37
model pembelajran modifikasi permainan tembak kaleng dilakukan melalui
beberapa tahapan sebagai berikut:
Analisis kebutuhan
Kajian pustaka observasi dan wawancara
Pembuatan produk awal
Tinjauan ahli penjas uji coba skala kecil
Dan ahli pembelajaran
revisi produk pertama
uji lapangan / skala besar
Revisi produk akhir
Produk akhir permainan tembak kaleng.
Gambar 3.1 : Prosedur Model Pengembangan Permainan Tembak Kaleng
3.2.1 Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan merupakan langkah awal dalam melakukan penelitian
ini. Langkah ini bertujuan untuk menentukan apakah model pembelajaran
permainan ini dibutuhkan atau tidak. Pada tahap ini peneliti mengadakan
observasi di SMP N 2 Patebon Kabupaten Kendal tentang pelaksanaan olahraga
bola kecil dengan cara melakukan pengamatan tentang proses pembelajaran..
38
3.2.2 Pembuatan Produk Awal
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, maka langkah selanjutnya
adalah pembuatan produk model permainan bola kecil. Dalam pembuatan produk
yang dikembangkan, peneliti membuat produk berdasarkan kajian teori yang
kemudian dievaluasi oleh satu ahli Penjas dan dua ahli pembelajaran. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Patebon Kabupaten Kendal.
3.2.3 Uji Coba Produk
Pelaksanaan uji coba produk dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu:
(1) menetapkan desain uji coba sebanyak 2 kali, (2) menentukan subjek uji coba
(8 siswa putra dan 8 siswi putri kelas VIIIB), (3) menyusun instrumen
pengumpulan data, dan (4) menetapkan teknik analisis data.
3.2.4 Revisi Produk Pertama
Setelah uji coba produk, maka dilakukan revisi produk pertama hasil dari
evaluasi ahli dan uji coba kelompok kecil sebagai perbaikan dari produk yang
telah diujicobakan.
3.2.5 Uji Coba Lapangan
Hasil anaslisis uji coba skla kecil serta revisi produk pertama, selanjutnya
dilakukan uji coba lapangan skala besar. Uji coba lapangan sekala besar ini
dilakukan pada siswa VIIIB SMP N 2 Patebon dengan jumlah siswa 34 yang
tersiri dari 19 siswa putri dan 15 siswa putra.
39
3.2.6 Revisi Produk Akhir
Revisi produk dari hasil uji lapangan yang telah diujicobakan siswa kelas
VIII SMP N 2 Patebon Kabupaten Kendal.
3.2.7 Hasil Akhir
Hasil akhir produk pengembangan dari uji lapangan yang berupa model
pembelajaran bola kecil melalui permainan “Tembak Kaleng”.
3.3 Uji Coba Produk
3.3.1 Desain Uji Coba
Dalam penelitian ini desain uji coba yang digunakan adalah desain
eksperimental. Uji coba produk pengembangan melalui dua tahap, yaitu : Uji
skala kecil ( dilakukan pada 16 siswa ), dan uji skala besar ( dilakukan pada 34
siswa ).
Uji coba skala kecil dilakukan dengan 16 siswa, dimana akan dibagi
menjadi 2 tim, satu tim berjumlah 8 orang. Dalam uji coba ini dilakukan 2 kali
pertandingan.
Uji coba skala besar dilakukan dengan 34 siswa, dimana akan dibagi
menjadi 4 tim. Dalam uji coba ini dilakukan 4 kali pertandingan.
3.3.2 Subjek Uji Coba
Subjek uji coba adalah sasaran pemakaian produk , yaitu siswa kelas VIII
SMP N 2 Patebon.
40
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang dalam penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuntitatif.
Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara lisan maupun tulisan dari ahli
penjas dan pakar pembelajaran penjas SMP sebagai bahan untuk revisi produk.
Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari kuesioner siswa.
3.5 Intrumen Pengumpulan Data
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh
peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya
lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah
diolah (Suharsimi Arikunto, 2006: 160).
Instrumen yang digunakan dalam pengembangan produk menggunakan
angket dan kuesioner. Angket digunakan untuk menjaring informasi secara
sistematis dari ahli penjas dan pakar pembelajaran. Sedangkan kuesioner
digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Alasan memilih kuesioner
adalah jumlah subjek yang relatif banyak. .
Kuesioner yang digunakan untuk ahli berupa sejumlah aspek yang harus
dinilai kelayakannya. Faktor yang digunakan dalam kuesioner berupa kualitas
model permainan Tembak Kaleng. Serta komentar dan saran umum jika ada.
Rentangan evaluasi mulai dari “tidak baik” sampai dengan “sangat baik” dengan
cara dengan memberi tanda ″√″ pada kolom yang tersedia.
Berikut ini adalah faktor, indikator, dan jumlah butir kuesioner yang akan
digunakan pada kuesioner ahli :
41
Tabel 3.1 Faktor, Indikator, dan Jumlah Butir Kuesioner
No. Faktor Indikator Jumlah
1 Kualitas Model Kualitas produk terhadap standar 15
kompetensi, keaktifan siswa, dan kelayakan
untuk diajarkan pada siswa SMP
Kuesioner yang digunakan siswa berupa sejumlah pertanyaan, yang harus
dijawab oleh siswa dengan alternatif jawaban ”Ya” dan ”Tidak”. Faktor yang
digunakan dalam kuesioner meliputi aspek psikomotor, kognitif, afektif. Cara
pemberian skor pada alternatif jawaban adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2 Skor Jawaban Kuesioner ”Ya” dan ”Tidak”.
Alternatif Jawaban Positif Negatif
Ya 1 0
Tidak 0 1
Berikut ini adalah faktor-faktor, indikator, dan jumlah butir kuesioner
yang akan digunakan pada siswa :
Tabel 3.3 Faktor, Indikator, dan Jumlah Butir Kuesioner
No. Faktor Indikator Jumlah
1 Psikomotorik Kemampuan siswa mempraktekkan 10
variasi gerak dalam bermain model
permainan bola kecil.
2 Kognitif Kemampuan siswa memahami peraturan 10
42
3 Afektif dan pengetahuan tentang model 10
permainan bola kecil.
Menampilkan sikap dalam bermain
model permainan bola kecil, serta nilai
kerjasama, sportifitas, dan kejujuran.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan adalah prosentase untuk menganalisis
dan penilaian subyek pengembang dalam menilai tingkat kelayakan, kualitas dan
keterterimaan produk terhadap produk pengembangan.
Adapun rumus yang digunakan dalam pelenitian ini adalah indeks
persentase yaitu :
Keterangan :
% : persentase
n : nilai yang diperoleh
N : jumlah seluruh nilai ( Muhammad Ali, 1987: 184)
Dari hasil persentase yang diperoleh kemudian diklasifikasikan untuk
memperoleh kesimpulan data. Pada tabel 7 akan disajikan klasifikasi persentase
Tabel 3.4 Klasifikasi Persentase
43
Persentase Klasifikasi Makna
0 – 20% Tidak baik Dibuang
20,1 – 40% Kurang baik Diperbaiki
40,1 – 70% Cukup baik Digunakan (bersyarat)
70,1 – 90% Baik Digunakan
90,1 – 100% Sangat baik Digunakan
Sumber Guilford (dalam Galih Pangaji, 2012:32)
BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN
4.1 Hasil Data Uji Coba
Hasil yang disajikan dalam penelitian pengembangan ini meliputi analisis
kebutuhan, produk awal modifikasi permainan “Tembak Kaleng”, revisi produk
awal modifikasi permainan “Tembak Kaleng”, revisi produk akhir modifikasi
permainan “Tembak Kaleng”, hasil produk akhir modifikasi permainan “Tembak
Kaleng” serta efektivitas pengembangan permainan “Tembak Kaleng”.
