BAB IV – Hasil Penelitian
Tabel 9 Nilai Kesejahteraan Ibu Bekerja di dalam Keluarga
pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Sebelum dan
Sesudah Latihan Mindfulness di RS Telogorejo.
Variabel Kelompok Mean SD
Kesejahteraan pre- Intervensi 125,62 7,03
test 121,04 20,13
Kontrol 141,36 10,04
Kesejahteraan post- Intervensi
test 121,69 19,21
Kontrol
Tabel diatas menunjukkan rata-rata nilai kesejahteraan
ibu bekerja di dalam keluarga sebelum intervensi pada
kelompok intervensi sebesar 125,62 dan kelompok kontrol
sebesar 121,04. Sedangkan rata-rata nilai kesejahteraan ibu
bekerja di dalam keluarga setelah intervensi pada kelompok
intervensi sebesar 141,36 dan kelompok kontrol sebesar
121,69. Hal ini menunjukkan adanya perubahan nilai
kesejahteraan ibu bekerja di dalam keluarga yang signifikan
khususnya pada kelompok intervensi sesudah dilakukan
intervensi.
Pembahasan Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nilai
kesejahteraan yang bermakna pada kelompok intervensi dan
kelompok kontrol sesudah pemberian latihan Mindfulness
dengan signifikansi 0,000 (p value< 0,05). Berdasarkan
analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan
90
BAB IV – Hasil Penelitian
mindfulness terbukti berpengaruh terhadap peningkatan
kesejahteraan ibu bekerja di dalam keluarga. Hal ini
ditunjukkan dengan adanya perubahan nilai kesejahteraan
pada kelompok intervensi setelah perlakuan latihan
mindfulness, yang awalnya rata-rata nilai kesejahteraannya
125,62 meningkat menjadi 141,32.
Latihan mindfulness merupakan latihan seseorang untuk
menyadari tentang kondisi yang dialami tubuh, pikiran, dan
perasaan saat ini, serta secara sadar membuat tujuan dan
fokus dalam penyelesaian masalah yang dihadapi supaya
tenang (Dwidiyanti, Meidiana; Pamungkas, Yanuar F;
Ningsih, 2017; Perez-blasco, Viguer, & Rodrigo, 2013).
Latihan mindfulness pada penelitian ini dilengkapi dengan
teknik STOP (stop, take a breath, observed, proceed) yang
merupakan pendekatan empat langkah untuk dapat masuk
dan mengolah mindfulness dengan mudah kapan saja dan
dimana saja (Kar et al., 2014).
Metode STOP dapat membantu responden dalam
menumbuhkan kesadaran, perhatian, dan penerimaan
dengan mudah karena dapat dilakukan kapan saja dan di
mana saja. Pemfokusan pikiran dilakukan dengan cara stop,
berhenti sejenak dari aktivitas apapun yang sedang
dikerjakan dan menenangkan diri. Take a breath dilakukan
91
BAB IV – Hasil Penelitian
dengan cara menarik napas dalam dan merasakan aliran
udara yang keluar-masuk di tubuh. Tahap ini mengajarkan
untuk dapat menghargai diri sendiri, menyayangi diri sendiri,
dan compassion. Observed merupakan tahap mengamati apa
yang terjadi pada diri sendiri saat ini, apa yang sedang
dipikirkan, apa yang sedang dirasakan dan emosi apa yang
sedang dialami. Tahapan ini dapat membuka kesadaran dan
membiarkan fokus pada pikiran dan perasaan sehingga
dapat menerima kondisi diri sendiri dan merasa yakin (sel
efficacy) terhadap kemampuan diri sendiri untuk dapat
menyelesaikan masalah. Proceed dilakukan dengan
melakukan kegiatan harian yang dirasa dapat mendukung
terciptanya mindfulness. Sesi ini dilakukan supaya dapat
selalu menumbuhkan kesadaran, perhatian, dan penerimaan
dalam kehidupan sehari-hari (Dwidiyanti, Meidiana;
Pamungkas, Yanuar F; Ningsih, 2017; Fiocco, Alexandra J:
Mallya, 2014; Kar et al., 2014; Tang, Hölzel, & Posner, 2015).
92
BAB IV – Hasil Penelitian
4.4 Hasil Penelitian Kelompok Ibu Hamil
Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 30 ibu
primigravida yang terbagi dua kelompok yaitu kelompok pre-
test (n=30) dan kelompok post-test (n=30).
Tabel 10 Stres Ibu Primigravida Sesuai Usia Kehamilan Tahun
2018 (n=30)
Usia Kehamilan Stres Pre (%) Post (%)
Ringan 0 0
Trimester I Sedang 2 (50) 4 (100)
Berat 2 (50) 0
Trimester II Ringan 0 3 (21,43)
Sedang 11 (78,57) 11 (78,57)
Berat 3 (21,43) 0
Ringan
Sedang 2 (16,67) 3 (25)
Berat
Trimester III 7 (58,33) 5 (41,67)
3 (25) 4 (33,33)
Dari diatas dapat dilihat bahwa ibu primigravida yang
mengalami stres pada trimester I yaitu 50% stres sedang dan
50% berat setelah diberikan latihan mindfulness semuanya
pada level sedang (100%). Ibu primigravida yang mengalami
stres pada trimester II, stres sedang 78,57% dan berat
21,43%, setelah diberikan latihan mindfulness stres ringan
21,43%, sedang 78,57% dan tidak ada yang stres berat. Ibu
primigravida yang mengalami stres pada trimester III stress
ringan 16,67%, 58,33% stres sedang dan 25% berat setelah
diberikan latihan mindfulness stres ringan 25%, sedang
41,67% dan stres berat 33,33%.
