89 konflik kepentingan yang dapat memengaruhi rekomendasi yang diberikan. 4. Empati: Perawat harus mampu menunjukkan empati kepada pasien dan memahami kebutuhan mereka. Perawat harus dapat memberikan dukungan emosional yang diperlukan oleh pasien selama konsultasi. Dalam memberikan dukungan emosional, perawat dapat menunjukkan empati dengan mendengarkan dengan penuh perhatian dan memahami perasaan pasien. Gunakan suara yang lembut dan ramah saat berbicara, sambil memvalidasi perasaan mereka dengan mengakui apa yang mereka rasakan. Bantu pasien melihat sisi positif dalam situasi mereka dan berbicara tentang kemungkinan perbaikan. Berikan dorongan untuk melanjutkan perawatan dan ingatlah untuk mendekati masalah secara holistik, termasuk aspek emosional dan psikologis. 5. Keamanan: Perawat harus memastikan bahwa informasi pasien aman dan terlindungi selama konsultasi dan proses pemberian tindakan. Perawat harus mengikuti prosedur keamanan dan privasi yang ketat untuk mencegah akses yang tidak sah ke informasi pasien. B. Pengembangan Etika Pelayanan Pengembangan etika pelayanan telenursing Topung merujuk pada upaya untuk meningkatkan etika pelayanan dalam praktik telenursing Topung. Fokus pengembangan etika terletak pada peningkatan pemahaman dan
90 penerapan nilai-nilai etika dalam praktik telenursing Topung meliputi; prinsip-prinsip seperti otonomi, keadilan, tidak melukai, dan kepercayaan yang harus dijunjung tinggi oleh para perawat telenursing dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Otonomi: Prinsip ini menghormati hak pasien untuk membuat keputusan tentang perawatan kesehatannya sendiri. Sebagai perawat telenursing, Perawat harus memberikan informasi yang jelas dan lengkap kepada pasien agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat. Informasi yang diberikandiantaranya meliputi kondisi kesehatan yang sedang dialami pasien, tindakan apa saja yang sebaiknya dilakukan dan faktor-faktor penyebab dan pencetus masalah Kesehatan pasien. Keadilan: Prinsip ini berarti bahwa setiap pasien harus diperlakukan dengan sama, tanpa diskriminasi. Perawat harus memberikan pelayanan yang sama kepada semua pasien tanpa memandang ras, agama, jenis kelamin, atau kondisi sosial ekonomi. Tidak melukai: Prinsip ini berarti bahwa perawat telenursing harus menghindari melakukan tindakan yang dapat membahayakan pasien. Perawat harus memastikan bahwa perawatan yang diberikan aman dan efektif, serta mengikuti protokol dan standar yang ada. Sehingga risiko kerugian atau bahaya bagi pasien dapat dihindari. Kepercayaan: Prinsip ini berarti bahwa pasien harus dapat mempercayai perawat sebagai praktisi telenursing. Perawat harus menjaga kerahasiaan informasi pasien, berkomunikasi dengan sopan dan jelas, dan memberikan pelayanan dengan integritas dan profesionalisme.
91 BAB 8 PENUTUP A. Simpulan Telenursing Topung adalah solusi bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil atau jauh dari layanan Kesehatan khususnya dalam hal ini Topung. Dalam layanan ini, pasien atau keluarganya diberikan edukasi dan pendampingan dalam melakukan Topung. Teknologi memainkan peran penting dalam terselenggaranya telenursing Topung, karena teknologi memungkinkan perawat atau tenaga kesehatan memberikan layanan jarak jauh dengan menggunakan telepon, video call atau pesan teks. Namun, untuk menjamin keamanan dan keefektifan telenursing Topung, diperlukan adanya payung hukum yang mengatur standar pelayanan, sertifikasi tenaga kesehatan yang terlibat, dan tata cara penanganan masalah jika terjadi kesalahan atau malpraktik. Dengan tersedianya telenursing Topung yang diatur dengan baik, masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan di daerah terpencil atau jauh dari pusat layanan kesehatan dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai dan efektif. B. Saran Perlu ada kerjasama antara pihak kesehatan, pemerintah, dan lembaga hukum dalam membuat regulasi dan standar yang jelas untuk layanan telenursing Topung. Regulasi ini dapat mencakup persyaratan sertifikasi untuk tenaga kesehatan yang terlibat dalam layanan, protokol
92 dan prosedur yang harus diikuti dalam layanan, dan tata cara penanganan jika terjadi kesalahan atau malpraktik. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan dalam layanan telenursing Topung memenuhi standar keamanan dan privasi data pasien. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan teknologi yang telah teruji dan bersertifikasi, serta pelatihan dan edukasi yang memadai bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam layanan. Terakhir, penting untuk memberikan edukasi dan informasi yang cukup kepada masyarakat mengenai keuntungan dan risiko dari layanan telenursing Topung. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan mereka.
