1.1.2. Sapi Tipe Pekerja bata, tetapi yang jantan
Sapi-sapi yang di masukkan dewasa berubah menjadi
dalam kelompok sapi tipe
pekerja pada umumnya hitam. Satu karakter lain yakni
mempunyai tubuh yang besar,
perototannya kuat, tulangnya perubahan warna sapi jantan
kuat dan besar serta tidak ada
pelekatan lemak dibawah kebirian dari warna hitam
kulit. Mempunyai kulit kuat
dan tahan terhadap berbagai kembali pada warna semula
cuaca. Sapi-sapi asli dari
Indonesia pada umumnya yakni coklat muda keemasan
termasuk dalam kelompok
sapi tipe pekerja, sebagai yang diduga karena makin
contoh sapi bali, sapi madura
dan sapi grati. tersedianya hormon
1.1.2.1. Sapi Bali testosteron sebagai hasil
Ditinjau dari sistematika produk testis. Sapi Bali
ternak, sapi Bali masuk
familia Bovidae, Genus bos merupakan sapi asli
dan Sub-Genus Bovine. yang
termasuk dalam sub-genus Indonesia, yang didomestikasi
tersebut adalah; Bibos
gaurus, Bibos frontalis dan dari spesies banteng (Bibos
Bibos sondaicus, sedang
Williamson dan Payne Banteng). Contoh gambar
menyatakan bahwa sapi Bali
(Bos-Bibos Banteng) yang Banteng liar tertera pada
spesies liarnya adalah
banteng termasuk Famili Gambar 19. Tujuan utama
bovidae, Genus bos dan sub-
genus bibos. Sapi Bali pemeliharaan digunakan
mempunyai ciri-ciri khusus
antara lain; warna bulu merah sebagai penghasil daging,
kerja penarik bajak, dan kultur
sosial lainnya. Sampai saat ini
telah di distribusikan pada 22
propinsi. Warna sapi jantan
adalah merah kecoklatan,
dengan warna putih pada
sekitas pantat. Sedangkan
sapi betina kuning kemerah-
merahan sampai coklat
dengan warna putih pada
sekitas pantan dan paha.
Bentuk tanduk pada sapi
jantan berbentuk U. Di
Sulawesi selatan sapi bali
dikawinkan dengan sapi
ongole, tetapi darah sapi bali
masih dominan
41
Sumber :Ensiklopedi Wikipedia, 2007
Gambar 19. Banteng Liar
Menurut Hardjosubroto (1994) pada ujungnya sedikit
bahwa ada tanda-tanda
khusus yang harus dipenuhi mengarah kebawah dan ke
sebagai sapi Bali murni, yaitu
warna putih pada bagian dalam, tanduk ini berwarna
belakang paha, pinggiran bibir
atas, dan pada paha kaki hitam. Contoh gambar sapi
bawah mulai tarsus dan
carpus sampai batas pinggir Bali tertera pada Gambar 20
atas kuku, bulu pada ujung
ekor hitam, bulu pada bagian dan 21. Saat ini penyebaran
dalam telinga putih, terdapat
garis belut (garis hitam) yang sapi Bali telah meluas hampir
jelas pada bagian atas
punggung, bentuk tanduk keseluruh wilayah Indonesia,
pada jantan yang paling edial
disebut bentuk tanduk silak konsentrasi sapi Bali terbesar
congklok yaitu jalannya
pertumbuhan tanduk mula- adalah di Sulawesi Selatan,
mula dari dasar sedikit keluar
lalu membengkok keatas, Pulau Timor, Bali dan
kemudian pada ujungnya
membengkok sedikit keluar. Lombok. Pane (1989)
menyatakan bahwa jumlah
sapi Bali di Sulawesi Selatan
dan Pulau Timor telah jauh
melampaui populasi sapi Bali
ditempat asalnya (Pulau Bali).
Pada tahun 1991 ditaksir
jumlah sapi Bali di Indonesia
sekitar 3,2 juta, dengan
jumlah terbanyak di Sulawesi
Selatan (1,8 juta ekor), Nusa
Tenggara Timur (625 ekor)
dan Pulau Bali (456 ekor)
Pada yang betina bentuk (Hardjosubroto, 1994.)
tanduk yang ideal yang
disebut manggul gangsa yaitu Produktivitas adalah hasil
jalannya pertumbuhan tanduk yang diperoleh dari seekor
satu garis dengan dahi arah ternak pada ukuran waktu
kebelakang sedikit tertentu (Hardjosubroto,
melengkung kebawah dan 1994), dan Seiffert (1978)
42
menyatakan bahwa fungsi dari tingkat reproduksi
dan pertumbuhan.
produktivitas sapi potong
biasanya dinyatakan sebagai
Sumber :Wikipedia encyclopedia, 2007
Gambar 20. Sapi Bali Jantan
Sumber :Wikipedia (encyclopedia)
Gambar 21. Sapi Bali Betina
Wodzicka Tomas zewska et efesiensi reproduksinya.
al. (1988) menyatakan bahwa Dalton (1987) menyatakan
aspek produksi seekor ternak bahwa produktivitas ternak
tidak dapat dipisahkan dari merupakan hasil pengaruh
reproduksi ternak yang genetik dan lingkungan
bersangkutan, dapat terhadap komponen
dikatakan bahwa tanpa produktivitas.
berlangsungnya reproduksi
tidak akan terjadi produksi. Selanjutnya Warwick dan
Lagetes (1979) menyatakan
Dijelaskan pula bahwa tingkat bahwa performansi seekor
ternak merupakan hasil dari
dan efesiensi produksi ternak
dibatasi oleh tingkat dan
43
pengaruh faktor keturunan sebaliknya lingkungan yang
dan pengaruh komulatif dari baik tidak menjamin
faktor lingkungan yang panampilan apabila ternak
dialami oleh ternak tidak memiliki mutu genetik
bersangkutan sejak terjadinya yang baik. Trikesowo et al.
pembuahan hingga saat (1993) menyatakan bahwa
ternak diukur dan diobservasi. yang termasuk dalam
Hardjosubroto (1994) dan komponen produktivitas sapi
Astuti (1999) menyatakan potong adalah jumlah
bahwa faktor genetik ternak kebuntingan, kelahiran,
menentukan kemampuan kematian, panen pedet (calf
yang dimiliki oleh seekor crop), perbandingan anak
ternak sedang faktor jantan dan betina, jarak
lingkungan memberi beranak, bobot sapih, bobot
kesempatan kepada ternak setahun (yearling), bobot
untuk menampilkan potong dan pertambahan
kemampuannya. Ditegaskan bobot badan. Tabel 6
pula bahwa seekor ternak menunjukkan rataan
tidak akan menunjukkan persentase kelahiran,
penampilan yang baik apabila kematian dan calf crop
tidak didukung oleh beberapa sapi potong di
lingkungan yang baik dimana Indonesia.
ternak hidup atau dipelihara,
Tabel 6. Rataan Persentase Kelahiran, Kematian dan Calf
Crop beberapa Sapi Potong di Indonesia
Bangsa Kelahiran Kematian Calf crop
Brahman 50,71 10,35 48,80
Brahman cross 47,76 5,58 45,87
Ongole 51,04 4,13 48,53
Lokal cross 62,47 1,62 62,02
Bali 52,15a 2,64b 51,40c
Sumber: Januar(1985)
Astuti et al. (1983) dan ternak sapi di negara-negara
Keman (1986) menyatakan
bahwa produktivitas ternak yang telah maju dalam bidang
potong di Indonesia masih
tergolong rendah dibanding peternakannya, namun
dengan produktivitas dari
demikian Vercoe dan Frisch
(1980); Djanuar (1985);
Keman (1986) menyatakan
44
bahwa produktivitas sapi javanicus). Warna sapi merah
daging dapat ditingkatkan
baik melalui modifikasi kecoklatan tanpa warna putih
lingkungan atau mengubah
mutu genetiknya dan dalam di pantat. Keseragaman jenis
praktek adalah kombinasi
antara kedua alternatif diatas. sapi telah dikembangkan oleh
1.1.2.2. Sapi Madura orang madura. Secara umum
Sapi Madura merupakan hasil tubuh kecil dan berkaki
persilangan sapi Bali (Bibos
banteng), sapi Ongole (Bos pendek. Sapi jantan
indicus) dan sapi Jawa (bos
mempunyai punuk yang
berkembang baik dan jelas,
sedangkan sapi betina tidak
berpunuk.
Sumber : Ensiklopedi Wikipedia, 2007
Gambar 22. Sapi Madura Untuk Karapan
Pada kepala terdapat tanduk untuk lomba pacuan sapi
kecil, melengkung ke depan yang dikenal dengan karapan
dan melingkar seperti bulan sapi. Contoh gambar Sapi
sabit. Bobot sapi jantan 300 Madura untuk karapan sapi
kg dan sapi betina 250 kg. tertera pada Gambar 22.
berat pedet pada waktu lahir
12-18 kg. umur dewasa 1.1.3. Sapi Tipe Perah
kelamin 20-24 bulan.
Pertambahan berat badan Sapi perah adalah sapi-sapi
0,25-0,6 kg per hari. yang mempunyai kemampuan
Persentase karkas 48-63% memproduksi air susu dalam
dan perbandingan daging jumlah yang cukup banyak.
tulang adalah 5,84 :1. Sapi Sapi perah pada umumnya
Madura banyak digunakan mempunyai bentuk tubuh
45
bagian belakang melebar Sapi FH sangat populer
sebagai sapi perah. Pertama
kesegala arah sehingga dibawa dari pulau Fries Land
barat Belanda dan sebagian
terdapat kebebasan untuk dari Australia serta Selandia
baru, Amerika, Kanada, dan
pertumbuhan ambing atau Jepang. Warnanya putih dan
hitam dan sangat disukai
mempunyai bentuk trapesium. peternak. Sapi FH memiliki
performansi yang baik
Jenis sapi perah anbtara lain: sebagai penghasil daging dan
susu. Distribusinya sebagian
y Sapi Friesian holstein (FH) di dataran tinggi (700 m di
atas permukaan laut) dengan
y Sapi Grati temperatur antara 16-23º C,
lembab dan basah di pulau
y Sapi Jersey Jawa. Contoh gambar sapi
FH betina tertera pada
y Sapi Sahiwal Gambar 23.
y Sapi Brown swiss
y Sapi Guernsey
y Sapi Ayrshire
y Australian Illawara
Shorthorn
y Sapi Autralian Milking
Zebu
1.1.3.1. Sapi FH
Gambar 23. Sapi FH Betina
Sapi Holsteins dapat dikenali Sapi dara dapat dikawinkan
dengan cepat dari warnanya pada umur 15 bulan, jika
yaitu putih dan hitam/merah berat badan sudah mencapai
serta produksi susunya yang 400 kg, diharapkan umur
tinggi. Berat pedet yang baru pada waktu pertama kali
lahir dapat mencapai 45 kg, melahirkan antara 24-27
berat dewasa dapat mencapai bulan. Lama kebuntingan
750 kg dengan tinggi 58 inchi. sekitar 9 bulan. Dengan lama
produksi sekitar 6 tahun.
46
Produksi susunya di Amerika Sapi Jersey berasal dari pulau
8.000 liter dengan lemak 330 Jersey di Inggris, digunakan
kg dan protein 275 kg per sebagai penghasil susu.
ekor per tahun. Di Indonesia Ukuran sapi kecil berkisar 360
produksi susu masih rendah, sampai 540 kg untuk sapi
pertahun berkisar 3.000 liter. betina dan 540 sd 820 kg
untuk sapi pejantan.
1.1.3.2. Sapi Grati Kandungan lemak susu pada
susu sapi jersey tinggi. Jenis
Sapi grati merupakan hasil sapi ini belum ada di
persilangan sapi FH dengan Indonesia. Warna sapi
sapi Jawa-ongole. Sapi Grati bervariasi dari abu-abu terang
dikembangkan di dataran sampai hitam. Paha, kepala
rendah di daerah Grati, Jawa dan bahu sapi warnanya lebih
Timur. Populasi sapi Grati gelap daripada warna
sekitar 10.000 ekor. tubuhnya. Gambar sapi
Jersey betina tertera pada
1.1.3.3. Sapi Jersey Gambar 24.
Sumber: Wikipedia, 2007
Gambar 24 Sapi Jersey Betina
1.1.3.4. Sapi Sahiwal Cross (pakan). Holstein murni
memang kurang nyaman bila
Habitat asli sapi Holstein di dipaksa tinggal dan bermukim
Holland memang beda di negeri kita. Kalau dipaksa,
dengan kondisi Indonesia. tentu bisa bertahan hidup,
Kondisi disini mencakup: karena Holstein memang
iklim, fauna dan vegetasi punya daya adapatasi yang
sebagai pensuplai nutrisi cukup baik.
47
Holstein silangan ini tentu
Untuk di Indonesia, sapi tidak sebagus Holstein
perah biasanya dipelihara aslinya, tapi sapi hybreed ini
dengan penyediaan pakan kampiun dalam
yang tidak maksimal. mempertahankan diri
Penyediaan rumput terhadap sengatan panas dan
berkualitas rendah tidak kelembaban yg tinggi, tahan
cukup untuk mensuplai terhadap serangan serangga
kebutuhan energi untuk hidup dan parasit. Mikroba rumen
pokok. Setelah kebetuhan yang hidup di dalamnya juga
hidup pokok terpenuhi maka mampu mencerna vegetasi
ternak baru akan yang khas untuk daerah
menggunakan suplai tropis, yang notabene
energinya untuk memproduksi mengandung serat kasar dan
susu. Jadi ada korelasi yang lignin yang tinggi. Ukuran
sangat signifikan antara tubuhnya yang lebih ramping,
pakan dan poduksi susu juga lebih pas untuk daerah
disamping dukungan faktor tropis. Berat sapi dewasa
genetik. Max Dowell, ahli sekitar 300-400 kg, berat lahir
genetik sapi perah dari 18-23 kg. Produksi susu
Cornell menyarankan, sapi pertahun 1.800 kg, dengan
perah yang cocok dengan lama laktasi 220 hari, dewasa
iklim Indonesia dengan kelamin pada umur 16 bulan.
mengawinsilangkan sapi FH Contoh gambar sapi Sahiwal
dengan sapi perah daerah betina dan jantan tertera pada
tropis, misalnya sapi sahiwal Gambar 25 dan 26.
dari India. Kapasitas produksi
Sumber :Ensiklopedi Wikipedia, 2007
Gambar 25. Sahiwal Betina
48
Sumber :Ensiklopedi Wikipedia, 2007)
Gambar 26. Sahiwal Jantan
1.2. Ternak Kerbau kerbau yang ada di India,
diantaranya kerbau Murrah,
Ternak kerbau merupakan kerbau Surti, kerbau Nilli,
ternak ruminansia. kerbau Mehsana dan kerbau
Berdasarkan taksonominya Nagfuri. Sedangkan di negara
maka kerbau termasuk dalam Indonesia ada empat jenis
: kerbau yang telah
Filum : Chordata dikembangkan yaitu kerbau
Subfilum : Vertebrata lumpur, kerbau rawa, kerbau
Kelas : mammalia murrah dan kerbau lokal.
