The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Praktikum Algoritma dan Struktur Data Semester 1 Jiandzah Lukmannulhakim 07352211037

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lukmannurhakim0108, 2023-01-18 20:51:57

Laporan Praktikum Algoritma dan Struktur Data

Laporan Praktikum Algoritma dan Struktur Data Semester 1 Jiandzah Lukmannulhakim 07352211037

PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 36 Contohnya: Gambar 2.13 Progam menampilkan isi variabel Gambar 2.14 Hasil program menampilkan isi variabel Jadi variabel a diisi 20, variabel b diisi 5 kemudian variabel c menyimpan hasil penjumlahan antara isi variabel a dengan isi variabel b. cout<<”isi variabel c “ <<c menampilkan isi variabel c ke layar monitor. Sehingga menghasilkan c adalah 25. 2.9 Konversi Tipe Data Adanya perbedaan hasil walaupun tipe data yang digunakan untuk menyimpan data sudah sesuai tipe datanya.


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 37 Gambar 2.15 Program konversi tipe data Gambar 2.16 Hasil program konversi tipe data Penjelasan: 1. Ketiga variabel tersebut mempunyai tipe data integer (bilangan bulat) 2. c=a/b; variabel c menyimpan hasil perhitungan a/9 9/3 3. Hasil menjadi 3, namun hasil 10/3 seharusnya menghasilkan 3.3333 Dalam bahasa C++ operasi a/b juga memperhatikan tipe data, karena a dan b bertipe integer maka proses pembagian juga menghasilkan bilangan integer (bulat). Semestinya menghasilkan 3.333 tetapi dilakukan pembulatan ke bawah sehingga hasilnya 3 dan disimpan di variabel c yang bertipe integer.


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 38 Gambar 2.17 Program konversi tipe data Gambar 2.18 Hasil program konversi tipe data Penjelasan: 1. Variabel a dan b bertipe data integer (bilangan bulat) 2. Variabel c bertipe float (bilangan pecahan) 3. Dalam operasi c=a/b menghasilkan 3 bukan 3.333 padahal c bertipe float (pecahan), hal terjadi karena hasil operasinya adalah 3 dan 3 inilah yang disimpan di c. Jadi a/b menghasilkan 3 karena memiliki tipe data integer baru kemudian disimpan di c dengan tipe data float setelah hasil operasi yang menghasilkan 3.


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 39 Gambar 2.19 Konversi tipe data Gambar 2.20 Hasil program konversi tipe data Penjelasan: 1. Variabel a dan b bertipe data float (bilangan pecahan) 2. Variabel c bertipe integer (bilangan bulat) 3. Dalam operasi c=a/b menghasilkan 3 bukan 3.333, hal ini terjadi karena hasil operasinya adalah 3.333 kemudian disimpan di c menjadi 3 karena c bertipe integer (bilangan bulat). 2.10 Tipe Casting Penggunakan tipe casting membuat tipe data yang sudah ada tidak perlu dilakukan modifikasi supaya menghasilkan data yang sesuai. int a = 10; float b;


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 40 b = a / 3; Maka b akan berisi nilai 3 karena operator pembagian akan menghasilkan pembulatan. Supaya hasilnya sesuai yang diinginkan tanpa merubah tipe data digunakan tipe casting, yaitu Mengubah suatu variabel/nilai sehingga menjadi tipe sesuai keinginan kita. Namun perubahan tipe ini hanya sementara. int a = 10; float b; b = (float) x / (float) 3; Sekarang operasi menghasilkan 3.333 karena operator pembagian dilakukan pada 2 bilangan pecahan (float) sehingga hasilnya bilangan pecahan, tetapi variabel a tetap bertipe integer. 2.11 Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta juga termasuk dalam variabel. Perbedaannya kalau variabel nilai dapat berubah-ubah sementara konstanta nilainya bersifat tetap dan tidak bisa diganti. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Bentuk penulisannya adalah : #define pengenal nilai


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 41 Gambar 2.21 Program penulisan konstanta #define Gambar 2.22 Hasil program Penulisan konstanta #define Atau menggunakan: const tipe_data nama_variabel Gambar 2.23 Program penulisan konstanta const Gambar 2.24 Hasil program penulisan konstanta const


