1|Wahai diriku! Untukmu sang perindu
surga
Meningkatkan Prestasi Belajar
dengan Pengembangan
dan Penerapan
Metode Kooperatif STAD
Pelajaran Diagnosa PC
Kelas XI TKJ SMK Bonavita
Kota Tangerang
UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta
Fungsi dan sifat hak cipta Pasal 4
Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a merupakan
hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi.
Pembatasan Pelindungan Pasal 26
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal
25 tidak berlaku terhadap:
i. penggunaan kutipan singkat Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait
untuk pelaporan peristiwa aktual yang ditujukan hanya untuk
keperluan penyediaan informasi aktual;
ii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk
kepentingan penelitian ilmu pengetahuan;
iii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk
keperluan pengajaran, kecuali pertunjukan dan Fonogram yang
telah dilakukan Pengumuman sebagai bahan ajar; dan
iv. penggunaan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan
ilmu pengetahuan yang memungkinkan suatu Ciptaan dan/atau
produk Hak Terkait dapat digunakan tanpa izin Pelaku
Pertunjukan, Produser Fonogram, atau Lembaga Penyiaran.
Sanksi Pelanggaran Pasal 113
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak
ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i
untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana
penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling
banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta
atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi
Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c,
huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara
Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga)
tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah).
Meningkatkan Prestasi Belajar dengan
Pengembangan dan Penerapan
Metode Kooperatif STAD
Pelajaran Diagnosa PC
Kelas XI TKJ SMK Bonavita
Kota Tangerang
D. Dedy Prasetya Kristiadi, M.Kom.
Muhaimin Hasanudin, S.T., M.Kom.
Ageng Setiani Rafika, S.Kom., M.Si.
Meningkatkan Prestasi Belajar dengan Pengembangan
dan Penerapan Metode Kooperatif STAD
Pelajaran Diagnosa PC Kelas XI TKJ SMK Bonavita
Kota Tangerang
D. Dedy Prasetya Kristiadi, M.Kom.
Muhaimin Hasanudin, S.T., M.Kom.
Ageng Setiani Rafika, S.Kom., M.Si.
Editor:
Winda Afrida
Desain Cover:
Mifta Ardila
Tata Letak:
@Teamminang
Proofreader:
Tim Mitra Cendekia Media
Ukuran:
xii, 92 hlm, 14,8 cm x 21 cm
ISBN:
978-623-6957-26-4 (PDF)
Cetakan Pertama:
Januari 2021
Hak Cipta 2021, Pada Penulis
Isi di luar tanggung jawab percetakan
Copyright © 2020 by CV. Mitra Cendekia Media
All Right Reserved
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit.
PENERBIT MITRA CENDEKIA MEDIA
Kapalo Koto No. 8, Selayo, Kec. Kubung, Kab. Solok
Sumatra Barat – Indonesia 27361
HP/WA: 0822-1048-0085
Website: www.mitracendekiamedia.com
E-mail: cs@mitracendekiamedia.
Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan
karena atas rahmat dan kebaikanNya penulis diberi
kesempatan untuk menyelesaikan penyusunan Buku
Monograf dengan Judul “Meningkatkan Prestasi Belajar
dengan Pengembangan dan Penerapan Metode Kooperatif
STAD Pelajaran Diagnosa PC Kelas XI TKJ SMK Bonavita Kota
Tanggeran”.
Pada kesempatan ini, penulis juga menyampaikan
ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah
membantu dan memberikan kontribusi baik secara
langsung maupun tidak langsung sampai selesainya
penyusunan buku ini, kepada:
1. Bp. Hartanto Jusman, MBA. dan Alm. Ibu Drg. Mareti
Miharja selaku ketua Yayasan Bonavita beserta Para
Pengurus Yayasan.
2. Bapak Kristanto, S.Pd., M.M. selaku Kepala SMK
Bonavita kota Tangerang.
3. Para Wakasek dan guru SMK Bonavita beserta staff.
4. Istriku, Nanik Susilowati, S.Pd. dan kedua anakku
Jeannette G. Modena dan Claudio A. Modena.
5. Melda Purba, M.Pd. selaku wali kelas XI TKJ.
6. Indra Setiawan terima kasih untuk supportnya.
|v
7. Ibu Ageng Setiani Rafika, S.Kom., M.Si. dan
Bp. Muhaimin Hasanudin S.T., M.Kom. selaku Reviewer
Dalam penulisan monograf yang berbasis penelitian
ini tentunya masih terdapat banyak kekurangan oleh
karena itu kritik dan saran yang membangun dari
pembaca sangat diharapkan.
Semoga dengan kehadiran buku monograf ini dapat
bermanfaat bagi banyak orang khususnya pembaca dan
peneliti.
November, 2020
Penulis
vi |
Daftar Isi
KATA PENGANTAR .......................................................... v
vii
DAFTAR ISI .......................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................ x
xii
DAFTAR TABEL ................................................................. 1
1
RINGKASAN ......................................................................... 5
6
BAB I PENDAHULUAN .................................................... 6
6
1.1 Latar Belakang ................................................... 7
11
1.2 Tujuan .................................................................... 11
17
1.3 Rumusan Masalah ............................................. 18
1.4 Pembatasan Masalah ....................................... 19
1.5 Tujuan Penelitian .............................................. 20
1.6 Manfaat ................................................................. 21
BAB II METODE PENELITIAN .....................................
2.1 Belajar ....................................................................
2.2 Teknologi Informasi .........................................
2.3 Pembelajaran Kooperatif ...............................
2.3.1 Langkah-langkah Pembelajaran
Kooperatif ..............................................
2.3.2 Model-model Pembelajaran
Kooperatif ..............................................
