ii Dosen Pengampu : Muhammad Rian Subekti,M.Pd
i KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan anugrah-Nya. Serta kesehataan dalam menyusun buku Permainan Bulu Tangkis ini dapat diselesaikan dengan sebaikbaiknya. Buku ini bisa digunakan untuk umum mulai dari, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, serta Sekolah Menengah Atas. Hasil tulisan yang ada pada buku ini berasal dari berbagai buku dan juga referensi lainnya. Dan semoga buku ini bisa sangat berguna dan bermanfaat untuk penggunanya. Dan semoga buku bisa menambah pengetahuan dan wawasan tentang Permaninan Bulu Tangkis. Pada kesempatan ini, kami sebagai penyusun ingin mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Jasmani dan Olahraga telah mendukung kami dalam penyusunan ini. Dan semoga buku ini dapat menambah wahana perpustakaan yang ada dan dapat dijadikan informasi serta menambah wawasan atau pengetahuan tentang permainan bulu tangkis. Sekian dan terima kasih, Tuhan Yesus memberkati. Sintang, Oktober 2021
ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR........................................................................................ii DAFTAR ISI.......................................................................................................ii PENDAHULUAN..............................................................................................iv BAB I.................................................................................................................. 1 SEJARAH, RIWAYAT SINGKAT, SERTA LEGENDARIS BULU TANGKIS DI INDONESIA ............................................................................. 1 A. SEJARAH BULU TANGKIS DI DUNIA ......................................................... 1 B. SEJARAH ORGANISASI BULU TANGKIS INDONESIA................ 16 C. RIWAYAT SINGKAT BERDIRINYA PERSATUAN BULU TANGKIS SELURUH INDONESIA ( PBSI ) ............................................ 18 D. LEGENDARIS OLAHRAGAWAN BULU TANGKIS INDONESIA...... 23 BAB II............................................................................................................... 47 PENGERTIAN DAN HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM BERMAIN BULU TANGKIS........................................................................... 47 A. PENGERTIAN BULU TANGKIS .......................................................... 47 B. PEMANASAN DAN PEREGANGAN (STRETCHING) ....................... 49 BAB III............................................................................................................. 71 DEFINISI TEKNIK MEMUKUL SERTA SARANA DAN PRASARANA DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS................................................... 71 A. PENGERTIAN SERVIS ....................................................................... 71
iii B. TEKNIK-TEKNIK PUKULAN DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS ..................................................................................................... 76 C. SARANA DAN PRASARANA DALAM PERMAINAN BULU TANGKIS ..................................................................................................... 81 BAB IV........................................................................................................... 100 PERATURAN SERVICE, JENIS-JENIS, TEKNIK SERTA KESALAHAN DALAM PERTANDINGAN BULU TANGKIS......................................... 100 A. PERATURAN SERVICE DAN GARIS LAPANGAN UNTUK AREA DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS .................................................. 100 B. JENIS-JENIS PERTANDINGAN................................................................ 102 C. KESALAHAN YANG MUNGKIN AKAN TERJADI DALAM PERMAINAN BULU TAGKIS.................................................................. 104 D. KONTINUITAS DAN PARTAI/BENTUK PERMAINAN BULU TANGKIS ................................................................................................... 106 E. SISTEM PENILAIAN/PERHITUNGAN POINT SERTA SISTEM PINDAH BOLA DAN SISTEM RELI POIN DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS ........................................................................................ 110 F. VARIASI TEKNIK DAN PERATURAN UMUM DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS ........................................................................................ 111 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 164 PENUTUP...................................................................................................... 170 BIODATA PENULIS.................................................................................... 172
iv PENDAHULUAN Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang menggunakan raket untuk memukul shuttlecock. Shuttlecock dipukul melewati atas net yang membatasi tengah-tengah lapangan. Permainan ini dapat dimainkan oleh satu melawan satu (single) atau dua lawan dua (double). Permainan bulutangkis dilahirkan di India, dan dipopulerkan di Inggris dan menjadi permainan kelas atas. Subarjah dan Hidayat (2007,) berpendapat bahwa : Permainan bulutangkis merupakan jenis olahraga yang dimainkan dengan menggunakan net, raket sebagai alat pemukul, shuttlecock sebagai obyek yang dipukul, dan berbagai keterampilan dasar hingga keterampilan yang paling kompleks. Awalnya permainan bulutangkis dalam permainannya menggunakan papan sebagai raket untuk memukul shuttlecock. Permainan bulutangkis modern diciptakan di Badminton House di Inggris pada tahun 1870-an. Ada sejarah lain yang mengatakan bahwa bulutangkis sudah dimainkan oleh para perwira angkatan darat Inggris di India pada waktu yang sama dan sepertinya juga berawal dari sana.
v Di Indonesia permainan ini diduga masuk lewat bangsa Eropa yang membawanya ketika mereka datang ke Indonesia. Prestasi bulutangkis Indonesia sendiri mulai terukir di tingkat Internasional ketika Tan Joe Hok menjadi juara All England tahun 1957. Setelah itu prestasi bulutangkis Indonesia semakin diakui ketika Indonesia menjadi juara piala Thomas dengan mengalahkan raksasa Malaya dan mulai aktif di berbagai kejuaraan di Eropa. Pemain puteri di Indonesiapun mulai bermuculan dan mendapat pengakuan setelah merebut piala Uber tahun 1975. Mulai saat itu Indonesia banyak melahirkan pemain yang berprestasi di tingkat Internasional.
