Baru-baru ini, Indonesia dihebohkan isu Saracen
sebagai jasa produksi dan distribusi hoax (berita
bohong) yang satu proyeknya bernilai puluhan
juta rupiah. Padahal Gereja Katolik sudah meng-
‘antisipasi’ isu ini sejak tahun 1963!
Dalam Dokumen Konsili Vatikan II Inter Mirifica, Dekrit
tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial, Paus Paulus
VI menegaskan bahwa pelaku media punya tugas
untuk “menyelaraskan faktor-faktor ekonomi, politik,
dan kesenian” yang dimuat dalam buah kerjanya
sehingga tidak berlawanan dengan kesejahteraan
umum (bdk. IM 11). Jadi, dusta pemecah yang
ditawarkan Saracen dan bisa saja sejumlah kelompok
lain ini sebetulnya bukan makanan baru. Kebetulan
tertangkap, barulah diekspos sekarang.
Dalam tingkat yang berbeda, penyebaran hoax, fitnah,
dan ujaran kebencian juga terjadi dalam perhelatan
komunikasi umat Gereja Katolik; mungkin bukan
sebagai produsen, tapi distributor.
Teknologi media sosial memungkinkan penyebaran
informasi –baik itu benar atau pun salah - secara instan
DAN ‘gawatnya’ berlarut-larut. Saat, misalnya, di satu
grup Whatsapp sebuah berita baru dikonfirmasi sesat,
berita tersebut sudah keburu diteruskan ke grup yang
lain. Jari ini kan bandel.
Ada dua kabar: baik dan buruk. Izinkan saya
menyampaikan yang baik dulu. Niken
Widiastuti, Dirjen Informasi dan
Komunikasi Publik (IPK) sudah
beberapa kali bertemu dengan
Konferensi Waligereja Indonesia
(KWI) untuk menanggapi
fenomena sporadis ini. Dalam
pertemuan 25 Agustus lalu, Bu
Niken mempresentasikan
kepada sejumlah Uskup yang
hadir tentang revolusi media
Indonesia dan pemanfaatannya bagi
masyarakat. Tidak kalah penting, Beliau
juga membahas bagaimana agama berperan
dalam memerangi konten negatif. Tindak lanjutnya,
kedua pihak sepakat untuk membentuk “satgas
52
OMK
medsos” di tujuh kota besar di Nah, berita buruknya, PR kita merasa informasi tersebut
Indonesia; tugasnya membasmi sebagai umat Gereja Katolik masih bermanfaat dan atau
kebohongan dan penyebarnya. banyak. Keberadaan KPK tidak menguntungkan.
(Meski agak menyimpang) Di hari membuat korupsi berhenti total dan
yang sama, Mendikbud, Muhadjir langsung,bukan? Sama seperti Sebuah tips pernah dilontarkan oleh
Effendy juga singgah untuk ‘studi kekompakan Pemerintah dan KWI, Prof. Dr. Eko Indrajit, M.Sc, Pakar
banding’ gaya pendidikan sekolah tidak membuat kita langsung Teknologi yang juga Pengurus
Katolik dengan KWI. Nantinya, hasil cermat ber-medsos. Perlu ada Komsos KWI, “Anggap semua
diskusi ini akan dipakai Pak literasi dan penyadaran bersama, berita hoax”. Arahnya, kita diajak
Muhadjir untuk menentukan berkala, dan menyeluruh. selalu skeptis setiap menerima
kurikulum sekolah selanjutnya. Baru kemarin sejak artikel ini ditulis, informasi, terutama dari media yang
“Sistem pendidikan di lingkungan saya menerima beberapa pesan WA kita belum pernah dengar namanya.
sekolah Katolik sudah memenuhi tentang tiket gratis dari sebuah Gereja juga sudah mengingatkan ini
sebagian unsur pendidikan maskapai. Dengan link dan syarat sejak 1963 koq: “Pertama-tama,
penguatan karakter yang bakal yang mencurigakan, pesan itu tetap sungguh perlulah bahwa siapa saja
diterapkan oleh pemerintah,” kata diteruskan; saya terima pesan yang berkepentingan (dalam
Pak Muhadjir kepada tim Komsos tersebut dari beberapa grup pula. media), dengan cermat membina
KWI dalam Mirifica.net (25/8). (Saya Inilah yang memburamkan suara hatinya sendiri tentang
merasa perlu menyampaikan info ini ketajaman kita berdiskresi terhadap pemakaian media itu, terutama
karena untuk sekali lagi, Gereja informasi: wujud beritanya. Mungkin berkenaan dengan berbagai
dapat berkontribusi bagi Negara. kita cermat ketika ada berita masalah, yang sekarang ini sedang
Aleluya). mengenai Ahok, tapi kurang runcing diperdebatkan dengan sengit.” (tIM
kalau hoax-nya seperti peta razia 4) Kalau kita ikut mem-forward dan
Peristiwa ini menggambarkan Jakarta besok, tiket gratisan, diskon membaca, ya, kita juga
Gereja dan Pemerintah yang saling bila mem-forward pesan ke 20 berkepentingan!
