjalanan dinas (pelaksana SPD)
Kuitansi yang berlogo rental kendaraan/kuitansi dengan cap yang disertai dengan
surat pernyataan
Contact person pemilik sewa kendaraan
Foto SIM, STNK pengemudi
Foto NPWP perusahaan / *jika sewa kendaraan merupakan perusahaan perseorangan
boleh menggunakan NPWP pemilik rental mobil
3. Bukti penginapan
Kuitansi hotel
*Jika menginap pada rumah keluarga/rekanan maka wajib melampirkan foto
timestamp dengan ketentuan terlihat wajah, rumah, dan pemilik rumah
fotocopy identitas/KTP pemilik rumah
nomor telepon pemilik rumah
4. Tiket Pesawat
Simpan bukti e-ticket & boarding pass (pulang)
Simpan bukti pembayaran tiket pesawat
5. Tes Covid-19 sebelum kepulangan
Simpan bukti hasil tes Swab/PCR Sars-Cov19
Simpan bukti kuitansi tes Swab/PCR Sars-Cov19
8
Kelengkapan Perjalanan Dinas yang Perlu Disiapkan
untuk Pertanggungjawaban SPJ
1. Surat Tugas (SPT)
2. Daftar Nominatif
3. Laporan Perjalanan Dinas
4. SPPD (SPD) yang sudah dicap rangkap 3
5. Tes Covid-19 Pulang dan Pergi
6. Tiket Pesawat Pulang dan Pergi
7. 8. Transport kedudukan bandara
Bukti Penginapan
1. Surat Tugas (SPT) 9. Sewa kendaraan (*jika menyewa)
2. Daftar Nominatif Foto Timestamp bersama kendaraan
3. Laporan Perjalanan Dinas dengan ketentuan terlihat nomor
4. SPPD (SPD) yang sudah dicap rangkap 3 plat mobil, sopir, dan yang
5. Tes Covid-19 Pulang dan Pergi bersangkutan melakukan perjalanan
Bukti hasil tes Swab/PCR Sars-Cov19 dinas (pelaksana SPD)
Bukti kuitansi tes Swab/PCR Sars-Cov19 Kuitansi yang berlogo sewa
6. Transport kedudukan bandara kendaraan / *kuitansi dengan cap
Bukti pemesanan taksi/gocar/damri yang dilengkapi surat pernyataan
Bukti pembelian bensin, tol Foto SIM pengemudi
7. Tiket Pesawat Pulang dan Pergi Foto STNK pengemudi
Bukti e-ticket & boarding pass Foto NPWP perusahaan / *jika sewa
Bukti pembayaran tiket pesawat kendaraan merupakan perusahaan
8. Bukti penginapan perseorangan boleh menggunakan
Kuitansi hotel NPWP pemilik sewa kendaraan
*Jika menginap pada rumah keluarga/rekanan Contact person pemilik sewa
maka wajib melampirkan foto timestamp kendaraan
dengan ketentuan terlihat wajah, rumah, dan 10. Daftar Pengeluaran riil
pemilik rumah 11. Kuitansi Rampung
fotocopy identitas/KTP pemilik rumah 12. SPTJM / Surat Pertanggungjawaban Riil
nomor telepon pemilik rumah Perjalana Dinas
9
PRINSIP PERJALANAN DINAS
selektif, yaitu hanya untuk kepentingan yang
sangat tinggi dan prioritas yang berkaitan
dengan penyelenggaraan pemerintahan
ketersediaan anggaran dan kesesuaian
dengan pencapaian kinerja Kementerian
Negara/Lembaga
efisiensi penggunaan belanja negara
akuntabilitas pemberian perintah pelaksanaan
Perjalanan Dinas dan pembebanan biaya
Perjalanan Dinas
10
PERJALANAN DINAS DILAKUKAN DALAM
RANGKA
1. Pelaksanaan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan;
2. Mengikuti rapat, seminar, dan sejenisnya;
3. Pengumandahan (Detasering)/penugasan sementara waktu;
4. Menempuh ujian dinas/ujian jabatan;
5. Menghadap Majelis Penguji Kesehatan Pegawai Negeri atau
menghadap seorang dokter penguji kesehatan yang ditunjuk,
untuk mendapatkan surat keterangan dokter tentang
kesehatannya guna kepentingan jabatan;
6. Memperoleh pengobatan berdasarkan surat keterangan dokter
karena mendapat cedera pada waktu/karena melakukan tugas;
7. Mendapatkan pengobatan berdasarkan keputusan Majelis
Penguji Kesehatan Pegawai Negeri;
8. Mengikuti pendidikan setara Diploma/S1/S2/S3;
9. Mengikuti pendidikan dan pelatihan;
10. Menjemput/mengantarkan ke tempat pemakaman jenazah
Pejabat Negara/Pegawai Negeri yang meninggal dunia dalam
melakukan Perjalanan Dinas; atau menjemput/mengantarkan
ke tempat pemakaman jenazah Pejabat Negara/Pegawai
Negeri yang meninggal dunia dari Tempat Kedudukan yang
terakhir ke Kota tempat pemakaman.
