Racha Julian Chairurrizal f LmATERA PUBLISHER
AKU BING UNG MAKA AKU ADA Penulis Penata Letak Desainer Sampul Racha Julian Chairurrizal Tim Elmatera Almaf Zufar Diterhitkan pertama kali oleh: Penerbit Elmatera (Anggota IKAPI) Jl. Waru 73 Kav 3 Sambilegi Baru Maguwohaijo Yogyakarta Telp. 0274-4332287 Email: [email protected] Cetakan Pertama, November 2019 Ukuran buku 14,6 x 21 cm, vi + 92 him ISBN 978-623-223-076°-7 Hak Cipta pada Penulis, dilindungi Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperhanyak seluruh atau sebagian isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit. Dicetak oleh Penerbit Elmatera Isi diluar tanggung jawab percetakan Sanksi Pelanggaran Pasal 72. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta 1. Barangsiapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/ atau denda paling sedikit Rpl.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak RpS.000.000.000.00 (lima miliar rupiah). 2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud dalam Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak RpS00.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).
KAfA P NGANTAR "Salam Aditya Karya Mahatva Yodha!" Sebuah prinsip gerakan paten dari Karangtaruna. Secarik kalimat yang dapat dijadikan spirit pergerakan semua pemuda yang ada di dunia. Konsepsi habluminallah dan habluminannas yang secara sah dan legitimate diadministrasikan oleh para pemuda yang ada di Indonesia. Cerdas, gemar berkarya, berbudi luhur, dan berjiwa patriot. ltu semua adalah sebuah bentuk rasa syukur kita terhadap Tuhan karena telah memberi seperangkat alat canggih kepada kita semua untuk mengarungi dunia yang penuh canda dan tawa ini. Bagaimana secara biologis kita dapat bersyukur dengan cara senantiasa mempergunakan aka( kita untuk menghasilkan sebuah karya yang memiliki semangat yang luhur dan dalam memperjuangkan karya tersebut, harus senantiasa disertai dengan semangat sebagai patriot yang tak kenal kata menyerah. Dan l ll
1v I Al,u dalam buku ini, saya menemukan empat kesemangatan tersebut. Bagaimana penulis mencoba mengabadikan pikirannya melalui sebuah karya. Karena ketika otak, raga, dan nyawa ini sudah tidak sekamar, maka karya lah yang akan menjaga keabadian isi kamar tersebut. Sebuah karya yang memiliki semangat mencerdaskan dengan dasar penolakan terhadap gerakan taqlid dan irrasional. Karya yang nantinya akan memaksa para pembacanya untuk melakukan prates terhadap penulis atau justru terhadap diri sendiri. Karena benar adanya, pengetahuan yang kuat adalah pengetahuan yang dibingungkan. Pengetahuan yang memaksa kita untuk bisa menemukan anti-thesis dari pengetahuan tersebut. Hingga akhirnya, kumpulan thesis dan anti-thesis itu menghasilkan karya baru yang bernama sinthesis. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk kalkulus. Segala hal yang manusia lakukan adalah berdasarkan pada perhitungan yang memiliki rumus dasar berupa kebahagiaan, dan dalam proses kalkulasi tersebut, diperlukan logika yang realistis demi mendapatkan hasil yang tetap idealis, bukan utopis. Dan itulah kesemangatan yang melekat dalam buku ini. Yogyakarta, 11 November 2019 Chairul Agus Mantara, S.IP.,MM.,MM. (Ketua Karangtaruna Gunungkidul)
Kata Pengantar Daftar Isi Prolog DAFTAR ISI Sholat Kok Lama, N gapain? ( 1) Sholat Kok Lama, Ngapain? (2) Takdir Ayat-Ayat Optimisme Dakwah Hedonism dan Segala Keprihatinannya Kebebasan yang Mengekang Menjadi Kanda-Yunda Yang Adil ( 1) Menjadi Kanda-Yunda Yang Adil (2) Hai Aktivis, Tidurlah Sayang Tidurlah, Sayang lll V 3 1 1 17 19 23 27 31 35 39 43 45
Berhentilah Menja<li People-Pleaser Nesia Pak<lheku, Oh Pakdheku Ge<lung Kura-Kura NKRI Harga Mati? 3,5 Jam Bersama Buya Hantu Kajian Permisuhan Kerajaan atau Ke(Ratu)an? KPK-ku 'Diisi' Orang Partai Biografi Penulis 47 51 55 59 63 69 73 77 81 85 89
PROLO alam sebuah khazanah keilmuan, terlebih filsafat, sesuatu baru resmi bisa di-launching sebagai ilmu ketika sesuatu tersebut memiliki tiga pilar di dalamnya. Pertama adalah Ontologi, kedua adalah Epistemologi, dan yang terakhir adalah Aksiologi. Dalam hierarki keilmuan tersebut, Ontologi memiliki peran paling penting di dalamnya, apalagi jika ditinjau dari definisi kebahasaan. Tanpa Ontologi, maka ilmu itu tidak Ontos. Karena pada dasarnya. sebuah episteme tak akan bisa hadir tanpa hadirnya Ontos atau keberadaan dalam suku kata Yunani. Apalagi ketika sesuatu tersebut hendak masuk pada ranah Axios. Ranah yang sudah memikirkan tentang dampak dari Ontos yang Episteme. Namun, sebelum jauh masuk ke dalam ranah Axios, pada dasarnya ada proses yang terpenting namun seringkali tidak disadari oleh kita semua. Bahwa untuk menghadirkan keberadaan, maka harus ada kondisi ketiadaan. Dan
proses peralihan dari ketiadaan menuju keberadaan, itu membutuhkan ketidaktahuan yang dibingungkan. Karena tanpa kita membingungkan ketidaktahuan, maka tidak akan muncul jawaban ketiadaan, apalagi keberadaan. Dalam kajian umat Islam, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, yang menurut saya sabda ini bisa dipakai sebagai sabda lintas agama maupun lintas golongan. la pernah mengatakan bahwa, "Sesungguhnya obat ketidaktahuan adalah bertanya". Dan perlu diketahui pula, wujud mendasar dari sebuah pertanyaan adalah kebingungan. Makin banyak wacana yang berputar di dalam indera kita, maka makin banyak pertanyaan yang ada di dalam indera kita, dan tentunya juga makin besar kebingungan yang ada di dalam diri kita. Hingga akhirnya, kebingungan itu menghantarkan kita kepada jawaban yang berupa ketiadaan dan keberadaan yang radikal, bukan sebuah ketaqlidan yang membabi buta layaknya juggernaut. Aku bingung, maka aku ada.
SHOLAT KOK LAMA, NGAPAIN? (1) i tengah hiruk pikuk tahun politik, Rosul, Joki, dan Siwo justru memutuskan untuk menjauh dari peradaban. Menjauh dari tempat yang mereka anggap tidak terdapat fenomena cebong misuhi kampret dan begitupula sebaliknya. Hingga dalam sebuah perjalanan, Joki yang memiliki otoritas untuk mengemudikan mobil butut si Rosul ini, berkata bahwa Joki lebih memilih untuk nyolot daripada harus disopiri Siwo, "wong endinge nek aku nyo/ot karo aku netep neng njero mobil sopirane Siwo yo podo wae modar e ". !tu yang Joki grutukan kepada Rosul sebelum berangkat dan berunding tentang siapa sopir dalam perjalanan kali ini. Di dalam perjalanan mereka bertiga berniat untuk tidak akan membahas tentang politik. Bahkan mereka sampai membuat surat pernyataan bermaterai 6000, dan itu adalah usulan dari Rosul. Namun di tengah perjalanan yang sunyi, tiba-tiba Siwo nyletuk mencairkan keheningan.
