y menurunkan produksi pada 6.4. Gangguan Penyakit
prestasi kerja.
Beberapa penyakit yang 6.4.1. Gangguan Penyakit
disebabkan oleh parasit luar pada Sistim
yang umum terjadi pada ternak Pencernaan
ruminansia, seperti penyakit
scabies, kudis, Pediculosis dan Proses pencernaan makanan
surra. pada hewan meliputi proses
pengambilan pakan, pencernaan
6.3. Penyakit Tidak Menular yang berlangsung di mulut dan
di lambung dan penyerapan
Berdasarkan penyebabnya, serta pembuangan sisa-sisa
yang tidak berguna lagi bagi
maka penyakit tidak menular tubuh.
dapat dibedakan menjadi :
y penyakit yang tidak menular Pencernaan didalam mulut
karena infeksi, sebagai dilakukan dengan jalan
contoh penyakit Foot Rot pengunyahan, pemberian air liur
(pododermatitis necrotica), dan penelanan. Sedangkan
bronkhitis, pneumonia, pada ternak ruminansia, proses
endometritis, kalbasilosis. pencernaan makanan bersifat
y penyakit yang tidak menular lebih kompleks karena hewan-
karena gangguan hewan tersebut masih harus
metabolisme, contohnya melakukan proses ruminansi.
ketosis (acetonaemia), milk
fever (Partuient paresis), Gangguan patologik pada organ
pencernaan yang sering terjadi
kolik, indegesti, tetani pada ternak adalah penyakit
pada rongga mulut seperti gigi
rumput, gondok, icterus, aus, radang mulut, difteri pada
pedet, radang lidah maupun
anemia dan avitaminosis radang kelenjar ludah. Jenis
gangguan pada daerah tekak
y penyakit tidak menular dan kerongkongan sebagai
contoh radang tekak, sumbatan
karena keracunan, pada tekak, kelumpuhan tekak,
sumbatan kerongkongan dan
contohnya keracunan HCN, kejang kerongkongan.
ke racunan Pb (timah hitam),
keracunan pestisida,
batulisme dan keracunan
arsen
y penyakit tidak menular
karena lain-lain, sebagai
contoh displasia abomasum,
prolapsus uteri dan Gangguan pada lambung pada
ternak ruminansia adalah
sumbatan usus indigesti akut, indigesti vagus,
parakeratosis rumen, lambung
sarat dan sumbatan pilorus dll.
Gangguan pada usus adalah
penyakit radang usus dan
sumbatan usus. Gangguan
91
patologik pada hati seperti penyakit pencernaan,
ikterus, busung air, radang hati
akut pada kuda dan abses hati. pernafasan, kelamin, muskulo-
Demikian juga bermacam-
macam penyakit kolik pada skeletal dan kulit.
ternak kuda.
Penyakit sistim urinasia, kardio
6.4.2. Gangguan Penyakit vaskuler, darah, limfoid dan
pada Sistem Pernafasan syaraf adalah jarang dijumpai.
Hal ini disebabkan oleh
Pernafasan adalah proses beberapa faktor dan salah satu
pertukaran zat, metabolisme dari alasan adalah ternak dipotong
gas zat asam atau oksigen yang dalam umur yang masih muda.
diambil dari udara oleh paru-
paru yang setelah mengalami 6.4.4. Ganguan Penyakit Pada
proses biokimiawi di dalam Kelenjar Susu
jaringan tubuh dibebaskan lagi
ke alam bebas dalam bentuk gas Kelenjar susu atau ambing
karbon dioksida. merupakan kelenjar di bawah
kulit. Pada umumnya pada
Jenis gangguan pada sistem ternak terletak di daerah
selangkangan yaitu di daerah
pernafasan seperti gangguan inguinal. Pada ternak babi
terletak di daerah ventral dari
pada saluran pernafasan atas, daerah dada dan perut.
sebagai contoh mimisan, radang
mukosa hidung, radang hidung Gangguan penyakit pada
atrofik pada babi, radang sinus kelenjar susu diantaranya
maksilaris dan frontalis dan radang ambing (mastitis).
radang kantong hawa pada Radang ambing khusus yang
ternak kuda. Gangguan pada disebabkan oleh infeksi kuman-
paru-paru seperti radang paru- kuman strepto kokus,
paru kataralkuprosa-aspirasi staphylococus, kuman koliform,
atau radang paru-paru dan seterusnya. Demikian juga
bernanah. Gangguan yang dapat disebabkan oleh
terjadi pada daerah toraks gangguan lain seperti adanya
sebagai contoh radang pleura puting tambahan, air susu tidak
dan pneumotoraks. turun, busung ambing, akne
puting, dll.
6.4.3. Gangguan Penyakit 6.4.5. Gangguan Penyakit
pada Sistem Urine pada Kulit
Penyakit sistim urinaria pada Kulit terdiri atas dua lapis utama
ternak belum banyak ditemukan. yaitu epitel sebelah luar
Penyakit yang paling banyak (epidermis) dan lapisan jaringan
dijumpai adalah menyangkut ikat di bawahnya (korium atau
tubuh secara keseluruhan, baru dermis). Dibawah kulit terdapat
kemudian diikuti oleh penyakit-
92
tedapat jaringan longgar bawah 6.5. Mencegah Penyakit
kulit yang biasa disebut jaringan
sub kutis atau hipodermis. Seperti telah diketahui bahwa
pencegahan lebih baik dari pada
Hal-hal yang perlu diperhatikan mengobati. Hal ini berarti bahwa
dalam pemeriksaan kulit yang peternak harus sadar betul
mengalami kelainan patologik bahwa kontrol terhadap kondisi
meliputi perubahan dalam warna ternak adalah suatu keharusan.
kulit dan rambut, status Peternak harus mengetahui
pertumbuhan rambut, sifat-sifat perubahan-perubahan yang
fisik rambut, kualitas dan terjadi pada ternak, Karena
konsistensi kulit serta adanya perubahan yang terjadi
perubahan yang berupa lesi merupakan indikasi terjadinya
primer, sekunder atau penyimpangan dari normal.
perubahan patologik lainnya. 6.5.1. Dasar-dasar
Pencegahan Cara
Gangguan-gangguan pada kulit Pemberantasan
Penyakit
diantaranya adalah gangguan
Tujuan akhir dari suatu usaha
pada epidermis dan dermis, dibidang peternakan adalah
mendapatkan keuntungan yang
gangguan pada sub kutis, maksimal dari usaha tersebut.
Keuntungan maksimal akan
dermatomikosis, radang kulit dan dicapai apabila semua ternaknya
dalam keadaan sehat. Suatu
gangguan dari ektoparasit pada ternak dikatakan sehat apabila
dalam kondisi istirahat maka
kulit. semua proses fisiologis tubuh
dalam keadaan normal dan
Penyakit Epidermis dan sebaliknya apabila proses
Dermis : fisiologisnya tidak normal berarti
y pityriasis (ketombe) ternak tersebut sakit.
y parakeratosis
y hiperkeratosis
y impetigo
Gangguan Patologik Sub Kotis Ada dua faktor gangguan yang
y Oedema angioneurotik
y Urtikaria (biduren) menyebabkan ternak sakit, yaitu
y Limfangitis
y Sela karang
Dermatomikosis faktor gangguan dari dalam
y Kadas
y Hifomikosis tubuhnya sendiri dan faktor
gangguan dari luar tubuhnya.
Untuk dapat melindungi
Radang Kulit gangguan yang berasal dari luar
y dermatitis
y luka bakar tubuh, tubuh memiliki
kemampuan untuk menolak
penyebab gangguan tersebut.
Penyakit Ektoparasit Pada Kulit Kemampuan individu untuk
Kudis.
93
menolak sebab penyakit, sangat y mengetahui dan ikut
tergantung dari
y kehidupan pada masa membantu melaksanakan
embrional tindakan guna mencegah
y kehidupan setalah di lahirkan
menjalarnya penyakit
atau neonatal
y adanya zat penolak yang menular.
dibekalkan oleh induknya y Membakar atau mengubur
y keadaan lingkungan dimana
bangkai hewan yang mati
individu tumbuh
y tersedianya makanan secara karena penyakit menular
kualitatif dan kuantitatif Disamping tindakan-tindakan di
y adanya agen noksius
atas, masih ada beberapa
disekitar individu yang
bersangkutan kegiatan dalam rangka
y adanya faktor stress
y sifat faktor bawaan yang pencegahan penyakit ternak
diturunkan
yang harus diperhatikan,
seperti :
6.5.3. Pencegahan Melalui
Bibit
Pencegahan penyakit melalui
Mempertahankan agar ternak bibit ternak dapat dilakukan
yang kita pelihara sehat dan
dapat menguntungkan, adalah dengan pemilihan bibit yang
harapan bagi peternak. Apabila
ternak yang kita pelihara sakit terbebas dari penyakit menular.
maka harapan diatas akan sulit
didapat. Ini sebabnya maka Langkah-langkah yang dapat
program pencegahan dan
pemberantasan penyakit perlu dilakukan :
diperhatikan terutama yang
menyangkut bibit, pakan dan y hanya membeli bibit ternak
pengelolaannya.
dari agen yang benar-benar
dapat dipercaya
kesehatannya.
y menempatkan bibit ternak
yang masih muda terpisah
dari ternak yang sudah tua
(besar) karena bibit ternak
6.5.2. Program Pencegahan yang masih muda sangat
Penyakit peka terhadap penyakit yang
Beberapa tindakan yang dapat ditularkan oleh ternak
dilakukan dalam usaha dewasa.
