The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku dengan judul “Administrasi Pembangunan Kesehatan” ini adalah karya Dr. Muh. Ilyas Nur, SKM., M.Adm., M.Kes. staf pengajar STIK. Tamalatea Makassar yang memang berkompeten dalam bidang pembelajaran kependidikan, termasuk Mata kuliah Administrasi Pembanggunan Kesehatan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG, 2023-09-25 01:21:13

ADMINISTRASI PEMBANGUNAN KESEHATAN

Buku dengan judul “Administrasi Pembangunan Kesehatan” ini adalah karya Dr. Muh. Ilyas Nur, SKM., M.Adm., M.Kes. staf pengajar STIK. Tamalatea Makassar yang memang berkompeten dalam bidang pembelajaran kependidikan, termasuk Mata kuliah Administrasi Pembanggunan Kesehatan.

Keywords: Administrasi Pembangunan Kesehatan

92 7). Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan dengan membangun kerjasama dan kolaborasi dengan pusat-pusat unggulan baik yang bertaraf lokal atau dalam negeri maupun internasional. Penerapan berbagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek pembiayaan. 8). Peningkatan peran serta masyarakat dan organisasi profesi Peningkatan peran organisasi profesi terutama dalam pembinaan anggota sesuai dengan standar profesi dan peningkatan mutu sumber daya manusia. 9). Peningkatan kontrol sosial Peningkatan pengawasan dan kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan


93 kesehatan akan meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan mutu pelayanan. J. Sistem Dan Mekanisme Peningkatan Mutu Pelayanan Terus-Menerus Untuk memperkuat budaya organisasi, semua kegiatan harus menuju peningkatan mutu yang terus menerus. Untuk mewujudkan peningkatan mutu pelayanan terus menerus, pilar utamanya terdiri atas hal-hal berikut: 1. Visi manajemen dan komitmen Nilai organisasi dan komitmen dari semua level sangat diperlukan. 2. Tanggung jawab Agar setiap orang beranggung jawab, maka perlu standar yang kuat. 3. Pengukuran umpan balik Perlu dibuat sistem evaluasi sehingga dapat mengukur apakah kita mempunyai informasi yang cukup.


94 4. Pemecahan masalah dan proses perbaikan Ketepatan waktu, pengorganisasian sistem yang efektif untuk menyelesaikan keluhan, dan masalah sistem memerlukan proses perbaikan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan. 5. Komunikasi Perlu ada mekanisme komunikasi yang jelas. Jika tidak ada informasi, maka petugas atau staf merasa diabaikan dan tidak dihargai. 6. Pengembangan staf dan pelatihan Pengembangan staf dan pelatihan berhubengan dengan pengembangan sumber daya yang dapt mempengaruhi kemampuan organisasi dalam memberikan pelayanan. 7. Keterlibatan tim kesehatan Perlu ketrlibatan tim kesehatan agar mereka terlibat dan berperan serta dalam strategi organisasi.


95 8. Penghargaan dan pengakuan Sebagai bagian dari strategi, perlu memberikan penghargaan dan pengakuan kepada visi pelayanan dan nilai sehingga individu maupun tim mendapat insentif untuk melakukan pekerjaan dengan baik. 9. Keterlibatan dan pemberdayaan staf Staf yang terlibat adalah yang mempunyai keterikatan dan tanggung jawab. 10. Mengingatkan kembali dan pemberdayaan Petugas harus diingatkan tentang prioritas pelayanan yang harus diberikan. Mekanisme peningkatan mutu pelayanan menurut Trilogi Juran adalah sebagai berikut: 1. Quality Planning, meliputi: a) Menentukan pelanggan. b) Menentukan kebutuhan pelanggan. c) Mengembangkan gambaran produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan.


96 d) Mengembangkan proses yang mampu menghasilkan produk sesuai dengan gambaran produk. e) Mentrasfer rencana menjadi kebutuhan pelaksanaan. 2. Quality Control, meliputi: a) Mengevaluasi kinerja produk saat ini. b) Membandingkan kinerja sesungguhnya dengan tujuan produk c) Melaksanakan atau memperbaiki perbedaan. 3. Quality Improvement, meliputi: a) Mengembangkan infrastruktur. b) Mengidentifikasi proyek peningkatan mutu. c) Membentuk tim mutu. d) Menyiapkan tim dengan sumber daya dan pelatihan serta motivasi untuk mendiagnosis penyebab, menstimulasi perbaikan, dan mengembangkan pengawasan untuk mempertahankan peningkatan.