2.3.3 Pembelajaran Students Teams
Achievement Division ........................
| vii
2.4 Materi Diagnosa Pc Yang Terhubung 23
Jaringan ................................................................. 23
24
2.5 Metode Pengumpulan Data ........................... 25
2.6 Kerangka Penelitian ......................................... 25
2.7 Tempat Penelitian ............................................. 25
2.8 Waktu Penelitian ............................................... 26
2.9 Lama Tindakan Dan Indikator Penelitian 29
2.10 Rencana Penelitian Tindakan ..................... 33
2.11 Deskripsi Siklus ................................................ 33
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35
3.1 Deskripsi Kondisi Awal ................................... 36
3.2 Input/Observasi Pra Tahap Siklus 1 .......... 37
3.3 Perencanaan ........................................................ 38
3.4 Siklus 1 .................................................................. 39
3.5 Deskripsi Tindakan Siklus I ........................... 40
3.6 Rencana Tindakan I .......................................... 49
3.7 Penilaian ............................................................... 59
3.8 Siklus 2 ................................................................... 59
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ........................... 60
7.1 Kesimpulan .......................................................... 61
7.2 Saran ...................................................................... 63
DAFTAR PUSTAKA .......................................................... 77
LAMPIRAN ...........................................................................
PROFIL PENULIS ...............................................................
viii |
Daftar Gambar
Gambar 1 Kerangka Penelitian ..................................... 24
| ix
Daftar Tabel
Tabel 1 Indikator Keberhasilan .................................... 26
Tabel 2 Perencanaan ......................................................... 36
Tabel 3 Post Pra Siklus ..................................................... 38
Tabel 4 Hasil Siklus 1 ........................................................ 48
Tabel 5 Perkembangan Hasul Belajar ........................ 56
Tabel 6 Ketuntasan Belajar pada Setiap Siklus ....... 57
x|
Kehormatan Pendidik terletak pada nilai
nilai moral yang ditanamnya, Kejujuran dan
kerendahan hati dalam setiap karya yang
dibuatnya.
Dp. Kristiadi
| xi
Ringkasan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan
prestasi belajar dengan metode kooperatif Students
Teams Achievment Division (STAD) yang dilakukan pada
kelas XI TKJ SMK Bonavita Tangerang tahun pelajaran
2015/2016 pada penelitian tindak kelas (PTK). Dengan
melakukan dua siklus maka dihasilkan sebesar 100%
siswa yang tuntas belajar sehingga dapat disimpulkan
bahwa metode kooperatif tipe STAD pada pelajaran
diagnosa PC yang terhubung jaringan didukung teknologi
informasi dapat menaikkan aktifitas dan prestasi belajar
kelas XI TKJ SMK Bonavita Tangerang.
xii |
1Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah
bentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan formal pada jenjang pendidikan
menengah sebagai lanjutan dari tingkat pendidikan
SMP/MTS atau yang sederajat. Sekolah tingkat atas
yang diharapkan mampu memberikan keahlian
yang maksimal demi penyediaan tenaga kerja.
Menurut Suyanto (2006) alasan untuk terus
menambah jumlah sekolah menengah kejuruan
(SMK) adalah karena lulusan SMK lebih mudah
masuk ke pasar kerja daripada lulusan sekolah
menengah atas (SMA). Hal ini dikarenakan mata
pelajaran di SMK sudah disertai dengan praktik
keterampilan sehingga tamatan dari SMK akan lebih
siap untuk memasuki lapangan kerja. Selain itu,
menambah jumlah SMK itu relevan sekali, sebab
lulusan SMA memberikan sumbangan yang besar
terhadap pengangguran di Indonesia.
|1
Sejalan dengan PP No. 29 tahun 1990 pasal 3
ayat 2 dinyatakan bahwa pendidikan menengah
kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk
memasuki lapangan kerja serta mengembangkan
sikap profesionalitas. Secara umum, untuk
menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas
dibutuhkan beberapa hal yaitu: kurikulum yang
menunjang,tenaga pendidik profesional, proses
pembelajaran yang memicu semangat untuk
keberhasilan studi,alat bantu dan lapangan latihan
kerja.
SMK Bonavita Tangerang adalah sekolah
kejuruan tingkat atas yang memiliki beberapa
jurusan. Salah satu jurusan yang menjadi pokok
bahasan pada makalah ini adalah Tehnik komputer
dan Jaringan (TKJ). Pada sekolah ini terdapat dua
kelas TKJ dengan total siswa 49 orang. Teacher
Oriented adalah metode yang digunakan selama ini
yaitu seluruh pembelajaran hanya guru yang aktif
dan siswa hanya mendengarkan dan mencatat
tanpa melakukan pertanyaan. Dan bila ada yang
bertanya hanyalah orang tertentu yang terbiasa
bertanya. Hal ini menyebabkan turunnya nilai
keaktifan siswa yang berujung pada memudarnya
nilai kritis dan kreatif terhadap materi yang
2|
disampaikan. Kondisi ini terlihat pada pembelajaran
mendiagnosa PC yang terhubung jaringan. Sarana
yang memadai dan guru yang pandai belum dapat
menjadi barometer pencapaian hasil yang
diharapkan. Menyikapi hal tersebut maka penulis
berpendapat perlu adanya perubahan proses
belajar mengajar.
Media pembelajaran yang berbasis teknologi
dan cara belajar yang kooperatif sangat dibutukan
untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
siswa yang akhirnya dihasilkan siswa yang cerdas
dan kreatif. Media pembelajaran dapat berupa
perangkat praktik yang berkaitan dengan materi
yang sedang diajarkan dan media teknologi
informasi. Media teknologi informasi dapat
memberikan informasi perkembangan ilmu
pengetahuan dan dapat juga memberikan informasi
apa yang diperlukan untuk kelancaran proses
pembelajaran sekaligus perangsang keaktifan siswa.
Pesatnya kemajuan teknologi ini sebagai dasar
siswa untuk mengembangkan kreatifitas dan daya
saing dengan menuntut siswa berfikir lebih maju
dan lebih kritis, dengan mencari berbagai macam
sumber atau referensi dalam menyelesaikan tugas
pembelajaran. Di sekolah internet sudah dapat
|3
diakses dengan mudah tetapi belum dimanfaatkan
secara maksimal. Sehingga manfaat TI belum
dirasakan secara maksimal.
