226 JHS TEAR
SMP 226 BERSEDIH
Fabyan sakit apa?
Oleh: Farma Dinata (Ayah Fabiyan
Ditulis 27 April2020, Pukul: !3.17
Putra kami Fabyan Devara insyaAllah remaja yang sehat, enerjik, santun, cerdas, rutin tahajud,
duha dan sholat berjamaah di masjid sebelum masjid-masjid ditutup akibat pandemi.
Kami sekeluarga sempat menikmati masa-masa isolasi mandiri, saya WFH, fabyan dan adiknya
keyzar devario belajar di rumah. Kami bertiga bergilir menjadi imam untuk sholat berjamaah
sekeluarga.
Sampai suatu hari di pekan terakhir bulan maret lalu, si ganteng mengeluh tangan kanannya
kesemutan lalu kebas. Semakin hari dia mengeluh tangan kanannya mati rasa, hingga kesulitan
menulis dan makan.
Untuk mengerjakan tugas2 sekolah, Byan kadang minta bantuan adik atau mamahnya untuk
menuliskan. Untuk makan, kami sering pergoki dia menggunakan bantuan tangan kiri.
Sepekan setelahnya, dia mulai memperlihatkan kebiasaan aneh, tidur sepanjang hari. Bangun
cuma untuk sholat lantas tidur lagi. Makan, mandi trus tidur. Dalam sehari semalam dia bisa tidur
20 sampai 23 jam!
Kami sempat kesulitan mencari RS yg ada praktek dokter saraf karena saat itu pas dengan
kebijakan PSBB sehingga banyak poli tutup.
Kami akhirnya menemukan dokter saraf yg aktif di salah satu RS di Pasar Rebo, jaktim. Diagnosa
dokter saat itu ada masalah di otak kiri anak kami.
51
Saya sempat bertanya, apa penyebabnya, apakah luka, infeksi atau tumor otak? Bukan, kata
dokter, kalau itu biasanya penderita akan mengalami sakit kepala, sementara Byan mengaku
tidak.
Apakah akibat mengkonsumsi narkoba dok? Bukan juga katanya, karena efek narkoba biasanya
hilang dalam 1-2 hari, sementara Byan sudah tidur terus hampir sepekan ketika itu.
Apakah kemungkinan virus? Bukan juga kata dokter saat itu, karena kalau virus atau bakteri di
otak akan menyebabkan kelumpuhan kedua sisi tubuh, sementara Byan hanya sebelah kanan.
kami sempat bolak balik RS itu untuk cek darah dan ct scan dengan kondisi Byan harus
menggunakan kursi roda, karena sama sekali sudah tidak bisa mengontrol rasa kantuknya.
Kami sempat merayakan milad ke-16 fabyan pada 13 April. Saat itu dia tampak bahagia,
dikunjungi beberapa teman dan keluarga kami di rumah. Namun kondisinya sudah tak sanggup
berdiri. Masya Allah, dalam keadaan sakit Fabyan sebelumnya masih menjadi imam sholat
berjamaah kami sampai kakinya tak kuasa lagi berdiri.
Setelah ultah, fabyan muntah-muntah. Kami khawatir, karena setiap makanan yg disuapi selalu
dimuntahkan kembali. Akhirnya kami larikan ke IGD RS terdekat di pondok labu jaksel. Dokter
tak mau merawat inap, meminta kami kembali lagi besoknya untuk periksa ke poli saraf.
Hasil tes darah normal, ct scan pun tidak terlihat ada masalah di otaknya. Akhirnya dokter saraf
RS itu merujuk fabyan ke RS Pusat Otak Nasional di cawang jakarta timur.
Dokter RS PON mendiagnosa fabyan mengalami stroke. Kasus langka, tp katanya memang
pernah ada kejadian pada remaja. Namun dokter jg belum menemukan penyebabnya, karena
hasil cek lab ulang terlihat normal, begitupun ct scan.
Hingga 5 hari dirawat di RS PON kondisi fabyan memburuk, dia sama sekali sudah tidak bangun
dari tidurnya. Bahkan sudah tidak bisa merespon apalagi komunikasi. Dan yang mengerikan,
fabyan mulai batuk, suhu tubuhnya sempat beberapa kali tinggi, kejang kejang.
Hasil tes thorax, fabyan terindikasi terpapar. Dia harus pindah ke ruang isolasi di lantai khusus
pasien covid dan diambil sample tes swab keesokan paginya. Dengan berat hati, saya harus
menandatangani protokol covid, diantaranya: biaya perawatan diambil alih pemerintah dan jika
dia meninggal dunia harus menjalani proses pemulasaran jenasah hingga pemakaman sesuai
protokol covid. Saya tidak punya pilihan lain.
Hari ke-4 di ruang isolasi, fabyan meninggal dunia. Tepat di hari pertama Ramadhan, jumat 24
april 2020. Secara medis fabyan dinyatakan meninggal pukul 4.40 wib, saat azan subuh
berkumandang.
Hasil test swab belum keluar, namun dokter meyakini kematian akibat covid karena kerusakan
organ terjadi sangat masif dalam waktu singkat.
Alhamdulillah, meski harus menjalani protokol covid, saya masih bisa mengumandangkan azan
di telinga kanan anak sholeh itu sebelum dibawa ke kamar jenasah. Keluarga kami juga masih
diberi kemudahan oleh Allah untuk mensholatkan Fabyan sebelum dibawa ambulans ke
pemakaman. Tidak sedikit Keluarga dekat masih berkesempatan mengantar fabyan hingga
pemakamannya di TPU Pondok Rangon.
Walau pedih hati tak terkira, Insya Allah kami ikhlas.
52
Ya Rab, kuatkan hati dan iman kami keluarga yg ditinggalkan. Semoga fabyan memilih dan
memberi syafaat pada kami untuk menemani kehidupan kekalnya di surga-Mu ya Allah.
Fa
by
an
sa
Sumber: kit
ap
https://www.facebook.coma/?100000124075716/posts/3427967627217339/?sfnsn=wiwspmo&exti
d=Agkvu5q0QBGOxAS5 Pu
tra
Innalilahi wainna illaihi rakjiaun, semoga husnul khotimah, diampunkan segala dosanya, terima
semua amal kebaikan danmFadi itempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah raudah mirriyatil
Jannah, Aamiin. by
an
Segenap keluarga besareDvSMPN 226 Jakarta menyatakan ikut berduka cita yang sedalam-
dalamnya atas wafatnya aanr anda, kakak kelas. Fabiyan, dia adalah Alumni SMPN226 yang lulus
a
tahun 2018/2019. in
sy
SELAMAT JALAN SAHABaAT KAMI
Al
la
h
re
m
aj
a
ya
ng
se
ha
t,
en
erj
ik,
sa
nt
un
,
Saat pendataan absen diacne tara teman yang bertanggung jawab merekap foto timestamp absen
pagi mengirim pesan bahrdwa yang belum absen adalah pak Sukir.tidak ada yang memberi
as
komentar. Tidak berapa la,ma pesan di WhatApp grup dikagetkan menyatakan bahwa beliau tidak
mendahului kami. ru
tin
ta
Pak Sukir dilahirkan 26 Mhaa ret 1974. Pindah dari Sudin Pendidikan II Jakarta Barat dan mulai
bertugas di SMPN 226 mudjul,ai 4 Januari 2016.
du
Wafat 15 Januari 2021, hSaelamat jalan teman, semoga husnul khatimah, diampunkan dosa-
dosanya, diterima amal kednbaaikannya. Ditempatkan ditempat yang paling mulia disis Allah raudah
mirriyatil Jannah. Aamiin. sh
ol
at
be
rja 53
m
aa
h
Berita duka cita lain selama WFH ini hanya disampaikan lewat grup WhatApp
2. Wafatnya nenek Mas Rudi
3. Wafatnya ayahanda Nastiti, siswa kelas 9.4 (Sabtu, 11 April 2020)
4. Wafatnya Ibunda dari Ibu Irodatun Hanif (Hj. Maryati binti Mad Sayuti usia 85 tahun di
Kebumen) Minggu, 12 April 2020, Pukul 16.30 WIB.
