The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pengembangan model belajar dengan metode STAD

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dedyprasetyakristiadi, 2021-07-27 13:26:39

Penelitian Tindakan Kelas

Pengembangan model belajar dengan metode STAD

Keywords: PTK,STAD,Bonavita School

Hasil post test tidak ada satu pun siswa yang
mencapai ketuntasan belajar. Adapun hasil post test
dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Post Test Pra Siklus

3.5 Deskripsi Tindakan Siklus I
Berdasar hasil observasi yang diperoleh maka

penulis menguraikan rencana tindakan yang
pertama pada siklus 1 sebagai berikut:
38 |

Gambar. 4.3 Peneliti dan wali kelas menelaah hasil
ulangan

3.6 Rencana Tindakan I
a. Menyusun RPP, peneliti melakukan pembuatan
RPP dengan mengacu pada materi yang terdapat
pada kurikulum dengan melihat aspek materi,
kemampuan siswa, sarana dan waktu. RPP ini
harus dapat merangkum seluruh aspek pelajaran
diagnosa.
b. Mendesain strategi pembelajaran, peneliti
bersama kolaborator mendesain cara yang tepat
berupa langkah kongkrit untuk meningkatkan
motivasi belajar siswa dan antusiasme dalam
belajar.
c. Menyusun LKS, dalam mengevaluasi hasil belajar
yang sudah diperoleh pada waktu sebelumnya
peneliti melakukan pengulangan materi berupa
pertanyaan-pertanyaan.

| 39

d. Menyusun format penilaian, untuk mengetahui
seberapa jauh siswa mengerti tentang materi
maka peneliti membuat form nilai berdasar
indikator keberhasilan yang sudah disusun
sebelumnya. Form nilai dapat berupa nilai
praktek dan teori serta nilai kelompok agar dapat
secara objektif memberikan penilaian.

e. Menyusun instrument penilaian, peneliti dan
kolaborator menyusun instrumen.

3.7 Penilaian
Ditentukan berdasar pada kemampuan,
keterampilan dan kerja sama.
1. Membuat scenario pengajaran
Tahap selanjutnya adalah tindakan dengan
menggunakan model kooperatif Students Team
Achievement Division (STAD). Tindakan dilakukan
dengan alokasi waktu selama 2 x 90 menit.
Penyampaian materi dilakukan di kelas
sedangkan diskusi dilakukan di laboratorium
TKJ. Pertama-pertama guru membuka pelajaran
dengan mengabsen siswa. Selanjutnya,
menyampaikan tujuan pembelajaran dan
memotivasi siswa dengan mengulas materi
sebelumnya, yaitu indikator kerusakan pada

40 |

jaringan. Kegiatan ini memakan waktu kurang
lebih 15 menit.

Dalam pembelajaran kooperatif Students
Team Achievement Division (STAD) terdapat 6
fase, yaitu:

Fase 1, Pelaksanaan pembelajaran
berlangsung di kelas, disampaikan tujuan dan
motivasi siswa dengan mengulas sedikit materi
sebelumnya, yakni dengan memberi pertanyaan
seperti bagaimanakah bentuk topologi bus?
Siswa masih belum aktif dalam menjawab
pertanyaan-pertanyaan oleh guru dan mereka
sibuk untuk mencari jawaban. Setelah beberapa
lama, barulah mereka menjawab pertanyaan
guru. Waktu yang digunakan dalam fase 1 ini
selama sekitar 15 menit.

Dalam fase 2 (di kelas), guru
menyampaikan informasi kepada siswa selama
30 menit. Guru menjelaskan tentang indicator
kerusakan pada server dan work station,
hub/switch, network interface card (kartu
jaringan), Kabel dan konektor. Selanjutnya siswa
diminta untuk mengamati switch, network
interface card (kartu jaringan) dan siswa diberi
kesempatan untuk bertanya dan berpendapat.

| 41

Selanjutnya, guru memberikan contoh
kerusakan server, kartu jaringan yang rusak dan
switch yang rusak melalui computer yang
terhubung internet. Guru juga memberikan
solusi penanganan kerusakan dan memberi
contoh bila server sudah baik.

Pada fase 3 (di kelas), pembentukan
kelompok belajar. Pada saat pembacaan
kelompok, suasana kelas menjadi kurang
kondusif karna siswa berharap menjadi anggota
kelompok sesuai harapannya. Waktu yang
dibutuhkan bertambah 10 menit. pada saat
penempatan kelompok guru meminta ketua
kelas mengatur anggota kelasnya. Daftar
kelompok sudah disusun sebelumnya dan ketua
kelas bertugas untuk memastikan anggota
kelompok berada pada kelompoknya. Setelah
siswa berada dalam kelompoknya masing-
masing maka guru menjelaskan mekanisme
pembelajaran pada saat evaluasi.

Fase 4 (di lab TKJ), Guru membagikan soal
diskusi kelompok belajar siswa berupa Quiz.
Pada fase ini guru hanya memberikan instruksi
kepada siswa untuk menyelesaikan soal diskusi.

42 |

Pada saat diskusi guru memberikan waktu 30
menit untuk menyelesaikan diskusi.

Pada fase 5 (di kelas), Tahap evaluasi. Fase
ini dilakukan pada hari kamis tanggal 9 Mei
2015. Waktu yang diperlukan dalam fase ini
adalah 60 menit diperuntukkan bagi 6 kelompok
masing-masing mendapatkan kesempatan
selama 10 menit. Guru memanggil nomor
kelompok yang akan mempresentasikan di
depan kelas. Kelompok yang pertama maju yaitu
kelompok 6. Kelompok 6 mendapatkan bahan
diskusi mengenai kerusakan server. Selanjutnya
setiap siswa diminta untuk bertanya atau
menguji anggota kelompok yang sedang
presentasi. Hanya terdapat 3 siswa yang
memberi komentar. Guru belum memberikan
apresiasi berupa komentar yang memotivasi
siswa. Selanjutnya kelompok 5,4,3,2 dan 1.