93
BAB IV – Hasil Penelitian
Pembahasan Penelitian
Intervensi mindfulness yang diberikan kepada ibu
primigravida meliputi materi mindful breathing, mindful
eating, mindful sleeping, mindful body scan dan mindful with
family. Intervensi difokuskan pada mindful breathing atau
pernafasan karena responden belum pernah mengikuti
intervensi sebelumnya dalam semua teknik mindfulness, hal
ini sesuai dengan penelitian Arch&Craske (Arch & Craske,
2006). Beberapa responden mengeluhkan nafas cepat dan
dada terasa sesak karena semakin bertambahnya usia
kehamilan dan banyak pikiran, intervensi ditujukan agar ibu
bisa lebih mengendalikan pernafasan.
Hasil penelitian Mancuso, stres psikologis yang parah
selama kehamilan dapat berefek buruk pada perkembangan
janin yang mungkin dimediasi melalui produksi hormon stres
yang berlebihan pada ibu. Hormon stres ini melintasi
plasenta yang menghambat pertumbuhan janin dan
menyebabkan kelahiran premature (Mancuso, 2004).
Peningkatan hormon stres juga dapat meningkatkan
reaktivitas kardiovaskuler sehingga ibu dapat berisiko
mengalami gestational hipertensi (Laplante, Brunet, & King,
2015).
94
BAB IV – Hasil Penelitian
Pada saat penelitian ditemukan beberapa ibu
primigravida yang mengalami keluhan fisik yang dirasakan
seperti lebih sensitif, gangguan tidur, cepat capek dan dada
terasa sesak. Hal ini bisa juga dikarenakan stres yang dialami
ibu dengan bermacam-macam stressor diantaranya jauh dari
keluarga, jauh dari suami, kurangnya dukungan dari
keluarga, khawatir dengan keadaan bayi dalam kandungan,
pekerjaan di tempat kerja, dan menghadapi persalinan.
Intervensi mindfulness yang dianjurkan kepada
responden terutama yang mengalami keluhan fisik adalah
body scan, yaitu menandai seluruh tubuh dengan pikiran
(Kabat Zinn, 2005;Dreeben, Mamberg, & Salmon, 2013)
Caranya memegang bagian tubuh yang sakit atau
bermasalah, rasakan aliran darah mengalir ke bagian yang
sakit, tarik nafas, relaksasi sambil berdoa dengan durasi
waktunya lebih lama ketimbang bagian tubuh yang lain
(Dwidiyanti, 2017). Hal ini terlihat dari salah satu responden
(usia kehamilan trimester I) yang mengeluh dada berdebar-
debar, nafas pendek dan sesak pada pertemuan kedua
keluhan yang dirasakan sudah agak berkurang. Body scan
dapat mempengaruhi kerja jantung, terbukti dari hasil
penelitian Ditto, Blaire bahwaBody scan berpengaruh secara
95
BAB IV – Hasil Penelitian
signifikan terhadap syaraf simpatik dan parasimpatik jantung
(Ditto, Eclache, Goldman, & Med, 2006).
Hal ini menunjukkan pentingnya menerapkan layanan
tindak lanjut untuk mencegah risiko psikologis dan
memastikan kesehatan mental ibu selama kehamilan,
(Cristina, Ferreira, & Akerman, 2017) karena masalah
kesehatan mental perinatal dapat mempengaruhi ibu, bayi
mereka, dan masyarakat.(Pan, Gau, Lee, Jou, & Liu, 2018)
Sejalan hasil penelitian Parswani, bahwa tekanan darah,
denyut jantung, tingkat respirasi dan konsumsi oksigen
merespon secara positif terhadap mindfulness
(Parswani;Sharma &Iyengar, 2013).
Mindfulness merupakan sebuah latihan yang
dilakukan dengan kesadaran, memahami masalah yang
dihadapi, penuh penerimaan, dilakukan dengan tingkat self
efficacy (keyakinan) yang besar dan secara mandiri (self
care) sehingga tercapai tujuan yang diinginkan (Dwidiyanti,
2017). Sedangkan menurut Vieten, Cassandra Mindful
Motherhood adalah keterampilan, dan cara menjadi fokus
untuk membantu anda menjadi sadar, tetap pada saat ini
(kehamilan), tetap terhubung dengan bayi anda bahkan
pada saat tertekan, diliputi oleh emosi dan terperangkap
dalam pikiran negatif, dan menikmati kesenangan
96
BAB IV – Hasil Penelitian
sederhana yang dapat mengisi setiap hari untuk menjadi
seorang ibu (Cassandra Vieten, 2009).
Mindfulness dapat menjadi alat modulasi sistem saraf
simpatik yang hebat dengan demikian dapat mengurangi
tekanan yang dirasakan sehari-hari pada wanita hamil
(Muthukrishnan, Jain, & Batra, 2016). Hal ini didukung
dengan hasil temuan Dunn C, Hanieh E & Roberts, R bahwa
75% responden mengalami penurunan gejala secara klinis
dari awal-post-treatment mindfulness (Dunn, Hanieh, &
Roberts, 2012).
Intervensi mindfulness pada penelitian dilakukan
sebanyak empat kali pertemuan dan dilakukan penilaian
kemampuan mindfulness dan self efficacy pada pertemuan
kedua, ketiga dan keempat. Capaian mindfulness yang
pertama secara umum skor responden 43,7 tetapi masih
terdapat 8 responden yang skornya <41,25, penilaian kedua
skor 46,93 masih terdapat tiga orang yang skornya <41,25,
penilaian ketiga skor 47,87 semua responden lulus dengan
skor >41,25 hal ini menunjukkan terjadi peningkatan
kemampuan responden dalam melakukan mindfulness.
Capaian self efficacy yang pertama secara umum skor 7,47
tetapi masih terdapat dua responden yang skornya <6, pada
penilaian yang kedua (skor 7,77) dan ketiga (skor 8,03)
97
BAB IV – Hasil Penelitian
semua responden skornya > 6, hal ini menunjukkan terjadi
peningkatan skor self efficacy semua responden.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat selisih nilai
kuesioner stres sebelum dan sesudah intervensi mindfulness
sebesar 4,2 dengan nilai p-value = 0,000 (p value <0,05).