1 BAB I SEJARAH, RIWAYAT SINGKAT, SERTA LEGENDARIS BULU TANGKIS DI INDONESIA A. SEJARAH BULU TANGKIS DI DUNIA Ada hal unik yang menyangkut cabang olahraga ini, yaitu tidak ada cabang olahraga yang memiliki banyak tanda tanya seperti badminton. Sejarah awalnya, terutama menyangkut asal cabang olahraga ini berasal, Orang hanya mengenal nama badminton berasal dari nama sebuah rumah (kalau menurut ukuran Indonesia, sebuah istana) di kawasan Gloucestershire, sekitar 200 kilometer sebelah barat London, Inggris yaitu Badminton House, istana tersebut menjadi saksi sejarah olahraga ini mulai dikembangkan menuju bentuknya yang sekarang. Di bangunan tersebut, sang pemilik, Duke of Beaufort dan keluarganya pada abad ke-17 menjadi aktivis olahraga tersebut. Akan tetapi, Duke of Beaufort bukanlah penemu permainan itu. Badminton hanya menjadi nama karena dari situlah permainan ini mulai dikenal di kalangan atas dan kemudian menyebar. Badminton menjadi satusatunya cabang olahraga yang namanya berasal dari nama suatu tempat.
2 Gambar 2.1 Badminton House Sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis) Lalu kemudian menjadi tanda tanya adalah di Inggris ataukah di India mula-mula permainan seperti yang sekarang pertama kali dilakukan. Bukti-bukti menunjukkan di India awal mula-mula peraturan permainan olahraga ini ditulis, tepatnya 1870-an. Jika pertama kali permainan ini dilakukan di India. Hal yang menjadi tanda tanya besar, bagaimana nama permainan ini berubah dari battledore menjadi badminton. Nama asal permainan dua orang yang menepak bola ke depan (forehand) atau ke belakang (backhand) selama mungkin ini tadinya battledore. Asal mula
3 permainan battledore dengan menggunakan shuttlecock (kok) sendiri masih menjadi misteri. Dahulu orang menggunakan penepak dari kayu (bat). Dua orang menepak “burung” itu ke depan dan ke belakang selama mungkin. Permainan macam ini sudah dilakukan dikalangan anak-anak dan orang dewasa lebih dari 2000 tahun lalu di India, Jepang, Siam (Thailand), Yunani dan Cina. Di kawasan terakhir ini dimainkan lebih banyak dengan dengan kaki. Di Inggris ditemukan ukiran kayu abad pertengahan yang memuat gambar anak-anak sedang menendangnendang shuttlecock. Gambar 2.2 Permainan Battledore and Shuttlecock pada tahun 1854 Sumber : (http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis)
4 Pada abad ke-16 permainan semacam itu terkenal dikalangan anakanak. Pada abad berikutnya, permainan yang biasa disebut juga jeu de volant ini menjadi pengisi acara saat-saat luang di banyak negara Eropa. Kadang-kadang dimainkan oleh satu orang yang memukulmukul atau menepak-nepak kok itu ke atas, dengan satu atau dua penepak kayu. Sebuah permainan lain yang hampir sama featherball (dengan bola dari kulit ayam yang lunak) dimainkan di Denmark, Jerman, Perancis, dan Swedia. Permainan menggunakan kok memang mempunyai daya tarik tersendiri. Jika ditepak atau dipukul keatas maka begitu "jatuh" (menurun) kok akan melambat, memungkinkan orang mengejar dan menepaknya lagi ke atas. Hal yang menjadi tanda tanya, sebab utama kok terbentuk seperti sekarang, komposisi kepala dengan salah satu ujung bulat dan di ujung lain yang datar tertancap belasan bulu sejenis unggas. Bahan-bahan untuk membuat kok memang sudah ada di alam. Bentuk kepala kok, yang bulat, sudah ada di sekitar kita, bisa ditemukan dalam buah-buahan atau batu. Pertanyaannya, bagaimana awalnya bulu-bulu itu bisa menancap ke kepala kok? Ada yang berpendapat, ketika orang sedang duduk di kursi dan di depannya meja tulis, dia melamun dan memikir sesuatu yang jauh. Tanpa disengaja dia mengambil tutup botol, yang terbuat dari gabus,
5 dan kemudian menancap-nancapkan pena, yang ketika itu terbuat dari bulu unggas. Beberapa pena tertancapkan dan jadilah bentuk sederhana sebuah kok. Tentu ini tidak ada buktinya. Hanya kernudian memang terbentuk alat permainan seperti itu, yang setiap kawasan berbeda bentuknya. Apapun evolusi yang terjadi disekitar alat-alatnya, pada abad ke-19 permainan itu menyebar luas di kawasan pinggiran kota-kota Inggris. Rumah-rumah besar dengan ruangan-ruangan dan halaman luas menjadi tempat yang subur bagi permainan itu. Tidak terkecuali di Badminton House tadi. Keluarga Sommerset yang telah tinggal di rumah itu sejak zaman Charles II, kemudian mendapat anugerah gelar sebagai Duke of Beaufort. Di Badminton House itu kini masih ditemukan koleksi menarik peralatan permainan battledore dan shuftlecock-nya. Kok zaman itu dua kali lebih besar dan berat dibanding yang ada sekarang. Panjang "raket" atau battledore-nya sekitar setengah meter dengan kepala bulat. Tidak ada senar. Kayu penepak itu ditutup kertas kulit sehingga kalau seseorang memukul menimbulkan bunyi seperti orang memukul tambur. Begitulah bunyi yang terdengar jika di ruang depan (Front Hall) Badminton House sedang ada permainan battledore. Semua alat itu tersedia di istana ini dan orang yang akan main tinggal datang.