Fase 6, pemberian penghargaan kepada
siswa. Selama 15 menit guru memberi komentar
jawaban kelompok dan kurang memberikan
penghargaan kepada siswa baik yang menjawab,
memberikan tanggapan, maupun kelompok yang
telah berpresentasi di depan kelas. Guru

| 43

cenderung mengkoreksi siswa dan tidak
memberi motivasi.

Pada kegiatan penutup selama 15 menit
berisi kesimpulan tentang hasil pembelajaran.
Guru menanyakan kepada siswa indikasi
kerusakan koneksi pada server. Dan hanya 4
siswa yang mampu menjawab dengan baik dari
pertanyaan yang disampaikan guru. Selanjutnya,
guru memberikan post test untuk mengukur
hasil belajar siswa.

Pada tahap ketiga observasi guru
melakukan tindakan, sedangkan peneliti
bertugas sebagai observer. Tujuan dari observasi
dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan
memperoleh gambaran lengkap dan objektif
tentang perkembangan proses dan pengaruh
tindakan yang dipilih terhadap pembelajaran
yang dilakukan pendidik dalam menyampaikan
materi indicator kerusakan pada server dan
work station, hub/switch ,network interface card
(kartu jaringan), kabel dan konektor dengan
model kooperatif Students Team Achievement
Division (STAD). Secara lengkap hasil observasi
sebagai berikut: a) Pada siklus 1, terdapat fase
yang belum dilakukan oleh guru, yaitu fase 4

44 |

mengenai bimbingan guru kepada siswa dalam
kelompok belajar mereka; b) Pada saat
menyampaikan informasi (fase 2) guru terlihat
kurang menguasai perbaikan jaringan, sehingga
terlihat gugup yang mengakibatkan siswa
berasumsi negative dan menyepelekan; c) Pada
saat pengorganisasian kelompok, suasana kelas
menjadi tidak kondusif karena siswa tidak
terbiasa dengan pembagian kelompok; d) Pada
saat menyelesaikan tugas, terlihat hanya 2
kelompok yang melaksanakan diskusi dengan
baik, sedangkan 4 kelompok lainnya sibuk
dengan peralatan peraga yang diletakkan di atas
meja guru. e) Pada saat membahas hasil kerja
kelompok, terdapat komentar atau tanggapan
siswa yang tidak sesuai dengan materi; f) Guru
kurang memberikan penghargaan kepada siswa
atas tanggapan maupun pertanyaan; dan
Berdasarkan hasil observasi pada tindakan,
peneliti melakukan refleksi dengan guru pada
siklus I (pertama), walaupun hasil belajar dan
proses pembelajaran sudah mengalami sedikit
perubahan, kekurangan-kekurangan masih
ditemui.

| 45

Hasil refleksi peneliti pada guru, yaitu: a)
pada siklus 1 guru tidak pernah menanyakan
kepada siswa apakah LKS yang dibagikan sudah
dipelajari. Pada siklus 2 guru terlebih dahulu
menanyakan kepada siswa tentang LKS; b) pada
saat menyampaikan informasi (fase 2) guru
terlihat kurang menguasai perbaikan jaringan,
sehingga terlihat gugup yang mengakibatkan
siswa berasumsi negative dan menyepelekan.
Pada siklus 2 terlihat guru lebih mempersiapkan
materi; c) pada saat pengorganisasian kelompok,
suasana kelas menjadi tidak kondusif karena
siswa tidak terbiasa dengan diskusi kelompok;
pada siklus 2 terlihat siswa mulai tertib karna
instruksi guru lebih terinci. d) guru belum
membimbing siswa dalam kelompok
ketikadiskusi kelompok. Hal ini dikarenakan
guru belum pernah melaksanakan model
kooperatif Students Team Achievement Division
(STAD). Di siklus 2, guru lebih siap membimbing
kelompok belajar siswa untuk menyelesaikan
soal-soal diskusi yang terdapat pada LKS; e)
sebelumnya siswa belum dapat berinteraksi
dengan siswa lain dalam berdiskusi kelompok,
sehingga masih banyak terdapat kelompok yang

46 |

pasif. Hal ini dikarenakan siswa minder dan
jarang melakukan diskusi kelompok. Solusinya,
pada siklus 2 guru lebih memberikan motivasi
dan mendorong siswa untuk dapat bekerja sama
dengan kelompoknya; f) siswa tidak terbiasa
untuk bertanya pada teman dalam kelompok.
Pada sikus 2 guru mulai mampu memberikan
pernyataan yang dapat merangsang siswa untuk
bertanya dan menjawab pertanyaan yang
diberikan; g) guru jarang memberikan
penghargaan kepada siswa yang telah menjawab
pertanyaan maupun memberikan tanggapan.
Pada siklus 2 guru memberikan penghargaan
kepada siswa yang mengemukakan pendapat dan
menjawab pertanyaan setelah memberikan
pencerahan tentang masalah yang baru dibahas
dalam diskusi. Untuk mengetahui hasil belajar
siswa pada siklus I diberikan post test.
Kemampuan akhir siswa dalam menguasai
materi Diagnosa Pc yang terhubung jaringan
dengan sub materi indicator kerusakan pada
server dan work station, hub/switch, network
interface card (kartu jaringan), kabel dan
konektor dengan model kooperatif Students
Team Achievement Division (STAD. Setelah

| 47

melalui pembelajaran dengan tindakan kelas
berupa pembelajaran dengan model kooperatif
Students Team Achievement Division (STAD) pada
sikus I mengalami peningkatan dapat dilihat
pada Tabel 4