Sub famili : Bovinae Dari hasil penelitian Mason
Genus : Buballus (1969) Kerbau Indonesia
merupakan modifikasi antara
Species : bentuk antelope dan sapi, dan
y Buballus arnee
y Buballus depressicornis digolongkan menjadi 4
y Buballus mindorensis
y Buballus caffer kelompok yaitu:
y Buballus merah
y Anoa (Buballus depresi
cornis) adalah sekelompok
anoa yang terdapat di
Sulawesi
Kerbau mempunyai beberapa y Borneo buffalo (Buballus
bangsa atau jenis, akibat dari
penyebaran dan adaptasinya arneehosei) adalah jenis
yang luas ke berbagai daerah
di dunia. Menurut Rukmana R kerbau lumpur yang ada di
(2003) ada beberapa jenis
Kalimantan
49
y Kerbau-banteng Delhi: Kerbau Rawa mempunyai
yaitu Kerbau sungai, sifat yang mirip dengan
terdapat di Sumatera kerbau Lumpur yaitu suka
mandi di air.
y Bos arni: adalah Kerbau
yang terdapat di Asia 1.2.3. Kerbau Murrah
Tenggara
Kerbau Murrah adalah salah
1.2.1. Kerbau Lumpur
satu jenis kerbau perah yang
Kerbau lumpur banyak ditemu
di Asia Tenggara seperti banyak diternakkan di
Vietnam, Laos, Kamboja,
Thailand, Malaysia maupun di Indonesia. Kerbau ini banyak
Indonesia. Kerbau lumpur
mempunyai sifat senang terdapat di daerah sekitar
berkubang dalam lumpur.
Pada umumnya kerbau Medan Sumatera Utara.
Lumpur merupakan tipe
pekerja yang ulet, baik Kerbau Murah merupakan
sebagai pengolah (membajak)
sawah maupun sebagai kerbau perah yang paling
penarik gerobak. Namun
demikian kerbau lumpur juga penting.
cocok pula sebagai penghasil
daging. Ciri-ciri kerbau Murrah adalah:
1.2.2. Kerbau Rawa y memiliki bentuk tubuh
Kerbau rawa terdapat Di padat
Sumatera Utara, Sumatera
Barat, Kalimantan Selatan, y tubuhnya kuat,
Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Madura, Bali, punggungnya pendek dan
Lombok, Sumbawa, Timor,
Selawesi utara sulawesi luas
tenggara dan Sulawesi
tengah. Di Kalimantan y leher ringan dan kepala
Selatan kerbau rawa disebut
dengan kerbau kalang. seimbang dengan bagian
tubuhnya yang padat,
y ekornya mempunyai bulu
kipas berwarna putih yang
meluas sampai separuh
bagian hock,
y tanduknya melingkar
dalam bentuk spiral.
Kerbau Murrah
mempunyai ambing susu
yang berukuran besar.
1.2.4. Kerbau Lokal
Kerbau lokal terdapat di
seluruh Indonesia. Warna
tubuhnya pada umumnya
hitam tetapi ada juga yang
berwarna putih. Kerbau Lokal
50
yang berwarna hitam pada y Untuk menghindari
umumnya digunakan untuk pemalsuan pada proses
upacara keagamaan jual beli ternak terutama
sedangkanyang berwarna dipasaran
putih umumnya digunakan Ada beberapa cara yang
sebagai ternak kerja karena dapat dilakukan untuk
disamping lebih kuat juga menentukan atau menaksir
lebih tahan terhadap terik umur ternak, beberapa
matahari. diantaranya:
2. Menentukan Umur 2.1. Catatan (recording)
Ternak
Menentukan umur ternak
Penentuan umur ternak biasa dengan cara melihat catatat
dilakukan oleh peternak dilakukan dengan melihat
dengan maksud-maksud catatan dari pemilik ternak.
tertentu. Adapun tujuan Biasanya catatan (recording)
daripada penentuan umur ternak mengenahi tanggal
ternak pada umumnya adalah kawin, tanggal lahir, nama
sebagai berikut induk, tipe kelahiran, berat
y Untuk penentuan bibit lahir, berat sapih, jenis
yaitu apabila diinginkan penyakit yang pernah
memilih ternak yang menyerang, tanggal vaksinasi
setepat-tepatnya untuk dll. Metode ini adalah yang
tujuan bibit paling tepat dan akurat
y Untuk tujuan dibanding dengan cara-cara
pemeliharaan, yaitu untuk yang lain, namun biasanya
mengetahui sampai umur peternak belum banyak yang
berapa ternak tersebut melakukan rekording dalam
masih produktif untuk manajemen pemeliharaannya,
dipelihara dan apabila sehingga menemukan
dipandang sudah tidak kesulitan untuk menentukan
produktif maka harus umur ternak
berani memutuskan
merubah bentuk 2.2. Wawancara
usahanya.
y Untuk tujuan preventif, Penentuan umur dengan cara
terutama pada ternak mengadakan wawancara
yang tidak sehat/sakit agar adalah dengan menanyakan
dapat dengan tepat secara langsung pada pemilik
diketahui dosis ternak tersebut baik
pengobatannya mengenahi tanggal kawin,
51
tanggal lahir, nama induk, tipe untuk kebutuhan
kelahiran, berat lahir, berat
sapih dll. Ketepatan dan pertumbuhan tanduk
keakuratan hasil sangat
tergantung dari kejujuran dari sementara diperhentikan.
peternak yang diwawacarai
nya. Akibat terhentinya suplay
makanan untuk pertumbuhan
tanduk maka pertumbuhan
tanduk akan terhenti dan ini
menyebabkan terjadi bentuk
2.3. Habitusnya cincin pada diameter tanduk.
(tingkahlaku)
Hal ini dapat dilihat terutama
pada sapi dan kerbau yang
Kebiasaan ternak pada suplay makanan kurang.
umumnya secara alami Penentuan umur ternak
bahwa pada ternak yang dengan melihat cincin tanduk
sehat atau yang muda dapat dihitung dengan
mempunyai temperamen menggunakan rumus: Umur
yang lebih lincah dari ternak ternak = x + 2. Namun cara
yang tidak sehat atau yang ini mempunyai kelemahan
sudah tua. dipasaran, karena cincin
tanduk dapat dihapus dengan
2.4. Gelang atau Cincin cara mengikir tanduk ternak.
pada Tanduk
2.5. Pertumbuhan Bulu
Yang dimaksud dengan
melihat gelang atau cincin Pada umumnya bahwa ternak
pada tanduk adalah melihat yang masih muda
adanya tanda-tanda cincin pertumbuhan bulunya kasar
tanduk. Proses terjadinya tidak teratur dan lebih panjang
cincin tanduk adalah sebagai daripada yang tua yaitu
berikut. Selama ternak pendek, teratur dan halus.
tersebut bunting, dimana
setiap ternak mempunyai 2.6. Pertumbuhan Gigi
variasi lama bunting yang
berbeda-beda, dimana Yang dimaksud untuk melihat
didalam rahim foetus untuk gigi adalah meliputi :
dapat melakukan y Mulai timbulnya gigi
pertumbuhan nya dibutuhkan y Pergeseran bidang asah
sari-sari makanan (zat gizi) gigi
yang tidak sedikit, sehingga y Pergantian gigi
untuk memenuhinya maka y Tanggal/lepasnya gigi
sari-sari makanan yang y Mulai terbentuknya
seharusnya dipergunakan bintang gigi
52
Dalam menentukan umur Dalam menentukan umur
dengan melihat pertumbuhan
ternak dengan melihat gigi, perlu diperhatikan
perbedaan antara gigi
pertumbuhan gigi, perlu temporer dan gigi permanen.
Perbedaan gigi seri temporer
diperhatikan bentuk gigi dari dengan gigi permanent
adalah :
jenis ternak apakah herbivora, y Bentuk gigi temporer lebih
carnivora dan omnivora. Ada kecil daripada permanen
y Gigi temporer dapat
perbedaan bentuk dan
berganti gigi permanen
kondisi gigi antara hewan tetap
y Warna gigi temporer putih,
herbivora, comnivora dan gigi permanen kekuning-
kuningan
omnivora. Pada ternak y Bagian mahkota relatif
lebih kecil bentuknya
herbivora (contoh:sapi, daripada permanen.
Ada pembagian periode
kerbau dll) mempunyai bentuk dalam penentuan umur, yaitu
:
gigi yang lebih besar daripada
2.6.1. Periode I (bulan I)
gigi ternak carnivora, karena
Pertumbuhan gigi pada bulan
tugasnya lebih berat daripada pertama ini dapat diketahui
sebagai berikut:
gigi cornivoranya. y Sebagian besar sejak lahir
Menurut klasifikasinya gigi semua Id sudah tumbuh
dapat dibedakan atas: y Pedet yang belum tumbuh
y Gigi seri (dentis incesivi)
y Gigi taring (dentis canimis) Id 4 nya umurnya kurang
y Gigi geraham muka dari 15 hari
y Apabila Id semua sudah
(Praemolaris) yaitu molar tumbuh dan letaknya
yang masih bisa berganti tersusun rapi (bentuk yang
y Gigi geraham belakang mirip) umurnya sudah satu
(Molaris) yaitu molar yang bulan.
tidak berganti y Gigi seri dalam terasah
penuh umur 10-12 bulan
Formula gigi ternak
53
ruminansia adalah :
I0 C0 P3 M3 =
32
Formula gigi : I4 C0 P3 M3
Keterangan :
I : gigi seri (Incesivus)
C : gigi taring (Caninus)
P : geraham depan (Pre
molar)
M : geraham belakang
(Molar)
y Gigi seri tengah dalam 2.6.4. Periode 4 th ke atas/
terasah penuh umur 14 lebih
bulan
Pada ternak yang umurnya
2.6.2. Periode bulan I- 1,5 th. lebih dari 4 tahun maka
terlihat bentuk giginya:
Pada periode ini harus sudah y Semua gigi seri permanen
memperhatikan adanya sudah tumbuh sempurna,
perkiraan sapi berumur 4
bidang asahan, dimana : tahun
y Luas bidang asahan pada
y Gigi seri dalam (dent I1 bagian yang terasah
setengah bagian dari luas
incesivus daciduil I) mulai seluruhnya, perkiraan sapi
berumur 5 tahun
terasah paling sedikit umur y Luas bidang asahan I2
setengah bagian dari luas
45 hari. seluuhnya perkiraan sapi
berumur 6 tahun
y Gigi seri tengah dalam y Luas bidang asahan I3
setengah bagian dari luas
(dent incesivus decidual I) seluruhnya , perkiraan
umur 7 tahun
mulai terasa sesudah y Bentuk semua bidang
asahan sudah berlekuk
berumur 50 hari) perkiraan umur 8-9 tahun
y Bentuk bidang asahan
y Gigi seri tengah luar ( dent bagian yang terasah
merupakan segi empat,
incisivus decidual III) mulai perkiraan umur 10 tahun
y Bentuk bidang asahan
terasah sesudah umur 70 membulat perkiraan umur
12-13 tahun
hari. y Bentuk bidang asahan
lonjong terbalik (kerucut
y Gigi seri luar (dent terbalik) perkiraan umur
14-15 tahun
incesivus decudual IV)
3. Identifikasi Tingkah
sudah terasah umur 3 Laku Ternak
bulan.
2.6.3. Periode I,5 - 4 tahun
Pada periode ini perlu
memperhatikan pergantian
gigi temporer ke permanent,
dan hasilnya sebagai berikut :
y Gigi seri I berganti pada
akhir tanun ke II
y Gigi seri tengah dalam
pada awal tahun ke III
y Gigi seri tengah luar
berganti pada awal tahun
ke IV
y Gigi seri luar berganti
pada awal tahun ke V.
54
Seorang peternak perlu merupakan rintangan yang
memahami bagaimana akan memberhentikan
behaviour atau tingkah laku dari peternak untuk bereaksi
ternak yang akan ditanganinya. dengan tenang dan penuh
Bila memahami tingkah laku perhatian.
sapi, dapat diduga bagaimana
sapi tersebut memberikan Pengetahuan tentang tingkah
laku sapi sangat mendukung
respon bila diberi stimulus. dalam pendugaan ternak
memberikan respon. Pendugaan
Sapi tidak dapat melihat, reaksi sapi adalah salah satu
kunci penangananan sapi.
mencium bau atau
mendengar lingkungannya
seperti yang dilakukan
manusia. Mata sapi terdapat Ternak akan memberikan respon
pada kedua sisi kepalanya. bila diberi stimulus. Sehingga
Sapi melihat dan amatlah penting untuk
memperkirakan jarak benda mengetahui respon dari sapi
disampingnya dengan satu dalam berbagai macam situasi.
mata (monocular vision) dan Stimulus yang diberikan harus
pandangan dimuka kepalanya dapat dikontrol sehingga tidak
dengan dua mata (binocular menciptakan respon yang tidak
vision). terkendali.
Sapi cukup sensitif dengan Arausal adalah kunci lain dari
keberhasilan penangananan
gerakan atau suara yang ternak sapi. Arausal dapat
digambarkan sebagai tingkah
mengejutkan. Seekor aktivitas dari seekor ternak. Ini
dapat diamati dari mulai tidur
pejantan akan sangat agresif sampai kondisi yang paling
ekstrim seperti menanduk atau
pada saat musim kawin, menendang bahkan menyerang
dengan membabi buta.
demikian pula sapi yang baru
melahirkan akan selalu
melindungi anaknya dengan
segala kekuatannya,
sehingga peternak harus Secara umum pemahaman
arausal dimaksudkan menjaga
mengetahui apa karakteristik ternak setenang mungkin,
sehingga mereka bergerak
dari sapi. Peternak harus dengan tenang. Stimulus pada
ternak dalam beberapa cara
tanggap atau respek pada dapat meningkatkan atau
menurunkan tingkat dari arausal.
kemampuan ternak sapi
seperti kekuatan dan
kecepatan dari sapi, sehingga
tidak ada keragu-raguan atau
rasa takut dalam melakukan Tingkah laku sosial sapi
bervariasi menurut umur dan
penangananan ternak sapi.
Keragu-raguan dan rasa takut
55
bangsa, dibandingkan dengan membentuk sudut 45 derajat
domba. Sapi muda tidak
mengikuti induknya saat setelah kearah belakang. Tetapi sapi
dilahirkan seperti halnya domba.
Sapi muda berbaring secara yang sedang bergerak
tenang diantara makanan pada
suatu tempat dimana induknya cenderung untuk menendang
sedang merumput.
kearah belakang secara lurus.
Penjantan muda cenderung Banyak hal-hal yang berkaitan
dengan sapi potong juga
untuk bermain, tetapi hanya diterapkan pada sapi perah.