Berdasarkan pernyataan Permendikbud pasal
103 th 2014 tentang pembelajaran “Metode
pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
merupakan cara atau teknik yang digunakan oleh
pendidik untuk menangani suatu kegiatan
pembelajaran yang mencakup antara lain ceramah,
tanya-jawab, diskusi. Pada pembelajaran ini, TI
digunakan untuk mencari bahan praktek
mendiagnosa pc yang terhubung jaringan dan
mencari informasi yang seluas-luasnya yang
berkaitan dengan materi yang dibahas dan
kemudian dituangkan dalam bentuk presentasi
power point. Power point adalah bentuk kreatifitas
siswa yang beraneka ragam di antaranya:
menuangkan pengetahuan yang mereka peroleh
dari praktik yang sudah dilakukan dengan cara
mendesain presentasi yang tidak membosankan.
Mempresentasikan inti materi agar dapat
dimengerti sekaligus melatih diri menjadi presenter
atau menjadi tutor teman-teman sebaya di kelasnya.
Tanya jawab yang dilakukan siswa dapat
menunjukkan kompetensi siswa terhadap materi
4|
yang sedang dibahas dan penguasaan situasi.
Sehingga dengan pembelajaran menggunakan
teknologi Informasi dikombinasi dengan kooperatif
dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam
mengemukakan pendapat dan berargumen
sekaligus meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar
siswa terhadap pelajaran mendiagnosis PC yang
terhubung jaringan.
1.2 Tujuan
Dari pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat:
1. Menggunakan teknologi informasi sebagai bahan
penelitian dan praktik mendiagnosa PC yang
terhubung jaringan.
2. Menggunakan teknologi informasi sebagai
sumber informasi dan referensi.
3. Mendesain power point untuk mempresentasikan
materi dengan tampilan yang menarik dan unik.
4. Memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia
kerja.
5. Meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa
dalam mendiagnosa PC yang terhubung jaringan.
6. Meningkatkan prestasi belajar siswa.
|5
1.3 Rumusan Permasalahan
1. Sebagian besar siswa tidak mampu
mempraktikkan secara mandiri teori yang
disampaikan oleh guru.
2. Siswa tidak mampu mempresentasikan apa yang
sudah dibuatnya.
3. Kurangnya nilai keaktifan siswa.
4. Siswa tidak memiliki nilai kritis dan kreatif
terhadap materi yang disampaikan.
5. Tidak tercapainya nilai rata-rata KKM yang
diharapkan.
6. Siswa tidak termotivasi untuk belajar karena
belum mengerti tujuan pembelajaran.
1.4 Pembatasan Masalah
Penelitian tindak kelas yang dilakukan oleh
penulis dibatasi hanya pada pelajaran Diagnosa PC
yang terhubung jaringan menggunakan metode
kooperatif STAD, dengan siswa kelas XI TKJ SMK
Bonavita Tangerang.
1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Apakah strategi pembelajaran dengan mmetode
kooperatif STAD yang didukung dengan
6|
teknologi informasi dan komunikasi dapat
diterapkan pada SMK Bonavita.
2. Apakah metode kooperatif STAD dapat
meningkatkan hasil belajar siswa XI TKJ.
1.6 Manfaat
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini
adalah:
a. Siswa
1. Meningkatkan motivasi siswa dalam
mengikuti pelajaran diagnose PC yang
terhubung jaringan.
2. Mampu mempraktikkan teori yang diterima
secara mandiri.
3. Meningkatkan pemahaman siswa tentang
cara kerja komputer PC yang terhubung
dengan jaringan dan mampu mengidentifikasi
kesalahan atau penyebab ketidakmampuan
koneksi pada PC maupun media jaringan.
4. Mampu menjelaskan hasil identifikasi dalam
power point dan berargumen dihadapan siswa
dan guru pengajar.
5. Mampu bekerjasama dalam team seperti yang
dibutuhkan dalam lapangan kerja.
|7
b. Untuk Guru
1. Meningkatkan kreativitas guru dalam
membuat strategi pembelajaran yang
diperlukan dalam situasi dan kondisi tertentu
demi tercapainya kualitas siswa dan tujuan
pembelajaran.
2. Memiliki standar pengajaran berdasar
kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan
yang meliputi kepandaian, keterampilan dan
kerja sama dalam team.
3. Meningkatkan kemampuan guru dalam
menyusun rancangan pembelajaran,
melaksanakan proses belajar mengajar yang
lebih inovatif dan secara terus menerus tidak
bosan mengevaluasi proses pembelajaran agar
memperoleh hasil yang diharapkan.
c. Untuk Sekolah
1. Tolak ukur dalam menerapkan standar
keberhasilan dan mutu belajar.
2. Sebagai umpan balik untuk penyelenggara
pendidikan dalam mengetahui kemampuan
dan meningkatkan kualitas pembelajaran
dalam program studi yang berkaitan dengan
praktik pada komputer secara umum dan
pelajaran Diagnosa PC secara kusus.
8|
3. Mendapatkan masukan yang jelas tentang
standar kemampuan siswa dalam menyerap
materi diagnose PC baik secara teori maupun
praktik.
4. Mendapatkan siswa yang berkualitas dan
dapat diandalkan dalam membenahi dan
menjelaskan kerusakan perangkat komputer
dalam intern sekolah.
5. Mampu meningkatkan kerja sama dengan
mitra sekolah dalam hal pembangunan system
komputer.
d. Untuk Penyelenggara/Praktisi Pendidikan
1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai
bahan kajian seiring dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi yang
terkait dalam dunia pendidikan.
2. Dapat menambah wawasan pengetahuan
tentang kebutuhan lapangan kerja berbasis
teknologi informasi dan komunikasi yang
berkaitan erat dengan perkembangan dunia
pendidikan saat ini.
|9
10 |
2Metode Penelitian
2.1 Belajar
Pembelajaran adalah suatu proses komunikasi
dua arah, yakni proses mengajar yang dilakukan
oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar
merupakan proses penyerapan ilmu pengetahuan
yang dilakukan oleh peserta didik atau siswa.
