LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
OPTIMALISASI KEGIATAN PERILAKU HIDUP
BERSIH SEHAT (PHBS) DI SD NEGERI
KETAWANGREJO
DISUSUN OLEH:
Nama : Didik Joko Prasetyo,S.Pd.
NIP
Gol./Angkatan/NIS : 19930616 201903 1 010
Jabatan
: III / CLX / 30
Unit Kerja : Guru Pendidikan Jasmani,
Coach
Mentor Olahraga dan Kesehatan
Ahli Pertama
: SD Negeri Ketawangrejo
: Ir. Adi Wachyudi, M.Si
: Amanah. S.Pd.SD
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH BEKERJASAMA DENGAN
BADAN KEPEGAWAIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH
KABUPATEN PURWOREJO
TAHUN 2019
i
ii
iii
PRAKATA
Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan
kepada Allah SWT atas segala berkat, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan aktualisasi dengan judul
“Optimalisasi pelaksanaan kegiatan PHBS di SD Negeri Ketawangrejo”
dengan baik. Laporan kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar
Pegawai Negeri Sipil atau selanjutnya disebut PNS ini bertujuan untuk
meningkatkan kualitas PNS di SD Negeri Ketawangrejo dengan sikap
perilaku PNS dan nilai dasar PNS yang terdiri dari: Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Penulis menyadari bahwa laporan ini dapat terwujud karena bantuan
dan dorongan dari benyak pihak. Penulis dengan rendah hati
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat-Nya.
2. Kepala BPSDMD Jawa Tengah beserta jajarannya;
3. BKD Kabupaten Purworejo beserta jajarannya yang telah
memfasilitasi penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
4. Pemerintah Kabupaten Purworejo;
5. Wari Handayani, ST. selaku narasumber.
6. Ir. Adi Wachyudi,M.Si. selaku coach atas semua inspirasi,
dorongan, masukan dan bimbingannya;
7. Amanah ,S.Pd.SD. selaku mentor atas semua arahan, motivasi,
dukungan, masukan dan bimbingan selama pelaksanaan program
aktualisasi.
8. Keluarga besar SD Negeri Ketawangrejo atas dukungan dan
kerjasamanya.
9. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di instansi.
10. Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan menfasilitasi
kegiatan latsar.
iv
11. Keluarga besar peserta Latsar Kabupaten Purworejo Golongan
III Angkatan CLX tahun 2019.
12. Seluruh keluarga besar saya, terutama Bapak saya yang selalu
mendukung dan mendoakan sepenuh hati demi terciptanya laporan
aktualisasi ini.
Penulis sadar bahwa laporan aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan yang
membangun dari berbagai pihak sehingga membuat laporan ini menjadi
lebih baik. Sehingga aktualisasi ini dapat dijadikan dasar dalam
pelaksanaan dan pelaporan aktualisasi dan habituasi nilai- nilai dasar
ASN, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua
pihak yang membutuhkan.
Sukoharjo, 26 September 2019
Penulis
v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................... iii
PRAKATA ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI........................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR................................................................................. ix
BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1
A. Latar Belakang.................................................................... 1
B. Identifikasi Isu ..................................................................... 4
C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan .................................. 9
D. Rumusan Masalah .............................................................. 10
E. Tujuan ................................................................................ 10
F. Manfaat............................................................................... 11
BAB II TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA .................... 12
A. Profil Organisasi.................................................................. 12
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi......................... 12
2. Visi, Misi, Nilai, Tujuan dan Sasaran Organisasi ........... 12
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi............................ 15
4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain ........... 17
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat ............................................. 17
C. Role Model.......................................................................... 21
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI ............................ 22
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan
dengan Nilai ANEKA........................................................... 22
B. Jadwal Rancangan Kegiatan Aktualisasi ............................ 34
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ..................... 36
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ........... 38
vi
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi .................................... 38
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi Nilai-nilai ANEKA ............ 51
BAB V PENUTUP ............................................................................... 52
A. Kesimpulan ......................................................................... 52
B. Rekomendasi...................................................................... 54
C. Rencana Aksi ..................................................................... 54
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 57
LAMPIRAN ............................................................................................ 58
vii
DAFTAR
TABEL
Tabel 1.1. Identifikasi Isu ...................................................................... 5
Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis APKL ................................................. 7
Tabel 1.3. Analisis Isu Strategis USG .................................................. 8
Tabel 2.1 Data Tenaga Pendidik .......................................................... 15
Tabel 3.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi.......................................... 23
Tabel 3.2. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi Agustus......... 34
T...a..b..e..l..3....3.....J.a. dwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi September. 35
T....a..b..e..l..3....4.....A..n. tisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ………........... 36
Tabel 4.1 Uraian Capaian Kegiatan 1.................................................... 38
Tabel 4.2 Uraian Capaian Kegiatan 2.................................................... 40
T..abel 4.3 Uraian Capaian Kegiatan 3.................................................... 42
Tabel 4.4 Uraian Capaian Kegiatan 4.................................................. 43
Tabel 4.5 Uraian Capaian Kegiatan 5.................................................... 46
Tabel 4.6 Uraian Capaian Kegiatan 6................................................... 48
Tabel 4.7 Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai ANEKA. 51
Tabel 5.1 Capaian Hasil Kegiatan.......................................................... 52
Tabel 5.2. Rencana Aksi........................................................................ 55
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi SD Negeri Asinan 02 Bawen ........ 16
Gambar 2.2 Role Model Kepala Sekolah SD N Ketawangrejo ...... 21
ix
10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara dalam Bab I Pasal 1 Ayat 1 dan 2
menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya
disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah.
Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut
Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat
pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Guru sebagai seorang ASN harus memegang teguh nilai-
nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Menurut Undang-undang Nomor 14 tahun 2015 disebutkan
bahwa, tujuan guru, yaitu; guru mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar. Guru ASN yang profesional selalu
berlandaskan pada nilai-nilai ANEKA, atau kepanjangan dari
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan
Anti Korupsi. Nilai-nilai dasar inilah yang menjadi pedoman
seorang pendidik guna menciptakan pendididkan yang
berkualitas.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa
Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan
1
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berakar pada
nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap
terhadap tuntutan jaman. Pendidikan nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Dari dua Undang-Udang diatas, Guru sebagai ASN
memiliki tugas mencitakan pendidikan yang berkualitas dan
melasnakan tujuan pendidikan nasional mengembangkan
potensi peserta didik. Untuk terlaksanya ada beberapa faktor
yang berpengaruh diantaranya adalah faktor kesehatan.
Menurut Kementrian Kesehatan RI (2011: 1), Derajat kesehatan
merupakan salah satu unsur penting dalam upaya peningkatan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bangsa Indonesia.
Sementara itu derajat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh
pelayanan kesehatan, tetapi yang lebih dominan justru adalah
kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat.
Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar
mendukung penigkatan derajat kesehatan dilakukan melalui
program pembinaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS).
Upaya pembinaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)
paling optimal bila dilaksanakan pada institusi pendidikan
karena dapat menanamkan dasar dasar Perilaku Hidup Bersih
Dan Sehat (PHBS) sejak dini, untuk menciptakan generasi yang
terbiasa untuk melaksnakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
(PHBS) .
Di SD Negeri Ketawangrejo kegiatan pembinaan Perilaku
Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) belum terlaksana secara
optimal, masih banyak siswa yang tidak mencuci tangan
memakai sabun sebelum makan dan setelah buang air di wc,
2
masih banyak yang membuang sampah di sembarang tempat,
fungsi UKS belum berjalan dengan baik, banyaknya sampah
plastik di lingkungan SD N Ketawangrejo.
Laporan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi
beberapa isu atau problematika yang ditemukan di SD N
Ketawangrejo. Isu-isu yang menjadi dasar laporan aktualisasi ini
bersumber dari aspek : pelayanan publik dan whole of
goverment.
Pada dasarnya isu yang muncul dapat bersumber dari
individu, unit kerja, maupun organisasi. Hasil pengamatan penulis
isu-isu yang terjadi dikaitkan dengan pencapaian visi-misi SD
Negeri Ketawangrejo antara lain :
1. Kurangnya optimalnya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
di SD N Ketawangrejo.
2. Kurang optimalnya fungsi perpustakaan sekolah sebagai
sumber literasi belajar siswa di SD N Ketawangrejo.
3. Kurang optimalnya Penggunaan media pembelajaran saat
pembelajaran PJOK di SD N Ketawangrejo.
4. Kurang optimalnya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri
Ketawangrejo.
5. Kurang optimalnya kegiatan Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat (PHBS) di SD N Ketawangrejo.
Untuk kebutuhan aktualisasi, dipilih satu core issue yang
menjadi prioritas untuk dipecahkan melalui gagasan-gagasan
kegiatan kreatif dan inovatif yang dilandasi oleh nilai-nilai dasar
PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dituangkan dalam laporan
aktualisasi.
3
B. Identifikasi Isu
Laporan kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di
SD Negeri Ketawangrejo, Kecamatan Grabag sesuai dengan
nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi
(ANEKA) dan sesuai dengan peran dan kedudukan ASN dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rancangan kegiatan
aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarakan identifikasi isu
dengan mempertimbangkan keaktualan, problematik,
kekhalayakan dan kelayakan isu tersebut (metode APKL).
Aktual artinya Benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat. Problematik artinya Isu yang
memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu
dicarikan segera solusinya. Kekhalayakan artinya Isu yang
menyangkut hajat hidup orang banyak, dan Kelayakan
artinya Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya. Kemudian
prioritas isu ditentukan dengan analisis USG dengan
menetapkan rentang penilaian (1-5). Urgency artinya
seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti. Seriousness artinya seberapa serius suatu isu
harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan
ditimbulkan. Growth artinya seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.
Prioritas isu yang telah ditentukan kemudian diidentifikasi
berdasarkan sumber isu, aktor yang terlibat, peran masing-
masing aktor yang terlibat dan keterkaitan dengan mata
pelatihan yang relevan, dan kegiatan-kegiatan yang digagas
untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di SD Negeri
Ketawangrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo.
Daftar isu yang diperoleh dalam lingkungan kerja penulis
yang dikaitkan dengan Pelatihan Dasar CPNS dapat
ditampilkan pada tabel berikut:
4
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
No. Identifikasi Isu Sumber Kondisi Saat Kondisi yang
Isu Ini Diharapkan
1 Kurangnya
. Kegiatan Sekolah dapat
optimalnya ekstrakurikuler melaksanakan
pelaksanaan belum berjalan kegiatan sesuai
kegiatan secara baik jadwal dan
ekstrakurikuler Pelayanan sesuai dengan secara baik
olahraga di SD Publik jadwal yang untuk
Negeri dibuat. meningkatkan
Ketawangrejo. kemampuan dan
bakat bagi
2 Kurang Perpustakaan siswa.
. optimalnya belum Sekolah dapat
dimafaatkan meningkatkan
fungsi secara mutu
perpustakaan Pelayanan maksimal pelayanan
sekolah Publik sebagai dengan
sebagai sumber literasi memanfaatkan
sumber literasi belajar siswa perpustakaan
belajar siswa di agar menjadi
SD Negeri sumber literasi
Ketawangrejo. belajar siswa.
