The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Farmakologi Kelas XII SMK Farmasi Semester Gasal

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by apt. Putri Baning Dian Laela MP, S. Farm, 2021-11-29 06:09:46

MODUL FARMAKOLOGI KELAS XII SMK FARMASI SEMESTER GASAL

Modul Farmakologi Kelas XII SMK Farmasi Semester Gasal

Keywords: Farmakologi

MODUL FARMAKOLOGI
KELAS XII FARMASI
SEMESTER GASAL

Tahun Pelajaran 2020/2021

Nama Guru
apt. Putri Baning Dian Laela MP, S.Farm.

SMK SOEDIRMAN PURBALINGGA
2020

1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Alhamdulillahi Robbal Aalamin,
atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Modul Farmakologi
Semester Gasal dan Genap Kelas XII Farmasi dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan
salam dengan ucapan Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad penulis
sampaikan untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw.

Modul Belajar ini berisi tentang Materi Farmakologi untuk kelas XII Farmasi Semester
Gasal SMK Soedirman Purbalingga.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada beberapa pihak yang mendukung dalam
penyusunan modul ini, diantaranya:

1. Bapak Drs. Kholis, selaku Kepala Sekolah SMK Soedirman Purbalingga
2. Bapak Ibu Guru dan Karyawan SMK Soedirman Purbalingga,
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis berharap dengan didukung beberapa sumber belajar dan media belajar modul ini
dapat mendukung proses pembelajaran peserta didik terutama terkait dengan Mata Pelajaran
Farmakologi.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan modul ini masih terdapat beberapa
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan demi penyempurnaan versi selanjutnya.

Penulis

apt. Putri Baning Dian Laela MP, S. Farm

2

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... 1
KATA PENGANTAR .................................................................................. 2
DAFTAR ISI ................................................................................................. 3
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... 4
BAB 1. Bioregulator ...................................................................................... 5
BAB II Obat Sistem Pernafasan .................................................................. 31
BAB III Antihistamin.................................................................................... 47
BAB IV Penggunaan Obat Obat HIV .......................................................... 53
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 69

3

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Virus HIV ................................................................................... 53
Gambar 2. Replikasi virus HIV ................................................................... 56

4

BIOREGULATOR

Bioregulator adalah katalisator yang bekerja terhadap proses – proses dari suatu sistem
kehidupan, dapat juga disebut biokatalisator. Bioregulator yang terpenting adalah :

1. Enzim
2. Vitamin
3. Mineral
4. Hormon
5. Obat Kontrasepsi

A. Enzim

Enzim atau fermen adalah senyawa – senyawa organic, lazimnya protein yang dapat
mengakibatkan atau mempercepat rekasi biokimia berdasarkan proses katalisa. Enzim ini hanya
bekerja sebagai katalisator organic terhadap reaksi – reaksi dari substrat spesifik. Kegiatan
enzim tergantung kepada suhu, derajat keasaman (pH) dan konsentrasi ion – ion.

Nama dari enzim dibentuk dari nama substrat atau nama reaksi yang dipercepatnya,
dengan menambahkan akhira ase.

Urease : Enzim pengurai ureum
Protease : Enzim pengurai protein
Lipase : Enzim pengurai lemak / lipida
Reduktase : Enzim yang mempercepat reduksi
Hidrolase : Enzim yang mempercepat hidrolisa

1. Penghasil Enzim
Enzim dihasilkan oleh :

- mikroorganisme (bakteri atau jamur), misalnya lipase, amilase, streptokinase,
penisillinase, dll.

5

- Tumbuh – tumbuhan, dimana zat – zat ini dipisahkan dan kadang – kadang dalam
bentuk kristal, misalnya papase (dari Carica papaya) dan bromelin (dari Annanas
sativum).

Berdasarkan senyawa atau gugusan yang terkandung dalam enzim, maka enzim dapat
dibedakan atas :

- gugus protein, disebut juga apo enzim
- gugus non protein, disebut juga gugusan prostetik atau koenzim. Kelompok ini

berperan dalam metabolisme sel –sel tubuh. Contohnya vitamin B-1, nikotinamida, dll.

2. Fungsi Enzim
Enzim – enzim berfungsi dalam :

(a) Proses pencernaan dengan menguraikan lemak, protein dan karbohidrat
(b) Reaksi – reaksi yang bertalian dengan proses pernafasan
(c) Efek –efek dari vitamin berkenaan dengan kerja dari enzim –enzim, misalnya defisiensi

suatu vitamin, sebenarnya kekurangan enzim
(d) Keseimbangan hormon – hormon supaya terpelihara dengan sintesa – sintesa hormon

atau penguraian hormon yang berlebihan oleh antagonisnya, misalnya kelebihan
hormon insulin diurai oleh insulinase ; kumulasi hormon – hormon nor adrenalin atau
asetilkolin pada organ – organ ujung diurai oleh MAO dan kolinesterase.
(e) Melindungi jaringan tubuh terhadap efek – efek enzim yang dihasilkannya, misalnya zat
perintang tripsin yang dapat meniadakan kelebihan tripsin.

3. Kegunaan Enzim

(a) Sebagai penolong dalam pencernaan
(b) Membersihkan dan menyembuhkan luka – luka, dengan cara mencernakan secara

selektif jaringan – jaringan yang mati tanpa merusak jaringan yang sehat, termasuk juga

melindungi saluran darah yang mengelilingi luka tersebut.

(c) Menghilangkan radang atau bengkakm yang berguna pada pengobatan luka – luka.

Berdasarkan khasiat anti radang (anti inflamatory enzim) misalnya papase, protease,

amilase, seropeptidase, streptokinase, dll.
(d) Sebagai anti koagulansia, untuk menguraikan molekul – molekil fibrin yang

menyebabkan pembekuan darah dan gumpalan – gumpalan darah pada pengobatan

trombosis, tromboflebitis. Misalnya streptokinase.

6

(e) Sebagai pembantu dalam diagnosa (diagnostic enzym) :
- Glukosa oksidase, untuk menentukan kadar glukosa dalam urine pada diabetes
- Uricase, untuk menentukan kadar asam urat dalam darah, antara lain pada
gangguan ginjal, encok, dll.
- Analisa kadar enzim laktat dehidrogenase dalam serum darah, menunjukkan
adanya jaringan yang mati disuatu tempat pada tubuh karena kekurangan darah,
antara lain karena adanya penyakit kanker atau trombosis koroner.

4. Efek Samping
Efek sampingnya sedikit sekali, antara lain alergi terhadap streptokinase atas dasar

enzim adalah protein yang merupakan antigen dan merangsang pembentukan antibodi. Tapi hal
ini jarang sekali terjadi.
5. Obat tersendiri :

(a) Enzim – enzim pankreas dan pepsin
(lihat obat pencernaan)

(b) Bromelin atau Ananase
Protease dari Ananas sativum, yang berkhasiat juga sebagai anti radang

(c) Papase atau Prolase
Enzim proteolitik yang didapatkan dari Carica papaya, yang juga berkhasiat sebagai
penghilang bengkak – bengkak.

(d) Streptokinase dan Streptodornase
Diperoleh dari bakteri Streptococcus haemolyticus. Terutama streptokinase bersifat
fibrinolitik yang menguraikan fibrin, mengencerkan serta melarutkan nanah yang
kental dan darah yang beku. Penggunaan pada pengobatan trombosis koroner (infark
jantung) dan menyembuhkan infeksi bernanah. Enzim ini mempertinggi efek
penggunaan antibiotika.

(e) Fibrinolisin
Diperoleh sebagai hasil penguraian enzim lain yaitu streptokinase terhadap
profibrinolisis atau plasminogen yang inaktif. Diperoleh dari plasma manusia. Efek
sampingnya berupa reaksi alergi.

7

6. Spesilite Nama Sediaan Produsen
No Nama Generik
. Dagang
1. Enzym Pencernaan
Lihat Obat

Pencernaan

2. Bromelin / Benozym Per Tablet Salut Gula : Bernofarm
Pancreatin
Bromelin + Pancreatin +

Ox Bile

Elsazym Per Tablet Salut Gula : Otto

Bromelin + Pancreatin

+ Dimetil Poli Siloxan

3. Papain / Pancreatin Fortizym Per Kaplet Salut Gula : Kalbe

Papain + Pancreatin + Ox Farma

Bile + Simethicon +

Curcuma

Vitazym Per Dragee :
Papain + Pancreatin + Kalbe
Ox Bile + Curcuma + Liver Farma
Extr. + Vitamin / Mineral

4. Streptokinase Karbikinase 250.000 IU, 750.000 IU, Kalbe

(Enzym fibrinolitik) 1.500.000 IU / vial Farma

Streptase 750.0 IU, 1.500.000 IU /
vial Dexa
Medica

8

B. Vitamin

Vitamin merupakan suatu senyawa organik yang dalam jumlah sangat kecil

dibutuhkan oleh tubuh untuk memelihara fungsi dan metabolime normal. Vitamin diperoleh
tubuh dari makanan sehari – hari. Tapi ada juga yang diperoleh dari hasil sintesa flora usus,

misalnya vitamin K dan asam pantotenat (vitamin B-5). Bahkan vitamin A dan D dapat

dibentuk oleh tubuh sendiri. Umumnya vitamin merupakan co-enzym dari suatu yang

berperan pada proses metabolisme dalam tubuh.

Pada keadaan tertentu tubuh dapat mengalami defisiensi vitamin. Hal ini dapat terjadi

karena beberapa hal antara lain :
 Makanan yang dikonsumsi sehari – hari kurang kandungan vitaminnya
 Adanya gangguan pencernaaan, sehingga penyerapan vitamin terganggu
 Kebutuhan akan vitamin meningkat, misalnya pada masa kehaminal, masa

pertumbuhan dan masa penyembuhan dari sakit

1. Penggolongan Vitamin

Berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dibagi atas 2 golongan yaitu :

(a) Vitamin yang larut dalam air, meliputi :

 Thiamin  Asam Folat  Asam Ascorbat
 Nikotinamida
 Riboflavi  Asam Pantotenat  Piridoksin

n  Cyanocobalamin

 Biotin  Asam para amino benzoat

 Rutin

Semua vitamin tersebut mudah diserap di dinding usus dan mjudah pula dikeluarkan

bersama urine, kecuali vitamin B-12 yang penyerapannya membutuhkan adanya faktor

intrinsik. Dengan sifat yang demikian, kemungkinan timbulnya toksisitas akibat kumulasi

vitamin dalam tubuh jarang terjadi. Vitamin kelompok ini sedikit sekali dismpan di dalam

tubuh.