"Heh cuk, koe krungu ra e kasus e playing victim calon wakil lurah e dewe wingi? Lalu dengan sigap, Joki yang sedang fokus dengan Google Maps-nya pun turut semaur, "Woh si Lik Sholeh kae po? Krungu aku cuk, jare wingi pas pasaran kae dee kampanye rono njuk diusir? Tur jare le gawe tulisan usiran kui mosok kancane dewe sak tim kampanyene Lik Sholeh, njuk mari iki ketauan kedok e, /ak koplo cuk xixixixi". "Ngguyumu /ho cuk koyo tikus". Sahut si Siwo yang seketika kehilangan hasrat diskusi lagi dengan Joki karena mendengar suara tertawanya yang dia anggap seperti binatang yang telah membunuh pamannya dua tahun lalu itu. Si Rosul yang sedari tadi mbatin karo udad udud headsetan pun akhirnya berbicara, "Heh nggambleh, koe ki do bosen urip neng omah po? Wes do kepengen dipenjara? Koe eling ra e perjanjiane dewe mau kepie ndes?". "Woiyo lik, sorry Iha mau ki si Siwo e le mancing pertama bahas ngenean ki xixixixi". Dan itulah jawaban tanpa beban Joki. "Heh singo, koe rapopo nyalahke aku dalam bab ini, tapi please mandeg iso ra le mu ngguyu?! Cur ma/ah tak tuntut nggo pasa/ 335 ayat (1) KUHP /ho we" Sahut Siwo dengan tangan siap nyecek mowo neng tangan kiwone Joki le lagi nyekeli persneleng. Dan Joki pun seketika membisu macak tuli. Tiba-tiba di antara kesunyian wayah surup, terdengar adzan bertembang jawa yang sangat merdu di telinga siapapun orang yang mendengarkannya
l?11dw J11!i11r1 Chalmnizal I ,> "Cuk. Allahuakbar! Suoro opo iki???" dengan polosnya Joki yang lagi nyopir berteriak seperti mendengarkan suara yang sangat asing diterima oleh gendangnya. Dan seketika itu juga Siwo yang tengah duduk di belakang langsung maju ngepruk ndase Joki. "Heh koe. istighfar iso ra? Kui ki adzan kok pekok. Pirang taun e ndes weki ra sho/at?" dengan tangan masih menetap di kepala Joki. Siwo mengumpatkan pernyataan itu. Lagi-lagi Rosul merasa terganggu dengan perdebatan dua temannya, dan Rosul pun memutuskan untuk mengajak mereka berdua minggir mencari mesjid. Lalu, dengan kondisi yang masih saling diam, tiba-tiba Siwo berteriak, "ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR!" Karna merasa ngeri, Joki pun menyambut takbir itu, "Heh koe ki ngopo to? Takbirmu /ho medeni. Ra ma/ah marai wong tenang tapi ma/ah marai wedi". "Oposih Jok, weki ratau melu aksi yo? Neng aksi ki kudu ngono takbir e. Dan btw aku ki takbir mergo kae /ho deloken kiwo do/an ono mejid, wes gek ayo cus!" sambut Siwo dengan meyakinkan, tentunya disertai dagu yang ndangak menantang Joki. Mobil pun menyisir trotoar jalan, dan mereka bertiga pun turun dari mobil butut itu langsung menuju perwudhuan. Selepas wudhu, akhirnya mereka kembali diskusi, eh bukan diskusi deng tapi lebih pantas disebut sebagai padu. Mereka 'berpadu' tentang siapa yang akan menjadi imam sholat. "Wo, mending aku Imam e, Alpatekahku luwih apik timbang koe. Soale alpatekah iku satu di antara rukun sholat to, makane kudu le apik le imam ki". Umpat Joki melegitimasi suasana.
G I .4ku Bingung }vlaka Aku .4da Dengan sensitifitas tinggi ala ABRI. Siwo pun sontak menjawab, "Joki, kukasih tau ya. Kon iku nyebut AI-Fatihah we gak iso, pie ate imam? Yok opo sholat e dadian? Ate ngeterno dewe ndek neroko ta kon? "Yo ora ngonoo wo, iki ki cen ilatku le ilat Jowo, dadine cen ko ngene rodo sendet nek meh nyebut-nyebut lafadz arab ki. Toh yo rasah sensian ngono to wo weki ah, spaneng banget. )are meh dadi pemimpin bangsa koyo pak lurah kae kok ra iso nompo perbedaan budaya, ah gak seruu ". Jawab Joki layaknya dia adalah orang yang paling toleran di dunia. Karna suasana makin panas dan sumuk, setelah beberapa abad lamanya akhirnya Rosul pun risih dan memotong pembicaraan mereka berdua, "Sudah sudah, wes gek ayo sholat. lni udah mau isya, wes yo saiki sopo le imam? Aku gah ribut-ribut meneh, bengeng kupingkuf". Joki dan Siwo pun mematung beberapa detik dengan diiringi tatapan mata sating tunjuk. Hingga pada akhirnya mereka sontak teriak, "KOE SUL!" "JANCOK RA KETMAU!," Saut rosul dengan disertai hujan lokal yang menyembur dari tutuknya. Setelah 'hujan' reda akhirnya mereka bertiga pun shalat berjamaah dengan diimami oleh Rosul. Takbir Ruku' l'tidal Sujud Attahiyat Salam
Uadw .!11lwn C/1111mn1zal I 7 Dan tidak terasa sholat pun usai. Sontak terjadi saling tatap diantara Joki dan Siwo, hingga Siwo pun mengawali pembicaraan syir itu, "Heh Jok. koe ngroso ra e nek iki mau dewe maghrib e cepet banget?" "Jancuk wkwkwk. aku mau yo gek meh takon ro koe wo. Jebul le kroso ra gur aku tok." jawab Joki yang tetap syir. Di antara kebisingan itu, tiba-tiba Rosul menyaut obrolan dua anak rese di belakangnya ini... "Eh jangkrik kembar. tak jawab rasan-rasanmu bar aku dzikir. singo!" "HAHAHAHA SYIAAPPPP!." Jawab Joki dan Siwo kompak. Ghgdfyfdaedfbdfdahedahgfhqfdba ... Dzikir pun selesai. Dan Rosul pun langsung memutar haluan silonya menghadap Joki dan Siwo, dan bertanya, "Gimana-gimana? Kalian rasan-rasan apa tadi?" "Nggg nganu. iki Joki le mulai mau. hehe," Jawab Siwo ingah-ingih. Sontak Joki yang merasa dirinya tertuduh pun melakukan pembelaan, "Wo singo i! udu lik udu aku. mau le mulai takon ki si Siwo. jarene kok sholat e banter banget ngono jare Siwo." "Woancuk if," batin Siwo yang tak sengaja lirih terucap. "Wes wes ngene woe tak jelasne timbang ma/ah do padu ... " jelas Rosul. Akhirnya mereka pun membentuk formasi lingkaran tidak sempurna ala-ala halaqah ponpes. Dan dengan seksama Joki dan Siwo menyimak penjelasan dari Rosul yang khas dengan kesejukannya,
"Jadi gini wo, jok. Kenapa kok aku sholat e gak mau lamalama. ltu karena aku gamau dewe kabeh ki tuman ro sholat'' "Wah wes gendeng iki arek e cuk, lak yo apik to sul nek tuman ki malahan?" saut Siwo sedikit bingung. "Yo ora noo wo, jenenge tuman ki mesti ja/uk tambah dengan tempo yang sak jeg sak nyet, atau dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. Kayo nek koe maem yo wo, koe ngroso nek Walang Goreng Wonosari ki enak njuk koe nglameti walang e iku sue-sue, njuk koe tuman ki mesti koe saat itu juga /angsung pengen nambah, pengen ja/uk neh walang e iku mau, dan ben koe /ego akhire koe menuruti tumanmu kui mau, sek kudune koe entek 2 mergo tuman dadine koe entek 6. Nah lo bayangke nek iku ki sholat, misal ki koe gek sholat shubuh. Nah koe sue ki sholat e, tengklak tengkluk kae ngasi koe ki ber/ebihan le menikmati sholatmu hingga akhire koe tuman, trus pas shubuhan njuk mergo tuman koe akhire ja/uk nambah, sek jane shubuh ki rang rekaat, eee mergo tuman akhire tok tambahi dadi papat meneh mergo koe berlebihan menikmatinya. Nah nek ngoono iku jatuh e opo? Bid'ah udu? Daso ra? Makane sholat iku biasa wae, rausah berlebihan sek ngasi sue-sue ngono kae." ltulah jawaban Rosul, dan tidak berhenti sampai situ. Joki yang dari tadi plonga-plongo pun akhirnya turut semaur, "Sul, bukane dewe ki nek sholat kudu Khusyu' yo? Gek khusyu' ki kudu tuma'ninah yo? Kok raoleh sue-sue? Emang dasare opo ja/ sul? "Nah ngene /ho jok, weki ben ra gur paham mbangun omah ro srawung mbek cino wae. Seneng aku nek koe wes mulai paham babagan kosmopolit ko ngene ki, oke tak je/aske ya ...