mengakrabkan diri. Di tingkat para orang, bahkan renungan/kesaksian
Uskup, hal ini sudah dilaksanakan; Katolik yang ‘kurang’ Katolik karena Tentu rasa asyik,keren, dan ‘tidak
Bagaimana dengan kita sebagai sudah di-otak-atik. Kenapa bisa sabar untuk berbagi’ itu sedikit
warga negara? begitu? Alasannya, pembaca banyak muncul bila kita dapat info
53
OMK
hot dan jadi yang tercepat untuk bertandang ke beberapa daerah: Konfirmasikan setiap pesan kepada
mem-blast-nya. Mungkin ini juga Medan, Nias, Purwokerto, Malang, rekan yang kredibel atau media
yang terjadi saat orang-orang Manado, dan Fakfak; semua orang yang terpercaya. Tidak sulit toh
begitu takjub akan mukjizat Yesus di sana bilang, “Di sini aman-aman untuk men-search satu kali lagi
membangkitkan anak muda di Nain. saja. Toleransi beragama lancar. mengenai informasi tersebut supaya
“Maka tersiarlah kabar tentang Apa yang diberitakan mengenai isu tidak amburadul ke mana-mana?
Yesus di seluruh Yudea dan di SARA mungkin hanya terjadi di Sekali lagi, saat kita meneruskan
seluruh daerah sekitarnya.” (Lukas Jakarta, lalu baru bergaung dan pesan, dampaknya berlarut-larut.
7:17). berdampak sampai seluruh Tahun lalu saya sempat dapat
Indonesia.” Ternyata apa yang forward-an tebak makanan
Jujur, diberitakan media harus selalu tradisional. Menjelang Perayana
didiskresikan. Masalah seperti 17-an tahun ini, pesan itu ‘tenar’
orang tidak akan dan generalisasi isu SARA cenderung lagi. Padahal sudah setahun loh,
melukai kekeluargaan yang sudah tapi ternyata games kata-kata itu
tidak perlu peduli ada sejak lama, sampai ke daerah- masih legit. Apa yang jari kita
daerah. Ini kan kritis, bos. wartakan, dapat mengguncang
terhadap siapa yang dunia dan seisinya. #tidaklebay
Setelah Anda membaca titik terakhir Dalam perhelatan komunikasi sosial
pertama kali di artikel ini, semoga setiap forward- yang panas, menantang, dan
an di HP Anda menjadi mengerikan ini pun, Paus
mewartakannya. Yang ‘mencurigakan’. Ya tidak perlu tiap Fransiskus sudah menenangkan
kali bertanya, “Itu betul gak? Atau kita dengan mengambil tema Hari
perlu menjadi perhatian hoax?” Yang mem-forward juga Komunikasi Sedunia 2017 yang
belum tentu tahu. “Ah itu menyejukkan hati: “Jangan Takut,
bersama adalah pencitraan!” Ya, jangan sampai Aku Besertamu: Komunikasikan
terlalu skeptis dan terlalu ‘pintar’ Harapan dan Iman” (bdk. Yes 43:5).
kebenaran dan sampai kita tidak teredukasi apa- Paus Fransiskus mengajak kita
apa dari info terbaru yang ternyata untuk bangkit melawan ketakutan
kebermanfaatan berita absah. terhadap kejahatan dunia ini
dengan iman; lebih lagi kita menjadi
tersebut.
Para Gembala Gereja sungguh
menaruh perhatian khusus terhadap
upaya komunikasi sosial yang
memberkati. Itulah mengapa Gereja
mengadakan Hari Komunikasi
Sosial setiap Minggu Paskah
ketujuh/ Hari Minggu setelah Hari
Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.
Nah, kolekte di pekan itu, akan
digunakan untuk pengembangan
karya Komsos di seluruh
Keuskupan Indonesia setahun ke
depan (bdk. IM 18).