5. Wafatnya ayahanda dari Fauziyah Kelas 8.3, (Rabu,12 Mei 2020)
6. Wafatnya ayahanda dari Nadia Sahnaz Kelas 9.2, (Sabtu,16 Mei 2020)
7. Wafatnya ayahanda dari Carrisa Kelas 9.3, (Kamis, 28 Mei 2020)
8. Wafatnya nenek dari ibu Ida Fitri (Kaswati binti Castam), (Rabu, 10 Juni 2020)
9. Wafatnya ayahanda dari M. Rizki Nur Zamzam kls 8.6 (Senin, 5 Oktober 2020).
10. Wafatnya sahabat kami H. Ahmad Ramli Topan, M.Pd, (Minggu, 13 Desember 2020 pukul 15.00)
di rumah sakit Fatmawati Jakarta
11. Wafatnya sahabat kami Sukir, beliau adalah pegawai tata usaha SMPN 226 Jakarta, (Jum’at, 15
Januari 2021 di rumah sakit Pasar Rebo)
12. Wafatnya ibunda Bapak Timbul (Ibunda Warinem Binti Ronosemito) Wafat : Kamis, 18
Februari 2021 Pukul : 11.30 WIB.
Ikut Berduka Cita
1. Meninggalnya Ibu Leteria Simanjuntak (Mertua dari ibu Longseri Silaban) meninggal
Senin,29 Juni 2020 di Sibolga, Sumatra Utara.
2. Meninggalnya bapak dari Ananda Daniel kelas 9.8 Meninggal, Minggu, 21 Maret 2021
3. Meninggalnya ibuJoel boru Silaban Ibu dari ibu Rondauli) meninggal Jum,at, 9 April
2021 di Sumatra Utara
54
226 JHS CELEBRATION
Hari Kartini
Hari kelahiran RA kartini diperingati setiaptanggal 21 April dengan berbagai kegiatan. Peringatan
hari Kartini 21 April 2020 dilaksanakan dengan cara berbeda, .
RA Kartini adalah pahlawan nasional yang jasanya selalu kita kenang dengan memperingati hari
kelahirannya setiap tanggal 21 April. Keadaan kita sekarang juga terkurung bukan karena
peperangan melawan manusia tetapi melawan virus yang tidak kelihatan olehmata kita, belajar
dari semangat RA Kartini,kalimat-kalimat motivasi dari RA Kartini sehingga bisa tetap
bersemangat menghadapi ini ditulis siswa kelas 8.8
Achmad Fauzan :Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan
biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.
Aditya Cahya : Perjuangan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak
rintangan dan cobaan dibalik sebuah perjuangan. Ibarat kata berlomba lari dengan
rintangan berupa semak-semak berduri. Perjuangan tidaklah seperti apa yang kita lihat
dicerita dongeng yang hanya melakukan sentuhan sihir agar mendapatkan apa yang
mereka inginkan. Dan tidak pula dengan cara curang seperti meminta bantuan dari orang
55
dalam. Namun perjuangan adalah waktu dimana kita bisa merasakan akan minimnya
kebahagiaan dan derasnya arus penderitaan. Kini, semuanya berjuang. Seluruh dunia kini
berjuang untuk menghentikan pandemi ini. Semuanya menginginkan hal yang sama, yaitu
hilangnya pandemi COVID-19 dan kembalinya aktivitas normal tanpa adanya halangan
apapun. Keadaan ekonomi yang kian hari kian memburuk. Namun, itu semua tak akan bisa
menjadi halang rintangan bagi kita semua jika kita bisa melakukan cara-cara agar
terhentinya pandemi ini. Mungkin cara tersebut terdengar sepele dan bahkan banyak yang
melanggar. Bila diingatkan pun juga mereka merasa kesal karena mereka merasa hanya
mereka yang diperingati, orang lain tidak. Rasa cemuburu dan iri-lah yang membuat
pandemi masih terus berlanjut.
Aliyatur Rohmah:"Banyak hal yang menjatuhimu tapi satu- satunya hal yang benar benar
menjatuhkan mu adalah sikapmu sendiri"
Alqorri Alalia Suharja : "Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum
kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu" maksudnya kita harus ikhlas dan sabar
menghadapi keadaan ini , kita juga harus terus semangat belajar dirumah , tidak
berpergian untuk membantu memulihkan keadaan , juga agar kita bisa terus berprestasi
walau dari rumah .
Amanda Silviana : "Kami berikhtiar supaya kami teguh sungguh, sehingga kami sanggup
diri sendiri. Menolong diri sendiri. Dan Siapa yang dapat menolong dirinya sendiri, akan
dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna pula."
Bagi Kartini memperkuat diri adalah kunci agar mampu menolong diri sendiri dan tentu
saja kalau sudah mampu menolong diri sendiri jalan untuk menolong orang lain pun akan
lebih mungkin. Kita harus melindungi diri sendiri dari COVID -19. dengan melakukan hal
sehari hari di rumah akan membantu menyelamat kan diri dari COVID-19 serta memutus
rantai penyebaran. Dari situ kita mampu menolong diri sendiri dan orang lain.
Anindya Putri Nugroho :"Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu.
Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang".
Maksudnya kita keluhkan bersumber dari diri kita sendiri, dari apa yang kita pikirkan, apa
yang kita putuskan, dan apa yang kita lakukan. Dan apa yang kita lakukan untuk
membentuk pikiran yang positif dan tidak merugikan diri sendiri dengan prasangka buruk.
Di saat pandemi seperti ini jika kita pergi keluar rumah untuk hal yang tidak penting dan
56
tidak melatih aruran pemeeintah sana saja kita mendatangkan virus tersebut ke dalam
lingkungan sekitar kita. Maka dari itu di saat pandemi seperti ini kita harus berdiam diri
rumah jika tidak ada hal yang penting dan mematuhi aturan pemerintah akan membantu
mencegah penyebaran covid-19, dengan selalu berpikir positif bahwa pandemi ini akan
segera usai dan tidak panik dalam menghadapi pandemi ini.
Cecilia Griselda Ziskind : "Tidak menjadi soal bagaimana caranya mengabdi kepada
kebaikan, asalkan baik saja." Kata-kata ini membuat saya selama berada dirumah banyak
kesempatan waktu untuk membantu orang tua dan menjadi lebih baik lagi kedepannya
kepada mereka dan berbuat yang terbaik agar mereka bangga.
Cindy Febrianty: “Kartini tidak punya massa, apalagi uang. Uang tidak akrab dengan
perempuan seperti Kartini, yang dipunyai kartini adalah kepekaan dan keprihatinan”.
Perjuangan Kartini dimulai dari kepekaan dan keprihatinannya terhadap nasib rakyat
Jepara khususnya perempuan. Kartini merasa perihatin jika perempuan hanya dijadikan
objek reproduksi, pelengkap penderita. Dari realitas kehidupan yang dialami Kartini
berjuang dengan keberpihakan pada kesetaraan dan kemanusiaan.Jika perjuangan kita
pada era pandemik covid 19 ini didasari dari kepekaan dan keberpihakan seperti spirit
perjuangan Kartini maka kita tidak hanya menunggu bantuan dari Pemerintah berupa bagi-
bagi sembako dan Bantuan non tunai lainnya tapi dengan kepekaan kita turut merasakan
penderitaan, kesusahan dan pesakitan pada masyarakat terdampak covid 19,dengan
berdiam diri di rumah.