Uadw Ju/11111 Chr1inmizal I 9 Jadiii, ternyata koe-koe ki rung iso mbedakke antara sue dan tuma'ninah. Tuma'ninah iku ancen ono perintah hadits e, riwayat Bukhari Muslim koyoke nek ra kleru Jok bahkan ambek Nabi Muhammad ki wong le ora tuma'ninah dalam sholat ki dianggep sebagai pencuri yang paling jahat, eek wae hadits e riwayat Ahmad no. 11532. Nek hadits le iki aku eling banget Jok hehe .. Tapi tuma'ninah ki artine udu sue, Jo., Tuma'ninah iku artine tenang dan tidak tergesa-gesa. Selama sholat koe tenang dan ra kesusu ki brati koe wes tuma'ninah, khusus e pas ruku', /'tidal, sujud, karo lungguh iftirasy. Nah nek neng Kitab Safinah ki tuma'ninah ki ukuran podo karo koe ngucap tasbih. Dadi misal bar takbir ruku meh /'tidal kae, jeda antara takbir ro moco Robbana walakalhamdu kae ki kiro-kiro sak wacanan tasbih. Begituuu. jadi sangat beda definisi antara sue dengan tuma'ninah dalam kekhusyu'an sho/at. Paham?" "Ooooooouuuu begituuuuu, yayayaaa" Jawab Joki dan Siwo serentak. "Kon lapo seh melok aku terus jawab e, mbarengi pisan" tak tau kenapa Siwo tiba-tiba sensi. Dan dengan kelelahan berlebih pun Joki menjawab, "Hadeeh ya mbuh to wo, jenenge we spontanitas kok yo weki pie to". Allahukbar allahuakbar ... "Bajindut andang adzan neh". Joki kembali spontan kaget ketika dia mendengarkan adzan. "Wo pekok I, mah bajindut-bajindut, istghfar cuk lambemu /ho kaco ". Saut Siwo yang nampaknya selalu sewot dengan sisi keagamaan dari Joki.
10 "Uwes uweess yo gek sek rung wudhu gek wudhu meneh, gek ayo sholat isya sisan. Alhamdulif/ah to dewe melewati antara maghrib ro isya nggo kajian if mu. Wes yo gek sholat" "YOOOOOO KAREPMUUUU" lagi-lagi Joki dan Siwo kompak menjawab i opini dari dari Rosul. "JANCOK!" Closing statement dari Rosul yang sekaligus mengakhiri perdebatan dan cerita kali ini.
HOLAT KOK LAMA, NGAPAIN? ( ) asca Pemilihan Lurah, Joki, Siwo, dan Rosul kembali merencanakan untuk liburan ke luar kota. "Saiki wes adem yo, Wo. Wes gak onok rame-rame maneh mergo pemilihan /urah," Ucap Joki kepada Siwo yang sedang menikmati sebatang Samsoe-nya. Sontak Siwo melepeh asap dan mbako Samsoe-nya sembari mengumpat. "Cuooh, jare sopo adem. lku /ho ndek wingi pendukung e Cak Sho/eh iseh rame ae ndok ngarep Kantor Pemilihan," "Loh iyo ta? Mergo jare onok sek curang iku uduk seh?" "Naaah iyo ikuu, jarene Tim e Cak Sholeh seh ngono. tapi mbuh gak ruh aku. Pengen banget ganti lurah yak e." jawab Siwo sembari menyulut api di Samsoe-nya yang mati karena ditinggal ngobrol. Suasana di desa itu nampak sejuk hari itu, dan memang, beberapa hari yang lalu terjadi demo besar-besaran menolak hasil Pemilihan Lurah yang katanya sarat akan kecurangan.
It I Aku Bingwzg A1aka Aku Adil "Tapi menurutku sih, emang seharusnya diusut gak sih? Biar semuanya terang, biar semuanya gak saling suudzon. Ben puas ngono tho rek kabeh ki". Ungkap Joki resah. "Loh iyo Jok, aku pun setuju soal itu. Tapi mesti gak akan selesai sampai di situ deh Jok. Soal e iki urusan masa depan deso lek jare arek-arek. Dadi, meskipun sudah di putuskan mbek Mahkamah Deso, aku yakin tetep iseh bakalan berkelanjutan urusane. Mbuh isu hakim e pesenan /ah, mbuh ono diskusi 'di batik meja /ah', macem-macem pokokke, Jok," jawab Siwo meyakinkan. "Iyo sih, tapi. .. " "Hei heii braadd, pada ngomongin apa niih? Rame amat kayak sidang MD, huahahahaha," Saut Rosul yang baru datang dari balik pintu mobilnya yang nampak belum terkena dampak Revolusi 4.0 "JANCOK!" jawab misuh serentak dari Joki dan Siwo yang sedang asik ngobrol namun dipotong oleh kelakar Rosul yang selalu mericuh perdebatan mereka berdua. Rosul ini enam hari silam baru saja mendapat hadiah haji dadakan dari pemerintah. Katanya, karena Pemerintah Indonesia berhasil me-loby Pemerintah Arab Saudi untuk menaikkan kuota haji Indonesia, jadi antrean dia yang harusnya masih dua tahun lagi, dimajukan jadi tahun ini, tepatnya bulan Agustus depan. "Gimana-gimana? Jadi hoilday? Aku wes siap /ho iki mbek mobilku. Kapan meneh do/an mbek ca/on haji mabrur? Hiahaha," tambah Rosul makin menjadi-menjadi. "Tai banget ki uwong, ora ne dadi haji mabrur tapi ma/ah dadi hajigur ki lak an nek sombong terus koyok ngene," bisik kesal Joki pada Siwo.