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 42 2.12 Latihan Kegiatan Praktikum 1. Latihan 1 Buatlah program baru pada Dev C++ dengan cara klik file – new – source file atau tekan tombol Ctrl+N pada keyboard, kemudian ketik program dibawah ini : #include <conio.h> #include <iostream> using namespace std; int main() { const float phi = 3.141592; float jari_jari, keliling, Luas; jari_jari = 12; Luas = phi*jari_jari*jari_jari; keliling= 2* phi * jari_jari ; cout<<" Luas lingkaran adalah "<< Luas << "Satuan" <<endl; cout<<" Keliling lingkaran adalah "<< keliling << "Satuan" << endl; cout << ""<<endl ; getch () ; }


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 43 Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2.25 Program latihan 1 Gambar 2.26 Hasil program latihan 1 2. Latihan 2 Buatlah program baru pada Dev C++ dengan cara klik file – new – source file atau tekan tombol Ctrl+N pada keyboard, kemudian ketik program dibawah ini : #include <iostream> using namespace std; int main() { int a,b,kali,bagi,tambah,kurang; cout<< "Operasi Aritmatika Dasar"<<endl; cout<<" masukan nilai A :"; cin>>a; cout<<" masukan nilai B :"; cin>>b;


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 44 tambah = a+b; kurang = a-b; kali = a*b; bagi = a/b; cout<<"Hasil A + B = "<<tambah<<endl; cout<<"Hasil A - B = "<<kurang<<endl; cout<<"Hasil A * B = "<<kali<<endl; cout<<"Hasil A / B = "<<bagi<<endl; return 0; } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2.27 Program latihan 2


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 45 Gambar 2.28 Hasil program latihan 2 2.13 Studi Kasus 1. Diketahui variabel A=10 dan B=50. Tukarkan letak dari kedua nilai variabel tersebut sehingga sewaktu dicetak nilai A=50 dan B=10. Buatlah programnya Algoritma: a) Inisialisasi a=10 dan b=50 b) Masukkan nilai A=a dan B=b c) Tukar nilai menjadi A=b dan B=a d) Cetak A=b dan B=a e) Tampilkan hasil


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 46 Flowchart: Gambar 2.29 Flowchart program studi kasus 1 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel a=10 dan b=50 menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai A=a dan B=b menggunakan simbol input/output. Cetak nilai A=b dan B=a menggnakan simbol input/output. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h>


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 47 using namespace std; main() { int a=10, b=50; cout<<"Menukar Nilai"<<endl; cout<<"A = "<<a<<endl; cout<<"B = "<<b<<endl; cout<<"Menjadi A = "<<b<<" dan B = "<<a; getch(); } Hasil mengeksekusi dari program diatas sebagai berikut. Gambar 2.30 Program studi kasus 1 Gambar 2.31 Hasil program studi kasus 1


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 48 2. Buat program untuk menghitung luas bangun dan ruang berikut ini : Luas Persegi Panjang Gambar 2.32 Bangun dan rumus persegi panjang Algoritma: a) Set variabel panjang, lebar, dan luas b) Masukkan nilai panjang c) Masukkan nilai lebar d) Hitung luas = panjang * lebar e) Tampilkan hasil perhitungan luas


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 49 Flowchart: Gambar 2.33 Flowchart program studi kasus 2 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel panjang, lebar, dan luas menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai panjang dan lebar menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus luas persegi panjang menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan luas persegi panjang. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai.


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 50 Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { int panjang,lebar,luas; cout<<"Menghitung luas persegi panjang"<<endl; cout<<"Masukkan panjang : "; cin>>panjang; cout<<"Masukkan lebar : "; cin>>lebar; luas=panjang*lebar; cout<<"Luas persegi panjang adalah "<<luas; return 0; }


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 51 Hasil eksekusi dari program diatas sebagai berikut. Gambar 2.34 Program studi kasus 2 Gambar 2.35 Hasil program studi kasus 2 Luas dan Keliling Lingkaran Gambar 2.36 Bangun dan rumus lingkaran Algoritma: a) Set konstanta phi=3.14


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 52 b) Set variabel panjang jari-jari (r), luas, dan keliling c) Masukkan nilai r d) Hitung luas = phi * r * r e) Hitung keliling = 2 * phi * r f) Tampilkan hasil perhitungan luas dan keliling Flowchart: Gambar 2.37 Flowchart program studi kasus 3 Penjelasan:


