299 Cowok ini benar-benar sok jago kelas berat. ”Jadi, lo oke dengan situasi kayak gini? Maksud gue, kita berdua...” Frankie tidak melanjutkan kata-katanya, melainkan memberiku isyarat dengan mengangkat alisnya dua kali berturut-turut. Tawaku langsung menyembur melihat ulahnya itu. ”Gaya lo kok seakan-akan ngajakin gue ngelakuin hal yang nggak-nggak sih?” ”Oh, kalau itu sih gue juga nggak nolak.” Aku melayangkan tinju main-main ke wajahnya. ”Nggak usah mimpi. Yang itu masih kejauhan, tau!” ”Iya, gue tau,” dumel Frankie. ”Gue juga cuma bercanda kok.” Dia menatapku lama-lama. ”Lo masih belum jawab pertanyaan gue lho.” Sekarang aku yang terdiam. ”Ya udah deh, terpaksa,” sahutku akhirnya. Frankie mengangkat alisnya lagi. ”Terpaksa?” ”Daripada elo patah hati dan jadi biksu.” Frankie tertawa. ”Nggak lah, gue nggak akan jadi biksu. Tapi mungkin aja gue botakin kepala gue, pake sarung ke mana-mana, bertapa di gunung sambil memanjatkan doa….” ”Yah, itu apa bedanya sama biksu?” balasku geli. ”Yah, kalo biksu berdoa untuk kebahagiaan orang-orang, kalo gue berdoa untuk kebahagiaan diri sendiri.” Tawaku menyembur lagi. ”Tapi biksu nggak boleh makan Kentucky, padahal gue kan doyan banget fastfood kayak gitu. Udah gitu, biksu nggak bisa nonton DVD, tapi gue nggak bisa hidup tanpa Smallville...” ”Cukup, cukup,” selaku. ”Emang lo nggak bakat jadi biksu. www.boxnovel.blogspot.com
300 Makanya gue terpaksa deh ngabulin keinginan lo, biar lo nggak ngelakuin hal-hal bodoh.” ”Apa ajalah, yang penting lo mau jadi cewek gue!” kata Frankie sambil merangkul bahuku. ”Ya udah, ayo kita sebarin berita bahagia ini ke seluruh penjuru dunia. Mau telepon Sonora, RCTI, atau.…” Dia kaget waktu aku mengeluarkan ponselku. ”Wah, sungguhan nih mau telepon?” ”Bukan gitu,” balasku jengkel. ”Ada bunyi SMS, tau!” ”Oh, kirain lo ngedukung ide gue.” Aneh, SMS itu berasal dari nomor yang tak kukenal. Tanpa berpikir panjang aku membuka SMS itu. Halo, Han. Masih inget gue? Tanpa menyebut nama pun, aku langsung tahu siapa yang mengirim SMS itu. Johan. Sambil berusaha menekan perasaanku yang langsung kacau, aku melanjutkan membaca SMS itu. Lo sangat cantik malam ini, dengan rambut disanggul dan gaun warna madu yang jadi trade mark lo. Sesuai dugaan gue, lo emang pantas berambut panjang. Ah, sial. Dia ada di sini. Johan ada di sini. Aku celingak-celingkuk, mencoba mencari-cari Johan di tengah keramaian, namun aku tidak berhasil menemukannya. Di manakah dia mengawasi kami? www.boxnovel.blogspot.com
301 Pertunjukan minggu ini sangat menarik, tapi ini baru permulaan. Gue udah nyiapin panggung yang lebih seru lagi. Lo mau bermain lagi sama gue? Aku menelan ludah. Dia menggunakan istilah bermain. Johan masih tetap tidak waras seperti dulu. Tentu saja, kalau dia sudah menjadi manusia biasa, dia tak akan menggunakan Mila dan Benji untuk meneror sekolah kami. Sial, aku benar-benar takut padanya. ”Tuan Putri? Ada apa?” Suara Frankie membawaku kembali pada kenyataan. Benar, kini ada Frankie di sampingku. Frankie yang selalu bisa kuandalkan. Selain dia, juga ada Tony dan Markus. Dan tentu saja Jenny. Sedangkan Johan hanya sendirian. Tidak mungkin dia bisa menang, kan? Semuanya pasti akan baik-baik saja. ”Nggak apa-apa,” sahutku sambil menyunggingkan senyum. ”Semuanya baik-baik aja.” Namun saat kami melangkah pergi, aku bisa merasakan sepasang mata jahat mengawasiku secara diam-diam, dengan licik bersembunyi di balik bayangan orang-orang lain, siap menerkam dan menghabisiku pada saat-saat tak terduga. Dan sayup-sayup, suaranya yang tenang namun mengancam terngiang-ngiang di ujung benakku. Tunggu gue, Han. Nggak lama lagi gue akan mengakhiri semuanya. www.boxnovel.blogspot.com
