The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2023-08-19 18:34:13

PPKN BS KLS IX

PPKN-BS-KLS-IX (1)

b. Peraturan Pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut. c. Jika tidak mendapat persetujuan, maka Peraturan Pemerintah itu harus dicabut. Dengan dasar itulah pemerintah lalu membuat Perppu menyangkut penanganan pandemi Covid-19, hingga dapat mengeluarkan anggaran yang diperlukan. Perppu juga dapat digunakan untuk berbagai situasi darurat lain, yang memerlukan aturan hukum yang mendesak. Siswa Aktif Silakan kalian baca kembali materi di atas, menurut kalian mengapa dalam situasi mendesak tidak menggunakan UU sebagai aturan hukumnya, mengapa harus Perppu? Carilah contoh Perppu sebanyakbanyaknya, yang pernah ada dan disetujui sehingga menjadi UU. Kerjakan dalam buku masing-masing. D. Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden Seperti telah disebutkan sebelumnya, bila sistem hukum dengan tata urutan peraturan perundang-undangannya digambarkan sebagai pohon, UUD NRI Tahun 1945 merupakan batang utamanya sedangkan seluruh undang-undang serta Perppu merupakan dahan atau cabang-cabangnya. UUD NRI Tahun 1945 sebagai batang serta seluruh undang-undang yang ada sebagai dahan tersebut, masih harus dilengkapi dengan cabang-cabang yang lebih kecil, yakni berupa Peraturan Pemerintah (PP) serta Peraturan Presiden (Perpres). Fungsi dari PP dan Perpres tersebut adalah mengatur secara terinci hal-hal yang telah diatur dalam undang-undang. Fungsi tersebut dapat diumpamakan seperti buku panduan dari produk elektronik yang baru dibeli. Meskipun sudah ada keterangan secara umum tentang produk elektronik tersebut, masih saja perlu petunjuk yang lebih teknis yang memudahkan pengguna untuk menggunakan produk tersebut. Gambar 2.4 Petugas di rumah sakit yang menangani Covid-19 mengenakan baju Hazmat lengkap. Sumber: Covid-19/indonesia.go.id (2020) Bab II Peraturan Perundang-Undangan Nasional 39


PP serta Perpres adalah panduan teknis semacam itu untuk memperjelas penerapan suatu undang-undang secara lebih terinci. Dengan demikian, PP maupun Perpres hanya akan dibuat setelah ada undang-undangnya, untuk membuat penerapan suatu undang-undang maupun Perppu dapat lebih maksimal. Peraturan yang lebih teknis tersebut akan membuat pelaksanaan hukum menjadi lebih sempurna. 1. Peraturan Pemerintah (PP) Tahukah kalian bahwa saat merebak pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu pemerintah mengeluarkan aturan untuk membatasi kegiatan masyarakat, demi mengurangi persebaran kasus positif Covid-19. Aturan tersebut dituangkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP), yakni berupa PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19). PP ini merupakan aturan pelaksanaan bagi undang-undang yang sudah ada, yakni UndangUndang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pemerintah merasa perlu membuat PP tersebut sebagai upaya penanggulangan agar kasus Covid-19 di wilayah Indonesia tidak meningkat. Apakah perlu PP tersebut? Tentu saja PP itu diperlukan karena, dalam negara hukum, pemerintah tidak dapat mengatur rakyat tanpa ada aturan yang mendasarinya. Karena itulah pemerintah mengeluarkan PP tersebut untuk membatasi kegiatan di tengah masyarakat. Peraturan Pemerintah merupakan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan Undang-undang sebagaimana mestinya, sebagaimana ditetapkan dalam UUD NRI Tahun 1945 Pasal 5 ayat (2). Terdapat tiga tahap untuk pembuatan PP: Pertama, tahap perencanaan rancangan PP yang disiapkan kementerian atau lembaga pemerintah lain sesuai bidang yang terkait PP tersebut. Kedua, tahap penyusunan oleh panitia antarkementerian atau lembaga pemerintah tersebut. Ketiga, tahap penetapan dan pengundangan PP oleh Presiden. 2. Peraturan Presiden (Perpres) Pada saat awal pandemi, selain membatasi aktivitas masyarakat melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dalam menangani bencana pandemi Covid-19 pemerintah ternyata juga membentuk tim yang bernama Gugus Tugas Covid-19. Bila PSBB diatur dengan membuat Peraturan Pemerintah (PP), maka gugus tugas tersebut diatur dengan membuat Peraturan Presiden (Perpres) yang kedudukannya lebih rendah dibanding PP. 40 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Bersama Perpres, terdapat pula Keputusan Presiden (Keppres) yang juga dibuat oleh Presiden. Bila persoalannya lebih umum, maka Perpres yang digunakan seperti pada pembentukan Gugus Tugas Covid-19 tersebut. Sebaliknya bila menyangkut hal yang lebih spesifik, Presiden dapat mengeluarkan aturan berupa Keppres. Berdasarkan Nomor 12 Tahun 2011 yang diperbarui dengan UU Nomor 15 Tahun 2019, proses penyusunan Perpres mengikuti beberapa tahapan. Pertama adalah penyusunan Rancangan Perpres melalui pembentukan panitia antarlembaga, baik kementerian maupun nonkementerian yang terkait. Selanjutnya adalah pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi Rancangan Peraturan Presiden dikoordinasikan oleh menteri di bidang hukum. Siswa Aktif Silakan kalian baca kembali materi di atas, menurut kalian apakah Perpres dapat maksimal mengatur masyarakat di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara? Carilah dari berbagai sumber yang ada. E. Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota Seperti telah disebutkan sebelumnya, Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang berkembang pesat setelah Reformasi dengan memajukan pariwisata. Untuk mendukung kemajuan pariwisata tersebut, pemerintah daerah membuat peraturan daerah tentang Desa Wisata. Banyak daerah yang membuat peraturan seperti itu atau peraturan daerah lainnya guna mengangkat potensi masing-masing daerah. Gambar 2.5 Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumber: PSBB/jakarta.tribunnews.com (2020) Bab II Peraturan Perundang-Undangan Nasional 41


Setiap daerah memiliki potensi serta kekhasan lainnya yang perlu diatur secara khusus. Untuk itulah dibuat peraturan daerah agar potensi maupun kekhasan daerah dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat daerah tersebut. Setiap daerah berhak mengatur daerahnya masing-masing meskipun kalian tahu bahwa Indonesia bukan negara serikat, melainkan negara kesatuan. Bila pada negara serikat daerah berhak sepenuhnya membuat peraturan sendiri di luar hal-hal yang diatur secara nasional, maka pada negara kesatuan seperti Indonesia peraturan-peraturan daerah tetap harus merujuk pada undang-undang yang berlaku secara nasional. Hal tersebut berlaku pada semua peraturan daerah, baik peraturan daerah provinsi maupun peraturan daerah kabupaten/kota. 1. Peraturan Daerah Provinsi (Perda Provinsi) Dengan lautan luas yang mengelilinginya, Maluku merupakan provinsi yang sangat kaya dengan potensi perikanan. Penangkapan ikan dan pengelolaan sumber daya laut lainnya menjadi pemasukan yang penting bagi perekonomian masyarakat di Maluku. Sumber daya perikanan tersebut perlu diatur agar pengelolaannya tertib sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat dan terjaga keselestariannya. Maka pemerintah setempat pun membuat Peraturan Daerah Provinsi Maluku No 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Perikanan. Peraturan tentang pengelolaan perikanan seperti yang dibuat Pemerintah Daerah Provinsi Maluku tersebut hanyalah salah satu contoh Peraturan Daerah Provinsi (Perda Provinsi) yang ada di Indonesia. Setiap provinsi dapat membuat peraturan daerah masing-masing sesuai dengan keperluan yang ada di masing-masing provinsi. Seperti Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang membuat peraturan daerah tentang perlindungan habitat alami untuk melindungi beragam lingkungan di sana mulai dari lingkungan vulkan, karst, hingga lingkungan mangrove dan gumuk. Perda Provinsi merupakan peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dengan persetujuan bersama gubernur. Sebagai perda, pembuatannya pun harus harus berpegangan kepada aturan yang berada di atasnya, dan tidak boleh bertentangan dengan aturan-aturan yang berada di wilayah pusat. Lantas bagaimana Perda Provinsi disusun? Berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2019 proses penyusunannya dimulai dengan membuat rancangan yang diajukan oleh DPRD Provinsi atau Gubernur. Jika DPRD Provinsi yang 42 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


membuatnya, maka DPRD Provinsi mengajukan rancangan Perda kepada Gubernur secara tertulis. Selanjutnya kedua belah pihak membahas rancangan tersebut bersama-sama. Apabila kedua pihak telah setuju, maka Gubernur pun mengesahkan rancangan tersebut menjadi Perda Provinsi. Selain DPRD Provinsi, Gubernur juga dapat mengusulkan Perda Provinsi. Untuk itu, Gubernur perlu mengajukan usulan rancangannya secara tertulis kepada DPRD Provinsi. Selanjutnya dilakukan pembahasan bersama rancangan tersebut oleh kedua belah pihak, yakni DPRD Provinsi dan Gubernur. Bila sudah disepakati, Gubernur pun mengesahkan rancangan itu menjadi Perda Provinsi. 2. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota (Perda Kabupaten/ Kota) Bukan hanya provinsi yang dapat membuat peraturan daerah, melainkan juga kabupaten serta kota. Wilayah Indonesia yang begitu luas tak cukup dengan dibagi menjadi 34 provinsi saja, namun setiap provinsi dibagi kembali menjadi kabupaten dan kota, sehingga cakupan wilayahnya lebih kecil. Setiap kabupaten dan kota juga membutuhkan dasar hukum untuk mengatur wilayahnya. Karena itu, pemerintah daerah kabupaten serta kota pun membuat peraturan daerahnya masing-masing. Peraturan daerah di setiap kabupaten maupun kota berbeda-beda sesuai dengan keperluan daerah masing-masing. Contoh Perda Kabupaten yang sesuai dengan keperluan daerah serta masyarakat setempat adalah menyangkut pengaturan batu akik. Sekitar tahun 2015, permintaan untuk penggunaan batu akik meningkat pesat di Indonesia. Kabupaten Purbalingga di Jawa Tengah yang memiliki produksi batu akik pun merancang Perda yang mewajibkan pegawai pemerintah di sana mengenakan batu akik. Sebaliknya Kabupaten Bengkulu Utara merasa perlu menggunakan Perda untuk mengatur penggalian batu akik yang dinilai telah merusak lingkungan. Semua Perda Kabupaten/Kota tersebut harus disusun dengan merujuk serta tidak bertentangan dengan peraturan di atasnya. Sebagaimana Perda Provinsi, Perda Kabupaten/Kota dapat diusulkan oleh DPRD setempat maupun Bupati/Walikota masing-masing, yang mengharuskan pengusul membuat usulan berupa rancangan tertulis. Rancangan Perda lalu Bersama antara pihak DPRD dengan pemerintah daerah. Bila sudah sepakat, maka Bupati/Walikota akan mengesahkan rancangan itu menjadi Perda. Bab II Peraturan Perundang-Undangan Nasional 43