Tabel 4. Hasil Siklus 1

Dari Tabel 4, dapat dilihat perkembangan
hasil belajar yang diperoleh oleh siswa saat
diberikan pretest dan post test pada siklus I.
Siswa yang mengalami ketuntasan belajar atau
yang memperoleh nilai ketuntasan 75-100 pada
siklus I sekitar 5 siswa dari jumlah 24 siswa dan
48 |

prosentase siswa yang tuntas yaitu 20,83%. Hasil
tindakan pada siklus I menunjukkan bahwa hasil
belajar yang didapat belum mencapai indikator
yang ditentukan untuk hasil belajar ( >50% dari
siswa yang mencapai ketuntasan belajar KKM=75
pada materi yang disampaikan) dan pada proses
pembelajaran masih banyak kekurangan dan
berdasarkan hasil kesepakatan antara peneliti
dengan guru Diagnosa PC SMK Bonavita
Tangerang, diputuskan untuk melanjutkan pada
siklus 2

3.8 Siklus 2
Siklus 2 terdiri atas dua kali pertemuan dan

dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Mei 2015 dan
Kamis, 28 Mei 2015 dengan alokasi waktu 2 x 90
menit dengan materi yang diajarkan adalah materi
perbaikan kerusakan pada server dan work station,
hub/switch, network interface card (kartu jaringan),
kabel dan konektor. Lokasi belajar dilakukan di
kelas dan di laboratorium TKJ. Tahap-tahap yang
dilakukan pada siklus 2 sama dengan tahap siklus I,
yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan diakhiri
dengan refleksi. perencanaan merupakan kegiatan
lanjutan dari siklus I. Berdasarkan permasalahan
dan solusi yang sudah didiskusikan oleh peneliti

| 49

dan guru maka disusun kegiatan pembelajaran
siklus 2. Tahap-tahap kegiatan pembelajaran sama
dengan siklus I, namun sebelum dilaksanakan siklus
2 siswa diminta membaca kembali materi
sebelumnya dengan memanfaatkan teknologi
informasi berupa internet yang disediakan di
sekolah. Hal ini bertujuan agar siswa
mempersiapkan materi sebelum disampaikan oleh
guru sehingga waktu belajar dapat lebih longgar
dan siswa memiliki kesempatan menggunakan
internet dengan leluasa. Tindakan pada siklus 2
sudah lebih baik dari siklus I. Dimulai dengan
kegiatan pendahuluan sama halnya dengan siklus 1
yaitu guru mengulas materi yang telah disampaikan
pada siklus I tentang materi indicator kerusakan
pada server dan work station, hub/switch,network
interface card (kartu jaringan), kabel dan konektor.
Pada saat mengulas materi, siswa terlihat aktif
dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan oleh guru tentang materi sebelumnya.
Setiap pertanyaan yang diberikan guru langsung
dijawab oleh siswa. Kemudian dilanjutkan dengan
menyampaikan tujuan pembelajaran.

Dalam fase 1, terlihat lebih baik dari siklus
sebelumnya, hal ini terlihat dari argument siswa

50 |

ketika guru menanyakan tentang server dan
topologi yang digunakan untuk jaringan. Pada fase 1
ini dibutuhkan waktu 15 menit. Fase 1, 3, 5 dan 6
dilakukan di kelas sedangkan fase 2 dan 4 dilakukan
di laboratorium TKJ.

Dalam fase 2, guru menjelaskan penanganan
perbaikan koneksi jaringan dimulai dari
server,hub/switch dan kartu jaringan selama 30
menit. Selanjutnya selama 20 menit siswa diminta
membuka referensi tentang materi dari internet
agar dapat menemukan pengembangan solusi.
Selanjutnya siswa diminta untuk mencatat hal-hal
penting yang ditemukan berkaitan dengan solusi
perbaikan. Siswa dapat menanyakan hal tersebut
kepada guru dan terlihat guru lebih siap menjawab
dibandingkan pada siklus 1 fase yang sama.

Pada fase 3, pengorganisasian siswa dalam
kelompok belajar. Pada saat pembagian kelompok,
suasana kelas lebih kondusif bahkan cenderung
ingin lebih cepat masuk dalam kelompok. Tanpa
menunggu waktu lama, kelompok sudah terbentuk.
Kelompok pada siklus 2 berbeda dengan kelompok
pada siklus 1. Setelah pembagian kelompok,
selanjutnya kelompok mengambil bahan praktik
kemudian guru menjelaskan mekanisme

| 51

pembelajaran pada saat evaluasi. Pengorganisasian
kelompok membutuhkan waktu kurang dari 5
menit.

Fase 4 bimbingan kelompok belajar. Guru
memberikan bimbingan belajar pada setiap
kelompok dalam diskusi untuk menyelesaikan soal
yang diberikan kelompok belajar siswa. Pada fase
ini guru terlihat sangat siap dengan bimbingan di
setiap kelompok. Waktu yang dibutuhkan untuk
diskusi ini adalah 30 menit. Terlihat seluruh
anggota kelompok ikut aktif dalam diskusi.
Selanjutnya tersisa waktu 10 menit, guru
memberikan kesempatan siswa untuk menanyakan
temuan-temuan hasil diskusi.