www.boxnovel.blogspot.com
Profil Lexie Lexie adalah penulis novel misteri dan thriller yang ternyata penakut. Terobsesi dengan angka 47 gara-gara nge-fans sama J.J. Abrams. Punya muse grup penyanyi dari Taiwan yang jadul namun abadi yaitu JVKV atau yang pernah dikenal dengan nama F4. Novel-novel favoritnya sepanjang masa adalah serial Sherlock Holmes oleh Sir Arthur Conan Doyle dan Gone with The Wind oleh Margaret Mitchell. Saat ini Lexie tinggal di Bandung bersama anak laki-laki satusatunya sekaligus BFF-nya, Alexis Maxwell. Kegiatan utamanya sehari-hari adalah menulis dan mengisengi Alexis. Karya-karya Lexie yang sudah beredar adalah JOHAN SERIES yang terdiri atas empat buku yaitu Obsesi, Pengurus MOS Harus Mati, Permainan Maut, dan Teror; serta OMEN SERIES yang terdiri atas tujuh buku namun baru terbit enam buku yaitu Omen, Tujuh Lukisan Horor, Misteri Organisasi Rahasia The Judges, Malam Karnaval Berdarah, Kutukan Hantu Opera, dan Sang Pengkhianat. Selain dua serial ini, Lexie juga ikut menulis dalam kumcer Before the Last Day, Tales from the Dark, dan Cerita Cinta Indonesia bersama rekan-rekan penulis. Kepingin tahu lebih banyak soal Lexie? Silakan samperin langsung TKP-nya di www.lexiexu.com. Kalian juga bisa join dengannya di Facebook di www.facebook.com/lexiexu. thewriter, follow di Twitter melalui akun @lexiexu, atau mengirim e-mail ke [email protected]. Atau jika kalian tertarik, bisa bergabung dengan fanbase Lexie yaitu Lexsychopaths di Facebook (www.facebook.com/Lexsychopats), Twitter @lexsychopaths, dan blog www.lexsychopaths.com. xoxo, Lexie www.boxnovel.blogspot.com
www.boxnovel.blogspot.com
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Kompas Gramedia Building Blok I, Lantai 5 Jl. Palmerah Barat 29-37 Jakarta 10270 www.gramediapustakautama.com Hai, namaku Hanny Pelangi, dan hidupku saat ini bagaikan sederetan mimpi buruk. Awalnya semua terlihat luar biasa. Aku sedang menikmati liburan yang menyenangkan bersama sahabatku, Jenny, di Singapura saat aku diminta pulang oleh pacar baruku, Benji, sang ketua OSIS, lantaran aku terpilih menjadi salah satu pengurus MOS. Wow! Terpilih menjadi anggota tim elite dan mendapat kesempatan menyiksa murid-murid baru? Siapa yang tidak mau? Namun, semuanya ternyata tidak seindah yang kubayangkan. Belum apa-apa rapat kami sudah diteror oleh seorang cowok bengal yang tidak naik kelas, sangat membenciku, dan hobi membuatku malu. Pokoknya, cowok yang minta diinjak mukanya deh. Urusan ini bertambah parah saat Benji mengajak kami mengarang kisah horor bohongan seputar sekolah kami. Maksudnya sih untuk menakutnakuti anak-anak baru. Tak disangka, kisah-kisah horor bohongan itu malah menjelma menjadi kenyataan. Satu demi satu pengurus MOS mengalami kecelakaan mengerikan yang tidak bisa dijelaskan. Puncakpuncaknya, nyawaku nyaris melayang. Apakah yang menyebabkan kecelakaan-kecelakaan ini? Kutukan kisah horor yang berbalik menimpa kami? Anak baru yang dendam pada kami? Kalau memang begitu, mengapa semua petunjuk mengarah pada Jenny? www.boxnovel.blogspot.com