Ringkasan Materi Siswa Aktif Carilah masing-masing peraturan daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang saling berhubungan sesuai wilayah tinggal kalian masing-masing. Setelah itu, silakan kalian cari keterkaitan antara perda di tingkat provinsi dengan kabupaten/kota. Tuliskan pendapat kalian dalam buku catatan masing-masing. Peraturan perundang-undangan nasional diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. TAP MPR merupakan aturan hukum yang mengatur di dalam dan berlaku di luar MPR. Dalam peraturan perundang-undangan terdapat hierarki atau tata urutan peraturan yang berlaku. DPR memiliki kewenangan menyusun UU, namun tetap harus mendapatkan persetujuan bersama Presiden. UUD NRI Tahun 1945 pernah mengalami perubahan atau amendemen sebanyak 4 kali setelah peristiwa reformasi. Perppu merupakan aturan hukum yang dikeluarkan oleh Presiden dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. 1 2 4 5 6 3 44 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Refleksi Setelah mempelajari dan memaknai Bab 2, tentang peraturan perundang-undangan nasional, hikmah apa yang kalian dapatkan dari materi tersebut? Bagaimana jika dalam kehidupan kalian sehari-hari tidak terdapat peraturan? Berdasarkan hal tersebut, tentu kalian akan berpikir bahwa peraturan menjadi hal penting dalam kehidupan kalian, karena akan sangat berpengaruh terhadap banyak aspek dalam kehidupan. Bagaimana pelaksanaan berbagai peraturan perundang-undangan yang berada di wilayah kalian tinggal? Berbagai aturan tersebut diciptakan oleh karena Indonesia merupakan Negara hukum. Dengan demikian tentu Negara harus menciptakan rasa aman dan nyaman, serta ketertiban di tengah masyarakat. Tautan Pengayaan UUD NRI Tahun 1945 merupakan hukum dasar yang ada di Indonesia. Di dalamnya terdapat aturan yang mengatur mengenai hubungan PP merupakan aturan untuk menjalankan perintah UU. Setiap Perda dibentuk oleh DPRD di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, namun tetap harus mendapatkan persetujuan bersama Gubernur di tingkat Provinsi, Bupati di tingkat Kabupaten, atau Wali Kota di tingkat Kota. Perpres dikeluarkan oleh Presiden untuk melaksanakan PP yang ada. Perda merupakan aturan yang berada di wilayah Provinsi maupun Kabupaten/Kota 7 8 9 10 Bab II Peraturan Perundang-Undangan Nasional 45


Uji Kompetensi 1. Di Indonesia banyak sekali aturan-aturan yang diciptakan serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, tidak sedikit masyarakat bahkan hingga penyelenggara Negara yang melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan tersebut. Seperti contoh, banyaknya pengendara yang tidak taat terhadap aturan lalu lintas, adanya kriminialitas di tengah masyarakat, hingga perbuatan korupsi yang dilakukan oleh pejabat Negara. Bagaimana kalian menanggapi hal tersebut? Apakah masih terdapat kekurangan dari berbagai aturan tersebut sehingga masih banyak ditemukan pelanggaran? Dan bagaimana meningkatkan kesadaran terhadap pelaksanaan peraturan yang ada di tengah masyarakat? 2. Dalam berbagai lingkungan, baik bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terdapat aturan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan. Namun, terdapat banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat dengan alasan mendesak, seperti contoh naik kendaraan roda dua tetapi tidak mengenakan helm karena rumah dekat. Bagaimana jika kalian dalam posisi demikian? Apa yang harus dikedepankan? 3. Indonesia memiliki wilayah yang luas, dari tingkat Kabupaten maupun Kota, dan tentu mereka memiliki Perda tersendiri. Jika dalam Perda terdapat perbedaan dengan aturan diatasnya, seperti undang-undang. Bagaimana menurut kalian? Apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai masyarakat dalam menyikapi peraturan yang saling tumpang tindih tersebut? Sumber: https://www.youtube.com/ watch?v=YiO4m9lb1Cg lembaga Negara, dan juga hubungan Negara dengan rakyat. Namun, dalam perjalanannya mengalami beberapa pergantian. Mengapa demikian? Karena terjadinya perubahan sistem Negara, maupun adanya tuntutan perubahan seperti reformasi yang akhirnya mengubah beberapa hal penting dalam UUD NRI Tahun 1945. 46 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2022 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX Penulis : Trezadigjaya dan Anggi Afriansyah ISBN : 978-602-244-446-6 (jil.3) Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik mampu memahami peran Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional. 2. Peserta didik mampu menganalisis bentuk peranan Indonesia dalam kerja sama internasional. 3. Peserta didik mampu mengembangkan kesadaran terhadap tanggungjawab menjaga peranan Indonesia dalam tatanan dunia. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia


Peta Konsep Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral Peran Indonesia dalam Kerja Sama Bilateral Peran Indonesia dalam Kerja Sama Regional Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 48 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Tentu kalian tahu kota Bandung, Jawa Barat. Salah satu kota yang masyarakatnya dianggap paling kreatif dan artistik tak hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia. Membelah kota itu dari timur ke barat terdapat jalan yang dinamai Jalan Asia Afrika. Di jalan itulah, di nomor 65, terdapat bangunan yang kini menjadi Museum Konferensi Asia Afrika. Di bangunan yang dinamai Gedung Merdeka tersebut, pada tahun 1955 digelar konferensi yang melibatkan negara-negara Asia dan Afrika. Sebanyak 29 negara hadir di konferensi tersebut. Seluruh negara-negara penting di Asia serta Afrika menghadiri konferensi tersebut. Dari Asia, di antaranya adalah China, India, Jepang hingga Kamboja. Dari Afrika antara lain adalah Mesir, Aljazair, hingga Liberia. Semuanya mengusung semangat yang sama, yakni menjunjung tinggi kemerdekaan, dan mendorong seluruh dunia terbebas dari penjajahan. Maka Konferensi Asia Afrika (KAA) pun membuat deklarasi Dasasila. Mendorong kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia menjadi peran besar Indonesia di masa itu. Hal tersebut diakui bangsa-bangsa lain dan digambarkan dalam KAA tersebut. Negara-negara peserta KAA kemudian membuat organisasi Gerakan NonBlok. Begitu besar pengakuan terhadap peran Indonesia, maka kegiatan KAA didorong untuk didokumentasikan sebagai museum. Pada tahun 1980, di bagian Gedung Merdeka itu pun dibangun Museum Konferensi Asia Afrika. Berbagai peninggalan Konferensi Asia Afrika dijadikan koleksi untuk museum tersebut. Jadi, untuk lebih memahami salah satu peran Indonesia di tatanan dunia, mari kunjungi museum yang mengasyikkan ini. Museum Konferensi Asia Afrika Sumber gambar: id.pinterest.com Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 49


Setelah membaca paparan di atas, kalian mungkin akan teringat kepada tujuan negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Tujuan negara merupakan cita-cita yang disepakati bersama oleh para pendiri bangsa untuk generasi yang akan melanjutkan dan mengisi kemerdekaan negara ini. Masih ingatkah kalian apa saja tujuan negara Indonesia? Dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 disebutkan empat tujuan kemerdekaan Indonesia. Di antara tujuan kemerdekaan itu adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, terdapat tujuan yang terkait dengan peran Indonesia di dunia, yakni “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Untuk dapat memahami peran Indonesia dalam tatanan dunia tersebut, kita perlu mempelajari beberapa hal. Pertama, menyangkut peran Indonesia dalam kerja sama bilateral. Kedua, peran Indonesia dalam kerja sama regional. Ketiga, peran Indonesia dalam kerja sama multi lateral. Ketiga peran tersebut dapat dapat diuraikan sebagai berikut. A. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Bilateral Apakah kalian mengetahui bahwa proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 belum menjadikan negara Indonesia merdeka seutuhnya? Kenyataannya saat itu Belanda masih menganggap Indonesia menjadi wilayah jajahannya. Bayangkan jika bangsa Indonesia saat itu tidak melakukan perlawanan dengan berbagai bentuknya. Barangkali penjajahan akan terus terjadi, dan seluruh bangsa kita masih dalam keadaan yang tidak merdeka melakukan kegiatan apapun. Melalui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 Indonesia baru mendapatkan kemerdekaan secara de facto namun belum mendapatkan pengakuan secara de jure atau secara hukum. Hal tersebut tidak menghentikan niatan bangsa Indonesia untuk terus berusaha merdeka sepenuhnya, antara lain dengan cara menjalin hubungan kerja sama secara baik dengan negara-negara lain yang sudah merdeka, khususnya di wilayah Asia dan Afrika. Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan Mesir tersebut menambah semangat bangsa kita untuk terus memperjuangkan kemerdekaan yang telah diproklamasikan. Hal itu juga menandai hubungan negara Indonesia dengan negara lain dengan semangat 50 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


persatuan dan persaudaraan dunia. Seperti yang disampaikan oleh Sukarno dalam sidang BPUPK tanggal 1 Juni 1945. “jangan berkata, bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulya, serta meremehkan bangsa lain. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia.” Lantas, apa manfaat kerja sama internasional Indonesia dengan negara seperti Mesir dan negara-negara lain di dunia? Apakah kerja sama tersebut menguntungkan negara kita atau sebaliknya? Untuk itu mari kita sama-sama pelajari mengenai kerja sama antarnegara. 1. Pengertian Kerja Sama Bilateral Apakah ada negara di dunia ini yang tidak melakukan kerja sama dengan negara lain? Semua negara tentu saling terhubung satu dengan lainnya, khususnya menjalin kerja sama dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, budaya, pertahanan dan keamanan, dan sebagainya. Dengan demikian, setiap negara pasti menjalin hubungan kerja sama dengan negara lain di dunia untuk memenuhi kebutuhan negaranya sendiri. Dalam perkembangannya, banyak sekali jenis kerja sama yang dilakukan antarnegara di wilayah yang berbeda. Di antara kerja sama tersebut ada yang dilakukan oleh dua negara saja. Kerja sama antar dua negara inilah yang disebut dengan kerja sama bilateral. Namun, sebelum kalian mengetahui pengertian kerja sama bilateral, tahukah kalian Indonesia memiliki hubungan kerja sama bilateral dengan negara mana saja? Kerja sama bilateral merupakan bagian dari perjanjian internasional yang ditentukan oleh Konvensi Wina pada tahun 1969 yang mengatur mengenai hukum perjanjian. Kerja sama bilateral merupakan perjanjian yang ditinjau berdasarkan dari jumlah peserta. Dalam aturan itu disebutkan pula bahwa kerja sama bilateral merupakan perjanjian internasional yang jumlah peserta atau pihaknya terdiri dari dua pihak. Secara bahasa, bilateral memiliki makna yaitu dari dua belah pihak; antara dua pihak. Kerja sama bilateral atau juga disebut bipartite treaty merupakan suatu perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain untuk membangun sebuah kesepakatan bersama dalam berbagai bidang. Kerja sama bilateral ini akan saling menguntungkan kedua negara. Mengapa demikian? Hal itu disebabkan setiap negara memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sehingga ketika kerja sama bilateral dilaksanakan dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan saling melengkapi. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 51