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 53 Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel r, luas, keliling dan konstanta phi=3.14 menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai r menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus luas dan keliling lingkaran menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan luas dan keliling lingkaran. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14; float r,keliling,luas; cout<<"Menghitung Luas dan Keliling lingkaran"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; luas=phi*r*r; keliling=2*phi*r; cout<<"Luas lingkaran adalah "<<luas<<endl; cout<<"Keliling lingkaran adalah "<<keliling;


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 54 return 0; } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2.38 program studi kasus 3 Gambar 2.39 Hasil program studi kasus 3 Volume dan Luas Alas kerucut Gambar 2.40 Bangun dan rumus kerucut


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 55 Algoritma: a) Set konstanta phi = 3.14, x = 3 b) Set variabel r, tinggi, volume, luas alas c) Masukkan nilai r, tinggi d) Hitung volume = phi/x*r*r*tinggi e) Hitung luas alas = phi*r*r f) Tampilkan hasil perhitungan volume dan luas alas Flowchart: Gambar 2.41 Flowchart program studi kasus 4


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 56 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel r, tinggi, volume, luas alas dan konstanta phi=3.14, x=3 menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai r dan tinggi menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus volume dan luas alas kerucut menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan volume dan luas alas kerucut. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14, x=3; float r, tinggi, volume, luas; cout<<"Menghitung volume dan luas alas kerucut"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; cout<<"Masukkan tinggi : "; cin>>tinggi; luas=phi*r*r;


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 57 volume=phi/x*r*r*tinggi; cout<<"Luas alas adalah "<<luas<<endl; cout<<"Volume kerucut adalah "<<volume; return 0; } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2.42 program studi kasus 4 Gambar 2. 43 Hasil program studi kasus 4


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 58 Volume kubus Gambar 2.44 Bangun dan rumus kubus Algoritma: a) Set variabel rusuk, volume b) Masukkan nilai rusuk c) Hitung volume = rusuk*rusuk*rusuk d) Tampilkan hasil perhitungan volume Flowchart: Gambar 2.45 Flowchart program studi kasus 5


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 59 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel rusuk, volume menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai rusuk menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus volume kubus menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan volume kubus. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { int rusuk, volume; cout<<"Menghitung volume kubus"<<endl; cout<<"Masukkan panjang rusuk : "; cin>>rusuk; volume=rusuk*rusuk*rusuk; cout<<"Volume kubus adalah "<<volume; return 0; }


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 60 Hasil eksekusi dari program diatas sebagai berikut. Gambar 2.46 program studi kasus 5 Gambar 2.47 Hasil program studi kasus 5 Volume Tabung Gambar 2.48 Bangun dan rumus tabung Algoritma: a) Set konstanta phi = 3.14 b) Set variabel r, t, volume


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 61 c) Masukkan nilai r, t d) Hitung volume = phi*r*r*t e) Tampilkan hasil perhitungan volume ke layar Flowchart: Gambar 2.49 Flowchart program studi kasus 6 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi konstanta phi=3.14 dan variabel r, t, volume menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai r dan t menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus volume tabung menggunakan simbol process. Kemudian


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 62 gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan volume tabung. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14; float r,t,volume; cout<<"Menghitung volume tabung"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; cout<<"Masukkan tinggi : "; cin>>t; volume=phi*r*r*t; cout<<"Volume tabung adalah "<<volume; return 0; }


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 63 Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2.50 program studi kasus 6 Gambar 2.51 Hasil program studi kasus 6


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 64


65 BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA OLEH Jiandzah Lukmannulhakim 07352211037 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE 2022


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 66 BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA 3.1 Sequence Sequence atau runtunan adalah instruksi yang dikerjakan secara beruntun atau berurutan baris per-baris mulai dari baris pertama hingga baris terakhir, tanpa ada loncatan atau perulangan. 1. Tiap instruksi dikerjakan sekali satu per-satu 2. Urutan pelaksanaan instruksi sama dengan urutan penulisan algoritma 3. Instruksi terakhir merupakan akhir dari algoritma 4. Urutan penulisan instruksi bisa menjadi penting, bila diubah dapat menyebabkan hasil yang berbeda. Gambar 3.1 Konsep runtunan pada flowchart Dari flowchart diatas mula-mula pemroses akan melaksanakan instruksi baris program 1, instruksi baris program 2 akan dikerjakan jika instruksi baris program 1 telah selesai dikerjakan. Selanjutnya instruksi baris program 3 dikerjakan setelah instruksi baris


