The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2023-08-19 18:34:13

PPKN BS KLS IX

PPKN-BS-KLS-IX (1)

Terlebih saat pandemi terjadi secara global, mungkin kalian pernah merasakan bagaimana rasanya sekolah hanya bertemu di ruang daring? Apakah itu menyenangkan? Sesuatu yang sebelumnya mungkin tidak kita prediksi, namun saat ini terjadi begitu cepat dan kita lakukan secara bersama. Hal tersebut dikarenakan semakin canggih atau modernnya zaman. Maka kita mengenal istilah modernisasi. Modernisasi sendiri merupakan proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat yang modern. Modernisasi dapat pula diartikan perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Modernisasi juga dalam waktu tertentu akan memunculkan sebuah proses yang dinamakan globalisasi, yaitu proses penyatuan berbagai bentuk kelompok manusia menjadi satu wujud. Globalisasi tidak berkembang secara adil dan tidak berarti semua dampaknya menguntungkan atau baik. Bagi sebagian negara, globalisasi terkesan tidak menyenangkan karena globalisasi identik dengan westernisasi atau kebarat-baratan. Hal demikian tentu akan mengurangi sifat harmoni dan sulit untuk menciptakan perasaan senasib atau selaras yang merupakan ciri dari solidaritas global. Dengan demikian, bagi bangsa Indonesia tantangan dalam menghadapi modernisasi serta globalisasi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Mengingat Indonesia dibangun atas dasar keharmonisan serta solidaritas bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, ras, antar golongan, serta gender. Dengan hadirnya modernisasi dan globalisasi, besar harapannya kita justru dapat mengambil kesempatan untuk semakin merekatkan kekuatan bangsa dan negara Indonesia untuk menciptakan solidaritas global. 2. Perdamaian Seberapa besar perbedaan yang tampak di lingkungan tempat kalian tinggal? Baik dari ciri fisik maupun sifat? Tentu saja semua manusia diciptakan oleh Tuhan YME dengan banyak perbedaan namun, bukan berarti perbedaan tersebut tidak memiliki manfaat. Maka dari itu, patut kita bersyukur kepada Tuhan YME atas semua perbedaan yang telah diciptakan sehingga kita sebagai bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan kaya. Namun sayangnya, setiap perbedaan yang ada juga memiliki potensi sebgaai ancaman terhadap perdamaian. Adanya diskriminasi, munculnya gerakan terorisme, maupun konflik sosial lain merupakan pemandangan yang muncul di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, maupun dalam tingkat global. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 89


Beragam permasalahan yang muncul di kehidupan bernegara maupun di tingkat global, seperti perang antar negara secara terbuka, konflik perang saudara, perebutan wilayah serta diskriminasi terhadap etnis minoritas masih terjadi. Hal tersebut menjadi perhatian Indonesia dan warga global. Bagaimana tidak? Jika hal demikian terus terjadi dan dibiarkan, maka akan tercipta ketidakstabilan perdamaian di atas dunia. Terciptanya perdamaian di dunia merupakan salah satu tujuan dari Negara Indonesia, sehingga sebagai bangsa Indonesia harus memperhatikan perdamaian dalam hubungan dengan bangsa dan negara lain. Dengan terciptanya perdamaian, maka jalinan keharmonisan antar negara dapat tercipta. Kondisi tersebut akan menguatkan solidaritas antar negara dalam menghadapi permasalahan yang muncul dalam skala nasional maupun skala global. Hadirnya harmoni antar negara akan menciptakan perdamaian di atas dunia, sehingga permasalahan yang akan muncul seperti terorisme, pendudukan wilayah, serta konflik sosial di tengah kehidupan global dapat diminimalisir. Hal tersebut kemudian akan menciptakan kestabilan dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya. Dalam banyak kesempatan, bangsa Indonesia telah melewati fase dalam mengampanyekan perdamaian dunia. Tentu hal ini menjadi sangat penting, mengingat Indonesia memiliki kepentingan dalam menjaga perdamaian dunia sebagai amanat pendiri bangsa. Maka dari itu, Indonesia berusaha mengedepankan prinsip harmoni dan solidaritas dengan negara lain. 3. Lingkungan Hidup Saat menuju sekolah, apakah kalian mengendarai sepeda atau berjalan kaki? Atau justru mengendarai sepeda motor, mobil atau transprotasi umum? Apakah kalian mengetahui dampak dari menggunakan sepeda motor atau mobil terhadap lingkungan hidup? Polusi udara merupakan salah satunya. Secara tidak langsung, pola hidup manusia di zaman modern akan merugikan bagi lingkungan hidup. Terlebih jika alam terlalu dieksploitasi tanpa ada inovasi teknologi yang ramah terhadap lingkungan. 90 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Gambar 4.10 Peta area terdampak longsor di Sukabumi Sumber: Longsor/pgsp.big.go.id (2019) Dampak dari adanya eksploitasi berlebihan oleh manusia akan dirasakan kembali oleh manusia sendiri. Maka dari itu dibutuhkan komitmen besar antar negara dalam menjaga keseimbangan serta kelestarian lingkungan hidup agar tetap terjaga. Banyaknya negara yang saat ini belum mempedulikan lingkungan hidup membuat kondisi alam dapat rusak dan berdampak luas bagi seluruh dunia. Selain itu, masih sering kita menjumpai bencana-bencana alam seperti kebakaran hutan, banjir dan tanah longsor di sekitar kita. Hal tersebut disadari bukan hanya karena kondisi alam yang semakin menua, tetapi ada faktor dari eksploitasi yang dilakukan oleh manusia. Kejadian-kejadian alam yang kita rasakan pada akhirnya tidak hanya mengurangi potensi alam saja tetapi juga banyak menimbulkan korban jiwa. Dari amatan kalian, apakah terdapat destinasi alam di sekitar sekolah atau rumah yang memiliki daya tarik pariwisata? Jika memiliki daya tarik pariwisata, apakah infrastrukturnya sudah menunjang, seperti akses jalan, tempat beristirahat, dan fasilitas lainnya? dan apakah jika lokasi tersebut menjadi destinasi pariwisata, masih terjaga keasriannya? Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 91


Semoga destinasi alam yang berada di wilayah dapat terjaga dengan baik sehingga mendatangkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar dan kalian bisa bersyukur atas nikmat yang Tuhan YME berikan. Isu mengenai lingkungan hidup akhirnya bukan hanya sebatas mengenai kerusakan alam, atau eksploitasi alam secara berlebihan, tetapi juga akan berdampak kepada kesehatan umat manusia di seluruh penjuru dunia. Banyak bencana alam yang membawa dampak bagi kesehatan manusia. Belum lagi jika terjadi wabah penyakit seperti saat ini, hal tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari faktor manusia dalam menjaga lingkungan hidupnya dengan baik. Dengan demikian perlu didorong kesepakatan bersama antar negara demi terciptanya keseimbangan dalam lingkungan hidup agar kehidupan manusia dan ekosistem lainnya dapat terjaga dengan baik. Demikian pula dengan Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki potensi alam yang melimpah ruah. Harus dapat menjaga dengan baik komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat mengampanyekan keseimbangan serta kelestarian lingkungan hidup di hadapan negara-negara di dunia. Siswa Aktif 1. Carilah tiga (3) informasi mengenai bentuk modernisasi dan globalisasi yang dapat menguatkan solidaritas di antara masyarakat Indonesia. Setelah itu, bandingkan bentuk tersebut dengan bentuk modernisasi dan globalisasi yang muncul di negara-negara lain! 2. Jelaskan konflik sosial berupa perang, diskriminasi, dan sebagainya di dunia yang merugikan Indonesia! 3. Menurut kalian, apa yang harus dilakukan negara-negara di dunia dalam menghadapi krisis akibat pandemi yang terjadi saat ini? Jelaskan wujud nyata bentuk solidaritas yang dapat ditunjukkan oleh negara-negara global! 92 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Ringkasan Materi Terdapat nilai kemanusiaan yang tertanam sebagai karakter bangsa, yaitu menjunjung keharmonisan dan solidaritas. Dalam berbagai permasalahan global, Indonesia memiliki peran strategis untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Pengalaman senasib sebagai bangsa terjajah memunculkan rasa solidaritas di tengah masyarakat maupun pergaulan global. Terdapat permasalahan global yang ada saat ini bukan hanya permasalahan suatu negara saja, tetapi menjadi permasalahan bersama, seperti perubahan iklim, rasialisme, terorisme, kesehatan global, hingga perdamaian dunia. 1 2 3 4 Refleksi Berdasarkan ragam perbedaan yang muncul di tengah masyarakat, apakah kalian menyadari bahwa hal tersebut merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan? Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas banyak perbedaan. Setiap jengkal perbedaan yang muncul dijadikan sebuah potensi yang menjadikan bangsa ini semakin besar. Apakah dengan potensi tersebut, kalian dapat membantu Indonesia dalam berkontribusi mewujudkan kehidupan harmonis serta menguatkan solidaritas? Lantas apa pentingnya bagi negara Indonesia dalam mendorong harmoni serta solidaritas global? Apakah memiliki dampak juga terhadap masyarakat secara langsung? Ya. Dengan menjadi pendorong negara-negara lain dalam melakukan harmoni dan solidaritas antar negara, masyarakat dapat juga merasakan langsung manfaatnya. Bab IV Harmoni dan Solidaritas Global 93


Tautan Pengayaan Salah satu tujuan dari Negara Indonesia adalah mewujudkan perdamaian dunia. Maka dari itu peranan Indonesia menjadi penting dalam pergaulan internasional. Hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan cara terlibat aktif dalam menjaga perdamaian dunia, seperti mengirimkan pasukan perdamaian untuk Negara berkonflik. Sumber: https://www.youtube.com/ watch?v=VjHjclXm7Sk Sumber: https://www.youtube. com/watch?v=NdDoWFYOrfM Uji Kompetensi 1. Dalam beberapa kesempatan, Negara Indonesia masih menghadapi permasalahan terorisme meskipun dalam skala kecil. Di sisi lain, negara-negara maju juga masih memperlihatkan adanya diskriminasi terhadap ras atau etnis tertentu yang menjadi konflik sosial. Bagaimana menurut kalian Indonesia harus bersikap? Lebih mendahulukan permasalahan nasional atau permasalahan global? 2. Mengenai hubungan yang dijalin antar negara, termasuk Indonesia khususnya dalam membangun solidaritas global. Menurut kalian bentuk kerja sama seperti apa yang seharusnya dilakukan untuk menciptakan solidaritas global saat ini? 3. Dalam menyiapkan kehidupan global untuk menjalin harmoni serta solidaritas antar negara, dibutuhkan komitmen oleh masyarakat untuk mendukung hal tersebut. Apa yang dapat masyarakat lakukan dalam memupuk rasa harmoni serta membangun solidaritas secara global di daerahnya masingmasing? Jelaskan pandangan kalian! 94 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2022 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX Penulis : Trezadigjaya dan Anggi Afriansyah ISBN : 978-602-244-446-6 (jil.3) Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik mampu menjelaskan tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi di tengah kehidupan masyarakat. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi perwujudan tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi dalam masyarakat. 3. Peserta didik berdisiplin dengan menjunjung tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi dalam masyarakat. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi


Peta Konsep Tantangan Penerapan Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi di tengah Masyarakat Perwujudan Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi di tengah Masyarakat Makna Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 96 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Ariawan adalah seorang pemuda Bali berusia 18 tahun yang baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat mengisi waktu luang sebelum memutuskan melanjutkan studi, Ariawan terjun menjadi relawan yang diperbantukan di Pelabuhan Gilimanuk pada arus mudik dan balik Lebaran. Tugasnya di Pelabuhan Gilimanuk yaitu membantu mengarahkan kendaraan yang akan parkir ke dalam kapal. Selain itu, Ariawan juga membantu para penumpang mengisi formulir manifestasi penumpang, beberapa kali bahkan Ariawan menemukan penumpang yang tidak bisa menulis namanya sendiri. “Kalau sudah gitu ya saya harus bantu. Kadang kasihan orangnya sudah tua dan pergi sendirian. Saya sering nggak tega,” ungkapnya seperti yang dikutip dari Kompas (13/06/2018). Selain Ariawan dan relawan lainnya, dalam memecah antrean para pemudik di Pelabuhan Gilimanuk juga dibantu oleh pecalang. Relawan yang tergabung di Pelabuhan Gilimanuk dalam tugas pengamanan terdiri dari relawan yang beragama Hindu dan juga Islam. Ariawan sendiri beragama Hindu, dan mengaku tidak masalah untuk ikut aktif dalam kegiatan arus mudik dan balik lebaran. Dalam bekerja, Ariawan bekerja setiap harinya pukul delapan pagi hingga delapan malam, kemudian dilanjutkan oleh relawan lain yang beragama Islam, dari malam hingga pagi. Hal tersebut dilakukan karena relawan yang beragama Islam sedang menjalankan puasa, sehingga Ariawan dan relawan lain yang beragama Hindu yang bekerja pagi hingga malam. Kisah Relawan Saat Musim Mudik Sumber gambar: Cerita Relawan/ lifestyle.kompas. com (2018) Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 97


Begitulah sepenggal kisah relawan yang bekerja pada saat musim mudik lebaran di Pelabuhan Gilimanuk. Meskipun musim mudik di dominasi oleh pemeluk agama Islam, bukan berarti umat agama lain tidak terlibat. Justru sebaliknya, tercipta rasa saling memahami dan mengerti keadaan yang memunculkan kolaborasi bersama untuk menciptakan rasa aman dan tertib demi kelancaran musim mudik tersebut. Menurut kalian, nilai-nilai apa yang muncul dari kisah tersebut? Apakah perbedaan yang muncul di tengah masyarakat selalu membawa permasalahan? Bukankah setiap perbedaan yang ada, baik secara fisik maupun lainnya seperti Agama merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME)? Jika perbedaan-perbedaan yang ada terjadi pada diri kalian dengan orang lain, apa yang akan kalian lakukan? Perbedaan apa saja yang dapat kalian lihat dan rasakan secara langsung di lingkungan bermain kalian? Dalam kehidupan, merupakan hal yang sangat wajar terjadi perbedaan, baik secara fisik maupun non fisik. Sama seperti yang terjadi di dalam lingkungan keluarga kalian, tentu tetap ada perbedaan bukan? Baik secara fisik maupun non fisik dengan sesama anggota keluarga. Bagaimana dengan orang yang berada di luar keluarga kalian? Tentu akan lebih banyak lagi jenis perbedaan yang muncul. Untuk itu, dibutuhkan suatu perasaan yang dipupuk secara bersamasama, yaitu antara satu pihak dengan yang lainnya sama-sama menerima dan memahami setiap perbedaan yang muncul. Hal tersebut merupakan bentuk tenggang rasa serta toleransi yang ada. Apakah kalian telah melakukan hal tersebut di lingkungan terdekat? Ternyata, perbedaan dapat menjadi sebuah keuntungan ketika semua pihak saling memahami satu dengan yang lain. Hal tersebut dapat memunculkan kerja sama yang baik, berupa kolaborasi di berbagai bidang. Dengan terciptanya kolaborasi yang dilandasi atas setiap perbedaan yang ada, maka kita harus bersyukur kepada Tuhan YME atas kondisi tersebut. 98 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


A. Makna Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi Bentuk keragaman yang terjadi di Indonesia merupakan peluang bagi Indonesia untuk memajukan sendiri bangsanya. Sebab tidak banyak negara lain yang memiliki keragaman yang besar seperti di Indonesia. Bangsa Indonesia sendiri terbentuk dari keragaman gender, suku, budaya, agama, serta ras dan antar golongan. Setiap perbedaan merupakan hal yang mendasar yang kita peroleh dari Tuhan YME, sehingga tidak perlu dipermasalahkan. Yang seharusnya dilakukan yaitu bagaimana memanfaatkan perbedaan tersebut untuk menjadi peluang baik bagi kemajuan bangsa. Peluang-peluang untuk memajukan bangsa Indonesia perlu dipahami oleh kita sebagai generasi penerus bangsa. Kemajuan bangsa akan dipengaruhi oleh sikap menerima setiap perbedaan dan saling menghargai, serta bersedia untuk saling melakukan kerja sama. Gambar 5.1 Contoh baik toleransi Sumber: pupuk toleransi/mediaindonesia.com (2021) 1. Pengertian Tenggang Rasa Setiap manusia memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu pula setiap bangsa dan Negara tentu memiliki kepribadian atau karakter masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Jika setiap warga Negara memiliki kepribadian Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 99


atau karakter yang baik, tentu kehidupan bangsa dan Negara juga akan baik. Terlebih Negara Indonesia yang terdiri dari beragam perbedaan yang ada, yang tentu memerlukan kepribadian atau karakter yang baik, diantaranya yaitu tenggang rasa. Berdasarkan KBBI V (2016), tenggang rasa memiliki definisi yaitu sikap dapat (ikut) menghargai dan menghormati perasaan orang lain. Dengan demikian tenggang rasa adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang untuk dapat berinteraksi dengan sesama. Menghargai serta menghormati perasaan orang lain, merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, rumah, sekolah, dan masyarakat agar tercipta kehidupan yang harmonis. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap tenggang rasa ini dapat dilihat dari 1) saling menghargai satu sama lain, 2) menghindari sikap tidak peka, 3) tidak menggangu orang lain, dan 4) selalu menjaga perasaan orang lain dalam pergaulan. Dalam kehidupan sehari-hari, agar tetap terjalin rasa persaudaraan serta persahabatan yang erat, sikap ini wajib dijunjung tinggi oleh siapapun. Mengapa demikian? Hal ini bertujuan agar tercipta rasa persatuan dan kesatuan yang menjelma menjadi sebuah kerukunan. 2. Pengertian Toleransi Apakah kalian pernah mengalami dan merasakan sikap teman kalian berbeda dengan sikap kalian sendiri? Seperti saat di tengah pandemi, kalian diajak oleh teman kalian keluar rumah untuk mengerjakan tugas, tetapi kalian hanya ingin berada di rumah saja. Sementara tugas tersebut juga penting, apa yang akan kalian lakukan? Hal tersebut kemudian melahirkan sikap menerima perbedaan yang berlainan dengan keyakinan pada diri sendiri, atau yang disebut toleransi. Toleransi sendiri memiliki makna sifat atau sikap toleran. Sementara menurut KBBI V, toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Sedangkan, menurut Declaration of Principles on Tolerance, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 1995, toleransi adalah rasa hormat, penerimaan, dan penghargaan atas keragaman budaya dunia kita yang kaya, bentuk ekspresi kita, dan cara kita menjadi manusia. 100 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Dengan demikian, bersikap toleran merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, toleransi juga mengajarkan kepada manusia untuk bertanggung jawab menjunjung tinggi hak asasi manusia dari setiap perbedaan yang muncul, serta agar dalam kehidupan bermasyarakat terhindar dari suatu permasalahan atau konflik. Terlebih di Indonesia yang memang terdiri dari beragam unsur perbedaan, serta rawan terjadi konflik di tengah masyarakat karena perbedaan-perbedaan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, nilai-nilai toleransi sangat dibutuhkan. Toleransi dapat kalian lakukan di lingkungan keluarga, lingkungan rumah, dan sekolah. Dengan demikian, diharapkan adanya toleransi dapat menjalin hubungan kerja sama yang baik di tengah masyarakat. Maka dari itu, sikap maupun sifat toleransi harus terus dipupuk dan dijaga bersama. 3. Pengertian Kolaborasi Kalian tentu pernah mendengar istilah kolaborasi dalam beberapa kesempatan. Tentu kalian juga pernah melakukan kolaborasi, baik di rumah bersama keluarga, di lingkungan rumah dengan teman bermain, hingga di sekolah bersama teman di kelas. Menyenangkan bukan? Melakukan kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu, dapat membantu menyelesaikan aktivitas atau pekerjaan dengan baik dan juga lebih ringan daripada dikerjakan secara sendiri. Sama seperti halnya Negara Indonesia yang meraih kemerdekaan melalui perjuangan bersama. Tercipta kolaborasi yang baik dari berbagai pihak sehingga Indonesia berhasil meraih kemerdekaan. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kalian sebagai pengisi kemerdekaan untuk bertanggung jawab dalam menjaga kemerdekaan di masa kini dengan menggiatkan kolaborasi. Mengapa demikian? karena kolaborasi merupakan cerminan dari gotong royong yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia. Lantas apa yang dimaksud dengan kolaborasi? Dalam KBBI V disebutkan bahwa kolaborasi yaitu (perbuatan) kerja sama untuk membuat sesuatu. Dengan demikian, kolaborasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara bersama-sama untuk melakukan sesuatu. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 101