Menurut Sagala (2007: 61) pembelajaran ialah
membelajarkan siswa menggunakan asas
pendidikan maupun teori belajar merupakan
penentu utama keberhasilan pendidikan. Sedangkan
Dimyati (2006: 157) pembelajaran adalah proses
yang diselenggarakan oleh guru untuk
membelajarkan siswa dalam belajar bagaimana
belajar memperoleh dan memproses pengetahuan,
keterampilan, dan sikap. Dengan demikian
pembelajaran adalah suatu proses belajar dan
mengajar yang terjadi antara guru dan siswa,
bertujuan bagaimana terjadinya perubahan
pengetahuan, sikap dan keterampilan.
| 11
Gagne dalam Dimyati (2006: 10) belajar
merupakan kegiatan yang kompleks. Lebih lanjut
dijelaskan bahwa belajar adalah perubahan dalam
disposisi manusia atau kemampuan yang
berlangsung selama satu waktu dan yang tidak
semata-mata disebabkan oleh perubahan
pertumbuhan. Jenis perubahan tersebut meliputi
perubahan tingkah laku setelah individu
mendapatkan berbagai pengalaman. Menurut
Thorndike dalam Budiningsih (2005: 21) belajar
adalah proses interaksi antara stimulus dan respon.
Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang
terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran,
perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap
melalui indera. Sedangkan respon yaitu reaksi yang
dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga
dapat berupa pikiran, perasaan, atau
gerakan/tindakan. Depdiknas (2007:8) belajar
adalah proses penguasaan perubahan secara
permanen dalam pemahaman, sikap, pengetahuan,
kemampuan dan keterampilan melalui pengalaman.
Sedangkan Djamarah (1996:44) belajar pada
hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam
diri seseorang setelah berakhirnya melakukan
aktivitas belajar. Belajar dapat disimpulkan sebagai
12 |
proses penguasaan perubahan atas rangsangan dan
respon yang bersifat permanen, baik dalam
pemahaman, sikap, pengetahuan, informasi,
kemampuan dan keterampilan yang diperoleh
melalui pengalaman. Belajar dalam penelitian ini
adalah proses perubahan tingkah laku peserta didik
terhadap pelajaran Mendiagnosa PC yang
terhubung jaringan yang berlangsung selama kurun
waktu tertentu, meliputi perubahan pengetahuan,
pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap melalui
pengalaman.
Dalam rangka pembelajaran berlangsung
membutuhkan adanya unsur-unsur yang mencakup
unsur individu, material, maupun prosedur
penyelenggaraan. Sebagaimana dikemukakan oleh
Hamalik (2005:57) bahwa pembelajaran adalah
suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-
unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan,
dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai
tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang
dimaksudkan dalam penelitian ini sebagai proses
yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam
mempelajari materi mendiagnosa PC yang
terhubung jaringan dengan menggunakan material
(buku kurikulum, buku pelajaran, rencana
| 13
pembelajaran, buku panduan praktik mendiagnosa
PC, papan tulis, spidol, LCD); fasilitas dan
perlengkapan (mencakup ruang kelas, Lab TKJ,
komputer, internet) dan prosedur yang meliputi
jadwal, metode penyampaian, praktik, ulangan,
dalam rangka mencapai tujuan belajar, yakni
terjadinya perubahan pengetahuan, keterampilan
dan sikap siswa setelah mempelajari mendiagnosa
PC yang terhubung dengan internet dengan
menggunakan teknologi informasi.
Perolehan hasil belajar dalam jangka waktu
tertentu dan pada ranah tertentu selanjutnya
disebut sebagai prestasi belajar. Prestasi belajar
mengarah pada perubahan perilaku dalam kurun
waktu tertentu dan ranah ini juga dapat sebagai
disebut kapabilitas atau kemampuan. Prestasi
belajar adalah suatu perubahan perilaku individu
yang mencakup aspek kognitif, afektif dan
keterampilan dari hasil belajar. Hal ini sebagaimana
dikemukakan oleh Surya (2003:133) bahwa hasil
proses pembelajaran ialah perubahan perilaku
individu, individu akan memperoleh perilaku baru,
menetap, fungsional, positif, disadari, dan
sebagainya. Selanjutnya Bloom dalam Degeng
(1989:176-177) menjelaskan ranah kognitif,
14 |
menaruh perhatian pada pengembangan kapabilitas
dan keterampilan intelektual, ranah psikomotor
berkaitan dengan kegiatan-kegiatan manipulatif
atau keterampilan motorik, dan ranah afektif
berkaitan dengan pengembangan perasaan, sikap,
nilai dan emosi.
Menurut Nasution (1995:61) hasil belajar ini
menyatakan apa yang akan dapat dilakukan atau
dikuasai siswa sebagaimana hasil pelajaran itu,
akan tetapi tidak mencakup semua komponen
tujuan pembelajaran.
Berdasarkan beberapa pendapat sebelumnya
dapat dikatakan bahwa prestasi belajar adalah
kemampuan siswa (kapabilitas baru bagi siswa)
yang diperoleh dari kegiatan belajar atau proses
pembelajaran untuk menyatakan suatu aktivitas
yang diharapkan sesuai dengan tujuan dari salah
satu mata pelajaran. Dalam hal ini dapat
diwujudkan dalam bentuk nilai hasil tes atau hasil
ulangan siswa setelah mengikuti proses belajar.
