The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Al Quran Hadis MA 10 fix ayomadrasah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2022-10-29 17:30:17

Al Quran Hadis MA Kelas 10

Al Quran Hadis MA 10 fix ayomadrasah

a. Ibadah mahd}ah, yaitu ibadah yang tata cara dan tekniknya telah ditentukan secara
jelas dalam syariat seperti salat, puasa, zakat dan haji.

b. Ibadah gairu mahda} h, artinya ibadah yang bersifat umum, tata caranya tidak
ditentukan secara khusus. Ibadah gairu mahd}ah ada yang memang bentuknya adalah
ibadah seperti membaca al-Qur’an atau bersedekah. Selain itu ibadah gairu mahd}ah
juga bisa berupa kegiatan umum tetapi menjadi bernilai ibadah karena diniatkan
untuk mencari rida Allah swt., seperti bekerja mencari rezeki nafkah yang halal
diniatkan sebagai ibadah.
Untuk mengatur dinamika kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, al-
Qur’an mengajarkan tata cara berinteraksi dengan sesama manusia yang biasa
disebut sebagai h}abl min an-nas> )‫( َح ْب َم َ ِي ٍََ َانَُا ِ َش‬. Sedangkan hubungan atau interaksi
manusia sebagai individu dengan Tuhannya biasa disebut sebagai hablun minallah
)َِ‫( َح ْبمَ َ ِي ٍََ َالله‬. Di mana dua jenis interaksi ini juga diatur oleh al-Qur’an. Bagaimana
caranya manusia bersilaturrahim, berjual beli, hutang piutang dan lain-lainnya diatur
oleh hukum Islam yang sumber utamanya adalah al-Qur’an.
Kegiatan dalam hubungan antar manusia juga biasa disebut dengan
muamalah. Kita dapat menemukan banya sekali tuntunan al-Qur’an tentang tata cara
bermuamalah, antara lain dalam QS al-Baqarah [2]: 282

َََََََ‫ََََُٓاَججًََوَفووِْاِِااااوَِِذيجًََْْْْهضََنَنظُاهََشَِدََْجبَبلَْاوََيَََِْْونفلًااَاشهرِاَِْفْاَزَهُنَِْحَلَنًآََُبَلْذًََْذَىِْاىاًََْىوىََىُلَاَهُاََُاخَِفَىِزَماََمَْحاهُْشَِمىَبَلِيَََْٓهََهَفَََْىََهُفُاهََخُلَََفَـَِْذَِرَامْزلًُِلَاُِّْرِعَهَُِاْىًََهَََغََىـَشََْجََِلَمِمااَََقَََْـَذماَْلِْلابًَُْحََْكهًََُُحَِّْىيََُذسُّىْخعَىلمََُٰمْحهَْلمََُاَمَاََُِملََََغِۚابَََُُظَفحىَََِِْْلوذىـْفْاَْلْْمًَُايُىجًَاهََُْْىالفَذحًََخَُِخَاَََََِّىْاشآْاَْلللَْٰنَبَلويَََاَِّىََََاللََََََٰجَالوَْوََْْلمََاوَىََََُالََُضُحًَخَْْكًُُِمبۚفْيَِإََلْلُْْىََِىىًُوَََُهمَفََلمهَبَاَاََِاََلفاَاَََِّلللََعسلا ُوًَُِّْامزحوَمشَُلشََْْْىىَهيَشيهََاََُِِهَََملَنَفَذَدَََُـاِاَّذَةٌََُلْْٓلفََٰءَْهولَََُُُِْاخاشَِواََعُاَِهَُبََاَخْرحْدَااۚرىَِْوََُالَلَهَعََََْٓمََىَوَُجَحَاَُّوَوَبْْاقَللُْٰالَلمَدََُمٌََُاَاَاََََُْْـََشىِْفوجابُْْلَُنخَْجخَُىيشَُاَِجَِْْخمًَّاًَ ُبََلََِبََِۚمَِْٓمََمبَۚشىََْاََِلّوَمخَََِىلََْٰوْْيلَلَُلًََُىآَََلءَهََاحََََََْجََُمًَىَاَْْسَـبشعِْـَََلونَََُْهََُفاَمضَضَِْلجَجَْآََُْمىوَُُىيساَ ََََْْلَمَباَِنَىَوَلًَََِْابَِِْْنَنمجباَلَََِْلَججًَََخَََْبفََىوَِجالُْخاذلَُُْوَبِغَسًَْهٌََلََةشىََََُِمَََهِهْبََىََوَاحشَُْذِلهاََلهاَََِضََُِْفَءًََِْْغإضَشْاذَذئًًَََُِْـَْشًرٌَەَنااََبَة‬