Pada sapi perah banyak tingkah
sampai umur tertentu, laku yang harus dipelajari dari
pengalaman. Sapi perah sering
tergantung pada bangsa dan mengalami stres, karena suatu
perubahan yang rutin. Hal ini
kemudian menjadi lebih agresif meningkatkan tingkat arausal
dan dapat membuatnya sukar
dan bahkan menguasai areal untuk dikendalikan serta
mengakibatkan produksi sapi
tertentu serta menyerang menurun. Sebagai contoh
perubahan rutin pada pergantian
pengganggu-pengganggu di pemerah, isolasi sapi perah dari
kelompoknya untuk inseminasi
wilayahnya. Seorang peternak buatan dan lain-lain.
mungkin dapat terluka karena
ulah dari perkelahian sapi ketika
sapi-sapi jantan tersebut dalam
keadaan yang tidak terkendali.
Untuk menghindari keadaan
kacau akibat tingkah laku sapi
jantan tersebut, maka harus Sapi adalah hewan sosial dan
diusahakan jalan keluar yang sapi sangat mudah terpisah dari
tepat. kelompoknya, jika diganggu oleh
sapi lainnya. Sapi-sapi yang
Sapi potong betina mungkin juga baru melahirkan tidak selalu
pada suatu saat seperti setelah
melahirkan, akan menyerang seagresif sapi potong betina
sapi lainnya atau seorang
peternak untuk melindungi dalam mempertahankan
anaknya.
anaknya. Bagaimana seekor
induk sapi perah dapat berubah
menjadi agresif, karena teriakan
atau gonggongan seekor anjing.
Sapi potong dapat melukai
peternak dan merusak fasilitas Pejantan sapi perah sering pula
menguasai tempat tertentu dan
yang ada, sebagai akibat dapat menjadi agresif, serta
berbahaya bagi peternak atau
benturan-benturan dan sapi lainnya.
kecepatan bergerak serta
agresifitasnya, jangan salah
menduga atau memperkirakan
kecepatan, arah dan ketepatan Sapi perah suka menggosok-
gosokkan badannya pada
bila seekor sapi menendang. dinding pagar dan membuatnya
menjadi tenang. Jika ingin
Sapi yang berdiri biasanya
menendang keluar dengan
56
menyentuhnya, maka usahakan 4. Prinsip Pemberian Pakan
agar sapi tersebut melihat
terlebih dahulu. Tindakan yang Ternak memerlukan pakan untuk
mengejutkan dapat membuatnya
menendang. kebutuhan pokok hidup,
pertumbuhan dan produksi.
Keberhasilan didalam Kebutuhan pokok hidup meliputi
budidaya atau pemeliharan menjaga temperatur tubuh,
ternak sangat ditentukan oleh bernafas, aktifitas, fungsi
bagaimana manajemen metabolisme tubuh dan lain-lain.
pemeliharaan yang Untuk ternak yang masih muda
diterapkan. Apabila yang dalam masa pertumbuhan,
manajemen budidaya atau maka ternak akan memerlukan
pemeliharaan yang diterapkan pakan lebih banyak untuk
bagus, maka kemungkinan pertumbuhan badannya.
berhasilnya suatu usaha juga Sedangkan untuk produksi
sangat besar. Manajemen tergantung dari tujuan
pemeliharaan ternak, bisa
pemeliharaan ternak berupa produksi susu, atau
menyangkut bebera hal, salah daging. Pada ternak yang
satunya adalah bagaimana bunting memerlukan pakan
cara/teknik menangani atau untuk pertumbuhan janin yang
handling ternak dengan dikandungnya, disamping untuk
benar. Sehingga tidak kebutuhan pokok hidup
menyebabkan cidera bagi induknya.
ternak dan sipelakui handling. 4.1. Kebutuhan Pakan
Hal ini sangat penting karena
penanganan ternak Kebutuhan pakan bervariasi
tergantung dari jenis ternak,
ruminansia akan jauh berbeda lingkungan, kecernaan pakan,
selera dll
dengan ternak unggas.
Ternak ruminansia seperti 4.1.1. Jenis Ternak
sapi, dan kerbau memiliki
tenaga yang lebih besar/kuat Permintaan fisiologis ternak
dibandingkan dengan ternak untuk hidup pokok, pertumbuhan
unggas. Disamping dan produksi berbeda antara
mempunyai tenaga yang ternak yang satu dengan yang
besar/kuat, ternak tersebut lainnya. Hal ini disebabkan oleh
mempunyai tanduk untuk kapasitas dari saluran
menyeruduk yang berbahaya pencernaan dari ternak yang
bagi keselamatan orang yang bersangkutan. Faktor-faktor
akan menangani serta bisa yang berpengaruh dari ternak
menendang. meliputi, bobot badan, jenis
57
kelamin, umur, faktor genetik ternak daerah panas (dataran
rendah). Perubahan tingkat
dan tipe bangsa ternak : konsumsi setiap ternak berbeda-
beda. Misalnya sapi Holstein,
y ternak yang bobot badannya Jersey dan Brahman akan
berubah tingkat konsumsinya
lebih besar akan pada temperatur lingkungan
21,1º C, 23,9º C dan 35 º C.
memerlukan pakan yang
lebih banyak. Hal ini
dikarenakan kebutuhan
nutrisi untuk kebutuhan hidup
pokok, pertumbuhan dan
produksi makin banyak.
y jenis kelamin
y umur Kelembaban
y faktor genetic
y tipe bangsa ternak Kelembaban dapat pula
mempengaruhi mekanisme
4.1.2. Lingkungan pengaturan temperatur tubuh.
Pengeluaran panas dengan jalan
Faktor lingkungan berpengaruh berkeringat ataupun melalui
langsung dan tidak langsung
terhadap ternak. Faktor yang respirasi akan lebih cepat di
berpengaruh langsung meliputi
temperatur, kelembaban dan daerah yang kering.
sinar matahari.
Kelembaban ini terutama penting
di perhatikan di daerah tropis.
Contoh sapi Brahman akan
menurun konsumsinya pada
Temperatur suhu 23º C dan kelembaban
udara meningkat.
Ternak perlu menjaga
temperatur tubuh idealnya. Sinar Matahari.
Perbedaan temperatur tubuh
ternak dan lingkungannya akan Tubuh ternak dapat pula
memperoleh panas secara
mempengaruhi kebutuhan pakan langsung dari sinar matahari.
Tingkat penyerapan panas
ternak tersebut. Semakin tinggi tergantung pada tipe kulit hewan
bersangkutan. Warna kulit tidak
perbedaan temperatur ternak gelap, licin mengkilap, akan
memantulkan cahaya lebih
dengan lingkungannya makin banyak dari pada ternak dengan
kulit kasar, dan gelap. Demikian
banyak energi yang di perlukan pula bulu yang melekat pada
kulit dapat berfungsi sebagai
untuk menjaga temperatur penahan panas.
tubuhnya dengan demikian
semakin banyak pakan yang di
konsumsi ternak tersebut.
Sebaliknya temperatur
lingkungan yang tinggi akan
menurunkan tingkat konsumsi
ternak. Ternak di daerah dingin 4.2. Kebutuhan Nutrisi
(dataran tinggi) memerlukan
pakan lebih banyak di banding
58
Kebutuhan nutrisi untuk hidup menggunakan satuan kalori.
Masing-masing unit satuan
dan produksi ternak ruminansia dijelaskan sebagai berikut:
dipenuhi dengan memberikan
pakan yang berupa hijauan dan
konsentrat. Hijuan terdiri dari Kalori (Cal)
rumput dan leguminosa. Pakan
konsentrat di susun dari Satu kalori adalah panas yang
diperlukan untuk menaikkan
beberapa bahan pakan temperatur 1 gram air dari
16,50C menjadi 17,50C. Karena
semacam biji-bijian, bungkil panas spesifik air berubah
dengan temperatur maka secara
kedelai, tepung limbah ternak, lebih akurat 1 kalori sama
dengan 4,184 joules.
lemak dan campuran vitamin-
mineral. Bahan pakan tersebut
dengan bantuan mikroba
didalam perut akan
menghasilkan energi dan nutrisi
yang penting untuk Kilo Kalori (kcal)
pertumbuhan, reproduksi dan
kesehatan ternak. 1 kilo kalori sama dengan 1.000
kalori dan merupakan unit yang
4.2.1. Energi sering digunakan pada pakan
ternak.
Energi bukan merupakan nutrisi,
tetapi merupakan hasil dari Mega kalori
proses oksidasi bahan pakan
yang akan menghasilkan energi Satu megakalori sama dengan
dan nutrisi selama proses 1.000.000 kalori dan banyak
metabolisme. Nilai energi dari digunakan untuk
bahan pakan dapat mengekspresikan kebutuhan
diekspresikan dengan beberapa nutrisi yang lain yang
cara. Deskripsi tersebut berhubungan dengan energi
berhubungan dengan nilai pakan
energi, termasuk pengukuran
(digestible energy, metabolisme Joules
energy dll). Satu joules sama dengan 107 erg
(1 erg adalah jumlah energi yang
4.2.1.1. Pengukuran Unit diperlukan untuk mempercepat
Energi perpindahan masa 1 gram
dengan kecepatan 1 cm/detik)
Unit pengukuran energi dapat
menggunakan kalori, erg atau Gross Energy (GE)
Joule. Satuan tersebut dapat
dikonversi antara satu satuan GE merupakan energi yang
dengan satuan lainnya dan dilepaskan sebagai panas jika
semua unit satuan benar. Di suatu substansi dioksidasi
Amerika menggunakan satuan menjadi karbon dioksida (CO2)
Joules sedangkan di Indonesia
59
dan air (H2O). Pengukuran GE panas fermentasi dan gas
menggunakan bom kalorimeter pencernaan.
dengan tekanan oksigen 25
sampai 30 atmosphere. GE (Gaseous Energy)
4.2.1.2. Terminologi Energi GE berasal dari gas yang
dihasilkan oleh fermentasi
Beberapa singkatan telah pakan. Gas yang utama adalah
gas metan. Gas-gas lainnya
digunakan untuk adalah hidrogen, karbon
monoksida, aseton, etana, dan
mendeskripsikan fraksi energi hidrogen sulfida.
pada sistem ternak. Masing- UE (Urine Energy)
masing singkatan dijelaskan UE merupakan energi bruto dari
urin. Sumber EU adalah nutrisi
sebagai berikut: yang tidak digunakan dan
produk metabolisme.
IE (Intake Energy) ME (Metabolisme Energy)
IE merupakan energi bruto yang ME merupakan gross energi
terkandung dalam pakan yang pakan yang dikonsumsi
dikonsumsi ternak. Nilai IE sama dikurangi dengan gross energi
dengan berat pakan yang pada feces, urine dan gas hasil
dikonsumsi dikalikan dengan GE metabolisme.
(Gross Energy).
Net Energy (NE)
DE (Digestible Energy)
NE merupakan enegi
DE merupakan gross energi metabolisme dikurangi energi
pakan yang dikonsumsi (IE) yang hilang sebagai tambahan
dikurangi gross energi pada panas atau panas yang timbul
kotoran sapi (feces). dalam tubuh oleh reaksi biokimia
dalam saluran pencernaan atau
FE (Fecal Energy) dalam sel. Di daerah dingin
panas tersebut dimanfaatkan
FE adalah energi bruto yang untuk menjaga temperatur tubuh
terkandung dalan feces. Nilai FE tetapi di daerah panas akan
dihitung dengan berat feces dibuang melalui konveksi ke
dikalikan dengan energi bruto udara sekeliling ternak. NE bisa
yang terkandung didalamnya. FE terdiri dari energi yang
bersumber dari energi dalam digunakan untuk menjaga
bahan pakan yang tidak tercerna (maintain) tubuh atau kebutuhan
(FiE) dan energi campuran hidup pokok dan produksi
bahan metabolik tubuh (FmE). sehingga tidak ada NE absolut
TDE (True Digested Energy) 60
TDE dihitung dari IE dikurangi
dengan energi, kehilangan
pada bahan pakan. NE bisa 4. 3.1. Karbohidrat
merupakan energi yang
diperlukan untuk menjaga tubuh Karbohidrat merupakan sumber
(NEm) dan energi untuk produksi
(NEp). energi yang utama bagi
ruminansia. Sumber karbohidrat
berasal dari hijauan pakan
ternak dan konsentrat yang di
TDN (Total Digestible Nutrient) susun dari biji-bijian dan limbah
pertanian. Biji-bijian semacam
Sistem ini berdasarkan analisis jagung, sorgum, gandum dan
proximat yang memberi nilai DE
pada lemak dapat dicerna dan barley merupakan bahan pakan
protein dapat dicerna. Sistem
TDN merupakan bentuk sumber karbohidrat. Di
pengukuran kompromi antara
DE dan ME. (0,45 kg TDN setara Indonesia juga terdapat sumber
dengan 2.000 kkal DE atau
1,600 kkal ME. Menurut NRC karbohidrat seperti gaplek,
(National Researh Council) nilai
TDN hampir semua merupakan onggok, dedak dll.
hasil konversi dari ME, dengan
persamaan: 1 kg TDN = 3.615 Karbohidrat dapat di
Kkal ME = 4.400 Kkal DE.
Skema Energi tertera pada klasifikasikan menjadi 5 jenis
Gambar 28.
yaitu monosakarida, disakarida,
trisakarida, poliskarida dan
mixed polisakarida. Unit dasar
karbohidrat adalah gula
sederhana, yaitu heksosa
karena setiap molekul
mengandung enam atom
karbon. Sedikit heksosa bebas
dapat di temukan pada
4.3. Nutrisi Pakan tanaman. Hexosa terdiri dari
glukosa, fruktosa, galaktosa dan
Zat makanan (nutrisi) manosa.
merupakan substansi yang
diperoleh dari bahan pakan yang Sebagian besar karbohidrat
adalah bentuk disakarida, yang
dapat digunakan ternak bila merupakan kombinasi dua gula
heksosa atau polisakarida-
tersedia dalam bentuk yang polimer beberapa molekul
heksosa. Disakarida yang paling
telah siap digunakan oleh sel, penting dijumpai di alam adalah
sukrosa maltosa, laktosa dan
organ dan jaringan. Zat makan selobiosa. Lakstosa adalah gula
yang dijumpai pada air susu,
tersebut dapat di klasifikasikan sedang sukrosa terdapat pada
sebagian besar tanaman.
menjadi 6 kelompok yaitu
karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral, dan air.