93 DAFTAR PUSTAKA AdventHealth University. (2017, 4 13). Telenursing: What Is It and What Are the Benefits? AdventHealth University. Retrieved March 22, 2023, from https://www.ahu.edu/blog/telenursing-benefits Agus Setyo Utomo, Nataliswati, T., & Bachtiar, A. (2022). Aplikasi Vibrasi dan Friksi Punggung pada Penyakit Tidak Menular (PTM). Penerbit P4I. Carolyn M., R., & Tina, G. (2021, January 31). Preparing Nurses for Roles in Telehealth: Now is the Time! | OJIN: The Online Journal of Issues in Nursing. The Online Journal of Issues in Nursing. Retrieved March 25, 2023, from https://ojin.nursingworld.org/MainMenuCategories/ ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TabelofCont ents/Vol-26-2021/No1-Jan-2021/Preparing-Nursesfor-Roles-in-Telehealth-Now-is-theTime.html#Mataxen Dalam Islam. (2023). 15 Cara Hidup Sehat Rasulullah yang Harus Kita Tiru. DalamIslam.com. Retrieved March 28, 2023, from https://dalamislam.com/info-islami/carahidup-sehat-rasulullah Hariyati, T. S. (2022, December 14). Telenursing Jadi Tren Pelayanan Keperawatan 2023? SINDOnews. Retrieved March 22, 2023, from https://nasional.sindonews.com/read/968539/18/t elenursing-jadi-tren-pelayanan-keperawatan-2023- 1670951560
94 Kemenkes RI. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Munday, R. (2022, 9 19). Nurses’ Guide to Telenursing. NurseJournal. https://nursejournal.org/resources/nurses-guide-totelenursing/ Nurses Association of New Brunswick. (2023, 2 14). Guideline for Telenursing Practice. NANB. Retrieved 3 22, 2023, from https://www.nanb.nb.ca/wpcontent/uploads/2023/03/NANB-PracticeGuidelineTelenursing-Feb23-E.pdf Rahagia, R. (2019, April 9). Telenursing Dalam Upaya Meningkatkan Peran Perawat Indonesia Menghadapi Trend Keperawatan Indonesia Melalui Bidang Informatika Kesehatan. STIKES Surabaya. Retrieved April 1, 2023, from https://stikessurabaya.ac.id/2019/04/09/telenursin g-dalam-upaya-meningkatkan-peran-perawatindonesia-menghadapi-trend-keperawatanindonesia-melalui-bidang-informatika-kesehatan/ Sari, D. K., Purwandari, B. A., Irnanda, E., Savara, D., & Junaedi, M. D. (2023, Maret). Peranan Telenursing untuk Meningkatkan Mutu dalam Pelayanan Keperawatan. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 11(1), 1-6. https://jmiki.aptirmik.or.id/jmiki/article/view/408/ 282 Topung. (2021, January 2). Metode Kesehatan Topung. Topung. Retrieved March 25, 2023, from
95 https://www.totokpunggung.com/2021/01/metodetotok-punggung-dan-deteksi.html Universitas Indonesia. (2020, March 20). Sinkronus atau Asinkronus? – PJJ UI. PJJ UI. Retrieved April 1, 2023, from https://pjj.ui.ac.id/ufaqs/sinkronus-atauasinkronus/ Vianney Boro, M. F., & Hariyati, T. S. (2020, 5 31). Implementasi Telenursing Dalam Praktik Keperawatan : Studi Literatur. Caroluos Journal of Nursing, 2(2), 161-169. http://ejournal.stiksintcarolus.ac.id/index.php/CJON/article/view/40 Woo, P. J. (2003). Twist Therapy Health by Spiral Motions. Spiral Twist Center (India) Pvt. Ltd. Zmijewski, M. A., & Slominski, A. T. (2011, 1-3). Neuroendocrinology of the skin. Dermato Endocrinologi, 3, 3-10. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC30 51846/
96 DAFTAR INDEKS A Akses, 11, 54, 71 Akumulasi, 35, 36 B Bradykinin, 39 Buffering, 79 D Demonstrasi, 60 E Electrocardiogram, 28 Empati, 84 Endorfin, 37, 52 Enzim, 32 F Filosofi, V, 30 Fitur, 63 Fleksibel, 47, 49 Follow-Up, 67 G General Treatment, Ix, 41 Glukometer, 28 H Histamin, 39 Holistik, 32, 43 Hormon, 32, 39 I Infrastruktur, 80 inovatif, 14, 62 Integritas, 84 J Jelajahi, i, ii, iv K komitmen, 69 Kompetensi, 84 komprehensif, 19, 32, 43 konvensional, 17 kortisol, 37, 39 L lagging, 79 M malware, 81 O oksitosin, 37 P pandemi, ii, iv, 16, 29, 51, 57, 78, 80 permeabilitas, 39 phishing, 81 pituitari, 39 platform, 59, 62, 79 primer, 20
97 privasi, 54, 57, 60, 75, 79, 81, 85, 89 prostaglandin, 39 protokol, 20, 87, 88 R real-time, 54 S sekunder, 20 serotonin, 37 signifikan, 10, 12, 27 software, 26 stimulus, 38, 39 T teknologi, ii, iv, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 44, 45, 50, 51, 52, 54, 56, 76, 78, 79, 80, 81, 82, 88, 89 Testimoni, vi, ix, 64, 76, 77 trigger, 41 V video call, 12, 13, 16, 44, 52, 56, 57, 59, 60, 65, 67, 88