pencegahan dan pemberantasan 6.5.4. Pencegahan Melalui
Makanan yang Memadai
penyakit menular pada ternak
diantaranya:
y mengetahui tanda-tanda atau Pencegahan penyakit juga dapat
dilakukan dengan pemberian
gejala-gejala penyakit yang ransum atau pakan yang
berkualitas tinggi dan cukup
menular jumlahnya. Pemberian pakan
yang bermutu tinggi harus
y mengerti tentang cara
menularnya masing-masing
jenis penyakit
94
diberikan sejak ternak baru lahir menimbulkan stress dan
sampai dengan saat panen. akibatnya akan menimbulkan
Pemberian pakan yang baik sifat kanibalisme, hysteria
akan mampu memberikan daya dan gangguan lainnya.
tahan tubuh yang baik pula. y pakan dan air minum harus
Apabila pakan yang diberikan tersedia dalam jumlah cukup,
kurang baik serta kurang sesuai dengan kebutuhan
jumlahnya maka ternak yang baik kuantitas maupun
dipelihara akan mengalami kualitasnya
kekurangan gizi dan ternak tidak y sediakan tempat pakan dan
akan tumbuh secara maksimal. air minum sesuai dengan
Hal ini berakibat ternak tersebut kebutuhan.
tidak dapat berproduksi (secara
optimal). 6.5.6. Pencegahan Melalui
Sanitasi Kandang dan
6.5.5. Pencegahan Melalui Lingkungan
Tatalaksana (Bio-Security).
Pengelolaan yang Baik
Pencegahan penyakit melalui Sanitasi adalah tindakan
menjaga kebersihan ternak dan
kontrol manajemen merupakan lingkungan sekitarnya, yaitu
berbagai kegiatan yang meliputi
upaya pencegahan ternak dari penjagaan dan pemeliharaan
kebersihan kandang dan
stress/cekaman yang dapat sekitarnya, peralatan dan
perlengkapan kandang.
mengakibatkan penurunan
kesehatan ternak. Beberapa
pedoman yang dapat digunakan
dalam program pencegahan
penyakit adalah : langkah-langkah pencegahan
y pilih bibit dengan teliti yang penyakit yaitu: tindakan sanitasi
terjamin kesehatannya. Oleh dan bio-security secara teratur
sebab itu seorang peternak dan berkala. Tindakan sanitasi
harus mengenal ciri-ciri dari dan bio-security mutlak
ternak yang sehat. dilakukan dalam pemeliharaan
y usahakan membeli bibit dari ternak. Dengan adanya sanitasi
peternak atau pembibit yang dan biosecurity maka bibit
benar-benar penyakit yang berasal dari
memprioritaskan kualitas lingkungan kandang maupun di
bibit sehingga diharapkan dalam kandang dapat dimatikan.
dapat diperoleh bibit ternak Kegiatan sanitasi kandang dan
sesuai dengan keinginan bio-security adalah
kita. y melakukan kegiatan
y hindarkan ternak dari stress pencucian dan
panas, hujan deras, dingin, penyemprotan kandang dan
angin kencang dll peralatannya dengan air
y kandang tidak terisi terlalu sabun (detergen) dan
padat, hal ini dapat antiseptik secara teratur.
95
y mengubur atau membakar • Tidak berbahaya bagi ternak
ternak terutama pada maupun manusia
penyakit yang menular dan
berbahaya seperti penyakit • Mempunyai daya bunuh
Anthrax. yang tinggi terhadap bakteri,
protozoa dan mikroba lain
Beberapa istilah yang perlu serta telurnya.
diketahui dalam bio-sekurity
adalah • Efek residunya pendek
Desinfestasi • daya penetrasinya tinggi
Desinfestasi adalah merupakan • Stabil bila dilarutkan atau
proses pemusnahan hama kontak dengan bahan
penyakit untuk membunuh organic lain
parasit, terutama parasit-parsit
diluar tubuh ternak (ektoparasit). • Tidak merusak alat yang
Bahan kimia yang digunakan digunakan dan mudah
untuk desinfestasi disebut digunakan
desinfestan. Bahan yang umum
digunakan adalah formalin. • Tidak mengeluarkan bau
Desinfestan disemprotkan pada atau sedikit berbau dan tidak
kandang dan perlengkapannya terserap bahan pakan
setelah diencerkan dengan air.
Pengenceran yang dilakukan • Tidak mencemari lingkungan
tergantung tingkat kepekatan baik udara maupun air.
yang dikehendaki oleh peternak.
6.5.7. Pencegahan Penyakit
melalui Vaksinasi
Desinfeksi y vaksin inaktif atau vaksin
mati yaitu vaksin yang dibuat
Desinfeksi adalah merupakan dengan membunuh biakan
jasad renik seluruhnya atau
proses pemusnahan hama toksinnya saja dan hasil
panenan jasad renik
dengan membebaskan segala kemudian diproses untuk
dijadikan vaksin adjuvan.
bentuk jasad renik dengan jalan
y vaksin hidup atau vaksin aktif
membunuh kuman (bakterisida) yaitu vaksin yang dibuat
tanpa membunuh. Bibit
dan atau menghambat penyakit tersebut harus
terdiri dari jasad renik yang
pertumbuhan kuman tidak jahat (avirulen) atau
disebut “ attanuated strain”.
(bakteriostatik) dengan
menggunakan bahan kimia.
Bahan kimia yang digunakan Vaksinasi adalah suatu tindakan
disebut desinfektan, seperti dimana hewan dengan sengaja
kreolin, lisol dsb. dimasuki agen penyakit (antigen)
Desinfestan dan desinfektan yang telah dilemahkan dengan
yang baik harus memenuhi tujuan merangsang
persyaratan sebagai berikut : pembentukan daya tahan atau
96
daya kebal terhadap penyakit yang diperoleh akibat dari
tertentu, dan aman untuk tidak vaksinasi dan kekebalan aktif
menimbulkan penyakit. alamiah yang di peroleh
akibat sembuh dari penyakit
Tujuan vaksinasi tidak hanya menular tertentu.
y kekebalan pasif adalah suatu
mengebalkan ternak yang kekebalan yang di peroleh
secara pasif dimana tubuh
bersangkutan, tetapi juga ternak yang disuntik tidak
mem bentuk antibodi sendiri,
mengebalkan anak-anaknya tetapi telah terkandung
dalam antisera atau anti
yang baru lahir secara pasif. toksin dan kolostrumnya.
Kekebalan pasif di golongkan
Vaksinasi selain bertujuan untuk juga menjadi kekebalan pasif
buatan yaitu yang diperoleh
pencegahan, dapat juga dari suntikan antisera atau
anti toksin dan kekebalan
digunakan untuk tujuan pasif alamiah diperoleh dari
susu kolostrum induk yang
pengobatan atau terapi. telah divaksinasi.
Vaksinasi akan merangsang Kekebalan individu ternak
mekanisme pertahanan tubuh sangat ditentukan oleh faktor-
untuk menghasilkan antibodi faktor :
sampai suatu ketika dapat
digunakan melawan serangan Jenis dan Mutu Vaksin
penyakit. Untuk kepentingan
keselamatan terhadap resiko Telah diterangkan di atas bahwa
timbulnya penyakit, dapat ada dua macam vaksin yaitu
menggunakan virus yang telah vaksin hidup dan vaksin mati.
dimatikan. Vaksin hidup akan menimbulkan
kekebalan yang lebih sempurna
Tindakan vaksinasi merupakan dari pada vaksin mati. Mutu
salah satu usaha agar hewan suatu jenis vaksin akan
yang divaksinasi memiliki daya dipengaruhi oleh :
kebal sehingga terlindung dari y bibit jasad renik yang
serangan penyakit. Kebal atau
imun adalah suatu keadaan dipergunakan
dimana tubuh tahan atau kebal y jenis media pem biakan
terhadap serangan penyakit. y metode pengem bangbiakan
Ada dua macam kekebalan y masa antige
dilihat dari cara terbentuknya y cara inaktifikasi dan adjuvan
yaitu :
y kekebalan aktif yaitu 97
kekebalan yang diperoleh
secara aktif oleh tubuh yang
dihasilkan oleh pabrik
antibodi akibat rangsangan
vaksin dan masa kekebalan
berlangsung lama sesuai
dengan jenis vaksinnya.
Kekebalan aktif di golongkan
menjadi kekebalan buatan
Penanganan Vaksin Vaksin dapat diberikan dengan
cara melalui air minum,
Setiap vaksin akan mengalami makanan, melalui alat
proses penurunan kekuatan atau
mempunyai waktu kedaluwarsa pernafasan yaitu dengan cara
dan mempunyai persyaratan
tertentu seperti : penyemprotan atau dengan cara
y vaksin virus sebaiknya
diteteskan kedalam rongga
disimpan dalam suhu -80 C
y vaksin bacteri dan toksoid hidung. Selain cara-cara di atas,
disimpan dalam ruangan vaksinasi dapat juga dilakukan
yang sejuk (+ 150 C) atau
lebih baik dalam refrigator (2- dengan melalui penyuntikan baik
100 C), sebaiknya di lindungi
terhadap pengaruh langsung secara intra kutan, intra sub
sinar matahari dan sebaiknya
disimpan dalam tempat yang kutan maupun intra muskuler
gelap.
ataupun melalui intra peritoneal
(kedalam rongga perut). Cara
yang harus dipilih, tergantung
dari petunjuk dari pembuatan
vaksin yang telah dicantumkan
dalam etiket/label.