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 67 program 2 selesai dikerjakan. Setelah instruksi baris program 3 selesai dilaksanakan maka algoritma berhenti. Contoh program sequence sebagai berikut. Menghitung luas persegi panjang Algoritma: f) Set variabel panjang, lebar, dan luas g) Masukkan nilai panjang h) Masukkan nilai lebar i) Hitung luas = panjang * lebar j) Tampilkan hasil perhitungan luas Flowchart: Gambar 3.2 Flowchart menghitung luas persegi panjang


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 68 Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel panjang, lebar, dan luas menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai panjang dan lebar menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus luas persegi panjang menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan luas persegi panjang. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Hasil eksekusi program sebagai berikut. Gambar 3.3 Program menghitung luas persegi panjang Gambar 3.4 Hasil program hitung luas persegi panjang


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 69 3.2 Selection Selection adalah suatu pemilihan pernyataan yang akan dieksekusi dimana pilihan tersebut didasarkan atas kondisi tertentu untuk mengarahkan perjalanan suatu proses. Artinya pernyataan yang terdapat pada suatu blok percabangan akan dieksekusi jika kondisi yang didefinisikan terpenuhi (bernilai benar) tetapi jika kondisi tersebut tidak terpenuhi (bernilai salah) maka pernyataan tersebut tidak akan dieksekusi atau diabaikan oleh compiler. Dalam pemrograman pengambilan keputusan/ proses seleksi (selection) menjadi unsur yang sangat penting, sebagai contoh program untuk menentukan kesalahan password, menentukan saldo apakah masih mencukupi atau tidak. Demikian juga proses login dalam suatu aplikasi. Gambar 3.5 Tampilan login virtual class Unkhair Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. Untuk keperluan pengambilan keputusan, C++ menyediakan beberapa perintah antara lain.


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 70 3.2.1 Pernyataan If Pernyataan if mempunyai pengertian, Jika kondisi bernilai benar, maka pernyataan 1 akan dikerjakan kemudian mengerjakan pernyataan 2 dan jika tidak memenuhi syarat (salah) maka akan mkengerjakan pernyataan 2 Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut: Gambar 3.6 Flowchart pernyataan if Bentuk penulisan pernyataan if sebagai berikut. Gambar 3.7 Penulisan pernyataan if Jika terdapat lebih dari satu pernyataan,maka penulisan pernyataan harus berada dalam kurung kurawal {} dan menjadi blok pernyataan.


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 71 Gambar 3.8 Penulisan pernyataan if dengan blok Contohnya: Gambar 3.9 Contoh program pernyataan if Gambar 3.10 Hasil contoh pogram pernyataan if Penjelasan: 1. Memberi nilai awal variabel a=5 dan variabel b=6 2. Dalam program di atas: a) Kondisinya adalah apakah a<b b) Pernyataan 1 : cout<<”nilai B lebih besar “<<endl c) Penyataan 2 : cout<<”selesai”; 3. If (a<b) artinya melakukan pengecekan apakah isi variabel a< b benar


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 72 a) Jika benar kerjakan pernyataan 1 dan kemudian kerjakan pernyataan 2 b) Jika salah kerjakan pernyataan 2. 3.2.2 Pernyataan If-else Pernyataan if-else mempunyai pengertian, Jika kondisi bernilai benar, maka pernyataan 1 akan dikerjakan kemudian kerjakan pernyataan 3 dan jika pernyataan 1 tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan pernyataan 2 kemudian kerjakan pernyataan 3 Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut. Gambar 3.11 flowchart pernyataan If-else Bentuk umum dari pernyataan if-else : Gambar 3.12 Penulisan pernyataan if-else


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 73 Contohnya: Gambar 3.13 Contoh program pernyataan if-else Gambar 3.14 Hasil contoh program pernyataan if-else Penjelasan: 1. Memberi nilai variabel a=1 2. Dalam program diatas: a) Kondisinya adalah apakah a=0 b) Blok pernyataan 1 : cout<<”satu“<<endl; cout<<”dua”<<endl;


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 74 c) Blok pernyataan 2 : cout<<”tiga”; cout<<”empat”; d) Pernyataan 3 : cout<<”selesai”; 3. If (a=0) artinya melakukan pengecekan apakah isi variabel a=0 benar a) Jika benar kerjakan blok pernyataan 1 & pernyataan 3 b) Jika salah kerjakan blok pernyataan 2 & pertanyaan 3 4. Karena kondisi bernilai salah maka pernyataan yang dikerjakan adalah blok pernyataan 2 kemudian mengerjakan pernyataan 3 3.2.3 Pernyataan If Berkalang Pernyataan if berkalang merupakan perluasan dari struktur percabangan karena memiliki lebih dari dua kondisi. Pernyataan ini sering digunakan untuk menyelesaikan masalah keputusan yang bertingkat. Bentuk penulisan if berkalang adalah sebagai berikut. Gambar 3.15 Penulisan pernyataan if berkalang