6 Pada tahun 1840-an dan 1850-an keluarga Duke of Beaufort Ke-7 paling sering menjadi penyelenggara permainan ini. Menurut Bernard Adams (The Badminton Story, BBC 1980), anak-anak Duke-tujuh laki-laki dan empat perempuan-inilah yang mulai memainkannya di Ruang Depan. Lama-lama mereka bosan permainan yang itu-itu saja. Mereka kemudian merentangkan tali antara pintu dan perapian dan bermain dengan menyeberangkan kok melewati tali itu. Itulah awal net. Akhir tahun 1850-an mulailah dikenal jenis baru permainan itu. Tahun 1860 itu ada seorang penjual mainan dari Londonmungkin juga penyedia peralatan battledore - bernama Isaac Spratt, menulisBadminton Battledore-a new game. Tulisan di situ menggambarkan terjadi evolusi permainan itu di Badminton House. Cerita-cerita di atas didapat dari keturunan Duke of Beaufort yang sekarang. Lain lagi dengan cerita Sir George Thomas, yang selama 70 tahun bergerak di bulutangkis, sebagai pemain dan organisator. Dia dengan jelas memberi waktu tahun 1863-1868 sebagai perkiraan awal dari badminton. Ia mengatakan, pada suatu pesta hujan turun dan orang-orang berusaha mencari suatu kegembiraan baru dari permainan battledare yang biasanya. Salah seorang peserta pesta memiliki gagasan cermerlang. "Ia merentangkan tali melintas
7 ruangan dan menyingkirkan semua mainan anak-anak dan badmiton, pada bentuknya yang paling awal, terwujud. Terbukti, hal itu sesuai dengan selera pesta itu dan kemudian menjadi hiburan yang biasa diselenggarakan di rumah itu ... dan rumah itu betapapun dipercaya sebagai asal permainan itu" kata tokoh yang kemudian menyumbangkan piala untuk diperebutkan bagi kejuaraan beregu putra, Piala Thomas. Sir Thomas lebih menyebut seorang pengunjung pesta dibanding keluarga Duke. Betapapun, kemudian keluarga Duke-lah yang memperkenalkan permainan ini ke masyarakat. Versi ini yang menyebut Inggrislah sebagai asal permainan itu. Versi lain menyebut India sebagai asal badminton. Tertulis dalam sebuah naskah tentang peraturan Lawn Tennis, Croquet, Racquets etc yang terbit tahun 1883. Di salah satu bagian yang terdiri dari 10 halaman, pengarang menyebut badminton sebagai 'tenis lapangan yang dimainkan dengan shuttlecock dan bukan bola’. Dalam pembukaan dia menulis tentang sejarah singkat permainan itu dalam empat paragraph kecil 'badminton pertama kali dimainkan; saya percaya di India dan diperkenalkan ke Inggris oleh Duke of Beaufort pada musim panas tahun 1874'. Sampai saat ini yang menulis naskah itu tidak diketahui.
8 Encyclopedia Britannica edisi tahun 1911 menulis tentang badminton: “Permainan ini tampaknya muncul di Inggris sekitar tahun 1873, tetapi sebelum itu dimainkan di India, yang saat itu masih popular." Ada keterangan, perwira-perwira Inggris yang bertugas di India memainkan permainan yang sejenis dengan badminton, tetapi lebih superior, yang dikenal dengan nama Poona. Karena sangat menyukai permainan yang cepat itu, mereka membawa pulang ke Inggris, lengkap dengan peralatannya, terutama kok-nya. Lalu beberapa perwira ini diundang Duke of Beaufort untuk memainkannnya di Badminton House. Dari situ lalu dikenalkan kemasyarakat luas. Tentara Inggris tampaknya memang yang banyak bergaul dengan badminton ini. Ketika mereka kembali ke Inggris dan pensiun mereka tetap memainkannya di kawasan permukiman tempat mereka menghabiskan masa pensiun mereka, kebanyakan di daerah pantai seperti South Sea dan Bath. Bukti tentang ini pun tidak lengkap, sehingga tidak bisa dikatakan benar-benar terjadi. Tampaknya, baik para perwira atau pegawai Inggris yang ke India maupun keluarga Duke of Beaufort dan para tamunya yang sering berkunjung ke Badminton House mempunyai andil untuk pengembangan badminton ini.
9 Permainan itu sendiri berkembang pesat di India dan menjadi favorit untuk di luar gedung. Demikian terkenalnya sehingga hari Minggu pun orang lupa untuk pergi ke gereja demi main badminton, yang biasa disebut 'Sunday badminton'. Badminton dimainkan di Madras, Bombay (kini Mumbay), dan Calcutta. Peraturan pertama dikenalkan di Poona pada tahun l873, meskipun permainan itu sendiri hanya berfungsi sebagai sarana pergaulan dan belum ada kompetisi. Mereka yang kembali ke Inggris kemudian lebih serius memainkan badminton. Merekalah antara lain S.S.C.Dolby, J.H.E. Hart,Bagned Wild, dan G.W. Vidal - yang kemudian berangsur-angsur menyusun peraturan permainannya. Klub-klub pun muncul dan pada tahun 1893 mereka bersepakat membentuk Persatuan Badminton Inggris (Badminton Association of England) dalam suatu pertemuan diSouthsea, Hampshire. Pada tahun 1898 diselenggarakan turnamen terbuka, khusus ganda, di Guilford. Inilah tahun pertama badminton memasuki era kompetisi. Setahun kemudian dilangsungkan kejuaraan All England. Pada yang pertama kejuaraan hanya berlangsung satu tanggal 4 April dengan mengambil tempat di London-Scottish Drill Hall di Buckingham Gate, London. Peraturan yang lengkap sendiri baru bisa disusun tahun 1901 . Di situ diatur antara lain tentang lapangan yang bentuknya seperti sekarang.
10 Sebelum Perang Dunia I badminton memasuki masa emasnya. Majalah Badminton Gazette pun dibuat, tujuannya agar berita-berita badminton mendapat tempat yang lapang, tidak seperti sebelumnya yang hanya menjadi berita kecil di majalah tennis, The Field.Kejuaraan All England sendiri terus berlangsung dan hanya sempat terhenti tahun 1915-1919 karena terjadinya Perang Dunia I dan 1930- 1946 karena meletusnya Perang Dunia II. Sebelum tahun 1900 badminton menyebar ke Irlandia dan Skotlandia pada tahun 1907 menyeberang ke jajahan Inggris yang jauh seperti Afrika Selatan, British Columbia (Kanada sekarang), dan bahkan Kepulauan Falklands (dikenal di sini dengan nama Kepulauan Malvinas) dan New York. Meski tahun 1908 berdiri klub di Hamburg, Jerman, tetapi perkem-bangan di daratan Eropa memang tidak menggembirakan. Pada tahun 1920- an badminton menyebar ke Eropa Utara, Amerika Utara, dan Asia. Tahuntahun itulah badminton masuk Malaya (kini Malaysia dan Singapura). Juga tahun-tahun itulah badminton masuk Indonesia. Di Eropa, Denmark memberi warna tersendiri pada olahraga itu. Negeri ini menjadikan badminton sebagai olahraga musim dingin dan membuat fasilitas yang bagus dengan membuat lapangan di dalam gedung. Dalam sepuluh tahun, Denmark sudah menghasilkan juara All England.