3 Kurang
. optimalnya Siswa Terciptanya
Penggunaan kurang suasana
media memperhatikan pembelajaran
pembelajaran dan kurang
saat mengerti dengan yang menarik
pembelajaran Pelayanan materi sehingga dapat
Publik pembelajaran meningkatkan
PJOK di SD N PJOK yang wawasan dan
disampaikan
Ketawangrejo.
oleh guru. pengetahuan
siswa di SD N
Ketawangrejo.
5
No. Identifikasi Isu Sumber Kondisi Saat Kondisi yang
4 Kurang Isu Ini Diharapkan
.
Kurangnya Kegiatan belajar
optimalnya
tenaga guru mengajar dapat
kegiatan belajar untuk kelas 2 berjalan baik
mengajar di SD dan 3, dengan adanya
Negeri Whole Of menyebabkan tenaga guru yang
Ketawangrejo. Goverment ada guru yang cukup.
harus
membimbing 2
kelas sekaligus.
5 Kurang Kegiatan
. Warga sekolah
optimalnya Perilaku Hidup
kegiatan PHBS dapat
(Perilaku Hidup
Bersih Dan Bersih dan Sehat
Sehat) di SD N
Ketawangrejo. melaksanakan
belum berjalan
Pelayanan secara rutin dan perilaku PHBS
Publik
(Perilaku Hidup
benar.
Bersih dan Sehat)
secara baik.
Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan
menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis
isu ini bertujuan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan
prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui
gagasan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Analisis isu
dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth). Identifikasi penentuan kelayakan isu
dilihat dari nilai APKL, sedangkan penentuan prioritas isu
yang akan dipecahkan dapat dilihat dari nilai USG yang dapat
dilihat pada tabel 1.2 berikut
6
Tabel 1.2 Analisis Isu Strategis APKL
Prinsip ASN Identifikasi isu Kriteria A Ket
APKL
Kurangnya optimalnya
Pelayanan pelaksanaan kegiatan + + + + MS
Publik + + - + TMS
ekstrakurikuler di SD N + + + + MS
Pelayanan + - + TMS
Publik Ketawangrejo.
Kurang
Pelayanan
Publik optimalnya fungsi perpustakaan
Whole of sekolah sebagai sumber literasi
Goverment
belajar siswa di SD Ketawangrejo
Kurang optimalnya
Penggunaan media
pembelajaran saat pembelajaran
PJOK di SD N Ketawangrejo.
Kurang optimalnya kegiatan
pembelajaan di SD Ketawangrejo. +
Kurang optimalnya kegiatan
Whole of Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat + + + + MS
Goverment
(PHBS) di SD N Ketawangrejo.
KETERANGAN : 5. U = Urgency 8. MS = Memenuhi Syarat
6. S = Seriousness 9. TMS = Tidak Memenuhi
1. A = Aktual 7. G = Growth
2. P = Problematik Syarat
3. K = Khalayak
4. L = Layak
7
Rancangan kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat
berdasarakan identifikasi isu dengan mempertimbangkan
keaktualan, problematik, kekhalayakan dan kelayakan isu
tersebut (metode APKL).
Aktual artinya Benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat.
Problematik artinya Isu yang memiliki dimensi
masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera
solusinya.
Kekhalayakan artinya Isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak.
Kelayakan artinya Isu yang masuk akal dan realistis
serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya. Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa
terdapat 3 isu yang akan di tapis ulang menggunakan
metode USG.
Tabel 1.3 Analisis Isu Strategis USG
Prinsip Identifikasi Isu Kategori B
ASN U S G ∑ Peringkat
Kurangnya optimalnya
Pelayanan pelaksanaan kegiatan 5 3 5 13 III
Publik ekstrakurikuler di SD N
Ketawangrejo.
Kurang optimalnya
Penggunaan media
Pelayanan pembelajaran saat
Publik pembelajaran PJOK di 4 5 5 14 II
SD N Ketawangrejo.
8
Kurang optimalnya
kegiatan PHBS (perilaku
Whole of hidup bersih dan sehat) di 5 5 5 15 I
Goverment SD N Ketawangrejo.
SKALA LINKERT : 4 = Besar U/S/G
1 = Tidak U/S/G 5 = Sangat besar U/S/G
2 = Kurang U/S/G dengan analisis USG dengan
3 = Cukup U/S/G
Prioritas isu ditentukan
menetapkan rentang penilaian (1-5).
✓ Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu
harus dibahas, dianalisis dan ditindak lanjuti.
✓ Seriousness artinya seberapa serius suatu isu harus
dibahas
dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan.
✓ Growth artinya seberapa besar kemungkinan
memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani
segera.
Dari hasil analisis dua tapis diatas APKL dan USG,
ditetapkan isu yang dipilih dan ditindaklanjuti dengan gagasan
rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi isu
tersebut. Hasil perumusan isu yang terpilih adalah “Kurang
optimalnya kegiatan PHBS ( perilaku hidup bersih dan sehat)
di SD N Ketawangrejo”.
C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) di sekolah adalah
salah satu faktor penunjang agar terlaksananya proses
pembelajaran yang baik, apabila perilaku ini tidak dilaksanakan
secara optimal maka proses pembelajaran di sekolah akan akan
terganggu menjadikan proses pembelajaran menjadi tidak
9
maksimal.
Dampak isu Kurang optimalnya kegiatan PHBS ( perilaku
hidup bersih dan sehat) di SD N Ketawangrejo adalah:
1. Lingkungan tempat belajar menjadi tidak bersih,
menyabab kan kondisi pembelajaran menjadi tidak
nyaman dan tidak kondusif.
