44 Atletik Lari Bervariasi F. Latihan Soal Pilihlah jawaban di bawah ini yang benar dengan memberikan tanda (X) 1. Tujuan fase topang dalam gerak lari adalah …. a. Untuk menambah laju gerak, sehingga dorongan ke depan maksimal b. memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan c. Menambah hambatan saat kaki melayang untuk memaksimalkan dorongan ke depan d. memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk meminimalkan doorongan ke depan 2. Di bawah ini termasuk start jongkok, kecuali …. a. Start melayang b. Start pendek c. Start menengah d. Start panjang 3. Pelari yang pada waktu awal akan berlari menggunakan start melauang adalah pelari … a. Pelari jarak pendek b. Pelari Jarak menengah c. Pelari pertama pada lari sambung/estafet d. Pelari ketiga pada lari sambung/estafet 4. Cara pemberian tongkat teknik visual umumnya digunakan untuk pelari jarak … a. 4 x 400 meter b. 4 x 100 meter c. 4 x 110 meter
45 Atletik Lari Bervariasi d. 4 x 200 meter 5. Pelari jarak menengah pada start menggunakan teknik start …. a. Jongkok b. Berdiri c. Melayang d. Berdiri dan melayang 6. Gerakan siku pada waktu berlari sebaiknya …. a. Ditekuk 90 derajat b. Ditekuk 60 derajat c. Ditekuk 120 derajat d. Ditekuk 45 derajat 7. Aba-aba pelari pada lomba lari jarak menengah aba-aba startnya adalah …. a. Bersedia – yaa b. Bersedia – siap – yaa c. Siap-Bersedia-Yaa d. Siap - Yaa 8. Pada waktu lengan diayunkan ke depan, arahnya gerakan lengan tersebut, yaitu …. a. Ayunan serong ke tengah b. Ayunan lengan lurus ke depan c. Ayunan lengan lurus ke bawah d. Ayunan lengan lurus ke bawah ke arah kaki 9. Tujuan fase topang yaitu memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan …. a. Memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan
46 Atletik Lari Bervariasi b. Memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan c. Memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan d. Memperkecil hambatan saat sentuh tanah dan untuk memaksimalkan doorongan ke depan 10. Karakteristik teknik fase topang adalah …. a. Mendarat pada jari-jari kaki b. Mendarat pada tumit kaki c. Mendarat pada telapak kaki d. Melangkah sejauh mungkin
47 Atletik Lari Bervariasi A. Model-Model Pembelajaran Lari Bervariasi Dalam pelaksanaan pembelajaran dibutuhkan suatu model pembelajaran untuk memudahkan penyampaian materi dalam pembelajaran. Model merupakan suatu rancangan yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan yang diharapkan dapat mencapai tujuan. Dalam pelaksanaan pembelajaran lari bervariasi terdapat beberapa model yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Model-model pembelajaran lari bervariasi yang dikembangkan dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Run M Pattern a. Tujuan: Meningkatkan kelincahan dan kecepatan serta perubahan arah lari b. Alat: 1) 5 buah cone 2) Pita ukur (mit line/meteran) c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 5 cone dengan cone 1 dan cone 2 berjarak 5 meter, cone 2 dan cone 3 berjarak 5 meter, cone 5 dan cone 1 berjarak 5 meter dan tempatkan 1 cone yakni cone 4 di tengah-tengah antara cone 1, cone 2, cone 3, dan cone 5 dengan jarak 2,5 meter. 2) Lari dilakukan melalui sisi luar cone. BAB V MODEL PEMBELAJARAN LARI BERVARIASI
48 Atletik Lari Bervariasi 3) Lari dimulai dari cone 1 ke cone 2. 4) Setelah lari ke cone 2 ubah arah lari menuju cone 3. 5) Dari cone 3 lari menuju cone 4 kemudian ubah arah lari ke cone 5. 6) Setelah lari ke cone 5, ubah arah lari menuju cone 1. Gambar 5.1 Run M Pattern 2. Run V Pattern a. Tujuan: Meningkatkan kelincahan dan perbahan arah dan posisi tubuh. b. Alat: 1) 3 buah cone 2) Mit line (pita ukur) c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 3 cone dengan bentuk huruf V, tempatkan cone 1 sebagai strat dan cone 2 dan cone 3 berada di depa cone 1 dengan jarak 5 meter, kemudian cone 2 dan 3 berjarak 5 meter. 2) Lari dilakukan melalui sisi luar cone.