11 Yang menjadi pelopor di negeri itu adalah Hans dan Alksel Hansen. Keduanya berkeliling negeri itu mempopulerkan badminton dan bahkan kemudian ikut menyebarkan ke Norwegia dan Swedia. Menyeberang Lautan Atlantik badminton hinggap di British Columbia tahun 1914 dan tahun 1920-an menyebar ke berbagai kota Kanada. Tahun 1921 Kanada mengadakan kejuaraan pertamanya.Badminton juga menyebar ke Amerika Serikat, dengan New York sebagai kota persinggahan pertama. Hollywood juga disinggahi, dan sempat dibuat film Good Badminton untuk mengembangkannya. Namun baru 1905 Badminton menarik banyak perhatian masyarakat. Tahun itu terselenggara Seri Dunia yang mempertemukan Jack Purcell dari Kanada dan Jess Willard dari AS. Sekitar 3000 penonton memadati gedung di Seattle ini, dengan Purcell menang 15-7, 15-6, 15-9 dalam pertandingan the best of five match. Penggemar pun makin banyak, tercatat di seluruh AS 20.000 pemain dan ini memungkinkan didirikannya pabrik kok sendiri. Tahun 1936 berdiri American Badminton Association. Kejuaraan pertama diselenggarakan tahun berikutnya. Perkembangan badminton yang cepat menjadi olahraga dunia itu menuntut dibentuknya sebuah badan internasional. Pada bulan Juli 1934 dibentuk Federasi Bulutangkis Internasional (International
12 Badminton Federation, IBF) dengan Inggris Raya (Inggris, Irlandia, Wales, dan Skotlandia), Denmark, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai negara pendiri. Perkembangan di India ternyata lebih lambat dibanding di Malaya. Negara jajahan Inggris ini membentuk Persatuan Badminton Malaya (Badminton Association of Malaya, kini Malaysia, BAM) tahun 1934. Perkembangan di Malaya cepat sekali. Pada tahun 1938 tercatat sekitar 25.000 pemain, hampir separuh jumlah di Inggris saat itu. Buku Badminton Malaysia, Sejarah dan Perjuangan yang ditulis Dr. A. Fadzin Che Wan (Ensimal(M)sdn Bhd 1993), menceriterakan badminton itu pada mulanya dimainkan di sekolah-sekolah misionaris yang terdapat di Pulau Pinang, Ipoh, Kuala Lumpur, Malaka, dan Singapura. Dicatat permainan itu masuk tahun 1809 di Pulau Pinang, dengan dimainkan oleh pegawai-pegawai East India Company (semacam VOC milik Inggris). Tahun 1885 para isteri pegawai memainkannya di Hotel E & O di Pulau Pinang ini. Tahun 1920-1923Sir George Thomas melawat ke Pulau Pinang dan mendapatkan permainan itu sudah digemari masyarakat di situ. Tahun 1925 berdirilah Persatuan Badminton Pulau Pinang. Badminton pun dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru negara itu. Tahun 1930-an permainan itu makin terkenal dengan kepulangan
13 pelajarpelajar yang menuntut ilmu di Inggris. Tahun 1937 mereka sudah mengadakan Kejuaraan Terbuka Malaya dan tahun itu juga mereka bergabung dengan IBF. Ketika kejuaraan beregu Piala Thomas pertama kali diselenggarakan tahun 1948 Malayalah yang pertama merebutnya. Pemain Malaya yang pertama menjadi juara di All England adalah Wong Peng Soon pada tahun 1950. Piala Thomas sendiri adalah sumbangan Sir George Thomas pada tahun 1939 setelah IBF menyepakati adanya sebuah kompetisi beregu putra. Sayangnya Perang Dunia II menghalangi pelaksanaan kejuaraan itu dan baru bisa berlangsung tahun 1948. Pada final di Queen's Hall di Preston tiga peserta bertarung: Denmark yang juara zona Eropa (menundukkan Inggris 8- 1), Amerika Serikat yang juara zona Amerika (mengalahkan Kanada 8-1). Dan Malaya yang langsung ke final mewakili zona Pasifik mengalahkan AS 6-3 dan bertemu Denmark di final. Malaya menang 8-1. Mulailah dominasi Asia di cabang olahraga ini. Dalam sejarahnya yang sudah 22 kali dilangsungkan, tak sekali pun negara di luar Asia yang merebut Piala Thomas. Indonesia menjadi perebut terbanyak yaitu 13 kali diikuti Malaya/Malaysia lima kali dan Cina empat kali. Ini berbeda dengan yang terjadi di kejuaraan beregu putri Piala Uber. Pada kompetisi untuk berebut piala dari Betty Uber yang mulai
14 dilaksanakan tahun 1956 ini, Amerika Serikat menjadi juara tiga kali-tiga kali pertama kejuaraan itu. Selebihnya, 16 kali, negaranegara Asialah yang meraihnya. Cina paling banyak dengan tujuh kali, Jepang lima kali, dan Indonesia tiga kali. Dalam percaturan di luar arena perlandingan, badan dunia bulutangkis sempat terpecah menjadi dua, IBF dan World Badminton Federation (WBF). Ini terjadi pada saat memuncaknya perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Dalam pertarungan organisasi bulutangkis dunia, Blok Timur yang dipelopori Republik Rakyat Cina (RRC), membentuk WBF sebagai saingan IBF. Indonesia, meski beradadi kawasan Timur lebih condong ke Blok Barat meski tidak memutuskan hubungan dengan BlokTimur. Indonesia bahkan aktif dalam usaha mempersatukan kembali kedua organisasi itu. Tahun 1981 disepakati WBF melebur menjadi satu dengan IBF. Persatuan inilah yang memungkinkan bulutangkis maju ketingkat yang lebih tinggi yaitu pada ajang Olimpiade. Meski sempat menjadi olahraga eksibisi di olimpiade Muenchen tahun 1972 (Indonesia antara lain diwakili Rudy Hartono), tetapi baru tahun 1992 dijadikan cabang resmi Olimpiade. Hasilnya: Di Olimpiade Barcelona, Indonesia mengantongi dua medali olimpiade. Inilah emas pertama
15 Indonesia di arena akbar olahraga sejak keikutsertaan di Olimpiade Helsinki tahun 1948. Arena pertandingan tingkat dunia lain perlu mendapat catatan tersendiri. Kejuaraan beregu campuran (putra-putri) yang mulai diselenggarakan tahun 1989 memakai nama Bapak Bulutangkis Indonesia, Sudirman. Ketika pertama kali dipertandingkan di Jakarta tahun 1989 itu, Indonesialah yang merebutnya. Sesudah itu Cina empat kali membawanya pulang dan Korea tiga kali. Untuk kejuaraan perseorangan, kejuaraan dunia IBF menyelenggarakan pertama kali tahun 1977 dengan tuan rumah Swedia. Pada kejuaraan di Malmoe ini Indonesia hanya merebut satu gelar yaitu ganda putra. Baru pada tahun 10980 ketika kejuaraan berlangsung di Jakarta, Indonesia membuat catatan tersendiri: merebut seluruh lima nomor yang dipertandingkan. Pada kejuaraan dunia tidak resmi All England, Indonesia juga mencatatkan salah seorang pemainnya sebagai pemegang rekor, Rudy Hartono merebut gelar delapan kali, dengan tujuh kali berturut-turut pada tahun 1968 sampai 1976. Ia gagal mencetak delapan kali berturut-turut tahun 1975 karena di final kalah dari SvenPri dari Denmark.
