The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Imakulata Edisi 4, Desember 2017

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rak Buku Paroki Kalideres, 2022-02-04 00:27:18

Majalah Imakulata Edisi 4, Desember 2017

Majalah Imakulata Edisi 4, Desember 2017

Edisi Desember 2017

Kata Sambutan Panapas
Kelahiran-Nya Telah Mengubah Dunia Menjadi Baru!
Anak-anak - Penerus Iman Akan Allah
Siapakah Yang Terbesar Dalam Kerajaan Sorga?
Mengapa Berdoa Novena Tiga Salam Maria?
Kegiatan-kegiatan Paroki
Kegiatan-kegiatan Lingkungan
Kelola Sampah Jadi Berkah
Tahun Panggilan Oblat
Balada Mudahnya Forward Pesan Whatsapp: Gereja
Siap Menanggapi
Santa's Maze

Moderator Rubrik Alamat Redaksi
Romo Antonius Andri Atmaka, OMI Emanuela Yulia Susanti Sekretariat Paroki
Penasehat Ignatius Herman Iswara Citra Garden 3 Blok B 27 No. 1
Ignatius Liemesak Michael Burhan Jakarta Barat 11830
Ketua Komsos SMI Redemptus Steven Sylvester Telp. (021) 29405097 / 29405098
F. X. Hersen Editor Fax. (021) 54360841
Penanggung Jawab Redaksi Maximilianus Eko Sanjaya Email:
F. X. Hersen Theresia Elisabeth Engdah Hasjim [email protected]
Dana & Iklan Facebook:
Pemimpin Redaksi Agustinus Indra Sutanto Santa Maria Imakulata
Eddy Sugianto Fotografer
Pelaksana Redaksi Tim Komsos SMI
Agustinus Indra Sutanto Design Grafis
Sekretaris F. X. Herry Thamrin
Emanuela Yulia Susanti Stefanus Teddy Haryanto
Bendahara Timotius Eko Sethiono
Theresia Elisabeth Engdah Hasjim Ilustrator
Ketua Komsos Anastasia Calita Hin
Stasi Vincentius Pallotti Alfredus Andrew Darmawan
Riechie Layout
Andrea Mylla

Cover story edisi kali ini memang terpojokan. Logika dan kemudahan
sedikit unik. Semua yg difoto
adalah anak2 umat di segala usia. gadget baru seakan mengikis
Tidak heran karena tema dari Edisi
kali ini adalah generasi muda keberadaan agama yg
sebagai generasi penerus Gereja.
Tidak dapat dipungkiri bahwa menekankan bahwa Tuhan
anak2 memegang peranan penting
sebagai generasi penerus dari sebagai sentrum dari seluruh akal
satu aliran kepercayaan atau
agama terbesar di dunia. Seiring budi manusia menjadi hanya salah
kemajuan jaman yg makin canggih
dan muktahir, peran agama satu pilihan yg ada. Semoga
sebagai salah satu benang merah
etika dan iman menjadi semakin keprihatinan dari kita tidak menjadi

satu momok akan keberadaan

Gereja yg makin langka. Tuhan

memberkati.

Foto oleh Tim Fotografi KOMSOS
SMI.

Salam damai penuh berkat bagi seluruh pembaca yang terkasih dalam Kristus
Tuhan,
Hari Ulang Tahun memang identik dengan satu peristiwa yang meriah. Yang
Pertama adalah HUT Kemerdekaan RI yang diisi dengan upacara dan OMK Run.
HUT Imamat Romo Andri dan Romo Rudi yang kebetulan Romo Paroki Kalideres
dan Cengkareng ikut mengisi Imakulata edisi kali ini. Dan PDPKK SMI yang genap
berusia 2 tahun juga ikut memeriahkan peristiwa penting di Paroki tercinta.
Catatan dari seorang yang jauh tapi dekat di hati ikut mengisi lembaran Imakulata.
Wawancara dengan Romo Denny melengkapi catatan akan pentingnya bimbingan
orang tua dan gereja untuk anak-anak sebagai masa depan gereja.
Bible Family dan rekoleksi Putra Altar semakin membuat edisi kali ini semakin
lengkap.
Selamat membaca. Salam Imakulata!

Salam damai sejahtera untuk kita semua,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan
karena berkat rahmatnya kita bisa mempersiapkan perayaan Natal 2017 dengan
baik.

Terima kasih kepada Romo dan Dewan Paroki Gereja SMI yang telah memberikan
kepercayaan kepada Wilayah 13, 14 dan 15 untuk menjadi panitia panapas
2017/2018. Kami menyadari bahwa menjadi panitia panapas adalah suatu
tanggung jawab pelayanan dan tugas yang tidak mudah, karena gereja kita
termasuk paroki yang cukup besar dengan jumlah sekitar 12.000 umat. Kita yakin
dengan semangat gembala yang baik dan murah hati, mudah-mudahan kami
panitia mampu bekerja sama dengan berbagai pihak atau seksi-seksi yang terkait
dan dibantu dengan doa kita semua serta dalam penyertaan Tuhan, kami akan
berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh umat Gereja SMI
ini.

Menyambut kelahiran Sang Juru Selamat kita, Yesus Kristus, merupakan harapan
dan kebahagiaan bagi kita semua. Semoga suasana Natal ini sungguh dapat
dirasakan dan menjadi kabar gembira bagi kita, umatnya.

Terima kasih kepada Romo, Dewan Paroki dan semua pihak yang telah
mendukung panitia ini. Terima kasih juga kepada semua donatur dan seluruh umat
atas partisipasi dan bantuannya, baik berupa materi maupun barang natura,
sehingga perayaan Natal ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Akhir kata kami seluruh panitia mengucapkan selamat Natal, semoga cahaya
terang memberikan sukacita dan kedamaian bagi kita semua. Tuhan memberkati.

Jakarta, 7 Desember 2017

F. Franendi
Ketua Umum

Selamat Natal! Selamat merayakan kelahiran
Sang Raja Damai. Natal yang ke berapakah
tahun ini bagi anda? Bagi saya ini Natal yang ke
50 kali. Saya tidak pernah melewatkan perayaan Natal.
Natal pertama, saya rayakan pada saat saya berusia 3
bulan 21 hari. Itu menurut penuturan ibu saya. Saya
sendiri tidak pernah ingat dengan Natal pertama saya.
Namun menurut ibu saya, itu adalah Natal yang paling
heboh. Cuacanya dingin dan saya gelisah, nangis dan
BAB di dalam gereja. Ibu saya pun sibuk membereskan
diri saya. Yang menarik, ibu saya berkomentar, “Itulah
salah satu kesibukan Ibu Maria setelah melahirkan
Yesus”. Itulah kesibukan semua ibu setelah melahirkan
anaknya. Para ibu bukan hanya melahirkan, tetapi juga
merawat, mendidik, membesarkan dan menjadikan
anak-anaknya dewasa.

Dan Natal adalah peristiwa kelahiran seorang anak,
seorang bayi. Apakah bedanya kelahiran Yesus dan
kelahiran saya? Kelahirannya tidak ada bedanya. Yang
membedakan adalah apa yang terjadi setelah kelahiran-
Nya. Kelahiran Yesus merupakan babak baru karya
cinta kasih Allah kepada manusia. Mengapa babak
baru? Allah ingin manusia hidup bahagia dengan
mengalami cinta-Nya. Akan tetapi dengan segala cara
yang dilakukan, manusia mencari kebahagiaan menurut
ukurannya sendiri dan itu membuat manusia selalu
jatuh dalam kesalahan, dalam dosa. Alih-alih
mengalami kebahagiaan, manusia malah menjadi
sengsara dan tidak berdaya. Hidupnya tidak damai,
penuh dengan kekhawatiran dan kecemasan. Dalam
Yesus Allah mengawali babak baru karya cintanya bagi
manusia. Dia mengutus Puteranya untuk lahir sebagai
manusia lemah seperti kita.

Ada orang bertanya, “Benarkah Yesus dilahirkan pada
tanggal 25 Desember?” Saya balik bertanya kepada
orang itu, “Mengapa anda menanyakan hal seperti ini?”
Dia berargumen bahwa ada orang yang berkeyakinan
kalau Yesus sebenarnya tidak dilahirkan pada 25
Desember. Dia dilahirkan pada bulan September! Saya
makin kaget dengan pernyataan itu. Wah...kelahiran
Yesus sama bulan dengan kelahiran saya. Jangan-
jangan kami mempunyai bintang yang sama....hehehe.
Terhadap pertanyaan seperti itu, saya akan menjawab
dengan “Ya dan Tidak”. “Ya” karena peristiwa Sabda

5

RUANG BATIN

menjadi Manusia atau Penjelmaan Yesus berkarya di sekitar Nazareth. ada, baik dari Kitab Suci maupun
Allah menjadi manusia terjadi pada Dia mati di salib di luar tembok dari sumber-sumber lain.
satu waktu tertentu di dunia ini. Yerusalem. Ini semua adalah
Untuk menjadi manusia seperti kita, kepastian. Maka kalau saya mengatakan
Allah harus memasuki perputaran bahwa Yesus tidak lahir pada 25
waktu manusia: ada jam, tanggal, Apakah waktu Yesus lahir itu pasti Desember, bukan berarti saya tidak
bulan dan tahun. Kepastian waktu tanggal 25 Desember? Tradisi yang mau merayakan Natal pada tanggal
ini menjadi jaminan bahwa peristiwa hidup dalam Gereja menyatakan 25 Desember. 25 Desember adalah
Allah menjadi manusia bukan hanya bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 penanggalan Masehi yang dibuat
sebuah dongeng atau khayalan Desember. Tradisi ini terus dihidupi sesudah Yesus lahir. Penanggalan
saja. Ini adalah peristiwa sejarah sampai sekarang dan menjadi Masehi disusun oleh Dionysius
karena Allah memasuki sejarah kesepakatan kita semua dalam Exiguus berdasarkan Kalender
kehidupan manusia. Dia hidup merayakan kelahiran Yesus. Namun Julian. Kalender Julian ini dimulai
dalam satu keluarga tertentu. Dia demikian, iman saya tidak akan oleh Julius Caesar pada tgl. 1
tinggal dalam satu wilayah tertentu. berubah jikalau ternyata Yesus tidak Januari 45 Sebelum Masehi atas
Dia terkait dengan masa atau jaman lahir pada tanggal 25 Desember. usulan astronom Sosigenes. Ketika
tertentu dan budaya tertentu. Bagi Ada banyak teori yang bisa kita Dionysius Exigiuus mencoba untuk
saya ini adalah sebuah kepastian. pelajari untuk meyakinkan tanggal menghitung tanggal jatuhnya hari
Yesus pernah ada. Dia hidup dalam tersebut. Namun juga ada pendapat Paskah. Dionysius hidup pada abad
keluarga Maria dan Yosep. Dia yang menyatakan bahwa tanggal ke 6 Masehi. Berarti ada
tinggal di wilayah Galilea pada tersebut tidak tepat menunjuk perhitungan mundur. Perhitungan
jaman penjajahan Romawi di kelahiran Yesus. Yang jelas tidak tahun Masehi memakai kelahiran
Yerusalem. Penguasa lokal pada ada catatan yang pasti. Tanggal 25 Yesus sebagai titik tolaknya.
waktu Yesus lahir bernama Desember sendiri dihitung Mestinya Yesus lahir pada tanggal 1
Herodes. Pada waktu hidupnya berdasarkan berbagai data yang Januari tahun nol. Jadi, mengapa

6

RUANG BATIN

yang dipakai sekarang tgl. 25 yang mengalami dikasihi akan langkah demi langkah.
Desember? Para ilmuwan dapat mampu merasakan kepenuhan
memperdebatkan hal ini sampai hidup. Selamat Natal dan Selamat
berhari-hari. Namun bagi saya menyambut Tahun baru 2018.
tanggal persis Yesus lahir bukan Bagi saya, perjumpaan dengan Semoga hidup kita diperbaharui
merupakan persoalan. Kita sudah pribadi Yesus membuat saya harus oleh perjumpaan kita dengan Yesus
mempunyai tradisi tanggal 25 mengubah hidup saya. Semua yang lahir di palungan. Tuhan
Desember. Ini yang kita pegang dan gagasan dan pengajaran Yesus memberkati kita.
kita jadikan patokan bersama untuk mengajak saya untuk tidak lagi
merayakannya. menilai hidup ini menurut ukuran- Rm. Ant. Andri Atmaka, OMI –
ukuran pribadi saya. Saya harus Kalideres, 9 Desember 2017.
Yang paling penting adalah berani mengambil ukuran-ukuran
kelahirannya atau kehadirannya di
dunia ini telah terlaksana. Oleh yang ditawarkan oleh Yesus.
karena itu, tentang kepastian Memang tidak mudah. Saya sendiri
tanggal Yesus lahir di dunia ini tidak mengalami jatuh bangun dan masih
menjadi penting lagi. Dia sungguh- jauh dari sempurna. Salah satu
sungguh pernah hadir dan hidup di sabda yang memberi penghiburan
tengah kehidupan umat manusia. dan peneguhan bagi saya: “Bukan
Sejak kelahiran-Nya, dunia telah orang sehat yang memerlukan
mengalami penciptaan baru yang tabib, tetapi orang sakit. Aku datang
tidak terbayangkan sebelumnya. bukan untuk memanggil orang
Kelahiran Yesus sungguh menjadi benar, tetapi orang berdosa” (Mrk.
saat di mana Allah memulai sebuah 2,17). Artinya, Tuhan senantiasa
karya besar bagi kebaikan dan memberikan kesempatan kepada
kebahagiaan umat manusia. Oleh setiap orang untuk bangkit dan
karena itu kelahiran Yesus adalah membaharui diri. Pengalaman jatuh
saat dimulainya Perjanjian Baru. bukanlah akhir segala-galanya.
Untuk apa sebenarnya Allah Justru orang yang jatuh harus
merepotkan diri dengan hadir di berani berdiri kembali dan maju
dunia? Yohanes 3: 16 menyatakan:
“Begitu besar kasih Allah kepada
manusia sampai Dia mengutus
Puteranya yang tunggal ke dunia”.
Alasan utama tindakan Allah adalah
KASIH!. Allah mengasihi manusia
dan demi kasih itu Dia rela
bertindak yang tidak mudah
dimengerti oleh manusia. Tujuannya
adalah supaya manusia mempunyai
kepenuhan hidup (bdk. Yoh.10:10).
Hidup yang penuh adalah hidup
yang tumbuh dan berkembang
secara benar, sebagaimana
dikehendaki Allah. Hanya manusia

7

“Anak-anak adalah masa depan Gereja”
menjadi tema Majalah Imakulata edisi kali
ini. Di sela-sela kepadatan pelayanannya,
Majalah Imakulata beruntung dapat menemui Romo
Alya Denny Haloho, OMI, Romo Pendamping Bina Iman
Anak dan Remaja di Paroki Kalideres. Berikut adalah
petikan wawancara dengan Romo Denny, OMI:

“Anak-anak sebagai masa depan Gereja menurut
pandangan umum Gereja dan masyarakat adalah
bahwa anak-anak menjadi penerus dari kelangsungan
keberadaan Gereja, demikian juga sebagai penerus
bangsa dan negara kita. Maka yang selalu erat
berhubungan dengan hal tersebut adalah adanya
persiapan bagi anak-anak; pembekalan bagi anak-anak
yang menjadi satu fokus dalam perjuangan sehari-hari.
Gereja pun melihat dan memandang sama seperti
masyarakat pada umumnya. Anak-anak adalah aset,
menjadi penerus iman akan Allah sendiri. Maka Gereja
melihat pentingnya mempunyai persiapan kegiatan dan
usaha untuk memperhatikan anak-anak sedini mungkin
sambil tentunya Gereja bekerjasama dengan orang tua.