(b) Vitamin yang larut dalam lemak, yaitu :
 Vitamin A
 Vitamin D

 Vitamin E
 Vitamin K

9

Vitamin ini diserap bersama – sama lemak, sehingga adanya gangguan pencernaan lemak
dapat mengurangi penyerapannya. Ekskresinya lambat, sehingga dapat menimbulkan
kumulasi dalam tubuh sehingga menyebabkan gejala keracunan.

2. Obat – Obat Tersendiri :

Vitamin B Kompleks :

Kelompok vitamin ini bersumber sama, sehingga disebut B kompleks. Defisiensi salah

satu anggota kelompok vitamin ini, biasanya juga disertai defisiensi seluruh kompleks

vitamin ini.

(a) Thiamin ( Vitamin B-1 )
Terdapat dalam kulit beras, hati, ginjal, ragi, sayuran dan kacang – kacangan. Vitamin

ini penting pada metabolisme karbohidrat. Defisiensinya menyebabkan gejala anoreksia,
obstipasi, kejang otot, kesemutan (paresthesia), beri – beri dengan polineuritis dan

gangguan jantung. Dalam dosis tinggi bersama dengan vitamin B-6 dan B-12 digunakan

sebagai vitamin neurotropik.

(b) Riboflavin ( Vitamin B-2 )

Terdapat antara lain dalam usus, telur, hati, kulit beras, ragi dan sayuran. Defisiensinya

menyebabkan sakit tenggorokan dan radang pada sudut mulut, radang lidah, kelainan

mata (conjungtivitis dan fotophobia) dan gejala avitaminosis B lainnya.

(c) Piridoksin ( Vitamin B-6 )
Banyak terkandung dalam daging, hati, ginjal, padi – padian, kacang dan sayuran. Ada 3

bentuk vitamin ini, yaitu piridoksin, piridoksal dan piridoksamin.

Defisiensi B-6 menyebabkan gangguan kulit (radang), gangguan alat pencernaan,
radang selaput lendir mulut dan lidah, radang saraf dan gangguan pembentukan sel – sel

darah merah. Defisiensi ini dapat juga terjadi karena pemakaian INH untuk jangka

waktu yang lama. Vitamin B-6 juga digunakan untuk melawan mual, muntah dan

depresi karena pil anti hamil. Demikian juga pada muntah kehamilan.

(d) Nikotinamida ( Niasinamida, PP Factor atau Vitamin B-3 )

Terdapat dalam sayuran, ikan, daging, padi dan gandum. Vitamin ini terdapat sebagai

asam nikotinat. Di dalam hati asam ini diubah menjadi nikotinamida, yang merupakan

co-enzym pada proses oksidasi reduksi. Defisiensi vitamin ini menimbulkan penyakit

pellagra dengan gejala kulit menjadi hitam (dermatitis), gangguan lambung usus (diare)

dan gangguan saraf (dementia).

10

(e) Asam Pantotenat ( Vitamin B-5 )

Tedapat dalam semua jaringan tubuh dan semua macam makanan. Juga dapat

diproduksi oleh flora usus. Bentuk aktifnya adalah isomer dexter, yaitu d-

pantotenat. Merupakan co-enzym A yang penting dalam metabolisme. Defisiensinya

pada manusia belum dikenal.

(f) Asam Folat ( Vitamin B-11 )
Terdapat dalam sayuran, hati, ragi, daging, ikan dan kacang – kacangan, hanya sedikit
terdapat dalam buah – buahan. Dalam hati diubah menjadi tetrahidrofolat, suatu co-

enzym pada sintesa asam inti dan pembelahan sel. Penting pada pembentukan eritrosit.

Defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.

(g) Cyanocobalamin ( Vitamin B-12 )

Terdapat dalam makanan yang berasal dari hewan, yaitu daging, hati, telur dan susu,

dalam bentuk suatu kompleks protein. Dalam lambung, vitamin B-12 akan terlepas dari

kompleks tersebut, lalu berikatan dengan faktor intrinsik yang dikeluarkan oleh mukosa

lambung, sehingga dapat diserap oleh usus halus. Dalam tubuh, vitamin ini ditimbun

dalam hati. Vitamin ini merupakan vaktor penting dapa pembentukan eritrosit, dan

defisiensinya menyebabkan anemia megaloblaster.

Asam Ascorbat

Banyak terdapat dalam sayur dan buah. Berperan penting dalam pembentukan zat

pengikat dalam tulang dan tulang rawan, sekitar kapiler dan antar sel (kolagen) yang

penting bagi saling terikatnya jaringan. Bila sintesa kolagen terganggua, dinsing pembuluh

darah mudah rusak, sehingga mudah terjadi pendarahan.

Defisiensi vitamin C menyebabkan sariawan (skorbut), gigi mudah lepas, luka yang

sukar sembuh dan mudah terjadinya pendarahan. Selain itu penggunaannya juga untuk

mempertinggi daya tahan tubuh terhadap infeksi kuman, anti lipemika dan mempercepat

sembuhnya luka.

Vitamin A (Retinol, Axerophthol)
Dalam sayuran terdapat sebagai provitamin A, yaitu karoten dan karotenoid; yang

dalam usus diubah menjadi vitamin A. Vitamin A sendiri terdapat di dalam usus, kuning
telur, hati dan minyak ikan.
Vitamin A berfungsi untuk :

11

 Menjaga keutuhan jaringan epitel dan mukosa di seluruh tubuh, sehingga jaringan
tersebut tidak mudah rusak dan tidak terjadi hiperkeratosis di kulit, conjungtiva
kornea dan sebagainya.

 Merangsang sintesa RNA, glukoprotein dan kortikosteroida.
 Pembentukan rhodopsin, suatu pigmen fotosensitif yang dibutuhkan retina mata

untuk dapat melihat pada keadaan gelap.
Defisiensi vitamin A menimbulkan rabun senja (hemerolophia), xrerophthalmia
(kornea mata mengering dan mengeras), atrifia mukosa dan menghambat pertumbuhan anak.

Vitamin D ( Ergokalsiferol, Kalsiferol)
Terdapat sebagai provitamin D (ergosterol) di dalam sayuran dan ragi. Juga terdapat

didalam tubuh, yakni dibawah kulit, oleh pengaruh sinar UV matahari akan diubah menjadi
kalsiferol atau vitamin D-2. Provitamin D juga terdapat di dalam tubuh sebagai 7-
dehidrokolesterol, yang oleh pengaruh sinar UV diubah menjadi kolekalsiferol (vitamin D-
3).

Fungsi vitamin D adalah mengatur metabolisme Ca dan F, bersama – sama hormon
tiroid dan hormon paratiroid. Defisiensinya menimbulkan penyakit rachitis (tulang mudah
bengkok).

Vitamin E (Alfa Tokoferol)

Merupakan senyawa tokoferol. Dikenal 4 macam tokoferol, yaitu alfa, beta, gamma

dan delta. Yang aktif adalah senyawa alfa tokoferol.Vitamin E banyak dijumpai dalam
minyak nabati (minyak jagung, kedelai dan bunga matahari), padi – padia, ragi, hati,

kuning telur dan sayuran. Tidak dikenal gejala defisiensi yang khas pada orang dewasa.
Dalam pengobatan digunakan pada gangguan jantung (angina dan lain – lain), artrosis,

neuralgia, hiperkoleterolemia dan penyakit kulit. Juga digunakan sebagai anti keguguran

dan obat kemandulan.

Vitamin K

Vitamin ini meliputi :
 Vitamin K-1, disebut fitomenadion, terdapat dalam sayuran hijau dan minyak nabati
 Vitamin K-2, dihasilkan oleh flora usus. Untuk penyerapannya dari usus

memerlukan asam empedu.
 Vitamin K-3 (menadion) dan vitamin K-4 (menadiol), merupakan zat sintetik.

12

Dalam hati, vitamin K merangsang pembentukan protrombin. Defisiensi vitamin ini
menyebabkan hipoprotrombinemia, yang berakibat darah sukar membeku.

C. Mineral dan Elemen Spura

Mineral adalah zat anorganik yang dalam jumlah kecil bersifat essensial bagi banyak
proses metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibtuhkan adalah kalium, natrium,
kalsium, magnesium, fosfor dan klorida.

Elemen spura adalah mineral yang dibutuhkan kurang dari 20 mg sehari, yakni besi,
seng, tembaga, mangan, molibden, fluor, krom, iod, selen dan kobalt.

Fungsinya masing – masing sangat berbeda :
 Ca dan P untuk sebagian besar bertanggung jawab bagi kekuatan kerangka
 K, Mg dan P terutama untuk membentuk sistem pendapar intraselluler
 Na dan Cl berperan penting diruang ekstraselluler sebagai pengatur tekanan osmotik

dan tekanan darah normal.
 Banyak elemen spura merupakan ko-faktor dari metallo-enzym, misalnya Fe, Zn, Mn,

Mg dan Cu ; yang mengkalatisa banyak proses metabolisme.
 F dan Sr merupaka zat essensial bagi tulang gigi dan emailnya
 Iod merupakan bahan baku bagi sintesis hormon tiroid

Penggunaan minerasl – mineral, khususnya untuk prevensi dan pengobatan keadaan
defisiensi, terutama garam K dan Ca; begitu pula Na, Cl dan Fospat yang digunakan sebagai
infus dalam keadaan darurat. Dari elemen – elemen spura, hanya Fe, Zn, I, F dan Sr yang
digunakan sebagai obat. Zat – zat lainnya hanya digunakan sebagai tambahan pada preparat
multivitamin atau sebagai food suplemen.

Obat – obat tersendiri ;

1. Kalium klorida

Merupakan kation yang terpenting dalam cairan intra sel dan merupakan zat essensial
untuk mengatur keseimbangan asam – asam serta isotoni dari sel. Selain itu juga

mengaktivasi banyak reaksi enzim dan proses fisiologis, seperti penerusan impuls di

saraf dan otot, kontraksi otot dan metabolisme karbohidrat.

13

2. Natrium klorida
Merupakan kation terpenting bagi cairan ekstra sel dan berperan penting pada regulasi
tekanan osmotok sel. Juga berperan pada pembentukan perbedaan – perbedaan potensial
listrik dalam kontraksi otot dan penerusan impluls saraf. Defisiensinya bisa terjadi
akibat kerja fisik yang terlampau berat dan banyak berkeringat serta banyak minum air
tanpa tambahan garam ekstra.