Daffa Ahmad Rabbani: Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum
kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.
Dea Aulia: Pergilah, laksana cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk
kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas. Dibawah hukum yang tidak adil dan paham-
paham palsu tentang mana yang baik dan mana yang jahat. Pergi! Pergilah!"maksudnya
Dalam hal ini Kartini mengajarkan kita semua untuk tidak bersikap egois, lebih peka pada
orang-orang yang tertindas. Berjuanglah meski harus menderita selagi itu demi
kepentingan abadi yang bukan hanya untuk diri sendiri. Kita tetap harus mematuhi
peraturan pemerintah selama adanya covid-19 dengan cara lockdown atau berdiam
dirumah, melakukan kegiatan dirumah itu membuat covid-19 cepat selesai perlahan-lahan.
57
Deswita Tri Ana Putri: “Bagaimanapun jalannya, sekali-kali jangan lelah untuk berusaha
gigih membela semua yang baik.” kalimat ini menyadarkan manusia untuk selalu membela
kebaikan (tidak melanggar aturan), di masa pandemi covid'19 inilah kita harus membela
kebaikan dengan berdiam diri dirumah sebagaimana yang di anjurkan pemerintah, hal itu
sangat baik untuk diri sendiri juga orang lain, walaupun berdiam diri di rumah itu memang
agak membosankan.
Dewa Ayu Arum Anggraini: "Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan
pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa". Motivasi ini untuk menangkan diri dari
Covid-19 dari kegundahan mengenai virus ini, bisa mengakibatkan diri kita terkena juga,
tenangkan diri dan merasa yakin.
Dhafa Aditya: “Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum
di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.” memiliki arti yang berhubungan
dengan adanya wabah COVID-19. Saat ini, satu-satunya cara untuk menyenangkan orang
lain terutama orang-orang yang kita cintai maka kita harus bisa di rumah saja untuk
mengurangi penyebaran COVID-19 ini ke orang-orang terdekat kita. Dengan di rumah saja
kita bisa membantu orangtua sehingga dapat membuat mereka tersenyum bahkan kita
bisa lebih dekat dengan keluarga. Dan dengan di rumah saja kita juga bisa berbagi kepada
orang lain untuk meringankan ekonomi mereka dengan ikut berdonasi secara online dari
rumah.
Dwika Rafa Raihan: "Kegiatan sehari-hari tidak hanya dilakukan tanpa kerja keras namun
dengan etika dan pengalaman dalam menghadapi cobaan".dalam kehidupan seseorang
tidak hanya usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan namun etika dan juga
pengalamanlah yang dapat membantu kita mencapai tujuan, berhubungan dengan wabah
COVID-19 yaitu kita juga harus menghormati usaha pemerintah dalam mengatasi wabah
tersebut dengan mengurangi aktivitas sehari-hari dengan pengalaman pemerintah dalam
mengatasi wabah tersebut untuk tujuan kita bersama.
Elga Adel: Kecerdasan otak saja tidak berarti segala-galanya. Harus ada juga kecerdasan
lain yang lebih tinggi, yang erat berhubungan dengan orang lain untuk mengantarkan
orang ke arah yang ditujunya.Di samping otak, juga hati harus dibimbing. Kepintaran
seseorang tidak berarti segalanya jika hati nurani tidak tergerak untuk saling membantu.
Jadi, marilah kita sama sama di rumah, saling membantu untuk memutuskan rantai
58
penyebaran COVID-19 di rumah, dengan melakukan hal-hal baru yang positif dan
memanfaatkan kesempatan ini berkumpul dengan keluarga.
Fandi Putra Atmadatam: RA Kartini telah berhasil memotivasi para kaum wanita dengan dia
membuktikannya sendiri.
Farrel Maulana Onasis: "Agama menjauhkan kita dari dosa.. Tapi berapa banyak dosa yang
dilakukan atas nama agama?" kalimat ini memacu saya untuk lebih rajin beribadah dengan
adanya covid-19 masyarakat bisa tebalkan imannya dengan beribadah karena sebelum
ada covid-19 banyak orang yang meninggalkan ibadahnya dan Allah tidak suka makanya
di beri ujian ini.
Fauzi Alhaj Alwi:"Kita harus hidup bersama-sama dan untuk semua manusia."
Sekali lagi bagi Kartini kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang tidak hanya
memikirkan diri sendiri, tetapi hidup bersama dan mementingkan kepentingan bersama,
Kita harus tetap berada di rumah Demi kebaikan bersama untuk mencegah penularan virus
COVID-19
Fitri Nurkhafi: Kehidupan Manusia Berubah. Tiada awan di langit yang tetap selamanya.
Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi
membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.
Ghania Shasmecka Levina :: "Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu
sebelum kebahagiaan yang sempurna datang" artinya , kita harus merasakan kesulitan
terkurung di rumah dulu , sebelum covid-19 berakhir.
Marlina Wulan Sari: "Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu.
Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang".artinya
keluhkan bersumber dari diri kita sendiri, dari apa yang kita pikirkan, apa yang kita
putuskan, dan apa yang kita lakukan untuk membentuk pikiran yang positif dan tidak
merugikan diri sendiri dengan prasangka buruk.Jika kita pergi keluar rumah pada masa
pandemi saat ini maka kita sama saja mengundang wabah itu sendiri di tubuh kita.Berdiam
diri di rumah akan membantu situasi saat ini, dengan selalu berfikir positif bahwa wabah
covid-19 ini akan segera usai
59
Muhammad Bima Ananda: “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal
yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.”
Maksudnya adalah kita harus diam di rumah melakukan kegiatan sehari hari di rumah
bekerja, beribadah, dan belajar dirumah. Agar orang lain tidak memandang kita tidak
peduli terhadap sesama di tengah COVID-19 ini. Jika kita tidak menurutkan perintah dari
pemerintah kita menjelekan dan menjatuhkan sikap kita sendiri. Karna kalau tidak berdiam
di rumah kita, dengan inilah akan bisa memutus rantai penyebaran COVID-19 ini.
M Zacky: Perjuangan ibu Kartini mampu mengangkat derajat wanita.lebih pintar dan
modern.sehingga wanita mampu sejajar dengan pria dibidang apapun.dan ditengah
pandemi covid 19 ini.tugas kita sebenarnya tidaklah seberat perjuangan ibu Kartini hanya
rebahan di rumah saja tapi sambil melakukan hal bermanfaat yang belum sempat kita
lakukan saat lalu.belajar mandiri jauh dari guru.belajar online tetap harus bersyukur
karena kita masih sehat. Semoga kita semua baik baik saja. Pandemi cepat berlalu
Nayla Inayati: "Kalau ada kepentingan besar, kepentingan kecil harus diabaikan." Jadi
dengan adanya wabah ini kita harus mempertimbangkan mana kepentingan yg besar dan
kecil jika itu dilakukan di luar rumah dan merugikan orang lain. Jika itu kepentingan besar
kita bisa keluar rumah dengan peraturan yg berlaku, tapi jika itu kepentingan kecil
sebaiknya untuk tidak keluar rumah di tengah wabah covid 19 ini.