Didukung dengan hasil latihan mindfulness dari pertemuan
pertama hingga pertemuan ketiga terjadi peningkatan skor
mindfulness (43,7-47,8) dan juga peningkatan skor self
efficacy (7,47-8,03). Beberapa ibu hamil setelah diberikan
latihan mindfulness menyatakan banyak sekali manfaatnya,
merasa lebih tenang, lebih menikmati kehamilan saat ini dan
agak berkurang masalah fisik yang dirasakan. Hal ini berarti
mindfulness berpengaruh menurunkan stres pada ibu
primigravida.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Simonian
bahwa mindfulness dapat digunakan sebagai sumber efektif
untuk manajemen stres dengan memberikan intervensi yang
aman dan efektif (Simonian, 2015). dan menurunkan
kecemasan serta pengaruh negatif kepada wanita selama
kehamilan (C Vieten & Astin, 2008).
98
BAB IV – Hasil Penelitian
4.5 Hasil Penelitian Kelompok Caregiver
Data di Panti Wreda Pelkriss Semarang bahwa jumlah
Caregiver Sampai dengan bulan November 2017 berjumlah
45 orang, sedangkan panti Wreda Harapan Asri mempunyai
Caregiver berjumlah 38 orang. Melibatkan 34 caregiver
dilakukan pengukuran burden menggunakan Zarit Burden
Inventory (ZBI) meliputi Pretest dan posttest. Pengukuran
dilakukan dengan tujuan melihat kecenderungan tingkat
caregiver burden dalam merawat lansia dengan demensia.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 11 Hasil pretest dan post test Zarit Burden Inventory (ZBI)
pada pada Kelompok Intervensi dan Kelompok
Kontrol
Tingkat Intervensi Kontrol
Postest
Burden Pretest Pretest Postest
%n
n % n%N%
Tidak Burden 3 8,82 26 76,47 0 0 4 11,47
Burder Ringan 26 76,47 8 23,53 11 41,18 16 47,06
14,71 0 0 16 47,05 11 32,35
Burden Sedang 5 0 0 4 11,77 3 8,82
0
Burden Berat 0
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas atau
sebagian besar tingkat caregiver burden pada kelompok
intervensi maupun kelompok kontrol untuk pre test maupun
post test berada pada level tingkat ringan.
99
BAB IV – Hasil Penelitian
Responden caregiver yang tidak mengalami burden
pada pengukuran pre-test pada kelompok intervensi adalah
3 orang (8,82%), sedangkan pada pengukuran post-test
sebanyak 26 orang (76,47%), sedangkan pada pre-test
kelompok kontrol tidak ada caregiver yang tidak burden
sedangkan pada pengukuran post-test terdapat 4 orang
(11,77%).
Tingkat caregiver burden ringan pada pengukuran pre-
test pada kelompok intervensi berjumlah 26 orang (76,47%),
sedangkan tingkat caregiver burden ringan pada kelompok
kontrol berjumlah 14 orang atau (41,18%).
Caregiver burden ringan pada pengukuran post-test
kelompok intervensi berjumlah 8 orang (23,53%), sedangkan
pada kelompok kontrol berjumlah 16 orang (47,06%).
Caregiver burden tingkat sedang pada kelompok intervensi
saat pengukuran pre-test berjumlah 5 orang (14,71%)
sedangkan pada kelompok kontrol pada saat pengukuran
pre-test sebanyak 16 orang (47,05%). Pada caregiver burden
tingkat sedang saat post-test pada kelompok intervensi tidak
ada caregiver yang mengalami caregiver burden sedang,
sedangkan pada kelompok kontrol pada saat pengukuran
post-test adalah sebanyak 11 orang (32,35%)
100
BAB IV – Hasil Penelitian
Tidak ada tingkat Caregiver burden berat pada
kelompok intervensi saat pengukuran pre-test maupun post-
test, sedangkan tingkat Caregiver Burden berat pada
kelompok kontrol sebanyak pada pengukuran pre-test
sebanyak 4 orang (11.77%), sedangkan pada pengukuran
post-test sebanyak 3 orang (8,82%).
Pembahasan Penelitian
Hasil pengolahan data didapatkan nilai rata-rata pada
pengukuran sebelum dilakukan perlakuan pada kelompok
intervensi yaitu sebesar 32,00, sedangkan sesudah dilakukan
perlakuan sebesar 16,53. Selisih antara nilai sebelum
perlakuan dan sesudah perlakuan sebesar 15,47.
Pada kelompok kontrol nilai rata-rata pada pengukuran
sebelum dilakukan perlakuan sebesar 45,68 sedangkan
sesudah dilakukan perlakuan sebesar 45,85 dengan selisih
antara nilai sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan
sebesar – 0,176 dengan (p-value 0,00<0,00),
Hasil tersebut sesuai dengan penelitian Jan Sundquist
(Sundquist, Palmér, Johansson, & Sundquist, 2017) yaitu
terapi kelompok berbasis mindfulness dapat mengobati
pasien untuk gangguan depresi, stres, ansietas dan kesulitan
untuk beradaptasi dengan nilai p- value 0,01 (α<0,05).
101
BAB IV – Hasil Penelitian
Sejalan dengan penelitian kiken dan shook (Kiken &
Shook, 2012) mindfulness merupakan penerimaan individu
tanpa paksaan, dengan penuh keikhlasan, dan tanpa
penghakiman. Semakin tinggi tingkat fokus seseorang maka
akan semakin mindful (penuh kesadaran) menyadari pikiran
dan perkataan diri sendiri.
Fakta hasil penelitian di panti wreda di semarang
terlihat bahwa hasil uji wilcoxon menunjukan bahwa
terdapat perbedaan yang lebih signifikan antara sebelum
dan sesudah diberikan perlakuan dibandingkan dengan
kelompok kontrol. Hal ini karena kelompok intervensi
mendapatkan terapi mindfulness, intervensi mindfulness
merupakan terapi yang dibuat secara sadar melihat
pengalaman individu secara sadar tanpa perlawanan,
penghakiman atau bereaksi terhadap peristiwa yang sedang
dialami (Zinn, 1990).