Dalam beberapa kesempatan yang
Tuhan izinkan untuk saya
54
‘mercusuar di tengah kegelapan OMK
dunia’. Daripada sibuk mengurus
berita begituan, mari menoleh Kurcaci Natal
kepada ajakan Bapa Suci: “Saya
sendiri rindu untuk mengambil DI Denmark anak-anak bahkan orang dewasa akan sering
bagian, mencari cara komunikasi tertawa menjelang Natal akibat ulah kurcaci atau nisse dalam
yang terbuka dan kreatif; yang tidak istilah Denmark. Konon kurcaci bersembunyi di tiap loteng
pernah mengutamakan kejahatan; rumah sepanjang tahun. Empat minggu sebelum natal atau
tapi yang berorientasi pada solusi masa Advent mereka akan semakin ‘aktif’ menganggu
and inspirasi terhadap pendekatan penghuni rumah. Kepercayaan ini menjadi tradisi bermain
positif juga bertanggung jawab peran sebagai kurcaci bagi murid-murid sekolah dasar atau
terhadap para pendengarnya. Saya bahkan menjadi bahan iseng pegawai-pegawai kantor. Setiap
mengajak semua orang untuk ‘kurcaci’ diharuskan membawa 3 hadiah sederhana yang menyenangkan bagi
menjadi agen ‘kabar baik’ bagi ‘kurcaci’ lainnya selama masa Advent tersebut.
dunia ini.” (Paus Fransiskus dalam
Pesan Hari Komunikasi Sedunia Fiesta de Los tres Reyes Magos
2017).
Spanyol memiliki festival untuk menghormati tiga orang majus atau tiga raja
Salam komunikasi, salam tersebut yang disebut Fiesta de Los tres Reyes Magos atau The festival of the
kebenaran, salam kecermatan, three Magic Kings. Festival tersebut akan dirayakan setelah perayaan natal di
salam kedewasaan. Berkah Dalem. kota-kota besar di Spanyol dengan menghadirkan tiga pria bergaya raja Timur
/kspb/ Tengah dan menaiki unta. Lucunya, anak-anak di Spanyol akan meminta hadiah
“Karena kami tidak dapat berbuat kepada tiga raja di tanggal 26 Desember. Permohonan mereka ditulis di kertas
apa-apa melawan kebenaran; yang dan diletakkan di sepatu
dapat kami perbuat ialah untuk dekat jendela atau di bawah
kebenaran.” – 2 Korintus 13:8, pohon natal. Mereka akan
Paulus dalam nasihat terakhirnya menunggu kado tersebut
bagi Jemaat di Korintus. hingga tanggal 5 Januari.
Penulis aktif melayani sebagai Lobak Natal
jurnalis Komisi Komsos KWI dan
ikut menterjemahkan Pesan Paus Pada tanggal 23 Desember
Fransiskus untuk Hari Komunikasi para petani di Meksiko akan
Sedunia 2017. merayakan Noche de
rabanos atau festival lobak.
Mereka akan mengukir
sayuran tersebut menyerupai manusia atau peristiwa-peristiwa kehidupan yang
terjadi selama setahun. Dan pada tanggal 25, anak-anak akan menghancurkan
piñata yang berisi permen, hadiah kecil atau coklat di rumah mereka.
KFC
Di Jepang natal bukanlah hari libur. Sebab, mayoritas warga Jepang adalah
penganut Shinto atau Budha. Namun, natal di kota-kota besar di Jepang tetap
meriah dengan dekorasi cantik. Bahkan pada malam natal, resto KFC juga
penuh sesak setiap jam makan malam di hari natal. Bahkan tempat duduk di
KFC sudah dipesan jauh hari sebelum natal. Fenomena ini terjadi karena strategi
iklan yang mengatakan orang Amerika merayakan natal dengan makan ayam.
Natal Maraton
Sebagai negara dengan populasi umat katolik terbesar ketiga di dunia, natal di
Filipina sangat semarak dan megah. Setelah merayakan halloween, Filipina
segera mengganti dengan dekorasi natal sejak bulan September. Filipina menjadi
negara dengan selebrasi natal terlama di dunia. Warga Filipina juga mengadakan
misa natal selama sembilan hari berturut-turu yang disebut simbang gabi.
Sumber:
http://www.pesona.co.id/read/adisi-natal-unik-di-seluruh-dunia
55
Sumber:
www.printactivities.com/mazes