"Iyo. Jok. Njebluk pesawat e terdampar neng Filipino njuk di sandra Abu Sayyaf modyar arek iki" Abu Sayyaf ini adalah kelompok radikalis yang memiliki militansi yang kuat terhadap golongannya. Yang juga sekitar tahun 2016 yang lalu pernah menyandera 10 WNI yang berada di Filipina. "Hei hei heiii, gausah rerasan. Wes gek ayo budal. Dhuhuran rung we podo?" tanya Rosul tenang. "Urung laah," saut Joki pede. "Lha koe Wo?" tanya Rosul mempertanyakan semangat ibadah Siwo. "Yo podo sih, urung"--- "Yo wes yo gek ayo dhuhuran sek. lalu kita cuuss berangkat gaann! 1 ! 1 !, .. teriak Rosul semangat untuk menikmati hari liburnya sebelum berangkat haji. "Hmmmmmmmm," jawab Joki dan Siwo malas. Kebetulan, tempat mereka nongkrong tidak jauh dari masjid desa setempat. Jadi tidak perlu waktu lama untuk sampai ke tempat pesholatan. Dan seperti biasa. Rosul menjadi imam sholat mereka bertiga. Karena hendak bepergian, mereka memutuskan untuk men-jama' sholat mereka. Dan bagi Rosul. delapan rakaat tidak memerlukan waktu yang banyak untuk menuntaskannya. Sampai pada akhirnya Siwo menyeletuk protes, "Heh Sul, bukane pie-pie ya. Sholatmu /ho banter e. Anda itu mau haji /ho Sul. Mbok ya agak diperbaiki kecepatan sholatmu". "Ah kon iku prates ae, ma/ah enak to cepet ngeneki. Ora marai sambat makmum e, .. saut Joki emosi.
"Yo hoo sih, Jok. Aku yo setuju nek kui membuat nyaman makmum e. Tapi kan Rosul ini mau haji. Apa ya patut, calon haji sholatnya masih cepet kayak gini," jawab Siwo masih ngotot akan kebenaran kritiknya. "Heh, lak mbiyen wes dijelaske kan kenapa kok Rosul sholatnya gak lama-lama? Apalagi kalau jamaah kan wes dijelaske mbek Rosul to?" ungkap Joki sayah. "Yo tapi ki Jok, tapi. .. " "Wes wes wes, saiki ngene ae. Kon do seneng ta gak nek sho/at e ora sue banget?" tanya Rosul pada mereka berdua. "Yooo seneng sih, mayoritas uwong oponeh nom-noman yo seneng /ek sholat e gak kesuwen" tungkas Siwo. "Nah tak jelamo yo rek. Jadi, sholat itu bukan cuman ibadah individual. Apalagi kita sebagai imam sholat. Imam sholat ini ibarat kereta, dia seperti masinis yang membawa penumpang di belakangnya untuk sampai pada tujuannya. Dan dalam sholat, konsep ikhlas tanpa paksaan adalah yang utama. Karena untuk mendapatkan ridho-Nya dan pahalaNya tentunya kita harus ikhlas terlebih dahulu kepada sholat kita. Nah sesuai jawabanmu, sholat yang tidak terlalu lama itu cenderung menyamankan makmumnya. Kanjeng Nabi pun dalam riwayatnya beliau jika ingin berlama-lama dalam sholatnya maka beliau lakukan ketika sholat munfarid. Bahkan Kanjeng Nabi pun pernah menegur Muadz Bin Jabal ketika Muadz membaca AI-Baqarah dalam sholat jamaahnya, sehingga ada salah seorang makmumnya yang keluar dari jamaah dan memilih munfarid kemudian mengadu kepada Kanjeng Nabi. Nah nek ngono kan dadi ra mashok to. Wong niat e dewe ki dadi imam ben iso nggowo makmum e dewe neng paha/a le wujud e 27 derajat ma/ah justru nggarai makmum
e dewe memeng sholat jamaah mergo imam e mocone sui. Oleh karena itu, sebagai imam kita harus mengesampingkan ego kita, karena siapa tau, di antara makmum kita ada yang sedang mengejar waktu, atau ada yang gak kuat ngadeg sui, kan Wallahualam to," Jelas Rosul bijak seperti biasanya. "Oooo brati sholat iku gak cuman ibadah individu yo Sul? Tapi ibadah sosial barang yo?" tanya Siwo penasaran. "Loh iyo, Wo. Kita jadi bisa melatih kerendah hatian kita terhadap sesama. Seka sho/at barang dewe iso lotion disiplin soal wektu, akeh pokokke Wo manfaat e nggo kehidupan sosial. Makane semakin alim kita ki bukan ditandai dengan semakin lama sholat kita atau semakin egois kita dalam beribadah, tapi justru ditandai dengan semakin pahamnya hakikat sholat dan ibadah kita dengan kita memahami makna sholat dan lainnya sebagai ibadah sosial," jawab Rosul mantap. "Ealaaah, brati anggapan Islam iku agama vertikal tok iku gak bener yo Sul?" tanya Siwo yang masih saja kepo kepada argumen Rosul. "Yo gak /ah cuk, kon iku gak paham-paham ngono ae!," Saut Joki yang daritadi emosi mendengar kekepoan si Siwo. "Wes wes, ngono intine, bener iku wisan koe-koe kabeh. Mokane kok Islam iku diarani agama Rahmatan Iii 'Alamin iku yo ngono iku. Mergane kabeh peribadatane wong Islam iku kabeh ono nilai sosial e. iseh akeh jane canto ibadah liane. Topi kalau tak jelasin semua ndak gak sido dolen awakdewe". "Woiyo, gek ayo cok buda/. Selak soyo panas srengengene," saut Siwo spontan. "Wes panas ketmau, Gondeess -_-.. ----
TAKDIR iwaktuku menulis ini kebetulan malam sedang berkuasa. Sebuah kekuasaan sesaat dengan bulan sebagai panglimanya. Mungkin esok panglima matahari akan kembali mengambil alih kuasanya. (Masih) mungkin sih, tak ada yang pasti dalam kehidupan ini begitupula takdir manusia. Berbicara tentang takdir, bahwa ternyata takdir adalah hak prerogatif manusia dalam memilih, meskipun kuasa segudang opsi atas pilihan itu masih tetap dipegang oleh Sang Maha Raja di sana. Enak bukan? Tuhan memang Maha Demokratis. Tentang takdirnya saja Tuhan tetap menyertakan manusia dalam penentuannya. Dan itulah kenapa alasan diadakannya masa kalkulasi. Tuhan tak akan rela mengkalkulasi dan mempertanggungjawabkan aktivitas hambanya jika Tuhan sendiri yang menentukan aktivitas PASTI dari hambanya. ltulah kenapa Tuhan memberikan banyak rumus ketentuan
bagi manusia untuk memilih jalan hidupnya agar ketika masa kalkulasi dan masa LPJ makhluknya, Tuhan tidak akan mungkin bertindak sebagai hakim yang terlalu otoriter lagi munafik dengan mempertanggungjawabkan atas apa yang sudah ia tentukan sendiri, namun Tuhan adalah Yang Maha Arif, la memilih mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan mandiri para hambanya sebagai konsekuensinya. Karena, kalau Lauhul Mahfudz adalah kitab teknis, apakah Abu Lahab akan tetap masuk neraka karena telah sukses memerankan peran antagonisnya di dunia? Caruban, 17-08-2017.