“Tujuan perkawinan pada hakekatnya ada tiga, yaitu
kesejahteraan dan kebaikan suami-istri sebagai tujuan
pertama; yang kedua adalah mendapat keturunan atau
terbuka pada keturunan; dan yang ketiga adalah
memberikan pendidikan kepada anak-anak yang

8

SAJIAN UTAMA

dipercayakan Tuhan kepada perkawinan itu sendiri. Maka bisa pendidikan iman mereka - dapat
pasangan suami-istri tersebut. dikatakan bahwa orangtua berlangsung dengan baik. Gereja
Maka Gereja melihat bahwa berusaha menepati atau memenuhi mengusahakan beberapa hal yang
orangtua dan Gereja perlu dengan janji perkawinannya lewat – salah terangkum dalam kegiatan-kegiatan
sungguh-sungguh bekerjasama satunya – memberikan pendidikan Gereja demi pendampingan iman
memberikan pendampingan dan dan pendampingan kepada anak- anak, misalnya saja Bina Iman Anak
bimbingan sekaligus mendidik anak yang dipercayakan Tuhan atau Sekolah Minggu juga Bina
anak-anak. kepada mereka supaya anak-anak Iman Remaja. Sekolah minggu
bertumbuh dan berkembang dapat dilihat sebagai sarana untuk
“Kita boleh membagi dengan baik. Caranya tentu bisa memperkenalkan ajaran iman
pendampingan, bimbingan dan bermacam-macam. Dalam Katolik kepada anak-anak sedini
pendidikan anak-anak ke dalam dua kacamata Gereja, pendidikan mungkin, supaya anak-anak dapat
kategori: Pertama, apa yang anak-anak bukan saja dilihat dari mengenal siapa itu Yesus Kristus,
dilakukan di dalam keluarga; dan sisi intelektual, melainkan dari sisi apa peranan Yesus bagi
yang kedua, apa yang dilakukan pribadi secara keseluruhan. kehidupannya. Lewat Sekolah
dan diusahakan di dalam Gereja. Perkembangan emosi, spiritual, Minggu, anak-anak juga perlahan-
Mungkin kedua kategori ini kognitif anak perlu diperhatikan dan lahan diperkenalkan dengan tradisi-
kemudian dapat dicarikan bentuk didampingi secara sungguh- tradisi Katolik. Memang, secara
kerjasamanya. sungguh oleh orangtua agar anak- alamiah anak-anak akan bertumbuh
anak bertumbuh dan berkembang dan berkembang dalam intelektual,
“Dari sisi keluarga, jelas bahwa dengan sebaik mungkin dan emosional dan spiritual, tetapi
salah satu tujuan pernikahan adalah maksimal. Inilah salah satu cara tetap mereka perlu dididik. Jadi
mendapatkan keturunan. Anak- orangtua ikut ambil bagian dan “nature” dan “nurture” berjalan
anak adalah anugerah Tuhan peran dalam Gereja. bersama. Tidak lalu anak dibiarkan
kepada pasangan suami-istri/ berkembang sendiri begitu saja,
keluarga. Mendidik anak-anak “Sedangkan dari sisi Gereja, kami melainkan diberikan juga
adalah kewajiban orangtua dan mau mengusahakan agar pendidikan.”
menjadi salah satu tujuan dari hidup pendidikan anak - terutama

9

Menjadi orangtua untuk anak-anak zaman now
– istilah kekinian dari menyebut zaman
sekarang – memang susah-susah mudah:
susahnya banyak, mudahnya lebih sedikit. Mengapa?
Zaman sekarang bukan lagi seperti zaman dulu saat
kita – para orangtua – masih berusia anak-anak.
Zaman sudah sebegitu majunya, semuanya semakin
menjadi serba mudah dan serbah canggih. Bagaimana
kita sebagai orangtua harus bersikap terhadap anak-
anak kita?

Memang banyak yang harus diperhatikan dan
dipikirkan untuk perkembangan anak-anak kita. Kalau
ingin negara maju, maka yang harus mula-mula
dipersiapkan adalah anak-anak yang nantinya akan
menjadi penerus pimpinan dan pembangunannya.
Begitu juga dengan Gereja. Kalau mau Gereja tetap
hadir dan tetap berpegang pada tradisi dan ajaran para
Bapa Gereja, maka yang perlu dibina, dibimbing, dan
diperhatikan secara lebih sudah tentu adalah anak-
anak, karena anak-anak inilah yang nantinya menjadi
wajah Gereja masa mendatang.

Pembinaan, bimbingan, dan perhatian bagi anak-anak
pertama-tama memang juga menjadi tanggungjawab
Gereja, namun demikian, tanggungjawab yang pertama
dan utama ada pada keluarga anak-anak itu sendiri.
Bagaimana seseorang dipersiapkan menjadi manusia
berbudi dan bertanggungjawab dan yang takut akan
Tuhan, juga dimulai di dalam keluarga. Transfer
kebajikan, budi pekerti dan iman pun terjadi di dalam
keluarga. Orangtua punya tanggungjawab besar
terhadap masa depan anak-anaknya, bahkan boleh
dikatakan bahwa orangtua mempunyai andil yang besal
dalam pembentukan masa depan anak-anaknya. Berat
sekali tanggungjawab sebagai orangtua itu!

Tidak mudah menjadi orangtua. Mungkin sewaktu
kecil, anak-anak mudah diatur, mudah dinasihati,
mudah diajar untuk tidak berbuat ini dan itu atau harus
begini dan tidak boleh begitu. Tetapi menginjak masa
pra-remaja – ABG – dan masuk ke dalam usia remaja,
anak-anak sudah cukup sulit untuk dinasihati, diatur,
atau diajar. Mereka ingin berbuat yang mereka suka.
Sedikit orangtua mulai berbicara, bisa-bisa langsung
timbul dalam diri anak-anak rasa ditekan atau dibatasi

10

SAJIAN UTAMA

oleh orangtua. Maka anak-anak pendendam, egois, mudah depresi pendengarnya saja, tetapi harus
suka berkata bahwa orangtuanya dan stress. Hal-hal tersebut ada kesempatan yang sama untuk
kolot, tidak tahu perkembangan memicu si anak untuk mudah keluar si anak berbicara, bercerita, dan
zaman, jadul. Orangtua lalu dari jalur logika positif dan mencurahkan isi hatinya.
menjadi serba salah: membiarkan kemudian masuk ke dalam jalur Komunikasi yang hangat akan
saja anaknya berbuat semaunya itu mencari kesenangan dan menjadikan orangtua dan anak
salah, mencoba mengarahkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri. sebagai sahabat. Orangtua perlu
anaknya ke jalan yang menurut “Pokoknya, asal aku senang, EGP membawa hal ini dalam doanya
orangtua benar juga salah. dengan yang lain....” Mungkin jalur supaya mereka dapat diberi ilham
Akibatnya, timbul ketegangan. yang dipilih si anak adalah oleh Roh Kudus. Berkumpul
Hubungan orangtua-anak menjadi terjerumus ke dalam narkoba, bersama untuk berkomunikasi juga
kurang harmonis. Kalau sedang keluyuran hingga pagi hari dengan dapat dilakukan lewat doa bersama
bertemu, yang terjadi adalah teman-temannya, suka mengurung keluarga. Lewat komunikasi yang
orangtua inginnya marah-marah diri di kamarnya, asyik bermain hangat, relasi orangtua dan anak
saja, sedangkan si anak inginnya video games atau gadget yang tak dapat menjadi relasi yang akrab,
cepat-cepat cari kesibukan supaya pernah lepas dari tangannya. hangat, saling percaya dan saling
tidak perlu berlama-lama ada Mungkin juga si anak menjadi membangun. Sukar? Rasanya
bersama orangtuanya. Kalau sudah senang membuat keributan di tidak kalau orangtua mau mencoba
begini, apa artinya menjadi sebuah sekolah, merasa diri jagoan memulainya dari sekarang. Ada
keluarga? Mau jadi apa juga sehingga berani melawan siapa saja baiknya para orangtua juga
anak-anak nantinya? yang dirasa mengganggu mengambil waktu berefleksi tentang
kesenangannya. Kalau sudah relasi dengan anak-anaknya. Apa
Santo Paulus dalam suratnya terjadi demikian, bagaimana yang kurang selama ini? Apa yang
kepada orang-orang Kolose orangtua harus mengambil masih harus diperbaiki? Apa yang
mengatakan: “Hai bapa-bapa, langkah? perlu ditingkatkan? Apa yang harus
janganlah sakiti hati anakmu, diubah supaya relasi hangat
supaya jangan tawar hatinya.” Orangtua perlu pertama-tama orangtua-anak terjalin? Mohonlah
(Kolose 3:21) Santo Paulus membangun komunikasi yang Roh Kudus untuk campur tangan,
mengingatkan para orangtua – hangat dengan anak-anaknya. agar memampukan para orangtua
khususnya para bapak, karena para Tetapi di zaman yang semakin untuk dapat dengan rendah hati
bapak adalah kepala keluarga, minim komunikasi verbal dan dan berani merubah diri dan mulai
kepala rumah tangga – untuk tidak semakin marak komunikasi dalam berkomunikasi dengan hangat
dengan mudah menyakiti hati bentuk tulisan ini, bagaimana kepada anak-anaknya. Tidak ada
anak-anaknya karena mereka akan caranya? Usahakanlah untuk yang mustahil jika Roh Kudus – Roh
menjadi tawar hati. Apa maksudnya memulai jalur komunikasi sejak si Kristus sendiri – yang menjadi
menjadi tawar hati? Artinya tidak anak masih kecil. Walau rasanya Penolong kita. Selamat
ada sukacita lagi dalam hatinya. orangtua kekurangan waktu karena berkomunikasi dengan hangat demi
Hati si anak menjadi terluka, ada mungkin saja kedua orangtua harus masa depan anak-anak yang kita
luka batin yang terjadi yang bekerja untuk mencukupi nafkah cintai. (smartis)
nantinya akan membuat hidup si keluarga, tetapi komunikasi dengan
anak menjadi kurang stabil secara anak-anak harus terus diadakan
batiniah. Klaau hati si anak penuh dan dikembangkan. Komunikasi
dengan luka, maka si anak akan juga harus bersifat dua arah. Bukan
bertumbuh menjadi seorang yang hanya orangtua yang berbicara dan
serba masa bodoh, pembenci, si anak hanya menjadi

11

Santo Agustinus dikenal sebagai salah satu
Doktor dan Pujangga Gereja. Ibunya, Santa
Monika, adalah seorang Kristen yang saleh
(yang dikemudian hari ditetapkan sebagai orang
kudus); sementara ayahnya Patrisius, seorang tuan
tanah, kafir, dan baru dibaptis beberapa saat menjelang
kematiannya berkat ketekunan Monika, istrinya, yang
terus mendoakannya. Pengaruh kekafiran Patrisius
sungguh besar pada diri anaknya, Agustinus, sehingga
usaha ibunya untuk menanamkan benih iman Kristen
padanya seolah-olah tidak berdaya. Akibatnya,
Agustinus belum dibaptis, meskipun sudah dewasa.

Kecerdasan Agustinus tampak sejak ia masih kecil.
Karena itu ayahnya mengirim Agustinus untuk
menempuh pendidikan tinggi, menguasai Bahasa Latin,
ilmu filsafat dan ketrampilan berbicara di depan umum.
Nama Agustinus muda mulai terkenal ketika ia
berbicara dan mengajar di depan publik. Agustinus
tercatat pernah mengajar di Tagaste dan Kartago. Ia
kemudian ingin kembali ke Roma karena ia meyakini
ada banyak ilmuwan dan ahli retorika di sana. Maka
berangkatlah Agustinus bersama sahabatnya, Alypus,
ke Italia. Waktu berumur 29 tahun, Agustinus sudah
menjadi mahaguru di Milan.

Ternyata, dalam hatinya Agustinus merasakan
kegelisahan, merasakan ada kekosongan dan
pergumulan dalam jiwanya. Agustinus menganut
paham yang tidak mengenal kehadiran Tuhan, namun
mengutamakan rasionalisme. Semua buku ilmu
pengetahuan yang telah dibacanya tidak mampu
memberikan jawaban mengenai hakekat hidup
sesungguhnya. Dengan mengabaikan kehadiran
Tuhan, Agustinus merasakan ada kekosongan dalam
jiwanya. Sebenarnya sejak awal, Santa Monika, ibunya
menyarankan kepada Agustinus untuk membaca Kitab
Suci karena meyakini dalam Kitab Suci-lah dapat
ditemukan kebijaksanaan dan kebenaran hidup. Namun
Agustinus mengabaikan nasehat tersebut karena
menganggap Kitab Suci tidak menambah
pengetahuannya sedikitpun.