4.1.1 Analisis Kebutuhan
Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan pembelajaran yang terjadi
di lapangan terutama berkaitan dengan proses pembelajaran pendidikan jasmani,
serta bentuk pemecahan dari permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan analisis
kebutuhan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menganalisis proses pembelajaran
yang terjadi sesunggahnya di lapangan, melakukan observasi pembelajaran dan
melakukan studi pustaka/ kajian literatur.
Sesuai dengan kompetensi dasar pada materi permainan bola kecil bagi
siswa Sekolah Menengah Pertama, disebutkan bahwa siswa dapat mempraktikkan
kombinasi teknuk dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil
lanjutan dengan kombinasi yang baik serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri,
keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Kenyataan
yang ada dalam proses pembelajaran permainan bola kecil di Sekolah Menengah
44
45
Pertama sering kali tidak dapat disampaikan dengan baik karena keterbatasan alat
standar yang umumya tidak dimiliki oleh sekolah.
Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di SMP N 2 Patebon
Kabuapten Kendal, guru pendidikan jasmani sampai saat ini mengalami kendala
dalam pelaksanaan pembelajaran permainan bola kecil karena belum tersedianya
sarana prasarana yang memadai. Oleh karena itu diperlukan langkah kreatif untuk
memodifikasi permainan tersebut menggunakan sarana dan prasana yang telah ada
di sekolah agar semua kompetensi dasar dalam pembelajaran pendidikan jasmani
dapat diajarkan pada siswa.
Penelitian pengembangan permainan bola kecil pada siswa kelas VIII SMP
N 2 Patebon Kabupaten Kendal dilakukan dengan memberikan model baru
permainan bola kecil pada pembelajaran pendidikan jasmani siswa Sekolah
Menengah Pertama. Model baru dalam permainan bola kecil yang dikembangkan
yaitu berkaitan dengan sarana prasaran dan peraturan yang digunakan dalam
permainan bola kecil yang kemudian diberi nama permainan “Tembak Kaleng”.
Mengingat waktu yang dimiliki untuk melakukan praktek relatif pendek,
paling tidak pendidikan jasmani diarahkan agar siswa memiliki kebugaran
jasmani, kesenangan melakukan aktivitas fisik dan olahraga (gaya hidup yang
aktif dan sehat), serta memperoleh nilai-nilai pendidikan yang diperlukan bagi
siswa untuk bekal kehidupan sekarang maupun dimasa yang akan datang.
4.1.2 Draf Awal Produk Modifikasi “Tembak Kaleng”
Produk awal yang buat dalam memodifikasi permainan “Tembak Kaleng”
ini terdiri dari sarana dan prasarana permainan serta peraturan permainan.
46
4.1.2.1 Sarana dan Prasana Permainan “Tembak Kaleng”
4.1.2.1.1 Lapangan
Lapangan yang digunakan dalam permainan “Tembak Kaleng” hampir
sama dengan bentuk lapangan permainan softball, yang membedakan hanya
ukuran, tidak adanya outfield dan tambahan area larangan bola keluar sebelum
kaleng selesai ditata. Lapangan berbentuk persegi dengan ukuran 20m x 20m,
jarak tembak dengan kaleng 4m. Selain itu juga terdapat zona bola tidak boleh
keluar selama kaleng belum tertata dengan ukuran 12x12m2.
Gambar 4.1 Draft Awal Lapangan Tembak Kaleng
47
4.1.2.1.2 Peralatan Permainan
1) Bola, bola yang digunakan dalam permainan ini adalah bola tonis. Bola tonis
digunakan dalam permainan ini karena memiliki pantulan yang tidak terlalu
keras, sehingga bola tidak liar pada saat dipakai bermain “Tembak Kaleng”.
2) Kaleng, kaleng yang digunakan dalam permainan ini adalah kaleng bekas susu
kental manis dengan jumlah 5 kaleng.
4.1.2.2 Peraturan Permainan “Tembak Kaleng”
1) Cara memulai permainan, pemain dibagi menjadi 2 tim, masing0masing tim
terdiri dari 8 sampai 10 orang.Pemain penyerang menentukan urutan pelempar
kaleng. Sedangkan pemain bertahan menentukan posisi penjaga. Sedangkan
pemain bertahan bertugas menjaga daerah dengan rincian satu orang bertugas
menata kaleng dan yang lain bertugas mematikan lawan dengan bola. Seorang
penyerang harus bisa menjatuhkan kaleng maksimal dengan 2 kali percobaan,
apa bila lebih dari 2 kali pemain tersebut mati/out karena terkena strike out.
Setelah berhasil merubuhkan susunan kaleng, seorang pemain minimal harus
menginjakkan kaki di Base pertama sebelum kaleng tersusun kembali. Dalam
satu Base hanya diperbolaehkan ditempati oleh seorang pemain, jika terdapat 2
pemain atau lebih pemain tersebut boleh dimatikan.
2) Cara mematikan pemain penyerang/visit yaitu dengan strike out terjadi apabila
seorang pemain menyerang tidak dapat menjatuhkan kaleng setelah percobaan
ke-2. Kaleng tersusun, khusus untuk base pertama, apabila pemain menyerang
tidak dapat menyentuhkan kaki di Base pertama setelah kaleng tersusun
kembali pemain tersebut langsung dinyatakan out/ mati. Take/ Disentuh dengan
48
bola tidak boleh keluar dari zona kaleng sebelum semua kaleng tersusun
kembali.
3) Cara mencetak angka dalam permainan “Tembak Kaleng”, seorang pemain
mendapatkan satu poin jika berhasil menjatuhkan kaleng kemudian berlari dari
Home Base menuju Base 1, 2, 3, dan kembali ke Home Base.
4) Cara memenangkan pertandingan Suatu tim dapat memenangkan pertandingan
apabila mencetak skor lebih banyak dari tim lawan.
5) Wasit terdiri dari 2 orang, wasit pertama berada di dekat kaleng, wasit kedua
berada di dekat Base pertama. Tugas wasit pertama adalah meniup peluit ketika
kaleng sudah tertata sehingga menentukan pelari yang safe ataupun yang out,
selain itu wasit pertama juga bertugas menghentikan pertandingan. Wasit
kedua bertugas mengamati pelari yang menuju Base pertama, jika tiba di Base
pertama sebelum peluit dibunyikan wasit pertama maka pelari dinyatakan safe.
Sebaliknya apabila pelari tiba di Base sesudah peluit maka pelari tersebut
dinyatakan out.
4.1.3 Uji Coba Lapangan Skala Kecil Validasi Ahli
4.1.3.1 Validasi Draf Produk Awal
Produk awal pengembangan model permainan “Tembak Kaleng” bagi
siswa Sekolah Menengah Pertama sebelum diujicobakan dalam kelompok kecil,
terlebih dahulu dilakukan validasi oleh para ahli yang sesuai dengan bidang
peneliti ini. Peneliti melibatkan satu orang ahli yaitu Agus Pujianto, M.Pd.
dengan spesifikasi dosen mata kuliah permainan bola kecil di PJKR UNNES,
49
dua orang ahli pembelajaran yaitu Mundjari, S.Pd. dan Suparti, S.Pd. dengan
spesifikasi guru pendidikan jasmani SMP N 2 Patebon Kabupaten Kendal.
Validasi draf produk awal oleh ahli dilakukan dengan cara memberikan
draf produk awal model modifikasi permainan “Tembak Kaleng” dengan disertai
lembar evaluasi untuk masing-masing ahli. Lembar evaluasi berupa kuesioner
yang berisi aspek kualitas model permainan, saran, serta komentar dari ahli
terhadap model permainan “Tembak Kaleng”. Hasil evaluasi berupa nilai dari
aspek kualitas model pembelajaran dengan menggunakan skala Likert 1 sampai 5.