Keadaan Ternak Ada beberapa kemungkinan
yang akan terjadi akibat
Ternak yang sakit defisiensi dan vaksinasi seperti :
y sepsis yaitu kesalahan teknis
ternak yang mengidap penyakit
yang bisa memungkinkan
parasit yang parah bila timbulnya infeksi dengan
mikroba dari luar yang
divaksinasi tidak akan patogen
y abses yaitu borok akibat dari
memperoleh kekebalan yang kesalahan vaksinasi
y udema yaitu pembengkakan
sempurna dan bahkan dapat lokal akibat dari pengaruh
komponen vaksin
menyebabkan kematian. y concurrent disease. Akan
terjadi pada ternak yang
Vaksinasi yang diberikan pada sedang sakit atau jelek
kondisinya.
ternak yang sedang dalam masa y Reaksi anafilaktik. Akibat
sampingan dari vaksinasi
inkubasi penyakit, maka bisa menyebabkan shock.
bukannya kekebalan yang akan
diperoleh tetapi ternak akan
menjadi lebih sakit, bahkan
dapat menimbulkan kematian.
Tingkat Serangan Penyakit
Tingkat serangan penyakit pada 6.5.8. Lingkungan yang
kejadian wabah penyakit sangat Bersih
dipengaruhi oleh keganasan dari
jasad renik penyebab penyakit Jika ternak akan ditempatkan
dan dosis jasad renik yang pada kandang yang pernah
masuk dalam tubuh. digunakan maka perlu dilakukan:
98
y pembersihan dan sterilkan dipisahkan dan dikandangkan
dalam suatu kandang khusus
kandang dan peralatan yang disebut kandang karantina.
kandang serta
pengistirahatkan kandang
y pembersihan lingkungan 6.5.11. Program Kontrol
Parasit
kandang termasuk rumput
Program kontrol parasit
liar harus dipotong, serta air merupakan upaya pencegahan
berjangkitnya serangan penyakit,
yang menggenang di sekitar baik parasit eksternal seperti
pencegahan berkembangnya
kandang harus dihilangkan. serangga dan kutu di dalam
kandang dan sekitarnya maupun
6.5.9. Menghindarkan Stres parasit internal yang bertujuan
mencegah masuknya parasit ke
Stres adalah tekanan jiwa yang dalam tubuh misalnya cacing.
Secara praktis, kontrol parasit
menimpa ternak akibat pengaruh dilakukan dengan cara :
y pembuangan kotoran secara
lingkungan yang buruk.
teratur untuk mencegah
Pengaruh lingkungan itu berupa: berkembang biaknya larva.
y pemberian larvicida dalam
y suhu udara yang tidak stabil pakan untuk mencegah
perkembang biakan larva
(terlalu panas/ terlalu dingin). dalam kotoran
y penyemprotan kotoran dan
y kepadatan ternak yang ruangan kandang dengan
pestisida dan insektisida.
terlampau tinggi.
y kelembaban didalam
kandang yang meningkat.
y akibat bunyi-bunyian keras
yang mengagetkan.
y pindah kandang.
Hal-hal tersebut diatas dengan
demikian sedapat mungkin
menghindarkan stress. Stres
dapat mengganggu 6.6. Pengobatan Penyakit
pertumbuhan ternak karena Pengobatan berasal dari kata
dengan stres hidup ternak jadi obat yang berarti suatu sediaan
tidak nyaman, nafsu makan yang diberikan untuk tujuan
terganggu, metabolisme penyembuhan serangan suatu
makanan akan terganggu penyakit dengan jalan
sehingga hasil akhir yang membunuh jasad renik/kuman
diharapkan tidak tercapai. penyakit penyebab penyakit
6.5.10. Isolasi Ternak tersebut atau dengan
Isolasi terhadap ternak adalah memperbaiki kerja alat tubuh.
suatu usaha untuk mengisolasi
atau memisahkan ternak yang Obat dapat membahayakan
sedang sakit atau mengalami
kelainan dari ternak yang sehat ternak sehingga penggunaan
dan normal. Ternak yang sakit
obat harus sesuai dosis dan
sesuai petunjuk. Pemberian obat
dapat dilakukan denagn
berbagai cara yaitu ;
99
6.6.1. Pencekokan (drenching) Jenis-jenis alat suntik.
Pengobatan dengan cara ini Alat untuk menyuntik disebut alat
suntik atau secara umum disebut
dilakukan dengan ” Syringe/Spuit” adalah suatu
alat yang biasanya dilengkapi
mempergunakan alat pencekok dengan jarum yang berfungsi
untuk memasukkan obat melalui
(drenching gun). Ternak yang pembuluh darah untuk diedarkan
ke seluruh tubuh.
akan diobati sebaiknya
Ada beberapa jenis alat suntik,
dimasukkan dalam kandang jepit diantaranya:
Alat suntik rekord (Record
supaya mudah menanganinya. syringe).
Jenis alat suntik ini merupakan
Kepala agak diangkat sehingga alat suntik yang sederhana, yang
tertera pada gambar 29. Alat
obat akan mudah masuk ke suntik rekord, terdiri atas :
• Tabung suntik
dalam tenggorokan. Alat
- terbuat dr gelas, plastik/
pencekok tertera pada gambar nylon atau metal
28 - ukuran : 1,2,5,10,20,sampai
50 ml
6.6.2. Pil atau bolus
• Penghisap dan tangkainya
Ternak ditempatkan seperti pada - terbuat dari gelas, plastik/
pencekokan atau dapat nylon atau metal
dipegang. Setelah mulut (oral)
dibuka, pil/bolus dimasukan ke • jarum suntik
dalam mulut (oral) bagian
belakang. Mulut untuk beberapa
saat tetap dipegang agar tidak
membuka.
Sumber. Koleksi Vedca, 2008
Gambar 28.
Drenching Gun
6.6.3. Suntikan (injeksi)
Menyuntik adalah kegiatan Sumber.Koleksi Vedca, 2008.
Gambar. 29
memasukkan obat yang
Alat suntik rekord
berbentuk cairan (dengan
tekanan) ke dalam jaringan Alat suntik semi otomatis
tubuh, rongga tubuh, organ
tubuh yang berongga dengan Alat suntik jenis ini bentuknya
menggunakan alat suntik. sama dengan alat suntik record
tetapi dilengkapi dengan
100
komponen untuk mengatur dosis Sumber. Soeraji, 1987
yang terdapat pada tangkai Gambar 31.
penghisapnya. Pada tangkai
penghisap terdapat skala dosis Alat suntik otomatis
dan sekrup pengatur dosis.
Setiap suntikan cukup dengan Alat suntik “ Rautmann”
memutar sekrup pengatur dosis,
maka akan diperoleh dosis Alat suntik ini juga termasuk
tertentu. Alat suntik semi dalam alat suntik multi dosis.
otomatis tertera pada gambar dosis sudah ditetapkan yakni
30. 0,1 ml. Canullanya berukuran
pendek sekali dan lubangnya
Sumber. Soeraji, 1987 bukan pada ujungnya melainkan
Gambar 30. pada bagian sisinya. Alat suntik
routmann biasa digunakan
Alat suntik semi otomatis. untuk tuberkulinasi. Alat suntik
Rautmann tertera pada gambar
Alat suntik multi-dosis 32.
(Multidose-Syringe)
Sumber. Soeraji, 1987
Alat suntik ini baik sekali untuk Gambar 32.
melakukan suntikan masal.
Ukuran besarnya : 30,50 ml. Alat suntik Rautmann
Obat suntik yg disedot dapat
untuk beberapa dosis, dilengkapi 6.6.4. Metode menyuntik
dengan alat pengatur dosis
Ada beberapa metode yang bisa
Alat suntik otomatis (auto digunakan dalam mencegah
matic syringe) dan mengobati suatu penyakit
melalui pemberian obat. Obat
Alat suntik ini sama dengan alat dapat diberikan kepada
suntik multi dosis, hanya alat penderita dengan melalui
suntik ini dapat mengisi sendiri berbagai cara seperti melalui
(self filling) obat yang akan
disuntikkan. Alat suntik ini hanya
tidak cocok digunakan untuk
ternak-ternak besar. Alat suntik
otomatis tertera pada gambar
31.
101
penyuntikan, pemberiobat kemudian amati terlebih dahulu
apakah jarum masuk ke dalam
melalui mulut atau enternal dan pembuluh darah atau tidak.
Apabila keluar darah dari lubang
pemberian obat melalui jarum berarti jarum masuk
pembuluh darah, maka jarum
parenteral. Penggunaan metode harus dipindah ke lokasi lain
sampai tidak berdarah.
tergantung pada cepat atau
lambatnya hasil yang
dikehendaki, lama kerja dalam
tubuh, bentuk atau macam obat,
sifat fisis atau kimiawi obat dan
derajat absorbsi terhadap obat. Suntikan intravena
Salah satu yang sering dipakai
adalah pengobatan dengan Penyuntikan intravena adalah
menggunakan suatu obat penyuntikan yang berbahaya
tertentu dengan metode lewat sehingga pelaksanaannya harus
alat suntik. keberhasilan hati-hati dan terus-menerus
menyuntik ditentukan oleh : memperhatikan denyut
• cara penyuntikan jantungnya. Lokasi penyuntikan
• hewan yang disuntik biasanya di vena jugularis yang
• alat dan obat yang terletak didaerah pangkal leher.
digunakan. 6.6.5. Pengobatan Terhadap
Suatu Gangguan
Ada beberapa macam dalam
metode menyuntik yaitu : Sakit adalah suatu keadan
Suntikan subcutan dimana tubuh, bagian tubuh atau
organ tubuh mengalami
Penyuntikan subcutan dilakukan gangguan fungsi. Gangguan ini
untuk mendeposisikan onbat bisa bersifat fisiologis ataupun
dibawah kulit. Jarum yang mekanis. Gangguan yang
digunakan adalah jarum suntik bersifat mekanis misalnya terjadi
ukuran kecil. Sebelum karena pukulan atau perlukaan.
penyuntikan, lokasi tempat Sedangkan gangguan yang
penyuntikan diolesi alcohol 70 % bersifat fisiologis misalnya
agar steril. karena kelainan hormonal.