97 BAB VI SISTEM PELAYANAN KESEHATAN A. Definisi Sistem Pelayanan Kesehatan Menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmojo Pelayanan kesehatan adalah subsistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat. Menurut Dubois & Miley (2005 : 317), Sistem Pelayanan Kesehatan adalah upaya yang diselenggarakan sendiri/secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, atau masyarakat. Menurut Depkes RI (2009) pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yangdiselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untukmemelihara dan meningkatkan


98 kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat. Jadi, sesuai pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah promotif (memelihara dan meningkatkan kesehatan), preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan), dan rehabilitasi (pemulihan) kesehatan perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat. Yang dimaksud sub sistem disini adalah sub sistem dalam pelayanan kesehatan yaitu input, proses, output, dampak, umpan balik. Sistem pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam meningkatkan derajatkesehatan. Melalui system ini tujuan pembangunan kesehatan dapat tercapai dengan caraefektif, efisien dan tepat sasaran. Keberhasilan system pelayanan kesehatan tergantung dari berbagai komponen yang masuk


99 dalam pelayanan diantara perawat dokter atau tim kesehatanlain yang satu dengan yang lain saling menunjang. System ini akan memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang efektif dengan melihat nilai-nilai yang ada di masyarakat. Dalam pelayanan keperawatan yang merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan, para perawat diharapkan juga dapat memberikan layanan secara berkualitas. B. Teori Sistem Teori tentang sistem akan memudahkan dalam memecahkan persoalan yang adadalam system. System tersebut terdiri dari subsistem yang membentuk sebuah system yangantara satu dengan lainnya harus saling mempengaruhi. Dalam teori system disebutkan bahwa system itu terbentuk dari subsistem yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Bagian tersebut terdiri dari input, proses, output, dampak, umpan balik dan lingkungan yang kesemuanya saling berhubungan


100 dan saling mempengaruhi, sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: a. Input Merupakan subsistem yang memberikan segala masukan untuk berfungsinya sebuahsystem, seperti system pelayanan kesehatan, maka masukan dapat berupa potensi masyarakat,tenaga kesehatan , sarana kesehatan, dan lain lain b. Proses Suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengubah sebuah masukan untuk menjadikansebuah hasil yang diharapkan dari system tersebut, sebagaimana contoh dalam system pelayanan kesehatan, maka yang dimaksud proses adalah berbagai kegiatan dalam pelayanankesehatan feedback infut Proses output Dampak Lingkungan


101 c. Output Hasil yang diperoleh dari sebuah proses, dalam system pelayanan kesehatan hasilnyadapat berupa pelayanan kesehatan yang berkualitas, efektif dan efisien serta dapat dijangkauoleh seluruh lapisan masyarakat sehingga pasien sembuh dan sehat secara optimal. d. Dampak Merupakan akibat yang dihasilkan sebuah hasil dari system, yang terjadi relative lamawaktunya. Setelah hasil dicapai, sebagaimana dalam system pelayanan kesehatan, makadampaknya akan menjadikan masyarakat sehat dan mengurangi angka kesakitan dankematian karena pelayanan terjangkau oleh masyarakat. e. Umpan Balik Merupakan suatu hasil yang sekaligus menjadikan masukan dan ini terjadi dari sebuahsystem yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi.


102 Umpan balik dalam system pelayanan kesehatan dapat berupa kualitas tenaga kesehatan yang juga d apat menjadikan input yang selalu meningkat. f. Lingkungan Lingkungan disini adalah semua keadaan diluar system tetapi dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan sebagaimana dalam system kesehatan, lingkungan yang dimaksud dapat berupa lingkungan geografis, atau situasi kondisi social yang ada di masyarakat seperti instusi dari luar pelayanan kesehatan. C. Tingkat Pelayanan Kesehatan Melalui tingkat pelayanan kesehatan akan dapat diketahui kebutuhan dasar manusia tentang kesehatan. Menurut Leavel dan Carlk dalam memberikan pelayanan kesehatan harus memandang pada tingkat pelayanan kesehatan yang akan diberikan, diantara tingkat pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : 1) Promosi Kesehatan (Health Promotion)