Caranya dengan menyontreng salah satu angka yang tersedia pada lembar
evaluasi, adapun lembar evaluasi terlampir.
4.1.3.2 Deskripsi Data Validasi Ahli
Data yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh ahli pendidikan jasmani
dan ahli pembelajaran pendidikan jasmani SMP merupakan pedoman untuk
menyatakan apakah produk modifikasi permainan “Tembak Kaleng” dapat
digunakan untuk uji coba lapangan skala kecil dan uji coba lapangan skala besar.
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner yang dilakukan oleh ahli pendidikan
jasmani dan ahli pembelajaran pendidikan jasmani Sekolah Menengah Atas
didapat rata-rata skor 3,9 yang termasuk kategori baik, oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa modifikasi permainan “Tembak Kaleng” bagi siswa kelas VII
SMP N 2 Patebon Kabupaten Kendal dapat digunakan untuk uji coba lapangan
skala kecil maupun uji coba lapangan skala besar.
50
Adapun saran dari ahli pendidikan jasmani dan ahli pembelajaran
pendidikan jasmani Sekolah Menengah Atas pada produk awal modifikasi
permainan “Tembak Kaleng” adalah sebagai berikut:
1) Jarak antara Base satu dengan lainnya harus dipertimbangkan lagi,
apakah dengan jarak 20m itu sudah efektif atau belum efektif dalam
permainan “Tembak Kaleng”. Setelah dipertimbangkan lagi jarak 20m
dianggap terlalu jauh seingga diganti dengan jarak 15m.
2) Aturan permainan dianggap kurang efektif karena pemain penjaga harus
menunggu kaleng tersusun dahulu untuk bisa mematikan pelari. Peraturan
tersebut diubah menjadi penjaga dibolehkan langsung mematikan pelari tanpa
harus menunggu kaleng tersusun kembali, akan tetapi penjaga didalam zona
kaleng tidak boleh keluar dari dalam kotak.
3) Pemanasan konvensional harus diganti dengan pemanasan menggunakan
permainan sederana. Permainan Lintang Ngaleh dan permainan Bom atom
hiroshima digunakan untuk pemanasan dalam permainan ini karena
mengandung unsur-unsur seperti lari dan melempar.
4) Pendekatan metodik pembelajaran harus diberikan terlebih dahulu agar siswa
memahami teknik dasar bola kecil yaitu lempar tangkap dan lari. Metodik
yang digunakan adalah permainan estafet bola tonis.
4.1.4 Uji Coba Lapangan Skala Kecil
Ujicoba produk modifikasi permainan “Tembak Kaleng” kepada
siswa kelompok kecil dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan
51
mengidentifikasi berbagai permasalahan seperti kelemahan, kekurangan, ataupun
keefektifan produk saat digunakan oleh siswa. Data yang diperoleh dari uji
coba ini digunakan bersama-sama dengan data masukan ahli sebagai
pertimbangan untuk melakukan revisi produk sebelum digunakan pada uji coba
lapangan skala kecil.
Uji coba lapangan skala kecil ini dilakukan pada siswa kelas VIII A SMP
N 2 Patebon Kabupaten Kendal yang berjumlah 16 siswa dengan 2 kali percobaan
atau 2 inning. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode sampel secara
acak (random sampling).
Selama melakukan uji coba lapangan skala kecil, penyampaian materi
permainan “Tembak Kaleng” belum berjalan dengan lancar. Hal ini dikarenakan
siswa masih merasa bingung pada saat mematikan pelari karena belum terbiasa.
Setelah beberapa lama berjalan serta diberikan pengarahan para siswa mulai
memahami peraturan sehingga permainan bisa berjalan dengan baik dan siswa
siswi bisa menikmati permainan dengan riang gembira.
Selain itu peniliti melakukan penilaian dari aspek psikomotorik, kognitif
dan afektif yaitu dengan kuesioner Berdasarkan hasil kuesioner menunjukkan
bahwa secara umum tanggapan siswa terhadap produk pembelajaran modifikasi
permainan “Tembak Kaleng” yang diujicobakan kepada kelompok kecil termasuk
katagori baik dengan bobot persentase skor 81,67%. Jika ditinjau dari tiap-tiap
aspek penilaian siswa terhadap produk pembelajaran modifikasi permainan
“Tembak Kaleng” tersebut diperoleh gambaran bahwa pada aspek psikomotor
52
yang diukur dengan 10 pertanyaan diketahui bahwa terdapat 6 item yang masih
dalam kategori kurang baik yaitu nomor 1 tentang kemudahan “Tembak Kaleng”
untuk dimainkan, nomor 3 tentag kemudahan dalam melemparkan bola, nomor 4
tentang kemudaha dalam menangkap bola, nomor 5 tentang kemudahan dalam
menembak kaleng, nomor 6 tentang kemudahan dalam berpindah Base ke Base,
nomor 7 tentang kemudahan dalam memperoleh angka/ poin,. Aspek kognitif
yang diukur dengan 10 pertanyaan diketahui bahwa terdapat 1 item yang masih
dalam kategori cukup baik yaitu nomor 4 tentang pengetahuan perlunya
pemanasan sebelum memulai permainan. Aspek afektif yang diukur dengan 10
pertanyaan diketahui bahwa 1 item cukup baik yaitu nomor 8 tentang apakah
seorang pemain boleh atau tidak menentng keputusan wasit. Hasil tersebut dapat
dilihat pada grafik di bawah ini:
100% Cukup Baik
80% Baik
60% Sangat baik
40%
20% kognit if af ekt if
0%
psikom ot or
Gambar 4.2. Grafik Rekapitulasi Persentase Jawaban Kuisioner Siswa Skala Kecil
Berdasarkan hasil perhitungan di atas maka untuk selanjutnya perlu
dilakukan perbaikan terhadap aspek psikomotor yang masih kurang yaitu
kemampuan melempar, menangkap dan memukul bola serta aspek kognitif yang
53
masih juga masih kurang yaitu pengetahuan tentang teknik-teknik dasar
permainan “Tembak Kaleng”.
4.1.5 Revisi Pertama Produk Modifikasi “Tembak Kaleng”
Revisi pertama terhadap draf produk awal modifikasi permainan “Tembak
Kaleng” dilakukan berdasarkan penilaian ahli dan hasil pengamatan lapangan saat
uji coba lapangan skala kecil. Perubahan produk modifikasi permainan “Tembak
Kaleng” berdasarkan saran dari ahli pendidikan jasmani dan ahli pembelajaran
penjasorkes Sekolah Menengah Pertama pada draf produk awal modifikasi
permainan dilakukan sebagai berikut:
1) Base Plate diletakkan di masing-masing Base dengan tujuan agar pelari tidak
berlari sembarangan, selain itu mempermudah wasit dalam mengambil
keputusan antara save atau out.
2) Bola yang digunakan dianggap terlalu kecil sehingga siswa merasa kesulitan
untuk menangkap bola tersebut. Sedangkan dari dosen pembimbing
memberikan saran untuk tidak mengganti bola dengan pertimbangan bola
yang memiliki spesifikasi seperti bola tonis dengan ukuran yang agak lebih
besar sulit untuk diperoleh. Sehingga diputuskan untuk tidak mengganti bola
yang sudah dipakai dalam uji coba skala kecil yaitu menggunakan bola tonis.