16 Kini bulutangkis/ badminton telah menjadi olahraga dunia. Mutu permainanpun makin tinggi. Orang tidak bisa main-main lagi jika ingin menjadi tingkat tertinggi. Asia memang tetap mendominasi, tetapi Eropa, melalui Denmark terutama mulai memiliki pola permainan yang tidak jauh berbeda dengan Asia. Asiapun harus waspada. B. SEJARAH ORGANISASI BULU TANGKIS INDONESIA Sejarah bulu tangkis masuk ke Indonesia adalah sekitar 1930-an. Lalu, Inggris sudah memperkenalkannya terlebih dahulu di negara jajahannya, yaitu Malaysia dan Singapura. Pada 1933, berdirilah organisasi bulu tangkis Indonesia di Jakarta. Nama induk organisasi bulu tangkis Indonesia adalah Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League.
17 Keduanya pun bergabung dan membentuk organisasi bulu tangkis di Indonesia. Pada 1934, sejumlah kejuaraan bulu tangkis diadakan di Pulau Jawa, lalu sebagian besar terpusat di Kota Bandung. Sejarah perkembangan bulu tangkis di Indonesia cukup pesat hingga akhirnya terbentuk organisasi yang menaungi olahraga ini pada 1951, yaitu PBSI. PBSI terbentuk dalam suatu pertemuan pada 5 Mei 1951 di Bandung. Pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I Soedirman, Ketua II Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I Amir, Sekretaris II E. Soemantri, Bendahara I Rachim, dan Bendahara II Liem Soei Liong. Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu, maka di tingkat daerah atau Provinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda (Pengurus Daerah). Lal, Pengcab (Pengurus Cabang) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan di tingkat Kotamadya atau Kabupaten. Hingga akhir Agustus 1977, ada 26 Pengda di seluruh Indonesia (kecuali Provinsi Timor Timur) dan sebanyak 224 Pengcab. Sementara itu, jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan ada sebanyak 2.000.
18 Setelah pembentukan PBSI, kongres pertama PBSI digelar untuk membahas aturan dan arah bulu tangkis di Indonesia. Setelah PBSI berdiri, olahraga ini berkembang pesat di Indonesia. Banyak turnamen tingkat internasional yang diikuti. Para atletnya pun sering membawa gelar juara. Bahkan, Indonesia menjadi negara yang cukup sering menjuarai kompetisi bergengsi, salah satunya adalah All England. Secara keseluruhan, ada 48 gelar yang dibawa pulang oleh atlet Indonesia dari turnamen tersebut hingga menduduki peringkat keempat dengan gelar terbanyak. Saat ini, Indonesia masih disegani dalam olahraga bulu tangkis internasional. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis termegah di dunia, yakni HSBC BWF World Tour Finals 2021. C. RIWAYAT SINGKAT BERDIRINYA PERSATUAN BULU TANGKIS SELURUH INDONESIA ( PBSI ) Sejak diresmikannya persatuan olahraga badminton di Inggris, permainan ini mulai berkembang di beberapa wilayah jajahan Inggris, termasuk Malaysia dan Singapura. Dari dua negara jajahan Inggris inilah diperkirakan olahraga badminton masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930.