Nia Ramadha: "RA Kartini pelopor perjuangan emansipasi wanita juga mengalami kesulitan
itu bahkan lebih sulit karena dia harus mengubah pola pikir dan sudut pandang banyak
orang, perjuangannya tidak ia rasakan sendiri kita semua, semua perempuan ikut
merasakan"artinya jika dulu perjuangan RA Kartini mengubah kebiasaan yang semula
perempuan hanya berada di rumah, perempuan saat ini bisa merasakan aktivitas di luar
rumah, sekolah hingga bekerja. Dengan ada pandemi Corona COVID-19, ada kebiasaan
yang diubah dengan kembali beraktivitas dari dalam rumah.
Priyanka Ahimsari: "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba, jangan
biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang." Ungkapan RA
Kartini memotivasi agar tidak menyerah dalam belajar. Walau keadaan saat ini sedang
marak Covid-19, kita harus tetap semangat belajar di rumah.
60
Raka Rihhadatulaisy Nawawi : "Banyak hal-hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-
satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sifat mu sendiri." Kata
tersebut mencerminkan kondisi kita sekarang karena jika sikap kita dalam mematuhi
pemerintah itu baik, mungkin kasus Covid-19 di Indonesia ataupun di dunia bisa berkurang
dan kita dapat melakukan aktivitas seperti biasa lagi.
33. Salsabilla Aprilia: “Sesekali, kamu harus merasakan berbagai kesulitan hidup terlebih
dahulu, sebelum akhirnya kebahagiaan yang sempurna datang menghampirimu.”
Maksudnya tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, masalah yang dialami sekarang
yaitu Covid 19 bisa kita tangani dengan cara belajar, bekerja, beribadah di rumah. Agar
mudah memutus rantai penyebaran covid 19. Dan kedepannya negara kita ini akan kembali
seperti semula.
61
Hardiknas 2020
Pidato Lengkap Hardiknas 2020
Mentri Pendidikan Kebudayaan RI
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera, Om Swastiastu, Namo
Buddhaya,
Salam kebajikan
Bapak dan Ibu yang kami muliakan dan segenap insan pendidikan ditanah air, Selamat
merayakan hari Pendidikan Nasional Tahun 2020
Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini harus kita lakukan ditengah pandemi COVID – 19.
Semoga Kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit
ini.
Saat ini kita sedang melalui krisis COVID – 19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa.
Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dari krisis
ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini
dan setelahnya.
Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan secara daring atau online, menggunakan tools
atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun.
Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya
tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada
guru yang tadinya mungkin belum ada.
62
Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang
hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan
kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu,
pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.
Bapak dan ibu yang kami banggakan, Kita sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya
kesehatan, Betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma - norma kemanusiaan
didalam masyarakat kita.
Timbulnya empati, timbulnya solidaritas ditengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID –
19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan khanya di masa
krisis ini, tetapi juga disaat krisis ini telah berlalu. Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi
inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita
mendengarkan dan bangsa yang lebih baik di masa depan.
Terima kasih telah mengikuti anjuran Bapak Presiden untuk selalu menerapkan perilaku hidup
bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan
Jakarta, 2 Mei 2020
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Nadiem Anwar Makarim
Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2020/05/02/110007571/pidato-lengkap-hardiknas-
2020-mendikbud-nadiem-makarim?page=all
63
Pelaksanaan PUNCAK PERINGATAN HARDIKNAS
Tema DINAS PENDIDIKAN DKI JAKARTA
Aplikasi 4 Mei 2020
: Live streaming
: Belajar dari covid 19 dalam mewujudkan pendidikan yang berpreastasi,
berkarakter, peduli, dan berbagi dalam semangat kolaborasi
: Zoom
Pembukaan peringatan Puncak Hardiknas Dinas Pendidikan DKI Jakarta dimulai dengan
tampilan video yang diikuti dengan narasi bernada puisidarikalimat-kalimat di bawah ini:
Langit Jakarta pagi ini terlihat lebih indah dari biasanya
Terlihat biru, tidak putih seperti biasanya. Apakah Jakarta sedang berbahagia?
Jawabanya,Jakarta sedang tidak berbahagia
Lebih dari itu, Jakarta kini sedang diuji
Diuji oleh wabah yang juga dialami oleh banyak warga dunia
Wabah yang membuat dunia berstatus PANDEMI CORONA
Sejak diumumkan kasus pertama positif Virus Covid 19 atau virus corona
Pemerintah baik pusat maupun daerah mulai menggambil langkah pencegahan penularan yang
lebih luas.
Salah satunya dengan menghentikan aktifitas belajar mengajar di sekolah
Termasuk ujian nasional berbasis computer atau UNBK
Bahkan sekarang PEMPROV DKI Jakarta sedah menerbitkan aturan Pembatasan Sosial
Berskala Besar atau PSBB
Pada hari pertama siswa mulai belajar di rumah atau Home Learning,
Home learning menggunakan Google Classroom
Pembelajaran Jarak Jauh yang memberikan pengalaman belajar yang bermakna
Koordinasi menggunakan aplikasi Video Confrence
Siswa membuat Video pembelajaran yang menarik
Ujian sekolah berbasis online menggunakan Google Classroom
Penyemprotan disinspektan , menyediakan tempat cuci tangan
Dan segala upaya diterapkan demi seluruh warga sekolah merasa aman dan terselamatkan
64
Semoga pandemic corona ini segera berakhir
Kita bisa beraktifitas seperti biasanya
Kembali ke sekolah, bersilaturrahmi, dan kembali produktif
Saya sangat berterima kasih kepada Drs.Joko Sugiarto, M.Pd, selaku Kepala Dinas
Pendidikan Wilayah 1 Jaksel, Koordinator Home Learning DKI Jakarta yang telah memberi
kesempatan kepada kami Tim Home Learning DKI Jakarta untuk ikut hadir dalam acara puncak
peringatan Hardiknas yang dilaksanakan secara daring tanggal 4 Mei 2020, dengan PDH hari
Senin lengkap dengan atributnya. Undangan terbatas di grup itu untuk ikut hanya 23 orang. Ada
tiga guru SMPN 226 yang ikut hadir dalam upacara Puncak Peringatan Hardiknas:
1. Tarsum, M.Pd
2. Erni Wulan, M.Pd
3. Fitra Hayati, M.Pd
Upacara dibuka oleh tiga orang pembawa acara, Terlihat pesertanya hampir 500 orang,
hati saya terasa tersayat dan air mata meleleh di pipi ketika pembawa acara memberikan aba-
aba, hadirin diharapkan berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Suara saya tidak
sanggup mengikuti syair itu dengan baik karena getaran kesedihan menyelimuti diri saya, betapa
sulitnya kondisi ini, tetapi semua moment kehidupan bernegara akan tetap dilaksanakan dalam
kondisi yang tidak pernah dan tak lazim. Seluruh peserta berdiri di depan laptop atau
handphonenya, ikuti alunan lagu kebangsaan itu. Lagu itu berakhir dengan khidmat.
Pembukaan oleh ibu Dra. Nahdiana, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, beliau
menggugah semangat juang.Semangat membangun bangsa melalui pendidikan. Paling utama
pendidikan karakter.
65
Bapak Anis Baswedan mengatakan bahwa generasi kita ditakdirkan dalam kondisi ini, dan
insya Allah kita bisa menghadapinya dengan baik dan keluar dari masalah ini dengan baik, dan
terkait dengan Hardiknas, pendidikan adalah untuk menumbukan pribadi yang berkarakter,
bulan suci Ramadhan merupakan pelatihan hawa nafsu dan pelatihan ketaqwaan.
Upacara Hardiknas adalah untuk memperingati hari lahirnya Ki Hajar Dewantara, beliau
mempertanyakan kepada peserta upacara, apakah kita sudah membaca buku tentang Ki Hajar
Dewantara?