Dalam melakukan kerja sama bilateral, setidaknya terdapat beberapa hal yang melatarbelakangi kerja sama tersebut, diantaranya yaitu: 1) kepentingan nasional yang berbeda; 2) perdamaian di kawasan; 3) kesejahteraan ekonomi nasional; 4) perbedaan sumber daya alam; 5) perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan 6) perbedaan ideologi. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia memiliki kepentingan untuk membangun hubungan bilateral dengan berbagai negara. Pengembangan hubungan bilateral tersebut perlu terus ditingkatkan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mewujudkan keadilan sosial di tengah masyarakat. 2. Bentuk Kerja Sama Bilateral Indonesia Saat ini, Indonesia menjalin hubungan bilateral dengan lebih dari 160 negara di banyak kawasan, baik di kawasan regional yaitu Asia Tenggara, Timur Tengah, Asia Pasifik, Eropa Barat, hingga Afrika. Bentuk-bentuk kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia diantaranya, yaitu: a. kerja sama di bidang politik; b. kerja sama di bidang ekonomi; c. kerja sama di bidang pendidikan; d. kerja sama di bidang sosial budaya; e. kerja sama di bidang pariwisata; f. kerja sama di bidang pertahanan; g. kerja sama di bidang kesehatan; h. kerja sama di bidang keagamaan; i. kerja sama di bidang hukum; j. kerja sama di bidang lingkungan. Menurut Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (2020), jalinan hubungan kerja sama bilateral saat ini di berbagai bidang sebanyak 2671. Kerja sama pemerintah Indonesia dengan berbagai negara tersebut dilakukan dengan menjunjung prinsip persamaan kedudukan, saling menguntungkan, dan memperhatikan, baik hukum nasional maupun hukum internasional yang berlaku. Tata cara membangun perjanjian internasional tersebut, diatur berdasarkan UU No. 24 Tahun 2000, dengan mengikuti beberapa tahapan: a) Penjajakan, merupakan tahap awal yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang berunding mengenai kemungkinan dibuatnya suatu perjanjian internasional. b) Perundingan, merupakan tahap kedua untuk membahas substansi dan masalah-masalah teknis yang akan disepakati dalam perjanjian internasional. c) Penerimaan, merupakan tahap menerima naskah perjanjian 52 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


yang telah dirumuskan dan disepakati oleh para pihak. d) Penandatanganan, merupakan tahap akhir dalam perundingan bilateral untuk mendelegasi suatu naskah perjanjian internasional yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Pada awal kemerdekaan, kerja sama bilateral memiliki motif yang digunakan untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara lain. Selain itu juga digunakan untuk meminimalisasi konflik dengan negara lain, serta untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan adanya kerja sama bilateral tentu akan menguntungkan Indonesia, sebab dapat memanfaatkan kerja sama tersebut untuk kepentingan dalam dan luar negeri yang sesuai dengan amanat pendiri bangsa. Namun untuk mewujudkan perjanjian bilateral tersebut tidak mudah. Pernahkah kalian mendengar ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kekerasan fisik, pemerasan, upah tidak dibayarkan, hingga penipuan yang dialami saat bekerja di luar negeri? Apa yang seharusnya dilakukan jika terjadi demikian? Jika terjadi demikian, negara harus hadir untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya, meskipun berada di luar negeri. Untuk itu Indonesia melakukan hubungan kerja sama bilateral dengan Malaysia berdasarkan Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Malaysia. Perjanjian kerja sama tersebut mengatur soal perekrutan dan penempatan pekerja domestik asal Indonesia di Malaysia. Banyak sekali tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di Malaysia, sehingga pemerintah Indonesia harus melindungi para pekerja tersebut melalui perjanjian bilateral. Selain untuk perlindungan tenaga kerja, Indonesia juga banyak melakukan hubungan bilateral di bidang perdagangan, pengembangan pariwisata, dan banyak lainnya. Beberapa contoh kerja sama bilateral yang dilakukan oleh Indonesia, yaitu: a. kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Jepang; b. kerja sama kesehatan antara Indonesia dengan Singapura; c. kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat; d. kerja sama perdagangan antar Indonesia dengan Cina; e. kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan antara Indonesia dengan Belanda. Kerja sama bilateral Indonesia dengan negara-negara lain ditandai dengan adanya Nota Kesepahaman antar kedua pihak. Tercatat pada tahun 2020, terdapat lima negara yang membuat Nota Kesepahaman terbanyak untuk kerja sama bilateral dengan Indonesia, yakni Amerika Serikat, Jerman, China, Perancis, dan Korea Selatan. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 53


Negara dengan Jumlah Kerja Sama Terbanyak dengan Indonesia 111 123 130 137 143 Amerika Serikat Jerman China Perancis Korea Selatan Gambar 3.1 Negara dengan jumlah kerja sama terbanyak dengan Indonesia Sumber: infografis/kemendikbud/treaty.kemlu.go.id (2020) 3. Manfaat Kerja Sama Bilateral bagi Indonesia Berdasarkan materi sebelumnya, apakah kalian sudah memahami maksud dari kerja sama internasional yang bersifat bilateral? Jika sudah, apa yang sekiranya dapat dimanfaatkan oleh kita dalam kerja sama bilateral? Dan menurut kalian, negara mana yang memiliki potensi besar untuk melakukan hubungan kerja sama bilateral secara intensif? Saat menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia pernah menerima bantuan alat tes Covid-19. Ternyata banyak negara di dunia yang melakukan hal serupa, yaitu saling membantu, gotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di negara masing-masing dalam rangka memutus rantai kasus Covid-19. Fenomena tersebut bukanlah sesuatu hal yang aneh, sebab jika tidak sama-sama saling membantu maka pandemi akan berdampak buruk pada setiap negara di dunia. Gambaran di atas merupakan salah satu dari manfaat kerja sama bilateral antarnegara. Secara umum, manfaat kerja sama bilateral adalah sebagai berikut: a. perlindungan warga negara; b. perundingan perbatasan; c. peningkatan ekonomi; d. pertukaran pelajar dan mahasiswa; e. daya saing bangsa; dan f. peningkatan hubungan antar negara. 54 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Dari berbagai manfaat kerja sama bilateral itu, yang banyak mengundang perhatian adalah manfaat dalam peningkatan ekonomi. Manfaat kerja sama bilateral di bidang ekonomi juga dirasakan oleh Indonesia, di antaranya adalah di bidang perdagangan luar negeri, sebagaimana tertera dalam gambar berikut ini. Gambar 3.2 Perkembangan perdagangan luar negeri Sumber: statistikperdagangan/statistik.kemendag.go.id (2021) Siswa Aktif Bacalah kembali materi di atas, setelah itu coba kalian renungi bagaimana jika Indonesia tidak menjalin hubungan bilateral dengan Negara lain, apakah kalian dapat merasakan manfaat dari hasil kerjasama tersebut? Tuliskan pandangan kalian tersebut ke dalam buku catatan atau tugas yang kalian miliki. Selain itu, menurut kalian bagaimana seharusnya saat ini di tengah pandemi Covid-19 Pemerintah Indonesia melakukan kerja sama bilateral untuk menyelesaikan pandemi yang terjadi? Tuliskan pula pandangan kalian ke dalam buku catatan atau tugas yang sudah kalian siapkan. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 55


B. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Regional Kalian juga tentu tahu bahwa Indonesia merupakan bagian dari wilayah yang disebut kawasan Asia Tenggara. Di kawasan ini, Indonesia merupakan negara terbesar dengan wilayah daratan dan lautan yang luas. Dengan demikian Indonesia tentu memiliki peranan yang penting dalam memajukan kawasan ini. Meskipun demikian, peranan tersebut tidak akan terwujud dengan baik jika Indonesia tidak melakukan kerja sama dengan negara-negara tetangga yang berada dalam satu kawasan yang sama, yaitu Asia Tenggara ini. Dengan posisinya tersebut, maka Indonesia tidak cukup jika hanya melakukan perjanjian yang bersifat bilateral saja dengan masing-masing negara sahabat. Lebih dari itu, Indonesia juga perlu membangun kerja sama dengan seluruh negara di kawasan ini sekaligus, guna memperkuat keamanan serta mendorong perekonomian bersama, termasuk keamanan dan perekonomian Indonesia sendiri. Kawasan sekitar dari suatu negara, yang mencakup beberapa negara sekaligus, itulah yang disebut regional. Membangun kerja sama antarnegara dalam suatu kawasan bersama inilah yang disebut kerja sama regional, yang hasilnya juga akan diperoleh oleh semua negara di kawasan ini. 1. Pengertian Kerja Sama Regional Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa kerja sama regional memiliki peranan penting bagi setiap negara. Dengan bekerja sama di tingkat regional, maka negara di kawasan tersebut akan memiliki daya tawar lebih tinggi di hadapan negara-negara lain yang berada di luar kawasan tersebut, sekaligus juga lebih mendekatkan hubungan antarnegara yang menjadi anggota kawasan tersebut. Apakah kalian masih ingat? Ketika Perang Dunia II terjadi, wilayah Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang diperebutkan oleh para pihak yang terlibat dalam perang. Tidak terkecuali Indonesia yang wilayahnya diperebutkan oleh Jepang serta Belanda yang menjadi sekutu Amerika Serikat. Agar di masa depan menjadi kawasan yang lebih damai, maka setelah Perang Dunia II negara-negara di kawasan ini pun berhimpun dan melakukan kerjasama regional. Secara bahasa, regional memiliki arti yaitu bersifat daerah atau kedaerahan. Adapun kerja sama regional memiliki pengertian yaitu perjanjian yang diadakan diantara beberapa negara dalam satu wilayah tertentu. Melalui 56 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


kerja sama regional, setiap negara yang berada di suatu kawasan yang sama diharapkan dapat saling membantu memajukan negaranya masing-masing. Terdapat beberapa latar belakang yang mendorong negara-negara di satu kawasan mengengembangkan kerja sama regional. Di antara faktor pendorong kerja sama regional tersebut adalah: a. kedekataan wilayah dan kesamaan kepentingan; b. kesamaan aspek historis; c. sumber daya alam; d. pemasaran produk perdagangan. Siswa Aktif Menurut kalian, apa yang melatarbelakangi Indonesia untuk melakukan hubungan kerja sama regional di kawasan Asia Tenggara? Dan menurut kalian, bagaimana jika Indonesia mengambil peran yang penting dalam kerja sama regional? Bagaimana peran yang seharusnya diambil oleh Indonesia dengan kondisi wilayah luas serta memiliki sumber daya alam melimpah? 2. Bentuk Kerja Sama Regional Indonesia Setiap negara selalu menjadi bagian dari suatu kawasan tertentu, tidak terkecuali negara Indonesia. Sebagai bagian dari suatu kawasan, maka semestinya negara membuka diri pada negara-negara lain di kawasan yang sama. Demikian pula Indonesia yang menjadi bagian dari negara-negara di Asia Tenggara, dan juga berada di sisi barat Lautan Pasifik ini. Indonesia pun membangun kerja sama regional bersama negara-negara tetangga, baik sebagai sesama negara Asia Tenggara maupun sesama negara Asia Pasifik. a. Kerja Sama Regional Asia Tenggara (ASEAN) Negara-negara di Asia Tenggara berhimpun ke dalam organisasi antarnegara di kawasan ini yang disebut Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Indonesia merupakan salah satu penggagas pembentukan organisasi ASEAN yang berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Selain dikarenakan letak geografis yang berdekatan, organisasi ini juga terbentuk karena adanya kesamaan nasib sebagai bangsa yang pernah dijajah kecuali Thailand. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 57


