BAHAN AJAR ATLETIK LARI BERVARIASI UNTUK SISWA SMP KELAS VII Oleh: Catur Prima Eka Putra Abdullah PRODI MEGISTER PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
i Atletik Lari Bervariasi KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-nya yang akhirnya pada Bahan Ajar Atletik Lari Bervariasi ini dapat terselesaikan dengan baik. Pada bahan ajar ini bertujuan untuk membantu dan memudahkan siswa memperloeh informasi sebanyak mungkin, sehingga siswa dapat memanfaatkan informasi tersebut pada Pembelajaran Atletik Lari Bervariasi. Harapan kedepannya semoga bahan ajar ini dapat memberikan manfaat yang berarti bagi pengembangan pendidikan, khususnya Bahan Ajar Atletik Lari Bervariasi di Sekolah Menengah Pertama. Bahan ajar ini merupakan penjabaran mengenai Atletik Lari Bervariasi yang mengacu pada aturan pendidikan dan pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari Atletik Lari Bervariasi, dengan penjelasan yang mudah diterima dan diterapkan di lapangan. Dalam bahan aja ini berisi tentang Atletik Lari Bervariasi untuk siswa kelas VII SMP meliputi: (1) Pendahuluan, (2) Atletik, (3) Sejarah Atletik, (4) Pengetahuan teori Lari, (5) Model-Model Pembelajaran Lari Bervariasi. Dalam bahan ajar ini terdapat gambar-gambar pendukung untuk memperjelas pembaca yang akan mempelajari mengenai Atletik Lari Bervariasi. Bahan Ajar Atletik Lari Bervariasi ini telah di kaji secara mendalam. Meskipun tidak lepas dari kekurangan-kekurangan dan diperlukan kritik dan saran dari pembaca agar isi dan konten dalam bahan ajar ini menjadi lebih baik, sehingga pembaca akan lebih mudah menerapkan isi bahan ajar ini untuk suatu kepentingan.
ii Atletik Lari Bervariasi Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu menyelesaikan bahan ajar ini. Semoga bahan ajar yang telah tersusun ini mempunyai nilai dan manfaat yang tinggi. Penulis Catur Prima Eka Putra Abdullah
iii Atletik Lari Bervariasi DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................. i Daftar Isi ...................................................................................... iii Daftar Gambar.............................................................................. v BAB I Pendahuluan...................................................................... 1 A. Tujuan Capaian Pembelajaran ........................................... 1 B. Dasar-dasar Atletik............................................................ 1 C. Rangkuman ....................................................................... 5 D. Latihan Soal ...................................................................... 6 BAB II Atletik ............................................................................. 9 A. Tujuan Capaian Pembelajaran ........................................... 9 B. Pengertian Atletik.............................................................. 9 C. Bentuk Lapangan Atletik ................................................... 11 D. Perlengkapan Alat Nomor Lari.......................................... 13 E. Rangkuman ....................................................................... 14 F. Latihan Soal ...................................................................... 16 BAB III Sejarah Atletik ................................................................ 19 A. Tujuan Capaian Pembelajaran ........................................... 19 B. Sejarah Atletik Di Dunia ................................................... 19 C. Sejarah Atletik Di Indonesia .............................................. 21 D. Rangkuman ....................................................................... 23 E. Latihan Soal ...................................................................... 24 BAB IV Pengetahuan Teori Lari................................................... 27
iv Atletik Lari Bervariasi A. Tujuan Capaian Pembelajaran ........................................... 27 B. Pengetahuan Teori Lari ..................................................... 27 C. Teknik Start, Lari dan Finish ............................................. 30 D. Lari Sambung.................................................................... 38 E. Rangkuman ....................................................................... 42 F. Latihan Soal ...................................................................... 44 BAB V Model Pembelajaran Lari Bervariasi ................................ 47 A. Model-Model Pembelajaran Lari Bervariasi ...................... 47 1. Run M Pattern............................................................... 47 2. Run V Pattern ............................................................... 48 3. Run X Pattern ............................................................... 49 4. Run COD A Pattern ...................................................... 50 5. Spin Cone Run.............................................................. 51 6. Figuero Eight Run......................................................... 53 7. Butterfly Run ................................................................ 54 8. Zig-Zag Run ................................................................. 55 B. Rangkuman ....................................................................... 58 C. Latihan Soal ...................................................................... 59 DAFTAR PUSTAKA................................................................... 60
v Atletik Lari Bervariasi Daftar Gambar Gambar 2.1 Atletik...................................................................... 10 Gambar 2.1 Area Lapangan Atletik Untuk Lomba Nomor Lintasan dan lapangan .............................................. 12 Gambar 3.1 Atletik Tahun 1500 SM............................................ 20 Gambar 4.1 Posisi Tubuh Pada Aba-aba Bersedia ....................... 32 Gambar 4.2 Posisi Tubuh Pada Aba-aba Siap.............................. 33 Gambar 4.3 Posisi Tubuh Pada Aba-aba Yak .............................. 34 Gambar 4.4 Rangkaian Gerakan Teknik Lari............................... 37 Gambar 5.1 Run M Pattern.......................................................... 48 Gambar 5.2 Run V Pattern .......................................................... 49 Gambar 5.3 Run X Pattern .......................................................... 50 Gambar 5.4 Run COD A Pattern ................................................. 51 Gambar 5.5 Spin Cone Run......................................................... 52 Gambar 5.6 Figuero Eight Run.................................................... 54 Gambar 5.7 Butterfly Run ........................................................... 55 Gambar 5.8 Zig-Zag Run ............................................................ 57