2. Warga sekolah yang tidak membiasakan untuk perilaku
hidup bersih dan sehat pasti akan mudah terkena
penyakit, apabila sakit akan mengganggu proses
pembelajaran.
3. Apabila perilaku hidup bersih dan sehat dilingkungan
sekolah tidak berjalan dengan baik bisa berdampak
pula pada lingkungan sekitar pula menjadi tidak bersih
dan sehat, karena sekolah berada antara masyarakat.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada
rancangan aktualisasi ini adalah
1. Bagaimana cara mengoptimal kegiatan PHBS (
Perilaku hidup bersih dan sehat) di SD N
Ketawangrejo?
2. Bagaimana pelaksanaan optimalsasi kegiatan
PHBS ( perilaku hidup bersih dan sehat) di SD N
Ketawangrejo?
3. Bagaimana mengetahui keterkaitan antara
kegiatan yang diusulkan dengan nilai-nilai dasar
ASN (ANEKA) yang mendasari kegiatan ?
E. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isi dan rumusan masalah
yang telah ditemukan, tujuan yang ingin dicapai pada
rancangan aktulisasi ini adalah
1. Untuk optimalisasi kegiatan PHBS ( Perilaku Hidup
Bersih Dan Sehat) di SD N Ketawangrejo.
10
2. Untuk mengetahui pelaksanaan optimalisasi kegiatan
PHBS ( Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) di SD N
Ketawangrejo.
3. Untuk mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang
diusulkan dengan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA)
yang mendasari kegiatan
F. Manfaat
Manfaat dari rancangan aktualisasi ini yaitu :
1. Peserta Pelatihan Dasar CPNS
a. Meningkatkan pemahaman nilai dasar ANEKA
sebagai landasan dalam menjalankan profesi di
tempat kerja.
b. Menjadi penuntun dalam melaksanakan kegiatan
aktualisasi nilai dasar di unit kerja serta dasar
pelaporan aktualisasi nilai - nilai dasar ANEKA di SD
Negeri Ketawangrejo.
2. SD Negeri Ketawangrejo
a. Membantu mewujudkan visi dan misi SD Negeri
Ketawangrejo.
b. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di SD
Negeri Ketawangrejo.
3. Siswa SD Negeri Ketawangrejo
a. Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS
(Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
b. Siswa menjadi terbiasa melakukan kegiatan PHBS
(Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
11
BAB II
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi
1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Nama Sekolah : SD Negeri Ketawangrejo
NPSN : 20306447
NSS : 101030601035
Jenjang Pendidikan : SD
Status Sekolah : Negeri
Alamat Sekolah : Dusun Ketawangrejo
RT / RW : 04/02
Kode Pos : 54265
Tahun Berdiri : 1985
Status Akredtasi :A
Desa/Kelurahan : Ketawangrejo
Kecamatan : Grabag
Kabupaten/Kota : Purworejo
Provinsi : Jawa Tengah
Negara : Indonesia
2. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran SD Negeri Ketawangrejo
a. Visi SD Negeri Ketawangrejo
“Unggul Dalam Mutu, Unggul Dalam Ekstrakurikuler, Berakhlak
Mulia”.
b. Misi SD Negeri Ketawangrejo
1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif
untuk mengoptimalkan perkembangan potensi peserta didik.
2. Memotivasi dan membimbing peserta didik dalam mengenali
diri sendiri.
12
3. Menimbulkan penghayatan peserta didik terhadap ajaran
agamanya serta budaya luhur sebagai sumber kearifan dalam
bertindak.
4. Mengembangkan kreatifitas warga sekolah agar mengerti jati
dirinya di sekolah dan di masyarakat.
5. Menumbuhkan rasa percaya diri warga sekolah untuk
berbahasa yang santun dan bertanggung jawab.
c. Tujuan SD Negeri Ketawangrejo
Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum
pendidikan dasar, tujuan SD Negeri Ketawangrejo dalam
mengembangkan pendidikan adalah sebagai berikut ini:
1. Meningkatkan rasa percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Berprestasi di bidang akademik dan non akademik.
3. Menumbuhkan rasa gemar membaca, menulis dan berhitung.
4. Mengamalkan ajaran agama, ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai hasil pembelajaran.
5. Membentuk karakter siswa yang santun dan bermartabat dalam
kehidupan sehari-hari.
6. Menguasai ketrampilan hidup dan bersikap patriotis.
d. Sasaran SD Negeri Ketawangrejo
1. Peningkatan proses pembelajaran untuk meraih peringkat US
yang lebih baik.
2. Pembelajaran di dalam dan luar kelas untuk meningkatkan
penanaman konsep yang berkesan.
13
3. Nilai-nilai Organisasi SD Negeri Ketawangrejo
Nilai-nilai organisasi yang ada di SD Negeri Ketawangrejo antara
lain :
1) Disiplin
Tenaga Pendidik harus disiplin ketika berada di lingkungan kerja. Tenaga
pendidik harus bisa disiplin waktu dan disiplin pakaian dalam kegiatan
sehari-hari di sekolah.
2) Adil
Adil ketika berada di dalam kelas, tidak membedakan siswa.
3) Mandiri
Karakter/sikap tidak menggantungkan keputusan pada orang lain dalam
meyelesaikan suatu permasalahan.
4) Inovatif
Mampu mengembangkan ide/gagasan baru demi kemajuan siswa dan
sekolah
5) Tanggungjawab
Perwujudan kesadaran manusia akan kewajibannya. Mampu
bertanggungjawab melakukan tugasnya sebagai tenaga pendidik
6) Kerjasama
Mampu bekerjasama dalam memecahkan suatu permasalahan yang
muncul.