Karena dalam bukunya akan kita temukan diksi lama dari pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang
pendidikan tapi masih relevan dengan masa sekarang ini, beberapa dorongan, dan nasehat dan
doa yang beliau sampaikan dalam peringatan ini.
66
Ada banyak motivasi dan kata bijak yang ditampilkan, dari pemikiran Ki Hajar Dewantara,
diantaranya yang disampaikan ole Bapak Joko Sugiarto, “Sungguh, seandainya saya ini seorang
Belanda, maka saya tidak akan pernah mau merayakan pesta peringatan seperti disini disuatu
negeri yang kita jajah. Berikan dahulu rakyat yang tertindas itu kemerdekaan, baru sesudah itu
kita memperingati kemerdekaan kita sendiri.”
Doa penutup oleh ustadz H. Ubaidilah, Kasi Pendidik Bidang PTK, diantaranya semoga
covid 19 segera hilang di muka bumi ini, dan semoga Allah mengabulkannya, Aamiin ya
rabbal’alamin
67
NATIONAL EDUCATION DAY
MAY,2ND 2020
The students of 9.4 said their opinion about Ki Hajar Dewantara
Muhammad Alfi Fairus, Ki Hajar Dewantara is a person who dares to speak the truth, was not
easily discouraged, was active in social and political organizations.
Muhammad Bintang: Ki Hajar Dewantara is fathe of national of education , the inspiration of the
young people, founder the school grounds Students
Muhammad Daffi Alfarizi, Ki Hajar Dewantara struggled in the field of education, he founded
the Taman Siswa school that taught Indonesian nationality. After Indonesian independence Ki
Hajar Dewantara was appointed minister of education
Nadia Shafitri Az-Zahra, Ki Hajar Dewantara is a very inspiring figure, he is the beginning of his
education in Indonesia, he is tireless and diligent, He isa very proud figure and He should be a
role model for all Indonesian students.
68
Nararya Cahya Adi,Ki Hajar Dewantara is a pioneer of education in Indonesia, the father of
education, and an activist in the Indonesian independence movement
Niken Lawita, Ki Hajar Dewantara is a moving figure, a revolutionary figure or brings a change
of life in our country, fighting for education in our country without stopping until the goal he
succeed
Putri Balqis, Ki Hajar Dewantara is an Indonesian hero, who was born on May 2, 1889, he is a
very hard-working, brave person, and never gives up
Rangga Madya, Ki Hajar Hewantara is an Indonesian education hero, he is an activist, and a
pioneer in the establishment of student park colleges
Ratu Rizki Amelia, Ki Hajar Dewantara an education hero who can inspire teenagers, a person
who is tough, and smart
Refki Nadyan Dwiputra, Ki Hajar Dewantara is an Indonesia independence movement activist,
an education hero, and smart
Rizki Agung, Ki Hajar Dewantara is very active and concerned with the world of education. One
of the proofs of it i.e. He established the School Grounds Students in 1922.He gave the example
of and motivation to young people to keep passion in learning about science
Rizki Jailani; Ki Hajar Dewantara is a activist of the Indonesian independence movement
important figure on education day, and Pioneers of education for Indonesian natives.
Rizky Oktaviani, Ki Hajar Dewantara is a person who cares about education in Indonesia, he is
also a person who is very brave to speak the truth, ki hajar Dewantara is also a person who does
not give up
Sheva Maulana, Ki Hajar Dewantara is implementing the motto Ing ngarsa sung tulada, Ing
madya mangun karsa, Tut wuri handayani
Siti Zaenab Safitri, Ki Hajar Dewantara is an activist of the Indonesian independence movement,
columnist, politician, and pioneer of education for Indonesian natives in the Dutch colonial era.
Talitha Dewi Azmi, Ki Hajar Dewantara is a national hero from Java who is engaged in education.
And 3 words that describe him, namely: Someone who is very wise, Someone who really likes
art, and a hero who cares deeply about the family
We celebrate National Education Day is on the 2nd of May. We can not celebrate this
special day by having flag ceremony in our school because we are locked at home to avoid from
corona virus. Now I want you to describe this Celebrating National Education Day on this Covid
19 pandemic.
.
69
Adit, This National Education Day celebration is difficult to do because of the corona virus
pandemic, and we can only stay at home
Aditya, When National Education Day celebrations are not celebrated, I feel sad, disappointed
because there are no celebrations, and also if It is celebrated, I can meet friends at school, so I
am rather sad and disappointe, also makes me unable to leave the house
Aisyah Indriyani, this National Education Day celebration is no motivational words conveyed at
this year's celebration, no memories of this year's celebration, a little sad not being able to gather
together
Amelia Rahmadhanti, this National Education Day celebration is very quiet and not as usual,
this is because COVID-19, we all cannot carry out the ceremony, it is sad that we cannot leave
the house and cannot meet with friends
Arya Farizal Setiawan, this Educational Day celebration is very boring at home, this educational
day can only be at home,I hope we can celebrate education day again, maybe?
Azzura, this National Education Day celebration is more quiet, can not meet friends, can not go
out from home
Bangkit, This time there was no ceremony, we all have to be at home, and celebrate alone at
home
Bima Dipati, Education Day celebration is not fun, there is no flag ceremony at school to
celebrate national education day, can't go out because covid -19
Demaz Cesario A, The National Day of education this year is a pity to pass up, unimpressive,
unable to celebrate the national education day because of covid-19
Elsa Tri Listianti, In this National Day celebration there are many differences with the previous
celebrations because we cannot celebrate with a flag ceremony but in other ways because the
situation does not support the ceremony.
Faridatul, This National Education Day celebration is not inspire, not attractive, no ceremony
70
Kelfin,this National Education celebration is not attractive and no ceremony
Kezia Syalom, National Education Day this year is very different, there’s no celebration and we
have to stay at home because the virus and we can’t celebrate the flag ceremony
Muhamad Ilham, National Education Day this year is very different from the previous year, we
must stay at home and there is no flag ceremony at school
Muahammad Afriezal, The National Education Day there are no students who celebrate at
school, can't go to school, and have to study at home
Nastiti, this National Education Day Celebration cannot be celebrated, not motivate
Zahwa Laetisha, The commemoration of this year's Education day is very different from the
previous year, The absence of a ceremony as usual, No longer Listening to the mandate of the
Ministry of Education and Culture, I am very sad because I cannot celebrate it with my teachers
and friends.
71
MAULID NABI MUHAMMAD SAW
Hari/Tanggal :Jum’at, 13 November 2020
Tempat : Virtual dan Live Streaming
Narasumber : Ustad Ramdani
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan dan siswa
muslim SMPN 226 Jakarta di SMPN 226
72
HARI GURU NASIONAL
Hari/Tanggal :Rabu, 25 November 2020
Tempat : Virtual dan Live Streaming Radio Disdik DKI Jakarta
Selamat ari guru untukguru
guruku, Bapak Ibusekarangaku
menjadi guru sepertimudulu.
ariini akuberdoa untukmu
semogaapapapunyang kau
ajarkan padaku menjadi amal
kebaikanmu. Juga kuucapkan
selamathari guru buat teman
teman guru semua, semogakita
bisa menginspirasikebaikan untuk
murid murid kita
73
226 JHS RELIGION
TIME
PUASA
Abdul Wahid
Guru : Agama Islam SMPN 226 Jakarta
Puasa urutan ke tiga dalam rukun islam, artinya wajib dilakukan bagi semua umat Islam yang
sudah memenuhi syarat untuk mengerjakannya.
Adapun awal mula puasa Ramadhan disyariatkan dalam islam yaitu pada abad ke-2 Hijriyah
tepatnya pada tahun 623 Masehi atau setelah hijraihnya nabi Muhammad SAW ke kota Madinah.