1 Atletik Lari Bervariasi A. Tujuan Capaian Pembelajaran Setelah peserta didik mempelajari materi awal yaitu pendahuluan, peserta didik diharapkan mampu. 1. Menjelaskan arti olahraga atletik sebagai olahraga tertua dengan benar. 2. Menjelaskan pengertian atletik dengan benar. 3. Menjelaskan kata athlos dalam atletik dengan benar. 4. Menjelaskan pengertian mother of sport dengan benar. 5. Menjelaskan pengertian atletik dengan benar. 6. Mengidentifikasi macam bentuk latihan untuk meningkatkan kemampuan lari dengan benar. B. Dasar-dasar Atletik Olahraga atletik merupakan suatu cabang olahraga yang diperlombakan baik secara individu maupun kelompok dalam berbagai event seperti event lingkungan pelajar umum, anak-anak maupun pada kelompok disbilitas. Atletik berasal dari kata yunani kuno athlos yang artinya kompetisi. Simanjuntak (2008) mengatakan “atletik diartikan sebagai aktivitas jasmani yang kompetitif atau dapat diadu, meliputi beberapa nomor yang terpisah berdasarkan kemampuan gerak dasar manusia seperti berjalan, berlari, melompat, dan melempar”. Olahraga Atletik dikatakan sebagai olahraga tertua yang ada di dunia, karena atletik merupakan cabang olahraga yang setiap gerakannya ada di dalam kehidupan manusia (Sainal, 2018). BAB I PENDAHULUAN
2 Atletik Lari Bervariasi Atletik dikenal sebagai mother of sport yang artinya induk dari semua cabang olahraga. Bahagia (2011) berpendapat bahwa semua gerak dasar yang terkandung di dalam olahraga atletik sudah dilakukan sejak adanya peradaban manusia di muka bumi ini. Gerakan-gerakan dasar di dalam atletik tanpa kita sadari telah dilakukan mulai dari kita dilahirkan hingga berjalannya tingkat perkembangan, dimulai dari gerak yang sederhana hingga tingkat gerak yang komplek (Purnomo & Dapan, 2011). Gerakan-gerakan yang dimaksud meliputi gerak berjalan, berlari, melompat, dan melempar. Semua gerakan yang ada pada cabang olahraga atletik tersebut sebagai komponen-komponen gerak yang utama pada beberapa cabang olahraga (Purnomo & Dapan, 2011); (Mardiana et al., 2014), (Subarjah, 2019). Induk organisasi yang menaungi perlombaan atletik di dunia ialah International Association Athletic Federation (IAAF) dan induk organisasi di Indonesia yaitu Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) merupakan suatu induk organisasi Nasional pada cabang olahraga atletik yang mengelola jalannya kegiatan atletik. Sedangkan untuk pengelolaan pada tingkat Provinsi, Kota, maupun Kabupaten berbeda dengan PB PASI. Untuk tingkat Provinsi yang mengelola jalannya kegiatan cabang olahraga atletik yaitu Pengurus Provinsi PASI, dan tingkat Kota maupun Kabupaten yang mengelola jalannya kegiatan cabang olahraga atletik yaitu Pengkot. atau Pengkab. PASI. Nomor-nomor dalam olahraga atletik meliputi nomor jalan cepat, lari, lompat, dan nomor lempar. Nomor-nomor tersebut tercantum dalam kurikulum pada kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dan diberikan pada setiap semester dan ke
3 Atletik Lari Bervariasi empat nomor tersebut merupakan nomor yang selalu dilombakan dalam kejuaraan atletik (Bahagia, 2011). Semua gerakan yang ada pada cabang olahraga atletik sebagai komponen-komponen gerak yang utama pada beberapa cabang olahraga (Nelistya, 2011); (Rahmat, 2020). Jika seseorang mampu melakukan nomor-nomor atletik atau menguasai salah satu nomor atletik dengan benar, hal tersebut memungkinkan tercapainya prestasi yang lebih baik (Indarto et al., 2018). Pada perlombaan atletik nomor-nomor dalam atletik dibagi menjadi dua, yaitu nomor lapangan (field) dan nomor lintasan (track). Nomor-nomor lapangan meliputi lompat dan lempar. Nomor-nomor lompat yang diperlombakan meliputi lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, lompat galah (Sainal, 2018). Untuk nomor lempar yaitu lempar lembing, lontar martil, tolak pluru, dan lempar cakram. Pada nomor lintasan meliputi nomor lari sprint, lari jarak menengah (middle distance), lari jarak jauh (long distance), lari marathon, jalan cepat, dan lari halang rintang menempuh jarak 3000 m (Indarto et al., 2018). Semua nomor dalam atletik tersebut dilombakan baik pada kejuaraan untuk di lingkungan pelajar maupun kejuaraan pada kelompok umum, sehingga untuk mencapai prestasi masing-masing nomor tersebut dilatih dengan berbagai bentuk latihan sesuai dengan nomor spesialisasinya. Misalnya pada nomor lari, untuk mencegah kebosanan dalam berlatih atau belajar sangat diperlukan bentuk/model latihan-latihan lari yang bervariasi. Macam-macam model latihan/belajar lari bervariasi seperti kecepatan lari, teknik lari sprint, lari sprint untuk kekuatan tungkai dan akselerasi, latihan lari untuk daya tahan (Mardiana et al., 2014), (Subarjah, 2019).
4 Atletik Lari Bervariasi Sedangkan macam-macam gerak dasar lari yang dapat diterapkan diantaranya yaitu gerak lari maju, mundur, ke samping, dan lari melewati rintangan (Sainal, 2018). Macam-macam gerak dasar lompat diantaranya yaitu dari sikap berdiri atau dengan ancang-ancang, bentuk loncat satu kaki atau dua kaki, sekali loncatan atau berulang-ulang. Pada gerak dasar lempar yang dapat diterapkan diantaranya yaitu gerak lempar ke atas atau lempar ke samping, lempar bola pada sasaran, atau lempar tangkap berpasangan (Subarjah, 2019); (Rahmat, 2020). Dalam kajian ini nomor lari sebagai bahan ajar untuk pembelajaran, yaitu pembelajaran lari bervariasi menggunakan bahan ajar noncetak meliputi bahan teori lari dan video lari bervariasi yang dikemas dalam media pembelajaran berbasis teknologi yaitu aplikasi Articulate StoryLine (Pertiwi, 2021). Dengan demikian dalam kajian ini materi atletik yang akan dikaji dijadikan bahan ajar noncetak untuk dikemas dalam aplikasi articulate storyline adalah materi lari bervariasi.
5 Atletik Lari Bervariasi C. Rangkuman 1. Olahraga atletik merupakan suatu cabang olahraga yang diperlombakan baik secara individu maupun kelompok. 2. Atletik berasal dari kata yunani kuno athlos yang artinya kompetisi. 3. Atletik dikatakan sebagai olahraga tertua, karena atletik merupakan cabang olahraga yang setiap gerakannya ada di dalam kehidupan manusia. 4. Atletik sebagai mother of sport yang artinya induk dari semua cabang olahraga. 5. Gerakan-gerakan dasar meliputi gerak berjalan, berlari, melompat, dan melempar. 6. Macam model latihan-latihan lari bervariasi. kecepatan lari, teknik lari sprint, lari sprint untuk kekuatan tungkai dan akselerasi, latihan lari untuk daya tahan.