Pada fase 5, tahap evaluasi dilakukan pada
hari kamis tanggal 28 April 2015. Waktu yang
diperlukan dalam fase ini adalah 70 menit. Guru
membagikan nomor undian presentasi dan
dilanjutkan dengan presentasi. Siswa diberi
kesempatan mempersiapkan presentasi pada laptop
masing-masing selama 2 menit. Urutan presentasi
adalah kelompok 3, 4, 1, 2, 5 dan 6. Sebelum
dilakukan presentasi, guru memberikan arahan
yang berbeda dari sebelumnya yaitu siswa wajib
bertanya kepada kelompok yang melakukan

52 |

presentasi setelah presentasi selesai dilakukan.
Kelompok yang sedang presentasi diminta untuk
mencatat nama penanya, asal kelompok dan
pertanyaan yang diungkapkan. Pada akhir fase ini,
guru meminta hasil pertanyaan dan jawaban
kelompok dikumpulkan.

Fase 6, pemberian penghargaan kepada siswa.
Dalam pelaksanaannya guru membacakan
pertanyaan yang bagus dan jawaban yang
memuaskan untuk memberikan penghargaan
berupa pujian kepada siswa, baik yang menjawab,
memberikan tanggapan, maupun kelompok yang
telah berpresentasi di depan kelas. Pada fase ini
siswa tampak senang dan antusias lebih dari siklusI.

Tersisa waktu 20 menit, guru memasukkan
nilai kelompok, individu dan membacakan di depan
siswa. Pembacaan nilai ini diharapkan mampu
memberikan motivasi kepada siswa yang belum
terpacu untuk aktif menjadi lebih aktif. Selanjutnya
guru memberi kesimpulan dan saran dimasa
datang.

Berbeda dari siklus 1, pada siklus 2 ini telah
banyak mengalami perubahan. Hal ini dapat dilihat
dari hasil observasi sebagai berikut: 1) pada siklus 2
semua langkah-langkah pembelajaran (fase-fase)

| 53

telah dilaksanakan; 2) pengalokasian waktu tidak
sesuai dengan yang direncanakan; 3) terlihat
sebagian siswa telah dapat mengikuti pembelajaran
dan memperhatikan guru saat menyampaikan
materi. Siswa mulai menikmati model belajar ini; 4)
seluruh siswa aktif dalam pembelajaran. Hal ini
terlihat siswa mampu menjawab pertanyaan secara
individu dan mengeluarkan pendapatnya, baik
pertanyaan dalam presentasi maupun diskusi
kelompok; 5) minat dan keingintahuan siswa pada
perbaikan koneksi jaringan makin bertambah
terlihat dari bagaimana siswa berlomba-lomba lebih
dulu menemukan solusi kerusakan; 6) guru telah
memberikan penghargaan kepada siswa yang
menjawab ataupun yang bertanya kepada kelompok
presentasi selama diskusi berlangsung; 7) guru
menyempatkan diri memberi nilai secara kelompok
maupun perorangan; dan 8) setelah pelaksanaan
pembelajaran berlangsung, dilanjutkan dengan
refleksi untuk membahas hasil observasi. Proses
pembelajaran yang mengalami perubahan-
perubahan ke arah yang lebih baik pada
pembelajaran dengan metode Students Team
Achievement Division (STAD) setelah 2 siklus dapat

54 |

meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran
Diagnosa PC yang terhubung jaringan.

Hasil refleksi antara guru dan peneliti sebagai
berikut: a) guru telah memberikan bimbingan
kepada siswa saat dalam berdiskusi kelompok; b)
guru sudah lebih siap dalam menyampaikan materi
maupun praktik dan dapat mengalokasikan waktu
dengan baik; c) guru mampu membawa situasi
belajar menjadi rileks dan menyenangkan terlihat
dari siswa yang sudah aktif dalam bertanya dan
menjawab pertanyaan dari guru. Suasana
pembelajaran dirasakan lebih baik dibandingkan
siklus I. Hal ini tampak dari hasil observasi pada
kegiatan belajar-mengajar. Sama halnya dengan
siklus I, untuk melihat hasil belajar dilakukan post
test. Kemampuan akhir siswa dalam menguasai
materi Diagnosa PC yang terhubung jaringan
setelah melalui pembelajaran dengan tindakan
kelas yang berupa pembelajaran dengan model
kooperatif Students Team Achievement Division
(STAD) pada sikus I dan 2 mengalami peningkatan
dapat dilihat pada Tabel 5.

| 55

Tabel 5. perkembangan hasil belajar

Dari Tabel 5 dapat dilihat perkembangan hasil
belajar yang diperoleh oleh siswa saat diberikan
post test, yaitu post test pada siklus I, dan post test
siklus 2. Siswa yang mengalami ketuntasan belajar
atau yang memperoleh nilai ketuntasan 75-100
56 |

pada siklus 2 adalah 24 siswa dari total siswa 24.

Prosentase siswa yang tuntas sebesar 100%. Hasil

tindakan pada siklus 2 menunjukkan bahwa hasil

belajar yang didapat sudah mencapai indikator yang

ditentukan untuk hasil belajar ( >50% dari siswa

yang mencapai ketuntasan belajar KKM=75 pada

materi yang disampaikan) dan pada proses

pembelajaran sudah banyak mengalami perubahan

yang lebih baik dari sebelumnya. Berdasarkan hasil

kesepakatan antara peneliti dengan guru Diagnosa

PC yang terhubung jaringan SMK Bonavita

Tangerang, Kota Tangerang, maka siklus

pembelajaran tidak dilanjutkan. Peningkatan hasil

belajar dapat diketahui dari hasil post test yang

diberikan setiap akhir pembelajaran dengan model

kooperatif dengan metode Students Team

Achievement Division (STAD) pada pra tindakan,

siklus I, dan siklus II. Hal ini dapat dilihat pada

Tabel 6.