Puasa Ibadah Rahasia:
Melaksanakan ibadah puasa adalah ibadah Individu bagi umat manusia dengan Tuhannya, jadi
seseorang bisa dikatakan puasa atau tidak yang mengetahui adalah Allah SWT dan orang itu
sendiri. karenanya Allah SWT. bersabda : "Ibadah puasa adalah untukku dan Allah sendiri yang
langsung menilai dan memberikanya pahalanya".
Puasa juga sebagai sarana melatih diri dengan membiasakan akhlak yang mulia seperti,
husnodzon (berbaik sangka), tawadu` (rendah hati) ramah, serta penyayang.
Bulan Ramadan setiap kebaikan akan dilipat gandakan 10 kebaikan, artinya kita melakukan
ibadah puasa satu bulan pahalanya adalah satu tahun, misalnya sebulan 30 hari dikali 10
kebaikan maka jumlahnya adalah 300 kemudian ditambah sebagai penyempurna ibadah puasa
yaitu melaksanakan puasa sunnah Syawwal 6 hari jika dikali 10 maka jumlahnya adalah 60. jadi
jika 300 ditambah 60 sama dengan 360 itu artinya sama dengan kita melakukan ibadah selama
74
360 hari atau satu tahun penuh.
Dalam ibadah puasa kita dianjurkan untuk perbanyak amalan-amalan sunah sebagaimana nabi
mencontohkan seperti :
1. Bersedekah secara rutin
2. Membantu orang lain yang sedang kesusahan
3. Membaca Al-Quran dan mempelajari isi kandungannya
4. Membantu pekerjaan orang tua bagi seorang anak
5. Mengulang buku pelajaran-pelajaran di sekolah (pelajar)
6. Memperbanyak shalat sunnah
• Sunnah Roatib (Qobliyah dan Badiyah) (Usholli sunnatan qobliyat/ba`iyatan ......rokataini
lillahi ta`ala)
• Sunah Dhuha (Usholli sunnatadhuha rakataini rokataini ta`ala)
• Sunnah Hajat 2 Rakaat (Usholli sunnatan hajaati rok`ataini lillahi ta`ala)
• Sunnah Mutlaq (Usholli sunnatan rokataini lillahi ta`ala)
• Sunnah Tarawih (Usholli sunnatan tarawihi rokataini lillahi taala)
• Sunnah Witir (Usholli sunnatan witri rakatan lillahi ta`ala)
• Sunnah Tahajud (Usholli Sunnatan tahajudi rokataini lillahi taala
7. Dzikir dan shalawat, dll
Jika dilakukan dengan benar niat Ikhlas mengharap ridhoNya pastinya pahala akan dilipat
gandakan oleh Allah SWT sebagai berkahnya bulan Ramadah sesuai sabda nabi “Setiap amal
anak adam dilipatgandakan pahalanya. Tiap satu kebaikan, dilipatkan 10 kali lipat hingga 700 kali
lipat.”
Ini adalah karunia dari Allah SWT. yang diberikan khusus di bulan Ramadhan Allah memberi
kesempatan kepada umat manusia untuk segera mensucikan diri dari bagai macam dosa dan
kesalahan selama 11 bulan lamanya.
Semoga kita diberi kekuatan dan kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah di bulan istimewa
bulan penuh Rahmat, Barokan dan bulan penuh ampunan sehingga kita menjadi umat yang
selamat di dunia serta bahagia di akhirat kelak. Amin
Sumber: https://paintingsmudge2020.blogspot.com/2020/05/puasa.html
75
RAMADHAN 1441 HIJRIYAH
9.1 CLASS SAID THAT
Ramdhan is a very holy month for a moslem. We wait for it every year. In this Ramadhan (1441)
we are locked at home because of corona virus so we can’t do any activities outside of the house
along this Ramadhan, for example Taraweh, Ngabuburit, Berbuka bersama freely outside the
house with friends or family. So …
Abu, this Ramadhan is different, just at home and bored
Adinda, this Ramadhan very sad, can not pray in the mosque
Alifa, This Ramadan is more time with family, nervous, more worship
Aliffia, this Ramadhan is more wisdom, more special, and the saddest Ramadhan
Aprilia, This Ramadhan is unique, different than usual, special
Ariq Lanang Z. In this Ramadhan, the mosque is deserted, and in the month of Ramadan it also
becomes less exciting compared to last year, and also we can't go out to find takjil.
Arta Alfaronsyah, this Ramadhan is sad, is there still food for neighbors? :)
76
Atikah, Ramadhan is very different, must stay at home, and can only break the fast and tarawih
at home with family
Azka, this Ramadhan is lonely, sad, and independent
Bryan, This time is quiet, must keep a distance, can not get together with family
Christian, This time must be careful, keep condition healthy, and social distancing
Daffa Hizrian. can't pray in congregation at the mosque, very bored, must stay healthy
Daniel, This time must avoid crowds, break the fast with family, social distance
Faisal, This Ramadan must always be grateful, take care of health, can not ngabuburit
Firda, this Ramadan must pray tarawih at home, can't goto ngabuburit, and all mosques are
closed
Fresha, This Ramadan is meaningful, memorable, and caring
Isnan,This Ramadhan is very different, closer to the family, can not wake the meal
Josua, This time we maintain body condition, stay at home (not allowed to travel), keep distance
from people around
Mawar, this Ramadhan Will not wander, play after every taraweh prayer,can not gather
Meiricca, Ramadan this time is different from other Ramaddan, this ramadhan must remain
enthusiastic.
Michelle,This Ramadhan feels heavier, many trials, and must be careful
Miftahul, This Ramadhan is quiet, must keep a distance, can not hold bukber
77
Mutiara, this Ramadhan is very different, bored, and unhappy
Neshya, Ramadhan is full of meaning, very different, but I am happy because I can always gather
with family
Prabaswara,This ramadhan is better to remember Allah SWT, avoid from sin, and not do many
activities
Rifky, This Ramadhan is studying at home, playing with friends at home and can't go
grandparents’ home
Rihadatul Aisy, This ramadhan is tested patience, sincerity test, as one of the ordeal
Rio Febrian, in this Ramadhan , I can't go ngabuburit, can't play outside the house, and can't visit
grandparents' house
Ronaldo,This ramadhan is bored, can't have bukber with friends,can't go ngabuburit with friends
Salsa, This ramadhan is more solemn, different, lonely
Syazhira, This year's Ramadhan is very sad, unattractive, and cannot be buried
Taraka Rifki, This ramadhan is fine
Yasmin Tsara, Ramadan is not exciting, very different, and not fun
Yulando, although in the month of Ramadhan is not very good, but i can still play with my friends
Zuhrotun, This Ramadhan has more time with family, from sahur to tarawih done together,
friendship with our relatives is done via vidio call, lectures at the mosque can see on tv
78
KEGIATAN PEMBIASAAN
1. Pembiasaan Tadarus Al Qur’an di bawah bimbingan Bapak Abdul Wahid, Guru PAI
2. Pembiasaan Sholat Duha
Assalamualaikum anak2...untuk list dhuha dan tadarus kita aktifkan lagi yah... karena banyak
masukan dar guru. biar guru yg lain juga bisa menilai kerajinan kalian dalam beribadah. Ini bukan
berarti kita RIYA (ingin dipuji) dengan menunjukan ibadah kita.dalam tahap pendidikan insya allah
dibolehkan.. List ini juga sebagai DAFTAR HADIR dan akan ibu masukan ke nilai sikap sesuai
Kedisiplinan kalian jam berapa kalian isi daftar hadir.
Rabu, 6 Mei 2020.