3. Kalsium
Fungsi utamanya adalah bahan pembangun tulang, berperan penting pada regulasi daya
rangsang dan kontraksi otot – otot serta penerusan impuls saraf. Selain itu Ca mengatur
permeabilitas membran sel bagi K dan Na, aktivasi banyak reaksi enzim seperti
pembekuan darah. Defisiensi Ca menimbulkan kelembekan tulang (osteomalacia) dan
mudah terangsangnya otot dan saraf , dengan akibat serangan – serangan tetania.
Contoh garam kalsium : kalsium glukonat, kalsium laktat dan kalsium sitrat.

4. Seng sulfat
Kadar seng dalam tubuh agak tinggi dibandingkan dengan elemen spura lainnya, yang
sebagian besar terdapat dalam tulang dan prostat. Fungsinya ialah sebagai kofaktor
dalam minimal 100 enzim yang terlibat dalam segala proses metabolisme, yaitu :
 karboanhidrase, berperan pada gejala buta malam (ko-faktor dari
alkoholdehidrogenase, yang merubah retinol menjadi retinal)
 memperbaiki fungsi sel – sel otak bagi lemah ingatan (sering lupa) pada orang tua
 stimulasi penyembuhan borok bila terjadi kekurangan
 secara lokal berkhasiat sebagai adstringens (penciutan selaput lendir), anti keringat
dan antiseptik lemah
 Penggunaannya paling banyak alam dermatologi, khususnya ZnO dalam bedak tabur
dan salep, sebagai adstringens dan antiseptik lemah. Selain itu juga pada preparat
tetes mata.

5. Fluorida
Fluor terutama ditimbun sebagai apatit di dentin dan email, juga dalam tiroid dan ginjal.
Ekskresinya melalui saluran kemih dan keringat pada transpirasi berlebihan.
14

Penggunaannya paling banyak untuk prevensi gigi berlubang (carries), yang
berdasarkan atas reaksinya dengan apatit. Fluoro-apatit yang terbentuk bersifat lebih
padat dan tahan asam, juga menutupi pori – pori kecil hingga email lebih sukar larut
dalam asam, yang terbentuk setiap kali makan gula dan karbohidrat. Fluor juga
digunakan pada osteoporosis (kurangnya Ca dari tulang).

6. Stronsium klorida
Elemen ini berguna melindungi gigi terhadap pengaruh thermis (panas dan dingin) dan
kimiawi (asam dan gula) yang disertai nyeri. Selain itu juga mengurangi sensitivitas gigi
terhadap rangsangan tersebut dengan jalan membentuk lapisan pelindung keras di luar
dentin yang sudah kehilangan emailnya karena erosi atau pengendapan kalsium. Dengan
demikian rangsangan tersebut tidak bisa mencapai sum – sum gigi lagi yang berisi saraf
– saraf dan dapat mengakibatkan nyeri.

7. Magnesium
Terdapat dalam tulang dan cairan intra sel, juga sebagai ko-faktor enzim – enzim yang
menghasilkan energi. Berperan penting pada kontraksi otot.

8. Krom
Digunakan untuk kerja insulin yang optimal dalam bentuk aktifnya sebagai senyawa
organik GTF (Glucose Tolerance Factor), yang 20 kali lebih aktif dari pada garam –
garam krom anorganik.

9. Tembaga
Merupaka kofaktor bagi cytochromoxidase dan beta hidroksilase yang mengubah
dopamin menjadi noradrenalin, juga penting bagi sintesis hemoglobin. Kekurangannya
dapat menyebabkan kelambanan psikomotor, serangan epilepsi serta kelainan pada
rambut.

Spesialite vitamin dan mineral :

No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen

1. Vitamin B-1 / Vitamin B-1 25mg,50mg, 100mg / IPI

15

Tiamin Hidroklorida, tab.
Aneurin HCl, 100mg / ml ampul
Vit. Anti beri - beri Alinamin /
Takeda
Alinamin-F- 5mg / tablet salut gula
Odorless 50mg / tablet
25mg / 10ml ampul

2. Vitamin B-2 / ,
Riboflavin,
Laktoflavinum
Beflavin

3. Vitamin B-6 / Pyridoxin HCl 10mg, 25mg / tablet Soho
Piridoksin Vitamin B-6
Hidroklorida 50mg, 100mg / ml

ampul Kimia

25mg / tablet Farma

4. Vitamin B-12 / Vitamin B-12 / 50g / tablet IPI, Soho,

Sianokobalamin, Cyanocobalamin 500g ,1000g/5ml Kimia

Vitamin merah, amp. Farma

Citacon, Vitamen 1000g / ml vial

5. Vitamin B1 + B6 + Neurobion Per dragee : / Ampul : Merck
B12 Bioneuron
Vit. B-1 : 100mg Phapros

Vit. B-6 : 200mg

Vit.B-12 : 200g

6. Vitamin B Komplek Squibb-B Complex Tablet Squibb
Bernofarm
Benoviplex Tablet Salut Gula

7. Vitamin C Redoxon Tab. Effervescent 1g Roche
Asam Askorbat Bekamin C Forte
250mg / tablet Kimia

16

Vitacimin 500mg / tablet hisap Farma
Xon-Ce 500mg / tablet hisap Takeda
Kalbe
8 Vit. B Komplex + Enervon C Tablet Farma
Tablet Salut Selaput UAP
Vit. C Surbex-T Abbot

9 Vit.B Komplex + Becefort Kaplet Salut Selaput Phapros
Vit.C + Vit.E

10 Vitamin A / Avitin 1000 IU, 3000 IU, Soho
Akseroftol,
Retinol 6000 IU, 10.000 IU,

20.000 IU / tab.

50.000IU,100.000

Vitamin A Kimia IU/ml amp. Kimia

Farma Farma

6000 IU,20.000 IU,

50.000 IU / tablet

Vitamin D / Cavit D3 Cholecalciferol 133 Merck
IU, Calcii Hidrogen
11 Kalsiferol, Phosphat 500 mg

Vitmain D-2,

Radiostal, Viosterol,

Ergokalsiferol

12 Vitamin E / Dalfarol 200 IU,300 IU,400 Darya-
Alfa Tokoferol
Tocopherine IU/soft cap Varia
Natur-E
10mg, 50mg / dragee

100 IU / kapsul Soho
Darya-
Varia

17

13 Vitamin K Kaywan Vit.K-1 5mg / tablet Eisai

Kaytwo 5mg / kapsul

14 Vit. A + Vit.E Rovigon Tiap Chewable Darya

Dragee Varia

Vit. A : 30.000 IU

Vit. E : 70 mg

15 Vit.A + Vit.D Big Fish Per Soft Capsul
+ Vit.E
Minyak Ikan,
16 Vitamin A /
Akseroftol, Vit. A-2 : 2000 IU +
Retinol
Vit. D : 200 IU + Vit.

E 10 IU

Avitin 1000 IU, 3000 IU, Soho

6000 IU, 10.000 IU,

20.000 IU / tab.

50.000IU,100.000

Vitamin A Kimia IU/ml amp. Kimia

Farma Farma

6000 IU,20.000 IU,

50.000 IU / tablet

17 Vitamin D / Cavit D3 Cholecalciferol 133 Merck
IU, Calcii Hidrogen
Kalsiferol, Phosphat 500 mg

Vitmain D-2,

Radiostal, Viosterol,

Ergokalsiferol

18 Vitamin E / Dalfarol 200 IU,300 IU,400 Darya-
Alfa Tokoferol
IU/soft cap Varia

10mg, 50mg / dragee

18

Tocopherine 100 IU / kapsul Soho
Natur-E Darya-
Varia

D. Hormon

Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, langsung masuk
ke dalam aliran darah dan berpengaruh sangat spesifik terhadap organ tertentu untuk dapat
berfungsi secara normal. Kelenjar endokrin yang penting adalah kelenjar hipofisa dan
hipotalamus, kelenjar kelamin (ovarium dan testes), kelenjar anak ginjal, pankreas, tiroid dan
paratiroid.
Dalam pengobatan, hormon digunakan untuk :

1. Terapi substitusi pada defisiensi hormon, misalnya pemberian insulin pada penderita
diabetes mellitus.

2. Yang banyak digunakan adalah pada pengobatan berdasarkan efek farmakologinya yang
tidak berhubungan dengan efek fisiologisnya. Misalnya kortikosteroida banyak
digunakan karena efek anti radangnya.

3. Secara khusus untuk mempengaruhi fungsi organ ke arah yang dikehendaki, misalnya
estrogen dan progesteron digunakan untuk mencegah kehamilan.

4. Diagnosa penyakit atau kelainan, misalnya tirotropin untuk test terhadap kelenjar tiroid.

Untuk keperluan pengobatan, zat hormon dapat diperoleh dari :
1. Sumber alam, berasal dari binatang ternak menyusui misalnya sapi. Persediaannya amat
terbatas.
2. Senyawa sintetik, saat ini umumnya digunakan hormon sintetik atau semi sintetik.

1. Hormon Hipofisa
Hipofisa adalah suatu umbai pada pangkal otak. Kelenjar ini dibedakan menjadi dua

bagian, yaitu :
(a) Adenohipofisa

Adalah umbai depan, yang merupakan bagian terbesar. Hormon yang dihasilkannya
adalah :

19

a. Somatotropin : Merangsang pertumbuhan tubuh pada umumnya

b. Gonadotropin : Merangsang kelenjar kelamin mensekresikan hormonnya

c. Kortikotropin : Merangsang kelenjar anak ginjal bagian korteks untuk

mensekresikan kortikosteroida

d. Tirotropin : Merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon

tiroid

e. Prolaktin : Menstimulir sekresi air susu

(b) Neurohipofisa

Adalah umbai belakang, terutama terdiri dari jaringan saraf. Hormon yang dihasilkannya

adalah :

a. Oksitosin : Menyebabkan kontraksi uterus dan menstimulir mulainya

laktasi

b. Vasopresin : Mencegah ekskresi air terlalu banyak

Zat – zat tersendiri :
(a) Somatotropin
Digunakan untuk terapi substitusi. Tetapi karena hormon ini tidak dapat diganti dengan
hormon binatang, maka sediaan farmasinya sangat jarang.
(b) Gonadotropin
Dalam pengobatan digunakan untuk mengatasi gangguan haid dan kemandulan baik pria
maupun wanita. Sediaan gonadotropin diperoleh dari air kemih wanita hamil atau air kemih
wanita setelah menopause, yaitu Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan Human
Menopausal Gonadotropin (HMG). Diberikan per injeksi.
(c) Oksitosin
Hormon ini telah dapat disintesa. Dalam kebidanan digunakan untuk merangsang
kontraksi uterus (rahim) guna membantu persalinan. Setelah persalinan, dapat juga
digunakan untuk mencegah banyaknya perdarahan.
(d) Vasopresin
Diperoleh dari sapi atau babi. Digunakan pada pengobatan diabetes inspidus dengan gejala
poliuria, akibat kekurangan hormon anti diuretik dan insufisiensi hipofisa.