56 AL-QUR’AN HADIS KELAS X

Terjemahnya:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk
waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang
penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak
untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka
hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan
hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi
sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau
lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah
walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi
laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh)
seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai
dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi
mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan
janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil
maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan
kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu
merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada
dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu
berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu
lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan
bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.

4. Akhlak

Secara etimologi, akhlak (َ‫ )اَ ْخلاَق‬berarti perangai, tingkah laku, tabiat, atau
budi pekerti. Kata akhlak adalah bentuk jama’ dari kata (‫)خهق‬. Secara terminologi,
akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang muncul spontan dalam
tingkah laku hidup sehari-hari.

Dalam konsep bahasa Indonesia, akhlak biasa diartikan sebagai etika atau
moral. Akhlak merupakan satu fundamen penting dalam ajaran Islam. Rasulullah
saw. bahkan menegaskan bahwa tujuan diutusnya beliau adalah untuk memperbaiki
dan menyempurnakan akhlak mulia.

‫َـ ًَْ َؤ ِبي ُه َشٍْ َشََة َكا ٌََ َكا ٌََ َس ُظى ٌَُ ّللِاَ َضلى ّللُاَ َـ َل ُْ َِه َو َظل ََم ِبه َما ُب ِف ْش َُذ ِِ ُل َج ِّم ََم َضاِل ََح ْ ْل َا ْخ َلا ِقَ) سواه‬

(‫احمذ‬

AL-QUR’AN HADIS KELAS X 57

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a. berkata; Rasulullah saw. bersabda: "Bahwasanya aku diutus
untuk menyempurnakan akhlak yang baik.‛ (HR. Ahmad)

Al-Qur’an adalah sumber pokok ajaran Isam tentang akhlak mulia, di mana
Nabi Muhammad saw. adalah model dan suri tauladan pelaksanaanya. Nabi
Muhammad saw. adalah manusia yang mencerminkan ajaran al-Qur’an sebagai
perilakunya. Sehingga ketika Aisyah r.a. ditanya oleh seorang sahabat tentang akhlak
rasul, maka Aisyah r.a. menjawab dengan menyatakan ٌََ ‫( َكا ٌََ َخهقَّ َانق ْرا‬akhlaknya
adalah al-Qur’an).

Adapun di antara ayat-ayat al-Qur’an yang menyatakan tentang ajaran akhlak
Nabi Muhammad saw. antara lain adalah :

a. QS al-Qalam [68]: 4

َ‫َوِاه َ ًََ َل َفلَىَ ُخ ُل َمَ َـ ِؽ ُْم‬

Terjemahnya:
Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.
b. QS al-Ahz} a>b [33]: 21

َ‫َل َل ْذََ َوا َنََ َل ُى ْمََِف ْيََ َس ُظ ْى ٌََِّلٰلَِاَ ُا ْظ َىَةَ َح َع َىتََ ِّْ َل ًََْ َوا َنََ ًَ ْش ُحىاَّلٰلََاَ َوا ْل َُ ْى ََمَْ ْلَا ِخ َشََ َو َر َه ََشَّلٰلَاََ َه ِش ْي ًرا‬

Terjemahnya:

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat
dan yang banyak mengingat Allah.

5. Hukum

Dalam masalah hukum, al-Qur’an memuat kaidah-kaidah dan ketentuan dasar bagi
umat manusia. Salah satu isi pokok ajaran al-Qur’an ini bertujuan untuk memberikan
pedoman kepada umat manusia agar kehidupannya menjadi adil, aman, tenteram,
teratur, sejahtera, bahagia, dan selamat di dunia maupun di akhirat. Kandungan-

58 AL-QUR’AN HADIS KELAS X
































































Click to View FlipBook Version