AYAT-AYAT OPTIMISM i\ptimisme. Sebuah kajian yang cocok bagi sapiens lemah I/ syahwat yang sedang merengeki kehidupannya. Beberapa hari yang lalu, saya berhasil ngentasno sedikit utek dari kejumudan punggung yang tertahan oleh gravitasi kasur, hingga pada titik akhir perjuangan saya untuk mentas itu saya berhasil menyimpulkan beberapa poin pengetahuan yang menurut saya akan lumayan rugi jika tidak disebarkan kepada khalayak sapiens yang lain. Jadi sebagaimana pacakan peneliti muslim, saya menyertakan 3 komponen utama penelitian. Pertama, fenomena alam. Kedua, literatur kitab putih. Dan yang terakhir tentunya kitab kuning sebagai melengkapi pacakan muslim saya. Nah disini saya sedikit berbau kaum istidlal ya. Jadi, maraknya paham pesimisme di lingkungan hidup saya ini sudah tak bisa terelakkan. lnfo2 'gendruwois' itu 19
telah menjamur di khalayak sapiens kita. Bagaimana kita dipaparkan kesengsaraan hidup, ketidakmampuan survive, dan berbagai macam nightmare yang ada. Yang tentunya menyebabkan kelemahan syahwat kita untuk hidup lebih lama di dunia. Pisuhan2 terhadap keadaan dunia pun massif. Hingga akhirnya masturbasi terhadap nyawa pun dilakukan. Dan ini jujur membuat saya resah, karna saya merasa dengan menjamurnya paham pesimisme ini membuat saya tidak ada saingan untuk hidup, Guyon2 hehehe. Bukan, tapi memang keresehan ini muncul karna ketakutan saya terhadap kondisi bangsa dan agama ini jika diisi oleh sapiens2 lemah syahwat itu tadi. Terkait fenomena tersebut, saya menemukan ayatayat tentang hakekat hidup manusia. Yang disitu dijelaskan bagaimana definisi manusia, hingga bab yang membahas manusia itu hidup harus ngapain, apa perannya, dan apa yang akan diperjuangkan olehnya. Yang salah satunya ialah perihal fungsi manusia sebagai pemimpin di bumi Tuhan ini. Lalu, sekarang markitmas pada poin istidlal di mana fenomena alam dan kajian kitab putih kita cocokkan dengan kitab kuning. Jadi manusia itu diturunkan ke bumi tugasnya adalah untuk beribadah kepada Allah. Yang disini kita fokuskan kepada peribadatan jalur kepemimpinan, sebagaimana yang tercantum pada Q.S. 2 : 30. Nah dalam memimpin bumi ini tentunya manusia dibekali amunisi ampuh oleh yang memerintahkannya. Ya kali tidak mungkin seorang Jenderal melakukan pembunuhan secara massal dg menerjunkan prajuritnya untuk bertempur tanpa amunisi. Tuhan
Nadi<1 Julian C!w/nnrr:<1! I 21 pun ngono. Tuhan iku ngmm uwong neng bumi yo wes lengkap e pol amunisine. Nah disini ada 4 amunisi yang akan kita bahas sedikit eksplisit. Pertama, Tuhan menurunkan manusia sebagai pemimpin dg bimbingan terlebih dahulu, terkait pemahaman manusia thd benda2 di a lam raya, ayat e opo? Sil a di eek AI-Baqarah ayat 31. Tentor e sopo? Yo Tuhan langsung. Noh lo cuk po ra edan, dewe iku urip ndek ndonyo iku tentor e Tuhan langsung, udu GO, udu Primagama. udu! lku i mung perantarane tok. Noh bayangno, dewe iku wes dibekali pengetahuan ro Gusti nggo urip, ditentori langsung, njuk koe iseh ngeluh koe ki goblok mergo kurang tentor? Syahadat sek mending, Ngebadahmu kemringet Yang kedua, kita sapiens2 ini selain ditentori langsung oleh Tuhan, juga kita dibekali instrumen untuk memahami apa yang diajarkan Tuhan kepada kita selaku muridnya. Apa instrumennya? Sita di eek di An-Nahl ayat 78 dan AIBaqarah ayat 165. Disitu terdapat 3 instrumen belajar bagi kita. Pertama indera, kedua akal, dan ketiga hati. Bagaimana kombinasi ketiga instrumen ini sudah sangat ampuh untuk memahami sesuatu yang ada di alam raya ini, ditambah tentor e Tuhan. Yok opo cuk, kurang opo dewe ki. Ngono seh misuh mergo kurang ragat nggo sinau? Ketiga, Tuhan telah menundukkan seisi alam raya untuk kita semua. Dali! e opo? AI-Jasiyah ayat 13. Di situ dipaparkan Tuhan bagaimana seluruh alam raya itu ditundukkan bagi kita untuk kita nikmati, untuk kita teliti, pahami, manfaatkan, dan tentunya untuk kita pimpin. Noh wi, a/am raya /ho bayangno, tunduk kabeh iku mbek dewe. Sapi, gajah ta kewan le gedi2 iku yo tunduk mbek dewe, asal dewe dong carane. Gunung,
hutan, taut, langit, kuabeh iku yo manut ro dewe atas kehendak Gusti Allah, carane pie? Yo iku mau mbalek neng pain namer siji ro fora nduwur kui mau. Njuk dg kondisi sek kayo ngono kui koe iseh pesimis? Keempat, nah ini terakhir. Setelah kita diberikan tiga amunisi ampuh di atas, kita masih diberi satu lagi amunisi kueren, amunisi ter-jancuk yang pernah ada. Yaitu adalah kemampuan kita untuk merubah role of life dunia ini. Dalil e opo mas? Ar-Ra'ad ayat 11. Nah neng kono dije/asne, bahwa kaum utowo donyo iki, iso diubah iku mbek menungsone dewe. Menungso i sopo? Haya ndas-ndasanmu kui menungso /ik. Lha banjur carane pie pak ngubah donyo iku? Yo kuii koe gunakno amunisimu namer siji teko telu iku, wes insyaAllah ampuh Ian mandhi. Koe arep opo? Malik sikil dadi neng nduwur sirah? /so. Opo gawe ulama· murtad? /so. Opo gawe paus fransiskus kae dadi Kyai? /so. Opo wae iso, asale dikehendaki Gusti Allah. Nah carane entuk kehendak e pie? Yo kui amunisi namer siji teko telu iku dinggo le tenanan, usaha le tenanan, ojok pesimis, rausah wedi urip, wes mbok dadi we presiden iso. Sambat po misuh pisan pindo rapopo, mari iku istighfar maneh njuk ngafirke wong liyane. Eh kleru wkwk. Maksudku mari istighfar njuk usaha maneh kerjo dadi wong apik, macak homo Jaber ala Karl Marx tur sorbanan ben ra di demo :)).
DAKWAH alam surat AI-Baqarah ayat 30 disitu difirmankan bahwa kita diturunkan ke Bumi untuk menjadi Khalifah Ji/ Ardhi. Bukan hanya Khalifah fil Muhammadiyah. Ji/ NU, fil DPR, fil PK/, dan beberapa kelompok tertentu saja. Namun Allah memberi mandat bagi kita untuk menjadi Pemimpin di BUMI. Dan perlu kita ketahui juga. bahwa bumi itu terdiri dari buaanyaaak sekali golongan maupun komplotan manusia dengan idealisme yang berbeda-beda pula. lantas apa tugas kita? Sudah jelas bukan, bahwa tugas kita adalah masuk menjadi pemimpin dari semua golongan itu, entah golongan kanan, kiri, maupun golongan tengah hingga golongan bunglon. Namun tentunya kita wajib membawa semua golongan itu ke dalam jalan yang Shirota/ Mustaqim. Paham kan ya?