Berdasarkan hal tersebut, kolaborasi dilakukan oleh beberapa orang atau pihak. Dalam usaha mencapai tujuan secara bersama-sama, dibutuhkan sikap saling menghargai serta menghormati satu dengan yang lainnya. Kolaborasi tersebut tentu harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, dan jujur agar dapat tercapai segala tujuan yang diinginkan. Seperti melakukan kerja sama kelompok dalam mengerjakan tugas kelompok yang diminta oleh guru. Berkolaborasi satu dengan yang lain tetap membutuhkan sifat serta sikap tenggang rasa dan juga toleransi. Hal ini dikarenakan pihak-pihak yang saling berkerja sama bukan tidak mungkin memiliki pandangan yang berbeda-beda. Hal ini dibutuhkan agar dalam melakukan kolaborasi tujuan pelaksanaannya dapat tercapai dengan baik. Siswa Aktif Bersama teman kalian, bentuklah kelompok berjumlah empat sampai lima (4–5) orang. Buatlah pengamatan sederhana di tengah masyarakat mengenai praktik baik sikap tenggang rasa, toleransi, dan juga kolaborasi yang terjadi di lingkungan terdekat kalian. Semisal mengenai bagaimana penanganan Covid-19 di lingkungan rumah yang terdapat perbedaan pendapat dan bagaimana kolaborasi yang tercipta. Setelah melakukan pengamatan sederhana, buatlah laporan dalam bentuk poster atau bentuk lainnya yang dapat dipresentasikan, dan kalian presentasikan dihadapan teman-teman kalian serta guru. B. Perwujudan Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi di Tengah Masyarakat Setelah sebelumnya kalian melakukan aktivitas dengan mengamati lingkungan masyarakat, apakah kalian sudah menyadari bahwa ketiga hal tersebut amat penting bagi kehidupan di tengah masyarakat? Bayangkan jika setiap masyarakat bekerja hanya untuk dirinya masing-masing, tidak ada kolaborasi dengan lainnya. Apakah mungkin terjadi? 102 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Apabila hal tersebut terjadi, maka akan muncul konflik di tengah masyarakat. Beragam perbedaan yang ada di Indonesia, baik suku, agama, ras, antar golongan, budaya, maupun gender memiliki potensi konflik yang besar. Maka dengan demikian, kita sebagai bangsa dan Negara yang besar patut bersyukur kepada Tuhan YME. Mengapa demikian? Karena kita dikaruniai potensi besar berupa nilai-nilai yang sudah tertanam kuat sebelum Indonesia merdeka, yaitu nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai wujud nyata dari tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi. Indonesia sebagai negara yang berbineka tetap memiliki potensi konflik yang terjadi dalam masyarakat. Nilai-nilai ini perlu diajarkan dalam setiap lingkungan, diantaranya keluarga, tempat tinggal, dan lingkungan sekolah. Hal tersebut dimaksudkan agar sikap tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi tetap dilaksanakan oleh masyarakat menjadi suatu kebutuhan. 1. Lingkungan Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Dalam KBBI V keluarga, yaitu ibu dan bapak beserta anak-anaknya, seisi rumah. Dengan demikian, keluarga merupakan lingkungan terkecil yang terdapat dalam masyarakat yang memiliki hubungan dekat secara emosional. Keluarga merupakan tempat dimana seseorang mendapatkan pendidikan mengenai bagaimana tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi dibangun. Dengan demikian keluarga harus menjalankan fungsi dengan baik karena akan melahirkan seseorang yang akan memiliki kontribusi bagi masyarakat secara luas. Perilaku yang sesuai dengan tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi yang dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga, yaitu: a. membantu orang tua, b. bersikap sopan santun, c. berperilaku adil, d. menuruti perintah dan nasihat orang tua, dan e. memupuk rasa tanggung jawab. Dalam upaya menanamkan kebiasaan pada perilaku-perilaku tersebut, dibutuhkan fungsi keluarga, yaitu: a. Fungsi agama, dalam fungsi ini seseorang dikenalkan mengenai ajaran agama serta kepercayaan yang diyakini. b. Fungsi sosial budaya, dalam fungsi ini seseorang ditanamkan pola tingkah laku yang berhubungan dengan orang lain (sosialisasi) dan dikenalkan pula pada warisan budaya dalam keluarga. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 103


c. Fungsi cinta dan kasih sayang, dalam fungsi ini seseorang mendapatkan perhatian serta sebagai tempat menyalurkan cinta dan kasih sayang. d. Fungsi perlindungan, fungsi ini merupakan tempat dimana seseorang akan mendapatkan rasa aman, kasih sayang, dan tempat mengadu, serta mengakui kesalahan. e. Fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ini merupakan tempat dimana kepribadian seseorang akan terbentuk dari waktu ke waktu sebelum terjun dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya. f. Fungsi ekonomi, dalam fungsi ini menjadi sarana baik untuk membagi tugas dan peran dalam memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga. g. Fungsi lingkungan, segala bentuk tingkah laku seseorang dalam lingkungan merupakan cerminan yang didapatkan saat berada di keluarga. Dengan demikian, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seseorang sebelum terjun ke dalam kehidupan yang lebih luas, yaitu masyarakat. Sehingga fungsi yang telah disebutkan sebelumnya dapat menjadi pedoman untuk membentuk pola perilaku yang sesuai dengan nilainilai tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi. 2. Lingkungan Tempat Tinggal Selepas lingkungan keluarga, kalian akan berhadapan pada lingkungan yang lebih luas dan lebih banyak menemui masyarakat, yaitu lingkungan tempat tinggal. Dalam istilah lain, lingkungan tempat tinggal dikenal juga dengan tetangga. Lalu, seberapa banyak tetangga yang berada di dekat rumah kalian? Apakah kalian mengenal semua tetangga kalian? Adakah kegiatan bersama yang biasa dilakukan di lingkungan tempat tinggal kalian? Tentu dengan hidup bertetangga di lingkungan tempat tinggal akan semakin membuat keuntungan jika semua memiliki sikap tenggang rasa, toleransi, dan saling berkolaborasi. Dalam lingkungan tempat tinggal, hubungan masyarakat akan terjalin di berbagai bidang. Terdapat beberapa bidang yang kemudian dapat menjadi perwujudan dari sikap maupun sifat tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi, yaitu: a. Bidang Keagamaan Dalam kehidupan di tengah masyarakat, sangat wajar jika terjadi perbedaan, khususnya perbedaan keyakinan dalam beragama. Dalam setiap ajaran agama, tentu diajarkan untuk saling menghargai dan menghormati kepada 104 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


sesama. Sangatlah penting sikap maupun sifat tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi diwujudkan, diantaranya yaitu: 1) menghormati ajaran agama dan keyakinan yang dianut orang lain, 2) memberi kesempatan kepada orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama serta kepercayaannya, 3) tidak membeda-bedakan dalam bergaul dengan pemeluk agama lain, serta 4) tidak memaksakan agama atau kepercayaan kepada orang lain. b. Bidang Sosial dan Kemanusiaan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa manusia secara naluriah merupakan makhluk sosial. Dimana manusia tidak bisa terlepas dari kehidupan orang lain, dan memiliki ketergantungan terhadap sesuatu hal. Sehingga dibutuhkan sikap maupun sifat tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi yang dapat diwujudkan, diantaranya melalui: 1) berperilaku sopan dan santun terhadap sesama, seperti mengucapkan ‘permisi’ saat melewati orang lain, 2) ikut merasakan penderitaan orang lain yang tertimpa musibah, semisal menjenguk teman yang sedang sakit, 3) memberikan bantuan untuk meringankan beban penderitaan orang lain, seperti memberikan sembako kepada tetangga yang terkena virus Covid-19, 4) menghormati dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, seperti tidak menghina warna kulit tetangga yang berbeda dengan kita. c. Bidang Ekonomi Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat perbedaan tingkat ekonomi di tengah lingkungan tempat tinggal. Sehingga membutuhkan usaha yang kuat agar perbedaan tersebut tidak menjadi suatu permasalahan yang berarti. Sikap maupun sifat tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi diperlukan dalam hal ini, dan dapat diwujudkan melalui: 1) tidak bersikap sombong serta pamer kepada orang lain, 2) memberikan kesempatan kepada orang lain dalam mengembangkan usahanya, 3) menghormati hak milik orang lain, 4) tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 105


d. Bidang Politik Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak dapat pula dilepaskan dari aspek politik. Hal ini dipengaruhi karena adanya kebebasan dalam berpolitik, sehingga mengakibatkan beragam pandangan politik yang terjadi di lingkungan tempat tinggal. Untuk itu maka dibutuhkan sikap maupun sifat tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi dalam menjaga kehidupan dalam lingkungan tempat tinggal agar harmoni, yang dapat diwujudkan diantaranya melalui: 1) menghormati pilihan politik orang lain, 2) mendukung serta menghormati aktivitas politik orang lain, 3) tidak melakukan stigmatisasi pada pihak lain yang berbeda, dan 4) siap memimpin dan dipimpin. 3. Lingkungan Sekolah Keberagaman ternyata tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat, seperti tempat tinggal atau bahkan yang lebih luas lagi. Namun juga terjadi di lingkungan sekolah sebagai tempat untuk melakukan proses pendidikan. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menerima peserta didik dengan latar belakang agama, ras, golongan, budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Maka dari itu, penting untuk menanamkan nilai-nilai sikap tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi kepada siswa. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Selain di lingkungan keluarga, sekolah merupakan tempat dimana seseorang menghabiskan waktu untuk senantiasa berinteraksi dengan orang lain yang memiliki perbedaan. Adanya proses interaksi yang cukup tinggi intensitasnya, baik diantara guru dengan siswa, maupun peserta didik dengan peserta didik menjadikan lingkungan sekolah menjadi salah satu pusat dari penanaman nilai-nilai tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi. Untuk itu, kita dapat melihat perwujudan sikap maupun sifat tersebut di dalam lingkungan sekolah, diantaranya berupa: a. saling tolong menolong, seperti meminjamkan alat tulis kepada yang tidak membawa b. tidak melakukan perbuatan curang dalam ujian, seperti mencontek c. menghargai pendapat yang berbeda, seperti saat berlangsung tanya jawab dalam presentasi, d. menghargai asal usul ras, golongan, agama, gender, dan budaya, e. melakukan kerja sama kelompok dengan siapapun, f. menghormati saat teman sedang melaksanakan ibadah, serta g. menjaga sopan dan santun. 106 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Siswa Aktif Buatlah kelompok yang terdiri dari masing-masing maksimal lima (5) orang. Buatlah kampanye melalui poster sederhana yang bisa kalian cetak atau buat di kertas, atau dibuat secara digital mengenai pentingnya memupuk rasa tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi. Setelah membuat poster tersebut, silakan kalian presentasikan di hadapan kelas masing-masing, setelah itu jika mendapat masukan silakan diperbaiki. Jika sudah tuntas perbaikannya, sebarkanlah poster berisi kampanye tersebut di lingkungan tempat tinggal kalian. C. Tantangan Penerapan Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi di Tengah Masyarakat Bagaimana praktek tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi yang pernah kalian lihat? Apakah terjadi kesesuaian antara harapan untuk tercipta masyarakat yang harmoni di tengah keberagaman yang ada? Atau justru realitanya masih kurang sesuai dengan harapan yang diinginkan? Semoga saja di lingkungan kalian tercipta hubungan yang harmonis diantara masyarakat, dan semoga kalian menjadi masyarakat yang memiliki sikap-sikap tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara dengan keberagaman yang begitu banyak. Keberagaman bukanlah menjadi penghalang untuk dapat bekerjasama dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis. Keberagaman dapat dijadikan momentum persatuan, jika sesama masyarakat mengedepankan nilai-nilai tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi. Namun sayangnya, di tengah masyarakat sikap-sikap tersebut menghadapi tantangan. Hal tersebut dikarenakan masih banyak muncul konflik yang dapat mengurangi keharmonisan masyarakat untuk saling mengedepankan tenggang rasa, toleransi, terlebih kolaborasi. Seperti adanya konflik dalam masyarakat berkaitan dengan antar suku, diskriminasi terhadap etnis tertentu, serta penilaian secara subjektif terhadap kelompok minoritas. Berikut beberapa sikap yang menjadi tantangan dari perwujudan tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi di tengah masyarakat, antara lain sebagai berikut. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 107