7) Sopan santun
Berperilaku dengan memperhatikan etika dan norma yang berlaku
14
3. Struktur Organisasi dan Job Deskripsi
a. Data Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Tabel 2.1 Data Tenaga Pendidik
NO NAMA, NIP TEMPAT PENDI TUGAS JML KET
JAM PNS
TANGGAL DIKAN
LAHIR Non
PNS
1. AMANAH, S.Pd.SD Purworejo S – 1 Kepala 24
196204131983042006 13 – 04 – Sekolah Non
1962 PNS
2. SEPTI NITARIA Purworejo S – 1 Guru Kl VI 30 Non
PUSPITARINI, S.Pd 12 – 06 – PNS
- 1983
PNS
3. FATMAWATI, S.Pd Kebumen S–1 Guru Kl V 30
-
31 – 05 –
1990
4. RINARUSTIN Gunung Kidul S – 1 Guru Kl IV 30
WIDIASTUTI, S.Pd 23 – 09 –
- 1985
5. RIRIN DWI KURYATI, Semarang, S – 1 Guru Kl II dan 25
S.Pd 30 – 07 – Kl I
196507301987032010 1965
8. SHODIQ, S.Pd.I Purworejo S – 1 PAI Kl I –VI 24 PNS
196006051983041006 05 – 06 –
1960
9. DIDIK JOKO Kulon Progo S – 1 Penjaskes 24 CPNS
PRASETYO, S.Pd. 16 – 06 – Kl I - VI
19930616 201903 1 010 1993
10. AGUS SUNTORO 27 – 06 – SMK Penjaga - Tenaga
Honor
1993 Sekolah Sekolah
15
Gambar 3.1. Struktur Organisasi SD N Ketawangrejo
KEPALA SEKOLAH
Amanah, S.Pd.SD
UNIT PERPUSTAKAAN KETUA KOMITE
Fatmawati S.Pd Sastro Taruno
JABATAN
GURU KELAS VI GURU KELAS V GURU KELAS IV
Septi Nitaria P., S.Pd Rinarustin W., S.Pd Fatimahwati, S.Pd
GURU KELAS III GURU KELAS II GURU KELAS I
- - Ririn Dwi K, S.Pd
GURU PENJASKES GURU PAI
Didik Joko P., S.Pd Shodiq, S.Pd.I
16
4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain
a. Deskripsi SDM
Guru Tetap (PNS) :3
Guru Tetap (CPNS) :1
Guru Tidak Tetap (Honor) : 3
Pustakawan :-
Penjaga Sekolah :1
Siswa Laki-laki :75
Siswa Perempuan :63
Rombongan Belajar :6
b. Sarana dan Prasarana
SD Negeri Ketawangrejo memiliki sarana dan prasarana yang
cukup memadai. Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses
kegiatan belajar mengajar sebanyak 6 ruang kelas. Setiap ruang kelas
memiliki satu papan tulis, satu meja dan kursi guru, serta meja dan kursi
untuk siswa. SD Negeri Ketawangrejo juga sudah memiliki ruang guru,
ruang kepala sekolah, ruang UKS, mushola, kamar mandi guru dan kamar
mandi siswa. Untuk setiap kelas juga sudah ada 3 tempat sampah
organik, non organikuntuk dan sampah kertas. Untuk kamar mandi sudah
dipisahkan antara kamar mandi laki-laki, perempuan dan kamar mandi
untuk guru.
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat
1. Tugas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pegawai ASN turut serta dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan
negara.Tugas pegawai ASN tercantum dalam Undang – Undang Nomor 5
tahun 2014 adalah:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
17
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Tugas ASN lainnya juga diatur dalam undang-undang ASN nomor 5
tahun 2014 pasal 5 mengatur tentang kode etik dan kode perilaku ASN,
yang bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik
dan kode perilaku tersebut adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung
jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan
tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak
lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan
atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN; dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang-
undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
2. Jabatan Fungsional Guru
Jabatan fungsional guru diatur dalam Peratutan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan
18
RB) No. 16 Tahun 2009 menjelaskan bahwa jabatan fungsional guru
adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas,
tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik,
mengajar, membimbing dan mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan menengah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh PNS.
Jabatan fungsional guru juga menjadi kewajiban dan tanggung
jawab seorang guru. Kewajiban seorang guru diantaranya adalah
merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi selama proses belajar
mengajar berlangsung. Seorang guru juga berkewajiban untuk
meningkatkan mutu pendidikan dengan mengembangkan kualitas dan
kompetensi akademik sesuai dengan perkembangan zaman.Guru wajib
bersifat objektif dan meningkatkan nilai kesatuan dan persatuan dalam diri
peserta didik. Kewajiban seorang guru yang lainnya adalah menjunjung
tinggi aturan dan kode etik guru yang telah ditetapkan.Lalu tanggung
jawab seorang guru adalah menyelesaikan segala tugasnya selama masa
tugas berlangsung.
3. Tugas Pokok dan Fungsi Guru
Tugas guru dijelaskandalam BAB XI Pasal 39 ayat (2), Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
pasal 20 Undang-UndangNomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
serta pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
yang telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2017.
Beban kerja guru yang termuat di dalam Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. Membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan
pokoksesuai dengan beban kerja guru.