Obat – obat hormon hipofisa :

20

No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
1 Gonadotropin Pregnyl
1500 UI ; 5000 UI/ Organon
chorionik Humegon
ampul serbuk pro
2 Gonadotropin Decatocin
menopausal Piton –S injeksi
Syntocinon
3 Oksitosin sintetik 75 UI ; 150 UI / vial Organon

4 Somatropin serbuk pro injeksi

10 Ui/ml injeksi Harsen

Organon

Novartis

Genotropin 16 IU / ml vial Pfizer

2. Hormon Kelamin
Hormon kelamin dihasilkan oleh kelenjar kelamin (ovarium dan testes) dibawah

pengaruh gonadotropin, berfungsi menentukan ciri – ciri kelamin primer dan sekunder.
Androgen adalah hormon pria, sedangkan estrogen dan progesteron adalah hormon wanita.
Semua hormon kelamin memiliki sifat – sifat yang sama, misalnya :

 Retensi air dan garam
 Berdaya anabolika, androgen lebih kuat dari pada estrogen
 Mengakibatkan penutupan epifisis (ujung tulang pipa) sesudah pertumbuhan di masa

pubertas.

(a) Zat – zat androgen
Yang terpenting adalah testoteron, selain bertanggung jawab terhadap ciri kelamin primer
dan sekunder. Hormon ini berperan penting pada spermatogenesis dalam testes (efek
virilisasi, virile = jantan). Digunakan dalam terapi substitusi, misalnya pada keadaan
klimakterium virile sesudah usia 50 tahun. Juga untuk merangsang pertumbuhan anak laki
– laki di atas usia 16 tahun yang terlambat pertumbuhannya akibat hipofungsi hipofisanya.

Zat – zat tersendiri :
 Testoteron

21

Dibuat secara semisintetik. Karena absorpsinya dari usus dan bioavailabilitasnya kurang
baik, maka diberikan dalam bentuk injeksi sebagai esternya dalam pelarut minyak.
 Metil-testoteron
Dapat digunakan per-oral. Digunakan terutama pada gangguan potensi akibat defisiensi
androgen, pada hipogonadisme dan pada sterilitas karena oligospermia.
 Mesterolon
Pada dosis terapi zat ini mempengaruhi hipofisa, sehingga sekresi testoteron dan
spermatogenesis tidak terhambat.

Spesialite androgen :

No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
Tablet 25 mg Schering
1 Mesterolon Proviron Schering

2 Mesterolon + Vit. E + Tonovan

Yohimbin + Strychnin

+ Nikotinat

3 Kombinasi turunan Sustanon injeksi Organon

testoteron

4 Metiltestoteron + Pasumastrong Merck

Yohimbin + Vit. E

5 Testoteron Testoviron Kapsul 40 mg Schering
Organon
Andriol

(b). Anabolika
Merupakan hormon sintetik yang terutama bekerja memacu sintesa protein tanpa

memiliki sifat virilisasi. Anabolika yang banyak digunakan adalah turunan testoteron,
yaitu Metenilon, Metandienon, Oksimetolon dan Stanozol. Juga turunan nadrolon yaitu
Nandrolon dan Etilestrenol.

Umumnya digunakan pada keadaan tubuh lemah, seperti pada keadaan sesudah operasi,
baru sembuh dari sakit dan lain – lain. Juga selama terapi penyinaran dan terapi dengan
kortikosteroida untuk mencegah osteoporosis. Dalam bidang olahraga obat ini sering
disalahgunakan untuk memperkembangkan dan memperkuar otrot para atlit (doping).

22

Karena anabolika ini zat – zat androgen maka memiliki efek viirilisasi bila digunakan
untuk waktu yang lama pada wanita, menekan spermatogenesis, menghambat
pertumbuhan anak – anak di bawah usia 16 tahun karena stimulasi penutupan epifisis, dan
menimbulkan gangguan haid pada wanita.
Zat tersendiri :

 Nandrolon : Kehilangan protein akibat cedera parah, latihan berlebihan,
Indikasi penyakit ketuaan ; pada anak memacu pertumbuhan yang
lambat.

Kontra indikasi : Kehamilan, karsinoma prostat
Efek samping : Jerawat, hirsutisme, peningkatan libido pada wanita,

hipertropi klitoris, dan rambut pubis melebat.

 Etilestrenol

Indikasi : Selama menderita penyakit kronik terutama pasien lanjut usia

Kontra indikasi : Kehamilan, karsinoma prostat, gangguan fungsi hati

Efek samping : Mual, retensi cairan tubuh yang ringan, gangguan haid

Spesialite anabolika : Nama Dagang Sediaan Produsen
No Nama Generik
1 Nandrolon decanoat Deca Durabolin Injeksi 25 mg ; 50 mg/ Organon

2 Nandrolon ml
fenilpropionat
Durabolin Injeksi 25 mg /ml Organion
3 Etilestrenol
Orgabolin Tablet 2 mg Organon

(c). Zat – zat estrogen
Estrogen bekerja terhadap mukosa uterus (endometrium) untuk mempersiapkan proses

lebih lanjut dari sel telur yang telah dibuahi. Bersama – sama progesteron, estrogen

23

berperan penting pada masaknya folikel, ovulasi, pembuahan, transpor sel telur yang telah
dibuahi ke dinding uterus dan penyarangannya disitu.

Zat – zat estrogen digunakan untuk terapi substitusi pada keluhan klimakterium,
menekan laktasi, menekan ovulasi dan pengobatan osteoporosis sesudah menopause.
Preparat kombinasi estrogen dan progesteron dugunakan untuk diagnosa kehamilan dan
pengobatan amenorea sekunder (haid terlambat).

Zat – zat tersendiri :
 Estradiol
Merupakan estrogen alamiah terkuat, digunakan pada terapi substitusi pada
klimakterium, menopause dan kanker prostat. Pemberian per-oral bioavailabilitasnya
rendah, sehingga diberikan per injeksi sebagai esternya dalam pelarut lemak.
 Etinilestradiol
Turunan semi sintetik yang berdaya larut amat kuat; dapat diberikan per oral.
Merupakan komponen dari banyak pil anti hamil.
 Mestranol
Hormon ini baru aktif setelah di dalam hati diubah menjadi etinilestradiol. Juga
digunakan dalam pil anti hamil.
 Dietilstilbestrol
Aktif per oral dengan kerja panjang, tetapi karena bersifat karsinogenik zat ini tidak lagi
digunakan.

Spesialite estrogen : Nama Dagang Sediaan Produsen
No Nama Generik Progynova Tablet 1mg ; 2 mg Schering
1 Estradiol

2 Etinilestradiol Lynoral Tablet 0,05 mg Organon

3 Metilestrenolon + Gynaecosid Tiap tablet : Phapros
Metilestradiol Metilestrenolon 5 mg
Metilestradiol 0,3 mg

24

(d). Zat – zat progestagen
Progestagen adalah steroid sintetik yang berdaya progesteron. Progesteron adalah

hormon yang dikeluarkan oleh badan kuning (corpus luteum) dibawah pengaruh hormon
gonadotropin. Hormon ini mempengaruhi endometrium dari fase proliferasi karena
pengaruh estrogen, ke fase sekresi agar telur yang telah dibuahi dapat bersarang dan
berkembang lebih lanjut. Kemudian hormon ini juga berfungsi menjaga kehamilan dari
keguguran.
Dalam pengobatan, progestagen digunakan untuk ;
 Mencegah kehamilan pada pil KB
 Mencegah keguguran akibat kurang sekresi progesteron
 Terapi subtitusi pada keadaan klimakterium dan menopause
 Pada gangguan haid
 Pada endometriosis dan kemadulan yang diakibatkannya

Zat – zat tersendiri :
 Progesteron

Diperoleh dari ovarium binatang ternak atau hasil sintesa. Absorpsinya di susu cukup

baik, tetapi karena bioavailabilitasnya tidak baik, maka diberikan secara injeksi.
 Hidroksiprogesteron

Diperoleh secara sintetik, memiliki efek androgen tanpa efek estrogen. Banyak

digunakan dalam pil suntik anti hamil.
 Etisteron

Terutama digunakan pada gangguan hati.
 Noretisteron

Memiliki efek androgen dan efek estrogen lemah. Banyak digunakan pada pil anti

hamil, juga untuk menunda haid.
 Levonorgestrel

Efek progesteronnya kuat dan kerjanya panjang, berdaya nadrogen lemah, bersifat anti

estrogen. Banyak digunakan dalam pil kombinasi anti hamil.
 Linesterol

Tidak berdaya gestagen, tetapi bersifat anti gonadotropik yang baik, tidak berdaya

androgen. Banyak digunakan dalam pil anti hamil.
 Dilestrenol

25

Daya gestagennya kuat, maka terutama digunakan untuk mencegah keguguran.

Spesialitea progestagen :

No Nama Generik Nama Dagang Sediaan Produsen
Tablet 5 mg Schering
1 Noretisteron Primolut N Injeksi Organon
Organon
2 Progesteron Progestin Organon

3 Etisteron Progestoral

4 Alilestrenol Gestanon

E. Obat Kontrasepsi

Dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia dan terbatasnya pangan, banyak negara
menyadari pentingnya pembatasan kelahiran, terutama negara berkembang seperti Indonesia
yang tengah berupaya mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan, maka pembatasan
kelahiran suatu keharusan. Cara yang dilaksanakan untuk hal ini adalah program keluarga
berencana (KB).
KB memiliki tujuan antara lain :

 mencegah mortalitas ibu dan anak dengan menghindari kehamilan resiko tinggi
 mengurangi angka kesakitan
 menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
 mengatur jarak kehamilan
 menentukan jumlah anak dalam keluarga
Salah satu cara pembatasan kelahiran adalah dengan pencegahan kehamilan menggunakan obat
– obat kontrasepsi.Obat kontrasepsi ini dapat berupa :
 Yang digunakan per oral : misalnya pil KB
 Suntikan
 Alat dalam saluran reproduksi, seperti kondom, pessarium (kondom wanita), IUD
 Obat topikal intravaginal yang bersifat spermicida, misalnya tablet busa, tissue KB
 Pil Implan (susuk KB)
 Operasi (tubektomi dan vasektomi)

26

1. Mekanisme kerja
Semua pil anti hamil hanya dimaksudkan untuk merintangi pelepasan sel telur

(ovulasi) sehingga dapat mencegah kehamilan. Cara kerja obat anti hamil itu adalah :
(a) Perintang ovulasi, yaitu estrogen dan progesteron dalam dosis yang sesuai, mampu
menekan sekresi gonadotropin dari hipofisa sehingga proses pematangan sel telur
terhambat.
(b) Pengentalan lendir cervix, lazimnya cervix tertutup lendir yang selama masa subur
menjadi encer, sehingga memudahkan masuknya sel sperma ke dalam uterus. Karena
pengaruh progesteron, lendir tersebut menjadi kental sehingga sel sperma tidak mampu
menembusnya. Pil mini dan pil suntik yang mengandung progesteron tanpa estrogen
bekerja menurut prinsip ini.
(c) Khasiat terhadap endometrium, karena pengaruh kedua hormon, endometrium hanya
berkembang dan sedikit berproliferasi, tidak mengalami fase sekresi dan justru
menyusut, sehingga penyarangan sel telur tidak terjadi.

