The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by septianiari96.sa, 2023-05-31 00:50:18

Bahan Ajar_Mitigasi Bencana Alam

Bahan ajar ini untuk kelas XI

Zonasi penggunaan lahan yang mengalokasikan daerah penyangga lebih besar dari yang dipergunakan (3:1) menghasilkan kesimbangan lingkungan Sengkedan/terracering secara teknologi terbukti efektif mencegah erosi dan longsor apalgi dengan mempergunakan batu sebagai penguat tebing teras Keberadaan hutan tetap terpelihara sebagai fungsi klimatologis, hidrologis dan ekologis Dengan adanya alokasi tata ruang di kawasan kampung Naga daur ulang air dilakukan secara alami dan kebersihan air yang masuk ke sungai dan sawah menjadi terpelihara Rumah panggung dengan konstruksi kayu sistem knockdown terbukti efektif terhadap kerusakan disaat gempa Perubahan iklim membawa dampak yang nyata dalam kehidupan masyarakat. Salah satu dampak akibat perubahan iklim tersebut adalah curah hujan yang tinggi dan tidak beraturan hal ini diperparah lagi dengan penebangan pohon yang dilakukan oleh manusia sehingga menyebabkan Banjir bandang dan longsor.Salah satu Desa yang siap akan hal itu adalah Desa Kampung Naga di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Topografi desa yang dikelilingi perbukitan membuat Masyarakat sadar akan ancaman bencana longsor dan banjir (Dewi dan Istiadi, 2015). Kearifan lokal dari Kampung Naga yang dapat dijadikan sumber pembelajaran khususnya dalam pengelolaan lingkungan (As’ari dan Hendriawan 2016, Maryani E dan Permanasari A. 2018 ) sebagai berikut : fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan ppg prajabatan gelombang 1 universitas sebelas maret Beberapa contoh diatas adalah bentuk kearifan lokal yang ada di Indonesia yang berhubungan dengan mitigasi bencana. Pada semua daerah di Indonesia pasti mempunyai kearifan lokal untuk memitigasi bencana dan yang lainnya jika ini di padukan dengan system mitigasi modern bukan tidak mungkin akan meminimalisir bencana di Indonesia. Selain untuk diterapkan dalam sistem pengelolaan kebencanaan dalam konteks sosialbudaya kearifan lokal juga merupakan kekayaan yang perlu dipertahankan dan merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia. In d o nesia pasti m asih m e m punyai b anyak kearifan l o kal d ala m m itigasi b encana selain yang su d ah d ise b utkan d iatas. Tugas kal ian yaitu m encari tau kearifan l o kal d ala m m itigasi b encana d i d aerah m u atau d isekitar d aerah m u.


fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan ppg prajabatan gelombang 1 universitas sebelas maret c. Penanggulangan Bencana Alam Melalui Pemanfaatan Teknologi Pemanfaatan teknologi modern dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dapat menyelamatkan nyawa dan membantu mencegah kerusakan lingkungan. Contoh pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan bencana alam antara lain : Alat pendeteksi gelombang yaitu Indonesian Tsunami Early Warning System (Ina TEWS) yang di dalamnya terdiri dari seismograf yang dioperasikan oleh BMKG, alat pasang surut yang di pasang di pantaipantai dan dioperasikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) serta Tsunami Buoy. Teknologi modifikasi cuaca merupakan upaya untuk mengkondisikan cuaca agar hujan sampai ke permukaan tanah. Teknologi modifikasi cuaca yang telah sering diterapkan untuk penanggulangan bencana asap kebakaran hutan di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan LIPI-WISELAND adalah sistem pemantauan gerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel yang dipasang di lereng tanah alami atau buatan. LIPI-WISELAND merupakan produk penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Alat pendeteksi banjir bertujuan untuk medeteksi volume air dan datangnya banjir bandang di daerah tersebut sehingga dapat untuk mengantisipasi korban jiwa dan harta benda saat banjir datang Rumah tahan gempa adalah hunian yang bila terkena gempa bumi lemah, bangunannya tidak mengalami kerusakan sama sekali. Bila terkena gempa bumi dengan kekuatan sedang, bangunan hanya mengalami kerusakan pada elemen non-struktural. Sementara, bila terkena gempa dengan kekuatan besar, bangungan mengalami kerusakan, tetapi tidak boleh runtuh.


fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan ppg prajabatan gelombang 1 universitas sebelas maret 2. Peran Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Alam Mendapatkan perlindungan sosial dan rasa aman, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan bencana Mendapatkan pendidikan, pelatihan, dan keterampilan dalam penyelengaraan penanggulangan bencana Mendapatkan informasi secara tertulis atau lisan tenang kebijakan penanggulangan bencana Berperan serta dalam perencanaan, pengoperasian, dan pemeliharaan program penyediaan bantuan pelayanan kesehatan, termasuk dukungan psikososial Berpasrtisipasi dalam pengambilan keputusan terhadap kegiatan penanggulangan bencana, khususnya yang berkaitan dengan diri dan komunitasnya Melakukan pengawasan sesuai mekanisme yang diatur atas pelaksanaan penanggulangan bencana Setiap orang yang terkenan bencana berhak mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar Setiap orang berhak memperoleh ganti kerugian karena terkena bencana yang disebabkan kegagalan konstruksi Menjaga kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Memelihara keseimbangan, keserasian, keselarasan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Melakukan kegiatan penanggulangan bencana. Memberikan informasi yang benar kepada publik tentang penanggulangan becana Aktif dalam kegiatan identifikasi masalah kebencanaan. Memberikan usulan atau pendapat untuk mengurangi resiko bencana. Peduli akan upaya untuk mengurangi resiko bencana. Menunjukkan upaya bahwa permasalahan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Ikut serta dalam kegiatan pelaksanaan mitigasi bencana. Menjaga berbagai upaya mitigasi bencana. Aktif dalam mengevaluasi berbagai kegiatan mitigasi bencana Terkait dengan penanggulangan bencana alam masyarakat sangat berperan penting dengan memenuhi semua kewajiban dan haknya. Hak setiap anggota masyarakat adalah sebagai berikut : Sementara itu, kewajiban setiap orang adalah : Masyarakat hendaknya berpartisipasi dalam mitigasi bencana alam di Indonesia. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapai ancaman bencana. Bentuk partisipasi masyarakat adalah sebagai berikut:


fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan ppg prajabatan gelombang 1 universitas sebelas maret DAFTAR PUSTAKA Lestari, Fitri Sekar. 2020. Modul Pembelajaran SMA Geografi Kelas XI KD 3.7 dan 4.7. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Setyaningsih, Puput dkk. 2021. Buku Interaktif Geografi untuk SMA/MA Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta : PT Penerbit Intan Pariwara. Handoyo, Budi. (2021). Geografi untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://bpbd.bogorkab.go.id/kearifan-lokal-budaya-indonesia-dalam-mitigasi-bencana/ https://kumparan.com/kumparannews/4-mitigasi-gempa-bumi-berbasis-kearifan-lokal-diindonesia/full


Click to View FlipBook Version