Hasil penelitian Prasimann, 2006 membuktikan bahwa
mindfulness efektif untuk menurunkan stress pada pasien
maupun penyedia layanan kesehatan (caregiver).
Mindfulness merupakan intervensi yang relatif aman dan
dapat digunakan pada berbagai pasien (Praissman, 2008).
Kondisi mindfulness memungkinkan seseorang untuk
mendekati situasi yang penuh tekanan” secara sadar” bukan
102
BAB IV – Hasil Penelitian
bereaksi secara otomatis terhadap sumber tekanan sehingga
akan menghasilkan pengaturan diri yang lebih baik
(Candrawati, 2017).
Penurunan skor caregiver burden pada kelompok
kontrol disebabkan oleh karena pemberian pengetahuan
selama 3 kali dalam 3 minggu. Selain itu variabel
confounding tidak dikendalikan seperti lama merawat lansia
dan riwayat pekerjaan.
Penelitian dari Ujsara S (2016), menjelaskan bahwa
ketrampilan merawat lansia adalah faktor terpenting dalam
mempengaruhi caregiver burden. Selain itu perhatian
caregiver lain juga mempengaruhi suasana kenyamanan
sehingga dapat mengurangi caregiver burden dalam
merawat lansia di panti wreda.
103
BAB V – Rencana Tindak Lanjut Mindfulness untuk Target Sehat Mandiri
BAB V
Rencana Tindak Lanjut Mindfulness
untuk Target Sehat Mandiri
Model di atas menunjukkan kerangka konsep keefektifan peran
seorang perawat yang diadopsi dari buku Nursing Outcomes:
The State of the Science - Second Edition yang ditulis oleh Diane
M. Doran (2010). Model tersebut mememuat model struktur-
proses-outcome akan kualitas suatu layanan.
Komponen struktur memuat variabel yang terdiri dari
perawat, pasien dan organisasi yang mempengaruhi proses dan
outcome dari sebuah pelayanan. Perawat menggambarkan
104
BAB V – Rencana Tindak Lanjut Mindfulness untuk Target Sehat Mandiri
sebagai karakteristik seseorang yang professional dari segi
pengalaman, pengetahuan dan kemampuan yang bisa
mempengaruhi kualitas suatu layanan keperawatan. Variabel
pasien dalam komponen struktur meliputi karakteristik personal
dan kondisi kesehatan seperti usia, tipe atau tingkat keparahan
sakit, dan angka komorbiditas yang mempengaruhi pemberian
layanan kesehatan atau hasil suatu tindakan pelayanan.
Komponen organisasi berfokus pada staf dan pola penugasan
tindakan keperawatan, yang secara langsung mempengaruhi
pemberian atau penyampaian layanan keperawatan.
Komponen proses terdiri dari peran mandiri perawat,
peran perawat yang berhubungan dengan tindakan medis dan
peran interdependen. Peran mandiri perawat (independent role)
berfokus pada fungsi dan aktivitas yang diinisiasi oleh perawat
profesional. Peran tersebut merujuk pada tindakan otonom
yang dinisiasi oleh perawat untuk merespon masalah-masalah
yang dialami oleh pasien, dan tindakan tersebut tidak perlu
memerlukan sebuah perintah dari profesi lain. Peran perawat
yang berkaitan dengan tindakan medis memuat fungsi atau
aktivitas yang diinisisasi oleh respon perawat terhadap
permintaan medis. Tindakan tersebut meliputi penilaian klinis
perawat, implementasi perawatan medis langsung, dan evaluasi
respon pasien terhadap tindakan tersebut. Peran interdependen
105
BAB V – Rencana Tindak Lanjut Mindfulness untuk Target Sehat Mandiri
yang dimaksud berupa fungsi dan aktivitas dimana perawat
terlibat di dalamnya yang saling bekerjasama dengan anggota
tim layanan dari tenaga kesehatan lainnya. Tindakan tersebut
meliputi komunikasi antar interdisipliner dari tim layanan
kesehatan, koordinasi layanan dan pengelolaan sistem
kesehatan dan pengembangan.
Komponen outcome meliputi hasil yang diharapkan dari
suatu tindakan keperawatan. Komponen ini diklasifikasikan
menjadi lima kategori yang terdiri dari (a) pencegahan
komplikasi seperti cedera atau infeksi nosokomial, (b) outcomes
klinis seperti mengontrol gejala, (c) pengetahuan tentang
penyakit, bagaimana penanganannya dan pengelolaan efek
samping (d) outcomes fungsi kesehatan seperti fisik, sosial,
kognitif dan fungsi mental dan kemampuan perawatan secara
mandiri (self-care), (d) kepuasan terhadap layanan dan biaya.
Komponen - komponen sebagian telah dilakukan oleh
penulis dan juga oleh kontributor dalam penelitian dan
pengembangan layanan keperawatan dengan komponen yang
digunakan sebagai berikut:
1. Struktur
Struktur meliputi perawat dan pasien. Pasien yang diberikan
layanan keperawatan diantaranya yaitu remaja yang
mengalami masalah psikologis depresi, remaja yag
106
BAB V – Rencana Tindak Lanjut Mindfulness untuk Target Sehat Mandiri
mengalami stres dan ansietas, perawat yang mengalami
stres dan depresi, ibu hamil yang mengalami stres dan
caregiver yang mengalami caregiver burden.
2. Proses
Proses atau tindakan keperawatan yang diberikan kepada
pasien berupa latihan mindfulness untuk target sehat
mandiri melalui supportive educative yang didukung dengan
peningkatan self efficacy pasien.