19
Beban kerja guru tersebut dilaksanakan paling sedikit memenuhi
24(dua puluh empat) jam tatap muka dan palingbanyak 40 (empat puluh)
jam tatap mukadalam I (satu) minggu.Tugas guru secara lebih terperinci
dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk
Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya:
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan
b. Menyusun silabus pembelajaran
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di
kelasnya
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan dengan
memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi
i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung
jawabnya (khusus guru kelas)
j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil
belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional
k. Membimbing guru pemuladalam program induksi
l. Membimbing siswadalam kegiatan ekstra kurikuler proses pembelajaran
m. Melaksanakan pengembangan diri
n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif
o. Melakukan presentasi ilmiah
20
C. ROLE MODEL
Gambar 3.2. Kepala Sekolah SD N Ketawangrejo
Role Model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) sama artinya dengan teladan yaitu suatu yang patut
ditiru atau baik untuk dicontoh seperti teladan, kelakuan, perbuatan, sifat
dan sebagainya. Dalam hal ini role model bagi penulis adalah Kepala SD
Negeri Ketawangrejo yaitu Amanah, S.Pd.SD Beliau adalah Kepala
Sekolah yang mempunyai dedikasi yang dapat menjadi inspirasi dan
teladan bagi penulis.
Dedikasi tersebut bisa ditunjukkan dari wibawa, jiwa
kepemimpinan, kedisiplinan, etos kerja, sikap dan perilaku kerja beliau.
Perilaku kerja yang menurut saya perlu dicontoh adalah kedisiplinan
beliau ketika kerja di kantor dan loyalitas kepada SD Negeri Ketawangrejo.
Beliau dapat memimpin SD Negeri Ketawangrejo menjadi lebih
berprestasi, mengarahkan pegawai untuk bekerja keras dan kerja ikhlas.
Beliau tetap mengabdi dengan sepenuh hati walau akan memasuki waktu
masa purna tugas.
Sebagai seorang tenaga pendidik saya ingin meniru sifat beliau
untuk mengabdikan diri di lingkungan sekolah dengan cara displin waktu
dalam proses pembelajaran untuk bekerja keras dan kerja ikhlas.
21
BAB III
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan
Keterkaitan dengan Nilai ANEKA
Salah satu kompetensi dasar pada pelatihan dasar CPNS
yaitu aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas
jabatannya. Nilai-nilai dasar yang dimaksud yaitu akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Sebelum memulai aktualisasi, dibuat rancangan aktualisasi
terlebih dahulu. Rancangan kegiatan aktualisasi disajikan
terperinci dalam sebagai berikut :
Unit Kerja : SD Negeri Ketawangrejo
Kecamatan. Grabag
Isu yang diangkat : Kurang Optimalnya Pelaksanaan
kegiatan PHBS ( Perilaku Hidup
Bersih Dan Sehat) di Lingkungan
Judul SD Negeri Ketawangrejo
: Optimalisasi Pelaksanaan Kegiatan
PHBS (Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat) di Lingkungan SD Negeri
Ketawangrejo
Gagasan Penyelesaian Isu :
1. Melaksanakan revitalisasi fungsi dan peran UKS di SD Negeri
Ketawangrejo. ( Perintah atasan)
2. Melaksanakan Sosialisasi Pentingnya Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat (PHBS) Di SD Negeri Ketawangrejo. (Inovasi)
3. Melaksanakan Pemasangan Poster Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat (PHBS) di SD Negeri Ketawangrejo. (Inovasi)
4. Melaksanakan Monitoring pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Dan
Sehat (PHBS) siswa dengan kartu “Aku Bersih Aku Sehat”(
ABAS). (Inovasi)
22
5. Melaksanakan pengoptimalan kegiatan Jumat bersih.
( Perintah atasan).
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi.
Judul : Optimalisasi Kegiatan Perilaku Hidup Bersih
Dan Sehat (PHBS) di SD Negeri Ketawangrejo
Nama Lengkap : DKeidcik. GJorakboaPgrasetyo, S.Pd
Jabatan : Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan
Unit Kerja Kesehatan Ahli Pertama
: SD Negeri Ketawangrejo
Coach : Ir. Adi Wachyudi, M.Si
Mentor : Amanah, S.Pd.SD
Identifikasi Isu : 1. Kurangnya optimalnya pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler di SD N
Ketawangrejo.
2. Kurang optimalnya fungsi perpustakaan
sekolah sebagai sumber literasi belajar
siswa di SD N Ketawangrejo.
3. Kurang optimalnya Penggunaan media
pembelajaran saat pembelajaran PJOK di
SD N Ketawangrejo.
4. Kurang optimalnya kegiatan belajar
mengajar di SD Negeri Ketawangrejo.
5. Kurang optimalnya kegiatan PHBS
Isu yang : Kura(pnegriloapktuimhaidlnuypabkeergsiahtadnanPseerihlaakt)udHi iSdDupN
Diangkat BersKihetDawananSgerheajot.(PHBS) di SD N
Gagasan yang : OKepttaimwaalnisgarseijok.egiatan Perilaku Hidup Bersih
Diangkat Dan Sehat (PHBS) di SD N Ketawangrejo.
23
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
1. Melaksanakan Terlaksa
revitalisasi fungsi d
Fungsi dan UKS di
Peran UKS di Ketawan
SD Nege1ri. Melakukan Terbentu
Ketawangrejo. konsultasi rancang
(sumber bersama Kepala kegiatan
kegiatan: Sekolah revitalisa
Inovasi) terkaitrencana yang
kegiatan dikonsul
revitalisasi UKS
2. Melaksanakan Terbentu
koordinasi koordina
dengan teman baik dan
sajawat atau kegiatan
guru lain lebih bai
3. Melakukan Terbentu
pembaharuan struktur
struktur organisa
organisasi UKS yang ba
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
4 Nilai-Nilai Dasar
ananya Misi Organisasi
dan peran ASN (ANEKA) Organisasi
i SD N 5 7
ngrejo 6 Kegiatan
unya Etika Publik Kegiatan ini Melaksanak
gan (Sopan Santun) an
n Melakukan turut serta revitalisasi
asi uks konsultasi dengan Fungsi dan
sopan santun dalam Peran UKS
telah di SD
ltasikan. Nasionalisme mewujudkan visi Negeri
(Sila 4 ) Ketawangre
uknya misi sekolah jo,
asi yang Malakukan terkandung
n recana musyawarah yang yang ke 1 yaitu: nilai
n yang mufakat tanggungja
ik. Melaksanakan wab, dan
uknya Akuntablitas sopan
(Tanggung jawab) pembelajaran santun.
asi UKS Pembentukan
aru . organisasi dilakukan dan bimbingan
dengan penuh
tanggung jawab secara efektif
untuk
mengoptimalkan
perkembangan
potensi peserta
didik.