Kesamaan budaya dan kepentingan juga menjadi pengikat negara-negara di kawasan ini untuk bersatu. Tujuan resmi pembentukan ASEAN adalah untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan budaya. Sepuluh negara bergabung menjadi anggotanya, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Filipina, Myanmar, Singapura, dan Kamboja. Adapun keanggotaan Timor Leste, negara yang juga berada di wilayah Asia Tenggara, masih menjadi pembahasan. Saat ini, negara-negara anggota organisasi ini sepakat untuk mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2025. Visi tersebut adalah mewujudkan komunitas yang stabil dan tangguh dengan kapasitas yang dapat ditingkatkan untuk merespon secara efektif tantangan, dan ASEAN memiliki pandangan keluar dalam komunitas global, sambil mempertahankan ASEAN secara terpusat. Bagi Indonesia, Visi Komunitas ASEAN 2025 yang terdiri atas tiga pilar kerja sama ASEAN, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional sekaligus kepentingan regional, diantaranya yaitu: 1. Komunitas Keamanan Politik ASEAN. Dengan bentang wilayah sepanjang 3.977 mil dan luas lautan 3.27 juta km2 , serta perbatasan wilayah dengan berbagai negara sekaligus, Indonesia memiliki posisi yang strategis di Asia Tenggara. Posisi strategis tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan keamanan baik untuk kepentingan Indonesia sendiri maupun untuk kepentingan kawasan ASEAN. Visi Komunitas ASEAN 2025 yang berpusat pada masyarakat, menjunjung perdamaian, keamanan, dan kestabilan adalah sejalan dengan tujuan negara Indonesia yang tertera pada teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. 2. Komunitas Ekonomi ASEAN. Dengan berlimpahnya sumber daya alam menjadikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia Tenggara. Meskipun masih dalam kategori Negara berkembang, tren perekonomian Indonesia tetap stabil walau pandemi Covid-19 melanda. 3. Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau lebih dari 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010. Hal ini tentu menjadikan keunggulan jika dibandingkan dengan negara-negara lain di komunitas ASEAN. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi yang terdepan dalam promosi sosial budaya yang ada di kawasan ASEAN. b. Kerja Sama Regional Asia-Pasifik (APEC) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah forum kerja sama antar 21 negara ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri tahun 1989. Saat 58 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


ini terdapat 21 negara ekonomi yang menjadi anggota APEC, diantaranya Indonesia. Anggota APEC disebut “Ekonomi” mengingat setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi, dan bukan sebagai negara. Tujuan utama APEC adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di Asia Pasifik. Hal ini dilakukan dengan mendorong dan memfasilitasi perdagangan dan investasi yang lebih bebas dan terbuka di kawasan, serta meningkatkan kerja sama pengembangan kapasitas Ekonomi anggota. APEC sendiri memiliki target yang ditetapkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Bogor Tahun 1994, dengan nama the Bogor Goals. Untuk mencapai “Bogor Goals”, kerjasama APEC didasarkan pada tiga pilar, yaitu: a. perdagangan dan investasi yang lebih terbuka; b. fasilitasi perdagangan dan investasi; c. kerjasama ekonomi dan teknik (ECOTECH). c. Inisiatif Segitiga Terumbu Karang (CTI-CFF) Kalian tahu bahwa Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia. Maka dari itu perlu menjaga potensi tersebut dengan berbagai upaya, termasuk melalui kerja sama regional. Berkenaan dengan hal tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 melakukan usulan untuk membentuk kerja sama diantara negara-negara berupa komunitas Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTT-CFI). CTT-CFI dideklarasikan pada tanggal 15 Mei 2009 melalui Coral Triangle Initiative Leaders’ Declaration on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security. Anggota dari CTI-CFF terdiri dari Filipina, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor-Leste (dikenal dengan CT6). CTI-CFF saat ini diketuai Kepulauan Solomon untuk periode 2018–2020, dengan Timor Leste sebagai wakil ketua yang akan menjadi ketua pada periode berikutnya. 3. Manfaat Kerja Sama Regional bagi Indonesia Berbagai bentuk kerja sama regional di atas tentu menguntungkan bagi kepentingan nasional Indonesia. Posisi tawar Indonesia di mata negara-negara lain akan meningkat dengan adanya kerja sama-kerja sama tersebut, yang ditandai antara lain dengan kemudahan untuk melakukan ekpor terhadap produk-produk asal Indonesia. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 59


Dibanding dengan kerja sama bilateral yang hanya melibatkan dua negara secara langsung, kemanfaatan kerja sama regional sering lebih besar karena jangkauannya yang melibatkan banyak negara sekaligus. Selain itu, kerja sama regional juga jangkauannya tidak hanya mencakup satu bidang saja, tapi beragam bidang. Sehingga wajar jika manfaat yang didapatkan dari berbagai kerja sama tersebut menjadi beragam. Terdapat sejumlah manfaat dalam kerja sama regional yang dapat diperoleh Indonesia, yaitu: a. meningkatkan kerja sama diantara negara regional; b. mendatangkan investasi perdagangan; c. meningkatkan perekonomian nasional; d. menguatkan pertahanan dan keamanan wilayah perbatasan; e. terangkatnya profil dan reputasi Negara Indonesia; f. menjaga keamanan dan perdamaian kawasan; g. mengembangkan poros maritim; dan h. melindungi tenaga kerja Indonesia. Siswa Aktif Jika kalian menjadi pemimpin negara yang dapat mengambil kebijakan mengenai kerja sama regional. Apa yang akan kalian buat dalam mengisi kerja sama di ASEAN, APEC, dan CTT-CFI? Tuliskan masing-masing 3 (tiga) contoh bidang kerja sama yang akan dilaksanakan, serta tuliskan pula sikap untuk melindungi dan mendahulukan kepentingan nasional yang berada dalam bidang kerja sama tersebut! Setelah itu, presentasikan bidang kerja sama tersebut dihadapan teman-teman. C. Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral Kekayaan alam serta sumber daya manusia yang Indonesia miliki merupakan anugerah dari Tuhan YME yang harus disyukuri. Bila berbagai potensi tersebut dapat didayagunakan dengan baik, hasilnya akan nyata dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia. Apalagi bila hal tersebut dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama dengan negara-negara lain. 60 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Di antara bentuk kerja sama antarnegara tersebut adalah kerja sama bilateral dan kerja sama regional yang kalian telah pahami. Selain itu, terdapat pula bentuk kerja sama multilateral yakni kerjasama yang melibatkan banyak negara sekaligus dari berbagai kawasan yang berbeda. Semua bentuk kerja sama tersebut, terlebih lagi kerja sama multilateral, merupakan bagian dari kontribusi negara Indonesia untuk ikut mewujudkan perdamaian dunia seperti yang menjadi cita-cita kemerdekaan Indonesia. Sebelum Indonesia merdeka, dalam Sidang BPUPK tanggal 1 Juni 1945, Sukarno mengingatkan bangsa Indonesia untuk aktif membangun sebuah persaudaraan dunia. Saat itu Sukarno mengatakan, “Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan saja harus mendirikan Negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.” Berbagai kerja sama, termasuk kerja sama multilateral, merupakan bagian dari upaya mewujudkan harapan tersebut. 1. Pengertian Kerja Sama Multilateral Dalam era globalisasi saat ini seluruh dunia terhubung satu dengan yang lainnya. Apalagi akses informasi juga mudah di dapat sehingga memperlancar hubungan antar dunia. Begitu pula dengan hubungan satu negara dengan negara yang makin tidak mengenal batas. Dengan keadaan seperti itu, hubungan kerja sama antarnegara baik dalam satu kawasan yang sama maupun lintas kawasan menjadi hal yang biasa, dan banyak terjadi. Kerja sama antarnegara dan antarkawasan itulah yang disebut kerja sama multilateral. Multilateral menurut KBBI V memiliki arti yaitu melibatkan atau mengikutsertakan lebih dari dua bangsa atau pihak. Secara umum, kerja sama multilateral yaitu suatu praktek kerja sama dua negara atau lebih yang berkomitmen kepada tindakan kolektif menurut aturan yang ditetapkan bersama untuk mengatasi masalah dan peluang bersama. Namun sebenarnya kerja sama multilateral bukan terletak pada jumlah negara saja, tetapi jenis hubungan yang dilembagakan di antara negara tersebut. Berdasarkan hal tersebut, sebagaimana dengan kerja sama lainnya, kerja sama multilateral juga disusun berdasarkan tujuan bersama yang diciptakan antara negara-negara yang tergabung di dalamnya. Tujuan bersama tersebut merupakan cerminan dari kebutuhan dan kepentingan negara masing-masing, sehingga dapat mewujudkan tujuan negaranya. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 61