11
PENGGOLONGAN PERJALANAN DINAS JABATAN
1. Perjalanan Dinas Jabatan yang melewati
batas Kota; (Contoh melewati batas kota
: Provinsi DKI Jakarta meliputi kesatuan
wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur,
Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta
Selatan)
2. Perjalanan Dinas Jabatan yang
dilaksanakan di dalam Kota. (Dengan
ketentuan : Perjalanan Dinas Jabatan
yang dilaksanakan sampai dengan 8
(delapan) jam atau lebih dari 8
(delapan) jam)
12
SURAT TUGAS PERJALANAN DINAS
1. Perjalanan Dinas oleh pelaksana SPD dilakukan sesuai perintah
atasan Pelaksana SPD yang tertuang dalam Surat Tugas/ SPT
(diterbitkan oleh kepala satuan kerja, atasan langsung kepala
satuan kerja, Pejabat Eselon II, Menteri/Pimpinan Lembaga/Pejabat
Eselon I dan pejabat yang didelegasikan untuk memberikan
wewenang Surat Tugas)
2. Surat Tugas paling sedikit mencantumkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pemberi tugas;
b. Pelaksana tugas;
c. Waktu pelaksanaan tugas; dan
d. Tempat pelaksanaan tugas.
3. Surat Tugas tersebut menjadi dasar penerbitan SPD (SPPD)
4. Dalam penerbitan SPD (SPPD), PPK berwenang untuk menetapkan
tingkat biaya Perjalanan Dinas dan alat transpor yang digunakan
untuk melaksanakan Perjalanan Dinas Jabatan yang bersangkutan
dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan Perjalanan Dinas
tersebut.
5. Perjalanan Dinas Jabatan di dalam Kota yang dilaksanakan
sampai dengan 8 (delapan) jam dapat dilakukan tanpa penerbitan
SPD (SPPD) dan pembebanan biaya Perjalanan Dinas tersebut
dicantumkan dalam Surat Tugas
13
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
1. Uang Makan
Terdiri dari uang makan, uang transport lokal, dan uang saku.
Dibayarkan secara lumpsum dan merupakan batas tertinggi
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor
119/PMK.02/2020 mengenai Standar Biaya Masukan T.A. 2021
dikalikan sesuai jumlah hari yang tercantum dalam surat tugas.
Uang makan diberikan kepada pelaksana SPD apabila
melakukan Perjalanan Dinas lebih dari 8 (delapan) jam. Apabila
kurang dari 8 (delapan) jam, maka hanya dapat diberikan uang
transportasi lokal.
*Apabila pelaksana SPD sudah mendapat uang harian dari
Perjalanan Dinas maka pelaksana SPD tidak diperbolehkan
mengisi presensi/daftar hadir di kantor pada tanggal
pelaksanaan SPD karena dapat menjadi temuan pada uang
makan yang ganda.
14
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
2. Biaya Transportasi
Biaya Transportasi Lokal/Taksi
Terdiri atas:
biaya perjalanan dinas dari tempat kedudukan (Kantor)
sampai tempat tujuan keberangkatan dan kepulangan
(termasuk biaya ke terminal bus/ stasiun/ bandara/
pelabuhan keberangkatan)
biaya retribusi yang dipungut di terminal bus/ stasiun/
bandara/ pelabuhan keberangkatan dan kepulangan.
*Biaya transportasi taksi di Jakarta ini dapat berlaku
dengan syarat diberikan kepada pegawai yang tidak
memperoleh uang BBM/per bulan.