3. Outcomes
Outcomes yang menjadi target perawat dalam memberikan
tindakan keperawatan yaitu, selfcare, fungsi peran
meningkat, self efficacy, social support dan kesejahteraan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk
penelitian atau pengmbangan layanan keperawatan selanjutnya
yaitu mengembangkan komponen struktur yaitu organisasi,
komponen proses berupa medical-related care, dan
interdependent care, serta komponen outcomes yang meliputi
kategori pencegahan komplikasi seperti cedera atau infeksi
nasokomial, kepuasan layanan keeperawatan dan biaya.
107
Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Abdolahzadeh, Z., Mashhadi, A., & Tabibi, Z. (2017). Effectiveness
of mindfulness-based therapy on the rate of symptoms
and mindfulness in adolescents with attention-deficit
hyperactivity disorder. Journal of Fundamentals of Mental
Health, 19(1), 30–37.
Aditomo, A., & Retnowati, S. (2004). Pada Remaja Akhir.
Perfeksionisme, Harga Diri, Dan Kecenderungan Depresi
Pada Remaja Akhir, (1), 1–14.
Afandi, N. A., Wahyuni, H., & Adawiyah, A. Y. (2015). Efektifitas
Pelatihan Mindfulness Terhadap Penurunan Stres Korban
Kekerasan Dalam Pacaran (KDP), 8(2), 75–84.
Afram, B., Mscn, A. S., Verbeek, H., Bleijlevens, M. H. C., Suhonen,
R., Sutcliffe, C., … Hamers, J. P. H. (2014). Reasons for
Institutionalization of People With Dementia : Informal
Caregiver Reports From 8 European Countries, 15, 108–
116. https://doi.org/10.1016/j.jamda.2013.09.012
Aglen, B., Hedlund, M., & Landstad, B. J. (2011). Self-Help and Self-
Help Groups For People With Long-Lasting Health
Problems Or Mental Health Difficulties In A Nordic
Context : A Review. Scandinavian Journal of Public Health,
39, 813–822. https://doi.org/10.1177/1403494811425603
Alie and Asrori, M. (2011). Psikologi Perkembangan Perkembangan
Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Andriany, M. (2007). Aplikasi Teori Self-Care Deficit Orem dalam
Konteks Tuna Wisma ( Studi Literatur ) ( The Application of
Orem ’ s Self Care Deficit in Homeless Setting ). Aplikasi
Teori Orem, 1, 1–10.
https://doi.org/10.14710/nmjn.v1i1.263
Daftar Pustaka
Andriyani, J. (2014). Coping Stress Pada Wanita Karier yang
Berkeluarga, 1–10.
Arch, J. J., & Craske, M. G. (2006). Mechanisms of Mindfulness:
Emotion Regulation Following a Focused Breathing
Induction. Behaviour Research and Therapy, 44, 1849–
1858. https://doi.org/10.1016/j.brat.2005.12.007
Bamber, M. D., & Schneider, J. K. (2016). Mindfulness-based
meditation to decrease stress and anxiety in college
students : A narrative synthesis of the research.
Educational Research Review, 18, 1–32.
https://doi.org/10.1016/j.edurev.2015.12.004
Bandura, A. (2006). Guide for constructing self-efficacy scales. In
Self-efficacy beliefs of adolescents (pp. 307–337).
https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Bossi, L., & Porter, S. (2011). Calming and coping strategies for the
school nurse’s new year: using mind-body concepts. NASN
School Nurse (Print), 26(6), 368–372.
https://doi.org/10.1177/1942602X11420879
Brown, L. D., Tang, X., & Hollman, R. L. (2014). The Structure of
Social Exchange in Self-help Support Groups: Development
of a Measure. American Journal of Community Psychology,
53(1–2), 83–95. https://doi.org/10.1007/s10464-013-
9621-3
Candrawati, S. ayu K. (2017). Pengaruh Mindfulness dengan gayatri
mantra terhadap ansietas lansia di panti sosial tresna
wreda seraya denpasar. In Tesis (Ed.) (p. 97). Semarang:
Universitas Diponegoro.
Care:, A. A. & N. A. for C. F. (2004). Alzeimer’s Association &
National Alliance for Caregiving. Family Care: Alzeimer’s
Caregiving in the United States. Chicago, IL: Alzeimer’s.
National Alliance for Caregiving.
Daftar Pustaka
Care, T., Depasquale, N., Davis, K. D., Zarit, S. H., Moen, P.,
Hammer, L. B., & Almeida, D. M. (2014). Combining Formal
and Informal Caregiving Roles : The Psychosocial
Implications of Double- and, 1–10.
https://doi.org/10.1093/geronb/gbu139
Centre for Clinical Interventions. (2011). Calming technique.
Department of Health. Western Australia: CCI. Retrieved
from www.cci.health.wa.gov.au/docs/Calming Technique.
Chen, Y., Huang, X., & Chien, C. (2016). The Effectiveness of
Diaphragmatic Breathing Relaxation, 0, 1–8.
https://doi.org/10.1111/ppc.12184
Chen, Y., Yang, X., Wang, L., & Zhang, X. (2013). A randomized
controlled trial of the effects of brief mindfulness
meditation on anxiety symptoms and systolic blood
pressure in Chinese nursing students. Nurse Education
Today, 33(10), 1166–1172.
https://doi.org/10.1016/j.nedt.2012.11.014
Cristina, A., Ferreira, L., & Akerman, P. (2017). Stress and Anxiety in
Pregnant Women from a Screening Program for Maternal-
Fetal Risks. Journal of Gynecology&Obstetrics, 1–4.
Davison, G. C. (2006). Psikologi Abnormal. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta:
Trans Info Media.