4.1.6 Uji Coba Lapangan Skala Besar
Setelah dilakukan revisi pertama terhadap produk modifikasi permainan
”Tembak Kaleng” berdasarkan evaluasi ahli dan uji coba lapangan skala kecil
selanjutnya dilakukan uji coba lapangan terhadap produk modifikasi permainan
54
“Tembak Kaleng” yang dihasilkan dengan menggunakan sampel 34 siswa. Data
yang dikumpulkan dalam uji coba lapangan ini sama dengan data saat uji coba
lapangan skala kecil, yaitu data hasil penilaian aspek psikomotorik, kognitif dan
afektif siswa dengan kuesioner.
Secara umum tanggapan siswa kelompok uji coba lapangan terhadap
produk pembelajaran modifikasi permainan “Tembak kaleng” sudah “baik”
dengan bobot persentase skor 90,39%. Jika ditinjau dari tiap-tiap aspek penilaian
siswa terhadap penggunaan produk pembelajaran modifikasi permainan “Tembak
Kaleng” tersebut diperoleh gambaran bahwa pada aspek psikomotor yang diukur
dengan 10 pertanyaan hanya ada 1 item yang dalam kategori cukup yaitu nomor 7
tentang kemudahan untuk memperoleh angka/ poin sedangkan item yang lain
sudah baik dan sangat baik. Aspek kognitif yang diukur dengan 10 pertanyaan
semuanya sudah dalam kategori baik dan sangat baik sedangkan aspek afektif
yang diukur dengan 10 pertanyaan hanya ada 1 item yang dalam kategori cukup
yaitu nomor 8 tentang apakah seorng pemain tidak boleh menentang keputusan
wasit sedangkan item yang lain sudah baik dan sangat baik.
100% Cukup Baik
80% Bai k
60% Sangat baik
40%
20% afekt if
0%
psikom ot or kognit if
Gambar 4.3. Grafik Rekapitulasi Persentase Jawaban Kuisioner Siswa Skala besar
55
Berdasarkan hasil uji coba lapangan tersebut di atas dapat dijelaskan
bahwa secara umum produk modifikasi permainan “Tembak Kaleng” dapat
mengembangkan aspek psikomotor, kognitif dan afektif siswa dalam
pembelajaran permainan bola kecil pada siswa kelas VIII SMP N 2 Patebon
Kabupaten Kendal.
4.1.7 Revisi Produk Akhir Modifikasi “Tembak Kaleng”
Berdasarkan data hasil uji coba lapangan menunjukkan secara umum
produk modifikasi permainan “Tembak Kaleng” yang disusun dapat dikategorikan
telah baik untuk mengembangkan semua aspek belajar siswa yaitu aspek
psikomotor, kognitif dan afektif. Namun demikian masih ditemukan sedikit
kekurangan terhadap produk tersebut ditunjukkan dari penilaian siswa pada aspek
psikomotor yaitu kemudahan dalam memperoleh angka/ poin dalam katagori
cukup baik.
Berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan uji coba lapangan
menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan untuk memperoleh poin yang
mengharuskn siswa dapat menempuh Base pertama, Base kedua, Base ketiga dan
kembali lagi ke Home Base.
Berdasarkan temuan tersebut maka dapat dilakukan revisi akhir terhadap
produk modifikasi permainan “Tembak Kaleng” ini adalah cara mencetak angka,
yaitu jika bisa meruntuhkan seorang pemain akan mendapatkan 2 poin kaleng,
ditambah 2 poin jika berhasil sampai di Base pertama, 2 poin di Base ke-2, 2 point
di Base ke-3 dan 2 poin tagi jika berhasil sampai di Home Base. Seorang
56
pememain bisa memperoleh 10 poin jika berhasil menjatuhkan kaleng kemudian
berlari dari Home Base menuju Base 1, 2, 3, dan kembali ke Home Base.
4.1.8 Draf Produk Akhir Modifikasi “Tembak Kaleng”
Draf produk akhir modifikasi permainan “Tembak Kaleng” berdasarkan
revisi akhir dapat dirumuskan sebagai berikut.
4.1.8.1 Sarana dan Prasana Permainan “Tembak Kaleng”
4.1.8.1.1 Lapangan
Lapangan berbentuk persegi dengan ukuran 15m x 15m, jarak tembak
dengan kaleng 3m. Selain itu juga terdapat area petugas penata kaleng tidak boleh
keluar dari kotak dengan ukuran 25m2.
Gambar 4.4 Lapangan Tembak Kaleng
57
Keterangan: K : Susunan kaleng
A : Area pemain penata kaleng
H : Home
1 : Base 1 : Jarak Tembak kaleng
2 : Base 2
3 : Base 3
4.1.8.1.2 Peralatan Permainan
1) Bola yang digunakan dalam permainan ini adalah bola tonis. Bola tonis
digunakan dalam permainan ini karena memiliki pantulan yang tidak terlalu
keras, sehingga bola tidak liar pada saat dipakai bermain “Tembak Kaleng”.
2) Kaleng yang digunakan dalam permainan ini adalah kaleng bekas susu kental
manis dengan jumlah 4 kaleng.
3) Base plate Permainan ini menggunakan Base plate yang terbuat dari kardus
berbentuk persegi yang bagian tepinya dibalut dengan tape hitam, baik iti
Home Base, Base 1, 2 dan 3.
4.1.8.2 Peraturan Permainan “Tembak Kaleng”
1) Cara memulai permainan, pemain dibagi menjadi 2 tim, masing0masing tim
terdiri dari 8 sampai 10 orang. Pemain penyerang menentukan urutan
pelempar kaleng. Sedangkan pemain bertahan menentukan posisi penjaga.
Sedangkan pemain bertahan bertugas menjaga daerah dengan rincian satu
orang bertugas menata kaleng dan yang lain bertugas mematikan lawan
dengan bola. Seorang penyerang harus bisa menjatuhkan kaleng maksimal
dengan 3 kali percobaan, apa bila lebih dari 3 kali pemain tersebut mati/out
58
karena terkena strike out. Setelah berhasil merubuhkan susunan kaleng,
seorang pemain minimal harus menginjakkan kaki di Base pertama sebelum
kaleng tersusun kembali. Dalam satu Base hanya diperbolaehkan ditempati
oleh seorang pemain, jika terdapat 2 pemain atau lebih pemain tersebut boleh
dimatikan.
2) Cara mematikan pemain penyerang/visit, strike out terjadi apabila seorang
pemain menyerang tidak dapat menjatuhkan kaleng setelah percobaan ke-3.
Khusus untuk Base pertama, apabila pemain menyerang tidak dapat
menyentuhkan kaki di Base pertama setelah kaleng tersusun kembali pemain
tersebut langsung dinyatakan out/ mati. Mematikan penyerang menggunakan
teknik ini dilakukan dengan cara menyentuhkan bola ditubuh pemain
menyerang dengan catatan pemain tersebut tidak menginjak Base dan apabila
pemain bertahan melemparkan bola sehingga mengenai pelari dianggap
pelanggaran, maka pelari tersebut mendapatkan hadiah free walk atau jalan
bebas ke Base berikutnya.
3) Cara mencetak angka dalam permainan “Tembak Kaleng”, seorang pemain
mendapatkan 2 poin jika bisa menruntuhkan kaleng, ditambah 2 poin jika
berhasil sampai di Base pertama, 2 poin di Base ke-2, 2 point di Base ke-3
dan 2 poin tagi jika berhasil sampai di Home Base. Seorang pememain bisa
memperoleh 10 poin jika berhasil menjatuhkan kaleng kemudian berlari dari
Home Base menuju Base 1, 2, 3, dan kembali ke Home Base.
4) Cara memenangkan pertandingan, suatu tim dapat memenangkan
pertandingan apabila mencetak skor lebih banyak dari tim lawan.