2. Jenis pil dan penggunaannya
Dewasa ini dikenal beberapa macam pil anti hamil, yaitu :

(a) Pil kombinasi
Berisi estrogen dan progesteron . Mulai ditelan pada haid hari pertama atau ke lima,
selama 20 – 21 hari, dilanjutkan dengan 7 pil kosong (plasebo) atau istirahat selama 7
hari. Pada waktu istirahat inilah umumnya terjadi perdarahan yang mirip haid biasa.
Keamanannya hampir sempurna (99,9% berhasil) bila tidak lupa menelannya setiap
hari.

(b) Pil bertahap
Tidak semua pil untuk semua periode pemakaian mengandung komponen dan kadar
yang sama. Pentahapan ini dimaksudkan untuk meniru variasi hormon alamiah selama
siklus setiap bulannya.
Yang termasuk jenis pil ini adalah pil bifasis, terdiri dari 7 tablet yang hanya
mengandung estrogen dan 15 tablet lainnya merupakan pil kombinasi, dengan estrogen
dan progesteron.

(c) Pil mini

27

Mengandung dosis kecil progesteron saja, yaitu linestrenol dan noretisteron. Mulai
ditelan pada hari haid pertama secara terus menerus tanpa istirahat.
(d) Pil suntik
Sebetulnya bukan pil, tapi injeksi yang hanya mengandung progestagen dengan kerja
panjang, yaitu medroksiprogesteron. Diberikan tiga bulan sekali, per injeksi intra
muscular.
(e) Morning after pil
Mengandung estrogen dalam dosis tinggi, yaitu etinilestradiol 3 – 5 mg. Jenis pil ini
khusus digunakan sesudah persetubuhan “tanpa perlindungan”. Mulai ditelan selambat –
lambatnya 24 jam kemudian, selama lima hari berturut – turut, biasanya pada pagi hari.

Pil kombinasi dapat pula digunakan untuk maksud yang sama dengan toleransi yang baik. Pil
tersebut mengandung etinilestradiol 100 mcg dan levonorgestrel 500 mcg, harus ditelan 2 kali
dengan interval 12 jam.

3. Faktor – faktor yang mempengaruhi keamanan pil
(a) Terlupa menelan
Bila terlupa satu pil, maka dalam waktu tidak lebih dari 12 jam pil itu harus di telan.
Bila lebih dari 12 jam atau terlupa lebih dari 2 pil, maka keamana pil tidak dapat
dipercaya lagi.
(b) Gangguan saluran pencernaan seperti diare, muntah, menyebabkan penyerapannya
tidak sempurna.
(c) Pengaruh obat lain
Beberapa obat dapat mengurangi efektifitas pil dengan jalan induksi enzim, sehingga
hormon dari pil dipercepat penguraiannya. Obat – obat tersebut adalah Fenobarbital,
Fenitoin, Glutetimida dan Rifampisin.

4. Penggunaan lain
Selain untuk mencegah kehamilan, pil KB juga digunakan untuk :

(a) Menunda haid
Karena suatu keperluan, penundaan tersebut jangan lebih lama dari 8 hari karena resiko
perdarahan-antara bertambah besar.

28

Caranya, setelah pil terakhir dari suatu kur habis, jangan istirahat, tetapi lanjtkan dengan
kur baru. Bila misalnya dikehendaki penundaan 6 hari, setelah itu baru istirahat.
(b) Terapi substitusi pada klimakterium dan mencegah gangguan siklus.

5. Efek Samping
Pil anti hamil dapat menimbulkan efek samping yang bersifat ringan maupun ayng

berbahaya. Efek samping ringan yang sering terjadi biasanya berkurang atau lenyap sendiri
setelah beberapa bulan pemakaian adalah :

 Mula, nyeri kepala, umumnya karena estrogen
 Rasa lelah, gelisah dan mudah tersinggung, libido berkurang, umumnya karena

komponen progesteron.
 Perdarahan tidak teratur yang berupa spotting atau haid anatra, kebanyakan karena

kekurangan estrogen
 Depresi
 Infeksi candida dan mungkin trichomonas, yang menyebabkan keputihan.

Efek samping yang lebih serius, merupakan resiko penggunaan pil anti hamil adalah :
 Infark jantung
 Hipertensi, akibat retensi garam dan air
 Trombosis
 Mempertinggi LDL – kolsterol, sehingga memperbesar resiko penyakit jantung dan

pembuluh darah.

6. Kontra indikasi

Pil anti hamil tidak boleh diberikan pada penderita atau bila terdapat riwayat
trombosis, kanker payudara, hepatitis dan hiperlipidemia. Penggunaannya harus hati – hati

terhadap penderita penyakit jantung dan pembuluh, hipertensi, udema, gangguan endokrin

(diabetes, hipertiroid) dan migrain.
7. Obat – Obat Kontrasepsi

Pil Bifasis :

No Nama Generik Nama Sediaan Produsen

. Dagang

29

1. Levonorgestrel + Microgynon Per tablet : Schering

Etinilestradiol Levonorgestrel 150

mcg

Etinilestradiol 30 mcg

Nordette-28 Wyeth-Ayerst

Tablet

No Nama Generik Nama Sediaan Produsen

. Dagang

2. Lynestrenol + Lyndiol Per tablet : Organon
Lynd. 2,5mg;
Ethinylestradiol Eth.50mcg
Organon
Ovostat 28 Per tablet :
Lynd. 1mg
Eth. 50mcg

Pil Mini Nama Sediaan Produsen
No Nama Generik Dagang 0,5 mg/tablet Organon
. Excluton
3. Linestrenol

Implant : Nama Sediaan Produsen
No Nama Generik Dagang Implan 36 mg Leiras Oy
. Norplant
4. Levonorgestrel

5. Etonogestrel Implanon Implan Limas 68 mg Prganon

30

OBAT SISTEM PERNAPASAN

A. Obat – Obat Asma, Bronchitis dan Emfisema Paru

1. Pendahuluan
CARA atau Chronic Respiratory Affection, mencakup semua penyakit saluran

pernafasan yang mempunyai ciri penyumbatan bronchi karena pengembangan mukosa atau
sekresi sputum (dahak) berlebihan, serta kontraksi otot polos saluran napas (bronchi)
berlebihan. Tergolong penyakit ini adalah asma, bronchitis dan emfisema.

Asma (asthma bronchiale) atau bengek adalah suatu penyakit alergi kronis yang berciri
serangan sesak napas akut secara berkala yang disertai batuk dan hipersekresi dahak, dimana
pasien tidak menunjukkan suatu gejala. Pada serangan yang hebat, penyaluran udara ke darah
sedemikian lemah sehingga penderita membiru kulitnya (cyanosis). Sebaliknya pengeluaran
nafas dipersulit dengan meningkatnya kadar CO2 dalam darah.

Serangan asma biasa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam dan
dapat diatasi dengan pemberian obat secara inhalasi atau oral, tetapi dalam keadaan gawat perlu
diberi suntikan Adrenalin, Teofilin dan atau hormon kortikosteroida.

Umumnya jenis asma yang bersifat alergi sudah dimulai dari masa kanak – kanak dan
didahului oleh gejala alergi lain, khusunya ekzema. Faktor keturunan memegang pernana
penting pada terjadinya sama. Pasien asma memiliki kepekaan terhadap infeksi saluran napas,
akibatnya dalah peradangan bronchi yang dapat menimbulkan serangan asma.

Bronchitis kronis berciri batuk menahun dan banyak mengeluarkan sputum (dahak),
tanpa sesak napas atau sesak napas ringan. Biasanya disebabkan oleh infeksi virus pada saluran
pernapasan, terutama oleh Haemophilus influenza atau Streptococcus pneumoniae.

Pengobatan biasanya dengan antibiotik selama minimal 10 hari, agar infeksi tidak
terulang / kambuh. Obat pilihannya adalah Amoksisilin, Eritrosin, Sefradin dan Sefaklor yang
berdaya bakterisid terhadap antara lain bakteri – bakteri di atas.

Emfisema paru (pengembangan) berciri sesak napas terus menerus yang menghebat
pada waktu mengeluarkan tenaga dan seringkali dengan perasaan letih dan tidak bergairah.
Penyebabnya adalah bronchitis kronis dengan batuk menahun, serta asma.

31

2. Tindakan umum
- Mencegah timbulnya reaksi antigen – antibody dan serangan asma, misalnya dengan
menjaga kebersihan (sanitasi) seperti menyingkirkan semua rangsangan luar terutama
binatang – binatang peliharaan, rumah harus dibersihkan setiap hari khususnya kasur,
sprei dan selimut. Begitu juga faktor aspesifik seperti perubahan suhu, dingin, asap dan
kabut harus dihindari.
- Berhenti merokok, karena asap rokok dapat menimbulkan bronkokonstriksi dan
memperburuk asma.
- Fisioterapi, menepuk – nepuk bagian dada guna mempermudah pengeluaran sputum,
latihan pernapasan dan relaksasi.
- Mencegah infeksi primer, dengan vaksinasi influenza.
- Pemberian antibiotika pada pasien asma dan bronchitis dengan infeksi bakteri.
Umumnya diberikan Amoksisilin atau Doksisiklin

3. Pengobatan
Pengobatan asma dan bronchitis dapat dibagi atas 3 karagori, yaitu terapi serangan

akut, status asmathicus dan terapi pencegahan.
(a) Terapi serangan akut
Pada keadaan ini pemberian obat bronchospasmolitik untuk melepaskan kejang bronchi.
Sebagai obat piligan ialah Salbutamol atau Terbutalin, sebaiknya secara inhalasi (efek 3
– 5 menit). Kemudian dibantu dengan Aminophillin dalam bentuk suppositoria. Obat
pilihan lain ialah Efedrin dan Isoprenalin, dapat diberikan sebagai tablet, hanya saja
efeknya baru kelihatan setelah kurang lebih 1 jam. Inhalasi dapat diulang setelah 15
menit sebelum memberikan efek. Bila yang kedua ini juga belum memberikan efek,
perlu diberikan suntikan i.v. Aminophillin atau Salbutamol, Hidrokortison atau
Prednison. Sebagai tindakan akhir dengan Adrenalin i.v. dengan diulangi 2 kali dalam 1
jam.
(b) Status asmathicus
Pada keadaan ini efek bronchodilator hanya ringan dan lambat. Ini disebabkan oleh
blokade reseptor beta karena adanya infeksi dalam saluran napas. Pengobatan dengan
suntikan i.v. Salbutamol atau Aminophillin dan Hidrokortison dosis tinggi (200 – 400
mg per jam sampai maksimum 4 gram sehari).