1. Fanatisme Pernahkah kalian mendengar ada kedua kelompok supporter sepak bola yang saling berkonflik karena mendukung klub sepak bola secara berlebihan? Bahkan konflik tersebut juga menimbulkan korban dan telah berjalan lama. Padahal semestinya sepakbola dapat menyatukan kita semua. Mengapa dapat terjadi demikian? Hal tersebut terjadi dikarenakan munculnya perasaan fanatisme. Berdasarkan KBBI V, fanatisme memiliki arti yaitu keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya). Selain itu, fanatisme juga merupakan suatu keyakinan yang secara berlebihan dapat membuat seseorang mau melakukan segala hal apapun demi mempertahankan keyakinan yang dianutnya. Dengan demikian, fanatisme adalah sebuah perilaku yang menunjukkan keyakinan secara berlebihan terkait sesuatu hal yang juga dapat merugikan pihak lain. Berdasarkan hal tersebut, maka fanatisme memiliki ciri diantaranya seperti a) rasa antusias yang berlebih, b) adanya keterikatan emosi, c) sudah berlangsung lama, d) menganggap yang diyakininya paling benar, dan e) mempertahankan kebenaran yang diyakini. Praktek fanatisme sendiri kerap terjadi di tengah masyarakat melalui berbagai bidang, baik politik, agama, budaya, dan lain sebagainya. Fanatisme akan merugikan banyak pihak, karena dengan sikap tersebut maka akan memunculkan konflik. Anggapan terhadap keyakinannya yang paling benar merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, dan tidak boleh dilakukan oleh setiap masyarakat. Jika semua orang beranggapan demikian, maka akan memunculkan konflik yang besar di tengah masyarakat. Setiap individu dalam masyarakat memang memiliki hak dalam mempercayai sesuatu. Namun patut pula diperhitungkan bahwa yang memiliki hak bukan hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain yang harus dihormati pula setiap haknya. Gambar 5.2 Foto suporter sepak bola Sumber: deklarasi damai/viva.co.id (2017) 108 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


2. Etnosentrisme Apakah kalian memiliki tetangga yang berasal dari luar wilayah tempat tinggal kalian? Tentu akan muncul perbedaan, mulai dari budaya, fisik, hingga keyakinan. Namun, apakah perbedaan tersebut menjadikan kalian merendahkan tetangga yang berasal dari daerah lain? Meskipun tidak ada kebudayaan atau kelompok etnis tertentu yang paling tinggi kedudukannya, dalam masyarakat terkadang muncul anggapan bahwa salah satu kebudayaan merupakan kebudayaan yang paling tinggi. Banyak yang menganggap remeh kebudayaan selain kebudayaannya. Itu yang dinamakan etnosentrisme. Berdasarkan KBBI V, etnosentrisme adalah suatu sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain. Dengan demikian, etnosentrisme yaitu sikap yang dimiliki seseorang dengan menganggap kebudayaannya yang paling unggul dibandingkan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan cara seorang individu dalam memandang lingkungan sekitar, dimana individu tersebut menjadikan kelompoknya sebagai pusat dari segala hal, sehingga berbagai hal lain juga mengacu kepada kelompoknya. Dengan berpandangan demikian, akan memunculkan sikap subjektif hingga memandang rendah orang lain hingga kelompok lain. Jika terus menerus dibiarkan berkembang di tengah masyarakat, maka akan terjadi permusuhan antar kelompok. Maka, perlu upaya serius dalam menghadapi tantangan yang diakibatkan dari adanya etnosenstrisme agar tidak menyebar di kehidupan masyarakat, berbangsa dan bertanah air. 3. Primordialisme Apakah kalian sangat menjunjung tinggi adat istiadat dari asal kelahiran kalian? Salah satunya yaitu selalu menggunakan bahasa asal daerah kalian lahir dan tidak mau menggunakan bahasa lain. Atau pernahkah kalian mendengar ada suatu adat istiadat yang memiliki tradisi bahwa anak lelaki harus merantau dari kampung halamannya? Itu merupakan sedikit contoh dari kebudayaan yang ada di wilayah Indonesia. Dan tentu masih banyak hal lain yang menarik yang menjadi karakteristik dari suatu daerah di Indonesia yang menjadi keyakinan tertentu. Keyakinan-keyakinan yang tertanam dalam individu tersebut merupakan suatu sikap yang dinamakan primordialisme. Berdasarkan KBBI V, primordialisme adalah pandangan yang memegang teguh hal-hal yang dibaBab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 109


wa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama. Berdasarkan hal tersebut, maka primordialisme merupakan ikatan-ikatan seseorang dalam kehidupan yang dipegang teguh dan dibawa sejak lahir baik berupa suku bangsa, kepercayaan, ras, adat istiadat, daerah kelahiran, dan sebagainya. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Hal ini dikarenakan sejak kecil, individu telah ditanamkan berbagai nilai-nilai kebudayaan yang berasal dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga, atau suku tertentu ketika hidup di dalam masyarakat. Namun sayangnya, terdapat sikap primordialisme yang berlebihan sehingga mengakibatkan munculnya kesulitan individu dalam berinteraksi dengan kelompok lain. Mengapa demikian? Karena individu tersebut tidak dapat menerima secara terbuka nilai-nilai selain dari yang ditanamkan dan sudah melekat sejak kecil. Hal tersebut tentu akan membawa pengaruh terhadap harmoni di tengah masyarakat, dan akan sulit mendorong persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu, penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk tidak berlebihan dalam bersikap secara primordialisme. 4. Diskriminatif Bagaimana perasaan kalian ketika tidak memiliki gawai (smartphone) untuk melakukan pembelajaran secara daring? Apakah ada teman kalian yang meledek dan tidak ingin berteman hanya karena hal tersebut? Salah satu konflik yang kerap terjadi dalam keberagaman di tengah masyarakat yakni adanya perilaku membeda-bedakan satu dengan yang lain dalam berbagai aspek. Perilaku ini merupakan perilaku diskriminasi. Dalam KBBI V disebutkan bahwa diskriminasi adalah pembedaan perlakuan sesama warga Negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya). Dengan demikian, maka diskriminasi merupakan suatu perilaku yang membedakan sesuatu berdasarkan beberapa hal. Sifat diskriminasi disebut dengan diskriminatif. Perilaku ini sangat tidak baik dikarenakan menimbulkan dampak negatif di lingkungan, baik keluarga, tempat tinggal, sekolah, masyarakat luas, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. 110 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Perilaku diskriminatif yang terjadi di tengah masyarakat seringkali disebabkan karena adanya perbedaan agama, warna kulit, suku bangsa, dan juga ekonomi. Perbedaan-perbedaan tersebut justru dijadikan sebuah jurang pembeda, dan merugikan semangat persatuan dan kesatuan di tengah bangsa. Gambar 5.3 Penolakan terhadap perlakuan diskriminatif Sumber: mahasiswa papua/tirto.id (2019) Perilaku ini sering kita jumpai di berbagai level masyarakat, khususnya menimpa individu atau kelompok dalam masyarakat yang menjadi minoritas. Di lingkungan sekolah, pernahkah kalian meledek teman kalian yang memiliki warna kulit berbeda dengan kalian? Hal ini tentu akan sangat merugikan karena akan membuat perbedaan di tengah persahabatan kalian. 5. Stereotip Menurut kalian, apakah orang yang memiliki kekayaan berlebih itu sudah pasti pelit? Atau orang yang berpenampilan sederhana selalu tidak memiliki uang? Jika kalian menganggap demikian, maka kalian telah bersikap stereotip. Menurut KBBI V, stereotip merupakan konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Stereotip ini biasanya disandarkan pada persepsi pribadi atau kelompok yang bersifat subjektif. Namun demikian, meskipun persepsi tersebut bersifat subjektif dan cenderung tidak tepat, bagi individu maupun kelompok persepsi itu menjadi kebenaran. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, perilaku demikian sangatlah merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Karena secara tidak langsung, warga Negara yang melakukan sikap stereotip sama dengan tidak menghargai hak asasi manusia. Contohnya yaitu adanya anggapan terhadap suatu suku bangsa atau etnis yang dianggap terbelakang atau primitif dan bodoh. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 111