15
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
Biaya Transportasi Lokal/Taksi (Lanjutan)
Transport kedudukan yaitu biaya transport dari tempat
kedudukan ke bandara dan sebaliknya, harus menggunakan
bukti pertanggungjawaban yang dapat dibuktikan (Tiket
Damri/Bukti Taksi Online/Struk Pembelian Bensin/Tol)
Transport Perjalanan Dinas Jabodetabek yaitu biaya
transport dari tempat kedudukan ke lokasi yang dituju dan
sebaliknya, harus menggunakan bukti pertanggungjawaban
yang dapat dibuktikan (Tiket Damri/Bukti Taksi Online/Struk
Pembelian Bensin/Tol)
16
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
Biaya Transportasi Lokal/Taksi (Lanjutan)
Satuan biaya taksi Perjalanan Dinas merupakan satuan biaya
yang digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya satu
kali perjalanan taksi dari kantor tempat kedudukan menuju
bandara/ pelabuhan/ terminal/ stasiun keberangkatan atau
dari bandara/ pelabuhan/ terminal/ stasiun kedatangan
menuju tempat tujuan dan sebaliknya
Dalam hal lokasi kantor kedudukan atau lokasi tujuan tidak
dapat dijangkau dengan taksi menuju atau dari bandara/
pelabuhan/ terminal/ stasiun, maka biaya transportasi
menggunakan satuan biaya transportasi darat
17
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
Biaya Transportasi Lokal/Taksi (Lanjutan)
Biaya transportasi lokal/taksi dari kantor tempat kedudukan
sampai tujuan keberangkatan dan kepulangan menggunakan
metode at cost (sesuai pengeluaran) dengan melampirkan
bukti pertanggungjawaban seperti tiket bus/kereta bandara,
bukti pembayaran transportasi online, atau pembelian BBM
dan tol dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran
menurut SBM. Maksud dari kepatutan adalah apabila jadwal
keberangkatan Perjalanan Dinas terlalu pagi atau malam,
maka pelaksana SPD diperbolehkan berangkat dari kediaman
masing-masing. Maksud dari kewajaran adalah dengan
berpedoman pada SBM. Dalam hal biaya yang dikeluarkan
melebihi SBM, maka kelebihan biaya tersebut akan
ditanggung oleh pelaksana SPD.
18
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
Biaya Transportasi Darat
a. Biaya transportasi darat dari tempat kedudukan di ibu
kota provinsi ke tempat tujuan di kabupaten/kota dalam
satu provinsi yang sama atau sebaliknya (contoh: dalam
Provinsi D.I.Yogyakarta ke Kabupaten Gunung Kidul, Kulon
Progo, Bantul, dll) menggunakan metode at cost dengan
batas maksimal SBM dan wajib melampirkan bukti
pertanggungjawaban seperti tiket, bukti pembayaran
transportasi online, pembelian BBM, dan tol dengan
memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
Satuan Biaya Transportasi Darat dari Ibukota Provinsi ke
Kabupaten/Kota dalam Provinsi Yang Sama (One Way)
terinci pada Tabel 2.4 Lampiran II Peraturan Presiden
Nomor 33 Tahun 2020.
19
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
Biaya Transportasi Darat (Lanjutan)
Khusus Biaya Transportasi Darat Dari DKI Jakarta Ke
Kabupaten/Kota Sekitar (One Way) terinci pada Tabel 2.5
Lampiran II Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020.
a. Biaya transportasi darat merupakan satuan biaya untuk
b. Biaya transportasi darat dari ibu kota provinsi ke tempat
tujuan di kabupaten/kota pada provinsi yang berbeda.
Misalnya disaat pandemi seperti ini, biaya transportasi
darat dapat diberikan kepada pegawai yang
melaksanakan perjalanan dinas di sekitaran Pulau Jawa
menggunakan kendaraan dinas/ operasional/ pribadi
dengan menggunakan metode at cost dengan batas
maksimal Standar Biaya Masukan dengan melampirkan
bukti pertanggungjawaban BBM dan tol dengan
memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
20
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
3. Biaya Penginapan
Dalam hal pegawai yang melaksanakan Perjalanan Dinas
menginap pada Hotel/penginapan lainnya, maka dibayarkan
secara rill dan berpedoman pada SBM.