98 DAFTAR ISTILAH Akses : Kemampuan atau hak untuk masuk ke dalam suatu sistem, jaringan, atau lingkungan tertentu. Akumulasi : Penumpukan atau pengumpulan suatu entitas atau elemen selama periode waktu tertentu, misalnya lemak di dalam tubuh akibat mengonsumsi kalori berlebihan. Bradykinin : Mediator biologis yang sangat penting dalam sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) dan berperan dalam pengaturan tekanan darah, inflamasi, dan nyeri. Buffering : Proses menyiapkan data sebelum diputar atau ditampilkan, dan terjadi ketika pemutaran video atau audio terputus-putus karena internet yang lambat atau ketidakmampuan komputer untuk memproses data dengan cepat. Demonstrasi : tindakan menunjukkan atau memperlihatkan sesuatu secara langsung kepada orang lain, dengan tujuan memberikan informasi, memperlihatkan kemampuan, atau membantu orang memahami suatu hal. Electrocardiog ram : Tes medis merekam aktivitas listrik jantung selama satu siklus detak dan menampilkan dalam bentuk gelombang Empati : Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan atau perspektif orang lain. Dalam kata lain, empatis adalah kemampuan untuk "merasakan" apa yang dirasakan orang lain dan memahami dunia dari sudut pandang mereka Endorfin : Senyawa kimia yang diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap stimulus fisik atau emosional tertentu, perannya mengurangi rasa sakit dan meningkatkan perasaan senang Enzim : Protein yang berfungsi sebagai biokatalisator dalam reaksi kimia di dalam sel berfungsi
99 membantu reaksi kimia berlangsung lebih cepat dengan mengurangi energi yang diperlukan untuk memulai reaksi. Filosofi : Pertanyaan mendasar tentang eksistensi, realitas, pengetahuan, nilai, moralitas, dan sebagainya, dan dalam hal ini dasar pemikiran dalam penjelasan Totok Punggung.. Fitur : Karakteristik atau atribut khusus dari suatu produk, layanan, atau program yang membedakannya dari yang lain Fleksibel : Sifat yang memungkinkan sesuatu untuk beradaptasi atau berubah sesuai dengan situasi atau kebutuhan yang berbeda. Follow-Up : Tindakan untuk memastikan bahwa suatu pekerjaan, kegiatan, atau proses telah selesai dilakukan atau berjalan dengan baik General Treatment : Istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan medis atau pengobatan yang bersifat umum dan dapat diterapkan pada berbagai kondisi kesehatan. Glukometer : Alat medis yang digunakan untuk mengukur kadar glukosa dalam darah seseorang. Histamin : Senyawa kimia yang terbentuk di dalam tubuh dan berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh Holistik : Pendekatan kesehatan yang memandang tubuh, pikiran, dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling terkait, untuk memandang individu sebagai suatu keseluruhan, bukan sekadar bagian-bagian yang terpisah. Hormon : Senyawa kimia yang diproduksi oleh sistem endokrin dalam tubuh dan bertindak sebagai pengatur dalam berbagai proses fisiologis tubuh Infrastruktur : sekelompok sarana fisik untuk mendukung kegiatan sosial, ekonomi, dan politik, termasuk jaringan jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, air minum, sanitasi, listrik, dan telekomunikasi. Inovatif : Kemampuan atau kemauan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru, baik itu dalam bentuk produk, layanan,
100 proses, atau teknologi. Inovasi biasanya dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas, atau untuk memenuhi kebutuhan baru dari pasar atau konsumen. Integritas : kualitas moral yang mencerminkan kesatuan dan kejujuran dalam perilaku seseorang, menunjukkan nilai-nilai moral dan etika yang tinggi serta konsisten dalam perilaku mereka baik di depan maupun di belakang layar. Jelajahi : Kegiatan atau tindakan untuk mengelilingi, mengeksplorasi, atau menjelajahi suatu wilayah atau area yang belum dikenal dengan tujuan memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. Komitmen : Kesediaan seseorang atau organisasi untuk berjuang dan mengabdikan diri pada sesuatu yang dianggap penting. Hal ini dapat memotivasi individu atau organisasi untuk mencapai tujuan, menumbuhkan rasa kepercayaan, dan membangun reputasi yang positif. Kompetensi : Keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk mencapai kinerja yang efektif