24
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
4. Melaksanakan Terben
pembuatan Jadwa
jadwal piket UKS
UK
5. Melakukan Tersedia
penambahan obat-oba
dan penggantian yang leb
obat-obatan di lengkap
UKS. yang dib
dengan
tanggun
2 Melaksanakan Terlaksa
sosialisasi kegiatan
pentingnya sosialisa
PHBS Di SD Di SD N
Negeri Ketawan
Ketawangrejo 1. Menyusun Tesusun
(sumber program tentang
kegiatan : sosialisasi sosialisa
Inovasi) pentingnya pentingn
PHBS di SD PHBS d
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
4 Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
Nilai-Nilai Dasar
Misi Organisasi
ASN (ANEKA) Organisasi
7
5 6
ntuknya Komitmen Mutu Kegiatan ini Pelaksnaan
al piket (Efisien) sosialisasi
KS turut serta pentingnya
Pembuatan jadwal PHBS di SD
anya piket dengan efisien dalam Negeri
atan waktu Ketawangre
bih mewujudkan visi jo
dan Anti Korupsi meningkatk
beli (Transparan) misi sekolah an nilai
rasa Pengadaan obat- sopan
ng jawab. obat di lakukan yang ke 1 yaitu:
ananya secara transparan
n
asi PHBS Anti Korupsi
Negeri (mandiri)
ngrejo Menyusun
nnya Rancangan dengan
kemampuan sendiri.
asi
nya
di SD
25
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
Negeri Negeri
Ketawangrejo. Ketawan
2. Melaksanakan Terlaksn
Konsultasi konsulta
dengan kepala memper
sekolah tentang persetuj
rancangan revisi ran
PHBS di SD sosialisa
Negeri pentingn
Ketawangrejo. PHBS d
Negeri
Ketawan
3. Menyiapkan Tersedia
Materi M
materi dan sosialisa
pentingn
media untuk PHBS
sosialisasi
pentingnya
PHBS
4. Melakukan Terwuju
koordinasi koordina
dengan teman dengan
sejawat atau sejawat
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
4 Nilai-Nilai Dasar
Misi Organisasi
ngrejo ASN (ANEKA) Organisasi
nanya 5 7
asi untuk 6 santun dan
roleh Etika Publik Melaksanakan tanggung
juan dan (Sopan Santun) jawab
ncangan Berbicara dengan pembelajaran
asi sopan dan
nya berpakaian rapi. dan bimbingan
di SD
secara efektif
ngrejo.
anya untuk
Materi
asi mengoptimalkan
nya
perkembangan
potensi peserta
Komitmen Mutu didik.
(Inovatif)
Membuat materi
yang inovatif dan
menarik.
udnya Nasionalisme:
asi Sila keempat
teman (Musyawarah)
melalui.
Melakukan
26
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
guru lain
5. Mensosialisasika Tercipta
n pentingnya pemaha
PHBS di SD siswa te
Negeri pentingn
Ketawangrejo PHBS d
kepada siswa. Negeri
Ketawan
3. Melaksanakan Tersdian
pembuat dan poster
pemasang sebagai
Poster PHBS di sosialisa
SD Nege1ri. Membuat Tercipta
Ketawangrejo. rancangan rancang
(sumber desain Poster desain
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
4 Nilai-Nilai Dasar
Misi Organisasi
anya ASN (ANEKA) Organisasi
aman 5 7
entang 6
nya musyawarah dan
di SD
ngrejo. koordinasi kegiatan
agar berjalan
dengan baik.
Akuntabilitas:
(Kejelasan)
Menyampaikan
sosialisai dengan
jelas agar siswa
paham.
nya Kegiatan ini Pelaksnaan
PHBS kegiatan
media turut serta Membuat
dan
asi. dalam memasang
anya Poster
gan mewujudkan visi PHBS di SD
Poster Komitmen Mutu: misi sekolah
(Inovatif)
27 yang ke 1 yaitu:
Inovasi pada poster
Melaksanakan
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
kegiatan: PHBS di SD PHBS
inovasi) Negeri Inovasi
Ketawangrejo. menarik
2. Melaksnakan Terlaksa
Konsultasi musyaw
rancangan dengan
poster Sekolah
lingkungan sehat mengha
dengan kepala rancang
sekolah poster
3. Melakukan Terlaksa
koordinasi musyaw
dengan teman dengan
sejawat atau sejawat
guru lain mendap
dukunga
masukan
teman s
4. Mencetak poster Tercetak
tentang PHBS di Poster P
SD Negeri SD
Ketawangrejo Ketawan
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
4 Nilai-Nilai Dasar
dengan Misi Organisasi
yang ASN (ANEKA) Organisasi
5 7
k 6 Negeri
anya PHBS agar lebih pembelajaran Ketawangre
warah manarik. jo.