Nah jadi, sebelumnya aku sempat tersentak ketika ada orang atau komplotan manusia yang begitu konservatif atas apa yang orang lain ingin lakukan. Sebagai contoh ketika ada orang yang bergabung di sebuah partai atau ormas yang tidak sesuai karo karepe, nah langsunglah kata muntir a.k.a Kafir yang terucap oleh mulutnya. Padahal Allah menyuruh kita masuk menjadi pemimpin ke dalam semua golongan yang selama itu masih berada di Bumi ini. Bertentangan gaksih ketika mereka koar-koar tentang, "JANGAN MENYEPELAKAN AYATULLAH!" tapi dalam fakta ini justru mereka yang mengingkari firman Sang Maha Kuasa. Maksudku, di sini bukan kita masuk ke semua golongan dan kita mengikuti juga meyakini ideologi dari semua golongan itu. Tapi, kita masuk ke semua golongan itu dan meluruskannya kembali ke jalan yang diridhoi oleh-Nya. Laah ini yang menurutku yang bikin dakwah kita tersendat, ya disini. Kita terlalu membeda-bedakan ladang dakwah kita. Padahal Allah sudah jelas memberikan kita semua yang ada di Bumi ini menjadi ladang dakwah bagi kita. Sebagai contoh, kita anggap komunis jelek, komunis tidak sesuai syariat! Nah justru itu, masuklah ke dalamnya jadilah pemimpinnya dan luruskan gerakannya. Angel? Yo cen angel tapi opo salahe nyobo toh. Liberal wagu, liberal sak penake dewe? Yo masuklah di situ! jadilah pemimpin di tiap organisasi yang menganut ideologi itu lalu luruskan kembali ideologinya. Bukan ma!ah wegah gamau karena dewe ngroso itu bukan ranah kita. Lah broo yok opo Allah menciptakan Bumi dan seisinya kalo bukan untuk ranah hunting pahala buat kita terkhusus buat dakwah bagi kita? Kan begitu logikanya.
Jadi inti dari semua ini adalah jangan sampai kita gamau berdakwah karena kita merasa itu bukan ranah kita. Yok barengbareng dakwah seluas mungkin karena sekali lagi semua yang ada di Bumi ini adalah ran ah kit a untuk berdakwah wa bi/ khusus ranah kita untuk menjadi Khalifah yang Fisabilil/ah. Dicaci, dimaki, diunekke universal hayoben, selama tujuan kita menegakkan Ayatullah yok opo salahe? Sulit? Memang sulit. Berat? Yo pancen berat. Tapi apa salahnya mencoba? Kalo kata leluhur kita itu, kalo bukan kita siapa lagi dan kalo bukan sekarang kapan lagi. Handayani, 31 Agustus 2017
HEDONISM DAN S GALA KEPRI HAT I NAN NYA unani Kuno adalah satu dari sedikit peradaban yang memiliki kecemerlangan tiada tara pada masanya. Sebuah tanah yang mendapatkan anugerah oleh Yang Maha Kuasa berupa kesuburan tanah lembah dengan beragam sumber dayanya yang karena kesuburannya pula, maka salah satunya dapat menghasilkan ilmuwan-ilmuwan terkemuka di dunia pendidikan, terutama ilmu sosial dan filsafat. Banyak ilmu sosial dan filsafat yang ditengarai muncul dari lembah Zeus tersebut. Mulai dari Socrates. Plato hingga Epikuros. Dan salah satu madzhab yang terkenal dari Yunani Kuno adalah madzhab Hedonism. Madzhab yang saat ini sering dipakai mahasiswa yang mengaku dirinya aktivis, terlebih aktivis kiri untuk memaki mahasiswa yang anti-sosial dan mahasiswa yang suka ngafe di kafe dan resto yang mematok harga
yang menyentuh ubun-ubun langit ketujuh. Madzhab yang seringkali diidentikkan dengan gaya hidup branded dan serba mewah dan mahal. Dan menurut saya, madzhab ini adalah salah satu madzhab yang cukup pa rah terpapar misunderstood oleh masyarakat kita. Jika diilustrasikan, madzhab ini muncul ketika Aristippus sedang ngglandang di Athena dalam rangka pencariannya mencari Socrates dari Afrika. Dan pada akhirnya Aristippus ini diselamatkan hidupnya oleh Socrates dalam perjumpaannya. Juga saat itu pula, Aristippus mendapatkan pertanyaan yang cukup melelahkan bagi dia yang baru saja menjadi musafir dari bumi Waka Waka Ee tersebut. Dalam pertemuannya, Socrates bertanya kepada Aristippus, "Pus, tujuan manusia hidup itu untuk apa pus?" "Ya Allah pak Tes, saya ini baru dateng tho. Mbok ditanyain kabar dulu apa gimana gitu. Pertanyaannya lho, kok langsung kayak gitu," timpal Aristippus lesu. "Pus, tujuan manusia hidup itu untuk apa pus?" pertanyaan yang sama kembali dikeluarkan Socrates kepada Aristippus yang masih lesu. "Ya Tuhan, sek ya pak, tak nafas dulu. Menurutku ya, kehidupan itu tak lain tak bukan tujuannya hanya satu, yaitu kebahagiaan ragawi, hedone pak hedone," jawab Aristippus dengan masih terengah-engah. "Nah bagus nak, kamu adalah tetua madzhab Hedonism," tanpa basa-basi, Socrates langsung menetapkan Aristippus sebagai Bapak Hedonism Dunia. Dan seiring berjalannya waktu, mulai dari tahun 430-an sebelum masehi sampai pada 300an tahun sebelum masehi, kabar itu tersebar hingga Pulau Samos, seberang Athena
Uadw J11forn Chai1111 rl'::dl I 29 tempat bersemayamnya Socrates beberapa ratus tahun yang lalu. Kabar itu didengar oleh Epikuros, seorang penulis ulung di dataran Pulau Samos tersebut. la mendengar bahwa ada ide tentang tujuan hidup manusia yang berakhir pada kebahagiaan ragawi. Pada saat itu pula, Epikuros tidak menyalahkan secara penuh ide tersebut, akan tetapi ia mencoba menambahkan indikator kebahagiaan agar lebih tepat disebut sebagai sebuah hedone. la menambahkan, bahwa hedone itu bukan hanya perihal kebahagiaan ragawi, akan tetapi lenyapnya kegelisahan, kesedihan dan kekhawatiran dari segi rohani pun juga dapat masuk dalam scope hedonism tadi. Jadi, tujuan hidup manusia menurut Epikuros adalah menuju kebahagiaan ragawi dan rohani yang tentunya tetap berada dalam koridor kesederhanaan. Lantas apakah Islam juga mengandung nilai-nilai hedonis yang autentik (Epikureanism)? Jikalau tidak, apakah pengejaran ridho Allah dan surga sebagai puncak kebahagiaan yang dituju oleh seorang muslim tidak masuk sebagai perwujudan nilai hedonism autentik ala pemuda Samos tersebut? Lalu, orang brengsek mana yang tega mencederai keautentikan hedonism yang nyatanya cukup lslamis tersebut dengan menyebutkan bahwa paham hedonism adalah paham yang menghambur-hamburkan uang dan gila akan kemewahan saja? Sesempit itukah hedonism ala manusia zaman now? Sesempit itukah hati dan otak aktivis yang suka memaki hedonism sebagai paham yang mereka anggap sampah? Padahal mereka juga merupakan penganut paham hedonism-epikureanism dalam bentuk lain. Mereka bahagia ketika mereka demo, mereka bahagia ketika mereka berhasil menantang penguasa di tengah panasnya aspal jalanan. Lantas apakah masih seburuk itu paham Hedonism?