2. Bentuk Kerja Sama Multilateral Indonesia Amanat pendiri bangsa yang dituangkan dalam teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 adalah tanggung jawab yang harus dijunjung oleh para penerus kemerdekaan. Salah satu bentuknya adalah menjalin hubungan baik dengan negara lain yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kerja sama multilateral merupakan salah satu perwujudan upaya dalam menjalin hubungan dengan negara lain tersebut. Berikut ini merupakan bentuk kerja sama multilateral yang dijalin oleh Indonesia. a. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada tanggal 28 September 1950 dengan suara bulat dari para negara anggota. Indonesia dan PBB memiliki keterikatan sejarah yang kuat mengingat kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tahun 1945, tahun yang sama ketika PBB didirikan. Sejak tahun itu pula PBB secara konsisten mendukung Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mandiri. Di sisi lain, Indonesia juga terlibat langsung dalam pasukan perdamaian PBB. Dalam hal ini Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda untuk mengemban misi perdamaian PBB di berbagai negara yang mengalami konflik. PBB sebagai organisasi internasional dengan legitimasi yang bersumber dari keanggotaan yang bersifat universal, hendaknya selalu menjadi forum penanganan berbagai tantangan dan krisis global yang semakin kompleks di masa mendatang. Pada tanggal 8 Juni 2018, Indonesia telah terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2019–2020. Keanggotaan DK PBB Indonesia tersebut merupakan yang ke-empat kalinya, setelah sebelumnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada tahun 1973– 1974, 1995–1996, dan 2007–2008. Bagi pelaksanaan keanggotaan tidak tetap Indonesia periode 2019–2020, Indonesia telah menetapkan 4 Isu Prioritas dan 1 Isu Perhatian Khusus yaitu: 1. Melanjutkan kontribusi Pemerintah RI dalam upayanya mewujudkan perdamaian dunia, 2. Membangun sinergi antara organisasi-organisasi regional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, 3. Meningkatkan kerjasama antara negara-negara dan DK-PBB untuk memerangi terorisme, ekstremismene dan radikalisme, 62 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


4. Pemerintah RI juga akan mencoba untuk mensinergikan upaya penciptaan perdamaian dengan upaya pembangunan yang berkelanjutan. Di samping itu, Indonesia juga akan memberikan perhatian khusus pada isu Palestina. Prinsip dasar pelaksanaan keanggotaan tidak tetap Indonesia di DK PBB adalah Pancasila, UUD NRI TAHUN 1945, dan Dasasila Bandung sebagai produk diplomasi monumental Indonesia yang menjadi landasan tata pergaulan masyarakat dunia. Gambar 3.3 Presiden Joko Widodo saat Sidang Umum PBB 23 September 2020 Sumber: presidenjokowi/setneg.go.id (2020) b. Gerakan Non-Blok (GNB) Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955 merupakan proses awal lahirnya GNB. KAA diselenggarakan pada tanggal 18 – 24 April 1955 dan dihadiri oleh 29 Kepala Negara dan Kepala Pemerintah dari benua Asia dan Afrika yang baru saja merdeka. KAA ditujukan untuk mengidentifikasi dan mendalami masalah-masalah dunia waktu itu dan berupaya menformulasikan kebijakan bersama negara-negara baru tersebut pada tatanan hubungan internasional. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 63


KAA menyepakati ‘Dasasila Bandung’ yang dirumuskan sebagai prinsipprinsip dasar bagi penyelenggaraan hubungan dan kerja sama antara bangsabangsa. Sejak saat itu, proses pendirian GNB semakin mendekati kenyataan, dan dalam proses ini tokoh-tokoh yang memegang peran kunci sejak awal adalah Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Presiden Ghana Kwame Nkrumah, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Presiden Indonesia Sukarno, dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. Kelima tokoh dunia ini kemudian dikenal sebagai para pendiri GNB. c. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dibentuk setelah para pemimpin sejumlah negara Islam mengadakan Konferensi di Rabat, Maroko, pada tanggal 22– 25 September 1969, dan menyepakati Deklarasi Rabat yang menegaskan keyakinan atas agama Islam, penghormatan pada Piagam PBB dan hak asasi manusia. Sebagai organisasi internasional yang pada awalnya lebih banyak menekankan pada masalah politik, terutama masalah Palestina, dalam perkembangannya OKI menjelma sebagai suatu organisasi internasional yang menjadi wadah kerja sama di berbagai bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan antar negara-negara muslim di seluruh dunia. Dalam berbagai forum internasional, termasuk OKI, Indonesia telah memberikan dukungan bagi berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Berkenaan dengan isu Islamofobia, Pemerintah RI menekankan mengenai perlunya mengajak pihak Barat dalam proses penciptaan proses dialogis lintas-agama dan kebudayaan yang konstruktif guna memperkecil timbulnya pemahaman yang keliru atas Islam, disamping memperkenalkan Islam sebagai agama yang mengedepankan toleransi dalam menjawab tantangan global saat ini. d. World Trade Organization (WTO) World Trade Organization (WTO) merupakan satu-satunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan internasional. Disepakatinya Paket Bali merupakan suatu capaian historis. Pasalnya, sejak dibentuknya WTO pada tahun 1995, baru kali ini WTO mampu merumuskan suatu perjanjian baru yaitu Perjanjian Fasilitasi Perdagangan. Perjanjian ini bertujuan untuk 64 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


melancarkan arus keluar masuk barang antar negara di pelabuhan dengan melakukan reformasi pada mekanisme pengeluaran dan pemasukan barang yang ada. Keterlibatan dan posisi Indonesia dalam proses perundingan Doha Development Agenda (DDA) didasarkan pada kepentingan nasional dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dalam kaitan ini, untuk memperkuat posisi runding Indonesia bergabung dengan beberapa koalisi. Koalisi-koalisi tersebut antara lain G-33, G-20, NAMA11, yang kurang lebih memiliki kepentingan yang sama. Indonesia terlibat aktif dalam kelompok-kelompok tersebut dalam merumuskan posisi bersama yang mengedepankan pencapaian tujuan pembangunan dari DDA. Indonesia juga senantiasa terlibat aktif di isu-isu yang menjadi kepentingan utama Indonesia, seperti pembangunan, kekayaan intelektual, lingkungan hidup, dan pembentukan aturan WTO yang mengatur perdagangan multilateral. e. G-20 Krisis ekonomi dan keuangan global yang terjadi pada tahun 2007 merupakan dampak dari sistem arsitektur ekonomi dan keuangan internasional yang tidak berimbang. Efek domino krisis ekonomi tersebut turut menyeret sektor riil dan mengakibatkan terpuruknya perekonomian negara-negara di dunia. Untuk mengatasi krisis tersebut, Pemerintah AS berinisiatif menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (G-20 Summit) bagi para pemimpin/kepala negara G-20 yang diadakan di Washington DC tanggal 15 November 2008. Peran Indonesia dalam setiap KTT G-20 senantiasa memajukan kepentingan negara berkembang dan menjaga terciptanya sistem perekonomian global yang inklusif dan berkelanjutan. Indonesia berkepentingan untuk mendorong koordinasi kebijakan yang lebih erat antara negara anggota G-20 guna menuju pemulihan ekonomi global dan menjaga terciptanya sistem perekonomian global yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang. Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 65


PBB GNB OKI WTO G-20 Kerja Sama Multilateral Indonesia Gambar 3.4 Kerja sama multilateral Indonesia 3. Manfaat Kerja Sama Multilateral bagi Indonesia Dengan terbukanya kerja sama Indonesia dalam berbagai forum multilateral, apakah membawa dampak yang baik bagi kepentingan Indonesia? Dan apakah berbagai bentuk kerja sama multilateral tersebut dapat membuka jalan bagi terwujudnya seluruh tujuan Negara Indonesia? Pada dasarnya, setiap kali adanya kesempatan untuk menjalin hubungan kerja sama, tentu akan memberikan dampak. Sama seperti halnya kalian, ketika berada dalam suatu lingkungan baru dan kalian belum memiliki teman. Ketika kalian ingin memiliki teman, hanya ada satu upaya yang diperluka, yaitu membuka diri untuk berteman, salah satunya dengan mengenalkan diri kalian masing-masing. Betul tidak? Demikian pula dengan Indonesia, meskipun memiliki luas wilayah besar, potensi kekayaan alam berlimpah, jumlah penduduk yang besar tentu membuat keunggulan tersendiri bagi Indonesia. Namun, semua potensi tersebut tidak akan dapat maksimal dikeluarkan ketika Indonesia tidak mau membuka diri ke dalam pergaulan internasional. Dengan membuka diri ke pergaulan internasional, Indonesia dapat memperoleh berbagai manfaat, di antaranya adalah: 1. mewujudkan amanat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, 2. meningkatkan peran kepemimpinan internasional Indonesia, 3. meningkatkan peranan dan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian, 66 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


4. dapat mendorong kerja sama dalam penyelesaian konflik, terorisme, dan juga pandemi global, 5. mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan. Dalam bidang ekonomi, kerja sama multilateral akan dapat meningkatkan investasi serta dukungan teknologi mutakhir untuk lebih mendayagunakan serta mengolah sumber daya alam yang ada. Selain itu juga akan memudahkan untuk melakukan ekspor produk-produk Indonesia ke pasar mancanegara. Hal tersebut akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dalam bidang pertahanan dan keamanan, kerja sama multilateral juga membantu mewujudkan situasi yang aman di Tanah Air. Pencegahan terorisme dan penyelesaian konflik akan lebih mudah dilakukan dengan adanya kerja sama multilateral. Selain itu, Indonesia juga akan lebih mampu mempertahankan kedaulatan bangsa, seperti di saat ada klaim wilayah kelautan Indonesia oleh negara lain maka akan ada pembelaan dari negaranegara lain di dunia. Dalam bidang sosial dan budaya, kerja sama multilateral juga mengantarkan budaya Indonesia untuk lebih dikenal. Pengakuan bahwa batik merupakan warisan budaya juga tak lepas dari hasil kerja sama multilateral. Demikian pula pengakuan dunia terhadap berbagai kekayaan budaya lainnya serta kekayaan obyek-obyek wisata di Indonesia. Bidang Ekonomi Memperoleh investasi dan mempermudah ekspor Bidang Budaya Pengakuan asing dan kerja sama budaya Bidang Keamanan Perlindungan kedaulatan dan atasi terorisme PBB GNB OKI WTO G-20 Gambar 3.5 Manfaat kerja sama multilateral bagi Indonesia Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 67


Siswa Aktif Bentuklah kelompok yang berjumlah 4 – 6 orang dalam satu kelompok untuk melakukan simulasi. Setiap kelompok memilih satu negara yang tergabung dalam salah satu kerja sama multilateral, misal OKI. Setelah itu, setiap negara melakukan diskusi tentang isu ekonomi global di saat pandemi, atau isu perdamaian dunia. Jika sudah melakukan diskusi antarnegara, buatlah poin kesepakatan dalam kerja sama multilateral tersebut, dan masing-masing negara membuat poster hasil kesepakatan yang muncul dalam forum kerja sama multilateral tersebut. Ringkasan Materi Kerja sama bilateral merupakan kerja sama yang dilakukan oleh dua negara untuk kepentingan masing-masing negara. Kerja sama multilateral dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mewujudkan tujuan negara Indonesia, seperti mewujudkan perdamaian dunia dengan cara bergabung dengan PBB. Kerja sama bilateral memiliki peran sangat penting diawal kemerdekana Indonesia, yaitu sebagai sarana mendapatkan pengakuan negara lain. Kerja sama regional seperti ASEAN dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan kerja sama diantara negara Asia Tenggara. 1 2 3 4 68 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Refleksi Menurut kalian apakah Negara kita dapat memanfaatkan dengan baik setiap kerja sama yang telah dilakukan? Dan bagaimana peranannya? Apakah signifikan peran Indonesia dalam setiap kerja sama yang ada? Kunci dari keberhasilan kerja sama internasional yaitu membuka diri dalam pergaulan internasional. Dengan membuka diri, tentu kepentingan nasional Indonesia akan lebih mudah tercapai. Tautan Pengayaan Perjanjian bilateral Indonesia dengan beberapa Negara di dunia, merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat. Apakah kalian mneyadari hal tersebut? Maka dari itu, amat penting bagi pemerintah menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai Negara secara bilateral, regional, maupun multilateral. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=9N5G1r007iQ Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=oKRyoXOY4Ko Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=KDHGDuaMQs8 Bab III Peranan Indonesia dalam Tatanan Dunia 69