Tabel 6. Ketuntasan belajar pada setiap Siklus

No Siklus Jumlah Nilai Rata-rata Ketuntasan
Siswa ≤ 75 ≥ 75 kelas belajar
12.5%
1 Pra Siklus 24 21 3 55.7 25%
100%
2 Siklus 1 24 18 6 67.8

3 Siklus 2 24 0 24 81.8

| 57

58 |

4Kesimpulan

4.1 Kesimpulan
Model Kooperatif dengan metode Students

Team Achievement Division (STAD) dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI TKJ
SMK Bonavita Tangerang. Hasil belajar siswa kelas
XI TKJ sebelum dilaksanakan tindakan dengan
Model Kooperatif Students Team Achievement
Division (STAD) kurang memuaskan. Nilai terendah
yang diperoleh siswa 27 dan nilai tertinggi 75
dengan nilai KKM 75. Setelah menggunakan metode
koperatif dengan tipe Students Team Achievement
Division (STAD) nilai post test beranjak naik
menjadi: terendah 52 dan tertinggi 81 dengan
presentase ketercapaian KKM=25% pada nilai akhir
Siklus 1. Sedangkan pada siklus 2 terdapat nilai
minimum=75 dan maksimum 96 dengan prosentase
ketuntasan 100%.

| 59

4.2 Saran
Penggunaan metode kooperatif dengan tipe

Students Team Achievement Division (STAD) dapat
dijadikan alternative solusi dalam meningkatkan
prestasi belajar oleh guru. Dalam pelaksanaannya
guru harus menguasai kemungkinan situasi
terburuk yang dialami ketika menggunakan metode
tersebut yaitu terjadi situasi yang tidak kondusif
saat pembagian kelompok. Guru dituntut untuk
merencanakan alokasi waktu untuk setiap fase-fase
dalam pembelajaran dengan cermat serta
mempersiapkan kelompok belajar yang heterogen.

60 |

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi; Suhardjono dan Supardi. 2006.
Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Budiningsih, Asri,C. 2005. Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta.

Degeng, I Nyoman S. 1989. Ilmu Pengajaran: Taksonomi
Variabel. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Dimyati. Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta.

Dikmenjur. 2004. Mendiagnosis Permasalahan
Pengoperasian PC Yang Tersambung Jaringan. Modul
TKJ. Jakarta.

Djamarah, Syaiful bahri dan Aswan Zain. 1996. Strategi
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2004. Perencanaan Pengajaran
Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi
Aksara.

Heywood, Drew, 2001. Konsep dan Penerapan Microsoft
TCP/IP. Penerbit Andi, Yogyakarta.

________.2005. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara.

Madya, Suwarsih. 2006. Teori dan Praktik Penelitian
Tindakan. Bandung: Alfabeta.

Nasution,S. 1995. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta:
Bumi Akasara.

Oetomo, Budi S.D, S.Kom.MM, Konsep dan Perancangan
Jaringan Komputer. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Purbo w onno, TCP/IP standar ,desain dan implementasi,
Elek Media Komputindo. Jakarta, 1998.

Purbo w onno, Buku Pintar Internet Teknologi warung
internet, Elek Media Komputindo, Jakarta, 1999.

Sagala, Syaiful. 2007. Konsep dan Makna Pembelajaran.
Bandung: Alfabeta.

| 61

Sardiman, A.M. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar. Jakarta: Grafin-do Persada.

Suparno. A Suhaenah. 2000. Membangun Kompetensi
Belajar. Dirjendikti, Dep-diknas. Jakarta.

Surya, Mohammad. 2003. Psikologi Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: CV. Mahaputra Adidaya.

62 |

Lampiran

LAMPIRAN A
Publikasi jurnal
1. http://jurnalpuslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/index.ph
p/litjak/article/view/179

| 63

LAMPIRAN B
Dokumentasi Penelitian
12

(1,2) siswa mendiskusikan materi

Guru menjelaskan kembali bagian perangkat
motherboard dan siswa mencari literature materi.

Siswa mendeteksi Guru memberi
kerusakan penilaian akt siswa

64 |

siswa mensetting ulang Kolaborator melakukan
media jaringan pengamatan

siswa menjelaskan Hasil diagnosa computer pada power
point

| 65

LAMPIRAN C
Contoh instrumen yang digunakan:

DAFTAR CEK AKTIVITAS SISWA
SIKLUS I dan II

Nama : ………………………….
Kelompok : ………………………….