KEBEBASAN YAN MEN EKANG ita seringkali menginginkan sebuah kebebasan. Mulai dari kebebasan berpendapat ala demokrasi hingga kebebasan berperilaku semacam tabiat hewani. Bebas itu relatif. Bebas itu bahagia. Dan bebas yang benarbenar bebas itu tidak ada. Dalam renunganku terkait kebebasan, aku dibantu dengan sebuah karya ciamik, karya yang pernah dianggap horror pada era-nya. Tiga larik kalimat inilah yang berhasil kucerna dan kuhasilkan pasca aku 'memperkosa' karya cuitan Okky Madasari. Pertama, bebas itu relatif. Bebasku tentu beda dengan bebasmu ataupun bebas mereka. Aku merasa bebas ketika aku bisa menulis dan membuat orang di sekelilingku membaca tulisanku lalu berfikir sama dengan apa yang aku pikirkan.
Kamu mungkin merasa bebas ketika tanganmu bisa dengan santai mencoret tembok-tembok kosong dengan imajinasi indahmu. Dan mereka mungkin merasa bebas ketika mereka bisa melihat penguasa yang selama ini mengukungnya lengser karena hasil tumpahan darah dan keringat mereka sendiri. Tidak ada yang pasti dan sangat relatif. Bisa jadi bebas bagiku adalah kekangan bagimu. Hingga begitupula sebaliknya. Kedua, bebas itu bahagia. Aku bahagia ketika aku dianggap ada. Dan aku merasa bebas ketika aku bisa mewujudkan kebahagiaanku lewat keberadaanku. Namun, bukan tidak mungkin kamu bahagia ketika kamu dianggap tidak ada. Karena dengan tidak dianggapnya kamu, kamu bisa bebas melakukan apapun tanpa ada yang memperhatikanmu. Dan kamu merasa bahagia atas kebebasanmu itu. Dan itulah bebas. Kebahagiaan yang telah ditransformasikan bentuknya. Ketiga, bebas yang pasti itu tidak ada. Kita kadang merasa bebas dengan cara pandang kita sendiri. Mereka juga merasa bebas dengan cara mereka sendiri. Mencari titik temu hanya akan menyulut api kutub kebebasan yang berbeda. Dari lahir kita sudah dikekang. Kita dikekang dengan tubuh kita sendiri. Aturan menyebutkan kita harus menjaga tubuh kita dan itu adalah kekangan pertama. Kekangan kedua adalah dari keluarga. Kita dibentuk semaksimal mungkin dengan aturan keluarga yang ada agar kita bisa membanggakan mereka. Lalu kekangan ketiga adalah lingkungan. Lingkungan dengan sejuta aturannya memaksa kita untuk menurutinya dan semakin jauh dari titik kebebasan yang (kita anggap) ada. Ada lagi kekangan yang lain, dan itu adalah raga. Kadang kita merasa bebas ketika kita sudah tidak berada di dunia. Ketika
nyawa bebas melalangbuana. Lagi-lagi itu hanya anggap sebagian dari kita. Dan kekangan yang terakhir adalah Tuhan. Kekangan kasih sayang yang tidak mungkin bisa kita hindari selama kita masih jadi hamba-Nya. Dan untuk tidak jadi hamba-Nya adalah sebuah kemustahilan. ltu juga berarti berakhir sudah perjuangan pencarian kebebasan kita. Atau bisa diartikan dengan kebebasan itu tidak ada! Merasa bebas itu bukan kehinaan. karena seyogyanya bebas itu relatif.
,'l'l• I Aku Bi11g11ng Al11ka Aku Adu
MENJADl KANDA-YUNDA YANG ADIL (1) "Keadilan ado/ah Memberikan sesuatu yang semestinya kepada orang yang berhak terhadap sesuatu itu" ~ lbnu Miskawaih ~ "Gerakan Mahasiswa wujudkan Indonesia Berkeadilan" Jika ditelisik dari segi maknawi, tema Milad Hml ke-72 ini sungguh memiliki spirit yang agung. Bagaimana gerakan mahasiswa yang diusung Hml ini sangat kontemporer dan aktual. Dan perlu diketahui, 'Adil' sebagai sebuah metafor memiliki daya imajiner yang cukup luas. Dewasa kini, mahasiswa dihadapkan dengan berbagai stigma yang datang dari luar institusi mahasiswa itu sendiri. Dan stigma sebagai kaum milenial, menurut saya adalah upaya labelling yang paling cadas. Bagaimana tidak, kaum
milenial selalu menjadi kaum termarjinalkan jika membahas tentang daya juang dan pola pikir. Semangat instan adalah sebuah kalimat yang mewarnai kehidupan mahasiswa masa kini. Dan menurut saya, itu bukanlah sebuah pemantik yang jitu bagi generasi ini. Pikiran-pikiran 'gendruwoism · pun melayang ke langit-langit pikiran mahasiswa. Namun, terlepas dari itu semua, pemahaman atas karakter generasi milenial ini menjadi sangat penting jika ditinjau dari kacamata organisasi yang memilih mahasiswa sebagai objek gerakannya. Dan kritik terkait relevansi gerakan Hml ini sendiri pernah penulis sampaikan di tulisan yang sempat dimuat di laman daring milik okenews.co.id. Bagaimana mahasiswa saat ini kurang tertarik dengan aktivitas-aktivitas yang sempat trendy dua dekade kebelakang, yaitu Demonstrasi. Bagaimana kita bisa tinjau dari sudut pandang kuantitas aksi jalanan itu sungguh sepi peminat. Dikuatkan lagi oleh survey dari Kemenkominfo, bahwa dalam urusan konsumsi hiburan, millennial menghabiskan 18 jam perhari untuk menikmati layanan tontonan on demand, bermain gim, atau sekadar menonton televisi konvensional . Dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa era ini lebih tertarik kepada aktivitas daring daripada harus menjalani aktivitas-aktivitas laring yang cukup membuang waktu dan tenaga. Bahkan secara esensial dan output pun, hasil dari aksi massa di persimpangan jalan ini belum bisa memberikan jaminan keberhasilan. Oleh karena itu, spirit keadilan yang diusung PB HMI dalam milad kali ini sangat cocok dikaji dan diberi ruang praktik. Kita harus pahami bersama bahwa keadilan adalah bukan sebuah upaya penyetaraan, namun keadilan adalah upaya ketepatan dalam penempatan sesuatu. Mungkin, gerakan massa masih begitu
relevan dan jitu jika dipasang dengan kondisi mahasiswa dua dekade silam, namun jika ditilik dari kondisi karakter mahasiswa yang sekarang, itu bisa jadi sangat paradoksial. MHD.Zakiul Fikri dalam bukunya yang berjudul "DJ BAWAH NAUNGAN KHITTAH PERJUANGAN HM/" menerangkan cukup gamblang terkait kiat-kiat dalam melakukan upaya relevansi gerakan yang dimiliki oleh Hml. Beliau menyebutkan bahwa manusia ini hadir di muka bumi tidaklah sendiri. Namun, manusia telah dibekali instrumeninstrumen dan sumber-sumber akurat untuk menjalani kehidupannya di dunia ini. Bagaimana Allah, Rasulullah , alam semesta , memori, jiwa, dan fakta empiris adalah sumber terkuat dalam kita berkehidupan. Kredibiltas dan akuntabilitas dari lima sumber tersebut tidak perlu diragukan lagi. Dan juga, untuk dapat memahami sumber-sumber terkait, manusia pun telah dilengkapi alutsista yang sangat ampuh. Akal, hati, dan indra . Tiga instrumen ini sudah lebih dari cukup untuk memahami segala sumber yang telah penulis sebutkan di atas. Oleh karena itu, akan sangat picik jika kita sebagai garda terdepan akal sehat masyarakat belum mampu dan mau memaksimalkan sumber dan alutsista yang telah tersedia di depan mata. Yang salah satu contohnya ialah dengan mau dan mampu melihat dan menyesuaikan kondisi objek gerakan sebuah organisasi, yang kali ini adalah mahasiswa sebagai objeknya. Jangan sampai hanya karena sebuah organisasi dakwah kurang mau dan mampu melek kondisi, kejadian ketidakpuasan metode dan konten dakwah agama pada abad ke-18 (Gerakan Sekuler penentang ajaran jumud gereja di Prancis) menjadi kembali terulang di mindset mahasiswa-mahasiswa kita.