Ditto, B., Eclache, M., Goldman, N., & Med, A. B. (2006). Short-
Term Autonomic and Cardiovascular Effects of
Mindfulness Body Scan Meditation. Journal Annals of
Behavioral Medicine, 32(3), 227–234.
https://doi.org/10.1207/s15324796abm3203
Dreeben, S. J., Mamberg, H., & Salmon, P. (2013). The MBSR Body
Daftar Pustaka
Scan in Clinical Practice. Journal Mindfulness, 4(4), 394–
401. https://doi.org/10.1007/s12671-013-0212-z
Dubert, C. J., Schumacher, A. M., Jr, L. L., Gutierrez, A. P., & Barnes,
V. A. (2016). Mindfulness and Emotion Regulation among
Nursing Students : Investigating the Mediation Effect of
Working Memory Capacity. Mindfulness.
https://doi.org/10.1007/s12671-016-0544-6
Dunn, C., Hanieh, E., & Roberts, R. (2012). Mindful Pregnancy and
Childbirth: Effects of a Mindfulness-Based Intervention on
Women’s Psychological Distress and Well-being in the
Perinatal Period. Journal Arch Womens Ment Health, 139–
143. https://doi.org/10.1007/s00737-012-0264-4
Dwidiyanti, Meidiana; Pamungkas, Yanuar F; Ningsih, H. E. W.
(2017). Mindfulness Caring pada Stress. Semarang: UNDIP
PRESS.
Elliott, P., Visitor, H., Educator, P., Yorkshire, M., & Trust, N. H. S.
(2016). Understanding SCPHN students ’ experience of
practice educator-led peer support groups, (November),
42–46.
Fiocco, Alexandra J: Mallya, S. (2014). The Importance of Cultivating
Mindfulness for Cognitive and Emotional Well-Being in
Late Life. Journal of Evidence-Based Complementary &
Alternative Medicine, 1–6.
https://doi.org/10.1177/2156587214553940
Gallego, J., Aguilar-Parra, J. M., Cangas, A. J., Langer, Á. I., & Mañas,
I. (2014). Effect of a Mindfulness Program on Stress,
Anxiety and Depression in University Students. Spanish
Journal of Psychology, 17, E109.
https://doi.org/10.1017/sjp.2014.102
Gibson AK, A. K. (2011). Difficult diagnosis: family caregivers
experiences during and following the diagnostic process
Daftar Pustaka
for dementia. American Journal of Alzheimer’s Disease and
Other Dementias.
Green, J. L. (2017). Peer support systems and professional identity
of student nurses undertaking a UK learning disability
nursing programme. Nurse Education in Practice.
https://doi.org/10.1016/j.nepr.2017.11.009
Harding, R., Gao, W., Jackson, D., Pearson, C., Murray, J., &
Higginson, I. J. (2015). Comparative Analysis of Informal
Caregiver Burden in Advanced Cancer , Dementia , and
Acquired Brain Injury. Journal of Pain and Symptom
Management.
https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2015.04.005
Hawari. (2006). Manajemen Stress, Cemas dan Depresi. Jakarta: FK
UI.
Herlinah, L. (2012). Kelompok Swabantu Sebagai Bentuk Intervensi
Pengendalian Hipertensi Berbasis Pemberdayaan
Masyarakat di Kelurahan Pasir Gunugn Selatan Kecamatan
Cimanggis Depok. Universitas Indonesia.
Hibbard, J. H., Stockard, J., Mahoney, E. R., & Tusler, M. (2004).
Development of the Patient Activation Measure ( PAM ):
Conceptualizing and Measuring Activation in Patients and
Consumers, 1005–1026.
Hofmann, S. G., Sawyer, A. T., Witt, A. A., & Oh, D. (2010). The
Effect of Mindfulness-Based Therapy on Anxiety and
Depression: A Meta-Analytic Review. Journal of Consulting
and Clinical Psychology, 78(2), 169–183.
https://doi.org/10.1037/a0018555
Hyland, P. K., Lee, R. A., & Mills, M. J. (n.d.). Mindfulness at work: A
New Apprroach to improving individual and organizational
performance.
Daftar Pustaka
Kabat-zinn, J. (2003). Mindfulness-Based Interventions in Context :
Past , Present , and Future, (2002), 144–156.
https://doi.org/10.1093/clipsy/bpg016
Kabat Zinn, J. (2005). The Body Scan Meditation.
Kar, P. C., Shian-ling, K., & Chong, C. K. (2014). Mindful-S . T . O . P .:
Mindfulness Made Easy for Stress Reduction in Medical
Students, 6(2), 48–56.
https://doi.org/10.5959/eimj.v6i2.230
Kiken, L. G., & Shook, N. J. (2012). Mindfulness and emotional
distress: The role of negatively biased cognition.
Personality and Individual Differences, 52(3), 329–333.
https://doi.org/10.1016/j.paid.2011.10.031
Kozier et al. (2008). Fundamental Of Nursing. (Berman, Ed.) (First).
Australian: Pearson.
Kuswandi, A., Sitorus, R., & Gayatri, D. (2008). Pengaruh Relaksasi
Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien
Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Sebuah Rumah Sakit Di
Tasikmalaya. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(2), 108–
114.
Landers, G. M., & Zhou, M. (2011). An Analysis of Relationships
Among Peer Support, Psychiatric Hospitalization, and Crisis
Stabilization. Community Mental Health Journal, 47(1),
106–112. https://doi.org/10.1007/s10597-009-9218-3
Laplante, D. P., Brunet, A., & King, S. (2015). The Effects of
Maternal Stress and Illness During Pregnancy on Infant
Temperament: Project Ice Storm. International Pediatric
Research Foundation, (October), 1–7.
https://doi.org/10.1038/pr.2015.177
Lau, N. S., & Hue, M. T. (2011). Preliminary outcomes of a
mindfulness-based programme for Hong Kong adolescents
Daftar Pustaka
in schools: Well-being, stress and depressive symptoms.
International Journal of Children’s Spirituality, 16(4), 315–
330. https://doi.org/10.1080/1364436X.2011.639747
Lauren Slater, Ed.D, Jessica Henderson Daniel, Ph.D., ABPP, Amy
Elizabeth Banks, M. . (2003). The Complete Guide to
Mental Health For Women. United States of America:
Beacon 150.
Lubis, N. L. (2009). Depresi Tinjauan Psikologis (Vol. 1). Jakarta:
Kencana.