49 Atletik Lari Bervariasi 3) Lari dimulai dari cone 1 ke cone 2. 4) Lewati cone 2 melalui sisi luar cone kemudian lari menuju sisi luar cone 1. 5) Setelah melewati cone 1 lari menuju cone 3 melalui sisi luar cone 3. 6) Setelah lari ke cone 3 kemudian kembali menuju cone 1. Gambar 5.2 Run V Pattern 3. Run X Pattern a. Tujuan: Untuk meningkatkan kelincahan b. Alat: 1) 4 buah cone 2) Mit line (pita ukur) c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 4 cone dengan cone 1 dan 2 berjarak 5 meter, cone 2 dan 4 berjarak 5 meter, cone 4 dan 3 berjarak 5 meter, dan cone 3 dan 1 berjarak 5 meter. 2) Lari dimulai dari cone 1 dengan arah ke cone 2.
50 Atletik Lari Bervariasi 3) Dari cone 2 ubah arah lari menuju cone 3. 4) Dari cone 3 ubah arah lari menuju cone 4. 5) Dari cone 4 ubah arah lari menuju cone 1. Gambar 5.3 Run X Pattern 4. Run COD A Pattern a. Tujuan: Untuk meningkatkan kecepatan gerak dan kelincahan perubahan arah lari. b. Alat: 1) 5 buah cone 2) Mit line (pita ukur) c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 5 cone dalam bentuk A dan buat sedemikian rupa sehingga cone 1 dan cone 5 terpisah dengan jarak 5 meter di garis start. 2) Cone 2 dan 4 buat dengan jarak 2,5 meter di depan cone 1 dan cone 5 dengan jarak 2,5 meter.
51 Atletik Lari Bervariasi 3) Cone 3 berjarak 2,5 meter di depan antara cone 2 dan 4. 4) Lari di mulai dari cone 1 ke cone 2. 5) Setelah berlari ke cone 2, ubah arah lari ke cone 4. 6) Setelah lari ke cone 4 langsung kembali dengan balik arah ke cone 2. 7) Setelah balik arah ke cone 2, ubah arah lari ke cone 3. 8) Setelah merubah arah lari ke cone 3, lari lurus melewati cone 4 ke cone 5. Gambar 5.4 Run COD A Pattern 5. Spin Cone Run a. Tujuan: Meningkatkan flekxibilitas kaki dan pinggul, kecepatan kaki, gerak kaki, dan kecepatan. b. Alat: 1) 6 buah cone 2) Mit line (pita ukur)
52 Atletik Lari Bervariasi c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 6 cone dengan cone 5 dan cone 2 berjarak 5 meter, cone 2 dan cone 3 berjarak 5 meter, cone 3 dan cone 4 berjarak 5 meter, cone 4 dan cone 5 berjarak 5 meter. 2) Tempatkan cone 1 di depan cone 5 sebagai start dan tempatkan cone 6 di tengah-tengah antara cone 1 dan cone 2 sebagai finish. 3) Lari dimulai dari cone 1 ke cone 2 dan putar 360° ke kiri. 4) Setelah dari cone 2 lari menuju cone 3 dan putar 360° ke kanan. 5) Setelah ke cone 3 lari menuju cone 4 dan putar 360° ke kiri. 6) Setelah ke cone 4 lari menuju cone 5 dan 360° ke kanan. 7) Setelah ke cone 5 lari menuju cone 6. Gambar 5.5 Spin Cone Run
53 Atletik Lari Bervariasi 6. Figuero Eight Run a. Tujuan: Untuk meningkatkan kecepatan gerak lari dan untuk meningkatkan kelincahan gerak melalui gerakan perubahan arah lari. b. Alat: 1) 6 buah cone 2) Mit line (pita ukur) c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 6 cone dengan cone 1 dan cone 6 berjarak 5 meter di garis strat, dan cone 1 dan 2 berjarak 6 meter. 2) Cone 5 dan cone 6 berjarak 6 meter. 3) Cone 4 letakan di depan antara cone 1 dan cone 6 dengan jarak 2 meter dan letakan cone 3 di depan antara cone 2 dan cone 5 dengan jarak 2 meter. 4) Lari dilakukan dengan melewati sisi luar cone. 5) Mulai berlari dari cone 1 ke cone 2. 6) Ubah arah lari ke cone 4 melalui sisi luar cone 2. 7) Dari sisi luar cone 4 ubah arah lari ke cone 3 dengan melewati sisi luar cone 3 secara menyilang. 8) Memutari cone 3 kemudian menyilang melwati sisi luar cone 4. 9) Setelah melewati cone 4 lari menuju cone 5. 10) Lewati cone 5 dengan sisi luar cone kemudian lari menuju cone 6.