59
5) Wasit terdiri dari 2 orang, wasit pertama berada di dekat kaleng, wasit kedua
berada di dekat Base pertama. Tugas wasit pertama adalah meniup peluit
ketika kaleng sudah tertata sehingga menentukan pelari yang safe ataupun
yang out, selain itu wasit pertama juga bertugas menghentikan
pertandingan.Wasit kedua bertugas mengamati pelari yang menuju Base
pertama, jika tiba di Base pertama sebelum peluit dibunyikan wasit pertama
maka pelari dinyatakan safe. Sebaliknya apabila pelari tiba di Base sesudah
peluit maka pelari tersebut dinyatakan out.
4.2 Pembahasan
Sesuai dengan kompetensi dasar pada materi permainan bola kecil
khususnya materi bola kecil bagi siswa kelas VIII SMP N 2 Patebon Kabupaten
Kendal, disebutkan bahwa siswa dapat mempraktikkan kombinasi teknik dasar
salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil lanjutan dengan kombinasi
yang baik serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai
lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan. Kenyataan yang ada dalam proses
pembelajaran permainan bola kecil, di Sekolah Menengah Pertama seperti halnya
di SMP N 2 Patebon belum pernah diajarkan karena terbentur dengan sarana
prasarana yang tersedia di sekolah yang tidak memadai sehingga banyak guru
penjasorkes yang tidak menyampaikan materi permainan bola kecilkepada siswa.
Penyampaian materi permainan bola kecil yang kepada siswa Sekolah
Menengah Pertama sebenarnya tetap dapat dilakukan walau ketersediaan sarana
prasarana di sekolah tidak memadai dengan melakukan berbagai modifikasi untuk
60
sarana prasarananya menyesuaikan sarana prasarana yang telah ada disekolah dan
menyederhanakan peraturannya.
Untuk menjawab permasalahan yang ada dalam pembelajaran permainan
bola kecil bagi siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII SMP N 2 Patebon
Kabupaten Kendal tersebut maka dalam penelitian ini dikembangkandan
diujicobakan produk modifikasi permainan “Tembak Kaleng” yang dalam
penyusunannya memperhatikan ketersediaan sarana prasarana yang ada di sekolah
dan karakteristik siswa. Adapun hal-hal yang dimodifikasi tersebut diantaranya
sarana prasarana seperti lapangan, penggunaan bola tonis, penggunaan susunan
kaleng untuk memulai permainan dan Base plate. Selain modifikasi dari sarana
dan prasarana, peraturan rounders yang sebenarnya juga dimodifikasi sesuai
dengan karakteristik permainan “Tembak Kaleng”.
Berbagai modifikasi yang dilakukan dalam permainan “Tembak Kaleng”
dengan mempertimbangkan aspek ketersediaan fasilitas yang dimiliki sekolah dan
pertumbuhan serta perkembangan fisik siswa tersebut ternyata mampu membawa
perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran permainan bola kecil pada siswa di
mana berdasarkan hasil pengisian angket oleh siswa saat dilakukan uji coba
lapangan diperoleh persentase skor tanggapan siswa secara umum dari seluruh
aspek yaitu psikomotor, kognitif dan afektif masuk dalam kategori baik.
Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa produk
modifikasi permainan “Tembak Kaleng” yang telah dibuat layak digunakan untuk
sebagai alternatif variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes
bagi siswa kelas SMP N 2 Patebon Kabupaten Kendal.
61
4.3 Keunggulan dan Kelemahan Produk
4.3.1 Keunggulan Produk
1) Secara kognitif permainan “Tembak Kaleng” ini mengajarkan untuk berpikir
cepat dalam menyelesaikan masalahdan dalam mengambil keputusan, serta
dapat mengembangkan keterampilan siswa dalam menyusun strategi dalam
permainan bola kecil beregu.
2) Secara afektif siswa dapat memupuk kedisiplinan, kerjasama, dan menghormati
teman sehingga tujuan penjas akan tercapai, yaitu untuk menjadikan siswa
yang mempunyai sikap yang baik. Dan juga siswa dilatih agar dapat menerima
kekalahan.
3) Secara psikomotor produk ini dirancang sedemikian rupa sehingga untuk
memulai permainan “Tembak Kaleng” tidak sulit, berbeda dengan softball
yang sebenarnya yang menggunakan pitching dan batting.
4.3.2 Kelemahan Produk
Ada beberapa kelemahan dalam pengembangan produk modifikasi
permainan “Tembak Kaleng” ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Lapangan yang digunakan yaitu lapangan rumput yang tidak rata sehingga
laju bola pada saat menyetuh permukaan rumput agak liar/ kurang terkendali
sehingga dapat mempengaruhi hasil penelitian.
62
2) Pembagian tim yang dilakukan secara acak memugkinkan kedua tim yang
saling bertading memiliki kemampuan bermain “Tembak Kaleng” yang tidak
seimbang.
3) Waktu pengembangan permainan relatif singkat karena menyesuaikan dengan
waktu jam pelajaran penjasorkes, sehingga hasil penelitian kurang maksimal.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam pengembangan model
permainan Tembak Kaleng sebagai alternatif permainan bola kecil dalam
pembelajaran Penjasorkes bagi siswa SMP N 2 Patebon ini, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1) Pengembangan model permainan Tembak Kaleng sebagai alternatif
permainan bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes bagi siswa SMP N 2
Patebon dinyatakan 90,39% baik, berarti hasil ini dapat digunakan sebagai
alternatif permainan bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes bagi siswa
SMP N 2 Patebon kabupaten Kendal.
2) Pengembangan model permainan Tembak Kaleng sebagai alternatif
permainan bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes bagi siswa SMP N 2
Patebon mengindikasikan bahwa guru memiliki wawasan lebih luas mengenai
pengembangan model permainan bola kecil dalam pembelajaran Penjasorkes,
guru lebih kreatif dalam pengembangan sarana prasarana pembelajaran
Penjasorkes serta dapat mendorong siswa lebih semangat dan meningkatkan
antusiasme siswa salam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.
63
64
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian ini, maka dapat diajukan saran
sebagai berikut:
1) Guru penjasorkes hendaknya mempertimbangkan penggunaan produk
modifikasi permainan “Tembak Kaleng” sebagai alternatif dalam
menyampaikan pembelajaran “Tembak Kaleng” pada siswa VIII SMP N 2
Patebon Kabupaten Kendal sehingga tujuan dari pembelajaran tersebut akan
tercapai.
2) Dalam permainan ini tentulah tidak sepenuhnya sempurna dan masih perlu
adanya sebuah pengembangan yang lebih lanjut yang tentunya disesuaikan
dengan kondisi fasilitas yang tersedia di sekolah, sehingga produk modifikasi
pembelajaran permainan “Tembak Kaleng” ini dapat digunakan dengan
efektif.
3) Untuk peneliti selanjunya dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam
penelitian ini agar diperoleh hasil produk modifikasi permainan “Tembak
Kaleng” untuk pembelajaran penjasorkes yang semakin baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir Ateng. 1992. Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani. Jakarta:
Depdikbud.
Adang suherman. 2000. Pendidikan Jasmani. Jakarta: Depdikbud.
Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra. 2000. Perkembangan Gerak dan Belajar
Gerak. Jakarta: Depdikbud.
Dadan Heryana dan Giri Verianti. 2010. Pendidikan Jasmani Kesehatan dan
Olahraga untuk Siswa SD-MI Kelas V. Online. Available at
www.Ebook-ISBN.co.cc
(accesed 02/14/13)
Galih Pangaji. 2012. Model Pengembangan Permainan Enjoy Volley Ball untuk
Pembelajaran Penjas pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Boja Kecamatan
Boja Kabupaten Kendal Tahun 2012.