Pengobatan terhadap gangguan-
Suntikan intramuskular gangguan tersebut dapat
dilakukan dengan tindakan untuk
Penyuntikan intramuskuler menghilangkan keadaan tidak
dilakukan dengan cara normal tersebut. Ada berbagai
mendeposisikan obat didalam pengobatan yang dapat
jaringan daging. Penyuntikan dilakukan terhadap baik
metode ini mempunyai tujuan gangguan fisiologis maupun
agar obat lebih cepat terserap. gangguan mekanis, beberapa
Lokasi penyuntikan harus diantaranya :
disterilkan dulu dengan alcohol
70 %. Setelah jarum ditusukan,
102
6.6.6. Pengobatan Tujuan GMP adalah:
Simptomatis
• Menjamin produk yang aman
Pengobatan ini merupakan
pengobatan yang digunakan dan bermutu baik
untuk menghilangkan gejala
penyakit. Pada pengobatan ini, • Meningkatkan penggunaan
gejala-gejala penyakit yang ada
akan hilang tetapi penyebab sumberdaya alam,
penyakit mungkin masih ada.
Sebagai contoh pada penyakit kesehatan tenaga kerja dan
gatal hanya gejala gatalnya yang
dihilangkan, bukan penyebab kondisi kerja
gatalnya sendiri.
• Menciptakan peluang pasar
6.6.7. Pengobatan Causalis
baru bagi petani dan exportir
Pengobatan cusal adalah
pengobatan yang dilakukan dari negara berkembang
untuk menghilangkan penyebab
munculnya gejala penyakit. Pada • Menangkap keuntungan
contoh diatas penyakit gatal
dianalisis terlebih dahulu pasar dengan memodufikasi
penyebab gatalnya, baru diobati.
Misalnya karena jamur, maka mata rantai suplai
diobati dengan anti jamur.
Pada bidang peternakan
7. Prinsip Good Management terdapat 5 komponen yang
Practices (GMP) mempengaruhi GMP yaitu:
kesehatan ternak, kesehatan
Good Management Practice pemerahan, pakan dan air
(GMP) adalah prosedur untuk minum, kesejahteraan ternak
membuat suatu produk yang dan lingkungan. Masing-masing
baik, aman dan tidak merusak komponen dijelaskan sbb:
lingkungan. Menurut organisasi
pangan dunia yang dikenal 7.1. Kesehatan ternak
dengan Food Agriculture
Organization (FAO) GMP Kesehatan ternak sangat penting
diadaptasi menjadi praktek agar ternak dapat berproduksi
pengelolaan pertanian yang dengan optimal dan produk yang
baik. Hal ini bertujuan untuk dihasilkan berkualitas baik. Pada
menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan ternak terdapat 4 hal
sosial dan hasil produk pangan – yang disarankan untuk menuju
non pangan yang aman dan GMP, masing-masing dijelaskan
berkualitas baik. sebagai berikut: Mencegah
penyakit masuk ke farm, Memiliki
program pengelolaan kesehatan
yang efektif, Menggunakan obat-
obatan sesuai dengan saran
dokter hewan atau sesuai aturan
yang tertera pada label kemasan
obat, dan Melatih orang yang
sesuai.
103
7.1.1. Mencegah Penyakit orang dan kendaraan yang
Masuk Ke Farm (Usaha
Ternak) memasuki farm. Batasi
pengunjung dan kendaraan
sesedikit mungkin.
• Membeli Ternak yang Sehat Perlakukan pengunjung
untuk Dipelihara dan untuk meminimalkan
Mengontrol Kesehatan Sapi penyakit, misalnya jaga
Setelah Masuk Kandang. kebersihan kendaraan dari
Sebelum masuk ke usaha kotoran sapi. Pengunjung di
ternak kita, sapi harus persilahkan menggunakan
diperiksa kesehatannya pakaian dan sepatu
terutama untuk sapi yang pelindung dan catat semua
didatangkan dari daerah pengunjung, karena
yang terjangkit penyakit. Bila pengunjung dan hewan liar
dimungkinkan kita bisa dapat menyebarkan
mencari surat keterangan penyakit.
sehat dari dinas peternakan. • Memiliki Program untuk
• Menjamin Agar Alat Angkut Mengendalikan Binatang
yang Membawa Sapi ke Pengganggu . Binatang
Usaha Ternak Kita Tidak pengganggu antara lain
Membawa Bibit Penyakit. Hal tikus, burung dan serangga
ini bisa dilakukan dengan dapat menyebarkan penyakit
menghindari alat angkut ke sapi. Pastikan kita
yang habis dipakai mempunyai program
membawa ternak mati atau pengendalian binatang
ternak sakit. Bisa juga tersebut. Hal yang perlu
diakukan dengan dijaga antara lain tempat
menyemprot dengan bahan pemerahan, tempat
desinfektan semua penyimpanan pakan,
kendaraan yang masuk farm kandang dll.
kita. • Gunakan Peralatan yang
• Memiliki Pembatas Bersih. Peralatan yang
Keamanan / Pagar. Pagar digunakan pada budidaya
membatasi ternak, hewan liar sapi harus dijaga kebersihan.
memasuki farm kita. Ternak Untuk alat yang disewa dari
dari luar farm dan hewan liar luar harus dipastikan bahwa
berpotensi membawa bibit peralatan tersebut bersih dan
penyakit jika memasuki farm bebas penyakit. Perlakukan
kita. dengan hati-hati peralatan
• Membatasi Orang dan yang dipinjam dari luar.
Hewan Liar Memasuki Farm.
Orang dan kendaraan yang
mengunjungi beberapa farm
dapat menyebarkan bibit
penyakit ke ternak. Jika
diperlukan semprot terhadap
104
7.1.2. Memiliki Program anus, pengamatan tingkah
Pengelolaan Kesehatan
yang Efektif laku sapi, kondisi tubuh, dan
pengujian susu. Jika hasil
diagnosis menunjukkan
• Membuat Sistem Identifikasi penyakit harus diperlakukan
Ternak. Sapi dapat dengan baik.
diindentifikasi oleh orang • Ternak Sakit Harus ditangani
yang datang untuk dengan Baik Secepat
melakukan tugas tertentu. Mungkin. Perlakukan ternak
Identifikasi harus dibuat yang sakit, luka dan kondisi
permanen dan unik sehingga kesehatannya jelek setelah
setiap ternak dapat mendapat hasil diagnosis.
diidentifikasi dari lahir sampai Tindakan diperlukan untuk
mati. Identifikasi yang mengurangi akibat infeksi
banyak digunakan adalah dan meminimkan sumber
memasang anting telinga patogen.
(ear tag), tato, freeze • Isolasi Ternak Sakit dan
branding dan microchips. Pisahkan Produksi Susu dari
• Mengembangkan Ternak Sakit atau ternak
Pengelolaan Kesehatan yang sedang Diobati. Untuk
berfokus pada Pencegahan. mengurangi penyebaran
Program pencegahan penyakit, isolasi ternak sakit
meliputi semua aspek yang pada tempat khusus.
berkaitan dengan Gunakan prosedur yang ada
pengelolaan farm. untuk memisahkan susu dari
Pencegahan kesehatan yang ternak sakit agar tidak
paling lazim adalah tercampur dengan susu dari
melakukan vaksinasi ternak. ternak sehat.
Obat-obatan pencegah • Buatlah Catatan terhadap
penyakit dapat digunakan semua Perlakukan dan
jika tidak ada strategi lain Ternak yang Pernah Diobati .
untuk mencegah penyakit, Catatan ternak yang pernah
misalnya penggunaan diobati perlu dibuat agar
antibiotika dengan dosis semua orang yang
tertentu. berkepentingan mengetahui
• Memeriksa Kesehatan perlakukan apa saja yang
Ternak jika ada Gejala pernah diberikan. Gunakan
Penyakit. Amati ternak cara untuk menandai ternak
secara reguler untuk yang sakit, misalnya
mendeteksi adanya gejala menggunakan cat untuk
penyakit. Gunakan metode menandai sapi yang
yang akurat untuk terserang penyakit mastitis.
mendeteksi dan • Menjaga Penyakit yang
mendiagnosis penyakit. dapat Menular ke manusia
Beberapa cara dapat (Zoonosis) . Peternak harus
menggunakan termometer menjaga penyakit yang dapat
105
menulari manusia pada level mampu untuk mengobati ternak
yang tidak berbahaya. sakit, misalnya dokter hewan
Produk ternak harus dijaga atau teknisi kesehatan hewan.
agar tidak terkontaminasi
penyakit, misalnya anthrax, 7.2. Kesehatan Pemerahan
bakteri pada susu, dll
Pemerahan merupakan kegiatan
7.1.3. Gunakan Bahan Kimia yang penting dalam budidaya
dan Obat-Obatan yang
diperbolehkan sapi perah. Konsumen
menghendaki susu yang
berkualitas tinggi, sehingga
Bahan kimia yang banyak pengelolaan pemerahan
digunakan seperti deterjen, ditujukan untuk meminimalkan
desinfektan, pembunuh kontaminasi mikroba, bahan
serangga dll. Peternak harus kimia dan kotoran lainnya.
menjaga agar produknya (susu Pemerahan yang baik disamping
dan daging) tidak tercemari akan menghasilkan susu yang
bahan tersebut. Obat-obatan berkualitas tinggi dan menjaga
digunakan untuk mengobati kesehatan sapi.
penyakit. Peternak harus
menjamin dosis dan jenis obat 7.2.1. Pemerahan tidak
Melukai Sapi dan
yang sesuai, penyalahgunaan Mengotori Susu
dapat menyebabkan ternak mati,
penyakit resisten dan produk
ternak tercemar. Bahan kimia Sapi yang diperah harus
memiliki identifikasi, untuk
dan obat harus disimpan dengan mengetahui statusnya apakah
sapi laktasi, kering, sedang
baik agar tidak rusak atau diobati, susunya abnormal
karena penyakit, atau sedang
mencemari produk. Limbah obat, diberi antibiotik. Jadi identifikasi
diperlukan untuk menentukan
bahan kimia dan peralatan langkah selanjutnya.
kesehatan harus dibuang pada
tempat khusus agar tidak
mencemari ternak dan
lingkungan.