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 75 Contohnya: Gambar 3.16 Contoh program if berkalang Gambar 3.17 Hasil contoh program if berkalang Gambar 3.18 Hasil contoh program if berkalang Gambar 3.19 Hasil contoh program if berkalang


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 76 Penjelasan: 1. Set variabel a 2. Dalam program diatas. a) Kondisi pertama adalah apakah a>2 b) Blok pernyataan 1 : cout<<”Angka lebih dari 2“<<endl; c) Kondisi kedua adalah apakah a<0 d) Blok pernyataan 2 : cout<<”Angka kurang dari 0”<<endl; e) Kondisi ketiga adalah kondisi lainnya atau selain kondisi pertama dan kedua f) Blok pernyataan 3 : cout<<”Angka adalah 1”<<endl; 3. Blok pernyataan yang dikerjakan yakni berdasarkan kondisi yang bernilai benar 3.2.4 Keputusan Dengan Kondisi Jamak Keputusan dengan kondisi jamak adalah adanya suatu kondisi yang proses pengecekannya lebih dari satu (syaratnya lebih dari satu). Untuk membuat keputusan yang jamak ini dapat dipakai operator logika Tabel 3.1 Operator Logika Kondisi Makna Operator AND Dan && OR Atau || NOT Tidak !


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 77 Kondisi AND akan dikerjakan jika kedua kondisi memenuhi persyaratan. Kondisi OR akan dikerjakan jika salah satu kondisi memenuhi persyaratan. Dan kondisi NOT akan dikerjakan jika kondisi tidak memenuhi persyaratan. Penggunaan kondisi jamak dapat digunakan tidak hanya saat satu pembanding tetapi juga dapat digunakan saat lebih dari satu kondisi. Urutan prioritas yang harus diperhatikan adalah: NOT, AND, OR. 3.2.5 Pernyataan Switch-case Bentuk dari switch-case merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut : Gambar 3.20 Penulisan pernyataan switch-case Setiap cabang akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default akan dijalankan jika semua cabang di atasnya tidak terpenuhi. Pernyataan break


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 78 menunjukkan bahwa perintah siap keluar dari switch. Jika pernyataan ini tidak ada, maka program akan diteruskan ke cabang – cabang yang lainnya. Contohnya: Gambar 3.21 Contoh program switch-case Gambar 3.22 Hasil contoh program switch-case Gambar 3.23 Hasil contoh program switch-case


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 79 Gambar 3.24 Hasil contoh program switch-case Penjelasan: 1. Set variabel klub 2. Dalam program diatas. a) Kondisi pertama (case 1) adalah apakah klub=1 b) Blok pernyataan case 1 : cout<<”FC Barcelona“<<endl; c) Kondisi kedua adalah apakah klub=2 d) Blok pernyataan case 2 : cout<<”Real Madrid”<<endl; e) Kondisi ketiga adalah kondisi lainnya atau selain kondisi pertama dan kedua f) Blok pernyataan default : cout<<”Tidak memilih klub”<<endl; 3. Blok pernyataan yang dikerjakan yakni berdasarkan kondisi yang bernilai benar 3.3 Looping Perulangan merupakan proses mengulang-ulang perintah tanpa henti, selama kondisi yang dijadikan acuan terpenuhi atau bernilai benar. 3.3.1 Perintah For Bentuk penulisan perintah for sebagai berikut


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 80 Gambar 3.25 Bentuk penulisan perintah for Keterangan: 1. Inisialisasi merupakan nilai awal dari pengulangan, dipakai untuk inisialisasi dari variabel yang dipakai untuk mengontrol ulangan eksekusi dari blok pernyataan yang ada di dalam pernyataan for 2. Syarat dipakai untuk menyatakan suatu kondisi, eksekusi dari blok pernyataan yang ada di dalam pernyataan for akan diulang bila kondisi menghasilkan nilai benar atau true 3. Penambahan/pengurangan dipakai untuk menambah/mengurangi nilai variabel yang dipakai untuk mengontrol eksekusi dari blok pernyataan yang ada di dalam pernyataan for Contohnya: Gambar 3.26 Contoh program perintah for