No Aspek Skor
I Keterampilan
1. Kecakapan menggunakan peralatan/tools 1
2
hardware/software 3
a. Tidak cakap/tidak terampil 4
b. Kurang cakap/kurang terampil
c. Cakap/terampil menggunakan 1
d. Sangat cakap/sangat terampil menggunakan 2
3
2. Kecekatan menangani/memperbaiki kesalahan 4
pada PC
a. Sangat lambat /waktunya sangat lama 1
b. Tidak cekatan /lambat 2
c. Cekatan/dapat memperbaiki PC dalam waktu 3
singkat 4
d. Sangat cekatan /dapat memperbaiki PC
sangat singkat

3. Ketelitian dalam mengetahui permasalahan pada
PC
a. Sangat tidak teliti
b. Tidak teliti (banyak kesalahan)
c. Teliti/masih terdapat masalah tetapi sedikit
d. Sangat teliti /mengetahui seluruh
permasalahan

66 |

No Aspek Skor

II Kerjasama 1
2
1. Pembagian tugas masing-masing anggota 3
4
a. Pekerjaannya diserahkan sepenuhnya kepada
1
seseorang 2
3
b. Pekerjaan diselesaikan oleh ketua/wakil dan 4

sekertaris 1
2
c. Pekerjaannya diselesaikan oleh beberapa 3
4
orang
1
d. Pekerjaannya diselesaikan secara bersama- 2
3
sama 4

2. Kekompakan dalam kelompok 1
2
a. Selalu menyibukkan diri dengan kegiatannya 3

sendiri

b. Pendapatnya sering bertentangan dengan

teman yang lain

c. Berupaya agar kelompoknya tampil baik

d. Sangat peduli atau aktif terhadap kegiatan

kelompok

3. Tanggung jawab

a. Menyerahkan pekerjaan sepenuhnya kepada
teman

b. Ikut kegiatan kelompok, jika pekerjaan sendiri

selesai

c. Ikut serta dalam menyiapkan/membenahi TI

peraga

d. Belum istirahat sebelum kerjaannya benar-

benar selesai

III Komunikasi

1. Menyampaikan usul/ pendapat

a. Hanya diam (tidak mengemukakan
usul/saran/pendapat)

b. Menyampaikan usul, tetapi

menyimpang/tidak sesuai

c. Menyampaikan usul, tetapi tidak terperinci

d. Sering usul dan usulannya mengenai
sasaran/terperinci

2. Menghargai pendapat orang lain.

a. Mengobrol/berbisik-bisik/mengajak bicara

teman lain

b. Pendangannya kearah lain /tolah toleh saat
teman bicara

c. Sibuk kegiatan lain, saat teman

menyampaikan pendapa

| 67

No Aspek Skor
4
d. Memperhatikan/menyimak jika teman lain
sedang bicara 1
2
3. Penyampaian laporan dalam kelompok/diskusi 3
4
a. Diam saja atau tidak membuat laporan sama 36
sekali

b. Laporan dibuat tidak sesuai dengan instruksi
c. Laporannya berbelit-belit dan kurang

mengena

d. Laporannya jelas, terperinci dan mudah
dimengerti

Jumlah skor maksimal setiap siswa

Catatan: Jika siswa memperoleh skor ≥ 27, maka dinyatakan aktif
membuat power point dan diskusi tanya jawab dalam
proses pembelajaran.

Observasi Aktivitas Siswa
Langkah yang dilakukan:
1) Merekap hasil pengamatan dari dua pengamat (P I dan P II)

No Aspek Skor

I Keterampilan P I P II

1. Kecakapan menggunakan alat 1 2

hardware/software

2. Kecekatan memperbaiki kesalahan 22

3. Ketelitian dalam menemukan masalah 11

II Kerjasama

1. Pembagian tugas masing-masing anggota 22

2. Kekompakan dalam kelompok 33

3. Tanggung jawab 12

III. Komunikasi

1. Menyampaikan usul/ pendapat 22

2. Menghargai pendapat orang lain. 12

3. Penyampaian laporan dalam 22

kelompok/diskusi

Jumlah skor maksimal setiap siswa

Jumlah aspek 3, jumlah butir aspek

68 |

LEMBAR VALIDASI KONSTRUK INSTRUMEN

Validator

No Kompetensi Indikator Soal Butir Pakar I Pakar II
Dasar (Ahli ( Ahli
Materi Pokok

Isi Pembela-
Materi) jaran)

1. Mendeskrip Cara kerja PC Menggambar- 1, 2,
sikan yang kan spesifikasi 3, 4,

diagnose PC terhubung PC dan 5
karakteristik-
yang dengan

terhubung jaringan nya.

jaringan/ Menguraikan

gejala perangkat pada

kesalahan PC yang

atau terhubung
kerusakan dengan

jaringan

Identifikasi Menjelaskan 6, 7,
permasalahan adanya
8, 9,
pada PC dan penyimpang-an
Gejala yang yang terjadi 10

muncul pada dan malfungsi

pesan pada PC.

2. Mendeskrip Faktor yang Mendeskripsi- 1, 2,
sikan solusi mempengaru- kan gangguan
3, 4,
yang harus hi adanya dan masalah 5

dilakukan permasalahan pada PC dan

terhadap pada PC jaringan

masalah

yang timbul Penggunaan Mendeskripsi- 6, 7, 8
berdasar media TI kan 9, 10
diagnosa sebagai penggunaan

sumber info software yang

untuk berkaitan

menyelesai- dengan
kan masalah koneksitas PC

dan jaringan

| 69

LAMPIRAN D
Lampiran SK Direktur Pembinaan Guru

70 |

| 71

72 |

LAMPIRAN E
Surat keputusan Bimbingan Teknis

| 73

LAMPIRAN F
Surat Pernyataan Peneliti

74 |

Lampiran G
Dokumentasi Bimbingan Teknis Penulisan

PenelitianTemanggung

| 75

Lampiran H
Seminar Nasional Penelitian Tindak Kelas

76 |

Profile Penulis

D.Dedy Prasetya Kristiadi, M.Kom.
Pendidikan
2013, STMIK Nusa Mandiri (S2) Computer Science 2001,
Universitas Budi Luhur (S1) Information System.
Research
1. Penelitian Tindak Kelas PUSLITJAKDIKBUD 2015.
2. Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik (RME)

dengan Near Field Communication (NFC) berbasis
Raspberry Pi 2018.
Special Experience
1. Viewer program committee members for the First
International Symposium on Artificial Intelligence for
ASEAN Development (ASEAN-AI 2018)
http://www.aseanai.org/aseanai2018/organizing201
8/program-committee/.
2. Viewer program committee members for the IEEE Tale

| 77

https://tale2019.org/about/program-committee.