7.1.4. Melatih Orang yang 7.2.2. Persiapan Ambing
Sesuai sebelum Pemerahan
Memiliki prosedur tertulis untuk Bersihkan dan keringkan puting
mendeteksi dan menangani
ternak sakit dan bahan sapi yang kotor. Ambing dan
kesehatan, sehingga peternak
peduli pada pengelolaan puting yang basah harus
kesehatan farm. Petugas farm
harus mendapat pelatihan yang dikeringkan. Harus tersedia air
cukup agar dapat melaksanakan
tugasnya. Pilihlah orang yang bersih selama kegiatan
pemerahan. Periksalah ambing
dan puting sebelum pemerahan,
apakah ada indikasi mastitis
atau penyakit lainnya.
106
7.2.3. Menggunakan Teknik 7.2.5. Pastikan Peralatan
Pemerahan yang Pemerahan dipasang
Konsisten dan dirawat dengan
Benar
Pemerahan harus menggunakan
teknik pemerahan yang baik, Pabrik pembuat peralaran mesin
perah harus merekomendasikan
kesalahan teknik dapat cara konstruksi, instalasi, kinerja
dan perawatan peralatan yang
menyebabkan sapi terserang digunakan untuk pemerahan.
Bahan pembersih harus dipilih
mastitis dan cedera atau melukai yang tidak mempengaruhi
kualitas susu.
sapi. Teknik pemerahan yang
benar:
• Siapkan sapi dengan baik
sebelum pemerahan
• Untuk pemerahan dengan
mesin, usahakan udara yang 7.2.6. Pastikan Tersedia
Cukup Air Bersih
masuk sesedikit mungkin,
pasang dan lepas cup mesin
perah dengan halus Persediaan air bersih harus
cukup untuk proses pemerahan
• Untuk pemerahan dengan dan pembersihan peralatan
pemerahan. Jaringan suplai air
tangan, tangan pemerah harus harus diperiksa secara rutin,
hindari kebocoran jaringan air
bersih, dan dapat yang dapat menyebabkan ternak
kekurangan suplai air.
menggunakan sedikit paslin
atau minyak untuk menghidari
puting lecet,
• Minimumkan pemerahan
berlebihan
• Semprotkan larutan Iodium 7.2.7. Tempat Pemerahan
Harus Bersih
setelah pemerahan
7.2.4. Pisahkan Susu dari Bangunan pemerahan harus
Sapi Sakit dan Sapi
yang Sedang Diobati memiliki saluran air (drainase)
dan ventilasi yang baik untuk
mengindari sapi cedera. Ukuran
Sapi yang menghasilkan susu tempat pemerahan harus sesuai
yang tidak layak dikonsumsi
manusia harus dipisahkan dengan ukuran sapi. Tempat
dengan susu yang baik.
Buanglah susu yang abnormal pemerahan harus dijaga
dengan cara yang benar agar
tidak menulari sapi yang lain. kebersihannya dari kotoran sapi,
tanah dll. Lingkungan tempat
pemerahan harus dijaga
kebersihannya. Rancangan
bangunan harus mudah
dibersihkan, memiliki suplai air
bersih, tersedia fasilitas
penanganan limbah, dan cukup
cahaya.
107
7.2.8. Pemerah Mengikuti 7.3.1. Menjamin Pakan dan Air
Aturan Kesehatan Kualitasnya Baik
Pemerah harus mengenakan Pakan dan air yang diberikan
pakaian yang sesuai dan bersih, harus sesuai dengan kebutuhan
menjaga kebersihan tangan dan fisiologis ternak. Suplai air harus
lengan selama pemerahan, jika disediakan, diperiksa dan
memiliki luka harus dibalut, dan dirawat secara reguler. Gunakan
tidak menderita penyakit infeksi. peralatan yang berbeda untuk
menangani bahan kimia dan
7.2.9. Susu yang Habis di bahan pakan. Bahan kimia yang
perah Harus Ditangani digunakan pada padang rumput
dengan Baik dan hijauan harus sesuai.
Gunakan bahan kimia untuk
Segera setelah susu diperah pakan pakan sesuai dengan
yang direkomendasikan.
harus didinginkan, sesuai
dengan aturan yang berlaku,
misal 5°C. Lingkungan 7.3.2. Mengontrol Kondisi
Tempat Penyimpanan
penyimpanan susu harus dijaga Pakan
kebersihannya. Peralatan
penyimpanan susu harus bisa Usahakan tidak ada binatang
menjaga temperatur susu sesuai yang masuk ke gudang pakan
dengan yang dikehendaki. Jalan untuk menghindari kontaminasi
untuk mengambil susu harus pakan. Gudang harus
dirancang untuk memudahkan berventilasi baik. Pakan harus
kendaraan tangki pengangkut dilindungi dari kontaminasi.
susu. Simpan dan tangani dengan baik
7.3. Pakan Dan Air Minum bahan pestisda, biji-bijian, pakan
Ternak
yang diberi obat, dan pupuk.
Herbisida harus dipisahkan dari
Produktivitas sapi tergantung bahan kimia dan pupuk. Jerami
dari kualitas pakan dan air dan pakan kering harus
minum yang tersedia. Hal yang dilindungi dari kondisi lembab.
perlu diperhatikan adalah pakan Silase dan pakan fermentasi
dan air minum kualitasnya baik, harus disimpat dalam kondisi
mengontrol kondisi gudang tertutup. Bahan pakan yang
pakan dan mengontrol bahan berjamur harus dibuang atau
pakan yang dibeli dari luar farm. tidak diberikan ke sapi.
Masing-masing dijelaskan
sebagai berikut:
108
7.3.3. Bahan Baku Pakan untuk menjamin ketercukupan
Harus Bisa Dilacak pakan hijauan dan pakan
Sumbernya tambahan. Lindungi ternak dari
pakan beracun dan bahan yang
Jika kita membeli bahan pakan, membahayakan.
pastikan penjual (supplier),
memiliki program penjaminan 7.4.2. Ternak Harus Nyaman
mutu. Buatlah pembukuan
(catatan) bahan pakan dan Konstruksi kandang dan tempat
pakan yang dibeli. pemerahan harus aman, tidak
membahayakan ternak dan
7.4. Kesejahteraan Ternak cukup ventilasi. Hindari jalan
buntu dan lantai yang licin. Alas
Peternak harus menjaga kandang harus bersih dan ruang
gerak sapi cukup. Ternak harus
kesejahteraan ternak agar terlindung dari pengaruh iklim
yang dapat menyebabkan
mereka dapat berproduksi kepanasan atu kedinginan.
dengan baik. Konsumen
menghargai kesejahteraan
ternak yang tinggi sebagai 7.4.3. Ternak Sehat, Bebas
Nyeri dan Cedera
indikator pangan yang aman,
sehat dan berkualitas baik. Ternak harus diperiksa secara
Terdapat lima hal yang harus reguler untuk mendeteksi
diperhatikan yaitu : adanya cedera atau sakit.
• Ternak tidak haus, lapar dan Kandang dan tempat pemerahan
salah makan lantainya tidak boleh licin untuk
• Ternak harus nyaman mengurangi peluang cedera
• Ternak sehat, bebas nyeri dan sapi. Sapi yang laktasi harus
cedera diperah secara reguler. Jangan
• Ternak harus bebas ketakutan menggunakan prosedur dan
• Tingkah laku ternak relatif proses yang menyebabkan
normal ternak nyeri misal pada
Masing-masing aspek tersebut di dehorning (penghilangan
atas dijelaskan sebagai berikut: tanduk), kastrasi dll.