*Berdasarkan draft Surat Edaran mengenai pedoman
Perjalanan Dinas : adanya perubahan pada cara pembayaran
biaya penginapan perjalanan dinas, dari sebelumnya diberikan
secara gelondongan (lumpsum) menjadi dihitung sesuai biaya
pengeluaran (at cost) sesuai dengan batas tinggi yang diatur
pada SBM. Perubahan tersebut diharapkan menunjang
pelaksanaan anggaran yang transparan dan akuntabel
21
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
3. Biaya Penginapan (Lanjutan)
Dalam hal pegawai yang melaksanakan Perjalanan Dinas tidak
menginap pada Hotel/penginapan lainnya, maka dibayarkan
30% dari tarif hotel di tempat tujuan (lumpsum) sesuai dengan
batasan tertinggi SBM.
*Berdasarkan Nota Dinas mengenai pedoman terkait
Pelaksanaan Anggaran Perjalanan Dinas 09 Juni 2021 : Dalam
hal pegawai yang melaksanakan Perjalanan Dinas tidak
menginap pada hotel/penginapan lainnya, namun menginap
pada rumah keluarga/kenalan, pegawai tersebut wajib
melampirkan bukti pertanggungjawaban dokumentasi/foto
yang tertera waktu dan lokasi (foto timestamp dengan
ketentuan terlihat wajah, rumah, dan pemilik rumah),
identitas/KTP pemilik rumah dan nomor telepon pemilik rumah.
22
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
4. Biaya Tiket Pesawat
Satuan biaya tiket pesawat perjalanan dinas dalam negeri
adalah satuan biaya untuk pembelian tiket pesawat udara
pergi pulang (PP) dari bandara keberangkatan suatu kota ke
bandara kota tujuan dalam perencanaan anggaran. Satuan
biaya tiket termasuk biaya asuransi, tidak termasuk airport tax
dan biaya retribusi lainnya. Dalam pelaksanaan anggaran,
satuan biaya tiket perjalanan dinas dalam negeri
menggunakan metode at cost (sesuai pengeluaran) dengan
berpedoman pada SBM.
*Perjalanan dinas yang menggunakan transportasi
udara/pesawat dengan kelas bisnis hanya diperuntukan
kepada Menteri, Wakil Menteri dan Pejabat Pimpinan Tinggi
Madya.
23
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
5. Uang Representasi
Uang representasi dibayarkan secara lumpsum dan merupakan
batas tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Keuangan mengenai SBM (Standar Biaya Masukan). Uang
representasi hanya diberikan kepada Pejabat Negara, Pejabat
Eselon I, dan Pejabat Eselon II selama melakukan perjalanan
dinas biasa yang besifat tugas dan fungsi, untuk perjalanan
dinas yang bersifat fullboard tidak diberikan uang representasi.
Uang representasi perjalanan dinas diberikan sebagai
pengganti atas pengeluaran tambahan dalam kedudukan
sebagai pejabat negara, pejabat eselon I, dan pejabat eselon II
dalam rangka perjalanan dinas, seperti biaya tips porter, tips
pengemudi, dan lain-lain
24
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
6. Sewa Kendaraan
Sewa kendaraan dalam Kota dibayarkan secara rill dan
berpedoman pada SBM. Sewa kendaraan dalam kota
diberikan kepada Pejabat Negara untuk keperluan
pelaksanaan tugas di Tempat Tujuan. Biaya sewa kendaraan
dalam kota sudah termasuk biaya untuk pengemudi, bahan
bakar minyak, dan pajak.
*Biaya sewa kendaraan dapat diajukan apabila
kegiatannya merupakan kegiatan dengan mobilitas tinggi
atau perpindahan dari provinsi ke kabupaten/ kabupaten ke
kabupaten lainnya.