Menurut Dimyati dan Mujiono (1994:42)
menyatakan bahwa prinsip-prinsip belajar
berkaitan dengan perhatian, motivasi, keaktifan,
keterlibatan langsung/pengalaman, pengulangan,
tantangan balikan, dan penguatan serta perbedaan
| 15
individual. Jenis-jenis aktivitas yang dinyatakan
oleh Sardiman (2006:96) dapat digolongkan sebagai
berikut: 1) visual activities, yang termasuk di
dalamnya membaca, memperhatikan, gambar
demonstrasi percobaan, pekerjaan yang lain, 2) oral
activities, seperti menyatakan, merumuskan,
bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat,
mengadakan wawancara, diskusi, instruksi, 3)
learning activities, sebagai contoh mendengarkan
uraian, percakapan, diskusi, musik, dan pidato, 4)
writing activities, seperti menulis cerita, karangan,
laporan, angket, menyalin, 5) drawing activities,
misalnya menggambar, membuat grafik, peta,
diagram, 6) motor activities, yang termasuk di
dalamnya melakukan percobaan, membuat
konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun,
berternak, 7) mental activities, seperti menanggapi,
mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat
hubungan, mengambil keputusan, 8) emotional
activities, seperti menaruh minat, merasa bosan,
bergembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang,
gugup.
16 |
2.2 Teknologi Informasi (TI)
Menurut Haag dan Keen (1996), teknologi
informasi adalah seperangkat alat yang membantu
manusia bekerja dengan informasi dan melakukan
tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan
informasi. Dalam Oxford English Dictionary
(OED2) edisi ke-2 mendefinisikan teknologi
informasi adalah hardware dan software dan bisa
termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi
yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha.
Menurut Martin (1999), teknologi informasi tidak
hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat
keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan
untuk memproses dan menyimpan informasi,
melainkan juga mencakup teknologi komunikasi
untuk mengirim informasi. Sementara Williams dan
Sawyer (2003) mengungkapkan bahwa teknologi
informasi adalah teknologi yang menggabungkan
komputasi (komputer).
Secara rinci fungsi penggunaan media dalam
proses pembelajaran menurut Fathurrohman
(2007: 67) adalah: 1) menarik perhatian siswa, 2)
membantu untuk mempercepat pemahaman dalam
proses pembelajaran, 3) memperjelas penyajian
pesan agar tidak besifat verbalistis (dalam bentuk
| 17
kata-kata tertulis atau lisan), 4) mengatasi
keterbatasan ruang, 5) pembelajaran lebih
komunikatif dan produktif, 6) waktu pembelajaran
dapat dikondisikan, 7) menghilangkan kebosanan
siswa dalam belajar, 8) meningkatkan motivasi
siswa dalam mempelajari sesuatu/menimbulkan
gairah belajar, 9) melayani gaya belajar siswa yang
beraneka ragam, serta, 10) meningkatkan kadar
keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
2.3 Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran
dengan menggunakan sistem pengelompokan yang
terdiri empat sampai enam orang yang mempunyai
kemampuan akademik, jenis kelamin, suku yang
heterogen (Wina Sanjaya, 2007:240). Pada proses
pembelajarannya siswa diberi kesempatan bekerja
dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan dan
memecahkan masalah. Tugas kelompok dapat
memacu para siswa untuk bekerja sama dalam
mengintegrasikan pengetahuan baru dengan
pengetahuan yang telah dimilikinya. Menurut
Depdiknas (2005:14), model pembelajaran
kooperatif mempunyai ciri -ciri antara lain:
a. Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa
belajar dalam kelompok secara kooperatif.
18 |
b. Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang
memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
c. Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang
terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis
kelamin yang berbeda. Maka diupayakan agar
dalam tiap kelompokpun terdiri dari ras, suku,
budaya, jenis kelamin yang berbeda pula.
d. Penghargaan lebih diutamakan pada kerja
kelompok dari pada perorangan.
2.3.1 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif
Yatim Riyanto (2010) berpendapat
bahwa langkah-langkah pembelajaran
kooperatif sebagai berikut: 1) berikan
informasi dan sampaikan tujuan sera scenario
pembelajaran; 2) organisasikan siswa/peserta
didik dalam kelompok kooperatif; 3)
bimbingan siswa/peserta didik untuk
melakukan kegiatan/berkooperatif; 4)
evaluasi; dan 5) berikan penghargaan. Dengan
kata lain, pendapat tersebut mengandung
makna bahwa langkah-langkah pembelajaran
kooperatif mencakup: 1) menyampaikan
materi dan melaksanakan pembelajaran; 2)
membentuk kelompok siswa; 4) memberikan
| 19
penilaian/evaluasi; dan 5) memberikan
penghargaan atau pengakuan tim.
2.3.2 Model-model Pembelajaran Kooperatif
Ada beberapa model pembelajaran
kooperatif (Hamdani Mulya, 2012), walaupun
prinsip dasar dari pembelajaran kooperatif ini
tidak berubah. Jenis-jenis model tersebut
adalah sebagai berikut: 1) Tipe Student Teams
Achievment Division (STAD), 2) Tipe Team
Game Tournament (TGT), 3) Tipe Jigsaw, 4)
Tipe kelompok Investigasi, 5) Tipe Students
Team Achievement Division (NHT), 6) Tipe
Think-Pair-Share (TPS), 7) Tipe Debat, dan 8)
Tipe Picture and Picture (PP). Dalam penelitian
ini, dilakukan penerapan pembelajaran
kooperatif model Students Teams Achievement
Division(STAD) pada mata pelajaran Diagnosa
PC yang terhubung jaringan di kelas XI TKJ 1
SMK Bonavita Tangerang dengan alasan pada
metode kooperatif STAD mempunyai gagasan
memotivasi siswa supaya dapat saling
mendukung dan membantu satu sama lain
dalam menguasai pengetahuan yang diajarkan
oleh guru. Jika para siswa ingin agar timnya
mendapatkan penghargaan tim, mereka harus
20 |
membantu teman satu timnya untuk
mempelajari materi Diagnosa PC yang
terhubung jaringan.
2.3.3 Pembelajaran Students Teams Achievement
Division (STAD)
Students Teams Achievement Division
(STAD) ini dikembangkan oleh Slavin (2010),
merupakan tipe cooperative learning yang
menekankan interaksi siswa untuk saling
memotivasi dan saling membantu dalam
menguasai materi dan pencapaian prestasi
secara maksimal dan juga merupakan salah
satu metode atau pendekatan dalam
pembelajaran kooperatif yang sederhana dan
baik untuk guru yang baru mulai
menggunakan pendekatan kooperatif dalam
kelas, STAD juga merupakan suatu metode
pembelajaran yang efektiv.