List yg sdh HADIR, dhuha dan tadarus
Naura Nakeisha Shilva, 2 rakaat + Al-Baqarah 71-75
Dahayu Adya Gantari, 2 rakaat + Yunus 26-30
Satria Cornelius D. R (Kristen)
Febrian Nur, 4 rakaat+al Arafiq 12-20
Khaira A. K , 2 rakaat+ al Mujadalah 11-22
Saniya azza qismiya (h)
Nayla Putri A, 2 rakaat + Ar Rahman 1-20
Mutiara Alya, 2 rakaat + Al Baqarah 70-75
Alya Nailah Zafira, 2 rakaat + al Baqarah 270-280
M.Nesta, 4 rakaat + al Baqarah 40 -50
79
Syafa Azzira Liunokas, 4 rakaat + An-Naba 1-40
Kholifatu Noor Adam Pramono, 4 rakaat+Yunus 20-30
Restu Nanda A, 4 Rakaat + al Baqarah 63-77
Rakean Bentang, 4 rakaat + al Waqiah 31-41
M.Rizkial Ibanez, 4 rakaat+ al-Baqarah 70-80
Arasy Aragoninsky, 2 rakaat+Ali Imran 10-13
Delan Rasyha Saputra, 2 rakaat + Al-Baqarah ayat 96-100
Amelia Tirtamaya, 2 rakaat+ al Anam 30-40
Cantika Titania, 4 rakaat+An'am131-140
Anisa Arianti, 2 rakaat +Al Baqarah 25-30
Nadia Fatiha, 2 rakaat + Al Baqarah 151-160
Ivander azzam 2 rakaat+ al baqarah 150-155
Intania Khairunnisa, 2 rakaat+ al Kahfi 30-33
Aqilla Putri R, 2 rakaat+ al-Baqarah 91-101
Mohamad Azhari Ilham, 2 rakaat+An-Naba1-7
shafira Ayunindya, 2 rakaat + al Baqarah 81-90
Valentino Gilbert (Kristen)
Fajar Febriyansyah, 2 rakaat + al Baqarah 30-50
Charlotte Puteri Kamay, 2 rakaat An Nisa 30-40
Rahmatulloh Hidayat, 2 rakaat + al-Baqarah 35-40
Adek Sri Wahyuningsih, 4 rakaat+Al Hijr 16-31
Mohammad Rizky Nur Zam-Zam, 2 rakaat+al-Baqarah 70-75
Malik Rizky Lulian, 2 rakaat
Nafisa Danish Putri I, 2 rakaat + al-Imran 101- 110
Melisa Dwi Lestari, 2 rakaat+Q.S al-Baqarah 81-85
Kareena Ayudya Maheswari, 2 rakaat+ al Israa 66-71
Jangan lupa isikan dilink dan monitor.trmksih...Barakallah
3. Pasantren Ramadhan: Ceramah Agama
Hari/tanggal : Jum’at, 8 Mei 2020
Aplikasi : Google Meet
Penyaji :Helda Sanira (Alumni SMPN 226)
80
226 JHS MEETINGS
1. Rapat Kerja
Hari, tanggal : Selasa, 31 Maret 2020
Pukul : 13.00
Materi : Menyikapi PJJ
Aplikasi : Zoom
Peserta yang hadir: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Staf
2. Rapat staf kesiswaan dan Pembina OSIS SMPN 226 Jakarta
Hari, tanggal : Jum’at 17 April 2020
Aplikasi : Zoom
Materi : Koordinasikegiatan kegiatan kesiswaan
Peserta : Staf kesiswaan dan semua Pembina OSIS SMPN 226 Jakarta tahun
pelajaran 2019/2020
3. Rapat Dinas
Hari/tanggal : Rabu, 22 April 2020
81
Aplikasi :Google Meet
Materi : Penentuan Kriteria Kelulusan Peserta Didik SMP Negeri 226 Jakarta Tahun
Pelajaran 2019/2020
Peserta : Semua Dewan Guru dan Karyawan SMPN 226 Jakarta
4. Rapat Kerja
Hari, tanggal : Rabu, Mei 2020
Aplikasi : Zoom
Materi : Kegiatan Kelas 9
Peserta yang hadir: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Staf
5. Rapat dengan Orang Tua Murid
Hari/Tgl : Sabtu, 9 Mei 2020
Aplikasi : Google Meet
Materi : Kegiatan Akhir Tahun Kelas 9 Tahun Pelajaran 2019/2020
Peserta : Kepala Sekolah, Staf, Wali Kelas 9, dan perwakilan orang tua murid kelas 9
82
6. Rapat Koordinasi
Hari/tanggal : Senin, 11 Mei 2020
Aplikasi : Google Meet
Peserta : Kepsek, Wakasek dan Staf dan pak Wahid
7. Rapat Dinas
Hari/tanggal : Selasa, 12 Mei 2020
Aplikasi : Google Meet
Materi : Penilaian Akhir Tahun untuk kelas 7 dan 8
Peserta : Kepsek, Wakasek dan Staf,semua guru dan tenaga kependidikan
83
8. Rapat Penyegaran PJJ
Hari/tanggal : Selasa, 12 Mei 2020
Aplikasi : Google Meet
Materi : Penjelasan Literas, dan berbagai aplikasi untuk PJJ
Peserta : Guru
9. Rapat Dinas
Hari/tanggal : Sabtu, 16 Mei 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Penentuan Penentuan PAT Kelas VII danVIII SMP Negeri 226 Jakarta Tahun
Pelajaran 2019/2020
Peserta : Semua Dewan Guru dan Karyawan SMPN 226 Jakarta
10. Rapat Koordinasi
Hari/tanggal : Jum’at, 29 Mei 2020
84
Aplikasi :Google Meet
Materi : Persiapan PPDB SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Pengawas (Ibu Dr. Nunung Nurlailasari, Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan
semua panitia
11. Rapat Koordinasi
Hari/tanggal : Sabtu, 30 Mei 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Persiapan Pelepasan kelulusan Kelas IXS MP Negeri 226 Jakarta Tahun
Pelajaran 2019/202
Peserta : Kepala Sekolah, wakil, staf, wali kelas IXdan panitia orang tua
85
12. Rapat Koordinasi
Hari/tanggal : Sabtu, 30 Mei 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Persiapan PPDB SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan semua panitia
13. Rapat Kelulusan
Hari/tanggal : Selasa, 2 Juni 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Rapat Kelulusan Siswa Kelas IX SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran
2019/2020
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Semua Guru dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta
86
Hasil Rapat : 100% Siswa Kelas IX Dinyatakan Lulus
14. Rapat Koordinasi
Hari/tanggal : Selasa, 2 Juni 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Persiapan Pelepasan Kelas IX SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran
2019/2020
Peserta : Kepala Sekolah, Wakil, Staf,, Panitia dan Orang Panitia
15. Rapat Sosialisari PPDB
Hari/tanggal : Rabu, 3 Juni 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Persiapan PPDB Kelas IX SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran
2019/2020
Peserta : Kepala Sekolah, WakilKepala Sekolah, Staf dan WaliKelas, Orang Tua Murid
kelas IX yang diadakan 2 hari waktu yang dijadwal
87
16. . Rapat Sosialisari PPDB
Hari/tanggal : Selasa, 9 Juni 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta
Materi : Persiapan PPDB Kelas IX SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran
2019/2020
Peserta : Kepala Sekolah, dan Panitia PPDB SMPN 226 Jakara
Acara : Sosialisasi Kegiatan PPDB dengan Protokol Kesehatan untuk orang tua calon
perserta didik yang datang ke SMPN 226
17. Rapat Kenaikan Kelas VII dan VIII
Hari/tanggal : Senin, 22 Juni 2020