32

(c) Terapi pencegahan
Dilakukan dengan pemberian bronchodilator misalnya Salbutamol, Ipratropium atau
teofillin, bila karena alergi perlu ditambahkan Ketotifen.

4. Penggolongan Obat – Obat Asma
Berdasarkan mekanismenya, kerja obat – obat asma dapat dibagi dalam beberapa

golongan, yaitu :

(a) Antialergika
Adalah zat – zat yang bekerja menstabilkan mastcell, hingga tidak pecah dan

melepaskan histamin. Obat ini sangat berguna untuk mencegah serangan asma dan

rhinitis alergis (hay fever). Termasuk kelompok ini adalah kromoglikat. β-2

adrenergika dan antihistamin seperti ketotifen dan oksatomida juga memiliki efek ini.

(b) Bronchodilator

Mekanisme kerja obat ini adalah merangsang sistem adrenergik sehingga memberikan

efek bronkodilatasi. Termasuk kedalamnya adalah :
 Adrenergika

Khususnya β-2 simpatomimetika (β-2-mimetik), zat ini bekerja selektif terhadap
reseptor β-2 (bronchospasmolyse) dan tidak bekerja terhadap reseptor β-1 (stimulasi
jantung). Kelompok β-2-mimetik seperti Salbutamol, Fenoterol, Terbutalin,
Rimiterol, Prokaterol dan Tretoquinol. Sefangkan yang bekerja terhadap reseptor β-2
dan β-1 adalah Efedrin, Isoprenalin, Adrenalin, dll.

 Antikolinergika (Oksifenonium, Tiazinamium dan Ipratropium.)
Dalam otot polos terdapat keseimbangan antara sistem adrenergik dan kolinergik.
Bila reseptor β-2 sistem adrenergik terhambat, maka sistem kolinergik menjadi
dominan, segingga terjadi penciutan bronchi. Antikolinergik bekerja memblokir
reseptor saraf kolinergik pada otot polos bronchi sehingga aktivitas saraf adrenergik
menjadi dominan, dengan efek bronchodilatasi.
Efek samping : tachycardia, pengentalan dahak, mulut kering, obstipasi, sukar
kencing, gangguan akomodasi. Efek samping dapat diperkecil dengan pemberian
inhalasi.

33

 Derivat xantin (Teofilin, Aminofilin dan Kolinteofinilat)
Mempunyai daya bronchodilatasi berdasarkan penghambatan enzim fosfodiesterase.
Selain itu, Teofilin juga mencegah pengingkatan hiperaktivitas, sehingga dapat
bekerja sebagai profilaksis. Kombinasi dengan Efedrin praktis tidak memperbesar
bronchodilatasi, sedangkan efek tachycardia diperkuat. Oleh karena itu, kombinasi
tersebut dianjurkan.

(c) Antihistaminika (Ketotifen, Oksatomida, Tiazinamium dan Deptropin)
Obat ini memblokir reseptor histamin sehingga mencegah bronchokonstriksi. Banyak
antihistamin memiliki daya antikolinergika dan sedatif.

(d) Kortikosteroida (Hidrokortison, Prednison, Deksametason, Betametason)
Daya bronchodilatasinya berdasarkan mempertinggi kepekaan reseptor β-2, melawan
efek mediator seperti gatal dan radang. Penggunaan terutama pada serangan asma akibat
infeksi virus atau bakteri. Penggunaan jangka lama hendaknya dihindari, berhubung
efeksampingnya, yaitu osteoporosis, borok lambung, hipertensi dan diabetes. Efek
samping dapat dikurangi dengan pemberian inhalasi.

(e) Ekspektoransia (KI, NH4Cl, Bromheksin, Asetilsistein)
Efeknya mencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan. Pada serangan akut, obat ini
berguna terutama bila lendir sangat kental dan sukar dikeluarkan.
Mekanisme kerja obat ini adalah merangsang mukosa lambung dan sekresi saluran
napas sehingga menurunkan viskositas lendir. Sedangkan Asetilsistein mekanismenya
terhadap mukosa protein dengan melepaskan ikatan disulfida sehingga viskositas lendir
berkurang.

5. Obat – obat tersendiri

(a) Derivat xantin

- Teofilin

Indikasi : Asma bronkial, bronchitis asmatic knonis, emfisema
Spasmolitik otot polos khusuanya pada otot bronchi,
Mekanisme : stimulasi jantung, stimulasi SSP dan pernafasan serta
diuretik. Berdasarkan efek stimulasi jantung, obat juga
kerja dugunakan pada sesak napas karena kelainan jantung
(asthma cardial).

34

Kontra indikasi : Penderita tukak lambung yang aktif dan yang mempunyai

riwayat penyakit kejang.

Efek samping : Penggunaan pada dosis tinggi dapat menyebabkan mual,

muntah, nyeri epigastrik, diare, sakit kepala, insomnia,

kejang otot, palpitasi, tachycardia, hipotensi, aritmia, dll.

Interaksi obat : Sinergisme toksis dengan Efedrin, kadar dalam serum

meningkat dengan adanya Simetidin, Alupurinol. Kadar

dalam serum menurun dengan adanya Fenitoin, kontasepsi

oral dan Rifampisin

Sediaan : Tablet, elixir, rectal, injeksi

- Aminofilin

Indikasi : Pengobatan dan profilaksis spasme bronchus yang

berhubungan dengan asma, emfisema dan bronchitis

kronik.

Kontra indikasi : -

Efek samping : Iritasi gastro intestinal, tachycardia, palpitasi dan hipotensi

Interaksi obat : Kadar dalam plasma meningkat dengan adanya Simetidin,

Alupurinol dan Eritromisin.

Sediaan : Injeksi, tablet

(b) Kortikosteroida (Hidrokortison, Prednison, Deksametason, Triamnisolon)

Indikasi : Obat ini hanya diberikan pada asma yang parah dan tidak
dapat dikendalikan dengan obat – obat asma lainnya. Pada

status asmathicus diberikan per i.v. dalam dosis tinggi.

Kontra indikasi :

Efek samping : Pada penggunaan yang lama berakibat osteoporosis,

moonface, hipertricosis, impotensi dan menekan fungsi

ginjal.

Pemakaian inhalasi efektivitasnya diperbesar dan

penekanan terhadap anak ginjal diperingan.

Interaksi obat : Efeknya memperkuat adrenergika dan Teofilin serta

35

Dosis mengurangi sekresi dahak.
: Pemberian dosis besar maksimum 2 – 3 minggu per oral

25 mg – 40 mg sesudah makan pagi, setiap hari dikurangi
5 mg.
Untuk pemeliharaan 5 mg – 10 mg Prednison setiap
48 jam, atau Betametason ½ mg setiap hari.

(c) Beta adrenergik (efek terhadap β-1 dan β-2)

- Adrenalin

Indikasi : Serangan asma hebat (injeksi s.c.) Pemakaian per oral

tidak efektif, sebab terurai oleh asam lambung.

Kontra indikasi :

Efek samping : Shock jantung, gelisah, gemetar dan nyeri kepala

Interaksi obat : Kombinasi dengan Fenobarbital dimaksudkan untuk efek

sedatif supaya penderita tidak cemas / takut.

Sediaan : Injeksi

- Efedrin

Indikasi : Asma, bronchitis, emfisema

Kontra indikasi : Penyakit jantung, hipertensi, gondok, glaukoma

Efek samping : Tachycardia, gelisah, insomnia, sakit kepala, eksitasi,

aritmia ventrikuler

Interaksi obat : -

Sediaan : Tablet

- Isoprenalin

Daya bronchodilatasinya baik, tetapi absorpsi dalam usu buruk. Absorpsi melalui

mukosa mulut lebih baik, efek cepat dan dapat bertahan lebih kurang 1 jam. Sudah

jarang digunakan sebagai obat asma, karena terdesak oleh adrenergik spesifik.

(d) β-2 mimetik

- Salbutamol

Indikasi : Selain berdaya bronchodilatasi juga memiliki efek

36

menstabilisasi mastcell, sehingga digunakan terapi

simptomatik dan profilaksis asma bronchial, emfisema dan

obstruksi saluran napas.

Kontra indikasi : Hipertensi, insufisiensi miokardial, hipertiroid, diabetes.

Efek samping : Nyeri kepala, pusing, mual, tremor tangan.

Pada dosis tinggi dapat berakibat tachycardia,palpitasi,

aritmia dan hipotensi.

Interaksi obat :

Sediaan : Tablet, syrup

- Terbutalin

Indikasi : Asma bronchial, bronchitis kronis, emfisema dan penyakit

paru lain dengna komplikasi bronchospasme

Kontra indikasi : Hipertiroidisme

Efek samping : Tremor, palpitasi, pusing

Interaksi obat :

Sediaan : Tablet, inhalasi

- Isoetarin

Derivat Isoprenalin, digunakan sebagai tablet retard, kerjanya cepat, kurang lebih 20
menit, lama kerja 4 – 6 jam

- Prokaterol

Derivat Kinolin dengan daya kerja bronchodilatasi sangat kuat. Digunakan per oral

dengan dosis 2 kali sehari 50 mcg.

- Remiterol
Kerja lebih selektif dari pada β-2 mimetika lainnya. Penggunaan secara inhalasi,

efek cepat sekali + 30 detik dengan lama kerja 6 jam.

- Tretoquinol

Per oral efeknya cepat setelah 15 menit dengan lama kerja 6 jam.

(e) Kromoglikat : Profilaksis asma bronchial termasuk pencegahan asma
Indikasi yang dicetuskan oleh aktivitas.

Mekanisme : Stabilisator mastcell sehingga menghalangi pelepasan

37

kerja histamin, serotonin dan leukotrien pada waktu terjadi

reaksi antigen antibodi.