S8 Menurut pencarian yang penulis lakukan, gema-gema konten positif terkait Hml di Google Search tidak cukup banyak. Bahkan dari 10 laman teratas di Google, tidak ada satupun konten positif terkait Hml. Tujuh berisi tentang sejarah dan tiga berisikan tentang komentar negatif. Oleh karena itu, spirit-spirit literasi daring ini perlu digemakan kembali kepada tiap tingkatan-tingkatan yang dimiliki oleh Hml, agar konten dan informasi positif terkait Hml ini dapat menjadi pengisi dari trending top ten yang ada di Google Search. Dari Hml Komisarat Fisipol UMY sendiri, penulis sangat mendukung adanya blog pribadi yang dimiliki oleh organisasi ini. Dan dalam beberapa kesempatan, Kanda Teuku Rizki Azkia memberikan konten-konten bernas melalui akun youtubenya. Tradisi-tradisi literasi seperti inilah yang harus terus dimassifkan dan diberikan kekuatan atas keistiqomahannya. Karena menurut survey yang dilakukan oleh Ericsson yang juga dimuat oleh website resmi Kemenkominfo, Jumlah remaja yang mengonsumsi layanan streaming video kian tak terbendung. Ericsson mencatat, hingga 2011 silam ada sekitar tujuh persen remaja berusia 16 - 19 tahun yang menonton video melalui Youtube. Rata-rata mereka menghabiskan waktu di depan layar perangkat mobile sekitar tiga jam sehari. Bahkan angka tersebut melambung empat tahun kemudian menjadi 20 persen. Oleh karena itu, kesimpulan dari semua ini adalah, porsi keadilan dari Hml perlu lebih digiatkan kembali. Bagaimana Hml mampu menempatkan sajian-sajian yang dibutuhkan oleh objeknya, bukan justru memaksakan sajian piring kotor dan makanan basi kepada para konsumen, yang kaii ini bisa kita sebut sebagai mahasiswa.
MENJADl KANDA-YUN YANG IL ( ) (( 5 Februari 1947-5 Februari 2019" Bagi sapiens, mungkin usia itu adalah usia yang tepat untuk menghitamkan jidat. Usia yang tepat untuk memetakan lahan tanah abang. Dan usia di mana akal dan rasa lebih pantas ditampilkan daripada perabotan morfologisnya. Usia senja singkatnya. "72 Tahun" Sebuah digit angka yang tak lagi sedikit. Hampir menyentuh ujung nyawa lbu Pertiwi. Seharusmya, kematangan tak boleh lagi dipersoalkan, namun nyatanya kematangan usia muda lebih nikmat dipandang mata daripada kondisi usia senja. lni bukan tentang kondisi internal tubuh organisasi, tapi ini tentang stigma penonton layar kaca. "Kerusuhan, politis, dan demonstrasi"
Hl Tiga kata yang cukup sulit dienyahkan dari tubuh renta ini. lnsan Ulul Albab katanya, namun dalam cukup banyak kesempatan, perkumpulan Ulul Albab ini seringkali menanggalkan predikat Albabnya sejenak demi tujuan pragmatis belaka. Berdakwah paling manjur memang dengan tongkat kuasa, akan tetapi Sang Rasul tak pernah memperkenalkan metode barbarian dalam kutipan haditsnya. Pecah kaca, bakar kasur penginapan, berkelakar di jalanan. Ya, Rasul tak pernah mengajarkan metode chauvinis. Demi maksud politik, kanda-yunda beberapa kali rela meletakkan mahkota Ulul Albab. Apa itu yang di nanti masyarakat? Tentu tidak. Masyarakat merindukan sosok Cak Nur, masyarakat haus akan Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Anies Baswedan, dan Mahfud MD. Masyarakat merindukan masa-masa itu. Masa di mana intelektualitas, rasa, karsa, dan cipta organisasi terasa nyata. Mungkin satu sampai dua dekade yang lalu, berteriak dengan membopong tongkat bendera masih relevan. Namun perlu diketahui, manusia jaman sekarang benci kerepotan, benci kesia-siaan, dan itulah yang dialami organisasi-organisasi mahasiswa saat ini. Aspal adalah destinasi terakhir penyaluran suara rakyat. Press release lewat media massa lebih dinanti dan minati daripada kerusuhan di bahu jalan. Masyarakat akan lebih kagum akan usaha berwujud dialog dan press conference ketimbang menengok rubrik berita organisasi kita demo dan berakhir baku hantam. Sebagaimana cita-cita kita ketika Kongres XXXI di Sorong, yaitu salah satunya ialah menjaga keutuhan bangsa. Di mana saya selaku orang yang kagum atas perjuangan Hml di masa lampau, sangat geli dan mengharapkan cita-cita kongres dapat diwujudkan sebagaimana mestinya.
Cukup menggelikan ketika ada orang yang menanyakan, "Ka pan Hml berhenti demo?". Sebuah pertanyaan yang cukup menampar datang dari luar institusi. Ciri Hml bukan pada DEMO nya, akan tetapi terletak pada proses daripada akal sehat berjalan. Jika dalam konteks demo maka yang harus dilestarikan dari Hml ialah proses dan hasil penggalian konten DEMO, bukan DEMO nya. Karena perlu diketahui, bahwa demo itu stigma, bukan sebuah predikat penghargaan kepada Hml. Dan perlu diketahui pula bahwa demo atau parlemen jalanan hanyalah sebatas metode dan medium yang bisa diubah dengan yang lebih elegan. Terakhir, sekali lagi bahwa tradisi khas dari Hml ialah proses berlangsungnya akal sehat, bukan sebuah metode yang tak lagi ampuh dan mutakhir yang seringkali kita sebut sebagai, DEMONSTRASI! Selamat Milad Himpunan Mahasiswa Islam. Di usiamu yang senja ini, di sini aku masih yakin denganmu melalui iman, dan aku masih mau berjuang dan berusaha denganmu melalui ilmu., dan pun aku juga masih dengan senang hati percaya bahwa kamu bisa mengamalkan dan menyampaikan ini semua dengan segala amalmu. -YAKIN USAHA SAMPAI!-
#,onfused I AKTIVIS, lDURLAH SAYAN \.-Saya sudah tidak tahu lagi bagaimana cara berpikir mereka para aktivis pergerakan yang menyematkan pada dirinya gelar manusia kritis itu. Dalam banyak kesempatan, mereka melakukan hal-hal yang menurut saya cenderung paradoks dan semi-goblok. Pada satu waktu dan momen yang sama, mereka menuntut kader dan anggota organisasi pergerakan mereka untuk senantiasa kritis secara tekstual maupun kontekstual dan juga menuntut kader serta anggota mereka untuk bisa bertahan berjaga malam dan memastikan mata mereka tidak terlelap untuk terus mengkaji suatu materi yang mereka anggap sangat penting dan fundamental itu. Padahal, dua hal itu adalah bak air dan minyak yang senantiasa tidak akan bisa dijadikan dalam satu tempat dan waktu yang sama secara bebauran.