6 Atletik Lari Bervariasi D. Latihan Soal 1. Atletik berasal dari kata .... a. Akquathlos b. Athlos c. Mother of sport d. Aqutlhocs 2. Atletik dikatakan sebagai olahraga tertua, karena …. a. Lahir sebelum perang dunia I b. Semua cabang olahraga setiap gerakannya ada di dalam aktivitas kehidupan manusia c. Cabang olahraga atletik tercantum pada kompetensi inti dan kompetensi Dasar d. Semua cabang olahraga setiap gerakannya pasti ada gerakan jalan dan lari 3. Dalam event Olimpiade untuk pelaksanaan perlombaan atletik, peraturan yang digunakan peraturan dari induk organisasi dunia Atletik yaitu .... a. International Asia Athletic Federation (IAAF) b. Association Athletic Federation International (AAFI) c. International Association Athletic Federation (IAAF) d. Association Athletic International Federation (AAIF) 4. Macam dibawah ini contoh macam-macam model latihan lari, kecual .... a. Latihan loncat-loncat b. Latihan lari sprint c. Latihan lari akselerasi d. Latihan kecepatan lari
7 Atletik Lari Bervariasi 5. Penyelenggaraan PORProv. Khusus perlombaan Atletik ditangani oleh .... a. KONI Provinsi b. Pengurus Pusat PASI c. Pengurus Provinsi PASI d. KONI Pusat 6. Organisasi atletik Indonesia disebut dengan nama .... a. PSSI b. PASI c. PSBI d. PRSI 7. Cabang olahraga yang sering diperlombakan pada olahraga atletik kecuali .... a. Lari b. Lompat c. Lempar d. Renang 8. Sebutan atletik sebagai induk dari semua cabang olahraga adalah .... a. Akquathlos b. Athlos c. Aqutlhocs d. Mother of sport 9. Perlombaan atletik pada nomor lapangan yaitu terdiri dari .... a. Jalan dan lari b. Lompat dan lempar c. Lari dan lempar d. Jalan dan lompat
8 Atletik Lari Bervariasi 10. Perlombaan atletik pada nomor lintasan yaitu .... a. Jalan dan lari b. Lompat dan lempar c. Lari dan lempar d. Jalan dan lompat
9 Atletik Lari Bervariasi A. Tujuan Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari materi Atletik, diharapkan peserta didik mampu. 1. Menjelaskan konsep atletik dengan benar. 2. Mengidentifikasi macam-macam lomba nomor lari dengan benar. 3. Menjelaskan perbedaan lari 3000 m dan 5000 m dengan benar. 4. Menjelaskan macam-macam perlengkapan alat nomor lari dengan benar. 5. Menjelaskan gambar lapangan atletik dengan benar. B. Pengertian Atletik "Atletik" (Athletiek Belanda; Leicht-athletik Jerman. Track and field Inggris dan Amerika) adalah termasuk salah satu cabang olahraga yang terdiri atas nomor: lari/jalan, lompat dan lempar. Pada nomor lari ditinjau dari jarak yang ditempuh dapat dibedakan adanya lari jarak pendek (sprint), jarak sedang dan jarak jauh, Kalau ditinjau dari jumlah pelakunya dapat dibedakan lari perorangan, lari beranting dan lari beregu. Ditinjau atas dasar lapangan ataupun rintangan yang dilalui kita kenal adanya lari gawang, lari 3000 m steeple chase, lari sambung, lari ladang dan lain-lain. Nomor lompat terdiri atas lompat tinggi, lompat tinggi galah, lompat jauh dan lompat jangkit. Sedangkan nomor lempar meliputi: lempar lembing, lempar cakram, tolak peluru dan lontar martil. BAB II ATLETIK
10 Atletik Lari Bervariasi Gambar 2.1 Atletik Perlombaan dalam cabang olahraga atletik dapat diikuti oleh pria maupun wanita. Dalam pelaksanaan perlombaan di samping adanya beberapa kesamaan, terdapat pula pembedaan antara peserta pria dan wanita, terutama yang berhubungan dengan jarak yang ditempuh dan alat-alat yang dipergunakan. Atas dasar tingkatan umur, peserta perlombaan atletik baik pria maupun wanita dapat dibedakan antara peserta/atlit yunior dan senior. Akan tetapi dalam perlombaan-perlombaan besar seperti dalam misalnya event PON, Kejurnas PASI, Olympiade dan sebagainya pembedaan umur tersebut ditiadakan. Tempat penyelenggaraan perlombaan, sebaiknya dilaksanakan di lapangan/stadion baik lintasan untuk lari, tempat lempar dan lompat serta segala perlengkapannya tersedia dalam satu komplek lapangan tersebut. Di samping itu suatu perlombaan atletik harus selalu berpijak pada peraturan yang ada dan berlaku saat perlombaan berlangsung. Sesuai dengan sifat dan kebutuhan dari perlombaan, berat-ringannya peraturan umumnya dapat dibuat atau
11 Atletik Lari Bervariasi disedernakan, asalkan secara prinsipiil tidak menyimpang dari peraturan yang sebenarnya. Gerakan-gerakan dasar di dalam atletik meliputi gerak yang sederhana hingga tingkat gerak yang komplek. Gerakan-gerakan yang dimaksud meliputi gerak berjalan, berlari, melompat, dan melempar (Purnomo & Dapan, 2011). Semua gerakan yang ada pada cabang olahraga atletik tersebut sebagai komponen-komponen gerak yang utama pada beberapa cabang olahraga (Purnomo & Dapan, 2011); (Mardiana et al., 2014), (Subarjah, 2019). Untuk penyelenggaraan perlombaan, peraturan-peraturan yang digunakan mengikuti peraturan yang dikeluarkan dari induk organisasi seperti Induk organisasi yang menaungi perlombaan atletik dunia yaitu International Association Athletic Federation (IAAF) dan induk organisasi Atletik di Indonesia yaitu Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB. PASI) otomatis mengikuti aturan dari IAAF tersebut. Pengelolaan perlombaan atau kegiatan manajen termasuk urusan administrasi olahraga atletik tingkat provinsi di tangani oleh Pengurus Provinsi (PengProv.) PASI, dan tingkat Kota maupun Kabupaten yang mengelola jalannya kegiatan cabang olahraga atletik yaitu Pengkot. atau Pengkab. PASI. Dalam kajian ini, peneliti mengkaji salah satu nomor dalam atletik yaitu nomor lari yang akan dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran PJOK materi Atletik. Oleh karena itu, bahasan berikut dibatasi fokus membahas nomor lari C. Bentuk Lapangan Atletik Bentuk dan susunan lapangan atletik pada garis besarnya seperti yang di sajikan di bawah ini.
12 Atletik Lari Bervariasi Gambar 2.2 Area Lapangan Atletik Untuk Lomba Nomor Lintasan dan lapangan (Sumber: Schmottlach & Mc Manama, 2012) Keterangan A1 : Lintasan yaitu area/tempat lomba nomor lintasan Lari 100 m A2 : Area tempat lomba lintasan Nomor Jalan Cepat dan Lari Jarak Pendek, Menengah dan Jarak Jauh 10.000 m dan Lari Estafet dan Lari Halang Rintang. B1 : Area atau Tempat lomba nomor-nomor lapangan yaitu nomor lempar dan lompat. Di bagian dalam terdapat tempat yaitu Bak Air untuk nomor lari 3000 m Steple chase (Gambar B1.1) B2 : Lapangan Sisi Kiri tempat lomba nomor lapangan meliputi nomor lempar yaitu lempar cakram (Gambar B2.1) dan tolak beluru (Gambar B2.2). B3 : Lapangan Sisi Kanan tempat lomba nomor lapangan meliputi nomor lempar yaitu lempar Lembing (Gambar B3.1) dan Area Lompat Tinggi dan Lompat Tinggi Galah (gambar B3.2) C : Lapangan tempat lomba Nomor Lompat Jauh dan Lompat jangkit
13 Atletik Lari Bervariasi D. Perlengkapan Alat Nomor Lari 1) Lintasan lari, lintasan lari lebar keseluruhannya tidak boleh kurang dari 9,76 meter dan lebar setiap lintasan 1,22 m. Garis star dan garis finis dalam perlombaan lari ditandai dengan garis selebar 5 cm yang tegak lurus pada garis lintasan sisi dalam. Apabila garis stat itu ada pada tikungan, haruslah dibuat garis start pada tiap lintasan, sehingga tiap peserta menempuh jarak yang sama (200 m, 400m, 800m). 2) Tiang finish. Tiang finis harus dibuat kuat dengan ukuran sebagai berikut: tinggi 1,37 m, lebar 8 cm. dan tebal 2 cm. 3) Balok start. Balok start harus dibuat dari bahan yang kuat dan kokoh, serta mudah di stel, tetapi tidak boleh ada perlengkapan atau alat yang dapat memberi percepatan atau pengaruh lari bagi si pemakai. 4) Gawang. Ukuran tinggi gawang untuk lari gawang seperti disajikan berikut ini: Jenis Kelamin Jarak Lari Ukuran Gawang (Cm) Laki-laki 110 m 106,4 - 107,0 400 m 91,1 – 91,7 Putri 100 m 83,7 – 84,3 400 m 75,9 – 76,5 5) Tongkat lari sambung. Dibuat dari kayu atau logam yang berbentuk silender dan panjangnya tidak lebih dari 30 cm atau tidak kurang dari 28 cm. Keliling silinder harus 1,20 m dan berat seluruhnya tidak boleh lebih kurang dari 50 gr.