Uji Kompetensi 1. Saat ini Indonesia mengalami hambatan ekonomi yang diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19 di dunia. Belum lagi kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia juga membutuhkan perhatian lebih. Sementara itu, masyarakat dalam keadaan terhimpit kebutuhan ekonomi dan tetap harus menjaga kesehatan. Bagaimana seharusnya Indonesia memanfaatkan berbagai kerja sama yang telah dibangun untuk menyelesaikan tantangan tersebut? 2. Indonesia merupakan Negara yang menganut demokrasi dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Selain itu pula, Negara Indonesia dibangun atas dasar keberagaman yang sangat majemuk, dari suku, agama, ras, budaya, dan lainnya. Namun, banyak isu-isu mengenai keagamaan, ras, dan suku yang erat kaitannya dengan isu intoleransi, ada pula perang saudara yang hingga saat ini terjadi. Upaya apa yang harus dilakukan oleh Indonesia dalam menangani permasalahan tersebut sebagai Negara majemuk di dunia? 3. Berbagai kerja sama banyak dilakukan oleh pemerintah Indonesia, demi mewujudkan tujuan nasional Negara Indonesia. Bagaimana caranya Indonesia dapat memanfaatkan peluang dalam berbagai kerja sama internasional agar dapat mempercepat terwujudnya tujuan Negara Indonesia? 70 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2022 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX Penulis : Trezadigjaya dan Anggi Afriansyah ISBN : 978-602-244-446-6 (jil.3) Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik mampu menjelaskan arti penting harmoni dan solidaritas global. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi tantangan dalam menjaga harmoni dan solidaritas global. 3. Peserta didik mengembangkan sikap peduli terhadap harmoni dan solidaritas global. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global


Peta Konsep Tantangan dalam Menjaga Harmoni dan Solidaritas Global bagi Bangsa Indonesia Arti Penting Harmoni dan Solidaritas Global bagi Bangsa Indonesia Solidaritas Global Indonesia dalam Isu Global Harmoni dan Solidaritas Global 72 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Seorang remaja berusia 12 tahun di Gresik bernama Nina mengirim surat kepada beberapa kepala negara di dunia seperti Australia, Amerika Serikat dan Jerman. Ia resah sekaligus prihatin melihat banyak sampah plastik menggunung di lingkungan tempat tinggalnya yaitu Kecamatan Wringinanom, Gresik. Nina banyak menemukan limbah sampah plastik yang bertuliskan dari negara-negara seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara maju lainnya. Maka dari itu, Nina memberanikan diri untuk menyurati para pemimpin negara-negara tersebut. Dalam surat yang dikirimnya, Nina juga meminta agar negaranegara besar tersebut berhenti melakukan mengirim plastik ke Indonesia. Hal itu dikarenakan keinginan Nina untuk melihat ekologi lingkungannya bersih dan terbebas dari limbah sampah plastik yang saat ini banyak ditemukan di wilayahnya. Kekhawatiran tersebut Nina rasakan karena mengetahui beberapa material sampah plastik tidak dapat di daur ulang. Selain itu, jika melakukan pembakaran terhadap sampah plastik akan menyebabkan polusi udara. Kalimat yang sampaikan Nina sangat menginspirasi. Menurut Nina, “Anak-anak adalah pewaris masa depan, jadi kita harus berjuang membela lingkungan hidup, dengan menulis surat kepada para pemimpin, gelar pameran, mengajak teman-teman untuk tahu bahaya plastik.” Nina meminta kepada beberapa kepala negara tersebut untuk membantu anak Indonesia memiliki lingkungan yang lebih baik di masa mendatang. Langkah yang ditempuh Nina mendapatkan apresiasi dari kedutaan besar negara-negara tersebut. Mereka menerima Nina untuk datang menyampaikan surat secara langsung. Kisah Nina Menyurati Kepala Negara Maju, “Stop Sampah” Sumber gambar: Aeshninaazzahra/ liputan6.com (2020) Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 73


Bagaimana pendapatmu mengenai teks di atas? Menurut kalian, seberapa penting menjalin hubungan dengan pihak lain? Apakah kalian juga menjalin hubungan baik dengan orang lain di lingkungan keluarga, rumah, sekolah, maupun masyarakat? Apakah ketika menjalin hubungan dengan orang lain, hanya memilih orang yang memiliki kesamaan dengan kalian? Menjalin hubungan dengan berbagai kalangan sangat penting dan baik. Demikian pula dalam hubungan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut ditunjukkan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Sebelum meraih kemerdekaan, para pendiri bangsa bekerja keras untuk menjalin hubungan dengan berbagai bangsa atau negara-negara yang senasib dan sepenanggungan. Para pendiri bangsa pun berusaha menjalin hubungan dengan berbagai negara untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara lain. Hal ini penting bagi terwujudnya kemerdekaan Indonesia kala itu. Sebagai generasi penerus kita patut bersyukur atas segala jerih payah serta usaha luar biasa yang dilakukan oleh para pendiri bangsa dalam berjuang dan menjalin hubungan serta meraih dukungan dari berbagai negara di seluruh dunia. Pengorbanan dan usaha tersebut dapat dirasakan dan dinikmati dalam bentuk kemerdekaan seperti saat ini. Hingga saat ini, Indonesia yang terdiri dari ragam suku, agama, budaya, ras, golongan juga gender terus mencoba maju dan mempertahankan kemerdekaan. Sebagai generasi penerus, kita patut berbahagia atas karunia Tuhan YME yang merekatkan setiap perbedaan yang ada dan menjadi sebuah kelebihan bangsa Indonesia. Keberagaman adalah kekuatan dan keunggulan Indonesia yang patut disyukuri bersama. Dalam konteks global, terdapat tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk membangun harmoni dan solidaritas. Mengapa demikian? Sebab Indonesia merupakan negara yang bineka yang juga menghadapi berbagai permasalahan atau isu global di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. A. Harmoni dan Solidaritas Global bagi Bangsa Indonesia Apakah kalian gemar dan rutin mendengarkan musik? Pernahkah kalian mendengar lagu-lagu kebangsaan saat pelaksanaan upacara kemerdekaan di Istana Negara setiap tanggal 17 Agustus? Jika diperhatikan dengan baik kalian akan mendengar banyak sekali alat musik yang digunakan saat lagu-lagu kebangsaan tersebut dimainkan. 74 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Lantas mengapa alat musik yang berbeda-beda tersebut justru menghasilkan suara yang padu dan enak didengar? Ternyata setiap alat musik yang berbeda-beda tersebut dapat menghasilkan suatu irama yang syahdu dan dapat dinikmati. Perpaduan alat musik yang berbeda dapat menghasilkan harmoni yang indah dan karya yang baik. Seperti alat musik tersebut, setiap perbedaan sangat mudah ditemui di masyarakat. Perbedaan yang ada di masyarakat tidak boleh menjadi ajang pertengkaran, tetapi justru menjadi kekuatan untuk mewujudkan tujuan sebagai sebuah bangsa. 1. Pengertian Harmoni dan Solidaritas Perbedaan-perbedaan yang telah disampaikan pada pengantar tersebut merupakan wujud dari perbedaan yang berada dalam satu kesatuan yang seirama. Itulah makna dari harmoni. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia V (2016), harmoni diartikan sebagai pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian. Dengan demikian harmoni adalah suatu proses menghargai, mengekspresikan, dan mempromosikan suatu perasaan yang menjunjung kesetaraan pada orang lain dalam masyarakat tertentu tanpa memandang perbedaan yang ada. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku yang menjunjung harmoni dibangun melalui lembaga-lembaga atau institusi-institusi berikut, yaitu: a) keluarga, merupakan tempat di mana nilai-nilai dibentuk untuk pertama kalinya. b) komunitas dan lingkungan, merupakan tempat di mana seseorang dapat dipengaruhi sikap dan perilakunya dalam menjunjung harmoni. c) organisasi, merupakan tempat untuk mendapatkan konsep dalam menjalin hubungan dengan orang lain. d) bangsa dan pemerintah, merupakan tempat seseorang tinggal dan mendapatkan nilai-nilai nasional kebangsaan. Berbagai lembaga atau institusi tersebut dapat memengaruhi sikap seseorang dalam menjunjung harmoni dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana dengan kalian? Coba dipikirkan, lembaga atau institusi mana yang lebih mempengaruhi sikap kalian dalam menghargai harmoni dan perbedaan di dalam kehidupan sehari-hari? Bentuk kehidupan yang menghargai harmoni meskipun berbeda dapat diamati dan dirasakan di dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh, di saat terjadi pandemi Covid-19, kita dapat melihat Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 75