25
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
6. Sewa Kendaraan (Lanjutan)
Dalam rangka mendampingi pimpinan, pendamping dapat
mengajukan sewa kendaraan apabila pada Perjalanan Dinas
tersebut dilakukan mobilitas yang tinggi. Pegawai yang
melakukan Perjalanan Dinas dalam rangka mendampingi
pimpinan menghadiri pertemuan/rapat maka akan dikenakan
Perjalanan Dinas dalam rangka fullboard/fullday
Namun dalam draft Surat Edaran terkait Perjalanan Dinas
dicoba untuk mengakomodir sewa kendaraan oleh
koordinator, subkoordinator dan staf maupun tim yang
menjalankan kegiatan perjalanan dinas dengan syarat
mobilitas di tempat tujuan tinggi dengan memperhatikan
kepatutan dan kewajaran
26
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
6. Sewa Kendaraan (Lanjutan)
Hal yang harus diperhatikan dalam ketentuan sewa
kendaraan adalah minimal waktu sewa kendaraan yaitu 12
jam per hari (BPK memeriksa dengan menghitung waktu,
untuk itu mohon diperhatikan jam sewa kendaraan apakah 6
jam 10 jam atau 12 jam). Sewa kendaraan ke luar provinsi
menggunakan metode at cost dengan melampirkan
kelengkapan bukti kuitansi yang berlogo rental kendaraan,
sehingga jika dilakukan pemeriksaan dapat diminimalisir
terjadinya temuan BPK.
27
KOMPONEN-KOMPONEN PERJALANAN DINAS
JABATAN/BIASA
7. Biaya Tes Covid-19
Dalam situasi pandemi saat ini, pelaksana SPD atau pegawai
yang melakukan Perjalanan Dinas wajib untuk menyerahkan
bukti tes covid-19 dengan melampirkan hasil dan kuitansi asli
yang disertai Kop Surat dan/atau stempel.
28
Tingkatan Biaya Perjalanan Dinas Jabatan
1. Tingkat A untuk Menteri, Wakil Menteri, Pejabat setingkat Menteri, Pejabat
Eselon I, serta Pejabat lainnya yang setara
2. Tingkat B untuk Pejabat Negara Lainnya, Pejabat Eselon II, dan Pejabat
Lainnya yang setara
3. Tingkat C untuk Pejabat Eselon III/PNS Golongan IV, Pejabat Eselon IV/PNS
Golongan III, PNS Golongan II dan Golongan I.
29
Pelaksanaan dan Prosedur Pembayaran
Perjalanan Dinas
1. Pengajuan pembayaran perjalanan dinas, dapat dilakukan dengan 2
(dua) metode, yaitu :
a. Pengajuan pembayaran langsung perjalanan dinas dimuka. Dapat
disampaikan maksimal 5 (lima) hari sebelum keberangkatan.
b. Pengajuan pembayaran langsung perjalanan dinas rampung. Dapat
disampaikan setelah pelaksanaan perjalanan dinas maksimal 5
(lima) hari sesudah pelaksanaan perjalanan dinas.
2. Pemberian uang muka berdasarkan persetujuan pemberian uang muka
dari PPK dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
a. Surat Tugas
b. fotokopi SPD
c. kuitansi tanda terima uang muka
d. rincian perkiraan biaya Perjalanan Dinas (daftar nominatif)
3. Pembayaran perjalanan dinas menggunakan prinsip cash less
30
Pelaksanaan dan Prosedur Pembayaran
Perjalanan Dinas
1. Pemberian uang muka berdasarkan persetujuan pemberian
2. j
3. h
4. Pembayaran biaya Perjalanan Dinas Jabatan dengan mekanisme LS
dilakukan melalui transfer dari Kas Negara ke rekening Bendahara
Pengeluaran, pihak ketiga atau Pelaksana SPD
5. Bendahara Pengeluaran akan membayar/memberikan uang muka
kepada pelaksana SPD sebesar 70% terlebih dahulu, sedangkan
sisanya sebesar 30% akan diberikan setelah pegawai melaporkan
SPJ/pertanggungjawaban biaya Perjalanan Dinas secara lengkap
kepada PPK
6. Pembayaran dapat disampaikan maksimal 5 hari sebelum
keberangkatan dan SPJ/pertanggungjawaban biaya Perjalanan Dinas
disampaikan maksimal 5 hari setelah pelaksanaan Perjalanan Dinas