7.4.1. Ternak tidak Haus, Menyediakan fasilitas beranak
Lapar dan Salah Makan
yang nyaman, dan memeriksa
Peternak harus menyediakan secara reguler apakah sapi
pakan dan air dengan jumlah memerlukan bantuan pada saat
yang cukup setiap hari. melahirkan. Prosedur
Pemberian berdasarkan kondisi pemasaran pedet harus baik,
fisiologi ternak yaitu umur, berat penjualan dilakukan setelah
badan, tahap laktasi, tingkat lepas sapih, dan menggunakan
produksi, pertumbuhan, alat transportasi yang memadai.
kebuntingan, aktivitas dan iklim. Jika ternak harus dibunuh difarm
Mengatur kapasitas padang karena sakit parah, harus
rumput dan pakan tambahan dgunakan cara yang tidak
109
menyakitkan. Hindari cara • Lantai kandang harus tidak
pemerahan yang salah karena licin, tangani sapi dengan
bisa menyebabkan sapi cedera. hati-hati, jika sapi yang jatuh
lebih dari 2% menunjukkan
7.4.4. Ternak Harus Bebas pengangan yang kurang
Ketakutan baik
Peternak harus terampil • Pada saat memindahlan
sapi sebaiknya dari samping
mengelola ternaknya dan bahu sapi, hindari alat bantu
yang menyakitkan seperti
menerima pelatihan yang sesuai. cambuk, alat kejut listrik,
batang besi dll
Menjamin ternak berperilaku
7.4.6. Pemasaran Ternak
relatif normal, salah satunya
Pada umumnya ternak dijual
dengan menyediakan ruang dalam kondisi sehat dan
phisiknya bagus. Ternak yang
gerak yang cukup untuk betina, akan dijual dikumpulkan pada
kandang khusus (pen) yang
pejantan dan pedet. Peternak dekat dengan loading ramp
(tangga untuk menaikkan sapi ke
harus mampu: truk). Pada saat menggiring dari
kandang ke pen tanpa
• Mengenali ternaknya sehat menyebabkan stress. Truk yang
digunakan harus dirancang
atau sakit khusus untuk keselamatan
peternak dan sapi. Sapi
• Memahami perubahan dinaikkan, dipindahkan dan
diturunkan dengan hati-hati dan
tingkah laku ternak sabar agar tidak menimbulkan
stres. Daya angkut sapi
• Paham kapan perlu tindakan ditentukan dengan ukuran dan
berat sapi, pastikan rung dalam
pengobatan truk tidak terlalu padat. Jika truk
tidak penuh harus diberi sekat
• Mengimplementasikan pembatas agar sapi tenang dan
truk stabil. Pintu kendaraan dan
program pengelolaan pintu gerbang loading ramp
harus cukup besar untuk dilewati
kesehatan sapi tanpa menimbulkan luka.
Tidak ada jarak antara bak truk
• Mengimplementasikan dengan loading ramp, jika ada
jarak dapat menyebabkan sapi
program pemberian pakan terperosok dan sapi menderita
cedera.
dan pengelolaan padang
110
rumput
• Mengenali iklim untuk
mempromosikan kesehatan
dan kesejahteraan ternak
• Mempu mengelola produksi
ternak
• Menangani ternak dengan
baik dan dengan cara yang
benar, mengantisipasi
penyebab masalah dan
tindakan pencegahan.
7.4.5. Penanganan Ternak
• Menyiksa ternak pada
kondisi apapun tidak
diperbolehkan
7. 5. Lingkungan cairan silase, lumpur, dan bahan
polutan lainnya harus diletakkan
Konsumen makin sadar bahwa pada tempat yang aman untuk
produksi makanan harus
seimbang dengan lingkungan. menjaga agar tidak mencemari
untuk itu peternak dalam
memproduksi susu dan daging lingkungan lokal. Hindari
memilih cara yang mengurangi
kerusakan lingkungan . Masalah membuang limbah pertanian
utama adalah polusi dari kotoran
sapi, cairan, cairan silase dll. atau bahan kimia pada tempat
Saran untuk GMP adalah
memiliki sistem pengelolaan yang dapat terkena drainase, air
limbah yang baik, dan menjamin
pengelolaan ternak tidak permukaan atau aiur tanah
memberikan dampak terhadap
lingkungan lokal. Masing-masing dapat menghanyutkan dan
dijelaskan sebagai berikut:
mencemari suplai air lokal.
Gunakan bahan kimia (pupuk,
obat, pestyisida dll) dengan
benar untuk menghindari
pencemaran lingkungan.
Menjamin penampilan usaha
peternakan agar bersih dan
terawat untuk menciptakan
kesan tempat memproduksi susu
7.5.1. Memiliki Sistem dan daging yang berkualitas
Pengelolaan Limbah
yang Baik baik.
8. Aplikasi konsep
Limbah peternakan harus
ditampung pada tempat khusus Coba amati suatu usaha
untuk meminimumkan peternakan dilingkungan sekolah
pencemaran. Tempat siswa, apakah sudah
penampungan harus diperiksa melaksanakan GMP dengan
apakan sudah penuh, atau ada baik. Hal-hal yang di amati
kebocoran. Limbah lain seperti meliputi:
plastik harus dibuang pada • Mencegah Penyakit Masuk
tempat yang sesuai untuk Ke Farm (Usaha Ternak)
mencegah polusi. Kotoran sapi • Memiliki Program
dapat disemprotkan ke padang Pengelolaan Kesehatan yang
rumput. Efektif
7.5.2. Menjamin Pengelolaan Pemerahan tidak Melukai
Ternak tidak
Memberikan Dampak Sapi dan Mengotori Susu
Terhadap Lingkungan
Lokal • Menjamin Pakan dan Air
Kualitasnya Baik
• Ternak Harus Nyaman
• Memiliki Sistem Pengelolaan
Menjaga agar usaha peternakan Limbah yang Baik
tidak memberi dampak terhadap
lingkungan lokal. Fasilitas • Ternak tidak Haus, Lapar dan
penyimpanan untuk limbah oli,
Salah Makan
111
9. Pemecahan masalah 1. Jenis sapi asli Indonesia
adalah
9.1. Sapi perah yang dipelihara a. Brahman
didataran rendah produksinya b. Sahiwal
kebih rendah dari sapi perah c. Bali
yang dipelihara didataran tinggi. d. Angus
Diskusikan dengan teman-teman
siswa 2. Jenis ternak perah yang ada
di Indonesia adalah
9.2. Selandia Baru menyilangkan a. Sahiwal Cross
sapi FH dengan dapi sahiwal. b. FH
Hasil silangan tersebut Sahiwal c. Kerbau Murrah
cross di kespor ke Indonesia. d. Semua benar
Diskusikan apa tujuan
penyilangan tersebut? 3. Cara mengetahu umur sapi
yang paling tepat adalah
9.3. Australia menyilangkan sapi a. Dari catatan
Short horn dengan sapi b. Dari cincin tanduk
Brahman. Hasil silangan BX c. Wawancara
kemudian diekspor ke Indonesia. d. Dari pertumbuhan gigi
Diskusikan dengan teman-
teman, apa tujuan penyilangan 4. Pengetahuan tingkah laku
tersebut. ternak diperlukan untuk
a. Mempermudah
9.4. Kandang didataran rendah penanganan sapi
b. Menyakiti sapi
sebaiknya tidak menggunakan c. Menendang sapi
d. Mengikat sapi
atap dari bahan seng atau
5. Pada pakan sapi, bungkil
asbes, tetapi disarankan kedelai termasuk bahan
sumber
menggunakan genteng. a. Energi
b. Protein
Diskusikan dengan teman-teman c. Lemak
d. Mineral
apa tujuan tersebut?
6. Dedak padi merupakan bahan
9.5. Disuatu peternakan sapi pakan sumber
a. Energi
potong banyak didapati sapi b. Protein
c. Mineral
yang pincang, sehingga d. Vitamin
pertumbuhan terganggu.
Diskusikan dengan teman-teman
apa kemungkinan
penyebabnya?
10. Pengayaan
Jawablah pertanyaan di bawah
ini, dengan memilih satu
jawaban yang paling benar
112
7. Defisiensi Ca (Calsium) pada 10. Upaya mencegah penyakit
sapi menyebabkan masuk ke Farm sapi
a. Riketsia, adalah
b. Pertumbuhan terhambat,
c. Tidak ada koordinasi otot. a. Mengontrol kendaraan
d. Semua benar yang masuk
8. Fungsi kandang sapi adalah b. Mengontrol orang yang
a. Mengontrol iklim mikro masuk
b. Memberi kenyamanan sapi
c. Menjaga keamanan ternak c. Membuat pagar pembatas
d. Semua benar d. Semua benar
9. tujuan vaksinasi sapi adalah Kunci Jawaban
a. Mengobati sapi sakit 1.c
b. Menciptakan kekebalan 2.d
tubuh 3. a
c. Menambah vitamin 4. a
d. Menyuntikkan antibiotika 5. b
6. a
7. d
8. d
9. b
10. d
113
BAB 3
MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN KESEHATAN
DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
1. Persyaratan K3
Pada prinsipnya tanggung jawab Sistem manajemen (K3) adalah
terhadap keselamatan dan bagian dari sistem manajemen
kesehatan kerja (K3) berada secara keseluruhan yang
pada setiap orang. Setiap orang meliputi : struktur
atau karyawan yang bekerja organisasi, perencanaan,
dalam suatu perusahaan tanggung jawab, pelaksanaan
peternakan khususnya ternak prosedur, proses, dan sumber
ruminansia besar, harus daya yang dibutuhkan bagi
berpartisifasi dalam setiap pengembangan, penerapan,
kegiatan keselamatan dan pencapaian, pengkajian dan
kesehatan kerja, serta pemeliharaan kebijakan
bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan
keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka
dirinya masing-masing pengendalian resiko yang
dilingkungan kerjanya. Karena berkaitan dengan kegiatan kerja
dalam suatu perusahaan guna terciptannya tempat kerja
peternakan khususnya ternak yang aman, efesien dan efektif.
ruminansia besar senantiasa Tempat kerja adalah, setiap
terdapat kegiatan-kegiatan ruangan atau lapangan tertutup
teknis yang melibatkan juga atau terbuka, bergerak atau
berbagai peralatan teknis dan tetap, dimana tenaga kerja
sumber daya manusia. Maka bekerja atau yang sering
secara keseluruhan beban dimasuki tenaga kerja untuk
tanggung jawab atas operasinya keperluan suatu usaha dan
suatu perusahaan peternakan dimana terdapat sumber atau
akan berada pada pimpinan sumber-sumber bahaya baik
perusahaan peternakan didarat, didalam tanah,
tersebut. dipermukaan air, didalam air,
Penerapan sistem manajemen diudara, yang berada di dalam
(K3) dapat menjamin
keselamatan dan kesehatan wilayah kekuasaan hukum
tenaga kerja maupun orang yang
berada di tempat kerja. Menurut Republik Indonesia,
peraturan menteri Tenaga Kerja
No: Per. 05/Men/1996, tentang Perusahaan adalah setiap
sistem keselamatan dan
kesehatan kerja. bentuk usaha yang
mempekerjakan pekerja dengan
tujuan mencari laba/keuntungan
atau tidak, baik milik swasta
mapun milik negara.