Kontra indikasi :

Efek samping : Iritasi tenggorokan ringa, napas berbau, mual, batuk,

bronchospasme sementara

Sediaan : Inhalasi 5mg/ aktuasi ( Intal 5 ® )

(f) Antikolinergik

- Ipratorium

Indikasi : Asma bronchial, bronchitis kronis, emfisema

Kontra indikasi : Hipersensitiv terhadap senyawa yang menyerupai atropin

Efek samping : Mulut kering, iritasi kerongkongan, batuk, peningkatan

tekanan intra okuler jika mengenai mata penderita

glaukoma.

Interaksi obat : Memperkuat efek antikolinergik obat lain, bronchodilatasi
diperkuat oleh derivat xantin dan preparat β-adrenergik .

Sediaan : Tablet, inhalasi

- Tiazinamium

Derivat Fenotiazin ini daya antihistamin dan daya antikolinergiknya kuat. Resorpsi

per oral buruk, daya bronchodilatasinya hanya pada dosis tinggi, sehingga memberi

efek samping seperti atropin.

(g) Antihistamin

- Ketotifen

Indikasi : Profilaksis asma bronchial karena alergi

Mekanisme : Dapat memblokir reseptor histamin dan menstabilisasi

kerja mastcell.

Kontra indikasi :

Efek samping : Mengantuk, pusing, mulut kering.

Interaksi obat : Memperkuat efek sedativ depresan SSP.

Sediaan : Tablet

- Oksatomida

38

Dapat memblokir reseptor histamin dan menstabilisasi mastcell. Penggunaan kecuali
pada profilaksis asma alergi, juga untuk rinitis alergi dan urticaria kronis. Kurang
bermanfaat pada serangan asma akut.

Spesialite :

NO NAMA GENERIK NAMA SEDIAAN PABRIK

. & LATIN DAGANG

1. Teofilin Brondilex Tablet 150 mg, Elixir Biomedis
50mg/5ml

2. Teofilin + Bronsolvan Tiap tablet atau 5 ml Dankos
syrup : Teofilin 125 mg
Bromheksin HCl dan Bromheksin HCl 8
mg

3. Teofilin + Gliseril Quibron Tiap kapsul atau 15 ml Bristol
Guaiakolat elixir :
Teofilin 150 mg
Gliseril Guaiakolat 90 mg

4. Teofilin + Efedrin Asmasolon Tiap tablet : Westmon
HCl Teofilin 130 mg
Ephedrin HCl 12,5 mg

Asmadex Dexa
Asthma Soho Medica
Neo-Napacin Soho
Konimex
5. Aminofilin Aminophyllinum Ampul 10 ml : 24 mg/ml Ethica
Mahakam
Phyllocontin Tablet : 225 mg

6. Efedrin HCl Ephedrin HCl Tablet : 25 mg Soho

39

7. Salbutamol Sulfat Salbuven Tablet 4 mg, Syr. Pharos
Salbron
Fartolin 2mg/5ml Dankos
Ventolin
Tablet 2 mg Fahrenheit

Glaxo Smith

Tablet 2mg, syr. 2mg/5

ml, inhaler 100

mcg/semprot, nebula,

rotacap, rotahaler,

rotadisk, diskhaler

8. Salbutamol Sulfat Fartolin Tiap tablet : Fahrenheit

+ Guaifenesin Expectorant Salbutamol Sulfat 1,2 mg

;

Guaifenesin 50 mg

9. Terbutalin Sulfat Bricasma Tablet 2,5 mg, Syr. 0,3 Astra

mg/ml, turbuhaler, Zenecca

inhaler, aerosol, inhaler

dengan nebuhaler,

respules

10. Ketotifen Nortifen Tablet 1 mg Otto
Scanditen Tempo S.P.

B. Obat – Obat Batuk (Antitusiva)

1. Fisiologi batuk
Batuk adalah suatu reflek fisiologi yang dapat berlangsung baik dalam keadaan sehat

maupun sakit. Reflek tersebut terjadi lazimnya karena adanya rangsangan pada selaput lendir
pernapasan yan terletak di beberapa bagian dari tenggorokan dan cabang-cabangnya. Reflek

40

tadi berfungsi mengeluarkan dan membersihkan saluran pernapasan dari zat- zat perangsang
itu, sehingga merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh.

2. Sebab – sebab batuk
Reflek batuk dapat ditimbulkan oleh karena radang (infeksi saluran pernapasan,

alergi), sebab-sebab mekanis (debu), perubahan suhu yang mendadak dan rangsangan kimia
(gas, bau-bauan). Batuk (penyakit) terutama disebabkan oleh infeksi virus, misal virus
influenza dan bakteri.Batuk dapat pula merupakan gejala yang lazim pada penyakit tifus,
radang paru- paru, tumor saluran pernapasan, dekompensasi jantung, asam atau dapat pula
merupakan kebiasaan.

3. Pengobatan
Pengobatan batuk pertama- tama hendaknya ditunjukan pada mencari dan mengobati

penyebabnya. Selanjutnya dilakukan pengobatan simptomatiknya, yang harus dibedakan dahulu
antara batuk produktif (batuk yang mengeluarkan dahak) dengan batuk yang non produktif.

Batuk produktif merupakan suatu mekanisme perlindungan dengan fungsi
mengeluarkan zat asing (kuman, debu dan lainnya) dan dahak dari tenggorokan. Maka pada
azasnya jenis batuk ini tidak boleh ditekan. Terhadap batuk demikian, digunakan obat golongan
ekspektoransia yang berguna untuk mencairkan dahak yang kental dan mempermudah
pengeluarannya dari saluran nafas.

Sebaliknya batuk yang tidak produktif, adalah batuk yang tidak berguna sehinggga
harus ditekan. Untuk menekan batuk jenis ini digunakan obat golongan pereda batuk, yang
berkhasiat menekan rangsangan batuk yang bekerja sentral ataupun perifer.

Untuk batuk yang disebabkan alergi, digunakan yang dikombinasi dengan
ekspektoransia. Misalnya sirup Chlorphemin, mengandung antihistaminika Promethazine dan
Diphenhidramin. Kadang –kadang diperlukan ekspektoransia dan pereda batuk dalam suatu
kombinasi, untuk maksud mengurangi frekuensi batuk, dan tiap kali batuk cukup dapat
dikeluarkan dahak yang kotor.
4. Penggolongan obat batuk
Obat batuk dapat dibagi dalam dua golongan besar :

(a) Zat – zat yang bekerja sentral

41

Zat – zat ini menekan rangsangan batuk di pusat batuk yang terletak di sumsum
lanjutan (medula) dan mungkin juga bekerja di otak dengan efek menenangkan. Zat
ini terbagi atas :
 Zat – zat adiktif, yaitu Pulvis Opii, Pulvis Doveri dan Codein. Karena dapat

menimbulkan ketagihan, penggunaannya harus hati – hati.
 Zat – zat non adiktif, yaitu Noskapin, Dekstrometorfan, Pentoksiverin, Prometazin

dan Diphenhidramin.

(b) Zat – zat yang bekerja perifer
Obat ini bekerja di luar SSP, dan dapat dibagi atas beberapa kelompok, yaitu :
 Emolliensia
Zat ini memperlunak rangsangan batuk, memperlicin tenggorokan sehingga tidak
kering dan melunakkan selaput lendir yang teriritasi. Contohnya Syrup Thymi, zat
– zat lendir (seperti infus carrageen), akar manis.
 Ekspetoransia
Zat ini memperbanyak produksi dahak (yang encer) dan mengurangi
kekentalannya sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk. Termasuk
kedalamnya adalah Kalium Iodida, Amonium klorida, Kreosot, Guaiakol, Ipeka
dan minyak – minyak atsiri.
 Mukolitika
Zat ini bekerja mengurangi viskositas dahak (mengencerkan dahak) dan
mengeluarkannya. Zat ini efektif digunakan untuk batuk dengan dahak yang
kental. Contohnya Asetilkarbosistein, Bromheksin, Mesna, Ambroksol.
 Zat – zat pereda
Zat ini meredakan batuk dengan cara menghambat reseptor sensibel di saluran
napas. Contohnya oksolamin dan Tipepidin.

5. Obat-obat tersendiri
(a) Kreosot
Zat cair kuning muda ini hasil penyulingan kayu sejenis pohon di Eropa, mengandung
kira-kira 70 % Guaiakol sebagai zat aktifnya. Zat ini mengurangi pengeluaran lendir
pada bronchi dan membantu menyembuhkan radang yang kronis, disamping
khasiatnya sebagai bakterisida. Berhubung baunya tidak enak dan merangsang mukosa
42

lambung, maka lebih banyak digunakan guaiakol dalam bentuk esternya yaitu guaiakol
karbonat, kalium guaiakol sulfonat dan gliseril guaiakolat. Dalam usus, ester tersebut
terurai menjadi guaiakol bebas. Kreosot dapat pula digunakan sebagai obat sedotan
(inhaler) dengan uap air
(b) Ipecacuanhae Radix
Akar dari tanaman Psychotria ipecacuanha (Rubiaceae) ini mengandung antara lain
alkaloida emetin dan sefalin. Zat-zat itu bersifat emetic, spasmolitik terhadap kejang-
kejang saluran pernafasan dan mempertinggi secara reflektoris sekresi bronchial.
Penggunaan utamanya sebagai emetika pada kasus keracunan. Sebagai ekspektoransia
hanya digunakan terkombinasi dengan obat batuk lainnya.
(c) Ammonium klorida
Berkhasiat sebagai secretolytic. Biasanya diberikan dalam bentuk sirup, misalnya
OBH. Pada dosis tinggi menimbulkan perasaan mual dan muntah karena merangsang
lambung.

(d) Kalium Iodida
Menstimulir sekresi cabang tenggorokan dan mencairkan dahak, sehingga banyak
digunakan dalam obat asma. Efek sampingnya berupa gangguan tiroid, jerawat (acne),
gatal-gatal (urticaria) dan struma

(e) Minyak terbang
Seperti minyak kayu putih, minyak permen, minyak anisi dan terpenten. Berkhasiat
mempertinggi sekresi dahak, melawan kejang (spasmolitika), anti radang, dan
bakteriostatistik lemah.Minyak terpenten digunakan sebagai ekspektoransia dengan
cara inhalasi, yang dihirup bersama uap air, ternyata amat bermanfaat pada radang
cabang tenggorokan.