Masing-masing kelompok
diuraikan sebagai berikut:
61
KONSUMSI ENERGI BRUTO (GE)
ENERGI FECES (20-60%)
1. Dari makanan
2. Dari metabolisme
ENERGI TERCERNA (DE)
1. gas CH4 (Methana) (5-12%)
2. energi urin 3-5%
ENERGI METABOLISME (ME)
PRODUK PANAS (10-40%)
1. panas fermentasi
2. panas metabolisme zat makanan
ENERGI NETTO (NE)
Untuk hidup Untuk
pokok produksi
⋅ metabolism ⋅ pertumbuha
e basal n
⋅ aktivitas ⋅ penggemuk
⋅ memanask an
an tubuh ⋅ air susu
⋅ wol
⋅ kerja
Sumber: Kromann, 1973
Gambar 27. Skema Pemanfaatan Energi
Polisakarida seperti pati, tanaman terdiri dari selulosa.
selulosa, merupakan komponen Pada ternak unggas tidak bisa
penting dalam ransum ternak mencerna selulosa karena tidak
ruminansia. Selulosa merupakan memiliki enzim selulase, pada
persenyawaan organik dengan ternak ruminansia enzim
hemiselulosa dan lignin yang selulase di produksi oleh
banyak terdapat di alam. Hampir mikroba di dalam rumen
50% bahan organik pada sehingga mampu mencerna
62
selulosa. Pencernaan menghasilkan kandungan
protein kasar.
karbohidrat akan menghasilkan
Volatil Fatty Acyd (asam lemak
terbang) yang disingkat dengan Kebutuhan protein sebenarnya
lebih di tekankan pada
VFA. VFA terdiri dari sebagian kebutuhan asam amino yang
terdapat dalam pakan. Terdapat
besar asam asetat, propionat 20 asam amino dalam protein
dan semuanya penting bagi
dan butirat dan sebagian kecil ternak. Asam amino terdiri dari
Arginine, Cystine, Histidine,
asam format, isobutirat, valerat, Isoleucine, Leucine, Methionine,
Lysine, Phenilalanin Threonine,
isovalerat dan kaproat. Tryptophan, Tyrosine, Valine,
Cystein, Alanine, Asam
Percernaan karbohidrat Aspastat, Asam Glutamat,
Glysine, Hydroxyl Proline,
menghasilkan limbah berupa gas Proline, dan Serine
methan yang di keluarkan ternak
melalui proses sendawa.
VFA sebagian besar diserap Keberadaan mikroba di dalam
dalam dinding rumen dan
sebagian kecil lolos yang rumen, mengakibatkan
kemudian diserap pada usus
halus. Senyawa VFA yang metabolisme protein pada
masuk sirkulasi darah akan
mengalami proses katabolisme ruminansia berbeda dengan
yang menghasilkan energi dan
biosintesis membentuk jaringan monogastrik dan unggas.
tubuh dan lemak susu.
Mikroba mempunyai
4.3.2. Protein dan Asam Amino kemampuan mensintesa semua
asam amino termasuk asam-
Protein adalah persenyawaan asam amino yang di butuhkan
organic komplek yang oleh induk semang. Hal ini
mengandung unsur karbon, menunjukkan bahwa kualitas
hydrogen, oksigen, nitrogen, protein tidak menjadi unsur
forfor, dan sulfur. Protein mutlak dalam ransum
tersusun oleh lebih dari 20 ruminansia.
persenyawaan organik yang
disebut asam amino. Satu Penggunaan protein pakan yang
molekul protein tersusun atas dicerna oleh ruminansia adalah
ikatan panjang beberapa asam Protein pakan didegradasi
amino yang disebut ikatan menjadi peptida oleh protease di
peptida. Oleh karena suatu dalam rumen. Peptida
protein rata-rata mengandung dikatabolisasi menjadi asam
16% nitrogen maka kandungan amino bebas lalu menjadi
protein dari bahan pakan atau amonia, asam lemak dan CO2.
karkas dapat diduga dengan
mengalikan kandungan nitrogen Amonia hasil perombakan asam
amino adalah sumber nutrien
dengan 6,2, dan akan bagi bakteri. Bakteri ini akan
63
menggunakan amonia bersama dicerna mengandung protein 70-
dengan karbohidrat mudah larut 80%, 30-40% adalah protein
(FVA) untuk membentuk asam kurang larut. Protein hijauan di
amino yang dibutuhkan dalam cerna dalam rumen sebesar 30-
rangka memenuhi kebutuhan 80%. Jumlah ini tergantung
proteinnya sendiri. Sebanyak 50- kepada waktu tinggal di dalam
80% N mikroba berasal dari rumen dan tingkat pemberian
amonia rumen, sedangkan 30% makan.
protein berasal dari sumber
selain amonia seperti peptida Pencernaan dan penyerapan
dan asam-asam amino.
mikroba dan protein pakan
terjadi di usus halus ternak
Pemberian urea sebagai suplai (ruminan dan monogastrik) oleh
Non Protein Nitrogen (NPN)
bertujuan untuk menyediakan N protease. Asam amino esensial
bagi perkembangan mikro
organisme rumen. Untuk bagi semua jenis ternak.
memacu pertumbuhan mikro
organisme memerlukan N dan Komposisi asam-asam amino
tetes tebu sebagai sumber
energi. yang mencapai usus akan
sangat tergantung kepada jenis
protein, kuantitas dan kualitas
sumber protein pensuplai.
Ternak ruminansia tergantung
pada protein mikroba dan protein
Produk degradasi yang pakan yang lolos dari
terbentuk dalam rumen, pencernaan dalam rumen untuk
terutama amonia, di gunakan mensuplai asam amino esensial.
oleh mikroba bersama-sumber Fungsi protein antara lain untuk
energi untuk mensintesis protein membentuk jaringan, cairan
dan bahan-bahan sel mikroba tubuh, ensim, produksi,
seperti bahan sel yang cadangan energi, dll.
mengandung N dan asam
nukleat. Membangun dan Membentuk
Bagian amonia bebas akan Jaringan Tubuh
diserap masuk ke pembuluh y Protein berfungi membentuk
darah ternak dan di dan membangunan jaringan
transformasikan menjadi urea di tubuh, misalnya daging,
dalam liver. Sebagian besar urea pembentukan dan
tidak dapat digunakan oleh perkembangan organ-organ
ternak dan diekresikan ke dalam tubuh dan pertumbuhan bulu.
urin. Kebutuhan terhadap protein
untuk ternak yang lebih
Sel-sel mikroba (bakteri dan muda lebih tinggi dari pada
protozoa) mengandung protein
sebagai komponen utama, untuk ternak yang lebih tua.
bersama protein pakan melalui
omasum dan abomasum dan Ini disebabkan anak ternak
usus halus. Sel-sel pakan yang
yang sedang tumbuh
memiliki banyak bagian yang
sedang tumbuh, bagian-
64
bagian tersebut memerlukan dan protein. Perbedaan lemak
protein. dan minyak pada bentuknya,
y Membangun dan membentuk pada suhu normal lemak
jaringan tubuh berbentuk padat sedang minyak
y Pembentukan cairan tubuh berbentuk cair.
dan sistem enzim. Cairan
tubuh dan enzim merupakan Molekul lemak terdiri dari
faktor terpenting bagi glycerol dan kombinasi dengan 3
kehidupan ternak. Untuk asam lemak. Asam lemak terdiri
pembentukan kedua faktor dari caprilat, caprat, laurat,
tersebut memerlukan protein. miristat, palmitat, palmitoleat,
y Produksi daging, susu dan stearat, oleat, linoleat, linolenat,
bulu membutuhkan protein arachidonat, gadoleat, behenat,
y Cadangan energi, protein eurat, lignocerat. Komposisi
juga berguna untuk kandungan lemak beberapa
cadangan energi. Walaupun bahan seperti tertera pada Tabel
prosesnya tidak efisien, 7. Sumber minyak yang baik
dalam keadaan tidak ada adalah minyak sawit, dan minyak
energi protein tubuh akan kelapa.
diubah menjadi energi. Ini
sebagai tanda betapa Pada ternak ruminansia lemak di
pentingnya energi, energi dapat dari hijauan makanan
digunakan untuk segala ternak (3% kandungan lemak).
efektifitas tubuh. Akan tetapi karena konsumsi
hijauan cukup banyak maka
4. 3.3. Lemak konsumsi absolut lemak relatif
banyak pula. Bentuk lipida dalam
Lemak murni merupakan ester daun adalah galaktoserida dan
digalakto glicerida. Pemberian
glycerol yang memiliki asam pakan konsentrat pada ternak
ruminansia juga akan
lemak rantai panjang dan memberikan suplai lemak.
Lemak pada konsentrat
merupakan persenyawaan kebanyakan dalam bentuk
trigliserida
karbon, hydrogen dan oksigen.
Persenyawaan oksigennya lebih
rendah dibanding karbohidrat
sehingga energi lebih tinggi
(2,25 kali lipat) dari karbohidrat
65
Table 7. Komposisi Lemak Nabati
No Asam lemak Jagun Biji Minyak Kernel Kedelai Minyak
g Kapas Sawit
sawit kelapa
1 Caprilyc -- - 3- 6
2 Capric -- - 4- 6
3 Laurat -- - 51 - 44
4 Miristat -1 1 17 - 18
5 Palmitat 13 24 48 8 12 11
6 Palmi-toeic -1 - -- -
7 Stearat 43 4 22 6
8 Oleat 29 18 38 13 24 7
9 Linoleat 54 53 9 2 54 2
10 Linolenat -- - -8 -
11 Arachidic -- - -- -
12 Gadoleic -- - -- -
13 Behenic -- - -- -
14 Eurat -- - -- -
15 Lignocerat -- - -- -
Sumber: Potter, 1996.
Asam lemak dibedakan menjadi mikroba akan membebaskan
asam lemak jenuh dan asam asam-asam lemak bebas,
lemak tak jenuh. Asam lemak sehingga galaktosa (gula) dan
jenuh hanya memiliki ikatan gliserol akan difermentasi
tunggal di antara atom-atom menghasilkan VFA (asam lemak
karbon penyusunnya, sementara bebas). Asam lemak tak jenuh
asam lemak tak jenuh memiliki (linoleat dan linolenat) akan
paling sedikit satu ikatan ganda dipisahkan dari kombinasi ester
di antara atom-atom karbon melalui proses biohidrogenasi
penyusunnya. oleh bakteria menghasilkan
asam stearat.
Pakan hijauan dan biji-bijian
Mikroba rumen juga mampu
umumnya berbentuk lemak tidak mensintesis beberapa asam
lemak rantai panjang dari
jenuh. Pada rumen terjadi propionat dan asam lemak rantai
cabang dari kerangka karbon
proses hidrolisa ikatan ester dan asam-asam amino valin, leusin
dan isoleusin. Asam-asam lemak
biohidogenasi asam lemak
jenuh. Hidrolisis lemak
trigliserida, phospholipin dan
glycolipid oleh lipase asal
66
tersebut akan di inkorporasikan Mengurangi Sifat Berdebu
ke dalam lemak susu dan lemak
tubuh ruminansia. Penambahan lemak dapat
Asam lemak yang dihasilkan
dalam rumen akan memasuki mengikat partikel debu.
jujenum (usus halus). Sumber
asam lemak adalah dari bahan Lemak/minyak dapat
pakan dan bakteri rumen.
Bentuk asam lemak adalan mengurangi sifat berdebu dari
asam lemak bebas. Penyerapan
asam lemak bebas akan terjadi ransum. Pengaruhnya akan
pada jujenum.
menurunkan kehilangan pakan
Ketengikan bahan pakan
(rancidity) terjadi karena asam ke udara dan meningkatkan
lemak pada suhu ruang
dirombak akibat hidrolisis atau kesenangan pekerja dalam
oksidasi menjadi hidrokarbon,
alkanal, atau keton, serta sedikit menangani ransum ternak.
epoksi dan alkohol (alkanol).
Bau yang kurang sedap muncul Sumber Asam Lemak Esensial
akibat campuran dari berbagai
produk ini. Penambahan lemak Ternak tidak dapat
pada konsentrat mempunyai nilai
posistif dan negatif. mensitesakan asam linoleat
4.3.3.1. Nilai Positif (asam lemak esensial) sehingga
Menurunkan
Konsumsi Pakan harus disediakan melalui
Kadar energi dalam lemak ransumnya. Untuk pertumbuhan
tinggi, dengan penambahan
sedikit pada ransum akan berat badan yang tinggi
meningkatkan energi sangat
jelas. Energi ransum yang tinggi diperlukan ransum dengan
akan menurunkan tingkat
konsumsi pakan. Dari hasil energi tinggi, penambahan
percobaan pada sapi pedaging
dengan pemberian konsentrat lemak akan membantu
50%, kadar lemak 5%, akan
menurunkan konsumsi sebesar meningkatkan kandungan energi
2% pertambahan bobot badan
meningkat 28%. dalam pakan. Untuk
pertumbuhan sedang dan
normal tidak diperlukan lemak
tambahan, karena energi cukup
dari konsentrat biasa dan
hijauan pakan ternak.
Meningkatkan Palatabilas
Penambahan lemak akan
meningkatkan daya cerna
ransum, sehingga konsumsi
ransum meningkat. Jika ternak
mampu konsumsi ransum
tersebut maka pertumbuhannya
juga akan membaik.
67
Menurunkan Produksi Gas terkandung dalam hijauan akan
Metan menurun. Sebaliknya karbohidrat
yang mudah dicerna dan lemak
Didalam rumen ternak itu sendiri akan meningkat daya
cernanya. Disarankan untuk
ruminansia yang mengkonsunsi menambahkan lemak/minyak
pada ternak yang pemberian
hijauan pakan ternak dalam konsentratnya banyak.
jumlah besar, akan meningkat 4.3.4. Mineral
produksi gas metan. Mineral merupakan bahan
anorganik dalam bahan pakan
Penambahan lemak pada atau jaringan tubuh. Fungsi
mineral membantu proses
ransum akan menurunkan metabolisme. Mineral esensial
terdapat 15 macam dan sering di
produksi gas metan dan bagi menjadi 2 kategori
berdasarkan pada jumlah yang
meningkatkan efisiensi diperlukan dalam pakan.
Mineral yang diperlukan dalam
penggunaan energi. jumlah banyak disebut mineral
makro dan dinyatakan dalam
Memperbaiki Rasio Asetat : persen dari pakan. Mineral yang
Propionat dibutuhkan dalam jumlah sedikit
disebut mineral mikro (trace) dan
Pemberian minyak biji rami dinyatakan dalam ppm (part per
million) atau milligram per
(linseed) atau linolenat akan kilogram.
menurunkan rasio asetat : Dengan berkembangnya ilmu
makanan ternak beberapa
propionate sehingga mineral diduga esensial bagi
ternak, misalnya : flour (F),
meningkatkan efisiensi silikon (Si), titanium (Ti),
vanadium (V), chromium (Cr),
penggunaan ransum. Pemberian nickel (Ni), arsenic (As), bromine
(Br), strontium (Sr), Cadmium
minyak ikan menurunkan (Cd) dan Tin (Sn). Masing-
masing kelompok mineral
produksi propionate sedangkan dijelaskan sebagai berikut:
penambahan lemak hewani 68
menurunkan asetat.
4.3.3.2. Nilai Negatif
Menurunnya
Konsumsi
Penambahan lemak kedalam
ransum akan meningkatkan
tingkat konsumsi ransum. Pada
batas tertentu penambahan
energi yang terlalu banyak akan
menyebabkan tingkat konsumsi
menurun.
Menurunkan Kecernaan Serat
Kasar
Pada ternak yang diberi hijauan
pakan dalam jumlah tinggi maka
pencernaan serat kasar yang
4.3.4.1. Mineral Makro sebanyak 0,95 gram untuk
setiap Kg produksi air susu.