Dalam Students Teams Achievement
Division (STAD) para siswa siswa dibagi dalam
team belajar yang terdiri atas empat orang
yang berbeda-beda kemampuan,jenis
kelamin,latar belakang etniknya. Guru
menyampaikan pelajaran, lalu siswa bekerja
dalam team mereka untuk memasikan bahwa
| 21
semua anggota team menguasai pelajaran.
Selanjutnya, semua siswa mengerjakan kuis
mengenai materi secara sendiri-sendiri,
dimana pada saat itu mereka tidak
diperbolehkan untuk saling membantu. Skor
kuis para siswa dibandingkan dengan rata-
rata pencapaian mereka sebelumnya, dan
kepada masing-masing team akan diberikan
poin berdasarkan tingkat kemajuan yang
diraih siswa dibandingkan hasil yang dicapai
sebelumnya. Poin ini kemudian dijumlahkan
untuk memperoleh skor team dan team yang
berhasil memenuhi kriteria tertentu akan
mendapat sertifikat dan penghargaan lainnya.
Gagasan utama STAD adalah untuk
memotivasi siswa supaya dapat saling
mendukung dan membantu satu sama lain
dalam menguasai pengetahuan yang diajarkan
oleh guru. Jika para siswa ingin agar teamnya
mendapat penghargaan team,mereka harus
membantu teman satu teamnya untuk
mempelajari materinya.
22 |
2.4 Materi Diagnosa PC yang terhubung Jaringan
Hakikat diagnose PC yang terhubung jaringan
adalah mendiagnosa permasalahan yang terjadi
pada computer PC dan jaringan berbasis luas atau
wireless dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian
perangkat hardware/software yang kemungkinan
mengalami kerusakan atau gangguan. (modul
Pelajaran Diagnosa PC). Mendiagnosa kerusakan
dapat dilakukan secara hardware maupun secara
software dengan indikasi-indikasi yang dapat
diamati.
Pembelajaran inilah yang dilakukan oleh siswa
kelas XI TKJ demi menunjang pengetahuan sesuai
jurusannya dan mata pelajaran yang bersangkutan.
Dalam pembelajaran ini dibutuhkan perhatian dan
keseriusan dalam prosesnya agar siswa dapat
menyerap apa yang disampaikan dan ilmu yang
terkandung di dalamnya.
2.5 Metode Pengumpulan Data
Metode penelitian adalah suatu cara yang
digunakan dalam suatu penelitian, sehingga
memudahkan dalam pelaksanaan penelitian.
Menurut Arikunto (2006:117) bahwa prosedur
pelaksanaan penelitian tindakan kelas itu meliputi
(1) planning, (2) acting, (3) observing, (4)
| 23
reflecting. Langkahnya disebut dengan siklus, dan
pelaksanaannya tidak hanya cukup satu kali, jika
ternyata satu siklus belum menunjukkan adanya
perubahan, maka dilakukan secara berulang sampai
benar-benar tampak adanya perubahan
sebagaimana yang diharapkan. Kegiatan akan
diberhentikan jika telah mencapai keberhasilan
yang diharapkan.
2.6 Kerangka Penelitian
STAD Kondisi Pengamatan
Method Awal Wawancara
Siklus Tindakan Hasil Studi
Siklus
Hasil
Gambar 1. Kerangka Penelitian
24 |
2.7 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Bonavita,
Tangerang. Kelas yang digunakan adalah kelas XI.
Subjek penelitian adalah guru Mendiagnosis PC
yang terhubung Jaringan dan siswa kelas XI
berjumlah 49 siswa.
2.8 Waktu Penelitian
Waktu pelaksanaan selama 2 bulan.
2.9 Lama Tindakan dan Indikator Keberhasilan
Penelitian ini direncanakan sebanyak dua
siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Setiap siklus berlangsung selama 4 x 45 menit.
Unsur yang diamati adalah: 1) aktivitas siswa dalam
menggunakan teknologi informasi, hal ini termasuk
kerja sama kelompok; 2) prestasi belajar siswa
setelah pembelajaran menggunakan teknologi
informasi.
| 25
Tabel 1: Indikator Keberhasilan
Tujuan penelitian Instrumen Indikator
mendiskripsikan yang Keberhasilan
Siklus I Siklus II
tentang: digunakan
1. Deskripsi aktivitas Daftar cek Menunjukan Menunjukan
skor skor
siswa dalam aktivitas aktivitas aktivitas
siswa 60% siswa
mendiagnosa pc siwa
pada media yang 70%
disediakan dengan Menunjukan Menunjukan
skor skor
memperhatikan aktivitas aktivitas
kapasitas PC dan siswa 60% siswa 70%
jaringan. Daftar cek
2. Aktivitas siswa aktifitas
dalam menyebutkan siswa
permasalahan pada
pc dan konektor/
media Daftar cek
3. Menyebutkan dan aktifitas
menjelaskan kasus siswa
tertentu dengan Menunjukan Menunjukan
menggunakan skor tes skor tes
Power Point. formatif formatif
4. Perolehan prestasi Tes 60% 70%
belajar siswa dalam Formatif
mata pelajaran
Mendiagnosa PC
2.10 Rancangan Penelitian Tindakan
Desain penelitian ini disusun bersama guru
sesama pengajar yang berkaitan dengan diagnosa
PC pada SMK Bonavita. Sebagaimana telah
dikemukakan di bagian terdahulu, bahwa penelitian
ini menggunakan model penelitian tindakan kelas
yang terdiri dari beberapa siklus dan setiap siklus
terdiri dari 4 tahap (perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan dan refleksi), maka rancangannya
26 |
tergantung pada hasil refleksi dari setiap siklus.
Dalam penelitian ini direncanakan 2 siklus.
1. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpul data dalam penelitian
yaitu: lembar observasi langsung, panduan
wawancara, test dan dokumentasi. Lembar
observasi digunakan sebagai alat mengukur atau
menilai dalam melakukan pengamatan aktivitas
siswa pada saat kegiatan pembelajaran
berlangsung dengan model kooperatif Students
Teams Achievement Division (STAD) dimulai dari
kegiatan awal, inti, dan penutup yang dilakukan
oleh peneliti.
Panduan wawancara digunakan untuk
menghimpun data, terutama untuk mengetahui
tanggapan, pendapat, keyakinan, perasaan,
motivasi bagi objek yang akan diwawancarai,
setelah kegiatan pembelajaran berlangsung
dengan model kooperatif Students Teams
Achievement Division (STAD).
Trianto (2011) mengatakan bahwa
pemberian test dilakukan dua kali yaitu sebelum
proses pembelajaran dimulai (pretest) dan
sesudah proses pembelajaran (posttest). Soal test
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu test
| 27
tertulis dalam bentuk essay. Menurut Arikunto
(2010) instrument yang berupa test dapat
digunakan untuk mengukur kemampuan dasar
dan pencapaian hasil belajar (dalam Yuliarni,
2009). Dokumentasi ini digunakan untuk
mengumpulkan data berupa dokumen-dokumen
seperti RPP, silabus, soal, hasil belajar, foto dan
lain sebagainya yang dapat memperkuat data
oleh peneliti dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran model kooperatif Students Teams
Achievement Division (STAD).
2. Teknik analisis data
Data yang diperoleh dari hasil belajar akan
dioleh dalam bentuk nilai dan prosentase
ketuntasan. Untuk mengolah data tersebut
digunakan rumus:
Keterangan:
KB : Ketuntasan Belajar
S : Skor
TS : Total Skor
( Trianto, 2011)
28 |
Untuk melihat persentase ketuntasan
belajar siswa menggunakan rumus
persentase,yaitu:
% : Prosentase siswa
A : Jumlah siswa yang tuntas
B : Jumlah siswa seluruhnya
(Trianto: 2011)
2.11 Deskripsi Siklus
Pada penelitian ini peneliti menggunakan
kelas TKJ 1 menggunakan seorang kolaborator.
Setiap siklus memiliki dua pertemuan yang masing-
masing berfungsi sebagai penerapan perencanaan
dan evaluasi. Sarana kelas yang digunakan adalah:
1. Ruang kelas sebagai tempat menyampaikan
materi.
2. Lab TKJ sebagai tempat mencari informasi
dengan internet.
3. Ruang perakitan sebagai tempat mendiagnosa.
Siklus I
a. Perencanaan
Siklus I direncanakan dilaksanakan selama
dua pertemuan (1 pertemuan = 90 menit).
Peneliti dan guru membuat skenario
| 29
pembelajaran mendiagnosa PC yang terhubung
dengan internet, dengan cara: 1) menentukan
pokok bahasan yang akan
dibicarakan/disampaikan; 2) menyusun RPP
tentang pengertian komunikasi data dan
penerapan dalam bentuk kerangka arsitektur,
Peneliti menyiapkan instrumen yang diperlukan:
1) lembar observer 2) menyiapkan lembar
observasi kerja siswa; 3) menyiapkan perangkat
yang dibutuhkan; 4) menyiapkan kerangka
arsitektur Jaringan dan spesifikasi PC yang akan
dibahas; 5) menyiapkan tes formatif untuk
siswa.
b. Pelaksanaan
Guru melaksanakan tugas pembelajaran.
Kegiatan yang dilakukan antara lain: 1)
melaksanakan administrasi kelas; 2) membuka
proses pembelajaran dengan mengulas pelajaran
yang sudah dibahas; 3) memberikan motivasi
belajar. 4) Guru membagi siswa dalam bentuk
kelompok: a) pembagian kelompok didasarkan
pada hasil observasi awal, agar kemampuan
setiap kelompok berimbang; b) satu kelas dibagi
menjadi 6 kelompok, yang setiap kelompoknya
berjumlah 5 orang sampai dengan 6 orang; c)
30 |
setiap kelompok dipertimbangkan mengenai
jumlah anak laki-laki dengan jumlah anak
perempuannya.
Guru membimbing diskusi: 1) guru
memberikan lembar spesifikasi PC dan
arsitektur jaringan; 2) siswa melaksanakan
diskusi kelompok dengan mencari literatur
menggunakan TI; 3) guru mengamati jalannya
diskusi dan mencatat kendala-kendala yang
terjadi dalam pelaksanaan praktik dan diskusi; 4)
guru memberikan penjelasan dan arahan kepada
siswa yang masih merasa kesulitan/mengalami
hambatan; 5) masing-masing kelompok
membuat kesimpulan dari diskusinya. 6) siswa
membuat power point untuk mempresentasikan
hasil diskusi 5) siswa dalam kelompok masing-
masing mempresentasikan hasil diskusi; 7) guru
memberikan tanggapan atas hasil diskusi siswa;
8) guru dan siswa mengambil kesimpulan akhir
dari diskusi dan hasil pembelajaran; 9) siswa
mengerjakan tes formatif; 10) siswa
mengirimkan hasil kerjanya via email.
| 31
c. Observasi dan Evaluasi
Observer mengamati proses pembelajaran,
baik kegiatan guru maupun kegiatan siswa: 1)
mengamati dan mencatat kekurangan atau
kelemahan yang mungkin timbul dalam proses
pembelajaran, baik dari sisi guru maupun dari
sisi siswa; 2) instrumen yang digunakan adalah
lembar observasi guru dan siswa.
d. Analisis dan Refleksi
Observer peneliti dan mitra kerja serta
teman sejawat pembimbing melaksanakan
refleksi: 1) mengidentifikasi temuan-temuan
yang menjadi kendala dalam proses
pembelajaran; 2) menyampaikan temuan-
temuan tersebut kepada guru demi perbaikan
proses pembelajaran selanjutnya; 3) menyusun
rencana tindakan untuk mengatasi masalah-
masalah yang mungkin timbul di siklus
berikutnya. Refleksi dilaksanakan setelah siklus
dilaksanakan. Perencanaan pada siklus
berikutnya tergantung pada hasil refleksi yang
dilakukan. Kelemahan-kelemahan yang terjadi,
menjadi masukan untuk perbaikan pada siklus
berikutnya.