(f)Liquiritie Radix
Akar kayu manis dari tanaman Glycyrrhiza glabra, mengandung saponin yaitu sejenis
glukosida yang bersifat aktif di permukaan.
Khasiatnya berdasarkan sifatnya yang merangsang selaput lender dan mempertinggi
sekresi zat lendir

(g) Kodein

43

Alkaloida candu ini paling banyak digunakan untuk mengobati batuk, berdasarkan

sifat peredanya terhadap pusat batuk. Efek sampingnya antara lain, menimbulkan

adiksi dan sembelit.

Codipront (Mack) mengandung kodein dan antihistaminika Feniltoloksamin, keduanya

terikat pada suatu resin dengan tujuan memperoleh khasiat jangka panjang.

Etil-morfin (dionin) memiliki khasiat pereda batuk sama dengan kodein, sehingga

sering digunakan dalam sirup obat batuk. Disamping itu juga digunakan sebagai

analgetika. Karena khasiatnya dapat menstimulir sirkulasi pembuluh darah mata, maka

juga digunakan untuk menghilangkan udema conjungtiva (pembengkakan di mata).

(h) Dekstrometrorfan

Khasiatnya sama dengan kodein, tetapi tidak bersifat analgetik dan adiktif

(i)Bromheksin

Turunan sikloheksil ini bersifat mukolitik, yaitu dapat mencairkan dahak yang kental,

sehingga mudah dikeluarkan dengan batuk. Efek sampingnya berupa gangguan

lambung usus, pusing dan berkeringat

Spesialite :

NO NAMA GENERIK NAMA DAGANG SEDIAAN PABRIK

. & LATIN

1. Difenhidramin + Amm. Benadryl Cough Syrup Parke Davis

Klorida + Na.Sitrat Medicine Corsa

Corsadryl Ikapharmin

Ikadryl do

2. Dextrometorphan HBr + Benadryl DMP Syrup Parke Davis
Difenhidramin + Amm. Dantusil Syrup Dankos
Klorida + Na.Sitrat

3. Dextrometorphan HBr + Cosyr Syrup UAP
CTM + Gliseril guaiakolat
+ Fenilpropanolamin

4. Feniramin maleat + Amm. Avil Expectorant Hoechst

44

Klorida + Menthol

NO NAMA GENERIK NAMA DAGANG SEDIAAN PABRIK

. & LATIN

5. Promethazin + Guaiakol Phernergan Syrup Rhone P

ester + Ekstrak Ipeca Expectorant

6. Promethazin + K- Prome Expectorant Syrup New
Interbat
sulfoguaiakolat + Na

Sitrat + Tinc. Ipeca +

Menthol

7. Dextrometorphan HBr + Sanadryl Plus Syrup Sanber
Difenhidramin + Amm. Expectorant Farma
Klorida + K-
sulfoguaiakolat + Na
Sitrat

8. Difenhidramin + Amm. Sanadryl Expectorant Syrup Sanbe
Klorida + K- Farma
sulfoguaiakolat + Na
Sitrat

9. Difenhidramin + Amm. Koffex Syrup Dumex
Klorida + Na Sitrat +
Menthol

10. Difenhidramin + Amm. Nichodryl Syrup Nicholas
Klorida + Menthol

11. Difenhidramin + Gliseril Allerin Syrup UAP

45

Guaiakolat + Na Sitrat

12. CTM + + Gliseril Cohistan Expectorant Syrup Biomedis
Guaiakolat

46

ANTIHISTAMIN

A. Histamin
Histamin adalah suatu senyawa amina yang didalam tubuh dibentuk dari asam amino

histidin oleh pengaruh enzim histidin dekarboksilase. Hampir semua organ dijaringan tubuh
mengandung histamin itu. Zat tersebut terdapat terutama dalam sel-sel tertentu yaitu mastcell,
dalam keadaan terikat dan tidak aktif.

Histamin dapat dibebaskan dari ikatan nya dalam bermacam-macam faktor antara lain
reaksi alergi, luka-luka berat, sinar UV dari matahari, racun ular dan tawon, enzim proteolitik
serta beberapa macam obat-obatan (opiat, tubokurarin, klordiazepoksida).

Efek histamin
Terdapatnya histamin (aktif) berlebihan didalam tubuh, meninbulkan efek antara lain :

1. Kontraksi otot polos bronchi, usus dan uterus.
2. Vasodilatasi semua pembuluh darah, dengan akibat hipotensi.
3. Memperbesar permeabilitas kapiler, yang berakibat udema dan pengembangan mukosa
4. Memperkuat sekresi kelenjar ludah, air mata dan asam lambung.
5. Stimulasi ujung saraf dengan akibat erytema dan gatal-gatal.

Dalam keadaan normal jumlah histamin dalam darah cukup kecil, hanya kira-kira 50
mcg/l, sehingga tidak menimbulkan efek seperti tersebut diatas. Baru bila mastcell pecah,
histamin terlepas demikian banyak sehingga efek tersebut menjadi nyata. Kelebihan histamin
dalam darah diuraikan oleh enzim histaminase yang juga terdapat didalam jaringan. Dalam
pengobatan , untuk mengatasi efek histamin digunakan obat antihistaminika.

B. Antihistamin

Adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin yang berlebihan di
dalam tubuh, dengan jalan memblok reseptornya. Atas dasar jenis reseptor histamin, dibedakan
dua macam antihistaminika, yaitu :

1. Antihistaminika H1 (H1 blocker)
Zat ini menekan reseptor H1 dengan efek terhadap penciutan bronchi, usus dan

uterus, terhadap ujung saraf dan untuk sebagian terhadap sistem pembuluh darah
47

(vasodilatasi dan naiknya permeabilitas). Kebanyakan antihistaminika termasuk kelompok
ini.

Selain daya antihistaminika, obat-obat ini kebanyakan memiliki khasiat lain yaitu
antikolinergik, menekan SSP dan beberapa di antaranya antiserotonin dan lokal anestesi.
Berdasarkan efek tersebut, antihistaminika ini banyak digunakan untuk mengatasi
bermacam-macam gangguan, antara lain asma yang bersifat alergi, “hay fever” (reaksi
alergi terhadap misalnya serbuk sari bunga ), sengatan serangga (lebah), uriticaria, kurang
nafsu makan, mabuk perjalanan, Parkinson dan sebagai sedativ hipnotika.

2. Antihistaminika H2 (H2 blocker)
Menekan reseptor H2 dengan efek terhadap hipersekresi asam klorida dan untuk

sebagian terhadap vasodilatasi dan turunnya tekanan darah. Obat yang termasuk golongan
ini adalah Simetidin dan Ranitidin.

C. Penggolongan Antihistamin
Menurut struktur kimianya antihistaminika dapat dibagi dalam beberapa kelompok :

R1

RXCC N

R2

1. Turunan Etanolamin (X=O)
Meliputi Difenhidramin, Dimenhidrinat, Klorfenoksamin, Karbinoksamin dan
Feniltoloksamin. Kelompok ini memiliki daya kerja seperti Atropin (antikolibergik) dan
bekerja terhadap SSP(sedative)

2. Turunan Etilendiamin (X=N)

Diantaranya Antazolin,Tripelamin,Klemizol dan Mepirin. Kelompok ini umumnya
memiliki daya sedative lemah.
3. Turunan Propilamin (X=C)

Diantaranya Feniramin, klorfeniramin, bromfeniramin dan triprolidin. Kelompok ini
memiliki daya antihistaminica kuat.
4. Turunan Piperazin

48

Meliputi Siklizin, meklozin, homoklorsiklizin, Sinarizin, Flunarizin. Umumnya bersifat
long acting.
5. Turunan Fenotizin

Meliputi Prometazin, tiazinamidum, oksomemazin, metdilazin. Efek antihistamin dan
antikolinergiknya tidak begitu kuat, berdaya neuroleptik kuat sehingga digunakan pada
keadaan psikosis karena juga berefek meredakan batuk, maka sering digunakan dalam obat
batuk.
6. Turunan Trisiklik Lainnya

Meliputi Siproheptadin, Azatadin, Pizotifen. Mempunyai daya antiserotonin kuat dan
menstimulir nafsu makan, maka banyak digunakan untuk stimulant nafsu makan.
7. Zat-zat non sedative

Yaitu Terfenadin dan astemizol. Memiliki daya anti histaminika tanpa efek sedative.
8. Golongan Sisa

Yaitu Mebhidrolin, Dimetinden, Difenilpiralin.

D. Obat - Obat Tersendiri

1. Difenhidramin

Disamping khasiat antihistaminikanya yang kuat, juga bersifat sedatif, antikolinergik,
spasmodic, antiemetik dan antivertigo.Banyak digunakan dalam obat batuk, disamping itu
juga digunakan sebagai obat mabuk perjalanan, anti gatal-gatal karena alergi dan obat
tambahan pada penyakit parkinson. Efek sampingnya mengantuk.
2. Klorfeniramin

Daya antihistaminikanya lebih kuat daripada Feniramin, dan mempunyai efek sedatif
ringan. Digunakan untuk alergi seperti rhinitis alergia, urtikaria, asma bronchial, dermatitis
atopik, eksim alergi, gatal – gatal di kulit, udema angioneurotik
3. Prometazin

Selain digunakan dalam obat batuk, juga digunakan sebagai antiemetik untuk mencegah
mual dan mabuk perjalanan, sindroma parkinson, sedativa dan hypnotika

49

4. Dimenhidrinat

Digunakan pada mabuk perjalanan dan muntah-muntah waktu hamil.
5. Antazolin

Sifatnya tidak merangsang selaput lendir, karena itu sering digunakan untuk mengobati
gejala alergi pada mata dan hidung.
6. Feniramin

Berdaya antihistaminika kuat dan efek meredakan batuk yang cukup baik, sehingga
digunakan pula dalam obat batuk.

7. Siproheptadin

Merupakan satu-satunya antihistaminika yang mempunyai efek tambahan nafsu makan.
Kerja ikutannya antara lain timbul rasa mengantuk, pusing, mual dan mulut kering.
8. Mebhidrolini Napadisilat
Praktis tidak bersifat menidurkan.Digunakan pada gatal-gatal karene alergi.
9. Setirizina HCl

Digunakan untuk Perineal rinitis, rinitis alergi, urtikaria idiopatik
10. Loratadine

Digunakan pada rinitis alergi, urtikaria kronik, dermatitis alergi, rasa gatal pada hidung
dan mata, rasa terbakar pada mata.
Spesialite :

NO NAMA GENERIK NAMA SEDIAAN PABRIK

. DAGANG
& LATIN

1. Antazoline HCl Antrifine Tetes hidung Cendo

Albalon A Tetes mata Darya Varia

Antistine Ciba

50


Click to View FlipBook Version