14 Atletik Lari Bervariasi E. Rangkuman Atletik memiliki beberapa bagian yang perlu diketahui, yang paling tua meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar, sama tuanya dengan manusia pertama yang pertama kali muncul di dunia, karena manusia pertama yang sudah ada di dunia sering melakukan jalan, lari, lompat dan lempar dalam menjalankan kehidupannya. Zaman Renaisance yang dimana zaman bangsa-bangsa eropa menyadari bahwa rohani dan jasmani itu tidak dapat dipisahkan dan menjadikan kembali olaharaga dan atletik dalam sebuah pelajaran di sekolah dan untuk umum. pada tanggal 17 juli 1912 di Stockholm tokoh-tokoh atletik dari 17 negara yang mengikuti Olympiade dari Amerika Serikat, Australia, Jerman, Mesir, Norwgia, Francis, Rusia, Swedia, dan Yunani, berdiskusi untuk membentuk badan Internasional atletik yang bernama International Amateur Athletiic Federation (IAAF). Pada tangga; 25 maret 1986 Olympiade modern pertama kali diadakan di kota Athena Yunani. Nederlands Indisehe Atletiek Unie atau di singkat NIAU adalah organisasi atletik pertama yang didirikan di Indonesia yang Bahasa Indonesianya Perserikatan Atletik Hindia Belanda yang berdiri pada tanggal 27 Juli 1917. Kemudian lahirlah organisasi atletik yang diberi nama PASI yaitu Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Sebagai langkah pertama pada Desember 1950 di Bandung. Altetik meliputi lari, lompat dan loncat boleh dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua. Lari/jalan, lempar dan lompat
15 Atletik Lari Bervariasi adalah suatu bentuk-bentuk gerak yang sering dan paling wajar digunakan oleh manusia dan merupakan gerakan yang paling penting dan tak ternilai bagi manusia. Dalam cabang olahraga ateltik sarana dan prasarana berbedabeda antara lari, lompat dan lempar. Seluruhnya dapat dikumpulkan dalam satu tempat yaitu stadion atletik. Stadion atletik terdiri dari beberapa bagian yaitu lapangan utama untuk perlombaan dan lapangan untuk pemanasan. Dalam sarana dan prasarana yang harus ada yaitu: Ruangan yang terdiri dari ruangan IT, pers, Medic, Tes doping, ruang juri dan wasit, gudang, serta toilet. Lintasan lari, lapangan lompat jauh dan jangkit, lapangan lompat tinggi, lapangan lompat galah, lapangan lempar lembing, lapangan tolak peluru, lapangan lempar cakram, lapangan lontar martil dan lintasan lari steple chees.
16 Atletik Lari Bervariasi F. Latihan Soal Pilihlah jawaban di bawah ini yang benar dengan memberikan tanda (X) 1. Istilah atletik dalam Bahasa Inggris adalah …. a. Atletik b. Athletic c. Ateletigue d. Atletiek 2. Kejuaraan olahraga pertama kali diadakan pada masa purba disebut dengan nama …. a. Pesta olahraga b. Upacara peringatan c. Pekan olahraga d. Asian games 3. Pada tahun 1817 di Inggris organisasi atletik pertama kali dibentuk oleh … a. Kristian Henstrom b. J. Sigfrit Edstrom c. Wiliam d. Captain Maison 4. Organisasi internasional atletik disebut dengan nama … a. Britis Amateur Athletik Board b. Association Haenengue d’ Atletikai Szovetse c. International Amateur Atletiic Federation d. Koninklijke Nederlandeseh Athleriek Unie 5. Ketua dari organisasi international atletik adalah …. a. Kristian Henstrom b. J. Sigfrit Edstrom
17 Atletik Lari Bervariasi c. Captain Maison d. Wiliam 6. Olympiade modern pertama kali dibuka pada tanggal …. a. 17 Juli 1912 b. 25 Maret 1986 c. 17 Agustus 1945 d. 25 Juli 1986 7. Organisasi atletik yang pertama kali didirikan disebut dengan nama …. a. Nederlands Indisehe Atletiek Unie b. British Amateur Athletik Board c. Association Haenengue d’ Atletikai Szovetse d. Koninkliijke Nederlandeseh Athleriek Unie 8. Organisasi atletik Indonesia disebut dengan nama …. a. PSSI b. PASI c. PBSI d. PRSI 9. Cabang olahraga yang sering di perlombakan pada olahraga atletik kecuali …. a. Lari b. Lompat c. Lempar d. Menendang 10. Nama organisasi atletik di Indonesia adalah …. a. PSSI b. PASI c. PSBI
18 Atletik Lari Bervariasi d. PERBASI
19 Atletik Lari Bervariasi A. Tujuan Capaian Pembelajaran Setelah peserta didik membaca materi tentang sejarah ringkas Atletik, diharapkan peserta didik mampu. 1. Menjelaskan lari diperkenalkan oleh bangsa Mesir Purba melalui perlombaan lari pada tahun 1500 S.M. 2. Menjelaskan olahraga atletik pada bangsa Asyria Purba dan bangsa Babylonia Purba di Mesopotamia pada tahun 1000 S.M. 3. Menjelaskan pertama-tama diadakan perlombaan atletik pada linkungan Mahasiswa Exeter College di Oxford di negeri Inggris pada tahun 1850. 4. Menyebutkan tahun penyelenggaraan perlombaan Atletik di Indonesia. B. Sejarah Atletik Di Dunia Atletik yang meliputi lari, lempar dan lompat boleh dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua, karena umur atletik sama tuanya dengan mulainya ada manusia-manusia pertama di dunia ini. Lari/jalan, lempar dan lompat adalah bentuk-bentuk gerak yang paling asli dan paling wajar dari manusia, dan merupakan gerakangerakan yang amat penting dan tidak ternilai artinya bagi manusia. Manusia pertama di dunia sudah harus lari, melempar dan melompat untuk mempertahankan serta melanjutkan hidupnya. Lari sebagai olahraga dalam bentuk perlombaan sudah dikenal oleh bangsa Mesir Purba pada tahun 1500 S.M., sedangkan bangsa Asyria Purba dan BAB III SEJARAH ATLETIK
20 Atletik Lari Bervariasi bangsa Babylonia Purba di Mesopotamia pada tahun 1000 S.M. Di samping perlombaan lari sudah mengenal pula perlombaanperlombaan lempar dan lompat. Gambar 3.1 Atletik Tahun 1500 SM Perkumpulan-perkumpulan atletik di dalam bentuknya seperti yang sekarang ini pertama-tama diadakan oleh para mahasiswa dari Exeter College di Oxford di negeri Inggris pada tahun 1850 (A.D.) yang kemudian diikuti pula oleh mahasiswa-mahasiswa dari perguruan-perguruan tinggi yang lain, antara lain oleh Universitas Cambridge yang terkenal itu. Pada tahun 1817 di Inggris organisasi atletik pertama kali dibentuk oleh Captain Mason dengan nama Necton Guild. Sedangkan di Amerika serikat organisasi atletik pertama kali dibentuk dengan nama Olympic Club pada tahun 1960. Pada tahun 1866 di Inggris kejuaraan atletik diselenggarakan untuk pertama kali. Setelah itu atletik mulai tersebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1868 New York Atheletic Club menyelenggarakan kejuaraan atletik di Amerika. Perta kejuaraan ini, atlet-atlet untuk pertama kalinya memperkenalkan spikes (sepatu berpaku) kepada dunia aalteik, pada tahun 1878 di Belanda untuk