7. Untuk Pengajuan/pencairan LS Perjalanan Dinas dimuka, dapat
diajukan maksimal 2 minggu sebelum pelaksanaan Perjalanan Dinas
31
Pelaksanaan dan Prosedur Pembayaran
Perjalanan Dinas
1. Pemberian uang muka berdasarkan persetujuan pemberian
2. j
3. h
4. Pembayaran biaya Perjalanan Dinas Jabatan dengan
5. Bendahara Pengeluaran akan membayar/memberikan uang
6. Pembayaran dapat disampaikan maksimal 5 hari sebelum
7. Untuk Pengajuan/pencairan LS Perjalanan Dinas dimuka, dapat
8. Dalam hal biaya Perjalanan Dinas Jabatan yang dibayarkan kepada
Pelaksana SPD melebihi biaya berjalanan Dinas Jabatan yang
seharusnya dipertanggungjawabkan, kelebihan biaya Perjalanan Dinas
Jabatan tersebut harus disetor ke Kas Negara melalui PPK
9. Penyetoran kelebihan pembayaran dilakukan dengan:
10. Menggunakan Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) untuk
tahun anggaran berjalan; atau
11. Menggunakan Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) untuk tahun
anggaran lalu
12. Dalam hal biaya Perjalanan Dinas Jabatan yang dibayarkan kepada
Pelaksana SPD kurang dari yang seharusnya, dapat dimintakan
kekurangannya dan dapat dilakukan melalui mekanisme UP atau LS
32
Tambahan dan Kelebihan Hari pada
Perjalanan Dinas Jabatan/Biasa
1. Dalam hal jumlah hari Perjalanan Dinas melebihi jumlah hari
yang ditetapkan dalam Surat Tugas atau SPD dan tidak
disebabkan oleh tambahan dan kelebihan hari kesalahan/
kelalaian Pelaksana SPD dapat diberikan tambahan uang
harian.
2. Tambahan uang harian dapat diajukan kepada PPK untuk
mendapat persetujuan dengan melampirkan dokumen berupa:
a. surat keterangan kesalahan/kelalaian dari Syahbandar/
Kepala Bandara/Penyedia Jasa Transportasi lainnya
b. surat keterangan perpanjangan tugas dari pemberi tugas
3. Dalam hal jumlah hari Perjalanan Dinas kurang dari jumlah
hari yang ditetapkan dalam SPD, Pelaksana SPD harus
mengembalikan kelebihan uang harian, biaya penginapan,
uang representasi, dan sewa kendaraan dalam Kota yang
telah diterimanya kepada PPK.
33
Pembatalan pelaksanaan Perjalanan
Dinas Jabatan/Biasa
1. Dalam hal terjadi pembatalan pelaksanaan
Perjalanan Dinas Jabatan, biaya pembatalan
dapat dibebankan pada DIPA satuan kerja
berkenaan.
2. Biaya pembatalan yang dapat dibebankan pada
DIPA satuan kerja sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) pada Permendes Nomor 12 Tahun 2016
meliputi:
a. Biaya pembatalan tiket transportasi atau biaya
penginapan
b. Sebagian atau seluruh biaya tiket transportasi
atau biaya penginapan yang tidak dapat
dikembalikan/ refund.
3. Dokumen yang harus dilampirkan dalam rangka
pembebanan biaya pembatalan meliputi:
a. Surat pernyataan pembatalan tugas perjalanan
dinas jabatan dari pejabat yang menerbitkan
surat tugas, yang dibuat sesuai format
sebagaimana tercantum dalam lampiran XV
pada Permendes Nomor 12 Tahun 2016
34
Pembatalan pelaksanaan Perjalanan
Dinas Jabatan/Biasa
1. Dalam hal terjadi pembatalan pelaksanaan Perjalanan Dinas
2. Biaya pembatalan yang dapat dibebankan pada DIPA satuan
3. Dokumen yang harus dilampirkan dalam rangka pembebanan biaya pembatalan meliputi:
a. Surat pernyataan pembatalan tugas perjalanan
b. Dalam hal Perjalanan Dinas Jabatan atas dasar
undangan dari pihak lain, surat pernyataan
pembatalan tugas perjalanan dinas jabatan
dilampiri dengan surat undangan atau surat
pemberitahuan pembatalan dari pihak
pengundang