Mineral berfungsi membentuk
tulang, merupakan komponen Pospor berfungsi untuk
dari organ tubuh, kofaktor enzim,
dan menjaga tekanan osmotic. pembentukan tulang,
Kelompok mineral makro terdiri
dari 7 jenis yaitu: calsium (Ca), penggunaan energi, sistem
phospor (P), potasium (K),
Magnesium (Mg), sulfur (S), ensim, kesimbangan asam basa,
natrium (Na) dan Chlorida (Cl).
translokasi lemak dan struktur
sel. Sumber P adalah tepung
ikan, tepung kerang, tepung
tulang dan kapur.
Fungsi masing-masing mineral Pastura tropis rendah
makro dijelaskan sebagai
berikut: kandungan pospornya. Hijuan
yang tua dan limbah pertanian
kandungan P nya juga rendah
Kalsium dan Pospor sehingga banyak ternak sapi
yang menderita defisiensi P.
Kalsium dan pospor diperlukan Gejala defisiensi pada
untuk pembentukan dan ruminansia P antara lain :
merawat tulang. Rasio Ca-P y Tingkat pertumbuhan
pada ternak ruminansia menurun (berhenti)
dianjurkan 1:1 sampai 1:2, rasio y Pica atau Nafsu makan yang
yang terlalu lebar misalnya 8:1 aneh (makan apa saja yang
akan menurunkan produksi tidak lazim kayu, tanah,
ternak. Komposisi kalsium dan tulang)
pospor dari bagian mineral tubuh y Tidak ada estrus (birahi),
sebersar 70%. Fungsi kalsium y Tingkat konsepsi
untuk membentuk tulang, proses (perkawinan) yang rendah
pembekuan darah, kontraksi pada ternak jantan
otot-syaraf, keseimbangan y Tulang lemah, rapuh dan
asam-basa dan aktifitas kelemahan pada sendi-sendi
sejumlah ensim. Untuk suplemen P dapat
digunakan preparat dikalsium
Kebutuhan Ca-P pada ternak fosfat atau natriun fosfat atau
sapi dihitung berdasarkan amonium polifisfat. Sumber P
kebutuhan untuk hidup pokok dalam pakan adalah bungkil-
dan produksi, Untuk kebutuhan bungkilan, produk hewani
hidup pokok 1,54 gram Ca dan (tepung tulang-daging), dan
2,80 gram P untuk setiap 100 kg tepung ikan.
berat badan ternak. Untuk
pertumbuhan di hitung Ca
sebanyak 7,1 gram dan P
sebanyak 3,9 gram untuk setiap
pertambahan protein 100 gram.
Untuk produksi susu dioperlukan
Ca sebanyak 1,23 gram dan P
69
Garam harus diperhatikan, karena K
dalam konsentrat kandungannya
Sodium (Na), potassium rendah. Bahan yang banyak
mengandukng K adalah tetes.
magnesium dan klorida (Cl) Kebutuhan K pada ruminasia
berkisar 0,5-0,8%.
berfungsi bersama-sama dengan
fosfat dan bikarbonat menjaga
homeostatis proses osmosis
dan pH badan. Sodium dan Magnesium (Mg)
clorine penting untuk semua Magnesium merupakan bagian
dari jaringan tubuh dan cairan
ternak. Dalam pakan tubuh lainnya. Bahan pakan
yang mengandung Mg antara
ditambahkan garam untuk lain dedak gandum (Pollard),
konsentrat nabati sumber protein
memaksimumkan tingkat (Bungkil kedelai) dll.
pertumbuhan dan produksi. Jika
kandungan garam tinggi maka
konsumsi air juga akan
meningkat.
Potasium (K) Pada ternak ruminansia Mg
Kalium (K) merupakan mineral terdapat pada tulung dengan
intraseluler yang berperan dalam
metabolisme karbohidrat dan kandungan 0,5-0,7%. Dalam
protein, keseimbangan asam-
basa, pengaturan tekanan jaringan daging kandungannya
osmose, dan keseimbangan air.
Kekurangan mineral ini akan 190 mg/kg, sedangkan pada
mengganggu aktifitas ternak dan
peran mineral makro lainnya. syaraf 100 mg/kg. Fungsi Mg
sebagai katalisator enzim dalam
metabolisme karbohidrat dan
protein, oksidasi sel dan
mempengaruhi aktivitas
neuromuskular. Kebutuhan Mg
Pada ternak ruminansia pada anak sapi diperkirakan
kebanyakan K menyebabkan
defisiensi Na (NaCl) demikian sebesar 12-30 mg/kg berat
juga sebaliknya. Pada ternak
yang banyak makan hijauan, badan. Untuk induk sapi bunting
kadar K dalam hijauan lebih
tinggi dari Na. Sapi akan lebih dibutuhkan 9 mg/kg berat badan,
banyak mengkonsumsi NaCl jika
ransum banyak mengandung sedang untuk induk laktasi
hijauan. Pakan konsentrat lebih
sedikit mengandung K dari pada diperlukan sebsesar 21 gr/kg
hijauan.
berat badan per hari. Dalam
pakan ternak Mg terdapat pada
hijauan pakan ternak dan
konsentrat.
Gejala-gejala defisiensi Mg pada
sapi sebagai berikut:
Hijauan yang berkualitas rendah y Sapi menegangkan leher
kandungan K nya juga rendah.
Pada pemberian konsentrat (opistotonus) dengan
yang tinggi, misal pada proses
penggemukan maka unsur K mengangkat kepala setinggi
tingginya.
70
y Anak sapi sering banyak mengandung sulfat. dan
sebagian kecil dalam darah.
menggerakkan telinga ke Disamping sebagai materi
pembangun S juga berfungsi
belakang dengan posisi agak pada metabolisme protein,
lemak dan karbohidrat,
kebawah dan sensitif pembentukan darah, endokrin,
keseimbangan asam basa.
terhadap rangsangan dari Kebutuhan ternak ruminansia
akan S belum jelas, diperkirakan
luar (suara atau fisik), terjadi 0,10-0,32%.
tremor urat daging, konvulsi Pakan alami biasanya sudah
mencukupi kebutuhan ternak
kemudian mati. akan sulfur. Sumber S pada
pakan ternak adalah hijauan dan
y Gras tetany, sapi mengalami jagung atau silase jagung.
Namun dalam kasus defisiensi S
gejala seperti penyakit ternak menunjukan gejala klinis
penurunan nafsu makan, dan
tetanus yaitu kejang-kejang pertambahan berat badan,
kelemahan umum, lakrimasi,
karena aktivitas daging yang sampai dapat terjadi kematian.
Sesuai dengan fungsinya maka
meningkat (tremor). defisiensi S menyebabkan
gangguan sintesis protein
Cara mengatasi kekurangan Mg mikroba, gejala kekurangan
protein, penurunan kecernaan
• Memupuk pastura dengan selulosa, dan penimbunan asam
laktat yang terlihat dalam darah
preparat Mg (Calsined dan urin. Kadar S yang aman
adalah 0,1-0,2%, tergantung
magnesite), dosis jenis makanan.
pemupukan 17 kg/ha.
• Penambahan preparat Mg
pada konsentrat dengan
dosis MgO2 sebanyak 5
gr/400 gram pakan per hari
• Penambahan MgO2 pada
molase blok dengan dosis 50
gr/hari untuk sapi dewasa
dan 7-15 mg untuk anak
sapi.
• Penambahan preparat Mg
Pada air minum
• Pemberian dosis tunggal 400
ml latrutan yang
mengandung 25% Mg sulfat
atau Mg laktat pada
intravenus. Calsium (Ca)
• Pemberian kapsul Mg alloy Ca merupakan mineral yang
sebesar 226 gram pada sapi paling banyak dalam tubuh.
yang menderita tetani. Mineral ini dibutuhkan untuk
Belerang (S) pembentukan tulang,
Sulfur merupakan bagian dari perkembangan gigi, produksi air
protein yang terdapat pada asam
amino cystine, cystein dan susu, telur, transmisi impuls
methionine. Disamping itu S juga
terdapat pada vitamin biotin, syaraf, pemeliharaan
thiamin dan polisakarida yang
eksitabilitas urat daging yang
normal (bersama-sama dengan
K dan Na), regulasi denyut
jantung, gerakan urat daging,
71
pembekuan darah dan mengandung Ca dari pada
rumput. Biji-bijian untuk
mengaktifkan menstabilkan konsentrat kadar Ca nya rendah.
Sumber Ca adalah kalsium
enzim (misalnya: amilase karbonat, batu kapur giling,
tepung tulang, dikalsium forpat,
pankreas). Defisiensi Ca kalsium sulfat, tepung ikan,
tepung kerang, tepung tulang.
menyebabkan riketsia,
4. 3.4.2. Mineral Mikro (Trace
pertumbuhan terhambat, tidak Mineral)
ada koordinasi otot. Trace mineral (mineral mikro)
terdiri dari 8 jenis yaitu : cobalt
Rickets, Gejala rickets di jumpai (Co) , cooper (Cu), Iodine (I),
besi (Fe), mangan (Mg),
pada sapi muda yaitu tulang selenium (Se), cobalt (Co) dan
zink (Zn). Cobalt juga diperlukan
hewan muda terganggu. Tanda- tetapi sudah terdapat pada
vitamin B12. tembaga dan besi
tanda klinis yang nampak sering sudah cukup pada bahan
pakan sehingga tidak perlu
adalah: tulang menjadi lemah, penambahan. Trace mineral
merupakan bagian dari molekul
lembek (kurang padat), sensi- organik. Besi merupakan bagian
dari hemoglobin dan citocrom.
sendi membengkak, Yodium adalah bagian dari
thyroxine. Tembaga, mangan,
pembesaran ujung tulang, kaki selenium, dan zink membantu
proses enzim. Khusus untu zink
kaku, tulang punggung merupakan bagian dari struktur
DNA.
melengkung, bungkul pada
Kebutuhan trace mineral
tulang rusuk. Jika rickets dipenuhi dari bahan pakan yang
di konsumsi ternak. Pada kasus
dibiarkan maka akan terjadi khusus tanah yang ditumbuhi
bahan pakan defisiensi trace
kelainan pada kaki yang mineral yang menyebabkan
kandungan trace mineral dalam
melengkung hal ini disebabkan bahan pakan rendah. Masing-
masing mineral mikro dijelaskan
oleh tensi urat daging dan bobot sebagai berikut:
badan yang di pikul oleh tulang 72
kaki yang lemah.
Osteomalasia, Kekurangan Ca
pada ternak dewasa akan
menyebabkan osteomalasia.
Yaitu akibat demineralisasi dari
tulang hewan yang sudah
dewasa. Kandungan Ca (dan P)
dalam tulang sifatnya dinamis,
artinya pada saat produksi
ternak tinggi akan mengambil Ca
dari tulang. Gejala klinis antara
lain kelemahan tulang dan
gampang rusak kalau kena
tekanan. Kadar Ca bahan pakan
sangat bervariasi yang
disebabkan oleh jenis tanaman,
bagian dari tanaman dan umur
tanaman. Hijuan pakan ternak
yang lebih tua kadar Ca nya
akan menurun. Leguminosa atau
kacang-kacangan lebih banyak
Mangan (Mn) Mn. Hal ini disebabkan Mn
dalam hijauan dan pakan
Mn diperlukan untuk aktivator konsentrat sudah cukup untuk
kebutuhan ternak. Sumber Mn
enzim, dan trasfer pophat dan adalah hijauan, konsentrat dan
premix mineral buatan pabrik.
decarboxilase, mencegah
perosis, dan pertumbuhan
tulang. Sumber Mn adalah
hijauan dan bahan konsentrat Copper (Cu)
seperti jagung. Didalam tubuh Copper berperan dalam enzim
ternak Mn dijumpai pada hati, dan ultilisasi besi dalam
ginjal, pankreas, dan pituatary, pigmentasi kulit dan
dan sedikit pada jantung, urat pembentukan hemoglobin.
daging dan tulang. Pada Beberapa enzim yang
ruminansia Mn berfungsi membutuhkan copper antara lain
sebagai sintesa karbohidrat, ceruloplasmin, cytochrome,
mucoplyssacharide, sistem oxidase, lusine oksidase,
ensim, misalnya pyruvate tryrosinase, plastocyanin, dan
carboxylase, arginine synthetase baemocyanin. Penyerapan
dll. Kebutuhan Mn pada copper dipengaruhi oleh
ruminansia belum banyak beberapa faktor yaitu: keasaman
diketahui tetapi kekurangan Mn lambung, penggunaan calsium
menyebabkan gejala klinis carbonat dan ferros sulfid akan
bentuk tulang dan postur yang menurunkan penyerapan
abnormal. Kelainan bentuk Copper. Copper yang tidak
tulang antara lain kaki bagian terserap akan dikeluarkan lagi
bawah, pembengkakan sendi, melalui tinja (feces). Pada
humerus yang relatif pendek, kenyataannya dari copper yang
dan tulang yang relatif rapuh. dikonsumsi lebih dari 90%
Defisiensi Mn juga dapat disekresikan kembali oleh
menggagu proses reproduksi ternak. Sumber copper adalah
ternak jantan dan betina. Pada pakan alami.
ternak jantan menyebabkan,
gangguan spermatogenesis, Fungsi esensial dalam tubuh
degenerasi testis, dan antara lain:
epididimus, dan berkurangnya y Pembentukan hemoglobin,
hormon kelamin yang penyerapan Fe dan
menyebabkan sterilitas. Pada mobilisasi Fe dari tempat
ternak betina dapat terlihat ertrus penyimpannya.
yang tidak menentu (tidak ada), y Membantu metabolisme
dan tidak terjadi konsepsi tenunan pengikat
(pembuahan) dan kalaupun y Kofaktor ensim memerlukan
terjadi pembuahan dapat Cu utnuk aktifitas
menyebabkan keguguran. Di biologisnya. Enzim tersebut
daerah tropis yang banyak antara lain: cytochrome
terdapat gunung berapi bisanya oxidase, ascorbic acid
jarang terjadi kasus kekurangan axidase dll.
73
Dalam tubuh ternak Cu dapat kelenjar gondok membengkak,
ditemui pada hati, otak, jantung, kehilangan bulu, kekurangan
urat daging, dan lemak. Pakan hormon tiroksin yang ditandai
dengan kandungan Cu 10 ppm dengan kelemahan umum, basal
dianggap cukup untuk sapi metabolisme menurun,
pedaging. Gejala defisiensi Cu pertumbuhan lambat, pedet lahir
antara lain: terganggunya mati. Pada hewan betina
pigmentasi, menderita fibrosis menyebabkan gangguan estrus
miokardium, tulang pipih dengan sedang pada jantan
tulang rawan melebar, mudah menyebabkan menurunnya
mengalami fraktur atau libido. Sumber yodium adalah
aoetoporosis. Hampir semua pakan alami seperti tepung ikan
hijauan dapat mensuplai dan hijauan makanan ternak.
kebutuhan Cu ternak sebanyak
3-4 kali yang dibutuhkan. Namun Zinz (Zn)
tanaman yang banyak Zn (seng) berperan dalam
mengandung pitat dan lignin pengaktif dan komponen
dapat menurunkan penyerapan beberapa enzim seperti carbonic
Cu. Preparat Cu yang dapat anhydrase, carboxys peptidase,
digunakan adalah CuCO3, alkohol dehidogenase yang
CuSO4 dll. berperan dalam metabolisme
Iodium (I) asam nukleat, sintesis protein
dan metabolisme karbohidrat.