54 Atletik Lari Bervariasi Gambar 5.6 Figuero Eight Run 7. Butterfly Run a. Tujuan: Untuk meningkatkan kelincahan dan perubahan arah lari b. Alat: 1) 5 buah cone 2) Mit line (pita ukur) c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempat kan 5 cone dengan cone 1 dan cone 2 berjarak 5 meter, cone 2 dan cone 3 berjarak 5 meter, cone 3 dan cone 4 berjarak 5 meter, cone 4 dan cone 1 berjarak 5 meter dan tempatkan cone 5 di tengah-tengah antara cone 1, cone 2, cone 3, dan cone 4 dengan jarak 2,5 meter. 2) Lari dimulai dari cone 1 dengan arah ke cone 5.
55 Atletik Lari Bervariasi 3) Dari cone 5 ubah arah lari ke cone 2 dan dari sisi luar cone 2 kembali ke cone 5. 4) Setelah ke cone 5 ubah arah lari ke cone 3 dan lari melalui sisi luar cone 3 kembali menuju cone 5. 5) Dari cone 5 ubah arah lari ke cone 4 dan lari melalui sisi luar cone 4 kemudian kembali menuju cone 5. 6) Setelah ke cone 5 akhiri dengan berlari ke cone 1. Gambar 5.7 Butterfly Run 8. Zig-Zag Run a. Tujuan: Meningkatkan kelincahan dan perubahan arah lari. b. Alat: 1) 7 buah cone 2) Mit line (pita ukur)
56 Atletik Lari Bervariasi c. Petunjuk Pelaksanaan Unjuk Kerja: 1) Tempatkan 7 cone dengan 3 cone di sisi kiri yakni cone 2, 4, 6 dan 3 cone di sisi kanan yakni cone 1, 3, 5 dengan jarak sisi 2,5 meter. 2) Cone 1 dimulai dari 0 meter dan cone 2 dimulai dari 2,5 meter. 3) Jarak cone 2 dan 4 5 meter, jarak cone 4 dan 6 5 meter, dan cone 1 dan cone 3 berjarak 5 meter dan cone 3 dan 5 berjarak 5 meter. 4) Tempatkan cone 7 sejajar ke kanan dengan cone 3 sebagai finnish. 5) Lari dilakukan dari sisi luar cone. 6) Lari dimulai dari cone 1 ke cone 2. 7) Melalui sisi luar cone 2 ubah arah lari ke cone 3. 8) Melalui sisi luar cone 3 ubah arah lari ke cone 4. 9) Melalui sisi luar cone 4 ubah arah lari ke cone 5. 10) Melalui sisi luar cone 5 ubah arah lari ke cone 6 dan putar kemudian lari kembali ke cone 5. 11) Lakukan lari melewati setiap cone secara diagonal melalui sisi luar cone. 12) Setelah kembali ke cone 1, ubah arah lari melalui sisi luar cone 1 menuju cone 7.
57 Atletik Lari Bervariasi Gambar 5.8 Zigzag Run
58 Atletik Lari Bervariasi B. Rangkuman Model merupakan suatu rancangan yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan yang diharapkan dapat mencapai tujuan. Dalam pelaksanaan pembelajaran lari bervariasi terdapat beberapa model yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Model-model dalam permbelajaran lari bervariasi sebagai berikut. 1. Run m pattern 2. Run v pattern 3. Run x pattern 4. Run COD A pattern 5. Spin cone run 6. Figuero eight run 7. Butterfly run 8. Zig-zag run
59 Atletik Lari Bervariasi C. Latihan soal Isilah jawaban dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan model-model pembelajaran lari bervariasi. 2. Sebutkan tujuan dari setiap model pada pembelajaran lari bervariasi. 3. Jelaskan langkah-langkah pelaksanaan pada lari figuero 8. 4. Jelaskan langkah-langkah pelaksanaan pada lari pola X. 5. Jelaskan langkah-langkah pelaksanaan pada lari zig-zag.