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 81 Gambar 3.27 Hasil contoh program perintah for Penjelasan: 1. Pada program diatas: a) nilai awal pengulangan 1 b) nilai akhir pengulangan jika i<=5 c) nilai penaik adalah i=i+1 d) bagian yang diulang adalah cout<<”TES”<<endl; 2. lakukan proses pengecekan, apakah nilai i (i=1) masih memenuhi i<=5 a) ya, kerjakan bagian yang diulang mencetak TES b) nilai i ditambah 1 menjadi i=2 3. lakukan proses pengecekan, apakah nilai i (i=2) masih memenuhi i<=5 a) ya, kerjakan bagian yang diulang mencetak TES b) nilai i ditambah 1 menjadi i=3 4. lakukan proses pengecekan, apakah nilai i (i=3) masih memenuhi i<=5 a) ya, kerjakan bagian yang diulang mencetak TES b) nilai i ditambah 1 menjadi i=4 5. lakukan proses pengecekan, apakah nilai i (i=4) masih memenuhi i<=5 a) ya, kerjakan bagian yang diulang mencetak TES


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 82 b) nilai i ditambah 1 menjadi i=5 6. lakukan proses pengecekan, apakah nilai i (i=5) masih memenuhi i<=5 a) ya, kerjakan bagian yang diulang mencetak TES b) nilai i ditambah 1 menjadi i=6 7. lakukan proses pengecekan, apakah nilai i (i=3) masih memenuhi i<=5 a) tidak, selesai 3.3.2 Perintah for didalam for (kalang for) Perintah for didalam for yakni suatu proses perulangan yang di dalam perulangan tersebut juga harus dilakukan proses perulangan. Bentuk penulisan for didalam for sebagai berikut. Gambar 3.28 Bentuk penulisan kalang for Contohnya: Gambar 3.29 Contoh program perintah kalang for


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 83 Gambar 3.30 Hasil contoh program perintah kalang for Penjelasan: 1. Pada program diatas: a) For pertama akan melakukan proses pengulangan dari 1 sampai 2 b) For kedua (bagian yang diulang yang juga dalam proses perulangan) akan melakukan proses perulangan mulai dari 1 sampai 3 c) bagian yang diulang adalah cout<<”TES”<<endl; 2. Langkah-langkah pengulangan a) Ulangan i=1 : benar Ulangan j=1 : benar, kerjakan pernyataan 1 cetak TES Ulangan j=2 : benar, kerjakan pernyataan 1 cetak TES Ulangan j=3 : benar, kerjakan pernyataan 1 cetak TES Ulangan j=4 : salah, kembali ke pengulangan i b) Ulangan i=2 : benar Ulangan j=1 : benar, kerjakan pernyataan 1 cetak TES Ulangan j=2 : benar, Kerjakan pernyataan 1 cetak TES Ulangan j=3 : benar, kerjakan pernyataan 1 cetak TES


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 84 Ulangan j=4 : salah, kembali ke pengulangan i c) Ulangan i=3 : salah, selesai 3.3.3 Perintah While Bentuk penulisan perintah while sebagai berikut. Gambar 3.31 Bentuk penulisan perintah while Keterangan: 1. While (syarat), Syarat disini adalah berisi batas dari perulangan. 2. Instruksi;, Perintah atau pernyataan yang akan diulang selama syaratnya masih terpenuhi atau bernilai benar (true), perintah atau pernyataan ini berada di dalam tanda kurung kurawal ({}). Contohnya: Gambar 3.32 Contoh program while


PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKNIK INFORMATIKA UNKHAIR 85 Gambar 3.33 Hasil contoh program while Penjelasan: 1. Pada program diatas: a) Nilai awal =1 b) Proses pengulangan akan dilakukan selama nilai awal<=3 c) Nilai penaik adalah awal=awal+1 d) Bagian yang diulang adalah { awal=awal+1; cout<<"TES"<<endl; } 2. Cek apakah awal<=3 a) Benar, kerjakan blok pengulangan b) awal=awal+1 menjadi awal=2 c) cetak TES 3. Cek apakah awal<=3 a) Benar, kerjakan blok pengulangan b) awal=awal+1 menjadi awal=3 c) cetak TES


Click to View FlipBook Version