103 Merupakan tingkat pertama dalam memberikan pelayanan melalui peningkatan kesehatan. Bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan agar masyarakat atau sasarannya tidak terjadi gangguan kesehatan. Tingkat pelayanan ini meliputi kebersihan perseorangan, perbaikan sanitasi lingkungan, layanan prenatal, layanan lansia, dan semua kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan status kesehatan. 2) Perlindungan Khusus (Spesific Protection) Perlindungan Khusus ini dilakukan dalam melindungi masyarakat dari bahaya yang akan menyebabkan penurunan status kesehatan, atau bentuk perlindungan terhadap penyakit-penyakit tertentu, ancaman kesehatan, yang termasuk dalam tingkat pelayanan kesehatan ini adalah pemberian imunisasi yang digunakan untuk perlindungan pada penyakit tertentu seperti imunisasi BCG, DPT, Hepatitis, campak, dan lain-lain. Pelayanan


104 perlindungan keselamatan kerja dimana pelayanan kesehatan yang diberikan kepada seseorang yang bekerja di tempat risiko kecelakaan tinggi seperti kerja dibagian produksi bahan kimia, bentuk perlindungan khusus berupa pelayanan pemakaian alat pelindung diri dan lain sebagainya. 3) Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment) Tingkat pelayanan kesehatan ini sudah masuk ke dalam tingkat dimulainya atau timbulnya gejala dari suatu penyakit. Tingkat pelayanan ini dilaksanakan dalam mencegah meluasnya penyakit yang lebih lanjut serta dampak dari timbulnya penyakit sehingga tidak terjadi penyebaran. Bentuk tingkat pelayanan kesehatani ni dapat berupa kegiatan dalam rangka survey pencarian kasus baik secara individu maupun masyarakat, survey penyaringan kasus serta pencegahan terhadap meluasnya kasus


105 4) Pembatasan Cacat (Disability Limitation) Dilakukan untuk mencegah agar pasien atau masyarakat tidak mengalami dampak kecacatan akibat penyakit yang ditimbulkan. Tingkat ini dilaksanakan pada kausatau penyakit yang mengalami potensi kecacatan. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan dapat berupa perawatan untuk menghentikan penyakit, mencegah komplikasi lebih lanjut, pemberian segala fasilitas untuk mengatasi kecacatan dan mncegah kematian. 5) Rehabilitas (Rehabilitation) Tingkat pelayanan ini dilaksanakan setelah pasien didiagnosis sembuh. Sering pada tahap ini dijumpai pada fase pemulihan terhadap kecacatan sebagaimana program latihan-latihan yang diberikan kepada pasien, kemudian memberikan fasilitas agar pasien memiliki keyakinan kembali atau gairah hidup kembali kemasyarakat dan


106 masyarakat mau menerima dengan senang hati karena kesadaranyang dimilikinya. D. Lembaga Pelayanan Kesehatan Lembaga pelayanan kesehatan merupakan tempat pemberian pelayanan kesehatan pada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesehatan. Tempat pelayanan kesehatan inisangat bervariasi berdasarkan tujuan pemberian pelayanan kesehatan. Tempat pelayanan kesehatan dapat berupa rawat jalan, imstitusi kesehatan, community based agency dan hospice. a. Rawat Jalan Lembaga pelayanan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan kesehatan padatingkat pelaksanaan diagnosis dan pengobatan pada penyakit akut atau mendadak dankronis yang dimungkinkan tidak terjadi rawat inap. Lembaga ini dapat dilaksanakan pada klinik-klinik


107 kesehatan seperti klinik dokter spesialis, klinik keperawatan spesialis dan lain-lain b. Institusi Merupakan lembaga pelayanan keehatan yang fasilitasnya cukup dalam memberikan berbagai tingkat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, pusat rehabilitasi, dan lain-lain. c. Hospice Lembaga ini bertujuan untuk meberikan pelayanan kesehatan yang difokuskan padaklien yang sakit terminal agar lebih tenang dan dapat melewati masa-masater minalnya dengan tenang. Lembaga ini digunakan dalam home care. d. Community Based Agency Merupakan bagian dari lembaga pelayanan kesehatan yang dilakukan pada klien pada keluarganya sebagaimana pelaksanaan perawatan keluarga seperti praktek perawat keluarga, dan lain-lain.