19 Perkembangan olahraga bulutangkis di Indonesia mulai merebak ke beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sekitar tahun 1930. Pada tahun 1933 di Jakarta sudah ada perkumpulan badminton bernama “Bataviase Badminton Bond” (BBB). Selanjutnya berdiri pula satu perkumpulan lagi yang bernama “Bataviase Badminton League”. Kedua perkumpulan ini akhirnya bersatu menjadi “Bataviase Badminton Unie”. Pada tahun 1942, diusulkan untuk mengganti istilah badminton.oleh R.M.S. Tri Tjondrokoesoemo yang waktu itu menjabat sebagai Ketua ISI (Ikatan Sport Indonesia) mengusulkan nama badminton. Usul itu mendapat tanggapan positif dan diterima baik oleh kalangan pencinta bulutangkis dan menyebar luas di seluruh pulau Jawa dan beberapa daerah lainnya di Nusantara. Satu tahun kemudian di Jakarta dibentuk suatu gerakan olahraga dengan nama GELORA (Gerakan Latihan Olahraga Rakyat) sebagai induk bulutangkis yang dipimpin oleh Otto Iskandar Dinata. Pada tanggal 4 – 6 Mei 1951 para tokoh bulutangkis menyelenggarakan kongres di Bandung. Mereka sepakat untuk membentuk badan bulutangkis nasional. Maka pada tanggal 5 Mei 1951 dibentuklah organisasi bulutangkis nasional dengan nama PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia). Sebagai Ketua PBSI pertama adalah H.R. Rochdi Partaatmadja dan dua Wakil Ketua yaitu Sudirman dan Tri
20 Tjondrokoesoemo. Pada tahun 1953 PBSI secara resmi menjadi calon untuk menjadi anggota IBF. Ini merupakan langkah awal masuk ke dunia internasional merealisasi ambisi untuk memboyong piala Thomas yang merupakan kejuaraan dunia beregu putra. Pada jaman penjajahan dahulu, Ada beberapa perkumpulanperkumpulan bulutangkis/badminton di Indonesia yang bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan satu cita-cita perjuangan di alam negara merdeka, memang tidak bisa dibiarkan berlangsung terus. Harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai organisasi pemersatu. Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres. Pada saat itu memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Satusatunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan pulau Jawa. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI ( Persatuan Olah Raga Replubik Indonesia ). Usaha yang dilakukan oleh Sudirman Cs dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka untuk mendirikan PBSI membawakan hasil. Maka dalam suatu pertemuan tanggal 5 Mei
21 1951 di Bandung lahirlah ( Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia ) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I : Soedirman, Ketua II : Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I : Amir, Sekretaris II : E. Soemantri, Bendahara I : Rachim, Bendahara II : Liem Soei Liong. Gambar 2.3 Lambang PBSI Sumber :(http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis) Dengan adanya kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah / propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda ( Pengurus Dareah ) sedangkan Pengcab ( Pengurus Cabang ) adalah nama yang diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten. Hingga akhir bulan Agustus 1977
22 ada 26 Pengda di seluruh Indonesia (kecuali Propinsi TImor-Timur) dan sebanyak 224 Pengcab, sedangkan jumlah perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan 2000 perkumpulan. Arti dari lambang PBSI, adalah sebagai berikut : 1. Terdiri dari 5 warna yang mempunyai arti, antara lain : - Kuning : Simbul kejayaan - Hijau : Kesejahteraan dan kemakmuran - Hitam : Kesetiaan dan kekal - Merah : Keberanian - Putih : Kejujuran 2. Gambar Kapas : Berjumlah 17 biji yaitu melambangkan angka keramat ( hari proklamasi ). 3. Gambar Shuttlecock : Dengan delapan bulu, melambangkan 8 ( agustus ) 4. Huruf PBSI : terdiri dari 4 dihubungkan dengan gambar ½ lingkaran sebanyak 5 biji berwarna merah dibawah shuttlecock, melambangkan tahun 1945. 5. Gambar Padi : sebanyak 51 butir yang melambangkan hari lahirnya PBSI yaitu tahun tanggal 5 M ei 1951. 6. Gambar Perisai : Adalah simbul ketahanan, keuletan, rendah diri tapi ulet, kuat dan tekun.
23 D. LEGENDARIS OLAHRAGAWAN BULU TANGKIS INDONESIA Indonesia merupakan salah satu Negara yang sangat diperhitungkan dalam cabang olah raga bulutangkis. Terbukti dari medali emas ganda campuran yang diboyong oleh pasangan LiliyanaTontowi pada Olimpiade Rio 2016 baru-baru ini. Sebelumnya Indonesia juga mempunyai atlet bulutangkis yang legendaries, berikut atlet bulutangkis yang pernah mengharumkan Indonesia di kancah internasional. 1. Rudy Hartono Ketika masih baru berusia18 tahun Rudi Hartono telah berhasil memenangkan kejua- raan paling bergengsi kala itu– All England—dengan menga- lahkan pemain Malaysia, Tan Aik Huang. Rudy bahkan berhasil memenangkan All England
24 tersebut sebanyak 8 kali dan Thomas Cup sebanyak 4 kali!Prestasi bersejarah beliau tersebut bahkan diabadikan dalam Guiness Book of Worls Records pada tahun 1982. 2. Liem Swie King Sejak berhasil bersanding dengan Rudy Hartono pada final All England 1976, LimSwie King disebut sebagai pewaris kejayaan Rudy. Walaupun belum mengalahkan rekor Rudy, tapi Lim Swie King juga telah sangat membanggakan Indonesia dengan berhasil menyabet 3 kali All England, 4 kali Sea Games, 1 kali Asian Games, dan 3 kali Thomas Cup. Bahkan, smash khas Lim Swie King yang menembak dengan kuat setiap kali beliau melompat tinggi, mendapat julukan “King’s Smash”.Beliau juga diberikan penghargaan Badminton Hall of Fame pada tahun 2004.