International Journals and Proceeding
a. International Proceeding

1. (Co-Author)Understanding of data mining in computer
science learning from PILKADA DKI Jakarta 2017
https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/8
167105/.

2. (First Author) The effect of UI, UX and GX on video games
https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/8
311702/.

3. (First Author) Big Data Implementation for
Inventory Warehouse Systems
https://ieeexplore.ieee.org/document/8627030.

4. (Co-Author) Developing of Indonesian Intelligent e-
Health model
https://ieeexplore.ieee.org/document/8627038.

5. (First Author) Mediforan: Integrated Nation-wide
Mobile Patient Portal in Indonesia
https://ieeexplore.ieee.org/author/37086265898.

6. (First Author) Mobile Patient Application for
Outpatient
https://ieeexplore.ieee.org/document/8985984?d
.enied=’.

78 |

7. (first Author) Mobile game Application for Religion
engagement
.https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/9
144827.

8. (First Author) Game Development with Scrum
methodology
.https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/9
144963.

9. Visual learning as Object Recognition to Recognize
Image for Mental Disorder Children.
https://ieeexplore.ieee.org/document/9226028.

10. Implementation of Mobile game for Religion
Learning
https://ieeexplore.ieee.org/document/9225918.

International Journal
1. Matchmaking Problems in MOBA Games
https://www.iaescore.com/journals/index.php/IJ
EECS/article/view/8447.
2. The Effect of Adventure Video Games on the
Development of Student’s Character and Behavior
https://ojs.unimal.ac.id/index.php/ijevs/article/vi
ew/1456.
3. Blended Learning Development In Islamic Religious
Education Lessons Make Use of Web and Android

| 79

https://ojs.unimal.ac.id/index.php/ijevs/article/vi
ew/1502.
4. Using Gauss-Jordan elimination method with The
Application of Android for Solving Linear Equations
https://ojs.unimal.ac.id/index.php/ijevs/article/vi
ew/1670.
5. Mobile Cloud Game in high performance (2020)
http://journal.uad.ac.id/index.php/TELKOMNIKA
/article/view/14896.
6. Development Mobile Application For Flood
Monitoring In Jakarta (2020)
http://sylwan.ibles.org/syl/search.php?searchQue
ry=Edy%20Sulistiyo,%20Erika%20Putri%20Chan
drawangi,%20Muhammad%20Varyan%20Omar,
%20Mochamad%20Adjie%20Dwi,%20Daffa%20A
nanda%20Jakti%20Riyadi%20Sukit,%20Diana%2
0Teresia%20Spits%20Warnars,%20Setya%20Che
ndra%20Wibawa,%20Dedy%20Prasetya%20Kris
tiadi,%20Harco%20Leslie%20Hendric%20Spits%
20Warnars&search=search.
7. Big Data Implementation for Searching
Unstructured Data Pattern as Social Media Pattern
from a News Website (2020)
http://www.solidstatetechnology.us/index.php/JS
ST/article/view/2205.

80 |

Muhaimin Hasanudin , S.T., M.Kom.
NIDN : 04.200275.08
Email : [email protected]/

[email protected]
Institusi : Universitas Mercu Buana – Jakarta
Sinta ID : 6109454
Scopus ID : 57215526480
Google Scholar ID: 1BRheBMAAAAJ

Link
Scopus:
http://www.scopus.com/authid/detail.url?authorId=572
15526480.
Google Scholar:
https://scholar.google.co.id/citations?user=gIuBke8AAA
AJ&hl=id.

Pendidikan
Jenjang S1
Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia (St. Inten)
Bandung

| 81

Program Studi: Teknik Informatika
Tahun Lulus: 2000

Jenjang S2
Universitas Budi Luhur
Program Studi: Magister Ilmu Komputer
Tahun Lulus: 2015
Bidang penelitian yang diminati:
1. Software Engineering, e-Commerce, IOT
2. Artificial Intellegent, Machine Learning, Deep Learning

Riwayat Penelitian

No Periode Posisi Judul Penelitian

1. 2017/2018 PDP- Rancang Bangun Sistem Pembelajaran

Anggota Secure Interactive dengan Learning

Management System Berbasis Raspberry

Pi.

2 2018/2019 PKM- Manajemen Kualitas Air pada Budidaya

Ketua Lobster Air Tawar di Pandeglang dan

Tangerang berbasis IOT (Internet of

Things).

3 2018/2019 PKM- Penerapan Teknologi Virtual Reality

Ketua sebagai Media Terapi Sensori Integrasi

untuk Meningkatkan Kompetensi
Teknologi Informasi dan Komunikasi

(TIK) bagi Anak Berkebutuhan Khusus di

Dilaraf Islamic School Tangerang.

4 2018/2019 PDP- Prototype e-Market Place Sistem
Ketua Informasi Jasa Proyek (Si JasPro)

menggunakan Metode Rapid Aplication

Development (RAD).

5 2018/2019 PDP- Sistem Informasi Rekam Medis
Anggota Elektronik (RME) dengan Near Field

Communication (NFC) berbasis

Raspberry Pi.

6 2018/2019 PDP- Bird Repellent Device Sebagai
Anggota Optimalisasi Panen dalam Bidang
Pertanian Berbasis Internet of Things.