Di lingkungan masyarakat, terdapat pula contoh dari stereotip yang merugikan masyarakat hingga menimbulkan konflik. Contohnya yaitu bahwa perempuan cukup menjadi Ibu Rumah Tangga, tidak perlu bekerja karena dianggap lemah. Sementara itu, perilaku stereotip juga dapat terjadi di lingkungan sekolah, dan menimbulkan permasalahan diantara persahabatan yang ada. Contohnya yaitu, ketika si A tidak memiliki buku, A dikatakan tidak pintar, padahal hal tersebut belum tentu benar adanya. Tindakan stereotip di tengah masyarakat dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, budaya, agama, ras, suku bangsa, golongan, hingga gender. Sehingga perilaku ini akan sangat merugikan persatuan dan kesatuan bangsa, dan harus dihindari oleh berbagai pihak demi menjaga harmonisasi kehidupan di tengah masyarakat. 6. Radikalisme Tahukan kalian peristiwa teror bom atau teror lainya yang beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia? Tindakan teror tersebut disebut sebagai bagian dari adanya keinginan besar dalam merubah sesuatu, namun mengatasnamakan agama. Padahal dalam ajaran agama apapun di dunia, tidak ada yang mengajarkan untuk menggunakan cara-cara kekerasan dalam berhubungan antar sesama manusia. Tindakan tersebut merupakan bagian dari sikap radikalisme yang muncul di tengah masyarakat. Radikalisme sendiri memiliki makna yaitu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Dengan demikian, radikalisme merupakan suatu pemikiran yang menginginkan perubahan dengan cara kekerasan. Radikalisme sendiri menjadi tindakan yang kerap terjadi di tengah masyarakat. Tujuan dari adanya radikalisme yaitu untuk mengubah suatu tatanan melalui cara kekerasan. Namun sayangnya, tindakan radikalisme di Indonesia saat ini diidentikkan dengan gerakan dari agama tertentu. Gambar 5.4 Teror bom bunuh diri Sumber: Gereja pantekosta Surabaya/news.detik.com (2018) 112 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Perilaku ini tentu sangat tidak sesuai dengan ajaran apapun, khususnya di Indonesia. Karena selain dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa, radikalisme ini memiliki dampak panjang dan dapat berkembang tanpa terdeteksi, sehingga menjadi sebuah kelompok terorisme yang akan merusak kesatuan Negara dan menimbulkan dampak yang tidak baik. Siswa Aktif 1. Menurut kalian, apa tantangan terbesar yang dihadapi bangsa dan Negara Indonesia dalam menerapkan tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi? Jelaskan 2. Carilah masing-masing dua (2) kasus yang pernah terjadi mengenai tantangan-tantangan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat! Ringkasan Materi Keberagaman di Indonesia melahirkan tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi di tengah kehidupan bermasyarakat. 1 2 3 4 Kehidupan bertenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi di masyarakat dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Tantangan dalam penerapan tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi yaitu munculnya fanatisme, etnosentrisme, primordialisme, diskriminasi, stereotip, dan radikalisme. Tantangan yang muncul seperti fanatisme, etnosentrisme, primordialisme, diskriminasi, stereotip, dan radikalisme dikarenakan nilai tenggang rasa, toleransi, dan kolaborasi di tengah kehidupan bermasyarakat belum berjalan dengan baik. Bab V Tenggang Rasa, Toleransi, dan Kolaborasi 113


Refleksi Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tentu akan menghadapi tantangan dan bukan tidak mungkin menghadapi potensi permasalahan. Namun, berbagai tantangan maupun potensi permasalahan tersebut dapat diantisipasi dengan menanamkan sikap maupun sifat tenggang rasa, toleransi, serta koloborasi. Namun, mengapa meskipun sudah ada ketiga sikap tersebut masih terjadi konflik di tengah masyarakat? Apa yang keliru? Dalam penanaman ketiga sikap tersebut membutuhkan waktu, terlebih juga Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang tinggi. Tautan Pengayaan Keberagaman di tengah kehidupan bermasayarakat di Indonesia membutuhkan perekat, dan perekat itu sudah ada dalam karakter bangsa Indonesia, yaitu sikap tenggang rasa, dan toleransi. Namun kedua sikap tersebut mengalami tantangan dalam prakteknya, sehingga membutuhkan kolaborasi untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang sesuai dengan tujuan Negara Indonesia. Sumber: https:// www.youtube.com/ watch?v=RtvY_Zq_Lwo Sumber: https:// www.youtube.com/ watch?v=aIBi-RJ-4TE Uji Kompetensi 1. Dalam kehidupan bermasyarakat, bagaimana upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat ketika tenggang rasa, toleransi, ataupun kolaborasi belum tercipta? Jelaskan apa yang harus dilakukan oleh setiap individu maupun masyarakat? 2. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar. Bagaimana caranya sikap tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi dikampanyekan secara baik ke lingkungan terkecil, yaitu keluarga? Jelaskan 3. Jelaskan upaya yang dapat dilakukan oleh lingkungan keluarga, tempat tinggal, dan sekolah dalam meminimalisir terjadinya tantangan-tantangan dari penerapan tenggang rasa, toleransi, serta kolaborasi! 114 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik mampu menjelaskan komitmen kebangsaan dalam kebinekaan global. 2. Peserta didik mampu menganalisis kebinekaan global. 3. Peserta didik berkontribusi menjaga komitmen kebangsaan dalam kebinekaan global. Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2022 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX Penulis : Trezadigjaya dan Anggi Afriansyah ISBN : 978-602-244-446-6 (jil.3)


Peta Konsep Tantangan Kebinekaan Global Terhadap Kebangsaan Indonesia Komitmen Kebangsaan Indonesia Komitmen Tehadap Kebinekaan Global Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 116 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Menjadi pesepakbola merupakan salah satu jalan karir yang dapat ditempuh oleh generasi muda Indonesia. Apalagi ketika menjadi pesepakbola terkenal dan memiliki kemampuan yang luar biasa sehingga dapat bermain di level internasional, setidaknya dengan membela Tim Nasional Indonesia. Begitu pula dengan Yanto Basna, seorang pemuda kelahiran Sorong Papua tahun 1995, yang memilih menjadi atlet sepak bola profesional. Ia lahir di Papua, tetapi tidak menghalangi bakat dan tekadnya untuk menjadi pemain sepakbola profesional. Namun ternyata, karir yang dirintis oleh Yanto Basna tidaklah mudah. Iya pernah ditipu oleh agen dan akhirnya dia bermain di klub yang bukan dituju olehnya. “selama hampir dua minggu latihan, yang paling menarik itu, saya latihan pertama seperti baru belajar sepakbola lagi. Dalam Hati, buat apa saya susah-susah diri, di Indonesia saya bisa terima gaji besar main di klub bagus. Kenapa saya datang di Thailand seperti orang bodoh diajar main bola lagi,” paparnya, seperti yang dikutip dari vivagoal.com. Selain itu, terdapat perlakuan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh Yanto Basna, yaitu berkaitan dengan perbedaan warna kulit dan tidak memahami bahasa yang mereka gunakan. Saat berusaha untuk beradaptasi yaitu dengan cara menggunakan bahasa lokal. Namun ternyata ia sering mendapatkan ledekan dan tawa dari para pemain di Thailand. “Tapi, justru itu membuat mereka respek kepada saya ungkap Yanto Basna,” yang dikutip dari kompas.com. Kisah Yanto Basna Bermain Sepak Bola di Thailand Sumber gambar: Yanto Basna/ vivagoal.com (2020) Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 117


Untuk menjadi pemain sepak bola profesional terlebih hingga dapat bermain di level internasional atau di luar kompetisi Indonesia membutuhkan berbagai kemampuan. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah dapat memahami berbagai perbedaan yang ada, seperti yang dialami oleh Yanto Basna. Meskipun mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, perlakuan yang diterima oleh Yanto Basna merupakan sebuah tantangan yang dapat dijadikan motivasi besar untuk menjadi lebih sukses. Andai saja Yanto Basna berpikir untuk menyerah dari tantangan tersebut maka cita-citanya yang lebih besar, yaitu bermain sebagai pesepakbola profesional di level Asia tidak akan pernah tercapai. Dari kisah tersebut, menurut kalian apa manfaat menghargai orang lain? Apakah mungkin tercipta hubungan baik jika tidak ada rasa saling menghargai terhadap perbedaan? Lantas bagaimana kita dapat menghargai perbedaan yang sangat nyata, yaitu perbedaan antar negara? Berdasarkan hal tersebut apakah tiap Negara satu dengan Negara lainnya memiliki kesamaan atau justru memiliki perbedaan yang sangat tampak? Dari postur tubuh, apakah sama dengan postur tubuh yang kalian miliki? Kalian juga dapat memperhatikan warna kulit, ada yang berwarna cokelat tua, berkulit gelap, atau bahkan putih. Belum lagi perbedaan kebudayaan yang jelas berbeda antara Negara satu dengan lainnya. Seperti cara menyapa orang lain, di Indonesia menyapa orang yang lebih tua diantaranya salam dengan cara mencium tangan. Berbeda lagi dengan di Negara Jepang dengan cara menundukkan badan, atau di Cina dengan melakukan gestur gong shou, yakni menggabungkan kepalan di tangan kanan dengan tangan kiri yang terbuka. 118 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Namun, apakah setiap keragaman yang muncul tersebut menghambat pergaulan di dunia global? Keberagaman yang muncul di setiap negara tersebut merupakan bagian dari penduduk dunia. Terlebih saat ini setiap individu dapat saling terhubung satu sama lainnya. Dengan demikian, dibutuhkan komitmen kebangsaan untuk dapat menjaga keberagaman yang muncul di tengah pergaulan global. A. Komitmen Kebangsaan Indonesia Saat ini kalian dapat menjangkau berbagai informasi tidak hanya mengenai lingkungan terdekat kalian bukan? Tetapi juga informasi yang dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, seperti keadaan di Negara tetangga Malaysia, Brunei Darussalam, bahkan hingga kawasan benua lainnya di dunia. Gambar 6.1 Budaya menyapa di setiap Negara Sumber: • Warisan leluhurku/koranmemo.com (2017) • Budaya membungkuk/japanesestation.com (2012) • Tradisi Gongshou/paragram.id (2020) Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 119


Maka dari itu, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME) atas segala karunia yang dilimpahkan kepada bangsa dan Negara terhadap keadaan yang saat ini kita alami, yakni dapat terhubung dengan dunia global. Namun, kemudahan mendapatkan akses dalam pergaulan global tentu harus disadari pula dengan memahami setiap perbedaan yang muncul, dan tentu bentuk perbedaan tersebut menjadi sebuah keragaman dalam konteks kebinekaan. Namun, meski terhubung dengan dunia global, kita tetap harus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang sudah tertanam. Seperti yang disampaikan Sukarno dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), bahwa kita merupakan bagian dari penduduk dunia, namun tetap harus mencintai bangsa dengan menghargai bangsa lain, atau disebut sosio-nasionalisme. Terdapat beberapa nilai-nilai kebangsaan yang sudah tertanam dan diajarkan oleh pendahulu bangsa, seperti nasionalisme, patriotisme, dan juga budaya-budaya yang mencirikan kepribadian bangsa seperti gotong royong. Hal-hal tersebutlah yang harus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat untuk menghadapi tantangan serta peluang kebinekaan global. 1. Nasionalisme Bagaimana cara bangsa Indonesia meraih kemerdekaan? Padahal banyak sekali perbedaan didalamnya. Meskipun terdapat keragaman, ternyata ada suatu perasaan yang mengikat diantara bangsa Indonesia agar dapat meraih kemerdekaan. Perasaan tersebut adalah nasionalisme. Nasionalisme memiliki arti yaitu paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan. Dengan demikian nasionalisme mengajarkan kepada kita bagaimana cara untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme bukan digunakan untuk membeda-bedakan kelompok, tetapi nasionalisme digunakan sebagai alat pemersatu, dan untuk mencapai kebahagiaan diantara bangsa dan Negara Indonesia. Berbagai peristiwa sejarah Indonesia telah membuktikan, bahwa adanya semangat mencintai bangsa dan Negara berhasil mewujudkan berbagai gerakan. Misalnya, semangat untuk mencintai bangsa Indonesia yang ditunjukkan oleh golongan muda dan golongan tua yang tampak dalam peristiwa Rengasdengklok sebelum kemerdekaan Indonesia. 120 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Gambar 6.2 Rumah pengasingan Sukarno-Hatta di Rengasdengklok Sumber: Jejak pengasingan Sukarno-Hatta/liputan6.com (2018) Dalam konteks pergaulan global, nasionalisme Indonesia dapat digunakan sebagai penegasan bahwa Indonesia merupakan bagian dari dunia. Bukan untuk mengagung-agungkan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan negara terbagus dan termulia, serta meremehkan bangsa lain. Namun, nasionalisme dapat menciptakan persatuan dan persaudaraan dunia. Untuk mencapai persatuan dan persaudaraan dunia membutuhkan semangat internasionalisme, seperti yang diutarakan oleh Sukarno. Internasionalisme sendiri merupakan suatu pandangan yang menyatakan bahwa nasionalisme Indonesia bertujuan tidak hanya untuk mendirikan Negara Indonesia saja, tetapi juga menuju kepada kekeluargaan bangsabangsa. Bahkan, internasionalisme juga digunakan sebagai sarana untuk menggalang solidaritas antar bangsa dan Negara di pergaulan global. Seperti saat ini, Indonesia memberikan sikap tegas terhadap penjajahan, penindasan, dan juga diskriminasi minoritas yang terjadi dalam pergaulan dunia. Maka dari itu, dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea pertama ditegaskan pula bahwa nasionalisme bersifat universal. Nasionalisme tersebut terwujud dalam komitmen kemanusiaan secara universal, tidak hanya untuk bangsa Indonesia saja, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain, yakni mengenai hak mendasar untuk merdeka bagi segala bangsa, dan warga tanpa terkecuali. Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 121