praktik kehidupan yang mencontohkan harmoni dan penuh rasa solidaritas. Masyarakat yang berbeda tetap saling membantu dan gotong royong dalam mengurangi penyebaran virus di tengah lingkungan, tanpa memperhatikan agama, suku bangsa, gender, dan kelas sosial. Gambar 4.1 Gotong royong di tengah Covid-19 dalam masyarakat Sumber: gotongroyong/kotatangerang/tangerangkota.go.id (2020) Pada dasarnya, sejak dahulu bangsa Indonesia sudah terbiasa hidup dalam situasi yang harmonis. Potret tersebut nampak di berbagai kesempatan. Contoh nyatanya terlihat pada proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara hingga disahkan. Para pendiri bangsa yang sangat beragam berhasil merumuskan dasar negara yang disepakati bersama. Selain itu, kehidupan harmoni yang dilakukan oleh bangsa Indonesia telah menarik simpati dari berbagai negara. Daya tarik tersebut didasarkan pada perasaan senasib yang kemudian memunculkan rasa solidaritas. Berdasarkan KBBI V, solidaritas memiliki arti yaitu sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dan sebagainya); perasaan setia kawan. Solider berarti bersifat mempunyai atau memperlihatkan perasaan bersatu. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa solidaritas merupakan sebuah perasaan yang sama dikarenakan adanya kesamaan nasib sehingga menimbulkan perasaan untuk bersatu. 76 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Perasaan senasib di antara bangsa-bangsa yang terjajah memunculkan rasa solidaritas. Bangsa-bangsa yang terjajah kemudian bersatu untuk mewujudkan dunia yang harmoni dan anti kolonialisme. Seperti adanya Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, yang merupakan sebuah konferensi yang ingin menciptakan perdamaian dunia dan anti terhadap kolonialisme. Gambar 4.2 Pemimpin KTT Non Blok Sumber: gerakannonblok/news.okezone.com (2015) 2. Arti Harmoni dan Solidaritas Global bagi Indonesia Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Indonesia dibangun atas dasar beragam perbedaan namun berupaya membangun nilai-nilai yang penuh harmoni dan solidaritas. Selain itu, Indonesia juga selalu berupaya untuk terus menjalin solidaritas dan bekerja sama dengan berbagai negara. Hal tersebut tentu dapat dimaknai sebagai sebuah anugerah dari Tuhan YME kepada bangsa Indonesia untuk tetap terus menjaga keharmonisan dalam setiap perbedaan yang ada. Ketika harmoni dan solidaritas di antara rakyat tidak terbangun maka akan ada kesulitan dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain di dunia. Sebelum proklamasi kemerdekaan dan setelah Indonesia merdeka, nilai kehamonisan antar bangsa serta rasa solidaritas yang menguatkan hubungan antar bangsa dan antar negara. Hal tersebut membuat kerja sama di antara berbagai negara masih terjalin hingga saat ini. Hubungan yang terjalin dengan baik serta adanya solidaritas antar bangsa membuat Indonesia dapat menjadi penyelenggara Konferensi Asia Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 77


Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. Hubungan yang baik juga membuat Indonesia menjadi bagian dari negara G-20 seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya. Coba kalian bayangkan apa yang terjadi jika Indonesia tidak membangun harmoni dan solidaritas di antara berbagai negara di dunia? Semangat nilai harmoni serta solidaritas bangsa Indonesia sebenarnya sudah sangat jelas tercermin dari Teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 pada alinea pertama, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun atas dasar harmoni serta solidaritas secara global yang ditunjukkan oleh para pendiri bangsa. Artinya dalam hal ini, para pendiri bangsa Indonesia mengedepankan perasaan senasib sebagai bangsa yang terjajah terhadap bangsa-bangsa lain sebagai bentuk solidaritas secara global. Hal tersebut kemudian menjadi nilai-nilai yang tertanam kuat sebagai karakter dalam bangsa Indonesia saat ini. Dengan menjunjung nilai harmoni dan solidaritas, Indonesia saat ini dapat memainkan peranan dalam tatanan global. Dengan demikian, peran Indonesia pada tatanan global menjadi penting karena selain dapat menjaga perdamaian dunia, dapat pula menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, berbagai keuntungan lain juga dapat diperoleh oleh Indonesia ketika senantiasa menjunjung harmoni dan solidaritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu manfaat yang diperoleh adalah mendapatkan kepercayaan dalam membina hubungan dengan negara lain. Siswa Aktif 1. Bagaimana kalian menjalin hubungan dengan orang lain di lingkungan terdekat? Perbedaan-perbedaan apa yang terdapat di antara hubungan kalian dengan orang tersebut? Tuliskan dengan jelas mengenai hubungan tersebut? Dan sebutkan apa tantangan yang muncul saat menjalin hubungan namun terdapat perbedaan-perbedaan? 2. Apa saja bentuk solidaritas yang kalian lakukan dalam kehidupan sehari-hari di tengah lingkungan keluarga, rumah, masyarakat, maupun sekolah? Bagaimana sikap solidaritas itu dapat terbentuk? Dan bagaimana perasaan kalian ketika rasa solidaritas itu sudah dijunjung tinggi oleh lingkungan kalian? 78 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


B. Solidaritas Global Indonesia dalam Isu Global Masih ingatkah kalian dengan kisah Indonesia pada tahun 1970-an? Pada saat itu Indonesia mengirim banyak guru dan dosen ke Malaysia sebagai negara sahabat? Ya, Malaysia pada saat itu membutuhkan tenaga guru dan dosen yang professional. Pada saat itu, Malaysia meminta kepada Presiden Suharto untuk mengirimkan para guru dan dosen untuk mengajar di negara tersebut. Meskipun hubungan kedua negara ini beberapa kali tidak harmonis, namun hal tersebut ternyata tidak mengurangi bentuk solidaritas Indonesia kepada Malaysia dalam membantu mengembangkan pendidikan di negara tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk solidaritas nyata bangsa Indonesia terhadap kondisi bangsa lain. Berbagai permasalahan yang terjadi dalam pergaulan global berupaya untuk diselesaikan oleh Indonesia. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari perwujudan amanat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Selain itu pula karena Indonesia dibangun atas dasar harmoni serta solidaritas global. Saat ini berbagai permasalahan terjadi dalam pergaulan global, tidak hanya menjadi masalah suatu bangsa atau negara tertentu saja, tetapi sudah menjadi permasalahan bersama. Seperti adanya pandemi Covid-19, apakah mungkin dapat diselesaikan oleh satu atau beberapa negara saja? Tentu saja tidak. Ada banyak persoalan dalam konteks global yang membutuhkan penyelesaian bersama di antara berbagai negara. Masalah-masalah yang ada di hadapan kita antara lain terjadinya perubahan iklim dan bencana, isu rasialisme, isu terorisme, isu kesehatan global, dan perdamaian dunia. 1. Perubahan Iklim Apakah di lingkungan tempat kalian tinggal pernah terjadi bencana kekeringan atau banjir? Jika pernah, bisa saja hal tersebut disebabkan karena adanya perubahan iklim yang saat ini terjadi di bumi. Lantas jika demikian apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut? Banyak cara dan upaya untuk memperbaiki keadaan tersebut. Salah satunya yaitu dengan cara menjaga kebersihan dan senantiasa meminimalisir penggunaan energi berbahan bakar fosil. Lalu, apakah hal tersebut cukup? Ternyata tidak. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 79


Oleh karena itu dibutuhkan kerja bersama secara harmonis serta solidaritas antar negara guna bersama-sama menyelesai - kan berbagai tantangan dalam menghadapi perubahan iklim. Mengapa demikian? Karena masalah perubahan iklim tidak dapat diselesaikan oleh satu atau dua negara saja. Untuk menghadapi perubahan iklim membutuhkan fokus dan upaya bersama dalam menyelesaikan berbagai masalah yang muncul. Perlu dipetakan secara akurat mulai dari faktor penyebab hingga dampak yang ditimbulkan. Perubahan iklim sudah menjadi isu global yang cukup lama diperbincangkan dan menjadi fokus pembahasan banyak negara di berbagai kawasan. Setiap negara sudah merasakan efek buruknya. Hal ini dikarenakan banyak dampak berupa bencana yang ditimbulkan oleh adanya perubahan iklim, seperti banjir, badai, peningkatan volume air, pergantian musim yang cepat, dan lain sebagainya. Pernahkah kalian melihat atau mendengar peristiwa kebakaran hutan atau penggundulan lahan gambut di wilayah kalian atau wilayah Indonesia lainnya? Dari berbagai data ditemukan bahwa kebakaran hutan menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim. Faktor lainnya adalah adanya pemanasan global dan efek rumah kaca. Akibat penggundulan hutan dan lahan gambut, Indonesia menjadi negara yang menyumbang polusi udara ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Berdasarkan kondisi tersebut, muncul solidaritas antar negara untuk mengatasi permasalahan tersebut, termasuk Negara Indonesia. Di antara usaha yang dilakukan untuk mengampanyekan isu perubahan iklim yaitu dengan adanya Perjanjian Paris dalam Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC-COP 25) pada tahun 2019. Selain itu Indonesia tetap konsisten mengampanyekan isu perubahan iklim dengan kembali mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi COP 26 pada awal november 2021. Gambar 4.3 Faktor perubahan iklim Sumber: perubahaniklim/Indonesiabaik.id (2019) 80 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Gambar 4.4 Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi COP26 Sumber: Presiden Jokowi/cnnindonesia.com (2021) Pemerintah Indonesia juga fokus dalam isu global ini dengan mencanangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) IV tahun 2020–2024 mencakup tujuh agenda. Isu lingkungan dan perubahan iklim termasuk di dalam agenda ketiga yaitu “Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim“. 2. Anti Rasialisme Fakta bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku dan bangsa sejak zaman nenek moyang dahulu tidak bisa dielakkan. Maka wajar ketika kalian hidup dalam lingkungan masyarakat akan melihat banyak sekali perbedaan mulai dari warna kulit, mata, rambut, hingga bentuk tubuh. Betul kan? Dan kesemua bentuk fisik yang berbeda-beda tersebut didasarkan pada ciri dari masingmasing suku dan bangsa. Semua perbedaan tersebut berada di tengah masyarakat dan saling hidup berdampingan. Potensi konflik terhadap perbedaan menjadi minim karena muncul harmoni di antara masyarakat. Selain itu, rasa solidaritas diantara bangsa Indonesia diikat dengan falsafah bangsa, yaitu Pancasila khususnya sila ketiga “Persatuan Indonesia”. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 81