21 Atletik Lari Bervariasi pertamakalinya menyelenggarakan kejuaraan atletik dan selanjutnya pada tahun 1901 didirikannya suatu perkumpulan. Olympiade modern pertama kali diadakan pada tanggal 25 maret 1986 di Yunani, hingga saat ini penyelenggaraan olympiada terus dilaksanakan empat tahun sekali disetiap negara yang berbeda. C. Sejarah Atletik Di Indonesia Di Indonesia, perlombaan-perlombaan dan perkumpulanperkumpulan atletik baru muncul di sekitar tahun 1917. Baik atlitatlitnya maupun pengurusnya sebagian besar terdiri dari pemudapemudi atau orang-orang Belanda atau Indo-Belanda. Nederlands Indisehe Atletiek Unie atau di singkat NIAU adalah organisasi atletik pertama yang didirikan di Indonesia yang Bahasa Indonesianya Perserikatan Atletik Hindia Belanda yang berdiri pada tanggal 27 Juli 1917. Baru pada tahun 1942, dimasa penjajahan Jepang putraputri Indonesia, terutama pelajar-pelajarnya agak banyak melakukan kegiatan etletik. Di sekolah-sekolah SD, SLTP, SLTA, dan sekolah sekolah lainnya, di samping Taiso (senam ala Jepang) dan Kyoren (baris berbaris) banyak juga diberikan pelajaran dan latihan atletik. Perlombaan-perlombaan atletik antar sekolah agak sering diadakan, bahkan perlombaan antar sekolah dari lain kotapun juga sering diadakan. Setelah bangsa Indonesia merdeka, baik dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) I tahun 1948 di Surakarta maupun dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (PON) I tahun 1951 di Yogyakarta, hampir seluruhnya bagian dari nomor atletik seperti yang ada sekarang ini sudah mulai dilombakan. Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
22 Atletik Lari Bervariasi (PASI), sebagai induk organisasi atletik di Indonesia yang resmi didirikan pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Sebagai langkah pertama pada Desember 1950 di Bandung yang diikuti tidak hanya atlet-atlet dari pulau Jawa tetapi juga dari Sulawesi. Langkah selanjutnya adalah menjadikan PASI dapat diterima menjadi anggota IAAF agar atlet-atlet Indonesia dapat mengikuti Olympiade dan perlombaan-perlombaan Internasional lainnya. Pada penyelenggaraan PON II di Jakarta pada Oktober 1951, atletik merupakan perlombaan nomor utama. Selanjutnya PASI memutuskan untuk menyelenggarakan kejuaraan atletik setiap tahun. Pada tahun 1952 di Surabaya dilangsungkan kejuaraan Nasional. untuk pertama kali PASI mengirimkan atletnya ke Olympiade di Helsinki. Tahun 1953 PON III dilangsungkan di Medan. Tahun 1954 dilangsungkan kejuaraan Nasional. Tahun 1979 indoneisa menjadi tuan rumah SEA GAMES X di Jakarta. Sejak tahun 1984 atlet Indonesia mulai dengan memecahkan rekor baru lagi seperti pada cabang atletik lari mulai dari putra dan putri Indonesia selalu mendapat rekor baru.
23 Atletik Lari Bervariasi D. Rangkuman Atletik yang meliputi lari, lempar dan lompat boleh dikatakan sebagai cabang olahraga yang paling tua, karena umur atletik sama tuanya dengan mulainya ada manusia-manusia pertama di dunia ini. Pada tahun 1817 di Inggris organisasi atletik pertama kali dibentuk oleh Captain Mason dengan nama Necton Guild. Pada tahun 1866 di Inggris kejuaraan atletik diselenggarakan untuk pertama kali. Setelah itu atletik mulai tersebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1868 New York Atheletic Club menyelenggarakan kejuaraan atletik di Amerika. Di Indonesia, perlombaan-perlombaan dan perkumpulanperkumpulan atletik baru muncul di sekitar tahun 1917. Nederlands Indisehe Atletiek Unie atau di singkat NIAU adalah organisasi atletik pertama yang didirikan di Indonesia yang Bahasa Indonesianya Perserikatan Atletik Hindia Belanda yang berdiri pada tanggal 27 Juli 1917.
24 Atletik Lari Bervariasi E. Latihan Soal Pilihlah jawaban di bawah ini yang benar dengan memberikan tanda (X) 1. Istilah atletik dalam Bahasa Inggris adalah …. a. Atletik b. Athletic c. Ateletigue d. Atletiek 2. Kejuaraan olahraga pertama kali diadakan pada masa purba disebut dengan nama …. a. Pesta olahraga b. Upacara peringatan c. Pekan olahraga d. Asian games 3. Pada tahun 1817 di Inggris organisasi atletik pertama kali dibentuk oleh … a. Kristian Henstrom b. J. Sigfrit Edstrom c. Wiliam d. Captain Maison 4. Organisasi internasional atletik disebut dengan nama … a. Britis Amateur Athletik Board b. Association Haenengue d’ Atletikai Szovetse c. International Amateur Atletiic Federation d. Koninklijke Nederlandeseh Athleriek Unie 5. Ketua dari organisasi international atletik adalah …. a. Kristian Henstrom b. J. Sigfrit Edstrom
25 Atletik Lari Bervariasi c. Captain Maison d. Wiliam 6. Olympiade modern pertama kali dibuka pada tanggal …. a. 17 Juli 1912 b. 25 Maret 1986 c. 17 Agustus 1945 d. 25 Juli 1986 7. Organisasi atletik yang pertama kali didirikan disebut dengan nama …. a. Nederlands Indisehe Atletiek Unie b. British Amateur Athletik Board c. Association Haenengue d’ Atletikai Szovetse d. Koninkliijke Nederlandeseh Athleriek Unie 8. Organisasi atletik Indonesia disebut dengan nama …. a. PSSI b. PASI c. PBSI d. PRSI 9. Cabang olahraga yang sering di perlombakan pada olahraga atletik kecuali …. a. Lari b. Lompat c. Lempar d. Berenang 10. Nama organisasi atletik dunia adalah …. a. IAAF b. PASI c. PSSI
26 Atletik Lari Bervariasi d. PSBI
27 Atletik Lari Bervariasi A. Tujuan Capaian Pembelajaran Setelah mempelajari materi teori lari, diharapkan peserta didik mampu. 1. Menjelaskan tahapan lari dengan benar. 2. Menjelaskan teknik start dengan benar. 3. Menjelaskan teknik lari dengan benar. 4. Menjelaskan teknik finish dengan benar. 5. Mempraktikkan gerakan start dengan benar. 6. Mempraktikkan gerakan lari dengan benar. 7. Mempraktikkan gerakan finish dengan benar. B. Pengetahuan Teknik Lari Di dalam gerakan lari terdapat fase-fase. Fase gerak lari terdiri atas tiga tahap: (a) fase dorongan, (b) fase pemulihan, dan (c) fase dukungan (Baumgartner, 2008). Masing-masing fase tersebut dijelaskan berikut ini. 1. Fase dorongan Tujuan fase topang: memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan. Fase dorong dimulai sejak titik pusat gravitasi pelari bergerak melampaui kaki penopang dan berakhir pada saat kaki lepas meninggalkan tanah. Pada saat titik-pusat gravitasi bergerak ke depan, kaki penopang berubah fungsi sebagai kaki-pendorong atas bantuan gerak meluruskan pada pinggang, lutut dan mata-kaki. Pada BAB IV PENGETAHUAN TEORI LARI
28 Atletik Lari Bervariasi saat kaki menyapu ke belakang, pinggang didorongkan ke depan. Pada saat yang sama, kaki yang lain dibengkokkan dan bergerak ke depan dan ke atas untuk menimbulkan suatu tekanan ganda. Pelurusan kaki pendorong maksimum terjadi bersamaan waktu dengan pengangkatan paha setinggi-tingginya dari kaki yang bebas. Kaki pendorong lepas meninggalkan tanah dengan mata kaki yang diluruskan penuh dan kaki diturunkan pada ujung jari-jari kaki. Kedua lengan bergerak memberikan keseimbangan terhadap gerakan kaki dalam gerak refleks yang wajar. Titik maksimum gerakan ini bersamaan dengan gerak-akhir daya dorong, sehingga pada saat siku berada titik jauh di belakang, lutut kaki yang berlawanan mencapai titik tertinggi dan kaki yang lain menyelesaikan gerak meluruskan. Kedua lengan yang dibengkokkan pada dasarnya berayun ke depan dan belakang, dengan sedikit gerakan ke arah garis tengah tubuh pelari. Siku membentuk sudut 90 derajat pada saat mengayun ke depan tetapi boleh sedikit dibuka pada titik tengah ayunan ke belakang, dalam lari cepat namum relaks, dengan cara lengan diturunkan sedikit rendah. Bahu dan tangan dalam keadaan relaks, dengan jarijari tangan sedikit menggenggam dan ibu-jari di atas. Intensitas gerakan lengan dan kaki tergantung pada kecepatan lari. Biasanya tubuh sedikit condong ke depan, ini berbanding langsung dengan jumlah percepatan dan tidak dipegaruhi oleh kecepatan sebenarnya. Karakteristik teknik fase topang yaitu. a. Mendarat dengan telapak kaki. b. Lutut Lutut kaki topang bengkok harus menimal pada saat amortisasi; kaki ayun dipercepat.