Mulyasa. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya Offset.
Rusli Lutan. 2000. Strategi Belajar Mengajar Penjaskes. Jakarta: Depdiknas.
Samsudin, 2008 Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
SMP/MTS. Jakarta: PT Fajar Interpratama.
Soegiyanto, dan Sudjarwo. 1993. Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta:
Depdikbud.
Sugiyono. 2009. Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Yanuar Kiram. 1992. Belajar Motorik. Jakarta: Dirjen Dikti.
Yoyo Bahagia, Adang Suherman. 2000. Prinsip-prinsip Pengembangan dan
Modifikasi Cabang Olahraga. Jakarta: Depdiknas.
65
66
Lampiran 1
USULAN TOPIK SKRIPSI
67
Lampiran 2
SURAT KEPUTUSAN PEMBIMBING SKRIPSI
68
Lampiran 3
SURAT PENELITIAN
69
Lampiran 4
SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN PENELITIAN
70
Lampiran 5
PROGRAM PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN TEMBAK KALENG
(UJI LAPANGAN SEKALA KECIL)
A. PERSIAPAN PEMBELAJARAN (WAKTU 5 MENIT)
1. Berbaris, berdoa, presensi, motivasi.
2. Penjelasan permainan Tembak kaleng.
B. PEMANASAN (WAKTU 15 MENIT)
1. Pemanasan umum (lari keliling lapangan dan stretching).
2. Pemanasan khusus dengan permainan bom atom hiroshima yang
mengandung unsur lempar, tangkap dan lari.
C. METODIK (WAKTU 15 MENIT)
1. Permainan estafet bola tonis, siswa dibagi menjadi 2 tim. Masing masing
tim mempraktikan teknik dasar lempar tangkap dan lari menuju base.
Metodik pembelajaran ini disampaikan dengan kompetisi yang
menyenangkan sehingga siswa merasa tidak bosan. Untuk metodik yang
pertama lemparan yang digunakan adalah lemparan bawah.
2. Metodik yang kedua mekanismenya sama dengan metodik yang pertama,
yang membedakan hanya lemparan yang digunakan menggunakan
lemparan atas.
D. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (WAKTU 40 MENIT)
Permainan tembak kaleng pada skala kecil ini dimainkan oleh 2 tim dalam 2
inning. Sehingga permainan ini dimainkan sebanyak 2 kali.
E. PENUTUP (WAKTU 5 MENIT)
1. Pendinginan (colling down).
2. Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah
dipelajari.
3. Berbaris dan berdoa
71
Lampiran 5 (Lanjutan)
PROGRAM PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN TEMBAK KALENG
(UJI LAPANGAN SEKALA BESAR)
A. PERSIAPAN PEMBELAJARAN (WAKTU 5 MENIT)
1. Berbaris, berdoa, presensi, motivasi.
2. Penjelasan permainan Tembak kaleng yang telah direvisi.
B. PEMANASAN (WAKTU 10 MENIT)
1. Pemanasan umum (lari keliling lapangan dan stretching).
2. Pemanasan khusus dengan permainan bom atom hiroshima yang
mengandung unsur lempar, tangkap dan lari.
1. METODIK (WAKTU 10 MENIT)
1. Permainan estafet bola tonis, siswa dibagi menjadi 4 tim. Masing masing
tim mempraktikan teknik dasar lempar tangkap dan lari menuju base.
Metodik pembelajaran ini disampaikan dengan kompetisi yang
menyenangkan sehingga siswa merasa tidak bosan. Untuk metodik yang
pertama lemparan yang digunakan adalah lemparan bawah.
2. Metodik yang kedua mekanismenya sama dengan metodik yang pertama,
yang membedakan hanya lemparan yang digunakan menggunakan
lemparan atas.
3. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (WAKTU 50 MENIT)
Permainan tembak kaleng pada skala besar ini dimainkan oleh 4 tim dalam 1
inning dengan sistem gugur. Sehingga permainan ini dimainkan sebanyak 4
kali.
4. PENUTUP (WAKTU 5 MENIT)
1. Pendinginan (colling down).
2. Evaluasi, diskusi dan tanya-jawab proses pembelajaran yang telah
dipelajari.
3. Berbaris dan berdoa
72
Lampiran 6
UNTUK AHLI DAN GURU PENJASORKES
EVALUASI PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN “TEMBAK
KALENG” SEBAGAI ALTERNATIF VARIASI PERMAINAN BOLA KECIL
DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS VIII SMP
NEGERI 2 PATEBON KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012
Standar Kompetensi :
Mempraktikkan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya
Kompetensi Dasar :
Mempraktikkan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu
bola kecil lanjutan dengan kombinasi yang baik serta nilai kerjasama, toleransi,
percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan
peralatan.
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Materi Pokok : Permainan Softball
Sasaran : Siswa Sekolah Menengah Pertama
Evaluator : ……………………………………………………..
Tanggal : ……………………………………………………..
Lembar evaluasi ini digunakan unt uk m endapat kan penilaian, masukan, saran dan kesim pulan
dari para ahli dan gur u penjasorkes t ent ang pengem bangan model permainan “ t embak
kaleng” sebagai alt ernat if variasi permainan bola kecil dalam pem belajaran penjasorkes pada
siswa kelas viii smp negeri 2 pat ebon kabupat en kendal t ahun 2012
. Pengembangan ini bert ujuan unt uk m em berikan solusi ket erbat asan yang t erjadi pada saat
pem belajaran permainan bola kecil sepert i halnya dengan ket erbat asan pemahaman siswa
t ent ang perat ur an, kesesuaian sarana dan pr asarana t erhadap pert um buhan dan
perkem bangan siswa dan ant usiasm e sisw a dalam mengikut i proses pem belajaran.
Petunjuk :
1. Lembar evaluasi ahli dan guru Penjasorkes
2. Evaluasi mencakup aspek bentuk, model dan pertaturan permainan,
komentar dan saran umum serta kesimpulan.
3. Rentang nilai mulai dari "sangat baik" sampai dengan "sangat kurang baik"
dengan cara memberi tanda centang (V) pada kolom yang tersedia
Nilai 1 sangat kurang baik
Nilai 2 kurang baik
Nilai 3 cukup baik
Nilai 4 baik
Nilai 5 sangat baik
4. Komentar, kritik, dan saran mohon ditulis pada kolom yang telah disediakan.
73
Lampiran 6 (Lanjutan)
a. Kualitas model permainan Skala Komentar
No Aspek yang dinilai 12345
1 Kesesuaian dengan kompetensi dasar
2 Kejelasan petunjuk permainan
3 Aman untuk diterapkan dalam
pembelajaran permainan bola kecil
4 Kesesuaian alat dan fasilitas yang
digunakan dengan tingkat pertumbuhan
dan perkembangan siswa
5 Kemudahan bentuk/model permainan
untuk dimainkan siswa
6 Dapat memenuhi tuntutan perbedaan
kemampuan setiap individu siswa
7 Mendorong perkembangan aspek kognitif
siswa atau pengetahuan siswa terhadap
permainan bola kecil
8 Mendorong perkembangan aspek
psikomotor siswa atau keterampilan
aspek gerak siswa
9 Mendorong perkembangan aspek afektif
siswa seperti komunikasi sosial, sportif,
kerjasama, percaya diri, jujur, disiplin, dll
10 Dapat dimainkan oleh siswa putra
maupun putri
11 Kesesuaian model permainan dengan
karakteristik siswa
12 Dapat mendorong siswa untuk belajar
membuat strategi bermain softball
13 Mendorong siswa lebih aktif bergerak
14 Meningkatkan motivasi siswa untuk
berpartisipasi dalam pembelajaran
74
15 Ketepatan memilih bentuk /model
permainan untuk siswa
b. Saran untuk perbaikan model permainan softball
Petunjuk
1. Bila ada revisi pada model permainan ini, mohon untuk ditulis pada kolom 2
2. Alasan perlunya di revisi, mohon untuk dituliskan pada kolom 3
3. Saran permainan mohon ditulis singkat, padat dan jelas pada kolom 4
No Bagian yang Alasan direvisi Saran Perbaikan
Direvisi
75
Lampiran 6 (Lanjutan)
c. Komentar dan saran umum
d. Kesimpulan
Model permainan ini dinyatakan:
Semarang, …………………2012
Evaluator
( ………………………………..)