Begitu juga dalam pentas global, Indonesia terlibat aktif dalam mengampanyekan isu-isu anti rasialisme sejak sebelum Indonesia merdeka. Tercermin dari berbagai keterlibatan dalam konferensi yang diikuti oleh tokoh bangsa pada saat itu. Di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno, Indonesia membangun kesadaran bersama negara Asia Afrika dari praktik kolonialisme melalui penyelenggaraan KAA Afrika tahun 1955. Konferensi Asia Afrika ini menghasilkan Deklarasi Bandung yang salah satu dasa silanya meminta penghapusan rasisme. Dengan demikian, Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki keragaman sangat berperan dalam menjalin serta membangun harmoni diantara bangsa-bangsa untuk menjunjung semangat anti rasialisme. Prinsip dalam menjalin harmoni dan solidaritas anti rasialisme menjadi hal penting yang diperjuangkan diantara negara-negara di dunia. Hal tersebut berguna untuk menjaga perdamaian dunia. Pemerintah harus mampu menjamin adanya perdamaian di Indonesia dan menjamin tidak ada konflik yang terjadi. Tindakan tersebut sesuai dengan amanat dari Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Di konteks internasional, pemerintah secara aktif menyuarakan dan memperjuangkan hak asasi manusia bagi kelompok minoritas seperti upaya membangun perdamaian di Xinjiang, Palestina, Rohingya dan di berbagai wilayah dunia lainnya. 3. Anti Terorisme Kehidupan berbangsa dan bernegara pasti mengalami tantangan yang harus dihadapi bersama. Salah satunya adalah menghadapi teror yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau bahkan negara lain. Peristiwa teror banyak terjadi dan dialami oleh beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Pernahkah kalian mendengar peristiwa Bom Bali 1 dan 2? Peristiwa tersebut menggemparkan dunia. Kala itu Indonesia diteror bom yang menewaskan banyak korban. Untuk lebih detil, coba cari informasi tersebut di gawai atau tanyakan kepada guru dan orangtua kalian. Singkatnya, akibat adanya peristiwa tersebut warga dunia semakin meningkatkan solidaritas untuk bersama-sama berjuang melawan terorisme. Tindakan terorisme saat ini dianggap memiliki kecenderungan didominasi dilakukan oleh kelompok-kelompok agama yang memiliki paham radikal, meski pada kenyataannya tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan kekerasan hingga melakukan aksi terorisme. Aksi tersebut mengancam dan merugikan masyarakat. Bahkan yang menyedihkan hingga menimbulkan korban jiwa. 82 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Indonesia sebagai mayoritas penduduk yang beragama Islam meyakinkan dunia internasional dengan menyatakan setiap perbuatan terorisme bukan dilatarbelakangi oleh aksi beragama suatu kelompok tertentu. Melainkan merupakan tindakan tidak beradab yang dilakukan oleh kelompok radikal. Berdasarkan pengalaman tersebut, Indonesia telah memiliki UndangUndang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. TERRORISM HAS NO RELIGION Gambar 4.5 Pernyataan pemerintah Indonesia teroris tidak punya agama Sumber: kemlu.go.id (2019) Indonesia memiliki peran strategis dalam pergaulan global terkait isu terorisme karena memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus terorisme. Hal tersebut tercermin dari berbagai forum yang diikuti oleh Indonesia di pentas dunia terkait perihal anti terorisme. Peran penting Indonesia dalam penanggulangan terorisme internasional telah diakui oleh PBB dengan terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota dari Dewan Penasihat UN Counter-Terrorism Center untuk periode 2015–2018. Selain itu, menjadi Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB periode 2019–2020 merupakan upaya Indonesia dalam terus menyerukan perdamaian dunia dan tindakan anti terorisme. 4. Kesehatan Global Saat ini hampir seluruh negara di dunia menghadapi permasalahan yang sama, yaitu pandemi Covid-19. Apakah di wilayah kalian ada yang terpapar virus ini? Lantas apa yang kalian, masyarakat atau pemerintah lakukan dalam menghadapi kondisi tersebut? Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 83


Meskipun virus tersebut penyebarannya luas dan mengakibatkan korban jiwa, namun kita patut bersyukur karena ternyata muncul rasa solidaritas yang tinggi di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dari adanya gotong royong di tengah masyarakat. Berbagai aktivitas dilakukan untuk menunjukkan solidaritas dan gotong royong. Contohnya, kegiatan penyemprotan disinfektan, atau saling membantu warga yang melakukan isolasi mandiri dengan cara memberikan bahan masakan setiap hari secara bergantian. Gambar 4.6 Gotong royong perkuat ketahanan keluarga hadapi pandemi Covid-19 Sumber: Gotong Royong/BNPB/majalahagraria.today (2020) Solidaritas tersebut muncul di tengah masyarakat. Mereka saling membantu meski dalam keterbatasan akibat kondisi ekonomi yang memburuk. Masyarakat saling menolong sepenuh hati meski berbeda agama, suku, maupun kelas sosial. Hal tersebut juga tidak hanya terjadi dalam lingkungan masyarakat skala kecil, tetapi juga di skala besar, termasuk antar negara di dunia. Tantangan kesehatan global tidak hanya berkaitan dengan wabah penyakit, tetapi juga berkaitan dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem, layanan kesehatan di wilayah konflik maupun terkait minimnya persediaan obat secara global. Solusi dari berbagai tantangan kesehatan global yaitu bekerja sama serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Banyak permasalahan kesehatan global yang dapat teratasi dengan adanya solidaritas antar bangsa. Hal tersebut tercermin dari adanya vaksin yang dibuat dalam upaya menghadapi persoalan akibat kesehatan global seperti wabah penyakit SARS, Ebola, dan Flu Babi yang pernah terjadi. 84 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Di organisasi World Health Organization (WHO), Indonesia telah berjasa memperjuangkan kepentingan negara berkembang. Indonesia telah berhasil mendorong negara berkembang lainnya untuk menyepakati resolusi yang mendukung penyediaan vaksin, anti-virus, dan alat-alat kesehatan secara terjangkau untuk negara berkembang. Indonesia juga menjabat sebagai anggota Executive Board WHO untuk periode 2018–2021. Posisi ini memberi peluang besar untuk Indonesia dalam perumusan kebijakan dan keputusan World Health Assembly. Dengan demikian Indonesia memiliki peranan penting dan strategis dalam upaya pengendalian kesehatan global. Gambar 4.7 Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menjadi Keynote Speech dalam Foreign Policy Global Health Sumber: Retno Marsudi/kemlu.go.id (2020) Dalam berbagai kesempatan pemerintah senantisa mengajak negaranegara lain untuk meningkatkan solidaritas global dalam menghadapi berbagai wabah yang terjadi. Seperti untuk pertama kalinya, Indonesia bersama Ghana, Liechtenstein, Norwegia, Singapura dan Swiss telah meloloskan resolusi Majelis Umum PBB berjudul “Global Solidarity to Fight Covid-19” yang diputuskan secara aklamasi pada 2 April 2020 di Markas Besar PBB di New York. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 85


Hal ini perlu dilakukan, mengingat kesehatan merupakan hal yang sangat mendasar dan harus terjalin hubungan antar Negara dalam penanganan kesehatan secara global, dan juga peranan tersebut sesuai dengan amanat tujuan Negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. 5. Perdamaian Dunia Tujuan nasional Indonesia yang tertera dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat dengan tegas menyebutkan, yaitu “ikut melaksanakan ketertiban dunia”. Lantas apa yang dapat kita lakukan sebagai warga Negara? Apakah kalian juga pernah menjaga ketertiban di lingkungan tempat tinggal? Ketika lingkungan tempat kalian tinggal ketertibannya terjaga, maka akan tercipta rasa aman dan damai. Begitu pula dengan Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, yang memiliki luas wilayah yang luas dan merupakan negara kepulauan. Tugas utama sebagai bangsa dan negara tentu menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan terdekat, yaitu kawasan Asia Tenggara. Harapan bersama adalah tercipta perdamaian di kawasan tersebut. Semangat untuk menjaga perdamaian dunia oleh bangsa Indonesia didasari atas upaya membangun harmoni dan menjadi gerakan solidaritas yang menguat diantara bangsa-bangsa. Peran tersebut sudah dilakukan oleh para pendiri bangsa bahkan sebelum Indonesia merdeka. Hingga saat ini Indonesia konsisten mengumandangkan perjuangan untuk membangun harmoni dan solidaritas melalui berbagai forum tingkat tinggi dunia. Indonesia pernah menduduki posisi sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Posisi tersebut dimanfaatkan Indonesia untuk mengampanyekan isu-isu perdamaian dunia, seperti mendorong kemerdekaan bangsa Palestina, mengutuk aksi rasialisme, serta diskriminasi terhadap etnis minoritas seperti muslim Xinjiang dan Rohingya. Selain itu, Indonesia juga secara aktif mengirim pasukan perdamaian dunia yang dikirimkan ke beberapa negara yang mengalami perang. Diantaranya yaitu ke Lebanon, Republik Demokratik Kongo, Sierra Leone, Somalia, hingga Bosnia. 86 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Gambar 4.8 Presiden Joko Widodo dan Kontingen Pasukan Perdamaian PBB dari Indonesia Sumber: Presiden Jokowi/menpan.go.id (2018) Dengan demikian, Indonesia telah mendorong solidaritas global dalam bentuk mengampanyekan perdamaian dunia yang sesuai dengan tujuan Negara Indonesia. Hal ini dilakukan karena Indonesia memiliki jejak sejarah yang serupa, yaitu mendapatkan kemerdekaan karena mendapatkan dukungan dan solidaritas dari bangsa-bangsa yang memiliki nasib yang sama, yaitu negara yang pernah di jajah. Siswa Aktif Buatlah kelompok yang terdiri dari masing-masing maksimal lima (5) orang, kemudian guru akan mengundi kelompok tersebut untuk melakukan simulasi dalam perundingan atau perjanjian. Tema yang disimulasikan dapat berupa tema mengenai 1). Perubahan iklim, 2). Anti Rasialisme, 3). Anti Terorisme, 4). Kesehatan Global, dan 5) Perdamaian Dunia. Simulasikanlah diskusi dalam perundingan atau perjajian yang dilakukan oleh negara Indonesia dengan negara-negara lain dalam forum-forum internasional yang ada. Jika kalian memiliki akses internet, silakan tonton berbagai pertemuan perundingan atau perjanjian internasional untuk mendapatkan gambaran. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 87


C. Tantangan dalam Menjaga Harmoni dan Solidaritas Global bagi Bangsa Indonesia Apakah kalian pernah merasa pada saat berhubungan dengan teman yang berbeda asal usul budaya sering terjadi kesulitan dalam memahami berbagai perbedaan yang muncul? Misal, bagi sebagian orang di wilayah tertentu, berbicara dengan nada rendah merupakan bentuk sopan santun. Namun, bagi sebagian orang di wilayah lainnya, seperti di daerah pesisir pantai, justru terbiasa berbicara dengan nada tinggi merupakan hal yang biasa. Lantas bagaimana kita harus bersikap pada kondisi tersebut? Begitu pula dengan hubungan antar bangsa dan antar negara, perbedaan yang sangat mendasar kerap kali dijumpai sehingga membuat hubungan antar negara terkadang menemui kendala. Maka dibutuhkan perasaan yang kuat untuk menjunjung tinggi keharmonisan serta menjadikan solidaritas antar bangsa dan antar negara menjadi prioritas utama dalam membangun suatu hubungan secara global. Munculnya perbedaan menjadi tantangan tersendiri bagi jalinan kerja sama dalam kerangka harmoni serta solidaritas antar bangsa maupun antar negara. Kemajuan zaman serta teknologi karena adanya globalisasi, keamanan dunia yang terkadang masih tidak menentu, dan masalah lingkungan hidup merupakan tantangan terbesar saat ini. 1. Modernisasi dan Globalisasi Tanpa kita sadari saat ini kita mengalami modernisasi secara cepat. Saat pandemi Covid-19, seluruh pelajar di Indonesia bahkan sebagian besar dunia mengalami belajar dari rumah. hal tersebut dilakukan demi berjalannya pendidikan. Meskipun terdapat kendala, tetapi ternyata pembelajaran dari rumah tetap dapat dilaksanakan dengan kemajuan teknologi akibat adanya modernisasi. Gambar 4.9 Pelajar gunakan gawai saat ujian Sumber: Pembelajaran Jarak Jauh/kominfo.go.id (2021) 88 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Click to View FlipBook Version