Kedua,Waktu Fajar
hingga terlihat putihnya bagian dalam ketiak beliau.”1
Maimunah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika
beliau sujud, andai seekor anak kambing melewati kedua
tangannya, maka ia bisa melewatinya.”2 Ini menunjukkan
kesungguhan dalam merenggangkan kedua tangan.
Disunnahkan merenggangkan kedua tangan ini selama
tidak mengganggu orang yang ada di sampingnya
sebagaimana juga dalam masalah rukuk tadi.
Disunnahkan juga jika orang yang shalat sujud, ia
merenggangkan kedua pahanya, tidak menempelkannya
dan tidak meletakkan perutnya diatas kedua pahanya,
akan tetapi dijauhkan kedua pahanya itu dari perutnya.
Hal ini sebagaimana hadis Abu Humaid radhiyallahu
‘anhu dalam kaifiyat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, “Dan jika beliau sujud, beliau merenggangkan
kedua pahanya, tidak meletakkan perutnya pada bagian
apapun dari pahanya.”3
Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Hadis ini
menunjukkan disyariatkannya merenggangkan antara
kedua paha dalam sujud dan mengangkat perut dari
keduanya, tidak ada perselisihan dalam masalah ini.”4
2. Disunnahkan bagi orang yang sujud untuk
menghadapkan jari-jari kakinya ke arah kiblat.
Hal ini sebagaimana hadis Abu Humaid radhiyallahu
‘anhu, ia berkata, “Aku adalah orang yang paling
hapal dengan shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam.” disebutkan padanya, “Jika beliau sujud, beliau
meletakkan tangannya tanpa merenggangkannya dan
15 HR Bukhari: 390, Muslim: 495.
25 HR Muslim: 396.
35 HR Abu Dawud: 735, ia hukumnya sunnah, sebagaimana yang dinukil oleh Asy
Syaukani dan yang lainnya.
45 Nail al Authar: 2/257.
101
Kedua,Waktu Fajar
tanpa menggenggamkannya, beliau menghadapkan
jari-jari kakinya ke arah kiblat.”1
Adapun jari-jari kedua tangan ketika sujud disunnahkan
untuk direkatkan dan menghadap kiblat, valid dari
Ibnu Umar dalam Muwaththo Malik, Mushannaf Ibnu
Abi Syaibah dari Hafsh bin Ashim, “Termasuk sunnah
dalam shalat adalah membuka kedua tangan dan
merekatkan jari-jarinya, dan kami menghadapkannya
ke arah kiblat.”2
3. Disunnahkan membaca dzikir-dzikir sujud. Disunnahkan
untuk membaca dzikir-dzikir yang sujud selain membaca
“Subhaana rabbiyal a’laa.” Diantaranya:
A- » اللَّ ُه َّم ا ْغ ِف ْر ِل،« ُسبْ َحانَ َك اللَّ ُه َّم َر َّبنَا َو ِ َب ْم ِد َك
Subhaanakal-laahumma rabbanaa wa bihamdika, Allahummagh-
fir lii.3
(Mahasuci Engkau ya Allah, Rabb kami dan kami memuji-
Mu, ya Allah, ampunilah diriku)
B- »« ُس ُّبو ٌح قُ ُّدو ٌس َر ُّب الْ َم َلئِ َك ِة َوال ُّرو ِح
Subbuuhun qudduusun rabbul malaa`ikati war-ruuh.4
(Mahasuci, qudus Rabb para malaikat dan ruh)
C- لِ َّ ِلي َس َُنس ا َج ْلََدا ِل َِوق ْيج َنِ»ه،أَالْسللَه ْمأَ ُْحت َولَ َك ،، َس َوْمبِ َع َُهك َوآ َب َم َنْ َُص ُهت، َجَو َْدش َُّقت،«اَخللَّلَ َُقه ُهَّم َولَ َ َصك َّو َر َُهس
َت َبا َر َك
15 HR Bukhari: 828.
25 Lihat: Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: 1/236, dan hadis ini memiliki syahid (pen-
guat) dari hadis Wail bin Hujr: “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika
beliau sujud merekatkan jari-jarinya.” Dinilai hasan oleh al Haitsami dalam Ma-
jma al Zawa`id: 2/135.
35 HR Bukhari: 794, Muslim: 484 dari hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha.
45 HR Muslim: 487 dari hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha.
102