108 E. Lingkungan Sistem Pelayanan Kesehatan Dalam system pelayanan kesehatan dapat mencakup pelayanan dokter, pelayanan keperawatan, dan pelayanan kesehatan masyarakat. Dokter merupakan subsistem dari pelayanan kesehatan. Subsistem pelayanann kesehatan tersebut memiliki tujuan masing masing dengan tidak meninggalkan tujuan umum dari pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang ada sekarang ini dapat diselenggarakan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Dalam pelayanan kesehatan terdapat tiga bentuk yaitu primary helath care (pelayanan kesehatan tingkat pertama, secondary health care pelayanan kesehatan tingkat ke dua, dan tertiary health services pelayanan kesehatan tingkat ketiga). Ketiga bentuk pelayanan kesehatan terbagi dalam pelayanan dasar yang dilakukan di puskesmas dan pelayanan rujukan yang dilakukan di rumah sakit.


109 1. Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (Primary Health Care) Dibutuhkan atau dilaksanakan pada masyarakat yang memiliki masalah kesehatan yang ringan atau masyarakat sehat tetapi ingin mendapatkan peningkatan kesehatan agar menjadi optimal dan sejahtera sehingga sifat pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan dasar. Pelayanan kesehatan ini dapat dilakukan oleh puskesmas atau balai kesehatan masyarakat dan lain-lain. 2. Pelayanan Kesehatan Tingkat Ke dua (Secondary Health Care) Dibutuhkan bagi masyarakat atau klien yang membutuhkan perawatan di rumah sakitatau rawat inap dan tidak dilaksanakan di pelayanan kesehatan utama. Pelayanan kesehatan ini dilaksanakan di rumah sakit yang tersedia tenaga spesialis atau sejenisnya.


110 3. Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga (Tertiary Health Care). Merupakan tingkat pelayanan tertinggi dimana tingkat pelayanan ini apabila tidak lagi di butuhkan pelayanan pada tingkat pertama dan kedua. Biasanya pelayanan ini membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli atau subspesialis dan sebagai rujukan utama seperti rumah sakit yang tipe A atau tipe B. F. Pelayanan Keperawatan Dalam Pelayanan Kesehatan. Merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan dasardan pelayanan rujukan. Semuanya dapat dilaksanakan oleh tenaga keperawatan dalam meningkatkan derajat kesehatan. Sebagai bagian dari pelayanan kesehatan, maka pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh te naga perawat dalam pelayanannya memiliki tugas, diantaranya memberikan asuhan keperawatan


111 keluarga, komunitas dalam pelayanan kesehatan dasar dan memberikan asuhan keperawatan secara umum pada pelayanan rujukan. Sebagaimana contoh pelayanan keperawatan dalam keperawatan keluarga dan komunitas yang berorientasi pada tugas keluarga dalam kesehatan diantaranya mengenal masalah kesehatan secara dini, mengambil keputusan dalam kesehatan, menanggulangi keadaan darurat bila terjadi kecelakaan atau penyakit yang sifatnya mendadak, memberikan pelayanan keperawatan dasar pada anggota keluarga yang sakit serta memodifikasi lingkungan untuk menunjang peningkatan status kesehatan serta memanfaatkan pelayanan kesehatan. Demikian juga pada lingkup pelayanan rujukan , tugas perawat adalah memberikan asuhan keperawatan pada ruang atau lingkup rujukannya seperti pada anak, maka perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada anak melalui pendekatan


112 proses keperawatan anak, untuk lingkup keperawatan jiwa, pada kasusmedik dan bedah perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada kasus medikdan bedah, pada kasus obstetric dan gynekologi perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada maternitas dengan tingkat kasus tertentu, pada kasus gawat darurat perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada keadaan gawat darurat dan lain-lain. G. Faktor Yang Mempengaruhi Pelayanan Kesehatan Pelaksanaan pelayanan kesehatan juga akan lebih berkembang atau sebaliknya akan terhambat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti adanya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru , pergeseran nilai masyarakat, aspek legal dan etik, ekonomi dan politik. 1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Baru Pelaksanaan system pelayanan kesehatan dapat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan


113 teknologi baru, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka akan diikuti oleh perkembangan pelayanan kesehatan atau juga sebagai dampaknya pelayanan kesehatan jelas lebih mengikuti perkembangan danteknologi seperti dalam pelayanan kesehatan untuk mengatasi masalah penyakit- penyakit yang sulit dapat digunakan alat seperti laser, terapi pengubahan gen, dan lain-lain. Berdasarkan itu pelayanan kesehatan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan pelayanan akan lebih professional dan butuh tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang tertentu. 2. Pergeseran Nilai Masyarakat. Berlangsungnya system pelayanan kesehatan juga dapat dipengaruhi oleh nilai yang ada di masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan, dimana dengan beragamnya masyarakat, maka dapat menimbulkan


114 pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan yang berbeda. Masyarakat yang sudah maju dengan pengetahuan yang tinggi, maka akan memiliki kesadaran yang lebih dalam penggunaan atau pemanfaatan pelayanan kesehatan, demikian juga sebaliknya pada masyarakat yang memiliki pengetahuan yang kurang akan memiliki kesadaran yang rendah terhadap pelayanan kesehatan. 3. Aspek Legal dan Etik Dengan tingginya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan atau pemanfaatan pelayanan kesehatan, maka akan semakin tinggi pula tuntutan hukum dan etikdalam pelayanan kesehatan, sehingga pelaku pemberi pelayanan kesehatan harus dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan secara professional dengan memperhatikan nilai-nilai hukum yang ada di masyarakat.


115 4. Ekonomi Pelaksanaan pelayanan kesehatan akan dipengaruhi oleh tingkat ekonomi dimasyarakat. Semakin tinggi ekonomi seseorang, pelayanan kesehatan akan lebih diperhatikan dan mudah dijangkau, demikian juga sebaliknya apabila tingkat ekonomi seseorang rendah maka sangat sulit menjangkau pelayanan kesehatan mengingat biaya dalam jasa pelayanan kesehatan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Keadaan ekonomi ini yang akan dapat mempengaruhi dalam sistem pelayanan kesehatan 5. Politik Kebijakan pemerintah melalui system politik yang ada akan sangat mempengaruhi sekali dalam system pemberian pelayanan kesehatan. Kebijakan-kebijakan yangada dapat memberikan pola dalam system pelayanan


116 DAFTAR PUSTAKA Azwar, Azrul. 1993. Pengantar Administrasi Kesehatan . Edisi Ketiga. Tangerang.Binapura Aksara.http://www. maswit.com /2013/06/poac-planning-organizingactuating-and. Html Humas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pelaksanaan JKN Masih PerluPerbaikan Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta; 2015 [cited2015 September 30]. Available from:http://www.umy.ac.id/pelaksaan-jknmasih- perlu- perbaikan.html.Ismainer, Hetty. 2015. Administrasi Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.Khairani, T., Susilo, H., & Riyadi. 2013. Implementasi sistem informasi administrasi rumah sakit berbasis komputer untuk meningkatkan kinerja karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis, 6(2), 1–9. Khariza HA. 2015. Program Jaminan Kesehatan Nasional : Studi Deskriptif Tentang Faktor-Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Kebijakan dan Manajemen Publik. 3(1):1-7. Maidin, alimin . 2004.


117 Dasar-Dasar Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) :Makassar.Tulchinsky, T. H. & Varavikova, E. A. 2000. The New Public Health an Introduction for The 21st Century. Achmad, DKK. Manajemen Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Katalog Dalam Terbitan. 2012 John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1976). Edward Sallis, Total Quality Management In Education, Terjemahan Ahmad Ali Riyadi dan Fahrurrozi, (Yogyakarta: IRCiSoD, 2006). Satrianegara, M. Fais. 2009. Buku Ajar Organisasi Dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Serta Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. http://dr-suparyanto. blogspot.com/ search/label/ Komunitas http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/02/pelayanankesehatan-health-service.html http://drsuparyanto.blogspot.com/search/label/Kuliah%2 0Manajemen%20dan%20Organisasi http://cafe-radiologi.blogspot.com/2010/09/pelayanankesehatan-dan-mutu-pelayanan.html http://www.gudangmateri.com/2010/10/aturan-standarmutu-pelayanan-kesehatan.html