c. Surat pernyataan pembebanan biaya pembatalan
perjalanan dinas jabatan yang ditandatangani
oleh PPK, yang dibuat sesuai format sebagaimana
tercantum dalam lampiran XXI pada Permendes
Nomor 12 Tahun 2016
d. Pernyataan/ tanda bukti besaran biaya
transportasi dan/atau biaya penginapan dari
perusahaan jasa transportasi dan/ atau
penginapan yang disahkan oleh PPK
35
Jenis Kegiatan Rapat atau Pertemuan
di Luar Kantor Menurut Lama Penyelenggaraan
1 Paket Fullboard 2 Paket Halfday
(minimal 5 jam
(sehari penuh dan
tanpa menginap)
menginap)
3 Paket Fullday 4 Paket Residence
(minimal 8 jam
(minimal 12 jam
tanpa menginap)
tanpa menginap)
36
Biaya Paket Kegiatan Rapat atau Pertemuan di Luar
Kantor
Digunakan untuk perencanaan kebutuhan biaya kegiatan rapat atau
pertemuan yang diselenggarakan di luar kantor dalam rangka
penyelesaian pekerjaan yang perlu dilakukan secara intensif dan
bersifat koordinatif yang paling sedikit melibatkan peserta dari luar
satuan kerja perangkat daerah atau masyarakat
Dengan kriteria : melibatkan Pejabat Negara, penting dan mendesak,
serta tidak tersedia atau tidak memadai ruang
37
Uang Harian dan Penginapan Kegiatan Rapat atau
Pertemuan di Luar Kantor
Uang Harian Kegiatan Rapat/ Pertemuan di Luar Kantor merupakan
satuan biaya yang digunakan untuk pengalokasian uang harian
kegiatan fullboard, kegiatan residence, kegiatan fullday, atau kegiatan
halfday. Terinci pada Tabel 1.7 pada Lampiran I Peraturan Presiden
Nomor 33 Tahun 2020.
Biaya Penginapan Kegiatan Rapat/ Pertemuan di Luar Kantor dapat
dialokasikan biaya penginapan dan uang harian perjalanan dinas
sesuai ketentuan yang berlaku, untuk 1 (satu) hari sebelum dan/ atau 1
(satu) hari sesudah pelaksanaan kegiatan kepada:
Panitia (karena faktor transportasi dan/ atau guna mempersiapkan
pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian pertanggungjawaban)
Peserta (karena faktor transportasi) yang memerlukan waktu
tambahan untuk berangkat/pulang di luar waktu pelaksanaan
kegiatan
38
Biaya Perjalanan Dinas Jabatan dalam Rangka
Mengikuti Rapat, Seminar, dan Sejenisnya
1. Dilaksanakan dengan biaya Perjalanan Dinas Jabatan
yang ditanggung oleh panitia penyelenggara
2. Dalam hal tidak ditanggung oleh panitia penyelenggara,
maka biaya Perjalanan Dinas Jabatan dimaksud
dibebankan pada DIPA satuan kerja Pelaksana SPD.
Biaya Perjalanan Dinas yang akan dibayarkan kepada
yang melaksanakan Perjalanan Dinas akan disamakan
dengan biaya Perjalanan Dinas menurut perhitungan
panitia penyelenggara
3. Panitia penyelenggara menyampaikan pemberitahuan
mengenai pembebanan biaya Perjalanan Dinas Jabatan
ditanggung peserta atau panitia penyelenggara dalam
surat/undangan mengikuti rapat, seminar, dan
sejenisnya
39
Biaya Perjalanan Dinas Jabatan dalam Rangka
Mengikuti Rapat, Seminar, dan Sejenisnya
1. Dilaksanakan dengan biaya Perjalanan Dinas Jabatan
2. Dalam hal tidak ditanggung oleh panitia penyelenggara,
3. Panitia penyelenggara menyampaikan pemberitahuan
4. Biaya transpor kepulangan Pelaksana SPD dalam rangka
mengikuti rapat, seminar, dan sejenisnya dibayarkan sesuai
tarif yang berlaku dan dapat mengacu pada bukti biaya
transpor yang disampaikan pada saat kedatangan
5. Dalam hal Perjalanan Dinas Jabatan dilakukan secara
bersama-sama untuk melaksanakan suatu kegiatan rapat,
seminar, dan sejenisnya, seluruh Pelaksana SPD dapat
menginap pada hotel/penginapan yang sama.