Maka dari itu, apakah kalian masih membeda-bedakan dalam melakukan hubungan dengan orang lain, khususnya secara global? Seperti dari sisi warna kulit, ras, atau justru agama. Jika saat ini terjadi peristiwa penindasan, penjajahan, dan pendiskriminasian di dunia terhadap suatu kelompok, hingga bangsa atau Negara, kita dapat melakukan gerakan atas dasar kemanusiaan. Seperti misalnya, memberikan surat berisi protes terkait suatu masalah yang ditujukan kepada duta besar Negara tertentu atau dalam bentuk lainnya. Hal tersebut dilakukan yaitu atas dasar kemanusiaan, serta persaudaraan antar bangsa yang menjadi solidaritas di tengah pergaulan global. Sehingga nasionalisme yang diajarkan oleh pendiri bangsa dapat diwujudkan dan dijaga dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2. Patriotisme Pernahkah kalian mempertahankan sesuatu yang menjadi milik kalian, seperti mainan, buku bacaan, maupun hal lainnya dari orangorang yang ingin memilikinya? Atau pernahkah kalian melihat masyarakat yang ingin mendapatkan produk lokal hingga antre berjam-jam? Tentu jika kalian merasa memiliki atau menginginkan sesuatu akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan dan memperolehnya. Dalam konteks Negara, hal tersebut disebut patriotisme. Patriotisme adalah sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segalagalanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; semangat cinta tanah air. Sama seperti halnya kepemilikan barang yang kalian miliki akan terus dipertahankan, patriotisme juga demikian. Patriotisme merupakan sikap yang harus dimiliki setiap rakyat Indonesia dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan dan memajukan Indonesia. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah faktor sejarah. Ingatkah kalian dengan perang gerilya Jenderal Gambar 6.3 Antrian beli produk sepatu lokal Sumber: Pameran sneakers dan streetwear Urban Sneakers Society/urbanasia.com (2019) 122 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Sudirman? Meskipun dalam keadaan sakit bahkan ditandu saat berperang, tetapi tidak mengurangi kecintaannya terhadap Indonesia, dan rela mengorbankan jiwa serta raga mempertahankan kemerdekaan. Gambar 6.4 Jenderal Sudirman, Pangeran Diponegoro, dan Kapiten Pattimura Sumber: ● Jendral Sudirman ditandu/republika.co.id (2017) ● Pahlawan Pattimura/kompas.com (2021) ● Pangeran Diponegoro/news.detik.com (2020) Kisah lainnya juga dapat dipetik dari perjuangan pangeran Diponegoro yang tidak ingin berkomproni dengan pemerintah kolonial Belanda. Atau perjuangan Kapiten Pattimura, seorang yang pandai meramu strategi perang melawan Belanda saat itu, dan harus dihukum mati karena dikhianati oleh raja yang dendam kepadanya. Perjuangan-perjuangan dengan mengorbankan banyak hal yang dicontohkan para pahlawan, memberikan semangat serta dukungan dari masyarakat. Sehingga muncul kerja sama di tengah masyarakat yang Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 123


kemudian menggelorakan semangat berkorban demi perjuangan. Perasaan cinta akan tanah air tersebut melahirkan semangat patriotisme dikalangan rakyat, sehingga tidak rela jika kemerdekaan kembali direbut. Dalam konteks pergaulan global, patriotisme menjadi salah satu nilai yang harus dimiliki setiap individu. Mengapa demikian? Dengan munculnya rasa cinta terhadap tanah air, sikap rela berkorban akan sangat memudahkan kemajuan bangsa dalam menghadapi pergaulan global. Sebab saat ini, sebagai bagian dari warga dunia, setiap individu maupun bangsa dan Negara sedang berlomba-lomba untuk mencapai keberhasilan. Dengan adanya sikap patriotisme tentu diharapkan akan dapat mempermudah mencapai keberhasilan-keberhasilan tersebut. Sebagai contoh, apabila kita mengedepankan produk-produk dalam negeri, maka akan mempermudah keberhasilan dalam menghadapi persaingan global. 3. Kebudayaan Bangsa Pernahkah kalian mendengar pepatah-pepatah daerah di Indonesia, seperti “alon-alon waton kelakon” dari Jawa yang artinya pelan-pelan saja yang penting tercapai? Atau pepatah Bugis yang berbunyi “Taro Ada Taro Gau” yang berarti setiap ucapan harus beriringan dengan tindakan? Dan banyak pepatah-pepatah lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keragaman tersebut merupakan bagian dari ciri serta kebudayaan bangsa dan Negara Indonesia. Dengan banyaknya ciri tersebut menjadikan Indonesia kaya akan kebudayaan yang juga mencerminkan kepribadian bangsa. Kepribadian sendiri memiliki arti yaitu sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain. Maka dari itu, kita harus memahami segala jenis perbedaan yang ada, karena bagian dari karunia dari Tuhan YME. Bagaimana dengan Indonesia yang memiliki keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, antar golongan, dan bahasa daerah? Keragaman tersebut menjadi kebikenaan Indonesia. Hal tersebut kemudian menjadi peluang bagi Indonesia untuk hidup dalam pergaulan global. Mengapa tidak? Dengan berbagai perbedaan tersebut, akan diperoleh sebuah kebudayaan bangsa yang memiliki keunikan dan membedakan dengan bangsa lainnya. 124 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Seperti halnya kalian saat berada di lingkungan sekolah, tentu di lingkungan sekolah terdapat teman yang berasal dari suku yang berbeda? Jika terdapat perbedaan suku, tentu juga akan berbeda pula bahasanya, postur tubuhnya, warna kulitnya, hingga karakter dari teman kalian tersebut. Meskipun terdapat perbedaan, hal tersebut justru dapat dirajut dengan kebersamaan, rasa persatuan, saling menyayangi, saling menghormati, dan saling tolong menolong. Maka muncul pula istilah gotong royong yang menjadi nilai-nilai luhur kepribadian bangsa Indonesia. Gambar 6.5 Tradisi gotong royong Ngayah di Bali Sumber: Generasi Muda Desa Dalung/pbl-dalung.badungkab.go.id (2019) Gotong royong merupakan sebuah refleksi dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Meskipun terdapat keragaman di tengah masyarakat, justru muncul nilai-nilai kekeluargaan, dan kerja sama yang khas yang kemudian menjadi kepribadian bangsa. Tentu hal ini menjadi sebuah peluang bagi bangsa dan Negara Indonesia, khususnya dalam pergaulan global. Sebab banyak negara di dunia yang memiliki permasalahan dengan keberagaman. Tidak sedikit muncul permasalahan yang dimulai dari adanya perbedaan mendasar, seperti ras, dan suku bangsa dalam suatu negara. Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 125


Maka, kita patut menyadari seraya mensyukuri keadaan tersebut kepada Tuhan YME atas kepribadian yang dimiliki bangsa Indonesia. Kepribadian bangsa yang bersumber dari kebudayaan leluhur yang tertanam dalam kehidupan masyarakat. Kepribadian bangsa yang saat ini melekat dalam jiwa bangsa Indonesia haruslah menjadi sebuah refleksi, sekaligus sebagai langkah antisipasi bagi bangsa dan Negara Indonesia dalam berhubungan dengan bangsa lain di kehidupan global. Siswa Aktif 1. Tuliskan 4 aktivitas yang menjadi wujud nyata rasa cinta tanah air yang kalian pernah lakukan di lingkungan masyarakat sekitar? Jelaskan perasaan apa yang muncul setelah melakukan aktivitas tersebut! 2. Carilah informasi mengenai bentuk-bentuk gotong royong yang saat ini masih dilaksanakan dan menjadi ciri dari bangsa Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia! Kemudian, carilah informasi apakah bentuk gotong royong tersebut masih dilakukan oleh masyarakat! B. Komitmen Terhadap Kebinekaan Global Kalian sudah mengetahui hal-hal apa saja yang harus dimiliki oleh individu di tengah masyarakat dalam menjaga komitmen kebangsaan Indonesia. Sulit bagi bangsa dan Negara Indonesia untuk dapat bertahan menghadapi pergaulan global, jika setiap individu dari bangsa dan Negara Indonesia tidak dibekali dengan komitmen terhadap bangsanya sendiri. Mengapa demikian? Sebab dalam pergaulan global, bangsa Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan perbedaan yang lebih kompleks, dan lebih rumit. Dimulai dari perbedaan bahasa, warna kulit, budaya, dan banyak perbedaan lainnya. Terlebih jika kita tidak membekali diri dengan berbagai kemampuan dalam melaksanakan pergaulan secara global di era disrupsi atau Abad ke-21. Berbagai perbedaan-perbedaan tersebut merupakan bagian dari kebinekaan global yang harus dihadapi dan dijadikan sebagai peluang bagi bangsa Indonesia. 126 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Kebinekaan global menjadi penting bagi kita sebagai bangsa Indonesia, karena akan mendorong kemajuan serta mewujudkan tujuan Negara Indonesia yang tercantum dalam teks Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Namun, dalam menghadapi hal tersebut dibutuhkan komitmen secara nyata untuk memahami kebinekaan global. Bagaimana kita sebagai individu maupun sebagai bangsa harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat, tetap menjunjung kebersamaan, dapat berpikir secara luas dan global, serta tantangan lainnya seperti bagaimana menghadapi berkembangnya teknologi digital. 1. Adaptasi dan Solidaritas Dalam menghadapi setiap perbedaan di tengah lingkungan terdekat, baik itu keluarga, masyarakat, lingkungan yang lebih luas yaitu berbangsa dan bernegara, serta pergaulan global membutuhkan adaptasi. Adaptasi memiliki makna yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru. Sehingga adaptasi memiliki peranan penting dalam menjalin suatu hubungan, khususnya dengan pergaulan global. Pergaulan global saat ini sangat membutuhkan adaptasi. Mengapa demikian? Karena saat ini dengan mudah dan cepat dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya. Dunia seolah semakin tanpa batas, tidak tampak lagi batas-batas negara atau wilayah dan juga waktu yang dikenal dengan istilah borderless. Karena individu-individu dengan mudah dapat melakukan hubungan antar batas negara tanpa mengenal batasan waktu. Hal tersebut dapat ditemui diantaranya melalui internet. Internet sendiri merupakan salah satu penghubung yang sangat cepat dapat menjadikan kita saling terhubung dengan dunia luar. Kita dengan mudah akan mendapatkan akses informasi dari berbagai tempat, dan bisa diperoleh bahkan tanpa harus melewati prosedur-prosedur formal. Dampak dari hal tersebut adalah banyaknya perubahan yang terjadi begitu cepat dan sangat mendasar. Maka dari itu, dibutuhkan sikap adaptasi terhadap kondisi-kondisi baru tersebut. Sebab jika tidak melakukan adaptasi hidup dengan perubahan yang ada, tentu kita akan tertinggal oleh kemajuan teknologi saat ini. Selain itu, dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi, penggunaannya juga harus lebih bijak. Semisal, dengan mengecek kebenaran akan suatu informasi, sehingga tidak menjadi berita bohong atau hoaks. Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 127