dan bimbingan meningkatk
Kepala Etika Publik an nilai
h untuk (Sopan Santun) secara efektif inovatif dan
asilkan Berbicara dengan tanggung
gan sopan dan untuk jawab.
berpakaian rapi.
mengoptimalkan
perkembangan
potensi peserta
didik.
anya Nasionalisme:
warah Sila keempat
(Musyawarah)
teman Melakukan
untuk
pat musyawarah dan
an dan
n dari koordinasi kegiatan
sejawat
agar berjalan
dengan baik.
knya Anti Korupsi
PHBS di (Kejujuran)
Melakukan
Negeri
ngrejo. pencetakan poster
28
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
5. Memasang Terlaksa
poster tentang pemasa
PHBS di SD poster
Negeri baik da
Ketawangrejo. tanggun
4. Melaksanakan Terlaksa
monitoring monitori
pelaksanaan pelaksan
PHBS siswa PHBS
dengan kartu dengan
“Aku Bersih Aku “Aku Be
Sehat” (ABAS) Sehat” (
(sumber 1. Melakukan Terlaksa
kegiatan: konsultasi konsulta
Inovasi) dengan kepala dengan
sekolah Sekolah
mengenai mendap
Monitoring persetuj
pelaksanaan kegiatan
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
4 Nilai-Nilai Dasar
Misi Organisasi
anya ASN (ANEKA) Organisasi
angan 5 7
6
dengan tanpa mengurangi Pelaksanaa
an penuh n kegiatan
ng jawab kulitasnya. Monitoring
pelaksanaa
ananya Akuntabilitas: n PHBS
ing siswa
naan (Tanggung jawab) dengan
Melakukan kegiatan kartu “Aku
siswa Bersih Aku
kartu pemasangan Sehat” (
ersih Aku ABAS) di
( ABAS) dengan tanggung SD
ananya Ketawangre
asi jawab jo
Kepala
h untuk Kegiatan ini
pat
juan turut serta
n
dalam
mewujudkan visi
misi sekolah
Etika publik yang ke 1 yaitu:
(sopan santun)
Melakukan Melaksanakan
konsultasi dengan pembelajaran
Kepala Sekolah
dengan sopan dan bimbingan
santun.
29
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
PHBS siswa Monitori
dengan kartu pelaksan
“Aku Bersih Aku PHBS.
Sehat” ( ABAS)
2. Melakukan Tercetak
penyetakan lembar
lembar monitori
Monitoring pelaksan
pelaksanaan PHBS
PHBS siswa dengan
dengan kartu “Aku Be
“Aku Bersih Aku Sehat” (
Sehat” ( ABAS)
untuk seluruh
siswa.
3. Melakukan Terlaksa
koordinasi musyaw
dengan teman dengan
sejawat atau sejawat
guru lain mendap
dukunga
masukan
teman s
ut/Hasil Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Dengan Terhadap Visi- Nilai
4 Nilai-Nilai Dasar
ing Misi Organisasi
naan ASN (ANEKA) Organisasi
7
5 6 menjunjung
secara efektif tinggi nilai
knya Komitmen Mutu: tangungjaw
(Efisiensi) untuk ab dan
ing kejujuran
naan Melakukan mengoptimalkan
siswa pencentakan kartu perkembangan
kartu
ersih Aku secara efisien. potensi peserta
( ABAS)
didik.
ananya Nasionalisme:
warah (Sila 4)
teman musyawarah
untuk
pat bersama teman
an dan
n dari sesama guru untuk
sejawat
kelancaran kegiatan
30
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
4. Pembagian dan Terdistri
penjelasan kartu
kepada siswa Bersih
cara pengisan Sehat” (
lembar pada
Monitoring siswa da
pelaksanaan mengisi
PHBS siswa dengan
dengan kartu benar.
“Aku Bersih Aku
Sehat” ( ABAS).
5. Pendampingan Terlaksa
Pengisian pengisia
lembar Monitori
Monitoring pelaksan
pelaksanaan PHBS
PHBS siswa dengan
dengan kartu “Aku Be
“Aku Bersih Aku Sehat” (
Sehat” ( ABAS).
6. Melaksanakan Terlaksa
perekapan perekap
Monitoring Monitori
Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Terhadap Visi- Nilai
ut/Hasil Kegiatan Dengan
Misi Organisasi
4 Nilai-Nilai Dasar Organisasi
ibusunya 7
ASN (ANEKA) 6
“Aku
Aku 5
( ABAS),
semua Akuntabilitas;
an dapat
kartu (Kejelasan)
baik dan
Melaksnakan
kegiatan pembagian
dan penjelasan
kartu monitoring
“ABAS” secara baik
kepada setiap
siswa.
ananya Akuntabilitas
an (Tanggungjawab)
ing Melaksnakan
naan
pendampingan
siswa
kartu dengan penuh rasa
ersih Aku
( ABAS). tanggung jawab.
anya Anti Korupsi
pan (Kejujuran )
ing
Melakukan
31
No Kegiatan Tahap Kegiatan Outpu
1234
pelaksanaan pelaksan
PHBS siswa PHBS
dengan kartu dengan
“Aku Bersih Aku “Aku Be
Sehat” ( ABAS). Sehat” (
5. Melaksanakan Terlaksa
pengoptimalan kegiatan
kegiatan Jumat bersih
bersih di SD optimal.
Ketawangrejo. 1. Melakukan Terlaksa
(sumber konsultasi Konsulta
kegiatan: dengan kepala dengan
perintah atasan) sekolah Sekolah
mengenai mendap
kegiatan jumat persetuj
bersih. kegiatan
sehat.
2. Melaksanakan Tersusu
penyusun program
program kegiatan
kegiatan jumat bersih.
besih.