25 3. Christian Hadinata Berbeda dengan Rudy dan King, Christian Hadinata menuai kejayaannya pada kategori pemain ganda. Christian telah menjadi salah satu pemain ganda terbaik dalam sejarah nggak peduli siapapun pasangannya. Hal ini terbukti dari kemenangannya pada All England sebanyak 4 kali, Asian Games 2 kali,Juara Dunia 3 kali, dan Thomas Cup 6 kali dengan pasangan yang berbeda-beda. Setelah pensiun, beliau menjadi pelatih di Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia dan berhasil menuangkan ilmunya kepada atlet-atlet hebat seperti Rexy danRicky. 4. Tan Joe Hok
26 Tan Joe Hok atau yang dipanggil Hendra Kertanegara ini, adalah orang pertama yang berhasil menjuarai All England untuk Indonesia, yaitu pada tahun 1959. Bersama dengan ke-6 atlet berprestasi lainnya, mereka disebut sebagai “tujuh pendekar bulutangkis” setelah berhasil merampas Piala Thomas dari juara bertahan, Malaysia. Tan Joe Hok juga menjadi pelatih bulutangkis ketika ia sudah pensiun. Berkat kontribusi dan dedikasi yang diberikannya, beliau dianugerahkan penghargaan sebagai Pelatih Olahraga Terbaik pada tahun 1984. 5. Alan Budi Kusuma
27 Alan Budi Kusuma mungkin memang belum pernah menjuarai All England ataupun Thomas Cup. Tetapi beliau telah menjadi salah satu pencetak sejarah membanggakan untuk Indonesia, yaitu berhasil menyabet medali emas pertama Indonesia di kategori tunggal putrabulutangkis padaOlimpiade Barcelona 1992. Dengan kemenangan tersebut, Alan dianugrahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama. 6. Susi Susanti
28 Bersama dengan Alan, Susi Susanti juga menjadi atlet kebanggaan Indonesia dengan prestasinya memenangkan medali emas pertama untuk Indonesia di kategori tunggal putri pada Olimpiade Barcelona 1992. Susi juga berhasil meraih medali perunggu pada Olimpiade Atlanta 1996, 6 kali Juara Dunia, dan 2 kali UberCup. PadaMei 2004, Beliau turut dinobatkan Hall of Fame oleh International Badminton Federation bersama 4 pemain legendaris lainnya. Kini, siapa sih yang merasa bangga ketika mendengar nama Susi Susanti? Beliau membuktikkan bahwa dunia bulutangkis nggak hanya di kuasai oleh para pria. 7. Taufik Hidayat
29 Taufik dikenal dengan teknik pukulannya yang terukur, netting, backhand, dan jumping smash tajam yang telah berhasil menembus rekor tercepat yaitu mencapai 305 km/jam. Maka nggak heran lagi kalau beliau berhasil menyabet medali emas dari rival terberatnya saat itu, Lin Dan. Ia juga memenangkan 3 kali Juara Dunia, 3 kali Asian Games dan 2 kali Thomas Cup. Sayangnya, Taufik memang belum sempat memenangkan All England. Ia kini telah pensiun dan mendirikan sebuah komplek arena olahraga bernama Taufik Hidayat Arena. 8. Maria Kristin Yulianti
30 "Queen of Rubber Game", begitu Maria Kristin Yulianti dijuluki. Pemain bulu tangkis asuhan PB Djarum ini lahir di Tuban, 25 Juni 1985. Sejumlah gelar berhasil disumbangkan Maria Kristin bagi Indonesia, termasuk medali perunggu Olimpiade Beijing. Selain itu, sejumlah gelar jawara dan prestasi dari turnamen BWF juga berhasil diraih pemain yang kerap disebut punya daya pikat sendiri ini. Maria Kristin diketahui pensiun dini setelah mengalami cedera berkepanjangan di lutut kanannya, namun itu tak mengubah
31 statusnya sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di sektor tunggal putri. 9. Mia Audina Tjiptawan Sosok tunggal putri lainnya yang membekas di hati penikmat bulu tangkis Indonesia adalah Mia Audina Tjiptawan. Kala itu, belum genap berusia 14 tahun, Mia muda sudah bergabung dengan Pelatnas PBSI untuk masuk dalam persiapan menuju Uber Cup. Di usia masih 15 tahun, Mia sudah dipercaya ikut memperkuat tim beregu putri Indonesia di Uber Cup 1994. Mia juga punya
32 karier unik karena memenangkan medali Olimpiade bersama dua negara berbeda. Pada Olimpiade Atlanta 1996, Mia Audina mendapat medali perak sebagai atlet Indonesia. Lalu 8 tahun berselang, ia kembali menyumbangkan medali perak namun kali ini untuk negara keduanya, Belanda. Meski kini jadi warga negara Belanda, Mia Audina tak diragukan lagi adalah salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah, bersanding dengan sang senior, Susy Susanti, di sektor tunggal putri. 10. Liliyana Natsir
33 Sosok atlet ganda campuran satu ini bisa dibilang merupakan kesayangan pencinta bulu tangkis Indonesia hingga saat ini. Butet, begitu Liliyana Natsir akrab disapa, menyumbang berbagai gelar dan prestasi untuk Indonesia. Butet bermain bulu tangkis sejak usianya masih 9 tahun. Butet remaja bahkan berpisah dari orangtua di Manado demi mencapai cita sebagai pebulu tangkis terbaik dunia. Dua medali Olimpiade sudah diraih Butet dengan dua pasangan berbeda. Medali Olimpiade pertamanya diraih pada 2008 di
34 Olimpiade Beijing bersama Nova Widianto dengan raihan perak, lalu medali Olimpiade kedua diraih pada tahun 2016 di Olimpiade Rio de Janeiro bersama Tontowi Ahmad yang berwujud medali emas. 11. Vita Marissa Bermain di sektor ganda, Vita sukses menguasai baik ganda putri mau pun ganda campuran. Sosok satu ini juga tak lepas dari sejumlah prestasi untuk Indonesia. Sempat berpasangan dengan Nova Widianto, pasangan Vita/Nova sempat jadi ganda campuran yang cukup ditakuti pemain dunia.
35 Sayang, Vita sempat mengalami cedera cukup parah walau akhirnya sukses bangkit dan kembali berprestasi. Vita juga pernah menggandeng Butet di sektor ganda putri. Bersama Butet, Vita berhasil memenangkan China Masters 2007 hingga tampil ciamik dalam ajang Uber Cup 2008. Vita Marissa pensiun pada 2005 lalu dan meski tak punya koleksi medali Olimpiade, sosoknya yang mampu membimbing pemain muda membuatnya termasuk salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di masanya. 12. Hendra Setiawan
36 Kalau sosok yang satu ini kerap disebut sebagai sosok panutan, terutama di sektor ganda putra. Hendra Setiawan dengan sederet prestasi fantastisnya memang layak masuk jajaran pemain bulu tangkis terbaik Indonesia, setidaknya dalam 20 tahun terakhir. Pertama berkarier di sektor ganda putra, Hendra Setiawan berpasangan dengan Markis Kido. Prestasi keduanya terbilang ciamik di mana sejumlah gelar sukses dibawa pulang ke Tanah Air. Bersama Markis Kido, Hendra Setiawan membawa pulang medali emas di ajang Olimpiade Beijing 2008 di mana mereka menundukkan salah satu ganda putra legendaris dunia, Cai Yun/Fu Haifeng di laga puncak. Kini, seolah terlahir jadi maestro ganda putra, Hendra Setiawan bersama pasangannya saat ini, Muhammad Ahsan, juga lolos kualifikasi Olimpade Tokyo 2020 yang akan digelar pada musim panas 2021 mendatang. The Daddies, begitu Hendra/Ahsan akrab disapa, juga sukses menjadi juara dunia untuk kali ketiga pada 2019 lalu. The Daddies kini menduduki peringkat dua dunia di sektor ganda putra.