6. Jika dalam hal biaya penginapan pada hotel/penginapan
yang sama lebih tinggi dari satuan biaya hotel/penginapan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
mengenai Standar Biaya Masukan, maka Pelaksana SPD
menggunakan fasilitas kamar dengan biaya terendah pada
hotel/penginapan dimaksud. Dengan tetap memperhatikan
kepatutan dan kewajaran.
40
Biaya Perjalanan Dinas Jabatan dalam Rangka
Mengikuti Rapat, Seminar, dan Sejenisnya
1. Dilaksanakan dengan biaya Perjalanan Dinas Jabatan
2. Dalam hal tidak ditanggung oleh panitia penyelenggara,
3. Panitia penyelenggara menyampaikan pemberitahuan
4. Biaya transpor kepulangan Pelaksana SPD dalam
5. Dalam hal Perjalanan Dinas Jabatan dilakukan secara
6. Jika dalam hal biaya penginapan pada hotel/penginapan
7. Dengan tetap memperhatikan kepatutan dan kewajaran,
sebagai contoh kasus: Jika staf atau pelaksana SPD
mendampingi rapat pimpinan, maka pegawai tersebut
berhak menginap di hotel yang sama dengan room rate
harga terendah dengan syarat harga kamar tersebut
sesuai dengan ketentuan SBM. Atau dalam hal lain
pimpinan tersebut membutuhkan staf pendamping untuk
mobilitasi tinggi dan tidak ada hotel terdekat lain yang
rate nya lebih rendah daripada kamar hotel tempat
pimpinan menginap. Namun apabila ada hotel lain yang
lebih rendah harganya/sesuai dengan batas tertinggi
menurut SBM dan hotel tersebut berada dekat dengan
hotel tempat pimpinan menginap maka staf tersebut
dianjurkan untuk memilih menginap pada hotel yang
lebih rendah harganya/sesuai dengan ketentuan SBM.
41
Ketentuan Kelengkapan Pertanggungjawaban Biaya
Perjalanan Dinas Jabatan (SPJ)
1. Surat Tugas yang sah dari atasan Pelaksana SPD
2. SPD yang telah ditandatangani oleh PPK dan pejabat di tempat
pelaksanaan Perjalanan Dinas atau pihak terkait yang menjadi
Tempat Tujuan Perjalanan Dinas
3. Daftar Pengeluaran Riil sesuai dengan format sebagaimana
tercantum dalam Lampiran IX pada PMK Nomor 113/PMK.05/2012
4. Hasil swab atau PCR tes Covid-19 beserta kuitansi asli yang disertai
Kop Surat dan/atau stempel
5. Tiket pesawat, boarding pass, airport tax, retribusi, dan bukti
pembayaran moda transportasi lainnya seperti bukti tiket damri/
struk taksi online/ struk pembelian bensin/ tol, dll (dilampirkan dalam
bentuk bukti pembayaran asli ditempel pada kertas A4).
Contoh Format Kelengkapan Berkas
Perjalanan Dinas:
http://tiny.cc/KelengkapanBerkasPerjadin
42
Ketentuan Kelengkapan Pertanggungjawaban Biaya
Perjalanan Dinas Jabatan (SPJ)
1. Surat Tugas yang sah dari atasan Pelaksana SPD
2. SPD yang telah ditandatangani oleh PPK dan pejabat di tempat
3. Daftar Pengeluaran Riil sesuai dengan format sebagaimana
4. Hasil swab atau PCR Covid-19 beserta kuitansi asli yang disertai Kop
5. Tiket pesawat, boarding pass, airport tax, retribusi, dan bukti
6. Bukti pembayaran yang sah untuk sewa kendaraan dalam Kota
berupa kuitansi atau bukti pembayaran lainnya yang dikeluarkan oleh
badan usaha yang bergerak di bidang jasa penyewaan kendaraan.
Dengan ketentuan:
a. Perjalanan Dinas ke luar Provinsi yang melalui perjalanan darat,
dapat menyewa kendaraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
(SBM). Wajib melampirkan bukti pertanggungjawaban sewa
kendaraan berupa:
kuitansi yang berlogo rental kendaraan
fotocopy STNK
fotocopy SIM pengemudi/sopir
fotocopy NPWP perusahaan rental/pengemudi
foto timestamp bersama kendaraan dengan ketentuan terlihat
nomor plat mobil, sopir, dan yang bersangkutan melakukan
perjalanan dinas (pelaksana SPD)
43