32 |
3Hasil Penelitian
dan Pembahasan
3.1 Deskripsi Kondisi Awal
Pembelajaran Diagnosa PC yang terhubung
jaringan pada dasarnya adalah pembelajaran untuk
mengetahui kendala pada PC, kerusakan dan hal-hal
yang menghambat koneksi PC pada jaringan. Untuk
mengetahui hal tersebut perlu diadakan
pengamatan dan test pada perangkat agar ketika
terjadi masalah pada koneksi dapat dibenahi
dengan cepat. Pembelajaran inilah yang dilakukan
oleh siswa kelas XI TKJ 1 demi menunjang
pengetahuan sesuai jurusannya dan mata pelajaran
yang bersangkutan. Dalam pembelajaran ini
dibutuhkan perhatian dan keseriusan dalam
prosesnya agar siswa dapat menyerap apa yang
disampaikan dan ilmu yang terkandung di
dalamnya.
Pada proses keseharian yang sudah dialami
selama setengah semester,terlihat banyak aktifitas
dari siswa yang kurang menunjang keberhasilan
| 33
proses. Beberapa di antaranya adalah: kurang
memperhatikan penjelasan materi, menggunakan
media tehnologi informasi untuk berhubungan
dalam media sosial, banyak siswa membicarakan
hal lain bersama temannya. Pembelajaranpun
berakhir tidak sesuai rencana guru. Guru yang
seharusnya dapat memberikan pembelajaran cukup
dengan 2 kali pertemuan menjadi lebih dari dua
kali. Singkatnya jam pelajaran tidak sesuai dengan
target. Hal ini disebabkan karna terjadi perulangan
penjelasan yang disebabkan kurangnya perhatian
siswa.
Terlambatnya waktu proses pembelajaran
mengakibatkan kesulitan dalam belajar karna
banyak materi yang tertinggal. Beban guru semakin
berat karna dituntut untuk memberikan waktu
tambahan materi agar siswa tuntas belajar.
Dari proses yang kurang baik ini
menghasilkan beberapa dampak negative yaitu:
1. Nilai pelajaran teori dan praktek yang buruk.
2. Siswa kurang bertanggungjawab dengan diri
sendiri.
3. Proses pembelajaran lebih lama.
4. Cara belajar kurang efektif.
5. Kualitas siswa menjadi tidak baik.
34 |
6. Kegagalan pada RPP yang sudah direncanakan.
7. Guru harus memiliki waktu kusus untuk
menyelesaikan materi pelajaran.
Mengacu pada hal di atas, peneliti mencoba
untuk mencatat permasalahan yang ada. Tak lupa
juga peneliti melakukan observasi dengan beberapa
sumber yang dapat dipercaya.
3.2 Input/Observasi Pra tahap Siklus 1
Sebelum menganalisis pengaruh teknologi
informasi dan metode kooperatif, penulis
melakukan observasi dengan meminta pendapat
dari guru, siswa dan orangtua (wawancara pada
saat pengambilan raport tengah semester genap)
berkaitan dengan prestasi dan kualitas siswa
a. Observasi nilai pada hasil belajar di kelas XI mid
semester genap yaitu melihat prestasi belajar
siswa yang terdapat pada nilai rapor mid
semester genap (terlampir).
b. Observasi sarana dan kelengkapan belajar yaitu
perangkat belajar di kelas seperti LCD, papan
tulis, laporan kegiatan belajar. Perangkat di lab
seperti perangkat computer dan jaringan,
peralatan obeng, tester dan lain-lain.
c. Wawancara dengan siswa berkaitan dengan nilai
yang sudah diperoleh, guru berkaitan dengan
| 35
kemampuan siswa dan orangtua berkaitan
dengan kesibukan siswa di rumah.
d. Mencatat hasil observasi dan mempelajari
kebutuhan siswa dalam mencapai harapan
belajar.
e. Melalui observasi yang dilakukan dengan
wawancara pada beberapa sumber di antaranya:
guru bidang studi, kaprog TKJ, siswa dan
orangtua terdapat beberapa hal yang diperoleh
berkaitan dengan prestasi yang menurun pada
pembelajaran.
f. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar berupa nilai
raport tengah semester genap. Setelah
melakukan pre-test, post-test dan analisis data,
maka data dijabarkan dengan cara
mendeskripsikan hasil analisis data.
3.3 PERENCANAAN
Tabel 2. Perencanaan
36 |
3.4 Siklus
Siklus I dilakukan dalam 2 kali pertemuan dan
dilakukan pada hari Selasa tanggal 7 Mei 2015 dari
pukul 07.15-08.45 WIB dilanjutkan hari Kamis
tanggal 9 Mei 2015 dengan jam yang sama. Siklus I
ini membahas tentang materi 5 Indikator kerusakan
Jaringan. Siklus ini terdiri atas tahap perencanaan,
tindakan, observasi, dan refleksi.
Pada tahap perencanaan dirancang perangkat
dan instrument pembelajaran (rencana pelaksanaan
pembelajaran model kooperatif Students Team
Achievement Division, LKS, post test, dan lembar
observasi). Perangkat ini disusun oleh peneliti dan
didiskusikan bersama guru mata pelajaran Diagnosa
PC yang terhubung jaringan SMK Bonavita
Tangerang. Sebelum tahap tindakan pada siklus I,
terlebih dahulu dilakukan post test dengan alokasi
waktu 45 menit. Post test ini dilakukan untuk
melihat kemampuan awal siswa sebelum dilakukan
tindakan. Pemberian post test diberikan pada
tanggal 2 April 2015, untuk melihat kemampuan
awal siswa dan pembetukan kelompok belajar
siswa.
| 37