76
Lampiran 7
KUISIONER PENELITIAN UNTUK SISWA
PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN “TEMBAK KALENG” SEBAGAI
ALTERNATIF VARIASI PERMAINAN BOLA KECIL DALAM
PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI
2 PATEBON KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012
PETUNJUK PENGISIAN KUISIONER
1. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan sebenar-benarnya dan sejujur-
jujurnya
2. Jawablah secara runtut dan jelas
3. Isilah pertanyaan tersebut dengan memberi tanda silang pada huruf a atau b
sesuai dengan pilihanmu
4. Selamat mengisi dan terima kasih
I. IDENTITAS RESPONDEN
Nama Sekolah : .................................................................................
Nama siswa : .................................................................................
Umur : .................................................................................
Kelas : .................................................................................
Jenis kelamin : .................................................................................
Nama Orang Tua
a. Ayah :
.................................................................................
b. Ibu :
.................................................................................
Alamat rumah (RT/RW) : ................................................................................
77
Lampiran 7 (Lanjutan)
II. PERTANYAAN
A. PSIKOMOTOR
1. Apakah menurut kamu, Model Permainan Tembak Kaleng merupakan
permainan yang mudah untuk dimainkan?
a. Tidak b. Ya
2. Apakah kamu bisa memainkan Model Permainan Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
3. Apakah dalam Model Permainan Tembak Kaleng, kamu mudah dalam
melakukan lemparan bola?
a. Tidak b. Ya
4. Apakah dalam Model Permainan Tembak Kaleng, kamu mudah dalam
melakukan tangkapan bola?
a. Tidak b. Ya
5. Apakah dalam Model Permainan Tembak Kaleng, kamu mudah dalam
menembak sasaran / susunan kaleng?
a. Tidak b. Ya
6. Apakah dalam Model Permainan Tembak Kaleng, kamu mudah untuk
berlari berpindah base ke base?
a. Tidak b. Ya
7. Apakah dalam Model Permainan Tembak Kaleng, kamu mudah untuk
memperoleh angka/point?
a. Tidak b. Ya
8. Apakah kamu merasa mudah ketika memakai bola tonis untuk bermain
Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
9. Apakah cara bermain Model Permainan Tembak Kaleng ini lebih mudah
dari permainan softball yang kamu kenal?
a. Tidak b. Ya
10. Apakah setelah bermain Model Permainan Tembak Kalengkamu merasa
bugar?
a. Tidak b. Ya
78
Lampiran 7 (Lanjutan)
B. KOGNITIF
1. Apakah kamu tahu cara bermain Model Permainan Tembak Kaleng?
a. Tidak b. Ya
2. Apakah Permainan Softball Tembak Kalengadalah materi yang diajarkan
oleh guru dengan tujuan agar kamu bergerak?
a. Tidak b. Ya
3. Apakah Model Permainan Tembak Kaleng dapat mendorong siswa lebih
aktif bergerak?
a. Tidak b. Ya
4. Apakah sebelum bermain Model Permainan Tembak Kaleng perlu
melakukan pemanasan terlebih dahulu?
a. Tidak b. Ya
5. Apakah dalam bermain Model Permainan Tembak Kaleng perlu kerja sama
dengan satu tim?
a. Tidak b. Ya
6. Apakah dalam Model Permainan Kaleng setiap pemain harus mematuhi
peraturan permainan?
a. Tidak b. Ya
7. Apakah seorang wasit akan memberikan teguran kepada pemain yang
melakukan pelanggaran dan tidak menaati peraturan?
a. Tidak b. Ya
8. Apakah dengan Model Permainan Tembak Kalengdapat membuat tubuh
menjadi sehat?
a. Tidak b. Ya
9. Apakah Model Permainan Tembak Kalengdapat menjadikan tubuh menjadi
kuat, jiwa menjadi sehat dan pembiasaan hidup sehat?
a. Tidak b. Ya
10. Apakah kamu merasa nyaman saat bermain Model Permainan Tembak
Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
79
Lampiran 7 (Lanjutan)
C. AFEKTIF
1. Apakah kamu suka bermain Model Permainan Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
2. Apakah Model Permainan Tembak Kaleng menarik bagi kamu?
a. Tidak b. Ya
3. Apakah kamu serius atau bersungguh-sungguh ketika bemain Model
Permainan Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
4. Apakah kamu akan menaati peraturan selama bermain Model Permainan
Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
5. Apakah kamu menghargai kemampuan teman dalam satu tim/regu ketika
bermain Model Permainan Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
6. Apakah kamu bisa bekerjasama dengan teman satu tim/regu ketika kamu
bermain Model Permainan Tembak Kaleng ?
a. Tidak b. Ya
7. Apakah dalam bermain Model Permainan Tembak Kaleng dibutuhkan
kerjasasama untuk memenangkan pertandingan?
a. Tidak b. Ya
8. Apakah seorang pemain tidak boleh menentang keputusan yang diberikan
oleh wasit?
a. Tidak b. Ya
9. Apabila tim kamu kalah, apakah kamu akan mengakui keunggulan tim
lawan?