dalam situasi kerja tertentu. Komprehensif : Pendekatan holistik melibatkan aspek fisik, psikologis, dan sosial individu untuk mencapai kesehatan secara keseluruhan. Konvensional : Pendekatan pengobatan yang didasarkan pada praktik-praktik medis konvensional, seperti penggunaan obat-obatan, operasi, dan radiasi. Pendekatan ini dikenal juga sebagai pengobatan modern atau pengobatan barat Kortisol : Hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, memiliki banyak fungsi dalam tubuh, termasuk mengatur kadar gula darah, tekanan darah, dan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh dalam merespons stres. Lagging : Keterlambatan dalam pengiriman data atau respons sistem. Malware : Perangkat lunak berbahaya yang merusak atau mengambil alih sistem komputer atau perangkat lainnya disebut malware, termasuk
101 virus, worm, trojan, ransomware, spyware, dan adware. Oksitosin : Hormon peptida hipotalamus diproduksi di otak dan disekresikan oleh kelenjar pituitari posterior. Hormon ini berperan dalam melahirkan, menyusui, memperkuat ikatan sosial, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesejahteraan mental, mengurangi stres, serta mempromosikan rasa percaya diri dan koneksi sosial. Pandemi : Penyebaran penyakit menular yang meluas secara global melalui banyak negara atau seluruh dunia. Permeabilitas : Kemampuan suatu membran sel untuk membiarkan bahan tertentu melewati atau masuk ke dalam sel. Phishing : Taktik kejahatan siber yang menggunakan email atau pesan palsu dari sumber yang terpercaya untuk mencuri informasi pribadi seperti username, password, dan nomor kartu kredit. Ini digunakan untuk mengakses akun online atau mencuri identitas korban. Pituitari : Pituitari atau hipofisis adalah kelenjar endokrin kecil yang terletak di bagian bawah otak, menghasilkan dan melepaskan hormon yang mengatur fungsi kelenjar endokrin lainnya dalam tubuh. Platform : Sistem atau kerangka kerja yang digunakan untuk membangun atau menjalankan aplikasi, situs web, atau layanan digital lainnya Primer : Jenis perawatan kesehatan dasar yang bertujuan untuk mencegah penyakit, mengobati penyakit umum, dan meningkatkan kesehatan secara umum pada tahap awal penanganan masalah kesehatan. Privasi : Kendali atas informasi pribadi, termasuk rahasia, penggunaan, pemrosesan, dan pembagian oleh orang lain. Ini juga mencakup kebebasan dari gangguan dan penyelidikan yang tidak sah, serta hak untuk menentukan akses ke informasi pribadi. Prostaglandin : Senyawa hormonik yang dihasilkan oleh berbagai jenis sel dalam tubuh. Senyawa ini
102 memiliki banyak fungsi, termasuk pengaturan peradangan, pembekuan darah, kontraksi otot, dan pengaturan tekanan darah. Protokol : Seperangkat aturan yang ditetapkan untuk mengatur cara berkomunikasi atau bertindak dalam situasi tertentu Real-Time : Pengolahan data dan informasi secara instan, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi yang paling mutakhir atau melakukan tindakan dalam waktu yang sangat cepat Sekunder : Jenis perawatan kesehatan yang lebih kompleks dan khusus dibandingkan dengan perawatan primer. Serotonin : Salah satu neurotransmitter penting yang terdapat dalam sistem saraf manusia. Senyawa ini berperan dalam regulasi suasana hati, tidur, nafsu makan, dan fungsi kognitif lainnya. Signifikan : Menggambarkan sesuatu yang penting, bermakna, atau memiliki dampak atau pengaruh yang signifikan Software : Seperangkat instruksi atau program yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas tertentu pada komputer atau perangkat elektronik. Stimulus : Peristiwa, situasi, atau objek yang memicu respons atau reaksi dari sebuah organisme. Teknologi, : Pengetahuan, keterampilan, dan teknik yang digunakan untuk merancang, membuat, dan memproduksi benda-benda dan layananlayanan yang bermanfaat bagi manusia. Testimoni : Suatu pernyataan atau laporan yang diberikan oleh seseorang tentang pengalaman, pendapat, atau kesaksian mereka mengenai suatu produk, layanan, atau peristiwa tertentu. Trigger : Suatu stimulus atau kejadian yang memicu atau memicu suatu reaksi atau respons tertentu pada seseorang atau suatu sistem. Video call : Komunikasi video real-time antara dua atau lebih orang yang berada di lokasi yang berbeda.