118 Judul buku : Pengantar Konsep Dasar Keperawatan Edisi 2 Penulis : A. Aziz Alimul Hidayat Penerbit : Salemba MedikaTahun terbit : 2007, 2008


119 RIWAYAT HIDUP I. Identitas Pribadi 1. Nama Lengkap : Dr. Muh.Ilyas Nur, SKM.,M.Adm.Kes 2. NIP/NIDN : 19730529 199403 1 005/0029057307 3. Pangkat/Golongan : Pembina/IV a 4. Tempat/tgl lahir : Sungguminasa Gowa 29 Mei 1973 5. Jenis Kelamin : Laki-Laki 6. Agama : Islam 7. Pekerjaan : Dosen DPK 8. Jabatan : Lektor 9. Nama istri : Suriani, SKM 10. Nama anak-anak : Muh.Fadel Nur, Sitti Fadiyah Jalilah Nur, Muh.Fathir Nur 11. Nama orang Tua : Ayah.Sirajuddin Nuntung (Alm), Ibu. Hj Nuraeni 12. Alamat Rumah : Dusun Allu Desa Minasa Baji Kec. Bantimurung 13. Alamat Kantor : Jln. Perintis Kemerdekaan Km.11 Makassar II. Riwayat Pekerjaan 1. Fungsional Perawat sejak tahun 1994 sampai tahun 2003 di Puskesmes Barandasi Maros


120 2. Fungsional Administrator Kesehatan April 2003 di Dinas Kesehatan Kabupaten Maros sampai 2021 3. Dosen DPK di STIK Tamalatea Makassar sejak Desember 2021 sampai sekarang III. Riwayat Organisasi 1. Anggota PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) sejak tahun 1994 sampai tahun 2003 2. Pengurus Persakmi (Persatuan Sarjana Kesehatan masyarakat Indonesia) sejak tahun 2003 sampai 2021 3. Penguru Lembaga Akreditasi Puskesmas dan Klinik (Lafkespri Koorwil SulSel) Tahun 2023 IV. Riwayat Pendidikan dan Latihan a. Pendidikan 1. Lulus SD tahun 1986 di SD Negeri 1 Pakalu 1 Kec. Bantimurung 2. Lulus SMP tahun 1989 di SMP Negeri 1 Bantimurung 3. Lulus SPK tahun 1992 di SPK Rumkit Pelamonia Makassar 4. Lulus S1 tahun 2002 di STIK Tamalatea Makassar (Jurusan Administrasi Kesehatan dan Kebijakan Kesehatan) 5. Lulus S2 tahun 2011 di STIA LAN Makassar (Prodi Administrasi Publik Konsentrasi Administrasi Pelayanan Kesehatan) 6. Lulus S3 tahun 2016 di Pasca Sarjana UNM Makassar (Prodi Administrasi Publik) b. Latihan 1. Pelatihan Petugas Imunisasi tahun 1993 di Makassar 2. TOT Imunisasi tahun 2006 di Makassar 3. TOT Manajemen Puskesmas tahun 2007 di Makassar 4. Pelatihan Manajemen Bencana tahun 2009 di Bandung


121 5. Pelatihan Wasor Kusta tahun 2009 di Makassar 6. Pelatihan Wasor TB tahun 2010 di Bandung 7. Pelatihan Penerapan SITT Program Tuberkolusis tahun 2012 di Makassar 8. Pelatihan Penerapan system LCAS tahun 2013 di Makassar 9. Pelatihan Perencanaan Pengadaan Logistik TB tahun 2013 di makassar 10.Pelatihan Manajemen dan Pembiayaan Program Tuberkolusis tahun 2015 di UGM Jokjakarta 11.TOT Pendampingan Akreditasi Puskesmas tahun 2016 di Makassar 12.Pekerti Tahun 2023 V. Publikasi Ilmiah Man In India, 95 (3) : 569-576© Serials PublicationsAddress for communication:Muh. Ilyas Nur,Administration ProgramPost Grauduate ProgramMakassar State University, E-mails:[email protected] [email protected] FOSTERING COLLABORATION STREET CHILDREN IN MAKASSAR


Click to View FlipBook Version