37 13. Kevin Sanjaya Sukamuljo ”Si tangan petir", begitu sosok atlet muda berbakat Kevin Sanjaya Sukamuljo dijuluki dunia. Kecepatan tangannya memang menjadi kekuatan Kevin ketika bermain di sektor ganda putra bersama Marcus Fernaldi Gideon. Pemuda kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini bisa dibilang adalah pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di masa sekarang, mengingat usianya masih 25 tahun. Atlet asuhan PB Djarum ini sukses meraih sejumlah gelar bersama Marcus.
38 The Minions, begitu Kevin/Marcus dijuluki, sukses membawa pulang banyak gelar prestisius. Keduanya juga sukses mencatatkan diri sebagai pasangan ganda putra terbaik dunia dengan bertengger di peringkat satu versi BWF selama 149 pekan lamanya. Catatan ini menjadi rekor lantaran belum ganda ganda putra dunia selama ini yang bisa bertahan sebagai peringkat satu dunia selama The Minions. Jika mampu menyabet medali emas Olimpiade pada tahun mendatang, paripurna sudah karier legendaris Kevin di usia yang masih relatif muda. DAFTAR KETUA UMUM PBSI No Ketua Umum Mulai Jabatan Akhir Jabatan 1. Rochdi Partaatmadja 1951 1952 2. Sudirman 1952 1963 3. Sukamto Sayidiman 1963 1965
39 4. Padmo Sumasto 1965 1967 5. Sudirman 1967 1981 6. Ferry Sonneville 1981 1985 7. Try Sutrisno 1985 1993 8. Soerjadi 1993 1997 9. Subagyo Hadi Siswoyo 1997 2001 10. Chairul Tanjung 2001 2004 11. Sutiyoso 2004 2008 12. Djoko Santoso 2008 2012 13. Gita Wirjawan 2012 2016 14. Wiranto 2016 2020
40 15. Agung Firman Sampurna 2020 2024 RANGKUMAN 1. Pada abad ke-16 pemainan bulu tangkis baru terkenal dikalangan anak-anak. 2. Pada abad ke-19 permainan itu menyebar luas dikawasan pinggiran kota-kota Inggris 3. Pada tahun 1860 pria bernama Issac Spratt memberi nama “Badminton Battledore – a new game” 4. Peraturan pertama kali dikenal di Poona pada tahun 1873. 5. Dalam percaturan di luar arena perlandingan, badan dunia bulutangkis sempat terpecah menjadi dua, IBF dan World Badminton Federation (WBF). 6. Sejarah bulu tangkis masuk ke Indonesia adalah sekitar 1930-an. 7. PBSI terbentuk dalam suatu pertemuan pada 5 Mei 1951 di Bandung.
41 8. Satu tahun kemudian di Jakarta dibentuk suatu gerakan olahraga dengan nama GELORA (Gerakan Latihan Olahraga Rakyat) sebagai induk bulutangkis yang dipimpin oleh Otto Iskandar Dinata. Pada tanggal 4 – 6 Mei 1951 para tokoh bulutangkis menyelenggarakan kongres di Bandung. 9. Sebagai Ketua PBSI pertama adalah H.R. Rochdi Partaatmadja dan dua Wakil Ketua yaitu Sudirman dan Tri Tjondrokoesoemo. Pada tahun 1953 PBSI secara resmi menjadi calon untuk menjadi anggota IBF. Isilah latihan soal dibawah ini dengan baik dan benar. Beri tanda silang ( X ) pada huruf a,b,c dan d. 1. Permainan bulu tangkis biasannya dimainkan oleh sebagai berikut, kecuali... a. Tunggal Wanita b. Tunggal Pria c. Triple Pria d. Ganda Campuran 2. Peraturan permainan bulu tangkis pertama dikenal di.... a. Mintonette
42 b. Poona c. Badminton d. Paana 3. Permainan bulu tangkis berasal dari Negara ... a. Amerika Serikat b. Indonesia c. Inggris d. India 4. International badminton federation (IBF) berdiri pada tanggal... a. 10 juli 1934 b. 5 juni 1934 c. 10 mei 1943 d. 5 juli 1934 5. Organisasi induk bulu tangkis Indonesia dinamakan.... a. FIFA b. PSSI c. PASI d. PBSI 6. PBSI merupakan kepanjangan dari...
43 a. Persatuan Bulutangkis SeIndonesia b. Persatuan Badminton SeIndonesia c. Persatuan Badminton Seluruh Indonesia d. Persatuan Bulutangkis Indonesia 7. Bola yang dipakai dalam permainan bulutangkis adalah... a. Shuttlecock b. Bola tangkis c. Ping pong d. Golf 8. Induk organisasi bulu tangkis internasional adalah... a. PBSI b. PASI c. MPASI d. IBF 9. PBSI (Persatuan Bulutangkis SeIndonesia) dibentuk pada bulan...tahun... a. 5 Mei 1970 b. 5 Mei 1952 c. 9 April 1969
44 d. 11 Maret 1980 10. Indonesia pertama kali menjadi juara dunia putra tunggal oleh pemain Rudi Hartono pada tahun... a. 1960 b. 1968 c. 1969 d. 1966 11. Olahraga permainan bulutangkis dipopulerkan oleh... a. Lewis Robert b. Dr. James Naismith c. William G. Morgan d. Gichin Fukanosi 12. Dalam bermain ganda pada bulutangkis hal utama yang harus diperhatikan adalah... a. Kerja sama b. Masing-masing c. Menyerang d. Bermusuhan