103 DAFTAR SINGKATAN COVID : Coronavirus Disease ECG : Elektrokardiogram PTM : Penyakit Tidak Menular RI : Republik Indonesia SAW : Shalallaahu Alaihi Wassalaam SWT : Subhanahu wa ta'ala TOP : Totok Punggung
104 TENTANG PENULIS Agus Setyo Utomo, A. MKes, lahir di Kota Bojonegoro Jatim, 7 Agustus 1973. Pendidikan PAM Keperawatan Depkes RI Malang 1996, AKTA Mengajar di IKIP Negeri Semarang, Diploma IV Perawat Pendidik Universitas Diponegoro Semarang tahun 1999 dan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro tahun 2011. Mulai tahun 2002 bekerja sebagai Dosen Poltekkes Kemenkes Malang Jurusan Keperawatan dengan Mata kuliah yang diampu meliputi Keperawatan Komplementer Lansia, Keperawatan Gerontik, Keperawaatan Komunitas. Selain itu sebagai Praktisi Su Jok (Certified International Sujok Association) dan trainer nasional sekaligus praktisi Totok Punggung Indonesia. Beberapa karya buku komplementer yang pernah ditulis diantaranya adalah Terapi Biji untuk Masalah Kesehatan Lansia, Aplikasi Vibrasi dan Friksi Punggung Pada Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Terapi Energi Warna (Book Chapter) dan Metode Cepat Penyembuhan Nyeri Sendi. Email: [email protected]
105 Nurul Hidayah. S.Kep. Ns. M.Kep, lahir di Mojokerto tanggal 15 Juni 1973. Menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Penulis adalah dosen tetap pada Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang dengan mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah dan Kewirausahaan. Beberapa karya buku komplementer yang pernah ditulis diantaranya adalah Totok Punggung pada Penderita Stroke. Email: [email protected]
106 SINOPSIS Buku referensi "Telenursing Futuristik: Perawatan Masa Depan dengan Terapi Totok Punggung," merupakan karya yang mengurai wawasan yang memadukan teknologi digital dalam perawatan kesehatan dengan terapi tradisional atau komplementer. Penulis mengajak pembaca menelusuri penggabungan antara telenursing, suatu pendekatan inovatif layanan perawatan jarak jauh, dan terapi totok punggung, sebuah praktik terapeutik tradisional. Dalam konteks ini, penulis memaparkan gambaran tentang implementasi telenursing terapi totok punggung yang telah dijalankan maupun gagasan pengembangan layanan kesehatan tersebut. Metode ini melibatkan manipulasi fisik berupa stimulasi lembut pada punggung, yang dilakukan oleh keluarga pasien dengan pendampingan dan bimbingan perawat melalui pendekatan telenursing atau perawatan jarak jauh. Hal ini memberikan peluang inovatif dalam pengembangan pelayanan keperawatan komplementer di era modern. Melalui penggabungan konsep-konsep yang tampaknya bertentangan, buku ini menggali potensi terobosan perawatan kesehatan, disertai contoh studi kasus pemanfaatan telenursing totok punggung sebagai solusi masalah kesehatan. "Telenursing Futuristik: Perawatan Masa Depan dengan Terapi Totok Punggung" bukan hanya bacaan biasa, namun merupakan panduan yang inspiratif dan berkontribusi dalam pengembangan pelayanan perawatan kesehatan.
107