Pada saat usianya mendekati 31 tahun, Agustinus
mengalami perjumpaan dengan Ambrosius, Uskup
Milan saat itu. Dari perjumpaan tersebut, Agustinus

12

SAAT TEDUH

mulai tergerak untuk mulai
mengenal kehadiran Tuhan. Namun
demikian ia masih belum bersedia
dibaptis karena belum siap untuk
mengubah cara hidupnya.

Pada musim panas tahun 386, Santo Agustinus diantar ke sekolah oleh ibunya, Santa Monika.
dalam usianya yang ke-31,
Agustinus mengalami pertobatan, untuk membawa anak dan Dalam Injil, ada beberapa momen
berubah hidupnya dan melakukan suaminya mengenal Tuhan melalui saat Yesus memakai anak kecil
konversi menjadi pemeluk Kristen, Kitab Suci, yang adalah Firman dalam perumpamaanNya. Salah
setelah ia mendengar suara anak Tuhan. satunya adalah ketika Yesus
kecil yang menyuruhnya agar berbicara mengenai ”Siapa yang
"Ambillah ... Bacalah!" (Bahasa Ada hal yang menarik dari terbesar dalam kerajaan Sorga” (Mt
Latin: Tolle, Lege), yang pengalaman rohani St. Agustinus 18 : 1). Yesus bisa saja
ditangkapnya sebagai suara Tuhan tersebut, yaitu suara anak kecil mengumpamakan diriNya yang
yang memintanya untuk membuka yang didengarnya. Mengapa anak sempurna dan tak bernoda sebagai
Kitab Suci dan kemudian membaca kecil? yang terbesar. Tetapi mengapa
Surat Rasul Paulus kepada Jemaat
di Roma pada bagian
"Transformasi Umat Beriman",
Roma 13:13-14, yaitu :
“Marilah kita hidup dengan sopan,
seperti pada siang hari, jangan
dalam pesta pora dalam
kemabukan, jangan hidup dalam
percabulan dan hawa nafsu, jangan
hidup dalam perselisihan dan iri
hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus
Kristus sebagai perlengkapan
senjata terang dan janganlah
merawat tubuhmu untuk
memuaskan keinginannya.”

Pada tanggal 24 April 387 Agustinus
dibaptis oleh Uskup Ambrosius. Ia
memutuskan untuk mengabdikan
diri sepenuhnya untuk Tuhan dan
dengan beberapa temannya hidup
membiara dalam doa dan meditasi.
Setahun kemudian, pada tahun 388,
Santa Monika, ibunya, wafat.
Keteladanan St. Monika sungguh
menjadi model seorang Ibu yang
tidak pernah putus asa berdoa

13

SAAT TEDUH

Yesus justru mengatakan “yang menugaskan kita, orang dewasa, untuk menebus dosa semua
bertobat dan merendahkan diri untuk tidak menyesatkannya dan orang termasuk dosanya. Anak
seperti anak kecil” sebagai yang menjaga iman mereka, “Tetapi harus dibawa untuk
terbesar? Pada kesempatan ini, barangsiapa menyesatkan salah mempercayakan hidup
Penulis menawarkan dua gagasan satu dari anak-anak kecil ini yang sepenuhnya kepada Tuhan dan
atas pertanyaan tersebut : percaya kepadaKu, lebih baik menerima Tuhan Sang Juruselamat
baginya jika sebuah batu kilangan sebagai Tuhan dan Juruselamat
1. Anak kecil mampu percaya diikatkan pada lehernya lalu pribadinya. Hanya dengan
sepenuhnya kepada orang tuanya. ditenggelamkan ke dalam laut.” demikian kehidupan dan masa
Kepercayaan penuh seperti itulah (Mt 18 : 6) Pesan Yesus tersebut depan anak tidak direbut oleh
yang diharapkan Tuhan dari kita, sesungguhnya adalah pesan dunia. Anak adalah Gereja masa
anak-anaknya. Ketika kita beranjak kepada para orang tua untuk kini dan Gereja masa depan. (Jusuf
dewasa, kita seringkali selalu menjaga iman anak- Pontoh, Hamilton, Canada)
mengutamakan rasionalitas dan anaknya.
kemampuan diri kita, dan ketika
diperhadapkan pada masalah Tugas seorang ibu dan ayah yang
dunia yang penuh ketidak pastian, paling mendasar adalah untuk
timbullah kekuatiran. Kekuatiran menunjukkan Tuhan kepada
yang menggunung akan anak-anak. Anak-anak tahu orang
menghalangi mata iman kita untuk tua mereka sebelum mereka
melihat bagaimana Allah mengenal Tuhan. Anak-anak
memelihara kita seperti Dia menyerap dari ayahnya
memelihara burung pipit (Lk 12 : pengalaman akan kekuatan,
24). Iman seperti itulah yang kita kepemimpinan dan perlindungan;
peroleh waktu kita kanak-kanak. mereka menyerap dari ibunya
2. Anak adalah pribadi yang pengalaman akan perawatan,
seringkali direndahkan dan pemeliharaan, kehangatan dan
diabaikan (Matius 18 : 5). Yesus keintiman; serta keadilan dan
mengidentifikasi diriNya seperti cinta dari kedua orang tuanya.
seorang anak yang terabaikan, Semua ini terjadi sebelum anak
ketika Dia taat pada Sang Bapa tahu apa-apa tentang Tuhan. Anak
dan mau menjadi sama dengan akan mampu mengenali Tuhan
manusia untuk menebus dosa melalui kehadiran dan kasih
manusia. Dengan merendahkan sayang orang tuanya. Itulah yang
diri seperti itu “... Allah sangat dilakukan Santa Monika untuk
meninggikan Dia dan Agustinus, anaknya.
mengaruniakan kepadaNya nama
di atas segala nama, supaya dalam Anak haruslah dituntun sedemikian
nama Yesus bertekuk lutut segala rupa sesuai dengan kehendak
yang ada di langit, di atas bumi Tuhan, untuk hidup di dalam
dan di bawah bumi” (Fil 2 : 9-10). rencana Tuhan dan untuk
memuliakan namaNya. Anak harus
Yesus bukan hanya menempatkan dibawa untuk melihat betapa
anak kecil pada posisi sentral Tuhan begitu mengasihi hidupnya,
perumpamaanNya, namun juga sampai rela mati di atas kayu salib

14

Kali ini saya akan berbagi cerita saat mengikuti
pembekalan Hari Lingkungan yang dibawakan
oleh Romo Antonius Andri Atmaka, OMI dengan
tema “Mengapa Berdoa Novena Tiga Salam Maria?”

Awalnya saya menggantikan Ketua Lingkungan saya
yang baik hati, Bapak Dedy Atmaja, yang berhalangan
hadir. Namun saya justru bersyukur karena bisa
mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih
baik lagi dalam perjalanan hidup iman Katolik saya.
Kemudian cerita tersebut saya bagikan saat pertemuan
Hari Lingkungan di Lingkungan dan menjadi bahan
diskusi yang menarik. Teman saya, Michael Burhan,
mengusulkan agar cerita tersebut ditulis dan dikirim ke
Majalah Imakulata. Demikianlah mengapa saya
menuliskan kisah ini.

Hampir setiap umat Katolik sudah tahu atau bahkan
sudah pernah melakukan Doa Novena Tiga Salam
Maria. Tapi, tahukah kita arti dari Novena? Kalau
jawabannya tidak tahu, berarti sama dengan saya yang
awalnya juga tidak tahu artinya. Doa Novena berasal
dari kata “Novem” yang berarti 9 x, doa yang dilakukan
9 x dalam satu periode. Ketidaktahuan ini terjadi
karena kita hanya mengikuti tradisi Gereja Katolik tanpa
tahu sebabnya, padahal demikian besar pengaruh
tradisi doa tersebut dalam perkembangan hidup iman
umat Katolik di seluruh dunia.

Mengapa disebut tradisi? Karena dahulunya terbentuk
dari kebiasaan atau tradisi orang-orang Katolik dalam
berdoa, khususnya di Eropa yang sering berdoa kepada
Bunda Maria. Kebiasaan tersebut kemudian diakui
sebagai tradisi dalam Gereja Katolik.

Dalam perkembangannya, Doa Novena dibuat dalam
beberapa versi, antara lain: Doa Novena Kanak-Kanak
Yesus, Doa Novena kepada Hati Kudus Yesus, Doa
Novena Santo Yudas Tadeus, dan masih ada lagi yang
lainnya. Hal tersebut disebabkan begitu besar peran
dan kedudukan Bunda Maria dalam Gereja Katolik.
Bunda Maria sebagai orang kudus yang sangat spesial
karena kedudukannya sebagai Ibu Yesus.

Dasar Doa Tiga Salam Maria diambil dari bacaan Kitab
Suci “Perkawinan di Kana” (Yoh 2:1-11) :

15

KESAKSIAN IMAN

(2:1) Pada hari ketiga ada menghidangkan anggur yang baik Seringkali kita lupa fokus kita saat
perkawinan di Kana yang di Galilea, dahulu dan sesudah orang puas berdoa Novena Tiga Salam maria,
dan ibu Yesus ada di situ; (2:2) minum, barulah yang kurang baik; yaitu hanya kepada Bunda Maria,
Yesus dan murid-muridNya akan tetapi engkau menyimpan pahadal seharusnya fokus kita
diundang juga ke perkawinan itu. anggur yang baik sampai adalah kepada Allah, Yesus, Roh
(2:3) Ketika mereka kekrangan sekarang.” (2:11) Hal itu dibuat Kudus. Selain berdoa, kita juga
anggur, ibu Yesus berkata Yesus di Kana yang di Galilea, harus mengikuti perintah Yesus
kepadaNya: “Mereka kehabisan sebagai yang pertama dari tanda- dalam menjalani hidup keseharian
anggur.” (2:4) Kata Yesus tandaNya dan dengan itu Ia telah kita, perintah yang utama adalah
kepadanya: “Mau apakah engkau menyatakan kemuliaanNya, dan Kasih. Artinya, kasih merupakan
daripadaKu, ibu? SaatKu belum murid-muridNya percaya nafas atau landasan dalam segala
tiba.” (2:5) Tetapi ibu Yesus berkata kepadaNya. tindakan, pikiran, perkataan,
kepada pelayan-pelayan: “Apa yang Bacaan tersebut menjelaskan permenungan dalam menjalani
dikatakan kepadamu, buatlah itu!” bahwa peristiwa perkawinan kehidupan ini.
(2:6) Di situ ada enam tempayan merupakan peristiwa yang sangat
yang disediakan untuk pembasuhan penting, peran Bunda Maria dalam Hal berikutnya adalah seringkali kita
menurut adat orang Yahudi, mukjijat pertama yang dilakukan lupa esensi dalam berdoa, kita
masing-masing isinya dua tiga Yesus adalah meminta tolong disibukkan dengan hal-hal yang
buyung. (2:7) Yesus berkata kepada Yesus dengan keyakinan bukan inti. Sesungguhnya, inti
kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah pasti Yesus bisa menolong. berdoa adalah komunikasi dengan
tempayan-tempayan itu penuh Tindakan Bunda Maria itu untuk Allah, dalam berkomunikasi yang
dengan air.” Dan merekapun menjembatani keinginan dan baik maka hati dan pikiran kita
mengisinya sampai penuh. (2:8) kebutuhan pemimpin dan keluarga ahrus tenang dan damai terlebih
Lalu kata Yesus kepada mereka: yang berpesta. Setelah pesan itu dahulu.;
“Sekarang cedoklah dan bawalah disampaikan kepada Yesus, Bunda
kepada pemimpin pesta.” Lalu Maria seolah-olah tidak ikut campur Demikian juga dalam berdoa
merekapun membawanya. (2:9) tangan lagi, selanjutnya merupakan Novena Tiga Salam Maria, seringkali
Setelah pemimpin pesta itu wewenang dan kuasa Yesus. kita terlalu “text book” mengikuti
mengecap air, yang telah menajdi Bunda Maria memerintahkan para kalimat-kalimat yang ada dalam
anggur itu – dan ia tidak tahu dari pelayan untuk mengikuti perintah kertas doa. Padahal sesungguhnya
mana datangnya, tetapi pelayan- Yesus. Kekuasaan membuat kita boleh memanjatkan
pelayan, yang mencedok air itu, mukjijat tetap di tangan Yesus. permohonan kepada Allah dengan
mengetahuinya – ia memanggil Artinya, Yesus memiliki kekuasaan merangkai kata-kata sendiri yang
mempelai laki-laki, (2:10) dan absolut. lebih bisa mewakili perasaan yang
berkata kepadanya: “Setiap orang mau diungkapkan kepada Allah,

16

KESAKSIAN IMAN

kemudian ditutup dengan memanjatkan doa Salam
Maria 3x.

Doa Novena Salam Maria tersebut dilakukan selama
9x berturut-turut dalam satu periode. Mengenai
waktunya juga boleh ditentukan sendiri, bisa dilakukan
di waktu yang sama atau waktu yang berbeda-beda
selama periode doa. Demikian juga saat menjalani
periode doa dalam hal pantang, berpuasa atau mau
menjalankan suatu niatan tertentu saat doanya
dikabulkan, hal-hal tersebut boleh dilakukan, boleh
juga tidak dilakukan. Intinya adalah menunjukkan
kesungguhan kita dalam berdoa. Doa harus
sederhana dan lahir dari hati yang damai dan bersih.