Mineral iodium terdapat dalam Dalam kulit dan jaringan tubuh
tubuh ternak kelenjar tiroid, lainnya serta tulang juga
darah, daging dan susu. terdapat Zn. Gejala klinis pada
Jaringan lain yang mengandung ruminansia adalah tidak peduli
I adalah lambung, kelenjar terhadap lingkungannya,
saliva, ovarium, kelenjar pembengkakan kaki dan
pituatary, kulit, plasenta, dan dermatitis pada leher, kepala
rambut. I diperlukan untuk dan kaki, gangguan penglihatan,
sintesis hormon oleh kelenjar banyak bersalivasi (ludah),
thyroid yang mengatur penurunan fungsi rumen, luka
metabolisme energi. Hormon sulit sembuh, dan gangguan
tiroid memegang peran dalam reproduksi ternak jantan.
termoregulasi, proses Sumber Zn adalah dedak padi
metabolisme antara, reproduksi, dan dedak gandung. Namun
pertumbuhan dan demikian defisiensi Zn jarang
perkembangan, sirkulasi dan terjadi karena dalam pakan
fungsi urat daging. Penyerapan ternak sudah tersedia cukup
yodium pada susu kecil dan kandungan Zn. Didalam
dikonsentrasikan pada kelenjar luguminosa terdapat kandungan
thyroid. Kebutuhan I belum jelas, Zn 60 ppm, biji-bijian
diperkirakan sekitar 0,05-0,8 mengandung 10-30 ppm Zn,
ppm. Defisiensi I menyebabkan sumber protein nabati
mengandung 50-70 ppm Zn,
74
sumber protein hewani dengan gejala bulu ekor rontok,
hilangnya nafsu makan, kuku
mengandung 100 ppm. coplok, dan bisa mati karena
kelaparan, haus dan gangguan
Kebutuhan Zn ternak ruminansia pernafasan.
sulit diperkirakan namun secara
umum kebutuhan tersebut 20-40
mg/kg berat kering pakan.
Molibdenum (Mo)
Selenium Mo didapati pada seluruh urat
Se berperan pada proses daging-tulang dan sedikit pada
metabolisme yang normal dan hati, ginjal dan bulu ternak.
ada kaitannya dengan vitamin E. Fungsi dari Mo adalam
Vitamin E dapat menggantikan komponen esensial dari
kebutuhan mineral Se. beberapa enzim misalnya:
Kelebihan Se akan xanthine oksidase, aldehyda
menyebabkan keracunan ternak. oksidase dll. Kebutuhan Mo bagi
Sumber pakan yang ternak ruminansia belum
mengandung Se antara lain diketahui secara jelas.
jagung (20 ppm), dan dedak Kekurangan Mo jarang
gandum (55 ppm). ditemukan, tetapi kelebihan Mo
justru menyebabkan defisiensi
Dalam tubuh ternak berupa Cu dan menjadi racun yang
seleno-protein yang terdistribusi
secara luas dalam tubuh. Se menyebabkan diare, anoreksia,
juga berperan dalam
penyerapan lipid dalam saluran anemia, ataksia, dan kelainan
pecernaan, atau pengangkutan
melalui dinding usus. Dalam bentuk tulang, depegmintasi kulit
tanaman Se terdapat dalam
bentuk selenium amino acid atau bulu. Sumber pakan yang
bersama-sama dengan protein.
Kandungan Se tanaman sangat mengandung Mo adalah hijauan
tergantung dari kandungan Se
dalam tanah. Pada tanaman segar, sedang pada hijauan
selenium terdapat pada
leguminosa dan rumput. kering kandungan Mo menurun.
Kebutuhan Se pada sapi yang Cobalt (Co)
sedang tumbuh adalah 0,10 Dalam tubuh ternak Co
ditemukan pada hati, mata,
mg/kg ransum kering, untuk sapi ginjal, kelenjar adrenal, limpa
dan pankreas dan sedikit pada
jantan dan induk yang sedang sumsum tulang darah, susu dan
empedu. Didalam rumen sapi Co
bunting 0,05-0,10 mg/kg ransum digunakan mikroba untuk
pembentukan B12. pada
kering. Kekurangan Se makanan ternak kandungan Co
pada rumput lebih rendah dari
menyebabkan daging sapi pada leguminoisa. Kebutuhan
Co pada pakan sebesar 0.1 ppm
berwarna putih, gangguan dari bahan kering pakan.
jantung, dan paralisis. Kelebihan
Se menyebabkan keracunan
75
Pada tanah yang berpasir berperan dalam tarnspor oksigen
dalam sel dan respirasi sel.
kandungan Co rendah sehingga
tanaman yang tumbuh di tanah
tersebut juga rendah kandungan Kebutuhan anak sapi berkisar
Co. Jika ternak makan tanaman 100 ppm sedangkan sapi
yang tumbuh ditanah tersebut dewasa 50 ppm dari bahan
akan mengalami defisiensi Co. kering pakan. Kelebihan Fe akan
Pada tanah yang banyak diberi di simpan dalam hati, limpa dan
kapur juga kadar Co rendah. sumsum tulang. Kadar Fe yang
Gejala defisiensi Co adalah diperlukan dalam pakan ternak
nafsu makan menurun, sebesar 100 µg/g cukup untuk
pertumbuhan terganggu, semua jenis ternak. Defisiensi
pertambahan berat badan Fe banyak terdapat pada anak
berkurang, diikuti nafsu makan sapi karena dalam air susu
yang semakin berkurang, cepat kadarnya rendah, juga bisa
kurus, anemia parah, dan hewan disebabkan oleh pendarahan
dapat mati. Dari segi reproduksi yang disebabkan parasit. Gejala
terdapat 3 gejala klinis akibat klinis dari defisiensi Fe adalah
defsiensi Co yaitu: penundaan anemia, (selaput lendir menjadi
ovulasi-estrus, estrus tidak pucat), kadar hemoglobin
teratur, dan gejala estrus tidak menurun, tingkat kejenuhan
jelas. Untuk mencegah defisiensi transferin menurun, kurang
Co dapat dilakukan upaya-upaya memperhatikan lingkungan,
sebagai berikut: nafsu makan dan pertambahan
y Pemupukan pastura dengan berat badan menurun, serta
preparat Co anthrophy pada papil-papil lidah.
y Penyuntikan viatmin B12 Pada prakteknya kebanyakan
y Penambahan Co pada pakan rumput mengandung Fe 100-250
dengan dosis 2 gram/ton ppm dan leguminosa
pakan. mengandung 200-300 ppm,
y Mencekok sapi dengan sehingga kasus kekurangan Fe
mineral yang mengandung jarang terjadi karena kandungan
Co Fe hijauan lebih tinggi dari yang
y Pemberian Co dalam bentuk dibutuhkan ternak. Bahan yang
Cobaltik Oksida dan tanah mengandung Fe tinggi adalah
lempung tepung daging dan ikan dengan
kadar Fe 400-600 ppm, biji-bijian
Fe 30-80 ppm dan bungkil 100-400
Dalam tubuh Fe didapati pada ppm. Jika diperlukan suplemen
hati, limpa, ginjal, jantung,
sumsum tulang, darah dan sel- Fe dapat menggunakan Fe
sel lainnya. Fungsi Fe
dibutuhkan pada pembentukan sulfat, fero karbodat, feri klorida
hemoglobin, mioglobin, enzim
satilase, dan peroksidase. Fe dll
76
Mineral yang Mungkin Kebutuhan vitamin dinyatakan
Esensial dalam milli gram per kilogram
pakan, kecuali vitamin A,D dan E
Fluor (F) sangat baik digunakan dinyatakan dalam Internasional
oleh tulang dan gigi. Pada Unit (IU).
jaringan lunak F paling banyak
terdapat pada ginjal. Kasus Pada ternak ruminansia
keracunan F disebabkan oleh perhitungan kebutuhan vitamin
kontaminasi makanan dan lebih rumit karena beberapa
minuman. Air dengan kadar F 3- vitamin dapat disintesa oleh
15 ppm akan berakibat racun mikroba di dalam rumen,
dan pakan yang mengandung F misalnya B komplek. Vitamin
sebesar lebih dari 2 ppm. yang larut dalam lemak tidak
Tanaman pada kondisi normal disintesa dalam rumen dan
mengandung F sebesar 1-2 beberapa didegradasi oleh
ppm. Sapi yang mengkonsumsi mikroba rumen, sehingga harus
pakan yang mengandung F ada penentuan secara khusus
sebesar 100 ppm akan tentang kebutuhan ternak
menyebabkan keracunan akut, ruminansia untuk dapat
sedang kandungan 30 ppm berproduksi yang maksimum.
dalam jangka lama akan
menyebabkan flourosis kronis. 4.3.5.1. Vitamin Yang Larut
Gejala keracunan adalah Dalam Lemak
eksitasi, tingginya kadar F dalam
darah dan urin, kaku, anorexia, Vitamin A (Retinol)
salvias berlebihan, muntah,
spasmus urinasi dan defekasi, Vitamin A terlibat dalam sistem
lemah, depresi yang berat dan
kelainan jantung. Sumber F penglihatan dan pengelolaan
adalah tepung tulang, tepung
darah (hasil ikutan ternak), dan jaringan epitel di seluruh
tepung ikan.
permukaan tubuh bagian luar
4.3.5 Vitamin
maupun bagian dalam serta
Vitamin digolongkan menjadi 2
kelompok yaitu vitamin yang berbagai kelenjar
larut dalam lemak dan vitamin
yang larut dalam air. Vitamin endokrin/gonad. Peran vitamin A
yang larut dalam lemak terdiri
dari vitamin A,D, E dan K. juga membantu pembentukan
Sedangkan vitamin yang larut
dalam air terdiri dari tiamin, protein.
riboflavin, asam nikotenat,
folasin, biotin, asam pantotenat, Pakan ternak terdiri dari bahan
pyridoxine, B 12, dan koline. nabati dan hewani. Pada bahan
hewani terdapat vitamin A sejati,
sedang pada pakan nabati
terdapat provitamin A yang
berawal dari caroten. Provitamin
A tersebut akan diubah menjadi
vitamin A oleh ternak.
77
Untuk ternak ruminansia disaran dan D3 cholecalcifero). Vitamin
kandungan vitamin A dalam ini berfungsi dalam penyerapan
pakan sebesar 1200 IU/Kg vitamin Ca dan P dan proses
ransum kering untuk ternak yang kalsifikasi dalam pertumbuhan
sedang tumbuh, sedang untuk tulang. Secara umum vitamin D
ternak betina laktasi dan dibutuhkan untuk membantu
pejantan disarankan 3900 IU per pertumbuhan Dengan bantuan
kg ransum kering. sinar ultra violet matahari tubuh
ternak dapat mengubah
Pada ternak ruminansia gejala provitamin D menjadi vitamin D.
Prinsip ini dimanfaatkan
defisiensi lebih banyak pada peternak dalam membangun
arah kandang yaitu agar dapat
ternak muda yang cepat memanfaatkan sinar matahari
untuk membantu proses
pertumbuhannya dibanding pembentukan vitamin D. Namun
dengan berkembangnya vitamin
ternak tua. Gejala defisiensi sintesis teori tersebut tidak
selalu mutlak diterapkan dan
pada sapi sebagai berikut: ditambah penemuan bahwa
lampu listrik (Neon) dapat
anoreksia diikuti dengan buta mengganti peran sinar matahari.
Ternak sapi membutuhkan
malam, diare yang parah, tidak vitamin D sebanyak 275 IU per
Kg berat kering pakan secara
ada koordinasi dalam bergerak, rinci untuk anak sapi sebanyak 4
IU/kg berat badan, untuk sapi
banyak airmata dan ingus, yang sedang tumbuh 2,5 IU/kg
berat badan, dan 10 IU /kg BB
konvulsi, buta permanen, kornea uantuk sapi bunting/laktasi.
mata pecah, pertumbuhan
terganggu, berat badan
menurun, dan bulu kulit kasar.
Kelebihan vitamin A akan
menyebabkan ternak keracunan.
Pada sapi keracunan pada dosis
17.000 IU per kg ransum kering.
Keracunan pada ruminansia
menyebabkan menurunnya
aktifitas enzim pada
metabolisme energi sehingga
mempengaruhi proses Defisiensi vitamin D pada sapi
pertumbuhan. menunjukan gejala gangguan
tulang dan riketsia pada sapi
Sumber vitamin A adalah hijauan muda, menurunnya Ca dan P
segar, silase, atau hay, jagung
kuning, dan vitamin sintetis darah dengan tanda klinis sendi-
(asetat sintetis). Minyak hati
merupakan sumber vitmin A sendi membengkak dan kaku,
yang terbaik tetapi jarang
digunakan pada peternakan. anorexia, respirasi cepat,
iritabilitas, tetany, kelemahan,
konvulsi, dan pertumbuhan
terhambat. Pada sapi dewasa
tulang mudah fraktur (retak)
Vitamin D (Ergocalciferol) bahkan patah, jika terjadi pada
Vitamin D memiliki banyak tulang punggung akan
bentuk, tetapi yang penting bagi
ternak adalah D2 (ergocalciferol) menyebabkan sapi lumpuh.
78
Sumber vitamin D dalam pakan Vitamin K
berasal dari hijauan pakan
ternak dengan kandungan Vitamin K dikenal sebagai Anti
provitamin D sebanyak 11 IU haemoragi karena dibutuhkan
dan premix mineral buatan untuk membentuk protombin
pabrik. yang penting dalam proses
pembekuan darah jika terjadi
Vitamin E (Alfa tokoferol) luka pada ternak. Fungsi lain
adalah menyediakan energi
Terdapat 7 vitamin E, tetapi untuk fungsi sel.
alpha tokoferol adalah yang
paling banyak penyebarannya Pada ternak ruminansia vitamin
pada bahan pakan ternak.
Vitamin E berfungsi menjaga K dapat disintesa oleh mikroba
kesuburan ternak atau antisteril.
Peran vitamin E sebagai zat dalam rumen dan saluran
makanan yang vital dalam
metabolisme urat daging/syaraf, pencernaan dalam jumlah yang
kontraksi urat daging, sirkulasi,
respirasi, pencernaan, ekskresi, cukup untuk memenuhi
pertumbuhan, konversi kanan
dan reproduksi. kebutuhan. Vitamain K
merupakan satu-satunya vitamin
yang larut dalam lemak yang
dapat disintesa oleh ternak
ruminansia. Pada kasus sapi
Kebutuhan vitamin E pada anak mengkonsumsi zat anti koagulan
sapi 15-60 IU/Kg berat kering
pakan, untuk sapi yang seang (misal dekumarol dari jamur,
tumbuh 6,8-27,3 IU/Kg ransom
dan untuk sapi dewasa 13600 tanaman leguminosa/clover),
IU/0,45 kg ransum, dan 54.600
IU/ton ransum untuk sapi dara, yang mencegah pembentukan
laktasi dan bunting.
protrombin yang
akanmenyebabkan ternak
defisiensi K.