Aplikasi :Google Meet
Materi : Rapat Kenaikan Kelas Siswa Kelas VII dan VIII SMP Negeri 226 Jakarta untuk
Tahun Pelajaran 2019/2020
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Semua Guru dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta
88
17. Rapat Pra Raker
Hari/tanggal : Selasa, 23 Juni 2020, dan 6 Julli 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta
Materi : Rapat Pra Raker SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta
89
18. Raker
Hari/Tanggal :Selasa 7 – Juli 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta dan lewat google meet
Materi : Pembukaan dan persiapan tahun ajaran baru SMP Negeri 226 Jakarta untuk
Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta di SMPN 226 dan guru yang lain lewat google meet
Untuk hari ke 2,3 di SMPN 226 Jakarta
19. Persiapan MPLS
Hari/Tanggal :Selasa 10 Juli 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta
Materi : Persiapan MPLS SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta di SMPN 226 dan panitia
90
20. Upacara Pembukaan MPLS
Hari/Tanggal :Senin, 13 Juli 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta
Materi : Pembukaan MPLS SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta di SMPN 226 dan panitia
21. Upacara Penutupan MPLS
Hari/Tanggal :Rabu, 15 Juli 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta
Materi : Pembukaan MPLS SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2020/2021
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta di SMPN 226 dan panitia
22. Rapat Penyusunan RKAS
Hari/Tanggal :Senin, 20 Juli 2020
Tempat : SMPN 226 Jakarta
Materi : Penyusunan RKAS SMP Negeri 226 Jakarta untuk Tahun Pelajaran 2021/2020
Peserta : Kepala Sekolah, Kasatlak, Wakil, Staf dan Tanaga Kependidikan SMPN 226
Jakarta di SMPN 226 dan panitia
91
226 JHS HOME LEARNING
PROJECT
92
Lagu dengan tema covid 19
Oleh : Zaidan, Kelas 7.7
Pakai huruf Braille
Terjemahan Braillenya
93
Karya Seni Budaya
Karya Literasi Prakarya
Video Keterampilan
94
226 JHS COMPETITIONS
Saat Covid19 tidak menghalangi OSIS SMPN 226 tetap melaksanakan kegiatan untuk
menyemarakkan Hardiknas, maka OSIS SMPN 226 melaksanakan beberapa perlombaan antara
lain:
• Lomba Cipta Puisi
• LombaCiptaCerpen
• Lomba Poster
• Lomba Azan
• Lomba Video Kompilasi
• Lomba Kaligrafi
Hasil lomba dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2020
OSIS SMPN 226 Jakarta, para pemenangnya adalah:
1. LOMBA KALIGRAFI
JUARA 1:SANIYA: Kelas : 7.8
JUARA 2: RAKHA RIO: Kelas : 8.3
JUARA 3:DEA AULIA:Kelas : 8.8
2. LOMBA CIPTA PUISI
JUARA 1: NUR AISYAH : Kelas : 7.4
JUARA 2: ZAHWA LETISA: Kelas: 9.4
JUARA 3: CALISA PUTRI: Kelas : 8.3
3. CIPTA CERPEN
JUARA 1: NI KEDAK:Kelas: 8.2
JUARA 2: IQLIMA: Kelas: 9.3
JUARA 3: PRIYANKA A: Kelas: 8.8
4. LOMBA POSTER
JUARA 1:M .AZKA: Kelas : 9.8
JUARA 2:NADINE:Kelas : 7.4
JUARA 3:UMI: Kelas : 8.6
95
5. LOMBA VIDEO KOMPILASI
JUARA1:SATRIA:Kelas:7.8
JUARA 2:ALMAS: Kelas : 7.7
JUARA 3: Fandi Putra Atmadatam: Kelas: 8.8
LOMBA AZAN
JUARA 1:RENAT: Kelas : 9.8
JUARA 2: IIRSYAD: Kelas 7.4
JUARA 3: MUSYAFAUL: Kelas : 7.7
Hadiah untuk masing-masing pemenang
Juara 1: Paket Pulsa Rp. 100.000
Juara 2: Paket Pulsa Rp. 75.000
Juara 1: Paket Pulsa Rp. 50.000
LOMBA KALIGRAFI
Saniya
96
Rakha Rio
CIPTA PUISI
GENERASI MILLENIAL
97
Oleh: Nur Aisyah, Kelas 7.4
Anak muda yang erat dengan dunia digital
Menjadikan mereka bagian dari kaum millennial
Banyak insan yang terduduk di latar
Tangan yang sibuk dengan ponsel pintar
Mata yang tertuju pada layar
Menjadikan suasana sunyi dan datar
Bukan berarti jauh dari budaya
Melainkan ditanam di dalam jiwa
Tradisi harus kita lestarikan
Supaya negeri aman dari ancaman
Seperti indahnya bintang di langit malam
Hendaklah kita jauh dari perilaku suram
Kuat untuk menjaga mental
Agar jauh dari perbuatan fatal
Untuk menjaga budaya
Dengan seni dan karya
Sebagai penerus bangsa
Kelak kemudian kita bangkit dan Berjaya
98
PENDIDIKAN DALAM ERA MILENIAL
Oleh: Zahwa Laetisha Maheswari, kelas 9.4
Perkembangan teknologi dan komunikasi
Membawa arus perubahan bagi pendidikan masa kini
Kita remaja milenial
Nyatanya
Sibuk bermedia sosial
Anak muda mengkritik tanpa membaca
Tenggelam dalam permainan gawai
Terseret pergaulan bebas tanpa norma
Globalisasi telah merasuki generasi masa kini
Pendidikan yang semula bersistem tatap muka
Kini mulai mengarah pada sistem digital
Kami adalah generasi pembaruan
Kami lahir di era kemajuan
Teknologi mainan kami
Menutup generasi tua yang usang
Idealis dan sedikit kritis
Menuntut perubahan akhir zaman kekinian
Kami harus jadi generasi yang berkarakter
Berwawasan nasionalis
Berfikir kritis
Membangun ide yang kreativ
Serta komunikatif dan
Bisa berkolaboratif
Bermedia sosial yang arif
Agar jadi generasi kebangsaan
Indonesia yang cerdik
99
HILANGNYA DUNIAKU
Oleh: Calista Putri Harnan, Kelas 8.3
Hei duniaku!
Apa kau tau apa yang terjadi
Zaman modern mengambil ahli
Menjadi zaman teknologi, zaman milenial
Pada zaman ini
Hatiku menjadi sepi dan sedih melara
Semua orang yang kujumpa
Hadir raganya di dunia tempatnya berada ini
Namun hilang jiwanya
Terseret masuk ke dalam sebuah dunia
Dunia yang tidak benar benar nyata
Setiap orang yang kujumpai
Kini sibuk menatap pada layar
Tenggelam pada dunia penuh kata-kata
Yang tren menjadi makanan harian
Dari mulut ke mulut
Yang bahkan tak memiliki makna yang berarti
Hilangnya rasa bahagia sebuah kebersamaan
Hanya tinggal sepi dan sunyi mengelilingi
Hai duniaku!
Masyarakatmu tidak peduli
Hilanglah sebuah rasa kemanusiaan dan toleransi
Hilang pula akal dan budi pekerti
Terbawa arus globalisasi
Yang menghilangkan segala tradisi
Seakan hidup sudah tak berguna lagi
Apabila hilangnya teknologi
Rasa kesatuan pun mulai memudar
Seperumpama lampu yang mulai meredup
Pendidikan tak lagi penting
Guru tak lagi di hormat dan
orang tua tak lagi di kasihi
100