Demikianlah sharing saya, semoga bisa bermanfaat
bagi yang membacanya dan semoga para pembaca
mau juga meneruskannya kepada teman-teman yang
lain. Terima kasih saya kepada Romo Antonius Andri
Atmaka, Omi, Bapak Dedy Atmaja, dan Michael
Burhan. Salam damai sejahtera.
([email protected])

17

Dalam Kitab Perjanjian Baru, kedua Romo. Romo Andri dan khotbah tapi tidak bisa menjalani
Tuhan Yesus melibatkan Romo Rudi pun terlihat dengan (yang dikhotbahkan itu) sendiri,”
para muridNya untuk santai mengikuti sepanjang acara ungkap Romo Andri. Beliau pun
menyalurkan rahmat Allah. Hal ini yang penuh dengan selipan gelak terkadang mengalami dilema
diteruskan juga pada masa tawa ini. sebagai manusia dalam segala
sekarang ini dalam peran imamat. Romo Andri menyatakan bahwa kelemahan dan keterbatasannya.
Melalui Sakramen Imamat atau Beliau pernah merasa lelah untuk Romo Rudi menyatakan bahwa
Tahbisan, para imam diangkat untuk merayakan Misa Kudus. “Ada pengalaman yang tidak enak
menggembalakan Gereja dengan pepatah Jawa: gajah diblangkoni, sebagai seorang imam adalah
Sabda dan Rahmat Allah. iso khotbah ora iso ngelakoni – bisa merasa terganggu dengan adanya
Sakramen Imamat menandakan
hidup baru yang harus diemban
oleh para imam. Oleh karena itu,
umat Gereja Santa Maria Imakulata
merayakan hari ulangtahun tahbisan
imamat dari Romo Antonius Andri
Atmaka, OMI dan Romo F.X. Rudi
Rahkito Jati, OMI dengan
mengadakan Misa Syukur. Acara ini
diselenggarakan pada Rabu, 12 Juli
2017 dengan dihadiri oleh sekitar
s150 umat.
Setelah Perayaan Ekaristi selesai,
Romo Andri yang ditahbiskan pada
12 Juli 1995 dan Romo Rudi yang
ditahbiskan pad 4 Juli 1997 duduk
manis berdampingan di sofa yang
telah disiapkan di atas panggung
Aula Kasih. Acara ramah-tamah
pun dimulai dengan “talk show”
untuk mengenal kedua Romo ini.
Pemandu acara, Kevin, duduk di
sofa yang berseberangan dengan

18

KEGIATAN PAROKI

orang yang menggosipkan dan bahwa foto tersebut harud minyak suci, saya kasih,” gurau
menistanya. ditanggapi dengan memberikan Romo Rudi.
Tidak lama kemudian, di layar penjelasan yang sesungguhnya. Umat Paroki Kalideres patut
monitor muncul foto Romo Andri “Jangan bicara terlalu serius.” bersyukur dengan adanya para
saat Beliau masih muda. Romo pun Tiba-tiba terdengar suara Romo imam seperti Romo Andri dan
menjelaskan bahwa foto itu adalah Basir yang ikut hadir dalam acara Romo Rudi yang dengan setia
foto saat Beliau masih SMA, di tersebut. Semua orang dalam melaksanakan tugas karya
seminari. Sebelumnya, Beliau ruangan pun tertawa. panggilan yang kudus ini. Yesus
belum berpikir untuk masuk Saat Kevin menanyakan tentang Kristus, Sang Imam Agung, yang
seminari. Namun ketika ada pelayanan yang berat, Romo Andri telah memilih para imam untuk
pengumuman pendaftaran seminari dengan bercanda mengatakan melanjutkan karya
sewaktu Beliau ikut Misa Kudus, bahwa tidak ada pelayanan yang penyelamatanNya di dunia. Melalui
maka Beliau pun langsung meminta berat, tapi kalau baru bangun tidur para imam, kita dapat terus melihat
formulir daftar masuk seminari ke diajak ke rumah sakit, itu baru dan mengalami rahmat Allah yang
Romo Parokinya. berat. “Saya ingin menganjurkan selalu tersedia di dalam Gereja
Selain itu, ada pula foto Romo Rudi kepada Bapak, Ibu, Suster, tolong Katolik serta merasakan
bersama dengan 3 orang kalau mau minta perminyakan suci, kehadiranNya di dalam Perayaan
perempuan. Romo Rupi pun jangan dulu menunggu sampai Ekaristi yang dipimpin oleh seorang
diminta untuk menanggapi perihal keadaan koma, kalau mulai sakit, Romo. (Yulia)
foto tersebut. Beliau menyatakan misalnya, masuk angin lalu minta

Persekutuan Doa Pembaruan Ulang Tahunnya yang kedua pada tidak bisa membantu orang lain
Karismatik Katolik Santa malam itu. yang sedang dalam kesusahan,
Maria Imakulata (PDPKK Perayaan Ekaristi dipimpin oleh mereka “hanya bisa” memberikan
SMI) memang secara rutin Romo Alya Denny Haloho, OMI doa. Padahal, doa merupakan
mengadakan kegiatan setiap hari yang juga merupakan Romo salah satu bentuk persembahan,
Senin, pukul 19.00 di Aula Kasih, Pendamping PDPKK SMI. Acara sebuah wujud syukur yang dapat
Gereja Sta. Maria Imakulata. dihadiri oleh Tim PDPKK SMI, umat, dibagikan kepada saudara-saudara
Namun ada yang berbeda dengan serta para undangan dari BPK kita.
kegiatan PDPKK SMI yang Shekinah dan PDPKK lainnya yang “Melalui pembaharuan janji
diselenggarakan pada Senin, 07 ada di Dekenat Barat 2. pelayanan yang akan dilakukan oleh
Agustus 2017. Komunitas yang Dalam Homilinya, Romo Denny seluruh tim, kita mau disadarkan
resmi terbentuk pada 03 Agustus mengatakan bahwa masih banyak bahwa dengan kehadiran kita
2015 ini, mengadakan Misa Syukur orang yang merasa bahwa mereka berarti kita sudah membawa Yesus

19

KEGIATAN PAROKI

kepada sesama. Hal ini berarti kita Romo Pendamping PDPKK SMI, “Bersekutu bersama, memuji dan
juga membawa keselamatan dan Pak Stefanus Chik Tjhai selaku sembahMu. Britakan kabar
sukacita untuk saudara-suadara Dewan Pendamping PDPKK SMI, sukacita. Jadikan ku pelitaMu,
kita lainnya. Maka, apabila Pak Hary Kurniawan dan Pak Tuhan, sampai kutrima mahkota
kesadaran ini sungguh-sungguh Leonardy selaku Penasihat PDPKK hidupku.” Sepenggal baik dari lagu
tumbuh di dalam diri kita, kita pun SMI serta Pak Pius Lie Sie Nam “Pelita Tuhan” yang dinyanyikan
telah ikut ambil bagian dalam karya selaku Koordinator PDPKK SMI oleh segenap Tim PDPKK SMI,
keselamatan Yesus,” demikian bersama-sama meniup lilin sekaligus menjadi doa di dalam hati
Romo Denny. ulangtahun. setiap orang yang hadir dalam
Romo Denny juga mengingatkan Acara terus berlanjut dengan acara ini. Harapannya tentulah agar
bahwa karya pelayanan dan pembagian hadiah door prize PDPKK SMI dapat menjadi tempat
komunitas bukan sebagai ajang dengan permainan kecil yang bagi banyak orang untuk lebih
untuk unjuk kehebatan diri. Jumlah membuat suasana semakin ceria. dekat lagi dengan Tuhan serta
umat yang hadir bukan sebagai Terlihat keakraban dalam ramah dapat menjadi sarana bagi setiap
tolok ukur kesuksesan dan tanda tamah yang berlangsung. Umat individu untuk berakar, bertumbuh,
diri bahwa suatu kegiatan telah dan Tim PDPKK SMI berbaur dan dan berbuah manis. (Yulia)
berjalan dengan baik. Komunitas berbincang-bincang sambil
perlu mau berjuang dan menikmati makanan dan minuman
bekerjasama sebagai bentuk yang telah disediakan.
kesadaran menjadi rekan kerja
Yesus yang membawa keselamatan
dan menumbuhkan rasa
persaudaraan satu sama lainnya
untuk membawa dunia menjadi
hidup dan berwarna serta penuh
sukacita.
Setelah Homili, Tim PDPKK SMI
yang hadir, yang jumlahnya sekitar
60 orang, maju untuk
memperbaharui janji pelayanannya
sambil memegang liiln yang
bernyala. Pak Pius Lie Sie Nam
selaku Koordinator PDPKK SMI
membawa Salib dan berdiri di baris
tengah dari timnya itu.
Tim dengan serentak menyanyikan
lagu “Pelita Tuhan” yang merupakan
lagu mars PDPKK SMI setelah
pembaruan janji pelayanan. Seluruh
Tim pun menerima recikan air suci
dari Romo Denny untuk
membangkitkan kembali semangat
sukacita dalam melayani Tuhan dan
sesama.
Seusai Misa, Romo Denny selaku

20

Sebagai bangsa Indonesia, INDONESIA KERJA BERSAMA. bersama, untuk kebahagiaan
tanggal 17 Agustus adalah Semoga slogan ini menjadi sebuah bersama, terlebih bagi mereka yang
hari yang wajib kita peringati dorongan bagi kita semua untuk sangat merasa kurang diperhatikan,
sebagai hari lahirnya Negara kerja bersama, bukan kerja sendiri- kita bersama-sama memperhatikan
Kesatuan Republik Indonesia. sendiri, bukan saling tidak peduli mereka supaya terwujudlah
Paroki Kalideres yang kebetulan tetapi kita diajak untuk kerja Indonesia yang merdeka.” Pidato
hari ulang tahunnya berdekatan bersama baik di tingkat paling ditutup Romo Andri dengan pekik
dengan HUT RI, mengadakan bawah, yaitu RT, RW, dan “Merdeka” yang dibalas dengan
upacara bendera dan Misa Kudus seterusnya. Di Gereja kita yang antusias oleh para peserta upacara.
HUT Proklamasi Indonesia ke-72. baru berusia 2 tahun pun kita ingin Beberapa lagu perjuangan menutup
mengembangkan dan rangkaian Upacara Bendera.
Upacara Bendera yang meningkatkan kerja bersama.
dipersiapkan oleh Seksi Dengan demikian, banyak program, Seusai Upacara Bendera, pada pkl.
Kepemudaan dihadiri oleh 200 banyak kegiatan dapat sungguh- 09.30 dilaksanakan Perayaan
orang yang mewakili Seksi-Seksi sungguh kita wujudkan untuk Ekaristi memperingati HUT
yang ada di Paroki Kalideres. kebaikan bersama, untuk kemajuan Kemerdekaan RI. Homili Romo
Dalam pidatonya, Romo Antonius
Andri Atmaka, OMI selaku Inspektur
Upacara mengatakan: “Kita selalu
bergembira karena ulang tahun
kemerdekaan bangsa Indonesia
berdekatan dengan ulang tahun
Paroki kita, sehingga dapat selalu
menjadi rangkaian perayaan kita
bersama. Saya terkesan dengan
slogan atau motto yang dibuat oleh
Pemerintah untuk ulang tahun
kemerdekaan ke-72 ini –

21

KEGIATAN PAROKI

Andri adalah tentang tiga bahaya merupakan salah satu buah pribadi yang punya kejujuran,
yang bisa mengancam terlarang pada zaman ini. Dalam integritas, tidak mencari mukda,
kelangsungan suatu negara dan ajaranNya, Yesus memberikan tidak takut kepada siapa pun.
bangsa, yaitu korupsi, radikalisme, perumpamaan tentang gandum dan Maka kita akan tumbuh
dan narkoba. Romo menghimbau ilalang yang tumbuh bersama, yang berkembang sebagai pribadi-
agar sebagai bangsa kita harus bisa pada saatnya nanti akan pribadi yang berorientasi, yang bisa
mengantisipasi bahaya narkoba, dikumpulkan masing-masing ilalang diandalkan, dan yang membawa
karena kita merupakan bangsa yang dengan ilalang, dan gandum bakat kemampuan yang diberikan
besar maka menjadi pangsa yang dengan gandum. Dengan kata lain, Tuhan untuk kebaikan banyak
luar biasa bagi narkoba. Hal ini sebelum saat itu tiba, korupsi tidak orang. Di akhir homilinya, romo
menjadi tantangan yang cukup akan bisa dihancurkan, radikalisme Andri mengajak kita semua untuk
berat bagi Paroki kita karena hampir pun akan tumbuh, penjual narkoba ikut berkontribusi bagi negara kita,
40% umat Paroki Kalideres adalah akan tetap menjual narkoba sampai Indonesia, sekecil apa pun yang
anak muda. Ancaman narkoba itu kita mati. Karena kita adalah bisa kita lakukan.
sangat nyata dan sungguh-sungguh murid-murid Yesus, maka kita
perlu kita antisipasi. Narkoba dipanggil untuk menjadi pribadi-

22

Seksi Pelayanan Kesehatan Ciputra untuk membantu para berlangsung, bukan sebagai
dan Lansia Santa Maria lansia yang memerlukan pengobatan orang sakit. Oleh
Imakulata mengadakan penanganan lebih lanjut. Dalam karena itu, Pelkes SMI sedari dulu
“Seminar Pencegahan dan Seminar ini, diadakan pula kegaitan berkolaborasi dengan Pelkes
Penanganan Kencing Manis dan cek gula darah sewaktu (tanpa Trinitas yang mengadakan
Katarak Agar Hidup Lebih puasa) dan cek ketajaman pelayanan pengobatan setiap
Berkualiatas” pada Sabtu, 19 penglihatan. Jumat dan Sabtu di Gereja Trinitas.
Agustus 2017, di Aula Kasih, Gereja “Para peserta Seminar tidak hanya “Seminar ini merupakan bagian
Sta. Maria Imakulata. Majalah umat Paroki Kalideres saja, tetapi kedua dari rangkaian seminar yang
Imakulata berkesempatan menemui ada juga peserta dari Paroki diadakan oleh Seksi Pelkes dan
dan berbincang-bincang dengan dr. Cengkareng. Pelkes SMI dan Lansia SMI. Pada bagian pertama
Veronika Wiwing dari Seksi Pelkes Trinitas masih dalam satu yang diadakan pada 03 Juni 2017
Pelayanan Kesehatan dan Lansia wadah untuk melayani umat di lalu dilakukan pendataan fisik para
SMI tentang Seminar yang Kalideres dan Cengkareng. Pelkes peserta. Peserta diukur tinggi,
diselenggarakan tersebut. SMI dibentuk sebagai Pertolongan berat badan dan lingkar tubuhnya,
“Seminar ini diikuti oleh 135 peserta Pertama Pada Kecelakaan (P3K) apakah sudah sesuai dengan BMR
dan 35 orang Panitia dengan untuk umat SMI selama Misa Kudus (basal metabolism rate). Hal ini
kisaran umur 40-80 tahun. Tujuan
Seminar ini adalah memberikan
pengetahuan agar kita semakin
tahu, bisa mencegah dan
menangani penyakit yang sering
diderita oleh para lansia. Seminar
diselenggerakan mulai pkl. 07.30-
13.00 dengan dr. V. Hadi Syarif, MM
selaku Moderatornya. 2 Pembicara
Ahli diundang menjadi narasumber
Seminar ini, mereka adalah dr. Yuni
Astuti, MARS dari Klinik Mata
Nusantara (KMN) serta dr. Ridwan
Angkasa dari RS Ciputra.
“Pelkes SMI mengadakan program
kerjasama dengan KMN dan RS