Sumber vitamin E adalah pakan Sumber vitamin K adalah bahan
dari tanaman (K1), hewani (K2)
hijuan dan biji-bijian. Hijauan dan K3 dari vitamin sintetis.
Vitamin K sintetis dikenal
segar mengandung 100-200 dengan menadion. Bahan pakan
sebagai sumber alami Vit K
mg/kg vitamin E, jagung kuning adalah tepung ikan, bungkil
kacang kedelai.
25 mg/kg, juwawut 11 mg/kg, dn
gandum 2-3 mg/kg. Nampak
bahwa hijuan lebih banyak
mengandung vitamin E 4.3.5.2. Vitamin Yang Larut
Dalam Air
dibanding biji-bijian. Karena
vitamin E tidak stabil maka
disarankan menambahkan Vitamin yang larut dalam air
terdiri dari B1, B2, B6, niacin,
premix mineral untuk suplai biotin, B12, asam folat dan C.
masing-masing manfaat dan
vitamin E. gejala defisiensi dijelaskan sbb:
79
Vitamin B1 (Thiamin) B2 merupakan komponen
flavoprotein yang berfungsi
Dalam tubuh ternak vitamin B1 sebagai konenzim.
berfungsi sebagai koensim Pada ruminansia gejala
kokarboxilase dalam bentuk defisiensi sebagai berikut
thiamin phyrophospahate. anoreksia, lakrimasi, salivasi
Fungsinya untuk proses berlebihan, diare, sakit disudut
enzimatis dekarbosilase asam mulut, bulu rontok, dan dapat
alpha keto atau dengan kata lain mati. Kejadian defisiensi
metabolisme asam piruvat disebabkan kandungan dalam
menjadi asetat. Secara pakan rendah dan mikroba
sederhana diuraikan bahwa rumen terganggu. Sumber
vitamin B1 membatu vitamin B2 adalah dari bahan
metabolisme karbohidrat pakan dan sintesis mikroba
menjadi energi. rumen. Disarankan untuk
Kekurangan thiamin menambah vitmain B2 sebanyak
menyebabkan akumalasi asam 65 µg/kg bobot badan pada anak
asam piruvat dan akan sapi yang diberi minum susu
menurunkan produksi asam pengganti. Sumber B2 adalah
laktat di jaringan, dan ternak jagung kuning dan bungkil
menunjukan defisiensi vitamin kedelai.
B1. Defisiensi pada ternak
ruminansia menunjukan gejala Niacin
buta, urat daging tremor, gigi
gemeretak, opisthotonus dan Niacin berberan sebagai
koensim yang membantu
konvulsi. metabolisme karbohidrat, protein
dan lemak. Bentuk koensim
Pada ruminansia sumber vitamin adalah nicotinamide dinucleoide
(NAD) dan nicotinamide
B1 dari pakan dan mikroba dinucleoide phosphate (NADP).
Sumber niacin adalah bekatul,
rumen. Mikroba rumen dapat tepung ikan, dedak padi, dedak
gandum dan bungkil.
mensintesis vitamin B1. Pada
anak sapi dimana mikroba
rumen belum berkembang maka
sumber B1 dari air susu yang
diminumnya. Jika air susu
diganti dengan susu pengganti Pada ternak ruminansia niacin
(milk replecement) maka dapat dibentuk dari tryptopan.
disarankan menambahan Reaksi ini terjadi didalam
vitamin B1 menurut NRC mikroba dan jaringan rumen.
sebanyak 65 µg/kg bobot badan. Sehingga niacin erat
hubungannya dengan
B2 (Riboflavin) thryptophan. Jika kadar
tryptopan dalam pakan rendah
Vitamin B2 berfungsi membantu (0,2%) maka baru ada
tranportasi hidrogen, kebutuhan minimal niacin.
metabolisme protein dan energi. Kandungan tryptopan 60 mg
80
setara dengan 1 mg Niacin. Asam Folat
Anak sapi yang kandungan air
susunya rendah akan menderita Vitamin ini memegang peranan
defisiensi Niacin. penting salam reaksi biokimia
dalam memindahkan unit C
Pyrodoxin (B6) tunggal dalam berbagai reaksi.
Fungsinya antara lain dalam
Vitamin B6 berfungsi sebagai interkonversi serin dan glysin,
koensim yang membantu proses dalam sitesa purin, degradasi
metabolisme protein. Sehingga histidin atau dalam sintesa group
perannya esensial dalam proses methyl tertentu. Purin penting
pertumbuhan. Sumber B6 dalam pertumbuhan dan
adalah pakan berasal dari reproduksi semua jaringan tubuh
hewani, bungkil kedelai, dan biji- karena purin merupakan bagian
bijian. Dalam kondisi normal dari DNA.
jarang terjadi defisiensi B6
kecuali jika pakan rusak atau Defisiensi asam folat maka
bahan pakan dipalsukan. pembentukan nucleo protein
dalam proses pendewasaan sel-
Biotin sel darah tidak terjadi dan akan
menyebabkan gejala anemia
Biotin sebagai kelompok yang spesifik. Oleh karena itu
Folat juga dikenal dengan anti
prostetik berperan pada anemia. Pada ternak ruminansia
kebutuhan folat dipenuhi dari
beberapa enzim yang pakan dan sintesis mirkoba
rumen. Sumber asam folat
memantapkan katalis CO2 adalah tepung ikan dan jagung.
kedalam jaringan organik. Enzim
yang mengandung Biotin adalah
acetyl koensim A karbosilasi,
propionil koensim A karboxilasi
dan methyl malonyl Cyanocobalalamin (B12)
transkarbosilasi. Pada ruminan Fungsi B12 adalah sebagai
bitoin dibutuhkan pada siklus koenzim pada beberapa reaksi
urea, sintesis arginin, pirimidin metabolik. Vitamin ini dibutuhkan
(asam nukleat penyusun DNA), untuk sintesis grup metil dari
lintasan ekstra mitokondrial dan karbon tunggal sebagai
sitesa asam lemak, sehingga prekusor, secara langsung
penting perannya dalam proses dibutuhkan dalam metabolisme
pertumbuhan. asam amino dan sintesis protein.
Sumber Biotin adalah dedak, Selain itu B12 juga berfungsi
bekatul, biji-bijian. Jarang
dijumpai defisiensi bitoin, namun pada metabolisme propionat
jika kasus terjadi gejalanya
adalah perosis, pertumbuhan yang penting sebagai
lambat, kerdil dan dermatitis
disekitar dan kaki. pembentuk glukosa. B12 juga
diperlukan oleh mikroba rumen.
Defisiensi B12 pada ruminan
menyebabkan terakumulasi
propionat dan asetat dalam
81
darah yang akan menyebabkan Vitamin C
menurunnya nafsu makan 40-
70%. Anak sapi perlu suplai Vitamin C secara kimiawi dikenal
dengan L asam askorbat. Peran
vitamin B12 pada makanannya, vitamin C adalah pada
mekanisme oksidasi dan reduksi
sedang sapi dewasa hanya perlu di dalam sel-sel hidup. Fungsi
lain dari vitamin C adalah
suplai Co agar mikroba dalam mengurangi tekanan pada iklim
tropis. Pada ternak ruminansia
rumen dapat mensintesis B12. vitamin C disintesa dalam rumen
ternak.
Kebutuhan anak sapi Ringkasan Gejala Defisiensi
Vitamin tertera pada Tabel 8.
diperkirakan 0,54 mg per kg
berat badan.
Suplai Co pada ternak 4.3.6. Air
ruminansia diperlukan sebagai
salah satu bahan dalam Air merupakan nutrisi yang
pembentukan vitamin B12. sapi
dara yang diberi silase akan penting bagi ternak. Kebutuhan
memproduksi vitamin B12 lebih
banyak daripada ternak yang air sangat tergantung dari
diberi hay (rumput kering).
Kolin (Choline) temperatur lingkungan dan
kelembaban relatif dan
Kolin merupakan substansi komposisi pakan ternak, tingkat
esensial dalam pembentukan
dan pemeliharaan struktur sel pertumbuhan, dan efisiensi
dan metabolisme lemak dalam
hati. Kolin terdiri dari komponen ginjal. Jumlah air yang
asetil kolin yang berperan pada
mediator dalam aktivitas urat dikonsumsi diperkirakan 2 kali
syaraf. Pembentukan asetil kolin
yang penting dalam transmisi lebih banyak dari pakan yang
impuls syaraf membutuhkan
kolin. dikonsumsi berdasarkan berat
pakan, tetapi konsumsi air pada
kenyataannya sangat bervariasi.
Proporsi air sebesar 2/3 bagian
dari masa seekor ternak, dengan
berbagai peran dalam kehidupan
ternak.
Pada ternak ruminansia kolin 4.3.6.1. Fungsi Air
disintesa oleh mikroba rumen.
Hasil suatu percobaan pada Fungsi air terdiri dari 4
ternak sapi pedaging, dengan komponen yang terintegrasi
penambahan kolin sebanyak 500 dalam system pertumbuhan.
mg per kg ransum akan
meningkatkan total mikroba Komponen jaringan
rumen, produksi gas dan VFA
(Volatil Fatty Acid). Hasil yang Air bebas yang terikat dalam
diperoleh adalah kenaikan berat jaringan daging merupakan
badat 7% dan efisiensi pakan contoh yang baik. Perubahan
2,5%. keduanya (air bebas dan terikat)
82
Tabel 8. Ringkasan Gejala Defisiensi Vitamin
No Vit Ruminansia
1 A Anoreksia diikuti dengan buta malam, diare yang
parah, tidak ada koordinasi dalam bergerak,
banyak airmata dan ingus, konvulsi, buta
permanen, kornea mata pecah, pertumbuhan
terganggu, berat badan menurun, dan bulu kulit
kasar
2 D Gangguan tulang dan riketsia pada sapi muda,
menurunnya Ca dan P darah dengan tanda klinis
sendi-sendi membengkak dan kaku, anorexia,
respirasi cepat, iritabilitas, tetany, kelemahan,
konvulsi, dan pertumbuhan terhambat
3 E Pertumbuhan menurun, konversi makanan
menurun, reproduksi rendah, langkah tidak
terkoordinasi, syaraf tidak terkoordinasi,
4 K Jika terjadi luka darah sukar untuk membeku
protombin dalam darah rendah
5 B1 Buta, urat daging tremor, gigi gemeretak,
opisthotonus dan konvulsi.
6 B2 anoreksia, lakrimasi, salivasi berlebihan, diare,
sakit disudut mulut, bulu rontok, dan dapat mati
7 Niacin Pertumbuhan terganggu
8 B6 Pertumbuhan terganggu
9 biotin Pertumbuhan terganggu
10 Asam folat Pertumbuhan terganggu
11 B12 Propionat dab asetat dalam darah yang akan
menyebabkan menurunnya nafsu makan 40-
70%.
12 Kolin Sistem syaraf terganggu
13 C Stress
Sumber: Parakkasi, 1999
83
dapat mengubah aktivitas enzim sangat bervariasi dari 3% s.d
yang selanjutnya berpengaruh 80% tergantung jenis bahan
pada tingkat pertumbuhan urat pakannya, dan air dari hasil
daging. Jumlah air yang di ikat oksidasi. Komponen air dalam
dipengaruhi oleh fase tubuh ternak mencapai 2/3 bobot
perkembangan jaringan urat badan (55-75%).
daging. Sapi yang tua kapasitas
mengikat air lebih tinggi 4.3.6.2. Kebutuhan Air
dibanding sapi yang lebih muda.
Kebutuhan air dipengaruhi oleh
Media Fisik kandungn bahan kering, dan
Air berfungsi sebagai pengantar komponennya, temperatur
zat makanan dari saluran
pencernaan kedalam jaringan lingkungan dll. Kebutuhan Air
tertentu untuk sintesis komponen
tertentu guna pertumbuhan atau Pada Berbagai Temperatur pada
hidup pokok sel tertentu.
Ruminansia tertera pada Tabel
9. Faktor yang mempengaruhi
konsumsi air sbb:
Lingkungan, Pada ruminansia,
Mengatur Fungsi Osmosis jika tempertur berubah maka
Dalam Sel
konsumsi bahan kering atau
Air berperan dalam memelihara energi akan menurun dan
keseimbangan konsumsi mineral konsumsi air meningkat. Ditinjau
tertentu dalam urat daging. dari segi pertumbuhan, dalam
Konsentrasi kalsium dalam urat keadaan panas meningkat maka
daging penting untuk mengatur pertumbuhan akan menurun,
metabolisme energi dan namun sebagian penurunan
kontraksi. Jika kadar mineral dapat diganti dengan
tidak seimbang akan peningkatan retensi air. Faktor
menyebabkan kontraksi dan yang berpengaruh terhadap
pertumbuhan urat daging konsumsi adalah:
terganggu. Tabel 9. Kebutuhan Air
Air sebagai Pereaksi (Reagent) Kebutuhan
Air berberan dalam fungsi reaksi No Temp 0C Air (Lt/Kg
kimia untuk sintesis Konsumsi
(pembangunan) jaringan. Bahan
Contoh: reaksi hidrolisis untuk Kering)
sintesa asam amino untuk 1 15-20 3,1
pembentukan protein. 2 21-27 4,7
3 >27 5,5 atau
Air yang digunakan oleh ternak lebih
dapat berasal dari air minum, air
yang terkandung dalam bahan 4 Setial 1 lt 5 liter air
pakan dan air hasil proses
metabolic. Air dari bahan pakan susu
Sumber: Parakkasi, 1999
84
Protein, Semakin tinggi terjadi secara terus menerus
konsumsi protein maka semakin sehingga harus diimbangi
tinggi konsumsi air. Air tersebut dengan konsumsi air minum.
diperlukan untuk mengeluarkan Defisiensi air akan
hasil metabolisme protein lewat menyebabkan konsumsi pakan
urin. menurun. Pada suhu 40ºC
ternak menunjukan gejala stress
Na Cl, Semakin tinggi konsumsi misalnya minum, penguapan,
NaCl maka semakin tinggi volume urin, dan tingkat respirasi
konsumsi air. Perubahan 1% diperbanyak. Jika tidak tersedia
salinitas tidak mempengaruhi jumlah air minum dalam jumlah
konsumsi air minum pada yang cukup maka bobot badan
domba. akan menurun drastis dan tanda-
tanda dehidrasi. Karena banyak
4. 3.6.3. Pengeluaran Air faktor yang mempengaruhi
tingkat konsumsi air minum
Pengeluaran air pada maka disarankan untuk memberi
minum secara adlibitum (tidak
ruminansia melalui urin, feces, terbatas) kepada ternak.
penguapan via paru-paru serta 5. Prinsip Kandang dan
Peralatan
permukaan tubuh dan keringat.