Maharani, E. A. (2016). Pengaruh Pelatihan Berbasis Mindfulness
Terhadap Tingkat Stres Pada Guru PAUD, 9, 100–110.
Mancuso, R. et al. (2004). Maternal Prenatal Anxiety and
Corticotropin-Releasing Hormone Associated. Journal
Psychosomatic Medicine, 762–769.
https://doi.org/10.1097/01.psy.0000138284.70670.d5
Manocchi, P. E. (2017). Fostering academic success in nursing
students through mindfulness: A literature review.
Teaching and Learning in Nursing.
https://doi.org/10.1016/j.teln.2017.05.002
Masyithah, D. (2012). Hubungan dukungan sosial dan penerimaan
diri pada penderita pasca stroke.
McConville, J., McAleer, R., & Hahne, A. (2017). Mindfulness
Training for Health Profession Students—The Effect of
Mindfulness Training on Psychological Well-Being,
Learning and Clinical Performance of Health Professional
Students: A Systematic Review of Randomized and Non-
randomized Controlled Trials. Explore: The Journal of
Science and Healing, 13(1), 26–45.
https://doi.org/10.1016/j.explore.2016.10.002
Merolla, D. M. (2017). Self-efficacy and Academic Achievement.
Daftar Pustaka
Sociological Perspectives, 60(2), 378–393.
https://doi.org/10.1177/0731121416629993
Moscaritolo, L. M. (2009). Interventional Strategies to Decrease
Nursing Student Anxiety in the Clinical Learning
Environment. Journal of Nursing Education, 48(1), 17–23.
https://doi.org/10.3928/01484834-20090101-08
Mulia, J. G. (2015). Pencegahan dan penanganan depresi pada
siswa (Vol. VI).
Muthmainah, I. (2012). Faktor-Faktor Penyebab Stres Kerja Di
Ruangan ICU Pelayanan Jantung Terpadu Dr. Cipto
Mangunkusumo Jakarta.
Muthukrishnan, S., Jain, R., & Batra, S. (2016). Effect of Mindfulness
Meditation on Perceived Stress Scores and Autonomic
Function Tests of Pregnant Indian Women. Journal of
Clinical and Diagnostic Research, 10(4), 5–8.
https://doi.org/10.7860/JCDR/2016/16463.7679
Nancy L. Mace& Peter V Rabins. (2006). The 36- Hour Day;A Family
Guide to Caring for People with Alzheimer Disease Other
Dementias and Memory Loss In Latter Life. Philadelphia:
John Hopins.
Nurazizah. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan stres
kerja pada perawat di ruang rawat inap kelas III RS X
Jakarta tahun 2017.
Orem, D. (2003). Self Care Theory in Nursing : Selected Papers of
Dorothea Orem. Springer Publishing Company.
Palacio, C., Krikorian, A., Limonero, N. T., & Ph, D. (2017). The
influence of psychological factors on the burden of
caregivers of patients with advanced cancer : Resiliency
and caregiver burden, (May).
https://doi.org/10.1017/S1478951517000268
Daftar Pustaka
Pålsson, Y., Mårtensson, G., Swenne, C. L., Ädel, E., & Engström, M.
(2017). A peer learning intervention for nursing students in
clinical practice education: A quasi-experimental study.
Nurse Education Today, 51, 81–87.
https://doi.org/10.1016/j.nedt.2017.01.011
Pan, W., Gau, M., Lee, T., Jou, H., & Liu, C. (2018). Mindfulness-
Based Programme on the Psychological Health of Pregnant
Women. Journal Women and Birth.
https://doi.org/10.1016/j.wombi.2018.04.018
Parswani;Sharma&Iyengar. (2013). Mindfulness-Based Stress
Reduction Program in Coronary Heart Disease: a
Randomized Control Trial. International Journal of Yoga.
https://doi.org/10.4103/0973-6131.113405
Paul S, C. D. (2014). The Relationship In Group Therapy (1st ed.).
Relationship Handbook: Theory And Practice.
Perez-blasco, J., Viguer, P., & Rodrigo, M. F. (2013). Effects of a
mindfulness-based intervention on psychological distress ,
well-being , and maternal self-efficacy in breast-feeding
mothers : results of a pilot study, 227–236.
https://doi.org/10.1007/s00737-013-0337-z
Potter, P.A, P. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan :
Konsep, Proses, dan Praktik. (K. Renata, Ed.) (4th ed.).
jakarta: EGC.
Praissman, S. (2008). Mindfulness-based stress reduction: A
literature review and clinician’s guide. Journal of the
American Academy of Nurse Practitioners, 20(4), 212–216.
https://doi.org/10.1111/j.1745-7599.2008.00306.x
Putri, M. A. T. I. I., & Masykur, A. M. (2013). Penerimaan diri Pada
Istri yag Mengalami Involutary Childless, 2, 1–10.
Revised, V., Santorelli, S. F., & Kabat-zinn, M. P. H. J. (2017).
Daftar Pustaka
Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) Authorized
Curriculum Guide.
Rn, H. L., Wang, L. S., & Rn, I. L. (2011). The effect of a peer-
mentoring strategy on student nurse stress reduction in
clinical practice, (2004), 203–210.
Sadock, J., & Virginia, S. (2000). Kaplan & Sadock ’ s Comprehensive
Textbook of Psychiatry. Psychiatry Interpersonal and
Biological Processes, II, 4884.
https://doi.org/10.4067/S0717-92272002000300011
Safitri, Y., & Hidayati, N. E. (2013). Hubungan Antara Pola Asuh
Orang Tua Dengan Tingkat Depresi Remaja Di Smk 10
November Semarang. Jurnal Keperawatan Jiwa, 1(1), 11–
17.
Santrock. (n.d.). Remaja. (N. I. Sallama, Ed.) (11th ed.). Jakarta.