23

KEGIATAN PAROKI

berguna untuk mengetahui kategori kolesterol, trigliserida, dan lainnya. kesehatan untuk lansia ini, umat
persentil lansia tersebut. Seminar bagian terakhir yang yang sudah berusia lanjut dapat
“Pada bagian ketiga nanti, akan merupakan kerjasama Seksi Pelkes menjalani hidup yang lebih
diadakan cek laboratorium untuk dan Lansia SMI akan diadakan berkualitas di masa tuanya.” (Yulia)
mengetahui kondisi metabolik lebih pada bulan November 2017.
menyeluruh seperti gula darah, Semoga dengan adanya seminar

Dalam rangka menyambut Legio Ekaristi St. Imelda. kembali lagi kekantor pemasaran
hari ulang tahun citra 8 sebagai garis akhir.
kemerdekaan Republik Awalnya, kegiatan ini dirancang Berkat kerjasama dengan
Indonesia yang ke -72 dan hari khusus untuk anak-anak OMK saja. manajemen perumahan Citra 8,
ulang tahun Paroki Kalideres yang Namun,seiring dengan berjalannya sepanjang jalur lari telah ditutup
ke-2 , Orang Muda Katolik Santa waktu dalam proses perencanaan, untuk kendaraan bermotor. Panitia
Maria Imakulata (OMK SMI) akhirnya kegiatan ini dibuat untuk yang berjumlah sekitar 30 orang,
bekerjasama dengan manajemen umum tapi terbatas untuk kalangan telah siap untuk berjaga-jaga di titik
perumahan Citra 8 mengadakan sendiri. Ada pula beberapa peserta tertentu. Ada beberapa games yang
acara SMI RUN. yang berasal dari luar Paroki harus dilalui dalam jalur lari ini
Kalideres. Dari 285 orang yang ikut seperti halang rintang, zig zag dan
Acara dengan tema 17AN 08 OMK acara ini, kurang lebih dua puluh melewati ban. Ternyata para
4.5 KM Kini memiliki makna acara persennya merupakan peserta peserta berhasi l menyelesaikan lari
fun run untuk merayakan 17an yang umum yang berasal dari luar OMK. sampai kegaris akhir dalam kurun
diikuti oleh 8 OMK dengan jarak Acara ini dimulai pukul 04.30 waktu rata-rata 45 sampai 60
tempuh sepanjang 4,5 km. dimana semua peserta berkumpul menit.
Kegiatan fun run yang baru pertama di depan kantor pemasaran
kali diadakan di Paroki Kalideres ini, perumahan Citra 8. Pada pukul Salah seorang peserta paling muda
merupakan partisipasi dari tujuh 05.30, peserta mempersiapkan diri adalah anak laki-laki bernama
OMK lingkungan yaitu St. dengan pemanasan dan berjalan Gilbert dari lingkungan St. Yohanes
Valentinus, St. Edesius, St. Petrus menuju kebundaran angka delapan. yang baru berusia 10 tahun. Gilbert
Paulus, Sta. Katarina, Aloyzius Setelah berfoto bersama, sekitar sangat bersemangat dalam SMI
Gonzaya, St. Don Bosco dan Sta. pukul 06 pagi, acara berlari pun RUN ini, dan menyelesaikan jarak
Gemma. Sedangkan partisipasi dimulai. Jalur lari dimulai dari 4,5 kilometer dengan cepat. Gilbert
OMK dari seksi kategorial adalah bundaran angka delapan sampai ikut acara ini bersama kakak
dari Putra Altar St. Tarsisius dan keperbatasan dengan Citra 5, lalu laki-laki dan ibunya sebagai peserta

24

KEGIATAN PAROKI

umum. Richard, salah seorang jalurnya terlalu pendek, berikutnya Mario Sebastian, ketua acara SMI
panitia yang berasal dari OMK bisa diperpanjang menjadi 10 km. RUN, merasa bahwa dengan
Lingkungan Aloysius Gonzaga, Selain itu, menurutnya jumlah kegiatan besar seperti ini,dapat
merasa bersyukur karena banyak panitia masih kurang banyak menjadi ajang untuk
teman-teman OMK yang bias ikut sehingga ada beberapa titik tertentu membangkitkan kembali semangat
acara ini. yang kurang penjagaannya. anak-anak OMK. Menurutnya,
Sedangkan, Ajeng berharap untuk orang muda Katolik merupakan
Ajeng (28 tahun) dan Lazarus (16 acara fun run kedepannya akan cikal bakal Gereja Katolik. Mario
tahun), peserta yang berasal dari lebih banyak lagi pesertanya. berpesan agar anak-anak muda
wilayah 13 lingkungan Romo Namun, keduanya tampak dapat tetap aktif, eksis dan berbaur
Sanjoyo, mengungkapkan bahwa bersemangat dan berniat untuk ikut di OMK. Jadi, anak muda kelak
kegiatan lari ini seru dan bagus. acara fun run lagi apabila waktu dan dapat ikut ambil bagian dari masa
Lazarus berpendapat bahwa acara situasinya sesuai. depan Gereja Katolik yang bersifat
ini berlangsung meriah, namun universal. (Yulia)

25

Dalam rangka merayakan hari minggunya untuk menjaga membangun keluarga-keluarga
jadi Paroki Kalideres yang pertumbuhan Paroki.t Kristiani yang setia mengikuti Yesus
kedua, Gereja Santa Maria Romo Andri mengawali homilinya dengan cara hidup yang semakin
Imakulata mengadakan Misa Syukur dengan menterjemahkan kata beriman, tulus, bersaudara, berbela
pada 20 Agustus 2017. Misa “Paroki” yang berasal dari Bahasa rasa terutama kepada sesama yang
Konselebrasi dengan Konselebran yunani “Parokein” yang berarti menderita dan peludi pada
Utama Romo Antonius Andri rumah berderet-deret. Dari rumah keutuhan ciptaan, Romo Andri
Atmaka, OMI selaku Romo Kepala yang berderet-deret itu terbentuklah mengajak seluruh umat untuk
Paroki, dengan para Selebran Romo komunitas orang-orang beriman. memberi perhatian dan fokus
Alya Denny Haloho, OMI, Romo Komunitas yang paling kecil adalah kepada kaum muda yang masih
Rekan di Paroki Kalideres, dan keluarga. Paroki Kalideres yang belum berbuat benar dan penuh
Romo F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI, memiliki 12.052 umat yang terdiri pertanyaan tentang masa depan.
Romo Kepala Paroki Trinitas, dari lebih kurang 3.000 keluarga Kaum muda memerlukan perhatian
Cengkareng, menampilkan warna Katolik. Berdasarkan data yang dan pendampingan dari orangtua.
liturgi hijau sebagai perlambang ada, sekitar 4.982 umat belum Keluarga menjadi prioritas dan
pertumbuhan dan kesuburan. menikah. sungguh-sungguh menjadi pusat
Romo Andri menyatakan bahwa Sesuai visi Paroki untuk perhatian. Setiap keluarga patutnya
dalam suasana hijau, Paroki
Kalideres bertumbuh dan
berkembang menjadi banyak.
Tanda-tanda kesuburan terlihat
dalam kehidupan Paroki dengan
banyak umat yang terlibat sebagai
Pengurus Lingkungan dan Wilayah,
Dewan Stasi Paroki, Seksi dan
Sub-Seksinya, Kelompok
Kategorial, dan Dewan Paroki
Harian yang selalu rapat setiap

26

KEGIATAN PAROKI

menyediakan waktu yang cukup
bagi anak-anak dan menjadi teman
bagi mereka agar anak-anak
merasa nyaman dalam rumah. Para
ibu dapat menjadi partner bagi anak
perempuannya dan para bapak
dapat menjadi model bagi anak
laki-lakinya. Hal ini dapat
mencegah anak-anak tersesat ke
tempat yang tidak benar. Kartu Doa
dan kartu Membaca Kitab Suci
Keluarga yang sudah dibagikan
kepada umat dapat digunakan
sebagai sarana untuk membangun
iman dalam keluarga.
Dalam kesempatan ini, Romo Andri
juga mengungkapkan rasa terima
kasih atas keterlibatan dan
sumbang saran kepada Romo Alya
Denny Haloho, OMI sebagai Pastor
Rekan yang tinggal serumah serta
Romo F.X. Rudi Rahkito Jati, OMI,
Romo Kepala Paroki Trinitas,
Cengkareng yang merupakan induk
Gereja Santa Maria Imakulata, yang
senantiasa melayani bersama.
(Yulia)

27

Pada tanggal 26 Agustus umat mengikuti Lomba, maka Pemberian hadiah bagi para
2017, Gereja Santa Maria Paroki menyediakan berbagai pemenang lomba oleh Romo
Imakulata mengadakan hadiah menarik seperti 1 buah Kitab Antonius Andri Atmaka, OMI selaku
Lomba Family Bible yang Suci per keluarga yang mengikuti Romo Kepala Paroki dilaksanakan
merupakan program dari Komisi lomba; Uang tunai bagi para pada hari Minggu, 27 Agustus 2017
Kerasulan Kitab Suci Keuskupan pemenang lomba; piala bagi seluruh dalam Misa Kudus pkl. 10.00.
Agung Jakarta (KAJ). Seksi pemenang.
Kerasulan Kitab Suci (KKS) Untuk Pemenang I yaitu Keluarga
merupakan Panitia Lomba dengan Setiap peserta lomba diberikan Anthon kemudian lanjut mengikuti
dibantu oleh Seksi dan Kelompok panduan atau kisi-kisi soal yang lomba di tingkat Dekenat Jakarta
Kategorial lainnya. dikeluarkan oleh KAJ, yang Barat 2, mewakili Gereja Santa
kemudian dikembangkan lagi oleh Maria Imakulata (SMI), Paroki
Peserta yang mengikuti lomba ini Panitia Lomba. Pemenang Lomba Kalideres. Dari hasil lomba di
terdiri dari 16 kelompok atau Family Bible dari tingkat Paroki tingkat Dekenat tersebut, Gereja
keluarga yang memenuhi syarat dan adalah : Pemenang I diraih oleh SMI berhasil maju ke grand final
kriteria Lomba: Keluarga Anthon dari Lingkungan dan mendapat tiket untuk mengikuti
1. Minimal 2 orang untuk yang Filipus, Wilayah 2; Pemenang II lomba di KAJ. Di tingkat KAJ,
orang tua tunggal (single parent) diraih oleh Keluarga Julianto Gereja Santa Maria Imakulata
2. Maksimum 3 orang bagi keluarga Samhadi dari Lingkungan Christina, mendapat peringkat ke-5 dari 6
yang lengkap atau utuh Wilayah 21; Pemenang III diraih oleh peringkat yang ada. (EH/
Keluarga Yulita Mutiara dari Berdasarkan hasil wawancara
Pemenang pertama dari tingkat Lingkungan Marcellus, Wilayah 11. dengan Bapak Y.A. Ali Sugiyanto,
Paroki akan lanjut mengikuti lomba Ketua Seksi Kerasulan Kitab Suci)
yang sama untuk tingkat Dekenat.
3 pemenang dari tingkat Dekenat
akan lanjut lagi mengikuti lomba di
tingkat Keuskupan Agung Jakarta.

Romo Paroki amat sangat
memberikan dukungan atas
kesuksesan dan kelancaran Lomba
Family Bible ini. Untuk
menyemangati dan menarik minat

28

Komunitas Meditasi Kitab Suci
(KMKS) Paroki Kalideres,
pada hari Sabtu dan Minggu
tanggal 26 dan 27 Agustus 2017
bekerjasama dengan Komunitas
Meditasi Kitab Suci se Keuskupan
Agung Jakarta (KMKS KAJ),
menyelenggarakan Week end
Spiritual dengan tema “Pemulihan
Relasi Keluarga, Penyembuhan
Luka Batin dan Pelepasan Kuasa
Gelap.” di Hotel Puri Avia Puncak
Bogor. Dengan pembicara RD.
Frans Doy (Romo Pembina KMKS
KAJ) dan Bapak Saut Sitompul,
M.Si, TTSTBS (Ethos Master dan
Motivator Nasional).