29 Atletik Lari Bervariasi c. Pinggang, sendi lutut dan pergelangan kaki dan kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak. d. Pada kaki ayun naik dengan cepat ke posisi horizontal. 2. Fase pemulihan Tujuan memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan penempatan kaki yang efektif saat sentuh tanah. Fase pemulihan dilakukan setelah sekali gerak dorong selesai, kaki dari tungkai-pendorong meninggalkan tanah dan titik pusat gravitasi diproyeksikan sepanjang suatu garis parabola. Fase ini meliputi pula beberapa gerak hilangnya/berkurangnya kecepatan lari. Kaki belakang mulai dibengkokkan, dan tinggi kaki belakang berkaitan dengan kecepatan gerak. Kaki yang lain di depan badan mulai dibuka dan secara aktif ditarik sampai menyentuh tanah. Kaki belakang meneruskan gerak membengkokkan/melipat dan lengan mulai berayun ke arah berlawanan. Keseluruhan dari bagian siklus langkah lari dapat dianggap sebagai fase pemulihan yang relaks dalam rangka persiapan dorongan gerak ke depan berikutnya. 3. Fase pendukung Fase pendukung mengacu kepada suatu penerimaan yaitu suatu moment singkat ketika kaki menyentuh tanah dan terjadi turunnya massa badan pelari. Telapak kaki menyentuh tanah pertama sekali, kemudian tungkai membengkok sedikit, tumit juga menyentuh tanah. Lutut kaki belakang semakin ditekuk pada saat bergerak ke depan sampai melampaui lutut dari kaki yang lain dan kaki ini sekarang menjadi kaki pendorong.
30 Atletik Lari Bervariasi Gerakan lengan menjadi lebih kuat, saat dalam keadaan relaks secara optimal, kedua lengan berada di samping badan. Kepala segaris ke arah depan sepanjang waktu, dengan pandangan mata ditujukan beberapa meter ke bawah sepanjang lintasan lari. Karakteristik teknik fase pendukung yaitu lutut kaki ayun bergerak ke depan dan ke atas (untuk meneruskan dorongan dan menambah panjang langkah. C. Teknik Start, Lari dan Finish Tahapan lari dimulai dari tahap stat, tahap lari dan tahap akhir yaitu memasuki garis finis. Bagi pelari, start, atau pertolakan merupakan kunci pertama yang harus dikuasai. Kecerobohan atau kelambatan dalam melakukan start, berarti suatu kerugian besar bagi seorang pelari. Oleh karena itu çara melakukan start, yang baik harus benar-benar diperhatikan serta dipelajari/dilatih secermat mungkin. Gerakan laju lari ditentukan kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan start. Pembelajaran teknik start dan finish tersebut selanjutnya dijelaskan berikut ini. Terdapat dua teknik dasar yang perlu dikuasai oleh pelari yaitu, teknik awalan (start) dan teknik memasuki garis akhir (finish). 1. Teknik Awalan (Start) Teknik awalan disebut juga dengan teknik start, yakni suatu persiapan awal seorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari. Berdasarkan jenis dan fungsinya, teknik start dibagi menjadi tiga jenis yaitu, (a) start jongkok (crouching start), (b) start melayang (flying start), dan (c) start berdiri (standing start). Pada start jongkok terdapat tiga macam stat yang perlu kita ketahui yaitu, (1) start pendek (bunch start), (2) start menengah (medium start), dan
31 Atletik Lari Bervariasi start panjang (long start). Berikut ini dijelaskan cara melakukan masing-masing jenis start jongkok tersebut a. Start pendek (bunch start) Cara melakukan star pendek yaitu: Kaki kiri di depan dan lutut kaki kanan diletakan disebelah kaki kiri sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakan dibelakang garis start dengan jari-jari rapat dan ibu jari terpisah. b. Start menengah (medium start) Cara melakukan star menengah yaitu: Kaki kiri di depan, lutut kaki kanan diletakan di sebelah kanan tumit kaki kiri dengan jarak sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan empat jari-jari rapat dan ibu jari terpisah. c. Start panjang (long start) Cara melakukan star panjang yaitu Kaki kiri diletakkan di depan lutut kaki kanan di belakang kaki kiri, dengan jarak sekitar satu kepal. Kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jarijari rapat dan ibu jari terpisah. Pada saat pelari akan memulai perlombaan ada tiga tahapan aba-aba yang harus diperhartikan yaitu bersedia (on you marks), siaap (set), dan yak (go). Pada aba-aba ketiga sering menggunaka bunyi berupa pistol. 1) Aba-aba bersedia (on your mark) Pada aba-aba ini, pelari mulai menempatkan diri di belakang balok start yang telah ditempatkan pada lintasan lari. Setelah pelari menempatkan kakinya pada balok start, pelari menekuk kedua kakinya dan meletakkan kedua tangannya di belakang garis start, posisi kedua ibu jari saling berhadapan, dan jari-jari tangan dirapatkan satu sama lain. Jarak kedua tangan
32 Atletik Lari Bervariasi direntangkan selebar bahu, sedangkan mata memandang garis start. Pada posisi tersebut pelari dituntut untuk konsentrasi mendengarkan aba-aba berikutnya dan tidak boleh menoleh ke kanan atau ke kiri. Berat badan ditempatkan pada kedua tangan dan kaki bagian depan. Posisi kaki membuat sudut 90 derajat, kaki bagian belakang memebuat sudut 110-130 serajat. Tumit diletakan dibawah dan dijaga agar otot kaki tidak terlalu regang supaya mendapat hasil start yang baik. Gambar 4.1 Posisi Tubuh Pada Aba-aba Bersedia (Sumber: Sidik, 2013) 2) Aba-aba Siap (Set) Pada aba-aba ini, pelari mengangkat pinggulnya agak tinggi dari bahu, kemudian posisi bagu dan kepala agak condong ke dean melebihi tangannya, sedangkan berat badan menumpu pada kedua tangan dan kaki bagian depan. Posisi kaki bagian depan membuat sudut kerja 90 derajat dan kaki bagian belakang membuat sudut kerja sekitar 110-130 derajat.