a. Tidak b. Ya
10. Apakah kamu bersedia bermain Model Permainan Tembak Kaleng lagi?
a. Tidak b. Ya
80
Lampiran 8
DATA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PATEBON
UJI COBA SKALA KECIL
No Nama Jenis Kelamin UMUR
1 Ayu Tresnaning Perempuan 13 tahun
2 Ahmad Muntaha
3 Ika Indah Laki-laki 14 tahun
4 Anna Nurul Perempuan 13 tahun
5 Ardarina Perempuan 13 tahun
6 Rifqi Ramdoni Perempuan 12 tahun
7 Achmad Fauzat Laki-laki 13 tahun
8 Ahmad Eko Laki-laki 13 tahun
9 A Chaerudin Laki-laki 13 tahun
0 Dwi Nur Laki-laki 14 tahun
11 Abdul Aziz Perempuan 13 tahun
12 Dimas Herlambang Laki-laki 13 tahun
13 Dina Ema Laki-laki 13 tahun
14 Sahal Mhfudz Perempuan 13 tahun
15 Abdul Rohmin Laki-laki 13 tahun
16 Bilal Laki-laki 14 tahun
Laki-laki 14 tahun
81
Lampiran 9 (Data Hasil uji Coba skala kecil)
HASIL REKAPITULASI KUESIONER ASPEK PSIKOMOTOR
NAMA SISWA 1 BUTIR SOAL 9 10 TOTAL
234 5 678
Ayu Tresnaning
Ahmad Muntaha 0 00 0 0 00 1 0 1 2
Ika Indah
Anna Nurul 0 11 1 1 11 1 1 1 9
Ardarina
Rifqi Ramdoni 1 10 0 0 10 1 0 0 4
Achmad Fauzat
Ahmad Eko 1 10 0 1 00 1 0 1 5
A Chaerudin
Dwi Nur 1 11 0 0 10 0 1 1 6
Abdul Aziz
Dimas Herlambang 1 11 1 0 11 1 0 1 8
Dina Ema
Sahal Mhfudz 1 10 0 0 11 1 1 1 7
Abdul Rohmin
Bilal 0 10 1 0 01 0 0 0 3
JUMLAH
0 11 0 0 10 1 1 1 6
Prosentase (dalam %)
1 11 1 1 01 1 1 1 9
0 10 1 1 11 1 1 1 8
1 10 1 1 11 1 1 0 8
1 11 1 1 00 1 0 1 7
1 10 1 0 11 1 0 0 6
1 11 0 0 10 1 1 1 7
1 11 1 1 11 1 1 1 10
11 15 8 9 7 11 9 14 9 12 105
68,7 93,7 50, 56,2 43,7 68,7 56, 87,5 56,2 75,0
5 5 00 5 5 5 25 0 5 0 65,63
82
Lampiran 9 (Lanjutan)
HASIL REKAPITULASI KUESIONER ASPEK KOGNITIF
NAMA SISWA 1 BUTIR SOAL 9 10 TOTAL
234 5 678
Ayu Tresnaning
Ahmad Muntaha 1 11 1 1 11 1 1 1 10
Ika Indah
Anna Nurul 1 11 1 1 11 0 1 1 9
Ardarina
Rifqi Ramdoni 1 10 1 1 11 0 1 1 8
Achmad Fauzat
Ahmad Eko 1 11 1 1 11 1 1 0 9
A Chaerudin
Dwi Nur 1 01 0 1 11 1 1 0 7
Abdul Aziz
Dimas Herlambang 1 11 0 1 11 1 1 1 9
Dina Ema
Sahal Mhfudz 1 11 1 1 11 1 1 1 10
Abdul Rohmin
Bilal 1 11 1 1 11 0 1 1 9
JUMLAH
1 11 0 1 11 1 1 1 9
Prosentase (dalam %)
1 11 1 1 11 1 1 1 10
1 11 0 1 11 1 1 1 9
0 11 1 1 11 1 1 1 9
1 11 1 1 11 1 1 1 10
1 11 1 1 11 1 1 1 10
0 11 0 1 11 1 0 1 7
1 11 1 1 11 1 1 1 10
14 15 15 11 16 16 16 13 15 14 145
10
87,5 93,7 93, 68,7 100, 100, 0,0 81,2 93,7 87,5
0 5 75 5 00 00 0 5 5 0 91
83
Lampiran 9 (Lanjutan)
HASIL REKAPITULASI KUESIONER ASPEK AFEKTIF
NAMA SISWA 1 BUTIR SOAL 9 10 TOTAL
234 5 678
Ayu Tresnaning
Ahmad Muntaha 1 11 1 1 11 1 1 1 11
Ika Indah
Anna Nurul 1 11 1 1 11 1 0 1 10
Ardarina
Rifqi Ramdoni 1 11 0 1 11 1 1 1 10
Achmad Fauzat
Ahmad Eko 0 11 1 1 11 1 1 1 10
A Chaerudin
Dwi Nur 0 00 0 1 11 1 1 1 6
Abdul Aziz
Dimas Herlambang 1 11 1 1 11 1 0 1 10
Dina Ema
Sahal Mhfudz 1 11 1 1 11 1 0 1 10
Abdul Rohmin
Bilal 1 11 1 0 10 1 0 0 7
JUMLAH
1 11 1 1 11 1 0 1 10
Prosentase (dalam %)
1 11 1 1 11 1 1 1 11
1 11 1 1 11 1 1 1 11
1 01 1 1 11 1 1 1 10
1 11 1 1 11 1 1 1 11
1 00 1 1 11 1 1 1 9
1 11 1 1 11 1 0 1 10
1 11 1 1 11 1 0 1 10
14 13 14 14 15 16 15 16 9 15 156
87,5 81,2 87, 87,5 93,7 100, 93, 100, 56,2 93,7
0 5 50 0 5 00 75 00 5 5 97,5
84
Lampiran 9 (Lanjutan)
REKAPITULASI HASIL KUESIONER
NAMA SISWA SKOR ASPEK TOTAL
Ayu Tresnaning PSIKOMOTOR KOGNITIF AFEKTIF 26
Ahmad Muntaha 10 23
Ika Indah 6 10 8 26
Anna Nurul 10 29
Ardarina 5 10 10 27
Rifqi Ramdoni 10 29
Achmad Fauzat 6 10 10 27
Ahmad Eko 10 27
A Chaerudin 9 10 9 26
Dwi Nur 9 28
Abdul Aziz 7 10 10 29
Dimas Herlambang 10 28
Dina Ema 9 10 10 29
Sahal Mhfudz 10 27
Abdul Rohmin 7 10 9 29
Bilal 10 24
JUMLAH 8 10 7 392
PROSENTASE 156 81,67 %
7 10
97,5 %
8 10
9 10
8 10
10 9
8 10
10 9
7 10
105 145
65,63 % 91 %
85
Lampiran 9 (Lanjutan)
REKAPITULASI SKALA KECIL
Aspek Psikomotor
NO %
1 Positif 105 65,63
2 Negatif 55 34,37
Total 160 100
Aspek Kognitif %
NO 91
1 Positif 145 9
2 Negatif 15 100
Total 160
Aspek Afektif %
NO 97,5
1 Positif 156 2,5
2 Negatif 4 100
Total 160
86
Lampiran 9 (Lanjutan)
ANALISIS DATA UJI SKALA KECIL (N=16)
NO PERTANYAAN HASIL
JAWABAN PROSENTASE KRITERIA MAKNA
1 Apakah menurut kamu, Model
Permainan Tembak Kaleng YA 68,75 CUKUP DIGUNAKAN
merupakan permainan yang BAIK BERSYARAT
mudah untuk dimainkan?
2 Apakah kamu bisa memainkan YA 93,75 SANGAT DIGUNAKAN
Model Permainan Tembak BAIK
Kaleng?
3 Apakah dalam Model Permainan YA 50 CUKUP DIGUNAKAN
Tembak Kaleng, kamu mudah BAIK BERSYARAT
dalam melakukan lemparan bola?
4 Apakah dalam Model Permainan YA 56,25 CUKUP DIGUNAKAN
Tembak Kaleng, kamu mudah BAIK BERSYARAT
dalam melakukan tangkapan bola?
5 Apakah kamu mudah dalam YA 43,75 CUKUP DIGUNAKAN
menembak susunan kaleng? BAIK BERSYARAT
6 Apakah, kamu mudah untuk YA 68,75 CUKUP DIGUNAKAN
berlari berpindah base ke base? BAIK BERSYARAT
7 Apakah dalam Model Permainan YA 56,25 CUKUP DIGUNAKAN
Tembak Kaleng, kamu mudah YA 87,50 BAIK BERSYARAT
untuk memperoleh angka/point? YA 56,25
YA 75,00 BAIK DIGUNAKAN
8 Apakah kamu merasa mudah YA 87,50
ketika memakai bola tonis untuk YA 93,75 CUKUP DIGUNAKAN
bermain Tembak Kaleng? BAIK BERSYARAT
9 Apakah cara bermain Model BAIK DIGUNAKAN
Permainan Tembak Kaleng ini
lebih mudah dari permainan BAIK DIGUNAKAN
softball yang kamu kenal?
BAIK DIGUNAKAN
10 Apakah setelah bermain Model
Permainan Tembak Kalengkamu
merasa bugar?
11 Apakah kamu tahu cara bermain
Model Permainan Tembak
Kaleng?
12 Apakah Model Permainan
Tembak Kaleng adalah materi
yang diajarkan oleh guru dengan
tujuan agar kamu bergerak?