Acara ini terbentuk dari gabungan Paroki Rawamangun Keluarga Rasul, Paroki Kampung Sawah St.
beberapa paroki yang ada di Kudus, Paroki Tebet St. Fransiskus Servatius, Paroki Lubang Buaya
Jakarta, Tangerang dan Bekasi, Asisi, Paroki Grogol St. Kristoforus, Kalvari, Paroki Serpong St. Monika,
antara lain Paroki Pademangan St. Paroki Bojong Indah St. Thomas Paroki Harapan Indah St. Albertus
Alfonsus Rodriques, Paroki Kelapa
Gading St. Yakobus, Paroki
Cempaka Putih St. Paskalis, Paroki
Kramat Hati Kudus, Paroki
Cijantung St. Aloysius Gonzaga,
Paroki Pulo Gebang St. Gabriel,

29

KEGIATAN PAROKI team konseler dari KMKS KAJ Pelepasan Kuasa Gelap dibawakan
Agung, Paroki Cawang St. Antonius 7. Keharmonisan rumah tangga oleh RD. Frans Doy dan Romo
dan Unit Perumahan Permata dibawakan oleh Bapak Saut Leonardus Ari Wardana SCJ.
Buana. Sitompul
8. Pelatihan self healing dibawakan Animo peserta melampaui kapasitas
Adapun materi yang oleh RD. Frans Doy hotel sehingga panitia terpaksa
dipresentasikan pada hari pertama : 9. Dalam presentasi juga adatanya membatasi peserta. Adapun umat
1. Puji-pujian dibawakan oleh Team jawab yang hadir mencapai tigaratus
KMKS Pademangan peserta. Selain peserta dari Jakarta,
2. Apa itu lukabatin? Yang Di hari kedua, acara dilanjutkan Bogor, Bekasi dan Tangerang, juga
dibawakan oleh Ibu Melani dengan : ada peserta yang dating dari
3. Cara mendoakan orang yang 1. Senam Doa dibawakan oleh Bandung, Semarang, Surabaya dan
lukabatin yang dibawakan oleh Ibu Team Senam dari KMKS Pulo Makassar. Bahkan yang dating dari
Melani Gebang Bali terpaksa ditolak karena tidak
4. Apa itu kuasa gelap? Yang 2. Ice break gabungan team KMKS ada kamar lagi. Peserta yang hadir
dibawakan oleh Ibu Flora KAJ sangat terkesan dan berantusias
5. Pelayanan pelepasan kuasa 3. Ekaristi, Adorasi, Doa mengikuti acara demi acara tanpa
gelap yang dibawa kan oleh Ibu Pencurahan Roh Kudus, Doa kelelahan, walaupun acaranya
Flora Penyembuhan Luka Batin dan begitu padat. (Eko Sanjaya)
6. Konseling pribadi dengan para

Repepale 2017 adalah
singkatan dari Retret
Pengurus Putra Altar dan
Putri Legio Ekaristi. Retret ini
sangat bermanfaat untuk kami,
para pengurus Gereja, agar kami
bisa lebih mengerti makna dari
pelayanan dalam Gereja dan agar
kami bisa lebih memahami cara
untuk melayani lebih dan lebih lagi
serta membawa anaanak kami
untuk lebih semangat lagi bertugas
melayani Tuhan lebih dan lebih lagi.

Kami berangkat tanggal 01
September 2017 dan pulang

30

KEGIATAN PAROKI

tanggal 03 September 2017. melepaskan semua beban yang ada bertema “Talenta”. Renungan yang
Awalnya kami mengadakan rapat dan melepaskan tawa kami pada dibawakan sangat menyentuh bagi
untuk membahas acara ini sekitar 3 saat itu bersama dengan teman- kami semua yang hadir dalam acara
bulan sebelumnya. Kami mulai teman yang kami kasihi. Setelah tersebut. Setelah itu kami mandi
mencari dana lewat ngamen, jual snack, sesi 1 dimulai yang dan sarapan pagi. Cuaca terasa
baju bekas, membuka order dibawakan oleh Pak Khrisna. sangat dingin karena area tempat
Makanan Bandung, menjual Dalam retret ini, sesi yang kami retret terletak di pegunungan. Hari
makaroni. Memang terasa sangat jalankan bukan hanya duduk ini, acara pertama kami seperti
lelah dalam 2 bulan persiapannya. mendengarkan tapi lebih ke biasa adalah gerak dan lagu. Di
Terkadang dalam seminggu kami, permainan-permainan yang sangat hari kedua ini pun masih terdapat
para Ketua Tim, datang ke gereja bermakna yang dibawakan oleh Pak banyak canda dan tawa. Saat sesi,
4-5 kali – terlebih pada Jumat dan Khrisnamurti. Beliau adalah kami dipasangkan dalam kelompok
Sabtu saat kami ngamen – tapi itu seorang motivator yang sangat untuk saling memegang bahu
semua tidak berarti karena kami hebat. Usai sesi 1, kami mandi, dan teman di depannya dengan mata
semua melakukannya demi Tuhan dilanjutkan dengan sesi lagi. Di hari tertutup. Dari tempat acara, kami
kami Yesus Kristus dan untuk pertama ini kami pun mengadakan dibawa ke curug yang berada
kelancaran acara ini. Misa Jumat Pertama di dalam aula. kurang lebih 500 meter dari tempat
Kami juga berkumpul dengan retret kami. Saat itu kami dipandu
Kami para panitia juga harus kelompok kami masing-masing oleh papi-mami pendamping agar
menemui pembicara untuk untuk membahas “talent show” apa kami dapat sampai di curug dengan
membahas hal-hal yang dibutuhkan yang akan ditampilkan di hari ke-2. selamat, karena di pinggir-pinggir
untuk sesi dalam retret. Akhirnya, Malam hari kami mengikuti sesi lagi jalan menuju ke curug adalah
setelah sekian lama, dana sudah yang dilanjutkan dengan acara jurang. Maknanya, dibutuhkan
terkumpul sebagian dan kami bias bebas dan istirahat. Kami tidur kepercayaan, kekompakan dan
menjalankan retret yang mengambil menggunakan tenda yang berisi 5-6 kebersamaan agar kami dapat
tema “Mature in Christ“ - Yohanes orang, beralas matras, juga sampai di tujuan dengan selamat.
13:35 “ Dengan demikian, semua disediakan kantung tidur. Setelah kami sampai di curug, kami
orang akan tahu, bahwa kamu bermain di sana. Terasa sangat
adalah murid-muridKu, yaitu jikalau Di hari kedua, kami bangun pkl. menyenangkan. Di malam hari,
kamu saling mengasihi.“ 05.30, kemudian kami kami menyalakan api unggun dan
melaksanakan renungan pagi yang melakukan beberapa acara:
Hari telah tiba, Jumat, 01
September 2017 pukul 05.30 pagi
kami berangkat dengan
menggunakan Tronton TNI
bersama-sama menuju tempat
retret kami yaitu Taman Alam
Matahari Highland (TAM),
Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Kami tiba di TAM pukul 9 pagi.
Sesampainya di sana, kami
berkumpul di lapangan terbuka
untuk acara ice breaking yang
berjalan dengan penuh canda dan
tawa. Kami semua terasa

31

KEGIATAN PAROKI

Acara BPS yaitu “Bagaimana menggunakan mulut. Di pos ketiga, Lingkungan Santa Maria Imakulata
Perasaan Saya?” Acara ini permainannya adalah “muka gillete” mengadakan ziarek ke The
bertujuan untuk mengungkapkan yaitu teman satu kelompok kami Highland Park pada 14 Oktober
perasaan seseorang tentang acara yang dilumuri foam dan kami 2017 lalu yang terletak di kaki
Repepale ini. Namun kami memang melemparnya dengan pilus. Siapa Gunung Salak, Bogor. Resort
masih keliru antara BPS dan yang pilusnya menempel terbanyak, tersebut dipilih karena memiliki
evaluasi, tetapi pada akhirnya kami dialah yang menjadi pemenang. Di konsep yang unik dengan kamar
bisa menyelesaikannya dengan pos keempat, terdapat permaianan tidurnya berbentuk tenda dari
baik. Acara ini dipenuhi oleh tangis. “tebak spons”. Cara bangsa Mongolia dan India. Selain
Kami menangis terharu. Acara memainkannya adalah masing- itu, tempat ini memiliki alam yang
ditutup dengan salik peluk antar masing dari kami diikat spons di asri sehingga bisa melepas lelah
peserta. Bagian ini terasa sangat atas kepala, lalu mengopernya ke dari hiruk-pikuk kota Jakarta.
hangat karena kami bisa berpelukan ujung yang terdapat gelas. Di pos
satu sama lain, meminta maaf tanpa kelima, kami menghadapi Ziarek Lingkungan tahun ini
adanya rasa malu. permainan “paralon bocor”. Kami mengangkat tema “Kebersamaan
harus menutup lubang-lubang yang Menghasilkan Kebahagiaan”.
Selanjutnya, acara medley lagu ada di paralon tersebut lalu Semua peserta berangkat pada
yaitu semacam 10 lagu digabung menuangkan air dari ember ke pukul 06:00. Di dalam bus
menjadi satu dan kami menyanyi paralon tersebut dengan berlangsung doa pagi, doa
sambil melakukan gerakannya. menggunakan gayung agar bola Malaikat Tuhan dan doa Rosario.
Terasa seru dan bahagia. Lalu kami pingpong yang berada di dalam Pemberhentian pertama adalah
lanjutkan dengan acara Talent Show paralon dapat keluar. Kami semua Gereja Santo Fransiskus Asisi di
dari semua kelompok. Ada yang bersukacita. Setelah outbond, kami Bogor. Rombongan melakukan
melakukan drama komedi, menari bermain air dan mandi. Setelah itu Doa Novena di Gua Maria yang
hingga menyanyi. Kami teruskan ada sesi yang dibawakan oleh Sdr. letaknya ada di dalam gereja.
dengan makan sate atau istilah Joseph Fransiskus Xaverius Kevin
gaulnya barbequan. Selesai acara Sanly Putera (JFXKSP). Namanya Sesampainya di tempat
makan bersama, kami beristirahat. memang panjang, tetapi kami penginapan, rombongan
Di hari ketiga, kami bangun pagi terbiasa memanggilnya dengan berkumpul di ruang rapat. Pak
dan berkumpul untuk doa pagi dan sebutan “Koh SP”. Singkat, jelas, Timotius Ho selaku Ketua Panitia
sarapan. Setelah itu kami dan padat sesinya, bukan berisi Ziarek memberikan kata sambutan
melaksanakan outbond. Ada 5 pos ketawa saja. Beliau katakan bahwa yang dilanjutkan dengan ice
outbond yang dijaga oleh papi- beliau adalah orang Katolik, maka breaking dan presentasi mengenai
mami pendamping. Pos pertama semakin panjang namanya, semakin
adalah “muka stocking” yaitu kita suci. Aduh...?! Beliau
harus mengambil bola di tanah membawakan sesi tentang
dengan muka dimasukkan ke dalam kedewasaan dalam Kristus, yaitu
stocking. Di pos kedua, terdapat pelayanan kita sendiri. Setelah sesi
permainan “muka tepung”. selesai, acara dilanjutkan dengan
Disediakan 3 baskom berisi tepung, Misa Penutup yang
kopi, dan tepung yang dicampur air dipersembahkan oleh Romo Wayan.
yang didalamnya terdapat koin. Kami kemudian berfoto bersama
Kami harus mengambil coin yang sebelum kembali ke Jakarta.
berada di dalam baskom berisi
tepung dan kopi dengan

32

KEGIATAN PAROKI

panggilan hidup atau “personal peserta yang mengurungkan ke kota Bogor untuk makan siang.
vocation”. Setelah presentasi niatnya untuk melanjutkan Panitia membacakan pemenang
selesai, ada berbagai macam perjalanan dengan alasan dari permainan-permainan dan Pak
permainan yang dimainkan di hari keselamatan. Sesampainya di area Ricky selaku Ketua Lingkungan
pertama guna mempererat tali rekreasi Curug Nangka, para memberikan sepatah dua patah
persaudaraan antar anggota peserta diberikan tugas terakhir kata di akhir acara makan. Seusai
Lingkungan. oleh Panitia yaitu selfie kelompok di menyantap makan siang,
bawah air terjun. Kelompok Putih rombongan melanjutkan perjalanan
Hari Minggu pagi, para peserta tampak sangat bersemangat ke tujuan akhir yaitu mengikuti Misa
berkumpul di depan restauran untuk menjalankan misi terakhir ini. Dan Kudus di Katedral Bogor. Setelah
menyantap sarapan yang di temani memang, dari semua kelompok, Misa selesai, rombongan kembali
dengan pemandangan Gunung Kelompok Putih ini yang berhasil ke Jakarta.
Salak yang indah. Usai sarapan, mengambil foto selfie kelompok di
para peserta berjalan kaki menuju bawah air terjun. Seusai mengambil
ke Curug Nangka yang berjarak foto, para peserta perlahan-lahan
1,5km dari tempat penginapan. jalan kembali menyusuri sungai dan
Tidak disangka, ternyata perjalanan berjalan kaki pulang ke penginapan
menuju Curug cukup terjal dan tetapi ada beberapa peserta
berbahaya. Rombongan harus menyerah untuk berjalan kaki dan
melepas alas kaki dan jalan memilih untuk naik angkot.
menyusuri sungai, hal ini
menyebabkan ada beberapa Siang harinya, rombongan kembali

33

Suasana Gereja Santa Maria Thomas Rasul, Bojong Indah Dengan adanya acara KRK ini,
Imakulata pada Sabtu sebagai Seksi Pujian; Paroki anak-anak muda Katolik diharapkan
malam, 21 Oktober 2017 Trinitas, Cengkareng dan Paroki dapat memiliki api semangat dalam
terlihat lebih hidup dan penuh Sta. Maria Imakulata, Kalideres memuji dan menyembah Tuhan
semangat. Sekitar 150 anak muda selaku Seksi Konsumsi dan Tuan serta merasakan kuasa kasih Tuhan
dari berbagai Paroki berkumpul Rumah. dalam pujian. Acara ini juga
bersama untuk mengikuti acara diharapkan dapat menajdi gebrakan
Kebangunan Rohani Katolik (KRK). Selain acara pujian dan bagi setiap pribadi yang hadir untuk
Acara dengan tema “Devouter’s penyembahan, ada juga sesi dapat merasakan cinta Tuhan.
Worship Project” ini adalah salah pewartaan Firman dengan Kak Selain itu, KRK ini juga menajdi
satu program OMK dari Dekenat Dena sebagai Pembicara dan juga ajang untuk berkenalan dengan
Barat II B untuk tahun 2017 ini. sesi pelayanan doa. Panitia juga teman-teman dari berbagai
Adapun keempat Paroki yang sudah menyiapkan stand photo persekutuan doa yang ada di
bekerjasama dalam booth untuk teman-teman OMK wilayah Dekenat Barat II B ini.
menyelenggarakan kegiatan ini yang ingin berfoto bersama dengan
adalah Paroki Kristoforus, Grogol mengenakan berbagai asesoris/ Menyadari adanya keaneka-
sebagai Seksi Acara; Paroki Santo pernak-pernik yang menarik. ragaman tradisi dalam Katolik,

34

KEGIATAN PAROKI

anak-anak muda Katolik tidak perlu
lagi mencari komunitas lain untuk
berkarismatik. Seksi OMK Paroki
Kalideres mengajak anak-anak
muda Katolik usia 15-35 tahun yang
belum menikah untuk hadir dalam
Persekutuan Doa yang diadakan
setiap Sabtu, pkl. 19.00 malam, di
Aula Harapan, Gereja Santa Maria
Imakulata.