33 Atletik Lari Bervariasi Gambar 4.2 Posisi Tubuh Pada Aba-aba Siap (Sumber: Sidik, 2013) 3) Aba-aba Yak atau Bunyi Pistol Pada tahap tiga, dibutuhkan konsentrasi dari pelari harus sangat tinggi untuk mendengarkan aba-aba yak atau bunyi pistol. Jika terlambat bereasi terhadap aba-aba yak atau unyi pistol makan akan berakibat sangat fatal bagi pelari dan sangat mempengaruhi hasil akhir. Pada saat aba-aba yak atau pistol dibunyikan, pelari harus secepat mungkin mengangkat kedua tangannya dari tanah dan secepat mungkin mengayunkan kedua tangannya satu ke arah depan dan satunya ke arah belakang. Gerakan kedua tangan harus disesuaikan dengan gerakan kedua tungkai. Gerakan tungkai seorang pelari yang ditempatkan pada balok start bagian depan harus sekuat mungkin melawan penahan pada balok start, sedangkan tungkai yang posisinya di belakang digerakkan ke depan atas dengan lutut ditekuk ke arah dada. Tahap ini merupakan tahap awal dari rangkaian lari.
34 Atletik Lari Bervariasi Gambar 4.3 Posisi Tubuh Pada Aba-aba Yak (Sumber: Sidik, 2013) 2. Gerakan Lari Prinsip pertama dalam atletik ialah penguasaan teknik dasar sebaik-baiknya. Bagaimana prinsip gerak dalam nomor lari, berikut ini akan dibahas prinsip gerak lari yang penting untuk diperhatikan. Kesemua nomor lari itu memiliki unsur gerak yang sama. Unsur gerak itu terdiri atas (1) gerakan tungkai (bagian tubuh mulai dari sendi panggul ke bawah yaitu paha, tungkai bawah, dan kaki, (2) gerakan lengan (lengan atas, lengan bawah, dan tangan), (3) sikap badan, dan (4) koordinasi yang selaras dari semua unsur gerak tubuh tersebut. Keseluruhan rangkaian gerak itu merupakan sebuah siklus. Di bawah ini dibahas secara umum rangkaian gerak lari mulai dari gerakan tungkai, lengan dan badan. a. Gerakan Tungkai Gerakan tungkai merupakan modal utama agar seorang pelari dapat melaju, mulai dari garis keberangkatan hingga garis akhir. Gerakannya berupa pengulangan dari setiap tahap gerakan yang sudah dilakukan. Agar pelari memperoleh kecepatan melaju ke depan, tolakan kaki tumpu sebelum meninggalkan tanah memegang peranan penting. Pada saat kaki tumpu melakukan
35 Atletik Lari Bervariasi tolakan, tungkai diusahakan lurus mulai dari pergelangan kaki, lutut dan sendi panggul. Segera setelah kaki tumpu meninggalkan bidang tumpuannya, maka kaki itu diusahakan tetap rileks dan mengimbangi tungkai lainnya yang siap untuk mendarat. Selanjutnya kaki yang baru saja mendarat segera melakukan tolakan, sehingga badan melaju ke depan. Gerakan seperti itu dilakukan berulang kali dengan kedua kaki silih berganti sebagai kaki tumpu. b. Gerakan Lengan Bersamaan dengan gerakan tungkai, kedua lengan juga digerakkan untuk memelihara kesetimbangan badan ketika melaju ke depan. Lengan dan tungkai yang berlawanan diayun dengan gerak selaras. Jika tungkai kanan diayunkan ke depan, maka lengan kiri yang diayunkan ke depan. Begitu sebaliknya. Lengan diayunkan ke muka dan ke belakang dengan gerakan rileks, sementara siku ditekuk sekitar 90 derajat. Jari-jari tangan agak dikepalkan. Pada waktu lengan diayunkan ke depan, arahnya agak serong ke tengah. c. Sikap Badan Posisi badan dipertahankan tetap menghadap ke depan dan agak condong ke depan agar titik berat badan selalu berada di depan. Dibandingkan dengan pelaksanaan lari jarak menengah dan jauh, dalam lari jarak pendek sikap badan ini jauh lebih condong ke depan. Selain itu semua otot badan mulai dari leher, dada, dan punggung tetap rileks agar gerakan tidak kaku dan tidak boros tenaga. Gerakan lari yang utama diperhatikan adalah gerakan langkah kaki dan ayunan lengan. Sedangkan pada saat berlari gerakan
36 Atletik Lari Bervariasi yang perlu diperhatikan adalah kecondongan badan, pengaturan nafas, dan irama gerakan lengan dan tungkai. Teknik lari yang perlu diperhatikan sebagai berikut: 1) Sikap badan condong ke depan Untuk memperkecil hambatan udara yang datang dari arah depan, pelari mendapat keuntungan untuk menampakkan titik berat badan lebih ke depan. Titik berat badan ini dapat membantu daya tarik, sehingga langkahnya akan lebih efektif. 2) Langkah kaki Langkah kaki sepanjang mungkin pada awal kaki lepas dari balok start, selanjutnya agar keseimbangan badan tetap terjaga, maka langkah kaki harus sudah mulai bergerak agak lebih pendek, tetapi dengan frekuensi gerak yang lebih cepat dan tetap. 3) Saat pendaratan kaki Pada saat kaki mendarat ke tanah yang terkena harus selalu pada ujung telapak kaki dengan posisi lutut agak dibengkokan sedikit, agar lentur pada saat akan membuat langkah berikutnya. 4) Gerakan lengan Jari-jari tangan dikepalkan atau dibuka rapat dan relaks. Ayunan tangan harus dikoordinasi dengan gerakan kaki. Pada saat kaki kiri melangkah ke depan, maka tangan kiri harus berada di belakang. Demikian sebaliknya pada saat kaki kanan melangkah ke depan, maka tangan kanan harus berada di belakang. Demikian pula langkah-langkah selanjutnya. Di bawah ini disajikan rangkaian teknik gerakan lari.
37 Atletik Lari Bervariasi Gambar 4.4 Rangkaian Gerakan Teknik Lari (Sumber: Sidik, 2013) 3. Gerakan Teknik Memasuki Garis Akhir (finish) Finish dapat diartikan sebagai batas akhir atau penghabisan suatu aktivitas. Finish adalah istilah yang biasa digunakan dalam cabang olahraga atletik untuk mengakhiri suatu perlombaan, bukan hanya atletik saja mungkin setiap perlombaan mggunakan finish sebagai akhir. Dalam lari teknik memasuki garis finish merupakan salah satu hal yang sangat menentukan untuk mejadi juara. Pada kejuaraan nasional maupun internasional kemenangan pelari ditentukan dengan selisih waktu seper seratus atau seperseribu detik diantara pada pelari yang memasuki garis finish. Teknik memasuki garus finish untuk lari dapat dilakukan melalui cara sebagai berkut. a. Lari terus tanpa mengubah sikap. b. Dada dicondingkan ke depan dengan kedua tangan diayunkan ke belakang, gerakan ini di Amaerika biasa disebut merobohkan diri the lunge. c. Dada diputar dengan mengaynkan tangan ke depan atas, sehingga bahu sebelah kanan atau kiri maju ke depan.