Sari, S. P., & Dwidiyanti, M. (2014). Mindfullnes dengan pendekatan
spiritual pada pasien skizoprenia dengn resiko perilku
kekerasan. Jurnaal Kesehatan. Konas Jiwa.
Shapiro, S. L., Schwartz, G. E., & Bonner, G. (2013). Effects of
Mindfulness-Based Stress Reduction on Medical and
Premedical Students - Shapiro Schwartz Bonner
1998.doc.pdf, 21(6), 581–599. Retrieved from
http://www.openground.com.au/articles/Shapiro
Schwartz Bonner 1998.doc.pdf
Sheppard, K. (2018). Effects of peer mentoring on nursing students
’ perceived stress , sense of belonging , self-efficacy and
loneliness, 8(1), 16–23.
https://doi.org/10.5430/jnep.v8n1p16
Shomaker, L. B., Bruggink, S., Pivarunas, B., Skoranski, A., Foss, J.,
Chaffin, E., … Bell, C. (2017). Pilot randomized controlled
trial of a mindfulness-based group intervention in
Daftar Pustaka
adolescent girls at risk for type 2 diabetes with depressive
symptoms. Complementary Therapies in Medicine, 32, 66–
74. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2017.04.003
Sik, Y., Young, S., & Ryu, E. (2009). Nurse Education Today The
effectiveness of a stress coping program based on
mindfulness meditation on the stress , anxiety , and
depression experienced by nursing students in Korea.
Nurse Education Today, 29(5), 538–543.
https://doi.org/10.1016/j.nedt.2008.12.003
Simonian, M. A. (2015). The Impact of Mindfulness-Based Prenatal
Program on Latino Pregnant Women’s Mindfulness and
Stress, (May).
Society for Community Research and Action. (2013). Resolution on
Self-Help Support Groups.
Song, Y., & Lindquist, R. (2015). Effects of mindfulness-based stress
reduction on depression, anxiety, stress and mindfulness
in Korean nursing students. Nurse Education Today, 35(1),
86–90. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2014.06.010
Stahl, Bob&Goldstein, E. (2010). A Mindfulness-Based Stress
Reduction Workbook. Canada: New Harbinger
Publications, Inc.
Stuart, G., & Laraia, M. T. (2012). Principles and Pratice of
Psychiatric Nursing. Journal of Child and Adolescent
Psychiatric Nursing, 6, 190–208.
https://doi.org/10.1111/j.1744-6171.1993.tb00159.x
Sundquist, J., Palmér, K., Johansson, L. M., & Sundquist, K. (2017).
The effect of mindfulness group therapy on a broad range
of psychiatric symptoms: A randomised controlled trial in
primary health care. European Psychiatry, 43, 19–27.
https://doi.org/10.1016/j.eurpsy.2017.01.328
Daftar Pustaka
Tang, Y.-Y., Hölzel, B. K., & Posner, M. I. (2015). The neuroscience of
mindfulness meditation. Nature Reviews Neuroscience,
16(5), 312–312. https://doi.org/10.1038/nrn3954
Taylor, S. G., Renpenning, K. E., Geden, E. A., Neuman, B. M., &
Hart, M. A. (2001). A Theory of Dependent-Care: A
Corollary Theory to Orem’s Theory of Self-Care. Nursing
Science Quarterly, 14(1), 39–47.
https://doi.org/10.1177/08943180122108030
Trisnasari, M. E. (2017). Gambaran Tingkat Caregiver Burden Orang
dengan Masalah Kejiwaan pada Anggota Self Help Group
Online. UIN Syarif Hiayatullah Jakarta.
Turner, K., & Mccarthy, V. L. (2016). Stress and anxiety among
nursing students: A review of intervention strategies in
literature between 2009 and 2015. Nurse Education in
Practice. https://doi.org/10.1016/j.nepr.2016.11.002
Utami, T. W. (2008). Pengaruh Self Help Group Terhadap
Kemampuan Keluarga dalam Merawat Klien Gangguan
Jiwa di Kelurahan Sindang Barang Bogor. Universitas
Indonesia.
Vieten, C. (2009). Mindful Motherhood: Practical Ways for Staying
Sane During Pregnancy and Your Child’s First Year. Canada:
New Harbinger.
Vieten, C., & Astin, J. (2008). Effects of a Mindfulness-Based
Intervention During Pregnancy on Prenatal Stress and
Mood: Results of a Pilot Study. Journal Archives of
Women’s Mental Health, 67–74.
https://doi.org/10.1007/s00737-008-0214-3
Whitebird, R. R., Kreitzer, M., Lauren Crain, A., Lewis, B. A., Hanson,
L. R., & Enstad, C. J. (2013). Mindfulness-based stress
reduction for family caregivers: A randomized controlled
trial. Gerontologist, 53(4), 676–686.
Daftar Pustaka
https://doi.org/10.1093/geront/gns126
Worret, K. M. F. & P. A. H. (2000). Psychiatric Mental Health
Nursing (Third Edit). United States of America: Mosby An
Avffiliate of Elsevier.
Yosep Iyus. (2009). Keperawatan Jiwa (Edisis Rev). Bandung: PT.
Refika Aditama.
Zainal, V. R., Hadad, M. D., & Ramly, M. (2014). Kepemimpinan dan
Perilaku Organisasi. Rajawali Pers.
Zarit, S. H., & Savla, J. (2016). Caregivers and Stress. Stress:
Concepts, Cognition, Emotion, and Behavior: Handbook of
Stress. Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-
800951-2.00042-X
Zeidan, F., Johnson, S. K., Diamond, B. J., David, Z., & Goolkasian, P.
(2010). Mindfulness meditation improves cognition :
Evidence of brief mental training q. Consciousness and
Cognition, 19(2), 597–605.
https://doi.org/10.1016/j.concog.2010.03.014
Zulkosky, K. (2009). Self-Efficacy: A Concept Analysis. Nursing
Forum, 44(2), 93–102. https://doi.org/10.1111/j.1744-
6198.2009.00132.x.
Daftar Pustaka