115
bagian dari perencanaan.
Tenaga kerja adalah tiap orang Sebagaimana alur proses sistem
yang mampu melakukan
pekerjaan baik didalam maupun manajemen keselamatan dan
diluar hubungan kerja guna
menghasilkan jasa atau barang kesehatan kerja, maka untuk
untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. dapat menetapkan dan
memelihara program kerja K3
perusahaan perlu adanya
tahapan-tahapan diantaranya:
pemahaman terhadap dasar
Pengusaha adalah : hukum pelaksanaan program
• Orang atau badan hukum K3, adanya komitmen dan
yang menjalankan suatu kebijakan dari
usaha milik sendiri dan untuk pengusaha/pemilik perusahaan,
keperluan itu menggunakan dan akhirnya perencanaan,yang
tempat kerja. di dalamnya termasuk program
• Orang atau badan hukum kerja.
yang secara berdiri sendiri 3. Dasar Hukum Pelaksanaan
Program K3
menjalankan sesuatu usaha
bukan miliknya dan untuk
keperluan itu Bagi suatu perusahaan, tenaga
mempergunakan temapat kerja merupakan aset yang
kerja. sangat berharga. Agar dapat
Adapun tujuan dan sasaran melakukan tugasnya secara
sistem manajemen K3 efektif dan efisien, maka
perusahaan peternakan kesejahteraan tenaga kerja perlu
khususnya ternak ruminansia diperhatikan. Salah satu bentuk
besar adalah menciptkan suatu kesejahteraan bagi tenaga kerja
sistem keselamatan dan adalah perlindungan terhadap
kesehatan kerja di tempat kerja keselamatan dan kesehatan
dengan melibatkan unsur kerja-nya. Untuk menjamin
manajemen, tenaga kerja, keselamatan dan kesehatan
kondisi dan lingkungan kerja tenaga kerja maupun orang lain
yang terintegrasi dalam rangka yang berada di tempat kerja,
mencegah dan mengurangi serta menjamin keamanan
kecelakan dan penyakit akibat terhadap sumber prouksi, proses
kerja serta terciptanya tempat produksi dan dan lingkungan
kerja yang aman, efisien, dan kerja, perlu penerapan sistem
produktif. manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja.
2. Kaidah dan peraturan Penerapan sistem manajemen
mengenai K3
keselamatan dan kesehatan
kerja ini sesuai dengan
Dalam sistem manajemen peraturan perundangan yang
keselamatan dan kesehatan
kerja, Program K3 merupakan berlaku di Indonesia. Peraturan
116
perundangan yang dimaksud seperti peledakan, kebakaran,
adalah: pencemaran, dan penyakit
akibat kerja wajib menerapkan
3.1. Pasal 27 ayat (2), UUD sistem manajemen K3.
tahun 1945. ”Setiap warga Sistem manajemen K3
negara berhak atas sebagaimana dimaksut wajib
pekerjaan dan dilakasanakan oleh pengurus,
penghidupan yang layak perusahaan dan seluruh tenaga
bagi kemanusiaan”. kerja sebagai satu kesatuaan.
3.2. Undang-Undang No. 13 Dalam penerapan sistem
tahun 2003 tentang manajemen K3 perusahaan
”Ketenaga kerjaan” Pasal peternakan ruminansia besar,
86 wajib melaksanakan ketentuan-
y Setiap pekerja mempunyai ketentuan sebagai berikut:
hak untuk memperoleh y Menerapakan kebijakan
perlindungan atas: keselamatan dan kesehatan
keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin
kerja , Moral dan kesusilaan komitmen terhadap
dan perlakuan yang sesuai penerapan sistem
dengan hak-hak dan manajemen K3.
martabat manusia serta nilai- y Merencanakan pemenuhan
nilai agama. kebijakan, tujuan dan
y Untuk melindungi sasaran penerapan
keselamatan pekerja guna keselamatan dan kesehatan
mewujudkan produktifitas kerja
kerja yang optimal y Menerapkan kebijakan
diselenggarakan upaya K3 keselamatan dan kesehatan
y Perlindungan sebagaimana kerja secara efektif dengan
dimaksud pada ayat (2) mengembangkan
dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dari mekanisme
peraturan perundang- pendukung yang diperlukan
undangan yang berlaku. mencapai kebijakan, tujuan
dan sasaran keselamatan
4. Penerapan Sistem dan kesehatan kerja.
Manajemen K3
y Mengukur, memantau dan
Setiap perusahaan peternakan mengevaluasi kinerja
ruminansia besar yang keselamatan dan kesehatan
mempekerjakan tenaga kerja kerja serta melakukan
sebanyak seratus (100) orang tindakan perbaikan dan
atau lebih dan atau mengandung pencegahannya.
potensi bahaya yang ditimbulkan y Meninjau secara teratur dan
oleh karakteristik dari proses meningkatakan pelaksanaan
produksi yang dapat sistem manajemen K3
mengakibatkan kecelakaan kerja secara berkesinambungan
dengan tujuan meningkatkan
117
kinerja keselamatan dan 5.3. Keamanan Peralatan
kesehatan kerja.
5. Memelihara Infrastruktur Semua peralatan yang akan
K3 dalam Perusahaan digunakan atau yang sudah
Peternakan Ruminansia dipasang, hendaknya dilakukan
Besar evaluasi ulang atau dicek ulang.
Apakah peralatan tersebut
5.1. Keselamatan Kerja sudah benar-benar layak atau
aman digunakan atau belum ?
Keselamatan kerja dalam
perusahaan peternakan 5.4. Pemasangan Instalasi
Pengaman
ruminansia besar adalah
keselamatan kerja yang
menyangkut dengan unsur Setiap kali peralatan akan
dipergunakan, kita harus selalu
manusia, mesin/peralat, bahan memeriksa apakah alat
pengamannya sudah terpasang
yang dikerjakan dan ternak yang dengan benar sesuai dengan
buku manualnya. Apakah alat
diusahakan. Adapun fungsi pengaman yang dipasang sudah
sesuai dengan standar nasional
keselamatan kerja adalah untuk katagori alat tertentu.
mencegah terjadinya kecelakaan
di tempat kerja. Yang perlu
diperhatikan dalam keselamatan
dan kesehatan kerja adalah
terciptanya keamanan dan
lingkungan yang sehat di 5.5. Pemasangan Kabel
perusahaan peternakan
ruminansia besar untuk semua Kondisi yang sama harus
diperhatikan untuk peralatan
pekerja tanpa harus yang membutuhkan arus dari
sumbernya, jenis kabel yang
membedakan jenis atau dipasang harus memenuhi
standar yang ditentukan.
klasifikasi pekerjaan.
Adapun faktor-faktor yang harus
diperhatikan dalam
keselamatan kerja : 5.5.1. Pengaman Listrik
5.2. Keselamatan atau Petugas atau pemakai alat yang
Keamanan Personal
(manusia) berhubungan dengan listrik
harus memeriksa kondisi
pengaman listrik, untuk
Setiap orang yang bekerja di mengetahui kelayakan dari
perusahaan peternakan semua pengaman listrik yang
ruminansia besar harus ada, apakah semua pengaman
menggunakan peralatan K3 yang ada telah memenuhi
pada waktu bekerja sesuai syarat teknis.
dengan spesifikasi
pekerjaannya.
118
5.5.2. Pemadam Kebakaran alat pencacah rumput ( copper)
yang ada di perusahaan
Semua gedung baik yang peternakan ruminansia besar
termasuk dalam instansi perlu alat penutup telinga atau
pemerintah maupun swasta pelindung telingga. Disamping
sebaiknya dilengkapi dengan alat tersebut masih ada alat –
alat pemadam kebakaran yang alat pelindung badan lainnya
sesuai dengan kebutuhan seperti : ( alat pelindung mata,
bangunan. Alat pemadam alat pelindung , kepala alat
kebakaran dapat ditempatkan di pelindung tangan, alat pelindung
laboratorium, bengkel, pabrik kaki, alat pelindung hidung dan
pakan, gudang pakan , gedung mulut dan lain sebagainya).
atau kantor perusahaan
peternakan ruminansia besar. 6. Pedoman Penerapan Dan
Alat pemadam kebakaran secara Sistem Manajemen K3
periodik harus dicek apakah Perusahaan Peternakan
berfungsi dengan baik atau Ruminansia Besar
tidak.