60 Atletik Lari Bervariasi Aji. S. 2016. Buku Olahraga Paling Lengkap. Jakarta: ILMU. Bahagia, Y. (2011). Pembelajaran Atletik. In Pembelajaran Atletik, Departemen Pendidikan Nasional. Bahagia, Y. 2011. Pembelajaran Atletik. Pembelajaran Atletik, Departemen Pendidikan Nasional. Bradeško, B. 2015. Otroška atletika (IAAF Kids’ Athletics). / IAAF Kids’ Athletics. Sport: Revija Za Teoreticna in Prakticna Vprasanja Sporta, 63(1/2). Hidayat, A. S., Dlis, F., & Hanief, S. 2021. Pengembangan Model Pembelajaran Atletik Nomor LAri Berbasis Permainan Pada Siswa Sekolah Dasar. Jawah Tengah: CV. Sarnu Untung. Indarto, P., Sistiasih, V. S., &, & Nurhidayat. (2018). Pandai Mengajar dan Melatih Atletik. Muhammadiyah University Press. Kementrian pendidikan dan kebudayaan. 2020. Petunjuk Pelaksanaan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional ( Kosn ) Sekolah Menengah Pertama ( Smp ) Tahun 2020. Kridasuwarso, B., & Hakim, A. A. 2020. Biomekanika Olahraga (Bagi Guru dan Pelatih Olahraga). Surabaya: CV. Jakad Media Publishing. Lengkana, A. S. 2015. Belajar dan Berlatih Atletik. Bandung: CGR Printing. Mardiana, A., Purwadi, & Satya, W. I. (2014). Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Cetakan Ketiga Belas. Universitas Terbuka. Mardiana. 2013. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Universitas Terbuka. DAFTAR PUSTAKA
61 Atletik Lari Bervariasi Margono, A., Mukholid, A,. Purnama, S, K., & Satyawan, B. 2015. Pendalaman Materi Penjas. Mataram: Universitas Mataram. Muhtar, T., & Irawati, R. 2009. Atletik. UPI Sumedang Press. Muhtar, T., & Irawati, R. 2020. Atletik. Sumedang: UPI Sumedang Press. Nelistya, A. 2011. Menjadi Pemain Atletik Yang Tangguh. Jakarta: Be Champion. Nopiyanto, Y. E., & Raibowo, S. 2020. Dasar-dasar Atletik. Bengkulu: IKAPI. Nopiyanto, Y. E., Raibowo, S., & Arwin. 2020. Pembelajaran Atletik. Bengkulu: Elmarkazi Publisher. Nugroho, U. 2021. Mari Memahami Pembelajaran Gerak Pendidikan Jasmani. Jawa Tengah: CV. Sarnu Untung. Pertiwi, K. R. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Bentuk Articulate Storyline Dalam Pembelajaran Tolak Peluru Menggunakan Modifikasi Peluru Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Madiun. Tesis Tidak DiTerbit. Universitas Negeri Malang. Purnomo, E., & Dapan. (2011). Dasar-Dasar Gerak Atletik. Rahmat, Z. (2015). Atletik Dasar & Lanjutan. In Atletik Dasar & Lanjutan. Sainal. 2018. Buku Ajar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia. Simanjuntak. (2008). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Depdiknas. Siskariyanti. 2019. Pengembangan Pergerakan Permainan Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas V. Siduarjo: Uwais Inspirasi Indonesia. Subarjah, H. (2019). Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Universitas Terbuka.
62 Atletik Lari Bervariasi Suratmin. 2018. Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA. Suyono & Hariyanto. 2016. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Wiarto, G. 2015. Inovasi Pembelajaran dalam Pendidikan Jasmani. Laksitas. Yuliatin, E., & Haryanto. 2012. Mengenal Olahraga Atletik. Jakarta Timur: PT Balai Pustaka. Zikrur Rahmat, M. P. 2015. Atletik Dasar & Lanjutan. In Atletik Dasar & Lanjutan.
63 Atletik Lari Bervariasi RIWAYAT HIDUP Catur Prima Eka Putra Abdullah, adalah anak terakhir dari empat bersaudara, pasangan bapak Safruddin dengan ibu Gusti Ayu Wardani yang lahir pada tanggal 25 Desember 1997 di daerah Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Riwayat pendidikan yang telah di tempuh yaitu di TK Negeri Selong (2004), kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SD Negeri 3 Selong (2010), selanjutnya melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 2 Selong (2013), selanjutnya melanjutkan pendidikan atas di SMA Negeri 2 Selong (2016), dan pendidikan berikutnya ditempuh di Universitas Negeri Malang dengan mengambil bidang studi S1 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan (2020). Kemudian pendidikan berikutnya mengambil S2 Pendidikan olahraga di Universitas Negeri Malang.