Tumpeng tentunya sudah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Yang mengikuti Lomba ini ada 8
tidak asing lagi di telinga kita, untuk Hari Pangan Sedunia 2017: peserta (Wilayah) dari 17 Wilayah
cara penyajian nasi yang “Makin Bergizi, Hidup Makin yang ada di Paroki Kalideres. Yang
berbentuk kerucut ini pada Berkualitas”. Kali ini Panitia Lomba menjadi penilaian Juri selain cita
umumnya menggunakan nasi memberikan maksimal rasa adalah hiasan, kreativitas,
kuning atau nasi uduk, dan pembelanjaan tumpeng sebesar Rp keunikan, dan tema kecil masing-
biasanya disertai oleh beberapa 400.000,- yang disubdisi oleh masing peserta. Panitia juga
jenis lauk-pauk seperti perkedel, Panitia untuk semua peserta. Dana menyiapkan hadiah untuk
sayur-mayur, ikan asin, daging sapi penyelenggaraan Lomba Tumpeng pemenang Lomba Tumpeng ini
atau ayam, dan lain sebagainya. ini didapat dari pengumpulan yaitu Juara I: Rp 500.000,-; Juara II:
amplop Hari Pangan Sedunia yang Rp 300.000,-; Juara III: Rp
Untuk memperingati Hari Pangan dibagikan kepada umat pada setiap 200.000,-. Semua peserta Lomba
Sedunia 2017, Seksi PSE dan WKRI Misa Kudus di tanggal 14 dan 15 juga mendapatkan sertifikat
Paroki Kalideres mengadakan November 2017. 75% dari hasil penghargaan.
Lomba Tumpeng pada 21 Oktober pengumpulan dana tersebut
2017. Kali ini, Lomba dibuat disetorkan ke KAJ, sedangkan Pemenang Lomba Tumpeng
berbeda karena yang dilombakan sisanya, 25%, digunakan untuk Vegetarian kali iniadalah Juara I:
adalah Tumpeng Vegetarian sesuai mendanai Lomba Tumpeng ini. Wilayah 9; Juara II: Wilayah 7; Juara
dengan tema yang diusung III: Wilayah 3.

35

KEGIATAN PAROKI

Konsep Tumpeng pemenang
Juara I adalah “Desaku Indah dan
Permai” yang menampilkan rumah-
rumahan terbuat dari tempe, nugget
tempe, rollade tahu, kentang, telur
puyuh, daun pepaya, kentang
balado, dan petai yang dipakai
sebagai penghias tumpeng.

Semoga Lomba Tumpeng ini
menjadi sarana berkreasi bagi
umat. Panitia juga berharap
semoga di lomba-lomba
mendatang, seluruh Wilayah yang
ada di Paroki Kalideres dapat
berpartisipasi. (MBe)

Menyambut Hari Minggu bekerjasama dalam doa, Gereja St. Filipus Rasul – Paroki
Misi Sedunia ke-91, Paus pengumpulan derma, pengurbanan Teluk Gong, Gereja St. Thomas
Frasiskus menyatakan dan kesaksian hidup (2D2K : Doa Rasul – Paroki Bojong, Gereja
bahwa kita semua diundang untuk Derma Kurban dan Kesaksian). Trinitas – Paroki Cengkareng, dan
merenungkan kembali misi di Gereja Sta. Maria Imakulata – Paroki
jantung hati iman Kristiani. Hari Bina Iman Remaja Dekenat Barat II Kalideres) mengisi perayaan Hari
Minggu Misi Sedunia yang yang meliputi 9 Paroki (Gereja St. Minggu Misi Sedunia ini dengan
dipromosikan oleh Serikat Misi Matias Rasul – Paroki Kosambi, beberapa rangkaian kegiatan.
Kepausan Anak & Remaja Misioner Gereja St. Kristoforus – Paroki
merupakan kesempatan bagus Grogol, Gereja Maria Bunda Karmel Bertempat di Gereja Sta. Maria
untuk mengajak sekaligus – Paroki Meruya, Gereja Maria Imakulata – Paroki Kalideres pada
mengajarkan kaum muda (anak- Kusuma Karmel – Paroki Tomang, Minggu, 22 Oktober 2017, acara
anak Bina Iman Remaja) Gereja St. Andreas – Paroki Kedoya, diawali dengan Perayaan Ekaristi

36

KEGIATAN PAROKI

bersama pada pkl.10.00 yang bersama dengan harapan mereka sumbangan tersebut. Sebagai
kemudian dilanjutkan dengan acara bisa semakin mengenal dan penutup, anak-anak diajak berdoa
kebersamaan di Aula Kasih hingga meningkatkan keakraban sebagai Rosario Kanak-Kanak Yesus yang
pkl.15.30. sesama remaja dari berbagai dibagikan sebagai cinderamata.
Paroki. Anak-anak perwakilan dari Rosario tersebut merupakan hasil
Dalam Perayaan Ekaristi, anak-anak Rumah Singgah juga turut karya anak-anak pra-sejahtera di
Bina Iman Remaja perwakilan dari 9 berpartisipasi dengan menampilkan Cakung.
Paroki dilibatkan sebagai Petugas gerak dan lagu. Pemberian derma
Liturgi (Komentator, Lektor, dari hasil tabungan anak-anak Bina Harapan dari Perayaan Minggu Misi
Pemazmur, Pembawa Persembahan Iman Remaja dan berbagai pihak ini adalah dengan semangat 2D2K,
dan Koor). Perayaan Ekaristi ini dari 9 Paroki ke Rumah Singgah masing-masing pribadi dapat terus
diawali dengan Doa Misioner dan Nuansa Kasih menjadi acara membawa pesan kelembutan dan
perarakan vandel Dekanat dan 9 penghujung. Angelina Virginia belas kasih Allah kepada sesama.
Paroki. Misa ini dipimpin oleh Romo selaku Ketua BIR Dekanat Barat II Misi di jantung hati iman Kristiani.
Alya Denny Haloho, OMI sebagai bersama Romo Antonius Andri
Romo Pendamping Bina Iman Atmaka, OMI menyerahkan
Remaja Paroki Kalideres. Doa
Umat dibacakan dalam 5 bahasa
daerah, sedangkan petugas
persembahan mengenakan pakaian
adat Betawi. Celengan tanah liat
berbentuk ayam dibawa dalam
persembahan sebagai bentuk
derma dari anak-anak. Buah-
buahan dan sayur-mayur ikut
dipersembahkan sebagai tanda
hasil bumi.

Acara kebersamaan di Aula Kasih
berlangsung setelah makan siang.
Anak-anak berbaur bermain

37

Selasa, 31 Oktober 2017 sedikit terganggu dengan suara Yesus semasa hidupNya, bahkan
menjadi penutupan bulan pesawat terbang yang melintas ikut mendampingi Yesus sampai
Rosario di Gereja Katolik. tepat di atas lokasi kami merayakan wafat di kayu salib.
Hampir semua Gereja Misa Kudus yang dipimpin oleh Tak terasa kita sudah melewati
merayakannya dengan perarakan Romo Alya Denny Haloho, OMI. bulan Rosario. Dengan adanya
patung Bunda Maria yang Dalam homilinya, Romo Denny Perayaan Ekaristi Penutupan Bulan
dilanjutkan dengan Misa Kudus. mengingatkan kita agar dapat Rosario bukan berarti kita sudah
Begitu juga dengan umat Katolik di menjadi ragi di tengah kehidupan, selesai berdoa Rosario. Tetapi jutru
Gereja Stasi St. Vincentius Pallotti, mulai dari keluarga terlebih dahulu menjadikan Rosario sebagai sebuah
Dadap. Dengan diawali perarakan hingga kemudian Lingkungan, dan kebiasaan bahkan kebutuhan kita.
patung Bunda Maria bergaya akhirnya masyarakat sekitar. Sama Bunda Maria pun senantiasa
Fatima di sekitar halaman parkir seperti Bunda Maria yang semasa memberikan kita rahmat, seperti
Gereja, umat juga mulai hidupnya menjadi ragi bagi keluarga yang tertuang dalam 15 janji Bunda
mendaraskan Rosario secara kudus Nazareth - mulai dari Maria kepada mereka yang setia
bersama-sama. kepercayaannya terhadap kabar berdoa Rosario:. (Andreas)
Walaupun pada tahun ini Rosario sukacita yang menghampiri dirinya
hanya didaraskan dengan satu melalui malaikat Gabriel, menemani
bahasa saja yakni Bahasa
Indonesia, namun perarakan tetap
dilaksanakan dengan penuh
semangat. Namun ada satu hal
yang membuatnya berbeda dari
tahun-tahun sebelumnya. Ya, Misa
Penutupan Bulan Rosario ini
diadakan langsung di Goa Maria.
Suasana sejuk dan khusuk
menyelimuti Perayaan Ekaristi saat
itu. Meski umat kadangkala harus

38

KEGIATAN PAROKI

1) Kepada semua orang yang penuh hormat berdoa Rosario, aku menjanjikan
perlindungan istimewa dan rahmat berlimpah.

2) Mereka yang berdoa Rosario dengan tekun dan terus menerus akan menerima
rahmat khusus sebagai tanda kasih dariku.

3) Rosario akan menjadi perisai yang ampuh untuk melawan neraka,
menghancurkan kejahatan, membebaskan kita dari dosa dan memberantas

kesesatan iman.
4) Rosario akan mengembangkan kebajikan dan karya-karya yang baik, akan
memberikan pengampunan berlimpah dari Allah kepada jiwa-jiwa, menggantikan

cinta manusia akan harta benda duniawi menjadi cinta akan Allah, dan
mengembangkan hasrat akan hal-hal yang bersifat surgawi dan abadi.

5) Jiwa yang bersandar padaku melalu rosario tidak akan binasa.
6) Mereka yang berdoa rosario dengan penuh kesungguhan dengan merenungkan

peristiwa-peristiwa sucinya, tidak akan ditimpa kemalangan ataupun mati
mendadak. Bagi pendosa, mereka akan bertobat, orang-orang benar akan

tumbuh dalam rahmat dan menjadi layak menerima kehidupan kekal.
7) Mereka yang hidup dengan penuh kesetiaan terhadap rosario tidak akan mati
tanpa hiburan dari Gereja maupun tanpa rahmat, dan menjadi layak menerima

kehidupan kekal.
8) Mereka yang setia berdoa rosario akan menemukan terang dan dipernuhi
rahmat Allah selama hidupnya dan lebih-lebih pada saat ajalnya, akan ikut

menikmati pahala kudus di surga
9) Aku akan segera membebaskan mereka yang penuh hormat terhadap rosario

dari siksaan api neraka.
10) Mereka yang setia berdoa rosario akan menikmati kemuliaan yang luhur di

surga.
11) Kamu akan mendapatkan apa yang kamu minta dariku dengan berdoa

rosario.
12) Mereka yang menganjurkan berdoa rosario akan kubantu dalam kesulitan

hidupnya.
13) Aku telah mendapatkan janji dari Puteraku bahwa semua anggota pendoa
rosario akan memperoleh perhatian dan persekutuan para kudus di surga dalam

masa hidup dan matinya.
14) Mereka yang berdoa rosario dengan penuh iman adalah anak-anakku yang

tercinta, saudara-saudara dari Putraku yang tunggal Yesus Kristus.
15) Devosi terhadap rosarioku adalah pertanda yang agung bahwa yang

bersangkutan akan menemukan kebahagiaan bersama Kristus.

39

Wilayah 14, Lingkungan Santa Nikoleta.
Merayakan Kegiatan bersama pada acara peringatan 17
Agustus 2017 di Gereja Imakulata.
(Peserta: 10 orang)

Wilayah 10, Lingkungan Santo Gerardus. Wilayah 1, Lingkungan Natanael.
Pesta nama, dengan tema: Bersatu Kita Bisa Bakti sosial ke Graha Lansia Marfati, Tangerang.
(Peserta: 76 orang)

Wilayah 4, Lingkungan St. Hieronimus. Wilayah 3, Lingkungan Sta. Teresa dari Kalkuta.
Bakti Sosial, peserta: 20 orang. Bakti Sosial Pengobatan Gratis.

40

KEGIATAN LINGKUNGAN

Wilayah 1 Wilayah 21, Lingkungan Sta. Christina.
Baksos Posyandu - Pemberian Makanan Tambahan untuk Doa Rosario, Hari Lingkungan Oktober 2017, Arisan
Balita, dengan tema: Berbagi dalam Keberagaman Lingkungan. (Peserta: 30 orang)
(Peserta : 11 orang dari Wil 1, 8 orang kader Posyandu
Bougenville RW 15)

Wilayah 12, Lingkungan St. Tadeus. Wilayah 5, Lingkungan St. Yohanes Pembaptis.
Family Gathering - Menjalin persaudaraan di dalam Misa arwah untuk mengenang dan mendoakan sanak
lingkungan kita. (Peserta: 26 orang) saudara yg telah meninggal dunia. Misa di bawakan oleh
Romo Niko.

Wilayah 5, Lingkungan St. Eusebius. Wilayah 10, Lingkungan St. Gerardus.
Pesta Nama Lingkungan, dengan tema: Berkumpul dan Pesta nama - Bersatu Kita Bisa
berdoa bersukacita di dalam nama Tuhan. (Peserta: 50 (Peserta: 76 orang)
orang)

41

KEGIATAN LINGKUNGAN

Wilayah 14, Lingkungan St. Brigitta.
Pesta Nama (Peserta: 30 orang)

Wilayah 2, Lingkungan St. Yanuarius.
Pesta Nama (Peserta 90 orang).

WIlayah 4, Lingkungan Sta. Olga. Wilayah 9, Lingkungan St. Deodatus.
Ziarek/Pesta Nama - Bersama kita bertumbuh dlm iman Pesta Nama. (Peserta: 39 Orang)
dan keluarga. (Peserta: 20 orang)

Wilayah 4, Lingkungan St. Kanisius.
Pesta Nama (Peserta: 35 orang).