6.1. Komitmen dan Kebijakan
5.5.3. Kesehatan Kerja Pimpinan
Hal-hal yang perlu diperhatikan 6.1.1. Kepemimpinan dan
yang berhubungan kesehatan Komitmen
kerja dalam perusahaan
peternakan ruminansia besar Pengurus atau pemimpin
adalah :
perusahaan peternakan
5.5.4. Sirkulasi Udara yang
Baik ruminansia besar harus
Untuk menjaga agar udara menunjukan kepemimpinannya
dalam ruangan kantor, kandang
ternak , pabrik pakan tetap dan komitmennya terhadap
bersih dan nyaman perlu
dipasang peralatan seperti ( keselamatan dan kesehatan
sistem penyedot atau pengisap
debu, kipas angin , AC dan kerja dengan menyediakan
penanaman pohon pelindung
dan lain-lai ) sumberdaya yang memadai.
5.5.5. Kebisingan Setiap tingkat pimpinan di
Untuk mengantisipasi kebisingan perusahaan peternakan
dalam bekerja di pabrik pakan
atau pada saat mengoperasikan ruminansia besar harus
menunjukan komitmen terhadap
K3, sehingga penerapan sistem
manajemen K3 di perusahaan
peternakan ruminansia besar
dapat berhasil dengan baik dan
mudah dikembangkan.
Setiap tenaga kerja atau
karyawan perusahaan
peternakan ruminansia besar
119
dan orang lain yang berada kegiatan perusahaan peternakan
ditempat kerja harus berperan ruminansia secara menyeluruh
serta dalam menjaga dan yang bersifat umum dan atau
mengendalikan pelaksanaan k3. operasional.
6.1.2. Wujud Komitmen Kebijakan K3 suatu perusahaan
peternakan ruminansia besar,
Komitmen pimpinan perusahaan sebaiknya dalam pembuatannya
berkaitan dengan keselamatan melalui proses konsultasii antara
dan kesehatan kerja dilakukan pengurus/pengelola dan wakil
dengan cara menyediakan tenaga kerja atau karyawan
sumberdaya yang memadai, dan suatu perusahaan tersebut, yang
diwujudkan dalam bentuk: kemudian harus dijelaskan,
y Membentuk Organisas dan disebarluaskan kepada seluruh
menempatkan organisasi warga atau tenaga
keselamatan dan kesehatan kerja/karyawan yang ada di
kerja pada posisi yang dapat perusahaan tersebut.
menentukan keputusan
perusahaan Kebijakan K3 yang disusun dan
disepakati bersifat dinamik dan
y Menyediakan anggaran, selalu ditinjau ulang, dalam
rangka peningkatan kinerja K3.
y Menyediakan tenaga kerja
yang berkualitas
y Menyediakan sarana lain
yang diperlukan untuk K3 6.2. Perencanaan
y Menetapkan tanggung
jawab, wewenang, dan Perusahan peternakan
kewajiban yang jelas dalam ruminansia besar harus
penanganan K3 membuat perencanaan yang
y Membangun dan memelihara efektif untuk mencapai
kesadaran, motivasi dan keberhasilan penerapan dan
keterlibatan seluruh pihak di kegiatan sistem manajemen K3
perusahaan dengan sasaran yang jelas dan
dapat diukur.
6.1.2.1. Kebijakan K3
Kebijakan K3 suatu perusahaan Perencanaan harus memuat
tujuan, sasaran, dan indikator
peternakan ruminansia besar kinerja yang diterapkan dengan
mempertimbangkan identifikasi
adalah suatu pernyataan tertulis sumber bahaya, penilaian dan
pengendalian reksiko sesuai
yang ditanda tangani oleh dengan persyaratan perundang-
undangan yang berlaku.
pengusaha dan atau pengurus
perusahaan peternakan
ruminansia besar, yang memuat
keseluruhan visi dan tujuan
perusahaan, komitmen dan
tekad melaksanakan K3 , dan
program kerja yang mencakup
120
6.2. Penerapan y Kegiatan pendukung
Dalam mencapai tujuan K3 Kegiatan pendukung dari
perusahaan peternakan sistem manajemen K3
ruminansia besar harus antara lain; komunikasi,
menunjuk personal yang pelaporan dan
mempunyai kualifikasi yang pendukumentasian semua
sesuai dengan sistem yang kegiatan yang berada
diterapkan. disuatu peruhaan
peternakan ruminansia besar
y SDM, Sarana dan Dana tersebut.
Perusahaan harus 7. Menyimpan Alat- Alat
Produksi Bahan Kimia dan
mempunyai personal yang Biologis
memiliki kualifikasi , sarana,
dana yang memadai sesuai
dengan sistem manajemen Alat-alat produksi seperti cangul,
K3 ember, sapu, sekop, copper,
kereta dorong, tali tambang, alat-
y Tanggung Jawab alat kesehatan, dan peralatan
lainnya disimpan di tempat yang
Dalam peningkatan K3 , aman, baik itu dari pencurian
akan efektif apabila semua maupun keamanan awetan
pihak dalam suatu ataupun keberfungsian alat
perusahaan tersebut tersebut. Untuk menyimpan alat-
didorong untuk berperan alat produksi perlu sarana
serta dalam penerapan dan pendukung seperti gudang
pengembangan sistem memenuhi persyaratan.
manajemen K3 serta Sedangkan untuk peralatan
memiliki budaya perusahaan kesehatan perlu juga disimpan
yang mendukung dan pada ruangan tertentu dan alat-
memberikan kontribusi bagi alat kesehatan sebaiknya
sistem manajemen K3 dipisahkan dengan alat-alat
untuk kegiatan produksi.
y Pelatihan dan Kompetensi Bahan – bahan kimia
kerja
sebaiknya disimpan pada
Pengembangan dan ruangan khusus, tidak dicampur
penerapan sistem dengan bahan-bahan biologis
manajemen K3 perusahaan maupun alat–alat produksi.
peternakan ruminansia besar Ruangan untuk menyimpan
yang efektif ditentukan oleh bahan kimia diusahakan
kompetensi kerja dan sedemikian rupa jauh dari ruang
pelatihan dari setiap tenaga dapur. Pada intinya pada saat
kerja diperusahaan tersebut. menyimpan semua alat-alat
produksi, bahan kimia dan
121
biologis sebaiknya sesuai menyebabkan cidera baik itu
ternak maupun peternaknya ?
dengan standard operating
Procedure ( SOP).
10. Pengayaan
8. Aplikasi Konsep
Mengidentifikasi K3 pada 1. Kepanjangan dari K3 adalah
perusahaan peternakan sapi a. Kesehatan dan
potong: keselamatan kerja
b. Keselamatan dan
8.1. Lakukan identifikasi sumber kesehatan kerja
bahaya yang berkaitan c. Kesehatan keselamatan
dengan kegiatan kerja
penggemukan sapi potong d. Keselamatan kesehatan
yang meliputi : kerja
y Kegiatan persiapan 2. Keselamatan kerja dalam
kandang perusahaan peternakan
y Kegiatan pemilihan bibit ruminansia besar adalah
atau pengadaan bibit keselamatan kerja yang
y Kegiatan pemberian menyangkut dengan unsur :
pakan a. manusia, mesin/peralat,
y Kegiatan penanganan bahan yang dikerjakan
kesehatan dan ternak yang
y Kegiatan pemanenan diusahakan.
8.2. Lakukan Identifikasi b. manusia, mesin/peralat,
dampak yang ditimbulkan dan bahan yang
akibat dari kegiatan tersebut dikerjakan
8.3. Carilah solusi atau alternatif c. manusia, mesin/peralat,
pemecahan dari masing- dan ternak ternak yang
masing dampak tersebut diusahakan.
8.4. Buatkan program K3 nya. d. Tenaga kerja, alat, bahan
9. Pemecahan Masalah dan lingkungan
Seorang peternak sapi akan 3. Kebijakan K3 suatu
melakukan kegiatan perusahaan peternakan
penanganan ternak ( ruminansia besar sebaiknya
memandikan ternak) kebetulan memuat tentang :
ternaknya sulit dikendalikan. a. visi dan tujuan
Pada hal kegiatan memandikan perusahaan dan
itu merupakan program komitmen dan tekad
penanganan kesehatan. Apa melaksanakan K3
saran anda agar kegiatan b. visi dan tujuan
memandikan ternak tersebut perusahaan dan program
berjalan lancar tanpa kerja K3
c. visi dan tujuan
perusahaan dan
122
komitmen dan tekad b. Peraturan menteri
melaksanakan K3 , dan Tenaga Kerja No: Per.
program kerja yang 05/Men/1998
mencakup kegiatan c. Peraturan menteri
perusahaan peternakan Tenaga Kerja No: Per.
ruminansia secara 05/Men/1997
menyeluruh yang bersifat d. Peraturan menteri
umum dan atau Tenaga Kerja No: Per.
operasional. 05/Men/1996,
d. visi dan target
perusahaan dan 6. Undang - undang yang
mengatur tentang
komitmen dan tekad Ketenagakerjaan adalah
a. Undang-Undang No. 13
melaksanakan K3 tahun 2003
b. Undang-Undang No. 13
4. Pada prinsipnya tanggung tahun 2004
c. Undang-Undang No. 12
jawab terhadap keselamatan tahun 2004
d. Undang-Undang No. 12
dan kesehatan kerja (K3) tahun 2003
berada pada:
a. Setiap perusahaan
peternakan
b. Setiap organisasi
c. Setiap instansi
pemerintah Kunci Jawaban
1. b
d. Setiap orang 2. a
3. c
5. Peraturan Menteri Tenaga 4. d
5. d
Kerja yang mengatur tentang 6. a
sistem keselamatan dan
kesehatan kerja ( K3) adalah:
a. Peraturan menteri
Tenaga Kerja No: Per.
05/Men/1999
123