Kandang merupakan salah satu
Air yang keluar melalui urin lebih sarana yang penting didalam
usaha peternakan, dengan
banyak dari yang diperlukan tersedianya kandang maka
dapat mempermudah peternak
untuk membilas metabolisme. didalam mengelola usahanya.
Penyediaan kandang yang baik
Pengeluaran melalui feces dan memenuhi persyaratan
teknis, kesehatan serta aspek
cukup tinggi karena 70-80% ekonomi merupakan modal awal
keberhasilan dalam berusaha.
feces adalah air. Pengeluaran
Apakah pembaca mengerti atau
melalui penguapan terutama memahami apa yang dimaksud
dengan kandang ternak, bentuk
melalui paru-paru akan tinggi jika atau tipe kandang, persyaratan
yang perlu diperhatikan dalam
kelembaban rendah. Pada suhu membangun kandang, peralatan
dan perlengkapan yang
27º C pengeluaran air melalui diperlukan dalam kandang, cara
merancang atau mendesain
penguapan sebesar 23 kandang dan lain sebagainya.
ml/m2/jam sedang pada suhu 85
41º C penguapan 50 ml/m2/jam.
Pengeluaran air melalui keringat
lebih banyak (3 kali) dari
pengeluaran air lewar paru-paru.
Pengeluaran air melalui keringat
pada suhu 41º C sebanyak 2,99-
5,06 g/m2/menit.
4. 3.6.4. Defisiensi Air
Tubuh tidak mempunyai
mekanisme untuk menyimpan air
seperti halnya lemak depo dan
sejenisnya. Kehilangan air akan
Agar kita mengerti dan bangunan kandang terletak jauh
memahami tentang kandang, dari keramaian kota dan mencari
maka mari kita kaji dan bahas areal lahan yang luas dan
bersama-sama. Yang di maksud harganya relatif murah. Dengan
dengan kandang adalah suatu harapan agar dalam usaha
bangunan kandang yang peternakan tersebut dapat
dibangun menurut desain dan mendatangkan keuntungan yang
konstruksi yang benar. Dimana maksimal.
semua persyaratan bangunan
tersebut, memenuhi standar Sebelum melangkah lebih jauh,
untuk kehidupan ternak baik itu
ternak sapi maupun kerbau. dalam menentukan kandang
Yang tidak kalah penting dalam perlu kiranya direncanakan
membangun kandang ternak
adalah kandang tersebut harus terlebih dahulu dengan matang
sesuai dengan kondisi alam
yang ada. Kandang yang jenis ternak apa yang akan
dibangun sebaiknya harus
sesuai dengan jenis dan diusahakan. Apakah ternak yang
karakteristik ternaknya.
diusahakan adalah ternak untuk
Kandang dan peralatannya
mempunyai dwi fungsi, yaitu penghasil daging dan penghasil
selain merupakan tempat tinggal
bagi ternak, juga merupakan susu. Dari masing-masing ternak
tempat bekerja bagi petani
peternak dalam melayani tersebut kebutuhan kandangnya
kebutuhan sehari-hari untuk
ternak tersebut. akan berbeda-beda. Begitu pula
5.1. Kebutuhan Kandang kandang untuk ternak sapi dan
Salah satu hambatan yang kerbau, yang digemukan akan
paling besar dalam usaha
peternakan yang berskala berbeda dengan kandang ternak
industri atau berskala besar
adalah penyedian kandang. sapi dan kerbau yang
Dalam penyedian kandang untuk
ternak akan selalu berkaitan dibudidayakan. Ternak sapi dan
dengan masalah tempat.
Dimana kandang akan dibangun kerbau yang diusahakan dengan
tentunya juga memerlukan areal
yang lebih luas. Hal ini tidaklah sistem budidaya (keuntungan
mengherankan, kalau sering
dijumpai lokasi atau tempat yang diambil dari anak yang
dihasilkan). Sedangkan ternak
yang diusahakan dengan sistem
penggemukan keuntungan yang
diambil adalah pertambahan
berat badannya atau
pertambahan daging selama
diusahakan.
Perusahaan peternakan yang
bergerak dalam bidang usaha
pembibitan ternak atau usaha
dengan tujuan akhir untuk
menghasilkan keturunan (anak),
pada umumnya kebutuhan
kandang yang diperlukan dalam
perusahaan tersebut antara lain :
kandang untuk pejantan,
kandang untuk induk, kandang
86
untuk beranak, kandang untuk 5.2. Manfaat Kandang
anak, kandang untuk dara dan
lain sebagainya. Adapun manfaat kandang bagi
ternak dan peternak adalah
Sedangkan kebutuhan dan sebagai berikut :
ukuran kandang dari masing-
masing ternak juga berbeda- y Memberi rasa aman dan
beda, tergantung dari jenis dan
besar kecilnya ternak. Sebagai nyaman bagi ternak yang
contoh untuk ternak sapi potong
lokal ukuran kandang kurang tinggal didalamnya, terutama
lebih : 210 x 145 cm per ekor,
sapi import : 210 x 150 cm per untuk menghindarkan dari
ekor atau agar sapi lebih leluasa
geraknya ukuran kandang antara lingkungan yang merugikan.
2,5 x 1,5 m, yang paling penting
adalah disesuaikan dengan Contohnya ; hujan yang
besar kecilnya tubuh sapi.
deras, teriknya sinar
matahari, angin yang
kencang, gangguan binatang
buas, pencurian dan lain
sebagainya.
y Tempat untuk istirahat ternak
setelah melakukan aktifitas
sehari-hari dan tempat
Kebutuhan kandang masing- berproduksi.
masing ternak harus di y Memberi kenyamanan bagi
rencanakan dengan cermat, ternak yang berada di
berapa skala usahanya, jenis dalamnya dan memberikan
ternaknya apa, program kehangatan diwaktu malam
usahanya apa (penggemukan hari.
atau budidaya), y Memudahkan peternak
perkembangbiakan masing- dalam melakukan kegiatan
masing ternak bagaimana, lama pengawasan atau
usaha berapa bulan atau berapa pengontrolan apabila ada
tahun dan target akhir yang akan ternak yang sakit.
dicapai seperti apa dan lain y Dengan adanya kandang,
sebagainya. peternak lebih efisiensi
tenaga kerja.
Dengan memperhatikan hal-hal y Dengan adanya kandang
tersebut, maka kebutuhan maka kesehatan dan
kandang masing-masing ternak keberadaan peternak tetap
akan dapat dihitung dan terjamin.
direncanakan dalam y Dengan adanya kandang
pembangunannya. Didalam maka ternak tidak akan
pelaksanaan pembangunan merusak tanaman disekitar
kandang bisa berdasarkan lokasi usaha.
prioritasnya. y Kandang merupakan tempat
untuk mengumpulkan
kotoran atau limbah dari sisa
proses produksi, sehingga
87
tidak berceceran dimana- Penyakit yang disebabkan oleh
mana faktor luar ini dapat dibedakan
y Dan lain-lain. lagi menjadi dua yaitu :
6. Cara Pencegahan dan 6.1.2.1. Penyebab Tidak
Pengobatan Penyakit Hidup
Ternak perlu dijaga Penyakit yang disebabkan oleh
kesehatannya agar dapat agen yang tidak hidup , seperti
berproduksi dengan baik. Prinsip trauma, panas, dingin,
mencegah penyakit lebih baik keracunan zat kimia dan
mengobati ternak sapi harus defisiensi zat pakan. Penyakit
dipegang kuat oleh peternak. yang disebabkan oleh faktor
Kesehatan ternak harus terus yang tidak hidup pada umumnya
dijaga. Untuk dapat menjaga termasuk dalam golongan
kesehatan kita perlu memahami penyakit yang non infeksi.
penyebab penyakit, cara
pencegahan dan 6.1.2.1. Penyebab hidup
pengobatannya.
Agen hidup misalnya bakteri,
6.1. Penyebab Penyakit virus, protozoa dan
jamur/kapang. Penyakit-penyakit
Suatu penyakit dapat terjadi yang disebabkan oleh agen
karena penyakit endogen,
eksogen dan malnutrisi. Masing- hidup dimasukkan dalam
masing dijelaskan sbb :
kelompok penyakit-penyakit
infeksi. Suatu penyakit, pada
umumnya disebabkan oleh suatu
6.1.1. Faktor dari Dalam atau infeksi atau gangguan lainnya
Disebut Inernal Origin
(Endogen). akibat dari adanya aktivitas
suatu mikro organisme tertentu
atau dapat juga adanya
Penyakit yang disebabkan faktor gangguan akibat dari racun atau
dari dalam biasanya disebut kekurangan suatu bahan
penyakit intrinsik. Penyakit yang tertentu. Infeksi adalah suatu
termasuk dalam kategori jenis ini proses dimana mikroorganisme
misalnya gangguan masuk kedalam tubuh dan
metabolisme, gangguan menyebabkan gangguan dari
hormonal, degenerasi alat tubuh salah satu fungsi faal alat tubuh.
karena usia lanjut (senilitas) dan Suatu infeksi biasanya diikuti
neoplasma. dengan masa inkubasi. Masa
inkubasi adalah waktu sejak
6.1.2. Faktor dari Luar atau masuknya jasad renik ke dalam
Disebut External Origin
(Eksogen) tubuh sampai timbulnya gejala
penyakit. Hal-hal yang dapat
menyebabkan hewan menjadi
sakit diantaranya :
88
y pemberian jumlah makanan y penyakit infeksi viral
yang kurang y penyakit infeksi bakterial
y penyakit infeksi oleh
y makanan yang kurang
bermutu (kualitas nilai protozoa
gizinya rendah) y penyakit infeksi oleh parasit
y kandang yang kurang dalam (cacing); dan
memenuhi syarat kesehatan y penyakit infeksi oleh parasit
y kebersihan kandang yang 6.2.1. Penyakit Infeksi Viral
kurang terjaga
Penyakit infeksi viral adalah
Faktor pendukung terjangkitnya
penyakit dapat disebabkan suatu penyakit yang disebabkan
karena perubahan kelembapan
dan temperatur lingkungan yang adanya suatu infeksi dari salah
semakin tinggi, perubahan
musim (misalnya dari musim satu jenis virus. Penyakit asal
hujan kemusim kemarau atau
sebaliknya) sehingga memberi virus sering terjadi pada
kesempatan pada bibit penyakit
untuk menyerang ternaknya. peternakan yang tatalaksana
kebersihan kandang, penyakit
yang diturunkan dari induknya nya tidak baik. Penyakit asal
dan kualitas ransum yang
diberikan, juga termasuk pada virus pada umumnya tidak ada
faktor pendukung tersebut.
obatnya, tetapi kejadiannya
Pada dasarnya penyakit ternak
dapat dibedakan menjadi dua dapat dicegah dengan
kelompok yaitu Penyakit menular
dan Penyakit tidak menular mempertinggi daya tahan ternak.
6.2. Penyakit Menular Virus ini sangat kecil dan tidak
Penyakit menular merupakan dapat dilihat dengan mata
penyakit yang cukup berbahaya
dan sangat merugikan dengan telanjang. Penyakit infeksi viral
alasan bahwa penyakit ini dapat
menyerang baik pada ternak yang sering terjadi pada ternak
lain, sekelompok ternak dan
bahkan dapat menjalar ke ruminansia diantaranya penyakit
daerah lain apabila tidak dengan
segera diambil tindakan mulut dan kuku, penyakit
pemberantasannya.
Termasuk dalam jenis penyakit ingusan, penyakit jembrana,
yang menular adalah penyakit-
penyakit karena infeksi yaitu : infeksi bovine dan penyakit
lainnya.
6.2.2. Penyakit Infeksi
Bakterial
Penyakit infeksi bakterial adalah
jenis penyakit yang disebabkan
adanya infeksi dari bakteri.
Penyakit yang disebabkan oleh
bakteri ini sebenarnya mudah
disembuhkan dengan antibiotika
dan tidak akan berlanjut tetapi
kadang-kadang akibat dari
terkontaminasi dengan penyakit
lain atau dengan penyakit virus
akan menyebabkan semakin
parah. Beberapa penyakit yang
89
disebabkan oleh bakteri yang macam cacing dan berbagai
umum terjadi pada ternak macam tempat hidupnya ada di
ruminansia, seperti penyakit dalam tubuh ternak ruminansia.
radang paha, ngorok atau SE, Beberapa penyakit yang
Salmonellosis, Tuberkulosis, disebabkan oleh cacing yang
Brucellosis, Antrax atau radang umum terjadi pada ruminansia,
limpa dan lain-lain. seperti penyakit penyakit cacing
hati, cacing gelang dan cacing
6.2.3. Penyakit Infeksi lambung.
Protozoa
6.2.5. Penyakit yang
Penyakit yang termasuk dalam Disebabkan oleh Parasit
kelompok jenis infeksi protozoa Luar (Ektoparasit)
adalah jenis penyakit yang
disebabkan oleh infeksi dari Ektoparasit adalah binatang
protozoa. Penyakit asal protozoa
ini dapat terjadi karena yang hidupnya pada bagian luar
kelemahan dalam pemeliharaan.
Apabila pemeliharaan dilakukan tubuh ternak, baik untuk mencari
dengan baik dan benar maka
sebenarnya munculnya penyakit makanan atau untuk tinggal
ini dapat dicegah.
menetap. Seperti juga halnya
Jenis penyakit protozoa yang
sering menyerang pada ternak penyakit yang disebabkan oleh
ruminansia, diantaranya penyakit
sura, piroplasmosis (babesiosis), parasit dalam, penyakit oleh
anaplasmosis, berak darah
(Coccidiosis), penyakit kelamin parasit luar sebenarnya dapat
menular (Trichomoniasis)
dengan mudah dicegah dan
6.2.4. Penyakit Infeksi Parasit
Dalam (Cacing) seharusnya tidak perlu terjadi.
Penyakit parasit sebenarnya Pemeliharaan yang jorok, akan
tidak menyebabkan kematian,
baik itu oleh parasit dalam mudah terserang penyakit ini.
maupun parasit luar, tetapi
penyakit yang disebabkan oleh Pada umumnya cara hidup
parasit sangat merugikan ternak
yang terserang. Penyakit ini parasit luar ini akan
akan menyita gizi yang diperoleh
ternak tersebut dan akan menimbulkan kerugian pada
menimbulkan kegelisahan.
ternak yang ditumpanginya.
Contoh penyakit asal parasit
dalam adalah cacing. Berbagai Kerugian yang ditimbulkan oleh
ektoparasit antara lain:
y menimbulkan anemia karena
ektoparasit mengisap darah
ternak
y ektoparasit berperan sebagai
vektor yang dapat
menularkan penyakit hewan
menular yang disebabkan
oleh kuman dan parasit
darah.
y menimbulkan kegatalan,
sehingga ternak menjadi
tidak tenteram.
y menimbulkan luka pada kulit
dan
90