42

KEGIATAN LINGKUNGAN

Wilayah 4, Lingkungan St. Markus.
Pesta Nama.

WIlayah 2, Lingkungan St. Martinus.
Pesta Nama (Peserta: 35 orang)

WIlayah 3, Lingkungan St. Paskalis.
Pesta Nama, berteme: Keluargaku adalah Surgaku.
(Peserta: 55 orang)

Wilayah 12, Lingkungan St. Yakobus.
Pesta Nama.

Wilayah 10, Lingkungan Sta. Gertrude. Wilayah 1, Lingkungan Maria Asumpta.
Pesta Nama - Hijaunya lingkunganku - tukar tanaman. Pesta Nama.
(Peserta: 50 orang)

43

KEGIATAN LINGKUNGAN

Wilayah 11, Lingkungan Sta. Maria de Fatima. Wilayah 4, Lingkungan Sta. Paulina.
Pesta Nama Lingkungan dalam nuansa Hijau Pesta Nama Lingkungan - Berkumpul dalam Kasih.
(Peserta: 30 orang) (Peserta: 45 orang)

Wilayah 6, Lingkungan St. Alfonsus Rodriques. Wilayah 4, Lingkungan St. Kristoforus.
Wisata rohani - media sosial dan komunikasi keluarga. Pesta Nama Santo Pelindung Lingkungan.
(Peserta: 50 orang) (Peserta: 55 orang)

Wilayah 8, Lingkungan St. Aloysius.
Ziarek - Mengakrabkan Tali Persaudaraan Kasih.
(Peserta: 50 orang)

44

KEGIATAN LINGKUNGAN

Wilayah 12, Lingkungan St. Evaristus. Wilayah 12, Lingkungan St. Ignatius Antiokhia.
Ziarek ke Lembah Karmel Lembang, Menumbuhkan Iman Ziarek Lingkungan - Amalkan Pancasila
& Kasih dalam Pelayanan Lingkungan. (Peserta: 27 orang)
(Peserta: 43 Orang)

Wilayah 14, Lingkungan St. Matheus. Wilayah 1, Lingkungan Sta. Clara.
Ziarek - Bersaudara. (Peserta: 32 orang) Ziarek - Semakin Bersyukur, Hidup Semakin Bahagia
(Peserta: 34 orang)

Wilayah 6, Lingkungan St. Hillarius. Wilayah 5, Lingkungan St. Rafael.
Ziarek - Kebersamaan Ziarek Solo - Jogja (GM. Mojosongo, Lawangsih, Sriningsih)
(Peserta: 25 orang) Tema: Membina iman dan persaudaraan melalui ziarah dan
rekreasi
(Peserta: 40 orang)

45

KEGIATAN LINGKUNGAN

Wilayah 6, Lingkungan Sta. Katarina Fieschi. Wilayah , Lingkungan St. Damian.
Ziarek ke Gua Maria Bukit Kanada, Rangkasbitung. Ziarek dan Rekoleksi - Melayani Tuhan dan Sesama
Seminari Tinggi OMI dan Gua Maria di Yogyakarta.
(Peserta: 16 orang)

Wilayah 2, Lingkungan Sta. Lidwina. Wilayah 21, Lingkungan St. Albertus.
Ziarek 9 Goa Maria - Semakin meneladani "Bunda Maria" Ziarek ke Katedral Bogor.
(Peserta: 28 orang) (Peserta: 13 orang)

Wilayah 2, Lingkungan Sta. Regina.
Ziarek ke Lembah Karmel - Lembang, Bandung.

46

Sampah merupakan salah satu permasalahan
yang sulit diselesaikan, terutama di kota
besarseperti Jakarta. Kepala Dinas Lingkungan
Hidup Jakarta, Isnawa Adjie, menyatakan bahwa
volume sampah per hari di Jakarta mencapai 7.000 ton.
Menurut perhitungan Data Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), sampah dari
perumahan mencapai dua ribu liter atau setara dengan
19.680 meter kubik per hari. Sampah yang diproduksi
di DKI Jakarta, 60 persen berasal dari perumahan atau
hunian masyarakat dan lebih dari setengahnya adalah
sampah yang berasal dari materi organik.

Dalam rangka menambah pengetahuan umat Paroki
Kalideres mengenai penanganan sampah organik,
Seksi Lingkungan Hidup Paroki Kalideres mengundang
Bapak R.B. Sutarno sebagai Narasumber. Pak Sutarno
adalah seorang penggiat lingkungan hidup yang sejak
tahun 2008 bergabung dalam Komunitas Utama
Composter. Selama tahun 2016, Pak Sutarno
mendapatkan apresiasi berupa penghargaan Kalpataru
tingkat Provinsi DKI, nominator Kalpataru Nasional
serta Kampung Pro Iklim Nasional RW 01 Kel. Sunter

Jaya. Acara seminar ini berlangsung pada tanggal 13
Agustus 2017 di Aula Harapan, Gereja Santa Maria
Imakulata.

Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami
pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan
yang lebihkecil dan tidak berbau (sering disebut dengan

47

BENGKEL LH

kompos). Sedangkan sampah
anorganik ialah sampah yang
dihasilkan dari bahan-bahan non
hayati, baik berupa produk sintetik
maupun hasil proses teknologi
pengelolahan bahan tambang atau
sumber daya alam yang tidak dapat
diuraikan oleh alam.

Kompos merupakan hasil 10 ml dan air ke dalam sprayer sampah agar air meresap habis ke
penguraian parsial/tidak lengkap ukuran satu liter, lalu tambahkan 1 bawah dan tutup komposter juga
dari campuran bahan-bahan sendok makan gula pasir dan aduk harus selalu tertutup rapat.
organik yang dapat dipercepat hingga rata.Tong komposter hanya Kompos memiliki banyak manfaat
secara artifisial oleh populasi perlu disemprot permukaan baik dari segi ekonomi maupun
berbagai macam mikroba dalam sampahnya saja dengan cairan lingkungan. Dari aspek ekonomi,
kondisi lingkungan yang hangat, aktivator (EM4) seminggusekali. kompos dapat menghemat biaya
lembab, dan aerobik atau Sampah organic dapat ditambahkan untuk transportasi dan penimbunan
anaerobik. Komposter adalah alat kapan saja ke dalam komposter. limbah, mengurangi volume dan
yang digunakan untuk membantu Belatung dalam komposter dapat ukuran limbah, serta memiliki nilai
kerja bakteri pengurai aneka diatasi dengan cara mengoleskan jual yang lebih tinggi daripada
material organik berupa sampah deterjen kebibir komposter serta bahan asalnya. Dari aspek
dan limbah menjadi bentuk baru, menaburkan serbuk gergaji atau lingkungan, kompos mengurangi
yakni material kompos dengan sifat- pupuk kompos atau kulit padi ke polusi udara akibat pembakaran
sifat seperti tanah. permukaan sampah. Perlu limbah dan pelepasan gas metana
Mengolah sampah organic dengan dipastikan bahwa permukaan dari sampah organik yang
menggunakan komposter akan sampah harus selalu dalam membusuk karena bakteri
lebih mudah karena tanpa perlu keadaan kering dengan menekan metanogen di tempat pembuangan
mencacah, tanpa mengaduk serta
tidak memerlukan energi tambahan.
Prosesnya secara alami dan tidak
menimbulkan polusi dan bau yang
menganggu. Pupuk organik yang
dihasilkan dapat berupa cair dan
padat.
Untuk membuat kompos,
diperlukan cairan EM4. Cairan EM4
merupakan suatu cairan berwarna
kecoklatan dan beraroma manis
asam (segar) berisi campuran
beberapa mikro organisme hidup
yang menguntungkan bagi proses
penyerapan unsur hara dalam
tanah. Cara membuat komposisi
larutan terbaik untuk komposter
adalah dengan mencampurkan EM4

48

BENGKEL LH

sampah serta mengurangi serangan penyakit tanaman serta dampak yang besar dalam
kebutuhan lahan untuk meningkatkan ketersediaan hara di pengelolaan sampah yang sering
penimbunan. dalam tanah. kali terabaikan. Berlaku bijak
Sedangkan bagi tanah atau Dalam acara seminar tersebut, Pak terhadap sampah, ternyata bisa
tanaman, kompos berfungsi juga Sutarno tidak lupa membawa dilakukan dengan cara yang
untuk meningkatkan kesuburan beberapa hasil bercocoktanam sederhana, mudah dan murah,
tanah, memperbaiki struktur dan yang berhasil dikembangkan dalam dimulai dari rumah kita masing-
karakteristik tanah, meningkatkan lahan sempit melalui metode masing. Mari kita lebih peduli pada
kapasitas penyerapan air oleh hidroponik, vertikultur dan lingkungan kita. (Yulia)
tanah, meningkatkan aktivitas tabulampot. Tanaman-tanaman
mikroba tanah, meningkatkan yang dibawa tersebut telah Sumber :
kualitas hasi lpanen (rasa, nilai gizi, diberikan kompos sehingga tumbuh Seminar Komposter: Bapak R B Sutarno
dan jumlah panenan), menyediakan berkembang dengan baik. https://id.wikipedia.org
hormon dan vitamin bagi tanaman, Kegiatan memilah dan memisahkan http://databoks.katadata.co.id
menekan pertumbuhan dan sampah mampu memberikan http://www.primaryindonesia.com
http://dasar-pertanian.blogspot.co.id

49

Menanggapi seruan Kapitel Umum Kongregasi
Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI) yang
berlangsung setahun lalu di Roma, Italia,
Pastor Louis Lougen, OMI, Superior Jenderal,
memaklumkan “Tahun Panggilan Oblat” yang akan
berlangsung dari 08 Desember 2017 hingga 25 Januari
2019 dengan tema ”Datang dan Lihatlah!’ (Yohanes
1:39): Sukacita dan Kemurahan Hati Hidup Keoblatan
Kita”.

“Tahun Panggilan Oblat” sangat sesuai dengan seruan
Bapa Suci Paus Fransiskus yang mengkhususkan tahun
ini untuk “Kaum Muda, Pendalaman Iman,
danTahunPanggilan”. Saat beraudiensi dengan para
peserta Kapitel Umum Kongregasi OMI pada 07
Oktober 2016, Bapa Suci mengatakan mendesaknya
kebutuhan untuk berkomitmen pada pelayanan
panggilan dalam terang kebutuhan-kebutuhan Gereja:
“Yang harus dikerjakan untuk mencapai semua ini
(Gereja untuk semua orang) sangat banyak; dan
masing-masing dari kalian semua juga mempunyai
kontribusi yang khusus.... Ladang misi sekarang ini
tampaknya bertambah luas setiap harinya... Maka,
Gereja membutuhkan Anda, keberanian misioner Anda,
dan ketersediaan Anda untuk membawa kepada setiap
orang Kabar Baik yang membebaskan dan menghibur
hati”.

Pesan Bapa Suci tersebut semakin menyadarkan para
Oblat bahwa mereka belum selesai melaksanakan
karyanya yaitu karya mewartakan Kristus yang tersalib.
Karya ini masih tetap terus berlangsung sampai saat ini.
Gereja sangat memerlukan para Oblat untuk
menanggapi kebutuhan kaum miskin masa kini, dan
untuk “menulis lembar-lembra baru” sejarah
evangelisasi (pewartaan Kabar Gembira). “Tahun
Panggilan Oblat: ini menjadi tanda langkah kemajuan
Provinsi Indonesia yang pada tanggal 21 Januari 2016
mencanangkan Visi dan Misi baru OMI Provinsi
Indonesia: “Panggilan dan Formasi Oblat”.

Misi baru tersebut lahir dari keprihatinan bahwa “tuaian
memang banyak tetapi pekerja sedikit.” (Matius 9:37)
Setiap Oblat di Provinsi Indonesia menyadari bahwa
jumlah pekerja tidaklah berimbang dengan panenan di
ladang Tuhan (hal ini berdasarkan rendahnya jumlah

50

OMIPEDIA

“Beato Joseph Gerard” dan
Skolastikat/Seminari Tinggi OMI
“Wisma de Mazenod” yang
berlokasi di Yogyakarta. Sejak
tahun 2016 telah pula dimulai karya
formasi Yuniorat OMI “Mario
Borzaga” di Cilacap, dan Pra-
Novisiat di Novisiat OMI,
Yogyakarta.

pertambahan personel setiap berbagai cara dalam proses formasi Untuk Provinsi Indonesia, “Tahun
tahunnya). Misi baru OMI Provinsi (pendidikan calon Oblat). Para Panggilan Oblat” akan diisi dengan
Indonesia juga menjadi jawaban Oblat Provinsi Indonesia merasa berbagai kegiatan panggilan yang
bagi jeritan Gereja yang perlu untuk bekerja bahu membahu akan diselenggarakan di tiap-tiap
membutuhkan para pekerja. Gereja dengan para awam guna Distrik di bawah koordinasi Pastor
membutuhkan imam untuk mempersiapkan para pekerja bagi Aloysius Wahyu Nugroho, OMI
pelayanan Sakramen. Gereja tuaian di ladang Tuhan. sebagai Direktur Panggilan OMI
membutuhkan orang-orang yang Provinsi Indonesia.
mempersembahkan hidupnya untuk “Tahun Panggilan Oblat” juga akan
melayani saudara-saudarinya. menjadi tahun penuh syukur atas Selamat Natal dan Tahun Baru.
Maka, memang sungguh perlu pesta perak OMI Provinsi Indonesia Selamat menyambut dan mengisi
untuk bekerjasama dengan semua pada 21 Mei 2018 yang akan “Tahun Panggilan Oblat” dengan
orang, khususnya dengan keluarga- datang. Dalam usia 25 tahun cara kita masing-masing. Semoga
keluarga Katolik, untuk Provinsi, telah lahir 35 Oblat putera semakin banyak lagi pemuda yang
mempromosikan panggilan dan asli Indonesia hasil dari Karya berani mempersembahkan dirinya
untuk mengambil bagian lewat Formasi Provinsi, yaitu Novisiat OMI demi kemuliaan Tuhan dan
keselamatan umat manusia dengan
menjadi seorang Oblat.

51


Click to View FlipBook Version