82 |

Publikasi Ilmiah
Proceeding International (Scopus)
1. e-SCM based on Material Inventory Management uses

the Material Requirements Planning Method
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-
6596/1477/5/052006/meta.
2. Mobile Patient Application for Outpatient
https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/8985
984.
3. Evaluation Methods of Bird Repellent Devices in
Optimizing Crop Production in Agriculture
https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-
6596/1477/3/032012/meta.

International Journal
1. Using Gauss - Jordan elimination method with The

Application of Android for Solving Linear Equations.
https://ojs.unimal.ac.id/index.php/ijevs/article/view/
1670.
2. Prototype E-Marketplace Information System Service
Provider
http://scholarsmepub.com/wp-
content/uploads/2019/11/SB-511-635-638.pdf.
3. The Effect Of Adventure Video Games On The
Development Of Student’s Character And Behavior

| 83

https://ojs.unimal.ac.id/index.php/ijevs/article/view/
1456.

Jurnal Nasional Terakreditasi
1. Rancang Bangun Sistem Informasi Jasa Proyek

(SiJasPro) berbasis Mobile (Sinta 3):
https://journal.uir.ac.id/index.php/ITJRD/article/vie
w/4340.
2. Perancangan purwarupa bird repellent device sebagai
optimasi panen padi di bidang pertanian berbasis
internet of things (Sinta 3):
https://jurnal.umk.ac.id/index.php/simet/article/vie
w/3752.
3. Aplikasi eCommerce Sistem Informasi Penjualan
Rolling Door Berbasis Rapid Application Development
S4: https://stt-pln.ejournal.id/petir/article/view/368.
4. Prototype Aplikasi Sistem Rekam Medis Pasien
Berbasis Web pada Klinik Karawaci Medika (Sinta 4):
https://www.neliti.com/publications/296430/prototy
pe-aplikasi-sistem-rekam-medis-pasien-berbasis-web-
pada-klinik-karawaci-m.

Journals dan Prosiding Nasional
1. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan

Terbaik Menggunakan Metode Analytical Hierarchy
Process (Studi Kasus Pada Pt. Bando Indonesia)

84 |

https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomed
ia/article/view/2033.
2. Pengembangan Sistem Peer-Evaluation Pada Edufi
Learning Management System Berbasis Raspberry Pi
https://journal.untar.ac.id/index.php/computatio/arti
cle/view/2352.
3. Rancang Bangun Sistem Pembelajaran Secure
Interactive Dengan Learning Management System
Berbasis Raspberry Pi
http://jurnal.atmaluhur.ac.id/index.php/knsi2018/art
icle/view/423.
4. Rancang Bangun Aplikasi Game Puzzle Berbasis
Android Menggunakan Algoritma Decision Tree
https://www.neliti.com/publications/299499/rancan
g-bangun-aplikasi-game-puzzle-berbasis-android-
menggunakan-algoritma-decis.
5. Perancangan Model Data Warehouse Penjualan
Material Menggunakan Skema Bintang
http://teknik.usni.ac.id/jurnal/MUHAIMIN.pdf.
6. Implementasi Audit Sistem Contact Center
Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 4.1 Domain
Delivery and Support (Studi Kasus: PT Visionet
International)
https://stt-pln.e-journal.id/petir/article/view/35.

| 85

Jurnal Pengabdian
1. PKM Peningkatan Kompetensi Terapis dalam

Mengembangkan Media Terapi Sensori Integrasi bagi
Anak Berkebutuhan Khusus
https://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/jppm/art
icle/view/15914.

Lain-lain (Technical Report, Majalah)
1. Haki (Manuscript / Artikel):

a. Rancang Bangun Sistem Pembelajaran Secure
Interactive dengan Learning Management System
Berbasis Raspberry Pi.

b. Penerapan Teknologi Virtual Reality sebagai Media
Terapi Sensori Integrasi untuk Meningkatkan
Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Dilaraf
Islamic School Tangerang.

c. Prototype e-Market Place Sistem Informasi Jasa
Proyek (Si JasPro) menggunakan Metode Rapid
Aplication Development (RAD).

d. Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik (RME)
dengan Near Field Communication (NFC) berbasis
Raspberry Pi.

e. Bird Repellent Device Sebagai Optimalisasi Panen
dalam Bidang Pertanian Berbasis Internet of Things.

86 |

2. Haki (Program Komputer)
Teknologi Virtual Reality Berbasis Android
Menggunakan Google Cardboard.

3. Artikel Media Online
https://suaranusantara.com/2019/10/14/virtual-
reality-bantu-anakberkebutuhan-khusus-terapi-
sensori-integrasi/.

4. Artikel Media Cetak: koran kota Benteng Tangerang
dicetak tanggal 17 Oktober 2019.

5. Buku
a. MONOGRAF
1) Hasanudin, M. (2020). Monograf SiJasPro.
CV Penerbit Lakeisha  Si Jaspro:
http://www.penerbitlakeisha.com/buku-
terbaru/14/ .
2) Prasetya, D., Muhaimin Hasanudin, S. T., &
Kom, M. (2020). Sistem Informasi Rekam
Medis Elektronik (RME) dengan Near Field
Communication (NFC) berbasis Raspberry
Pi. Penerbit Lakeisha.  Sistem Informasi
Rekam Medis Elektronik (RME) dengan
Near Field Communication (NFC) berbasis
Raspberry Pi:
http://www.penerbitlakeisha.com/2020/0
9/17/ .

| 87


Click to View FlipBook Version