Adaptasi dibutuhkan saat ini karena pergaulan global bersifat borderless. Ketika kehidupan tersebut dijalankan, maka semua orang akan terhubung, dan membutuhkan kerja sama serta solidaritas antar manusia, hingga antar bangsa dan Negara. Seperti yang diutarakan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pidato di Sidang Umum PBB pada tanggal 23 September 2020, bahwa “Spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia, spirit yang akan selalu menguntungkan semua pihak tanpa meninggalkan satu negara pun. No one, no country, should be left behind.” Gambar 6.6 Jokowi pidato sidang umum PBB Sumber: Presiden Joko Widodo/kemlu.go.id (2020) Semangat yang harus dijunjung dalam pergaulan global tidak hanya untuk menguntungkan bangsa dan Negara itu sendiri, tetapi juga harus saling bekerja sama untuk saling menguntungkan. Terlebih jika terdapat permasalahan global, tentu Negara-Negara lain juga akan terkena imbasnya. Maka dari itu, setiap individu maupun masyarakat, bangsa dan Negara harus memiliki sikap adaptif serta menjunjung solidaritas. Sehingga setiap jenis perubahan yang terjadi, maupun permasalahan yang muncul dapat teratasi dengan baik. 2. Wawasan Global Pernahkah kalian berpikir dan bermimpi untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri? Seperti tokoh pahlawan Mohammad Hatta, atau Sutan Syahrir, dan banyak tokoh lainnya. Apakah kalian juga berpikir bahwa orang yang menempuh pendidikan di luar negeri karena menganggap pendidikan di Indonesia tidak bagus? Belum tentu. 128 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Mengapa demikian? Banyak yang berpikir, dengan melanjutkan pendidikan di luar negeri akan mendapatkan pengalaman baru serta cakrawala yang lebih luas terhadap perkembangan dunia. Sehingga bukan berarti kualitas pendidikan di Indonesia tidak baik. Apakah untuk mendapatkan pengalaman serta wawasan luas terhadap perkembangan dunia harus selalu melanjutkan pendidikan ke luar negeri? Tentu tidak. Karena baik melanjutkan pendidikan di dalam maupun di luar negeri yang dibutuhkan adalah cara berpikir yang terbuka terhadap pergaulan global. Saat ini, berpikir secara global menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan pula dalam memajukan individu yang akan berdampak terhadap kualitas suatu bangsa dan Negara. Hal lainnya juga dikarenakan dalam Pancasila, khususnya sila kedua bangsa Indonesia mengandung dimensi yang membuat warga Negara memiliki wawasan global, yaitu nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila memberikan peluang terhadap pergaulan global, dan juga mendasari wawasan global bangsa Indonesia. Nilai kemanusiaan tersebut mengajarkan kepada kita untuk tidak memandang bangsa lain lebih rendah dari bangsa Indonesia, atau dikenal dengan istilah chauvinisme. Sebagai contoh, meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, kita tidak boleh menganggap negara lain lebih miskin dari negara kita karena tidak memiliki kekayaan alam seperti Indonesia. Hal tersebut mengajarkan bahwa setiap bangsa harus bahu-membahu serta bekerjasama dalam membangun hubungan antar negara. Lantas apa manfaat dari berwawasan global? Dengan berwawasan global, kita akan memahami segala bentuk perbedaan yang menjadi kebinekaan global. Akan tercipta nilai-nilai toleransi, semangat multikuluturalisme, serta membentuk masyarakat global yang akan berdampak pada terciptanya kerja sama global dan juga perdamaian dunia, seperti amanat dari Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Keuntungan lainnya juga yakni membuka kesempatan yang luas kepada anak bangsa untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Wawasan global dapat membuka cara pandang seseorang untuk dapat lebih kompetitif dalam menghadapi kemajuan zaman. Gambar 6.7 Hatta-Syahrir Sumber: Historia/historia.id (2019) Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 129


Gambar 6.8 Atlet Indonesia memenangi turnamen esport PUBG Asia/mobile legends saat Asian games Sumber: IESPA/kumparan.com (2018) Seperti saat ini Indonesia memiliki banyak atlet olahraga elektronik atau esport yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari adanya kemajuan zaman dan kemampuan dalam berwawasan secara global yang didukung oleh adaptasi di tengah pergaulan global tersebut. Hal lain misalnya, perusahaan transportasi online buatan anak negeri yang berhasil go internasional dan menyandang status decacorn atau memiliki nilai ekonomi sebesar 10 miliar dollar US. Selain itu, terdapat pula situs jual beli online yang berstatus unicorn atau memiliki nilai ekonomi sebesar 1 miliar dollar US. Bagaimana perusahaan anak bangsa tersebut dapat menggapai keberhasilan dan dapat go internasional? Tentu saja perlu ada upaya membuka cakrawala berpikir secara global, sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman. Berwawasan global merupakan salah satu upaya untuk dapat memahami kebinekaan global dalam pergaulan dunia. Dengan memahami kebinekaan yang terjadi di lingkungan pergaulan global, tentu akan menghadirkan pelung tersendiri untuk dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia. 3. Literasi Digital dalam Pergaulan Global Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia. Tentunya menjadi peluang serta tantangan dengan kondisi tersebut. Sebut saja dengan berkembangnya teknologi digital di tengah masyarakat. Pernahkah kalian membeli suatu barang secara daring atau online? Tentu lebih memudahkan kalian bukan? Hanya dengan menggunakan gawai, kalian sudah bisa mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus antre maupun pergi membeli secara langsung. 130 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Hal tersebut merupakan salah satu keuntungan dari berkembangnya teknologi digital yang ada. Selain itu juga, dengan berkembangya teknologi digital dapat mendorong inovasi serta membuka lapangan pekerjaan baru secara luas. Hal tersebut tentu akan mendorong pula daya saing bangsa dalam pergaulan global. Namun, pernahkah kalian mendapati informasi yang salah, berupa disinformasi, hingga berita bohong (hoaks)? Saat ini banyak informasi hoaks di masa pandemi, seperti tata cara penggunaan masker yang salah dapat menyebabkan kematian, atau informasi mengenai pandemi yang telah berakhir yang ada hanyalah flu biasa. Berita informasi apa saja yang berkembang dan kalian ketahui saat ini? Apakah kalian memercayai informasi tersebut tanpa memeriksa kebenarannya? Atau pernahkah kalian melihat bertebaran informasi di internet mengenai ujaran kebencian yang menyebabkan terjadinya intoleransi hingga konflik di tengah masyarakat? Cek sumber berita - memastikan sumber berita yang benar Berbagi informasi - orang lain dapat membantu meluruskan informasi yang salah Jangan terprovokasi - bersikap tenang saat menerima informasi Bandingkan informasi - bandingkan informasi sumber dengan sumber lainnya Perbanyak membaca - banyak referensi untuk membandingkan benar atau tidak suatu informasi HINDARI HOAKS 1 2 4 3 5 Gambar 6.9 Hindari hoaks Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 131


Hal tersebut mungkin saja terjadi di tengah masyarakat, jika tidak dibekali kemampuan dalam melakukan literasi digital. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), mengartikan literasi digital sebagai kecakapan (life skills) yang tidak hanya melibatkan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, informasi, dan komunikasi, tetapi juga kemampuan bersosialisasi, kemampuan dalam pembelajaran, dan memiliki sikap, berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif sebagai kompetensi digital. Dengan demikian, literasi digital diharapkan dapat menimbulkan kesadaran dan berpikir kritis atas kompetensi digital, khususnya penggunaan teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain itu juga literasi digital mendorong kita untuk dapat lebih aktif, tidak hanya sebatas menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi produsen aktif yang dapat mengembangkan kreativitas serta inovasi di tengah masyarakat. Pengembangan literasi digital sangatlah diperlukan di berbagai sektor kehidupan, seperti lingkungan rumah, masyarakat, sekolah, hingga berbangsa dan bernegara. Karena dengan membangun kesadaran akan literasi digital maka akan ada daya untuk mendorong keberhasilan Negara dalam menjalin hubungan di pergaulan global. Selain itu, dengan memiliki kemampuan literasi digital akan memudahkan kita untuk melakukan pergaulan secara global dalam berbagai bidang. Kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk beberapa manfaat lain selain mencari informasi, yaitu dapat mencari pekerjaan, melakukan bisnis, dan lainnya. Dengan demikian, memiliki kecakapan literasi digital akan memudahkan kita dalam menghadapi kebinekaan global yang ada, serta dapat membawa kebermanfaatan yang luas bagi kehidupan masyarakat. Siswa Aktif Apa yang akan kalian lakukan dalam meningkatkan kemampuan menghadapi kebinekaan global, baik adaptasi dan solidaritas, wawasan global, maupun kemapuan literasi digital di berbagai lingkungan ini. Tuliskan dalam tabel berikut. No Lingkungan Aktivitas Meningkatkan Kemampuan 1 Sekolah 2 Masyarakat 3 Bangsa dan Negara 132 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