38 Atletik Lari Bervariasi Diantara beberapa cara tersebut umumnya cara yang kedua yang lebih menguntungkan. a. Frekuensi kaki dipercepat, langkah diperlebar dan jangan mengurangi kecepatan lari sebelum meliwati garis finish. b. Pusatkan perhatian untuk mencapai finish. c. Jangan sekali-kali mengadakan gerak melompat pada finish. d. Jangan menoleh ke kanan atau ke kiri. e. Berusaha meraih pita finish dengan tangan. f. Tidak berhenti mendadak setelah melewati garis finish. Secara sederhana lari dapat dilakukan dengan berbagai cara; maju mundur, ke samping, pada lintasan lurus ataupun berkelok, cepat, lambat, mendaki-menurun, lari dengan ritme, lari sendirian, berpasangan, bersama atlit atau melalui orang lain, melewati rintangan, dalam bentuk estafet, mencari jejak, lari dengan permainan koordinasi kaki dan banyak lagi. D. Lari Sambung Dalam lari sambung (estafet) terdapat beberapa macam cara dalam pemberian tongkat estafet dari pelari pertama kepada pelari berikutnya. Pada garis besarnya cara pemberian tongkat itu ada dua macam, yaitu dengan melihat (visual) dan tanpa melihat (nonvisual). Masing-masing cara pemberian tongkat tersebut di jelaskan berikut ini. 1. Visual Dalam cara visual ini pada saat tongkat diberikan penerima melihat atau menoleh ke arah pemberi. Sedangkan bentuk pelaksanaannya dapat bermacam-macam. Akan tetapi pada akhir-
39 Atletik Lari Bervariasi akhir ini yang biasa dan sering dipakai hanya tiga macam terutama dalam estafette 4 x 400 m., yaitu: a. Sebelum tongkat diberikan dengan tangan kiri, penerima telah meno leh ke arah pemberi. Sambil berlari tangan kanan penerima diulurkan ke arah pemberi dengan sikap telapak tangan menghadap ke atas, ke empat jari rapat, ibu jari terbuka (seperti sikap tangan orang meminta). Tongkat diberikan dari atas ke bawah. b. Seperti pada nomor 1, akan tetapi telapak tangan kanan penerima benar-benar menghadap belakang ke arah pemberi, ke empat jari terbuka ke arah ke dalam. Tongkat diberikan tegak lurus ke arah depan. c. Juga hampir sama seperti di atas, hanya saja di sini lengan penerima dijulukkan serong belakang bawah, telapak tangan menghadap ke belakang serong atas. Ke empat jari rapat menuju ke luar, ibu jari terbuka menuju ke dalam. Tongkat diberikan dengan ayunan dari bawah ke atas. 2. Non-Visual Dengan cara non-visual ini, berarti pada saat tongkat diberikan, si penerima tidak melihat ke arah pemberi. Disinipun ada beberapa macam bentuk cara melakukannya, tetapi hingga saat ini ternyata hanya ada dua macam yang biasa digunakan, yaitu: Seperti cara visual tetapi dengan tidak melihat ke arah pemberi. Hampir sama dengan di atas, hanya saja cara meluruskan tangan kanan ke belakang diangkat lebih tinggi lagi hingga telapak tangan benar benar menghadap ke atas. Tongkat diberikan dari atas ke bawah, Kedua macam cara dalam non-visual tersebut di atas banyak dipakai pada estafet 4 x 100 m.
40 Atletik Lari Bervariasi Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lari sambung: a. Lari sambung 4 x 100 m 1) Pemberian tongkat sebaiknya secara bersilang, artinya pelari I dan III memegang tongkat dengan tangan-tangan kanan, pelari II dan IV menerima/memegang dengan tangan kiri. 2) Penempatan pelari hendaknya mengingat keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya pelari I dan III dipilih yang betul betul baik dalam lari menikung. Pelari II, III dan IV dipilihkan pelari yang memiliki stamina dan daya tahan yang baik. 3) Jarak penantian bagi pelari II, III dan IV harus benarbenar diukur dengan tepat seperti pada saat-saat latihan. Setelah memberikan tongkat jangan segera ke luar dari lintasan masing-masing. b. Lari sambung 4 x 400 m. 1) Pilih dan tentukan dengan pasti cara pemberian tongkat mana yang dipakai. Hanya saja perlu diingat bahwa menerima tongkat dengan tangan kanan sering membahayakan, lebih-lebih bila pemberian itu berlangsung dekat garis lintasan paling dalam, dapat terjerumus masuk/menginjak lapangan terlarang. Namun demikian cara ini pun sering dipakai. 2) Pengaturan urutan pelari, hendaknya pelari tercepat dari suatu regu sebagai pelari terakhir. Kalau kecepatan ke empat pelari dalam 100 m, hampir sama, maka pelari yang memiliki daya juang yang besar sebagi pelari
41 Atletik Lari Bervariasi terakhir. Hal inipun berlaku pula untuk estafette 4 x 100 m. 3) Kecepatan start bagi penerima hendaknya disesuaikan dengan kecepatan sipemberi. 4) Kekompakan regu sangat menentukan tercapai tidaknya prestasi yang diinginkan.
42 Atletik Lari Bervariasi E. Rangkuman 1. Fase dalam lari terdiri atas (a) fase dorong, (b) fase pemulihan/layang, dan (c) fase dukungan/ topang/dorong. 2. Fase dorong dimulai sejak titik pusat gravitasi pelari bergerak melampaui kaki penopang dan berakhir pada saat kaki lepas dari tanah. 3. Unsur gerak lari terdiri atas (1) gerakan tungkai (bagian tubuh mulai dari sendi panggul ke bawah yaitu paha, tungkai bawah, dan kaki, (2) gerakan lengan (lengan atas, lengan bawah, dan tangan), (3) sikap badan, dan (4) koordinasi yang selaras dari semua unsur gerak tubuh. 4. Siku membentuk sudut 90 derajat pada saat mengayun ke depan tetapi boleh sedikit dibuka pada titik tengah ayunan ke belakang, dalam lari cepat namum relaks, dengan cara lengan diturunkan sedikit rendah. 5. Tujuan fase topang yaitu memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan. 6. Tujuan fase layang memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan penempatan kaki yang efektif saat sentuh tanah. 7. Karakteristik teknik fase pendukung yaitu lutut kaki ayun bergerak ke depan dan ke atas (untuk meneruskan dorongan dan menambah panjang langkah). 8. Start jongkok menggunakan aba-aba bersedia-siaapp-yaaa. 9. Start dibagi menjadi tiga jenis yaitu, (a) start jongkok (crouching start), (b) start melayang (flying start), dan (c) start berdiri (standing start).
43 Atletik Lari Bervariasi 10. Terdapat tiga macam stat jongkok yaitu, (1) start pendek (bunch start), (2) start menengah (medium start), dan start panjang (long start). 11. Lari sambung bentuknya tim yang terdiri dari empat orang. 12. Lari sambung mencakup jarak 4 x 110 m (putra) dan putri 4 x 100 m dan lari sambung jarak 4 x 400 m baik putra mauoun putri. 13. Cara pemberian tongkat dari pelari I ke pelari ke II, II-III, III-IV menggunakan cara visual dan non visual. 14. Teknik visual umumnya digunakan untuk lari sambung jarak 4 x 400 m dan cara nonvisual untuk jarak tempuh 4 x 100 m. 15. Pelari ke II, III dan ke empat gerakan start menggunakan start melayang.