C. Tantangan Kebinekaan Global Terhadap Kebangsaan Indonesia Berkembang pesatnya kehidupan saat ini di tengah kebinekaan global tentu memiliki tantangan tersendiri bagi setiap individu, bangsa dan Negara. Kita diharuskan untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan baik, memiliki kemampuan kompetensi digital, dan juga tetap harus mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang sudah tertanam Hal-hal tersebut menjadi bagian dari upaya persiapan kita dalam bersaing, tidak hanya bersaing di dalam Indonesia saja. Tetapi juga mampu bersaing dalam panggung dunia, karena dunia saat ini borderless, informasi dan pengetahuan menjadi semakin besar serta dapat diakses oleh siapapun. Namun, berkembangnya zaman dengan begitu cepat, terkadang membuat setiap individu dalam lingkungan bangsa dan Negara justru mendapatkan berbagai permasalahan. Dari hilangnya karakter-karakter bangsa, budaya lokal, munculnya informasi yang bersifat menyesatkan, munculnya sikap egoisme, hingga terjadi intoleransi. Kebinekaan global pada akhirnya menjadi sebuah tantangan sekaligus ancaman serius bagi suatu bangsa dan Negara. Jika berbagai tantangan yang dihadapi gagal diantisipasi dengan baik, maka bukan tidak mungkin akan menjadi ancaman yang akan menggerus nilai-nilai yang terdapat dalam suatu bangsa. Jika kebinekaan global tersebut dapat diantisipasi dengan baik, maka bangsa dan Negara Indonesia akan menjadi Negara yang unggul di kancah pergaulan global. 1. Era Industri 4.0 Apakah kalian pernah melihat petani membajak sawah dengan menggunakan sapi atau kerbau? Contoh tersebut saat ini mungkin masih banyak terjadi di daerah kalian, atau daerah lainnya. Tetapi tidak sedikit, pekerjaan membajak sawah dilakukan menggunakan mesin traktor, karena dianggap lebih efektif. Saat ini, banyak pekerjaan yang dahulunya dilakukan menggunakan tenaga manusia dan atau tenaga hewan telah berubah menjadi tenaga mesin. Hal tersebut terjadi karena adanya perkembangan industri yang begitu cepat, yang dinamakan revolusi industri. Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 133


Revolusi industri sendiri mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Saat ini dinamai revolusi industri 4.0. Mengapa demikian? Karena saat ini terjadi pengalihan fungsi tenaga manusia yang digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal tersebut disebabkan adanya perubahan yang berpusat pada otomatisasi dalam berbagai bidang. Industri 1.0 (Mulai 1784) Penggunaan Mesin Uap dalam Industri Industri 2.0 (Mulai 1870) Penggunaan Mesin Produksi Massal Tenaga Listrik/BBM Industri 3.0 (Mulai 1969) Penggunaan Teknologi Informasi dan Mesin Otomasi Industri 4.0 (Diperkenalkan 2011) Mesin Terintegrasi Jaringan Internet (Internet of Things) Gambar 6.10 Perkembangan revolusi industri 1–4 Ciri nyata dari era industri 4.0 diantaranya yaitu berhubungan dengan: 1) kecepatan, 2) otomatisasi, 3) interkonektivitas, 4) sistem cerdas, dan 5) big data. Hal tersebut kemudian memunculkan dampak nyata, diantaranya yaitu munculnya jenis-jenis posisi dan profesi baru. Situasi tersebut nantinya akan menuntut agar kita dapat melakukan adaptasi secara terus menerus, dan mempelajari keterampilan-keterampilan baru. Selain itu, era industri 4.0 juga menimbulkan ancaman bagi individu yang tidak melakukan adaptasi dengan baik. Diantaranya yakni berkurangnya lapangan pekerjaan akibat adanya otomatisasi. Pada akhirnya era industri 4.0 akan mengubah cara pandang kita sebagai manusia, dan dapat pula mengubah pola hubungan manusia yang satu dengan lainnya. Berbagai jenis aktivitas manusia akan mengalami perubahan dalam banyak bidang, tidak hanya di bidang teknologi, tetapi akan mempengaruhi bidang sosial, ekonomi, dan politik. Namun, dibalik semua perubahan mendasar yang terjadi di tengah masyarakat dalam kebinekaan global, terdapat sebuah peluang besar dalam industri 4.0. Peluang tersebut sekaligus menjadi tantangan, yaitu mendorong terbukanya inovasi dan kreativitas individu untuk dapat bersaing dalam kebinekaan global. Dengan adanya konektivitas yang tinggi dalam pergaulan global, era industri 4.0 semakin memberikan dampak, yang dapat menjadi sebuah tantangan sekaligus ancaman kepada komitmen kebangsaan dalam kebinekaan global. 134 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


2. Disrupsi Kebudayaan Menurut kalian apakah produk produk dalam negeri saat ini masih banyak diminati oleh masyarakat? Tentu masih banyak yang berminat terhadap produk lokal. Meskipun saat ini kita terhubung dengan pergaulan global, terkoneksi langsung dengan masyarakat global, bukan berarti nilai-nilai yang ada dalam bangsa dan Negara kita secara langsung akan menghilang. Dengan pesatnya perkembangan zaman di tengah kebinekaan global, sebenarnya menghadirkan satu sisi positif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Yaitu dapat mempromosikan nilai-nilai kebudayaan Indonesia kepada masyarakat global. Sebagai Negara yang berbineka, Indonesia dapat memanfaatkan peluang hadirnya revolusi industri 4.0 untuk dapat memajukan kesejahteraan. Munculnya berbagai perusahaan rintisan atau startup yang sudah go internasional yang dibuat oleh anak bangsa, merupakan bukti bahwa kita dapat memanfaatkan tantangan dalam kebinekaan global sebagai peluang memajukan negeri. Gambar 6.11 Batik Indonesia sudah mendunia Sumber: Mantan PM Australia/merdeka.com (2019) Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 135


Banyak cara yang dapat dilakukan oleh kita untuk memanfaatkan kebinekaan global sebagai peluang untuk memajukan bangsa dan Negara. Misalnya, semangat nasionalisme dan patriotisme dapat mendorong masyarakat untuk mendahulukan produk-produk lokal, sehingga kita dapat bersaing dalam pergaulan global di tengah kebinekaan yang ada. Meskipun demikian, kebinekaan global juga menghadirkan tantangan berupa ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan Indonesia sendiri. Apakah kalian menyukai musik barat, atau film-film dari luar negeri? Tidak bisa dipungkiri, saat ini banyak sekali kebudayaan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. Dan banyak yang menikmati sajian tersebut, bahkan menjadi fanatik hingga melupakan kebudayaan lokal. Meskipun kebudayaan asing tersebut tidak dilarang masuk ke Indonesia, namun, hal-hal tersebut dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan, seperti nasionalisme dan patriotisme di tengah masyarakat. Hal tersebut akan berdampak kepada pola dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Seperti, meningkatnya gaya hidup konsumtif di tengah masyarakat merupakan salah satu ancaman yang saat ini terjadi. Hal tersebut juga memungkinkan lahirnya kebiasaan untuk tidak mendahulukan produkproduk dalam negeri. Tentu jika hal ini dibiarkan akan menjadi ancaman bagi nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Kondisi tersebut terjadi diantaranya karena arus informasi yang begitu pesat dan cepat sampai ke masyarakat. Sehingga menjadikan informasi maupun produk dari berbagai penjuru dunia saat ini bisa dinikmati, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, saat ini kita mengalami borderless. Kehidupan masyarakat global yang borderless kemudian ditunjang dengan adanya revolusi industri, mempercepat muncul dan berkembangnya kebinekaan global. Namun, semangat nilai-nilai kebangsaan yang sudah tertanam dalam diri bangsa Indonesia dapat dijadikan sebagai landasan menghadapi kebinekaan global. Dengan demikian kebinekaan global tidak semata-mata dapat mencabut akar nilai-nilai kebudayaan Indonesia. 136 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Siswa Aktif Buatlah kelompok dengan beranggotakan 4–5 orang per kelompok. Kemudian carilah produk-produk yang berasal dari daerah kalian. Setelah itu, buatlah proyek untuk melakukan kampanye, baik secara konvensional maupun secara digital dengan melakukan sosialisasi maupun penjualan produk lokal tersebut. Setelah kalian melakukan sosialisasi atau penjualan produk lokal tersebut, presentasikanlah hasil proyek yang telah kalian lakukan pada pertemuan selanjutnya di depan kelas. Ringkasan Materi Dalam menghadapi kebinekaan global dibutuhkan kemampuan untuk beradaptasi, memiliki wawasan global, serta literasi digital yang baik, dan menjunjung nilai solidaritas di tengah pergaulan global. Kebinekaan global menjadi sebuah tantangan sekaligus ancaman serius bagi suatu bangsa dan Negara. Kegagalan dalam beradaptasi dalam kebinekaan global akan menggerus nilai-nilai dalam suatu bangsa. Jika berhasil beradaptasi, maka negara akan unggul dalam pergaulan global. Nasionalisme, patriotisme, dan juga budaya-budaya kepribadian bangsa yang mencirikan seperti gotong royong merupakan nilai kebangsaan Indonesia. 1 2 3 4 Bab VI Komitmen Kebangsaan dalam Kebinekaan Global 137


Tautan Pengayaan Dengan berkembangnya kemajuan teknologi digital di era industri 40, memiliki dampak nyata di tengah masyarakat, yaitu konektivitas yang semakin tepat dan cepat. Diantara hal tersebut memunculkan beragam potensi, diantaranya banyaknya e-commerce atau perdagangan secara daring atau melalui elektronik. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=SCexYx8uF7M Refleksi Saat ini berkembang kehidupan dengan skala yang lebih luas, yaitu masyarakat global. Mengapa demikian? Karena adanya konektivitas yang tinggi dalam pergaulan global. Pernahkah terpikirkan oleh kalian bahwa kelak, kalian akan hidup berdampingan dengan banyak orang dari banyak Negara? Sikap apa yang harus kalian tunjukkan? Lantas apakah saat ini kalian telah menjaga nilai kebudayaan bangsa untuk menghadapi tantangan zaman? Apa yang telah kalian lakukan dalam menjaga semangat nasionalisme dan patriotisme, serta nilai kebudayaan kebangsaan Indonesia seperti gotong royong serta toleransi di tengah masyarakat? 138 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas IX


Click to View FlipBook Version